Mengembalikan Roh dan Sejarah PWIR
SUBANG (Berita Nasional) : Salah satu poin keputusan KLB PJI 2007 di Subang ialahmengembalikan roh dan sejarah PWIR. Dalam hal inirasanya tidak arif jika berkutat pada siapa yang harusbertanggungjawab terhadap kemandegan organisasi selamaini. Sehingga banyak sumberdaya di pusat dan daerahhilang begitu saja.Dalam kongres yang menjadi keputusan adalah kembalikepada AD/ART PWI Reformasi dengan memperhatikanperkembangan organisasi dan lingkungan organisasi saatini. Demikian juga dengan rekomendasi dan programkerja mengacu kepada hasil keputusan KLB Jogya yangbelum sempat dilaksanakan oleh kepengurusan terpilihsaat itu.Misalnya untuk pengukuhan di hadapan publik, Kornasmenargetkan agar dalam bulan September ini sudahdilakukan sosialisasi di gedung Dewan Pers, Jakarta,tentunya setelah seluruh kepengurusan, kompartemen danlembaga MPN serta DKKE definitif terbentuk.”Untuk Konsolidasi daerah, kami mengharapkan agardaerah-daerah yang sudah melakukan Konferda segeradapat melaporkan hasilnya untuk mendapatkan SKpengukuhan kepengurusan,” kata Kaka Suminta, ketua panitia, yang kemudian terpilih jadi Sekretaris Umum PWIR.Sementara untuk pembentukan sekretariatan, hampirdapat dipastikan menggunakan salah satu gedung diManggala Wana Bhakti milik Bpk Rendy, salah seorangaktivis PWI Reformasi di Kalteng yang kini menjadianggota DPR-RI, selain dua calon sekretariatan lainyadi Buncit Raya dan rumah Ketum sendiri.”Banyak sekali dukungan dan masukan yang kami harapkandapat kawan-kawan sampaikan untuk memperkuatorganisasi di tingkat pusat maupun daerah. Dan kamiterbuka untuk masukan tersebut,” kata Sekum PWI Reformasi itu.(*)
Mengenal Noto, Calon Bupati Empat Lawang

YULIZAR DINOTO.SH., Salah satu diantara beberapa Calon Bupati Empat Lawang, yang ikut meramaikan Pilkada Tahun 2008, dilahirkan di Lahat pada tanggal 30 Juli 1956 putra pasangan H. Muhammad Rusdi Bin Pangeran Ibrahim asal dusun Gunung Meraksa Baru dengan Hj. Ning Kartini Binti Demang Oemar asal dusun Muara Danau.Lebih sering dipanggil Noto, saat ini masih memegang jabatan sebagai Wakil Kepala Dinas Perhubungan Propinsi Sumatera Selatan, cukup banyak jabatan yang telah dilalui oleh beliau, diantaranya Wakil Bupati Kabupaten Lahat, Kepala Biro Otonomi Daerah Setda Propinsi Sumatera Selatan, Kepala Bagian Tata Usaha Ditsospol Propinsi Sumatera Selatan, PLT Kepala Bappeda Kota Madya Palembang serta beberapa jabatan lainnya.Didalam berorganisasi beliau cukup banyak terlibat diantaranya, sampai sekarang Noto masih dipercaya sebagai Ketua DPD AMPI Propinsi Sumatera Selatan, beberapa pengalaman berorganisasi diantaranya ; Wakil Ketua KNPI Sumatera Selatan, Seketaris Majelis Pemuda Indonesia Sumatera Selatan dan masih banyak lagi jabatan organisasi kemasyarakatan yang beliau terlibat didalamnya.Dengan Motto " Bersama Kita Berbuat Demi Kesejahteraan Rakyat ", Noto hadir mencalonkan diri untuk turut dalam Pesta Demokrasi yang akan berlangsung Tahun 2008, terlepas dari semua itu Masyarakat Kabupaten Empat Lawang lah yang akan memilih calon pemimpin mereka.
SBY Minta Kemacetan Merak-Bakauheni Diatasi

TANGERANG (Berita Nasional) : Presiden meminta Menhub, Pemporv Lampung, Banten, dan DKI Jakarta mengatasi kemacetan di Pelabuhan Merak – Bakauheni.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan perintah tersebut ketika meresmikan patung Proklamator Soekarno-Hatta di gerbang masuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (29/8-07). Menurut Presiden, Merak – Bakauheni merupakan lintasan penghubung perekonomian utama antarprovinsi. Sebab itu, jalur tersebut harus dalam kondisi lancar.
“Antrean panjang di penyeberangan Merak dan Bakauheni (sejak sepekan terakhir, red) menunjukkan ada linkage antara ekonomi di Lampung, Banten, dan Jakarta. Carikan solusi segera termasuk Saudara Menteri Perhubungan (Menhub). Koordinasikan dengan pimpinan daerah Lampung dan Jakarta,” kata Presiden.
Sampai kemarin, penumpukan kendaraan yang hendak menyeberang ke Sumatera belum teratasi. Antrean bahkan mencapai jalan tol Merak Km 92, Cilgon Barat. Kondisi ini juga terjadi di Bakauheni.
Kemacetan karena jumlah kapal berkurang. Dalam kondisi normal, kapal yang melayani Merak – Bakauheni berjumlah 17 – 19, kini hanya 13 kapal. Menurut Manajer Operasional PT ASDP Cabang Bakauheni, Zailis anas, kini sejumlah kapal docking (sedang perbaikan) dan satu kapal, KM Nusa Dharma, rusak. Diperkirakan hari ini kapal yang docking (KM Nusa Mulia dan KM Tribuana) bisa beroperasi.
Untuk mengatasi kemacetan, PT ASDP menambah satu kapal feri dan dua kapal landing craft tank milik TNI AL. “Segera ada tampabahan dua kapal lagi besok (hari ini) dan lusa (besok) karena ada yang selesai docking,” kata Direktur PT ASDP Ahmad Syukri.
Masalah di perlintasan Merak – Bakauheni dapat perhatian serius Presiden SBY. Jika tidak dibenahi, kondisi ini bisa menghambat pertumbuhan kawasan Banten, Jakarta, dan Lampung.
Desakan agar Menhub Jusman Syafii Djamal segera mencari solusi mengatasi kemacetan juga disampaikan anggota Komisi V dari dari F-KB DPR Abdullah Azwar Anas. “Masak dari tahun ke tahun kita terus hadapi masalah yang itu-itu juga,” ujarnya.
Menhub, ujar Azwar, mesti berkoordinasi lintas sektoral untuk membicarakan persoalan kemacetan secara komprehensif. Menurut Azwar Anas, kemacetan di Merak tidak bisa diselesaikan Direktorat Perhubungan Darat, tetapi perlu melibatkan pihak lain seperti Ditjen Perhubungan Laut (Hubla). “Minimal ada koordinasi antara dua instansi itu. Inisiatif itu harus datang dari Menhub,” katanya.
Kemacetan rutin yang terjadi di pelabuhan penyeberangan, ujar Azwar, akibat tidak adanya system perhubungan nasional yang memadai.
Kemacetan sepekan terakhir menyebabkan PT Marga Mandala Sakti (MMS), operator tol Jakarta-Merak rugi hingga Rp140 juta per hari.(*)
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan perintah tersebut ketika meresmikan patung Proklamator Soekarno-Hatta di gerbang masuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (29/8-07). Menurut Presiden, Merak – Bakauheni merupakan lintasan penghubung perekonomian utama antarprovinsi. Sebab itu, jalur tersebut harus dalam kondisi lancar.
“Antrean panjang di penyeberangan Merak dan Bakauheni (sejak sepekan terakhir, red) menunjukkan ada linkage antara ekonomi di Lampung, Banten, dan Jakarta. Carikan solusi segera termasuk Saudara Menteri Perhubungan (Menhub). Koordinasikan dengan pimpinan daerah Lampung dan Jakarta,” kata Presiden.
Sampai kemarin, penumpukan kendaraan yang hendak menyeberang ke Sumatera belum teratasi. Antrean bahkan mencapai jalan tol Merak Km 92, Cilgon Barat. Kondisi ini juga terjadi di Bakauheni.
Kemacetan karena jumlah kapal berkurang. Dalam kondisi normal, kapal yang melayani Merak – Bakauheni berjumlah 17 – 19, kini hanya 13 kapal. Menurut Manajer Operasional PT ASDP Cabang Bakauheni, Zailis anas, kini sejumlah kapal docking (sedang perbaikan) dan satu kapal, KM Nusa Dharma, rusak. Diperkirakan hari ini kapal yang docking (KM Nusa Mulia dan KM Tribuana) bisa beroperasi.
Untuk mengatasi kemacetan, PT ASDP menambah satu kapal feri dan dua kapal landing craft tank milik TNI AL. “Segera ada tampabahan dua kapal lagi besok (hari ini) dan lusa (besok) karena ada yang selesai docking,” kata Direktur PT ASDP Ahmad Syukri.
Masalah di perlintasan Merak – Bakauheni dapat perhatian serius Presiden SBY. Jika tidak dibenahi, kondisi ini bisa menghambat pertumbuhan kawasan Banten, Jakarta, dan Lampung.
Desakan agar Menhub Jusman Syafii Djamal segera mencari solusi mengatasi kemacetan juga disampaikan anggota Komisi V dari dari F-KB DPR Abdullah Azwar Anas. “Masak dari tahun ke tahun kita terus hadapi masalah yang itu-itu juga,” ujarnya.
Menhub, ujar Azwar, mesti berkoordinasi lintas sektoral untuk membicarakan persoalan kemacetan secara komprehensif. Menurut Azwar Anas, kemacetan di Merak tidak bisa diselesaikan Direktorat Perhubungan Darat, tetapi perlu melibatkan pihak lain seperti Ditjen Perhubungan Laut (Hubla). “Minimal ada koordinasi antara dua instansi itu. Inisiatif itu harus datang dari Menhub,” katanya.
Kemacetan rutin yang terjadi di pelabuhan penyeberangan, ujar Azwar, akibat tidak adanya system perhubungan nasional yang memadai.
Kemacetan sepekan terakhir menyebabkan PT Marga Mandala Sakti (MMS), operator tol Jakarta-Merak rugi hingga Rp140 juta per hari.(*)