45 Jenderal Polisi Segera Pensiun Perlu Diganti

JAKARTA (Berita Nasional/ANTARA News) - Indonesia Police Watch (IPW) meminta Kapolri Jenderal Sutanto untuk segera mengganti 45 jenderal yang segera memasuki pensiun agar tidak mengganggu regenerasi.
"Sebanyak 45 jenderal itu merupakan 25 persen dari 201 jenderal di Polri. Jumlah yang akan pensiun ini lebih besar dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya," kata Ketua Presidium IPW, Neta S Pane di Jakarta, Rabu.
Biasanya tiga bulan sebelum pensiun, jenderal-jenderal ini sudah diganti agar dapat mengakhiri kariernya di Polri dengan tenang, katanya.
Ia mengatakan pada triwulan pertama 2008, ada 10 jenderal akan pensiun, termasuk mantan Kapolri, Jenderal Dai Bachtiar.
IPW mencatat, ada sembilan kapolda yang akan pensiun tahun 2008 yakni Kapolda Metro Jaya Irjen Adang Firman, Kapolda Kalimantan Timur Irjen Indarto, Kapolda Papua Irjen Max Donald Aer dan Kapolda Sumatera Barat Brigjen Utjin Sudiana.
Selain itu yang akan pensiun adalah Kapolda Lampung Brigjen Suharijono Kamino, Kapolda Yogya Brigjen AR Harry Anwar, Kapolda Maluku Brigjen Guntur GS, Kapolda Jambi Brigjen Carel Risakota dan Kapolda NTT TB Sadarum.
Tidak hanya 10 kapolda, ada dua wakapolda yang akan pensiun yakni Wakapolda Metro Jaya Raziman Tarigan dan Wakapolda Sumatera Selatan Brigjen Marsudi Hanafi.
Di jajaran Mabes Polri, ada tiga pejabat tinggi yang pensiun, yakni Kepala Divisi Propam Irjen Gordon Mogot, Deputi Logistik Irjen Heru Susanto, dan Kepala Divisi Hukum Irjen Teguh Sudarsono.
Para jenderal lainnya yang akan pensiun memegang jabatan sebagai kepala biro, dosen atau jabatan lain yang setingkat.
"Mengingat demikian banyaknya yang akan pensiun, maka Kapolri Jenderal Sutanto harus segera melakukan mutasi besar-besaran di tubuh kepolisian agar regenerasi kepemimpinan di tubuh Polri berjalan sistematis dan tidak mengalami stagnasi," kata Pane.
Ia menilai, langkah Kapolri pada awal November 2007 untuk mengganti Gubernur PTIK Irjen DP Sitompul dan Wakapolda Jawa Tengah Brigjen Nono Supriyono yang akan pensiun merupakan langkah tepat untuk regenerasi.
"Yang mau pensiun, ya seharusnya diganti tiga bulan sebelum masa pensiun tiba," katanya menegaskan.
IPW memberikan apresiasi atas pergantian dua jenderal dan berharap akan ada mutasi dalam waktu dekat terhadap 10 jenderal yang pensiun awal tahun 2008.(*)
Menang Pilkada, Tim Sukses ke Singapura
Rombongan yang berjumlah 34 orang dari 19 partai politik itu bertolak dari Tulangbawang pada hari Senin (19-11). Menurut rencana, rombongan tersebut berada di Singapura selama dua hari. Ke-19 partai politik dalam rombongan tersebut diwakili ketua dan sekretaris partai.
Menurut Ketua KBNTB, Ferry Antoni, rombongan tersebut ke Singapura melalui Batam. Mereka tiba di Singapura pada hari Selasa (20-11), pukul 12.00. "Dari Batam kami naik feri pukul 11.00," ujarnya.
Di Singapura, kata dia, pertama kali mereka akan mengunjungi Patung Singa di pusat Kota Singapura. Setelah itu, rombongan menuju taman burung yang terkenal. Berikutnya, rombongan yang sedang merayakan kemenangan calon bupati yang diusung itu mengunjungi Jurong Betak. Di sana mereka menikmati atraksi burung-burung dari empat negara, yakni Indonesia, Jepang, Korea, dan India. "Cukup seru di sini, ada empat negara yang hadir di acara ini," ujar Ferri.
Namun, kata dia, Bupati Tulangbawang Abdurrachman Sarbini, yang kembali menjabat sebagai bupati yang diusung koalisi tersebut, tidak dapat berlama-lama di Singapura. "Bupati hanya sebentar bersama kami, kemudian bertolak kembali ke Batam, tetapi calon wakil bupati, Agus Mardi Hartono, tetap bersama kami," ujarnya.Selain itu, kata Ferri lagi, nazarnya ketika pencalonan bupati dan wakil bupati Tulangbawang jika calon yang diusung menang, akan memotong rambutnya yang semula panjang di Singapura. "Saya punya nazar, kalau Mance menang, saya potong rambut dan kini nazar tersebut terpenuhi," ujarnya. Ferri mengaku yang memotong rambutnya dua wanita cantik dan satu pria.(sumber: Lampung Post)
