Selamat Jalan Jusuf Ronodipuro
Senin, 28 Januari 2008. Pukul 10.20. Di pagar rumah nomor 20 di Jalan Teluk Betung, Menteng, Jakarta Pusat itu tampak coretan graffiti bertuliskan iwank. Pagar putihnya sudah lusuh mendekati abu-abu. Di depan rumah, yang menutup bahu jalan Teluk Betung itu, seratus kursi, dijejerkan empat-empat, lima ke belakang, di bawah sebuah tenda putih.
Ada lima deret kursi ke belakang, belum terisi penuh. Jasad almarhum Jusuf Ronodipuro, pahlawan yang menyiarkan ulang teks proklamasi di RRI di saat Indonesia Merdeka, 17 Agustus 1945,yang juga menggugah Ibu Sud menciptakan lagu Berkibarlah Benderaku itu. Ia meninggal pada 27 Januari 2008, pukul 23.00 WIB, dan Senin (28 Januari 2008) siang ini pada pukul 11.30 diberangkatkan ke Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta Selatan.
Di kanan pintu pagar mencolok sebuah karangan bunga, dari Walikota Jakarta Pusat. Sosok Muhayat, sang walikota, memang tampak duduk di salah satu kursi. Di sebelah kirinya, sebuah karangan bunga kecil dari Perpustakaan Nasional. Karangan bunga lain bisa dihitung dengan jari, antara lain, dari LP3ES, Sekjen Dephan, Ikatan Sarjana Kedokteran UI.
Media pun tak banyak merubung. Saya melihat hanya ada wartawan SCTV, MetroTV dan RRI. Sehingga ketika Fauzi Bowo, Gubernur DKI, yang tampak melayat, berjalan keluar pagar tanpa halangan. Ada mantan Gubernur Soeprapto, yang datang dengan jalan sudah agak pincang. Ada Sri Edi Swasono, disusul Awaludin Jamin, mantan Kapolri. Tak berselang lama sebuah mobil Camry menteri B 18, yang ditumpangi Juwono Sudarsono, Menhamkam, pun muncul. Ia pemimpin satu-satunya yang memperhatikan Jusuf Ronodipuro, sejak saat dirawat di rumah sakit MMC, Jakarta Selatan, hingga dipindahkan ke RSPAD.
Di ruang dalam rumah, jasad Jusuf dibaringkan di atas karpet yang juga sudah lusuh. Saya, Alif Hesrudin Gaffar dari GNM3 (Gerakan nasional menuju Masyarakat Madani), Soeprapto, mantan Gubernur DKI, dan sekitar enam orang tamu lain berdoa dipandu seorang ustad.
Di dinding ruang tamu itu, saya tak melihat lagi koleksi lukisan Jusuf, yang menurut saya langka, dan luar biasa. Termasuk lukisan diri Jusuf yang dibuat oleh Basuki Abdullah di tahun 1960-an sudah tak ada lagi di dinding. Saya pernah membaca di sebuah majalah pada medio 2007 lalu, bahwa koleksi lukisan bersejarah tentang Chairil Anwar, yang sedang menggubah sajak Aku yang fenomenal itu, sudah dijual dan dikoleksi seorang pengusaha di Jogja.
Saya tak tahu, apakah lenyapnya lukisan bagus-bagus dan bersejarah di ruang tamu Jusuf, menjadi pertanda bertukarnya dengan sejumlah besar uang yang dihabiskan untuk merawat penyakit Jusuf yang memang sudah parah sejak September 2007 lalu. Entahlah!
Kepada saya Irawan Ronodipuro, puteranya, pernah mengeluh akan beban yang harus dipikul oleh keluarga mereka.
Keadaan memang menjadi berbanding terbalik antara bumi dan langit jika melihat liputan almarhum Soeharto , juga jika melihat licin-licinnya mobil yang datang dan harumnya tamu yang muncul mengantar jenazahnya, mulai dari Cendana, ke halim hingga ke Solo dan pemakaman.
Rumah almarhun Jusuf di Jalan Teluk Betung, itu tetap saja bersahaja. Dan jasad Jusuf ada di sana.
Saya menduga, jika pun almarhum Jusuf dimakamkan di Makam Pahlawan Kalibata, siang ini pukul 12.00, terlebih karena keadaan dan keinginan keluarga yang ditinggal, bukan karena keinginan hati kecil Jusuf, sosok yang saya kenal, sosok yang mengedepankan pentingnya integritas dan hatinura ni. Toh ketika kita menghadap sangkhalik tidak membawa apa-apa***
Soekarno - Sejarah yang tak Memihak
Malam minggu. Hawa panas dan angin seolah diam tak berhembus. Malam ini saya bermalam di rumah ibu saya. Selain rindu masakan sambel goreng ati yang dijanjikan, saya juga ingin ia bercerita mengenai Presiden Soekarno.
Ketika semua mata saat ini sibuk tertuju, seolah menunggu saat saat berpulangnya Soeharto, saya justru lebih tertarik mendengar penuturan saat berpulang Sang proklamator.
Karena orang tua saya adalah salah satu orang yang pertama tama bisa melihat secara langsung jenasah Soekarno.
Saat itu medio Juni 1970. Ibu yang baru pulang berbelanja, mendapatkan Bapak (almarhum) sedang menangis sesenggukan. " Pak Karno seda" ( meninggal )
Dengan menumpang kendaraan militer mereka bisa sampai di Wisma Yaso.
Suasana sungguh sepi. Tidak ada penjagaan dari kesatuan lain kecuali 3 truk berisi prajurit Marinir ( dulu KKO ).
Saat itu memang Angkatan Laut, khususnya KKO sangat loyal terhadap Bung Karno.
Jenderal KKO Hartono - Panglima KKO - pernah berkata "Hitam kata Bung Karno, hitam kata KKO. Merah kata Bung Karno, merah kata KKO "
Banyak prediksi memperkirakan seandainya saja Bung Karno menolak untuk turun,
dia dengan mudah akan melibas Mahasiswa dan Pasukan Jendral Soeharto, karena
dia masih didukung oleh KKO, Angkatan Udara, beberapa divisi Angkatan Darat seperti Brawijaya dan terutama Siliwangi dengan panglimanya May.Jend Ibrahim Ajie.
Namun Bung Karno terlalu cinta terhadap negara ini. Sedikitpun ia tidak mau memilih opsi pertumpahan darah sebuah bangsa yang telah dipersatukan dengan susah payah.
Ia memilih sukarela turun, dan membiarkan dirinya menjadi tumbal sejarah.
The winner takes it all.
Begitulah sang pemenang tak akan sedikitpun menyisakan ruang bagi mereka yang kalah. Soekarno harus meninggalkan istana pindah ke istana Bogor. Tak berapa lama datang surat dari Panglima Kodam Jaya - Mayjend Amir Mahmud - disampaikan jam 8 pagi yang meminta bahwa Istana Bogor harus sudah dikosongkan jam 11 siang.
Buru buru Bu Hartini, istri Bung Karno mengumpulkan pakaian dan barang barang yang dibutuhkan serta membungkusnya dengan kain sprei. Barang barang lain semuanya ditinggalkan.
" Het is niet meer mijn huis " - sudahlah, ini bukan rumah saya lagi ,demikian Bung Karno menenangkan istrinya.
Sejarah kemudian mencatat, Soekarno pindah ke Istana Batu Tulis sebelum akhirnya dimasukan ke dalam karantina di Wisma Yaso. Beberapa panglima dan loyalis dipenjara. Jendral Ibrahim Adjie diasingkan menjadi dubes di London. Jendral KKO Hartono secara misterius mati terbunuh di rumahnya.
Kembali ke kesaksian yang diceritakan ibu saya.
Saat itu belum banyak yang datang, termasuk keluarga Bung Karno sendiri.
Tak tahu apa mereka masih di RSPAD sebelumnya. Jenasah dibawa ke Wisma Yaso.
Di ruangan kamar yang suram, terbaring sang proklamator yang separuh hidupnya dihabiskan di penjara dan pembuangan kolonial Belanda. Terbujur dan mengenaskan. Hanya ada Bung Hatta dan Ali Sadikin - Gubernur Jakarta - yang juga berasal dari KKO Marinir.
Bung Karno meninggal masih mengenakan sarung lurik warna merah serta baju hem coklat. Wajahnya bengkak bengkak dan rambutnya sudah botak.
Kita tidak membayangkan kamar yang bersih, dingin berAC dan penuh dengan alat alat medis disebelah tempat tidurnya.
Yang ada hanya termos dengan gelas kotor, serta sesisir buah pisang yang sudah hitam dipenuhi jentik jentik seperti nyamuk.
Kamar itu agak luas, dan jendelanya blong tidak ada gordennya. Dari dalam bisa terlihat halaman belakang yang ditumbuhi rumput alang alang setinggi dada manusia !.
Setelah itu Bung Karno diangkat. Tubuhnya dipindahkan ke atas karpet di lantai di ruang tengah. Ibu dan Bapak saya serta beberapa orang disana sungkem kepada jenasah,sebelum akhirnya Guntur Soekarnoputra datang, dan juga orang orang lain.
Namun Pemerintah orde baru juga kebingungan kemana hendak dimakamkan jenasah proklamator. Walau dalam Bung Karno berkeinginan agar kelak dimakamkan di Istana Batu Tulis, Bogor.
Pihak militer tetap tak mau mengambil resiko makam seorang Soekarno yang berdekatan dengan ibu kota. Maka dipilih Blitar, kota kelahirannya sebagai peristirahatan terakhir.
Tentu saja Presiden Soeharto tidak menghadiri pemakaman ini.
Dalam catatan Kolonel Saelan, bekas wakil komandan Cakrabirawa,
" Bung karno diinterogasi oleh Tim Pemeriksa Pusat di Wisma Yaso. Pemeriksaan dilakukan dengan cara cara yang amat kasar, dengan memukul mukul meja dan memaksakan jawaban.
Akibat perlakuan kasar terhadap Bung Karno, penyakitnya makin parah karena memang tidak mendapatkan pengobatan yang seharusnya diberikan. "
( Dari Revolusi 1945 sampai Kudeta 1966 )
dr. Kartono Mohamad yang pernah mempelajari catatan tiga perawat Bung Karno sejak
7 februari 1969 sampai 9 Juni 1970 serta mewancarai dokter Bung Karno berkesimpulan telah terjadi penelantaran.
Obat yang diberikan hanya vitamin B, B12 dan duvadillan untuk mengatasi penyempitan darah. Padahal penyakitnya gangguan fungsi ginjal. Obat yang lebih baik dan mesin cuci darah tidak diberikan.
( Kompas 11 Mei 2006 )
Rachmawati Soekarnoputri, menjelaskan lebih lanjut, "Bung Karno justru dirawat oleh dokter hewan saat di Istana Batutulis. Salah satu perawatnya juga bukan perawat.
Tetapi dari Kowad".
( Kompas 13 Januari 2008 )
Sangat berbeda dengan dengan perlakuan terhadap mantan Presiden Soeharto, yang setiap hari tersedia dokter dokter dan peralatan canggih untuk memperpanjang hidupnya, dan masih didampingi tim pembela yang dengan sangat gigih membela kejahatan yang dituduhkan.
Sekalipun Soeharto tidak pernah datang berhadapan dengan pemeriksanya, dan
ketika tim kejaksaan harus datang ke rumahnya di Cendana. Mereka harus menyesuaikan dengan jadwal tidur siang sang Presiden !
Malam semakin panas.
Tiba tiba saja udara dalam dada semakin bertambah sesak. Saya membayangkan sebuah bangsa yang menjadi kerdil dan munafik.
Apakah jejak sejarah tak pernah mengajarkan kejujuran ketika justru manusia merasa bisa meniupkan roh roh kebenaran ?
Kisah tragis ini tidak banyak diketahui orang. Kesaksian tidak pernah menjadi hakiki karena selalu ada tabir tabir di sekelilingnya yang diam membisu. Selalu saja ada korban dari mereka yang mempertentangkan benar atau salah.
Butuh waktu bagi bangsa ini untuk menjadi arif.
Kesadaran adalah Matahari
Kesabaran adalah Bumi
Keberanian menjadi cakrawala
Keterbukaan adalah pelaksanaan kata kata
( * WS Rendra )
BEDA PEMAKAMAN BUNG KARNO & PAK HARTO
Senin pagi, 28 Januari 2008, ini jenazah mantan orang nomor satu RI itu diterbangkan ke pemakaman keluarga di Astana Giribangun. Ketua DPR Agung Laksono akan bertindak secara resmi dalam pelepasan jenazah di Jalan Cendana, Wakil Presiden Jusuf Kalla memimpin pelepasan di Halim Perdanakusumah. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi inspektur upacara di Astana Giribangun.
Astana Giribangun yang diperuntukkan keluarga Nyonya Suhartinah Soeharto didirikan di Gunung Bangun yang tingginya 666 meter di atas permukaan laut. Cangkulan pertama dilakukan Tien Soeharto Rabu Kliwon, 13 Dulkangidah Jemakir 1905, bertepatan dengan 27 November 1974.
Dengan menggunakan 700 pekerja, bangunan yang merupakan gunung yang dipangkas tersebut diselesaikan dan diresmikan pada Jumat Wage, 23 Juli 1976. Jadi 30 tahun sebelum meninggal, Soeharto telah mempersiapkan tempat peristirahatan yang terakhir. Hal itu dilakukan Soeharto agar "tidak menyusahkan orang lain".
Soeharto memperoleh hak dan fasilitas sebagai seorang mantan kepala negara. Namun, hal yang berbeda dialami mantan Presiden Soekarno. Sewaktu mengalami semacam tahanan rumah di Wisma Yaso (sekarang Gedung Museum Satria Mandala Pusat Sejarah TNI) di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Soekarno tidak boleh dikunjungi masyarakat umum.
Pangdam Siliwangi H.R. Dharsono mengeluarkan perintah melarang rakyat Jawa Barat untuk mengunjungi dan dikunjungi mantan Presiden Soekarno. Kita ketahui, H.R. Dharsono kemudian juga menjadi kelompok Petisi 50 dan meminta maaf kepada keluarga Bung Karno atas perlakuannya pada masa lalu itu.
Putrinya sendiri, Rachmawati, hanya boleh besuk pada jam tertentu. Pada 21 Juni 1970, Bung Karno wafat setelah beberapa hari dirawat di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Beberapa waktu sebelumnya, Rachmawati menanyakan kepada Brigjen Rubiono Kertapati, dokter kepresidenan, kalau Soekarno menderita gagal ginjal, kenapa tidak dilakukan cuci darah? Jawabannya, alat itu sedang diupayakan untuk dipesan ke Inggris.
Itu jelas sangat ironis. Pada masa revolusi pasca kemerdekaan, Jenderal Sudirman menderita penyakit TBC. Ketika itu, obatnya baru ditemukan di luar negeri, yakni streptomycin. Pemerintah Indonesia dalam keadaan yang sangat terbatas dan berperang menghadapi Belanda berusaha mendapatkan obat tersebut ke mancanegara, tetapi nyawa Panglima Sudirman tidak tertolong lagi. Hal itu tidak dilakukan terhadap Ir Soekarno.
Bung Karno dibaringkan di Wisma Yaso setelah wafat di RSPAD Gatot Subroto dan di situ pula dia dilepas Presiden Soeharto dan Nyonya Tien Soeharto. Situasi saat itu memang sangat tidak kondusif bagi Soekarno dan keluarganya. Beberapa hari sebelumnya, yakni 1 Juni 1970, Pangkopkamtib mengeluarkan larangan peringatan hari lahirnya Pancasila setiap 1 Juni. Soekarno sedang diperiksa atas tuduhan terlibat dalam percobaan kudeta untuk menggulingkan dirinya sendiri. Pemeriksaan tersebut dihentikan setelah sakit Bung Karno semakin parah.
Pada 22 Juni 1970, jenazah sang proklamator dibawa ke Halim Perdanakusumah menuju Malang. Di Malang disediakan mobil jenazah yang sudah tua milik Angkatan Darat, demikian pengamatan Rachmawati Soekarnoputri (di dalam buku Bapakku Ibuku, 1984) yang membawanya ke Blitar.
Sepanjang jalan Malang-Blitar, rakyat melepas kepergian sang proklamator di pinggir jalan. Di sini Soekarno dimakamkan dengan Inspektur Upacara Panglima ABRI Jenderal Panggabean pada sore hari. Sambutan dibacakan sangat singkat.
Soekarno hanya dimakamkan di pemakaman umum di samping ibunya. Seusai acara resmi, rakyat ikut menabur bunga. Karena banyaknya tanaman itu, sampai terbentuk gunung kecil di atas pusara Sang Putra Fajar tersebut. Namun tak lama kemudian, rakyat yang tidak kunjung beranjak dari makam kemudian mengambil bunga-bunga itu sebagai kenangan-kenangan. Dalam tempo singkat, makam Bung Karno kembali rata sama dengan tanah.
Pemakaman di Blitar itu berdasar Keputusan Presiden RI No 44/1970 tertanggal 21 Juni 1970. Keputusan tersebut diambil dengan berkonsultasi bersama pelbagai tokoh masyarakat. Padahal, Masagung dalam buku Wasiat Bung Karno (yang baru terbit pada 1998) mengungkapkan bahwa sebetulnya Soekarno telah menulis semacam wasiat masing-masing dua kali kepada Hartini (16 September 1964 dan 24 Mei 1965) dan Ratna Sari Dewi (20 Maret 1961 dan 6 Juni 1962). Di dalam salah satu wasiat itu dicantumkan tempat makam Bung Karno, yakni di bawah kebun nan rindang di Kebun Raya Bogor.
Di dalam otobiografinya, Soeharto mengatakan bahwa sebelum memutuskan tempat pemakaman Soekarno, dirinya mengundang pemimpin partai. Jelas Soeharto menganggap itu masalah politik yang cukup pelik. Jadi, pemakaman tidak ditentukan keluarga, tetapi melalui pertimbangan elite politik.
Kemudian, Soeharto melalui keputusan presiden menetapkan pemakaman di Blitar konon dengan alasan tidak ada kesepakatan di antara keluarga. Apakah betul demikian? Sebab, pendapat lain mengatakan bahwa hal itu dilakukan Soeharto demi pertimbangan keamanan. Jika dikuburkan di Kebun Raya, pendukung Bung Karno akan berdatangan ke sana dalam rombongan yang sangat banyak, sedangkan jarak Bogor dengan ibu kota Jakarta tidak begitu jauh. Hal tersebut dianggap berbahaya, apalagi saat itu menjelang Pemilu 1971.
Pemugaran makam Bung Karno juga penuh kontroversi. Pemugaran dilakukan pada 1978 dengan memindahkan makam-makam orang lain itu. Menurut Ali Murtopo di depan kader PDI se-Jawa Timur, ide tersebut berasal dari Presiden Soeharto. Masyarakat tentu bisa menduga bahwa itu dilakukan dalam rangka mengambil hati para pendukung Bung Karno menjelang pemilu. Dalam pemugaran tersebut, keluarga tidak diajak ikut serta. Bahkan, dalam peresmian pemugaran itu, putra-putri Soekarno tidak hadir.
Dalam prosesi pemakaman di Kalitan-Solo, Megawati tidak hadir karena sedang berada di luar negeri. Namun, kabarnya putra tertua Bung Karno, Guntur Sukarno Putra, mewakili keluarga mantan Presiden Soekarno akan datang ke Astana Giribangun. Ketika Soeharto di Rumah Sakit Pertamina, Guruh juga berkunjung. Ini suatu pelajaran sejarah berharga bagi bangsa kita. Jangan lagi kesalahan masa lalu diulang dan marilah kita berjiwa besar.
* Dr Asvi Warman Adam, sejarawan, ahli peneliti utama LIPI
Soeharto`s death a great loss to Asean
Expressions of loss came among others from Malaysian foreign minister Syed Hamid Albar,as AFP quoted him saying on Sunday.
Soeharto (86) passed away on Sunday (Jan 27) at 13:10 local time after suffering from multiple organ failure at the Pertamina Hospital in South Jakarta.
The Indonesian second president had undergone intensive medical treatment for 24 days since he was admitted to the hospital on Friday, January 4, 2008, for anemia and severe edema.
Expressing his sadness about Soeharto`s death, Albar said the former Indonesian strong man had contributed a great deal to the economic development of Indonesia, and ASEAN in general.
According to him, Malaysia on Monday will send Deputy Prime Minister Najib Tun Razak and former Prime Minister Mahathir Muhammad and Musa Hitam to concey their last respects and condolences on Soeharto`s death.
Recalling Soeharto`s success to help create political stability in the ASEAN region, Albar said that apart from Indonesia, Malaysia and ASEAN also became a grief-stricken region over the second Indonesian president`s death.
Malaysia and Indonesia enjoyed friendly relations after Soeharto and former Foreign Minister Adam Malik put an end to the confrontation between the two neighboring countries.
Singapore`s Prime Minister Lee Shien Loong arrived in Jakarta on Sunday evening to pay his last respects to the former Indonesian president.
Earlier, Sultan Hassanal Bolkiah of Brunei Darussalam, Deputy Prime Minister of Cambodia Sok An, some other former ASEAN leaders such as Mahathir Mohammad and Norodom Raharidh (son of Cambodian King, Prince Norodom Sihanouk) had visited Soeharto while still under treatment at the Pertamina hospital.
Apart from that, Philippine President Gloria Macapagal Arroyo expressed condolences over the death of former Indonesian president Soeharto on Sunday, saying he "will never be forgotten."
Arroyo hailed Soeharto for his leadership in the South-East Asian region and contributions to building peace in the Philippines` troubled southern region of Mindanao.
"For these enduring legacies, President Soeharto will never be forgotten," DPA quoted Arroyo as saying.
"The government of the Philippines and the Filipino people join me in offering deepest sympathies and condolences on the demise of former president Soeharto," she said in a statement.
"As one of the founding fathers of ASEAN, President Soeharto was among those who had the pioneering vision of establishing a more peaceful, progressive and prosperous South-east Asian region founded on mutual respect and understanding," she said.
State funeral
Top state officials and foreign dignitaries are expected to attend the state funeral, including Malaysian Deputy Prime Minister Najib Tun Razak, former prime minister Mahathir Muhammad, former East Timor president Xanana Gusmao, Singaporean Prime Minister Lee Hsien Loong and his deputy S Jayakumar, and former Philippine president Fidel Ramos.
In addition, all foreign ambassadors to Indonesia are expected to attend the state funeral at the Astana Giri Bangun graveyard in Karanganyar about 30 km southeast of Solo, Central Java.
On Sunday evening, tens of ranking officials and former officials paid their last respects to Soeharto at his Cendana residence, following the arrivals of President Susilo Bambang Yudhoyono and Vice President Jusuf Kalla.
Meanwhile, Japanese Prime Minister Yasuo Fukuda Sunday recalled the former Indonesian President Suharto`s efforts to maintain friendly relations between the two nations, AFP quoted Fukuda as saying on Sunday.
Fukuda sent a message of condolences to current Indonesian president Susilo Bambang Yudhoyono after Soeharto died.
"I sincerely pray that former President Soeharto would rest in peace. President Soeharto had long worked to maintain the friendly and goodwill relations between our nation and Indonesia," Fukuda said in the message.
"I represent the Japanese government and the Japanese public to express our condolences to your government and your people," he said to Yudhoyono.
Meanwhile, report said, Australian Prime Minister Kevin Rudd expressed sorrow at the death of former Indonesian president Soeharto Sunday but described him as a "controversial figure" on human rights and East Timor.
Rudd paid tribute to Soeharto`s role in modernizing Indonesia and his role in helping establish the Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) and APEC, describing him as an "influential figure in the Australia region and beyond".
"Now the world`s third largest democracy, Indonesia, is a close friend and neighbor with which Australia shares vital political and security interests," he said.
"Indonesia`s success as a modern democracy is a major interest not just to Australia, but to our region and the world," he said.
Report said from Dili, Timor Leste, that General Chairman of the National Council of East Timor Reconstruction Party (CNRT) Xanana Gusmao extended his condolences over the death of Soeharto.
"As a human being, Xanana expressed his deep condolences," Secretary General of CNRT Party Dionisio `Didi` Babo, Soares PhD through a statement directly sent to ANTARA News in Dili, on Sunday afternoon.
In the name of the CNRT party of Timor Leste, his side was reported to share the condolences with the people of Indonesia over the death of the former New Order strongman.
According to him, even though Xanana was once jailed during Soeharto`s regime, he still showed humanistic solidarity by extending his condolences.
Xanana Gusmao was jailed when East Timor was still the 27th province of Indonesia during Soeharto`s rule.
After the independence of East Timor through a referendum, Xanana Gusmao become the first president of Timor Leste.
Recalling his merits to Cambodia, Soeharto who was also dubbed as the smiling general in the country, contributed a very significant meaning for the Cambodian stability following the internal political problems in decades ago.
It seems that the visit of Cambodian leaders to Jakarta to pay their last respects to Soeharto, the country will not forget Indonesia`s role when Jakarta hosted the Jakarta Informal Meetings (JIM) I, II and III which led to Cambodian political stability. (Bustanuddin/antara)
Artikel ~ Alam Makhluk Halus
Alam makhluk halus meski sulit dinalar, tetap merupakan bagian dari kehidupan manusia di dunia ini. Tak ada yang bisa menyanggahnya, karena hal yang baik termaktub di dalam kita suci seluruh agama di dunia ini. Bagaimana alam makhluk halus sebenarnya? Berikut ini kami coba menguraikannya secara detail.
MASYARAKAT yang tinggal di sekitar gunung masih percaya akan adanya mahkluk halus yang tinggal di hutan-hutan, mata air, batu besar, pohon besar, kawah, dan puncak gunung. Penduduk sekitar gunung Merapi yakin bahwa puncak Merapi adalah istana mahluk halus. Pasar bubrah adalah pasarnya bangsa mahkluk halus. Watu gubug di Gn.Merbabu adalah pintu gerbang menuju kerajaan Gaib.
Di puncak gunung Gede terdapat lapangan luas yang konon pendaki yang berkemah di sana sering mendengar derap kaki kuda atau melihat istana. Di Ranu Kumbolo di dekat gn Semeru para pendaki yang berkemah sering melihat hantu wanita muncul dari tengah danau.
Peristiwa-peristiwa gaib sering dialami para pendaki hampir di seluruh gunung-gunung yang terkenal dengan keangkerannya. Para pendaki sering diingatkan oleh masyarakat setempat, petugas, maupun peraturan yang jelas-jelas berisi pantangan-pantangan yang berhubungan dengan makhluk halus penghuni gunung yang bersangkutan. Untuk mendaki Gn. Agung di Bali pendaki dilarang membawa makanan yang mengandung daging sapi.
Beberapa peraturan mistik di gunung yang umum berlaku misalnya pendaki wajib minta ijin (permisi) ketika melewati tempat-tempat tertentu, mau beristurahat, mau buang air. Dilarang mengenakan pakaian berwarna merah atau hijau, dilarang mendaki bagi wanita yang datang bulan. Larangan mendaki gunung Sundoro pada hari jawa Wage dan Selasa Kliwon. Larangan mendaki gunung Agung pada hari besar agama.
Terlepas dari percaya atau tidak percaya, seorang pendaki yang sopan harus tetap mengikuti perturan-peraturan masyarakat setempat. Tidak ada salahnya kita menghormati kepercayaan masyarakat setempat, juga guna menghindari terjadinya hal-hal yang tidakdiinginkan. Akibat buruk yang terjadi biasanya, pendaki akan linglung kehilangan arah sehingga akan berputar- putar di suatu tempat, bisa jadi akan kesurupan, atau akan berjumpa dengan hal-hal yang aneh, bisa juga mengakibatkan kecelakaan yang fatal.
Mahkluk Halus menurut masyarakat Jawa, dimana gunung-gunung nya masih dianggap angker, dapat dibagi menjadi beberapa golongan yakni:
1. Roh Leluhur
Roh Leluhur adalah roh semua orang yang sudah meninggal dunia. Orang percaya bahwa waktu manusia meninggal dunia, jiwanya akan melayang-layang di atas rumahnya selama empat puluh hari. Setelah itu jiwanya akan mendiami sesuatu tempat menurut kepercayaan orangnya. Biasanya orang percaya bahwa roh leluhur bersifat baik dan akan menjaga anak cucunya.
2. Dhanhyang
Dhanhyang adalah mahluk halus yang tertinggi dan biasanya mendiami tempat seperti gunung, sumber mata air, sungai, desa, mata angin atau bukit. Mahluk halus ini bersifat baik dan suka menolong manusia. Dhanhyang seringkali dianggap sebagai Roh Pelindung.
3. Dhemit
Mahkluk Halus yang di sebut Dhemit adalah Roh Sakti yang mendiami tempat-tempat angker yang biasa disebut punden, seperti reruntuhan candi kecil, pohon beringin, makam tua, mata air yang tersembunyi, batu besar, dll. Dhemit sering dimintai pertolongan oleh manusia yang biasanya meminta kekayaan, kesehatan, kesembuhan, keturunan, keselamatan, pengasihan. Biasanya disertai dengan selamatan sederhana berupa nasi tumpeng, ayam, kue, dan bunga.
4.Tuyul
Mahkluk Halus ini berujud anak kecil yang telanjang bulat dan berkuncung di kepalanya, dan berkelakuan seperti anak kecil yang bandel. Untuk mencari Tuyul dapat dilakukan dengan bersemedi di tempat-tempat angker. Memeliharanya tidak terlalu sulit, cukup dengan menyediakan tempat tidur dan memberi makanan pada saat petang.
5. Lelembut
Mahluk halus ini sering menggangu, merusak, membuat sakit dan mematikan manusia. Lelembut seringkali merasuki orang sehingga membuatnya sakit, gila, bahkan meninggal, lewat badan seseorang inilah Lelembut dapat menyampaikan kemauannya. Kerasukan Lelembut dapat dibedakan menjadi beberapa jenis; kesurupan, kampir-kampiran, kampel-kampelan, setanan, kejiman (keinan) dan kemongmong. Salah satu cara melepaskan Lelembut dengan memanaskan kaki pada api unggun.
6. Memedi
Mahluk Halus jenis ini sering kali menampakkan wujudnya dan suka menakut-nakuti manusia. Ada banyak jenis Memedi, yaitu Banaspati, Jin, Wewe, Gendruwo, Peri, Jrangkong, Wedon, Buta, Thethekan dan Gundhul Pringis. Jrangkong berujud kerangka tulang manusia. Wedon berupa mayat berbalut kain kafan. Banaspati mahkluk halus yang berjalan dengan kedua tangannya, sambil mulutnya menyemburkan api, wajahnya terletak pada tempat alat kelamin.
Sundel Bolong berujud wanita cantik yang punggungnya bolong tertutup rambut panjang, suka merayu lelaki, setelah berkencan testis si lelaki akan dipencet atau dikebiri. Gendruwo sering berubah ujud menjadi manusia, menyamar sebagai seorang suami dan menggauli seorang wanita (istri yang sedang ditinggal suaminya). Gendruwo senang berada di tempat-tempat yang gelap, gang sempit dan buntu, dan WC umum. (dians-kru supranatural-dari berbagai sumber)
Gas Alam di Gaza: Alasan Utama Blokade Israel?
Israel mengklaim bahwa strategi ofensifnya terhadap Jalur Gaza merupakan aksi pembalasan bagi serangan roket yang berasal dari wilayah tersebut. Namun, seorang aktivis hak asasi manusia internasional meyakini bahwa salah satu alasan di balik strategi itu mencakup motivasi yang bersumber dari penemuan cadangan gas alam di wilayah perairan Gaza yang bernilai 4 milyar dolar AS.Mark Turner, aktivis itu, mengungkapkan bahwa pada 2000, perusahaan Inggris British Gas Group (BG) menemukan cadangan gas alam di bawah wilayah perairan Gaza. Cadangan itu diperkirakan berjumlah 1,3 triliun meter kubik yang mendekati nilai 4 milyar dolar AS.
Palestinian Investment Fund (PIF), sebuah perusahaan investasi finansial yang didirikan Salam Fayyad, menanamkan modalnya dalam proyek itu dan bertindak sebagai negosiator dari pihak Palestina di bawah koordinasi pemerintahan Mahmoud Abbas di Tepi Barat. BG mendapatkan bagian paling besar dalam konsesi untuk mengembangkan proyek the Gaza Marine Field. Perusahaan itu menargetkan Mesir sebagai pihak yang akan membeli gas alam tersebut.
Namun, Perdana Menteri Inggris saat itu, Tony Blair mendesak BG untuk mengalihkan penjualan hasil dari eksplorasi gas alam di Gaza kepada Israel. Proyek itu pun mengembangkan rencana pembangunan pipa bawah laut yang berfungsi untuk mengirimkan gas ke penyulingan milik Israel di Ashkelon. Perjanjian itu akan menutupi 10% kebutuhan energi Israel sementara PIF mendapatkan sekitar 1 milyar dolar.
Kemenangan Hamas pada pemilu legislatif 2006 mengacaukan semua rencana tersebut.
Setelah kemenangan Hamas itu, Israel mulai membekukan negosiasi dengan BG. Bagi Israel, setiap kesepakatan yang berujung pada mengalirnya dana ke Jalur Gaza akan membahayakan kebijakan resmi Tel Aviv berkaitan dengan Hamas.
Hamas sendiri sebenarnya berjanji tidak akan mengganggu pengembangan proyek itu. Ia hanya meminta restrukturisasi, terutama pada bagian-bagian yang akan membahayakan kepentingan rakyat Palestina. Hamas menentang setiap kesepakatan penjualan bahan bakar kepada Israel.
Kini, kondisi makin tidak menguntungkan bagi Israel. Dengan Hamas memegang kendali atas Jalur Gaza, Israel jelas harus melenyapkan Hamas sehingga mampu menyediakan iklim politik yang kondusif bagi kesepakatan dengan BG.
Di lain pihak, berkaitan dengan penundaan yang panjang dari Israel, BG pada Januari 2008 mempertimbangkan untuk mundur dari negosiasi dengan Israel. Perusahaan ini kembali melirik Mesri sebagai pihak pembeli.
Waktu tampaknya makin tidak bersahabat dengan Israel. Adakah keinginan BG untuk mundur dari negosiasi bernilai 4 milyar dolar yang akan memenuhi 10 persen kebutuhannya akan energi memicu strategi agresif Israel atas Gaza akhir-akhir ini?
Dan...Indonesia pun Tergadai
1. Pemerintah diharuskan membuat Undang-Undang Bank Indonesia yang otonom, dan akhirnya pemerintah memang membuat undang-undang yang dimaksud. Maka lahirlah Undang-undang no 23 tahun 1999 Tentang Bank Indonesia. Pertanyaannya adalah, seandainya Indonesia masih berdaulat, mengapa untuk membuat Undang-Undang yang begitu penting harus dipaksakan oleh pihak asing?. Kalau Undang-Undangnya dipaksakan oleh pihak asing – yang diwakili oleh IMF waktu itu, terus untuk kepentingan siapa Undang-Undang ini dibuat? Dalam salah satu pasal Articles of Agreement of the IMF (Arcticle V section 1) memang diatur bahwa IMF hanya mau berhubungan dengan bank sentral dari negara anggota. Lahirnya Undang-Undang no 23 tersebut tentu sejalan dengan kemauan IMF. Lantas hal ini menyisakan pertanyaan besar – siapa yang mengendalikan uang di negeri ini? Dengan Undang-undang ini Bank Indonesia memang akhirnya mendapatkan otonominya yang penuh, tidak ada siapapun yang bisa mempengaruhinya (Pasal 4 ayat 2) termasuk Pemerintah Indonesia. Tetapi ironisnya justru Bank Indonesia tidak bisa lepas dari pengaruh IMF karena harus tunduk pada Articles of Agreement of the IMF seperti yang diatur antara lain dalam beberapa contoh pasal-pasal berikut :
Article V Section 1, menyatakan bahwa IMF hanya berhubungan dengan bank sentral (atau institusi sejenis, tetapi bukan pemerintah) dari negara anggota.
Article IV Section 2, menyatakan bahwa sebagai anggota IMF Indonesia harus mengikuti aturan IMF dalam hal nilai tukar uangnya, termasuk didalamnya larangan menggunakan emas sebagai patokan nilai tukar.
Article IV Section 3.a., menyatakan bahwa IMF memiliki hak untuk mengawasi kebijakan moneter yang ditempuh oleh anggota, termasuk mengawasi kepatuhan negara anggota terhadap aturan IMF.
Article VIII Section 5, menyatakan bahwa sebagai anggota harus selalu melaporkan ke IMF untuk hal-hal yang menyangkut cadangan emas, produksi emas, expor impor emas, neraca perdagangan internasional dan hal-hal detil lainnya.
Pengaruh IMF terhadap kebijakan-kebijakan Bank Indonesia tersebut tentu memiliki dampak yang sangat luas terhadap Perbankan Indonesia karena seluruh perbankan di Indonesia dikendalikan oleh Bank Indonesia. Dampak lebih jauh lagi karena perbankan juga menjadi tulang punggung perekonomian, maka perekonomian Indonesiapun tidak bisa lepas dari pengaruh kendali IMF. Butir-butir sesudah ini hanya menambah panjang daftar bukti yang menunjukkan lepasnya kedaulatan ekononomi itu dari pemimpin negeri ini.
2. Pemerintah harus membuat perubahan Undang-Undang yang mencabut batasan kepemilikan asing pada bank-bank yang sudah go public. Inipun sudah dilaksanakan, maka ramai-ramailah pihak asing menguasai perbankan di Indonesia satu demi satu sampai sekarang.
3. Pemerintah harus menambah saham yang dilepas ke publik dari Badan Usaha Milik Negara, minimal hal ini harus dilakukan untuk perusahaan yang bergerak di telekomunikasi domestik maupun internasional. Diawali kesepakatan dengan IMF inilah dalam waktu yang kurang dari lima tahun akhirnya kita benar-benar kehilangan perusahaan telekomunikasi kita yang sangat vital yaitu Indosat.
Hal-hal tersebut diatas, baru sebagian dari 50 butir kesepakatan pemerintah Indonesia dengan IMF. Namun dari contoh-contoh ini, dengan gamblang kita bisa membaca begitu kentalnya kepentingan korporasi asing besar, pemerintah asing dan institusi asing (yang oleh John Perkins disebut sebagai korporatokrasi yang mendiktekan kepentingan mereka ketika kita dalam posisi yang sangat lemah, yang diawali oleh kehancuran atau penghancuran nilai mata uang Rupiah kita.
Hamas Tunjukkan kepada Israel: Siapa yang Berkuasa
Berikut petikannya.
Para perwira Korp Konstruksi IDF (Israel Defense Forces) pastinya menitikkan air mata kemarin ketika menyaksikan laporan televisi dari Rafah: tembok pemisah yang dibangun IDF dengan keringat dan darah di sepanjang “Philadephi Route”, di perbatasan Jalur Gaza dengan Mesir, telah runtuh.
Itu tampaknya adalah sisa-sisa terakhir dari jejak pendudukan bertahun-tahun Israel atas Gaza. Namun, Israel punya alasan yang lebih baik untuk khawatir akan apa yang terjadi kemarin. Dengan menghancurkan tembok yang memisahkan Palestina dan Mesir di Rafah, Hamas telah memenangkan sebuah "kudeta". Organisasi ini telah menunjukkan sekali lagi bahwa ia merupakan entitas yang disiplin dan bertekad kuat, serta musuh yang lebih canggih daripada PLO. Mereka juga telah menggagalkan rencana blokade ekonomi yang diformulasikan militer Israel, ide yang efektivitasnya diragukan sejak awal.
Israel, Mesir, dan Otorita Palestina kini dipaksa untuk menemukan sebuah pengaturan baru mengenai pengawasan perbatasan, sesuatu yang tampaknya akan bergantung kepada kemurahan hati Hamas.
Mubarak juga harus menghadapi politik domestik. Tekanan keras terhadap rakyat Palestina telah memicu tensi antara dirinya dengan Ikhwanul Muslimin.
Pejabat intelijen Israel harus menjelaskan kepada diri mereka sendiri dan juga kepada para pemimpin negara, bagaimana bisa persiapan (penghancuran tembok yang sudah berlangsung berbula-bulan—JG) itu terjadi tanpa sepengetahuan mereka.
Bush dan Gedung Putih Berbohong 935 kali menjelang Invasi ke Irak
Sebuah studi yang dilakukan dua organisasi jurnalisme non-profit menemukan bahwa Presiden AS, George W. Bush, dan para pejabat puncak pemerintahannya telah mengeluarkan ratusan pernyataan palsu selama dua tahun menjelang invasi ke Irak.Studi di bawah judul “The War Card: Orchestrated Deception on the Path to War” itu menyimpulkan bahwa pernyataan-pernyataan itu “merupakan bagian dari kampanye yang terorganisasi yang secara efektif mengarahkan opini publik dan, dalam prosesnya, mendorong bangsa (Amerika) kepada perang di bawah kebohongan yang jelas.”
Studi itu dilakukan Center for Public Integrity yang bekerja sama dengan the Fund for Independent in Journalism.
Jurubicara Gedung Putih, Scott Stanzel, menolak berkomentar mengenai studi. Ia hanya menegaskan bahwa masyarakat dunia tetap memandang Saddam Hussein sebagai ancaman. “Aksi (perang) yang diputuskan pada 2003 didasarkan pada penilaian kolektif lembaga-lembaga intelijen di seluruh dunia,” tambahnya sebagaimana dikutip Associated Press.
Menurut studi itu, sedikitnya dalam 532 kesempatan (pidato, pengarahan, wawancara, kesaksian, dan sebagainya), Bush dan para pejabat puncak pemerintahannya telah menyatakan secara eksplisit bahwa Irak memiliki senjata pemusnah massal (atau berupa memproduksinya), serta berhubungan dengan al-Qaeda atau sebaliknya. Semua upaya itu merupakan fondasi pemerintahan Bush untuk menginvasi Irak.
Kini, tidak diragukan lagi bahwa Irak tidak memiliki senjata pemusnah missal atau kaitan yang berarti dengan al-Qaeda. Ini merupakan hasil kesimpulan sejumlah investigasi bipartisan dari pemerintah, seperti yang dilakukan oleh Komite Intelijen Senat (2004 dan 2006), Komisi 9/11, dan Iraq Survey Group, dimana laporannya yang bernama “Duelfer Report” menegaskan bahwa Saddam Hussein telah menghentikan program nuklir Irak pada 1991 dan nyaris tidak berupaya untuk memulainya kembali.
Selain Bush, dalam studi itu, tercatat beberapa nama sebagai tokoh sentral yang paling sering memberikan pernyataan bohong selama periode tersebut: Wapres Dick Cheney, penasehat keamanan nasional Condoleezza Rice, Menhan Donald Rumsfeld, Menlu Colin Powell, Wakil Menhan Paul Wolfowitz, Jurubicara Gedung Putih Ari Fleischer dan Scott McCellan.
Bush menempati posisi pertama dengan 259 pernyataan bohong. Sementara yang kedua diduduki Menlu Powell dengan 244 pernyataan dusta.
Studi itu juga menyatakan bahwa efek kumulatif dari semua pernyataan sesat itu—yang digemakan ribuan pemberitaan dan penyiaran—begitu massif. Beberapa jurnalis—bahkan beberapa korporasi media—sejak saat itu mengakui bahwa peliputan mereka menjelang invasi begitu naif sehingga menjadi semacam justifikasi bagi pernyataan-pernyataan palsu pemerintahan Bush mengenai Irak di tengah publik AS.
Studi terbaru ini semakin menambah tekanan kepada pemerintahan Bush yang berusia kurang lebih 300 hari lagi. Di dalam negeri, pemerintahan Bush menghadapi tuduhan telah melanggar Konstitusi dan Undang-undang Kejahatan Perang AS. Sementara, di luar negeri, beberapa organisasi HAM telah memasukkan tuntutan kepada International Court of Justice terhadap nama-nama di atas dengan tuduhan telah melakukan genosida dan kejahatan perangAmerika Gagalkan Resolusi PBB Kecam Aksi Israel di Gaza

Dalam draft pernyataan itu, sebagaimana dikutip oleh harian Haaretz, Dewan Keamanan akan mengungkapkan, “perhatian yang mendalam atas situasi yang mengkhawatirkan di wilayah pendudukan Palestina.”
“Dewan Keamanan juga mengungkapkan perhatian secara khusus kepada krisis kemanusiaan yang tidak bisa ditoleransi lagi di Jalur Gaza, disebabkan blokade terus-menerus atas semua perbatasan Jalur Gaza dan keputusan pemerintah Israel untuk mengurangi suplai bahan bakar, memutuskan energi listrik, dan menghalangi pemberian suplai makanan dan obat-obatan ke Gaza,” demikian draf itu berkata.
“Dewan Keamanan menyerukan kepada Israel untuk mematuhi kewajiban di bawah hukum internasional, termasuk hukum humaniter dan hak asasi manusia, serta segera menghentikan semua praktik ilegal terhadap populasi sipil di Jalur Gaza,” lanjut draf itu.
Israel sejak awal sudah menolak rencana resolusi tersebut dan menyesalkan sikap Dewan yang lebih melihat kondisi dan situasi di Gaza.
Direktur Jenderal Kementerian Luar Negeri Israel, Aaron Abramovich berkata, “Situasi dimana Dewan Keamanan membahas nasib warga Gaza sementara mengabaikan situasi warga Israel yang hidup di bawah ancaman roket-roket Qassam sangat tidak bisa diterima.”
Sementara itu, Menlu AS Condoleezza Rice mendesak Israel untuk menghindari meningkatnya krisis kemanusiaan di Gaza, seraya menyalahkan Hamas atas apa yang terjadi di Gaza.
Rice meminta Israel mempertimbangkan tawaran Perdana Menteri Otorita Palestina versi Fatah, Salam Fayyad, untuk menyerahkan soal perbatasan Gaza ke tangan aparat keamanan Otorita Palestina.
Namun, usulan tampaknya akan ditolak Israel. Diplomat senior Israel di Yerusalem yang tidak ingin namanya disebutkan menyatakan bahwa pemberian wewenang kepada Fayyad atas perbatasan Jalur Gaza tanpa koordinasi dengan Hamas akan memberikan peluang bagi kelompok itu untuk membangun kembali kekuatannya. Sementara pemberian wewenang kepada Fayyad dengan persetujuan Hamas hanya akan memberi legitimasi bagi kelompok itu.
Olmert: Warga Gaza Jalan Kaki Saja

Di hadapan para anggota parlemen dari partainya, Kadima, Olmert mengatakan bahwa ia tidak menginginkan terjadinya krisis kemanusiaan di Jalur Gaza. Namun, warga Gaza, menurutnya, tidak akan pernah hidup dengan nyaman selama bagian selatan Israel terus diserang roket-roket pejuang Palestina.
“Warga Gaza akan berjalan kaki tanpa bahan bakar bagi mobil-mobil mereka, kerena mereka memiliki rezim teroris dan pembunuh yang tidak membiarkan penduduk di selatan Israel untuk hidup damai,” kata Olmert seperti dikutip AP.
Pernyataan keras lainnya datang dari Menhan Ehud Barak yang mengancam akan menggelar operasi militer berskala luar atas Jalur Gaza untuk mengembalikan ketenangan di wilayah selatan Israel yang, menurutnya, dihujani roket-roket Qassam.
“Saya lebih peduli dengan ketenangan kami daripada ketenangan mereka,” tegas Barak yang tahun lalu menentang pertemuan Annapolis yang digagas AS.
Meskipun kerap menyinggung roket-roket Palestina yang ditembakkan ke selatan Israel, pejabat-pejabat Israel justru mengakui bahwa berhentinya serangan roket tidaklah cukup untuk mengakhiri bombardir Israel atas Gaza.
Jurubicara Kementerian Pertahanan Israel, Sholomo Dror, mengatakan bahwa problemnya adalah Hamas tidak mengakui Israel dan ingin menghancurkan Israel. Dengan membuka blokade, maka itu berarti membantu mereka menghancurkan Israel.
Pernyataan itu jelas mengabaikan fakta proposal Hamas untuk gencatan senjata dengan Israel yang segera ditolak pemerintahan Olmert dan juga kenyataan bahwa sebagian besar roket yang ditembakkan dari Gaza berada di luar kemampuan Hamas untuk mencegahnya, karena para pelakunya adalah kelompok pejuang lainnya.
Sementara itu, para pejabat Hamas mengecam keterlibatan negara-negara Arab, terutama Mesir, atas krisis yang kini mendera Gaza. Mesir bergabung dengan Israel untuk mencegah akses masuk dan keluar bagi wilayah itu, utamanya dengan menutup terminal perbatasan Rafah.
“Mengapa negara-negara Arab menjadi patner (Israel) dalam embargo ini,” kecam Marwan Abu Ras, anggota parlemen asal Hamas.
Menurut harian Israel Haaretz Serangan militer Israel atas Gaza dari 2006 hingga 2008 telah mengakibatkan terbunuhnya lebih daripada 800 warga Gaza, yang sebagian besarnya adalah warga sipil yang tidak terkait dengan aktivitas perlawanan bersenjata melawan Israel, termasuk di dalamnya anak-anak.
Serangan tanpa membedakan mana warga sipil dan pejuang bersenjata itu dikecam PBB sebagai sebuah kejahatan perang, dan para pelakunya harus bertanggung jawab.
Bolton: Israel mungkin Serang Iran
Setelah penasehat politik kandidat presiden Rudy Giuliani dan godfather-nya kelompok neokon AS, Norman Podhoretz, menyatakan Israel harus menyerang Iran demi Bush, kini giliran figur hawkish lainnya, John Bolton, yang memandang bahwa menyerang Iran kini menjadi tugas Israel.Di sela-sela pertemuannya dengan tim keamanan Israel di Herzliya, mantan dutabesar AS untuk PBB itu mengatakan bahwa secara politik Amerika tidak mungkin lagi mengambil langkah militer terhadap Iran. Ini dikarenakan laporan komunitas intelijen AS NIE yang menyatakan Iran telah menghentikan program senjata nuklirnya pada 2004.
Alhasil, tekanan bagi Israel untuk memilih opsi militer atas Iran semakin besar. Sebab, rezim Zionis di Tel Aviv tidak akan mungkin membiarkan Tehran memiliki bom atom. Pada saat yang sama, sanksi lanjutan Dewan Keamanan PBB, yang tampaknya akan segera diputuskan, diyakini Bolton tidak mempunyai gigi untuk memaksa Iran membekukan aktivitas pengayaan uraniumnya.
“Tekanan (atas Israel) untuk segera mengambil langkah sangat besar dan waktu yang tersedia pun semakin sempit,” tegas Bolton seperti dikutip Raw Story.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel, Ehud Olmert, menyatakan bahwa opsi militer atas Iran bagi Israel masih terbuka. Militer Israel sendiri minggu lalu menguji coba kapasitas rudal balistiknya yang diklaim bisa membawa hulu ledak non-konvensional, alias bom nuklir.
Seorang pejabat Israel keamanan yang bertemu dengan Bolton berkomentar bahwa siapa pun harus mencermati dengan seksama apa yang Bolton katakan.
Menteri-menteri Israel Serukan Pembunuhan atas Sekjen Hizbullah
Pada momen peringatan Asyura (kesyahidan Husain bin Ali, cucu Nabi Muhammad) di selatan Lebanon, Sekretaris Jenderal Hizbullah, Sayyid Hassan Nasrallah, menyatakan bahwa organisasinya masih menyimpan sisa-sisa tubuh tentara Israel yang terbunuh dalam Perang Lebanon kedua Agustus 2006. Nasrallah kepada ribuan massa menyatakan tubuh-tubuh itu adalah bukti kepengecutan militer Israel hingga mereka meninggalkan begitu saja jenazah-jenazah serdadu mereka. Dengan menyimpan tubuh-tubuh tersebut, Nasrallah berharap Israel mau menukarnya dengan tawanan-tawanan Lebanon.
Namun, tawaran itu ditolak. Bahkan, menteri-menteri Israel pada rapat kabinet di Yerusalem (Minggu, 20/o1) menyerukan pembunuhan pemimpin kelompok perlawanan rakyat Lebanon tersebut. “Saya tidak mengerti mengapa dia (Nasrallah) masih bernapas. Kita semestinya sudah menghabisinya sejak lama. Saya rekomendasikan kepada kabinet rencana pembunuhan terhadap orang ini,” kata menteri Yitzhak Cohen seperti dikutip harian Haaretz.
Sementara itu, menteri dalam negeri Meir Sheetrit juga menyerukan hal yang sama seraya menyatakan, “Kita tidak membutuhkan negosiasi dengannnya. Kita harus menghancurkannya.” Menteri lainnya, Ze’ev Boim menyebut Nasrallah sebagai “tikus got” seraya menambahkan, “Kita harus memastikan bahwa orang ini tidak akan melihat matahari lagi.”
Karena Nasrallah telah menempati daftar puncak dari upaya perburuan dan pembunuhan Israel sejak lama, maka adalah wajar jika seruan-seruan itu bukanlah hal baru baginya. Namun, apa yang baru kali ini adalah seruan itu datang dari para anggota kabinet, yang sepertinya dapat memberikan tekanan lebih besar bagi PM Ehud Olmert untuk segera menuntaskan misi pembunuhan tersebut.
Pejabat PBB: Tindakan Israel di Gaza adalah Kejahatan Perang
Serangan Israel yang diklaim menarget sebuah kantor pemerintahan Hamas tetapi ternyata mengenai sebuah pesta pernikahan hingga menimbulkan sejumlah korban sipil adalah sebuah “kejahatan perang”, dan mereka yang bertanggung jawab harus dihukum, demikian diungkapkan seorang pejabat PBB pada Sabtu (19/01) seperti dikutip AFP. John Dugard, pelapor khusus PBB bagi situasi hak asasi manusia di Palestina itu, juga mengecam berbagai pembunuhan terhadap bangsa Palestina dalam berbagai serangan lainnya, termasuk keputusan Tel Aviv untuk menuntup total perbatasan-perbatasan ke Jalur Gaza.
“Pembunuhan beberapa orang Palestina di Gaza dalam minggu-minggu terakhir dan penutupan semua perbatasan ke Gaza menimbulkan pertanyaan-pertanyaan yang sangat serius mengenai penghargaan Israel terhadap hukum-hukum internasional dan komitmennya kepada proses perdamaian,” tegas Dugard dalam sebuah pernyataan.
“Aksi-aksi (Israel) baru-baru ini melanggar larangan keras atas hukuman kolektif dalam Konvensi Jenewa Keempat,” kata Dugard seraya merujuk kepada pernyataan Komisi Hak Asasi Manusia PBB.
“Itu juga merupakan pelanggaran yang serius terhadap prinsip-prinsip dasar hukum humaniter internasional bahwa aksi militer harus membedakan antara sasaran militer dengan sasaran sipil.”
Menurut Dugard, Israel pasti mengetahui sasaran sipil yang akan menjadi korban ketika ia meluncurkan rudal-rudalnya.
Penasehat Partai Republik AS: Israel Harus Bom Iran demi Bush
Seorang penasehat politik senior Partai Republik AS, Norman Podhoretz, mengatakan karena secara politik adalah tidak mungkin bagi Bush untuk menyerang Iran, maka tugas tersebut seharusnya disubkontrakkan kepada Israel, demikian dilaporkan Press TV. Jika Tehran tidak menghentikan program nuklirnya, maka tidak dapat dihindari lagi apabila Israel berniat memicu kekacauan atas Iran, tulis Podhoretz, yang juga dikenal sebagai godfather-nya kelompok neokonservatif Amerika Serikat, dalam artikelnya pada majalah Commentary.
Bahkan, penasehat kandidat presiden dari kubu Republik, Rudy Giuliani, ini yakin bahwa Israel bisa diminta untuk menyerang para tetangga Arab Iran untuk mencegah mereka dari membantu Iran jika Republik Islam itu menguasai teknologi nuklir.
Podhoretz yang mendapatkan medali kehormatan presiden dari Bush itu memandang bahwa laporan intelijen AS yang menyatakan Iran telah menghentikan program senjata nuklir telah membuat Bush secara politik tidak mungkin menunaikan tugasnya untuk menyerang Iran.
Oleh sebab itu, dia berdoa semoga presiden AS setelah Bush mampu menuntaskan misi yang belum terlaksana itu. “Jika tidak, semoga Tuhan menolong kita, maka akan pecahlah sebuah perang nuklir yang tak mungkin dihindari lagi,” tambah politisi gaek berusia 78 tahun itu.
Iran Usulkan Sidang Darurat OKI bagi Aksi Brutal Israel terhadap Warga Sipil Gaza
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Manouchehr Mottaki menyerukan kepada Organisasi Konferensi Islam untuk menyelenggarakan pertemuan darurat pada level menlu demi menyikapi kejahatan rezim Zionis di Gaza akhir-akhir ini. Seperti dilaporkan Tehran Times, seruan itu dikirimkan melalui surat yang diantarkan oleh dutabesar Iran untuk OKI, Mostafa Borujerdi, kepada Sekjen OKI Ekmeleddin Ihsanoglu pada Minggu (20/01). Surat itu juga berisi kecaman terhadap kekerasan dan kejahatan Israel di Gaza.
Sementara itu, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad menghubungi Perdana Menteri Malaysia Abdullah Ahmad Badawi untuk mendiskusikan pentingnya pertemuan darurat itu bagi organisasi yang menaungi 57 negara Muslim tersebut.
Israel sejak Selasa (8/01) semakin meningkatkan operasi di Jalur Gaza yang menyebabkan 36 warga sipil Gaza tewas terbunuh, jumlah terbesar sejak Hamas mengambilalih wilayah yang berbatasan dengan Mesir itu.
Selain itu, Israel juga mengumumkan penutupan total bagi perbatasan-perbatasan ke dan dari Gaza serta menghentikan pasokan bahan bakar sehingga berbagai sarana vital kemanusiaan, seperti rumah sakit, tidak bisa beroperasi.
Pada Sabtu (19/01), Sekjen OKI Ihsanoglu telah mendesak PBB untuk mengintervensi demi menghentikan pembantaian warga sipil di wilayah yang terkucil itu.
Israel Akui Lebih Banyak Bunuh Warga Sipil di Gaza
Dalam laporannya pada rapat kabinet di Yerusalem, Kepala Shin Bet, polisi rahasia Israel, Yuval Diskin, melaporkan pasukan keamanan Israel telah membunuh 810 warga Palestina di Jalur Gaza dari 2006 hingga 2007. Dari jumlah tersebut, 200 orang di antaranya diakui tidak mempunyai kaitan dengan apa yang Israel sebut sebagai ‘organisasi-organisasi teroris’. Namun, investigasi harian Haaretz menunjukkan bahwa warga Gaza yang terbunuh oleh Israel dalam kurun waktu tersebut berjumlah sekitar 816 orang, dengan 360 orang di antaranya merupakan warga sipil yang tidak berafiliasi dengan milisi-milisi bersenjata.
B’Tselem, organisasi hak asasi manusia Israel, menyebutkan bahwa 152 korban berumur di bawah 18 tahun; dan 48 di bawah umum 14 tahun.
Bagaimana Pentagon Menciptakan Kisah Palsu Selat Hormuz
Oleh Gareth Porter Pejabat-pejabat senior Pentagon, dengan demikian jelas mencerminkan kebijakan pemerintahan yang lebih luas, menggunakan sebuah arahan singkat off-the-record Pentagon untuk mengubah insiden 6 Januari antara AS-Iran di Selat Hormuz menjadi suatu kisah sensasional yang mempertunjukkan keagresifan militer Iran. Sebuah rekonstruksi terhadap kejadian-kejadian yang mengikutinya akan menunjukkan hal itu.
Berita-berita media yang awal tentang peristiwa itu—semuanya dapat dilacak kepada sebuah arahan singkat yang disampaikan oleh deputi asisten menteri pertahanan untuk urusan publik yang bertanggung-jawab atas operasi media, Bryan Whitman—berisikan informasi yang serupa yang sejak awal telah ditolak pihak Angkatan Laut AS sendiri.
Lalu AL AS merilis sebuah video pendek yang ke dalamnya telah digabungkan audio dari panggilan telepon yang memperingatkan bahwa kapal perang AS akan “meledak” dalam “beberapa saat”. Meskipun itu tampaknya merupakan produksi AL sendiri, kami telah mempelajari bahwa keputusan terakhir atas isinya ditetapkan oleh pejabat-pejabat puncak Departemen Pertahanan (AS).
Pertemuan antara lima perahu motor cepat kecil yang kelihatannya tidak bersenjata, masing-masing membawa kru dari dua hingga empat orang, dengan tiga kapal perang AS terjadi pada pagi hari, 6 Januari, waktu Washington. Namun, tidak ada informasi yang diberikan kepada publik mengenai peristiwa itu selama lebih dari 24 jam. Ini menunjukkan bahwa peristiwa itu pada awalnya tidak dipandang sebagai hal yang sangat urgen.
Alasan tidak adanya informasi publik mengenai peristiwa itu selama lebih daripada satu hari penuh adalah karena hal itu tidak berbeda dengan banyak peristiwa lainnya di Teluk Persia selama lebih daripada satu dekade. Seorang konsultan pentagon, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, mengatakan kepada IPS bahwa ia telah berbicara dengan para perwira yang pernah mengalami pertemuan-pertemuan serupa dengan perahu-perahu kecil Iran sepanjang tahun 1990-an, dan bahwa peristiwa-peristiwa seperti itu “bukanlah suatu ancaman utama bagi AL.”
Hanya dua minggu sebelumnya, pada 19 Desember, USS Whidbey Island, sebuah kapal perang ampibi, telah melakukan tembakan peringatan setelah sebuah perahu kecil Iran diduga mendekatinya dengan kecepatan tinggi. Namun, peristiwa itu berlalu tanpa sama sekali pemberitahuan publik.
Dengan laporan-laporan dari komandan Armada Kelima, Admiral Kevin Cosgriff, sudah berada di tangan mereka sejak pagi itu, maka para pejabat puncak Pentagon memiliki waktu satu hari penuh pada 6 Januari itu, untuk mendiskusikan apa yang harus diperbuat terhadap peristiwa di Selat Hormuz. Hasilnya adalah keputusan untuk memainkannya sebagai sebuah insiden yang utama.
Keputusan datang tepat ketika President George W. Bush hendak melakukan perjalanan Timur Tengah yang dimaksudkan sebagiannya untuk mengajak negara-negara Arab agar bergabung dengan Amerika Serikat dalam koalisi anti-Iran.
Keputusan di Washington itu diikuti oleh siaran pers dari komandan Armada Kelima mengenai peristiwa itu pada sekitar pukul 4 pagi waktu Washington, 7 Januari. Itu adalah untuk pertama kalinya Armada Kelima mengeluarkan sebuah siaran pers mengenai satu insiden dengan perahu-perahu kecil Iran.
Siaran pers itu melaporkan bahwa “perahu-perahu kecil” Iran “melakukan manuver dengan agresif dalam jarak yang dekat dengan (USS) Hopper (kapal pemimpin konvoi].” Tetapi siaran itu tidak menyatakan bahwa perahu-perahu Iran telah mengancam kapal-kapal AS atau bahwa kapal AS nyaris saja menembak perahu-perahu Iran.
Sebaliknya, siaran itu justru menunjukkan bahwa kapal-kapal perang AS tampak menangani peristiwa itu seperti rutinitas belaka. “Mengikuti prosedur-prosedur standar,” siaran itu berkata. Hopper mengeluarkan peringatan seraya berupaya melakukan komunikasi-komunikasi dengan perahu-perahu kecil itu dan melakukan manuver mengelak.
Siaran pers itu tidak menyebutkan bahwa sebuah kapal AS hampir menembak perahu-perahu Iran, atau mengenai ancaman yang mengatakan bahwa kapal-kapal AS akan “meledak dalam beberapa menit,” seperti yang kemudian dilaporkan banyak berita, atau mengenai benda yang dijatuhkan pada jalur kapal AS sebagai sebuah bahaya yang potensial.
Namun demikian, siaran pers itu diabaikan oleh media-media pemberitaan, karena pada Senin paginya, Pentagon memberikan arahan pers kepada koresponden-korespondennya dengan kisah yang sangat berbeda dari peristiwa itu.
Pada pukul 9 pagi, Barbara Starr dari CNN melaporkan “pejabat-pejabat militer” telah bekata kepadanya bahwa perahu-perahu Iran bukan hanya melakukan “manuver-manuver yang mengancam” tetapi juga telah memancarkan pesan lewat radio bahwa, “I am coming at you” and “you will explode”. Dia juga melaporkan berita dramatis bahwa salah satu komandan kapal perang AS “sedang dalam proses memberi perintah untuk menembak (perahu-perahu Iran) ketika akhirnya perahu-perahu itu berputar.”
CBS News menyiarkan cerita yang sama, dan menambahkan detail yang lain bahwa perahu-perahu Iran menjatuhkan “kotak-kotak yang mungkin telah diisi dengan bahan-bahan peledak ke dalam air.” Saluran-saluran berita lainnya membawakan riwayat yang hampir serupa tentang peristiwa itu.
Sumber epidemi kisah-kisah itu sekarang dapat dikenali sebagai Bryan Whitman, pejabat puncak Pentagon yang bertanggung-jawab atas hubungan media, yang memberi arahan singkat kepada wartawan-wartawan Pentagon pada pagi itu. Meskipun Whitman menyampaikan beberapa keterangan, sebagian besar dari arahan singkatnya justru off the record, yang berarti bahwa ia tidak bisa dikutip sebagai sebuah sumber.
Namun demikian, dalam sesuatu yang tampak sebagai kesalahan, pagi itu sebuah berita Associated Press mengutip Whitman sebagai sumber untuk pernyataan bahwa kapal-kapal AS hampir menembak ketika perahu-perahu Iran berputar dan mengubah arah—satu bagian dari cerita tentang insiden itu yang wartawan-wartawan lainnya hubungkan dengan seorang pejabat Pentagon yang anonim.
Pada 9 Januari, AL merilis cuplikan sebuah video mengenai peristiwa itu, di mana sebuah suara asing—suara yang jelas sangat berbeda dari suara petugas Iran yang menghubungi kapal AS di dalam video Iran—muncul mengancam kapal-kapal perang AS.
Sebuah rekaman audio yang terpisah dari suara itu, yang datang lewat saluran VHS yang terbuka bagi siapa pun dengan akses kepadanya, disatukan ke dalam sebuah video yang sebenarnya tidak memiliki suara itu. Itulah sebuah keputusan politik, dan Letkol Markus Ballesteros dari Kantor Urusan Publik Pentagon mengatakan kepada IPS keputusan terhadap apa yang harus dimasukkan ke dalam video itu adalah “keputusan kolaboratif antara kepemimpinan di sini (Pentagon), kepemimpinan di Central Command, dan para komandan AL di lapangan.”
“Kepemimpinan di sini”, tentu saja, merujuk kepada menteri pertahanan dan para penentu kebijakan lainnya di departemen itu. Seorang pejabat Kantor Informasi AL AS di Washington, yang minta namanya tidak disebutkan karena sensitivitas isu ini, mengatakan keputusan tersebut dibuat di kantor menteri pertahanan.
Keputusan tersebut beresiko tinggi karena orang-orang di dalamnya jelas terlibat dalam sebuah upaya penyesatan informasi. Seorang perwira pada markas besar Angkatan Kelima di Bahrain mengatakan kepada IPS, bahwa sudah umum diketahui di antara para petugas di sana (Teluk Persia) bahwa para penyusup—seringkali dikenal sebagai “Monyet Filipina”—sering mengintervensi saluran VHF antarkapal untuk membuat ancaman-ancaman atau komentar-komentar tidak sopan.
Salah satu dari ancaman yang populer yang pernah dibuat oleh penyusup seperti itu, menurut jurnalis Inggris Lewis Page, yang berada di Teluk bersama AL Kerajaan Inggris, adalah, “Lihat, aku akan menabrak kamu.”
Pada 11 Januari, jurubicara Pentagon, Geoff Morrell, membantah kisah yang Whitman ciptakan empat hari sebelumnya. “Tak seorang pun di dalam tubuh militer yang mengatakan bahwa transmisi itu berasal dari perahu-perahu (Iran),” kata Morrell.
Unsur-unsur lain dari riwayat itu yang berikan kepada para koresponden Pentagon juga diragukan. Perwira pelaksana kapal penjelajah Port Royal, Kapten David Adler, membantah cerita Pentagon bahwa ia merasa terancam oleh benda yang dijatuhkan ke dalam air. Kepada para wartawan, Adler berkata, “Saya melihatnya mengapung. Benda-benda tidak tampak mengancam bagi saya.”
Para komandan AL sebagian besarnya tampak bertekad untuk menghentikan cerita bahwa mereka nyaris menembak perahu-perahu Iran. Kevin Cosgriff, komandan Armada Kelima, menolak kisah tersebut dalam arahan singkat kepada pers pada 7 Januari. Seminggu kemudian, Komodor Jeffery Yakobus, komandan kapal perusak USS Hopper, berkata kepada para wartawan bahwa perahu-perahu Iran sudah berputar sebelum kapal AS itu bisa memutuskan perlu tidaknya mulai menyerang.
Keputusan untuk memperlakukan insiden 6 Januari sebagai ‘bukti’ dari ancaman Iran mengungkapkan adanya jurang antara kepentingan pejabat-pejabat politik di Washington dengan perwira-perwira AL di Teluk. Ketika ditanya apakah laporan AL mengenai peristiwa itu telah disimpangkan oleh pejabat-pejabat Pentagon, Komodor Robertson menolak berkomentar secara langsung. Tetapi dia berkata, “Ada perspektif yang berbeda di sana.”
Gareth Porter adalah sejarawan, jurnalis investigatif, dan analis politik luar negeri serta kebijakan militer AS. Ia adalah penulis buku tentang sejarah asal-muasal Perang Vietnam, Perils of Dominance, Imbalance of Power and the Road to War in Vietnam.
sumber: IPS
Detik-detik Terakhir Wafatnya Bung Karno di Masa Soeharto
Tak kalah banyaknya, petugas keamanan berpakaian preman juga hilir mudik di koridor rumah sakit hingga pelataran parkir.
Sedari pagi, suasana mencekam sudah terasa. Kabar yang berhembus mengatakan, mantan Presiden Soekarno akan dibawa ke rumah sakit ini dari rumah tahanannya di Wisma Yaso yang hanya berjarak lima kilometer.
Malam ini desas-desus itu terbukti. Di dalam ruang perawatan yang sangat sederhana untuk ukuran seorang mantan presiden, Soekarno tergolek lemah di pembaringan. Sudah beberapa hari ini kesehatannya sangat mundur.
Sepanjang hari, orang yang dulu pernah sangat berkuasa ini terus memejamkan mata. Suhu tubuhnya sangat tinggi. Penyakit ginjal yang tidak dirawat secara semestinya kian menggerogoti kekuatan tubuhnya.
Lelaki yang pernah amat jantan dan berwibawa-dan sebab itu banyak digila-gilai perempuan seantero jagad, sekarang tak ubahnya bagai sesosok mayat hidup. Tiada lagi wajah gantengnya. Kini wajah yang dihiasi gigi gingsulnya telah membengkak, tanda bahwa racun telah menyebar ke mana-mana. Bukan hanya bengkak, tapi bolong-bolong bagaikan permukaan bulan.
tergolek lemas di sisi tubuhnya yang kian kurus.
Sang Putera Fajar tinggal menunggu waktu.
Dua hari kemudian, Megawati, anak sulungnya dari Fatmawati diizinkan tentara untuk mengunjungi ayahnya. Menyaksikan ayahnya yang tergolek lemah dan tidak mampu membuka matanya, kedua mata Mega menitikkan airmata. Bibirnya secara perlahan didekatkan ke telinga manusia yang paling dicintainya ini.
"Pak, Pak, ini Ega..."
Senyap.
Ayahnya tak bergerak. Kedua matanya juga tidak membuka. Namun kedua bibir Soekarno yang telah pecah-pecah bergerak-gerak kecil, gemetar, seolah ingin mengatakan sesuatu pada puteri sulungnya itu. Soekarno tampak mengetahui kehadiran Megawati. Tapi dia tidak mampu membuka matanya. Tangan kanannya bergetar seolah ingin menuliskan sesuatu untuk puteri sulungnya, tapi tubuhnya terlampau lemah untuk sekadar menulis. Tangannya kembali terkulai. Soekarno terdiam lagi.
Melihat kenyataan itu, perasaan Megawati amat terpukul. Air matanya yang sedari tadi ditahan kini menitik jatuh. Kian deras. Perempuan muda itu menutupi hidungnya dengan sapu tangan. Tak kuat menerima kenyataan, Megawati menjauh dan limbung. Mega segera dipapah keluar.
Jarum jam terus bergerak. Di luar kamar, sepasukan tentara terus berjaga lengkap dengan senjata.
Malam harinya ketahanan tubuh seorang Soekarno ambrol. Dia coma. Antara hidup dan mati. Tim dokter segera memberikan bantuan seperlunya.
Keesokan hari, mantan wakil presiden Muhammad Hatta diizinkan mengunjungi kolega lamanya ini. Hatta yang ditemani sekretarisnya menghampiri pembaringan Soekarno dengan sangat hati-hati. Dengan segenap kekuatan yang berhasil dihimpunnya, Soekarno berhasil membuka matanya. Menahan rasa sakit yang tak terperi, Soekarno berkata lemah.
"Hatta.., kau di sini..?"
Yang disapa tidak bisa menyembunyikan kesedihannya. Namun Hatta tidak mau kawannya ini mengetahui jika dirinya bersedih. Dengan sekuat tenaga memendam kepedihan yang mencabik hati, Hatta berusaha menjawab Soekarno dengan wajar. Sedikit tersenyum menghibur.
"Ya, bagaimana keadaanmu, No?"
Hatta menyapanya dengan sebutan yang digunakannya di masa lalu. Tangannya memegang lembut tangan Soekarno. Panasnya menjalari jemarinya. Dia ingin memberikan kekuatan pada orang yang sangat dihormatinya ini. Bibir Soekarno bergetar, tiba-tiba, masih dengan lemah, dia balik bertanya dengan bahasa Belanda. Sesuatu yang biasa mereka berdua lakukan ketika mereka masih bersatu dalam Dwi Tunggal.
"Hoe gaat het met jou...?" Bagaimana keadaanmu?
Hatta memaksakan diri tersenyum. Tangannya masih memegang lengan
Soekarno.
Soekarno kemudian terisak bagai anak kecil.
Lelaki perkasa itu menangis di depan kawan seperjuangannya, bagai bayi yang kehilangan mainan. Hatta tidak lagi mampu mengendalikan perasaannya. Pertahanannya bobol. Airmatanya juga tumpah. Hatta ikut menangis.
Kedua teman lama yang sempat berpisah itu saling berpegangan tangan seolah takut berpisah. Hatta tahu, waktu yang tersedia bagi orang yang sangat dikaguminya ini tidak akan lama lagi. Dan Hatta juga tahu, betapa kejamnya siksaan tanpa pukulan yang dialami sahabatnya ini. Sesuatu yang hanya bisa dilakukan oleh manusia yang tidak punya nurani.
"No..."
Hanya itu yang bisa terucap dari bibirnya. Hatta tidak mampu mengucapkan lebih. Bibirnya bergetar menahan kesedihan sekaligus kekecewaannya. Bahunya terguncang-guncang.
Jauh di lubuk hatinya, Hatta sangat marah pada penguasa baru yang sampai hati menyiksa bapak bangsa ini. Walau prinsip politik antara dirinya dengan Soekarno tidak bersesuaian, namun hal itu sama sekali tidak merusak persabatannya yang demikian erat dan tulus.
Hatta masih memegang lengan Soekarno ketika kawannya ini kembali memejamkan matanya.
Jarum jam terus bergerak. Merambati angka demi angka.
Sisa waktu bagi Soekarno kian tipis.
Sehari setelah pertemuan dengan Hatta, kondisi Soekarno yang sudah buruk, terus merosot. Putera Sang Fajar itu tidak mampu lagi membuka kedua matanya. Suhu badannya terus meninggi. Soekarno kini menggigil.
Minggu pagi, 21 Juni 1970. Dokter Mardjono, salah seorang anggota tim dokter kepresidenan seperti biasa melakukan pemeriksaan rutin. Bersama dua orang paramedis, Dokter Mardjono memeriksa kondisi pasien istimewanya ini. Sebagai seorang dokter yang telah berpengalaman,
Mardjono tahu waktunya tidak akan lama lagi.
Situasi di sekitar ruangan sangat sepi. Udara sesaat terasa berhenti mengalir. Suara burung yang biasa berkicau tiada terdengar. Kehampaan sepersekian detik yang begitu mencekam. Sekaligus menyedihkan.
Dunia melepas salah seorang pembuat sejarah yang penuh kontroversi. Banyak orang menyayanginya, tapi banyak pula yang membencinya. Namun semua sepakat, Soekarno adalah seorang manusia yang tidak biasa. Yang belum tentu dilahirkan kembali dalam waktu satu abad. Manusia itu kini telah tiada.
Dokter Mardjono segera memanggil seluruh rekannya, sesama tim dokter kepresidenan. Tak lama kemudian mereka mengeluarkan pernyataan resmi:Soekarno telah meninggal.(*)
Makin Ramai Bursa Calonbup Empat Lawang
FPP4LB mengaku tidak mengusung bakal calon bupati/wakil bupati Empat Lawang yang sudah familiar saat ini. Mereka akan mengusung pasangan Kol CPL Purn H Rusman Azhari Amantjik dan Drs Idham Madani sebagai bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Empat Lawang pada pemilukada 2008.
Dari akumulasi jumlah suara yang sah dari anggota FPP4LB mencapai 16,35 persen, artinya syarat minimal untuk mengusung pasangan calon terpenuhi bahkan terlampaui.
"Artinya dari jumlah akumulasi suara melebihi syarat minimum untuk mengusung pasangan calon sebesar 15 persen," kata Ketua Deklarasi FPP4LB Abadi Tumanggung.
Kemunculan pasangan Rusman-Idham dikatakan tidak terlambat dibandingkan bakal calon Bupati lain seperti Abdul Shobur, Yulizar Dinoto atau Budi Antoni Aljufri, menurut Rusman, sengaja pihaknya membuat kemunculan dalam kancah pemilukada secara mengejutkan.
Kemunculannya bisa dikatakan terlambat, bisa juga tidak, dikatakan terlambat jika dibandingkan mereka (bakal calon lain) yang sudah memulai menonjolkan diri sebagai bakal calon bupati, namun kemunculan Rusman-Idham melalui proses pematangan, "dalam mengambil keputusan melalui pertimbangan dan tak serta merta bersamaan dengan terbentuknya Empat Lawang, dengan kondisi saat ini, kami terpanggil mengabdi untuk masyarakat Empat Lawang," katanya.
Hal senada dikatakan Abadi, Sebelas parpol sudah merapatkan diri sejak enam bulan lalu dan mencari figur yang bakal diusung dalam pemilukada Empat Lawang, banyak calon kepala daerah yang bisa diusung oleh forum partai politik."Partai kecil tengah memang menjadi primadona dibandingkan partai besar.
Namun dalam mencari figur, kita harus selektif," katanya, Mengenai deklarasi yang dilakukan oleh kepengurusan partai tingkat provinsi, menurut Ketua PNI Marhaenisme Sumsel, Moestofa Kamal Alamlah, karena kepengurusan partai di tingkat Kabupaten Empat Lawang belum banyak terbentuk. "Kami (pengurus provinsi) mengambil inisiatif dilakukan oleh pengurus provinsi, namun dalam deklarasi, akan dihadirkan pengurus partai dari Empat Lawang," ujarnya.
TNI-Sipil
Pasangan Rusman-Idham merupakan campuran dari unsur militer/TNI dan sipil/birokrat,Rusman adalah pensiunan dari TNI AD dengan pangkat terakhir Kolonel berdinas di Mabes AD sebagai Staf Ahli KSAD.
Sementara Idham merupakan sosok seorang birokrat yang masih aktif menjabat sebagai Sekretaris DPRD Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung.
Menurut Abadi, pasangan tersebut dinilai sangat cocok untuk daerah Empat Lawang, selain karena keduanya merupakan putra daerah asal Empat Lawang, Kabupaten Empat Lawang merupakan kabupaten baru yang memerlukan pola kepemimpinan yang berbeda.
"Mungkin ini pasangan militer-sipil pertama yang muncul dalam pemilukada di sejumlah daerah di Sumsel," katanya, duet tersebut muncul berdasarkan aspirasi pendukung serta pemilih dari sebelas partai. Pasangan itu diharapkan menjadi pasangan yang ahli memimpin rakyat, kuat, tegas tetapi tidak kaku. (sgn)
Jika Anda Percaya Iran Ganggu Kapal AS, maka Anda telah Lupakan USS Vincennes
Angkatan Laut AS mengklaim bahwa perahu motor cepat Iran mengganggu kapal-kapal mereka di Selat Hormuz. Pada Juli 3, 1988, USS Vinceness menembak jatuh pesawat penumpang sipil Iran Air Flight 655 (IR655) hingga membunuh 290 warga sipil yang tidak bersalah dari enam negara, termasuk 66 anak-anak dan seorang wanita hamil.Angkatan Laut AS pada awalnya mengklaim bahwa mereka telah salah mengenali pesawat penumpang sipil itu sebagai salah satu jet tempur F 14 milik Iran, dan menolak mengakui bahwa mereka berada di dalam wilayah perairan Iran.
Namun, investigasi resmi Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) menemukan bahwa upaya-upaya kapal penjelajah Angkatan Laut AS itu untuk menghubungi Iran Air 655 diteruskan kepada frekuensi yang salah dan sampai kepada “F-14” Iran yang tidak pernah ada.
Penyelidikan-penyelidikan pemerintah AS kemudian menemukan bahwa, baik IR655 maupun USS Vincennes berada di dalam wilayah perairan Iran pada saat serangan itu terjadi.
Alih-alih mengakui kesalahannya dan mengeluarkan permintaan maaf, pemerintah AS malah menganugerahi orang-orang bertanggung jawab atas kejahatan itu dengan medali-medali kehormatan atas “prestasi heroik” mereka.
“AS punya sejarah panjang dalam berlayar memasuki perairan Iran dan memprovokasi Iran,” kata jurnalis kawakan Reese Erlich, penulis buku The Iran Agenda: The Real Story of US. Policy and The Middle East Crisis. “Ingat pada Juli 3, 1988, USS Vincennes menembak jatuh sebuah pesawat penumpang Iran yang tidak bersenjata dan AS mencoba untuk menutupi semua peristiwa itu. Dalam konteks tersebut, setiap versi AS terhadap banyak peristiwa harus secara hati-hati dikaji. Tampaknya sangat tidak mungkin Iran berencana untuk meledakkan kapal-kapal AS dan mengeskalasi sebuah peristiwa atau bahkan peperangan. Jika AS berusaha untuk membuat propaganda didasarkan atas peristiwa, hal itu mencerminkan kegusaranWashington.”
sumber: truthnews