Sandra Dewi

Sandra Dewi Latest News :

Hie all, nice to meet you

Tomorrow Morning I have to go to Bangka, a have a show there, just one day and then back again here, and have another job, today i still take vocal for one of my advertising..

I go to Bangka, wish me return here safely and happily :D

see ya

16 May 2008

source : sandradewi.seleb.tv

Kesaksian Korban Tragedi Monas

Oleh Imdadun Rahmat
(Aktivis NU, wakil sekretaris ICRP dan Direktur Yayasan PARAS)
Saya datang di sudut tenggara Monas pada jam 12.30. Rombongan yang hadir bersama saya adalah para Relawan PARAS sebanyak 14 orang (2 perempuan 12 laki-laki) plus 2 orang anak saya (Rausyan, 11 th. dan Satya 8 th.) dan Khamami Zada (LAKPESDAM NU) yang membawa anaknya, Aria 4 th.
Kami datang dengan suasana hati gembira dan penuh semangat karena kami akan bersama-sama tokoh-tokoh nasional merayakan hari lahir Pancasila dan menyerukan penghargaan pada kebhinekaan.
Saya datang sebagai anggota panitia sekaligus sebagai koordinator relawan PARAS yang mendapatkan tugas dari Aliansi untuk mengisi persembahan musik perdamaian yang akan ditampilkan di sela-sela pidato para tokoh dan sebelum acara dimulai (menunggu peserta hadir semua).
Kami datang dengan 3 mobil. Semula, mobil-mobil kami parkir di sudut tenggara Monas sambil menunggu peserta lain yang belum datang.
Ketika kami menunggu, kami bertemu dengan para peserta lain di antaranya sekitar 20 orang dari LAKPESDAM NU Society.
Setelah sebagian peserta telah masuk area Monas, maka kami putuskan untuk menuju ke sana. Karena ingin cepat-cepat sampai untuk segera tampil, maka tiga mobil kami bawa masuk ke Monas, dan kami parkir tak jauh dari mobil Sound System. Maka saya bersama tim musik segera menurunkan peralatan-peralatan musik dan satu set mini amply dan kemudian mensetnya serta menghubungkannya dengan soun sistem utama yang dimuat di atas truk.
Ketika kami sedang mencek suara gitar, bas, dan mikrofon, korlap saat itu Saudara Saidiman mempersilahkan para peserta untuk merapat ke sound komando dan meminta mereka untuk duduk.
Para peserta yang sebagian besar kaum perempuan itupun duduk. Ada sebagian yang masih berjalan merapat, dan tiba-tiba ada suara gaduh, "FPI datang". Saidiman meminta kepada para hadirin untuk tenang dan jangan terprofokasi.
Pada saat itu, rombongan sekitar 200 an orang FPI semakin mendekat. Suasana makin tidak tenang, karena FPI meneriakkan suara-suara bernada ancaman.
Tak lama kemudian pasukan FPI dengan pentungan bambu mengepung dan melontarkan sumpah serapah "Ahmadiyah kafir", "hancurkan", "habisin" dan sebagainya.
Sementara anggota FPI lain memukuli peserta serta kaum ibu, salah seorang dari mereka mulai membanting bongo dan alat percusi milik kami.
Saya menghanginya dengan mengatakan "jangan begitu, jangan pakai kekerasan". Dengan kasar dia menghardik "kamu Ahmadiyah" saya bilang "saya orang NU". Ia bilang "NU apa, kamu kafir". Orang itu lalu memukul kepala saya dengan tongkatnya, saya berhasil menangkisnya, dan terus memukul saya, saya bisa mempertahankan diri.
Saya sempat melihat teman saya dari PARAS (Mansur) mencoba melawan FPI yang memukulinya, saya tahan dia untuk tidak melawan. Saat itu, saya pikir kami tidak mungkin melawan, karena kedua anak saya ada di dekat saya, dan saya hawatir jika melawan korban akan semakin banyak, karena sebagian besar dari kami adalah ibu-ibu. Buru-buru saya teriak ke keponakan saya (Ninik, relawan PARAS) untuk membawa pergi anak-anak saya.
Selanjutnya saya dikeroyok ramai-ramai, tidak hanya dengan bambu tetapi juga dengan besi (alat musik milik kami, High Head) saya hanya bisa menangkis yang dari depan, sementara yang dari belakang dan dari samping tak bisa dibendung. Saya terus dikeroyok.
Saat itu saya merasakan sakit yang luar biasa di beberapa bagian dari kepala saya. Saya merasa menghadapi kematian. Saya bergumam Allahu Akbar berkali-kali. Para penyerang saya juga berteriak "kafir", "bunuh", "Allahu Akbar".
Pada saat genting demikian, naluri saya mengatakan harus lari. Saya kemudian lari, dan terus dipukuli oleh anggota FPI yang lain. Saya tersandung dan jatuh, pada saat itu saya merasakan pelipis kiri saya ditendang dan kepala bagian belakang saya dipukul dengan pentungan. Saya bangkit dan terus berlari, saya dikejar, saya berhasil menjauh dari kerumunan FPI. Saya merasa kepala saya sakit semua.
Semula saya belum sadar kalo saya luka-luka. Mula-mula leher saya terasa dingin, ternyata darah saya mengalir deras dari bagian belakang kepala saya. Kaos saya basah oleh darah. Lalu saya merasa pelipis saya perih, yang teranyata mengeluarkan darah. Namun kemudian saya merasa lega ternyata saya ketemu dengan ponakan dan 2 anak saya yang menangis ketakutan di pinggir sebelah timur Monas.
Saya juga ketemu Hamami dan Sahal (LAKPESDAM NU) beserta teman-temannya. Saya peluk anak-anak saya dan darah saya dibersihkan oleh keponakan saya. Kaos PARAS yang saya pakai penuh darah dan saya lepas agar tidak ditandai dan diserang lagi oleh FPI.
Kemudian saya beristirahat di pinggir Monas, karena kepala saya mulai pusing-pusing. Saya tidak mungkin terus ke rumah sakit karena saya masih meninggalkan tanggung jawab di sana. Saya belum tahu bagaimana nasip teman-teman saya, khususnya teman-teman relawan pemusik, yang menjadi sasaran penyerangan pertama dari FPI.
Tiga mobil kami yang masih terparkir di tempat penyerangan juga masih di sana. Sebab, setelah menurunkan relawan musik berikut alat-alat musiknya, kami belum sempat memindahkannya di tempat parkir stasiun Gambir, seperti yang kami rencanakan.
Alat-alat musik kami juga masih ada di sana, dan kami belum tahu nasip alat-alat kami seperti apa. Saya dihantui ketakutan jika mobil-mobil kami turut dirusak atau dibakar.
Dalam kekalutan itu, saya telephon Masdar Mas'udi, mengabarkan apa yang menimpa kami. Dia tak percaya, heran dan marah. Dia meminta saya tabah dan segera ke rumah sakit. Saya merasa didoakan oleh kiai NU. Saya merasa lebih tenang. Saya segera teringat beliau karena sehari sebelumnya, saya diundang oleh beliau di PBNU untuk mempresentasikan buku saya tentang Islam Radikal pada acara konsolidasi imam dan khotib NU dalam mengantisipasi "direbutnya" mesjid dan musholla NU oleh kalangan Islam radikal.
Saya terus kontak teman-teman saya untuk mencari tahu apa yang menimpa mereka. Ternyata banyak korban luka-luka. Saya ketemu Mas Suaedy yang dagunya bengkak dan berdarah, saya ketemu Pak Syafii Anwar yang kepalanya memar-memar, dan saya sangat marah dan sedih ketika mendengar Guntur terluka parah, juga Kiai Maman Ainul Haq.
Kalau seandainya Gus Dur, Gus Mus, Amin Rais, Buya Syafi'i Ma'arif telah hadir di sana mungkin beliau-beliau akan menjadi korban pula. Ketika pusing kepala saya makin parah, saya putuskan untuk segera ke rumah sakit. Saya khawatir saya kehilangan banyak darah. Saya kesampingkan semua urusan mobil dan peralatan musik. Yang penting saya selamat.
Anak saya yang kecil saya titipkan ke teman-teman PARAS, saya bersama anak pertama saya menuju Gedung Kebudayaan seperti disarankan teman-teman, untuk mendapatkan penanganan medis. Dari situ kami diantar Ibu Amanda menuju rumah sakit Bakti Waluyo, Menteng.
Luka di kepala saya dijahit, luka-luka di dahi saya diobati dan diperban, memar-memar di kepala saya diolesi krim anti bengkak. Dan saya disuntik dan minum obat.
Alhamdulillah, teman-teman PARAS tidak ada yang terluka serius. Mansur luka memar di beberapa bagian kepalanya, dan rusuknya sakit, karena dikeroyok. Edy kepalanya memar kena pentungan. Ais kepalanya memar-memar dan punggungnya bengkak. Amo tangannya berdarah kena kawat berduri waktu lari dikejar FPI. Dila kakinya bengkak karena keseleo ketika menyelamatkan diri.
Mobil saya, mobil PARAS dan mobil relawan PARAS (dr. Elvy), tidak mengalami kerusakan apa-apa. Tiga gitar dan satu bass bisa diselamatkan (dibawa lari oleh personil musik). Yang membuat saya gusar, tiga amplyfier rusak (mudah-mudahan bisa diservis), dan satu hilang. Alat-alat percusi saya rusak parah (gak bisa dipake lagi), hard cover gitar rusak parah dan sound effek hilang. Kabel-kabel juga raib entah kemana. Mungkin FPI juga doyan kabel. Total kerugian peralatan musik sekitar 9 juta.
Yang meresahkan saya hingga hari ini adalah kondisi psikologis anak saya. Semoga ia tidak mengalami phobia atau bahkan trauma, naudzubillah min dzalik. Mereka berdua akan menjalani terapi psikologis setelah selesai ujian semesteran. Ahh.., memang kebangetan FPI.
Bagi saya kejadian ini merupakan bukti bahwa di negeri kita tidak ada jaminan bagi kebebasan berfikir, berpendapat dan berkeyakinan. Bayangkan, di siang bolong, di pusat Ibu Kota negara, di hari yang sakral (hari lahirnya Pancasila—ideologi negara) ada sekelompok orang dengan leluasa dan sewenang-wenang menyerang dan menganiaya orang-orang yang berkumpul untuk merayakan hari lahir Pancasila.
Orang-orang yang diserang itu adalah kumpulan dari para aktivis dan tokoh penyeru kebangsaan, pro-demokrasi, pro-pluralisme dan datang dari berbagai agama dan kepercayaan. Negara ada di posisi mana sih? Bingung gue...Selain itu, peristiwa ini membuktikan bahwa keberagamaan kita ada dalam masalah besar.
Bagaimana ada sekelompok orang dengan nama Islam, berbaju taqwa, meneriakkan kalam suci Allahu Akbar dengan beringas menganiaya orang-orang yang tidak melawan, tidak berdaya dan tidak bersalah, hanya karena dianggap berbeda dengan mereka.
Dan yang memprihatinkan, ada banyak orang yang mendukung dan membenarkan penyerangan itu. Kata teman saya "jangankan penyerangan, penganiayaan, pengeboman yang membunuh ratusan orang tak berdosa juga mereka benarkan kok"..
Memang benar sih, sebagian besar kalangan yang mendukung penyerangan adalah pula orang-orang yang mendukung terorisme selama ini.. Yah mau bagaimana lagi, yang radikal-radikal dipiara... Pengalaman ini adalah pengalaman batin, bahwa Islam yang benar adalah Islam yang rahmatan lil 'alamin.
Saya hanya beriman kepada Islam yang hanif, yang tawassuth, yang damai, yang tidak membenci. Semakin jelas bukti di mata saya bahwa yang dicontohkan para guru saya di pesantren adalah Islam yang benar.
Amar ma'ruf nahi munkar yang dilakukan para kiai saya adalah perjuangan membimbing ummat, mengajari mereka siang malam untuk menjadi muslim yang soleh, bertaqwa dan kuat iman. Mereka bekerja secara tulus, ikhlas, tanpa mengharap bayaran. "Benteng keimanan adalah nomor satu" kata mereka. Itu pula yang dicontohkan ibu dan keluargaku.
Semangat membela Islam tidak didasari oleh kebencian kepada orang lain. Apalagi membela Islam dengan menjadi preman... Naudzubillah min dzalik...

Gangguan di Lebuhraya Bukit Grik & Lebuhraya Grik Baling

Pada 16~18 may 2008 kami sekeluarga dapat berita adik Ipar aku eksiden motor dgn kereta kat Kg di Kuala Terengganu. Jadi kami sekeluarga diminta untuk balik malam itu juga... Tetapi dalam perjalanan (baru nak masuk Baling) kami dapat call, adik kesayangan kami dah pulang ke Rahmahtullah... Allah lebih sayangkan dia... Al-Fatihah buat arwah... Jadi kami teruskan juga perjalanan ke Terengganu dengan hati yangg tabah...

Setelah semuanya selesai, Ahad malam Isnin kami kena pulang ke Penang sebab aku ada kerja yang perlu disiapkan, dan kami bertolak dari Kuala Terengganu dalam 10.30 malam... Mula masuk Lebuhraya Bukit Grik dalam 1.30 pagi... dan sepanjang perjalanan, aku rasa macam
biasa, cuma bini aku cakap dia pening dan rasa nak muntah..mungkin sebab jalan yang bengkang-bengkok...

Alhamdulillah, kami sampai ke Grik dlm kul 4.10 pagi, dan kami stop kat R&R sebab aku nak buat urusan kat toilet... Macam biasa aku lock kereta kalau aku tinggal sat anak bini aku, tapi alhamdulillah mlm tu aku tergerak nak kasi on alarm... Tiba-tiba kereta aku bunyi alarm, then aku bergegas pi tengok kereta aku, tak ada apa-2 berlaku...Then aku pi dapatkan bini aku, dia nampak mcm takut... Aku tanya kenapa? Dia kata ada orang lalu mundar mandir depan kereta aku tu, tengok direct kat depa dlm keta... Then, masa tu kereta aku berbunyi, tiba-tiba orang tu hilang...

So aku pujuk bini cakap maybe orang tu driver lorry dekat-dekat situ yang lepak sama.... Then kami teruskan perjalanan ke Penang... start nak masuk Lebuhraya baru Grik-Baling dalam pukul 4.30 pagi... Aku nampak kabus tebal... Rasa berat hati nak teruskan, ingat nak U-turn... jadi aku plan nanti kalau kat depan ada lampu jalan aku nak U-turn... Tapi bila terus...still takder lampu jalan, sebab bateri solar untuk lampu tu dah habis kot. So aku make desicion teruskan perjalanan...

Tiba-tiba aku rasa semacam jer... Then bini aku tiba-tiba macam terkejut! Aku pesan kat dia baca apa yg patut...Aku pun sama baca apa yg patut... Then aku rasa kereta aku macam berat... aku tekan minyak juga (masa tu gear 5 dan turun bukit!) Then aku tak puas hati aku drop gear 4... masa tu turun bukit! Hangpa bayangkan turun bukit guna gear 4 . Utk pengetahuan, bila kereta dah bergerak lama, pick-up dia ada skit... Sebelum tu, aku belasah gear 5 naik bukit... Tapi ini turun bukit gear 4.

Alhamdulillah depan kami ada lori balak, rasa ringan semula... Bila aku dah overtake lori tu, tak lama aku rasa berat balik. Macam tadi gak, turun bukit aku henyak gear 4...Aku nekad. Aku mesti lawan balik demi anak bini aku.... Sepanjang nak keluar Lebuhraya tu nak sampai ke Baling, dalam 3-4 kali aku rasa macam tu. Kadang-kadang aku macam terasa nak tengok tepi cermin. Tapi bila tengok takder apa-apa.

Alhamdulillah, kami dpt kuar dari Lebuhraya tu dan sampai ke Baling... Then takder rasa apa-apa. Lepas tu ada bukit-bukit nak menghala ke Kulim tu selamba jer aku naik bukit guna gear 5....

Then sampai ke BKE Kulim, aku stop kat Petronas tu nak rest aku cakap kat bini aku... (Sebenarnya aku saja nak stop, tak nak balik terus kot-kot kalau ada benda ikut, dia akan stay kat situ...) Lepas aku cakap kat bini aku, barulah bini aku rasa 'burden' yg dia rasa tadi hilang tiba-tiba... rasa lega...

Kami selamat sampai rumah kat Seberang Jaya dalam pukul 7.30 pagi... itu pun aku sempat lagi pi beli nasi kandar kat Jalil bagan... Sampai rumah baru kami bincang pasal apa yg berlaku...
Bini aku cakap, masa perjalanan nak ke Kuala Terengganu pun dah ada nampak benda pelik...
Dia nampak macam orang tua lelaki kat tepi jln kat atas bukit Grik lambai tangan sambil senyum kat dia...

Then masa nak balik ke Penang, still orang yang sama lambai tangan kat dia, tapi kali ni tak senyum. Then dia kata masa kat H'way Grik Baling tu orang tua tu ada follow keta kami! Bini aku nampak. Dia lawan juga dengan beranikan diri buat tak tahu jer... Kuat juga bini aku. Tahniah!

Then masa kereta kami rasa berat tu, dia pun rasa berat juga...Ingatkan aku jer as driver rasa kereta berat... Dia ada nampak macam benda putih follow kereta kami... Nauzhubillah..!
Tapi Alhamdulillah, kami selamat sampai rumah....Then kami cerita benda tu kat family kat kampung, Adik ipar aku yang sorang tu cerita, dalam bulan lepas, member dia terbabas kereta kat H'way Baling Grik sebab rasa benda yang sama.. kereta rasa berat, then lost control terbabas... Dia kata kami Alhamdulillah kuat juga dapat lawan....

Jadi aku pesan kat korang, kalau nak lalu H'way Baling grik tu, kalau boleh jangan lewat sangat. Tunggu sat kat Pekan Grik tu...dah masuk subuh, baru la boleh tempoh jln tu... Tapi kalau kuat, belasah jer...

P/s: Aku ada dengar, ada orang nampk macam kepala terbang masa lalu h'way tu... Ye la, sebab banyak bukit kena potong sebab nak buat h'way tu. Mungkin ganggu tempat 'depa'. Wallahualam....

Pengalaman sebenar dari Moolaswiss (nama samaran)

PEKA

PEKA alias mudah merasa; mudah terangsang. Kata PEKA bisa juga diartikan sebagai suatu perasaan mudah ikut merasakan apa yang dirasakan orang lain. Ketika orang lain sedih, kita ikut merasa sedih. Orang gembira, kita bisa merasakan kegembiraan itu.

Sedangkan Kepekaan, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Terbitan Balai Pustaka berarti kesanggupan bereaksi terhadap suatu keadaan.

Bicara masalah kepekaan atau sensitifitas ternyata sudah luntur di kalangan masyarakat kita. Rasa peduli orang-orang kaya terhadap orang miskin sangat tipis. Egoisme dan memeningkan diri sendiri justru yang menonjol. Jika melihat ada orang lain kesusahan di depan mata itu hanya dianggap sebagai pemandangan biasa saja. Perasaannya tidak tersentuh sedikit pun untuk ikut membantu meringankan apalagi memberi solusi.

Hal itu dapat kita simak dari berita kompas baru-baru ini, seperti yang tertulis dibawah ini:
Orang miskin berebut barang kebutuhan pokok merupakan pemandanganmakin biasa di negeri ini. Akan tetapi, melihat orang kaya berebutbantal adalah pemandangan langka. Itulah yang terjadi di tokoDebenhams, Senayan City, Jakarta, sejak Kamis (19/6) malam hinggaMinggu (22/6).

Bantal yang diperebutkan tentu bukan sembarang bantal. Bantal-bantalitu punya keistimewaan, empuk dan nyaman bagi kepala. Tentu saja itubarang impor bermerek terkenal dari Florence sampai King Koil.

Menurut seorang staf penjualan Debenhams yang sabar melayanipertanyaan dan permintaan pembeli, harga normal bantal warna putihtulang itu mencapai Rp 700.000 per buah. Dalam Pesta Diskon TengahMalam Senayan City pada 19-22 Juni, bantal itu dijual sekitar Rp350.000 per buah.

Bantal Lorence yang empuk dan bisa dicuci di mesin cuci harganormalnya Rp 300.000-an per buah, tengah malam itu didiskon jadi Rp69.000. Kehebohan selalu terjadi saat staf toko mengeluarkan sekarung bantal.

Pembeli, baik lelaki, perempuan, maupun anak-anak, berebut danmenarik bantal dari karung. "King Koil gitu loh bo...," kata seorangpembeli.

Mereka tak hanya membeli dua bantal, tetapi banyak yang memborongsampai enam bantal. "Mas, jam berapa bantalnya datang lagi. Buruandong," tanya seorang gadis cilik kepada seorang staf toko Debenhams.

Pembeli tak hanya menyerbu bantal atau seprai, tetapi juga kemeja dankaus lelaki. Baju perempuan, tas, dan sepatu penuh pembeli.

Gerai tasmerek Bonia ikut mendapat rezeki sekalipun tak memiliki banyak jenisbarang yang didiskon. Pesta Diskon Tengah Malam itu benar-benar menyedot pembelanja.

Sabtu(21/6) malam menjadi puncaknya. Jalan Asia Afrika mulai Hotel Muliahingga depan Plaza Senayan macet. Untuk mencapai Senayan City dariAsia Afrika butuh waktu sejam.

Di Senayan City, sejak Sabtu pukul 21.00 (saat pesta diskon dimulaihingga pukul 24.00), seluruh tempat parkir di dalam area penuh. Calonpembelanja harus parkir di tempat lain, misalnya Senayan Trade Centerdi seberang Senayan City, di jalanan samping pusat belanja itu, atauJalan Asia Afrika yang kemarin malam berkurang dua lajur untuk parkirmobil.

Public Relations and Tenant Communications Manager Senayan City SriAyu Ningsih menjelaskan, event yang kemarin digelar adalah bagian dariJakarta Great Sale dalam rangka ulang tahun ke-481 kota Jakarta.

Selain Debenhmas, ada beberapa tenant ikut berpartisipasi. Sebenarnya tak hanya Senayan City yang mengadakan pesta diskon hingga80 persen, pusat belanja papan atas lain seperti Mal Taman Anggrek,Mal Pondok Indah, dan Plaza Senayan juga mengadakan pesta diskon.

Rata-rata pengunjung pusat belanja tersebut naik. Pengunjung ke Mal Taman Anggrek Minggu kemarin membeludak. Pengelola harus menjadikan jalan di sisi kanan mal tempat parkir tambahan untukmotor.

Akan tetapi, kehebohan terjadi di Senayan City. Chief Operating Officer Senayan City Leigh Regan menargetkan,penjualan barang di Senayan City naik 50 persen-100 persen. Tampaknyatarget itu tak meleset jauh.

"Khusus di Debenhams terdapat kenaikanpenjualan 50-100 persen, sedangkan untuk tenant lain 20-30 persen,"kata Ayu semalam.

Nafsu belanja sebagian besar orang Indonesia memang luar biasa. Eventpesta diskon seperti ini ada baiknya juga. Minimal agar orang kayakita tak sering belanja ke Singapura yang kerap kali mengadakan pestadiskon.

Rubyna Listukova

Rubyna Oohh Rubyna...

Chatting bersama Ruby


360 : Ilmu Hitam

Part 1


Part 2


Part 3

Taffana Dewi



Taffana Dewi (born 31 Juli 1974 in Yogyakarta) is a beautiful sexy girl. She is hot and sexy, great body and cute face. Taffana Dewi is known as actress for Indonesia's adult movies. Below is her hot and sexy photo. Enjoy her photo below:

Asmirandah

Asmirandah is an Sexy Girl

Written by Pantura on Wednesday, December 05, 2007

Image Hosted by ImageShack.us

Asmirandah


Image Hosted by ImageShack.us

Image Hosted by ImageShack.us

Image Hosted by ImageShack.us

Asmirandah was born on October 5 1989. She is usually called Andah. She is very beautiful; combination of western and local face brought of her parents. Her debuts in TV series are “Inikah Rasanya Cinta” and “Cinta SMU 2” and follow with Kawin Gantung, Arti Cinta, Maha Kasih, Maha Kasih 2, Kau Masih Kekasihku, Wulan, Surga-Mu, Baby Doll, and Melody. She’s also participating in some product for TV commercial as an actress of course.



Chichen Itza

Chichen Itza merupakan salah satu bagian dari 7 keajaiban dunia baru. Suatu tempat yang terletak di Yucatan, Meksiko ini merupakan sebuah situs purbakala peninggalan bangsa Maya paling populer dikunjungi oleh para wisatawan manca negara. Bangunan-bangunan yang terkenal dengan keindahan bentuk arsitekturnya tsb dibangun diantara 550-900 M oleh para Itza, salah satu kelompok suku bangsa Maya.
Namun entah mengapa pada abad ke-10 tempat ini ditinggalkan oleh mereka dan sejak saat itu bangsa Maya menghilang secara misterius.

Jika dilihat dari bentuk arsitekturnya, Bangunan-bangunan di kawasan Chichen Itza merupakan hasil alkulturasi seni arsitektur dari kebudayaan Maya dan Toltec. Toltec sendiri merupakan sebutan bagi bangsa yang mendiami suatu kawasan di Tollan, 45 KM utara Kota meksiko. Peradaban yang memuja Dewa Quetzalcoatl ini dipimpin oleh seorang penguasa bernama Mixcoatl yang mempunyai arti "Naga Awan". Menurut sejarah, Bangsa Toltec yang terkenal lebih kejam dari Bangsa Aztec, pernah menyerbu kawasan Chichen Itza disekitar tahun 800 M. Chihen Itza sendiri merupakan puing sisa peradaban Maya paling mengesankan yang masih bisa dinikmati keindahannya hingga saat ini. Terdapat beberapa bangunan menakjubkan peninggalan peradaban bangsa Maya disini, diantaranya Piramida Kukulkan (El Castillo) sebagai pusatnya, lalu terdapat pula bangunan yang digunakan sebagai Observatorium astronomi mereka yang dinamakan El Caracol, serta beberapa bangunan lainnya seperti Temple of Jaguar dan Temple of the Wariors.

Nama Chichen Itza berasal dari bahasa Maya yang berarti "Chi" mulut, "Chen" sumur ,dan "Itza" nama suku penghuni tempat itu sendiri. Puing sisa-sisa peradaban Maya di Amerika Tengah, seperti Chichen Itza, dulunya merupakan daerah perkotaan yang telah ditinggalkan oleh para Mayan jauh sebelum Cristoper Colombus untuk pertamakali Menginjakkkan kakinya di Benua Amerika. Piramida El Castillo bangsa Maya yang juga terletak di Chichen Itza sering disebut-sebut sebagai bangunan piramida kedua yang terkenal setelah Piramida Mesir. Namun berbeda dengan bentuk arsitektur Piramida Mesir, Piramida bangsa Maya bukanlah merupakan piramida berbentuk kerucut , karena pada puncaknya terdapat sebuah bidang datar yang digunakan sebagai tempat ritual mereka. Disekelilingnya, kita dapat menemui empat tangga yang berjumlah sekitar 91 undakan, dan terdapat satu undakan lagi pada bagian paling atas, sehingga total undakan keseluruhan berjumlah 365 undakan. Tinggi bangunan ini mencapai 24 meter, sedangkan area pada puncaknya yang digunakan untuk menaruh persembahan setinggi 6 meter

Dan bukan menjadi suatu rahasia lagi bahwa Bangsa Maya merupakan sebuah peradaban yang memiliki tingkat pengetahuan Astronomi yang sangat luar biasa. Hal tsb memang tak pernah diragukan lagi oleh para astronom pada saat ini. Jauh sebelum Nicholas Copernicus menyatakan bahwa bentuk bumi bulat serta teori heliosentris yang menyatakan matahari sebagai pusat tata surya, orang Maya sudah mengetahui akan hal itu jauh-jauh hari sebelumnya. observatorium astronomi bangsa Maya juga memiliki bentuk bangunan yang sangat spesifik. Dilihat dari sudut pandang masa kini, secara fungsional maupun bentuk luar observatorium bangsa Maya sangat mirip dengan observatorium masa kini, sebagai contoh misalnya menara pengamat observatorium Kainuoka / El Caracol yang juga terletak di kawasan Chichen Itza, di atas teras yang indah dan sangat besar pada menara tersebut, terdapat undakan kecil bertingkat-tingkat yang menuju ke teras.
El Caracol Observatory Ada beberapa kemiripan dengan observatorium sekarang, juga merupakan sebuah bangunan tingkat rendah yang berbentuk tabung bundar, pada bagian atas terdapat sebuah kubah yang berbentuk setengah bola, kubah ini dalam rancangan observatorium sekarang adalah tempat untuk menjulurkan teropong astronomi. Empat buah pintu di lantai yang rendah tepat mengarah pada 4 posisi. Jendela di tempat itu membentuk 6 jalur hubungan dengan serambi muka, paling sedikit tiga di antaranya berhubungan dengan astronomi. Salah satunya berhubungan dengan musim semi (musim gugur), sedangkan dua lainnya berhubungan dengan aktivitas bulan. Menara pengamat observatorium El Caracol ini adalah peninggalan terbesar dalam sejarah, peninggalan sejarah yang lain juga memiliki bangunan yang serupa. Semuanya dalam posisi yang saling merapat dengan matahari dan bulan. Belakangan ini arkeolog beranggapan bahwa astronom bangsa Maya pada zaman purbakala telah membangun jaringan pengamat astronomi pada setiap wilayahnya.

Hingga saat ini,kita masih bisa menemukan sisa-sisa pengaruh kebudayaan Maya yang masih melekat pada beberapa penduduk di Kawasan Yucatan Peninsula dan sedikit di wilayah bagian Chiapas, bahasa asli suku Maya kuno masih banyak digunakan sebagai dialek sehari-hari mereka dan ditafsirkan empat sampai enam juta orang penduduk disekitar Yucatan masih menggunakan bahasa tsb. Hal tsb juga berlaku pada tradisi Bangsa Maya Kuno, masyarakat di Yucatan masih meneruskan banyak tradisi masyarakat Maya kuno seperti menanam tanaman pangan tradisonal mereka (jagung, buncis, cabai, tomat dan labu) dengan teknik yang sama, dan memilih menggunakan tanaman herbal sebagai obat-obatan mereka. Sekitar 550 M, Orang Maya berhasil menyelesaikan pembangunan dua buah Chichen (mulut sumur). Sumur pertama merupakan bagian yang dikeramatkan oleh mereka sedangkan bagian kedua dipergunakan untuk penggunaan sehari-hari. Chichen Itza, seperti kebanyakan pusat Maya lainnya, merupakan pusat aktivitas rohani mereka.Ritual-ritual persembahan yang ditujukan kepada para Dewa banyak dilakukan disini. Sejarah mengatakan bahwa kawasan Chichen Itza ditinggalkan oleh orang Maya disekitar 900 M, ini berbarengan dengan periode dimana 80 % Bangsa Maya dikatakan mengilang secara misterius. Hingga saat ini belum ada sebuah penjelasan yang bisa menjawab misteri menghilangnya populasi peradaban ini. (dipta)


Orang Bunian

Orang Bunian ialah sebarang makhluk halus dari golongan jin dalam legenda Melayu, mirip dengan elf dalam legenda Eropah.

Mereka dikatakan mewujud dalam masyarakat besar, menirukan struktur golongan manusia, dengan keluarga dan puak. Orang Bunian dikatakan mendiami kawasan hutan belantara, jauh dari perhubungan manusia, tetapi mereka juga dikenali mendiami dekat golongan manusia dan juga dikatakan mengongsi sama rumah dengan keluarga manusia. Separuh kehantuan dikatakan orang bunian.

Orang bunian menguasai kuasa luar biasa yang hebat, dan juga diketahui berkawan dan menolong manusia, terutamanya pawang atau bomoh. Orang bunian diketahui menculik kanak-kanak manusia dan dituduh menyebabkan manusia sesat di dalam hutan.

Semenjak orang bunian mirip dengan manusia (kecuali berasaskan fakta mereka biasanya ghaib atau halimunan) tidaklah dihiraukan untuk mereka berkahwin dengan manusia. Malah ada pendapat yang mengusulkan bahawa bunian ini adalah hasil gabungan hubungan manusia dan jin. Sekali seorang manusia telah pergi untuk tinggal dengan orang bunian, dia tidak boleh balik ke alam biasa, sebagaimana orang bunian hidup lebih lama daripada manusia. Terdapat cerita mengenai seorang lelaki yang mengahwini orang bunian, tetapi ingin mengembali ke keluarga mereka yang telah ditinggalkan, memutuskan untuk meninggalkan orang bunian. Waktu pulang mereka ke golongan manusia, mereka mendapati bahawa setiap orang yang mereka kenal telah meninggal dunia, dan beberapa tahun sudah berlalu. Cerita ini pernah disebutkan dalam cerita dongeng Amerika iaityu Rip Van Winkle. Perkara tersebut menyerupai teori kerelatifan masa.

Sumber artikel : http://ms.wikipedia.org

Luna Maya Di Kolam Renang

Luna Maya is one of Indonesia's top models, presenter, and also an actress. She acted in Jakarta Undercover the Movie, based on best seller book written by Moammar Emka a non-fiction work that details Jakartans' debauched nightlife, taking its readers to travel the city's red light districts from its brothels, karaoke bars and striptease and massage parlors to gambling dens. Jakarta Undercover the Movie produced by Erwin Arnada! (The man behind the Playboy’s Indonesia magazine)

Image Hosted by ImageShack.us
Luna Maya at MTV awards

Image Hosted by ImageShack.us
Luna Maya on the swimming pool


Mulan Jameela







Wulansari, mostly known as Mulan Jameela, is Indonesia’s female singer. She has very sexy vocal voice

Davina Veronica

Davina Veronica Hariadi is Indonesia’s top model. She is also an actress, she has acted in several movies and Indonesia TV shows (FTV and sinetron). She was born in Jakarta October 20 1978. Height 173 cm. Below is her pictures, so enjoy the pictures.




Image Hosted by ImageShack.us

Image Hosted by ImageShack.us

Image Hosted by ImageShack.us

Image Hosted by ImageShack.us

Image Hosted by ImageShack.us

Image Hosted by ImageShack.us

Sarah Azhari

Sarah Azhari was born in Jakarta, 16 Junes 1977. She’s a model and cover girl and also an actress an singer. Ayu Azhari was born in Jakarta, 19 November 1969. She's a model, actress, and singer.




360 : Hantu

Part 1


Part 2


Part 3

High risk business


Pergh... misteri sungguh cara depa meniaga. Tak kena saman atau kena langgar dengar keretapi ker?

Adin Mati Kurang Makan

INGATAN saya melayang ke masa ke kepahitan hidup ketika pernah menetap di Pekanbaru, Riau, di penggalan 1971 -1979. Ingin sesungguhnya membawa kenangan itu ke alam kubur, tetapi ketika seorang kawan mem-forward sebuah artikel di harian Pos Kota, Rabu, 3 Juni 2008, berjudul: Penyapu Jalan Tewas Kelaparan, bayangan pernah memakan singkong dan air putih untuk sekadar bertahan hidup muncul mendadak di benak.

Syahdan, bagi banyak perantau, apalagi dalam usia kanak-kanak, kemandirian hidup mesti dilalui. Tiada lain, bersekolah dan mencari biaya makan sehari-hari, menjadi tuntutan.
Saya teringat kala itu, 1974, dengan Rp 5, bisa membeli goreng singkong yang tidak dipotong - - digoreng utuh - - dengan ukuran cukup besar. Kala itu, singkong goreng saya nikmati laksana hari ini memakan daging steak di restoran Angus, di top floor Chase Plaza, Jl. Sudirman, Jakarta Pusat.
Dengan uang Rp 25, saya bertahan tiga hari. Sepuluh rupiah hari pertama, sepuluh rupiah hari kedua. Lima rupiah hari ketiga.
Di hari ketiga, saya sudah menjadi kacung bola tenis, di lapangan tenis dekat asrama Brimob, Sukajadi, Pekanbaru. Hal hasil, baru di hari ketiga itu perut kembali terisi nasi. Dua hari sebelumnya hanya singkong dan air putih saja menari-nari bersama cacing di perut bergemerincing.
Ada petuah mengatakan, jika ingin merasakan bagaimana pahitnya hidup masyarakat kebanyakan, maka berlakulah macam kehidupan mereka sehari-hari.
Sehingga ketika membaca berita penyapu jalan yang tewas karena kurang makan, demi mepertahankan hidup, hanya meminum air putih dan singkong, bukan lagi sebuah romantisme biasa bagi saya.
Rasa, pengalaman hidup yang pernah berlalu, bukan lagi menjadi sekadar kata yang terucap.Kenyataan, empirik, yang saya lalui itulah kiranya menjadi salah satu angle tajuk-tajuk ini.
Di malam sebelum tewasnya Adin - - penyapu jalan itu - - isterinya tak sempat lagi memintakan singkong ke tetangga. Sebelum berangkat kerja, Adin hanya meminum air putih. Adin berujar kepada isterinya perutnya sedikit sakit. Ia melangkah bekerja menyapu jalan.
Di dalam tugas Adin berpulang.
Ajal memang di tangan Yang Maha Kuasa.
Namun di tahun 2008, 35 tahun setelah saya pernah merasakan makan singkong dan air putih untuk mengganjal perut itu, kini pun terjadi pada orang lain, di kota yang sejuk Bogor, Jabotabek, area yang konon lebih dari 60% uang beredar, saya menjadi betul-betul menjadi tidak habis pikir: Mengapa hal ini bisa terjadi? Selera saya seakan patah ketika duduk bersama keluarga di meja makan, yang menghidangkan makanan paling tidak mengandung empat sehat.

Saya kutipkan untuk Anda, berita di Pos Kota, Rabu, 4 Juni 2008

Penyapu Jalan Tewas Kelaparan
BOGOR (Pos Kota) - Harga kebutuhan pokok yang terus merangkak seiring kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) memunculkan beragam kisah pilu. Seorang penyapu jalan tewas di pinggir jalan Sukasari, Bogor Timur, Selasa (3/6) siang.
Diduga, Adin, 46, petugas kebersihan pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bogor, itu meninggal dunia karena kelaparan. Ia hanya makan satu kali sehari karena harus berbagi dengan ketiga anaknya.
Sebagaimana dituturkan Neglasari, 40, istri Adin, di RSUD PMI Bogor tempat jasad sang suami diotopsi, korban meninggal akibat menahan lapar sejak malam.
Menurut Neglasari sejak kenaikan BBM yang dibarengi dengan melonjaknya harga kebutuhan pokok, ia dan suaminya kelabakan mengatur pendapatan bulanan yang hanya Rp750 ribu.
Jumlah yang sangat minim ini harus diatur sehemat mungkin agar bisa menyisihkan dana untuk biaya sekolah dua dari tiga anaknya. "Biaya hidup dengan tiga anak sangat tidak mencukupi dengan gaji hanya Rp750 ribu sebulan," kata Neglasari saat berada di ruang forensik rumah sakit.
Cuma Minum Air Putih
Warga Kampung Cibitung RT 02/07, Desa Tenjolaya, Kabupaten Bogor, ini mengaku untuk bisa bertahan hingga gajian bulan berikutnya, terkadang mereka makan sehari sekali. Bahkan jika makanan yang tersedia tidak mencukupi untuk semua, ia dan suaminya terpaksa cuma minum air putih.
"Dengan gaji suami, kami bisa bertahan hingga dua minggu lebih. Selebihnya, sudah morat-marit. Untuk bertahan agar anak-anak tidak kelaparan, kami makan sehari sekali. Kadang diselipkan dengan rebus singkong dan daunnya yang saya minta dari warga," paparnya.
Kepergian sang suami, diakui ibu tiga anak ini, akibat sejak malam tidak makan. Menu yang seharusnya untuk sang suami, terpaksa dibagikan ke tiga anaknya yang mengaku sedang lapar.
Bahkan sebelum berangkat kerja, korban sempat mengeluh sakit pada bagian perutnya.
"Saya pikir sakit biasa. Rupanya sakit itu, pertanda lapar sejak malam," ujar sang istri sambil menambahkan dirinya tidak sempat keluar minta singkong ke tetangga untuk makan suami karena waktu sudah malam. (yopi/ok)
SUARA rakyat suara Tuhan. Rakyat giat bekerja, walaupun keadaan memang tidak berpihak di tanah bernama Indonesia kini, tidak pula harus mengecilkan harap. Semoga surganya Tuhan menerima jasad Adin. Amin!
SESUAI janji siang ini saya bertemu dengan Zahara, sosok kakak seorang kawan yang puterinya baru saja menyelesaikan sekolah S2 di Jerman.
Kami akan mengunjungi Ary Suta Centre di jam makan siang Rabu ini. Sang puteri, yang juga pernah menjadi atlit menembak nasional, saya sarankan untuk membuat saja sebuah program televisi bertajuk German Talk, talk show di televisi berbahasa Jerman - - dapat menampung komunitas Jerman yang ada di Indonesia. Dukungan sponsor bisa didapat dari beberapa perusahaan Jerman yang ada di indonesia.
Zahara mengatakan bahwa sponsor awal mungkin bisa ia mintakan kepada I Gde Ary Suta, mantan kepala Badan Penyehatan Perbankan (BPPN) itu. Ary Suta kini memang memiliki lembaga think-thank, Ary Suta Centre, dan siang itu rupanya ada acara mengundang Wiranto, dari Partai Hati Nurani Rakyat (HANURA), tampil sebagai pembicara tunggal dalam diskusi rutin bulanan lembaga itu.
Lokasi kantor Ary Suta Center di bilangan Prapanca III, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Ia menempati sebuah rumah berukuran besar, khas Kebayoran. Begitu memasuki halaman, dua buah mobil VW Caravelle Transporter diparkir. Satu berwarna putih dan sebuah lagi hitam. Yang putih di bawah tenda putih, di sampingnya ada meja yang ditempati bagian promosi kendaraan itu. Begitu masuk, sosok pria muda memberikan kartu nama, dan menawarkan untuk test drive mobil berbahan bakar diesel itu.
Menurut saya inilah cara memasarkan mobil yang unik. Untuk kalangan terbatas, di event-event terbatas berkelas.
Di sampaing rumah sudah tersedia tenda yang menaungi makanan. Ada nasi Bali, lontong cap go meh, ada es puter. Acara makan siang dilanjutkan dengan presentasi Wiranto.
Begitu masuk dua buah lukisan di dinding menyambut. Sebuah lukisan di kanan menampilkan mobil jeep dalam susana off road. Lukisan di kiri, juga susana off road, tapi mobil yang di kanvas itu: VW Safari berwarna kaki di tengah padang pasir dan lumpur.
Di bagian depan tempat Wiranto bicara. Latarnya lukisan besar panorama yang lain, seakan bertutur alam yang tandus, sehingga pigura lukisan pun beraksen tua, bintik-bintik, coklat kusam, bolong-bolong, memberikan kesan tersendiri.
Di antara hadirin, tampak Christianto Wibisono, sosok pemilik Pusat Data Bisnis, yang usai kerusuhan Mei 1998 menetap di Amerika Serikat. Ada kalangan pengusaha, kebanyakan pelaku bursa. Ada anggota DPR asal Bali, seperti Gde Sumarjaya Linggih, anggota Komisi IV. Juga ada Syirikitsyah, tokoh pers dari Surabaya. Marissa Haque, artis yang menatan anggota DPR itu tampak datang terlambat.
Tidak ada hal baru yang dipaparkan Wiranto. Ia bertutur tentang peran-peran hebatnya masa lalu. Juga soal alasannya mencalonkan diri menjadi presiden ke depan. Sempat pula terucap bahwa yang menyarankan SBY menjadi Menteri Pertambangan dan Energi ke Gus Dur dulunya Wiranto.
Tanya jawab dibuka. Sebagaimana lazim di pertemuan macam begini, orang sering syur bicara tentang “kehebatannya” di depan forum, bukan bertanya.
Bahkan seorang Christianto Wibisono pun seakan demam panggung ketika diberi kesempatan bertanya, malah menyerocos untuk membuka mata. “Dulu IMF menolong Asia di saat krisis, kini IMF justeru mengalami masalah, mengurangi tenaga kerja, apa yang kita lakukan?” tutur Christianto. Ia mengingatkan bahwa ke depan tidak bisa lagi menghujat negara asing, lembaga asing. “Kita harus membuka mata lebar-lebar di tananan global,” ujarnya seakan menasehati.
Kejadian kecil mengganggu suasana yang tak sampai di hadiri 100 orang peserta itu. Hand Phone saya kendati sudah dibuat silent, eh, ternyata belum benar-benar diam. Begitu ada telepon masuk, suaranya belum berubah dari ring tone di lagu yang di volume paling kencang pula. Hal itu mendapat tanggapan sindiran oleh Wiranto. Tidak enak betul rasanya saya. Tapi mau apa. Keringat sempat mengalir di wajah saya.
Marissa Haque yang duduk dua kursi di kiri saya diberi kesempatan bertanya. Seperti biasa ia justeru tak bertanya. Marissa bicara tentang teori sekolahnya, yang sedang mengambil S3 di IPB, Bogor.
Ingin pula saya bertanya, mengapa Wiranto tidak memberi kesempatan atau mencari sosok muda yang sesungguhnya banyak dan layak jadi pemimpin di Indonesia kini?
Sejujurnya dari paparan Wiranto, tampak sekali segalanya sudah masa lalu. Tiga sosok mantan TNI akan beradu merebut kursi Presiden - - Soetiyoso, Prabowo, selain yang ke empat incumbent SBY - - kesemuanya saya asumsikan sulit menjadi pemenang.
Sosok berjilbab di belakang kiri saya, Syirikitsyah tampil berdiri. Mengawali pertanyaannya, tak dipungkiri adanya punjiannya terhadap Wiranto. Syirikit adalah nama yang selalu saya baca di lingkup media. Postingnya sering saya baca di milis di internet. Ketika saya memberikan kartu nama kepadanya, ia terperanjat.
“Oh ini toh …Iwan. Saya jangan ditulis ya.”
Syirikit ada memberi pengantar di buku yang diterbitkan oleh Ary Suta Centre.
Acara usai.
Bersama Zahara, saya menunggu untuk bisa bertemu Ary Suta. Wiranto datang menyalami peserta ke arah belakang, ke arah saya. Entah marah atau tidak, yang jelas orang lain disalami, saya berusaha mengulurkan tangan, seakan dilewatkan. Jika perkara hand phone berbunyi mengganjal hati Wiranto, wah betapa berdosa saya.
Untung pula saya tak jadi bertanya di forum itu, dan memang pertanyaan yang sedianya ingin saya tanyakan, tiada seorang pun yang menanyakan.
Obrolan justeru kemudian hangat bersama Sri Rachma Chandrawati, Ketua Umum Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT), yang juga Ketua Umum Perempuan Hanura. Agaknya karena ada Zahara di samping saya. Tak lama kami sambil berdiri berbicara dengan Ary Suta. Ia sibuk sekali. Ary Suta mengantarkan ke pintu tamu-tamu lain yang ingin pulang. Kami pun berlalu.
Rupanya hand phone saya yang berbunyi siang di diskusi itu, memang sesuatu yang urgent. Setelah acara itu, kawan saya mengajak bertemu di Cilandak Town Square (Citos). Rupanya siang itu telah terjadi bacok-membacok di Crew & Co, Citos, Jakarta Selatan. Salah seorang yang kena bacok membuncah darah. Susana Citos tegang. Kawan saya ingin bicara langsung, mengingatkan jangan ke Citos.
Di media online saya membaca, bahwa ada dua kubu kelompok Ambon, yang umumnya bekerja sebagai debt collector berseteru. Amat disayangkan sebuah kawasan mall, senjata macam samurai bisa lolos dibawa pengunjung. Perkelahian mengakibatkan nyawa meradang.
Ada nyawa sekarat memperebutkan uang, ada mantan pejabat yang jor-joran membelanjakan uang beriklan berseminar, ada rakyat mati kelaparan tak punya uang.
Keyakinan saya, Indonesia ke depan memang harus berubah, dan perubahan itu hampir tak mungkin lagi ditumpukan kepada mereka yang hidup di masa lalu. Termasuk dari sosok-sosok yang menjual mimpi masa lalu, walaupun dengan ketambunan uang, segalanya bisa mereka beli, termasuk nyawa seseorang. Faktanya kini waktu sudah berlalu. Keinginan terhadap Indonesia baru, memerlukan sosok dan nafas baru.
Hari ini dan ke depan, Indonesia perlu perubahan mendasar, merubah haluan keberpihakannya kepada warga, kepada rakyat kebanyakan. Saya berdoa takzim agar tidak ada lagi berita penduduk mati kurang makan. Adin yang mati tidak makan.
Iwan Piliang, presstalk.info

Carissa Putri

Carisa Putri - Ayat-ayat Cinta

Carissa Putri - Love Verses (ayat-ayat cinta)

Ayat-ayat Cinta's actrees - Carissa Putri



Carissa putri among the unknown persons

Carissa Putri

Carissa putri's Kisses

Carissa Putri

Is he carissa putri's boy friend?

bugil seksi

carissa putri party time

Rahma azhari

Rahma azhari actress photo gallery

rahma azhari
rahma azhari
rahma azhari
rahma azhari

Julia Perez

Julia Perez

Foto Artis berpose makin berani

Julia Perez makin asoy







Bella saphira

Foto cantiik Bella saphira

Bella Saphira adalah perempuan kelahiran Magelang 6 Agustus 1973 yang menggeluti
dunia hiburan di tanah air sebagai penyanyi dan aktris sinetron. Ia beragama Protestan dan mempunyai darah Sumatera Utara dari orang tuanya. Ia juga pernah bergelut di dunia modelling.


foto foto cantiik bella saphira
foto foto cantiik bella saphira

foto foto cantiik bella saphira
foto foto cantiik bella saphira

foto foto cantiik bella saphira
foto foto cantiik bella saphira

foto foto cantiik bella saphira
foto foto cantiik bella saphira