AS mensuplai perusuh untuk 'Al Qaeda' di Irak
(jurnalis investigatif; mantan pejabat intelijen U.S. Navy; mantan analis intelijen NSA)
Wayne Madsen Report (WMR)
WMR telah mempelajari dari sumber intelijen yang bertugas pada 2007 di Pangkalan Udara Tallil di Irak, yang juga dikenal sebagai Camp Adder oleh AD AS dan Pangkalan Udara Ali oleh AU AS, bahwa elemen-elemen intelijen AS mengimpor 'pasukan bayaran' Afghan ke Irak dalam rangka menyerang warga sipil Irak dan personil militer, serta pasukan koalisi, bahkan termasuk personil militer AS. Orang-orang Afghan ini direkrut dari elemen-elemen Taliban dan dibayar dalam melakukan "tugas" tersebut di Irak.
WMR telah mengetahui bahwa sekitar tahun 2007, polisi Irak menghentikan sebuah truk yang menggandeng trailer setinggi 40 kaki di atas jembatan Kerrada di Baghdad. Ketika polisi Irak memeriksa trailer tersebut, mereka dikejutkan dengan keberadaan sekitar 30 hingga 40 orang-orang Taliban dari Afghan. Mereka mengatakan bahwa mereka dibawa ke Irak oleh Amerika Serikat dan bertugas menimbulkan kekacauan di Irak, kebanyakan dari kekacauan itu dinisbatkan oleh komandan militer AS sebagai pekerjaan "Tanzim Qaidat Al-Jihad fi Bilad al-Rafidayn (Organisasi jihad di Negeri Dua Sungai) atau lebih dikenal dengan "Al Qaeda di Mesopotamia."
Polisi Irak diperintahkan oleh para komandan militer AS pada saat itu juga untuk mengizinkan para perusuh Afghan ini meninggalkan jembatan Kerrada tanpa gangguan lebih lanjut.
Kudeta di Honduras: Kudeta pertama Obama
by Eva GolingerGlobalReseach
[Catatan: Pada 11:15 siang (Minggu, 28 Juni 2009), waktu Caracas, Presiden Honduras Manuel Zelaya berbicara langsung di Telesur dari San Jose, Kosta Rika. Dia telah memverifikasi sejumlah tentara memasuki kediamannya di pagi hari, menembakkan senjata dan mengancam untuk membunuh dia beserta keluarganya jika ia melawan kudeta tersebut. Dia dipaksa pergi bersama beberapa prajurit yang membawa dia ke bandara udara menerbangkan dia Kosta Rika. Dia telah meminta Pemerintah AS membuat pernyataan publik yang mengecam kudeta ini, jika tidak, ini akan menunjukkan keterlibatan mereka].
...Ini merupakan pagi yang menyesakkan, terutama bagi jutaan rakyat Honduras yang tengah mempersiapkan diri mereka untuk melaksanakan hak suci memberikan suara pada hari ini (Minggu, 28 Juni 2009) untuk pertama kalinya dalam sebuah referendum konsultatif mengenai masa depan pembentukan sebuah majelis konstitusi untuk mereformasi konstitusi. Diduga objek utama kontroversi pada hari ini adalah referendum itu sendiri, yang sejatinya tidak mengikat tetapi hanya sebuah jajak pendapat untuk menentukan apakah mayoritas warga Honduras menginginkan adanya suatu proses untuk mengubah konstitusi mereka.
Inisiatif seperti itu belum pernah terjadi di negara Amerika Tengah ini. Honduras memiliki sebuah konstitusi yang sangat terbatas, yang hanya memungkinkan partisipasi minimal dari masyarakat Honduras dalam proses politik. Konstitusi yang sekarang, yang ditulis pada 1982, era perang kotor pemerintah Reagan di Amerika Tengah, dirancang untuk memastikan orang-orang yang berkuasa, baik secara ekonomi maupun politik, akan tetap berkuasa dengan sedikit peran dari rakyat. Zelaya, dipilih pada November 2005 di atas platform Partai Liberal Honduras, telah mengusulkan agar jajak pendapat dilakukan untuk menentukan apakah mayoritas warga sepakat bahwa reformasi konstitusi diperlukan. Dia didukung oleh mayoritas serikat buruh dan gerakan sosial di negeri itu....[referendum ini ditentang oleh kekuatan konservatif dan nasionalis Honduras, termasuk kekuatan angkatan bersenjata di dalamnya--red.]
....Presiden Bolivia Evo Morales dan Venezuela Hugo Chávez telah membuat pernyataan publik pada hari Minggu pagi yang mengecam kudeta di Honduras dan menyerukan kepada komunitas internasional untuk bereaksi dan memastikan demokrasi dipulihkan serta presiden konstitusional dikembalikan ke posisinya. Terakhir pada Rabu 24 Juni, sebuah pertemuan luar biasa negara-negara anggota Bolivarian Alternative for Americas (ALBA), dimana Honduras adalah anggotanya, dilangsungkan di Venezuela untuk menyambut Ekuador, Antigua & Barbados, serta St Vincent sebagai anggota-anggotanya. Selama pertemuan, yang dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Honduras, Patricia Rodas, sebuah pernyataan dibacakan mendukung Presiden Zelaya dan mengecam setiap upaya untuk mengganggu mandatnya dan proses demokrasi di Honduras....
....Honduras adalah negara yang menjadi korban kediktatoran dan intervensi besar-besaran AS selama berabad-abad, termasuk beberapa invasi militer. Intervensi terakhir pemerintah AS di Honduras terjadi selama 1980-an, ketika pemerintahan Reagain mendanai pasukan-pasukan dan milisi-milisi pembunuh untuk mengeliminasi setiap potensi "ancaman komunis di Amerika Tengah". Pada saat itu, John Negroponte menjabat sebagai dubes AS di Honduras dan bertanggung jawab atas pendanaan dan pelatihan secara langsung pasukan pembunuh Honduras yang bertanggung jawab terhadap hilangnya dan terbunuh ribuan orang di seluruh negeri....
....Asisten Menlu AS, Phillip J. Crowley, menolak untuk memperjelas posisi pemerintah AS tentang adanya potensi kudeta terhadap Presiden Zelaya, dan malah mengeluarkan pernyataan yang lebih bermakna dukungan Washington untuk pihak oposisi....Juru bicara pemerintah AS menyatakan sebagai berikut, "Kami sangat prihatin dengan kebuntuan dalam dialog politik di antara politisi Honduras berkaitan dengan jajak pendapat yang diusulkan pada 28 Juni tentang reformasi konstitusional. Kami menghimbau semua pihak untuk mencari resolusi konsensus demokratis terhadap kebuntuan politik yang sesuai dengan konstitusi dan undang-undang Honduras yang konsisten dengan prinsip-prinsip Piagam Inter-American Democratic."
...sumber utama pendanaan di Honduras adalah USAID, yang menyediakan lebih dari US$ 50 juta per tahunnya untuk program "promosi demokrasi", yang pada umumnya mendukung LSM-LSM dan parpol-parpol yang disukai AS, seperti yang terjadi di Venezuela, Bolivia, dan negara-negara lain di kawasan. Pentagon juga mengelola pangkalan militer di Honduras di Soto Cano, yang dilengkapi dengan sekitar 500 pasukan dan sejumlah pesawat tempur serta helikopter.
Menlu Rodas menyatakan bahwa dia telah berulang kali mencoba melakukan kontak dengan Dubes AS di Honduras, Hugo Llorens, yang belum merespon setiap panggilannya sampai sekarang. Modus operandinya jelas menunjukkan keterlibatan Washington. Baik militer Honduras, yang mayoritas dilatih oleh pasukan AS, maupun elit politik dan ekonomi, tidak akan bertindak menggulingkan seorang presiden yang terpilih secara demokratis tanpa dukungan dari pemerintah AS. Presiden Zelaya akhir-akhir ini terus diserang oleh kekuatan-kekuatan konservatif Honduras karena hubungan yang berkembang dengan negara-negara ALBA, dan terutama Venezuela serta Presiden Chavez. Banyak yang percaya tindakan ini telah dijalankan sebagai metode untuk memastikan bahwa Honduras tidak terus bersatu dengan negara-negara sosialis di Amerika Latin.
Arash Hejazi, sang dokter di video Neda Agha Soultan
Seorang dokter Iran yang menyatakan mencoba untuk menyelamatkan Neda Agha Soltan, seorang pemrotes muda [comment: tunangannya justru mengatakan bahwa Neda tertembak di tempat dimana tidak ada bentrokan dan meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit] Iran yang mati bersimbah darah di jalan Teheran, mengatakan bahwa dia tampaknya ditembak oleh anggota milisi Basij pro-pemerintah Iran....
....Dr. Arash Hejazi mengatakan kepada British Broadcasting Corp bahwa ia adalah salah satu dari orang-orang yang mencoba menyelamatkan Neda.
Hejazi, yang saat ini sedang belajar di Inggris, mengatakan dia sedang mengunjungi teman-temannya di Teheran [comment: kapankah agen-agen M15-6 berlibur???] ketika ia mendengar Neda ambil bagian dalam protes dan pergi untuk melihatnya...
..."Kami mendengar suara tembakan. Neda berdiri satu meter dari saya. Saya berbalik dan Saya melihat darah memancar dari dada Neda," katanya. "Kami berlari ke arahnya dan meletakkannya di atas tanah. Saya melihat luka peluru tepat di bawah leher."
Hejazi mengatakan ia mencoba untuk menghentikan pendarahan, tetapi Neda segera meninggal.
Para pengunjuk rasa pertama berpikir bahwa tembakan datang dari bubungan atap terdekat, tetapi kemudian melihat seorang anggota milisi Basij bersenjata di atas sepeda motor [comment: ini penembak jitu atau pengendara sepeda motor, atau menembak secara jitu selagi mengendarai sepeda motor!!!], lalu menghentikannya dan mengambil senjatanya, kisah dokter itu.
Orang itu ternyata mengakui menembak Neda, dengan berteriak, "Saya tidak ingin membunuh dia," tetapi para pengunjuk rasa yang marah menyita kartu identitasnya dan mengambil foto dari orang itu (comment: where is the photograph???] sebelum membiarkannya pergi, kata Hejazi [comment: pilihan yang salah! Tangkap orang itu, ambil gambarnya, lalu sebarkan di media-media Barat dengan caption: Ahmadinejad pembunuh!!! Bagaimanapun, anggota Basij itu termasuk orang yang beruntung karena tidak dihakimi di tempat mengingat suasana massa yang sangat tidak rasional].
Hejazi, yang sekarang bekerja pada penerbitan [comment: Hejazi adalah penulis dan penerbit--profil yang menarik] yang ia dirikan, mengatakan dia tahu dia meletakkan dirinya dalam bahaya karena telah berbicara tentang apa yang terjadi dan ia mungkin tidak dapat kembali ke Iran [comment: tenang, anda akan hidup aman dan makmur di Inggris dengan perlindungan pemerintah Inggris dan buku tentang "Neda" yang akan laku keras!!! Dijamin!!!]
Michael Jackson Meninggal Dunia
Michael Joseph Jackson Michael Jackson was death. King of pop music that died due to heart attack at the UCLA Hospital, Los Angeles, United States, Thursday (24 / 5) local time. Before it the birth of Indiana, U.S., 50 years ago this difficulty breathing at her home in Los Angeles, Thursday afternoon.The team of paramedics, the fire team Los Angeles to receive an emergency call from Jackson's house at around 12:30 local time. When Jackson arrived at the house, the paramedics had to do respiratory support (CPR) to singer of Heal The World was. Jackson was later to UCLA Medical Center until the last breath.
Dwi Putrantiwi Indonesian Models
Dwi Putrantiwi was an Indonesian models and actress born on Jakarta, 10 March 1983, she's well known as her role in the "Tali Pocong Perawan" Movie and several indonesian Sinetron
I think this girls was really impressing with her beautiful faces, and sexy hot body.. and now let's see Busty Indonesian Models - Dwi Putrantiwi
Obama: setiap nyawa adalah berharga?!
Tentu akan selalu ada pertanyaan, apa yang akan Obama katakan tentang mereka yang meregang nyawa di Irak dan Afghanistan? Atau 50 orang Pakistan (sebagian besar warga sipil) yang terbunuh baru-baru ini karena serangan pesawat tanpa awak AS (sejak 2006 rata-rata 38 orang setiap bulannya terbunuh di Pakistan akibat serangan pesawat tanpa awak AS)? Bagaimana Obama menjelaskan ini?
Obama mungkin tidak punya penjelasan, tapi George Orwell punya? Sastrawan-jurnalis yang memiliki pengaruh besar terhadap kesusastraan Inggris ini, dalam novel legendarisnya Animal Farm, mewariskan satu idiom Inggris terkenal yang bisa menjelaskan apa yang dikatakan Obama di atas: "all animals are equal, but some animals are more equal than others". Dengan idiom itu, Orwell ingin mengatakan secara satiris bahwa, kesetaraan eksis dalam teori dan retorika tapi tidak dalam praktik.
Dalam kasus Obama, kita bisa mengatakan, "all victims are equal, but some victims are more equal than others". Semua korban adalah sama (begitu kata Obama: setiap nyawa adalah berharga), tapi sebagian korban lebih memadai ketimbang yang lain.
Orwell pastinya bangga kepada Obama!
Israel protes Brazil gara-gara sepakbola
Sepakbola memang olahraga paling populer di kolong jagad ini. Kerap ia digunakan beberapa pihak (pemain, suporter, atau official tim) untuk mengekspresikan sebuah sikap politik. Tak jarang ekspresi itu menimbulkan kontroversi.Tapi yang ini sedikit berbeda. Israel memprotes Brazil karena negara "superpower" sepakbola itu emoh menggelar pertandingan antara Flamengo melawan Corinthians, di Israel. Brazil justru lebih memilih Ramallah di Tepi Barat, Palestina, sebagai tempat duel persahabatan di antara dua klub ternamanya.
Yedioth Ahronoth, suratkabar Israel, melaporkan Giora Bachar, dubes Israel di Brasilia, telah menyampaikan nota protes kepada kementerian luar negeri Brazil terkait hal ini.
Dengan kedatangan mantan salah satu galacticos Real Madrid, Ronaldo, yang kini bermain sebagai penyerang Corinthians, dapat dipastikan pertandingan itu akan menyedot perhatian, bukan cuma warga Palestina tetapi juga warga Israel. Namun, dua klub itu sudah menyatakan secara jelas bahwa mereka tidak tertarik untuk bermain di Israel -- hanya di wilayah Otorita Palestina. (gracias Ronaldo!!!)
Busung Lapar Renggut Nyawa Bocah 9 Tahun
Sebelumnya, busung lapar di Lampung merenggut nyawa Maulana (5), warga Kotabaru, Panjang, Bandar Lampung, pada Rabu (3-6), pukul 02.00. Korban tewas lain, Elva Andreansyah (2), warga Jalan Wahidin Sudiro Husodo, Pengajaran, Telukbetung Utara, Bandar Lampung. Wiji (12), warga Tanggamus, juga meninggal di Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUAM) Bandar Lampung karena busung lapar.
Sejak dibawa ke RSUAM pada Kamis (28-5) hingga ajal menjemput, Sukria dalam keadaan tidak sadar. Di RSUAM, Sukria dirawat selama tiga pekan. Namun, pada Rabu (17-6), pihak keluarga membawa pulang bocah kelas I SDN 2 Pempen Lamtim itu ke rumah pamannya di Tanggamus. "Biaya pengobatan memang ada yang membayar. Tapi. kami yang menunggu di rumah sakit
Kakak korban, Iyah (21), menuturkan sebelum meninggal suhu tubuh Sukria cukup tinggi. Dalam kondisi setengah sadar Sukria sempat mendapat perawatan dokter puskesmas setempat dan pada pergelangan tangannya dipasangi infus. "Badannya panas dan dia sempat kejang-kejang. Makanya keluarga langsung meminta bantuan petugas puskesmas," kata Iyah.
Namun, dokter puskesmas tidak berhasil menyelamatkan Sukria. Anak ketujuh pasangan Harudin dan almarhumah Sukenah ini mengembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 15.30. "Keluarga sudah pasrah dan berusaha mengikhlaskan kepergian Sukria. Mungkin ini jalan terbaik untuk adik saya," kata Iyah.
Senin petang, jasad Sukria dibawa kembali ke rumahnya di Lampung Timur. Jenazah bocah pengidap busung lapar yang disertai tuberkulosis itu dikebumikan sekitar pukul 08.00, kemarin.
Iran jatuh ke dalam operasi psikologis AS
(Mantan Asisten Menteri Keuangan AS pada masa pemerintahan Ronald Reagan)
Presiden Obama menyerukan kepada pemerintah Iran untuk membiarkan para pengunjuk rasa mengendalikan jalan-jalan di Teheran. Akankah Obama atau presiden AS mana pun membiarkan para pengunjuk rasa mengendalikan jalan-jalan di Washington, DC?
Ada bukti yang lebih objektif bahwa George W. Bush mencuri dua pemilunya daripada yang ada saat ini dari kecurangan pemilu di Iran. Tetapi tidak ada orkestrasi kampanye media untuk mendiskreditkan pemerintah AS.
Pada 16 Mei 2007, London Daily Telegraph melaporkan bahwa pejabat rezim Bush John Bolton mengatakan kepada Telegraph bahwa serangan militer AS ke Iran akan menjadi "pilihan terakhir setelah sanksi ekonomi dan upaya untuk membangkitkan sebuah revolusi populer gagal."
Kita sekarang menyaksikan di Teheran upaya AS untuk "mencoba membangkitkan sebuah revolusi populer" dalam jubah "revolusi warna" yang lagi-lagi diorkestrasikan oleh CIA.
Adalah mungkin perpecahan di antara para mullah sendiri yang diakibatkan ambisi-ambisi rival masing-masing akan membantu dan menghasut apa yang oleh Telegraph (27 Mei 2007) dilaporkan sebagai "rencana CIA untuk kamapanye propaganda dan disinformasi demi menciptakan destabilisasi, dan akhirnya merobohkan kekuasaan teokratis para mullah." Pastinya ini sebuah kenyataan bahwa pemuda-pemuda yang tersekulerisasi di Teheran telah jatuh ke dalam permainan CIA.
Protes Mousavi telah menyiapkan Iran, baik untuk pemerintah boneka AS atau serangan militer. Para mullah berada dalam situasi kalah-kalah. Bahkan jika mereka terus bersama dan menekan protes, legitimasi pemerintah Iran di mata dunia luar telah rusak. Pendekatan diplomatik Obama telah berakhir sebelum dimulai. Para Neocon dan Israel sudah menang.
...Klaim prematur Mousavi sebelum pemungutan suara selesai atau suara dihitung jelas merupakan gerakan mendahului (preemptive move), dengan tujuan mendiskreditkan hasil yang lain. Tidak ada alasan lain untuk membuat klaim seperti itu.
Dalam sistem pemilu Iran, kecurangan tidak memiliki tujuan, karena sekelompok kecil mullah memilih kandidat yang akan diletakkan di dalam surat suara. Jika mereka tidak menyukai seorang kandidat, mereka cukup tidak menempatkan kandidat itu di dalam surat suara.
Ketika pembaharu liberal seperti Khatami mencalonkan diri sebagai presiden, ia menang dengan 70% suara dan memerintah dari 1997-2005. Jika para mullah tidak mencurangi Khatami, rasanya tidak mungkin mereka akan mencurangi figur kemapanan seperti Mousavi, menteri luar negeri yang paling konservatif di pemerintahan, dan didukung oleh tokoh kemapanan lain, Rafsanjani.
Jika Mousavi dinilai sebagai "orangnya" Rafsanjani, maka kenapa "sulit dipercaya" bahwa Ahmadinejad mengungguli Mousavi dengan margin yang sama ketika ia mengalahkan Rafsanjani dalam pemilu sebelumnya?
.....Satu keajaiban mengapa para pemuda di dunia, yang tidak memprotes pemilu curang di tempat lain, justru menjadi sangat terobsesi dengan Iran.
Lemahnya Klaim Mousavi
(Doktor ilmu politik di Tehran University dan Harvard University; Konsultan "Dialog Antar Peradaban" PBB)
Middle East Online
...Sayangnya, meskipun simpati alamiah (saya) untuk pendukung gerakan reformis di Iran, sebagai seseorang yang pernah bekerja sama secara dekat dengan mantan presiden Mohammad Khatami dalam "Dialog Antara Peradaban", saya cenderung menolak tuduhan Tuan Mir Hossein Mousavi tentang kecurangan dalam pemilu, karena ia tidak menghadirkan bukti yang kuat.
...berbicara tentang penyimpangan, pada 12 Juni pukul 11 malam, satu jam setelah penutupan TPS, Mousavi mengadakan konferensi pers dan menyatakan dirinya sebagai "pemenang yang pasti" seraya mengutip "informasi yang diterima dari seluruh negeri". Tentu saja, karena tidak ada satu pihak pun yang melakukan exit poll dan bahwa kubu Mousavi mengeluh soal gangguan pada komunikasi karena penghentian SMS dan sebagainya, (kubu Mousavi) mestinya memberi penjelasan mengapa kandidat mereka menyatakan dirinya sebagai pemenang secara prematur, sementara hasil dari KPU yang setiap beberapa jam bertambah di situs Kementerian Dalam Negeri malam itu, secara konsisten justru menempatkan Ahmadinejad berada di depan (seperti telah diprediksi berbagai jajak pendapat, termasuk salah satunya oleh lembaga berbasis di Washington, Terror-Free-Tomorrow)?
Apa yang tidak diragukan lagi, bagaimanapun, adalah bahwa keluhan resmi yang disampaikan Mousavi ke Dewan Garda lemah secara spesfik dan ditaburi dengan dugaan ketidakpantasan pra-pemilu, yang tidak membenarkan klaim liar Mousavi tentang pemilu yang curang. Sebuah dekonstruksi terhadap dokumen setebal dua halaman itu menunjukkan banyak kelemahan mendasar dari tuntutan Mousavi untuk mengulangi pemilu...
Item 1: Hal ini tidak berhubungan dengan proses pemungutan suara dan secara eksklusif berurusan dengan debat televisi serta pernyataan Ahmadinejad tentang kehormatan beberapa rezim (sebelumnya) sambil menuduh mereka dengan korupsi dan nepotisme;
Item 2: Sekali lagi, ini secara khusus berkaitan dengan isu-isu yang dimunculkan dalam debat, menuduh Ahmadinejad telah melecehkan Almarhum Ayatullah Khomeini dan membahayakan keamanan nasional karena mengungkapkan beberapa rahasia negara;
Item 3: keluhan bahwa beberapa saksi Mousavi dan calon-calon lainnya tidak diakreditasi oleh Departemen Dalam Negeri sehingga tidak dapat memantau pemungutan suara. Masalah ini pada dirinya sendiri tidak membuktikan adanya kecurangan, dan tidak ada di sini rujukan pada (fakta adanya) ribuan "pemantau independen" yang dipilih oleh para calon yang telah diakreditasi dan hadir di TPS-TPS di seluruh negara;
Item 4: tuduhan bahwa Departemen Dalam Negeri tidak menghitung secara manual semua suara lantas menyatakan hasilnya "sementara beberapa TPS masih menghitung suara." Hal ini tentunya menimbulkan suatu keprihatinan, tetapi kemudian kembali, sehubungan dengan fakta bahwa beberapa TPS itu berada di Teheran, dimana Mousavi mendapatkan suara mayoritas, maka kemungkinan adanya kecurangan menjadi tipis, terutama kecurangan besar yang melibatkan minimal 10 juta suara , yang memberi Ahmadinejad margin keunggulan atas Mousavi;
Item 5: klaim bahwa ratusan TPS kekurangan logistik pemilu dan dalam beberapa kasus terjadi "keterlambatan beberapa jam ." Hal ini lagi-lagi bukan merupakan bukti kecurangan dalam pemilu dengan tingkat partisipasi yang tinggi, sekitar 40 juta pemilih (85%). Counter klaimnya adalah bahwa banyak TPS memperpanjang jam buka untuk menampung antrian panjang dari para pemilih. Selain itu, ia menyatakan bahwa di beberapa tempat suara yang dihitung lebih tinggi dari pemilih terdaftar. Yang hilang dalam klaim ini adalah fakta bahwa di beberapa tempat itu, Mousavi justru menjadi pemenang -- ini tidak berarti bahwa kita sekarang harus menuduh Tuan Mousavi dengan kecurangan pemilu?
...Item 8: Di sini, keluhan Mousavi menuduh Ahmadinejad melanggar undang-undang yang melarang keterlibatan politik dari angkatan bersenjata dan basij. Ini tuduhan yang serius, tetapi tidak berhubungan dengan kecurangan pemilu. Selain itu, Mousavi sendiri melakukan kesalahan yang sama, mengingat fakta bahwa markas pemilihannya sendiri memiliki divisi untuk memobilisasi basij!
...kesimpulannya, Mousavi harus menghormati kehendak mayoritas rakyat Iran yang kembali memilih Presiden Ahmadinejad, bukan dengan terus melanjutkan tuduhan-tuduhannya yang tidak berdasar...
UU Pelayanan Publik Ubah Mentalitas Aparat
Ketua Panja RUU Pelayanan Publik Sayuti Asyathri (F-PAN) mengemukakan, UU ini nantinya memberi perlindungan kepada masyarakat yang dirugikan lembaga pemerintah, swasta, dan perusahaan. "Masyarakat yang dirugikan berhak mengajukan gugatan hukum," kata dia.
Asyathry mengatakan RUU Pelayanan Publik diharapkan dapat mengubah budaya kerja aparatur serta mengubah pola pikir negara kekuasaan menjadi negara pelayanan publik. Dalam RUU ini, katanya, diatur rangkaian kegiatan yang bertujuan memenuhi kebutuhan publik atas barang, jasa dan pelayanan administratif diatur secara saksama, terukur, jelas, dan perinci. "Kita harapkan dalam layanan publik itu dapat mempermudah birokrasi yang terlalu berbelit-belit," kata Wakil Ketua Komisi II DPR dari Fraksi PAN ini.
Pengaturan Sanksi
Seluruh fraksi DPR menyetujui pengesahan RUU itu untuk meningkatkan pelayanan publik secara menyeluruh. Dengan demikian, pelanggaran terhadap hak-hak pelayanan publik akan menuai hukuman. "Harapan kami ya semua mempermudah akses ke publik. Apa pun yang melanggar hak publik ada sanksinya, bervariasi," kata juru bicara Fraksi Partai Golkar Ferry Mursyidan Baldan.
Asyathry menjelaskan ruang lingkup kebutuhan publik atas barang, jasa, dan pelayanan administratif meliputi pendidikan, pengajaran, pekerjaan dan usaha serta tempat tinggal.
RUU ini mewajibkan penyelenggara pelayanan publik bagi institusi negara korporasi, lembaga independen yang dibentuk berdasar pada UU untuk kegiatan pelayanan publik dan badan hukum lain yang dibentuk secara khusus untuk menetapkan standar pelayanan.
Dalam penetapan standar pelayanan, penyelenggara harus memperhitungkan kebutuhan masyarakat dan kondisi lingkungan dengan mengikutkan masyarakat. "RUU ini juga mengatur sanksi terhadap penyelenggara atau pelaksana berupa teguran tertulis dengan ancaman apabila dalam waktu tiga bulan tidak melaksanakannya dikenai hukuman pembebasan jabatan," kata dia.
Sanksi lain berupa penurunan gaji satu kali kenaikan gaji berkala selama satu tahun. Juga ada sanksi penurunan pangkat satu tingkat selama satu tahun dan pembebasan dari jabatan. Begitu pula sanksi pemberhentian dengan hormat maupun dengan tidak hormat bisa diterapkan serta sanksi pembekuan misi dan atau izin yang diterbitkan instansi pemerintah.
Kemudian sanksi apabila dalam jangka waktu 6 bulan tidak melakukan perbaikan kinerja dikenakan pencabutan izin yang diterbitkan instansi pemerintah, khusus untuk korporasi dan atau badan hukum. "RUU ini mewajibkan penyelenggara menyusun dan menetapkan maklumat pelayanan yang merupakan pernyataan kesanggupan memberikan pelayanan sesuai dengan standar yang ditetapkan," kata Asyathry.
Masih Bermasalah
Masyarakat Peduli Pelayanan Publik (MP3) juga menyambut baik keputusan DPR menuntaskan RUU ini. Dalam pernyataan persnya, MP3 menyatakan keputusan DPR ini tentu merupakan hal positif bagi DPR di tengah banyaknya kasus masyarakat yang belum memperoleh hak dasar dan perlakuan adil dalam pelayanan publik.
Namun, MP3 menilai pemerintah sengaja membuat lobang dalam UU itu. "Ruang lingkupnya masih belum jelas, mekanisme dan standar pelayanannya juga seperti apa, pelanggar pelayanan jasa apa saja yang dikenakan sanksi," kata Koordinator MP3, Sulastio, dalam konferensi pers di Gedung DPR, kemarin.
Hal ini, menurut Tio, memang diatur dalam PP yang akan dikeluarkan paling lambat enam bulan lagi. Meski demikian, Tio melihat pembuatan ruang lingkup terkesan bertujuan aneh. "Pemerintah kan bisa diganti. Kalau sedang baik, ruang lingkupnya bisa luas. Tetapi kalau sedang jelek bagaimana, apakah nanti Undang-Undang Pelayanan Publik juga akan diganti?" keluh Tio. n U-1
Undang-Undang Pelayanan Publik
Pasal 44
(1) Penyelenggara yang melanggar kewajiban dan atau larangan yang
diatur dalam undang-undang ini dikenakan sanksi administratif
berupa:
a. Pemberian peringatan,
b. pembayaran ganti rugi,
c. pengenaan denda.
(2) Aparat yang melanggar kewajiban dan atau larangan dikenakan sanksi
administratif berupa:
a. Pemberian peringatan,
b. pengurangan gaji dalam waktu tertentu,
c. pembayaran ganti rugi,
d. penundaan atau penurunan pangkat/golongan,
e. pembebasan tugas dalam waktu tertentu,
f. pemberhentian dengan hormat,
g. pemberhentian dengan tidak hormat.
Densus 88 Tangkap 6 Teroris di Lampung
"Enam orang yang ditangkap Densus 88 diduga terlibat kasus teroris. Mereka bukan berasal dari Lampung, melainkan warga asing yang ditangkap saat melintas di wilayah Lampung," kata Kapolda Lampung Brigjen Pol. Ferial Manaf melalui Dirintelkam Kombes Pol. Suroso Hadi Suswoyo, Selasa (23/6) malam.
Polisi masih mengembangkan tersangka teroris yang ditangkap di Lampung itu. Salah satu yang dibekuk adalah warga negara Singapura bernama Husaini. Dia merupakan salah satu jaringan teroris Slamet Kastari dan Fajar Taslim yang merencanakan pengeboman Bandara Changi di Singapura.
Sebelumnya Densus 88 menangkap Saefudin Zuhri (40) di Cilacap dan Busamudin alias Mistam (39) di Jakarta. Keduanya adalah buron yang dikejar sejak kelompok teroris Palembang, Sumatera Selatan, terungkap pada 2 Juli 2008. Dalam penggerebekan saat itu, ditangkap 10 tersangka dengan barang bukti 20 bom siap ledak.
Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, April lalu, sudah memvonis tiga di antara mereka, yakni Muhamad Hasan alias Fajar Taslim divonis 18 tahun, Al Masyhudi 12 tahun, dan Wahyudi 10 tahun. Sisanya masih menjalani persidangan di Pengadilan Jakarta Pusat.
Secara terpisah, Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri Komjen Susno Duadji mengatakan pihaknya masih memeriksa intensif warga negara asing (WNA) asal Singapura yang ditangkap di Lampung.
"Lagi pula, mereka masih diperiksa. Kan ada saksi dan jika memenuhi syarat baru ditentukan sebagai tersangka," kata dia saat ditanya soal jumlah orang yang ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka teroris.
Ketika ditanya apakah warga negara Singapura yang ditangkap itu terkait dengan Slamet Kastari, teroris warga Singapura, Susno mengatakan belum tahu. "Masih dalam pemeriksaan. Kita masih mencari hubungan satu dengan lainnya."
Susno mengutarakan Mabes Polri masih terus mengembangkan penangkapan anggota teroris di Cilacap dan Lampung. "Sedang dicari hubungan satu sama lain, apa benar ada kaitannya dengan teroris atau tidak."
Dia mengatakan delapan orang yang diperiksa tersebut ada yang diperiksa sebagai saksi. "Ada yang diperiksa sebagai saksi, ada yang cuma tahu tempatnya, temannya. Beri waktu kepada Densus 88, baru simpulkan," tutur Susno.
Basij "si penjahat kejam"?
"Basij" adalah organisasi paramiliter yang didirikan oleh Ayatullah Khomeini. Basij disubordinasikan kepada "Pasdaran" (tentara Garda Revolusi Islam -- pasukan elit militer yang sangat kuat dan independen dari angkatan bersenjata Iran). Basij dulu digunakan dalam berbagai operasi militer selama perang Iran-Irak. Sekarang, Basij menjadi kekuatan pembantu dalam situasi-situasi darurat, dari mulai penanganan bencana hingga pengendalian hura-hara. Karena itu, mereka tidak diinginkan lawan-lawan rezim Iran.
Siapa pun yang kini terus mencermati berita-berita terbaru dari Iran pasti menyadari bahwa Basij hampir selalu digambarkan sebagai "Basij Thugs [si penjahat kejam]". Tetapi dari mana ide tentang Basij yang menjadi "Thugs" berasal?
Mari kita beranggapan, untuk kepentingan argumentasi, bahwa memang Basij hampir seluruhnya terdiri dari para penjahat kejam, penjahat-penjahat yang kotor, dan bahwa mereka menggunakan setiap kesempatan untuk memukul, menganiaya, dan menistakan orang-orang Iran yang tak bersalah. Kemudian, mari kita tanyakan pertanyaan-pertanyaan sederhana ini:
Jenis pengetahuan apa yang dimiliki oleh mereka di Barat yang menulis tentang "Basij Thugs" bahwa Basij memang "Thugs"? Izinkan saya mengulanginya, saya tidak sedang berargumentasi di sini bahwa Basij bukan penjahat-penjahat kejam, saya hanya bertanya dari mana orang-orang yang melemparkan kata-kata "Basij Thugs" itu mendapatkan informasi?
Pertanyaan saya adalah apakah mereka benar-benar secara serius melakukan penelitian untuk menetapkan karakter kejahatan dan kekejaman Basij sebelum mereka menggunakan kata-kata "Basij Thugs"?
Kenyataannya adalah bahwa seluruh konsep tentang "Basij Thugs" memiliki akar yang sama dengan, katakanlah, "Chetnik Serbia" atau "teroris Palestina". Walaupun niscaya ada Basij thug, Serbia Chetnik, dan Palestina teroris di luar sana, penggunaan istilah tersebut oleh orang-orang yang hanya memiliki pengetahuan kedua tentang Basij, Chetnik, atau Palestina adalah bentuk modern dari apa yang George Orwell katakan sebagai "kebencian 2 menit" -- mereka ada untuk memutus koneksi dari setiap pikiran rasional dan membuat analisis yang berdasarkan fakta dan yang didorong oleh logika menjadi mustahil.
Imperialisme selalu hati-hati dalam membingkai perdebatan dan memberi publik yang tertipu sasaran-sasaran yang teridentifikasikan demi penghinaan dan kebencian. Dalam kasus Iran, jutaan (dolar) yang diinvestasikan Abang Sam dalam kampanye operasi psikologisnya sekarang terbayarkan sudah.
PERANG FOTO
Sekarang mungkin kita semua telah melihat gambar yang dahsyat tentang seorang gadis muda tertembak di jalan-jalan Teheran. (Jika tidak, Anda dapat melihat gambar-gambar itu di sini). Video-video itu diberi judul "Shot by Basij" dan "Basij shoot to death a young woman". Berikut ini adalah teks yang disirkulasikan bersama video-video itu:
Pada 19:05 20 JuniTempat: Karekar Ave., Di sudut persimpangan Khosravi St dan Salehi St.
Seorang wanita muda yang sedang berdiri di samping ayahnya sambil menonton protes ditembak oleh anggota basij yang bersembunyi di sebuah bubungan atap rumah warga sipil. Dia mempunyai pandangan yang jelas ke arah gadis itu dan tidak mungkin meleset.
Namun, dia mengarahkan langsung ke jantung gadis itu. Saya seorang dokter, jadi saya bergegas mencoba menyelamatkan dia. Tetapi dampak tembakan itu sangat ganas dimana peluru meledak di dalam dada korban, dan dia meninggal dalam waktu kurang dari 2 menit. Protes sedang terjadi pada sekitar 1 km jauhnya di jalan raya dan beberapa kerumunan pemrotes berlarian menghindari gas air mata yang digunakan terhadap mereka, menuju Salehi St.
Luar biasa, sejumlah pertanyaan sangat dasar tidak ditanyakan tentang penembakan ini:
1) "ditembak oleh" -- bukti macam apa yang didapat sehingga dikatakan tembakan berasal dari orang yang diidentifikasi sebagai penembak sementara teks yang sama mengatakan bahwa orang ini bersembunyi. Bukankah mungkin ada orang lain yang juga bersembunyi? Apakah ada bukti balistik yang mengidentifikasi orang di atap sebagai penembak?
2) "anggota Basij yang bersembunyi di bubungan atap". Bagaimana kita bisa tahu bahwa dia seorang Basij?! Entah apakah dia mengidentifikasi dirinya setelah penembakan? (tentu saja bukan sebelumnya, karena dia dikatakan "bersembunyi").
3) "Dia tidak mungkin meleset". Menembak dari bubungan atap? Kira-kira berapa jaraknya dan senjata apa yang digunakan?
4) "Dia mengarahkan langsung ke jantung". Wow! Wow! Bukan hanya dikabarkan kepada kita siapa yang menembak gadis itu, tapi kita bahkan tahu apa yang disasarnya. Sekarang bagaimana seseorang bisa mengetahui hal ini kecuali si penembak telah diwawancarai sebelum atau sesudah penembakan.
5) "Saya seorang dokter". Tunggu --dari semua ini timbul kesan bahwa si penulis teks ini bukan seorang dokter medis, tetapi ahli ilmu balistik.
Kita mungkin tidak akan pernah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada hari itu. Dan mungkin saja gadis itu ditembak oleh seorang anggota Basij. Tetapi kemudian, mungkin juga tidak. Bisa jadi ada penembak lain, bisa jadi peluru nyasar yang ditembakkan oleh seseorang dengan kemampuan menembak yang sangat dasar, atau bisa jadi ini insiden yang dengan hati-hati telah dirancang sedemikian rupa oleh penembak jitu untuk menciptakan citra yang membuktikan "barbarisme Basij yang dillepaskan oleh rezim mullah yang korup terhadap kebebasan yang menginspirasi anak-anak muda Iran".
Pada akhirnya, tidak ada seorang pun yang menanyakan sebuah pertanyaan kuno: Cui Bono? Siapa yang paling banyak diuntungkan (atau yang paling banyak dirugikan) oleh semua ini?
Jawaban terhadap pertanyaan itu dengan baik hati diberikan oleh Jewish Telegraphic Agency dalam artikel "Iran Turmoil likely to benefit Israel":
Seperti runtuhnya Uni Soviet hampir dua dekade lalu, kerusuhan pasca pemilu di Iran dapat menjadi kepentingan strategis utama bagi Timur Tengah dan Israel.
Analis-analis Israel melihat tiga skenario yang mungkin:* Presiden Mahmoud Ahmadinejad dan para ayatullah berkuasa akan menggunakan kekuatan untuk mengembalikan kekuasaan rezim mereka.
* Rival utama Ahmadinejad, Mir Hossein Mousavi, akan bertahta dengan sokongan gelombang rakyat dan akan mereformasi apa yang masih tersisa dari rezim mullah.
* Kerusuhan yang sedang berlangsung akan berkembang secara dinamis dengan sendirinya, dan akan menjatuhkan para ayatullah dari kekuasaan.
Dalam setiap skenario, Israel akan mendapatkan manfaat.[VS]
Amateur Indonesian Photomodels - Sisca Adrian


Here comes another Amateur Models of Indonesia, her name was Sisca Adrian, she was known on her job as a photomodel for Popular MagazineSisca Adrian (born August 20, 1980) is one of Indonesia’s top models and actresses. She’s also a business woman. Sisca partner with her friends set up a travel agent. And these are her photos from “Popular” magazine.
Enjoy this Hot Models from Indonesia Sisca Adfrian
"Revolusi Gucci" di Iran: Konspirasi AS-Israel?
Jika kita percaya bahwa unjuk rasa besar-besaran akhir-akhir ini di Tehran benar-benar murni dilakukan untuk memprotes "kecurangan pemilu", maka ada baiknya kita mencermati slogan-slogan yang digunakan para pemrotes:Where is my vote? Tertulis dalam bahasa Inggris, para penggerak protes tampaknya sadar benar kepada siapa mereka hendak bicara: bukan pemerintah atau rakyat Iran tapi media Barat.
Death to the dictator, death to Ahmadinejad. Siapa pun rakyat Iran atau orang-orang Barat yang paham sedikit soal sistem kekuasaan di negara Persia itu tahu benar bahwa seorang presiden di Iran adalah figur publik dengan kekuasaan terbatas. Bahkan sang pemimpin tertinggi, Ayatullah Ali Khamenei, bukanlah seorang diktator: dia ditunjuk oleh sebuah lembaga negara yang juga memiliki wewenang untuk menggantinya.
Itu belum seberapa jika kita mengamati 7 tuntutan yang disebarluaskan lewat twitter: [1] singkirkan Khamenei dari posisi pemimpin tertinggi sebab dia tidak memenuhi kualifikasi keadilan; [2] singkirkan Ahmadinejad dari posisi presiden karena ia meraihnya secara ilegal; [3] angkat Ayatullah Hossein Ali Montazeri sebagai pemimpin tertinggi hingga sebuah komisi review untuk ghanooneh asasi (konstitusi) dibentuk; [4] sahkan Mir Hossein Mousavi sebagai presiden; [5] reformasi konstitusi; [6] bebaskan semua tahanan politik tanpa syarat; [7] bubarkan organisasi-organisasi rahasia seperti gasht ershad (polisi moral).
Bagaimana kita menjelaskan sebuah tuntutan yang pada mulanya berniat "mengoreksi ketidakwajaran pemilu" kemudian berubah menjadi tuntutan bagi penggantian pemimpin tertinggi serta perubahan konstitusi? Ataukah justru yang terakhir merupakan tujuan sesungguhnya dari hura-hara ini?
Sebelum memberikan jawaban atas pertanyaan di atas, ada baiknya pula kita mencermati beberapa hal fakta berikut:
Fakta pertama, ternyata apa yang dikomplainkan kubu Mousavi kepada 12 anggota Dewan Garda--seperti ditulis Kaveh L. Afrasiabi (mantan anggota tim negosiasi nuklir di bawah pemerintahan Khatami)--alih-alih akan menjelaskan kepada kita apa yang sebenarnya mereka maksudkan dengan "kecurangan pemilu, malah semata berkaitan dengan perilaku-perilaku pra-pemilu yang tidak menjurus kepada apa yang dituduhkan:
- klaim bahwa Ahmadinejad menggunakan fasilitas-fasilitas transportasi milik negara untuk berkampanye ke seluruh negeri bukan bukti adanya kecurangan pemilu. Hampir setiap kandidat incumbent di seluruh negara demokrasi juga melakukan hal yang sama, termasuk juga Mohammad Khatami, salah satu pendukung utama Mousavi.
- komplain bahwa Ahmadinejad memiliki akses yang tidak proporsional kepada media pemerintah. Ini mungkin kebiasaan buruk, bukan cuma di Iran tapi di banyak negara. Namun pada tahun inilah, pertama kali diadakan debat televisi sebanyak 6 kali dimana setiap kandidat, termasuk Mousavi, mendapatkan tempat di media pemerintah secara gratis untuk menyampaikan visi dan misinya (kesempatan istimewa yang tak akan diperoleh kandidat-kandidat minor presiden AS, seperti Ralph Nader atau Cynthia McKinney).
- keluhan tentang adanya sebuah bentuk kekurangan pemilu di beberapa tempat yang mengakibatkan "keterlambatan selama beberapa jam". Ini komplain yang lebih bermakna, tetapi sulit untuk menjurus kepada kecurangan, terutama ketika partisipasi pemilih mencatat rekor tertinggi sekitar 85% dari 46 juta pemilih yang memenuhi syarat.
- komplain bahwa di beberapa daerah jumlah suara yang dihitung lebih tinggi daripada jumlah pemilih terdaftar. Tetapi Mousavi abai untuk menyatakan bahwa di sebagian daerah itu, seperti Yazd, ia justru menerima suara yang lebih banyak daripada Ahmadinejad.
- komplain bahwa beberapa saksinya tidak diakreditasi oleh Departemen Dalam Negeri sehingga tidak dapat secara independen memonitor pemilu. Namun faktanya, beberapa ribu saksi yang mewakili berbagai kandidat telah diakreditasi dan di antaranya menyertakan ratusan mata dan telinga pendukung Mousavi. (well, tampaknya kubu Mousavi harus bekerja lebih keras daripada sekedar mengeluhkan "remeh-temeh" seperti untuk menuntut diulangnya pemilu).
- menggunakan pemilu presiden untuk mempertahankan status quo elit-elit korup; apakah boneka mereka Mousavi dinyatakan sebagai pemenang, dan mereka bisa menggunakan posisinya untuk melanjutkan agenda-agenda mereka atau dia kalah dan mereka bisa berteriak tentang pemilu yang dicuri (opsi terakhir terlihat mudah karena faktanya di sebuah negara besar seperti Iran, beberapa ketidakwajaran akan selalu terjadi).
- menggunakan pemilu presiden, sebuah posisi dengan kekuasaan terbatas, guna memicu sebuah krisis yang memberi mereka kendali atas posisi yang lebih berkuasa, pemimpin tertinggi.
Pertanyaan selanjutnya, adakah kubu Mousavi ini diinfiltrasi oleh kepentingan-kepentingan imperium AS-Israel? Fakta berikut akan menjawabnya:
Fakta kedua, jurnalis dan penulis neokonservatif Kenneth Timmerman menulis satu hari sebelum pemilu di Iran bahwa ada pembicaraan tentang "revolusi hijau" (hijau merujuk kepada warna kubu Mousavi) di Teheran. Bagaimana Timmerman tahu kecuali itu adalah sesuatu yang telah direncanakan? Mengapa harus ada "revolusi hijau" yang disiapkan sebelum pemilu, terutama jika Mousavi dan pendukungnya yakin akan kemenangan seperti yang mereka klaim? Ini pastinya terlihat seperti bukti bahwa AS terlibat dalam protes ini.
Timmerman lebih jauh menulis bahwa "The National Endowment for Democracy" telah mengeluarkan jutaan dolar untuk mempromosikan "revolusi warna" (istilah yang merujuk pada revolusi sokongan AS di berbagai negara Eropa Timur). . . Sebagian dari uang itu tampaknya jatuh ke tangan kelompok pro-Mousavi yang mempunyai hubungan dengan LSM-LSM di luar Iran yang didanai The National Endowment for Democracy (NED). LSM Timmerman sendiri, yakni Foundation for Democracy, adalah organisasi yang dibentuk pada 1995 dengan dana hibah dari NED, untuk mempromosikan demokrasi dan HAM standar internasional di Iran.
Jangan salah, meski pemerintah Obama berhaluan neoliberal tetapi arus "neokonservatisme" di pemerintahannya kini sangat jelas diwakili oleh Wapres Joe Biden dan Menlu Madam Clinton.
Lalu apa sasaran AS-Israel menunggangi kubu pro Mousavi. Mereka tidak ingin muluk-muluk. Mereka--setidaknya seperti dinyatakan Kepala Dinas Rahasia Israel (Mossad)-- tahu bahwa protes hari-hari ini tidak akan berlangsung lama; atau bahwa "revolusi" kaum Gucci tak akan mampu menjatuhkan Khamenei dan mengubah konstitusi Republik Islam.
Paul Craig Roberts, bekas asisten Menteri Keuangan AS pada era Ronald Reagan, menulis apa sejatinya tujuan AS dalam kisruh di Iran, "Sebagai orang yang telah melihat semuanya dari dalam pemerintah AS, saya percaya bahwa tujuan pemerintah AS memanipulasi (laporan-laporan) media...adalah untuk mendiskreditkan pemerintah Iran dengan menampilkan pemerintah Iran sebagai penindas rakyat Iran dan penghalang kehendak mereka. Inilah bagaimana pemerintah AS menyiapkan Iran untuk sebuah serangan militer. Dengan bantuan Moussavi, pemerintah AS menciptakan satu lagi "orang-orang tertindas", seperti rakyat Irak di bawah Saddam Hussein, yang membutuhkan Amerika untuk membebaskan mereka...."
Siapa pun yang tampil sebagai pemenang dalam pergulatan ini, AS dan Israel sudah menangguk untung: yakni citra bahwa Republik Islam Iran yang didirikan atas kehendak rakyat (melalui referendum) kini sudah tidak lagi merepresentasikan kehendak rakyat mereka.
Alhasil, di permukaan akan tampak bahwa AS-Israel lebih senang jika Ahmadinejad terpilih kembali. Namun, itu bukan karena Ahmadinejad adalah sasaran empuk untuk diserang dan didemonisasi tetapi karena mereka tahu kemenangan Ahamdinejad akan memicu krisis yang dipicu oleh "revolusi kaum Gucci" yang telah direncanakan.
Apabila roh tidak tenteram
Pakcik ku yang kami panggil "Pak Su" baru berusia 33 tahun ketika beliau pergi meninggalkan kami. Masa itu keluarga kami tinggal di Pepsy Road di Pasir Panjang, berdepan dengan Masjid Islah. Apabila malam tiba, keadaan begitu gelap dan sunyi. Yang kedengaran hanyalah bunyi cengkerek dan unggas malam. Hanya sesekali terdengar bunyi kenderaan berlalu - kenderaan yang dimiliki oleh orang kampung tengah yang terletak tidak jauh dari rumahku. Sesekali terdengar bunyi salakan anjing. Semasa hidupnya, pakcikku adalah seorang yang peramah, mesra dan periang. Bergurau dan bersakat dengan kami adik beradik adalah antara kegemaraannya. Beliau juga suka menunggang skuter dengan laju.
Sering ibu dan ayahku menegur cara beliau menunggang skuter. Namun pakcikku tidak menghiraukannya. Pada suatu hari aku terdengar ibuku memarahi pakcikku,"Kau jangan degil, nanti kau mati pun dengan skuter ni!" Mungkin benar kata orang, seseorang yang mati secara mendadak seolah olah terasan kerana tidak dapat berpesan atau meninggalkan wasiat. Mayat dan roh mereka dikatakan seolah olah tidak tenteram. Setelah tiga hari dikebumikan, kami sekeluarga sering didatangi roh arwah pak su. apabila masuk waktu maghrib, kami selalu ternampak semacam imbasan beliau dibilik belakang tempat beliau dimandi dan dikapankan. Adakalanya kami terdengar seperti suara beliau berbual bual, bunyi skuter beliau dan jugak bunyi siulannya.
Yang paling menghairankan kami, walaupun sudah hampir dua minggu berlalu, namun bau pacai dan setangi yang kami gunakan untuk menguruskan mayat beliau masih kuat baunya. Yang masih kuingat, kakak dan kedua dua abangku sering diganggu pak su, kerana semasa hayatnya pak su begitu mesra dengan mereka. Kakaklah yang sering melihat bayangan pak su. Abang abangku pula sering diganggu semasa tidur, dicuit cuit dihidungnya - kebiasaan pak su semamsa hidupnya. Ibuku pulak sering terdengar bualan dan siulan adiknya itu. Isteri almarhum pula sering terngigau-ngigaukan beliau. Beliau sering bermimpikan arwah pak su memesan agar beliau menjaga anak yang bakal dilahirkan itu dengan sempurna. Pernah juga isteri beliau terjaga kerana bermimpikan arwah pak su datang berjumpa dengannya lalu menunjukkan bekas jahitan post mortem pada tubuhnya.
Masih ku ingat ketika itu isteri pak su terjaga pada tengah malam sambil memekik nama pak su dan di ikuti dengan salakan anjing yang mendayu dayu. Sungguh menyeramkan ketika itu. Mungkin benar kata orang, roh orang yang baru mati akan berada didalam rumah selama 40 hari. Kami sering mengaji dan membaca yasin serta berfatihah untuk disedekahkan kepada almarhum. tetapi kami hairan mengapa rohnya seolah olah tidak tenteram. Apa yang menghairankan kami lagi ialah pada setiap hujung minggu ketika abang dan seorang lagi pakcikku menziarahi kubur allahyarham, terdapat lubang dihujung kaki atau dibahagian kepala kubur beliau. Menurut pakcikku yang sorang lagi, lubang tersebut begitu dalam. Beliau cuba menyucuk lubang itu dengan kayu sepanjang 4 kaki dan dilepaskan, batang kayu itu terus jatuh kebawah. Yang lebih menghairankan, apabila lubang dibahagian kakinya ditutup minggu ini, akan muncul pula lubang dibahagian kepalanya pada minggu depan. Begitulah keadaannya berterusan.
Kami pula sering berasa ketakutan - terutama sekali aku dan kakakku. Mentelah lagi salah sorang sahabat karib pak su pula dikatakan terkena "badi" beliau. Entah macam mana, dengan izin Allah swt. masuk minggu ketiga, nenekku (kini sudah arwah) bermimpikan pak su memberitahunya supaya membersihkan bilik bekas beliau dimandi dan dikapankan. Menurut arwah nenekku, pak su memeberitahunya bahawa bilik itu tidak dibersihkan dengan betul. Masih terdapat bekas bekas darah dan air mandi beliau yang bertakung dibawah tikar getah dalam bilik itu. Memang benar seperti kata Allahyarham didalam mimpi arwah nenekku. Keesokkan harinya , kami sekeluarga membersihkan bilik tempat Allahyarham dimandikan dan dikapankan - ternyata masih terdapat bekas bekas darah dan air mandi beliau yang masih lembap dibawah tikar getah itu.
Ayahku terus membakar tikar getah itu dan abunya ditanam. Kami sekeluarga lantas membersihkan bilik itu dengan lebih sempurna lagi. Hairannya, setelah itu kami sekeluarga tidak lagi diganggu. Kini sudah tahun berlalu, anak di dalam kandungan makcikku dulu sudah pun dewasa menjadi seorang anak gadis yang cantik dan manis. Aku juga tidak pernah lupa mendoakan al fatihah untuk allahyarham pak su setipa selepas solat.
Sumber : Internet
Marlin Taroreh Bikini
Dihukum 2 Tahun, Syahril Sabirin Kecewa
Syahril mengatakan pada tahun 2002 dirinya diputuskan sebagai tersangka kasus Bank Bali, dan pada pengadilan pertama diputuskan bersalah dengan 3 tahun penjara.
"Padahal semua saksi tidak ada yang memberatkan saya. Saya tidak tahu yang terjadi di belakang layar seperti apa, saya ajukan banding di pengadilan tinggi ternyata saya bebas murni. Kebebasan itu saya sudah nikmati selama 5 tahun," tuturnya dalam jumpa pers di Gedung BI, Jalan Thamrin, Jakarta, Jumat (12/6/2009).
Namun dirinya merasa kecewa karena pada Kamis (11/6/2009), Kejaksaan agung mengajukan PK ke MA dan diterima.
"Kemarin saya diputuskan dihukum 2 tahun saya sangat kecewa karena pada dasarnya PK yang diajukan oleh Kejagung ke MA tidak wajar," ujarnya.
Alasannya adalah yang dapat mengajukan PK itu seharusnya pihak yang terpidana atau terdakwa.
"Jadi bukannya Kejaksaan Agung. Dalam keputusan Mahkamah Konstitusi juga disebutkan kalau yang bisa mengajukan PK adalah terpidana. Untuk itu saya merasa dizalimi. Dalam hal ini majelis Hakim Agung itu melanggar Mahkamah Konstitusi," tandasnya didampingi kuasa hukunmnya M. Assegaf.
Pergulatan Politik di Iran
...Korupsi yang melingkari (Ali Akbar Hashemi) Rafsanjani sudah menjadi rahasia umum di kalangan publik Iran; baru saja pada tahun lalu seorang pejabat Kementerian Intelijen mengungkapkan kepada publik semua kasus korupsi melawan Rafsanjani. Respon dari Rafsanjani adalah penjara bagi si pejabat itu atas tuduhan tidak membayar tagihan. Tidak hanya itu, Dr. Hassan Abbasi yang dikenal sebagai analis strategis dan penasihat Pemimpin Tertinggi (Wali Faqih) memberikan pidato yang sangat keras beberapa tahun lalu mengungkapkan Rafsanjani dan imperium korupsinya dengan menyebutkan nama-nama. Pengaruh Rafsanjani menyebabkan Dr. Abbasi dipecat dari posisi dan ditahan.
Rafsanjani adalah orang yang mendanai kampanye (Mir Hossein) Mousavi dan banyak dari kebijakan yang ingin Mousavi terapkan menunjukkan keterlibatan langsung Rafsanjani di dalamnya. Misalnya, Mousavi ingin menghapus kekuasaan Basij dan Garda Revolusi dari Wilayatul Faqih dan memberikannya kepada gubernur-gubernur. Hal ini menunjukkan strategi yang jelas untuk mengasingkan Wilayatul Faqih dari kekuasaan apa pun dan memberikan landasan bagi Rafsanjani untuk menggunakan pengaruhnya di Basij dan membuat mereka setia kepadanya. Rafsanjani juga menyerukan reformasi sistem pemerintahan dari konsep seorang Pemimpin Tertinggi menjadi sebuah Dewan yang diciptakan untuk memerintah. Mengetahui dengan baik bahwa rakyat tidak akan memberikan suara untuknya agar menjadi Wilayatul Faqih berikutnya, ia mengambil kesempatan ini untuk memastikan posisinya solid.
Tanggung jawab atas terjadinya huru-hara setelah pilpres terletak pada bahu Rafsanjani. Ia memicu kejadian ini untuk mencapai salah satu dari dua hasil (yang dia harapkan) dari Wilayatul Faqih, Ali Khamenei: perhitungan ulang dilakukan dan Mousavi dinyatakan pemenang atau Ahmadinejad diperintahkan untuk menghentikan investigasi korupsi.
...Rafsanjani mengendalikan semua jaringan dan akan menggunakan setiap trik yang terdapat dalam buku untuk menyelamatkan dirinya. Putrinya telah meninggalkan Iran sebelum tuntutan atas pencucian uang, pemerasan, sejumlah dana ilegal kampanye dapat dilancarkan melawannya.
Sementara orang bertanya bagaimana Rafsanjani menjadi begitu kuat dan mengapa Khamenei tidak bertindak lebih awal? Jawabannya adalah cuma soal waktu. Menyingkirkannya dari kekuasaan lebih awal dapat benar-benar mendestabilisasi negara....karena semua posisi penting pemerintahan di bawah pengaruh dari elit-elit yang korup. Huru-hara sedang dilakukan oleh mereka yang ingin memasakkan lebih jauh agenda-agenda elit yang korup sementara kebanyakan rakyat melihat sebaliknya, dan oleh karena itu, mereka memilih presiden yang mereka tahu akan menumbangkan elit-elit yang korup.
...satu-satunya taktik yang mereka (media Barat) dapat terapkan adalah menimbulkan kebingungan dengan menyerang kubu konservatif....Pertama, laporan yang memfitnah Misbah Yazdi (ulama pendukung Ahmadinejad) telah mengeluarkan fatwa yang menghalalkan kecurangan (dalam pemilu)...(kedua) bahwa Kementerian Dalam Negeri telah memberi selamat kepada Mousavi karena memenangkan pilpres sebelum mereka kemudian berubah pikiran dan memilih untuk (menyatakan kemenangan) Ahmadinejad.
...Wilayatul Faqih Ayatullah Ali Khamenei akan berpidato di hadapan bangsa Iran pada salat Jumat di Teheran University. Banyak harapan bahwa pidato ini akan membawa perdamaian dan stabilitas...setelah huru-hara dan juga menandai akhir dari elit korup.
Kaidah Barat dalam menilai pemilu di negara-negara berkembang
Beberapa kaidah Barat dalam menilai pemilu di negara-negara berkembang:- Bila calon-calon yang disukai menang, maka pemilu bebas dan adil. Dan apabila mereka kalah, maka tentunya pemilu tidak bebas dan dirampok.
- Protes keras terhadap pemilu, yang menghasilkan pemenang yang disukai Barat, akan sangat dikutuk dan para demonstran akan dinamakan teroris, hooligan, dan gerombolan pengacau keamanan (Bisakah anda bayangkan jika pendukung oposisi Lebanon melakukan protes terhadap hasil pemilihan di Lebanon?), sedangkan kekerasan dalam protes terhadap musuh Amerika Serikat ketika mereka memenangkan pemilu (seperti di Moldova) akan dipuja-puji (dan para demonstran dalam kasus ini disebut "aktivis demokrasi").
- Tidaklah bertentangan dengan prinsip pemilu yang bebas ketika Barat mengintervensi pemilu dan mendanai calon-calon melalui kelompok-kelompok Barat yang "mempromosikan demokrasi".
- Calon-calon (atau bahkan para diktator) yang melayani kepentingan Barat secara otomatis akan diberi label "kandidat reformis" (bahkan tiran Saudi pun disebut sebagai "berpikiran-reformis"), sementara calon yang menentang kepentingan ekonomi dan politik Barat akan berlabel "musuh reformasi".
- Calon-calon yang tidak menentang Israel dalam bahasa yang lugas selalu disukai.
- Pemantau-pemantau Barat akan selalu siap untuk menyatakan suatu pemilu tidak adil dan curang jika calon yang disukai kalah.
- Kandidat koruptor yang pro-AS lebih disukai daripada kandidat yang bersih (Kasus Mugabe dan Hamas).
- Nilai demokratis dari para diktator akan segera bertambah jika mereka mengubah kebijakan mereka terhadap AS dan jika mereka menyatakan keinginan untuk melayani kepentingan ekonomi dan politik AS.
- Negara-negara dimana para diktator melakukan pekerjaan yang baik dalam melayani kepentingan ekonomi dan politik AS tidak harus mengadakan pemilihan umum.
- Jika kandidat yang disukai tidak dapat menjamin kemenangan dalam pemilu (seperti Mahmoud "Abu Mazen" Abbas di Palestina yang mandatnya telah berakhir beberapa bulan lalu), mereka tidak perlu mengadakan pemilu dan akan diperlakukan seolah-olah mereka memenangkan pemilu.
- Tidaklah logis untuk mengasumsikan bahwa rakyat di negara-negara berkembang dapat bebas membuat pilihan yang tidak sesuai dengan kepentingan politik dan ekonomi AS.
- Pemilihan yang diadakan di wilayah jajahan Amerika dan Israel akan dianggap bebas dan adil jika calon-calon yang disukai menang.
Soal cepatnya perhitungan suara dalam pilpres Iran
Bagaimana bisa anda menghitung 40 juta suara dalam waktu secepat itu? Itulah pertanyaan yang banyak diangkat para analis internasional dalam kaitan dengan pilpres di Iran. "Ini mencurigakan," kata mereka. Hasil perhitungan suara dalam pilpres Iran sudah bisa diketahui sekitar 12 jam setelah pemilihan dilakukan di TPS-TPS.Sebagaimana sudah pernah saya tulis sebelumnya, salah satu cara untuk meminimalisasi kecurangan dalam pemilu (electoral fraud) adalah dengan mempercepat proses perhitungan suara. Jika prosesnya memakan waktu yang lama, maka peluang-peluang kecurangan akan sangat terbuka.
Ada dua cara untuk melakukan itu: [1] memanfaatkan teknologi dalam sistem perhitungan suara; dan [2] menyederhanakan tahapan proes perhitungan suara. Di Indonesia, misalnya, kini sudah muncul wacana untuk menggunakan electronic voting dan menyerdehanakan tahapan rekapitulasi perhitungan suara dari TPS langsung ke KPUD Kota/Kabupaten dan KPU Pusat, tanpa melalui tingkat PPK di kecamatan dan KPUD Propinsi. Waktu 1 bulan yang ditempuh untuk menghitung suara dalam pileg di Indonesia dirasa sangat rawan akan praktik-praktik jual-beli suara di setiap levelnya.
Mari kita kembali ke pilpres Iran. Iran memang masih menggunakan format surat suara berbasiskan kertas. Namun pada pilpres 2009, seperti dilaporkan laman Bussiness Intelligence, pihak administrasi pemilu menyatakan telah memanfaatkan teknologi komputer untuk merekapitulasi perhitungan suara yang datang dari TPS-TPS.
Ini artinya Iran sudah memanfaatkan teknologi/metode vote-counting system bernama optical scan counting. Prosesnya, kertas surat suara dikumpulkan dan dipindai dalam sebuah mesin pemindai khusus untuk mentabulasikan total suara. Meski hanya untuk perhitungan berbasis TI, metode seperti ini telah dilakukan KPU Indonesia pada pileg 2009. Perbedaannya, variabel yang mesti dihitung dalam pilpres Iran jelas jauh lebih sederhana dibandingkan dengan pileg Indonesia (yang rumitnya minta ampuuun!!!).
Dengan metode ini, pihak administrasi pemilu Iran bisa menuntaskan rekapitulasi sekitar 40 juta suara dalam waktu 12 jam. Menurut saya setidaknya ini masuk akal. Sebab, pada pilpres 2005, tanpa metode yang dimaksud sekalipun, rekapitulasi bisa selesai dalam waktu 24 jam. Artinya, isu infrastruktur dan logistik pemilu sudah tertangani dengan baik di Iran setelah lebih daripada 30 tahun negara ini melakukan pemilu.
Sebagai perbandingan lain, KPU Brazil dengan metode direct-recording voting atau memilih dengan sebuah alat elektronik mampu menyelesaikan perhitungan lebih daripada 95 juta suara dalam waktu 12 jam. Dengan teknologi yang sedikit di bawah Brazil, bukankah masuk akal jika Iran berhasil menghitung 40 juta suara (setengah dari jumlah suara di Brasil) dalam waktu yang sama.
Lebih jauh, seperti dipaparkan laman ACE Electoral Knowledge Network, tahapan rekapitulasi perhitungan suara di Iran jauh lebih sederhana dibandingkan dengan di Indonesia. Suara dihitung pertama kali di tingkat TPS. Setelah selesai, surat suara dikembalikan ke dalam kotak suara yang kemudian disegel dan ditransfer ke komite-komite pemilu di tiap distrik untuk dilakukan rekapitulasi akhir. Sebagai catatan, komite-komite pemilu terdiri dari pemerintahan distrik, jaksa distrik, pegawai catatan sipil distrik, dan 8 orang perwakilan publik (tidak diketahui apa mereka dipilih atau diangkat).
Hasil yang diumukan Kementerian Dalam Negeri tampaknya adalah hasil rekap komite-komite pemilu di tiap-tiap distrik. Mungkin saja apa yang diterima kubu Mir Hossein Mousavi--dan yang kemudian diklaim sebagai angka kemenangan sebelum hasil resmi diumukan--adalah hasil rekap dari sebagian distrik, dimana Mousavi mengungguli Ahmadinejad.
Catatan:
1. kecurigaan telah terjadi kecurangan dengan alasan begitu cepatnya proses perhitungan suara dilakukan tampaknya justru muncul dari analis-analis dan media Barat, bukan dari kubu Mousavi sendiri. Mohsen Makhmalbaf, jurbicara kubu Mousavi di luar negeri, justru mengkritik Kementerian Dalam Negeri Iran karena lambat mengumumkan hasil perhitungan suara!!!
2. pilpres di Iran, sebagaimana pemilu di negara-negara lain, melibatkan banyak orang dan pihak. Rival-rival Ahmadinejad dalam pilpres kali ini pun bukan orang-orang sembarangan yang tidak punya akses ke pemerintahan. Mohsen Rezai adalah anggota Majelis Penasehat pemimpin tertinggi, sementara Ali Akbar Hashemi Rafsanjani, pendukung utama Mousavi, adalah Ketua Dewan Ahli yang punya wewenang untuk "memecat" pemimpin tertinggi. Artinya, sulit untuk mengatakan bahwa orang-orang penting itu tidak akan mengetahui atau mendeteksi jika adanya kecurangan yang massif.
Dalam kaitan ini, Stratfor, lembaga tangki pemikir berbasis di Texas yang kerap dihubungkan dengan CIA dalam analisisnya, yang berjudul Western Misconception Meet Iranian Reality, menyatakan:
"...tentunya (kecurangan) ini mungkin, tetapi sulit untuk melihat bagaimana dia (Ahmadinejad) bisa mencuri pemilihan dalam margin yang begitu besar. Melakukan hal tersebut akan memerlukan keterlibatan jumlah orang yang luar biasa banyaknya, dan akan memunculkan risiko suatu jumlah yang cukup jelas tidak akan bersesuaian dengan sentimen di setiap kota. Sebuah penipuan yang massif berarti bahwa Ahmadinejad di Teheran memproduksi angka-angka tanpa mempertimbangkan kaitannya dengan suara di lapangan. Tetapi ia memiliki banyak musuh kuat yang akan cepat mendeteksi hal ini dan akan menuduhnya atas hal ini. Mousavi masih bersikeras bahwa dia dirampok, dan kita harus tetap terbuka terhadap kemungkinan bahwa dia memang dirampok, walaupun sulit untuk melihat cara melakukan ini."



