1. Renné Toney




Gak kebayang klo malem pertama sama mereka.....!! hahahahahaha



GARA-GARA mengecas telepon seluler di ruang umum, seorang penghuni apartemen ditahan polisi. Indikasi aparat hukum jadi alat pengusaha semakin marak.
Aguswandi Tanjung sudah hampir dua bulan ini meringkuk di tahanan polisi gara-gara mengecas telepon sakunya. Penghuni apartemen ini dituduh melanggar Pasal 363 ayat 3 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, yaitu mencuri barang milik orang lain dari dalam rumah dengan ancaman hukuman maksimum tujuh tahun. Padahal ia merasa listrik di koridor itu adalah ”bagian bersama” seperti diatur Undang-Undang Rumah Susun, dan ia tetap membayar tagihan listrik dan biaya servis dengan harga lama. Yang tak dibayarnya adalah kenaikan tarif, yang dianggapnya ditetapkan sepihak oleh pengelola gedung ITC Roxy Mas itu.
Perbedaan pendapat ini sebenarnya akan diselesaikan melalui dialog. Namun, sehari sebelum terlaksana, penangkapan terjadi. Penahanan ini jelas menyiratkan telah terjadi penyalahgunaan wewenang oleh polisi, hingga diajukan ke praperadilan. Namun, bila melihat kecenderungan penerapan hukum belakangan ini, Aguswandi mungkin tak dapat berharap banyak untuk mendapatkan keadilan. Soalnya, ia berhadapan dengan pihak yang merupakan bagian dari konglomerat besar di negeri ini.
Apa yang dihadapi Aguswandi tak jauh berbeda dengan yang dialami Prita Mulyasari. Ibu muda ini sempat dipenjarakan oleh jaksa hanya gara-gara mengirim keluhan terhadap pelayanan Rumah Sakit Omni melalui e-mail kepada sepuluh temannya. Rupanya e-mail itu kemudian tersebar luas dan ibu muda ini pun dikenai Pasal 27 ayat 3 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, yaitu pencemaran nama baik melalui Internet dengan ancaman hukuman maksimum enam tahun. Penyalahgunaan pasal ini diduga terjadi karena pemilik RS Omni ditengarai seorang pengusaha yang berstatus buron tapi dekat dengan oknum pejabat tinggi hukum.
Status buron memang tak mengurangi kekuatan kong-lomerat hitam memanfaatkan oknum aparat hukum. Contoh terakhir adalah ditersangkakannya Ketua KPK Bibit Samad Rianto oleh polisi karena mencekal dan mencabut cekal Joko Tjandra, pengusaha yang telah dijatuhi hukuman dua tahun penjara oleh Mahkamah Agung tapi kini berstatus buron. Ketua KPK Chandra Hamzah juga menjadi tersangka karena mencekal Anggoro, pengusaha yang dekat dengan aparat hukum, yang kini juga berstatus buron karena diduga menyuap anggota DPR. Akibat status tersangka ini, kedua pejabat lembaga antikorupsi itu harus dinonaktifkan oleh Presiden. Joko Tjandra pun masih sanggup mentersangkakan Ketua Yayasan BRI yang berani mempersoalkan wanprestasinya dalam kasus pembangunan Gedung BRI II dan BRI III.
Bila sosok terhormat saja bisa ditersangkakan oleh para konglomerat hitam, apalagi mantan pegawai mereka yang berani melawan. Ini dialami oleh Vincentius Amin Sutanto. Mantan pejabat keuangan PT Asia Agri ini dijatuhi hukuman 11 tahun penjara karena mentransfer uang perusahaan milik Sukanto Tanoto ini senilai US$ 3,1 juta ke rekeningnya, kendati ia baru sempat mencairkan Rp 200 juta. Proses pengadilannya hingga ke Mahkamah Agung pun mungkin masuk rekor tercepat di negeri ini. Amat ironis bila dibandingkan dengan masih ditolaknya berkas penggelapan pajak PT Asian Agri senilai Rp 1,4 triliun—alias terbesar dalam sejarah RI—oleh kejaksaan.
Ironi serupa juga terjadi pada hukuman empat tahun yang dijatuhkan kepada Robert Tantular, tersangka utama pembobolan Bank Century, yang menyebabkan Lembaga Penjamin Simpanan harus mengucurkan dana Rp 6,7 triliun. Atau pada hukuman penjara sepuluh tahun yang dijatuhkan Mahkamah Agung kepada Hutomo Mandala Putra karena mendalangi pembunuhan Hakim Agung Syafiuddin Kartasasmita.
Kecenderungan ironis ini harus kita hentikan. Aparat hukum adalah alat negara untuk menegakkan keadilan bagi rakyat. Jangan biarkan polisi menjadi alat pengusaha hitam.
Diplomat Iran boleh saja bertemu dalam pembicaraan tujuh pihak dengan diplomat AS, seraya berharap bagi penyelesaian diplomatik untuk mengakhiri kontroversi atas program nuklir Iran. Namun, di sini, di gurun pasir Nevada, yang disebut salah seorang pejabat senior AS sebagai “miniatur Timur Tengah”, suasananya justru berbeda.
Karena kesamaan medan antara situs pengujian milik Departemen Energi AS di Nevada itu dengan Iran, Pasukan Operasi Khusus AS mengadakan pelatihan di sebuah fasilitas di situs tersebut. Para pejabat berwenang mengatakan bahwa aktivitas pelatihan itu, “tidak benar-benar ada”.
Sumber intelijen di Washington melaporkan di mana fasilitas tersebut berada, menyembul menghadap sebuah pegunungan yang berlokasi di tengah jalan antara lokasi pengujian bom atom Frenchman Flat dan Sedan Crater, situs bawah tanah terbesar bagi pengujian termonuklir yang dilakukan Amerika Serikat. Fasilitas “yang tidak benar-benar ada” itu adalah lokasi dimana tim Pasukan Khusus melakukan pelatihan secara khusus untuk operasi “kontra-proliferasi nuklir” di Iran. Situs Pengujian Nevada memiliki sejumlah fasilitas bawah tanah yang tidak lagi digunakan setelah Amerika mengadopsi moratorium percobaan nuklir pada 1992.
Secara khusus, tim Pasukan Khusus AS itu berlatih dalam apa yang disebut “lingkungan realistis” di lokasi pengujian tersebut, dan menggunakan sistem terowongan dari fasilitas itu untuk menguji hasil penggunaan bom pelebur bunker bawah tanah. Pelatihan ini sangat rahasia tapi tampaknya sebagian dari biaya pelatihan disuplai melalui Anggaran Biro Pengurangan Ancaman yang dimiliki Pentagon.
Sumber intelijen yang sama juga telah mempelajari bahwa Predator dan Reaper yang dikemudikan dari jarak jauh, dua alutsista yang digunakan Angkatan Udara AS, segera menjalani refitting besar-besaran. Upaya ini akan memungkinkan Predator untuk membawa dua rudal Hellfire, lebih banyak daripada yang dapat diangkut pada saat ini. Dan, Reaper akan mampu membawa senjata khusus tambahan di luar perlengkapan senjata yang ada. Senjata khusus itu sebelumnya hanya dapat diangkut oleh jet tempur berawak F-16.
Berlokasi tepat di selatan Situs Pengujian Nevada adalah Pangkalan Udara Creech, dimana program pelatihan bagi pilot-pilot jarak jauh Predator dan Reaper berlangsung. Sumber Departemen Energi AS menyatakan bahwa Situs Pengujian Nevada juga memiliki sebuah pesawat Predator yang telah diperlengkapi dengan sebuah “kotak hitam”. Instrumen itu mampu mendeteksi tanda-tanda pembangunan senjata nuklir, termasuk jejak-jejak uranium yang diperkaya , plutonium, dan tritium, dan dapat diterbangkan secara rahasia ke Iran untuk mengawasi instalasi nuklir Iran.
Administrasi Keamanan Nuklir Nasional AS juga mengoperasikan sistem Sensitive Compartmented Information (SCI) yang berjuluk “Badai Merah”, komputer dengan performa tinggi yang beroperasi dengan kecepatan 280 teraflop. “Badai Merah” adalah salah satu dari dua belas komputer tercepat di dunia, dan digunakan untuk menjalankan tes simulasi terhadap instalasi nuklir Iran dan Korea Utara. Ia mampu mengevaluasi kualitas informasi intelijen yang disuplai oleh sumber-sumber intelijen tertentu, yang tampaknya tidak selalu dianggap akurat.
Predator kontra-proliferasi nuklir yang diterbangkan oleh Situs Pengujian di Nevada bukanlah satu-satunya “program klandestin” yang beroperasi di gurun Nevada. Program lain, dengan kemungkinan tujuan anti-Iran, yang dipentaskan adalah Tonopah Test Range, yang juga dikenal sebagai “Area 52”, yang berlokasi di sebelah utara Nellis Range Test dan Groom Dry Lake, atau fasilitas yang disebut “Area 51”. Setiap pertanyaan yang diajukan tentang “Area 51” selalu dipenuhi dengan jawaban, “tidak tahu atau rahasia.”
Tak lama setelah aksi brutal itu, sayap teror Jundullah (tentara tuhan) mengaku bertanggung jawab atas ledakan yang telah merenggut lebih daripada 30 nyawa manusia, termasuk di antaranya enam komandan Garda Revolusi, pasukan elit militer Iran. Sejak empat tahun lalu, setidaknya inilah aksi kesembilan yang dilakukan Jundullah, tak terkecuali serangan bom atas iring-iringan kendaraan Presiden Mahmoud Ahmadinejad pada Desember 2005 yang menewaskan seorang pasukan pengawal.
Meski kerap menewaskan warga sipil Sunni dalam aksi-aksinya, Jundullah yang bernama resmi “Gerakan Perlawanan Rakyat Iran” mengklaim membela kepentingan-kepentingan Muslim Sunni di Iran, negeri mayoritas Muslim Syiah. Abdulmalik Rigi, pria kelahiran 1983, kini ditengarai sebagai sang pemimpin. Jundullah melakukan aksi-aksinya dari basis-basis di wilayah pegunungan Balusistan, perbatasan Pakistan-Iran. Kelompok teror ini juga kerap dihubungkan dekat dengan Al-Qaeda.
Pada 25 Februari 2007, koran Inggris, Telegraph, mengungkapkan bahwa keberadaan Jundullah merupakan bagian dari operasi rahasia Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat CIA. Kebijakan berisiko tinggi ini ditujukan untuk menciptakan destabilisasi di Iran dengan cara mendanai kelompok-kelompok etnis minoritas di negara Persia itu. Iran dihuni etnis minoritas Kurdi di barat, Azeri di baratlaut, Ahwazi di baratdaya, dan Balusis di tenggara.
Pengungkapan ini didukung oleh Fred Burton, bekas pejabat desk anti-teror di Departemen Luar Negeri AS yang mengatakan, “Serangan di dalam wilayah Iran berhubungan dengan upaya AS untuk mendukung dan melatih minoritas-minoritas etnis di Iran untuk mendestabilisasi rezim.”
Brian Ross, reporter investigatif peraih penghargaan dari jaringan pemberitaan AS, ABC News, pada 3 April 2007, melaporkan bahwa dukungan dana Washington kepada Jundullah diambil dari “anggaran rahasia” (classified budget) CIA yang tidak mengharuskan adanya pengawasan Kongres. Dana itu kemudian disalurkan melalui pembelot-pembelot Iran yang memiliki koneksi dengan negara-negara Arab.
Selain aksi pemboman dan penculikan, menurut Alexis Debat, pakar terorisme pada Nixon Center dan konsultan ABC News, Jundullah juga terlibat dalam jaringan perdagangan ilegal narkotika. Jaringan ini diduga menjadi “kaki-tangan” aktivitas kantor CIA yang berpusat di Muscat, Oman.
Lebih jauh, seperti dingkapkan jurnalis senior peraih Pulitzer, Seymour Hersh, dalam analisisnya pada The New Yorker edisi 7 Juli 2008, upaya destabilisasi AS atas rezim di Tehran tak hanya melibatkan CIA. Komando Operasi Khusus Gabungan, sebuah detasemen khusus yang dibentuk Pentagon, juga terlibat dalam operasi ini, dan hal ini pada glirannya mengindikasikan adanya persetujuan Kongres.
Menurut Hersh, kelompok-kelompok teror itu mungkin tidak akan menimpakan kesulitan yang berarti terhadap Tehran, tetapi akan berperan lebih besar jika opsi serangan militer atas Iran benar-benar dipilih Israel atau Amerika.
Pada 9 Juni 2009, sebelum menghadapi eksekusi matinya, saudara Abdulmalik Rigi, Abdulhamid Rigi, mengkonfirmasi kepada Press TV tentang laporan bahwa AS berada di balik aksi-aksi kekerasan bersenjata dan pemboman yang dilakukan Jundullah di Iran. Abdulhamid mengatakan bahwa dari tahun 2005 dan seterusnya Malik telah melakukan beberapa pertemuan “rahasia” dengan agen FBI dan CIA di Karachi dan Islamabad.
Sejak lama pemerintah Iran telah menenggarai keterlibatan AS dengan Judullah. Tehran pun mendesak Pakistan untuk membersihkan wilayahnya dari basis-basis kelompok teror yang akan mengganggu hubungan kedua negara.
Entah bagaimana memahaminya, tapi bagi Iran para “tentara tuhan” ini tampak seperti kelompok yang di dukung si “setan besar”.
Dalam politik luar negeri, Israel punya kebiasaan buruk. Rezim Zionis di Tel Aviv kerap dituding terlibat mendukung rezim-rezim bermasalah. Tak terkecuali di Honduras.
Tudingan kali ini tidak main-main. Adalah Presiden terkudeta Manuel Zelaya sendiri, lewat Menlu Patricia Rojas, dan sekutunya Presiden Venezuela Hugo Chavez yang menuduh Israel ikut bermain di air keruh dengan mendukung rezim ilegal junta di Honduras.
Dilaporkan bahwa para loyalis Zelaya berhasil menyita seperangkat alat pengacau sinyal telepon selular yang dipasang di atas atap sebuah bangunan yang bersebelahan dengan gedung Kedutaan Besar Brazil, tempat Zelaya terkepung tanpa listrik dan pasokan air serta makanan. Pengecekkan nomor seri menunjukkan alat tersebut diproduksi Israel. Bangunan yang digunakan adalah milik Yehuda Leitner, pengusaha peralatan komunikasi asal Israel sekaligus deputi ketua organisasi Yahudi di Tegucigalpa.
Sebuah laporan yang disusun Ketua Komite HAM Honduras Andres Pavon juga menyebutkan kehadiran Delta Security, perusahaan keamanan Israel. Tentara-tentara bayaran ini disewa junta pada bulan Juni 2009 untuk melatih aparat keamanan Honduras dalam mengatasi para pengunjuk rasa pro-Zelaya.
Tudingan ini memicu serangan balik. Dan seperti yang sudah diduga, mantra “anti-semit” masih menjadi andalan. Abel Foxman dari Anti-Defamation League, kelompok sayap kanan Amerika pro-Israel, menuding pernyataan Zelaya dan Chavez tentang keterlibatan penasehat keamanan Israel dalam kudeta sebagai telah memicu sentiment “anti-semit” di Honduras.
Namun, fakta berbicara. Seperti dilaporkan CNN dan AFP pada 18 Agustus 2009, junta merilis pernyataan resmi bahwa kepentingan diplomatik Honduras di Argentina akan diwakili Kedutaan Besar Israel di Argentina. Ini terjadi setelah Argentina memulangkan duta besar Honduras yang dinilai mendukung rezim Roberto Micheletti pro-kudeta. Sebagai balasan, junta memutuskan hubungan diplomatik dengan negeri tango tersebut.
Diplomasi quid pro quo antara junta dan Israel terkait Argentina menunjukkan pengakuan de facto Tel Aviv atas junta di Tegucigalpa. Artinya, hanya Israel satu-satunya negara yang menghadiahkan pengakuan bagi junta Micheletti.
Ini bukan kali pertama otoritas di Tel Aviv mendukung rezim-rezim yang tidak memiliki dukungan diplomatik internasional. Sebuah dokumen CIA bertanggal 15 Juni 1979 mengungkapkan dukungan Mossad kepada diktator Chad Hissene Habre yang naik ke tampuk kekuasaan pasca terbunuhnya Presiden Francois Tombalbaye pada 1975. Habre yang terkenal dengan julukan “Pinochet dari Afrika”, kini menjadi pesakitan di pengadilan Senegal setelah terguling pada 1990. Ia menanti vonis atas dakwaan pembantaian ribuan rakyat Chad.
Dokumen CIA lainnya menunjukkan hubungan dekat Israel dengan rezim apartheid Afrika Selatan dan pemerintahan ilegal Rhodesia (sekarang Zimbabwe) yang berhasil digulingkan Patriotic Front di bawah kepemimpinan Robert Mugabe.
Sungut-Sungut Israel lainnya di Amerika Latin:
SEJARAH SIHIR
Sihir telah difirmankan oleh Allah s.w.t. di dalam kitab suci Al Quran di mana ia wujud sejak zaman Nabi Musa a.s. Sihir juga ada diriwayatkan di zaman Nabi s.a.w.
ADAKAH NABI PERNAH TERKENA SIHIR
Persoalan ini telah menjadi pertikaian para ulama Islam. Maka dalam hal ini kita merujuk kepada Hadis Sahih riwayat Bukhari dan Muslim yang bermaksud:
Dari Aisyah: “Nabi pernah disihirkan sehinggalah Baginda menyangkakan bahawa ia telah mendatangi mereka (isteri-isteri) sedangkan ia tidak mendatangi mereka”
(Bukhari dan Muslim)
Ulama-ulama yang menafikan hal ini memberi alasan bahawa ini merupakan sesuatuyang mengaibkan martabat Ar-Rasul s.a.w., akan tetapi menurut Qadhi Iyadh, katanya”(kejadian sihir) ini tidak mencacatkan kebenaran Baginda kerana telah jimak bahawaNabi dipelihara dari sudut itu. Cuma yang berlaku hanyalah di bidang yang harusberlaku di atasnya, di bidang duniawi semata-mata”.Juga Qadhi “Iyadh menegaskan: “Dan sihir adalah merupakan satu daripada penyakitpenyakit”.
Dengan ini jelas bahawa adalah tidak mustahil bagi seseorang itu ditimpa penyakit yang disebabkan oleh sihir, akan tetapi hendaklah diingat bahawa ia berlaku atas keizinan Allah s.w.t. Sihir adalah sejenis ilmu yang dikuasai oleh golongan jin dan syaitan. Oleh itu bagi manusia yang mengamalkan ilmu bererti mereka akan memperalatkan dan bekerjasamadengan syaitan bagi tujuan-tujuan tersebut
TANDA-TANDA TERKENA SIHIR
Tanda-tanda gejala sihir begitu banyak, antaranya:-
1.Seseorang yang baru berkahwin tidak mempunyai nafsu terhadap isterinya.
2.Seseorang itu merasa kadangkala terlalu panas dan kadangkala terlalu sejuk sehingga ia sanggup ” meminum air yang mendidih.
3.Suami dan isteri yang tiba-tiba sahaja merasa tidak aman, benci-membenci antara satu dengan lain walaupun sebelumnya mereka sangat berkasih-sayang.
4.Kebiasaannya gejala penyakit yang disebabkan oleh sihir lebih menonjol sewaktu senja.
5.Juga banyak dari penyakit-penyakit baik fizikal atau kejiwaan yang tidak dapat disahkan puncanya oleh doctor-doktor yang pakar.
CARA MENGHADAPI SIHIR
Orang-orang yang beriman dengan Allah mempunyai banyak kelebihan di dalam menghadapi sihir. Pertamanya mereka mempunyai tempat pergantungan dan tempat berlindung yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa iaitu Allah “Azza Wajalla. Imam Ibnu Qaiyim telah berkata, “Ubat yang paling bermanfaat untuk penyakit sihir ialah Al Adahihiyah Al Ailahiyah (penawar Ketuhanan) iaitu dengan banyak berzikir, membaca Al-Quran dan berdoa.
Seseorang yang beriman itu menganggap bahawa sihir yang menimpanya sebagai satu ujian dari Allah. Sekiranya ia melalui ujian ini dengan cara yang betul sepertimana yang dikehendaki oleh Allah maka Insya Allah bertambahlah imannya. Kaifiat penghadang sihir ini seperti yang diamalkan oleh Rasulullah s.a.w. telahpun dijelaskan di dalam tajuk Tibb Nabawi.
Orang-orang yang beriman hendaklah meyakini bahawa kuasa Allah s.w.t. mengatasi segala-galanya baik yang ada di langit mahupun yang ada di bumi dan bahawa interaksi dengan Ayat-Ayat Allah (Al-Quran) itu sebesar-besar penawar; oleh itu mereka tidak perlu berubat dengan cara-cara yang memudaratkan aqidah seseorang seperti dengan berlindung dengan jin dan syaitan melalui perantaraan bomoh atau dukun dan jin-jin
yang tidak beramal dengan petunjuk Allah s.w.t.
Imam As Syafie mengharuskan penggunaan jin (Jin Islam-pen) di dalam perkara melawan sihir sahaja. Manakala Imam Hanafi, Hambali dan Maliki tidak mengharuskannya sama sekali. Oleh yang demikian kita dapati di Nusantara Melayu yang rata-rata bermazhab Syafie ramai sekali kedapatan amalan ini. Akan tetapi perlu diingatkan seperti yang dijelaskan dalam tajuk yang terdahulu (Masalah Berubat Dengan Perantaraan Jin), terdapat bahaya-bahaya yang banyak terutama bagi mereka yang jahil apabila meminta pertolongan dengan jin seperti pandangan Syeikhul Islam Ibnu
Taymiyah.
RASUKAN
Satu lagi cirri-ciri sihir ini ialah yang menyebabkan si penghidap dirasuk oleh satu kuasa hingga tidak sedarkan diri, mungkin menjerit-jerit, meronta-ronta dan lain-lain. Kuasa di sebalik kejadian itu ialah daripada golongan jin dan syaitan. Imam At-Tabrani telah meriwayatkan hadis dengan asnad yang Hassan bahawa Nabi s.a.w. bersabda yang maksudnya:
“Jin itu tiga golongan, satu golongan yang mempunyai sayap yang boleh terbang di angkasa, satu golongan berupa ular dan satu lagi golongan yang bertempat dan berpindah”.
Di dalam Al-Quran juga disebut jin dalam bangsa-bangsa yang disebut jin, ifrit dan syaitan. Bangsa-bangsa jin yang memegang peranan penting itu amatlah banyak, antaranya:-
1. Iblis - bapa segala jin
2. As Syaitan - syaitan
3. Al Muraddah - peragu (pewas-was)
4. Al Afariit - Ifrit (penipu-penipu)
5. Al A”wan - penolong-penolong (khadam)
6. Al-Ghawasuum- penyelam-penyelam
7. Atthiaruun - penerbang-penerbang
8. Attawabi” - pengikut-pengikut
9. Al Qarna” - pengawan-pengawan
10. Al “Ammar - pemaa”mur-pemaa”mur
PENGALAMAN MUJAHIDIN AFGHAN
Diriwayatkan dalam kisah perjuangan Muhahidin Afghan bahawa pernah berlaku salah Seorang daripada Mujahidin telah dirasuki jin. Kemudian sahabat-sahabatnya telah Membacakan ayat-ayat suci Al-Quran kepada sahabat mereka yang sedang dirasuk itu. Akan tetapi bahawa jin yang merasuknya menjawab bahawa ia juga beragama Islam dan bahawa ayat-ayat Al Quran itu tidak akan memberi kesan apa-apa kepadanya. Maka apabila tiba Amir Muhahidin yang lebih arif, beliau lalu melaungkan azan dan seketika itu juga jin tadi telah gentar dan mengaku kesalahannya. Barulah jin itu menjawab ia sebenarnya beragama Nasrani dan bahawa ia adalah salah seorang daripda 5,000 jin yang dihantar oleh Pope untuk merosakkan bumi Mesir dan memporak-perandakan hubungan suami isteri. (Sejauh mana benar dakwaan jin ini wallahu”alam).
Dari peristiwa ini dapat diambil kesimpulan bahawa tindakan yang paling berkesan terhadap mereka yang dirasuki jin kafir ialah dengan melaungkan azan.
Mengenalpasti Secara Mudah dan Pantas
Kebanyakkan pesakit tertanya-tanya samada benarkah mereka menghadapi gangguan jin atau sihir. Justeru itu, tokoh-tokoh perawat Islam menyarankan adalah lebih baik pesakit mendapat pandangan doktor terlebih dahulu untu
Bagaimanapun pemeriksaan dan analisa oleh pihak doktor dengan cara makmal (ujian darah, scan MRI, scan CT, X-Ray) mengambil masa, dan adakala perlu untuk pesakit mengenalpasti dengan cepat terutama untuk kes seperti penyakit kanser yang agresif. Selain itu, keluarga pesakit takut mendapat malu sekiranya diketahui jiran-jiran bahawa ahli keluarga ditimpa gangguan jin/sihir.
Disini, kami sajikan cara mudah yang dapat dilakukan sendiri oleh pesakit sendiri atau dibantu oleh ahli keluarga pesakit. Pesakit tidak lagi perlu untuk ”menengok” dengan bomoh-bomoh, ataupun di”scan-scan” oleh ”ustaz-ustaz” yang sebenarnya adalah amalan telek. Dosa mendatangi tukang telek mengakibatkan pesakit kehilangan amalan selama 40 hari, manakala hukum mempercayai tukang telek adalah pesakit terkeluar dari agama Islam.
1.2 Masa Yang Sesuai Untuk Kita Mengenalpasti
Pembaca disarankan melakukan tekni
| Keadaan Di Hadapi Pesakit | Contoh-Contoh |
| Menyemak kemajuan rawatan | · Setelah dikatakan bersih atau pulih oleh perawat
|
| Doktor tidak dapat memberi pandangan yang yakin | · Bengkak pada pesakit berubah-ubah kedudukan sehingga pesakit sering ditukar wad · Penyakit dikatakan termasuk senarai penyakit ganjil (rare disease) · Penyakit berulang walaupun sebelumnya pesakit telah berjaya dipulihkan
|
| Terjumpa atau terpegang peralatan sihir | · Terpegang katak kering berwarna hitam yang diletakkan di bawah alas kaki di pintu masuk Bilik Mesyuarat Utama semasa tender · Membersihkan keris pusaka atau barang-barang lama · Membuka pintu/pagar rumah dan didapati ada kesan titik-titik kapur warna putih, atau darah ayam warna merah yang tidak diketahui puncanya · Pasir bertaburan didepan pintu rumah atau di atas meja di pejabat · Terjumpa botol kecil mengandungi cecair diselitkan dicelah pasu bunga di depan rumah
|
| Memegang atau dipegang orang-orang yang disyaki didampingi jin | · Terasa meremang semasa mengurut orang · Diurut oleh tukang urut yang disyaki didampingi jin · Bersalam dengan orang-orang yang disyaki didampingi jin · Terlibat dalam rawatan kes gangguan samada memegang pesakit merasuk atau membantu perawat
|
| Melalui kawasan-kawasan keras atau anker | · Melalui rumah-rumah tinggal pada waktu malam · Melalui kawasan-kawasan kubur · Melalui kawasan-kawasan kuil atau berhala |
1.3 Ayat2 Mudah Dalam Set Ujian Mengenalpasti
Berdasarkan pengamalan penulis yang terhad, ayat-ayat muqata’at dari Al-Quran didapati mampu mengeluarkan tindakbalas dari jin gangguan / sihir yang mendampingi atau memasuki badan pesakit. Untu
1.3.1 Teknik Ujian
Cara ujian adalah mudah:
(a) Ambil kadar degupan jantung sipesakit
(b) Pesakit baca ayat-ayat di Set 1 (atau pesakit dibacakan ayat2 tersebut)
(c) Henti dan ambil kadar degupan jantung si-pesakit
(d) Sekiranya tiada tindakbalas, pesakit baca ayat-ayat di Set 2 (atau pesakit dibacakan ayat2 tersebut)
(e) Henti dan ambil kadar degupan jantung si-pesakit
(f) Perhatikan kesan-kesan lain pada pesakit seperti:
· sendawa,
· batuk-batuk, atau
· rasa benda bergerak di kulit atau di dalam badan
1.3.2 Set 1
Baca ayat-ayat berikut (dalam bentuk Rumi) TUJUH kali sahaja. Perhatikan sesetengah huruf seperti KAF, ’AIN, SOT, MIM, SIN dan QAF perlu dilamakan bunyinya selama 6 saat (atau 6 harkat).
| KAFFFFFF HA YA ’AINNNNNN SOTTTTTT | dari Surah Maryam, Ayat 1 |
| HA MIMMMMMM | dari Surah 42 AsSyura, Ayat 1 |
| ’AINNNNNN SINNNNNN QAFFFFFF | dari Surah 42 AsSyura, Ayat 2 |
1.3.3 Set 2
Sekiranya tiada kesan pada bacaan Set 1, teruskan bacaan Set 2.
Baca ayat-ayat berikut (dalam bentuk Rumi) TUJUH kali sahaja. Perhatikan sesetengah huruf seperti SIN, MIM, NUN perlu dilamakan bunyinya selama 6 saat (atau 6 harkat).
| THO HA | dari Surah TaHa, Ayat 1 |
| THO SINNNNNN | dari Surah AnNaml, Ayat 1 |
| THO SINNNNNN MIMMMMMM | dari Surah 26 AsShu’ara, Ayat 1 |
| YA SINNNNNN | dari Surah Yasin, Ayat 1 |
| NUNNNNNNN |