SBY: Saya mencintai AS dengan semua kesalahannya [what a true love!!!]

Dalam sebuah artikel yang pernah diterbitkan International Herald Tribune, 8 Agustus 2003, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang kala itu menjabat Menkopolkam, dikutip berkata, I love the United States, with all its faults. I consider it my second country."["mungkin maksudnya in spite of all its faults, tetapi apa pun konteksnya ekspresi berlebihan ini tak sepantasnya keluar dari mulut seorang SBY]

Artikel tersebut ditulis oleh Stanley A. Weiss, mantan CEO American Premier, Inc., sebuah korporasi pertambangan dan mineral, dan juga pendiri Bussiness Executives for National Security (BENS), tempat kongkow para CEO yang berupaya mengoptimalisasi bisnis untuk kepentingan keamanan nasional AS.

Dalam artikel itu, Weiss di antaranya mendorong pemerintah AS untuk kembali mengaktifkan program International Military and Educational Training (IMET) untuk perwira-perwira militer Indonesia guna meningkatkan pengaruh AS di negeri berpenduduk Muslim terbesar di dunia ini.

Barak ancam rakyat Lebanon: jangan pilih Hizbullah!!!

Al-Manar

27/05/2009 Kecemasan Israel terhadap kemenangan Hizbullah dalam pemilu legislatif yang akan datang benar-benar semakin memuncak ketika Menhan Israel Ehud Barak memperingatkan rakyat Lebanon tentang konsekuensi dari memilih Hizbullah dan Kepala Staf AD Gabi Ashkenazi mengatakan bahwa ada kemungkinan Lebanon "akan jatuh ke tangan kaum radikal."

Barak berkata kepada para reporter di Tel Aviv bahwa intelijen Israel mengantisipasi menguatnya kekuasaan Hizbullah setelah pemilu 7 Juni. "Kini Hizbullah menguasai sekitar sepertiga dari kursi kabinet. Jika Hizbullah memenangi pemilu dengan margin yang besar, Lebanon akan berhadapan dengan kedigdayaan militer Israel lebih daripada sebelumnya," demikian ancam Barak jelang kunjungannya ke Washington.

Kemenangan Hizbullah akan memberi kami kebebasan bergerak yang tidak kami miliki pada Juli 2006,” klaim Barak...."

Inilah "manusia" pembunuh Count Folke Bernadotte

Teroris Israel

BRIAN CLOUGHLEY
CounterPunch


....Pada 21 Mei Daily Telegraph menurunkan sebuah obituari tentang seorang manusia – bukan, bukan seorang manusia: tapi sebuah gumpalan daging yang menjijikkan dari bangkai yang sudah terkontaminasi – yang dipanggil Yehoshua Zettler (mati pada 20 Mei 2009 setelah 91 tahun hidup penuh darah)....adalah dia yang merencanakan dan mengomandani pembunuhan mediato PBB Count Folke Bernadotte pada 17 September 1948. Bernadotte, anggota keluarga kerajaan Swedia, diutus ke Timur Tengah oleh PBB untuk memediasi antara Israel dan Arab soal masa depan Palestina...

Zettler orang fanatik, pembunuh lahir-batin, yang setelah aksi kriminalnya yang menjijikkan itu hidup tenang dan makmur di Israel, dihormati dan dikagumi oleh orang-orang Israel dan banyak pengagumnya di AS. Dialah salah satu dan paling awal dari teroris-teroris era baru yang paling sukses. Pada kenyataannya, dia telah mempromosikan terorisme zaman modern dan dihormati berkat aksi pembunuhannya. Prestasi yang luar biasa.

Obituari itu mencatat bahwa “Zettler tidak pernah menyesali perannya dalam pembunuhan itu [dan berkata] “Ketika kami berkata di hadapannya [Bernadotte], ‘Enyahlah dari Yerusalem kami, dan pulanglah ke Stockholm’, dia tidak menanggapi. Jadi kami tidak memiliki pilihan lain”. Zettler tidak memiliki "pilihan" kecuali membunuh orang dengan tugas yang mulia....

Kemudian Zettler berandil pula dalam sebuah pembantaian di desa Deir Yassin, tepat di sisi luar Yerusalem. Kebengisan ini, dimana lebih daripada 100 warga Arab tak bersenjata dibantai oleh anggota-anggota Stern Gang dan the Irgun Gang, yang dipimpin oleh Menachem Begin (yang kemudian menjadi PM), tidak pernah mendapatkan kecaman seperti yang pasti akan diterima jika orang-orang Arab melakukan hal yang sama.

Seorang saksi mata Israel menyatakan bahwat “[Para pembantai memilih] untuk membunuh setiap orang yang mereka temui seakan-akan setiap yang hidup di desa itu adalah musuh dan mereka hanya dapat berpikir ‘kill them all.’.....Dan salah seorang pembantai, Ben Zion-Cohen dari Irgun gang, dengan enteng menyatakan “Kami menghabisi setiap Arab yang kami lalui.”....

Brutalitas pembantaian Zettler di Deir Yassin terlalu mirip dengan aksi-aksi teror yang dilakukan selama invasi dan penghancuran Gaza 5 bulan silam....

Itu semua menunjukkan bahwa Israel tidak berubah dalam 60 tahun ini. Si psikopat Netanyahu, PM anyar Israel, telah menegaskan akan melanjutkan pembangunan pemukiman-pemukiman baru yang ilegal, yang pada gilirannya melanggar resolusi-resolusi PBB.

Dan AS akan terus mendukungnya, bom-bom nuklir, dan segala sesuatunya...

Israel Cabuti 250 pohon zaitun milik warga Arab di Negev

[Hanya Nazi Abad ke-21 yang mampul melakukan hal-hal mengerikan semacam ini]


Pihak berwenang Israel kemudian memuati pohon-pohon yang sudah dicabuti hingga ke akar-akarnya itu ke dalam truk-truk dan membawa pergi semuanya.

Tindakan jahat ini adalah salah satu dari sekian banyak pelanggaran HAM yang terus dilakukan Israel terhadap warga Arab yang menghuni desa-desa marginal (alias tak diakui pemerintah Nazi-Zionis) di Negev.

Pelanggaran semacam ini semakin mengancam keberadaan warga Arab di wilayah tersebut karena pada saat yang sama Israel juga terus membuldozer rumah-rumah mereka dan mengusir para penduduk desa.

Ditambahkan pula, bahwa sementara tindakan-tindakan ilegal itu terus dilakukan terhadap warga Arab di Negev, pemerintah Nazi-Zionis juga terus membangun area-area yang khusus diperuntukkan bagi Yahudi [sudah bergaya Nazi, Apartheid pula].