Demi Tuhan, biarkan mereka bersedih

Gilad Atzmon

Palestine Think Tank

Sebagai bagian dari kampanye rasis mereka terhadap penduduk asli Palestina,
legislator Israel kini bersikeras menjadikan peringatan Nakba sebagai kegiatan ilegal...Menarik, sebuah negara Yahudi yang menetapkan raison d'ĂȘtre-nya pada memori penderitaan Yahudi sedang berupaya melarang bangsa Palestina melakukan hal yang sama dengan penderitaan mereka sendiri....

Profesor Gavison mengakhiri artikelnya dengan menyatakan, “mengingkari masa lalu tidaklah pantas, tetapi gagal mengambil tanggung jawab atasnya juga tidak bisa diterima. Kita harus tiba pada solusi yang mengakui hak Yahudi untuk menentukan nasib mereka sendiri di tanah air mereka.” Saya sangat mengharapkan profesor "Zionis-humanis" ini membuka mata kita sehingga kita kali ini mengerti untuk selamanya apa
yang membuat Yahudi berhak menentukan nasib mereka sendiri di atas penderitaan orang lain. Sekali kita mengerti itu, maka kita akan cukup dewasa untuk membiarkan Profesor Gavison atau "Zionis-humanis" lainnya memberi kita pencerahan sehingga kita memahami apa yang membuat Palestina bisa dijadikan sebagai tanah air yang sah bagi Yahudi.

Membaca Gavison sekali lagi memperlihatkan suatu kebenaran yang mengerikan, yakni bahwa
pemikiran Zionisme dan Yahudi liberal sangat sedikit berhubungan dengan humanisme, etika, atau universalisme. Kalaupun ada, maka itu adalah bahwa Zionisme dan humanisme adalah konsep-konsep yang bertentangan karena alasan yang sederhana: Zionisme adalah sebuah filosofi rasial yang berorientasi kesukuan sementara humanisme bertujuan universal.

Langgar aturan, Perancis jual senjata ke Israel

By David Cronin

BRUSSELS, May 29 (IPS) - Penjualan senjata Perancis ke Israel "benar-benar bertentangan" dengan aturan Uni Eropa terkait industri pertahanan, demikian diungkap seorang penulis sebuah penelitian.

Antara 2003 dan 2007, Perancis mengeluarkan lisensi bernilai lebih daripada 446 juta euro (623 juta dollar) untuk ekspor persenjataan ke Israel. Ini menjadikan Perancis sebagai pensuplai terbesar senjata ke Israel di Uni Eropa..."


Mata-mata, dusta, dan kematian Tuan Lebanon

Rannie Amiri

Palestine Chronicle

...
Saling keterpengaruhan di antara peristiwa-peristiwa yang disebutkan di atas – pengungkapan jangkauan dari jaringan mata-mata Israel di Lebanon, yang diikuti oleh publikasi artikel Der Spiegel 2 minggu sebelum pemilu krusial yang menuding Hizbullah memerintahkan pembunuhan Hariri - bukanlah suatu kebetulan.

Jadi bagaimana semua itu saling berhubungan satu sama lain?

Hasan Nasrallah menyatakan hal itu secara terus terang:

Israel sedang bertindak mendahului sebelum ditemukan bahwa jaringan mata-mata mereka terlibat dalam pembunuhan-pembunuhan di Lebanon.”

Apakah informasi yang diberikan Israel kepada media berkala Jerman yang bersahabat itu ditujukan untuk memicu ketegangan antara Sunni-Syiah jelang pemilu bulan Juni ataukah untuk mengalihkan perhatian dari terbongkarnya jaringan spionase, dan untuk mengaburkan peran Israel dalam pembunuhan Hariri (yang dapat terungkap dari tertangkapnya mata-mata Israel)?...


Perpecahan serta destabilisasi di Lebanon jelas bekerja untuk keuntungan Israel
, dan memicu kekisruhan politik serta kekacauan sipil selalu menjadi modus operandinya. Pada kenyataannya, akibat dari pembunuhan Hariri nyaris memicu kembali perang sipil (di Lebanon).

Apabila Israel terlibat dalam kematian Hariri, semua faksi politik Lebanon...akan langsung bersatu melawan mereka..."

Cinta Rupiah dan Kekayaan Capres/Cawapres

Nusantara News

Salah satu bentuk cinta produk dalam negeri tentunya adalah menyimpan semua aset dan kekayaan dalam mata uang Indonesia sendiri, yakni Rupiah. Bukan menyimpan harta dalam bentuk dollar Amerika, Euro Eropa atau Yen Jepang. Kondisi ini berbeda jika dollar digunakan hanya sebagai transaksi perdagangan komoditas atau kepemilikan saham luar negeri.

Mari kita lihat Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) para Capres/Cawapres 2009-2014 [
kompas].

No

Capres/Cawapres

Nilai Kekayaan

% Kekayaan dalam US$

Miliar Rp Ribu US$

1

Prabowo Subianto

1579 miliar

7500 ribu

4.8%

2

Jusuf Kalla

314 miliar

25.7 ribu

0.1%

2

Megawati Soekarnoputri

256 miliar

0

0.0%

3

Wiranto

81.7miliar

378 ribu

4.6%

5

Boediono

22 miliar

15 ribu

0.7%

6

Susilo Bambang Yudhoyono

6.8 miliar

246 ribu

27.5%

  • Data tersebut saya olah dengan pembulatan nilai kekayaan
  • Kurs yang saya gunakan adalah Rp 10.500 per dolar AS
  • % kekayaan dalam US% menunjukkan rasio perbandingan kekayaan capres/cawapres dalam dollar terhadap total kekayaannya.
  • Dari tabel diatas, maka ada beberapa data yang perlu kita analisis:

    • Urutan kekayaan terbesar dalam bentuk US$ : Prabowo, Wiranto, SBY, Jusuf Kalla, Boediono, Megawati.
    • Rasio kekayaan dalam US$ : SBY, Prabowo, Wiranto, Boediono, Jusuf Kalla, Megawati.
    • Prabowo dan Jusuf Kalla merupakan pengusaha (mantan). Prabowo memiliki bisnis di luar negeri sehingga mungkin kekayaanya dalam bentuk dolar. Sedangkan suami Mega dan istri Wiranto juga terjun dalam dunia bisnis. SBY dan Boediono hanya seorang birokrat nan pengusaha. Sehingga timbul pertanyaan mengapa SBY menyimpan 27.5% kekayaaan dalam bentuk dollar US$?
    • Mengapa Megawati tidak menyimpan kekayaannya dalam bentuk rupiah dollar?
    • Mengapa SBY, Wiranto dan Prabowo (sama-sama Jenderal berbintang) memiliki kekayaan yang begitu besar dalam bentuk dollar? Untuk apakah dollar? Apa untuk bisnis luar negeri, lebih bangga (cinta/love) memiliki kekaayaan dalam bentuk dollar atau jangan-jangan untuk spekulasi.

    Semestinya seorang pemimpin memberi contoh sikap nasionalisme kepada rakyatnya dalam berbagai aspek. Dari penggunaan produk dalam negeri (Aku Cinta Produk Indoneia), menggunakan tenaga/perusahaan dalam negeri untuk mengelola pertambangan, perminyakan, industri strategis, hingga “Aku Cinta Rupiah”… Dari fakta dan perbuatan, kita tahu apakah kampanye capres/cawapres hanya “jargon semata” bahwa ia seorang nasionalis atau pencinta asing(Amerika)… Silahkan mencari data dan fakta yang lebih detil, dan jangan tertipu iklan dan jargon titik

    Foto-foto tentara AS yang melakukan pemerkosaan di Irak

    Press TV

    Foto-foto baru yang diperoleh Press TV mengungkapkan dugaan kekerasan seksual dan pemerkosaan terhadap para tahanan Irak oleh para serdadu AS di pusat penahanan Abu Ghraib.

    Gambar-gambar itu memperlihatkan para serdadu AS yang sedang memperkosa dan menistakan para tahanan Irak secara seksual.

    Wayne Madsen, jurnalis investigatif dari Washington, mengatakan kepada Press TV bahwa terdapat banyak informasi mengenai foto-foto tersebut.


    "Itulah yang sesungguhnya terjadi di Abu Ghraib dan bahwa informasi itu datang kepada saya dari banyak sumber informasi yang berbeda-beda, sebagian di antaranya dari mereka yang pernah ditempatkan di Abu Ghraib pada saat itu," demikian menurut Madsen.

    Madsen menambahkan bahwa informasi yang mengatakan bahwa foto-foto tersebut adalah palsu datang dari media-media neokonservatif.

    Untuk mengklarifikasi persoalan ini, Madsen mengatakan ketika sebagian dari foto-foto itu pertama kali dimunculkan secara acak oleh Boston Globe pada 2004, suratkabar itu segera diserang oleh propaganda neokonservatif..."

    Foto-foto penistaan Abu Ghraib menunjukkan adanya "pemerkosaan"

    Foto-foto dugaan penistaan tahanan yang berupaya ditutupi oleh Presiden Barack Obama meliputi gambar-gambar yang memperlihatkan pemerkosaan dan penistaan seksual.

    The Telegraph


    Setidaknya satu foto menunjukkan seorang tentara AS tampak sedang memperkosa seorang tahanan perempuan sedangkan yang lain dilaporkan menunjukkan seorang penerjemah militer pria sedang memperkosa tahanan pria.


    Foto-foto lainnya dikatakan menggambarkan kekerasan-kekerasan seksual terhadap para tahanan dengan menggunakan benda-benda seperti tongkat, kabel, dan tabung fosfor.

    Yang lainnya terlihat menunjukkan .seorang tahanan perempuan yang dipaksa melepaskan pakaiannya hingga bagian dadanya terbuka.

    Magnet dan besi berani


    Magnet atau disebut besi berani memiliki daya tolak menolak dan tarik menarik yang kadang-kadang membuatkan kita kagum. Merenung keajaiban dan misteri di sebalik besi yang pelik itu. Walaupun kewujudan magnet telah berabad tahun disedari, namun keistimewaannya menjadikannya cukup unik dan misteri bagi mereka-mereka yang selalu berfikir.

    Tanpa disedari, kita menggunakan bahan-bahan yang memiliki sifat magnetik, memiliki daya tarik menarik dan daya tolak menolak jika didekatkan di antara kutub-kutub mereka. Yang menarik adalah bagaimana hal itu boleh terjadi. Kadang-kadang pertanyaan ini muncul di benak pemikiran kita. Cuba bayangkan jika anak kita, atau saudara kita bertanya tentang itu?? Tentunya dengan mudah kita menjawab ‘”Memang begitulah … itu sudah sifatnya !!, mengapa tanya soalan-soalan begitu, kalau dijelaskan susah nak faham!! “. Itu mungkin sebagian jawapan kita sebagai orang yang dianggap lebih mengetahui. Tapi ada hal yang lebih menarik dari pertanyaan itu, iaitu daya pemikiran kritis seseorang kadang-kadang muncul akibat dari sesuatu yang terjadi. Kejadian yang susah difahami yang kita fikirkan kadang-kadang menjadikan kita sehebat Newton. Lihat sejarah newton, yang dalam dakwaan beliau idea itu datang dari gugurnya sebuah epal, atau Archimides yang diilhami dari ketakutannya pada raja untuk menentukan ketulenan mahkota diraja.

    Sadar atau tidak sadar kita berada dalam dunia yang penuh dengan fenomena yang belum tersingkap, dan tuhan memberikan kebebasan pada kita untuk menyingkap misteri itu. Penelitian tentang bahan yang menarik ini telah dimulakan sejak awal abad ke-20. Usaha dan kerja keras para ilmuwan akhirnya berhasil pada tahun 1982 ilmuwan dari Jepun menemukan material baru bahan magnet yang memiliki daya tarik yang cukup kuat, iaitu bahan berunsurkan logam tanah jarang. Yang menjadi pertanyaan untuk kita adalah mengapa bahan ini memiliki daya tarik satu sama lain?


    Daya tarik menarik ini diakibatkan oleh medan magnet, menghasilkan medan magnet. Ada berbagai cara diantara dihasilkan ketika muatan listrik yang bergerak. Hal ini terjadi ketika arus mengalir pada sebuah konduktor, pertama kali diamati oleh Oersted pada tahun 1819. Medan magnet juga dapat dihasilkan dari magnet tetap. Pada ketika ini tidak ada arus yang mengalir, akan tetapi gerak orbital dan spin elektron ( dinamakan “Amperican currents”) bahan magnet tetap yang telah melalui proses magnetisasi terlebih dahulu dengan menggunakan medan magnet luar.

    Pertama yang harus diketahui adalah mengapa campuran ini memiliki sifat magnet. Misalnya kita sebut bahan magnet yang terkenal berunsur NdFeB, variasi kandungan dari setiap unsur mempengaruhi sifat bahan tersebut, baik dari kekuatan materialnya maupun daya tarik dari bahan magnet tersebut. Daya tarik ini dipengaruhi oleh ukuran-ukuran butiran pada bahan yang terbentuk. Ukuran-ukuran butiran yang terbentuk ini tergantung pada proses pertumbuhan kristal yang terjadi ketika pembuatan material. Penelitian akhir-akhir ini diperoleh bahwa semakin kecil butiran yang terbentuk pada material (nano composite) maka semakin besar kekuatan magnet untuk menarik atau menolak (medan magnet remanen), hal ini terjadi diprediksikan kerana adanya interaksi lain antara butiran..

    Setelah bahan magnet terbentuk dengan ukuran butiran dan struktur kristal tertentu kemudian dilakukan proses magnetisasi, yaitu memberikan medan magnet luar agar memiliki medan magnet sendiri. Hal ini harus kita ketahui bahwa pada saat bahan magnet terbentuk menjadi kristal itu belum memiliki daya tarik terhadap logam. Setelah diberi medan magnet luar bahan baru akan memilki medan magnet , cara pemberian medan magnet ini dilakukan secara perlahan-lahan sehingga nilai tertentu (saturasi), kemudian diturunkan perlahan sampai suatu nilai saturasi dengan arah medan magnet yang berlawanan, setelah itu diturunkan pada akhirnya, bahan akan memiliki daya tarik pada logam.

    Aplikasi bahan magnet ini sangat besar peranannya dalam dunia industri, hampir semua barang-barang elektronik menggunakan bahan magnet. Negara Indonesia yang memiliki kekayaan alam yang cukup besar masih mengimpor bahan-bahan magnet tetap kepada negara asing.

    Bidang industri, misalnya pada sebuah kenderaan lebih dari sepuluh komponennya menggunakan bahan magnet, kita ambil contoh bahan-bahan magnet yang digunakan pada kendaraan misalnya starter motor, alternator, engineeexhaust brake actuator dan engine shut down alternator, windows wippers, winsscreen wipers, windscreen washers, Air blower fan , Electric Horn dan lain sebagainya. Selain itu bahan magnet juga banyak digunakan untuk spindle motor (CD-ROM), steper motor ( VCR, Printer) dan jenis brush motor ( automotive, small appliance). Contoh di atas adalah hanya sebagian kecil dari penggunaan bahan-bahan magnet.

    Berbagai bahan magnet telah banyak di hasilkan terutama bahan magnet SmCo,NdFeB, bahan Yttrium Iron Garnet (YIG, Y3-2xCa2xFe5-x-yInyVxO12), bahan (Sm,R)Mn2Ge2 dan bahan-bahan lainya. Selain itu ada jenis bahan yang menunjukan gejala megnetostriksi, ditandai dengan terjadinya perubahan dimensi akibat adanya pengaruh medan magnet luar, bahan-bahan ini disebut bahan magnetostriktif, salah satu bahan yang terkenal untuk kumpulan ini adalah Terfenol-D. Bahan-bahan ini adalah bahan-bahan magnet tetap dan memiliki sifat megnet pada suhu ruang. Selain bahan-bahan yang memiliki sifat magnet pada suhu ruang ada juga bahan-bahan yang diteliti pada suhu rendah kurang dari 10 Kelvin. Salah satunya adalah bahan yang diteliti oleh keluarga ABX3. misalnya yang diteliti di Lab ESR jurusan Fizik FMIPA UI yaitu NH4CuCl3, bahan ini memiliki fenomena-fenomena yang menarik, tidak mampu dijelaskan secara makroskopik, tapi lebih tepat dijelaskan dengan pendekatan interaksi mikroskopik ( Quantum spin system). Penelitian pada bidang ini terus berkembang ditandai dengan penemuan bahan-bahan alternatif pengganti bahan magnet sebelumnya dengan segala keunggulan dan kekurangannya.

    Walau apapun bahan yang membina sesebuah magnet, ia adalah ilham dari kewujudan medan magnet bumi. Manusia cuma meniru apa yang telah mereka kaji. Sesungguhnya Allah SWT itu Maha Mencipta segala apa yang Dia telah ciptakan...

    Sumber : http://teguhinside.blogspot.com

    Kisah Siti Khoiyaroh

    Hotman M Siahaan

    Kompas, 1 Juni 2009

    A very good article

    Gedebuk! Tangis melengking Siti Khoiyaroh (4 tahun) terasa menyayat. Tubuhnya terempas ke aspal. Rombong bakso ibunya, Sumariah, jatuh terjungkal.

    Tubuh mungil Siti melepuh tersiram kuah bakso mendidih dan bara arang. Sementara tubuh Sumariah tertahan jambakan tangan kasar petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya. Tangis Sumariah dan Mat Naki, suaminya, menjadi-jadi setelah menanti selama delapan hari, si mungil kesayangannya mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Dr Soetomo, Surabaya.

    Nasib naas juga menimpa seorang pekerja seks komersial (PSK) di Tangerang. Takut dikejar petugas Satpol PP, ia menceburkan diri ke sungai, menyelamatkan diri. Perempuan malang ini tewas tenggelam.

    Kekerasan negara

    Itulah sejumput kecil deretan nasib rakyat miskin yang tersingkirkan dari jalanan kota di seantero negeri. Berbagai kekerasan negara terhadap kaum marjinal—rakyat yang melata mempertahankan hidupnya, yang tidak tahu pasti apa yang bisa dimakan esok—terus terjadi.

    Khoiyaroh, si mungil yang melata di jalanan kota bersama ibunya mencari sesuap nasi, harus terenggut nyawanya akibat kekerasan negara melalui tindakan Satpol PP atas nama penertiban perda terhadap pedagang kaki lima yang dikategorikan liar, mengganggu keindahan kota. Begitu pula nasib malang sang PSK.

    Tindak kekerasan Satpol PP Kota Surabaya bukan hanya terhadap Khoiyaroh. Belum lama ini, istri seorang jurnalis sebuah surat kabar di Surabaya mengalami naas, terkena operasi penertiban kartu tanda penduduk (KTP). Sang istri wartawan didapati tidak membawa KTP. Tanpa ampun, dia diangkut ke Kantor Satpol, dituduh sebagai PSK yang sedang mencari mangsa.

    Sang suami pun mencak-mencak. Penjelasan bahwa perempuan itu istrinya dengan bukti KTP yang beralamat sama tidak digubris petugas Satpol PP. Bisa dibayangkan aib yang suami-istri ini terima. Kasus ini memicu unjuk rasa wartawan Surabaya terhadap Satpol PP dan pemerintah kota. Meski telah dilaporkan ke polisi, kelanjutan perkara ini tak jelas juntrungan-nya.

    Berbagai tindakan ala premanisme petugas Satpol PP dalam melaksanakan penertiban di sejumlah kota akhir-akhir ini sungguh mencuatkan ironi. Nasib Khoiyaroh adalah gambaran telanjang sebuah tragedi wong cilik, pada saat semua politisi di negeri ini menepuk dada sebagai pejuang dan pembela ekonomi kerakyatan. Bahkan, semua calon presiden dan wakil presiden yang akan bertarung Juli mendatang pun pidato berbusa-busa mengukuhkan diri sebagai pembela ekonomi kerakyatan, membela wong cilik, antineoliberalisme.

    Siti Khoiyaroh yang melata bersama ibunya dari subuh hingga larut malam menapaki jalanan kota, berjualan bakso, adalah pelaku ekonomi kerakyatan. Merekalah rakyat yang benar-benar rakyat, yang mengalami ketidakberdayaan akibat termarjinalisasi, terdevaluasi, terampas, dan mengalami pembungkaman.

    Tewasnya Siti Khoiyaroh akibat tindak kekerasan ”polisi perda” adalah paradoks, sekaligus ironi terhadap pembelaan ekonomi kerakyatan. Penyingkiran wong cilik dari denyut ekonomi kerakyatan di jalanan kota adalah sama dengan memberikan stempel pada dahi mereka, ”Anda adalah pesakitan karena bukan bagian dari pasar”. Bukankah ini sikap neolib?

    Terampas dan terbungkam

    Para pedagang kaki lima, pekerja sektor informal, bahkan PSK, pun adalah segelombang rakyat yang berjuang keras untuk bertahan hidup dari hari ke hari tanpa berniat merecoki negara. Namun, atas nama peraturan daerah dengan misi ketertiban dan keindahan kota, atas nama ekonomi pasar, supermarket, hipermarket, mal, para aktor ekonomi kerakyatan itu adalah borok yang harus disingkirkan.

    Sumariah, ibu Siti Khoiyaroh, mengalami keterampasan dan pembungkaman atas nasibnya. Ia tidak saja kehilangan rombong bakso tumpuan hidupnya, tetapi juga putri semata wayangnya. Inikah bukti ekonomi kerakyatan yang dipidatokan para pemimpin? Di manakah suara pembela wong cilik yang dikampanyekan para politisi itu?

    Saat semua orang berseru, singkirkan neoliberalisme dari visi dan misi para calon pemimpin negeri, Satpol PP di seantero negeri secara telanjang justru menunjukkan, mereka adalah ujung tombak penegakan neoliberalisme, paham yang mendewakan ”fundamentalisme pasar” sebagai hukum yang paling hukum. Sedangkan pelaku ekonomi kerakyatan—pedagang kali lima, pekerja sektor informal di jalanan kota—bukan bagian dari pasar.

    Di benak mereka, pasar sebenarnya adalah mal, supermarket, hipermarket, dan sejenisnya. Itulah yang harus dibangun, dilindungi pemerintah, dan diberi tempat terhormat. Lantas, Sumariah, si pedagang bakso dan berlaksa-laksa pedagang jalanan lain yang merayapi penjuru kota, cuma sejenis kutu yang dianggap mengganggu keindahan dan ketertiban kota. Di manakah gaung pidato pembela ekonomi kerakyatan para pemimpin itu harus dirumahkan? Mungkinkah pidato itu berumah di rombong Sumariah?

    Hotman M Siahaan Guru Besar Sosiologi Universitas Airlangga, Surabaya