Israel tahan (baca: culik) 21 aktivis internasional pro-Palestina

21 aktivis perdamaian internasional ditahan oleh kapal perang Israel di perairan internasional, Selasa (30 Juni 2009), ketika perahu, "The Spirit of Humanity", mencoba membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Para aktivis itu, termasuk di dalamnya mantan anggota Kongres AS Cynthia McKinney dan peraih hadiah Nobel Perdamaian Irlandia Mairead Maguire dan warga negara dari 11 negara lain, adalah bagian dari Free Gaza Movement (FGM) yang berupaya untuk menerobos blokade (ilegal) laut dan udara Israel atas perbatasan Gaza.

Para aktivis itu dibawa ke pelabuhan Ashdod dan dari sana ke sel penahanan di bandara internasional Ben Gurion di Tel Aviv di mana mereka menunggu proses deportasi.

"Mereka begitu saja menculik para penumpang kapal," kata anggota FGM Greta Berlin ..... FGM melaporkan bahwa mereka juga tidak dapat menghubungi para aktivis yang ditahan lewat ponsel......"

Tangan tak terlihat Amerika di Iran

Esam Al Amin

Counterpunch

.....Antara 2005-2009, Kongres AS mengalokasikan lebih daripada $ 400 juta untuk program-program Deplu AS yang dirancang untuk "mempromosikan demokrasi", atau dengan kata lain menerapkan kebijakan soft power terhadap Iran. Ini dilaksanakan, sebagian, dengan mendanai kegiatan-kegiatan kelompok-kelompok pembelot Iran. Pada 2008, Kongres mengalokasikan anggaran yang secara khusus "diperuntukkan bagi pemrograman perangkat lunak guna mengembangkan program-program yang merusak internet firewall pemerintah Iran," dan sebuah program "untuk menyediakan perangkat-perangkat anti-sensor dan layanan untuk kebebasan informasi di dalam suatu masyarakat yang tertututp".

Pada 24 Mei 2007, Brian Ross, koresponden investigatif ABC News mengungkapkan sebuah laporan tentang elemen soft power yang dimanfaatkan oleh CIA dan diotorisasi oleh Bush. "Baik mantan maupun pejabat intelijen yang masih bertugas mengatakan kepada ABC News bahwa CIA telah menerima persetujuan rahasia dari presiden untuk meningkatkan apa yang dikenal sebagai operasi tersembunyi untuk mendestabilisasi rezim Iran, dan hal itu kini sedang berlangsung," Ross melaporkan. Dia kemudian menambahkan, "Para pejabat itu menjelaskan rencana Iran sebagai "rencana yang tidak mematikan". Rencana itu melibatkan kampanye propaganda yang dikoordinasikan lembaga-lembaga penyiaran, penempatan artikel-artikel negatif di koran, dan manipulasi mata uang dan transaksi perbankan internasional Iran". Koresponden ABC mengatakan, "Propaganda adalah cara paling penting yang digunakan oleh CIA. "....

....Bagian dari program CIA, seperti dilaporkan oleh ABC News dan Daily Telegraph, adalah "mensuplai uang dan senjata kepada kelompok militan Jundullah, yang telah melakukan serangkaian serangan ke Iran dari basis mereka di Pakistan."....

.....Lebih jauh, sekitar dua ribu anggota milisi Mujahideen Khalq (MKO), sebuah kelompok kekerasan yang ingin menjatuhkan rezim Iran, telah diberikan tempat perlindungan di Irak oleh otoritas pendudukan AS, padahal kelompok ini ada dalam daftar organisasi teroris internasional milik Deplu AS sejak 1997. Laporan ini juga mengutip Mark Fitzpatrick, mantan pejabat senior Deplu, yang mengatakan bahwa sabotase industri merupakan pilihan strategi untuk menghentikan program nuklir Iran "tanpa tindakan militer, tanpa jejak pada operasinya."

Laporan The Telegraph juga menyatakan bahwa CIA telah diizinkan untuk mensuplai "alat komunikasi yang memungkinkan kelompok oposisi di Iran untuk saling bekerja sama dan menghindari sensor internet" pemerintah. Penggunaan peralatan ini terlihat jelas dalam konflik terbaru antara pemerintah dan kubu oposisi di Iran.....

.... Pada 28 Juni 2009, pembawa acara CNN Fareed Zakaria mengajukan pertanyaan sangat jitu kepada Bob Baer, seorang bekas CIA yang bertugas selama 21 tahun veteran dalam operasi di Timur Tengah. Dia bertanya, "Benarkah kita memang melakukan itu [mencoba mendestabilisasi Iran]? Benarkah kita mendanai berbagai kelompok di dalam dan di luar Iran yang mencoba menggulingkan pemerintah?" Baer jawab, "Ya sangat benar," kemudian menambahkan, "Ada satu program rahasia terhadap Iran yang sedang dijalankan militer AS; sebuah tindakan rahasia terhadap Iran dari Irak dan Afghanistan. "....

....Menurut Saeed Behbahani, pengkritik keras rezim Iran, dan pendiri Mihan TV di luar Washington DC, pemerintah AS bertukar pesan dengan tim kampanye Mir Hossein Mousavi pada awal Juni (2009). Dia menyatakan bahwa, pada waktu itu, seorang pengusaha Iran-Amerika yang dekat dengan Menlu Clinton, bertemu dengan manajer kampanye Mousavi, Mehdi Khazali, di Dubai......

....... sebuah studi oleh website, www.chartingstocks.net, menyimpulkan bahwa selama tiga hari setelah pemilihan, mayoritas Tweets (lebih dari 30.000) telah dimanipulasi melalui segelintir account; semua dibuat dalam satu hari setelah pemilu. Sangat menarik untuk dicatat bahwa hanya 0,6 persen dari Tweeter account yang digunakan oleh orang Iran (dibandingkan dengan 44 persen oleh orang Amerika).

Baru-baru ini dalam wawancara dengan BBC pada 19 Juni (2009), mantan menlu Henry Kissinger, seorang ikon kebijakan politik luar negeri AS, mengekspos keterlibatan Washington dalam urusan Iran.

Kissinger berkata, "Jika ternyata tidak mungkin ada suatu pemerintahan di Iran yang dapat menangani dirinya sendiri daripada menjadi sebuah perkara, maka kami (AS) mempunyai situasi yang berbeda." Terjemahannya: jika kandidat pilihan kami tidak muncul sebagai pemenang, setelah kami menggunakan semua soft power kami... Kissinger meneruskan, "Maka kami dapat menyimpulkan bahwa kami harus bekerja untuk mengganti rezim di Iran dari luar," terjemahannya: maka Amerika Serikat (atau mungkin Israel) mungkin harus memakai hard power, yang berarti serangan militer.

Dia kemudian menambahkan, "Tetapi saya memahami benar Presiden (Obama), dia tidak ingin hal ini terlihat sebagai sebuah intervensi dalam krisis saat ini." Terjemahan: Apa pun yang Presiden Obama lakukan di Iran, ia ingin memastikan bahwa tangan Washington tetap tak terlihat.

Prisa Adinda - Hot Indonesian Guitar Queen




Prisa adinda was known as Indonesian musician, singer and also guitarist, as a woman she has really great talent in playing a guitar. Indonesian public firstly know her after she has been featured by J-Rocks in "Kau Curi Lagi". Now Girlsmodele will present you this hot and beautiful guitarist. this pretty lady was a lover of Sepultura Band.. Yeah Baby!!

Before famous as the solo artist and guitarist, she play an underground music style with her band mate. where it's rare to seen a woman play this kind of music.. and she's becoming famous firstly when she joined J-Rocks band as featured musician on "Kau Curi Lagi"

Full name : Prisa Adinda arini Rianzi
Call name : Prisa
Place/Date of Birth : Jakarta, January 6th 1988

Guitar : Gibson DKNG Archtop
Jackson USA Randy Rhoads RR1
Fender USA telecaster
Jackson Flathead Custom Shop
Martin & co X Series
Fender Strat Eric Clapton