Pelacur Terkaya Di Dunia
Paige Ashley tak malu mengakui bahwa dirinya pelacur kelas atas. Dan selama enam tahun ia menggeluti profesinya itu ia punya sempanan di bank sebesar 300.000 poundsterling (Rp 4,2 M kurs Rp 14.000), rumah mewah di London Utara, mobil sport dan beberapa kali operasi plastik. Meski ia banyak mendapat uang dari melacur ia mengatakan” Saya tidak akan mengatakan bahwa saya bahagia.”

Seperti kehidupan nyata Belle de Jour-yang diperankan Billie Piper di BBC, Secret Diary a Call Girl, Paige berasal dari keluarga menengah yang harmonis.
Orangtuanya adalah pemilik peternakan yang kaya dan ia menikmati kehidupan yang menyenangkan di masa kanak-kanak. Ia sekolah di sekolah terkenal di Weybridge, Surrey, dan ia mendapat empat level A-termasuk tiga grade A.
Langkah berikutnya ialah masuk College untuk menjadi pengacara, tetapi ibu dan ayahnya mengatakan bahwa ia harus belajar hidup mandiri. “Mereka mengatakan tidak ada biaya untuk masuk universitas, maka saya berpikir mencari uang sendiri.”
Masalahnya saya punya pendidikan yang baik dan tidak ingin turun derajat pada kekumuhan menyendokkan mi ke mulut dan minum sari apel.
Kemudian seorang teman mengaku bahwa ia bergabung dengan sebuah agensi lady escort (wanita pendamping) di London. Paige kemudian ikut. Tapi kemudian terbukti hal itu jauh dari kemewahan.
Klien pertama yang ia dapat ialah seorang pengacara gendut di Travelodge. Saya ingat saya telentang sementara dia ngorok di atas saya. Tidak nyaman, apalgi mulutnya bau, sngat meneyebalkan. Tetapi setidaknya saya dapat uang.
Ada lagi klien yang menginginkan saya pura-pura bahwa dia bayi dan saya harus memberi minum padanya dengan botol. Yang lain memaksa masuk ke pakaian saya sebelum seks. Saya bertemu mereka di hotel yang penuh kecoak.
” Setelah dua bulan saya punya uang 2.000 poundsterling (Rp 28 juta) dan mendaftar ke universitas.” Tetapi kemudian agensi lain yang pernah melihat fotonya mengontaknya.
“Mereka ingin tahu apakah saya bisa berbicara sopan dan dapat bergaul,” kata Paige. Mereka bertanya apakah saya mau bergabung, dan memberitahu bahwa saya bisa berpenghasilan 5.000-10.000 poundsterling. “Saya pikir penghasilan itu untuk sebulan, tetapi mereka mengatakan per booking dan saya dapat pergi ke penjuru dunia. Saya rasa hal itu bagus buat saya.”
Job pertamanya bersama agensi barunya ialah menemui pebisnis Amerika. Mereka makan malam di restoran Michlein, di Mayfair London, kemudian pergi ke hotel. Ia membayar 5.000 poundsterling semalam. Saya diberitahu agar membeli pakaian warna hitam, menyerahkan kuitansinya dan ia akan membayarnya. Pekerjaan ini jauh dari pekerjaanku sebelumnya. Dan saya berterima kasih karena klien saya kali ini punya dua mata, hidung dan mulut.
“Ia menungguku dengan membawa seikat bunga. Ia pura-pura mengenal saya dan kami berbincang, makan dan minum anggur. Kami balik ke hotel dan minum sampanye sebelum meminta saya menanggalkan pakaian.”
“Saya menikmati semua pengalaman ini. Saya tak pernah dimanjakan sebelumnya. Kemudian ia memberitahu saya bahwa ia punya istri dan tiga anak. Semua klien saya sudah menikah tetapi yang satu ini lebih tidak jujur karena ia mengajak minum anggur dan makan malam bersama. Jika istrinya tahu, maka dia akan sangat terpukul.”
source : kapanlagi.forum
Pengalaman pertamanya pergi ke luar negeri adalah ke Spanyol, ia menghabiskan waktu seminggu sebagai `istri` bisnisman dengan bayaran 30.000 poundsterling. Kemudian ia terbang ke Australia, LA, Las Vegas, Timur Tengah dan Brasil bersama pria lain. Pekerjaan saya terbesar dan hanya semalam terjadi di Abu Dhabi di Hotel Emirates Palace bersama tiga pria.. Hotel itu bintang tujuh dan semua deknya berlapis emas. Mereka membayarku 20.000 poundsterling semalam. Hasilnya, esoknya ia kehabisan tenaga. Pria Arab suka wanita barat. Mereka seperti status symbol. Saya bertemu dengan para gadis di Abu Dhabi dan Bahrain dan mereka mengeruk uang dengan menjadi gadis pendamping (escort).
Booking paling menyebalkan terjadi dengan anggota parlemen “Saya berhubungan seks dengan selusin anggota di berbagai kesempatan, mereka dari Partai Konservatif Mereka punya kelakuan yang menyebalkan. Mereka berbuat semaunya seolah-olah memilikiku karena telah membayar 5.000 poundsterling.
Tiga tahun kemudian, setelah berhenti menjadi gadis panggilan Paige memberitahu irangtuanya. “Saya piker mereka akan marah besar,” katanya. “Menakjubkan, kata-kata pertama dari ibu saya adalah apakah mereka menggunakan kondom?” “Saya jawab tentu, mereka memakainya. Saya rasa mereka sedikit kaget, terutama ayahnya yang menggeleng-gelengkan kepala.
“Saya rasa saya telah tidur dengan lebih 500 pria, saya keliling dunia dan menghasilkan banyak uang, tapi saya tidaka akan mengatakan saya bahagia. Pekerjaan saya membuktikan bahwa jangan percaya pria, mereka semua dikendalikan benda yang ada di anatara selangkanagan
Pelacur Terkaya di Dunia

Seperti kehidupan nyata Belle de Jour-yang diperankan Billie Piper di BBC, Secret Diary a Call Girl, Paige berasal dari keluarga menengah yang harmonis.
Orangtuanya adalah pemilik peternakan yang kaya dan ia menikmati kehidupan yang menyenangkan di masa kanak-kanak. Ia sekolah di sekolah terkenal di Weybridge, Surrey, dan ia mendapat empat level A-termasuk tiga grade A.
Langkah berikutnya ialah masuk College untuk menjadi pengacara, tetapi ibu dan ayahnya mengatakan bahwa ia harus belajar hidup mandiri. “Mereka mengatakan tidak ada biaya untuk masuk universitas, maka saya berpikir mencari uang sendiri.”
Masalahnya saya punya pendidikan yang baik dan tidak ingin turun derajat pada kekumuhan menyendokkan mi ke mulut dan minum sari apel.
Kemudian seorang teman mengaku bahwa ia bergabung dengan sebuah agensi lady escort (wanita pendamping) di London. Paige kemudian ikut. Tapi kemudian terbukti hal itu jauh dari kemewahan.
Klien pertama yang ia dapat ialah seorang pengacara gendut di Travelodge. Saya ingat saya telentang sementara dia ngorok di atas saya. Tidak nyaman, apalgi mulutnya bau, sngat meneyebalkan. Tetapi setidaknya saya dapat uang.
Ada lagi klien yang menginginkan saya pura-pura bahwa dia bayi dan saya harus memberi minum padanya dengan botol. Yang lain memaksa masuk ke pakaian saya sebelum seks. Saya bertemu mereka di hotel yang penuh kecoak.
” Setelah dua bulan saya punya uang 2.000 poundsterling (Rp 28 juta) dan mendaftar ke universitas.” Tetapi kemudian agensi lain yang pernah melihat fotonya mengontaknya.
“Mereka ingin tahu apakah saya bisa berbicara sopan dan dapat bergaul,” kata Paige. Mereka bertanya apakah saya mau bergabung, dan memberitahu bahwa saya bisa berpenghasilan 5.000-10.000 poundsterling. “Saya pikir penghasilan itu untuk sebulan, tetapi mereka mengatakan per booking dan saya dapat pergi ke penjuru dunia. Saya rasa hal itu bagus buat saya.”
Job pertamanya bersama agensi barunya ialah menemui pebisnis Amerika. Mereka makan malam di restoran Michlein, di Mayfair London, kemudian pergi ke hotel. Ia membayar 5.000 poundsterling semalam. Saya diberitahu agar membeli pakaian warna hitam, menyerahkan kuitansinya dan ia akan membayarnya. Pekerjaan ini jauh dari pekerjaanku sebelumnya. Dan saya berterima kasih karena klien saya kali ini punya dua mata, hidung dan mulut.
“Ia menungguku dengan membawa seikat bunga. Ia pura-pura mengenal saya dan kami berbincang, makan dan minum anggur. Kami balik ke hotel dan minum sampanye sebelum meminta saya menanggalkan pakaian.”
“Saya menikmati semua pengalaman ini. Saya tak pernah dimanjakan sebelumnya. Kemudian ia memberitahu saya bahwa ia punya istri dan tiga anak. Semua klien saya sudah menikah tetapi yang satu ini lebih tidak jujur karena ia mengajak minum anggur dan makan malam bersama. Jika istrinya tahu, maka dia akan sangat terpukul.”
source : kapanlagi.forum
Pengalaman pertamanya pergi ke luar negeri adalah ke Spanyol, ia menghabiskan waktu seminggu sebagai `istri` bisnisman dengan bayaran 30.000 poundsterling. Kemudian ia terbang ke Australia, LA, Las Vegas, Timur Tengah dan Brasil bersama pria lain. Pekerjaan saya terbesar dan hanya semalam terjadi di Abu Dhabi di Hotel Emirates Palace bersama tiga pria.. Hotel itu bintang tujuh dan semua deknya berlapis emas. Mereka membayarku 20.000 poundsterling semalam. Hasilnya, esoknya ia kehabisan tenaga. Pria Arab suka wanita barat. Mereka seperti status symbol. Saya bertemu dengan para gadis di Abu Dhabi dan Bahrain dan mereka mengeruk uang dengan menjadi gadis pendamping (escort).
Booking paling menyebalkan terjadi dengan anggota parlemen “Saya berhubungan seks dengan selusin anggota di berbagai kesempatan, mereka dari Partai Konservatif Mereka punya kelakuan yang menyebalkan. Mereka berbuat semaunya seolah-olah memilikiku karena telah membayar 5.000 poundsterling.
Tiga tahun kemudian, setelah berhenti menjadi gadis panggilan Paige memberitahu irangtuanya. “Saya piker mereka akan marah besar,” katanya. “Menakjubkan, kata-kata pertama dari ibu saya adalah apakah mereka menggunakan kondom?” “Saya jawab tentu, mereka memakainya. Saya rasa mereka sedikit kaget, terutama ayahnya yang menggeleng-gelengkan kepala.
“Saya rasa saya telah tidur dengan lebih 500 pria, saya keliling dunia dan menghasilkan banyak uang, tapi saya tidaka akan mengatakan saya bahagia. Pekerjaan saya membuktikan bahwa jangan percaya pria, mereka semua dikendalikan benda yang ada di anatara selangkanagan
Misteri bunyi tapak kaki
Seorang gadis yang duduk dibelakang kelas sudah pun mula berkemas kemas sambil menguap beberapa kali kerana mengantuk. "Sudahlah Milah, aku pun sudah penat. Tinggal kita berdua sahaja. Aku rasa aku nak balik keasnara, nak baring baring diatas katil. Marilah temankan aku balik kerana aku takut hendak balik seorang diri."
Milah tertawa kecil,"Engkau ni Nona, anak dara dah besar panjang pun masih takutkan gelap. Apa yang nak ditakutkan. Kalau engkau takut, engkau serukan sahaja nama abang Guard. Tentu dia datang berlari,"Abang datang!!! abang datang!!!" Ahhh.....Tunggulah aku sekejap lagi. Aku nak habiskan bab tiga ini sedikit lagi."
"Hai! Jaga sikit mulut kau itu. Jangan cabul sangat. Engkau jangan tak tahu yang bangunan ni keras sedikit. Nanti jangan kerana pulut santan binasa," ujar Nona. "Lagipun kalau hujan nanti habis basah, susahlah kita nanti,"sambungnya sambil memuncungkan bibirnya.
Nona melambaikan tangannya sambil memasukkan buku ceritanya ke dalam beg galasnya. Tiba tiba kedengaran bunyi tapak kaki bergema dilaluan pejalan kaki, memecah kesunyian malam. Nona menutup mulutnya terperanjat hampir menjerit, perasan takut jelas terbayang dimatanya. Milah dan Nona berbalas pandangan, masing masing tertanya tanya siapakah yang datang kekelas di tengah tengah malam sebegini.
Masing masing merenung kearah pintu masuk, debaran jantung berdegup kencang seolah olah baru sahaja tamat berlari 100 meter. Bunyi tapak kaki itu semakin kuat, menghampiri kelas mereka berdua. Sebentar kemudian, bunyi keriukan pintu kelas sebelah dibuka orang kedengaran. Nonan sudah pucat ketakutan, segera dia menerpa ke arah Milah dan memegang tangan Milah dengan erat.
"Dam!" Bunyi dentuman pintu ditutup pula kedengaran. Milah dapat merasakan darah nya berderau, dia menyesal kerana terlalu selupar sebentar tadi, sementara Nona pulak jika ditoreh mukanya pun tidak keluar darah.
Perasan seram menyelubungi mereka berdua apabila bunyi tapak kaki itu kembali kedengaran semakin kuat dan semakin kuat. Tiba tiba...
"Wah! Kuat belajar nampaknya Milah, Nona."
Mereka berdua tersentak apabila disapa dari arah belakang. Milah dan Nona berpaling kearah belakang mereka. abang guard yang mereka kenali hanya sebagai Abang Hassan kelihatan sedang tersenyum sambil melambai kearah mereka berdua daripada arah luar tingkap. Dia berjalan lurus ke hadapan.
Milah menarik nafas lega,"Abang Hassan ini takut takutkan kami sahaja. Nyaris kami tidak mati ketakutan. Nona ni sudah nak pengsan sakit jantung, abang hassan tahu tak..."kata Milah sambil berpaling kearah Nona.
"Kalau Nona hendak boleh abang Hassan temankan,"ujar abang guard itu sambil ketawa kecil. Muka Nona semakin pucat ketakutan. Suaranya terkunci, bisu, kelu, hanya gelengan kepalanya yang pantas sahaja menjawab pelawaan itu.
Abang guard itu terus berlalu dari situ, hanya bunyi ketawa kecilnya yang kedengaran. Sekali sekala bunyi lolongan anjing memecah kedegaran. Nona masih terpaku membisu disitu ketika Milah berkemas kemas barangnya.
"Engkau ni kenapa takut sangat. Itukan abang Hassan, jangan lah sampai tak boleh berenggang dengan aku," kata Milah, terganggu dengan perangai kawannya yang nampaknya masih tidak dapat mengawal perasaan takutnya dan terus sahaja menggenggam kemas lengannya sehinggakan dia berasa sukar hendak berkemas.
Nina hanya diam membisu dan menggelng geleng kan kepalanya apabila ditegur sebegitu tanpa melepaskan genggaman tangannya dari lengan Milah.
Sepanjang perjalanan mereka ke asrama, Nonan masih terus menggengan erat tangan Milah menyebabkan Milah tertanya tanya kenapakah Nona begitu takut, tetapi Nona hanya mendiamkan dirinya walaupun ditanya beberapa kali oleh Milah. Bosan dengan perangai Nona dan dia pun masih merasa agak cemas, dengan kajadian yang baru berlaku tadi, Milah berhenti bertanya dan mereka berdua terus kembali ke asrama ubtuk tidur.
Keesokan harinya Milah tak sabar sabar lagi untuk menceritakan kejadian semalam kepada kawan kawannya yang lain. "Engkau tahu, Nona ni pucat lesi mukanya, kalau diguris dengan pisau pun tidak berdarah bila abang hassan tawarkan hendak temankan dia," cerita Milah sambil disa,but dengan deraian tertawa oleh rakannya yang lain. Nona hanya mendiamkan dirinya, ternyata masih belum pulih dari perasan terkejutnya itu.
"Kalau aku tentu aku sahut tawaran abang Hassan itu," sambut Elita sambil teryawa kuat.
"Tak sangka Nona ni penakut orangnya," celah Roasmah pulak.
Muka Nona berubah menjadi meraj menyala dengan perasaan marah. "Engkau orang jangan celupar sangat. Bukannya nama kau yang dia panggil. Cuba engkau tengok sebelah kanan kelas kita ini. Bukan ke tidak ada tempat berjalan kaki. Kalau betul abang Hassan yang tegur aku dan Milah, Macam mana dia berjalan disebelah situ kalau dia tidak boleh terbang. Bukankah kelas kita ini ditingkat tiga. Yang si Milah nie pun bingung sedikit, perkara seperti itu pun tidak perasan. Aku yang sudah hendak terkencing pun dia mana tahu, bukannya nama dia yang diseru seru. Ha! Kalau betul engkau hendak dia temankan kau orang, datanglah kekels malam ini.
Seluruh kelas terdia mendengar kata Nona, wajah Milah bertukar menjadi pucat sepucatnya. Masing masing berebut rebut neluru ke arah tingkap sebelah kanan untuk memastikan kebenaran kata kata Nona itu.
Milah tertawa kecil,"Engkau ni Nona, anak dara dah besar panjang pun masih takutkan gelap. Apa yang nak ditakutkan. Kalau engkau takut, engkau serukan sahaja nama abang Guard. Tentu dia datang berlari,"Abang datang!!! abang datang!!!" Ahhh.....Tunggulah aku sekejap lagi. Aku nak habiskan bab tiga ini sedikit lagi."
"Hai! Jaga sikit mulut kau itu. Jangan cabul sangat. Engkau jangan tak tahu yang bangunan ni keras sedikit. Nanti jangan kerana pulut santan binasa," ujar Nona. "Lagipun kalau hujan nanti habis basah, susahlah kita nanti,"sambungnya sambil memuncungkan bibirnya.
Nona melambaikan tangannya sambil memasukkan buku ceritanya ke dalam beg galasnya. Tiba tiba kedengaran bunyi tapak kaki bergema dilaluan pejalan kaki, memecah kesunyian malam. Nona menutup mulutnya terperanjat hampir menjerit, perasan takut jelas terbayang dimatanya. Milah dan Nona berbalas pandangan, masing masing tertanya tanya siapakah yang datang kekelas di tengah tengah malam sebegini.
Masing masing merenung kearah pintu masuk, debaran jantung berdegup kencang seolah olah baru sahaja tamat berlari 100 meter. Bunyi tapak kaki itu semakin kuat, menghampiri kelas mereka berdua. Sebentar kemudian, bunyi keriukan pintu kelas sebelah dibuka orang kedengaran. Nonan sudah pucat ketakutan, segera dia menerpa ke arah Milah dan memegang tangan Milah dengan erat.
"Dam!" Bunyi dentuman pintu ditutup pula kedengaran. Milah dapat merasakan darah nya berderau, dia menyesal kerana terlalu selupar sebentar tadi, sementara Nona pulak jika ditoreh mukanya pun tidak keluar darah.
Perasan seram menyelubungi mereka berdua apabila bunyi tapak kaki itu kembali kedengaran semakin kuat dan semakin kuat. Tiba tiba...
"Wah! Kuat belajar nampaknya Milah, Nona."
Mereka berdua tersentak apabila disapa dari arah belakang. Milah dan Nona berpaling kearah belakang mereka. abang guard yang mereka kenali hanya sebagai Abang Hassan kelihatan sedang tersenyum sambil melambai kearah mereka berdua daripada arah luar tingkap. Dia berjalan lurus ke hadapan.
Milah menarik nafas lega,"Abang Hassan ini takut takutkan kami sahaja. Nyaris kami tidak mati ketakutan. Nona ni sudah nak pengsan sakit jantung, abang hassan tahu tak..."kata Milah sambil berpaling kearah Nona.
"Kalau Nona hendak boleh abang Hassan temankan,"ujar abang guard itu sambil ketawa kecil. Muka Nona semakin pucat ketakutan. Suaranya terkunci, bisu, kelu, hanya gelengan kepalanya yang pantas sahaja menjawab pelawaan itu.
Abang guard itu terus berlalu dari situ, hanya bunyi ketawa kecilnya yang kedengaran. Sekali sekala bunyi lolongan anjing memecah kedegaran. Nona masih terpaku membisu disitu ketika Milah berkemas kemas barangnya.
"Engkau ni kenapa takut sangat. Itukan abang Hassan, jangan lah sampai tak boleh berenggang dengan aku," kata Milah, terganggu dengan perangai kawannya yang nampaknya masih tidak dapat mengawal perasaan takutnya dan terus sahaja menggenggam kemas lengannya sehinggakan dia berasa sukar hendak berkemas.
Nina hanya diam membisu dan menggelng geleng kan kepalanya apabila ditegur sebegitu tanpa melepaskan genggaman tangannya dari lengan Milah.
Sepanjang perjalanan mereka ke asrama, Nonan masih terus menggengan erat tangan Milah menyebabkan Milah tertanya tanya kenapakah Nona begitu takut, tetapi Nona hanya mendiamkan dirinya walaupun ditanya beberapa kali oleh Milah. Bosan dengan perangai Nona dan dia pun masih merasa agak cemas, dengan kajadian yang baru berlaku tadi, Milah berhenti bertanya dan mereka berdua terus kembali ke asrama ubtuk tidur.
Keesokan harinya Milah tak sabar sabar lagi untuk menceritakan kejadian semalam kepada kawan kawannya yang lain. "Engkau tahu, Nona ni pucat lesi mukanya, kalau diguris dengan pisau pun tidak berdarah bila abang hassan tawarkan hendak temankan dia," cerita Milah sambil disa,but dengan deraian tertawa oleh rakannya yang lain. Nona hanya mendiamkan dirinya, ternyata masih belum pulih dari perasan terkejutnya itu.
"Kalau aku tentu aku sahut tawaran abang Hassan itu," sambut Elita sambil teryawa kuat.
"Tak sangka Nona ni penakut orangnya," celah Roasmah pulak.
Muka Nona berubah menjadi meraj menyala dengan perasaan marah. "Engkau orang jangan celupar sangat. Bukannya nama kau yang dia panggil. Cuba engkau tengok sebelah kanan kelas kita ini. Bukan ke tidak ada tempat berjalan kaki. Kalau betul abang Hassan yang tegur aku dan Milah, Macam mana dia berjalan disebelah situ kalau dia tidak boleh terbang. Bukankah kelas kita ini ditingkat tiga. Yang si Milah nie pun bingung sedikit, perkara seperti itu pun tidak perasan. Aku yang sudah hendak terkencing pun dia mana tahu, bukannya nama dia yang diseru seru. Ha! Kalau betul engkau hendak dia temankan kau orang, datanglah kekels malam ini.
Seluruh kelas terdia mendengar kata Nona, wajah Milah bertukar menjadi pucat sepucatnya. Masing masing berebut rebut neluru ke arah tingkap sebelah kanan untuk memastikan kebenaran kata kata Nona itu.
Gaza Freedom March Keluarkan Deklarasi Cairo (Tak ada satu pun warga Arab terlibat!!!)
Ratusan aktivis internasional yang tergabung dalam demonstrasi besar bertajuk "The Gaza Freedom March" mengeluarkan Deklarasi Cairo setelah sebagian besar dari mereka gagal memasuki Jalur Gaza akibat kebijakan pemerintah Husni Mubarak yang membantu pemerintah Israel untuk semakin memperketat cengkeraman atas wilayah yang dihuni lebih daripada 1,5 juta manusia Palestina, di antaranya lewat pembangunan pagar-pagar baja yang menghilangkan harapan warga Gaza untuk bersentuhan dengan dunia luar.
CATATAN: Kebijakan membangun pagar-pagar baja tersebut (anehnya) didukung oleh salah satu majelis ulama terkemuka di Mesir. The Islamic Research Council of Al Azhar University, majelis fatwa tertinggi di Mesir, membuat kesimpulan: "Siapa pun yang menentang pembangunan tembok ini telah melanggar perintah dari hukum Islam."
Lebih daripada itu, jika kita memeriksa satu persatu nama-nama dan kebangsaan dari 131 aktivis yang menandatangani "Deklarasi Cairo untuk mengakhiri Apartheid Israel", kita mau tidak mau melihat bahwa tak seorang pun dari mereka yang berasal dari sebuah negara Arab, tak seorang pun!
Jadi, semua pembicaraan tentang "satu bangsa Arab" dan nasionalisme Arab cuma omong kosong. 300 juta Arab dan satu miliar Muslim yang berpura-pura menjadi satu "Umma" tidak peduli terhadap nasib sekitar 1,5 juta orang Palestina yang dikepung dan kelaparan.
Ada banyak Yahudi yang anti-Zionis di Gaza Freedom March, tetapi tidak ada seorang delegasi pun dari negara Arab! Pikirkan tentang hal ini dan implikasinya. Aktivis internasional dari 42 negara di seluruh dunia lebih peduli pada keadilan bagi bangsa Palestina daripada 300 juta orang yang menyebut diri mereka Arab.
Deklarasi Cairo
1 Januari 2010
Kami, delegasi internasional bertemu di Kairo selama "Gaza Freedom March 2009" untuk merespon secara kolektif terhadap inisiatif dari delegasi Afrika Selatan yang menyatakan:
Mengingat:
* Hukuman kolektif Israel yang sedang berlangsung terhadap Palestina melalui pendudukan ilegal dan pengepungan Gaza;
* Pendudukan ilegalTepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, dan berlanjutnya pembangunan Tembok Apartheid ilegal dan permukiman;
* Tembok baru yang sedang dibangun oleh Mesir dan AS yang akan semakin memperketat pengepungan Gaza;
* Penghinaan bagi demokrasi Palestina yang ditunjukkan oleh Israel, Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa dan lain-lain setelah pemilihan umum Palestina tahun 2006;
* Kejahatan perang yang dilakukan oleh Israel selama invasi Gaza satu tahun yang lalu;
* Berlanjutnya diskriminasi dan penindasan yang dihadapi oleh Palestina;
* Dan berlanjutnya pengasingan jutaan pengungsi Palestina;
* Semua tindakan opresif yang pada akhirnya didasarkan pada ideologi Zionis yang menyokong Israel;
Mengetahui:
*bahwa pemerintah-pemerintah kami sendiri telah memberikan dukungan langsung kepada Israel, baik ekonomi, keuangan, militer, dan dukungan diplomatik yang memungkinkannya untuk berperilaku dengan impunitas;
Menyadari:
*Deklarasi PBB tentang Hak-hak Masyarakat Asli (2007)
Kami menegaskan kembali komitmen kami untuk:
1. Penentuan Nasib Sendiri bagi Palestina
2. Mengakhiri Pendudukan
3. Kesetaraan hak bagi semua orang dalam wilayah Palestina historis
4. Hak penuh bagi para pengungsi Palestina untuk kembali
CATATAN: Kebijakan membangun pagar-pagar baja tersebut (anehnya) didukung oleh salah satu majelis ulama terkemuka di Mesir. The Islamic Research Council of Al Azhar University, majelis fatwa tertinggi di Mesir, membuat kesimpulan: "Siapa pun yang menentang pembangunan tembok ini telah melanggar perintah dari hukum Islam."
Lebih daripada itu, jika kita memeriksa satu persatu nama-nama dan kebangsaan dari 131 aktivis yang menandatangani "Deklarasi Cairo untuk mengakhiri Apartheid Israel", kita mau tidak mau melihat bahwa tak seorang pun dari mereka yang berasal dari sebuah negara Arab, tak seorang pun!
Jadi, semua pembicaraan tentang "satu bangsa Arab" dan nasionalisme Arab cuma omong kosong. 300 juta Arab dan satu miliar Muslim yang berpura-pura menjadi satu "Umma" tidak peduli terhadap nasib sekitar 1,5 juta orang Palestina yang dikepung dan kelaparan.
Ada banyak Yahudi yang anti-Zionis di Gaza Freedom March, tetapi tidak ada seorang delegasi pun dari negara Arab! Pikirkan tentang hal ini dan implikasinya. Aktivis internasional dari 42 negara di seluruh dunia lebih peduli pada keadilan bagi bangsa Palestina daripada 300 juta orang yang menyebut diri mereka Arab.
Deklarasi Cairo
1 Januari 2010
Kami, delegasi internasional bertemu di Kairo selama "Gaza Freedom March 2009" untuk merespon secara kolektif terhadap inisiatif dari delegasi Afrika Selatan yang menyatakan:
Mengingat:
* Hukuman kolektif Israel yang sedang berlangsung terhadap Palestina melalui pendudukan ilegal dan pengepungan Gaza;
* Pendudukan ilegalTepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, dan berlanjutnya pembangunan Tembok Apartheid ilegal dan permukiman;
* Tembok baru yang sedang dibangun oleh Mesir dan AS yang akan semakin memperketat pengepungan Gaza;
* Penghinaan bagi demokrasi Palestina yang ditunjukkan oleh Israel, Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa dan lain-lain setelah pemilihan umum Palestina tahun 2006;
* Kejahatan perang yang dilakukan oleh Israel selama invasi Gaza satu tahun yang lalu;
* Berlanjutnya diskriminasi dan penindasan yang dihadapi oleh Palestina;
* Dan berlanjutnya pengasingan jutaan pengungsi Palestina;
* Semua tindakan opresif yang pada akhirnya didasarkan pada ideologi Zionis yang menyokong Israel;
Mengetahui:
*bahwa pemerintah-pemerintah kami sendiri telah memberikan dukungan langsung kepada Israel, baik ekonomi, keuangan, militer, dan dukungan diplomatik yang memungkinkannya untuk berperilaku dengan impunitas;
Menyadari:
*Deklarasi PBB tentang Hak-hak Masyarakat Asli (2007)
Kami menegaskan kembali komitmen kami untuk:
1. Penentuan Nasib Sendiri bagi Palestina
2. Mengakhiri Pendudukan
3. Kesetaraan hak bagi semua orang dalam wilayah Palestina historis
4. Hak penuh bagi para pengungsi Palestina untuk kembali