Di hadapan Pengadilan Southwark Crown, Kerajaan Inggris, Innospec Limited, sebuah perusahaan kimia Inggris, mengaku bersalah telah menyuap pejabat Pertamina dan pejabat-pejabat pemerintahan lain di Indonesia demi mengamankan penjualan produk zat adiktif bahan bakar bertimbal, TEL.. Penyuapan itu terjadi antara 14 Februari 2002 hingga 31 Desember 2006. Atas kejahatan itu, Innospec dikenai hukuman denda sebesar US$12,7 juta, sedangkan individu-individu yang terlibat masih terus menjalani investigasi oleh badan antikorupsi Inggris, Serious Fraud Office (SFO).
Perusahaan ini, Innospec Limited, merupakan anak perusahaan Innospec., sebuah perusahaan yang terdaftar di NASDAQ dan berbasis di Amerika Serikat, dan memproduksi zat adiktif bahan bakar bertimbal yang disebut tetraethyl lead ("TEL"). TEL tidak dapat dijual di Amerika dan Eropa karena terbukti berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan. Karena itulah, Innospec, sebagai-sebagai satu-satunya produsen TEL yang tersisa di dunia mengalihkan penjualan produknya ke negara-negara yang masih memperbolehkan penggunaan zat ini, seperti Indonesia.
Dalam menjalankan bisnisnya di Indonesia, perusahaan ini menunjuk agen di Indonesia, PT Soegih Interjaya (PTSI), agar memenangkan dan melanjutkan kontrak untuk terus memasok TEL ke Pertamina. Antara periode Februari 2002 hingga Desember 2006, Innospec Limited telah membayar komisi US$11,7 juta untuk PTSI. Dari komisi inilah, suap dibayarkan oleh PTSI kepada pejabat-pejabat Pertamina dan pejabat-pejabat publik lainnya yang berada dalam posisi untuk mendukung kebijakan pembelian TEL.
Penyuapan dilakukan PTSI atas perintah dan pengetahuan dari Innospec. Eksekutif-eksekutif Innospec mengakui tahu bahwa sebagian dari komisi yang dibayarkan kepada PTSI digunakan untuk menyuap, baik pejabat-pejabat Pertamina maupun pejabat-pejabat di level Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Bukan cuma komisi, SFO dalam surat dakwaannya juga mengungkap adanya pos "dana-dana ad hoc", yang salah satunya bahkan diberi nama "Rachmat Sudibyo Fund". Rachmat adalah bekas Direktur Jenderal Migas dan Kepala BP Migas.
Salah satu pos dana khusus juga dibuat untuk melindungi kepentingan utama industri berbasis bahan bakar bertimbal dengan tujuan menghalangi pemberlakukan undang-undang yang melarang penggunaan TEL. Sebenarnya sejak 26 Mei 1999, telah dikeluarkan PP Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara berdasarkan UU Nomor 3 Tahun 1997. Namun menurut surat dakwaan SFO, karena suap tersebutlah, pemerintah Indonesia menunda penerapan bahan bakar bebas timbal hingga 2006.
Surat dakwaan SFO juga memuat tiga nama pejabat Pertaminan dan Kementerian ESDM, seperti Rachmat Sudibyo yang disebut menerima US$265.000 dan US$295.150; Suroso Atmo Martoyo, bekas Direktur Pengolahan Pertamina, yang disebut menerima bagian dari US$ 300.000; dan Mistiko Saleh, Wakil Presiden Direktur Pertamina, yang melakukan perjalanan ke Inggris atas biaya Innospec.
Presiden Brazil Tolak Ziarahi Herzl
Presiden Brasil menolak mengunjungi makam Theodore Herzl selama kunjungan resmi pertamanya ke Israel.
Presiden Luiz Ignacio Lula da Silva, yang tiba di Israel pada hari Minggu (14/3), menolak untuk menziarahi makam Herzl. Kunjungan ke makam "Bapak Zionisme" itu dijadikan Israel sebagai bagian dari agenda kunjungan setiap pejabat asing tahun ini dalam rangka menghormati ulang tahun ke-150 Herzl. Presiden Lula justru dilaporkan mengunjungi makam Yasser Arafat dalam kunjungannya ke Ramallah.
"Ini merupakan penghinaan terhadap warga Israel dan komunitas Zionis di seluruh dunia," kata kepala World Zionist Organization Hagai Merom. "Menolak meletakkan karangan bunga di makam Herzl adalah sama dengan menolak mengunjungi makam Mustafa Kemal Ataturk di Turki atau makam Mahatma Gandhi di India."
Wapres AS Joe Biden mengunjungi makam itu minggu lalu.
Menteri Luar Negeri Israel Avigdor Lieberman memboikot pidato Lula di depan Knesset untuk memprotes penolakannya untuk mengunjungi makam Herzl. Kementerian Luar Negeri mengatakan bahwa Lieberman ingin menunjukkan kepada pemimpin Brasil itu bahwa Israel memandang serius penolakannya terhadap protokol diplomatik.
Lula berkata sebelum kunjungannya bahwa negara-negara lain (di luar kuartet)seharusnya dilibatkan dalam menengahi konflik Israel dan Palestina.
Presiden Luiz Ignacio Lula da Silva, yang tiba di Israel pada hari Minggu (14/3), menolak untuk menziarahi makam Herzl. Kunjungan ke makam "Bapak Zionisme" itu dijadikan Israel sebagai bagian dari agenda kunjungan setiap pejabat asing tahun ini dalam rangka menghormati ulang tahun ke-150 Herzl. Presiden Lula justru dilaporkan mengunjungi makam Yasser Arafat dalam kunjungannya ke Ramallah.
"Ini merupakan penghinaan terhadap warga Israel dan komunitas Zionis di seluruh dunia," kata kepala World Zionist Organization Hagai Merom. "Menolak meletakkan karangan bunga di makam Herzl adalah sama dengan menolak mengunjungi makam Mustafa Kemal Ataturk di Turki atau makam Mahatma Gandhi di India."
Wapres AS Joe Biden mengunjungi makam itu minggu lalu.
Menteri Luar Negeri Israel Avigdor Lieberman memboikot pidato Lula di depan Knesset untuk memprotes penolakannya untuk mengunjungi makam Herzl. Kementerian Luar Negeri mengatakan bahwa Lieberman ingin menunjukkan kepada pemimpin Brasil itu bahwa Israel memandang serius penolakannya terhadap protokol diplomatik.
Lula berkata sebelum kunjungannya bahwa negara-negara lain (di luar kuartet)seharusnya dilibatkan dalam menengahi konflik Israel dan Palestina.
Peran "Aneh" Amerika di Afghanistan
Minggu lalu (16/3), dilaporkan Presiden Afghanistan Hamid Karzai marah besar dengan terjadinya penangkapan terhadap Mullah Abdul Ghani Baradar, pemimpin nomor 2 Taliban setelah Mullah Mohammed Omar, pada sekitar Februari 2010 di kota pelabuhan Karachi, Pakistan. Penangkapan ini dilakukan aparat keamanan Pakistan yang dibantu intelijen Amerika Serikat (AS). Baradar dan beberapa pemimpin senior Taliban lainnya dilaporkan telah lama menjalin komunikasi rahasia yang intens dengan Pemerintah Karzai dan Utusan Khusus PBB untuk memulai sebuah pembicaraan ke arah perundingan damai yang akan mengakhiri perang 8 tahun di Afghanistan.
Penangkapan Baradar dikhawatirkan akan menutup kembali saluran-saluran komunikasi dengan pemimpin-pemimpin militan Taliban. Kai Eide, bekas Utusan Khusus PBB untuk Afghanistan, seperti dikutip The Guardian, amat menyesalkan aksi penangkapan ini. Menurut Eide, tindakan ini berefek negatif bagi kemungkinan untuk melanjutkan proses politik yang sangat penting bagi perdamaian. Pembicaraan damai dengan Taliban, bagi Eide, adalah satu-satunya cara untuk mengakhiri perang di Afghanistan. Dan, Taliban sudah membuka diri untuk hal ini.
Hamid Gul, mantan direktur badan intelijen Pakistan yang kerap mengkritik peran AS di Afghanistan, mengatakan bahwa beberapa pemimpin senior Taliban mempunyai kehendak kuat untuk dialog. Meskipun untuk itu, mereka mengajukan tiga prasyarat kepada AS, yakni jadwal yang lebih jelas tentang penarikan mundur pasukan; berhenti melabeli mereka "teroris", dan membebaskan semua tahanan Taliban yang dipenjara, baik di Pakistan maupun Afghanistan.
Namun tampaknya, keinginan Taliban akan bertepuk sebelah tangan. Menteri Pertahanan AS Robert Gates menyatakan adalah terlalu dini untuk mengharapkan Taliban mau berdamai. Bagi Gates, cuma kekalahan secara militer yang bisa membuat kelompok militan yang dituding melindungi Osama bin Laden itu datang ke meja perundingan damai. Setali tiga uang, Menteri Luar Negeri Hillary Clinton juga sangat skeptis bahwa pemimpin Taliban akan bersedia meninggalkan "cara-cara kekerasan".
Permainan AS dengan Mullah Omar?
Pada 18 Februari 2010, sebuah sumber intelijen melaporkan bahwa Baradar diberi jaminan untuk melakukan perjalanan dalam rangka bertemu dengan diplomat Jepang dan Eropa yang menawarkan jutaan dolar bagi Taliban dengan syarat mereka mengintegrasikan kekuatan ke dalam pemerintah Afghanistan. Ketika Pentagon dan CIA mengetahui adanya pembicaraan Taliban dengan Eropa dan Jepang serta rincian rencana perjalanan Baradar dengan para utusan tersebut, CIA dan mitra Pakistan-nya menangkap Baradar.
Seperti dikutip dari AP, seorang pejabat intelijen di selatan Afghanistan yang menolak untuk menyebutkan namanya mengatakan bahwa orang yang memberi informasi kepada CIA tentang gerakan Baradar di Karachi itu tak lain adalah Mullah Omar. Rupanya, Mullah Omar cemas akan kedudukan Baradar yang semakin lebih populer ketimbang dirinya di kalangan Taliban.
Hubungan Mullah Omar dengan CIA juga dilaporkan terjadi ketika Omar dibiarkan untuk melarikan diri dari Kandahar pada November 2001 saat pasukan AS mengepung kota itu. Omar, menurut sumber-sumber intelijen, terus mempertahankan saluran komunikasi dengan CIA melalui ISI dan aset-aset intelijen di Pakistan dan Afghanistan.
Beberapa serangan terhadap pasukan AS di Afghanistan juga dilaporkan sebenarnya dilaksanakan oleh tentara-tentara bayaran yang digaji oleh seorang pengusaha berbasis di Dubai yang mengintimidasi para pejabat AS untuk memberikan kontrak menguntungkan kepada perusahaannya. Dalam sebuah kasus, sekelompok Afghanistan, yang dituding sebagai Taliban, menelepon komandan Pangkalan Udara AS di Bagram dan mengancam akan melancarkan serangan mortir kecuali kelompoknya menerima kontrak untuk mengirimkan bahan bakar ke pangkalan. Penelepon dilaporkan berangkat ke Dubai dari Afghanistan pada hari yang sama.
Krisis di Afghanistan tampaknya lebih rumit daripada yang pernah orang bayangkan.
Penangkapan Baradar dikhawatirkan akan menutup kembali saluran-saluran komunikasi dengan pemimpin-pemimpin militan Taliban. Kai Eide, bekas Utusan Khusus PBB untuk Afghanistan, seperti dikutip The Guardian, amat menyesalkan aksi penangkapan ini. Menurut Eide, tindakan ini berefek negatif bagi kemungkinan untuk melanjutkan proses politik yang sangat penting bagi perdamaian. Pembicaraan damai dengan Taliban, bagi Eide, adalah satu-satunya cara untuk mengakhiri perang di Afghanistan. Dan, Taliban sudah membuka diri untuk hal ini.
Hamid Gul, mantan direktur badan intelijen Pakistan yang kerap mengkritik peran AS di Afghanistan, mengatakan bahwa beberapa pemimpin senior Taliban mempunyai kehendak kuat untuk dialog. Meskipun untuk itu, mereka mengajukan tiga prasyarat kepada AS, yakni jadwal yang lebih jelas tentang penarikan mundur pasukan; berhenti melabeli mereka "teroris", dan membebaskan semua tahanan Taliban yang dipenjara, baik di Pakistan maupun Afghanistan.
Namun tampaknya, keinginan Taliban akan bertepuk sebelah tangan. Menteri Pertahanan AS Robert Gates menyatakan adalah terlalu dini untuk mengharapkan Taliban mau berdamai. Bagi Gates, cuma kekalahan secara militer yang bisa membuat kelompok militan yang dituding melindungi Osama bin Laden itu datang ke meja perundingan damai. Setali tiga uang, Menteri Luar Negeri Hillary Clinton juga sangat skeptis bahwa pemimpin Taliban akan bersedia meninggalkan "cara-cara kekerasan".
Permainan AS dengan Mullah Omar?
Pada 18 Februari 2010, sebuah sumber intelijen melaporkan bahwa Baradar diberi jaminan untuk melakukan perjalanan dalam rangka bertemu dengan diplomat Jepang dan Eropa yang menawarkan jutaan dolar bagi Taliban dengan syarat mereka mengintegrasikan kekuatan ke dalam pemerintah Afghanistan. Ketika Pentagon dan CIA mengetahui adanya pembicaraan Taliban dengan Eropa dan Jepang serta rincian rencana perjalanan Baradar dengan para utusan tersebut, CIA dan mitra Pakistan-nya menangkap Baradar.
Seperti dikutip dari AP, seorang pejabat intelijen di selatan Afghanistan yang menolak untuk menyebutkan namanya mengatakan bahwa orang yang memberi informasi kepada CIA tentang gerakan Baradar di Karachi itu tak lain adalah Mullah Omar. Rupanya, Mullah Omar cemas akan kedudukan Baradar yang semakin lebih populer ketimbang dirinya di kalangan Taliban.
Hubungan Mullah Omar dengan CIA juga dilaporkan terjadi ketika Omar dibiarkan untuk melarikan diri dari Kandahar pada November 2001 saat pasukan AS mengepung kota itu. Omar, menurut sumber-sumber intelijen, terus mempertahankan saluran komunikasi dengan CIA melalui ISI dan aset-aset intelijen di Pakistan dan Afghanistan.
Beberapa serangan terhadap pasukan AS di Afghanistan juga dilaporkan sebenarnya dilaksanakan oleh tentara-tentara bayaran yang digaji oleh seorang pengusaha berbasis di Dubai yang mengintimidasi para pejabat AS untuk memberikan kontrak menguntungkan kepada perusahaannya. Dalam sebuah kasus, sekelompok Afghanistan, yang dituding sebagai Taliban, menelepon komandan Pangkalan Udara AS di Bagram dan mengancam akan melancarkan serangan mortir kecuali kelompoknya menerima kontrak untuk mengirimkan bahan bakar ke pangkalan. Penelepon dilaporkan berangkat ke Dubai dari Afghanistan pada hari yang sama.
Krisis di Afghanistan tampaknya lebih rumit daripada yang pernah orang bayangkan.
Malin Kundang
Pada suatu waktu, hiduplah sebuah keluarga nelayan di pesisir pantai wilayah Sumatra. Keluarga tersebut terdiri dari ayah, ibu dan seorang anak laki-laki yang diberi nama Malin Kundang. Karena kondisi keuangan keluarga memprihatinkan, sang ayah memutuskan untuk mencari nafkah di negeri seberang dengan mengarungi lautan yang luas.
Maka tinggallah si Malin dan ibunya di gubug mereka. Seminggu, dua minggu, sebulan, dua bulan bahkan sudah 1 tahun lebih lamanya, ayah Malin tidak juga kembali ke kampung halamannya. Sehingga ibunya harus menggantikan posisi ayah Malin untuk mencari nafkah. Malin termasuk anak yang cerdas tetapi sedikit nakal. Ia sering mengejar ayam dan memukulnya dengan sapu. Suatu hari ketika Malin sedang mengejar ayam, ia tersandung batu dan lengan kanannya luka terkena batu. Luka tersebut menjadi berbekas dilengannya dan tidak bisa hilang.
Setelah beranjak dewasa, Malin Kundang merasa kasihan dengan ibunya yang banting tulang mencari nafkah untuk membesarkan dirinya. Ia berpikir untuk mencari nafkah di negeri seberang dengan harapan nantinya ketika kembali ke kampung halaman, ia sudah menjadi seorang yang kaya raya. Malin tertarik dengan ajakan seorang nakhoda kapal dagang yang dulunya miskin sekarang sudah menjadi seorang yang kaya raya.
Malin kundang mengutarakan maksudnya kepada ibunya. Ibunya semula kurang setuju dengan maksud Malin Kundang, tetapi karena Malin terus mendesak, Ibu Malin Kundang akhirnya menyetujuinya walau dengan berat hati. Setelah mempersiapkan bekal dan perlengkapan secukupnya, Malin segera menuju ke dermaga dengan diantar oleh ibunya. "Anakku, jika engkau sudah berhasil dan menjadi orang yang berkecukupan, jangan kau lupa dengan ibumu dan kampung halamannu ini, nak", ujar Ibu Malin Kundang sambil berlinang air mata.
Kapal yang dinaiki Malin semakin lama semakin jauh dengan diiringi lambaian tangan Ibu Malin Kundang. Selama berada di kapal, Malin Kundang banyak belajar tentang ilmu pelayaran pada anak buah kapal yang sudah berpengalaman. Di tengah perjalanan, tiba-tiba kapal yang dinaiki Malin Kundang di serang oleh bajak laut. Semua barang dagangan para pedagang yang berada di kapal dirampas oleh bajak laut. Bahkan sebagian besar awak kapal dan orang yang berada di kapal tersebut dibunuh oleh para bajak laut. Malin Kundang sangat beruntung dirinya tidak dibunuh oleh para bajak laut, karena ketika peristiwa itu terjadi, Malin segera bersembunyi di sebuah ruang kecil yang tertutup oleh kayu.
Malin Kundang terkatung-katung ditengah laut, hingga akhirnya kapal yang ditumpanginya terdampar di sebuah pantai. Dengan sisa tenaga yang ada, Malin Kundang berjalan menuju ke desa yang terdekat dari pantai. Sesampainya di desa tersebut, Malin Kundang ditolong oleh masyarakat di desa tersebut setelah sebelumnya menceritakan kejadian yang menimpanya. Desa tempat Malin terdampar adalah desa yang sangat subur. Dengan keuletan dan kegigihannya dalam bekerja, Malin lama kelamaan berhasil menjadi seorang yang kaya raya. Ia memiliki banyak kapal dagang dengan anak buah yang jumlahnya lebih dari 100 orang. Setelah menjadi kaya raya, Malin Kundang mempersunting seorang gadis untuk menjadi istrinya.
Berita Malin Kundang yang telah menjadi kaya raya dan telah menikah sampai juga kepada ibu Malin Kundang. Ibu Malin Kundang merasa bersyukur dan sangat gembira anaknya telah berhasil. Sejak saat itu, ibu Malin Kundang setiap hari pergi ke dermaga, menantikan anaknya yang mungkin pulang ke kampung halamannya.
Setelah beberapa lama menikah, Malin dan istrinya melakukan pelayaran dengan kapal yang besar dan indah disertai anak buah kapal serta pengawalnya yang banyak. Ibu Malin Kundang yang setiap hari menunggui anaknya, melihat kapal yang sangat indah itu, masuk ke pelabuhan. Ia melihat ada dua orang yang sedang berdiri di atas geladak kapal. Ia yakin kalau yang sedang berdiri itu adalah anaknya Malin Kundang beserta istrinya.
Malin Kundang pun turun dari kapal. Ia disambut oleh ibunya. Setelah cukup dekat, ibunya melihat belas luka dilengan kanan orang tersebut, semakin yakinlah ibunya bahwa yang ia dekati adalah Malin Kundang. "Malin Kundang, anakku, mengapa kau pergi begitu lama tanpa mengirimkan kabar?", katanya sambil memeluk Malin Kundang. Tapi apa yang terjadi kemudian? Malin Kundang segera melepaskan pelukan ibunya dan mendorongnya hingga terjatuh. "Wanita tak tahu diri, sembarangan saja mengaku sebagai ibuku", kata Malin Kundang pada ibunya. Malin Kundang pura-pura tidak mengenali ibunya, karena malu dengan ibunya yang sudah tua dan mengenakan baju compang-camping. "Wanita itu ibumu?", Tanya istri Malin Kundang. "Tidak, ia hanya seorang pengemis yang pura-pura mengaku sebagai ibuku agar mendapatkan harta ku", sahut Malin kepada istrinya. Mendengar pernyataan dan diperlakukan semena-mena oleh anaknya, ibu Malin Kundang sangat marah. Ia tidak menduga anaknya menjadi anak durhaka. Karena kemarahannya yang memuncak, ibu Malin menengadahkan tangannya sambil berkata "Oh Tuhan, kalau benar ia anakku, aku sumpahi dia menjadi sebuah batu". Tidak berapa lama kemudian angin bergemuruh kencang dan badai dahsyat datang menghancurkan kapal Malin Kundang. Setelah itu tubuh Malin Kundang perlahan menjadi kaku dan lama-kelamaan akhirnya berbentuk menjadi sebuah batu karang.
Pesan Moral : Sebagai seorang anak, jangan pernah melupakan semua jasa orangtua terutama kepada seorang Ibu yang telah mengandung dan membesarkan anaknya, apalagi jika sampai menjadi seorang anak yang durhaka. Durhaka kepada orangtua merupakan satu dosa besar yang nantinya akan ditanggung sendiri oleh anak.
Lutung Kasarung
Lutung Kasarung
Prabu Tapa Agung menunjuk Purbasari, putri bungsunya sebagai pengganti. "Aku sudah terlalu tua, saatnya aku turun tahta," kata Prabu Tapa.
Purbasari memiliki kakak yang bernama Purbararang. Ia tidak setuju adiknya diangkat menggantikan Ayah mereka. "Aku putri Sulung, seharusnya ayahanda memilih aku sebagai penggantinya," gerutu Purbararang pada tunangannya yang bernama Indrajaya. Kegeramannya yang sudah memuncak membuatnya mempunyai niat mencelakakan adiknya. Ia menemui seorang nenek sihir untuk memanterai Purbasari. Nenek sihir itu memanterai Purbasari sehingga saat itu juga tiba-tiba kulit Purbasari menjadi bertotol-totol hitam. Purbararang jadi punya alasan untuk mengusir adiknya tersebut. "Orang yang dikutuk seperti dia tidak pantas menjadi seorang Ratu !" ujar Purbararang.
Kemudian ia menyuruh seorang Patih untuk mengasingkan Purbasari ke hutan. Sesampai di hutan patih tersebut masih berbaik hati dengan membuatkan sebuah pondok untuk Purbasari. Ia pun menasehati Purbasari, "Tabahlah Tuan Putri. Cobaan ini pasti akan berakhir, Yang Maha Kuasa pasti akan selalu bersama Putri". "Terima kasih paman", ujar Purbasari.
Selama di hutan ia mempunyai banyak teman yaitu hewan-hewan yang selalu baik kepadanya. Diantara hewan tersebut ada seekor kera berbulu hitam yang misterius. Tetapi kera tersebut yang paling perhatian kepada Purbasari. Lutung kasarung selalu menggembirakan Purbasari dengan mengambilkan bunga –bunga yang indah serta buah-buahan bersama teman-temannya.
Pada saat malam bulan purnama, Lutung Kasarung bersikap aneh. Ia berjalan ke tempat yang sepi lalu bersemedi. Ia sedang memohon sesuatu kepada Dewata. Ini membuktikan bahwa Lutung Kasarung bukan makhluk biasa. Tidak lama kemudian, tanah di dekat Lutung merekah dan terciptalah sebuah telaga kecil, airnya jernih sekali. Airnya mengandung obat yang sangat harum.
Keesokan harinya Lutung Kasarung menemui Purbasari dan memintanya untuk mandi di telaga tersebut. "Apa manfaatnya bagiku ?", pikir Purbasari. Tapi ia mau menurutinya. Tak lama setelah ia menceburkan dirinya. Sesuatu terjadi pada kulitnya. Kulitnya menjadi bersih seperti semula dan ia menjadi cantik kembali. Purbasari sangat terkejut dan gembira ketika ia bercermin ditelaga tersebut.
Di istana, Purbararang memutuskan untuk melihat adiknya di hutan. Ia pergi bersama tunangannya dan para pengawal. Ketika sampai di hutan, ia akhirnya bertemu dengan adiknya dan saling berpandangan. Purbararang tak percaya melihat adiknya kembali seperti semula. Purbararang tidak mau kehilangan muka, ia mengajak Purbasari adu panjang rambut. "Siapa yang paling panjang rambutnya dialah yang menang !", kata Purbararang. Awalnya Purbasari tidak mau, tetapi karena terus didesak ia meladeni kakaknya. Ternyata rambut Purbasari lebih panjang.
"Baiklah aku kalah, tapi sekarang ayo kita adu tampan tunangan kita, Ini tunanganku", kata Purbararang sambil mendekat kepada Indrajaya. Purbasari mulai gelisah dan kebingungan. Akhirnya ia melirik serta menarik tangan Lutung Kasarung. Lutung Kasarung melonjak-lonjak seakan-akan menenangkan Purbasari. Purbararang tertawa terbahak-bahak, "Jadi monyet itu tunanganmu ?".
Pada saat itu juga Lutung Kasarung segera bersemedi. Tiba-tiba terjadi suatu keajaiban. Lutung Kasarung berubah menjadi seorang Pemuda gagah berwajah sangat tampan, lebih dari Indrajaya. Semua terkejut melihat kejadian itu seraya bersorak gembira. Purbararang akhirnya mengakui kekalahannya dan kesalahannya selama ini. Ia memohon maaf kepada adiknya dan memohon untuk tidak dihukum. Purbasari yang baik hati memaafkan mereka. Setelah kejadian itu akhirnya mereka semua kembali ke Istana.
Purbasari menjadi seorang ratu, didampingi oleh seorang pemuda idamannya. Pemuda yang ternyata selama ini selalu mendampinginya dihutan dalam wujud seekor lutung.
Pemerintah Obama Cabut Visa Aktivis Irlandia Anti Penahanan Ekstrajudisial
Visa multiple-entry 10 tahun Amerika Serikat milik Edward Horgan, aktivis terkenal Irlandia dan mantan perwira Angkatan Darat Irlandia, telah dicabut oleh pemerintahan Barack Obama tanpa penjelasan. Horgan percaya bahwa pencabutan itu terkait dengan prinsipnya dalam melawan kebijakan penahanan ekstrajudisial yang dilakukan AS di beberapa negara, khususnya menentang penggunaan Bandar Udara Shannon di Irlandia barat sebagai persinggahan bagi penerbangan-penerbangan tahanan ekstrajudisial AS. (Note: Perubahan, Tuan Obama?]




























































































































































