Arti Sebuah Persahabatan

Pada dahulu kala hiduplah seekor kura-kura dan seekor burung elang. Walaupun sang kura-kura dan elang jarang bertemu karena sang kura-kura lebih banyak menghabiskan waktu disemak-semak sedangkan sang elang lebih banyak terbang, namun tidak menghalangi sang elang untuk selalu mengunjungi teman kecilnya yang baik hati, sang kura-kura.
Keluarga sang kura-kura sangat ramah dan selalu menyambut kedatangan sang elang dengan gembira. Mereka juga selalu memberi sang elang makanan dengan sangat royalnya. Sehingga sang elang selalu berkali-kali datang karena makanan gratis dari keluarga kura-kura tersebut. Setiap kali sehabis makan dari keluarga kura-kura sang elang selalu menertawakan sang kura-kura : "ha ha betapa bodohnya si kura-kura, aku dapat merasakan kenikmatan dari makanan yang selalu dia berikan, namun tidak mungkin dia dapat merasakan nikmatnya makananku karena sarangku yang terletak jauh diatas gunung"
Karena begitu seringnya sang elang menertawakan dan dengan egoisnya menghabiskan makanan sang kura-kura, maka seluruh hutan mulai menggunjingkan sikap sang elang tersebut. Para penghuni hutan tersebut merasa tidak suka dengan sikap seenaknya sang elang kepada sang kura-kura yang baik hati. Suatu hari seekor kodok memanggil kura-kura yang sedang berjalan dekat sungai. "Hai temanku sang kura-kura, berilah aku semangkok kacang polong, maka aku akan memberikan kata-kata bijak untukmu" seru sang kodok. Setelah menghabiskan semangkuk kacang polong dari sang kura-kura, sang kodok berkata lagi: "kura-kura, sahabatmu sang elang telah menyalahgunakan persahabatan dan kebaikan hatimu. Setiap kali sehabis bertamu di sarangmu, selalu saja dia mengejekmu dengan berkata " ha ha betapa bodohnya si kura-kura, aku dapat merasakan kenikmatan dari makan yang selalu dia berikan, namun tidak mungkin dia dapat merasakan nikmatnya makananku karena sarangku yang terletak jauh diatas gunung". Pada suatu hari nanti sang elang akan datang kembali dan akan meminta sekeranjang makanan darimu dan berjanji akan memberikan makanan kepadamu dan anak-anakmu"
Benarlah yang dikatakan oleh sang kodok, sang elang datang dengan membawa keranjang dan seperti biasanya sang elang menikmati makanan dari sang kura-kura. Sang elang berkata: "hai temanku kura-kura, ijinkan aku mengisi keranjangku dengan makanan darimu, maka akan kukirimkan kepada anak istriku dan istriku akan memberimu makanan buatannya untuk istri dan anakmu". Kemudian sang elang terbang dan kembali menertawakan sang kura-kura. Maka segeralah sang kura-kura masuk kedalam keranjang tersebut dan ditutupi dengan sayuran buah-buahan oleh istrinya, sehingga tidak terlihat. Ketika sang elang kembali, istri sang kura-kura mengatakan bahwa suaminya baru saja pergi dan memberikan keranjang penuh berisi makanan kepada sang elang. Sang elang segera bergegas terbang sambil membawa keranjang tersebut.
Kembali dia menertawakan kebodohan sang kura-kura. Namun kali ini sang kura-kura mendengar sendiri perkataannya. Sampailah mereka di sarang sang elang, dan sang elang segera memakan isi keranjang tersebut sampai habis. Betapa terkejutnya melihat sang kura-kura keluar dari keranjang tersebut. "Hai temanku sang elang, engkau sudah sering mengunjungi sarangku namun belum pernah sekalipun aku mengunjungi sarangmu. Kelihatannya akan sangat berbahagianya aku kalau dapat menikmati makananmu seperti engkau menikmati makananku." Betapa marahnya sang elang karena merasa tersindir. Dengan marah ia mematuk sang kura-kura.Namun berkat batok rumah sang kura-kura yang keras, kura-kura tidak dapat dipatuk oleh sang elang. Dengan sedihnya sang kura-kura berkata: "Aku telah melihat persahabatan macam apa yang engkau tawarkan padaku hai sang elang. Betapa kecewanya aku. Baiklah antarkan aku kembali ke sarangku dan persahabatan kita akan berakhir." Sang elangpun berkata :"Baiklah kalau itu maumu. Aku akan membawamu pulang" Namun timbul pikiran jahat pada diri sang elang. "Aku akan menjatuhkanmu dan memakan sisa-sisa dirimu" pikirnya lagi.
Begitulah, sang kura-kura memegang kaki sang elang yang terbang tinggi. "lepaskan kakiku" seru sang elang marah. Dengan sabar sang kura-kura menjawab: "Aku akan melepaskan kakimu apabila engkau sudah mengantarkanku pulang ke sarangku" dengan kesal sang elang pun terbang tinggi, menungkik dan menggoyang-goyangkan kakinya dengan harapan sang kura-kura akan jatuh. Namun tidak ada gunanya. Akhirnya dia menurunkan sang kura-kura di sarangnya, dan segera terbang tinggi dengan perasaan malu.
Ketika sang elang terbang, sang kura-kura berseru : " Hai temanku persahabatan membutuhkan rasa saling membagi satu dengan lainnya. Aku menghargaimu dan kaupun menghargaiku. Namun bagaimanapun, sejak engkau menjadikan persahabatan kita hanya permainan, mentertawakan keramahan keluargaku dan aku maka sebaiknya engkau tidak usah lagi datang kepadaku".

Kancil si pencuri Timun

Siang itu panas sekali. Matahari bersinar garang. Tapi hal itu tidak terlalu dirasakan oleh Kancil. Dia sedang tidur nyenyak di bawah sebatang pohon yang rindang. Tiba-tiba saja mimpi indahnya terputus. "Tolong! Tolong! " terdengar teriakan dan jeritan berulang-ulang. Lalu terdengar suara derap kaki binatang yang sedang berlari-lari. "Ada apa, sih?" kata Kancil. Matanya berkejap-kejap, terasa berat untuk dibuka karena masih mengantuk. Di kejauhan tampak segerombolan binatang berlari-lari menuju ke arahnya. "Kebakaran! Kebakaran! " teriak Kambing. " Ayo lari, Cil! Ada kebakaran di hutan! " Memang benar. Asap tebal membubung tinggi ke angkasa. Kancil ketakutan melihatnya. Dia langsung bangkit dan berlari mengikuti teman-temannya.
Kancil terus berlari. Wah, cepat juga larinya. Ya, walaupun Kancil bertubuh kecil, tapi dia dapat berlari cepat. Tanpa terasa, Kancil telah berlari jauh, meninggalkan teman-temannya. "Aduh, napasku habis rasanya," Kancil berhenti dengan napas terengah-engah, lalu duduk beristirahat. "Lho, di mana binatang-binatang lainnya?" Walaupun Kancil senang karena lolos dari bahaya, tiba-tiba ia merasa takut. "Wah, aku berada di mana sekarang? Sepertinya belum pernah ke sini." Kancil berjalan sambil mengamati daerah sekitarnya. "Waduh, aku tersesat. Sendirian lagi. Bagaimana ini?'7 Kancil semakin takut dan bingung. "Tuhan, tolonglah aku."
Kancil terus berjalan menjelajahi hutan yang belum pernah dilaluinya. Tanpa terasa, dia tiba di pinggir hutan. Ia melihat sebuah ladang milik Pak Tani. "Ladang sayur dan buah-buahan? Oh, syukurlah. Terima kasih, Tuhan," mata Kancil membelalak. Ladang itu penuh dengan sayur dan buah-buahan yang siap dipanen. Wow, asyik sekali! "Kebetulan nih, aku haus dan lapar sekali," kata Kancil sambil menelan air liurnya. "Tenggorokanku juga terasa kering. Dan perutku keroncongan minta diisi. Makan dulu, ah."
Dengan tanpa dosa, Kancil melahap sayur dan buahbuahan yang ada di ladang. Wah, kasihan Pak Tani. Dia pasti marah kalau melihat kejadian ini. Si Kancil nakal sekali, ya? "Hmm, sedap sekali," kata Kancil sambil mengusap-usap perutnya yang kekenyangan. "Andai setiap hari pesta seperti ini, pasti asyik." Setelah puas, Kancil merebahkan dirinya di bawah sebatang pohon yang rindang. Semilir angin yang bertiup, membuatnya mengantuk. "Oahem, aku jadi kepingin tidur lagi," kata Kancil sambil menguap. Akhirnya binatang yang nakal itu tertidur, melanjutkan tidur siangnya yang terganggu gara-gara kebakaran di hutan tadi. Wah, tidurnya begitu pulas, sampai terdengar suara dengkurannya. Krr... krr... krrr...
Ketika bangun pada keesokan harinya, Kancil merasa lapar lagi. "Wah, pesta berlanjut lagi, nih," kata Kancil pada dirinya sendiri. "Kali ini aku pilih-pilih dulu, ah. Siapa tahu ada buah timun kesukaanku." Maka Kancil berjalan-jalan mengitari ladang Pak Tani yang luas itu. "Wow, itu dia yang kucari! " seru Kancil gembira. "Hmm, timunnya kelihatan begitu segar. Besarbesar lagi! Wah, pasti sedap nih." Kancil langsung makan buah timun sampai kenyang. "Wow, sedap sekali sarapan timun," kata Kancil sambil tersenyum puas. Hari sudah agak siang. Lalu Kancil kembali ke bawah pohon rindang untuk beristirahat.
Pak Tani terkejut sekali ketika melihat ladangnya. "Wah, ladang timunku kok jadi berantakan-begini," kata Pak Tani geram. "Perbuatan siapa, ya? Pasti ada hama baru yang ganas. Atau mungkinkah ada bocah nakal atau binatang lapar yang mencuri timunku?" Ladang timun itu memang benar-benar berantakan. Banyak pohon timun yang rusak karena terinjak-injak. Dan banyak pula serpihan buah timun yang berserakan di tanah. 7 @ Hm, awas, ya, kalau sampai tertangkap! " omel Pak Tani sambil mengibas-ngibaskan sabitnya. "Panen timunku jadi berantakan." Maka seharian Pak Tani sibuk membenahi kembali ladangnya yang berantakan.
Dari tempat istirahatnya, Kancil terus memperhatikan Pak Tani itu. "Hmm, dia pasti yang bernama Pak Tani," kata Kancil pada dirinya sendiri. "Kumisnya boleh juga. Tebal,' hitam, dan melengkung ke atas. Lucu sekali. Hi... hi... hi.... Sebelumnya Kancil memang belum pernah bertemu dengan manusia. Tapi dia sering mendengar cerita tentang Pak Tani dari teman-temannya. "Aduh, Pak Tani kok lama ya," ujar Kancil. Ya, dia telah menunggu lama sekali. Siang itu Kancil ingin makan timun lagi. Rupanya dia ketagihan makan buah timun yang segar itu. Sore harinya, Pak Tani pulang sambil memanggul keranjang berisi timun di bahunya. Dia pulang sambil mengomel, karena hasil panennya jadi berkurang. Dan waktunya habis untuk menata kembali ladangnya yang berantakan. "Ah, akhirnya tiba juga waktu yang kutunggu-tunggu," Kancil bangkit dan berjalan ke ladang. Binatang yang nakal itu kembali berpesta makan timun Pak Tani.
Keesokan harinya, Pak Tani geram dan marah-marah melihat ladangnya berantakan lagi. "Benar-benar keterlaluan! " seru Pak Tani sambil mengepalkan tangannya. "Ternyata tanaman lainnya juga rusak dan dicuri." Pak Tani berlutut di tanah untuk mengetahui jejak si pencuri. "Hmm, pencurinya pasti binatang," kata Pak Tani. "Jejak kaki manusia tidak begini bentuknya." Pemilik ladang yang malang itu bertekad untuk menangkap si pencuri. "Aku harus membuat perangkap untuk menangkapnya! " Maka Pak Tani segera meninggalkan ladang. Setiba di rumahnya, dia membuat sebuah boneka yang menyerupai manusia. Lalu dia melumuri orang-orangan ladang itu dengan getah nangka yang lengket!
Pak Tani kembali lagi ke ladang. Orang-orangan itu dipasangnya di tengah ladang timun. Bentuknya persis seperti manusia yang sedang berjaga-jaga. Pakaiannya yang kedodoran berkibar-kibar tertiup angin. Sementara kepalanya memakai caping, seperti milik Pak Tani. "Wah, sepertinya Pak Tani tidak sendiri lagi," ucap Kancil, yang melihat dari kejauhan. "Ia datang bersama temannya. Tapi mengapa temannya diam saja, dan Pak Tani meninggalkannya sendirian di tengah ladang?" Lama sekali Kancil menunggu kepergian teman Pak Tani. Akhirnya dia tak tahan. "Ah, lebih baik aku ke sana," kata Kancil memutuskan. "Sekalian minta maaf karena telah mencuri timun Pak Tani. Siapa tahu aku malah diberinya timun gratis."
"Maafkan saya, Pak," sesal Kancil di depan orangorangan ladang itu. "Sayalah yang telah mencuri timun Pak Tani. Perut saya lapar sekali. Bapak tidak marah, kan?" Tentu saj,a orang-orangan ladang itu tidak menjawab. Berkali-kali Kancil meminta maaf. Tapi orang-orangan itu tetap diam. Wajahnya tersenyum, tampak seperti mengejek Kancil. "Huh, sombong sekali!" seru Kancil marah. "Aku minta maaf kok diam saja. Malah tersenyum mengejek. Memangnya lucu apa?" gerutunya. Akhirnya Kancil tak tahan lagi. Ditinjunya orangorangan ladang itu dengan tangan kanan. Buuuk! Lho, kok tangannya tidak bisa ditarik? Ditinjunya lagi dengan tangan kiri. Buuuk! Wah, kini kedua tangannya melekat erat di tubuh boneka itu. " Lepaskan tanganku! " teriak Kancil j engkel. " Kalau tidak, kutendang kau! " Buuuk! Kini kaki si Kancil malah melekat juga di tubuh orang-orangan itu. "Aduh, bagaimana ini?"
Sore harinya, Pak Tani kembali ke ladang. "Nah, ini dia pencurinya! " Pak Tani senang melihat jebakannya berhasil. "Rupanya kau yang telah merusak ladang dan mencuri timunku." Pak Tani tertawa ketika melepaskan Kancil. "Katanya kancil binatang yang cerdik," ejek Pak Tani. "Tapi kok tertipu oleh orang-orangan ladang. Ha... ha... ha.... " Kancil pasrah saja ketika dibawa pulang ke rumah Pak Tani. Dia dikurung di dalam kandang ayam. Tapi Kancil terkejut ketika Pak Tani menyuruh istrinya menyiapkan bumbu sate. " Aku harus segera keluar malam ini j uga I " tekad Kancil. Kalau tidak, tamatlah riwayatku. " Malam harinya, ketika seisi rumah sudah tidur, Kancil memanggil-manggil Anjing, si penjaga rumah. "Ssst... Anjing, kemarilah," bisik Kancil. "Perkenalkan, aku Kancil. Binatang piaraan baru Pak Tani. Tahukah kau? Besok aku akan diajak Pak Tani menghadiri pesta di rumah Pak Lurah. Asyik, ya?"
Anjing terkejut mendengarnya. "Apa? Aku tak percaya! Aku yang sudah lama ikut Pak Tani saja tidak pernah diajak pergi. Eh, malah kau yang diajak." Kancil tersenyum penuh arti. "Yah, terserah kalau kau tidak percaya. Lihat saja besok! Aku tidak bohong! " Rupanya Anjing terpengaruh oleh kata-kata si Kancil. Dia meminta agar Kancil membujuk Pak Tani untuk mengajakn-ya pergi ke pesta. "Oke, aku akan berusaha membujuk Pak Tani," janji Kancil. "Tapi malam ini kau harus menemaniku tidur di kandang ayam. Bagaimana?" Anjing setuju dengan tawaran Kancil. Dia segera membuka gerendel pintu kandang, dan masuk. Dengan sigap, Kancil cepat-cepat keluar dari kandang. "Terima kasih," kata Kancil sambil menutup kembali gerendel pintu. "Maaf Iho, aku terpaksa berbohong. Titip salam ya, buat Pak Tani. Dan tolong sampaikan maafku padanya." Kancil segera berlari meninggalkan rumah Pak Tani. Anjing yang malang itu baru menyadari kejadian sebenarnya ketika Kancil sudah menghilang.
Kancil yang cerdik, temyata mudah diperdaya oleh Pak Tani. Itulah sebabnya kita tidak boleh takabur

ASAL USUL DANAU LIPAN

Asal Usul Danau Lipan

Di kecamatan Muara Kaman kurang lebih 120 km di hulu Tenggarong ibukota Kabupaten Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur ada sebuah daerah yang terkenal dengan nama Danau Lipan. Meskipun bernama Danau, daerah tersebut bukanlah danau seperti Danau Jempang dan Semayang. Daerah itu merupakan padang luas yang ditumbuhi semak dan perdu.
Dahulu kala kota Muara Kaman dan sekitarnya merupakan lautan. Tepi lautnya ketika itu ialah di Berubus, kampung Muara Kaman Ulu yang lebih dikenal dengan nama Benua Lawas. Pada masa itu ada sebuah kerajaan yang bandarnya sangat ramai dikunjungi karena terletak di tepi laut.
Terkenallah pada masa itu di kerajaan tersebut seorang putri yang cantik jelita. Sang putri bernama Putri Aji Bedarah Putih. Ia diberi nama demikian tak lain karena bila sang putri ini makan sirih dan menelan air sepahnya maka tampaklah air sirih yang merah itu mengalir melalui kerongkongannya.
Kejelitaan dan keanehan Putri Aji Bedarah Putih ini terdengar pula oleh seorang Raja Cina yang segera berangkat dengan Jung besar beserta bala tentaranya dan berlabuh di laut depan istana Aji Bedarah Putih. Raja Cina pun segera naik ke darat untuk melamar Putri jelita.
Sebelum Raja Cina menyampaikan pinangannya, oleh Sang Putri terlebih dahulu raja itu dijamu dengan santapan bersama. Tapi malang bagi Raja Cina, ia tidak mengetahui bahwa ia tengah diuji oleh Putri yang tidak saja cantik jelita tetapi juga pandai dan bijaksana. Tengah makan dalam jamuan itu, puteri merasa jijik melihat kejorokan bersantap dari si tamu. Raja Cina itu ternyata makan dengan cara menyesap, tidak mempergunakan tangan melainkan langsung dengan mulut seperti anjing.
Betapa jijiknya Putri Aji Bedarah Putih dan ia pun merasa tersinggung, seolah-olah Raja Cina itu tidak menghormati dirinya disamping jelas tidak dapat menyesuaikan diri. Ketika selesai santap dan lamaran Raja Cina diajukan, serta merta Sang Putri menolak dengan penuh murka sambil berkata, "Betapa hinanya seorang putri berjodoh dengan manusia yang cara makannya saja menyesap seperti anjing."
Penghinaan yang luar biasa itu tentu saja membangkitkan kemarahan luar biasa pula pada Raja Cina itu. Sudah lamarannya ditolak mentah-mentah, hinaan pula yang diterima. Karena sangat malu dan murkanya, tak ada jalan lain selain ditebus dengan segala kekerasaan untuk menundukkan Putri Aji Bedarah Putih. Ia pun segera menuju ke jungnya untuk kembali dengan segenap bala tentara yang kuat guna menghancurkan kerajaan dan menawan Putri.
Perang dahsyat pun terjadilah antara bala tentara Cina yang datang bagai gelombang pasang dari laut melawan bala tentara Aji Bedarah Putih.
Ternyata tentara Aji Bedarah Putih tidak dapat menangkis serbuan bala tentara Cina yang mengamuk dengan garangnya. Putri yang menyaksikan jalannya pertempuran yang tak seimbang itu merasa sedih bercampur geram. Ia telah membayangkan bahwa peperangan itu akan dimenangkan oleh tentara Cina. Karena itu timbullah kemurkaannya.
Putri pun segera makan sirih seraya berucap, "Kalau benar aku ini titisan raja sakti, maka jadilah sepah-sepahku ini lipan-lipan yang dapat memusnahkan Raja Cina beserta seluruh bala tentaranya." Selesai berkata demikian, disemburkannyalah sepah dari mulutnya ke arah peperangan yang tengah berkecamuk itu. Dengan sekejap mata sepah sirih putri tadi berubah menjadi beribu-ribu ekor lipan yang besar-besar, lalu dengan bengisnya menyerang bala tentara Cina yang sedang mengamuk.
Bala tentara Cina yang berperang dengan gagah perkasa itu satu demi satu dibinasakan. Tentara yang mengetahui serangan lipan yang tak terlawan itu, segera lari lintang-pukang ke jungnya. Demikian pula sang Raja. Mereka bermaksud akan segera meninggalkan Muara Kaman dengan lipannya yang dahsyat itu, tetapi ternyata mereka tidak diberi kesempatan oleh lipan-lipan itu untuk meninggalkan Muara Kaman hidup-hidup. Karena lipan-lipan itu telah diucap untuk membinasakan Raja dan bala tentara Cina, maka dengan bergelombang mereka menyerbu terus sampai ke Jung Cina. Raja dan segenap bala tentara Cina tak dapat berkisar ke mana pun lagi dan akhirnya mereka musnah semuanya. Jung mereka ditenggelamkan juga.
Sementara itu Aji Bedarah Putih segera hilang dengan gaib, entah kemana dan bersamaan dengan gaibnya putri, maka gaib pulalah Sumur Air Berani, sebagai kekuatan tenaga sakti kerajaan itu. Tempat Jung Raja Cina yang tenggelam dan lautnya yang kemudian mendangkal menjadi suatu daratan dengan padang luas itulah yang kemudian disebut hingga sekarang dengan nama Danau Lipan.

Mayat Berasap

Cerita ini bermula ketika aku masih menuntut di sekolah rendah dalam darjah 5 ketika itu aku berumur 10 tahun . peristiwa ini berlaku pada suatu malam nan hening yang banyak mengundang unggas-unggas bermain pada masa waktu ketibaannya Tapi bukan sahaja makhluk kerdil ini sahaja yang hadir pada waktu seperti ini tetapi ada juga makhluk lain yang suka bertandang pada waktu ini. Seperti apa yang dikatakan oleh arwah nenekku, makhluk yang sering bertandang pada waktu ini ialah makhluk Jin dan Syaitan yang dilaknati telah Allah S.W.T.

Ketika itu aku baru selesai mengaji Al-Quran dari rumah Tok Cik , guru yang mengajar aku tentang agama. Ketika itu akulah pelajarnya yang terakhir menyelesaikan pembelajaran pada hari itu. Maknanya aku terpaksa kembali ke rumah berseorangan kerana rakan-rakanku yang lain telah lama meninggalkanku. Selepas mengucapkan terima kasih kepada Tok Cik ,aku pun berjalan pulang. Malam makin gelap perasan takut mula menyelubungi diriku. Kini aku mula merentasi kawasan perkuburan yang selalu digembar gemburkan oleh penduduk kampung sebagai kawasan berhantu. Hatiku mula berkocak dan mula berfikir tentang cerita-cerita seram yang sering diceritakan oleh penduduk kampung.

Tiba-tiba satu kubur mula berasap, aku mula berpeluh. Aku melihat satu mayat berasap keluar dari kubur tersebut .AARRRGGGGHHH!!!!!!. Aku mula kaget dan menjerit ketakutan. Fikiran aku makin bercelaru, puaka itu semakin mara kepadaku. Ingin aku meninggalkan tempat itu, tetapi aku tak dapat menggerakkan anggota tubuhku, Tubuhku seperti terpaku di bumi di mana tempat aku berpijak. Mayat berasap itu mula mengeluarkan bunyi yang menyeramkan. Heeeee….Heeeee…Heeeee…. Suaranya sungguh nyaring dan menyeramkan kepada sesiapa yang mendengarnya. Dalam keadaan samar-samar itu aku dapat melihat wajah puaka tersebut. Wajahnya sungguh menyeramkan dengan anggota tubuhnya dibaluti kain kafan dan wajahnya yang menyeringai memandang tepat ke mukaku.

Dengan melihat puaka itu mula mendekatiku, aku mula mengumpulkan seluruh tenaga untuk berlari meninggalkan kawasan berpuaka itu. Aku seperti mendapat semangat yang baru, sejurus itu aku mula berlari untuk meninggalkan kawasan tersebut. Dari kejauhan itu aku masih lagi mendengar hilai ketawa mayat tersebut. Aku berlari sehinggalah aku kepenatan. Aku pun berhenti di bawah perdu sepohon pokok Pulai. Tanpa menyedari keadaan sekeliling aku pun melepaskan lelah di bawah pokok tersebut. Semasa aku berehat di bawah perdu pokok itu, aku merasa ada sesuatu cecair pekat menitik jatuh dan terkena pada baju melayuku. Tikk…Tikk…Tikkk… Setitik demi setitik jatuh mengena pada bajuku. Aku dapat mengecam cecair yang terkena pada bajuku itu, tak lain dan tak bukan iaitu DARAH. Aku mula melihat kekiri dan kekananku tapi tiada bukti darah itu datang dari sana. Dalam keadaan ketakutan aku memberanikan diriku melihat ke atas pokok tersebut. Memang tidak salah dugaanku, mayat berasap tersebut masih lagi ingin menggangguku. Dalam kegelapan malam itu aku dapat melihat dua biji mata merah memandang tepat kepadaku. Tangan mayat itu mula mahu memegang leherku, yang pasti akan meragut nyawaku pada malam itu. Sejurus sahaja kejadian itu berlaku aku terus menjerit ketakutan dan tanpa mengingati apa yang telah terjadi pada diriku pada malam yang menyeramkan itu.

Pada suatu ketika aku mula membuka mata, aku menyedari kini aku berada di rumah Tok Cik. Aku bertanya kepada Tok Cik kenapa aku berada di sini dan apa yang telah berlaku kepadaku?. Dan Tok Cik hanya menjawab, “mengucap dan bertenang Pak Kadim itu tak akan menggangumu lagi anakku”. Tetapi bagiku pernyataan Tok Cik itu masih lagi membawa seribu pertanyaan kepadaku dan menjadi misteri kepada diriku. Di dalam benakku masih tertanya-tanya siapakah Pak Kadim itu?. Apakah hubungan Tok Cik dengan Pak Kadim dan mengapakah aku yang menjadi mangsa gangguan Pak Kadim itu?. Kini peristiwa tersebut telah lama berakhir dan Tok Cik guru agamaku juga telah lama kembali ke Alam Baqa. Tetapi, aku masih lagi tidak dapat melupakan peristiwa yang menakutkan ini dan ia masih lagi menghantui diriku serta seterusnya ia telah menjadi satu pengalaman yang ngeri dalam hidupku sehinggalah kehari ini.

Koran - Koran Aneh

Jenis koran di Indonesia sangat beragam, di tambah koran yang hanya membahas bidang tertentu. Koran-koran yang isi beritanya "keras" cenderung menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan baku. Terkadang bahasa yang selalu baku membuat orang merasa bosan untuk membaca. Bahasa yang disebut baku sendiri kadang tidak dimengerti maknanya oleh pembaca. Muncullah koran-koran baru yang menyuguhkan bahasa yang lebih segar untuk dibaca. Bahasa yang sederhana dapat dipahami oleh kalangan mana pun. Dibalik kesegaran bahasa itu menimbulkan rasa gelitik dan senyum di bibir pembaca. Bahasa yang ditulis selain menggunakan bahasa nonbaku juga menimbulkan salah pengertian bagi pembaca.
Berikut bahasa koran-koran yang lucu....












Ni sebenarnya berita ato curhat ya? hahahaha... sory klo repost.. thanks to kapanlagi.forum

Berbagai Benda Klenik Ditemukan Di Kantor KPK

Bagi Anda yang tidak mempercayai hal-hal mistis atau hal gaib, maka kejadian ini pastinya tidak masuk di akal. Namun demikian, percaya atau tidak bahwa beberapa waktu lalu, sebuah penemuan benda-benda yang diduga "berbau"klenik ditemukan di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).



Tindak tanduk lembaga pemberantasan korupsi ini dalam memburu para koruptor memang banyak mengundang sorotan, selain mendapat "acungan jempol" dalam menguak kasus korupsi, keberadaan lembaga ini juga pastinya tidak luput dari tekanan-tekanan dalam menjalankan tugasnya dari para pihak yang tidak nyaman akan keberadaan KPK.



Selain tekanan sosial maupun politik, ternyata teror psikologis yang bersifat mistis pun diduga juga menghampiri orang-orang di lembaga pemberantasan korupsi tersebut.



Hal ini terbukti dengan ditemukannya berbagai benda-benda klenik di sekitar dan di dalam gedung KPK di Kuningan, Jakarta.



Berdasarkan keterangan Juru Bicara KPK, Johan Budi, benda-benda yang diduga berhubungan dengan hal gaib tersebut beberapakali ditemukan di gedung KPK.



"Tim Pamdal (Pengamanan Dalam) yang melakukan pengecekan KPK setiap harinya, tadi pagi menemukan hal mencurigakan, saat dibuka isinya berupa sebuah gundukan tanah dan rajah (lembaran kertas/kain bertulisan mantera) di gedung KPK," ucapnya.



Johan menambahkan bahwa penemuan barang tersebut sudah sering ditemukan di lokasi berbeda di gedung KPK.



Selain kedua benda tersebut, Johan juga menambahkan bahwa benda lain seperti taburan garam, kulit kayu bertulisan arab maupun benda-benda yang berbau wangi kembang juga sudah sering ditemukan.



Percaya atau tidak, namun memang keberadaan lembaga pemberantasan korupsi ini pastinya banyak mengundang "rasa tidak nyaman" para pelaku tindak pidana korupsi di negeri ini.kabarinews.com

Pesan Ayatullah Khamenei pada Konferensi Internasional Perlucutan Senjata Nuklir 2010

Dengan Nama Allah, Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Saya ingin mengucapkan selamat datang kepada tamu-tamu terhormat yang telah berkumpul di sini. Adalah suatu kehormatan bahwa Republik Islam Iran menjadi tuan rumah Konferensi Internasional tentang Perlucutan Senjata Nuklir hari ini. Mudah-mudahan, Anda akan memanfaatkan kesempatan ini dan menunjukkan kepada masyarakat manusia dengan hasil abadi dan berharga yang Anda akan peroleh melalui diskusi dan konsultasi.

Studi tentang atom dan ilmu nuklir adalah salah satu prestasi terbesar manusia yang bisa dan harus digunakan untuk melayani kesejahteraan bangsa-bangsa di seluruh dunia serta pertumbuhan dan perkembangan semua masyarakat manusia. Aplikasi ilmu nuklir mencakup berbagai kebutuhan medis dan industri serta kebutuhan energi, semuanya dipandang cukup penting. Untuk alasan ini, dapat dikatakan bahwa teknologi nuklir telah mendapatkan posisi penting dalam bidang-bidang ekonomi dari kehidupan. Dan dengan berlalunya waktu serta meningkatnya kebutuhan industri, medis, dan energi, peran penting teknologi nuklir akan terus tumbuh, dan upaya untuk mencapai dan memanfaatkan energi nuklir pun akan meningkat. Sama seperti bangsa-bangsa lain di dunia, bangsa-bangsa Timur Tengah yang haus akan perdamaian, keamanan, dan kemajuan memiliki hak untuk menjamin posisi ekonomi mereka berada pada posisi yang superior bagi generasi masa depan mereka melalui pemanfaatan teknologi ini. Mencegah negara-negara di wilayah ini untuk menaruh perhatian serius terhadap hak alamiah dan berharga ini (hak memanfaatkan nuklir damai—red) mungkin merupaskan salah satu tujuan di balik penciptaan keraguan tentang program nuklir damai Republik Islam Iran.

Hal yang menarik adalah bahwa saat ini satu-satunya kriminal nuklir di dunia justru secara keliru mengklaim hendak memerangi proliferasi senjata nuklir. Sementara itu, tidak ada keraguan bahwa mereka tidak akan mengambil langkah-langkah serius dalam hal ini, dan itu tidak akan pernah mereka lakukan. Jika klaim Amerika, bahwa mereka memerangi proliferasi senjata nuklir, tidak palsu, maka dapatkah rezim Zionis mengubah tanah Palestina yang diduduki menjadi sebuah gudang senjata dimana sejumlah besar persenjataan nuklir disimpan sementara pada saat yang sama rezim itu menolak untuk menghormati regulasi internasional dalam hal ini, terutama NPT?

Sayangnya, meskipun kata atom dikaitkan dengan kemajuan pengetahuan manusia, ia juga terkait dengan peristiwa paling mengerikan dalam sejarah dan genosida terbesar serta penyalahgunaan pencapaian ilmiah manusia. Meskipun banyak negara telah berupaya untuk memproduksi dan mengumpulkan senjata nuklir—yang dengan sendirinya dapat dianggap sebagai awal untuk melakukan kejahatan serius serta membahayakan perdamaian global—hanya ada satu pemerintah yang telah melakukan kejahatan nuklir sejauh ini. Hanya pemerintah Amerika Serikat yang telah menyerang orang-orang tertindas di Hiroshima dan Nagasaki dengan bom atom dalam perang yang tidak adil dan tidak manusiawi.

Sejak senjata nuklir yang pertama kali diledakkan oleh pemerintah AS di Hiroshima dan Nagasaki menciptakan bencana kemanusiaan dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah dan mengekspos keamanan umat manusia kepada suatu ancaman besar, maka masyarakat global telah mencapai kesepakatan bulat bahwa adalah perlu untuk secara sepenuhnya menghancurkan senjata-senjata seperti itu. Penggunaan senjata nuklir tidak hanya menghasilkan pembunuhan besar-besaran dan penghancuran, tetapi juga pembantaian manusia tanpa pandang bulu—militer dan sipil, muda dan tua, pria dan wanita. Dan efek anti-manusia dari senjata ini telah melampaui batas-batas politik dan geografis, bahkan menimbulkan lukai bagi generasi mendatang. Oleh karena itu, menggunakan atau bahkan mengancam untuk menggunakan senjata seperti ini merupakan pelanggaran serius terhadap aturan paling dasar dari kebaikan dan merupakan manifestasi yang jelas dari kejahatan perang.

Dari perspektif militer dan keamanan, setelah sejumlah kekuatan tertentu dipersenjatai dengan senjata anti-manusia ini, tidak ada keraguan lagi bahwa kemenangan dalam perang nuklir adalah suatu yang mustahil dan bahwa keterlibatan dalam perang seperti itu akan menjadi sebuah tindakan yang tidak bijaksana dan anti-kemanusiaan. Namun demikian, walaupun realitas etis, intelektual, manusiawi, dan bahkan militer ini jelas terlihat, keinginan kuat yang terus diulangi oleh masyarakat global untuk menghapus senjata tersebut telah diabaikan oleh sejumlah kecil pemerintahan yang mendasarkan keamanan ilusi mereka pada ketidakamanan global.

Sikap keras kepala dari pemerintahan-pemerintahan tersebut terkait kepemilikan dan proliferasi senjata nuklir serta upaya mereka untuk meningkatkan daya rusak senjata itu—yang sama sekali tidak akan berguna kecuali untuk tujuan intimidasi dan pembantaian serta rasa aman yang palsu berdasarkan atas kekuatan pre-emptive yang dihasilkan dari pemusnahan semua orang—telah menyebabkan mimpi buruk nuklir ini abadi di dunia. Sumber daya manusia dan ekonomi yang tak terhitung jumlahnya telah dihabiskan dalam kompetisi yang tidak rasional ini untuk memberikan kekuatan kepada imajiner kepada negara-negara adidaya demi memusnahkan lebih dari seribu kali para rival mereka serta penduduk dunia lainnya, termasuk diri mereka sendiri. Dan karena alasan inilah, maka strategi ini dikenal dengan "Jaminan Kehancuran Bersama" atau MAD (Mutual Assured Destruction).

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah pemerintahan yang memiliki senjata nuklir bahkan telah melampaui strategi pre-emptive yang berdasarkan pada saling menghancurkan dalam berurusan dengan kekuatan nuklir lain. Mereka sudah sampai pada tingkat bahwa dalam kebijakan nuklir mereka, mereka bersikeras mempertahankan opsi (serangan) nuklir bahkan jika mereka hanya menghadapi ancaman konvensional dari negara-negara yang melanggar NPT. Hal ini terjadi pada saat pelanggar-pelanggar terbesar dari NPT adalah justru kekuatan-kekuatan yang mengingkari kewajiban mereka untuk menghapus senjata nuklir seperti diamanatkan dalam Pasal 6 Perjanjian Non-Proliferasi (NPT). Kekuatan-kekuatan ini bahkan telah melampaui negara-negara lain dalam kaitan mempromosikan senjata nuklir di dunia. Dengan menyediakan bagi rezim Zionis senjata nuklir dan mendukung kebijakannya, maka kekuatan-kekuatan ini telah memainkan peran langsung dalam mempromosikan senjata nuklir yang bertentangan dengan kewajiban mereka dalam Pasal 1 NPT. Negara-negara ini, yang dipimpin oleh rezim Amerika Serikat yang agresif dan bullying, telah menjadi ancaman serius bagi kawasan Timur Tengah dan dunia.

Untuk kepentingan inilah, Konferensi Internasional tentang Perlucutan Senjata Nuklir untuk menyelidiki ancaman yang ditimbulkan oleh produksi dan penimbunan senjata nuklir di dunia serta menawarkan solusi realistis untuk melawan ancaman terhadap kemanusiaan ini. Ini akan menjadi landasan untuk mengambil langkah-langkah menuju perdamaian dan stabilitas keamanan.

Kami percaya, bahwa selain senjata nuklir, jenis-jenis senjata pemusnah massal lainnya, seperti senjata kimia dan biologi juga menimbulkan ancaman serius terhadap kemanusiaan. Bangsa Iran yang merupakan korban dari senjata kimia merasakan lebih daripada bangsa lain akan bahaya yang disebabkan oleh produksi dan penimbunan senjata tersebut dan siap menggunakan semua fasilitas yang ia miliki untuk melawan ancaman tersebut.

Kami menganggap penggunaan senjata-senjata seperti itu haram dan percaya bahwa menjadi tugas setiap orang untuk melakukan upaya demi mengamankan manusia terhadap bencana yang besar ini.