Minuman Keras Asli Fermentasi Hewan Beracun

Apakah anda seorang penikmat minuman beralkohol? klo iya apakah anda pernah mencoba minuman terkeras di dunia yg bahan bakunya sangat aneh ini? bahkan menurut sumber campuran kandungan alkohol dan fermentasi hewan berbisa ini bisa menghasilkan asam yg keras dan sensasi luar biasa tersendiri bagi peminumnya.. anda ingin coba?











FESTIVAL SEX DI CHINA

Setiap tahunnya china menyelenggarakan Festival Budaya Sex di salah satu kota besarnya.

Tahun ini Ghuanzhou menjadi tuan rumah festival yang ke 7, festival ini seharusnya berisikan tentang pendidikan sex, tetapi entah kenapa setelah bertahun-tahun berubah menjadi pertunjukan mesum. Salah satu acara favorit di festival ini adalah Lingerie Fashion Show, dimana para pria-pria setengah baya berduyun-duyun untuk menontonnya.








Pemerintah memberikan video tutorial cara berhubungan sex yg benar pd sebuah van



Berbagai poster yg menunjukkan perkembangan tubuh wanita dari bayi sampai tua diperlihatkan



ebuah display yg menunjukkan bayi dalam kandungan. yg bawah bayi kembar siam. diawetkan dalam toples


S menggunakan formaldehyde


ini stan yg menjual berbagai video porno baik berupa vcd maupun dvd, diacara ini mereka menjualnya dengan diskon yg besar.


Tinggal pilih dah


yg ini brapa bang? hehe


berbagai rempah2an tradisional yg dipercaya memiliki khasiat menambah vitalitas




obat kuat juga dijual disini


Stan yg menjual alat bantu sex



Di pintu keluar pengunjung dapat berfoto dengan patung yg memiliki penis besar

Arti Sebuah Persahabatan

Pada dahulu kala hiduplah seekor kura-kura dan seekor burung elang. Walaupun sang kura-kura dan elang jarang bertemu karena sang kura-kura lebih banyak menghabiskan waktu disemak-semak sedangkan sang elang lebih banyak terbang, namun tidak menghalangi sang elang untuk selalu mengunjungi teman kecilnya yang baik hati, sang kura-kura.

Keluarga sang kura-kura sangat ramah dan selalu menyambut kedatangan sang elang dengan gembira. Mereka juga selalu memberi sang elang makanan dengan sangat royalnya. Sehingga sang elang selalu berkali-kali datang karena makanan gratis dari keluarga kura-kura tersebut. Setiap kali sehabis makan dari keluarga kura-kura sang elang selalu menertawakan sang kura-kura : "ha ha betapa bodohnya si kura-kura, aku dapat merasakan kenikmatan dari makanan yang selalu dia berikan, namun tidak mungkin dia dapat merasakan nikmatnya makananku karena sarangku yang terletak jauh diatas gunung"

Karena begitu seringnya sang elang menertawakan dan dengan egoisnya menghabiskan makanan sang kura-kura, maka seluruh hutan mulai menggunjingkan sikap sang elang tersebut. Para penghuni hutan tersebut merasa tidak suka dengan sikap seenaknya sang elang kepada sang kura-kura yang baik hati. Suatu hari seekor kodok memanggil kura-kura yang sedang berjalan dekat sungai. "Hai temanku sang kura-kura, berilah aku semangkok kacang polong, maka aku akan memberikan kata-kata bijak untukmu" seru sang kodok. Setelah menghabiskan semangkuk kacang polong dari sang kura-kura, sang kodok berkata lagi: "kura-kura, sahabatmu sang elang telah menyalahgunakan persahabatan dan kebaikan hatimu. Setiap kali sehabis bertamu di sarangmu, selalu saja dia mengejekmu dengan berkata " ha ha betapa bodohnya si kura-kura, aku dapat merasakan kenikmatan dari makan yang selalu dia berikan, namun tidak mungkin dia dapat merasakan nikmatnya makananku karena sarangku yang terletak jauh diatas gunung". Pada suatu hari nanti sang elang akan datang kembali dan akan meminta sekeranjang makanan darimu dan berjanji akan memberikan makanan kepadamu dan anak-anakmu"

Benarlah yang dikatakan oleh sang kodok, sang elang datang dengan membawa keranjang dan seperti biasanya sang elang menikmati makanan dari sang kura-kura. Sang elang berkata: "hai temanku kura-kura, ijinkan aku mengisi keranjangku dengan makanan darimu, maka akan kukirimkan kepada anak istriku dan istriku akan memberimu makanan buatannya untuk istri dan anakmu". Kemudian sang elang terbang dan kembali menertawakan sang kura-kura. Maka segeralah sang kura-kura masuk kedalam keranjang tersebut dan ditutupi dengan sayuran buah-buahan oleh istrinya, sehingga tidak terlihat. Ketika sang elang kembali, istri sang kura-kura mengatakan bahwa suaminya baru saja pergi dan memberikan keranjang penuh berisi makanan kepada sang elang. Sang elang segera bergegas terbang sambil membawa keranjang tersebut.

Kembali dia menertawakan kebodohan sang kura-kura. Namun kali ini sang kura-kura mendengar sendiri perkataannya. Sampailah mereka di sarang sang elang, dan sang elang segera memakan isi keranjang tersebut sampai habis. Betapa terkejutnya melihat sang kura-kura keluar dari keranjang tersebut. "Hai temanku sang elang, engkau sudah sering mengunjungi sarangku namun belum pernah sekalipun aku mengunjungi sarangmu. Kelihatannya akan sangat berbahagianya aku kalau dapat menikmati makananmu seperti engkau menikmati makananku." Betapa marahnya sang elang karena merasa tersindir. Dengan marah ia mematuk sang kura-kura.Namun berkat batok rumah sang kura-kura yang keras, kura-kura tidak dapat dipatuk oleh sang elang. Dengan sedihnya sang kura-kura berkata: "Aku telah melihat persahabatan macam apa yang engkau tawarkan padaku hai sang elang. Betapa kecewanya aku. Baiklah antarkan aku kembali ke sarangku dan persahabatan kita akan berakhir." Sang elangpun berkata :"Baiklah kalau itu maumu. Aku akan membawamu pulang" Namun timbul pikiran jahat pada diri sang elang. "Aku akan menjatuhkanmu dan memakan sisa-sisa dirimu" pikirnya lagi.

Begitulah, sang kura-kura memegang kaki sang elang yang terbang tinggi. "lepaskan kakiku" seru sang elang marah. Dengan sabar sang kura-kura menjawab: "Aku akan melepaskan kakimu apabila engkau sudah mengantarkanku pulang ke sarangku" dengan kesal sang elang pun terbang tinggi, menungkik dan menggoyang-goyangkan kakinya dengan harapan sang kura-kura akan jatuh. Namun tidak ada gunanya. Akhirnya dia menurunkan sang kura-kura di sarangnya, dan segera terbang tinggi dengan perasaan malu.

Ketika sang elang terbang, sang kura-kura berseru : " Hai temanku persahabatan membutuhkan rasa saling membagi satu dengan lainnya. Aku menghargaimu dan kaupun menghargaiku. Namun bagaimanapun, sejak engkau menjadikan persahabatan kita hanya permainan, mentertawakan keramahan keluargaku dan aku maka sebaiknya engkau tidak usah lagi datang kepadaku".

Bende Wasiat

Harimau sedang asyik bercermin di sungai sambil membasuh mukanya. "Hmm, gagah juga aku ini, tubuhku kuat berotot dan warna lorengku sangat indah," kata harimau dalam hati. Kesombongan harimau membuatnya suka memerintah dan berbuat semena-mena pada binatang lain yang lebih kecil dan lemah. Si kancil akhirnya tidak tahan lagi. "Benar-benar keterlaluan si harimau !" kata Kancil menahan marah. "Dia mesti diberi pelajaran! Biar kapok! Sambil berpikir, ditengah jalan kancil bertemu dengan kelinci. Mereka berbincang-bincang tentang tingkah laku harimau dan mencoba mencari ide bagaimana cara membuat si harimau kapok.

Setelah lama terdiam, "Hmm, aku ada ide," kata si kancil tiba-tiba. "Tapi kau harus menolongku," lanjut si kancil. "Begini, kau bilang pada harimau kalau aku telah menghajarmu karena telah menggangguku, dan katakan juga pada si harimau bahwa aku akan menghajar siapa saja yang berani menggangguku, termasuk harimau, karena aku sedang menjalankan tugas penting," kata kancil pada kelinci. "Tugas penting apa, Cil?" tanya kelinci heran. " Sudah, bilang saja begitu, kalau si harimau nanti mencariku, antarkan ia ke bawah pohon besar di ujung jalan itu. Aku akan menunggu Harimau disana." "Tapi aku takut Cil, benar nih rencanamu akan berhasil?", kata kelinci. "Percayalah padaku, kalau gagal jangan sebut aku si kancil yang cerdik". "Iya, iya. Aku percaya, tapi kamu jangan sombong, nanti malah kamu jadi lebih sombong dari si harimau lagi."

Si kelincipun berjalan menemui harimau yang sedang bermalas-malasan. Si kelinci agak gugup menceritakan yang terjadi padanya. Setelah mendengar cerita kelinci, harimau menjadi geram mendengarnya. "Apa ? Kancil mau menghajarku? Grr, berani sekali dia!!, kata harimau. Seperti yang diharapkan, harimau minta diantarkan ke tempat kancil berada. "Itu dia si Kancil!" kata Kelinci sambil menunjuk ke arah sebatang pohon besar di ujung jalan. "Kita hampir sampai, harimau. Aku takut, nanti jangan bilang si kancil kalau aku yang cerita padamu, nanti aku dihajar lagi," kata kelinci. Si kelinci langsung berlari masuk dalam semak-semak.

"Hai kancil!!! Kudengar kau mau menghajarku ya?" Tanya harimau sambil marah. "Jangan bicara keras-keras, aku sedang mendapat tugas penting". "Tugas penting apa?". Lalu Kancil menunjuk benda besar berbentuk bulat, yang tergantung pada dahan pohon di atasnya. "Aku harus menjaga bende wasiat itu." Bende wasiat apa sih itu?" Tanya harimau heran. "Bende adalah semacam gong yang berukuran kecil, tapi bende ini bukan sembarang bende, kalau dipukul suaranya merdu sekali, tidak bisa terlukis dengan kata-kata. Harimau jadi penasaran. "Aku boleh tidak memukulnya?, siapa tahu kepalaku yang lagi pusing ini akan hilang setelah mendengar suara merdu dari bende itu." "Jangan, jangan," kata Kancil. Harimau terus membujuk si Kancil. Setelah agak lama berdebat, "Baiklah, tapi aku pergi dulu, jangan salahkan aku kalau terjadi apa-apa ya?", kata si kancil.

Setelah Kancil pergi, Harimau segera memanjat pohon dan memukul bende itu. Tapi yang terjadi…. Ternyata bende itu adalah sarang lebah! Nguuuung…nguuuung…..nguuuung sekelompok lebah yang marah keluar dari sarangnya karena merasa diganggu. Lebah-lebah itu mengejar dan menyengat si harimau. "Tolong! Tolong!" teriak harimau kesakitan sambil berlari. Ia terus berlari menuju ke sebuah sungai. Byuur! Harimau langsung melompat masuk ke dalam sungai. Ia akhirnya selamat dari serangan lebah. "Grr, awas kau Kancil!" teriak Harimau menahan marah. "Aku dibohongi lagi. Tapi pusingku kok menjadi hilang ya?". Walaupun tidak mendengar suara merdu bende wasiat, harimau tidak terlalu kecewa, sebab kepalanya tidak pusing lagi.

"Hahaha! Lihatlah Harimau yang gagah itu lari terbirit-birit disengat lebah," kata kancil. "Binatang kecil dan lemah tidak selamanya kalah bukan?". "Aku harap harimau bisa mengambil manfaat dari kejadian ini," kata kelinci penuh harap."

Sangkuriang

Pada jaman dahulu, tersebutlah kisah seorang puteri raja di Jawa Barat bernama Dayang Sumbi.Ia mempunyai seorang anak laki-laki yang diberi nama Sangkuriang. Anak tersebut sangat gemar berburu.


Ia berburu dengan ditemani oleh Tumang, anjing kesayangan istana. Sangkuriang tidak tahu, bahwa anjing itu adalah titisan dewa dan juga bapaknya.

Pada suatu hari Tumang tidak mau mengikuti perintahnya untuk mengejar hewan buruan. Maka anjing tersebut diusirnya ke dalam hutan.

Ketika kembali ke istana, Sangkuriang menceritakan kejadian itu pada ibunya. Bukan main marahnya Dayang Sumbi begitu mendengar cerita itu. Tanpa sengaja ia memukul kepala Sangkuriang dengan sendok nasi yang dipegangnya. Sangkuriang terluka. Ia sangat kecewa dan pergi mengembaraSetelah kejadian itu, Dayang Sumbi sangat menyesali dirinya. Ia selalu berdoa dan sangat tekun bertapa. Pada suatu ketika, para dewa memberinya sebuah hadiah. Ia akan selamanya muda dan memiliki kecantikan abadi.

Setelah bertahun-tahun mengembara, Sangkuriang akhirnya berniat untuk kembali ke tanah airnya. Sesampainya disana, kerajaan itu sudah berubah total. Disana dijumpainya seorang gadis jelita, yang tak lain adalah Dayang Sumbi. Terpesona oleh kecantikan wanita tersebut maka, Sangkuriang melamarnya. Oleh karena pemuda itu sangat tampan, Dayang Sumbi pun sangat terpesona padanya.

Pada suatu hari Sangkuriang minta pamit untuk berburu. Ia minta tolong Dayang Sumbi untuk merapikan ikat kepalanya. Alangkah terkejutnya Dayang Sumbi demi melihat bekas luka di kepala calon suaminya. Luka itu persis seperti luka anaknya yang telah pergi merantau. Setelah lama diperhatikannya, ternyata wajah pemuda itu sangat mirip dengan wajah anaknya. Ia menjadi sangat ketakutan.

Maka kemudian ia mencari daya upaya untuk menggagalkan proses peminangan itu. Ia mengajukan dua buah syarat. Pertama, ia meminta pemuda itu untuk membendung sungai Citarum. Dan kedua, ia minta Sangkuriang untuk membuat sebuah sampan besar untuk menyeberang sungai itu. Kedua syarat itu harus sudah dipenuhi sebelum fajar menyingsing.

Malam itu Sangkuriang melakukan tapa. Dengan kesaktiannya ia mengerahkan mahluk-mahluk gaib untuk membantu menyelesaikan pekerjaan itu. Dayang Sumbi pun diam-diam mengintip pekerjaan tersebut. Begitu pekerjaan itu hampir selesai, Dayang Sumbi memerintahkan pasukannya untuk menggelar kain sutra merah di sebelah timur kota.

Ketika menyaksikan warna memerah di timur kota, Sangkuriang mengira hari sudah menjelang pagi. Ia pun menghentikan pekerjaannya. Ia sangat marah oleh karena itu berarti ia tidak dapat memenuhi syarat yang diminta Dayang Sumbi.

Dengan kekuatannya, ia menjebol bendungan yang dibuatnya. Terjadilah banjir besar melanda seluruh kota. Ia pun kemudian menendang sampan besar yang dibuatnya. Sampan itu melayang dan jatuh menjadi sebuah gunung yang bernama "Tangkuban Perahu."

Heboh Video Mesum Mirip Artis Luna Maya-Ariel Peterpan

download video mesum luna mayaMungkin ini sudah menjadi konsumsi kita setiap hari,di layar TV bahkan setiap menit di ulas masalah video mesum mirip artis yang konon mirip artis papan atas Luna Maya dan Ariel ,ini sebenarnya yang menjadi porno Video yang beredar atau televisinya yang menyiarkan berita porno?

Bahkan mereka mungkin tidak sadar,bahwa yang menonton atau membaca berita mungkin banyak anak muda yang mungkin belum cukup umur,klo menurut kebodohan saya sih... kalau semakin di Heboh-hebohkan maka bukannya tidak mungkin,yang sebelumnya tidak ingin melihat video tersebut menjadi berbondong-bondong datang ke warnet hanya untuk mencari kata kunci"video mesum mirip artis luna maya-Ariel "

Kasihan memang..namun begitulah kenyataannya,budaya kita yang terlalu suka membuka aib seseorang,bahkan bila perlu di lebih-lebihkan,dan bahkan yang sebelumnya masih katanya.. di berita sudah menjadi PASTI!!!..

Namun bagaimanapun video itu memang benar adanya..dan untuk keasliannya saya sendiri masih belum berani berkomentar,karena saya bukan ahli telematika ,dan itu pun video sekitar tahun 2007 an di sebuah Forum Khusus Dewasa sudah sempat beredar,namun tidak sesanter sekarang ini,dan ini bukanlah sebuah barang baru,itu menurut pengakuan salah seorang anggota sebuah Forum Dewasa kepada Detik com

Bagi yang masih penasaran seperi apakah video mesum yang di gembar-gemborkan selama ini mungkin bisa melanjutkan pencariannya dengan kata kunci "Video Luna Maya Mesum" atau "video mesum luna" Atau kalau masih melum ketemu juga,silahkan minta pada temen-temen anda di luar sana,pasti sudah ada yang punya.

NB. ini saya denger di tipi,kalau undang-undang pornografi itu,ada yang bisa menjerat bagi siapa saja yang mendownload video porno dengan ancaman 4 TH penjara.. Ngeri juga kan?

hehehe apakah ada yang punya komentar?

Kejagung Ajukan PK Kasus Bibit-Chandra



Kejaksaan Agung akhirnya mengambil sikap. Mereka akan mengajukan peninjauan kembali (PK) atas putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta yang memenangkan gugatan praperadilan Anggodo Widjojo. "Langkah ini sudah sesuai dengan koridor hukum," kata Jaksa Agung Hendarman Supandji, seusai menghadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Presiden Jakarta, Kamis (10/6)



Menurut Hendarman, langkah PK Atas putusan PT DKI Jakarta adalah yang paling tepat. Sebab, jika depoonering atau menyampingkan perkara demi kepentingan umum yang diambil, maka tak hanya kasus Bibit Rianto-Chandra Hamzah yang dikesampingkan. Perkara dugaan suap dengan terdakwa Anggodo Widjojo juga bisa berhenti.



Hendarman menambahkan, dengan putusan ini berarti Surat Keputusan Penghentian Penuntutan (SKPP) yang dikeluarkan Kejaksaan Agung terkait kasus hukum Bibit-Chandra menjadi tidak sah. Dengan begitu, Bibit-Chandra bisa dipenjara lagi dan kasusnya dapat disidangkan kembali di pengadilan.(sumber: Liputan6)

Kreatif Berlatih Musik



Anda tahu betapa pentingnya musik bagi perkembangan emosi dan kecerdasan anak anda. Anda juga bersedia mengeluarkan uang untuk membeli instrumen dan mengirim anak ke les musik. Tapi anda ingin memastikan bahwa investasi anda tidak sia-sia dan anak sungguh mendapat kemajuan dari bermain musik. Bagaimana caranya? Kuncinya ada  pada kemampuan anda untuk membantu anak agar latihan sehari-hari menjadi kegiatan yang menumbuhkan hasil dan kepuasan anak, bukan konflik dan perang urat saraf. 

Berikut beberapa tips untuk memotivasi latihan anak:

-   Kejelasan. Anda perlu memastikan bahwa anda dan anak memahami apa yang harus dilatih anak anda di rumah. Tanyakan pada guru lagu apa atau tangga nada apa yang perlu dilatih. Anda juga bisa menanyakan berapa lama anak perlu berlatih. Juga pastikan anak tahu berapa kali setiap lagu harus diulang.

-   Penggemar Setia. Temani dan dengarkan latihan anak anda. Perhatian dan pujian orang tua sangat penting dalam memotivasi anak.  Sama seperti “waktu membaca” berguna untuk membangun ikatan batin, lakukan hal yang sama bagi latihan musik. 

-   Bangun Kebiasaan.  Bantu anak membangun disiplin berlatih dengan melakukan latihan setiap hari pada waktu yang sama.  Perhatikan waktu dimana anak anda memiliki energi paling tinggi, pagi-siang-atau sesudah makan malam.  

-   Kalendar dan Stiker.  Anda bisa mencetak kalendar dari internet yang sesuai dengan selera anak. Tempelkan satu stiker setiap kali anak latihan. Bicarakan dengan anak, hadiah apa yang dia inginkan bila ia berlatih rutin selama ‘sekian’ hari atau minggu. Yang penting jangan terlalu sering sehingga hadiah kehilangan makna.  

-   Timer. Bagi anak yang belum bisa duduk berlatih selama setengah jam, bagi waktu menjadi 10-15 menit per latihan, 3-4 kali sehar. Agar anak tahu kapan berhenti, gunakan timer.  
-   Naik ke Panggung. Rencanakan resital kecil-kecilan. Minta anak menyiapkan beberapa lagu untuk dipersembahkan pada teman dan keluarga dekat. Bisa juga menghadirkan boneka dan mainan kesayangan sebagai penonton. Biarkan anak memutuskan daftar lagu, daftar undangan, bahkan snack yang akan dihidangkan. 

-   Bermain sambil menabung. Letakkan toples atau celengan di atas piano. Masukkan uang koin 50 atau 100 rupiah untuk setiap menit latihan.  

-   Cerita Bersambung.  Bagilah rencana latihan menjadi 3 atau 4 bagian kecil. Setiap kali anak menyelesaikan satu rencana kecil (misalnya memainkan satu lagu diulang 5 kali) anda akan membacakan satu bab dari buku cerita yang dia pilih. 
-   Ayo berlomba! Tantang anak untuk bermain lebih baik daripada anda.  Katakan bahwa anda juga “bisa” memainkan lagunya. Anak-anak senang sekali jika bisa mengalahkan orang tuanya. 

-   Apa Upahnya? Gunakan waktu untuk menonton TV, bermain video game dan computer sebagai hadiah ataupun upah. Misalnya jika mereka berlatih piano selama setengah jam, mereka boleh bermain game selama setengah jam. Pay now, play later
-  
    Jangan lupa untuk mengakhiri latihan dengan nada positif.  Berikan senyuman, tepuk tangan, pelukan, atau garukan punggung, dan katakan mereka menyelesaikan tugas dengan baik.
Have fun practising together! 

Heboh Video Mesum Luna Maya Ariel

Baru - baru ini hampir seluruh media di indonesia sedang dihebohkan dengan berita Video Luna Maya Ariel Peterpan - Download Video Mesum Luna Maya Ariel Peterpan 3Gp, apakah hoax atau bukan? para pakar IT telah menganalisis keasliaan video tersebut dan mereka menyatakan bahwa Video Luna Maya Ariel Peterpan tersebut merupakan rekaman asli, tapi bagaimanapun dua artis publik figur tersebut bisa jadi korban dari para orang iseng yg ingin merusak nama baik mereka di mata publik. !

 Video Luna Maya Ariel Peterpan - Download Video Mesum Luna Maya Ariel Peterpan 3Gp
 Video Luna Maya Ariel Peterpan - Download Video Mesum Luna Maya Ariel Peterpan 3Gp






Tukang Bubur Paling Keren

kita seharusnya bangga dengan tukang bubur di negara kita, cek aja!!



ni menurut saya tukang bubur paling keren di Indonesia. sampe2"Ninja RR" dipake jualan bubur ayam? apa jangan-jangan densus 88 atau yang lagi nyamar.. hahahha

(sumber : mata-mata)

Mantan Marinir AS Pembela Mavi Marmara: Israel Cuma Pengecut Bersenjata

“Semua yang saya lihat dari Israel hanyalah para pengecut dengan senjata.” Kata-kata ini meluncur dari mulut Kenneth (Ken) O'Keefe, mantan Marinir AS dan veteran Perang Teluk I yang baru saja dideportasi dari Israel setelah selamat dari pembantaian Mavi Marmara.

Pada 2002, O’Keefe mempelopori apa yang orang akan anggap sebagai upaya tidak realistik: sebuah upaya mencegah invasi AS atas Irak dengan menjadikan para relawan Barat sebagai perisai manusia di lokasi-lokasi strategis di Irak. Upayanya dalam Truth Justice Peace (TJP) gagal, tapi semangat O’Keefe untuk mengikuti hati nuraninya sendiri terus berlanjut.

Berikut adalah pernyataan O’Keefe tiba di Istanbul setelah mengalami pemukulan brutal dari militer Israel di Bandara sebelum dideportasi ke Turki. O’Keefe kini warga negara Irlandia-Palestina setelah pada 2001 melepaskan kewarganegaraan AS sebagai protes atas rencana agresi atas Irak.

“Selama bertahun-tahun, saya menyadari bahwa kita, orang-orang dengan hati nurani, adalah pemilik kekuatan sejati di dunia ini. Sayangnya, kita justru banyak menyia-nyiakan kekuatan itu dan gagal mencapai potensi penuh kita. Potensi kita untuk menciptakan dunia yang lebih baik, sebuah dunia yang adil. Namun saya bekerja sama dengan orang-orang lain yang berpikiran sama untuk mengungkap dan menjalankan kekuatan sejati kita itu.

Pada 2002, saya memulai Aksi Perisai Manusia TJP ke Irak karena saya tahu bahwa invasi ke Irak telah direncanakan dengan sangat baik sebelumnya, bahwa invasi itu adalah bagian dari sebuah agenda “Dominasi Spektrum Global” yang telah dirancang oleh “Project for A New American Century. Saya tahu bahwa protes itu tidak punya kesempatan untuk menghentikan invasi, dan bahwa sebagian besar protes ini hanyalah cara untuk membuat kita merasa lebih baik tentang pembunuhan massal yang akan terjadi; dengan mampu mengatakan bahwa saya telah melakukan protes menentangnya. Dengan pemahaman itu, saya berpendapat bahwa satu-satunya cara yang layak untuk menghentikan invasi ini adalah melakukan migrasi massal ke Irak. Sebuah migrasi dimana orang-orang dari seluruh dunia, terutama warga negara Barat, akan memposisikan diri di lokasi-lokasi di Irak yang seharusnya dilindungi oleh hukum internasional, tetapi yang secara rutin justru dibom ketika hanya orang-orang Irak, Palestina, dan umumnya bukan putih dan Barat yang ada akan dibunuh. Saya merasa 10.000 orang tersebut bisa menghentikan invasi, atau setidaknya, menunjukkan seperti apa invasi itu sejak awal, yakni sebuah tindakan agresi internasional, kejahatan perang, dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Ketika dua bus bertingkat kami berjalan dari London menuju Baghdad melalui Turki, adalah jelas bahwa orang-orang Turki juga bisa merasakan kekuatan dari aksi ini, dan mereka adalah peserta terbesar di dalamnya. Pada akhirnya kami memang tidak mendapatkan jumlah orang yang dibutuhkan untuk menghentikan perang, yang membuat setidaknya satu juta rakyat Irak terbunuh, tapi aku tetap yakin kita sebenarnya punya kekuatan untuk mencegah invasi. Sebuah kesempatan besar telah hilang sejauh yang saya tahu.

Pada 2007, saya bergabung dengan Free Gaza Movement dengan rencananya untuk menantang blokade Gaza dengan melakukan perjalanan ke Gaza lewat laut. Sejak saya mendengar tentang rencana itu saya tahu aksi ini bisa berhasil dan akhirnya saya bertindak sebagai kapten pada upaya pertamanya. Pemerintah Israel mengatakan selama persiapan kami bahwa kami tidaklah lebih baik daripada perompak, dan mereka akan memperlakukan kami seperti itu. Mereka menegaskan bahwa kami tidak akan mencapai Gaza. Tapi aku masih yakin bahwa kami bisa berhasil. Dan kami berhasil. Dua perahu dengan 46 penumpang dari berbagai negara berhasil berlayar ke Gaza pada 23 Agustus 2008; inilah yang pertama dilakukan dalam 41 tahun terakhir.

Sebenarnya Blokade Gaza telah berlangsung lebih dari tiga tahun, namun kami, sekelompok kecil orang berhati nurani menantang mesin-mesin Israel dan merayakan bersama puluhan ribu warga Gaza ketika kami tiba pada saat itu. Kami membuktikan bahwa hal itu bisa dilakukan. Kami membuktikan bahwa sebuah rencana cerdas, dengan keterampilan menangani media, bisa membuat kedigdayaan Angkatan Laut Israel menjadi sia-sia. Dan saya sadar bahwa ini hanya puncak dari gunung es.

Jadi, berpartisipasi dalam Armada Kebebasan adalah seperti sebuah reuni keluarga bagi saya. Inilah keluarga saya yang lama hilang yang hati nurani adalah panduan mereka, yang telah menyingkirkan rasa takut, yang bertindak dengan kemanusiaan. Tapi secara khusus saya sangat bangga untuk bergabung dengan IHH dan unsur-unsur armada Turki itu. Saya sangat mengagumi kekuatan dan karakter orang Turki, meskipun Anda memiliki noda sejarah ketidakadilan, seperti halnya setiap bangsa, tapi Anda pada hari ini dari rakyat biasa hingga Perdana Menteri adalah di antara para pemimpin di jalan kemanusiaan dan keadilan.

Saya ingat ditanya selama Aksi Perisai Manusia TJP ke Irak, apakah saya seorang pasifis, saya menjawab dengan mengutip Gandhi dan mengatakan saya sama sekali bukan pasifis.

Sebaliknya, saya percaya pada tindakan, dan saya juga percaya akan pembelaan-diri, 100%, tanpa reservasi. Saya tidak akan mampu berdiam diri sementara tiran membunuhi keluarga saya, dan serangan terhadap Mavi Mamara adalah seperti serangan terhadap keluarga Palestina saya.

Saya bangga berdiri bahu-membahu dengan mereka yang menolak untuk membiarkan militer Israel yang jahat melaksanakan maksud mereka tanpa perlawanan. Dan ya, kita melawan.

Ketika saya ditanya, dalam peristiwa serangan Israel atas Mavi Mamara, akankah saya menggunakan kamera, atau mempertahankan kapal?
Maka, dengan antusias saya berkomitmen akan mempertahankan kapal. Meskipun saya pendukung non-kekerasan, sebenarnya saya percaya non-kekerasan harus selalu menjadi pilihan pertama.

Namun saya bergabung mempertahankan Mavi Mamara karena menyadari bahwa kekerasan bisa digunakan terhadap kami dan bahwa kami benar-benar dipaksa untuk menggunakan kekerasan dalam pembelaan diri.

Saya mengatakan ini langsung kepada agen Israel, mungkin dari Mossad atau Shin Bet, dan saya mengatakan ini sekali lagi sekarang, pada pagi serangan itu saya terlibat langsung dalam melucuti dua Komando Israel.

Ini adalah perampasan paksa, tanpa negosiasi, senjata dari pasukan komando yang telah membunuh dua saudara kami yang saya saksikan pada hari itu. Satu saudara kami terkena peluru tepat di dahinya, dalam apa yang tampaknya merupakan sebuah eksekusi.

Saya tahu para komando telah membunuh ketika saya merampas pistol 9mm dari salah satu mereka. Pistol itu ada di tangan saya dan sebagai mantan Marinir AS dengan pelatihan menggunakan senjata, adalah benar-benar dalam kekuasaan saya untuk menggunakan senjata itu pada Komando yang mungkin telah membunuh salah seorang saudara saya.

Tapi bukan itu yang saya lakukan, maupun para penumpang lainnya di kapal itu.

Saya mengambil senjata itu, mengeluarkan pelurunya, memisahkan peluru itu dari senjata dan menyembunyikan pistolnya.

Saya melakukan ini dengan harapan kami akan menghentikan serangan dan menyerahkan senjata sebagai bukti dalam pengadilan pidana terhadap pemerintah Israel atas pembunuhan massal yang mereka lakukan.

Saya juga membantu secara fisik untuk melumpukan satu komando dan merebut darinya sebuah senapan serbu, yang kemudian dibuang ke laut oleh penumpang lain. Saya dan ratusan penumpang mengetahui kebenaran yang benar-benar menghinakan militer Israel yang katanya berani itu. Kami sudah melumpuhkan sepenuhnya tiga komando dan melucuti mereka hingga tak berdaya. Anak-anak itu berada dalam belas kasihan kita. Mereka berada di luar jangkauan teman-teman pembunuh mereka, di dalam kapal, dan dikelilingi oleh 100 orang atau lebih. Saya melihat ke dalam mata ketiga prajurit muda itu dan saya dapat memberitahu Anda bahwa mereka memiliki rasa takut akan Tuhan di dalamnya. Mereka menatap kami seakan kami sama seperti mereka, dan saya yakin mereka tidak percaya bahwa mereka akan bisa bertahan hidup pada hari itu. Mereka tampak seperti anak-anak yang ketakutan di hadapan wajah seorang ayah yang kasar.

Tapi mereka tidaklah menghadapi musuh yang kejam seperti mereka. Sebaliknya seorang wanita memberikan bantuan pertama, dan akhirnya mereka dibebaskan, memang dipukuli dan pastinya memar, tapi mereka masih hidup. Bisa menjalani kehidupan di hari berikutnya. Bisa merasakan sinar matahari dan memeluk orang yang dicintai. Tidak seperti orang-orang yang mereka bunuh. Meskipun berkabung karena kehilangan saudara kami, dan merasa marah terhadap prajurit-prajurit muda itu, kami tetap membiarkan mereka pergi.

Para pelacur propaganda Israel dapat memuntahkan semua empedu menjijikkan yang mereka inginkan, tapi tetap komando itu adalah pembunuh, dan kami pembela-diri, dan kami melawan.

Kami melawan bukan hanya untuk hidup kami, bukan hanya untuk kargo kami, bukan hanya bagi rakyat Palestina, kami melawan atas nama keadilan dan kemanusiaan. Kami dalam kebenaran dalam melakukannya, pada segala hal.

Sementara dalam tahanan Israel, saya bersama dengan yang lain menjadi sasaran pelecehan tanpa henti dan tindakan penghinaan yang mencolok. Perempuan dan orang tua diserang secara fisik dan mental. Akses kepada makanan, air, dan toilet ditolak. Anjing digunakan untuk melawan kami, kami sendiri diperlakukan seperti anjing. Kami terkena sinar matahari langsung dalam posisi tertekan sementara tangan diborgol hingga kami kehilangan sirkulasi darah di tangan kita. Kami terus-menerus dibohongi, sebenarnya saya terpesona dengan kemampuan rutin dan kenyamanan mereka berbohong, itu benar-benar luar biasa. Kami dilecehkan dalam setiap cara yang dapat dibayangkan dan saya sendiri dipukuli dan dicekik hingga pingsan ... dan saya dipukuli lagi selama berada dalam sel.

Dari semua ini, apa yang saya lihat tidaklah lebih dari para pengecut ... tapi saya juga melihat saudara-saudara saya di dalam diri mereka. Betapa pun keji dan salahnya para agen dan pemerintah Israel, mereka masih saudara-saudara saya dan sekarang saya iba terhadap mereka. Karena mereka melepaskan hal yang paling berharga dari diri mereka sebagai manusia, yakni kemanusiaan mereka.

Sebagai penutup, saya ingin tantang setiap pendukung Gandhi, setiap orang yang berpikir mereka memahami Gandhi, yang mengakui Gandhi sebagai salah satu jiwa besar pada zaman kita, saya menantang Anda dalam sebentuk pertanyaan.

Tolong jelaskan bagaimana kami, para pembela Mavi Mamara, bukanlah contoh modern dari esensi Gandhi? Tapi pertama-tama bacalah dulu kata-kata Gandhi sendiri.

“Saya percaya bahwa, dimana hanya ada pilihan antara menjadi pengecut atau kekerasan, maka saya akan menyarankan kekerasan .... Saya lebih memilih India untuk angkat senjata dalam rangka membela kehormatannya daripada ia harus, dengan cara pengecut, menjadi saksi tak berdaya atas keterhinaannya sendiri.” ~ Mahatma Gandhi

Dan terakhir saya punya satu tantangan lain. Saya menantang setiap kritikus nilai, secara terbuka, untuk berdebat dengan saya di panggung terbuka atas tindakan kami pada hari itu. Saya terutama akan sangat senang untuk berdebat dengan para pemimpin Israel yang menuduh kami bersalah, dan akan senang luar biasa untuk menghadapi kalian.

Semua yang saya saksikan dari Israel hanyalah para pengecut dengan senjata, jadi saya siap untuk melihat Anda dalam konteks yang baru. Saya ingin berdebat dengan Anda di panggung terbuka. Anggap ini sebagai tantangan terbuka dan mari kita lihat seberapa berani pemimpin Israel.

Propaganda Israel Gagal Lagi, Penumpang Mavi Marmara justru Melindungi dan Merawat Tentara Israel

[LUAR BIASA!!! PARA AKTIVIS MALAH MELINDUNGI DAN MERAWAT PARA PEMBAJAK DAN PEMBUNUH!!!]

Para pembajak yang ditangkap dan dilucuti senjatanya tidak menghadapi "pembunuhan" seperti yang diklaim Israel.

Situs suratkabar Turki Hurriyet menerbitkan galeri foto yang menunjukkan tentara Israel yang ditangkap setelah serangan mereka ke Mavi Marmara di perairan internasional pada dini hari tanggal 31 Mei.

Tanggapan yang sudah diprediksi dari militer Israel, seperti dikutip dalam Haaretz, adalah bahwa "gambar yang dipublikasikan adalah bukti yang jelas dan tegas bahwa yang ada di kapal Mavi Marmara adalah para tentara bayaran yang dimaksudkan untuk membunuh tentara Israel." Juru bicara Israel dan media dalam beberapa hari ini juga mengklaim bahwa para prajurit mereka menghadapi "pembunuhan".

Foto-foto berikut justru tidak menunjukkan hal semacam itu, tetapi menunjukkan sebaliknya. Pertama, jelas bahwa para penumpang memiliki cukup waktu dan kesempatan untuk secara serius melukai atau membunuh para tentara Israel jika itu memang niat mereka. Sementara minimal 9 armada penumpang dibunuh oleh Israel, tidak ada satu pun tentara Israel yang terbunuh meskipun setidaknya dua hingga empat serdadu dilucuti senjatanya dan ditangkap ketika mereka melakukan sesuatu yang ilegal, sebuah serangan bersenjata tak beralasan atas sebuah kapal sipil di perairan internasional.

Dalam beberapa foto yang dirilis Hurriyet tampak bahwa para penumpang atau petugas medis tampak melindungi dan membantu para prajurit Israel. Di bawah ini kita melihat penumpang merawat penyerang Israel yang terluka dan melindunginya - bukan dari serangan kekerasan - tapi hanya dari foto.

Sebuah foto tambahan, yang tidak termasuk dalam galeri Hurriyet, tapi diposting pada halaman Facebook The Economist menunjukkan prajurit yang sama, dan orang yang melindungi dia, sementara orang ketiga melakukan perawatan medis. (Terima kasih kepada http://twitter.com/AmoonaM untuk melacak gambar ini) .
Foto lain dari galeri Hurriyet, di bawah ini, sekali lagi menunjukkan seorang prajurit yang tampaknya akan mendapatkan bantuan untuk menghentikan pendarahan di wajahnya dengan perban atau kain putih. Tentu saja, adalah mungkin untuk memberikan penjelasan, seram, sensasional dan imajinatif, untuk foto ini - seperti yang Israel coba lakukan - dan klaim bahwa seseorang sedang mencoba untuk mencekik prajurit! Tetapi mengingat kenyataan bahwa ia tidak mati lemas dan semua tentara Israel pulang hidup-hidup, maka penjelasan yang paling mungkin, yang sesuai dengan semua bukti lain, adalah bahwa dia sedang dirawat.


Foto-foto berikut muncul di situs berita Turki internethaber.com juga jelas menunjukkan tentara Israel yang dirawat, tidak terluka oleh penumpang Mavi Marmara. (Galeri yang sama menunjukkan penumpang terluka serta ini juga bisa dilihat dari sumber foto yang ditemukan pada halaman Facebook The Economist, http://twitter.com/intifadhat).

Istana Bunga

Dahulu kala, hiduplah raja dan ratu yang kejam. Keduanya suka berfoya-foya dan menindas rakyat miskin. Raja dan Ratu ini mempunyai putra dan putri yang baik hati. Sifat mereka sangat berbeda dengan kedua orangtua mereka itu. Pangeran Aji Lesmana dan Puteri Rauna selalu menolong rakyat yang kesusahan. Keduanya suka menolong rakyatnya yang memerlukan bantuan.

Suatu hari, Pangeran Aji Lesmana marah pada ayah bundanya,  "Ayah dan Ibu jahat. Mengapa menyusahkan orang miskin?!"

Raja dan Ratu sangat marah mendengar perkataan putra mereka itu.  "Jangan mengatur orangtua! Karena kau telah berbuat salah, aku akan menghukummu. Pergilah dari istana ini!" usir Raja. 


           Pangeran Aji Lesmana tidak terkejut. Justru Puteri Rauna yang tersentak, lalu menangis memohon kepada ayah bundamya, "Jangan, usir Kakak! Jika Kakak harus pergi, saya pun pergi!"

          Raja dan Ratu sedang naik pitam. Mereka membiarkan Puteri Rauna pergi mengikuti kakaknya. Mereka mengembara. Menyamar menjadi orang biasa. Mengubah nama menjadi Kusmantoro dan Kusmantari. Mereka pun mencari guru untuk mendapat ilmu. Mereka ingin menggunakan ilmu itu untuk menyadarkan kedua orangtua mereka.


          Keduanya sampai di sebuah gubug. Rumah itu dihuni oleh seorang kakek yang sudah sangat tua. Kakek sakti itu dulu pernah menjadi guru kakek mereka. Mereka mencoba mengetuk pintu.
"Silakan masuk, Anak Muda," sambut kakek renta yang sudah tahu kalau mereka adalah cucu-cucu bekas muridnya. Namun kakek itu sengaja pura-pura tak tahu. Kusmantoro mengutarakan maksudnya,  "Kami, kakak beradik yatim piatu. Kami ingin berguru pada Panembahan."


          Kakek sakti bernama Panembahan Manraba itu tersenyum mendengar kebohongan Kusmantoro. Namun karena kebijakannya, Panembahan Manraba menerima keduanya menjadi muridnya.
Panembahan Manraba menurunkan ilmu-ilmu kerohanian dan kanuragan pada Kusmantoro dan Kusmantari. Keduanya ternyata cukup berbakat. Dengan cepat mereka menguasai ilmu-ilmu yang diajarkan. Berbulan-bulan mereka digembleng guru bijaksana dan sakti itu.

          Suatu malam Panembahan memanggil mereka berdua. "Anakku, Kusmantoro dan Kusmantari. Untuk sementara sudah cukup kalian berguru di sini. Ilmu-ilmu lainnya akan kuberikan setelah kalian melaksanakan satu amalan."
"Amalan apa itu, Panembahan?" tanya Kusmantari.
"Besok pagi-pagi sekali, petiklah dua kuntum melati di samping kanan gubug ini. Lalu berangkatlah menuju istana di sebelah Barat desa ini. Berikan dua kuntum bunga melati itu kepada Pangeran Aji Lesmana dan Puteri Rauna. Mereka ingin menyadarkan Raja dan Ratu, kedua orang tua mereka."

          Kusmantoro dan Kusmantari terkejut. Namun keterkejutan mereka disimpan rapat-rapat. Mereka tak ingin penyamaran mereka terbuka.
"Dua kuntum melati itu berkhasiat menyadarkan Raja dan Ratu dari perbuatan buruk mereka. Namun syaratnya, dua kuntum melati itu hanya berkhasiat jika disertai kejujuran hati," pesan Panembahan Manraba.

         Ketika menjelang tidur malam, Kusmantoro dan Kusmantari resah. Keduanya memikirkan pesan Panembahan. Apakah mereka harus berterus terang kalau mereka adalah Pangeran Aji Lesmana dan Puteri Rauna? Jika tidak berterus terang, berarti mereka berbohong, tidak jujur. Padahal kuntum melati hanya berkhasiat bila disertai dengan kejujuran.

         Akhirnya, pagi-pagi sekali mereka menghadap Panembahan.
"Kami berdua mohon maaf, Panembahan. Kami bersalah karena tidak jujur kepada Panembahan selama ini."
Saya mengerti, Anak-anakku. Saya sudah tahu kalian berdua adalah Pangeran Aji Lesmana dan Puteri Rauna. Pulanglah. Ayah Bundamu menunggu di istana."

         Setelah mohon pamit dan doa restu, Pangeran Aji Lesmana dan Puteri Rauna berangkat menuju ke istana. Setibanya di istana, ternyata Ayah Bunda mereka sedang sakit. Mereka segera memeluk kedua orang tua mereka yang berbaring lemah itu.


         Puteri Rauna lalu meracik dua kuntum melati pemberian Panembahan. Kemudian diberikan pada ayah ibu mereka. Ajaib! Seketika sembuhlah Raja dan Ratu. Sifat mereka pun berubah. Pangeran dan Puteri Rauna sangat bahagia. Mereka meminta bibit melati ajaib itu pada Panembahan. Dan menanamnya di taman mereka. Sehingga istana mereka dikenal dengan nama Istana Bunga. Istana yang dipenuhi kelembutan hati dan kebahagiaan.

Si Kancil Pencuri Ketimun

Siang itu panas sekali. Matahari bersinar garang. Tapi hal itu tidak terlalu dirasakan oleh Kancil. Dia sedang tidur nyenyak di bawah sebatang pohon yang rindang.

Tiba-tiba saja mimpi indahnya terputus. "Tolong! Tolong! " terdengar teriakan dan jeritan berulang-ulang. Lalu terdengar suara derap kaki binatang yang sedang berlari-lari.
"Ada apa, sih?" kata Kancil. Matanya berkejap-kejap, terasa berat untuk dibuka karena masih mengantuk.
Di kejauhan tampak segerombolan binatang berlari-lari menuju ke arahnya. "Kebakaran! Kebakaran! " teriak Kambing. " Ayo lari, Cil! Ada kebakaran di hutan! "

             Memang benar. Asap tebal membubung tinggi ke angkasa. Kancil ketakutan melihatnya. Dia langsung bangkit dan berlari mengikuti teman-temannya.
Kancil terus berlari. Wah, cepat juga larinya. Ya, walaupun Kancil bertubuh kecil, tapi dia dapat berlari cepat. Tanpa terasa, Kancil telah berlari jauh, meninggalkan teman-temannya.
"Aduh, napasku habis rasanya," Kancil berhenti dengan napas terengah-engah, lalu duduk beristirahat. "Lho, di mana binatang-binatang lainnya?" Walaupun Kancil senang karena lolos dari bahaya, tiba-tiba ia merasa takut. "Wah, aku berada di mana sekarang? Sepertinya belum pernah ke sini."

            Kancil berjalan sambil mengamati daerah sekitarnya. "Waduh, aku tersesat. Sendirian lagi. Bagaimana ini?'7 Kancil semakin takut dan bingung. "Tuhan, tolonglah aku."
Kancil terus berjalan menjelajahi hutan yang belum pernah dilaluinya. Tanpa terasa, dia tiba di pinggir hutan. Ia melihat sebuah ladang milik Pak Tani.
"Ladang sayur dan buah-buahan? Oh, syukurlah. Terima kasih, Tuhan," mata Kancil membelalak. Ladang itu penuh dengan sayur dan buah-buahan yang siap dipanen. Wow, asyik sekali!
"Kebetulan nih, aku haus dan lapar sekali," kata Kancil sambil menelan air liurnya. "Tenggorokanku juga terasa kering. Dan perutku keroncongan minta diisi. Makan dulu, ah."
Dengan tanpa dosa, Kancil melahap sayur dan buahbuahan yang ada di ladang. Wah, kasihan Pak Tani. Dia pasti marah kalau melihat kejadian ini. Si Kancil nakal sekali, ya?
"Hmm, sedap sekali," kata Kancil sambil mengusap-usap perutnya yang kekenyangan. "Andai setiap hari pesta seperti ini, pasti asyik."

            Setelah puas, Kancil merebahkan dirinya di bawah sebatang pohon yang rindang. Semilir angin yang bertiup, membuatnya mengantuk. "Oahem, aku jadi kepingin tidur lagi," kata Kancil sambil menguap.

            Akhirnya binatang yang nakal itu tertidur, melanjutkan tidur siangnya yang terganggu gara-gara kebakaran di hutan tadi. Wah, tidurnya begitu pulas, sampai terdengar suara dengkurannya. Krr... krr... krrr...
Ketika bangun pada keesokan harinya, Kancil merasa lapar lagi. "Wah, pesta berlanjut lagi, nih," kata Kancil pada dirinya sendiri. "Kali ini aku pilih-pilih dulu, ah. Siapa tahu ada buah timun kesukaanku."

            Maka Kancil berjalan-jalan mengitari ladang Pak Tani yang luas itu. "Wow, itu dia yang kucari! " seru Kancil gembira. "Hmm, timunnya kelihatan begitu segar. Besarbesar lagi! Wah, pasti sedap nih."

            Kancil langsung makan buah timun sampai kenyang. "Wow, sedap sekali sarapan timun," kata Kancil sambil tersenyum puas.

            Hari sudah agak siang. Lalu Kancil kembali ke bawah pohon rindang untuk beristirahat.
Pak Tani terkejut sekali ketika melihat ladangnya. "Wah, ladang timunku kok jadi berantakan-begini," kata Pak Tani geram. "Perbuatan siapa, ya? Pasti ada hama baru yang ganas. Atau mungkinkah ada bocah nakal atau binatang lapar yang mencuri timunku?"

           Ladang timun itu memang benar-benar berantakan. Banyak pohon timun yang rusak karena terinjak-injak. Dan banyak pula serpihan buah timun yang berserakan di tanah. Hm, awas, ya, kalau sampai tertangkap! " omel Pak Tani sambil mengibas-ngibaskan sabitnya. "Panen timunku jadi berantakan."

           Maka seharian Pak Tani sibuk membenahi kembali ladangnya yang berantakan.
Dari tempat istirahatnya, Kancil terus memperhatikan Pak Tani itu. "Hmm, dia pasti yang bernama Pak Tani," kata Kancil pada dirinya sendiri. "Kumisnya boleh juga. Tebal,' hitam, dan melengkung ke atas. Lucu sekali. Hi... hi... hi....

         Sebelumnya Kancil memang belum pernah bertemu dengan manusia. Tapi dia sering mendengar cerita tentang Pak Tani dari teman-temannya. "Aduh, Pak Tani kok lama ya," ujar Kancil. Ya, dia telah menunggu lama sekali. Siang itu Kancil ingin makan timun lagi. Rupanya dia ketagihan makan buah timun yang segar itu.

         Sore harinya, Pak Tani pulang sambil memanggul keranjang berisi timun di bahunya. Dia pulang sambil mengomel, karena hasil panennya jadi berkurang. Dan waktunya habis untuk menata kembali ladangnya yang berantakan.
"Ah, akhirnya tiba juga waktu yang kutunggu-tunggu," Kancil bangkit dan berjalan ke ladang. Binatang yang nakal itu kembali berpesta makan timun Pak Tani.
Keesokan harinya, Pak Tani geram dan marah-marah melihat ladangnya berantakan lagi. "Benar-benar keterlaluan! " seru Pak Tani sambil mengepalkan tangannya. "Ternyata tanaman lainnya juga rusak dan dicuri."

            Pak Tani berlutut di tanah untuk mengetahui jejak si pencuri. "Hmm, pencurinya pasti binatang," kata Pak Tani. "Jejak kaki manusia tidak begini bentuknya."

             Pemilik ladang yang malang itu bertekad untuk menangkap si pencuri. "Aku harus membuat perangkap untuk menangkapnya! "

            Maka Pak Tani segera meninggalkan ladang. Setiba di rumahnya, dia membuat sebuah boneka yang menyerupai manusia. Lalu dia melumuri orang-orangan ladang itu dengan getah nangka yang lengket!
Pak Tani kembali lagi ke ladang. Orang-orangan itu dipasangnya di tengah ladang timun. Bentuknya persis seperti manusia yang sedang berjaga-jaga. Pakaiannya yang kedodoran berkibar-kibar tertiup angin. 
Sementara kepalanya memakai caping, seperti milik Pak Tani.
"Wah, sepertinya Pak Tani tidak sendiri lagi," ucap Kancil, yang melihat dari kejauhan. "Ia datang bersama temannya. Tapi mengapa temannya diam saja, dan Pak Tani meninggalkannya sendirian di tengah ladang?"

             Lama sekali Kancil menunggu kepergian teman Pak Tani. Akhirnya dia tak tahan. "Ah, lebih baik aku ke sana," kata Kancil memutuskan. "Sekalian minta maaf karena telah mencuri timun Pak Tani. Siapa tahu aku malah diberinya timun gratis."
"Maafkan saya, Pak," sesal Kancil di depan orangorangan ladang itu. "Sayalah yang telah mencuri timun Pak Tani. Perut saya lapar sekali. Bapak tidak marah, kan?"

             Tentu saj,a orang-orangan ladang itu tidak menjawab. Berkali-kali Kancil meminta maaf. Tapi orang-orangan itu tetap diam. Wajahnya tersenyum, tampak seperti mengejek Kancil.
"Huh, sombong sekali!" seru Kancil marah. "Aku minta maaf kok diam saja. Malah tersenyum mengejek. Memangnya lucu apa?" gerutunya.
 
             Akhirnya Kancil tak tahan lagi. Ditinjunya orangorangan ladang itu dengan tangan kanan. Buuuk! Lho, kok tangannya tidak bisa ditarik? Ditinjunya lagi dengan tangan kiri. Buuuk! Wah, kini kedua tangannya melekat erat di tubuh boneka itu.
" Lepaskan tanganku! " teriak Kancil j engkel. " Kalau tidak, kutendang kau! " Buuuk! Kini kaki si Kancil malah melekat juga di tubuh orang-orangan itu. "Aduh, bagaimana ini?"
Sore harinya, Pak Tani kembali ke ladang. "Nah, ini dia pencurinya! " Pak Tani senang melihat jebakannya berhasil. "Rupanya kau yang telah merusak ladang dan mencuri
timunku." Pak Tani tertawa ketika melepaskan Kancil. "Katanya kancil binatang yang cerdik," ejek Pak Tani. "Tapi kok tertipu oleh orang-orangan ladang. Ha... ha... ha.... "

             Kancil pasrah saja ketika dibawa pulang ke rumah Pak Tani. Dia dikurung di dalam kandang ayam. Tapi Kancil terkejut ketika Pak Tani menyuruh istrinya menyiapkan bumbu sate.
" Aku harus segera keluar malam ini j uga I " tekad Kancil. Kalau tidak, tamatlah riwayatku. "
Malam harinya, ketika seisi rumah sudah tidur, Kancil memanggil-manggil Anjing, si penjaga rumah. "Ssst... Anjing, kemarilah," bisik Kancil. "Perkenalkan, aku Kancil. Binatang piaraan baru Pak Tani. Tahukah kau? Besok aku akan diajak Pak Tani menghadiri pesta di rumah Pak Lurah. Asyik, ya?"
Anjing terkejut mendengarnya. "Apa? Aku tak percaya! Aku yang sudah lama ikut Pak Tani saja tidak pernah diajak pergi. Eh, malah kau yang diajak."

             Kancil tersenyum penuh arti. "Yah, terserah kalau kau tidak percaya. Lihat saja besok! Aku tidak bohong! "
Rupanya Anjing terpengaruh oleh kata-kata si Kancil. Dia meminta agar Kancil membujuk Pak Tani untuk mengajakn-ya pergi ke pesta.
"Oke, aku akan berusaha membujuk Pak Tani," janji Kancil. "Tapi malam ini kau harus menemaniku tidur di kandang ayam. Bagaimana?" Anjing setuju dengan tawaran Kancil. Dia segera membuka gerendel pintu kandang, dan masuk. Dengan sigap, Kancil cepat-cepat keluar dari kandang.
"Terima kasih," kata Kancil sambil menutup kembali gerendel pintu. "Maaf Iho, aku terpaksa berbohong. Titip salam ya, buat Pak Tani. Dan tolong sampaikan maafku padanya." Kancil segera berlari meninggalkan rumah Pak Tani. Anjing yang malang itu baru menyadari kejadian sebenarnya ketika Kancil sudah menghilang.

Si Kancil dan Buaya

Suatu hari Si Kancil, binatang yang katanya cerdik itu, sedang berjalan-jalan di pinggir hutan. Dia hanya ingin mencari udara segar, melihat matahari yang cerah bersinar. Di dalam hutan terlalu gelap, karena pohon-pohon sangat lebat dan tajuknya menutupi lantai hutan. Dia ingin berjemur di bawah terik matahari. Di situ ada sungai besar yang airnya dalam sekali. Setelah sekian lama berjemur, Si Kancil merasa bahwa ada yang berbunyi di perutnya,..krucuk...krucuk...krucuk. Wah, rupanya perutnya sudah lapar. Dia membayangkan betapa enaknya kalau ada makanan kesukaannya, ketimun. Namun kebun ketimun ada di seberang sungai, bagaimana cara menyeberanginya ya? Dia berfikir sejenak. Tiba-tiba dia meloncat kegirangan, dan berteriak: "Buaya....buaya.... ayo keluar..... Aku punya makanan untukmu...!!" Begitu Kancil berteriak kepada buaya-buaya yang banyak tinggal di sugai yang dalam itu.
Sekali lagi Kancil berteriak, "Buaya...buaya... ayo keluar... mau daging segar nggak?"
Tak lama kemudian, seekor buaya muncul dari dalam air, "Huaahhh... siapa yang teriak-teriak siang-siang begini.. mengganggu tidurku saja." "Hei Kancil, diam kau.. kalau tidak aku makan nanti kamu." Kata buaya kedua yang juga muncul.
"Wah.... bagus kalian mau keluar, mana yang lain?" kata Kancil kemudian. "Kalau cuma dua ekor masih sisa banyak nanti makanan ini. Ayo keluar semuaaa...!" Kancil berteriak lagi.
"Ada apa Kancil sebenarnya, ayo cepat katakan," kata buaya.
"Begini, maaf kalau aku mengganggu tidurmu, tapi aku akan bagi-bagi daging segar buat buaya-buaya di sungai ini," makanya harus keluar semua.

             Mendengar bahwa mereka akan dibagikan daging segar, buaya-buaya itu segera memanggil teman-temannya untuk keluar semua. "Hei, teman-teman semua, mau makan gratis nggak? Ayo kita keluaaaar....!" buaya pemimpin berteriak memberikan komando. Tak berapa lama, bermunculanlah buaya-buaya dari dalam air.
"Nah, sekarang aku harus menghitung dulu ada berapa buaya yang datang, ayo kalian para buaya pada baris berjajar hingga ke tepi sungai di sebelah sana," "Nanti aku akan menghitung satu persatu."
Tanpa berpikir panjang, buaya-buaya itu segera mengambil posisi, berbaris berjajar dari tepi sungai satu ke tepi sungai lainnya, sehingga membentuk seperti jembatan.
"Oke, sekarang aku akan mulai menghitung," kata Kancil yang segera melompat ke punggung buaya pertama, sambil berteriak, "Satu..... dua..... tiga....." begitu seterusnya sambil terus meloncat dari punggung buaya satu ke buaya lainnya. Hingga akhirnya dia sampai di seberang sungai. Hatinya tertawa, "Mudah sekali ternyata."
Begitu sampai di seberang sungai, Kancil berkata pada buaya, "Hai buaya bodoh, sebetulnya tidak ada daging segar yang akan aku bagikan. Tidakkah kau lihat bahwa aku tidak membawa sepotong daging pun?" "Sebenarnya aku hanya ingin menyeberang sungai ini, dan aku butuh jembatan untuk lewat. Kalau begitu saya ucapkan terima kasih pada kalian, dan mohon maaf kalau aku mengerjai kalian," kata Kancil.
"Ha!....huaahh... sialan... Kancil nakal, ternyata kita cuma dibohongi. Aws kamu ya.. kalau ketemu lagi saya makan kamu," kata buaya-buaya itu geram.
Si Kancil segera berlari menghilang di balik pohon, menuju kebun Pak Tani untuk mencari ketimun.

.....Selesai.....

Timun Emas

        Di suatu desa hiduplah seorang janda tua yang bernama mbok Sarni. Tiap hari dia menghabiskan waktunya sendirian, karena mbok Sarni tidak memiliki seorang anak. Sebenarnya dia ingin sekali mempunyai anak, agar bisa membantunya bekerja.
Pada suatu sore pergilah mbok Sarni ke hutan untuk mencari kayu, dan ditengah jalan mbok Sarni bertemu dengan raksasa yang sangat besar sekali. “Hei, mau kemana kamu?”, tanya si Raksasa. “Aku hanya mau mengumpulkan kayu bakar, jadi ijinkanlah aku lewat”, jawab mbok Sarni. “Hahahaha.... kamu boleh lewat setelah kamu memberiku seorang anak manusia untuk aku santap”, kata si Raksasa. Lalu mbok Sarni menjawab, “Tetapi aku tidak mempunyai anak”.
       Setelah mbok Sarni mengatakan bahwa dia tidak punya anak dan ingin sekali punya anak, maka si Raksasa memberinya biji mentimun. Raksasa itu berkata, “Wahai wanita tua, ini aku berikan kamu biji mentimun. Tanamlah biji ini di halaman rumahmu, dan setelah dua minggu kamu akan mendapatkan seorang anak. Tetapi ingat, serahkan anak itu padaku setelah usianya enam tahun”.
        Setelah dua minggu, mentimun itu nampak berbuah sangat lebat dan ada salah satu mentimun yang cukup besar. Mbok Sarni kemudian mengambilnya , dan setelah dibelah ternyata isinya adalah seorang bayi yang sangat cantik jelita. Bayi itu kemudian diberi nama timun emas.
        Semakin hari timun emas semakin tumbuh besar, dan mbok Sarni sangat gembira sekali karena rumahnya tidak sepi lagi. Semua pekerjaannya bisa selesai dengan cepat karena bantuan timun emas.
        Akhirnya pada suatu hari datanglah si Raksasa untuk menagih janji. Mbok Sarni sangat ketakutan, dan tidak mau kehilangan timun emas. Kemudian mbok Sarni berkata, “Wahai raksasa, datanglah kesini dua tahun lagi. Semakin dewasa anak ini, maka semakin enak untuk di santap”. Si Raksasa pun setuju dan meninggalkan rumah mbok Sarni.
        Waktu dua tahun bukanlah waktu yang lama, karena itu tiap hari mbok Sarni mencari akal bagaimana caranya supaya anaknya tidak dibawa si Raksasa. Hati mbok Sarni sangat cemas sekali, dan akhirnya pada suatu malam mbok Sarni bermimpi. Dalam mimpinya itu, ia diberitahu agar timun emas menemui petapa di Gunung.
       Pagi harinya mbok Sarni menyuruh timun emas untuk segera menemui petapa itu. Setelah bertemu dengan petapa, timun emas kemudian bercerita tentang maksud kedatangannya. Sang petapa kemudian memberinya empat buah bungkusan kecil yang isinya biji mentimun, jarum, garam, dan terasi. “Lemparkan satu per satu bungkusan ini, kalau kamu dikejar oleh raksasa itu”, perintah petapa. Kemudian timun meas pulang ke rumah, dan langsung menyimpan bungkusan dari sang petapa.
        Paginya raksasa datang lagi untuk menagih janji. “Wahai wanita tua, mana anak itu? Aku sudah tidak tahan untuk menyantapnya”, teriak si Raksasa. Kemudian mbok Sarni menjawab, “Janganlah kau ambil anakku ini wahai raksasa, karena aku sangat sayang padanya. Lebih baik aku saja yang kamu santap”. Raksasa tidak mau menerima tawaran dari mbok Sarni itu, dan akhirnya marah besar. “Mana anak itu? Mana timun emas?”, teriak si raksasa.
Karena tidak tega melihat mbok Sarni menangis terus, maka timun emas keluar dari tempat sembunyinya. “Aku di sini raksasa, tangkaplah aku jika kau bisa!!!”, teriak timun emas.
Raksasapun mengejarnya, dan timun emas mulai melemparkan kantong yang berisi mentimun. Sungguh ajaib, hutan menjadi ladang mentimun yang lebat buahnya. Raksasapun menjadi terhambat, karena batang timun tersebut terus melilit tubuhnya. Tetapi akhirnya si raksasa berhasil bebas juga, dan mulai mngejar timun emas lagi. Lalu timun emas menaburkan kantong kedua yang berisi jarum, dalam sekejap tumbuhlan pohon-pohon bambu yang sangat tinggi dan tajam. Dengan kaki yang berdarah-darah karena tertancap bambu tersebut si raksasa terus mengejar.

       Kemudian timun emas membuka bingkisan ketiga yang berisi garam. Seketika itu hutanpun menjadi lautan luas. Tetapi lautan itu dengan mudah dilalui si raksasa. Yang terakhir Timun Emas akhirnya menaburkan terasi, seketika itu terbentuklah lautan lumpur yang mendidih, dan si raksasa tercebur di dalamnya. Akhirnya raksasapun mati.
Timun Emas mengucap syukur kepada Tuhan YME, karena sudah diselamatkan dari raksasa yang kejam. Akhirnya Timun Emas dan Mbok Sarni hidup bahagia dan damai.

FOREVER YOUNG, DOGAN!!!


Angkatan laut asing menyerang kapal tak bersenjata yang mengibarkan bendera dari anggota NATO di perairan internasional dan menembak mati seorang warga negara Amerika (remaja berusia 19 tahun, Furkan Dogan) dengan empat peluru untuk kepala dan satu di dada (apakah dia masih bisa melawan saat peluru ketiga ditembakkan ke kepalanya???). Dan ini terjadi saat presiden dari negara yang melakukan pembunuhan sedang dalam perjalanan untuk suatu kunjungan kenegaraan ke Washington, DC, dan yang akan dihadiahi lebih dari US$ 200 juta bantuan dari uang pembayar pajak Amerika.

Forever young, Dogan! Rest in peace beside our beloved Rachel Corrie...

Keong Mas

            Di Kerajaan Daha, hiduplah dua orang putri yang sangat cantik jelita. Putri nan cantik jelita tersebut bernama Candra Kirana dan Dewi Galuh. Kedua putri Raja tersebut hidup sangat bahagia dan serba kecukupan.

Hingga suatu hari datanglah seorang pangeran yang sangat tampan dari Kerajaan Kahuripan ke Kerajaan Daha. Pangeran tersebut bernama Raden Inu Kertapati. Maksud kedatangannya ke Kerajaan Daha adalah untuk melamar Candra Kirana. Kedatangan Raden Inu Kertapati sangat disambut baik oleh Raja Kertamarta, dan akhirnya Candra Kirana ditunangkan dengan Raden Inu Kertapati.

Pertunangan itu ternyata membuat Dewi Galuh merasa iri. Kerena dia merasa kalau Raden Inu Kertapati lebih cocok untuk dirinya. Oleh karena itu Dewi Galuh lalu pergi ke rumah Nenek Sihir. Dia meminta agar nenek sihir itu menyihir Candra Kirana menjadi sesuatu yang menjijikkan dan dijauhkan dari Raden Inu. Nenek Sihir pun menyetujui permintaan Dewi Galuh, dan menyihir Candra Kirana menjadi Keong Emas, lalu membuangnya ke sungai. 

            Suatu hari seorang nenek sedang mencari ikan dengan jala, dan keong emas terangkut dalam jalanya tersebut. Keong Emas itu lalu dibawanya pulang dan ditaruh di tempayan. Besoknya nenek itu mencari ikan lagi di sungai, tetapi tak mendapat ikan seekorpun. Kemudian Nenek tersebut memutuskan untuk pulang saja, sesampainya di rumah ia sangat kaget sekali, karena di meja sudah tersedia masakan yang sangat enak-enak. Si nenek bertanya-tanya pada dirinya sendiri, siapa yang memgirim masakan ini. 

           Begitu pula hari-hari berikutnya si nenek menjalani kejadian serupa, keesokan paginya nenek ingin mengintip apa yang terjadi pada saat dia pergi mencari ikan. Nenek itu lalu berpura-pura pergi ke sungai untuk mencari ikan seperti biasanya, lalu pergi ke belakang rumah untuk mengintipnya. Setelah beberapa saat, si nenek sangat terkejut. Karena keong emas yang ada ditempayan berubah wujud menjadi gadis cantik. Gadis tersebut lalu memasak dan menyiapkan masakan tersebut di meja. Karena merasa penasaran, lalu nenek tersebut memberanikan diri untuk menegur putri nan cantik itu. “Siapakah kamu ini putri cantik, dan dari mana asalmu?”, tanya si nenek. "Aku adalah putri kerajaan Daha yang disihir menjadi keong emas oleh nenek sihir utusan saudaraku karena merasa iri kepadaku", kata keong emas. Setelah menjawab pertanyaan dari nenek, Candra Kirana berubah lagi menjadi Keong Emas, dan nenek sangat terheran-heran. 

            Sementara pangeran Inu Kertapati tak mau diam saja ketika tahu candra kirana menghilang. Iapun mencarinya dengan cara menyamar menjadi rakyat biasa. Nenek sihirpun akhirnya tahu dan mengubah dirinya menjadi gagak untuk mencelakakan Raden Inu Kertapati. Raden Inu Kertapati Kaget sekali melihat burung gagak yang bisa berbicara dan mengetahui tujuannya. Ia menganggap burung gagak itu sakti dan menurutinya padahal raden Inu diberikan arah yang salah. Diperjalanan Raden Inu bertemu dengan seorang kakek yang sedang kelaparan, diberinya kakek itu makan. Ternyata kakek adalah orang sakti yang baik Ia menolong Raden Inu dari burung gagak itu. 

            Kakek itu memukul burung gagak dengan tongkatnya, dan burung itu menjadi asap. Akhirnya Raden Inu diberitahu dimana Candra Kirana berada, disuruhnya raden itu pergi kedesa dadapan. Setelah berjalan berhari-hari sampailah ia kedesa Dadapan Ia menghampiri sebuah gubuk yang dilihatnya untuk meminta seteguk air karena perbekalannya sudah habis. Di gubuk itu ia sangat terkejut, karena dari balik jendela ia melihat Candra Kirana sedang memasak. Akhirnya sihir dari nenek sihir pun hilang karena perjumpaan itu. Akhirnya Raden Inu memboyong tunangannya beserta nenek yang baik hati tersebut ke istana, dan Candra Kirana menceritakan perbuatan Dewi Galuh pada Baginda Kertamarta. 

            Baginda minta maaf kepada Candra Kirana dan sebaliknya. Dewi Galuh lalu mendapat hukuman yang setimpal. Karena Dewi Galuh merasa takut, maka dia melarikan diri ke hutan. Akhirnya pernikahan Candra kirana dan Raden Inu Kertapati pun berlangsung, dan pesta tersebut sangat meriah. Akhirnya mereka hidup bahagia.