FOREVER YOUNG, DOGAN!!!


Angkatan laut asing menyerang kapal tak bersenjata yang mengibarkan bendera dari anggota NATO di perairan internasional dan menembak mati seorang warga negara Amerika (remaja berusia 19 tahun, Furkan Dogan) dengan empat peluru untuk kepala dan satu di dada (apakah dia masih bisa melawan saat peluru ketiga ditembakkan ke kepalanya???). Dan ini terjadi saat presiden dari negara yang melakukan pembunuhan sedang dalam perjalanan untuk suatu kunjungan kenegaraan ke Washington, DC, dan yang akan dihadiahi lebih dari US$ 200 juta bantuan dari uang pembayar pajak Amerika.

Forever young, Dogan! Rest in peace beside our beloved Rachel Corrie...

Keong Mas

            Di Kerajaan Daha, hiduplah dua orang putri yang sangat cantik jelita. Putri nan cantik jelita tersebut bernama Candra Kirana dan Dewi Galuh. Kedua putri Raja tersebut hidup sangat bahagia dan serba kecukupan.

Hingga suatu hari datanglah seorang pangeran yang sangat tampan dari Kerajaan Kahuripan ke Kerajaan Daha. Pangeran tersebut bernama Raden Inu Kertapati. Maksud kedatangannya ke Kerajaan Daha adalah untuk melamar Candra Kirana. Kedatangan Raden Inu Kertapati sangat disambut baik oleh Raja Kertamarta, dan akhirnya Candra Kirana ditunangkan dengan Raden Inu Kertapati.

Pertunangan itu ternyata membuat Dewi Galuh merasa iri. Kerena dia merasa kalau Raden Inu Kertapati lebih cocok untuk dirinya. Oleh karena itu Dewi Galuh lalu pergi ke rumah Nenek Sihir. Dia meminta agar nenek sihir itu menyihir Candra Kirana menjadi sesuatu yang menjijikkan dan dijauhkan dari Raden Inu. Nenek Sihir pun menyetujui permintaan Dewi Galuh, dan menyihir Candra Kirana menjadi Keong Emas, lalu membuangnya ke sungai. 

            Suatu hari seorang nenek sedang mencari ikan dengan jala, dan keong emas terangkut dalam jalanya tersebut. Keong Emas itu lalu dibawanya pulang dan ditaruh di tempayan. Besoknya nenek itu mencari ikan lagi di sungai, tetapi tak mendapat ikan seekorpun. Kemudian Nenek tersebut memutuskan untuk pulang saja, sesampainya di rumah ia sangat kaget sekali, karena di meja sudah tersedia masakan yang sangat enak-enak. Si nenek bertanya-tanya pada dirinya sendiri, siapa yang memgirim masakan ini. 

           Begitu pula hari-hari berikutnya si nenek menjalani kejadian serupa, keesokan paginya nenek ingin mengintip apa yang terjadi pada saat dia pergi mencari ikan. Nenek itu lalu berpura-pura pergi ke sungai untuk mencari ikan seperti biasanya, lalu pergi ke belakang rumah untuk mengintipnya. Setelah beberapa saat, si nenek sangat terkejut. Karena keong emas yang ada ditempayan berubah wujud menjadi gadis cantik. Gadis tersebut lalu memasak dan menyiapkan masakan tersebut di meja. Karena merasa penasaran, lalu nenek tersebut memberanikan diri untuk menegur putri nan cantik itu. “Siapakah kamu ini putri cantik, dan dari mana asalmu?”, tanya si nenek. "Aku adalah putri kerajaan Daha yang disihir menjadi keong emas oleh nenek sihir utusan saudaraku karena merasa iri kepadaku", kata keong emas. Setelah menjawab pertanyaan dari nenek, Candra Kirana berubah lagi menjadi Keong Emas, dan nenek sangat terheran-heran. 

            Sementara pangeran Inu Kertapati tak mau diam saja ketika tahu candra kirana menghilang. Iapun mencarinya dengan cara menyamar menjadi rakyat biasa. Nenek sihirpun akhirnya tahu dan mengubah dirinya menjadi gagak untuk mencelakakan Raden Inu Kertapati. Raden Inu Kertapati Kaget sekali melihat burung gagak yang bisa berbicara dan mengetahui tujuannya. Ia menganggap burung gagak itu sakti dan menurutinya padahal raden Inu diberikan arah yang salah. Diperjalanan Raden Inu bertemu dengan seorang kakek yang sedang kelaparan, diberinya kakek itu makan. Ternyata kakek adalah orang sakti yang baik Ia menolong Raden Inu dari burung gagak itu. 

            Kakek itu memukul burung gagak dengan tongkatnya, dan burung itu menjadi asap. Akhirnya Raden Inu diberitahu dimana Candra Kirana berada, disuruhnya raden itu pergi kedesa dadapan. Setelah berjalan berhari-hari sampailah ia kedesa Dadapan Ia menghampiri sebuah gubuk yang dilihatnya untuk meminta seteguk air karena perbekalannya sudah habis. Di gubuk itu ia sangat terkejut, karena dari balik jendela ia melihat Candra Kirana sedang memasak. Akhirnya sihir dari nenek sihir pun hilang karena perjumpaan itu. Akhirnya Raden Inu memboyong tunangannya beserta nenek yang baik hati tersebut ke istana, dan Candra Kirana menceritakan perbuatan Dewi Galuh pada Baginda Kertamarta. 

            Baginda minta maaf kepada Candra Kirana dan sebaliknya. Dewi Galuh lalu mendapat hukuman yang setimpal. Karena Dewi Galuh merasa takut, maka dia melarikan diri ke hutan. Akhirnya pernikahan Candra kirana dan Raden Inu Kertapati pun berlangsung, dan pesta tersebut sangat meriah. Akhirnya mereka hidup bahagia.

Bawang Merah dan Bawang Putih

            Jaman dahulu kala di sebuah desa tinggal sebuah keluarga yang terdiri dari Ayah, Ibu dan seorang gadis remaja yang cantik bernama bawang putih. Mereka adalah keluarga yang bahagia. Meski ayah bawang putih hanya pedagang biasa, namun mereka hidup rukun dan damai. Namun suatu hari ibu bawang putih sakit keras dan akhirnya meninggal dunia. Bawang putih sangat berduka demikian pula ayahnya.

Di desa itu tinggal pula seorang janda yang memiliki anak bernama Bawang Merah. Semenjak ibu Bawang putih meninggal, ibu Bawang merah sering berkunjung ke rumah Bawang putih. Dia sering membawakan makanan, membantu bawang putih membereskan rumah atau hanya menemani Bawang Putih dan ayahnya mengobrol. Akhirnya ayah Bawang putih berpikir bahwa mungkin lebih baik kalau ia menikah saja dengan ibu Bawang merah, supaya Bawang putih tidak kesepian lagi.

            Dengan pertimbangan dari bawang putih, maka ayah Bawang putih menikah dengan ibu bawang merah. Awalnya ibu bawang merah dan bawang merah sangat baik kepada bawang putih. Namun lama kelamaan sifat asli mereka mulai kelihatan. Mereka kerap memarahi bawang putih dan memberinya pekerjaan berat jika ayah Bawang Putih sedang pergi berdagang. Bawang putih harus mengerjakan semua pekerjaan rumah, sementara Bawang merah dan ibunya hanya duduk-duduk saja. Tentu saja ayah Bawang putih tidak mengetahuinya, karena Bawang putih tidak pernah menceritakannya.

            Suatu hari ayah Bawang putih jatuh sakit dan kemudian meninggal dunia. Sejak saat itu Bawang merah dan ibunya semakin berkuasa dan semena-mena terhadap Bawang putih. Bawang putih hampir tidak pernah beristirahat. Dia sudah harus bangun sebelum subuh, untuk mempersiapkan air mandi dan sarapan bagi Bawang merah dan ibunya. Kemudian dia harus memberi makan ternak, menyirami kebun dan mencuci baju ke sungai. Lalu dia masih harus menyetrika, membereskan rumah, dan masih banyak pekerjaan lainnya. Namun Bawang putih selalu melakukan pekerjaannya dengan gembira, karena dia berharap suatu saat ibu tirinya akan mencintainya seperti anak kandungnya sendiri.

           Pagi ini seperti biasa Bawang putih membawa bakul berisi pakaian yang akan dicucinya di sungai. Dengan bernyanyi kecil dia menyusuri jalan setapak di pinggir hutan kecil yang biasa dilaluinya. Hari itu cuaca sangat cerah. Bawang putih segera mencuci semua pakaian kotor yang dibawanya. Saking terlalu asyiknya, Bawang putih tidak menyadari bahwasalah satu baju telah hanyut terbawa arus. Celakanya baju yang hanyut adalah baju kesayangan ibu tirinya. Ketika menyadari hal itu, baju ibu tirinya telah hanyut terlalu jauh. Bawang putih mencoba menyusuri sungai untuk mencarinya, namun tidak berhasil menemukannya. Dengan putus asa dia kembali ke rumah dan menceritakannya kepada ibunya.
“Dasar ceroboh!” bentak ibu tirinya. “Aku tidak mau tahu, pokoknya kamu harus mencari baju itu! Dan jangan berani pulang ke rumah kalau kau belum menemukannya. Mengerti?”

             Bawang putih terpaksa menuruti keinginan ibun tirinya. Dia segera menyusuri sungai tempatnya mencuci tadi. Mataharisudah mulai meninggi, namun Bawang putih belum juga menemukan baju ibunya. Dia memasang matanya, dengan teliti diperiksanya setiap juluran akar yang menjorok ke sungai, siapa tahu baju ibunya tersangkut disana. Setelah jauh melangkah dan matahari sudah condong ke barat, Bawang putih melihat seorang penggembala yang sedang memandikan kerbaunya. Maka Bawang putih bertanya: “Wahai paman yang baik, apakah paman melihat baju merah yang hanyut lewat sini? Karena saya harus menemukan dan membawanya pulang.” “Ya tadi saya lihat nak. Kalau kamu mengejarnya cepat-cepat, mungkin kau bisa mengejarnya,” kata paman itu.
“Baiklah paman, terima kasih!” kata Bawang putih dan segera berlari kembali menyusuri. Hari sudah mulai gelap, Bawang putih sudah mulai putus asa. Sebentar lagi malam akan tiba, dan Bawang putih. Dari kejauhan tampak cahaya lampu yang berasal dari sebuah gubuk di tepi sungai. Bawang putih segera menghampiri rumah itu dan mengetuknya.
“Permisi…!” kata Bawang putih. Seorang perempuan tua membuka pintu.
“Siapa kamu nak?” tanya nenek itu.
“Saya Bawang putih nek. Tadi saya sedang mencari baju ibu saya yang hanyut. Dan sekarang kemalaman. Bolehkah saya tinggal di sini malam ini?” tanya Bawang putih.
“Boleh nak. Apakah baju yang kau cari berwarna merah?” tanya nenek.
“Ya nek. Apa…nenek menemukannya?” tanya Bawang putih.
“Ya. Tadi baju itu tersangkut di depan rumahku. Sayang, padahal aku menyukai baju itu,” kata nenek. “Baiklah aku akan mengembalikannya, tapi kau harus menemaniku dulu disini selama seminggu. Sudah lama aku tidak mengobrol dengan siapapun, bagaimana?” pinta nenek.Bawang putih berpikir sejenak. Nenek itu kelihatan kesepian. Bawang putih pun merasa iba. “Baiklah nek, saya akan menemani nenek selama seminggu, asal nenek tidak bosan saja denganku,” kata Bawang putih dengan tersenyum.
Selama seminggu Bawang putih tinggal dengan nenek tersebut. Setiap hari Bawang putih membantu mengerjakan pekerjaan rumah nenek. Tentu saja nenek itu merasa senang. Hingga akhirnya genap sudah seminggu, nenek pun memanggil bawang putih.
“Nak, sudah seminggu kau tinggal di sini. Dan aku senang karena kau anak yang rajin dan berbakti. Untuk itu sesuai janjiku kau boleh membawa baju ibumu pulang. Dan satu lagi, kau boleh memilih satu dari dua labu kuning ini sebagai hadiah!” kata nenek.

            Mulanya Bawang putih menolak diberi hadiah tapi nenek tetap memaksanya. Akhirnya Bawang putih memilih labu yang paling kecil. “Saya takut tidak kuat membawa yang besar,” katanya. Nenek pun tersenyum dan mengantarkan Bawang putih hingga depan rumah.

            Sesampainya di rumah, Bawang putih menyerahkan baju merah milik ibu tirinya sementara dia pergi ke dapur untuk membelah labu kuningnya. Alangkah terkejutnya bawang putih ketika labu itu terbelah, didalamnya ternyata berisi emas permata yang sangat banyak. Dia berteriak saking gembiranya dan memberitahukan hal ajaib ini ke ibu tirinya dan bawang merah yang dengan serakah langsun merebut emas dan permata tersebut. Mereka memaksa bawang putih untuk menceritakan bagaimana dia bisa mendapatkan hadiah tersebut. Bawang putih pun menceritakan dengan sejujurnya.

            Mendengar cerita bawang putih, bawang merah dan ibunya berencana untuk melakukan hal yang sama tapi kali ini bawang merah yang akan melakukannya. Singkat kata akhirnya bawang merah sampai di rumah nenek tua di pinggir sungai tersebut. Seperti bawang putih, bawang merah pun diminta untuk menemaninya selama seminggu. Tidak seperti bawang putih yang rajin, selama seminggu itu bawang merah hanya bermalas-malasan. Kalaupun ada yang dikerjakan maka hasilnya tidak pernah bagus karena selalu dikerjakan dengan asal-asalan. Akhirnya setelah seminggu nenek itu membolehkan bawang merah untuk pergi. “Bukankah seharusnya nenek memberiku labu sebagai hadiah karena menemanimu selama seminggu?” tanya bawang merah. Nenek itu terpaksa menyuruh bawang merah memilih salah satu dari dua labu yang ditawarkan. Dengan cepat bawang merah mengambil labu yang besar dan tanpa mengucapkan terima kasih dia melenggang pergi.

           Sesampainya di rumah bawang merah segera menemui ibunya dan dengan gembira memperlihatkan labu yang dibawanya. Karena takut bawang putih akan meminta bagian, mereka menyuruh bawang putih untuk pergi ke sungai. Lalu dengan tidak sabar mereka membelah labu tersebut. Tapi ternyata bukan emas permata yang keluar dari labu tersebut, melainkan binatang-binatang berbisa seperti ular, kalajengking, dan lain-lain. Binatang-binatang itu langsung menyerang bawang merah dan ibunya hingga tewas. Itulah balasan bagi orang yang serakah.

Posisi Hukum terkait Serangan Israel

Mendengar debat tentang siapa salah dan benar dalam peristiwa tanggal 31 Mei 2010, sementara keluarga serta sahabat korban penyerangan Israel berduka dan warga Gaza masih dalam kepungan amat menyakitkan.

Tapi mari kita berpikir lurus, selurus dan sepolos kata-kata hukum internasional. Berikut ini adalah beberapa pendapat ahli hukum internasional terkait serangan Israel atas kapal-kapal Armada Kebebasan di wilayah perairan internasional.

Craig Murray (mantan Dubes Inggris dan pakar hukum laut):

Kata pada posisi hukum amatlah polos. Menyerang kapal berbendera asing di perairan internasional adalah ilegal. Ini merupakan tindakan perang ilegal.

Karena kejadian itu terjadi di laut lepas tidak berarti hanya hukum internasional yang berlaku. Hukum Laut cukup jelas bahwa ketika insiden terjadi di atas kapal di laut lepas (di luar wilayah perairan siapa pun) hukum yang berlaku adalah hukum dari negara yang benderanya berkibar di kapal tempat insiden itu terjadi. Secara hukum, kapal Turki adalah wilayah Turki.

Oleh karena itu ada 2 kemungkinan hukum yang jelas.

Kemungkinan pertama adalah pasukan Israel bertindak atas nama pemerintah Israel dalam membunuh para aktivis di atas kapal. Apabila Israel berada dalam posisi perang dengan Turki, maka tindakan Israel berada di bawah yurisdiksi internasional sebagai kejahatan perang.

Kemungkinan kedua adalah apabila pembunuhan itu tidak diotorisasi oleh militer Israel, maka tindakan pembunuhan itu berada di bawah yurisdiksi Turki. Jika Israel tidak menganggap dirinya dalam posisi perang dengan Turki, maka Israel harus menyerahkan pasukan komando yang terlibat untuk diadili di Turki di bawah hukum Turki.

Singkatnya, jika Israel dan Turki tidak berperang, maka hukum Turki yang berlaku terhadap apa yang terjadi di kapal. Adalah Turki, bukan Israel, yang berwenang melakukan penyelidikan atau investigasi setiap peristiwa dan untuk melakukan setiap penuntutan. Israel wajib menyerahkan personil yang dituntut.

Francis Boyle (Profesor hukum internasional di University of Illinois College of Law)

Serangan Israel terhadap Armada Gaza melanggar Konvensi SUA [Konvensi PBB tentang Penindakan terhadap Aksi Ilegal Melawan Keselamatan Navigasi Maritim], dimana Israel , Turki, Irlandia, dan Amerika Serikat adalah pihak bagi konvensi itu. Konvensi ini didorong Amerika Serikat sebagai reaksi terhadap aksi pembajakan Kapal Achille Lauro.

Terkait dengan blokade, kapankah sebuah negara bisa menerapkan blokade? Jawabannya, ketika dalam keadaan perang atau PBB telah memberikan izin khusus. Blokade laut adalah tindakan perang di bawah hukum internasional, jadi tidak satu negara pun berhak secara hukum menerapkan blokade terhadap yang lain kecuali jika bertindak dalam membela-diri secara individual atau kolektif; sebuah persyaratan standar untuk berperang atau jika Dewan Keamanan PBB telah mengumumkan tindakan yang diperlukan untuk menjaga perdamaian internasional.

Banyak pihak menganggap blokade Israel atas Jalur Gaza berada di atas dasar hukum yang sangat meragukan. Status Israel di Tepi Barat dan Gaza adalah rezim pendudukan yang agresif. Rezim pendudukan yang agresif berbeda dari keadaan perang yang sebenarnya dan oleh sebab itu Israel tidak memiliki hak secara teknis untuk membentuk sebuah blokade. Selain itu, insiden pada hari Minggu terjadi 40 mil di lepas pantai Gaza. Ini berada di luar rentang blokade yang tradisional (12 mil). Akhirnya, tindakan Israel benar-benar ilegal.

Richard Falk (Profesor Emeritus Hukum Internasional Princenton University dan Pelapor Khusus tentang situasi hak asasi manusia di wilayah pendudukan Palestina)

Israel bersalah atas perilaku mengejutkan dengan menggunakan senjata mematikan terhadap warga sipil di atas kapal yang berada di lautan lepas, dimana kebebasan bernavigasi dijamin menurut hukum laut.

Adalah penting untuk dituntut secara kriminal pertanggungjawaban orang-orang Israel yang bertanggung jawab atas perilaku ilegal dan pembunuhan ini, termasuk pemimpin politik yang mengeluarkan perintah.

Blokade di Gaza adalah bentuk hukuman kolektif besar-besaran yang merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan. Apabila tindakan cepat dan tegas tidak diambil untuk mematahkan blokade Israel atas Gaza, maka kita semua akan terlibat dalam kebijakan kriminal yang membahaykan kelangsungan hidup seluruh komunitas yang terkepung itu.

Pakar hukum internasional Frankfurter Allgemeine Zeitung

Negara-negara tidak diperbolehkan oleh hukum internasional untuk memperluas kedaulatan mereka di perairan internasional... Di wilayah yang disebut zona tambahan, yang membentang 24 mil laut (44 km) dari pantai suatu negara, negara memang memiliki hak untuk menginspeksi -- terutama untuk memastikan penerapan hukum imigrasi dan peraturan kesehatan masyarakat. Namun, hal itu mempersyaratkan adanya dugaan beralasan dari pembajakan atau perdagangan manusia -- atau adanya dugaan bahwa kapal itu tidak terdaftar di negara manapun... Jika Israel telah menggunakan kekerasan terhadap kapal-kapal tanpa alasan yang sah, maka anggota kru kapal memiliki hak untuk membela diri.

Robin Churchill, profesor hukum internasional di University of Dundee, Skotlandia, mengatakan tidak ada dasar hukum untuk menaiki kapal ketika kapal itu berada di perairan internasional. Ove Bawa, profesor hukum internasional Swedia, mengatakan bahwa Israel tidak punya hak untuk mengambil tindakan militer. Hal itu didukung oleh Mark Klamberg di Universitas Stockholm, Hugo Tiberg, profesor hukum maritim dan Geir Ulfstein , profesor hukum maritim di Universitas Oslo, sementara, Jan Egeland, Direktur Norwegian Institute of International Affairs mengatakan bahwa hanya Korea Utara yang bersikap seperti Israel di perairan internasional.

Anthony D'Amato (Profesor hukum internasional di Northwestern University School of Law)

San Remo Manual on International Law Applicable to Armed Conflicts at Sea (landasan hukum yang diklaim Israel) hanya berlaku untuk situasi dimana hukum perang berlaku di antara negara-negara. Hukum perang tidak berlaku dalam konflik antara Israel dan Hamas, yang bahkan bukan negara. Dalam konteks ini, hukum Konvensi Jenewa-lah yang berlaku.

Diana Buttu (pengacara internasional Kanada)

Perjanjian Gaza-Jericho (yang diklaim Israel sebagai dasar hukum tindakannya) tidak lagi berlaku karena Israel telah menyatakan Kesepakatan Oslo sudah mati pada tahun 2001, dan Israel pun benar-benar telah melanggar perjanjian itu, sehingga penerapan Perjanjian Gaza-Jericho tidak masuk akal.

José María Ruiz Soroa (pakar hukum laut Spanyol penulis komentar hukum “Manual de derecho de la navegación Maritima”)

Israel tidak berhak menurut hukum internasional untuk membatasi kebebasan navigasi kapal apa pun di laut lepas, kecuali dalam beberapa situasi yang tidak berlaku untuk kasus Armada Gaza. Blokade bukanlah alasan yang sah karena merupakan konsep yang hanya berlaku untuk situasi perang. Dia juga menyebutkan bahwa tindakan Israel adalah pelanggaran terhadap Konvensi Organisasi Maritim Internasional PBB untuk Penindakan terhadap Aksi Ilegal Melawan Keselamatan Navigasi Maritim (Konvensi SUA), yang ditandatangani oleh Israel pada April 2009. Menurut Pasal 6.1 SUA, yurisdiksi atas tindak pidana yang terjadi di atas kapal berada di bawah hukum negara yang benderanya berkibar di atas kapal tersebut.

Meremas Payudara Buat Galang Dana

Saweran Unik Dengan Meremas Payudara dimaksudkan tak lain demi penggalangan dana untuk AIDS. nah prosedurnya si donatur boleh Peras payudara para model atau bisa disebut SPG sepuasnya. Beginilah aksi untuk mendapatkan uang banyak dalam waktu sekejap..mereka rela payudaranya diremas - remas calon donatur, wew, siapa yg gak mau jadi donatur coba!. biar antri juga bakalan ane jabanin gan!! haha.. kapan neh indonesia?




(kaskus.us)

ATM Emas Pertama Di Dunia

Berita Aneh - Abu Dhabi, menyediakan ATM emas pertama di dunia. ATM, terletak di Hotel Emirates Palace.



Dengan harga emas yang mencapai rekor tertingginya karena kekhawatiran paket bantuan Eropa yang hampir mencapai US$1 triliun membahayakan kawasan itu, ATM emas akan memantau pergerakan harian emas. Bahkan, menawarkan emas batangan kecil yang beratnya mencapai 10 gram dengan desain khusus.

Jangan pernah mengira ATM itu tak bakal berguna. Pasalnya, para tamu salah satu hotel termahal dunia itu selalu memiliki kebutuhan untuk mengawasi investasi mereka di mata uang dunia seperti euro, yen dan dolar AS.

Hotel tersebut memiliki 302 Grand Room, 40 suite Khaleej dan Khaleej Deluxe, empat suite Royal Khaleej dan 16 Palace Suite yang masing-masing memiliki tiga ruangan. Semalam di kamar tersebut, Anda harus merogoh kocek hingga US$10 ribu atau lebih dari Rp9 juta..... (

sumber : (Indoforum)