RANGKUMAN EKSEKUTIF
Dalam upaya memenuhi kebutuhan konsumsi penduduk, produksi tanaman bahan pangan memegang peranan yang sangat penting bagi pembangunan di sektor pertanian, penyediaan pangan yang mencukupi baik dalam kuantitas maupun mutu gizinya secara merata dan tingkat harga yang layak merupakan kondisi yang diperlukan guna tercapainya stabilitas ekonomi yang mantap. Sejalan dengan hal itu, keberadaan industri kecil bidang pertanian ini akan menciptakan mata rantai kegiatan pengolahan di dalam negri yang semakin panjang. Selain itu akan memberikan dampak positif terhadap usaha-usaha peningkatan pendapatan petani dan usahawan kecil, perluasan berusaha serta menciptakan lapangan pekerjaan.
Dalam subsektor tanaman hortikultura masih dibutuhkan adanya perluasan produksinya, terutama jamur yang memiliki prospek semakin cerah, baik dilihat dari segi ekonomi maupun dari segi teknik budidayanya. Indonesia sebagai salah satu negara yang berada di daerah tropik memiliki potensi untuk budidaya jamur tiram, karena banyak memiliki limbah pertanian yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk medium produksi jamur tiram. Namun kenyataanya budidaya jamur tiram belum banyak dikenal masyarakat Indonesia.
Dari segi teknik budidayanya, jamur tiram dapat dibudidayakan dengan mudah karena Indonesia memiliki potensi wilayah yang menunjang perkembangannya. Jamur tiram salah satu jamur pengan yang tersebar luas di daerah beriklim sedang. Walaupun demikian, daerah tropik juga dapat dapat memberikan kondisi lingkungan yang sesuai untuk keberhasilan pertumbuhan jamur tiram. Terlebioh lagi jamur tiram menghendaki temperatur optimum mendekati 300 C untuk pertumbuhan. Sedangkan dari segi ekonomi, prospek jamur dalam negri cukup cerah karena permintaan jamur semakin meningkat sehingga untuk memenuhinya Indonesia masih harus mengimpor.
1. ANALISIS SITUASI
Pada dasarnya prospek pasar jamur cukup cerah. Kalau usaha ini digarap secara serius dan dalam skala industri, tidak mustahil negara kita dapat menggeser posisi dan mengalahkan negara pengekspor utama.
Ada beberapa macam jamur yang beredar di pasaran selama ini, seperti jamur merang, jamur tiram putih, jamur tiram abu, jamur shiitake, jamur kuping, jamur lingzhi, jamur morel, jamur campignon, dan sebagainya. Yang paling luas dipasarkan ke seluruh dunia adalah jamur merang dan jamur campignon. Kemudian jamur shiitake dan jamur tiram. Jamur merang, jamur campignon, dan jamur tiram belum menjadi sayuran utama yang dijadikan menu sehari-hari bagi masyarakat. Maka wajarlah jika belum semua orang mengenal dan mengkonsumsi jamur apalagi jamur tiram yang belum begitu populer karena kurang promosi dan menganggap jamur ini beracun, terutama masyarakat pedesaan.
Walaupun jenis jamur yang dikonsumsi beragam, dalam wirausaha ini difokuskan hanya pada jamur tiram putih. Hal ini disebabkan karena jamur tiram putih memiliki arti ekonomi yang cukup tinggi, karena selain teknik budidayanya mudah, juga memiliki rasa khas dan nilai gizi yang tinggi. Selain itu juga jamur tiram putih paling laris dan banyak dicari dibandingkan dengan jenis jamur yang lain.
Di Indonesia jamur tiram putih ini belum banyak masyarakat yang memanfaatkannya sebagai makanan tambahan. Karena selain harganya yang relatif mahal, juga karena belum banyak dikenal. Jika Indonesia dapat memanmfaatkan peluang tersebut yaitu dengan perluasan usaha dan peningkatan mutu secara produktivitas, maka Indonesia dapat menjadi negara pengekspor yang dapat diandalkan. Disamping meningkatkan keuntungan bagi setiap pengusaha juga dapat menunjang devisa dan perluasan kesempatan kerja.
2. TUJUAN USAHA
Tujuan dari usaha ini adalah :
a. Mengembangkan jiwa wirausaha yang profesional dan mampu bersaing.
b. Mampu menganalisis, mengelola dan memanfaatkan peluang.
c. Memenuhi kebutuhan konsumen.
3. DATA PERUSAHAAN PENGELOLA
3.1 Nama Perusahaan
Wirausaha jamur tiram putih ini bernama “AGRIBISNIS TIRAM MANDIRI” merupakan salah satu sub bidang dalam komunitas Agribisnis Centre.
3.2 Lokasi Perusahaan
Tempat usaha “AGRIBISNIS TIRAM MANDIRI” terletak di Jl. ZA Pagar Alam Gg. Dakwah No. 29 Kedaton Bandar Lampung.
3.3 Bentuk Badan Usaha
Usaha yang dijalankan masih berupa usaha sederhana, sehingga struktur organisasi dan susunan kepengurusan yang ada masih sangat terbatas.
4. PENGEMBANGAN USAHA
Usaha ini dimulai dengan pendirian kumbung yang berukuran 8 x 20 m dan rak jamur 20 buah sebagai sarana yang digunakan dalam menjalankan wirausaha jamur tiram ini.
5. KAPASITAS PRODUKSI
Untuk proses produksi, dilaksanakan secara continue dengan selang waktu dua hari yang menghasilkan 400 polybag untuk satu kali produksi. Sehingga diasumsikan setelah tiga bulan pertama akan menghasilkan 5 kg jamur tiram putih setiap hari sampai jangka waktu sembilan bulan.
6. PELUANG USAHA
Pada dasarnya prospek wirausaha jamur tiram putih di Bandar Lampung cukup cerah. Hal ini disebabkan karena jamur tiram putih memiliki arti ekonomi yang cukup tinggi, karena selain teknik budidayanya yang mudah juga memiliki rasa khas dan nilai gizi yang tinggi. Selain itu juga jamur tiram putih paling laris dan banyak dicari jika dibandingkan dengan jenis jamur yang lain. Kalau usaha ini digarap secara serius dan dalam skala usaha industri, maka selain dapat meningkatkan keuntungan bagi setiap pengusaha juga dapat menunjang devisa dan perluasan kesempatan kerja.
7. ANALISIS DAN KELAYAKAN USAHA
7.1 Aspek Pengadaan
Proses realisasi wirausaha jamur tiram dimulai dengan pengadaan kumbung yang berukuran 8 x 20 m, 20 buah rak jamur dan komponen yang diperlukan untuk menunjang proses wirausaha tersebut. Peralatan yang digunakan dalam proses produksi ini antara lain 2 buah drum, 2 buah hand sprayer, 2 buah sekop, dan cangkul.
7.2 Asapek Organisasi
Wirausaha jamur tiram putih Agribisnis Tiram Mandiri ini diusahakan oleh kelompok mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Lampung yang terdiri dari :
1. Penanggungjawab Usaha :
Nama : Juanda Saputra
NPM : 004021076
Jurusan : Hortikultrura
2. Pemimpin Usaha :
Nama : Jakes Sito
NPM : 0114021008
Jurusan : Sosial Ekonomi Pertanian
3. Pelaksana Usaha :
Nama : Rizal Ferdiansah
NPM : 0114021072
Jurusan : Hortikultura
4. Pelaksana Keuangan dan Administrasi :
Nama : Mafrun Pratama
NPM : 0114021088
Jurusan : Sosial Ekonomi Pertanian
Struktur Organisasi Wirausaha “AGRIBISNIS TIRAM MANDIRI”
7.3 Analisis Biaya
Biaya total modal pertama usaha jamur tiram ini adalah Rp. 9.300.000,00. Proyeksi penerimaan perbulan rata-rata adalah Rp. 1.350.000 dengan asumsi mendapatkan hasil panen sebanyak 112,5 kg dan harga jual Rp. 12.000/kg.
Biaya produksi selama satu bulan adalah Rp. 1.600.000,00 dengan perincian sebagai berikut :
Biaya Tetap
1. Pembuatan kumbung (8x20m) Rp. 5.000.000
2. Pembuatan rak jamur (20 buah) Rp. 2.000.000
3. Pembelian 2 Handsprayer @ Rp. 350.000 Rp. 700.000
Total Rp. 7.700.000
Biaya Variabel
1. Pembelian 100 karung sengon Rp. 150.000
2. Pembelian 40 botol bibit Rp. 660.000
3. Pembelian 70 kg kapur Rp. 40.000
4. Pembelian 70 kg dedek Rp. 140.000
5. Pembelian 14 kg plastik PP Rp. 280.000
6. Pembelian 10 kg karet Rp. 100.000
7. Pembelian 10 m pipa paralon Rp. 150.000
8. Pembelian kayu bakar Rp. 100.000
9. Pembelian 2 drum Rp. 80.000
Total Rp. 1.600.000
Total Biaya = Rp. 7.700.000 + Rp. 1.600.000
= Rp. 9.300.000
Penerimaan selama satu tahun
= 1350 kg x Rp. 12.000/kg
= Rp. 16.200.000
Penerimaan bersih selama satu bulan (NPV)
= Rp. 16.200.000 – Rp. 9.300.000
= Rp. 6.900.000
B/C Ratio = Penerimaan
Biaya Produksi
= Rp. 16.200.000
Rp. 9.300.000
= 1,74
Artinya setiap penambahan biaya Rp. 1,00 maka akan menambah penambahan sebesar Rp. 1,74 dan karena B/C > 1 maka usaha ini layak untuk diusahakan/dikembangkan.
8. PENUTUP
Demikian proposal ini kami buat, terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu merealisasikan wirausaha jamur tiram ini. Semoga kita selalu mendapat kepastian rahmat dan hidayah dari Allah SWT.
Bandar Lampung, 27 Juni 2003
Penanggungjawab Usaha Pimpinan Usaha
Juanda Saputra Jakes Sito
Direktur Executiffe Projek Offiser
Manfaat Buah Tropika
Nenas
* Nenas mengandung enzim bromelain yang memiliki berbagai manfaat:
o memecah lemak di usus sehingga membantu membersihkan usus dan saluran pencernaan.
o mengurangi tekanan darah tinggi, mengurangi kadar kolesterol darah (membersihkan darah) dan mencegah stroke.
o meningkatkan pencernaan.
o mencuci timbunan protein dan parasit cacing pada dinding usus sehingga dapat dengan mudah dikeluarkan melalui feces.
o menghambat pertumbuhan sel kanker.
o merangsang serta meningkatkan sistem pertahanan tubuh.
* Skin debridement propertis-nya berperan dalam mempercepat penyembuhan luka.
* Dapat menjaga keseimbangan hormon tubuh, sehingga sangat berguna bagi wanita untuk mengatur siklus menstruasi.
* Wanita yang baru melahirkan disarankan mengkonsumsi nenas dalam jumlah cukup untuk membersihkan rahim dan mempercepat penyembuhan.
* Mengandung tryptophan dan serotonin untuk relaksasi otak yang bermanfaat dalam mengurangi depresi, serta meningkatkan mood dan konsentrasi.
* Perlu klarifikasi terhadap pameo di masyarakat : nenas tidak baik bagi wanita (menyebabkan keputihan dan keguguran). Hal ini hanya berlaku bagi wanita yang sensitif. Lagipula nenas yang matang aman untuk dikonsumsi.
Pisang
* Kandungan vitamin C pisang = 2 kali apel (1 pisang = 2 apel).
* Pisang kaya akan mineral Kalsium (Ca) sehingga mengkonsumsi pisang setelah makan akan membantu menetralisir efek negatif konsumsi garam dan MSG yang berlebih.
* Mengandung Kalium (K) yang berfungsi menjaga keseimbangan air tubuh, kenormalan tekanan darah, fungsi jantung dan kerja otot.
Pepaya
* Kaya akan antioksidan karoten, vitamin C dan flavonoid yang berperan sebagai anti kanker.
* Mengandung papain - suatu enzim protease - yang bermanfaat untuk membantu mempercepat penyembuhan luka dan mencerna protein.
* Mengandung karpaina - suatu alkaloid - dapat berfungsi untuk mengurangi serangan jantung, anti amuba, dan peluruh cacing.
* Pepaya dapat memperlancar pencernaan dan buang air, sehingga sangat baik dikonsumsi oleh penderita jantung dan darah tinggi yang sering mengalami kesulitan dalam buang air.
* Jus pepaya sangat baik digunakan untuk mengurangi kadar keasaman lambung, sehingga dapat membantu mengatasi penyakit maag.
Manggis
* Kandungan buah manggis bermanfaat sebagai obat anti inflamasi (anti radang) dan obat diare.
* Kulit manggis kaya akan xanthone antioksidan yang sangat baik untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.
* Kulit manggis dapat dimanfaatkan sebagai bahan pewarna tekstil dan air rebusannya dapat dijadikan obat.
* Nenas mengandung enzim bromelain yang memiliki berbagai manfaat:
o memecah lemak di usus sehingga membantu membersihkan usus dan saluran pencernaan.
o mengurangi tekanan darah tinggi, mengurangi kadar kolesterol darah (membersihkan darah) dan mencegah stroke.
o meningkatkan pencernaan.
o mencuci timbunan protein dan parasit cacing pada dinding usus sehingga dapat dengan mudah dikeluarkan melalui feces.
o menghambat pertumbuhan sel kanker.
o merangsang serta meningkatkan sistem pertahanan tubuh.
* Skin debridement propertis-nya berperan dalam mempercepat penyembuhan luka.
* Dapat menjaga keseimbangan hormon tubuh, sehingga sangat berguna bagi wanita untuk mengatur siklus menstruasi.
* Wanita yang baru melahirkan disarankan mengkonsumsi nenas dalam jumlah cukup untuk membersihkan rahim dan mempercepat penyembuhan.
* Mengandung tryptophan dan serotonin untuk relaksasi otak yang bermanfaat dalam mengurangi depresi, serta meningkatkan mood dan konsentrasi.
* Perlu klarifikasi terhadap pameo di masyarakat : nenas tidak baik bagi wanita (menyebabkan keputihan dan keguguran). Hal ini hanya berlaku bagi wanita yang sensitif. Lagipula nenas yang matang aman untuk dikonsumsi.
Pisang
* Kandungan vitamin C pisang = 2 kali apel (1 pisang = 2 apel).
* Pisang kaya akan mineral Kalsium (Ca) sehingga mengkonsumsi pisang setelah makan akan membantu menetralisir efek negatif konsumsi garam dan MSG yang berlebih.
* Mengandung Kalium (K) yang berfungsi menjaga keseimbangan air tubuh, kenormalan tekanan darah, fungsi jantung dan kerja otot.
Pepaya
* Kaya akan antioksidan karoten, vitamin C dan flavonoid yang berperan sebagai anti kanker.
* Mengandung papain - suatu enzim protease - yang bermanfaat untuk membantu mempercepat penyembuhan luka dan mencerna protein.
* Mengandung karpaina - suatu alkaloid - dapat berfungsi untuk mengurangi serangan jantung, anti amuba, dan peluruh cacing.
* Pepaya dapat memperlancar pencernaan dan buang air, sehingga sangat baik dikonsumsi oleh penderita jantung dan darah tinggi yang sering mengalami kesulitan dalam buang air.
* Jus pepaya sangat baik digunakan untuk mengurangi kadar keasaman lambung, sehingga dapat membantu mengatasi penyakit maag.
Manggis
* Kandungan buah manggis bermanfaat sebagai obat anti inflamasi (anti radang) dan obat diare.
* Kulit manggis kaya akan xanthone antioksidan yang sangat baik untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.
* Kulit manggis dapat dimanfaatkan sebagai bahan pewarna tekstil dan air rebusannya dapat dijadikan obat.
Laporan Pembenihan Ikan Nila
I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Belakangan ini perkembangan usaha budidaya ikan sangatlah pesat di kalangan masyarakat, hal tersebut dilakukan dalam rangka meningkatkan produksi pangan juga dalam hal pemenuhan kebutuhan gizi. Adapun yang dimaksud dengan budidaya ikan itu sendiri adalah usaha manusia dengan segala tenaga dan kemampuannya untuk memelihara ikan dengan cara memasukkan ikan tersebut dalam tempat dengan kondisi tertentu atau dengan cara menciptakan kondisi lingkungan alam yang cocok bagi ikan.
Semua perkembangan usaha budidaya ikan tersebut menyebabkan terjadinya peningkatan kebutuhan benih, karena semua aktivitas tersebut membutuhkan benih dan tercipta saluran distribusi karena hasil produksi yang meningkat. Pembenihan dilakukan dengan tujuan untuk menghasilkan benih hingga berukuran tertentu. Kegiatan ini biasanya dimulai dengan pemeliharaan induk, pemijahan, perawatan telur hingga penetasan, perawatan benih yang baru menetas, merawat benih hingga benih siap untuk ditebar dikolam.
Sedangkan kegiatan pembesaran lebih banyak untuk memperoleh ikan yang berukuran konsumsi dan untuk menjadi induk kembali. Dengan demikian kegiatan pembesaran tersebut merupakan lanjutan dari kegiatan pembenihan. Hal-hal tersebut, merupakan hal-hal yang perlu dilakukan dalam kegiatan pembenihan. Untuk itu, melalui laporan ini akan dibahas mengenai kegiatan pembenihan ikan air tawar, khususnya ikan Nila (Oreochromis niloticus).
1.2 Tujuan dan kegunaan
Adapun tujuan dari pelaksanaan praktek lapang Manajemen Hatchery ini adalah agar dapat mengetahui serta dapat mempelajari secara langsung tata cara usaha pembenihan ikan serta sarana dan prasarana penunjang usaha tersebut untuk meningkatkan sumber daya dalam usaha budidaya terutama pada ikan nila. Kegunaan dari pelaksanaan praktikum ini yaitu dapat mengaplikasikan berbagai ilmu yang diperoleh dalam usaha pembenihan agar dapat meningkatkan kualitas organisme yang dibudidayakan.
II. TINJAUAN PUSTAKA
Menurut Rukmana (2004) kedudukan ikan nila gift dalam sistematika hewan dapat diklasifikasi sebagai berikut:
Filum : Chordata
Kelas : Vertebara
Ordo : Percomorphi
Sub ordo : Percaidea
Family : Cichlidae
Genus : Oreochromis
Spesies: Oreochhromis niloticus
Ikan nla GIFT (Oreochomis niloticus) mempunyai bentuk tubuh lebih pendek dari pada ikan nila lokal, tubuhnya lebih tebal, warna tubuhnya hitam keputihan, kepalanya relafit kecil, sisik berukuran besar kasar, tersusun rapi, matanya besar, menonjol dan bagian tepinya berwarna putih. Gurat sisik (linea lateralis) terdapa dibagian tengah badannya, dagingnya cukup tebal dan tidak terdapat duri – duri halus didalamnya (Arie, 1999).
Sebagaimana umumnya ikan nila (Oreochomis niloticus), ikan nila juga memilikilima sirip yaitu sirip punggung (dorsal fin), sirip dada (pectrol fin), sirip perut (ventral fin) sirip anus (anal fin) dan sirip ekor (caudal fin). Sirip punggung memanjang mulai dari bagain atas tutup insang bagian atas sirip ekor. Selanjutnya menurut Suyanto (2000) srip dada dan sirip perut masing – masing ada pasangan sirip anus hanya satu dengan bentuk agsk memanjang sirip ekor juga hanya terdapat satu dengan bentuk membulat.
Nila GIFT menurut Khairuman (2003), merupakan hasil persilangan beberapa varietas ikan Nila dan merupakan hasil persilangan dan seleksi jenis-jenis ikan Nila dari berbagai negara di dunia. Nama GIFT berasal dari akronim kata Genetic Improvement of Farmed Tilapias. Ikan ini didatangkan ke Indonesia pada tahun 1994 lewat Balai Penelitian Perikanan Air Tawar (Balitkanwar).
Seperti ikan air tawar pada umumnya, nila hidup ditempatyang airnya tidak begitu dalam dengan arus air yang tidak begitu deras. Nila termasuk golongan ikan tahan banting, karena tidak banyak menuntuk persyaratan air sebagai media hidupnya (Djarijah, 1995).
Pemijahan biasanya mulai berlangsung pada hari ke 7 seterlah penebaran induk. Telur yang dihasilkan kemudian dierami dalam mulut ikan sampai menetas. Selam pemijahan , setiap hari induk diberipakan tembahan berupa pellet 35 dari berat total. Pemberian pakan mulai dikurangi saat induk sudah seminggu ditebar. Karena induk yang sedang mengerami biasanya tidak makan atau puasa (Arie, 2001).
Afrianto & Liviawaty (1988), menyatakan bahwa usaha pembesaran ikan nila dapat dilakukan di kolam tanah, sawah, keramba jaring apung, tambak dan dalam hampang. Pemeliharaan dapat dilakukan di air tawar, payau dan laut. Ikan nila juga mudah beradaptasi dengan berbagai tingkat kadar garam.
Menurut Arie (2001) sebenarnya masa pendederan nila GIFT di kolam tidak mutlak harus sesuai dengan waktu yang ditentukan. Dpat saja benih dipanen sebelum masa pemeliharaan berakhir, asalkan sudah mencapai ukuran yang siap dipelihara. Pemilihan waktu panen harus tepat. Waktu yang paling tepat adalah pada pagi hari, karena udaranya masih rendah. Saat panen , air kolam disurutkan
Pembenihan secara massal merupakan teknik pemijahan yang mudah dilakukan dan dianggap sederhana karena campur tangan manusia sangat sedikit. Disebut pembenihan secara massal karena dalam satu kolam dipijahkan beberapa pasang induk sekaligus. Hasil panen dari pemijahan sistem ini adalah larva ikan yang baru menetas. Penangkapan larva juga dilakukan tanpa mengeringkan kolam terlebih dahulu (Khairuman, 2003).
(tugas ZadamriCs)
Bakteri Bisa Dipakai untuk Penyimpan Data
Bakteri sanggup bertahan dari berbagai macam bencana yang dapat menghancurkan harddisk.
Muhammad Firman
Kamis, 9 Desember 2010, 12:27 WIB
VIVAnews - Ide menyimpan data di dalam bakteri sudah terlintas sekitar satu dekade terakhir. Pertimbangannya, bakteri yang paling sederhana sekalipun memiliki untaian DNA panjang yang bisa menyimpan enkripsi data.
Selain itu, secara alamiah, bakteri jauh lebih tahan terhadap kerusakan dibanding media penyimpanan elektronik manapun. Ia sanggup bertahan dari berbagai macam bencana yang dapat menghancurkan harddisk.
Reproduksi alami bakteri juga dapat dimanfaatkan untuk membuat duplikasi data dan menjaga integritas informasi yang disimpan. Ini juga membuat proses pengambilan kembali data dapat dilakukan dengan lebih mudah.
Berpedoman pada pemikiran tersebut, sekelompok peneliti asal The Chinese University of Hong Kong mencari cara bagaimana menyimpan data ke dalam DNA bakteri. Ternyata tidak sulit.
Pada bakteri, ada empat basis DNA yang bisa digunakan untuk membuat untaian DNA yakni Adenine (A), Cytosine (C), Guanine (G), dan Thymine (T). Artinya, penyimpanan akan menggunakan sistem angka basis empat.
Pada laporannya, seperti dikutip dari i09, 9 Desember 2010 peneliti memberi contoh mengubah kata “iGEM” ke dalam kode yang siap disimpan dalam DNA.
Mereka menggunakan tabel ASCII untuk mengonversi setiap huruf ke dalam nilai numerik misalnya i = 105, G = 71, dan seterusnya. Angka ini kemudian diubah menjadi penomoran basis 4 yakni 105 menjadi 1221, 71 menjadi 0113 dan seterusnya.
Angka basis 4 ini kemudian diubah ke dalam sistem DNA yang menggunakan kode A, T, C, dan G di mana A menggantikan angka 0, T menggantikan 1, C menggantikan angka 2, dan G pengganti angka 3. Jadi, kata iGEM disimpan di dalam DNA sebagai ATCTATTGATTTATGT.
Setelah data mentah siap, peneliti menyebutkan, beberapa algoritma bisa digunakan untuk menyingkirkan informasi repetitif atau redundan. Ini bukan hanya dapat menghemat ruang, banyaknya repetisi dalam untaian DNA secara biologis berpotensi membahayakan DNA dan bakteri tersebut. Berarti, penggunaan algoritma itu akan mengatasi dua masalah sekaligus.
Yang jadi masalah, untaian DNA tidak cukup panjang untuk menyimpan informasi kompleks seperti foto atau buku. Solusi terbaik adalah memecah data menjadi bagian-bagian kecil dan menyebarkannya pada sel yang berbeda.
Agar berhasil, peneliti membuat sistem yang memungkinkan pecahan-pecahan data diidentifikasi dan kemudian disusun ke dalam urutan yang benar. Untuk itu, mereka membuat tiga struktur bagian untuk seluruh DNA yakni header, message, dan checksum.
Header merupakan rangkaian sepanjang 8 bagian yang dibagi ke dalam empat level informasi yakni zona, kawasan, area, dan distrik yang memungkinkan setiap bagian dikembalikan ke dalam urutan yang tepat.
Setelah pesan yang membawa data sebenarnya dihantarkan, checksum menyediakan repetisi dari header awal yang berguna untuk mengontrol mutasi yang mungkin terjadi pada bakteri yang bersangkutan.
Setelah informasi dienkripsi dan ditempatkan pada banyak sel yang berbeda di bakteri, bagaimana cara pemilik data mengambil kembali data yang disimpan oleh bakteri yang bersangkutan?
Sebuah decrypter akan mengambil DNA dan menjalankannya pada sebuah teknologi yang disebut next-generation high-througput sequencing, atau NGS.
Tipe sequencing ini dapat menganalisa dan membandingkan banyak kopi dari sequence yang sama dan menggunakan modus terbanyak untuk mengetahui basis data mana yang benar dan data mana yang telah mengalami perubahan. Setelah itu, algoritma kompresi akan dibalikkan untuk mengembalikan data mentah ke dalam bentuk aslinya.
Langkah terakhir adalah menyusun kembali pecahan-pecahan data dalam urutan yang benar agar rangkaian DNA tersebut bisa diterjemahkan kembali menjadi data yang dapat digunakan.
Sampai tahap ini, data sudah disimpan dan mengalami enkripsi. Orang yang ingin membaca data tersebut membutuhkan formula yang mengetahui urutan yang benar dari header dan checksum. Tanpa formula tersebut, data yang ia miliki tidak dapat digunakan.
Bacteria can be Used for Data Storage
The idea of storing data in bacteria had occurred about a decade. The consideration, even the simplest bacteria have long strands of DNA that can store data encryption.
In addition, naturally, the bacteria is much more resistant to damage than any electronic storage media. He was able to withstand the various kinds of disasters that can destroy the hard drive.
In addition, naturally, the bacteria is much more resistant to damage than any electronic storage media. He was able to withstand the various kinds of disasters that can destroy the hard drive.
Natural reproduction of bacteria also can be used to create duplication of data and maintain the integrity of information stored. It also makes data retrieval process can be conducted more easily. Guided by this thought, a group of researchers from The Chinese University of Hong Kong looking at how to save data into the DNA of bacteria. It was not difficult.
In bacteria, there are four bases of DNA that can be used to create DNA strands namely Adenine (A), Cytosine (C), Guanine (G), and thymine (T). That is, the storage will use the base four numeral system.
In his report, as quoted from the i09, December 9, 2010 researchers gave the example to change the word "iGEM" into the code that is ready to be stored in DNA.
They use an ASCII table to convert each letter into a numeric value for example i = 105, G = 71, and so on. This figure is then converted into base 4 numbering 105 to 1221 ie, 71 to 0113 and beyond.
They use an ASCII table to convert each letter into a numeric value for example i = 105, G = 71, and so on. This figure is then converted into base 4 numbering 105 to 1221 ie, 71 to 0113 and beyond.
Figures 4 base is then converted into the DNA system that uses the code A, T, C and G where A replaces the number 0, T in place of 1, C replaces item 2, and G substitute the number 3. So, the word iGEM stored in DNA as ATCTATTGATTTATGT.
After the raw data is ready, researchers say, some algorithms can be used to eliminate repetitive or redundant information. This is not just to save space, the number of repetitions in the DNA strands of DNA and potentially harmful biological bacteria.
After the raw data is ready, researchers say, some algorithms can be used to eliminate repetitive or redundant information. This is not just to save space, the number of repetitions in the DNA strands of DNA and potentially harmful biological bacteria.
Means, the use of algorithms that would solve two problems at once. The problem, DNA strands are not long enough to store complex information such as photos or books. The best solution is to break data into small pieces and spread it on a different cell.
To succeed, researchers create a system that allows the data fragments are identified and then organized into the correct sequence. For that, they make a three-part structure for the entire DNA of the header, message, and checksum.
To succeed, researchers create a system that allows the data fragments are identified and then organized into the correct sequence. For that, they make a three-part structure for the entire DNA of the header, message, and checksum.
The header is a series along 8 sections which are divided into four zones namely the information level, region, area, and districts that allows each part is returned into the proper sequence.
After the message that carries the actual data is delivered, the repetition of the header checksum provides a useful starting to control the mutation that might occur in bacteria in question.
Once the information is encrypted and placed in many different cells in the bacteria, how to retrieve the data owner data stored by the bacteria in question? A Decrypter will take the DNA and run it on a technology called next-generation high-throughput sequencing, or NGS.
This type of sequencing can analyze and compare many copies of the same sequence and use the highest mode to find out where the correct database and data which has undergone a change. After that, the compression algorithm will be reversed to return the raw data into its original shape.
The final step was to reconstruct fragments of data in the correct sequence for the DNA sequence can be translated back into data that can be used. Until this stage, data is stored and experienced encryption. People who want to read the data require a formula that knowing the correct sequence of headers and checksums. Without this formula, the data that he had not be used.
ULAR MAMPU TERBANG DI UDARA
Komponen gaya aerodinamik ke atas ular lebih besar daripada bobotnya sendiri.
Indra Darmawan
Jum'at, 17 Desember 2010, 10:04 WIB
VIVAnews - Bagi seseorang yang menderita Ophidiophobia (fobi terhadap ular), ular jenis Chrysopelea mungkin merupakan mimpi terburuk mereka.Pasalnya, ular ini tak cuma bisa mendekati mangsa dengan merayap, melainkan juga bisa terbang di udara.
Menurut situs Discovery, para peneliti telah berhasil menjelaskan bagaimana ular-ular Chrysopelea bisa melayang hingga setinggi 80 feet atau 24 meter, di antara pepohonan habitatnya di Asia Tenggara dan Asia Selatan.
Para pakar biologi dari Virgina Tech telah meneliti ular-ular ini dengan menerjunkan mereka dari menara-menara yang tingginya lebih dari 49 feet atau 15 meter, dan merekam setiap gerakan yang mereka lakukan.
Ular ini terbang bukan dengan menentang gravitasi atau melakukan hal lain. Tapi magnitudo gaya yang dihasilkan ular ini memang mengejutkan. Aksi 'akrobatik' ini, ternyata bisa dilakukan dengan menggunakan tubuh ular yang aerodinamis.
"Bagian tubuh ular yang melintang, membentuk sesuatu yang biasanya dijumpai pada sebuah sayap tipikal. Kami tak mengira menemukan kinerja aerodinamik yang demikian baik," kata Jake Socha, peneliti riset ini.
Ular mampu mengangkat tubuh mereka dengan memanfaatkan kombinasi kelebihan bentuk tubuh dengan sudut yang ia ambil ketika menjemput angin, atau diketahui dengan istilah sudut serangan, kata Socha.
Misalnya saja, untuk lepas landas dari sebuah pohon, ular-ular ini menjatuhkan bagian depan tubuh mereka sehingga membentuk postur seperti huruf 'J', sebelum kemudian melompat dan berakselerasi untuk melayang.
Oleh karenanya, ular akan terangkat naik, walaupun kemudian akan tetap jatuh ke tanah, karena komponen gaya aerodinamik ke atas akan lebih besar daripada bobotnya sendiri.
Secara hipotetis, bila ular terus dalam kondisi seperti itu, mereka akan terus terangkat ke atas dan terbang. "Namun, model yang kami buat memperlihatkan bahwa efek aerodinamis yang dihasilkan ular hanya sesaat," Socha menerangkan.
Model tersebut, juga membantu para peneliti menjelaskan teknik melayang dari berbagai spesies lain seperti beberapa kodok, kadal, semut, ikan, dan ikan cumi-cumi.
Di masa depan, penelitian ini mungkin juga akan bermanfaat untuk memperbaiki kendaraan udara kecil, misalnya pesawat tak berawak dengan menduplikasikan metode efisiensi energi dari binatang-binatang ini.
SNAKE CAN FLY IN THE AIR
For someone who suffers Ophidiophobia (phobia of snakes), snakes Chrysopelea type is probably the worst nightmare mereka.Pasalnya, these snakes do not just get close to prey by crawling, but can also fly in the air.
According to the Discovery site, the researchers have succeeded in explaining how the snakes Chrysopelea can float up to as high as 80 feet or 24 meters, between the trees habitat in Southeast Asia and South Asia.
The biologist from Virginia Tech has been researching these snakes by dropping them from the towers of a height over 49 feet or 15 meters, and record every move they do.
This snake is not to oppose gravity flying or doing other things. But the magnitude of the force produced by the snake is indeed surprising. Action 'acrobatics' is, it can be done by using the snake's body aerodynamics.
This snake is not to oppose gravity flying or doing other things. But the magnitude of the force produced by the snake is indeed surprising. Action 'acrobatics' is, it can be done by using the snake's body aerodynamics.
"The body of a snake that transverse, forming something that is usually found on a typical wing. We did not expect to find such a good aerodynamic performance," said Jake Socha, a researcher of this research.
Snakes able to lift their bodies by utilizing a combination of excess body shape with a corner which he took when the winds pick up, or known by the term angle of attack, said Socha.
For example, to take off from a tree, these snakes down the front of their bodies to form a posture like the letter 'J', before then jumps and accelerated to flying.
Therefore, the snake will be lifted up, even then would still fall to the ground, because the upward component of aerodynamic force will be greater than its own weight.
Hypothetically, if the snake kept in such conditions, they will continue to lift up and fly. "However, the model that we made showed that the aerodynamic effects generated only for a moment the snake," Socha explained.
Therefore, the snake will be lifted up, even then would still fall to the ground, because the upward component of aerodynamic force will be greater than its own weight.
Hypothetically, if the snake kept in such conditions, they will continue to lift up and fly. "However, the model that we made showed that the aerodynamic effects generated only for a moment the snake," Socha explained.
The model, also help researchers explain drifting techniques from a variety of other species such as some frogs, lizards, ants, fish, squid and fish. In the future, this research may also be useful to fix a small air vehicles, such as unmanned aircraft by duplicating the method of energy efficiency of these animals.
Deteksi TBC, Tikus Lebih Baik dari Manusia
TB merupakan penyakit yang sangat mematikan. Memakan korban hingga 3 juta orang per tahun.
Muhammad Firman
Jum'at, 17 Desember 2010, 11:46 WIB
VIVAnews - Ingin tahu apakah Anda mengidap Tuberculosis atau TB? Coba meludah ke arah tikus. Dari penelitian terbaru, tikus besar Afrika yang terlatih mampu mendeteksi TB 44 persen lebih baik dibanding manusia yang juga dilatih dan menggunakan mikroskop.
Pada penelitian, ilmuwan meneliti dahak dari 10.523 pasien di Tanzania. Awalnya, sampel-sampel ini dianalisa menggunakan mikroskop oleh sejumlah teknisi terlatih di pusat Direct Observation Treatment Short-Course (DOTS). Setelah itu, giliran tikus yang diberi kesempatan mendeteksinya.
Sebagai informasi, TB merupakan penyakit yang sangat mematikan. Secara global, penyakit ini memakan korban hingga 3 juta kematian per tahun. Menggunakan analisa mikroskopik tradisional, terdeteksi bahwa 1.400 pasien mengidap TB positif. Yang menarik, jika tikus yang melakukan analisa, ternyata mereka yang mengidap TB positif mencapai 2.020 pasien.
“Menggunakan tikus pencium untuk mendeteksi TB tampaknya memang tidak lazim, akan tetapi dari penelitian kami, cara ini berhasil,” kata Alan Poling, ketua tim peneliti dari Western Michigan University, seperti dikutip dari TG Daily, 17 Desember 2010.
Penemuan ini, kata Poling, akan sangat bermanfaat di negara berkembang, di mana seperempat korban tewas akibat metode pendeteksi penyakit TB tersebut belum tersedia secara luas.
Sebanyak 10 tikus raksasa Afrika, yakni Cricetomys gambianus, dilatih untuk meneliti sampel dahak. Setiap kali mereka menemukan dahak yang mengandung tuberculosis, mereka mendapatkan hadiah pisang dan mereka tidak berhenti mengendus jika tidak mendeteksi adanya TB.
Meski terbukti tikus lebih akurat, akan tetapi validitas pengujian ini masih bisa diragukan. Peneliti belum menemukan apa yang membuat tikus sanggup mendiagnosis dahak tersebut.
Detection of TB, the Rat Man Better Than
Want to know if you suffer from tuberculosis or TB? Try spitting in the direction of rats. From a recent study, rats trained Africans who are able to detect TB 44 percent better than the man who also trained and using a microscope.
In the study, researchers examined sputum from 10 523 patients in Tanzania. Initially, samples are analyzed using a microscope by a trained technician at the center of Direct Observation Treatment Short-Course (DOTS). After that, turn mice given the opportunity to detect it.
For information, TB is a highly lethal disease. Globally, the disease took the lives of up to 3 million deaths per year. Using traditional microscopic analysis, detected that 1,400 patients suffering from TB positive. Interestingly, if mice that do the analysis, it turns out those who have reached 2020 positive TB patients.
"Using scent to detect TB rats did not seem unusual, but from our research, how it works," said Alan Poling, chairman of the research team from Western Michigan University, as quoted by TG Daily, December 17, 2010.
This discovery, says Poll, will be very useful in developing countries, where a quarter of deaths from TB disease detection methods are not widely available.
As many as 10 African giant rat, which is Cricetomys gambianus, trained to examine the sputum sample. Each time they found sputum containing tuberculosis, they get gifts of bananas and they do not stop sniffing, if not detect the TB.
Although mice proved more accurate, but the validity of these tests can still be in doubt. Researchers have not discovered what makes the mouse capable of diagnosing sputum.
Fakta Fakta Lebah

Sehari seribu telur lebih
Udah pernah nonton Bee Movie belum ? Seperti dunia lebah aslinya, di film ini inti cerita adalah soal madu. Lebah dan madu emang ga bisa dipisahin. Meski lebah ditakuti karena bisa menyengat manusia, tapi sebenarnya binatang ini patut ditiru, terutama dalam hal kerjasama. Banyak fakta lain tentang lebah yang harus kita ketahui.
- Lebah termasuk kelompok binatang serangga yang terbang hidup berkelompok. Lebah terdapat hampir di seluruh belahan dunia kecuali daerah kutub. Lebah bersarang di bukit,pohon dan diatas rumah. Sarang lebah terbuat dari bahan lilin yang terdapat pada tubuh lebah. Lebah memakan madu bunga dan debunga.

- Lebah memiliki empat sayap, tiga pasang kaki, lima buah mata. Sayap lebah bisa ngepak 11.400 kali dalam satu menit dan ngeluarin bunyi buzz. Kebah terbang sejauh 12 mil perjam ( Sekitar 20 KM ). Lebah berkomunikasi dengan cara menggoyangkan tubuhnya.

- Didaerah empat musim,lebah tidak mencari makan saat musim dingin. Kalo pun keluar sarang, cuman untuk bersih bersih sarang. Makanan selama musim dingin didapat dari gudang penyimpanan yang dikumpulin saat musim panas. Untuk menghangatkan sarangnya dimusim dingin, lebah membutuhkan minimal 15,9 Kg madu.
- Setiap koloni lebah madu memiliki ciri khusus agar enggak semua lebah bisa masuk. Agar diizinkan masuk, lebah harus memercikkan aroma dari tubuhnya.
- Lebah penghasil madu mengunjungi antara 50 - 100 bunga dalam sekali terbang dari sarangnya. Untuk mengasilkan 1 pound ( 453 gr ) madu, seekor lebah harus mengunjungi 2 juta bunga. Sebuah koloni lebah busa menghasikan 60 - 100 pounds ( 27 - 45 Kg ) madu setiap tahunnya.
- Tahapan sebelum menjadi lebah adalah telur,larva,pupa dan baru menjadi lebah .

- Setiap koloni lebah madu memiliki ciri khusus agar enggak semua lebah bisa masuk. Agar diizinkan masuk, lebah harus memercikkan aroma dari tubuhnya.
- Saat lahir, lebah penghasil madu enggak langsung tahu gimana cara bikin madu. Lebah muda biasanya mendapatkan ajaran dari yang lebih tua. Beberapa pekerja juga bekerja sebagai perawat. Tugas mereka memberi makan pada cikal bakal lebah.
- Tahapan sebelum menjadi lebah adalah telur,larva,pupa dan baru menjadi lebah .
- Manusia harus berterimakasih pada lebah karena mereka membuat tanaman, buah buahan dan bibit untuk berkembang biak. Lebah melakukan peran sebesar 80 persen dalam pengembang biakan tanaman. Saat mengambil madu, lebah tidak sengaja melakukan penyerbukan bunga,sehingga terjadi penyerbukan yang mengubah bunga menjadi buah. Biji inilah yang nantinya jadi tumbuhan berikutnya.
sumber : wikipedia , google, majalah Xy-Kids
Pengelolaan Limbah Ternak Untuk Peningkatkan Kualitas Produk Susu dan Lingkungan Hidup
Limbah ternak sapi perah terdiri dari limbah padat berupa feces/kotoran ternak dan sisa pakan, serta limbah cair berupa air limbah pencucian kandang, air limbah sanitasi ternak dan air kencing sapi. Dalam satu hari setiap ekor sapi dapat menghasilkan limbah padat sebanyak 30-45 kg dan limbah cair sebanyak 100-250 liter. Bila tidak dikelola dengan baik, limbah yang dihasilkan akan menimbulkan masalah pada aspek produksi dan lingkungan seperti menurunkan kualitas susu yang dihasilkan, menimbulkan bau, dan menjadi sumber penyebaran penyakit bagi ternak dan manusia. Selain itu bila berdekatan dengan lokasi perumahan akan menimbulkan protes dari masyarakat, dan pencemaran air. Untuk itu pengelolaan limbah ternak perlu dilakukan secara tepat disesuaikan dengan karakteristik wilayah, ketersediaan lahan, dan teknologi serta manajemen usaha yang berkembang di masyarakat. Secara umum pengelolaan limbah ternak dapat dilakukan dengan dua cara: Pertama, mengolahnya menjadi biogas. Limbah ternak yang dapat diolah menjadi biogas adalah kotoran ternak (feces) dan limbah cair dari pencucian, sanitasi dan urin sapi. Sedangkan sisa pakan berupa jerami atau hijauan lainnya perlu dipisahkan dan tidak masuk ke dalam reaktor digester biogas agar tidak terjadi sumbatan pada saluran dan reaktornya. Selanjutnya gas yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar kompor atau dirubah menjadi listrik dengan bantuan generator. Kedua, mengolahnya menjadi pupuk kompos (padat atau cair). Untuk menghasilkan pupuk kompos padat diperlukan bahan berupa kotoran ternak dan sisa pakan atau hijauan. Sebaiknya bahan tersebut sejak awal telah dipisahkan agar tidak tercampur dengan air cucian, sanitasi dan urin ternak. Selanjutnya bahan tersebut dapat dikomposkan langsung atau ditambah arang sekam, serbuk gergaji, kapur dan aktivator untuk membantu proses pengomposan dan memperkaya unsur hara dalam kompos yang dihasilkan. Sedangkan untuk menghasilkan kompos/pupuk cair bahan yang digunakan terdiri dari urin sapi dan cairan sisa biogas. Cairan tersebut perlu ditambahkan beberapa bahan lain seperti dedak, nira atau tetes, dll untuk selanjutnya difermentasi selama 3-7 hari. Beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari pengelolaan limbah ternak yang tepat adalah: - menciptakan kondisi kegiatan/usaha budidaya sapi perah dan produksi susu berjalan secara optimal, - meniadakan unsur pencemar di dalam lokasi kegiatan, - menghasilkan produk susu yang lebih berkualitas karena lingkungan usaha bersih dan sehat, - menghindari gangguan lingkungan berupa pencemaran di lokasi peternakan dan lingkungan sekitar, - menciptakan kondisi yang harmonis dengan masyarakat sekitar.
Pemanfaatan Teknik Kultur Antera Pada Pemuliaan Tanaman Padi
Pemuliaan tanaman padi bertujuan untuk menghasilkan berbagai varietas padi ungul baru yang memiliki sifat lebih baik dibandingkan dengan varietas ungul yang telah ada, antara lain; hasil dan kualitas hasil lebih baik, toleran terhadap faktor pembatas biotik dan abiotik, adaptif terhadap spesifik lokasi serta sesuai dengan preferensi konsumen. Sebagian besar dari varietas padi unggul yang telah dilepas dihasilkan melalui program persilangan dan seleksi yang memerlukan waktu cukup lama hingga 5-7 tahun bahkan lebih. Dalam upaya menyediakan varietas unggul baru dengan waktu yang relatif lebih cepat dapat dilakukan antara lain melalui pemanfaatan teknik kultur antera.
Teknik kultur antera dapat mempercepat waktu pemuliaan melalui pembentukan galur haploid ganda (galur murni) dari polen tanaman F1, sehingga seleksi untuk sifat unggul yang diharapkan dapat dilakukan lebih awal. Secara teknis kultur antera padi terdiri dari dua tahap; yaitu tahap induksi kalus dari polen yang terdapat dalam antera tanaman F-1 (hasil persilangan antara tetua yang memiliki karakter diharapkan), dan tahap regenerasi tanaman dari kalus menjadi planlet. Planlet hasil regenerasi tanaman selanjutnya diaklimatisasi dan dipelihara hingga fase generatif. Planlet hijau yang dihasilkan pada umumnya berupa tanaman haploid ganda, sehingga dapat menghasilkan biji dan diperbanyak untuk evaluasi lebih lanjut.
Salah satu kendala pemanfaatan teknik tersebut adalah rendahnya produksi planlet hijau yang dihasilkan dan tidak semua genotipe memiliki daya kultur antera. Perbaikan teknis aplikasi untuk meningkatkan produksi galur-galur haploid ganda terus dilakukan. Hingga saat ini teknik kultur antera telah berhasil dimanfaatkan dalam perakitan galur-galur harapan baik pada padi sawah maupun padi gogo. Melalui teknik kultur antera galur-galur harapan dapat diperoleh dalam waktu 2,5 tahun.
Teknik kultur antera dapat mempercepat waktu pemuliaan melalui pembentukan galur haploid ganda (galur murni) dari polen tanaman F1, sehingga seleksi untuk sifat unggul yang diharapkan dapat dilakukan lebih awal. Secara teknis kultur antera padi terdiri dari dua tahap; yaitu tahap induksi kalus dari polen yang terdapat dalam antera tanaman F-1 (hasil persilangan antara tetua yang memiliki karakter diharapkan), dan tahap regenerasi tanaman dari kalus menjadi planlet. Planlet hasil regenerasi tanaman selanjutnya diaklimatisasi dan dipelihara hingga fase generatif. Planlet hijau yang dihasilkan pada umumnya berupa tanaman haploid ganda, sehingga dapat menghasilkan biji dan diperbanyak untuk evaluasi lebih lanjut.
Salah satu kendala pemanfaatan teknik tersebut adalah rendahnya produksi planlet hijau yang dihasilkan dan tidak semua genotipe memiliki daya kultur antera. Perbaikan teknis aplikasi untuk meningkatkan produksi galur-galur haploid ganda terus dilakukan. Hingga saat ini teknik kultur antera telah berhasil dimanfaatkan dalam perakitan galur-galur harapan baik pada padi sawah maupun padi gogo. Melalui teknik kultur antera galur-galur harapan dapat diperoleh dalam waktu 2,5 tahun.
Kulit Buah Manggis Instan BB-Pascapanen Curi Perhatian Pengunjung PF2N Batam
Minuman KBM instan, salah satu inovasi teknologi dan produk unggulan BB-Pascapanen, berhasil mencuri perhatian pengunjung Pekan Flori Flora Nasional (PF2N) di Batam pada pertengahan Juli 2010 yang lalu. Tidak seperti minuman KBM lainnya yang beredar, teknologi baru yang dihasilkan tim peneliti BB-Pascapanen dibawah koordinator Asep W Permana, MSi. tersebut sangat diminati dan dapat diterima pengunjung karena rasa pahitnya sangat berkurang.
Seperti telah populer, KBM atau kulit buah manggis mengandung xanton, antosianin dan tanin. Produk KBM menjadi incaran pengusaha sebab saat ini menjadi tren penggunaan antioksidan sebagai suplemen maupun terapi berbagai penyakit terutama kanker. Bubuk KBM instan dapat pula digunakan sebagai kosmetika, herbal-jamu, suplemen, pewarna dan pengawet.
Umumnya kulit buah manggis diproduksi dengan bahan baku kulit manggis segar, tetapi teknologi yang dikembangkan BB-Pascapanen menghasilkan bubuk KBM instan dari kulit kering. Salah satu keuntungan penggunaan bahan baku kulit manggis kering adalah pengolahan dapat berlangsung kapan saja, tidak tergantung musim buah manggis. Yang penting, saat musim manggis tiba, kulit buah dikumpulkan dan dikeringkan.
Keunggulan bubuk KBM instan adalah penggunaannya yang lebih luas dan mudah, antara lain untuk minuman instan, bahan obat herbal atau jamu, campuran kosmetik, pewarna dan pengawet makanan. Selain itu, bubuk KBM instan memiliki daya simpan lama; mudah disimpan dan didistribusikan; senyawa yang tidak diinginkan (resin, serat) sudah minimal; serta mengandung antioksidan dan kapasitas antioksidan tinggi. Hasil analisis tiap gram bubuk KBM instan menunjukkan kadar antosianin 1,13 mg, kadar fenol 8,49 mg, kadar xanton (alfa mangostin) 0,59 mg, dan kapasitas antioksidan 19,72 mg AEAC. Hal ini berarti, dalam 1 gram bubuk KBM instan setara dengan 19,72 vitamin C.
Saat ini teknologi proses pembuatan KBM instan telah dipatenkan dan terbuka dilisensikan kepada pihak swasta yang berminat. Dalam skenarionya, kerja sama lisensi produksi bubuk KBM instan tersebut melibatkan berbagai pihak, antara lain petani/kelompok tani, BB-Pascapanen dan pengusaha.
Secara sederhana, petani/kelompok tani dapat membuat KBM kering atau tepung halus KBM yang kemudian menjadi bahan baku industri bubuk KBM instan yang dikembangkan swasta dengan teknologi dari BB-Pascapanen. Teknik mengolah KBM kering dan tepung halus KBM tidak sulit dan dapat dikuasai petani, kelompok usaha, atau rumah tangga dengan mudah setelah dilakukan pelatihan. Dalam kerja sama tersebut BB-Pascapanen dapat mengawal teknologi hingga produksi berhasil.
Daerah sentra buah manggis yang sudah menyatakan minatnya untuk bekerja sama adalah Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Sukabumi. Rencananya akan direalisasikan pada tahun anggaran 2011. Sekedar diketahui, setelah proses pemilihan/sortasi dan grading buah manggis untuk ekspor, masih terdapat buah manggis off grade dalam jumlah besar yang bisa diolah menjadi jus manggis dan bubuk KBM instan.
Seperti telah populer, KBM atau kulit buah manggis mengandung xanton, antosianin dan tanin. Produk KBM menjadi incaran pengusaha sebab saat ini menjadi tren penggunaan antioksidan sebagai suplemen maupun terapi berbagai penyakit terutama kanker. Bubuk KBM instan dapat pula digunakan sebagai kosmetika, herbal-jamu, suplemen, pewarna dan pengawet.
Umumnya kulit buah manggis diproduksi dengan bahan baku kulit manggis segar, tetapi teknologi yang dikembangkan BB-Pascapanen menghasilkan bubuk KBM instan dari kulit kering. Salah satu keuntungan penggunaan bahan baku kulit manggis kering adalah pengolahan dapat berlangsung kapan saja, tidak tergantung musim buah manggis. Yang penting, saat musim manggis tiba, kulit buah dikumpulkan dan dikeringkan.
Keunggulan bubuk KBM instan adalah penggunaannya yang lebih luas dan mudah, antara lain untuk minuman instan, bahan obat herbal atau jamu, campuran kosmetik, pewarna dan pengawet makanan. Selain itu, bubuk KBM instan memiliki daya simpan lama; mudah disimpan dan didistribusikan; senyawa yang tidak diinginkan (resin, serat) sudah minimal; serta mengandung antioksidan dan kapasitas antioksidan tinggi. Hasil analisis tiap gram bubuk KBM instan menunjukkan kadar antosianin 1,13 mg, kadar fenol 8,49 mg, kadar xanton (alfa mangostin) 0,59 mg, dan kapasitas antioksidan 19,72 mg AEAC. Hal ini berarti, dalam 1 gram bubuk KBM instan setara dengan 19,72 vitamin C.
Saat ini teknologi proses pembuatan KBM instan telah dipatenkan dan terbuka dilisensikan kepada pihak swasta yang berminat. Dalam skenarionya, kerja sama lisensi produksi bubuk KBM instan tersebut melibatkan berbagai pihak, antara lain petani/kelompok tani, BB-Pascapanen dan pengusaha.
Secara sederhana, petani/kelompok tani dapat membuat KBM kering atau tepung halus KBM yang kemudian menjadi bahan baku industri bubuk KBM instan yang dikembangkan swasta dengan teknologi dari BB-Pascapanen. Teknik mengolah KBM kering dan tepung halus KBM tidak sulit dan dapat dikuasai petani, kelompok usaha, atau rumah tangga dengan mudah setelah dilakukan pelatihan. Dalam kerja sama tersebut BB-Pascapanen dapat mengawal teknologi hingga produksi berhasil.
Daerah sentra buah manggis yang sudah menyatakan minatnya untuk bekerja sama adalah Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Sukabumi. Rencananya akan direalisasikan pada tahun anggaran 2011. Sekedar diketahui, setelah proses pemilihan/sortasi dan grading buah manggis untuk ekspor, masih terdapat buah manggis off grade dalam jumlah besar yang bisa diolah menjadi jus manggis dan bubuk KBM instan.


