Penyuluh perikanan ditambah

Penyuluh perikanan ditambah



PADANG Kementerian Kelautan dan Perikanan menargetkan terpenuhinya tenaga penyuluh sektor perikanan sebanyak 15.350 orang untuk mengoptimalkan pengembangan gerakan masyarakat minapolltan dan kewirausahaan di sektor perikanan dan kelautan. Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad mengatakan tenaga penyuluh pertanian berperan penting meningkatkan kapasitas produksi sektor perikanan dan kelautan di daerah sehingga diperlukan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi yang baik.

Untuk itu, tenaga penyuluh perikanan akan ditambah dengan kompetensi yang lebih semakin berkualitas, yaitu dengan memberikan pelatihan bagi 6.000 tenaga penyuluh dari pegawai negeri sipil dan lembaga swadaya masyarakat, (s/sw/s/fsd


Sumber : Bisnis Indonesia 23 Desember 2010,hal.i6

5 tokoh dunia mati karena kecanduan sex(+pict). masuk gan

Berhubungan seksual memiliki banyak manfaat positif baik untuk kesehatan fisik maupun psikologis. Tetapi, pada beberapa kasus, hubungan seksual justru berakibat fatal yang bisa berujung pada kematian.

Seperti yang terjadi pada lima kasus kematian berikut:

1.Jack McConaughey (ayah dari Matthew McConaughey)

Dalam buku yang ditulisnya ibu dari aktor Hollywood, Matthew McConaughey mengungkapkan, suaminya meninggal saat berhubungan seks dengannya. Kay McConaughey mengatakan bahwa kematian suaminya saat bercinta adalah 'cara terbaik untuk tutup usia'. Kay juga berkata bangga memiliki suami seperti Jack McConaughey.


2.Nelson Rockefeller


Mantan wakil Presiden Amerika Serikat pada era Gerald Ford, Nelson Rockefeller, meninggal dunia pada 1979. Penyebab meninggalnya Rockefeller sempat menjadi perbincangan publik.

Kabarnya ia mengalami serangan jantung saat bercinta, dan membuatnya meninggal mendadak. Gosip yang beredar saat itu ia berhubungan seksual bukan dengan istrinya.

3.Michael Hutchence


Mantan vokalis band INXS dikabarkan meninggal saat berhubungan seks dengan dirinya sendiri. Seperti dilaporkan secara luas di tabloid pada 1997, Hutchence ditemukan tewas di kamar hotel dalam keadaan tanpa busana dengan ikat pinggang di lehernya.

Secara resmi, kematiannya disebabkan karena. Tetapi kabar yang beredar, penyebab kematiannya adalah asphyxiation autoerotic. Yaitu, istilah dalam dunia medis terkait proses mengurangi atau menghentikan sendiri suplai darah ke otak, ketika masturbasi untuk mencapai puncak kepuasan bercinta

4.Felix Faure


Felix Faure, mantan Presiden Prancis, meninggal karena serangan jantung di kantornya. Kabarnya serangan jantung terjadi ketika seorang wanita berusia 30 tahun bernama Marguerite Steinheil, melakukan seks oral padanya.

Steinheil dikabarkan sering menjadi simpanan pria terkenal Prancis setelah kematian Faure. Hingga akhirnya Steinheil menikah. Dan kemudian, secara misterius, suami Steiheil dan ibu tirinya ditemukan meninggal misterius di rumah mereka.

5.Atilla the Hun

http://4.bp.blogspot.com/_cmgPTvpqLR...tilatheHun.jpg
Salah satu pejuang terbesar dalam sejarah telah dan memenangkan banyak pertempuran dalam hidupnya. Tetapi, hidupnya justru berakhir tragis dan ia kehilangan nyawanya bukan karena pertempuran. Atilla mengalami serangan jantung saat berhubungan seksual dengan istrinya, pada malam pernikahan mereka.

Anjing Boxer (si petinju)

Perkembangan trah Boxer di Indonesia sendiri cukup baik, meskipun mengalami pasang surut. Dengan induk organisasi KBI (Klub Boxer Indonesia), diharapkan keberadaan trah Boxer di Indonesia akan semakin mantap.
Taukah anda kalau nama Boxer diberikan pada trah anjing ini, karena dia memiliki kebiasaan “meninju” lawannya saat bertarug. Tidak ada yang mengetahuinya, kebiasaan meninju dengan kaki depannya yang kuat itu diturunkan oleh trah anjing apa.

Penampilan umum
Ukuran tubuh medium, bertubuh kekar dan kokoh, berbulu lembut, bentuk tubuh segi empat, tungkai kaki kuat. Bentuk otot bagus dan tampak kuat, menonjol dari balik kulit. Pergerakannya harus tegap dan bebas. Langkah bebas dan lapang; pembawaan angkuh dan anggun, dalam fungsinya sebagai sahabat dan penjaga, Anjing Boxer harus memiliki perpaduan antara kecantikan dan kekuatan.
Bulu halus pendek dan mengkilat,lembut dan tumbuh rapat. Bentuk ekor mengait dan menunjuk ke atas. Panjang tidak lebih dari 5 cm, mata harus berwarna coklat tua, tidak terlalu kecil atau menonjol; Tidak terlalu kedalam.telinga Boxer berukuran sedang, jika dipegang terasa pipih, terpisah cukup jauh pada poin tertinggi di bagian sisi tulang tengkorak; tergantung rata dan dekat pada pipi pada saat tidur. Pada saat anjing dalam keadaan waspada, telinga jatuh melipat ke depan.

Kebiasaan
Anjing Boxer  dikenal sebagai trah anjing yang serba bisa, dalam arti boxer bisa difungsikan sebagai anjing penjaga yang galak, namun juga sebagai anjing teman bermain yang ramah. Selain itu, Boxer juga memiliki inteligensia yang cukup tinggi. Dia sangat suka bermain dan berlatih, serta anjing yang setia pada tuannya. Meskipun Boxer dikenal cukup ramah dalam lingkungan masyarakat, namun terkadang Boxer menjadi anjing pemalu, terutama pada saat pertama bertemu dengan manusia.

Catatan:
untuk anjing jantan harus memiliki dua buah zakar lengkap dan normal yang berada dalam kantung buah zakar. 


Baca Juga:
Anjing American Pitbull Terrier
Anjing Mastiff
Anjing Labrador Retriever
Anjing trah Golden Retriever
Anjing Siberian Husky

MENATA INDUSTRI GULA AREN UNTUK BAHAN BAKU KECAP YANG AMAN

MENATA  INDUSTRI   GULA AREN  UNTUK  BAHAN  BAKU KECAP  YANG  AMAN

Oleh : Dian Kusumanto


Beberapa bulan yang lalu kita sempat dikejutkan dengan ditariknya produk Mie instan asal Indonesia di luar negeri.   Kita sebagai bangsa yang ikut bangga karena produk Indonesia sudah mendunia jadi merasakan kekhawatiran juga, meskipun toh itu persoalan intern di produsennya.  Produk yang dimaksud adalah Indomie instan yang diedarkan di Taiwan.

Taiwan memang dikenal sebagai negara yang tingkat konsumsi mie perkapitanya paling tinggi se dunia, kalau tidak salah sekitar 65 bungkus/kapita/tahun, sedangkan Indonesia mencapai 35 bungkus/kapita/tahun, lebih tinggi sdikit dibandingkan dengan negara asal mie itu sendiri yaitu China yang mencapai 34 bungkus/kapita/tahun.   Produk mie instan yang sudah mendunia itu antara lain adalah produksi Indonesia, yaitu Indomie.

Ternyata yang menjadi titik masalah bukan berasal dari bahan utama mienya, tetapi dari bumbu tambahannya yaitu kecapnya.  Memang kecap biasanya ditambahkan pada mie goreng instan, sebagai penyedap dan pembentuk warna agak gelap.   Sebenarnya bumbu kecap yang ada pada Indomie Goreng instan ini hanya sedikit saja, yaitu sekitar 4 gram, dari mie instan yang beratnya hampir 100 gram.   Namun ternyata pada kecap inilah bahan yang menjadi sebab penarikan  produk tersebut terkandung.  Dalam mi instan, bahan nipagin hanya terdapat dalam bumbu kecap yang beratnya sebesar 4 gram, sehingga kandungan nipaginnya hanya sebesar satu miligram per bungkus mi instan.

Zat pengawet yang ditengarai menjadi penyebab penarikan mie instan di Taiwan adalah Nipagin atau methyl p-hydroxybenzoate.  Zat pengawet ini terdapat pada kecap yang disertakan dalam kemasan mie instan khususnya jenis mie goreng. 

" Zat pengawet nipagin digunakan dalam kecap mie instan buatan Indofood.  Tapi kalau sausnya menggunaan pengawet lain yaitu asam benzoat. Tentunya, kandungan pengawet dalam Indomie sudah memenuhi syarat aman yang ditentukan. Bahkan, kandungannya jauh sekali di bawah ambang batas yang dapat diterima tubuh untuk konsumsi sehari-hari atau ADI (Acceptable Daily Intake),"  ungkap Roy Sparingga, Deputi Keamanan Makanan Badan POM, kepada KOMPAS.com, Senin (11/10/2010).

 

Penggunaan Nipagin telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 722 Tahun 1988 tentang bahan tambahan pangan. Apabila dipakai dalam produk kecap, penggunaan batas maksimum adalah 250 mg per kg. Dalam makanan lain, kecuali daging, ikan dan unggas, batas maksimum penggunaan adalah 1.000 mg per kg.

 

Nipagin atau metil p-hidroksibenzoat memiliki nama lain yaitu metilparaben dengan rumus kimia CH3(C6H4(OH)COO). Metilparaben adalah jenis araben yang dapat dihasilkan secara alami dan ditemukan di sejumlah buah-buahan terutama blueberry. Paraben yang banyak digunakan adalah propilparaben dan butilparaben.

 

Paraben secara teknis dikenal sebagai ester dari asam para-hidroksibenzoat. Bahan ini dikembangkan dari asam organik dan alkohol. Walaupun dapat dihasilkan secara alami, namun karena penggunaanya secara masal, paraben diproduksi dengan cara sintetis.

 

Sejauh ini belum ada bukti bahwa metilparaben dapat menimbulkan dampak merugikan bagi kesehatan pada konsumsi tertentu. Metilparaben juga dapat dimetabolisme oleh bakteri tanah sehingga benar-benar terurai. Metilparaben mudah diserap dari saluran pencernaan atau melalui kulit. Di dalam tubuh metilparaben dihidrolisis menjadi asam p-hidroksibenzoat dan cepat dikeluarkan tanpa akumulasi dalam tubuh.   Pada makanan, metilparaben dapat ditemukan pada produk seperti :  Kecap,  Sereal, Produk Roti, Produk Susu Beku,  Minyak dan Lemak,  Selai, Sirup, Produk Coklat dan Kakao,  Minuman Kaleng, Bumbu-bumbu Kemasan,  Produk Daging, Ikan dan Unggas.

 

Dari kajian persyaratan di beberapa negara seperti Kanada, Amerika Serikat, batas maksimum nipagin dalam pangan yang diizinkan itu 1.000 mg per kg. Sedangkan di Singapura dan Brunei Darussalam, batas maksimumnya dalam kecap 250 mg per kg dan di Hongkong sebesar 550 mg per kg.

Berdasarkan data Badan POM, hingga saat ini, jumlah produk mie instan yang terdaftar di Indonesia adalah 663 item jenis dalam negeri dan 466 item jenis luar negeri.

 

Rupanya tidak hanya mi instan saja yang tak bisa masuk Taiwan lantaran mengandung bahan pengawet, tapi gula merah dan permen merek tertentu dari Indonesia juga dilarang masuk Taiwan. Tudingannya sama saja, yaitu mengandung bahan berbahaya.

“Untuk gula merah ditemukan mengandung pemutih, sehingga tidak bisa masuk Tiawan,” kata Bambang Mulyatno, Kepala Bidang Perdagangan, Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) untuk Taipei di sela-sela rapat kerja di komisi VI DRP RI di Jakarta, Senin (11/10). Adapun untuk permen, pihak Departemen Kesehatan Taiwan juga menemukan adanya bahan berbahaya yang tidak bisa dikonsumsi oleh masyarakat Taiwan.  Temuan kandungan pemutih pada gula merah dan permen yang bermasalah tersebut pernah terjadi sebelumnya.

Kalau kita amati apa saja komposisi pada Indomie “Mi Goreng Kriuuk.. 8x pedas” yang ada di pasaran, adalah sebagai berikut;

MI : Tepung terigu, minyak sayur, tepung tapioka, garam, pengatur keasaman, pemantap, mineral (zat besi), anti oksidan (TBHQ), pewarna makanan (Tartrazin Cl 19140).

BUMBU :  Gula, garam, penguat rasa mononatrium glutamat (MSG), cabe merah kering, perisa ayam, bubuk bawang putih, bubuk bawang merah,bubuk lada dan vitamin (A, B1, B6, B12, Niasin, Asam Folat, Pantotenat).

MINYAK :  Minyak sayur, cabe merah, bawang merah dan bawang putih.

KECAP MANIS : Gula, air, garam, kedelai, dan pengawet (natrium benzoat, metil p-hidroksibenzoat).

SAUS CABE : Cabe, gula, garam, rempah-rempah, pengental dan pengawet (natrium benzoat).

 

Di setiap negara, batas maksimum pemakaian metil p-hidroksibenzoat atau nipagin atau metilparaben berbeda-beda. Di Kanada dan Amerika Serikat, batas maksimum penggunaan nipagin dalam pangan yang diijinkan adalah 1000 mg/kg. Sedangkan di Singapura dan Brunei Darussalam, batas maksimum penggunaan adalah 250 mg/kg dan di Hongkong sebesar 550 mg/kg. Di Indonesia, batas maksimum penggunaan yang diijinkan adalah 250 mg/kg.

 

 

Gula merah dalam komposisi kecap

Seperti kita ketahui, kecap (yang manis bukan kecap asin) biasa dibuat dari aneka bahan nabati yang berasal dari kacang-kacangan, bumbu rempah maupun bahan yang mengandung protein hewani, dan yang paling dominan adalah gula merah.   Gula merah dalam pembuatan kecap ini bisa berasal dari gula kelapa, gula merah dari tebu, gula merah dari siwalan atau gula merah dari Aren alias gula Aren.  Gula merah sebagai komponen utama pembuatan kecap digunakan dalam jumlah lebih dari 60 % bahan.

Di bawah ini disajikan perbandingan komposisi bahan utama pembuatan kecap dari berbagai jenis kecap yang berasal dari berbagai sumber.

No.

Jenis Kecap

Gula Merah

Kedelai

Bahan utama lainnya

Air

1.

Kecap Manis

(idea_boedi)

2 kg

0,5 kg (kedelai hitam)

-

4 liter

2.

Kecap Manis  Air kelapa (Tabloid Lezat)

0,6 kg

-

Air Kelapa  4 liter

-

3.

 Kecap Manis

6 kg

1 kg (kedelai hitam/putih)

0,8 kg garam

5,5 liter

4.

Kecap Air Kelapa (LIPI)

0,8 kg

0,2 kg kedelai bubuk

Air kelapa 2 liter,

keluwek 0,12 kg

-

(Diolah dari berbagai sumber oleh Aren Foundation 2010)

Lalu dimana letak masalahnya??

Letak masalahnya ada pada produsen gula merah yang kebanyakan adalah para perajin kecil yang kurang memperhatikan atau tidak mempedulikan mutu hasil dari gula merah itu.   Lalu dimana letak kesalahannya?   Ya, karena konsumen dalam hal ini pengguna produk (Indofood) belum sepenuhnya bisa mengontrol mutu gula merah dari para pemasoknya.   Para pemasok gula merah ini mengandalkan sebagian besar produk gula merah dari para perajin-perajin kecil yang jumlahnya sangat banyak itu.    Dapat dikatakan bahwa titik pangkat masalah itu bertumpu pada para produsen gula merah alias para perajin sekaligus penderes atau penyadap untuk gula merah, baik dari tanaman kelapa maupun aren.

Kalau kita coba untuk mengurai masalahnya, maka beberapa hal di bawah ini bisa jadi merupakan penyebabnya, yaitu antara lain :

1.       Mutu nira yang cenderung cepat menurun karena cepat mengalami fermentasi , sehingga para perajin/ penderes cenderung menggunakan bahan pengawet nira yang berlebihan atau tidak terukur.

2.       Cepat menurunnya mutu nira atau terjadinya fermentasi yang terjadi karena system penyadapan belum dilakukan secara baik dan steril, wadah penampungan kotor dan tidak steril, kebersihan wadah, pohon dan alat belum terjamin, serta perajin belum paham.

3.       Pola penampungan nira di atas pohon yang memperlambat/memperlama/ mempersulit system kerja perajin.

4.       Jarak antar pohon yang  produktif tidak beraturan atau saling berjauhan dengan tempat penampungan dan pengolahan nira menjadi gula.

5.       Atau secara keseluruhan adalah pola kerja perajin yang belum standard serta keadaan kebun yang belum teratur dan peralatan pemungutan nira, penampungan dan pengolahannya yang masih sangat sederhana.

6.       Bisa dikatakan juga bahwa bentuk-bentuk kemitraan yang ada masih lemah sehingga belum bisa berfungsi efektif pada control mutu gula merah tersebut.

Untuk memperbaiki mutu gula merah yang memenuhi standard sehingga aman untuk berbagai kebutuhan, khususnya dalam hal ini  sebagai bahan baku utama dari kecap, maka perlu dilakukan penataan dan pembenahan serta perbaikan seluruh systemnya.   Menurut saya beberapa hal di bawah ini jika dilakukan akan dapat mengangkat citra gula merah Indonesia lebih baik lagi, upaya dimaksud antara lain :

1.       Membangun pola kemitraan pra produksi, produksi sampai pemasaran gula merah (Aren) yang bisa mengontrol mutu gula merah sesuai standard yang ditetapkan.

2.       Membangun atau memperbaiki system industry gula rakyat  sehingga bisa bekerja sesuai SOP yang sudah disepakati, yang aman sesuai standard yang diharapkan.

3.       Pembinaan kepada para perajin gula merah secara terus menerus yang dilakukan oleh Pemerintah/ Mitra kerja/ pihak-pihak LSM kepada para pelaku usaha.

4.       Meminimalkan bahkan meniadakan penggunaan pengawet yang berbahaya bagi konsumen bahkan bagi para pelaku usaha sendiri.   Sebab pengawet kimia yang tidak alamidan yang berbahaya akan terakumulasi dalam produk gula merah yang dihasilkan dan tidak mengalami degradasi meskipun sudah atau saat pemasakan/ pemanasa, dan bahkan akan teroksidasi menjadi senyawa yang lebih berbahaya pada saat dipanaskan.

5.       Membangun/ menata kebun (kelapa siwalan dan Aren) yang memungkinkan mutu nira bisa dikontrol dengan baik, antara lain dengan beberapa aplikasi sederhana seperti :

a.       Jembatanisasi antar pohon

  • b.      Pipanisasi nira
  • c.       Pengamanan ujung sadapan
  • d.      Pengelolaan penyimpanan dan pengolahan yang cepat bersih dan efisien.
  • e.      Dan lain-lain lagi.

 

Bagaimana menurut Anda???

MENATA INDUSTRI GULA AREN UNTUK BAHAN BAKU KECAP YANG AMAN

MENATA  INDUSTRI   GULA AREN  UNTUK  BAHAN  BAKU KECAP  YANG  AMAN

Oleh : Dian Kusumanto

                  Beberapa bulan yang lalu kita sempat dikejutkan dengan ditariknya produk Mie instan asal Indonesia di luar negeri.   Kita sebagai bangsa yang ikut bangga karena produk Indonesia sudah mendunia jadi merasakan kekhawatiran juga, meskipun toh itu persoalan intern di produsennya.  Produk yang dimaksud adalah Indomie instan yang diedarkan di Taiwan.

Taiwan memang dikenal sebagai negara yang tingkat konsumsi mie perkapitanya paling tinggi se dunia, kalau tidak salah sekitar 65 bungkus/kapita/tahun, sedangkan Indonesia mencapai 35 bungkus/kapita/tahun, lebih tinggi sdikit dibandingkan dengan negara asal mie itu sendiri yaitu China yang mencapai 34 bungkus/kapita/tahun.   Produk mie instan yang sudah mendunia itu antara lain adalah produksi Indonesia, yaitu Indomie.

Ternyata yang menjadi titik masalah bukan berasal dari bahan utama mienya, tetapi dari bumbu tambahannya yaitu kecapnya.  Memang kecap biasanya ditambahkan pada mie goreng instan, sebagai penyedap dan pembentuk warna agak gelap.   Sebenarnya bumbu kecap yang ada pada Indomie Goreng instan ini hanya sedikit saja, yaitu sekitar 4 gram, dari mie instan yang beratnya hampir 100 gram.   Namun ternyata pada kecap inilah bahan yang menjadi sebab penarikan  produk tersebut terkandung.  Dalam mi instan, bahan nipagin hanya terdapat dalam bumbu kecap yang beratnya sebesar 4 gram, sehingga kandungan nipaginnya hanya sebesar satu miligram per bungkus mi instan.

Zat pengawet yang ditengarai menjadi penyebab penarikan mie instan di Taiwan adalah Nipagin atau methyl p-hydroxybenzoate.  Zat pengawet ini terdapat pada kecap yang disertakan dalam kemasan mie instan khususnya jenis mie goreng. 

" Zat pengawet nipagin digunakan dalam kecap mie instan buatan Indofood.  Tapi kalau sausnya menggunaan pengawet lain yaitu asam benzoat. Tentunya, kandungan pengawet dalam Indomie sudah memenuhi syarat aman yang ditentukan. Bahkan, kandungannya jauh sekali di bawah ambang batas yang dapat diterima tubuh untuk konsumsi sehari-hari atau ADI (Acceptable Daily Intake),"  ungkap Roy Sparingga, Deputi Keamanan Makanan Badan POM, kepada KOMPAS.com, Senin (11/10/2010).

 Penggunaan Nipagin telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 722 Tahun 1988 tentang bahan tambahan pangan. Apabila dipakai dalam produk kecap, penggunaan batas maksimum adalah 250 mg per kg. Dalam makanan lain, kecuali daging, ikan dan unggas, batas maksimum penggunaan adalah 1.000 mg per kg.

 Nipagin atau metil p-hidroksibenzoat memiliki nama lain yaitu metilparaben dengan rumus kimia CH3(C6H4(OH)COO). Metilparaben adalah jenis araben yang dapat dihasilkan secara alami dan ditemukan di sejumlah buah-buahan terutama blueberry. Paraben yang banyak digunakan adalah propilparaben dan butilparaben.

Paraben secara teknis dikenal sebagai ester dari asam para-hidroksibenzoat. Bahan ini dikembangkan dari asam organik dan alkohol. Walaupun dapat dihasilkan secara alami, namun karena penggunaanya secara masal, paraben diproduksi dengan cara sintetis.

Sejauh ini belum ada bukti bahwa metilparaben dapat menimbulkan dampak merugikan bagi kesehatan pada konsumsi tertentu. Metilparaben juga dapat dimetabolisme oleh bakteri tanah sehingga benar-benar terurai. Metilparaben mudah diserap dari saluran pencernaan atau melalui kulit. Di dalam tubuh metilparaben dihidrolisis menjadi asam p-hidroksibenzoat dan cepat dikeluarkan tanpa akumulasi dalam tubuh.   Pada makanan, metilparaben dapat ditemukan pada produk seperti :  Kecap,  Sereal, Produk Roti, Produk Susu Beku,  Minyak dan Lemak,  Selai, Sirup, Produk Coklat dan Kakao,  Minuman Kaleng, Bumbu-bumbu Kemasan,  Produk Daging, Ikan dan Unggas.

 Dari kajian persyaratan di beberapa negara seperti Kanada, Amerika Serikat, batas maksimum nipagin dalam pangan yang diizinkan itu 1.000 mg per kg. Sedangkan di Singapura dan Brunei Darussalam, batas maksimumnya dalam kecap 250 mg per kg dan di Hongkong sebesar 550 mg per kg.

Berdasarkan data Badan POM, hingga saat ini, jumlah produk mie instan yang terdaftar di Indonesia adalah 663 item jenis dalam negeri dan 466 item jenis luar negeri.

Rupanya tidak hanya mi instan saja yang tak bisa masuk Taiwan lantaran mengandung bahan pengawet, tapi gula merah dan permen merek tertentu dari Indonesia juga dilarang masuk Taiwan. Tudingannya sama saja, yaitu mengandung bahan berbahaya.

“Untuk gula merah ditemukan mengandung pemutih, sehingga tidak bisa masuk Tiawan,” kata Bambang Mulyatno, Kepala Bidang Perdagangan, Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) untuk Taipei di sela-sela rapat kerja di komisi VI DRP RI di Jakarta, Senin (11/10). Adapun untuk permen, pihak Departemen Kesehatan Taiwan juga menemukan adanya bahan berbahaya yang tidak bisa dikonsumsi oleh masyarakat Taiwan.  Temuan kandungan pemutih pada gula merah dan permen yang bermasalah tersebut pernah terjadi sebelumnya.

Kalau kita amati apa saja komposisi pada Indomie “Mi Goreng Kriuuk.. 8x pedas” yang ada di pasaran, adalah sebagai berikut;

MI : Tepung terigu, minyak sayur, tepung tapioka, garam, pengatur keasaman, pemantap, mineral (zat besi), anti oksidan (TBHQ), pewarna makanan (Tartrazin Cl 19140).

BUMBU :  Gula, garam, penguat rasa mononatrium glutamat (MSG), cabe merah kering, perisa ayam, bubuk bawang putih, bubuk bawang merah,bubuk lada dan vitamin (A, B1, B6, B12, Niasin, Asam Folat, Pantotenat).

MINYAK :  Minyak sayur, cabe merah, bawang merah dan bawang putih.

KECAP MANIS : Gula, air, garam, kedelai, dan pengawet (natrium benzoat, metil p-hidroksibenzoat).

SAUS CABE : Cabe, gula, garam, rempah-rempah, pengental dan pengawet (natrium benzoat).

 Di setiap negara, batas maksimum pemakaian metil p-hidroksibenzoat atau nipagin atau metilparaben berbeda-beda. Di Kanada dan Amerika Serikat, batas maksimum penggunaan nipagin dalam pangan yang diijinkan adalah 1000 mg/kg. Sedangkan di Singapura dan Brunei Darussalam, batas maksimum penggunaan adalah 250 mg/kg dan di Hongkong sebesar 550 mg/kg. Di Indonesia, batas maksimum penggunaan yang diijinkan adalah 250 mg/kg.


Gula merah dalam komposisi kecap

Seperti kita ketahui, kecap (yang manis bukan kecap asin) biasa dibuat dari aneka bahan nabati yang berasal dari kacang-kacangan, bumbu rempah maupun bahan yang mengandung protein hewani, dan yang paling dominan adalah gula merah.   Gula merah dalam pembuatan kecap ini bisa berasal dari gula kelapa, gula merah dari tebu, gula merah dari siwalan atau gula merah dari Aren alias gula Aren.  Gula merah sebagai komponen utama pembuatan kecap digunakan dalam jumlah lebih dari 60 % bahan.

Di bawah ini disajikan perbandingan komposisi bahan utama pembuatan kecap dari berbagai jenis kecap yang berasal dari berbagai sumber.

No.

Jenis Kecap

Gula Merah

Kedelai

Bahan utama lainnya

Air

1.

Kecap Manis

(idea_boedi)

2 kg

0,5 kg (kedelai hitam)

-

4 liter

2.

Kecap Manis  Air kelapa (Tabloid Lezat)

0,6 kg

-

Air Kelapa  4 liter

-

3.

 Kecap Manis

6 kg

1 kg (kedelai hitam/putih)

0,8 kg garam

5,5 liter

4.

Kecap Air Kelapa (LIPI)

0,8 kg

0,2 kg kedelai bubuk

Air kelapa 2 liter,

keluwek 0,12 kg

-

(Diolah dari berbagai sumber oleh Aren Foundation 2010)


Kecap Manis dalam kemasan botol gelas

Lalu dimana letak masalahnya??

Letak masalahnya ada pada produsen gula merah yang kebanyakan adalah para perajin kecil yang kurang memperhatikan atau tidak mempedulikan mutu hasil dari gula merah itu.   Lalu dimana letak kesalahannya?   Ya, karena konsumen dalam hal ini pengguna produk (Indofood) belum sepenuhnya bisa mengontrol mutu gula merah dari para pemasoknya.   Para pemasok gula merah ini mengandalkan sebagian besar produk gula merah dari para perajin-perajin kecil yang jumlahnya sangat banyak itu.    Dapat dikatakan bahwa titik pangkat masalah itu bertumpu pada para produsen gula merah alias para perajin sekaligus penderes atau penyadap untuk gula merah, baik dari tanaman kelapa maupun aren.

Perajin Gula Merah Tradisional

Kalau kita coba untuk mengurai masalahnya, maka beberapa hal di bawah ini bisa jadi merupakan penyebabnya, yaitu antara lain :

1.       Mutu nira yang cenderung cepat menurun karena cepat mengalami fermentasi , sehingga para perajin/ penderes cenderung menggunakan bahan pengawet nira yang berlebihan atau tidak terukur.

Kapur gamping sering digunakan sebagai bahan pengawet Nira oleh para Perajin dengan diberikan pada wadah penampung Nira yang berada di atas pohon

2.       Cepat menurunnya mutu nira atau terjadinya fermentasi yang terjadi karena system penyadapan belum dilakukan secara baik dan steril, wadah penampungan kotor dan tidak steril, kebersihan wadah, pohon dan alat belum terjamin, serta perajin belum paham.

3.       Pola penampungan nira di atas pohon yang memperlambat/memperlama/ mempersulit system kerja perajin.

4.       Jarak antar pohon yang  produktif tidak beraturan atau saling berjauhan dengan tempat penampungan dan pengolahan nira menjadi gula.

5.       Atau secara keseluruhan adalah pola kerja perajin yang belum standard serta keadaan kebun yang belum teratur dan peralatan pemungutan nira, penampungan dan pengolahannya yang masih sangat sederhana.

6.       Bisa dikatakan juga bahwa bentuk-bentuk kemitraan yang ada masih lemah sehingga belum bisa berfungsi efektif pada control mutu gula merah tersebut.

Untuk memperbaiki mutu gula merah yang memenuhi standard sehingga aman untuk berbagai kebutuhan, khususnya dalam hal ini  sebagai bahan baku utama dari kecap, maka perlu dilakukan penataan dan pembenahan serta perbaikan seluruh systemnya.   Menurut saya beberapa hal di bawah ini jika dilakukan akan dapat mengangkat citra gula merah Indonesia lebih baik lagi, upaya dimaksud antara lain :

1.       Membangun pola kemitraan pra produksi, produksi sampai pemasaran gula merah (Aren) yang bisa mengontrol mutu gula merah sesuai standard yang ditetapkan.

2.       Membangun atau memperbaiki system industry gula rakyat  sehingga bisa bekerja sesuai SOP yang sudah disepakati, yang aman sesuai standard yang diharapkan.

3.       Pembinaan kepada para perajin gula merah secara terus menerus yang dilakukan oleh Pemerintah/ Mitra kerja/ pihak-pihak LSM kepada para pelaku usaha.

4.       Meminimalkan bahkan meniadakan penggunaan pengawet yang berbahaya bagi konsumen bahkan bagi para pelaku usaha sendiri.   Sebab pengawet kimia yang tidak alami dan yang berbahaya akan terakumulasi dalam produk gula merah yang dihasilkan dan tidak mengalami degradasi meskipun sudah atau saat pemasakan/ pemanasan, dan bahkan akan teroksidasi menjadi senyawa yang lebih berbahaya pada saat dipanaskan.

5.       Membangun/ menata kebun (kelapa siwalan dan Aren) yang memungkinkan mutu nira bisa dikontrol dengan baik, antara lain dengan beberapa aplikasi sederhana seperti :

  • a.       Jembatanisasi antar pohon
  • b.      Pipanisasi nira
  • c.       Pengamanan ujung sadapan
  • d.      Pengelolaan penyimpanan dan pengolahan yang cepat bersih dan efisien.
  • e.      Dan lain-lain lagi.

 Bagaimana menurut Anda???


Kawanan Monyet Banjar Datangi Pemukiman Warga

Dalam beberapa hari ini, kawanan monyet penghuni Taman Wisata Banjar Desa Bulak Jatibarang, mendatangi pemukiman warga di Desa Bulak kidul untuk mencari makanan dirumah-rumah warga setempat. Monyet-monyet tersebut mengambil makanan atau bauh-buahan dirumah warga, bahkan beberapa warga juga terlihat dengan sengaja memberikan makanan / buah-buahan kepada monyet-monyet tersebut.

Menurut warga desa Bulak, keluarnya kawanan monyet penghuni Taman Wisata Banjar tersebut dan mendatangi pemukiman warga bukanlah hal yang aneh karena sudah terjadi sejak dulu. Kejadian itu dipercayai oleh warga desa sebagai tanda masa pergantian raja / pimpinan kawanan monyet di Taman Wisata Banjar yang jumlahnya selalu tetap berjumlah 41 ekor.

Keluarnya kawanan monyet dari habitatnya itu, juga menjadi tontonan bagi anak-anak desa setempat yang memang baru mengetahui kejadian tersebut.

Sekilas Sejarah 41 Monyet Penghuni Taman Wisata Banjar
Taman Wisata Banjar, terletak di Desa Bulak Kidul Kecamatan Jatibarang Kabupaten Indramayu, tepatnya dipinggir Jalan raya Jatibarang - Karangampel. Di tempat ini terdapat kelompok kera yang sangat dikeramatkan. Bahkan jumlah monyet ini tidak pernah kurang atau lebih dari 41 ekor. Tempat ini dijadikan sebagai tempat wisata yang selalu ramai dikunjungi orang saat Hari Raya Idul Fitri ataupun Idul Adha.

Konon, 41 ekor monyet penghuni Banjar tersebut adalah prajurit yang terkena kutukan. Pada masa pemerintahan Sunan Gunung Jati, hiduplah seorang patih bernama pangeran Surya Negara. Suatu saat ia mendapat perintah dari Sultan Cakra Buana untuk melihat dan sekaligus mengatasi musibah banjir di kawasan Kali Longga Trisna. Ditemani oleh prajurit dari kerajaan Gunung Jati, Pangeran Surya Negara pun berangkat.

Setibanya di Kali Longga Trisna, Surya Negara melihat betapa parahnya wilayah tersebut akibat dari banjir yang melanda kawasan tersebut. Melihat hal tersebut Pangeran Surya Negara memutuskan untuk membuat sebuah bendungan. Namun ternyata jumlah pasukan yang ia bawa tidak sebanding bila dibandingkan dengan pekerjaan pembuatan bendungan besar tersebut. Pangeran Surya Negara pun berinisiatif meminta bantuan pada kerajaan Karang Kendal yang masih termasuk dalam wilayah kekuasaan Sunan Gunung Jati.

Pihak Karang Kendal pun sepakat mengirimkan bala bantuan ke lokasi pembangunan bendungan di tepi kali Logangga Trisna. Sambil menantikan datangnya bala bantuan, Pangeran Surya Negara bersama pasukannya memulai pekerjaan besarnya terlebih dahulu. Sementara bala bantuan yang ditunggu tidak kunjung datang juga, barulah ketika pekerjaan telah selesai bantuan yang ditunggu-tunggu itu pun datang. Tentu saja Pangeran Surya Negara menjadi sangat kesal. Namun ia masih menahan emosi untuk menghormati kerajaan Karang Kendal. Pasukan bala bantuan yang datang itu tetap diterimanya dengan baik, tetapi saat itu kebetulan waktu Shalat Ashar sudah tiba maka sang Pangeran menitipkan sebuah bungkusan kepada kepala rombongan prajurit dan berpesan agar tidak seorangpun diijinkan membuka bungkusan tersebut.

Namun kepala prajurit kerajaan Kendal dan anak buahnya tidak mengikuti pesan pangeran Surya Negara. Pimpinan rombongan akhirnya tergoda untuk membuka bungkusan yang dititipkan kepadanya. Ternyata isi bungkusan itu adalah buah kurma yang segar. Maka tanpa pikir panjang buah kurma tersebut di makan beramai-ramai. Disaat para prajurit tersebut tengah makan Pangeran Surya Negara datang dengan marah karena mengetahui perintahnya telah dilanggar, sang pangeran pun mengutuk para prajurit seperti menjadi kera, karena tingkah laku mereka mirip seekor kera yang suka mencuri dan tidak perduli.

Pada saat itu juga seluruh prajurit dari kerajaan Karang Kendal itu langsung berubah wujud menjadi monyet yang berjumlah 41 ekor dan kemudian oleh pangeran surya negara diberi nama Ki Buyut Banjar. Itulah asal muasal kisah 41 ekor monyet yang kini dikeramatkan dan menghuni komplek pekuburan Banjar di Desa Bulak Kecamatan Jatibarang Kabupaten Indramayu, Jawa Barat atau yang sekarang dikenal dengan Taman Wisata Banjar.

Bupati Lantik Cecep Sebagai Sekda

Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu Drs.H. Cecep Nana Suryana T. M.Si dilantik dan diambil sumpahnya sebagai Sekretaris Daerah oleh Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah Rabu (22/12) di Pendopo Indramayu.

Dilantiknya Cecep Nana Suryana ini karena menggantikan Drs. H. Supendi, M.Si yang telah berakhir jabatannya dan kini menjadi wakil bupati Indramayu periode 2010 – 2015, sesuai dengan SK Gubernur Jawa Barat nomor 133 / kep.1721-BKD/2010 tanggal 16 Desember 2010.

Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah dalam sambutannya mengatakan, posisi sekretaris daerah memegang peranan yang sangat penting dan strategis, tidak hanya bertindak sebagai pelaksana administrasi pemerintahan tetapi lebih jauh harus mampu mengikuti desah nafas jalannya pemerintahan daerah. Hal ini sesuai dengan tupoksi secretariat daerah yaitu membantu bupati dalam penyusunan kebijakan pemerintahan daerah, pengkoordinasian pelaksanaan tugas dinas dan lembaga teknis daerah, pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan pemerintahan daerah, serta pembinaan administrasi dan aparatur pemerintahan daerah.

Pada kesempatan itu Bupati Anna juga berpesan agar seorang sekretaris daerah bisa betul-betul menempatkan diri sebagai aparat pelayanan masyarakat yang professional, berdisiplin, dan bertanggung jawab.Dalam bekerja seorang sekda juga dituntut untuk procedural dan sesuai dengan mekanisme kerja serta menata kembali secretariat daerah sehingga peran dan kewenangan masing-masing asisten, staf ahli, kepala bagian, dan kepala sub bagian semakin jelas dan terlaksana secara efektif. Keberadaan staf ahli diharapkan perannya semakin dioptimalkan dalam memberikan telaahan, analisa, dan kajian mengenai masalah pemerintahan daerah sebagai bahan penetapan kebijakan bupati dalam bidang hokum, politik, pemerintahan, pembangunan, kemasyarakatan, sumber daya manusia, perekonomian, dan pengelolaan keuangan daerah.


Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan sekretaris daerah selain dihadiri pasangan bupati dan wakil bupati Indramayu juga tampak hadir kepala BKPP wilayah Cirebon Ano Sutrisno, ketua DPRD, Muspida, kepala OPD, dan camat dari 31 kecamatan. (humasindramayu.com)