Libur Natal, Lalu Lintas Pantura Indramayu Meningkat

Arus lalu lintas sepanjang jalur utama pantai utara Indramayu, Jawa Barat pada liburan Natal 2010 ini meningkat meskipun tidak sepadat hari Idul fitri.

Briptu Hendra petugas polisi lalu lintas Indramayu mengatakan, arus kendaraan yang melintas sepanjang jalur pantura Indramayu, pada liburan Natal dan Tahun Baru mengalami peningkatan sejak hari kamis kemarin. Peningkatan terutama terjadi pada kendaraan roda empat, sedangkan untuk roda dua terlihat masih seperti biasa.

Hal yang sama disampaikan Rusmayanto pedagang oleh-oleh di jalur utama pantai utara di Indramayu. Rusmayanto mengaku, penjualan mulai meningkat pada hari Rabu dan Kamis karena pada saat itu jumlah kendaraan yang melintas meningkat bila dibanding dengan hari-hari biasanya.

Sementara itu, guna mengantisipasi gangguan keamanan disepanjang jalur pantura Indramayu dan obyek-obyek vital lainnya dalam rangka Natal dan Tahun Baru, Ratusan personel yang terdiri dari anggota Polres, TNI, Satpol PP, Dishubkominfo, Pemadam Kebakaran, ORARI, PMI, Linmas, Senkom, dan anggota Pramuka telah disebar dititik-titik pos pengamanan yang dianggap potensi. Pengamanan Natal dan tahun baru Operasi Lilin Lodaya 2010 ini, dilakukan secata tertutup dan terbuka di gereja-gereja, ruas jalan maupun tempat keramaian atau objek vital lainnya. Mereka bertugas sejak H-1 Natal sampai H+1 Tahun Baru.

Kapolres Indramayu AKBP Rudi Setiawan SIK MH mengatakan, di wilayah hukum Polres Indramayu, terdapat 13 pos pengamanan yang dianggap potensi. Adapun personil yang akan menjaga gereja-gereja dalam pelaksanaan Natal, menurut Rudi, hal itu akan disesuaikan dengan besarnya jemaat gereja dimasing-masing tempat. Terkait prediksi ancaman yang akan muncul di Indramayu, pihaknya menegaskan sampai saat ini prediksi ancaman tidak ada, tetapi aparat kepolisian telah siaga mengantisipasi sedari awal.

Vaksin Kucing

Sedikit uang  yang anda dikeluarkan untuk vaksinasi kucing bisa menghemat banyak uang yang mungkin harus anda keluarkan kemudian hari. Karena tujuan vaksinasi adalah untuk melindungi kucing anda dari berbagai penyakit. Bayangkan berapa uang yang harus anda keluarkan kemudian hari bila kucing anda rentan dengan penyakit apalagi penyakit yang bersifat zoonosis yang menular kemanusia hanya karena kucing anda tidak divaksin. Ketika anak kucing anda sudah menerima vaksin maka sejumlah kecil virus telah masuk kedalam tubuh anak kucing sehingga menyebabkan respon imun untuk membangun sistem kekebalan anak kucing terhadap penyakit.

Pada usia 10 dan 12 minggu, semua anak kucing harus divaksinasi secara rutin untuk tiga penyakit berbasis vikrus, yaitu:
Feline rhinotrachetis
Feline panleukopenia, dan
Feline calicivirus

Rhinotrachetis adalah virus herpes yang menyebabkan bersin-bersin dan keluarnya kotoran dari mata, yang dapat menjadi lebih berat selama stress. Vaksin tidak dapat membunuh penyakit secara keseluruhan, tetapi dapat membuat gejala penyakit menjadi lebih ringan.

Virus Panleukopenia menyebabkan penipisan pada sel-sel system kekebalan dan saluran system usus, melemahkan dan sering kali berakibat fatal.

Calicivirus menyebabkan gejala-gejala gangguan pada saluran pernafasan atas yang biasanya tidak berakibat fatal.
Setelah tes negative pada FeLV, anak kucing harus divaksinasi, kecuali meraka akan bernar-benar tinggal di dalam ruangan tanpa ada kemungkinan untuk bersinggungan dengan kucing yang terinfeksi FeLV.
Vaksinasi tersedia bagi FIP (Feline infections peritonitis) dan FIV, tetapi kemanjurannya belum dapat dibuktikan secara ilmiah.  

Sekilas mengenai Rafflesia arnoldi




Padma raksasa (Rafflesia arnoldii) merupakan tumbuhan parasit obligat yang terkenal karena memiliki bunga berukuran sangat besar, bahkan merupakan bunga terbesar di dunia. Ia tumbuh di jaringan tumbuhan merambat (liana) Tetrastigma dan tidak memiliki daun sehingga tidak mampu berfotosintesis. Tumbuhan ini endemik di Pulau Sumatera, terutama bagian selatan (Bengkulu, Jambi, dan Sumatera Selatan). Tama Nasionl Kerinci Seblat merupakan daerah konservasi utama spesies ini. Jenis ini, bersama-sama dengan anggota genus Rafflesia yang lainnya, terancam statusnya akibat penggundulan hutan yang dahsyat. Di Pulau Jawa tumbuh hanya satu jenis patma parasit, Rafflesia patma.
Bunga ini merupakan parasit tidak berakar, tidak berdaun, dan tidak bertangkai. Diameter bunga ketika sedang mekar bisa mencapai 1 meter dengan berat sekitar 11 kilogram. Bunga menghisap unsur anorganik dan organik dari tanaman inang Tetrastigma. Satu-satunya bagian yang bisa disebut sebagai "tanaman" adalah jaringan yang tumbuh di tumbuhan merambat Tetrastigma. Bunga mempunyai lima daun mahkota yang mengelilingi bagian yang terlihat seperti mulut gentong. Di dasar bunga terdapat bagian seperti piringan berduri, berisi benang sari atau putik bergantung pada jenis kelamin bunga, jantan atau betina. Hewan penyerbuk adalah lalat yang tertarik dengan bau busuk yang dikeluarkan bunga. Bunga hanya berumur sekitar satu minggu (5-7 hari) dan setelah itu layu dan mati. Presentase pembuahan sangat kecil, karena bunga jantan dan bunga betina sangat jarang bisa mekar bersamaan dalam satu minggu, itu pun kalau ada lalat yang datang membuahi.

Klasifikasi:
Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Rafflesiales
Famili: Rafflesiaceae
Genus: Rafflesia
Spesies: R. Arnoldii

Perbedaan Bunga Bangkai dan Bunga Raflesia Arnoldi

 

Rafflesia arnoldii

Merupakan tumbuhan parasit obligat yang terkenal karena memiliki bunga berukuran sangat besar, bahkan merupakan bunga terbesar di dunia. Ia tumbuh di jaringan tumbuhan merambat (liana) Tetrastigma dan tidak memiliki daun sehingga tidak mampu berfotosintesis.

Tumbuhan ini endemik di Pulau Sumatera, terutama bagian selatan (Bengkulu, Jambi, dan Sumatera Selatan). Taman Nasional Kerinci Seblat merupakan daerah konservasi utama spesies ini.

Jenis ini, bersama-sama dengan anggota genus Rafflesia yang lainnya, terancam statusnya akibat penggundulan hutan yang dahsyat. Di Pulau Jawa tumbuh hanya satu jenis patma parasit, Rafflesia patma.

Bunga merupakan parasit tidak berakar, tidak berdaun, dan tidak bertangkai. Diameter bunga ketika sedang mekar bisa mencapai 1 meter dengan berat sekitar 11 kilogram. Bunga menghisap unsur anorganik dan organik dari tanaman inang Tetrastigma.

Satu-satunya bagian yang bisa disebut sebagai "tanaman" adalah jaringan yang tumbuh di tumbuhan merambat Tetrastigma. Bunga mempunyai lima daun mahkota yang mengelilingi bagian yang terlihat seperti mulut gentong. Di dasar bunga terdapat bagian seperti piringan berduri, berisi benang sari atau putik bergantung pada jenis kelamin bunga, jantan atau betina.

Hewan penyerbuk adalah lalat yang tertarik dengan bau busuk yang dikeluarkan bunga. Bunga hanya berumur sekitar satu minggu (5-7 hari) dan setelah itu layu dan mati. Presentase pembuahan sangat kecil, karena bunga jantan dan bunga betina sangat jarang bisa mekar bersamaan dalam satu minggu, itu pun kalau ada lalat yang datang membuahi.

Bunga Bangkai

Disebut juga suweg raksasa atau batang krebuit (nama lokal untuk fase vegetatif), Amorphophallus titanum Becc., merupakan tumbuhan dari suku talas-talasan (Araceae) endemik dari Sumatera, Indonesia, yang dikenal sebagai tumbuhan dengan bunga (majemuk) terbesar di dunia, meskipun catatan menyebutkan bahwa kerabatnya, A. gigas (juga endemik dari Sumatera) dapat menghasilkan bunga setinggi 5m.

Namanya berasal dari bunganya yang mengeluarkan bau seperti bangkai yang membusuk, yang dimaksudkan sebenarnya untuk mengundang kumbang dan lalat penyerbuk bagi bunganya. Di alam tumbuhan ini hidup di daerah hutan hujan basah. Bunga bangkai adalah bunga resmi bagi Provinsi Bengkulu.

Tumbuhan ini memiliki dua fase dalam kehidupannya yang muncul secara bergantian, fase vegetatif dan fase generatif. Pada fase vegetatif muncul daun dan batang semunya. Tingginya dapat mencapai 6m. Setelah beberapa waktu (tahun), organ vegetatif ini layu dan umbinya dorman.

Apabila cadangan makanan di umbi mencukupi dan lingkungan mendukung, bunga majemuknya akan muncul. Apabila cadangan makanan kurang tumbuh kembali daunnya.

Bunganya sangat besar dan tinggi, berbentuk seperti lingga (sebenarnya adalah tongkol atau spadix) yang dikelilingi oleh seludang bunga yang juga berukuran besar. Bunganya berumah satu dan protogini: bunga betina reseptif terlebih dahulu, lalu diikuti masaknya bunga jantan, sebagai mekanisme untuk mencegah penyerbukan sendiri.

 

Habitat Rafflesia arnoldi

Rafflesia Arnoldii pertama kali ditemukan di Desa Pulau Lebar Kabupaten Bengkulu Selatan dengan berat keseluruhan 15 pon. Tumbuhan ini ditemukan pada tanggal 20 Mei 1818 oleh Sir Thomas Stanfort Raffles seorang Gubernur Jenderal Inggris pada waktu itu, bersama seorang pencinta alam Dr. Joseph Arnold. Untuk menghormati penemuan ini, maka tumbuhan ini diberi nama Rafflesia arlnoldii, walaupun masyarakat Bengkulu telah dahulu mengenal tanaman ini dengan nama bunga Benalu, Krubut, Ambun, Pelimun, Ambai–ambai dan Sekedai.
Rafflesia arnoldii merupakan jenis Rafflesia yang paling dikenal masyarakat luas, termasuk famili Raffesiaceae yang sifat hidupnya holoparasit sejati yaitu tumbuhan yang sepenuhnya tergantung pada tumbuh inang (Tetrastigma sp) untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Tumbuhan inang ini tergolong kepada tumbuhan liana sehingga tipe vegetasi tempat kehidupannya adalah vegetasi yang memiliki pohon–pohon untuk tempat membelit. Liana (Tetrastigma sp) secara alami tumbuh di kawasan habitat Rafflesia di daerah hutan hujan tropik. Ia tumbuh menggantung pada pohon besar yang mencapai ketinggian lebih dari 10 m.
Rafflesia Arnoldii adalah salah satu jenis flora unik Indonesia yang dinobatkan sebagai “puspa langka nasional Indonesia”. Ia mempunyai nama daerah yang beragam sesuai dengan bahasa penduduk kawasan tumbuhnya, seperti sekedai, ambun, bunga benalu, bunga hantu, ambai-ambai dan lain-lain. Ada beberapa macam bunga Rafflesia seperti Rafflesia Acehencis, Rafflesia Rochussenii, Rafflesia zollingeriana dan lain-lain yang tumbuhnya tersebar di beberapa daerah di kawasan Malenesia yang meliputi Malaysia, Indonesia dan Filipina. Tetapi jenis-jenis ini umumnya berukuran lebih kecil dengan penampilan saling berbeda. Rafflesia Arnoldii berukuran raksasa dan diketahui hanya terdapat di Sumatera dan penyebarannya berada di sepanjang punggung Bukit Barisan dari Aceh sampai Lampung dengan pusat ekologi di Bengkulu

Pertumbuhan dan makan
Pertumbuhan Rafflesia Arnoldii dimulai dengan perkecambahan yang terdapat di dalam kulit tumbuhan inang kemudian berkembang menjadi benang-benang
Proses terbentuknya bunga diawali oleh pembengkakan di dalam akar atau batang tumbuhan inang serta terbentuknya kuncup. Kuncup ini terus membesar sampai secara perlahan merobek permukaan. Kulit inang pecah sehingga terlihat bagian kuncup yang diliputi oleh braktea berwarna putih yang kemudian berubah menjadi coklat kehitaman. Pada diameter sekitar 25 cm, braktea tergeser dan terlepas satu persatu sehingga terlihat bagian bunga berwarna merah muda, bagian ini merupakan bagian yang kelak menjadi perigonium ( perhiasan bunga ). Braktea dapat dibedakan dari perigonium yaitu dari warnanya yang lebih gelap, lebih keras dan lebih tipis. Bunga mulai mekar dengan membukanya lobur perigonium satu persatu atau kira-kira pada saat kuncup berdiameter 30-35 cm. Lamanya perkembangan dari kuncup yang berdiameter 4 cm sampai bunga mekar ( diameter kuncup sekitar 34 cm ) diperkirakan 310 hari. Sedangkan waktu yang diperlukan dari fase biji sampai terbentuknya biji lagi diperkirakan selama 4,5 – 5 tahun.
Masa mekar sampai layu bunga Rafflesia Arnoldii biasanya 5-7 hari, kemudian membusuk dan biasanya akan dikerumuni lalat dan serangga lain. Rafflesia Arnoldii berbunga sepanjang tahun dan saat berbunga paling banyak adalah pada bulan-bulan basah.
Saat mekar, bunga Rafflesia Arnoldi mengeluarkan bau agak busuk. Sehingga ada yang menyamakan namanya dengan bunga bangkai ( Amorphophallus titanum ). Selain itu Rafflesia Arnoldii juga dikenal dengan sebutan “Padma Raksasa” karena ukurannya yang besar.
Bau busuk dari Rafflesia Arnoldii akan menarik berbagai jenis serangga terutama lalat. Lalat ini akan hinggap dari satu bunga ke bunga yang lain. Rafflesia Arnoldii merupakan tumbuhan berumah dua, sehingga dalam penyerbukannya memerlukan perantara yang berupa hewan. Lalat merupakan hewan utama yang membantu dalam penyerbukan. Lalat penyerbuk pada tumbuhan ini adalah Lucilia sp (lalat hijau) dan Sarchopaga ( lalat abu-abu ). Jika bunga betina dapat diserbuki maka akan dihasilkan buah yang berisi lebih dari 100 biji. Bunga jantan dan bunga betina akan sulit dibedakan apabila kita lihat dari luar karena kedua-duanya berwarna merah kecoklat-coklatan dengan bintik-bintik putih.
Biji Rafflesia Arnoldii yang terdapat pada jaringan buah yang terurai hanya dapat tumbuh pada tumbuhan inangnya bila terdapat hewan penyebar biji yang berfungsi sebagai pembawa biji dan melukai akar tumbuhan inang. Hewan yang berperanan dalam penyebaran biji ini diduga berasal dari mamalia berkuku ( ungulata ) seperti babi hutan, rusa, kijang dan jenis tupai.

Overview of Rafflesia arnoldi
Padma giant (Rafflesia arnoldii) are obligate parasites of plants known for having very large flowers, even the largest flower in the world. He grew up in the network vines (lianas) Tetrastigma and has no leaves and is unable to photosynthesize. This plant endemic to Sumatra island, especially the southern part (Bengkulu, Jambi and South Sumatra). Tama Nasionl Kerinci Seblat is the main conservation area of this species. This species, together with the other members of the genus Rafflesia, threatened status due to massive deforestation. In Java patma grow only one type of parasite, Rafflesia patma.

This flower is a parasite had no root, no leaves, and is not stemmed. While blooming flower diameter can reach 1 meter weighing about 11 kilograms. Flowers sucking inorganic and organic elements of the host plant Tetrastigma. The only part that can be called as "plant" is a network that grows on vines Tetrastigma. Flowers have five petals that surround the part that looks like the mouth of a barrel. At the bottom there's an interest such as barbed dish, containing the stamen or pistil flowers depending on gender, male or female. Animal pollinators are flies attracted by the stench of interest incurred. Interest only lived for about one week (5-7 days) and then wither and die. Very small percentage of fertilization, because the male flowers and female flowers are very rarely able to bloom together in a single week, if any flies that came to fertilize.


Classification:

Kingdom: Plantae

Division: Magnoliophyta

Class: Magnoliopsida

Order: Rafflesiales

Family: Rafflesiaceae

Genus: Rafflesia

Species: R. Arnoldii


Differences carrion flowers and flower Raflesia Arnoldi
 
Rafflesia arnoldii
Is an obligate parasitic plant known for having very large flowers, even the largest flower in the world. He grew up in the network vines (lianas) Tetrastigma and has no leaves and is unable to photosynthesize.
This plant endemic to Sumatra island, especially the southern part (Bengkulu, Jambi and South Sumatra). Kerinci Seblat National Park is the main conservation area of this species.

This species, together with the other members of the genus Rafflesia, threatened status due to massive deforestation. In Java patma grow only one type of parasite, Rafflesia patma.
Flowers are the parasites are not rooted, not leafy, and is not stemmed. While blooming flower diameter can reach 1 meter weighing about 11 kilograms. Flowers sucking inorganic and organic elements of the host plant Tetrastigma.
The only part that can be called as "plant" is a network that grows on vines Tetrastigma.
Flowers have five petals that surround the part that looks like the mouth of a barrel. At the bottom there's an interest such as barbed dish, containing the stamen or pistil flowers depending on gender, male or female.
Animal pollinators are flies attracted by the stench of interest incurred. Interest only lived for about one week (5-7 days) and then wither and die. Very small percentage of fertilization, because the male flowers and female flowers are very rarely able to bloom together in a single week, if any flies that came to fertilize.
Carrion flower
Also called giant or stem suweg krebuit (local name for the vegetative phase), Amorphophallus titanum Becc., Is a plant of the tribe-talasan taro (Araceae) endemic of Sumatra, Indonesia, known as a plant with flowers (plural) in the world, although notes mentioning that her relatives, A. gigas (also endemic of Sumatra) to earn interest as high as 5m.
Its name comes from the flowers that smell like a rotting carcass, which was intended to invite the beetle and fly pollinators for flowers. In nature these plants live in wet rain forest. Corpse flower is the official flower of the province of Bengkulu.
This plant has two phases in his life that appeared alternately, the phase of vegetative and generative phase. In the vegetative phase of leaf and stem quasi appear. Height can reach 6m. After some time (years), it wilted vegetative organs and dormant tubers.
If the reserve is adequate food in tubers and supportive environment, majemuknya flowers will appear.
If less food reserves to grow back their leaves.
The flowers are very large and high, shaped like a phallus (actually a cob or spadix) surrounded by a sheath of interest which is also large. The flowers married one and protogini: female flowers receptive first, then followed by male flowers cook, as a mechanism to prevent self pollination.
 
Habitat Rafflesia arnoldi

Arnoldii Rafflesia was first discovered in the village of South Bengkulu District Wide Island with the overall weight of 15 pounds. This plant was found on May 20, 1818 by Sir Thomas Raffles Stanfort a Governor-General of England at that time, along a nature lover Dr. Joseph Arnold. In honor of this discovery, the plant is named Rafflesia arlnoldii, although society has Bengkulu formerly known as the flower of this plant parasite, Krubut, Ambun, Pelimun, Ambai-ambai and Sekedai.

Rafflesia Rafflesia arnoldii is the best known type of society, including the nature of family life holoparasit Raffesiaceae true that plants grow entirely dependent on the host (Tetrastigma sp) to make ends meet. These host plants belonging to the plant so that the liana vegetation type where life is vegetation that has trees to the convolute. Liana (Tetrastigma sp) grows naturally in the area of Rafflesia habitat in tropical rain forest area. He grew up hanging on a large tree that reaches heights of more than 10 m.

Arnoldii Rafflesia is one of Indonesia's unique flora cited as the "national rare puspa Indonesia." He has a diverse region in accordance with the language of population growth areas, such as sekedai, ambun, parasite rates, ghost flower, ambai-ambai and others. There are several kinds of flowers such as Rafflesia Rafflesia Acehencis, Rochussenii Rafflesia, Rafflesia zollingeriana and others are growing in several areas in the region Malenesia covering Malaysia, Indonesia and the Philippines. But these types are generally smaller with each appearance is different. Rafflesia arnoldii huge and there are known only in Sumatra and its spread is along the back of the Bukit Barisan from Aceh to Lampung with ecology center in Bengkulu


Growth and feeding

Rafflesia arnoldii growth begins with germination contained in the skin of host plants later developed into the threads

The process begins by swelling of flower formation in roots or stems of host plants and bud formation. This bud continues to grow until the surface is slowly tearing. Host's skin broke out so it looks the bud covered by a white braktea which later turned into a blackish brown. At about 25 cm diameter, braktea displaced and separated one by one so it looks pink flower section, this section is the part that later became perigonium (jewelry flower). Braktea perigonium is distinguishable from the color of the darker, harder and thinner. Flowers begin to bloom with the opening lobur perigonium one by one, or at about the time buds with diameter of 30-35 cm. The duration of the development of the bud with a diameter of 4 cm to anthesis (bud diameter about 34 cm) is estimated to 310 days. While the time it takes from seed stage to the formation of seeds again predicted for 4.5 - 5 years.

The period of bloom until wilted flower Rafflesia arnoldii usually 5-7 days, then rot and will usually flies and other insects. Arnoldii Rafflesia flowers bloom all year and while most are in the wet months.

When blooming, the flower Rafflesia Arnoldi rather foul odor.
So there is equating his name with the corpse flower (Amorphophallus titanum). Also Rafflesia arnoldii also known as "Padma Giant" because of their large size.

The stench of Rafflesia arnoldii will attract different kinds of insects, especially flies.
These flies will alight from one flower to another. Rafflesia arnoldii was married two plants, so the pollination require an intermediary in the form of animals. Flies are the main animals that assist in pollination. Fly pollinators in plants is Lucilia sp (green flies) and Sarchopaga (gray flies). If the female flowers can be pollinated it will produce fruit which contains more than 100 seeds. Male flowers and female flowers will be difficult to distinguish when we see from the outside because both are red brown with white spots.

Arnoldii Rafflesia seeds contained in fruit tissue is broken down only to grow in their host plants when there are animals that function as seed dispersers seed bearer and wounded roots of host plants. Animals that play a role in seed dispersal is probably derived from mammals hoofed (ungulate) such as wild boar, deer, deer and squirrel species.
...

Brokoli baik untuk perokok

Beberapa sayuran ternyata dapat dipercaya dapat menurunkan risiko kanker paru-paru.

Para perokok dan mantan perokok yang mengkonsumsi banyak brokoli dan sayuran lainnya mempunyai kemungkinan lebih rendah terkena risiko kanker paru-paru dibandingkan dengan yang tidak.

Para peneliti di Roswell Park Cancer Institute di Buffalo, New York melaporkan hasil penelitian ini di Washington pada 18/11-2008 dalam acara pertemuan asosiasi peneliti kanker dalam bidang pencegahan (American Association of Cancer Research meeting on cancer prevention).

“Hal pertama yang harus dilakukan adalah berhenti merokok, karena itulah cara yang terbaik mengurangi risiko kanker paru-paru,” kata peneliti Li Tang,PhD.

Disamping berhenti merokok, Tang menganjurkan perokok dan para mantan perokok untuk mengkonsumsi sayur-sayuran yang penting bagi tubuh, seperti brokoli, kol bunga, kubis, lobak, khususnya dalam bentuk mentah.

Tang mengingatkan bahwa tidak ada peluru ajaib yang dapat menjamin pencegahan kanker paru-paru. Tetapi, tidak ada sisi buruknya mengkonsumsi sayur-sayuran.

Tim Tang menanyakan kepada 948 pasien kanker paru-paru dan 1.743 tanpa kanker paru-paru mengenai sejarah merokok mereka, konsumsi buah-buahan dan sayuran.

Diantara perokok, khususnya diantara mantan perokok, komsumsi sayuran dalam jumlah besar berhubungan erat dengan dengan risiko kanker yang lebih rendah.

Itu tidak berarti bahwa sayuran tersebut mencegah kanker paru-paru. Studi yang dilakukan Tang bersifat observasi, tidak secara langsung mencoba manfaat sayuran tersebut dalam pencegahan kanker.

Tetapi, penelitian lain telah menunjukkan bahwa komponen isothiocyanates dalam sayuran mengandung zat yang dapat melawan kanker, kata Tang.

Sayuran penting yang paling umum dikonsumsi dalam studi Tang adalah brokoli, kubis, dan kol bunga. Mengkonsumsi sayuran ini dalam keadaan mentah lebih baik, karena pemanasan merusak enzim dalam sayuran yang berfungsi mengaktifkan isothiocyanates, kata Tang.

Pada bulan Februari, tes laboratorium yang dilakukan oleh peneliti lain menunjukkan bahwa isothiocyanates pada brokoli dapat membantu mencegah kanker kandung kemih pada tikus.

Pada bula Juli, studi lain menunjukkan bahwa laki-laki yang mengkonsumsi brokoli beberapa kali dalam seminggu memiliki risiko yang lebih kecil terkena kanker prostat daripada laki-laki yang tidak mengkonsumsi brokoli.
sumber : http://www.rileks.com

Avertebrata Air


Udang Kipas Thenus orientalis

 
Gambar 5. Udang Kipas
                Sumber : dokumentasi pribadi

 Udang kipas (Thenus orientalis) memiliki nama lokal yang sangat beragam, diantaranya adalah udang pasir dan udang sikat. klasifikasi udang Kipas Menurut Holthuis L.B adalah sebagai berikut:
Kingdom         : Animalia
Filum               : Arthropoda
Ordo               : Decapoda
Sub ordo         : Macrura Reptantia
Family             : Scyllaridae
Sub famili        : Theninae
Genus              : Thenus
Spesies            : Thenus orientalis           
         
Morfologi dan Anatomi Udang Kipas (Thenus orientalis)
Udang kipas (Thenus orientalis) memiliki tubuh yang diselimuti kulit yang keras berzat kapur. Kerangka pada bagian kepala sangat tebal, melebar pipih, dan ditutupi duri-duri besar dan kecil. Pada ujung kepala di atas mata terdapat dua tonjolan keras, yang diantara tonjolan tersebut terdapat lekukan yang berduri. Jumlah kakinya enam pasang (Djuwariah 2005). Ekornya seperti kipas berwarna coklat tua dan pucat. panjang badan umumnya 8-10 cm, ada yang sampai 15-25 cm. Hidup di perairan pantai paparan benua dengan dasar rumput berpasir, di semua propinsi mulai dari Aceh sampai Irian Jaya (BAKOSURTANAL 2001).

Distribusi Udang Kipas (Thenus orientalis)
            Udang kipas (Thenus orientalis) mempunyai sebaral geografis yang luas di perairan Indo-Pasifik Barat. Walaupun sebarannya luas, namun kelompok udang ini biasanya tidak terlalu besar (Djuwariah 2005). Para nelayan daerah Blanakan, Subang, sering mendapatkan udang jenis ini di Bangka Belitung dan Sumatera.

Alat Tangkap
Masyarakat nelayan Blanakan, Subang, mendapatkan udang ini sebagai tangkapan sampingan dengan menggunakan cantrang. Namun menurut Djuwariah (2005) udang kipas juga merupakan hasil tangkap samping dari pukat udang.

Nilai Ekonomis dan Ekologi Udang Kipas (Thenus orientalis)
            Udang kipas merupakan hewan konsumsi yang relatif murah. Salah satu daerah produksi udang kipas di Indonesia adalah Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Selain untuk keperluan konsumsi lokal, udang kipas bersama produk perikanan lainnya seperti rajungan, kepiting bakau dan bandeng diekspor ke Singapura, Hongkong, Korea, dan Amerika Serikat (Djuwariah 2005). 


Daftar Pustaka :
Suabani, Waluyo. H.R. Barus. 1989. Alat Penangkapan Ikan Dan Udang Laut Di Indonesia. Jakarta : Balai Penelitian Perikanan Laut.

Gunarso W. 1989. Tingkah Laku Ikan dalam Hubungannya dengan Alat, Metode dan Teknik Penangkapan Ikan. Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.

Laksono U. 1983. Suatu studi tentangPenggunaan Ikan Lemuru sebagai Umpan pada Perikanan Rawai Tuna di PT Pelabuhan Samudera Besar Benoa, Bali. Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.
 

Hibernasi, Mati Suri Dalam Dunia Hewan






Kutipan dari http://www.apakabardunia.com

Kala musim dingin tiba, beberapa spesies tiba-tiba "menghilang". Bersembunyi dalam tempat perlindungan yang hangat. Mereka tampak seakan mati, nyaris tidak bergerak sama sekali. Ini adalah fase yang dikenal dalam kerajaan hewan sebagai hibernasi.
Hibernasi kurang lebih berarti tidur yang teramat nyenyak (deep sleep). Namun berbeda dengan makna tidur pada manusia. Maksudnya suatu periode “tidur” yang ditandai dengan menurunnya kinerja metabolisme dan temperatur tubuh.
Pada saat hewan berhibernasi, ia tak akan tergangu oleh suara gaduh, ribut, atau hiruk pikuk apa pun. Ia benar-benar “mematikan” semua indera pendengaran dan hampir tidak merespon lingkungan sekitar kecuali yang berkaitan dengan suhu.
Bahkan dalam hibernasi yang sesungguh, hewan tidak akan terganggu ketika Anda (yang mungkin iseng) mengangkat, memindah menyentuh dan merabanya. Walau untuk melukiskan fase hibernasi sering digunakan kata “tidur”, kenyataannya hibernasi sangat berbeda dengan tidur yang umum dikenal.
Bukankah saat tidur (atau tertidur) hewan masih terlihat sesekali menggerakkan anggota tubuhnya, otaknya juga masih aktif bekerja, dan bisa merespon lingkungan bahkan terbangun dengan cepat. Namun saat berhibernasi, hewan sama sekali tak bergerak dan membutuhkan tahapan dan waktu yang lama untuk bisa kembali bergerak secara normal.
Hibernasi bagi hewan adalah suatu masa untuk benar-benar mengistirahatkan seluruh organ tubuhnya. Ia tidak makan atau minum kecuali tidur sepulas-pulasnya sampai berhari-hari berminggu, bahkan hitungan bulan. Karena itulah bagi hewan-hewan yang akan berhibernasi, ia lebih dulu menggemukkan dirinya pada musim gugur.

 

 

 

Timbunan lemak sangat dibutuhkan untuk menyokong proses hibernasi.

Cadangan lemak ini akan menjamin tubuh mendapat pasokan makanan, minuman dan nutrisi yang diperlukan. Maka sebelum memasuki fase hibernasi pada musim dingin, hewan-hewan itu terlihat sangat getol mencari makanan dan berubah menjadi lebih rakus dari biasanya.
Perilaku rakus mendadak selama satu musim ini memang harus dilakukannya. Sebab selama hibernasi ia tak akan bergeming sedikitpun. Dan penimbunan lemak adalah satu-satunya cara untuk menjamin pasokan energi tubuh tetap tercukupi dalam waktu lama. Hal ini menyebabkan hewan yang baru saja usai berhibernasi akan tetap kuat , sama dengan saat ia sebelum berhibernasi.
Kebiasaan lain menjelang berhibernasi, hewan-hewan itu terlihat giat menggali lubang perlindungan, membangun sarang yang nyaman. Pokoknya tempat berhibernasi itu haruslah benar-benar aman, sedikit hangat, dan terlindungi dari pemangsa dan musuhnya. Masing-masing “bunker” dibuat sesuai dengan spesies masing-masing.

Hibernasi Sejati

Hibernasi ini sebenarnya proses adaptasi hewan terhadapa perubahan cuaca dan daratan di habitatnya. Ia harus bisa siap melalui musin dingin, saat mangsa dan sumber makanan memang sangat minim dan nyaris tidak ada.
Hibernasi adalah semacam taktik dan strategi hewan untuk menyiasati suhu udara yang sangat dingin. Sebab saat ia mulai berhibernasi maka temperatur tubuhnya akan turun sampai setengah suhu tubuh normal. Contohnya: jika suhu tubuh rata-rata manusia adalah 360C, maka saat berhibernasi suhu tubuh akan menjadi sekitar 150C.
Ketika suhu tubuhnya sudah turun, frekuensi bernafasnya pun menjadi lebih lambat Inilah istimewanya hibernasi. Walau pun banyak orang yang tak asing dengan istikah hibernasi, namun sering terjadi salah tafsir pemaknaan terhadapnya.
Jika ditanya hewan apa yang berhibernasi, maka hampir semua orang akan menjawab BERUANG! Jawaban ini tidak sepenuhnya benar. Karena beruang sebenarnya bukanlah berhibernasi tetapi hanya melaklukan torpor yaitu tidur panjang sementara.
Artinya ia masih bisa merespon lingkungan sekitar dan sebagian inderanya masih aktif bekerja mendeteksi perubahan lingkungan sekitarnya saat “berhibernasi”.
Sesungguhnya jika tidak sedang torpor, beruang melakukan dormansi (dormancy) saat musim dingin tiba. Para ahli membuktikan bahwa fase tidur panjang beruang di musim dinginmemang mirip dengan hibernasi, tetapi ketika suhu tubuhnya diukur, hanya terjadi penurunan suhu tubuh yang sedikit saja.
Sementara hewan yang berhibernasi sesungguhnya mengalami penurunan suhu tubuh yang drastis. Karena itu saat torpor, beruang bisa terganggu dengan suara atau sentuhan, dan gawatnya akan merasa kesal dan marah karena tidurnya tergangu.
Ia bisa bangun dengan cepat dan langsung bangkit dengan gerakan cepat pula. Sesuatu yang tidak mungkin dilakukan saat hewan melakukan hibernasi yang sesungguhnya.


Hewan Hibernator                                        

Dalam klasifikasi berdasarkan berbagai hasil penelitian zoologi, hewan (berdarah panas atau dingin) yang benar-benar berhibernasi meliputi hampir semua jenis hewan. Namun pembedaan hewan berdarah panas dan hewan berdarah dingin akan mempermudah identifikasi.
Hibernator (hewan yang berhibernasi) dari kelompok hewan berdarah panas adalah spesies badger, hedgehog, kelelawar, elang Nightwaks, ras tupai-tupaian, anjing padang rumput, hamster dan  beberapa spesies khusus beruang dan swift.
Sementara dari kelompok hewan berdarah dingin tercatat jenis lebah, cacing tanah, kodok dan katak, kadsal-kadalan, kura-kura lumpur, keong, dan ular. Fase hibernasi ini memang bagian yang unik dari dunia hewan. Maka jika kebetulan menjumpai hewan yang terlihat seperti mati di dalam lubang perlindungannya, mungkin saja ia berhibernasi atau hanya sekadar dormansi.
Sialnya, jika Anda salah sangka dan mengusik hewan yang sedang tertidur pulas itu, bisa saja (akibat keterkejutannya) Anda akan diserang dengan ganas!

 

Sumber : evin bakara - tigerbear.wordpress.com





Hibernation, Dead Suri In Animal World
As the winter comes, some species suddenly "disappeared". Hiding in a warm shelter. They looked as if dead, barely moving at all. This is a phase in the animal kingdom known as hibernation.
Hibernation roughly means a supremely restful sleep (deep sleep). However, different from the meaning of human sleep. That is a period of "sleep" characterized by declining performance of metabolism and body temperature.
At the time of hibernating animals, he would not tergangu by noise, noise, or the hustle and bustle of any kind. It is completely "turn off" all the senses of hearing and almost did not respond to the surrounding environment except those related to temperature.
Even in a true hibernation, animals will not be disturbed when you (which may be fraudulent) lift, move to touch and feel it. Although to describe the phase of hibernation often used the word "sleep", the reality is very different from hibernation sleep are commonly known.
Did not sleep (or sleep) animals are still seen occasionally moving his limbs, his brain is still actively working, and able to respond to the environment even woke up quickly. But when hibernating, animals did not move and need a stage and a long time to be moving normally again.
Hibernation for animals is a time to really rest the entire organs. He does not eat or drink except sleep sepulas-pulasnya weeks to days, even a matter of months. That's why for the animals to be hibernating, she is more used to fatten him in the fall.

Fat is needed to support the process of hibernation.
These fat reserves will ensure the body gets the supply of food, beverages and nutrients they need. So before entering the phase of hibernation in the winter, the animals seemed very keen to find food and become more greedy than usual. Greedy behavior suddenly during one of this season was supposed to do. During hibernation because he would not budge one bit. And accumulation of fat is the only way to guarantee energy supplies remain adequate body in a long time. This causes the animal had just finished hibernating will remain strong, similar to that of her before hibernating.
Another habit before hibernating, animals were seen actively digging foxholes, build a comfortable nest. Anyway it should be hibernating place is completely safe, a little warm, and protected from predators and enemies. Each of the "bunker" was made in accordance with their respective species.

True hibernation
Hibernation is actually a process of adaptation of animals terhadapa weather changes and the mainland in their habitat. He must be prepared through the cold season, when prey and food sources is very minimal and almost non-existent.
Hibernation is a kind of tactics and strategies to deal with animals that are very cold air temperatures. Because when he started hibernating then her body temperature will drop to half the normal body temperature. For example: if the average body temperature of humans is 360C, so when hibernating body temperature will be around 150C.
When her body temperature had dropped, the frequency of breathing becomes slower This special hibernation. Although there were many people who are no strangers to istikah hibernation, but often misinterpret the meaning to it.
When asked what the hibernating animal, then almost everyone would answer BEAR! The answer is not entirely correct. Because bears do not actually hibernate, but only melaklukan long torpor of sleep while.
That means he could still respond to the surrounding environment and some senses still actively working to detect changes in the surrounding environment while "hibernating".
In fact if not in torpor, bears do dormancy (dormancy) during winter. The experts proved that the long sleep phase dinginmemang bear in season similar to hibernation, but when the body temperature was measured, only body temperature decreased only slightly.
While hibernating animals actually experienced a drastic decrease in body temperature. Therefore when torpor, bears can be disturbed by sound or touch, and gravity will feel upset and angry because his sleep tergangu.
He could get up quickly and immediately got up with fast motion as well. Something that is not possible when the animals perform the actual hibernation.

Animals Hibernator
In a classification based on a variety of zoological research, animal (warm-blooded or cold) that actually covers almost all types of hibernating animals. But the distinction warm-blooded animals and cold-blooded animals would facilitate identification.
Hibernator (hibernating animals) of a group of warm-blooded animal is a species of Badger, hedgehog, bat, eagle Nightwaks, race-tupaian squirrels, prairie dogs, hamsters and some special species of bear and swift.
While the group of cold blooded animals recorded species of bees, earthworms, frogs and toads, kadsal-kadalan, mud turtles, snails, and snakes. Hibernation phase is indeed a unique part of the animal world. So if you happen to come across that looks like a dead animal in his foxhole, he might just hibernating or dormancy. Unfortunately, if you get me wrong and disturbing animals that were still asleep, it could have been (due to the shock) you will be attacked by vicious!