Serangga-serangga yang paling unik di dunia


Secara literatur, semut ini diketahui pernah membunuh manusia. Serangga ini merupakan jenis yang paling primitif dari semua semut dan sangat agresif. Panjangnya sekitar 1 inchi dan dapat tumbuh hingga 2 inchi pada beberapa kasus. Sesuai namanya, semut ini hanya ditemukan di Australia dan gerakannya sangat cepat.

Serangga Terbang Tercepat: Horse Fly

Serangga ini dapat terbang dengan kecepatan 90 MPH (miles per hour). Ia juga memiliki manuver yang sangat baik di udara. Ia dapat berbelok dan berganti arah dengan kecepatan cahaya (agak lebay ini). Ia juga memiliki mata yang sangat besar, dan dapat melihat dengan sudut hampir 360 derajat!
Serangga Terberat: Goliath Beetle
Serangga ini berasal dari keluarga scarab beetle, dan suka memakan tanaman mati. Ia memiliki panjang 2 hingga 4,3 inchi dan berat sekitar 3 hingga 3,5 oz (sekitar 28,35 gram). Mereka memainkan peran penting dalam ekosistem sebagai dekomposer.

Serangga Paling Mengganggu: No-See-Um

Serangga ini merupakan lalat yang sangat kecil yang berkumpul dalam sebuah kelompok dan terbang dalam arah yang tidak jelas. Mereka dapat melewati celah2 pintu atau jendela. Mereka utamanya hidup di tempat yang ada sumber airnya. Hanya yang betina yang menggigit dan menghisap darah, dengan tujuan mendapatkan protein untuk membesarkan telur2nya.

Serangga Terpanjang: Giant Stick Insect

Panjangnya sekitar 163 mm, dan jika dihitung ketika kakinya semua terentang, panjangnya menjadi 295 mm. Pada beberapa kasus, panjangnya bisa mencapai 20 inchi. Ada lebih dari 3.000 spesies dari serangga ini yang ditemukan, dan beberapa dari mereka memiliki sayap dan dapat terbang.

Serangga Ternyaring: Brevisana brevis

Spesies jangkrik ini bunyinya dapat terdengar hingga seperempat atau satu mil jauhnya. Pada jarak dekat, bunyinya dapat mencapai 120 dB. Sebagai pembanding, musik pada diskotik 'hanya' berukuran 100 dB. Kecil2 kenceng bener ya...

Serangga dengan Bentuk Teraneh: Thorn Bug

Ukuran dan warna serangga ini sangat bervariasi, namun biasanya, serangg dewasa berukuran tinggi sekitar 0,5 inchi dan berwarna hijau. Mereka ditemukan di Amerika Tengah dan Selatan, Meksiko, dan Florida Selatan.

Serangga dengan Waktu Hidup Terlama: Queen of Termites

Serangga ini diketahui telah hidup selama 50 tahun. Mereka telah ada di bumi sejak 200 juta tahun yang lalu. Serangga ini memakan kayu2 kering dan menyebabkan kerusakan pada rumah2 dibanding kebakaran dan badai. Ratunya dapat menelurkan 5.000 - 7.000 butir telur per hari.

Serangga Paling Merusak: Desert Locus

Jika rayap seperti di atas menyebabkan banyak kerusakan pada rumah, itu tidak ada artinya jika dibandingkan dengan kerusakan yang dihasilkan oleh Desert Locus. Mereka masing2 makan dengan ukuran yang sama dengan berat tubuhnya. Mereka memakan hampir semua jenis sayuran: dedaunan, bunga2an, padi, buah2an, sayur2an, biji2an...
Tahun 2003-2005 merupakan periode penyerangan desert locus paling buruk di Afrika Barat. Mereka telah menginvasi lebih dari 20 negara, dan biaya yang telah dikeluarkan untuk memerangi mereka melebihi $400 juta. Kerusakan yang dihasilkan pada perkebunan bernilai lebih dari $2,5 milyar. Waw....


Insects of the most unique in the world
In literature, this ant been known to kill humans. Insects are the most primitive species of all ants and are very aggressive. Length about 1 inch and could grow to 2 inches in some cases. As the name implies, this ant is found only in Australia and moves very fast.
Fastest Flying Insect: Horse Fly
This insect can fly with a speed of 90 MPH (miles per hour). He also has very good maneuverability in the air. He can turn and change direction with the speed of light (rather Animashaun this). He also has very large eyes, and can see the point of almost 360 degrees!
Toughest insects: Goliath Beetle
This insect comes from the scarab beetle family, and likes to eat the plants die. He has a length of 2 to 4.3 inches and weighs about 3 to 3.5 oz (approximately 28.35 grams). They play an important role in the ecosystem as a decomposer.
Most Annoying Insects: No-See-Um
These insects are very small flies that gather in a group and flew in a direction that is not clear. They can pass celah2 door or window. They mainly live in a place that is the source of water. Only the females bite and suck blood, with the purpose of obtaining proteins for raising telur2nya.
Longest Insect: Giant Stick Insect
About 163 mm in length, and if counted when his legs all stretched, its length becomes 295 mm. In some cases, the length can reach 20 inches. There are over 3,000 species of insects are found, and some of them have wings and can fly.
Insects Ternyaring: Brevisana brevis
This cicada species sounds can be heard up to a quarter or a mile away. At close range, the sound can reach 120 dB. For comparison, the music at discos 'just' the size of 100 dB. Kecil2 kenceng bener ya ...
Insects with Strangest Shape: Thorn Bug
Size and color of this insect is very variable, but usually, serangg adult size about 0.5 inches tall and green. They are found in Central and South America, Mexico, and South Florida.
Insects with Time Life Earliest: Queen of Termites
This insect is known to have lived for 50 years. They have existed on earth since 200 million years ago. These insects eat kayu2 dry and cause damage to the rumah2 than fires and storms. Queen can lay 5000-7000 eggs per day.
Most Destructive Insects: Desert Locus
If termites as above caused a lot of damage to the house, it's nothing compared to the damage produced by the Desert Locus. They masing2 eat with the same size with body weight. They eat almost any kind of vegetable: leaves, bunga2an, rice, buah2an, sayur2an, biji2an ...
Year 2003-2005 was a period of desert locus of the worst attack in West Africa. They have invaded more than 20 countries, and costs incurred to fight them over $ 400 million. Damage produced on plantations worth more than $ 2.5 billion. Waw ....

15 Hewan Teraneh di Dunia


Dunia ini dipenuhi dengan makhluk hidup yang aneh. Dari vertebrata hingga invertebrata, banyak makhluk hidup yang berbeda dari lainnya. Di sini akan dibahas 15 dari hewan-hewan teraneh di dunia.

1. Raja Heriang



 

Burung Heriang biasanya terlihat sebagai burung yang hitam, jelek dan membosankan. Namun, Raja Heriang adalah hewan yang berwarna-warni. Tubuhnya berwarna putih di bagian atas dan putih di bagian bawah, sementara kepalanya ditutupi berbagai warna mulai dari merah, oranye dan kuning sampai biru dan ungu. Ia juga punya pial di kepalanya. Heriang tidak punya pangkal tenggorokan tetapi mereka masih bisa mengeluarkan suara keras. Menurut mitologi Smuku Maya, burung ini merupakan penyampai pesan dari Tuhan.


2. Kepiting Laba-laba Jepang

 

Artropoda terbesar di dunia, kepiting besar ini mempunyai kaki yang panjangnya bisa mencapai 4 meter (13 kaku) dan beratnya 20 kilogram (44 pound). Mereka juga bisa hidup ribuan tahun.

3. Laba-laba Laut

Hewan yang bentuknya seperti laba-laba ini tinggal di kedalaman yang berbeda-beda di laut. Karakteristik yang paling menonjol selain tempat tinggalnya adalah kakinya yang besar (kalau dibandingkan dengan badannya). Mereka tidak memiliki sistem respirasi, tapi menggunakan difusi untuk bertahan hidup. Yang terbesar dari jenis ini adalah spesies Colossendeis colossea.

4. Kalajengking Cambuk

Arakhnida menakutkan ini memiliki pedipalus (penjepit) besar dan "cambuk" di tepi perut mereka. Yang lebih menakutkan adalah, hewan ini dapat menyemprotkan berbagai cairan kimia dari perut mereka, termasuk asam semut (asam formiat) (CH2O2), klorin dan campuran asam asetat (C2H4O2) dan asam oktanoic (C8H16O2), tergantung dari spesies mereka. Semprotan terakhir mereka baunya seperti cuka, karena itulah mereka juga disebut "Vinegarroons". Hewan serupa yang termasuk kalajengking cambuk (juga dikenal dengan sebutan kalajengking cambuk tanpa ekor) dan kalajengking cambuk mikro.

5. Lele Terbalik

Seperti namanya, ikan dari Afrika ini seringkali ditemukan berenang dalam keadaan terbalik. Diperkirakan mereka melakukan hal ini agar mereka dapat menjangkau makanan di permukaan air, seperti telur serangga. Warna tubuh mereka juga terbalik, tidak seperti kebanyakan ikan, perut mereka lebih gelap dari bagian atas tubuh mereka. Hal ini berguna untuk kamuflasi saat menghadapi pemangsa di atas. Mereka adalah ikan peliharaan populer dan mungkin saja dalam waktu dekat dijual di pet shop setempat.

6. Beruang Air

Hewan kecil yang seperti ulat ini adalah salah satu makhluk hidup terhebat yang pernah ada. Mereka dapat hidup hampir di mana saja, mulai dari sumber air panas hingga daerah kutub. Hebatnya lagi, mereka dapat masuk ke cryonic state (keadaan temperatur sangat rendah) yang membuat mereka hampir sepenuhnya kebal dari kerusakan lingkungan. Mereka dapat bertahan hidup di suhu lebih dari 150 derajat Celcius dan bahkan mendekati suhu nol mutlak. Mereka dapat menahan tekanan besar, radiasi dan bahkan ruang hampa udara. Paling banyak ditemukan di lumut dan tempat-tempat basah lainnya.

7. Ngengat Vampir

Tidak semua kupu-kupu dan ngengat minum nektar, ngengat vampir kenyataannya minum darah. Hal ini dilakukan dengan menggunakan belalainya yang menembus kulit dan meminum darah targetnya. Dan, ya, mereka kadang-kadang menggigit manusia. Untungnya mereka tidak menyebabkan penyakit. Hanya jantan yang menggigit.

8. Megalopyge Opercularis

Ngengat jenis ini berbulu banyak, apalagi sebagai ulat. Terkenal dengan beberapa sebutan, seperti ngengat kucing/ ulat kucing, ngengat flanel selatan, dan ulat berbisa, ngengat ini lebih mirip dengan kucing Persia daripada ulat. Mereka mungkin terlihat lucu tapi JANGAN pernah menyentuhnya. Seperti kebanyakan ulat, serangga kecil ini memiliki sistem pertahanan: rambut mereka sebenarnya duri beracun. Menyentuhnya tidak akan membunuh, tapi akan melukai dan menyebabkan bekas. Pertolongan pertama sebaiknya dilakukan jika secara tidak sengaja menyentuh ulat ini. Mereka menggunakan bulu mereka sebagai kepompong.

9. Kumbang Penggerek Jerapah

Seperti yang dikira, kumbang penggerek ini memiliki leher yang panjang dan ramping (hanya jantan yang punya). Leher yang panjang ini membantu si kumbang penggerek untuk membangun sarangnya. Mereka juga berwarna-warni, sebagian besar tubuhnya berwarna hitam dan merah.

10. Paus Sperma

Paus Sperma (Physeter macrocephalus) adalah hewan terbesar dalam kelompok paus bergigi sekaligus hewan bergigi terbesar di dunia. Paus ini dinamakan karena bahan putih susu spermaceti yang terdapat pada kepalanya, dan pada awalnya dikira sebagai sperma. Kepala Paus Sperma yang besar dan bentuk keseluruhannya yang berbeda, ditambah lagi kemunculannya dalam novel Moby-Dick yang ditulis oleh Herman Mellville, membuatnya dikenal sebagai paus arketipe (archetype). Dikenal sebagai paus terkecil di dunia. Panjangnya tidak lebih dari ukuran manusia dewasa.

11. Cnemidophorus Uniparens

Kadal ini mungkin terlihat biasa dari luar, tapi setelah ditelaah lebih dalam, sebuah fakta mengejutkan terungkap: di beberapa spesies, seperti New Mexico Whiptail, seluruhnya adalah betina. Mereka mengalami Partenogenesis, yang merupakan pembuahan embrio tanpa jantan untuk menghasilkan keturunan. Meskipun demikian, kadal ini masih butuh "kawin" untuk meningkatkan kesuburan.

12. Andean Cock-of-the-rock

Betina dari spesies burung ini sebenarnya cukup normal, tetapi jantannya memiliki kepala aneh yang terlihat besar, merah/oranye dan menonjol. Bulunya berwarna merah/oranye di bagian depan, hitam di bawah dan sedikit keabuan. Mereka adalah burung nasional dari Peru.

13. Umang-umang Kelapa

Artropoda terbesar yang hidup didaratan (berat mencapai 4,1 kilogram), umang-umang ini dikenal suka memanjat pohon kelapa dan memakan buahnya. Tidak seperti umang-umang lainnya, hanya anak-anak yang memakai tempurung kulit. Yang lebih tua biasanya memakai tempurung kelapa. Warna mereka berwarna-warni, seperti oranye dan biru. Mereka dirumorkan suka mencuri benda berkilau.

14. KatakBerambut

Katak afrika ini mendapatkan namanya dari struktur kulit samping yang mirip rambut pada jantan. Rambut ini digunakan untuk meningkatkan laju si katak menyerap oksigen, karena jantan menghabiskan waktu yang lama untuk menjaga telurnya. Fakta mengesankan lain dari katak ini adalah mereka memiliki cakar yang bisa ditarik keluar yang terbuat dari tulang (sebagai lawam keratin). Namun, untuk mengeluarkan cakar ini, katak harus mematahkan tulang bintil terlebih dahulu.

15. Ikan Barreleye

Keberadaannya sebenarnya sudah teridentifikasi sejak tahun 1939. Namun, itu hanya dari spesimen yang telah mati. Ikan yang terlihat dalam foto tersebut berukuran panjang sekitar 15 sentimeter. Para peneliti dari Monterey Bay Aquarium Research Institute (MBARI) memotretnya di perairan dalam dekat pantai tengah California. Ini adalah satu-satunya spesies ikan yang punya keunikan tersebut. Walaupun memiliki dua tonjolan di kepalanya, itu BUKAN mata. Matanya adalah dua bola hijau transparan di dalam kepalanya. Mata ini dapat digunakan untuk mencari makanan di atas atau melihat kedepan ketika memburu mangsanya.

 

 

15 World's Strangest Animals

This world is filled with strange creatures. From vertebrates to invertebrates, many different living from the other. Here will be discussed 15 of the strangest animals in the world.

1. King Heriang

Heriang bird is usually seen as a black bird, ugly and boring. However, King Heriang are animals that are colorful. Her body is white on top and white on the bottom, while his head covered with a variety of colors ranging from red, orange and yellow to blue and purple. He also had a wattle in his head. Heriang not have a larynx, but they still give off a loud noise. According to Smuku Maya mythology, this bird is a messenger from God.

2. Japanese spider crab

Largest arthropod in the world, it has great crab legs that can reach 4 meters in length (13 stiff) and weighs 20 kilograms (44 pounds). They also can live for thousands of years.

3. Sea Spiders

Animal that looks like the spider who lived in different depths in the sea. The most distinguishing characteristics other than their home is a big foot (when compared to their bodies). They have no respiratory system, but use diffusion to survive. The largest of this kind is Colossendeis colossea species.

4. Whip Scorpion

Scary arachnid has pedipalus (clamp) the magnitude and "whip" on the edge of their abdomen. Even more frightening is that these animals can inject various chemical liquids from their stomachs, including formic acid (formic acid) (CH2O2), a mixture of chlorine and acetic acid (C2H4O2) and oktanoic acid (C8H16O2), depending on their species. Their last spray smells like vinegar, which is why they are also called "Vinegarroons". Similar animals that include a whip scorpion (also known as tailless whip scorpions) and micro whip scorpions.

5. Catfish Reversed

As the name implies, fish from Africa are often found swimming in the circumstances upside down. It is estimated that they do this so they can reach food at the water surface, such as insect eggs. Their body color is also upside down, unlike most fish, their stomachs are much darker than the top of their bodies. This is useful for camouflage against predators at the top. They are a popular pet fish and may be in the near future sale in the local pet shop.

6. Water Bear

Small animals such as this caterpillar is one of the greatest creatures that ever existed. They can live almost anywhere, ranging from hot springs to polar regions. Amazingly, they can get into cryonic state (state of very low temperature) which makes them almost entirely immune from environmental damage. They can survive at temperatures over 150 degrees Celsius and even close to absolute zero temperature. They can withstand enormous pressure, radiation and even a vacuum. Most often found in moss and other wet places.

7. Vampire Moth

Not all butterflies and moths drink nectar, moths vampires drink blood reality. This is done by using a trunk that penetrates the skin and drink the blood of the target. And, yes, they sometimes bite humans. Fortunately they do not cause disease. Only males that bite.

8. Megalopyge Opercularis

This kind of hairy moth, especially as a caterpillar. Famous for some of the title, like a moth cat / caterpillar cats, southern flannel moth, and venomous caterpillars, moths are more similar to Persian cats than caterpillars. They may look cute but DO NOT ever touch it. Like most caterpillars, small insects have defense systems: their hair is actually poisonous spines. Touching it will not kill, but it will hurt and cause scars. First aid should be done if accidentally touched this caterpillar. They use their fur as a chrysalis.

9. Borer Beetles Giraffe

As thought, this weevil has a long neck and slender (only males have). This long neck helps the weevil to build its nest. They are also colorful, mostly black body and red.

10. Sperm Whale

Sperm Whale (physeter macrocephalus) is the largest animal in the group of toothed whales as well as the largest toothed animal in the world. Pope was named as spermaceti milky white material found on his head, and was originally mistaken for sperm. Head of a large Sperm Whale and a different overall shape, plus the appearance in the novel Moby-Dick, written by Herman Mellville, made him known as whales archetype (archetype). Known as the world's smallest whale. No longer than the size of an adult human.

11. Cnemidophorus Uniparens

These lizards may look ordinary from the outside, but when examined more deeply, revealed a surprising fact: in some species, such as the New Mexico whiptail, all are female. They go through parthenogenesis, which is the embryos without male fertilization to produce offspring. Nevertheless, these lizards still need "marriage" to increase fertility.

12. Andean Cock-of-the-rock

Females of this species is actually quite normal, but males have a large head that looks odd, red / orange and stand out. Its fur is red / orange in the front, black on the bottom and a little gray. They are the national bird of Peru.

13. Coconut sponger

The largest arthropods that live on land (weight reached 4.1 pounds), hermit crab is known to like to climb coconut trees and eat the fruit. Unlike other hermit crab, only the children who wear leather shell. The older usually wear a coconut shell. Their color, colorful, such as orange and blue. They are rumored to steal shiny objects.

14. KatakBerambut

African frog gets its name from the side shell structure similar to male hair. Hair is used to increase the rate of the frog to absorb oxygen, because males spent a long time to keep their eggs. Another impressive fact of this frog is that they have claws that can be pulled out which is made of bone (as lawam keratin). However, to remove the claw, the frogs have to break a bone nodule in advance.

15. Fish Barreleye

Its existence actually been identified since 1939. However, it was only from specimens that have died. Fish that are visible in the image size approximately 15 inches long. Researchers from the Monterey Bay Aquarium Research Institute (MBARI), photographed in deep water near the coast of central California. This is the only fish species that have such uniqueness. Although it has two bumps on his head, that's NOT the eye. Her eyes are two transparent green balls in his head. The eyes can be used to search for food on top or looking ahead when hunting prey.

Indramayu Cyber Comunnity Terbentuk

Semakin mudahnya masyarakat dalam mengakses informasi dan teknologi (IT) melalui media internet, tidak akan terlepas pula dari sisi negatif yang siap dikonsumsi oleh pemakainya (user) terutama dari generasi muda yang baru mengenal dunia internet dan mempunyai keingintahuan yang tinggi. Hal ini tentu saja membuat rasa khawatir bagi sebagian masyarakat yang telah melek IT.

Kekhawatiran dan keresahan itu ditunjukan oleh sebagian kecil komunitas pengguna, pekerja, maupun praktisi dalam dunia cyber di Indramayu untuk membentuk wadah yang bisa merencanakan, mengorganisir, bahkan mengawasi segala sesuatu tetntang dunia cyber yang ada di Indramayu.

Sabtu (25/12) sore mereka mendeklarasikan untuk menyamakan persepsi dan menggabungkan diri dalam satu wadah yakni Indramayu Cyber Comunnity (ICC) yang berlangsung di Rumah Makan Echa. Tampak hadir beberapa praktisi cyber dari berbagai pelosok Indramayu bahkan dari luar kota yang sengaja datang untuk menunjukan kepedulian terhadap perkembangan cyber di Indramayu. Pembentukan inipun mendapatkan apresiasi dari anggota legislative Toto Kuryanto yang hadir dalam pembentukan tersebut.

Dalam kesempatan itu, akhirnya seluruh peserta melakukan aklamasi untuk memilih Deni Sanjaya dan ditetapkan sebagai ketua ICC yang akan memimpin serta menyusun program kerja dan langkah konkret demi kemajuan dunia cyber di Indramayu.

Menurut Deni, dengan terbentuknya ICC ini diharapkan perkembangan cyber bisa terawasi bahkan bisa menjadi suatu lembaga konsultasi bagi organisasi, sekolah, dan juga lembaga pemerintahan dalam menerapkan dunia informasi dan teknologi.

Deni mengatakan, Komunitas yang terbentuk ini terbuka bagi siapa saja karena merupakan berasal dari masyarakat dan didedikasikan untuk masyarakat Indramayu, bahkan komunitas ini secara aktif telah melakukan pertemuan rutin baik secara online maupun offline. Biasanya mereka akan mengangkat suatu topik yang tengah hangat dan menjadi trendsetter di tengah masyarakat.

Sementara itu, salah seorang penggagas pertemuan tersebut, Yugi, berharap komunitas ini bisa bermanfaat dan diterima oleh masyarakat Indramayu serta menjadi tumpuan bagi perkembangan dunia cyber maupun IT di Indramayu. (by.deni - summarized by radioindramayu)

Mekanisme Pertahanan Diri Hewan Yang Unik


Katak yang mematahkan kaki-kakinya sendiri dan mengeluarkan cakar, kumbang yang menyemprotkan cairan panas pada musuhnya, ikan yang melingkupi musuhnya dengan casing tebal dari kotoran, atau semut yang bisa meletuskan tubuhnya. Ini semua hanya sedikit dari cara yang tidak biasa dari binatang untuk mempertahankan dirinya dari para predator. Memang aneh, tapi nyata. Inilah beberapa diantara mekanisme bertahan binatang yang aneh.
1. Semut yang Meletus


Ini benar-benar terjadi, satu jenis semut di Malaysia jika merasa ada bahaya yang mengancam akan menyebabkan tubuhnya meletus (mereka akan menunggu hingga musuhnya cukup dekat untuk dibunuh sebelum meledakkan diri). Tentara semut dari jenis camponotus saundersi ini memiliki kelenjar-kelenjar yang penuh dengan racun didalam tubuhnya. Ketika merasa ada bahaya mengancam, tubuhnya akan berkonstraksi, menyebabkan kelenjar-kelenjar itu meletus dan menyemburkan racun.

2. Ketimun Laut

Ketimun laut dapat merubah tubuhnya dalam keadaan yang berbeda-beda – dari padat menjadi lunak untuk mempertahankan dirinya. Dalam wikipedia dijelaskan seperti ini : “Sepertiechinoderms lainnya, hewan ini mempunyai jenis kolagen di kulitnya yang mampu mengeluarkan atau menyerap lebih banyak cairan yanbg secara efektif merubah dirinya dari keadaan “cair” menjadi “padat”. Mereka mampu merubah tubuhnya menjadi seperti bubur, kemudian menjadi potongan-potongan kecil dan menjadi gumpalan padat sehingga tidak bisa diurai.”
Lebih ajaibnya dari sekedar membelah diri menjadi potongan-potongan yang merupakan bagian dari tubuhnya ; binatang ini juga merubah bagian dalam tubuhnya menjadi keluar sehingga cairan dari sistem pencernaanya dapat menjadi racun bagi musuhnya.
3. Hagfish

Hagfish di lautan pasifik memiliki cara yang menjijikkan untuk mempertahankan dirinya. Ketika sedang diserang, akan menyemburkan kotoran yang mampu mencekik dan bikin sesak napas dengan membungkus predatornya ke dalam bahan pekat dan lengket. Sayangnya, kadang-kadang binatang ini terjebak sendiri ke dalam mekanisme pertahanannya ini, tapi biasanya dia akan memilin-milin tubuhnya menjadi simpul-simpul untuk meloloskan diri dari perangkap lengket ini.

4. Katak Berambut

Katak berambut atau “katak horror” dengan sengaja mematahkan tulang-tulangnya sendiri dan menjadikannya seperti cakar kucing. Seperti Wolverwine, hanya kotor dan lebih menakutkan karena ini memang katak aneh. Para ilmuwan tidak mengerti kenapa cakarnya bisa ditarik kembali setelah menembus kulitnya. Menurut New Scientist: “Trichobatrachus robustus secara aktif mematahkan tulang-tulangnya sendiri untuk membuat cakar-cakar yang menusuk ujung jari kakinya, kemungkinan ini ketika merasa terancam.”

5. Kumbang Bombardir

Kumbang bombardir mungkin kelihatannya seperti innocent, tapi binatang ini terkenal karena bisa menyemprotkan cairan panas dan beracun ke arah calon predatornya.

6. Kadal Bertanduk

Kadal bertanduk kelihatannya seperti kadal biasa yang ditemukan di bagian barat daya
Amerika. Kadal ini tidak menggunakan tanduknya sebagai alat pertahanan diri ketika diserang, melainkan dengan memompa rongga di hidungnya hingga darah yang mengalir di matanya meletus dan menyemburkan darah itu ke arah musuhnya.

7. Kuskus

Kuskus atau Skunk sebenarnya adalah mamalia kecil yang menarik dan beberapa orang juga menjadikannya binatang peliharaan. Kuskus adalah pemakan segala (omnivora) tapi akan mati jika tidak ada serangga atau lebah, makanan favorit mereka. Meski aroma mereka yang luar biasa bisa tercium hingga sangat jauh, penglihatan mereka sangat lemah, dan kebanyakan kuskus hanya mampu melihat hingga jarak 10 kaki saja. Akibatnya banyak yang tertangkap – separuhnya mati, karena diburu manusia. Seluruh anggota keluarga Mustelidae dapat menyemburkan bau, tapi kuskuslah yang paling dikenal. “Parfum” anus kuskus sangat powerful yang jika disemburkan langsung, korbannya akan mengalami kebutaan sesaat.

8. Tupai (Opossum)

Tupai kecil yang lucu punya banyak trik untuk mekanisme pertahanan dirinya. Dia dapat berpura-pura mati! Dia bisa mengeluarkan busa di mulutnya sehingga predatornya akan mengaggapnya seperti keracunan, atau sakit. Hewan ini juga mengeluarkan cairan anus berwarna hijau yang baunya mirip aroma kuskus yang menyengat. Tupai berpura-pura mati yang sebenarnya seperti pingsan sesaat, sehingga membuat predator yang memang ingin membunuhnya enggan mendekatinya.

9. Kumbang Kentang

Kumbang Kentang (potato beetle) melindungi dirinya dengan bau yang menyengat untuk mennghidari dijadikan mangsa. Kotoran kumbang kentang ini sebenarnya beracun bagi predatornya. Dengan bau yang menyengat tapi cukup efektif!
sumber: http://www.ngobrolaja.com/showthread.php?t=81004


Self Defense Mechanism Unique Animals
Frogs are breaking their own legs and claws out, the beetle squirts hot fluid on his enemies, the fish surrounding the enemy with a thick casing of dirt, or ants that could detonate his body. This is all just a bit of an unusual way from animals to defend themselves from predators. It was strange, but true. Here are a few coping mechanisms among a strange beast.

1. Ants that erupts
This really happened, one type of ant in Malaysia if you feel there is a danger that threatened to cause her body erupt (they will wait until the enemy is close enough to be killed before it exploded.) Army ants of Camponotus saundersi have glands that are full of poison in his body. When feel there is danger threatens, the body will berkonstraksi, causing the glands that erupted and spewing venom.
2. Sea Cucumber
Sea cucumbers can change his body in different circumstances - from solid to soft to defend itself. In wikipedia is described like this: "Another Sepertiechinoderms, these animals have a kind of collagen in the skin that is able to remove or absorb more fluids yanbg effectively transform themselves from being" liquid "to" solid ". They were able to alter his body to be like porridge, then into small pieces and a solid lump that can not be parsed. "
More magical than simply splitting into pieces which are part of the body; these animals also changed the inside of his body become out so that fluid from the system pencernaanya can be toxic to the enemy.

3. Hagfish
Hagfish in the Pacific Ocean has a disgusting way to defend himself. When under attack, will give off the dirt that could make a strangled and shortness of breath with predator wrapped into a thick and sticky material. Unfortunately, sometimes these animals are trapped themselves into a defense mechanism, but usually he would his body twisting into knots to get away from this sticky traps.

4. Headed Frog
Toad-headed or "Horror frog" deliberately break its own bones and make it like a cat's claws. As Wolverwine, just dirty and more terrifying because it's a strange frog. The scientists do not understand why his claws can be pulled back after penetrating the skin. According to New Scientist: "Trichobatrachus robustus actively breaks its own bones to make the claws piercing her toes, this possibility when it feels threatened."

5. Beetles bombardment
Bombardment beetle might seem like innocent, but the animal is famous because it can spray hot liquid and toxic to the prospective predators.

6. Horned lizard
Horned lizard looks like a regular lizard found in the southwestern part
America. These lizards do not use the horn as a tool of self defense when attacked, but with the pumping cavity in the nose until the blood that flows in her eyes burst and the blood squirted toward the enemy.

7. Fitch
Skunk polecat or actually is an interesting small mammals and some people also make a pet. Possum is eating everything (omnivorous), but will die if no insects or bees, their favorite food. Despite their incredible aroma can be smelled until very far, their eyesight is very weak, and mostly possum can only see up to a distance of 10 feet. As a result many are caught - half dead, because humans hunted. All members of the Mustelidae family can give off odors, but kuskuslah the best known. "Perfume" anus fitch very powerful if sprayed directly, the victim will experience momentary blindness.

8. Squirrel (Opossum)
The cute little squirrel had plenty of tricks for her defense mechanism. He can pretend to die! He can remove the foam at the mouth so that predators will mengaggapnya such as poisoning, or hurt. These animals also issued green anal fluid that smelled like the stinging smell of possum. Dead squirrels pretend to actually like fainting moment, thus making the predators who really want to kill him reluctant to approach him.

9. Potato Beetle
Potato beetle (potato beetle) protects herself with strong odors to mennghidari become prey. Potato beetle dung is actually poisonous to predators. With a strong smelling but effective!
source: http://www.ngobrolaja.com/showthread.php?t=81004

Cara Hewan Berjalan di Atas Air


Lebih dari 1.200 spesies hewan berevolusi memiliki kemampuan untuk berjalan di atas air. Tak hanya hewan kecil seperti serangga dan laba-laba beberapa reptil, burung dan bahkan mamalia juga mengembangkan bakat ini.
Meskipun ada banyak teknik untuk berjalan di atas air, namun dikategorikan dalam dua menepuk dan meluncur, menurut paper tahun 2006 dari jurnal Tahunan Review of Fluid Mechanics.
Hewan-hewan kecil masuk dalam ketegori meluncur. Serangga, seperti laba-laba air, dapat meluncur atau lari cepat di permukaan air. Makhluk ini cukup kecil dan beratnya dapat didukung hampir seluruhnya oleh tegangan permukaan, yang merupakan kekuatan relatif lemah perekatan molekul air secara bersama-sama.
Untuk hewan-hewan ini, meluncur di air sama dengan bagaimana manusia bisa terangkat di trampolin, menurut John Bush, seorang matematikawan di Institut Teknologi Massachusetts yang mengkhususkan diri dalam dinamika fluida.
Ketika berjalan di air serangga atau laba-laba menekan air, kakinya bengkok dan merusak permukaan, tetapi tidak sampai menerobos. Permukaan kemudian memantul kembali, mendorong ke atas.
Tegangan permukaan membuat tenaga seperti itu mungkin terjadi. Molekul air itu melekat molekul air lain di sekitarnya, ke segala penjuru.
Namun kaki kedap air juga diperlukan. Hewan ini memiliki lapisan mikroskopis rambut padat di kaki mereka, yang dapat dilapisi dengan lilin yang menolak air. Atau rambut perangkap dari bantal udara di sekitar kaki mereka.
“Tanpa adaptasi ini, air akan merendam kaki seperti tenggelam melalui trampoline,” kata Bush.
Bagi hewan yang lebih besar, bisa berjalan di atas air dengan menepuk. Kekuatan tegangan permukaan terlalu lemah untuk mendukung berat tubuh yang lebih besar.
Kadal basilisk, burung air termasuk Western Grebe bahkan beberapa ekor lumba-lumba bisa berjalan di permukaan dengan kekuatan dan kecepatan yang cukup untuk menjaga tubuh mereka tidak tenggelam.
Kadal basilisk misalnya, bisa lari dengan kecepatan lebih dari lima meter per detik dengan menepuk air dengan kaki belakangnya. Itu mendorong air dari kakinya, dan menciptakan kantong udara kecil di sekitar kaki. Namun kadal harus menggerakkan kakinya cukup cepat, sehingga kantong udara tidak menutup sekitar kaki dan menyeretnya ke dalam air.
Kadal kecil dapat lebih mudah menghasilkan gaya yang dibutuhkan untuk mengangkat mereka keluar dari air. Sedangkan yang lebih besar harus ancang-ancang di darat untuk mencapai momentum yang dibutuhkan, untuk mendukung berat badan dan tetap bisa bertahan.
Sebagian besar hewan hanya bisa melakukan perjalanan jarak pendek di atas air. Beberapa seperti kadal basilisk, melakukannya untuk menghindari predator di darat. Sementara yang lain seperti laba-laba nelayan untuk mencari makanan. Dan yang lain melakukannya sebagai bagian dari ritual kawin yang rumit, seperti Western Grebe.

How to Walk in the Upper Water Animals

More than 1,200 animal species have evolved the ability to walk on water. Not only small animals such as insects and spiders, some reptiles, birds and even mammals are also developing this talent.

Although there are many techniques for walking on water, but are categorized in two patted and rolled, according to the paper in 2006 from the journal Annual Review of Fluid Mechanics.

Small animals into the categories slide. Insects, like a water spider, can glide or run faster at the surface of the water. These creatures are quite small and its weight can be supported almost entirely by surface tension, which is a relatively weak bonding strength of water molecules together.

For these animals, gliding through the water similar to how humans can be lifted in the trampoline, according to John Bush, a mathematician at the Massachusetts Institute of Technology who specializes in fluid dynamics.

When walking on water insects or spiders hit the water, his legs bent and damaged surface, but not until the break. Surface and then bounced back, pushing upward.

Surface tension makes power like that might happen. Water molecules were attached to other water molecules around it, in all directions.

However, water-resistant leg is also required. It has a microscopic layer of dense hair on their legs, which can be coated with water-repellent wax. Or hair trap from the air cushion around their feet.

"Without these adaptations, the water will soak the feet like sinking through the trampoline," said Bush.

For larger animals, can walk on water with a pat. The strength of surface tension is too weak to support body weight is greater.

Basilisk lizards, water birds including the Western Grebe and even some dolphins tail can walk on the surface with power and speed sufficient to keep their bodies do not drown.

Basilisk lizard, for example, can run at speeds of more than five meters per second with a tap water with its hind legs. That pushed the water from his feet, and create a small air pocket around the foot. But lizards have to move his feet fast enough, so that the air bag did not close around the legs and dragged him into the water.

Small lizards can more easily generate the force needed to lift them out of the water. While the larger must square off on the ground to achieve the momentum required, to support the weight and still survive.

Most animals can only travel a short distance above the water. Some such as the basilisk lizard, do it to avoid predators on land. While others such as fishing spiders for food. And the others do so as part of an elaborate mating ritual, like the Western Grebe.

14 Spesies Mamalia Paling Langka & Unik yang Nyaris Punah

Zoological Society of London kembali meluncurkan daftar EDGE (Evolutionarily Distinct, Globally Endangered) 2010, setelah terakhir update pada tahun 2007 lalu. EDGE ini merupakan daftar hewan-hewan yang statusnya terancam punah, bahkan beberapa mungkin sudah punah.
Berikut ini adalah 14 spesies mamalia teratas menurut daftar EDGE yang paling langka :

1. Ekidna moncong panjang timur (Zaglossus bartoni)

2. Ekidna moncong panjang barat (Zaglossus bruijnii) 


 

Ekidna moncong panjang timur dan barat punya fitur yang unik, yakni perpaduan antara mamalia dan reptil. Keduanya juga nyaris punah akibat perburuan dan kehilangan habitat, akibat aktivitas pertambangan, pertanian dan penebangan liar.

3. Ekidna moncong panjang Sir David (Zaglossus attenboroughi)

 

Dari seluruh spesies ekidna moncong panjang, ekidna moncong panjang Sir David adalah yang paling kecil dan mungkin paling terancam punah. Spesies ini awalnya dikenali dari sebuah spesimen yang ditemukan pada tahun 1961, yang kemudian dipercaya telah punah, hingga kemudian tim EDGE menemukan bukti bahwa spesies ini masih bertahan pada tahun 2007. Distribusi dari ketiga spesies ekidna ini terletak di Papua dan Papua Nugini.

4. Greater Short-Tailed Bat (Mystacina robusta)

 

Kelelawar ekor pendek yang terbesar di New Zealand ini kemungkinan sudah punah menyusul kedatangan orang Eropa disana sejak 200 tahun lalu. Tidak seperti saudara dekatnya, lesser short-tailed bat, spesies ini lebih banyak menghabiskan waktu di tanah, sehingga rentan terhadap serangan predator seperti tikus.
Belum ada penampakan kelelawar ini sejak tahun 1967. Ada laporan yang terdengar, namun sulit untuk diverifikasi karena area yang dilaporkan ini dimiliki oleh suku lokal Maori, dan sulit untuk memperoleh izin masuk daerah tersebut.

5. Baiji (Lipotes vexillifer)

 

Baiji, atau lumba-lumba di Sungai Yangtze, kemungkinan sudah punah, karena hanya 13 saja yang ditemukan selama survei populasi antara 1997 dan 1999. Survei terbaru yang dilakukan tidak berhasil menemukan satupun baiji yang tersisa di sungai tersebut.

Sungai Yangtze yang sangat ramai ini mengakibatkan Baiji kehilangan habitatnya dan populasinya menurun drastis, akibat aktivitas pemancingan maupun polusi limbah.

6. Mountain Pygmy Possum (Burramys parvus)

 

Spesies ini merupakan jenis marsupial unik yang awalnya hanya diketahui dari fosilnya saja, hingga kemudian ditemukan pada tahun 1966 pada sebuah resort ski di Victoria.

Ia merupakan salah satu dari pygmy possum terbesar di Australia, dan merupakan mammalia kecil yang umurnya terpanjang di dunia, dimana betinanya bisa mencapai usia lebih dari 12 tahun. Sayangnya, kehadiran industri resort ski yang menjamur di Australia mengakibatkan possum kecil ini kehilangan habitatnya hingga kini nyaris punah.

7. Solenodon Kuba (Solenodon cubanus)

8. Solenodon Hispaniola (Solenodon paradoxus)

Solenodon memang rupanya mirip dengan tikus, tapi mereka tidak seperti tikus sama sekali. Solenodon ini merupakan satu-satunya mamalia yang menginjeksi korbannya dengan racun.

Solenodon hanya terdiri dari dua spesies, yakni Hispaniolan solenodon yang ditemukan di Kepulauan Hispaniola dan Cuban solenodon yang distribusinya di Kuba.

Sebelum kolonisasi orang Eropa, spesies ini merupakan predator yang dominan di habitatnya, namun seiring berjalannya waktu, mereka kalah dengan predator baru semacam anjing, kucing dan luwak.

9. Kelinci Riverine (Bunolagus monticularis)

 

Spesies kelinci Riverine ini, berbeda dengan sebagian besar keluarga kelinci lainnya karena satu hal, yakni tidak berkembang biak seperti kelinci. Ketika spesies kelinci pada umumnya bisa membesarkan 12 bayi tiap kali hamil, dan berkali-kali hamil dalam satu musim, kelinci ini hanya bisa membesarkan satu anak dalam satu waktu, dan ia hanya hidup selama 3 atau 4 tahun di alam terbuka. Habitat kelinci ini di gurun Karoo, Afrika, terancam akibat gurun tersebut kerap menjadi lahan pertanian.

10. Badak Bercula Dua Sumatra (Dicerorhinus sumatrensis)

 

Badak bercula dua ini merupakan yang paling kecil dan terancam dari lima jenis spesies badak yang masih bertahan hidup. Spesies ini hidup di pedalaman hutan Asia Tenggara, sebagian besar di Indonesia.
Sayangnya, aktivitas manusia seperti penggundulan hutan mengakibatkan populasinya turun drastis sehingga terancam punah, diestimasikan hanya sekitar 275 ekor yang hidup hingga saat ini.

11. Badak Hitam (Diceros bicornis)

 

Badak hitam dan putih tidak dinamakan berdasarkan warna tubuh, melainkan bentuk bibirnya. Badak hitam punya bibir atas yang mengatup, yang digunakan untuk menarik tumbuhan ke dalam mulutnya.
Spesies ini dikenal berbahaya, sehingga banyak mengalami pembunuhan dibandingkan badak lainnya. Populasi ini mengalami penurunan drastis sebanyak 96% antara tahun 1970 hingga 1992.
Selain itu, berbeda dengan mamalia lainnya, badak membutuhkan kondisi lingkungan yang spesial untuk bisa berkembang biak. Badak betina membutuhkan teman-teman badak betina yang lain untuk menemaninya dalam mengembangbiakkan dan membesarkan badak muda.

12. Wombat Hidung Berbulu dari Selatan (Lasiorhinus krefftii)

 

Hanya tiga spesies wombat yang saat ini masih bertahan hidup, dan ini salah satunya. Wombat merupakan makhluk yang beraktivitas di malam hari, dan kebanyakan dilakukan sendirian. Sepanjang hari, wombat tinggal di dalam lubang, dan baru keluar di malam hari untuk memakan rerumputan.
Wombat banyak kehilangan habitat akibat aktivitas pertanian, serta predator-predator yang diperkenalkan ke Australia, terutama dingo.

13. Onta Bactrian (Camelus ferus)

 

Spesies onta ini dapat dibedakan dari onta Arab dari kedua punuknya. Onta Bactrian ini harus beradaptasi di Gurun Gobi yang ganas, salah satu tempat yang paling berbahaya dan rawan di bumi.
Spesies ini dapat bertahan dari dahaga yang panjang, kekurangan makanan bahkan radiasi pengujian nuklir. Namun, eksistensi mereka kini terancam akibat kompetisi memperebutkan air dan makanan, perburuan serta kehilangan habitat.
Onta ini juga punya adaptasi yang unik dalam menghadapi cuaca ekstrim. Bulunya bisa menjadi sangat tebal ketika musim dingin, sementara nyaris tidak berbulu ketika musim panas. Selain itu, mereka punya kaki yang lembut, yang mirip seperti sepatu salju, untuk mencegahnya terperosok ke dalam pasir gurun.

14. Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus)

 

Dengan tidak lebih dari 60 ekor yang tersisa, badak Jawa atau badak bercula satu kecil ini merupakan spesies badak yang paling langka dibandingkan lainnya. Ia mempunyai cula satu dan kulit yang amat tebal, bahkan disebut-sebut menyerupai besi baja.
Seperti badak lainnya, spesies ini memakan tumbuh-tumbuhan dan kebanyakan menghabiskan waktunya untuk berendam dalam lumpur untuk mendinginkan tubuh.

Meskipun populasinya kini dijaga dalam taman nasional, namun culanya masih banyak diburu, sehingga populasinya masih tetap terancam. Populasinya yang kecil juga mengakibatkan mereka sangat beresiko menghadapi penyakit dan bencana alam yang besar.


14 Most Endangered Mammal Species of Nearly Extinct & Unique
Zoological Society of London re-launch list EDGE (Evolutionarily Distinct, Globally Endangered) 2010, after the last update in 2007. EDGE is a list of animals whose status is threatened with extinction, even some may already be extinct.
Here are the top 14 species of mammals according to the list of the rarest EDGE:
1. Eastern Long-beaked Echidna (Zaglossus bartoni)
2. Western Long-beaked Echidna (Zaglossus bruijnii)
Long-beaked Echidna east and west have a unique feature, namely solidarity between mammals and reptiles. Both are also nearly extinct due to poaching and habitat loss, due to mining activities, agriculture and illegal logging.
3. Sir David's Long-beaked Echidna (Zaglossus attenboroughi)
Of all the species of Long-beaked Echidna, Long-beaked Echidna Sir David is the smallest and perhaps most threatened with extinction. This species was originally identified from a specimen found in 1961, which is then believed to have been extinct, until then EDGE team found evidence that this species still survived in 2007. Distribution of the three species of beaked is located in Papua and New Guinea.
4. Greater Short-Tailed Bat (Mystacina robusta)
The biggest short-tailed bats in New Zealand will probably be extinct following the arrival of Europeans there since 200 years ago. Unlike a close relative, lesser short-tailed bat, this species spend more time on the ground, so vulnerable to attack predators such as rats.
There has been no sightings of this bat since 1967. There are reports that sounded, but it is difficult to verify because of the reported area is owned by the local Maori tribe, and it is difficult to obtain permission to enter the area.
5. Baiji (Lipotes vexillifer)
Baiji, or a dolphin in the Yangtze River, possibly already extinct, since only 13 are found during the survey population between 1997 and 1999. A recent survey conducted failed to find any Baiji in the river left.
Yangtze River has resulted in a very crowded Baiji lose their habitat and the population dropped dramatically, due to fishing activities and waste pollution.
6. Mountain Pygmy Possum (Burramys Parvus)
This species is unique marsupial species that initially only known from fossils only, until then discovered in 1966 at a ski resort in Victoria.
He is one of the largest pygmy possums in Australia, and is the small mammals of an age the longest in the world, where the females can reach more than 12 years of age. Unfortunately, the presence of the ski resort industry that flourished in Australia resulted in small possums are losing their habitat to the now almost extinct.
7. Solenodon Cuba (Solenodon cubanus)
8. Solenodon Hispaniola (Solenodon paradoxus)
Solenodon was apparently similar to the rat, but they do not like rats at all. Solenodon these are the only mammals who injects his victims with poison.
Solenodon consists of only two species, the Hispaniolan solenodon found in the islands of Hispaniola and the distribution solenodon Cuban in Cuba.
Before European colonization, this species is the dominant predators in their habitat, but over time, they lose with such a new predator dogs, cats and mongoose.
9. Riverine rabbit (Bunolagus monticularis)
Riverine rabbit species, unlike most other rabbit families for one thing, that do not breed like rabbits. When the rabbit species in general can raise 12 babies each time pregnant, and pregnant many times in one season, this rabbit can only raise one child at a time, and he only lived for 3 or 4 years in the open. This rabbit habitat in the Karoo desert, Africa, the desert is often threatened due to agricultural land.
10. Two Sumatran rhinoceros (Dicerorhinus sumatrensis)
This two-horned rhino is the smallest, most endangered of the five rhino species surviving. This species lives in the interior forests of Southeast Asia, mostly in Indonesia.
Unfortunately, human activities such as deforestation resulted in population decline drastically so threatened with extinction, it's estimated only about 275 goats which live up to this moment.
11. Black Rhinoceros (Diceros bicornis)    
Black and white rhino is not named for the color of the body, but the form of lips. Black rhinos have upper lips shut, used to draw plants in their mouths.
This species is known to be dangerous, so many experienced homicide than other rhinos. This population decreased drastically by 96% between 1970 to 1992.
In addition, unlike other mammals, rhinos require special environmental conditions in order to multiply. Female rhinos need friends the other female rhino to accompany him in the breeding and raising young rhino.
12. Southern Hairy Nose Wombat (Lasiorhinus krefftii)
Only three species of wombats are currently still survive, and this is one of them. Wombat is a creature who move at night, and mostly done alone. All day long, wombat lives in the hole, and only come out at night to eat grass.
Wombat considerable loss of habitat due to agricultural activities, as well as predators that were introduced into Australia, especially the Dingo.
13. Bactrian camel (Camelus Ferus)
Camel species can be distinguished from Arab camel from both punuknya. Bactrian camel has to be adapted in a ferocious Gobi Desert, one of the most dangerous places on earth and vulnerable.
This species can survive the long thirst, lack of food even nuclear test radiation. However, their existence is threatened due to water and food fight competition, hunting and habitat loss.
Camel also has a unique adaptation in the face of extreme weather. Its fur can be very thick during the winter, while almost no fur when the summer. In addition, they have soft feet, which looks like snow shoes, to prevent it from plunging into the desert sand.
14. Javan rhinoceros (Rhinoceros sondaicus)
With no more than 60 head are left, or the Javan rhinoceros is a small one of the most endangered rhino species than others. He has a single horn and a very thick skin, even so-called iron-like steel.
As with other rhinos, this species eat plants and most of his time to soak in the mud to cool the body.
Although its population is now preserved in national parks, but still a lot culanya hunted, so the population is still threatened. Small population also resulted in their very risky deal with diseases and major natural disaster.