Legenda Candi Prambanan - Asal Usul Candi prambanan

Alkisah, pada dahulu kala terdapat sebuah kerajaan besar yang bernama Prambanan. Rakyatnya hidup tenteran dan damai. Tetapi, apa yang terjadi kemudian? Kerajaan Prambanan diserang dan dijajah oleh negeri Pengging. Ketentraman Kerajaan Prambanan menjadi terusik. Para tentara tidak mampu menghadapi serangan pasukan Pengging. Akhirnya, kerajaan Prambanan dikuasai oleh Pengging, dan dipimpin oleh Bandung Bondowoso.

Bandung Bondowoso seorang yang suka memerintah dengan kejam. “Siapapun yang tidak menuruti perintahku, akan dijatuhi hukuman berat!”, ujar Bandung Bondowoso pada rakyatnya. Bandung Bondowoso adalah seorang yang sakti dan mempunyai pasukan jin. Tidak berapa lama berkuasa, Bandung Bondowoso suka mengamati gerak-gerik Loro Jonggrang, putri Raja Prambanan yang cantik jelita. “Cantik nian putri itu. Aku ingin dia menjadi permaisuriku,” pikir Bandung Bondowoso.

Esok harinya, Bondowoso mendekati Loro Jonggrang. “Kamu cantik sekali, maukah kau menjadi permaisuriku ?”, Tanya Bandung Bondowoso kepada Loro Jonggrang. Loro Jonggrang tersentak, mendengar pertanyaan Bondowoso. “Laki-laki ini lancang sekali, belum kenal denganku langsung menginginkanku menjadi permaisurinya”, ujar Loro Jongrang dalam hati. “Apa yang harus aku lakukan ?”. Loro Jonggrang menjadi kebingungan. Pikirannya berputar-putar. Jika ia menolak, maka Bandung Bondowoso akan marah besar dan membahayakan keluarganya serta rakyat Prambanan. Untuk mengiyakannya pun tidak mungkin, karena Loro Jonggrang memang tidak suka dengan Bandung Bondowoso.

“Bagaimana, Loro Jonggrang ?” desak Bondowoso. Akhirnya Loro Jonggrang mendapatkan ide. “Saya bersedia menjadi istri Tuan, tetapi ada syaratnya,” Katanya. “Apa syaratnya? Ingin harta yang berlimpah? Atau Istana yang megah?”. “Bukan itu, tuanku, kata Loro Jonggrang. Saya minta dibuatkan candi, jumlahnya harus seribu buah. “Seribu buah?” teriak Bondowoso. “Ya, dan candi itu harus selesai dalam waktu semalam.” Bandung Bondowoso menatap Loro Jonggrang, bibirnya bergetar menahan amarah. Sejak saat itu Bandung Bondowoso berpikir bagaimana caranya membuat 1000 candi. Akhirnya ia bertanya kepada penasehatnya. “Saya percaya tuanku bias membuat candi tersebut dengan bantuan Jin!”, kata penasehat. “Ya, benar juga usulmu, siapkan peralatan yang kubutuhkan!”

Setelah perlengkapan di siapkan. Bandung Bondowoso berdiri di depan altar batu. Kedua lengannya dibentangkan lebar-lebar. “Pasukan jin, Bantulah aku!” teriaknya dengan suara menggelegar. Tak lama kemudian, langit menjadi gelap. Angin menderu-deru. Sesaat kemudian, pasukan jin sudah mengerumuni Bandung Bondowoso. “Apa yang harus kami lakukan Tuan ?”, tanya pemimpin jin. “Bantu aku membangun seribu candi,” pinta Bandung Bondowoso. Para jin segera bergerak ke sana kemari, melaksanakan tugas masing-masing. Dalam waktu singkat bangunan candi sudah tersusun hampir mencapai seribu buah.

Sementara itu, diam-diam Loro Jonggrang mengamati dari kejauhan. Ia cemas, mengetahui Bondowoso dibantu oleh pasukan jin. “Wah, bagaimana ini?”, ujar Loro Jonggrang dalam hati. Ia mencari akal. Para dayang kerajaan disuruhnya berkumpul dan ditugaskan mengumpulkan jerami. “Cepat bakar semua jerami itu!” perintah Loro Jonggrang. Sebagian dayang lainnya disuruhnya menumbuk lesung. Dung… dung…dung! Semburat warna merah memancar ke langit dengan diiringi suara hiruk pikuk, sehingga mirip seperti fajar yang menyingsing.

Pasukan jin mengira fajar sudah menyingsing. “Wah, matahari akan terbit!” seru jin. “Kita harus segera pergi sebelum tubuh kita dihanguskan matahari,” sambung jin yang lain. Para jin tersebut berhamburan pergi meninggalkan tempat itu. Bandung Bondowoso sempat heran melihat kepanikan pasukan jin.

Paginya, Bandung Bondowoso mengajak Loro Jonggrang ke tempat candi. “Candi yang kau minta sudah berdiri!”. Loro Jonggrang segera menghitung jumlah candi itu. Ternyata jumlahnya hanya 999 buah!. “Jumlahnya kurang satu!” seru Loro Jonggrang. “Berarti tuan telah gagal memenuhi syarat yang saya ajukan”. Bandung Bondowoso terkejut mengetahui kekurangan itu. Ia menjadi sangat murka. “Tidak mungkin…”, kata Bondowoso sambil menatap tajam pada Loro Jonggrang. “Kalau begitu kau saja yang melengkapinya!” katanya sambil mengarahkan jarinya pada Loro Jonggrang. Ajaib! Loro Jonggrang langsung berubah menjadi patung batu. Sampai saat ini candi-candi tersebut masih ada dan disebut Candi Loro Jonggrang. Karena terletak di wilayah Prambanan, Jawa Tengah, Candi Loro Jonggrang dikenal sebagai Candi Prambanan

Sumber: e-smartschool.com

Legenda Rakyat Batu Golog - Kumpulan Cerita rakyat

Pada jaman dahulu di daerah Padamara dekat Sungai Sawing di Nusa Tenggara Barat hiduplah sebuah keluarga miskin. Sang istri bernama Inaq Lembain dan sang suami bernama Amaq Lembain

Mata pencaharian mereka adalah buruh tani. Setiap hari mereka berjalan kedesa desa menawarkan tenaganya untuk menumbuk padi.

Kalau Inaq Lembain menumbuk padi maka kedua anaknya menyertai pula. Pada suatu hari, ia sedang asyik menumbuk padi. Kedua anaknya ditaruhnya diatas sebuah batu ceper didekat tempat ia bekerja.

Anehnya, ketika Inaq mulai menumbuk, batu tempat mereka duduk makin lama makin menaik. Merasa seperti diangkat, maka anaknya yang sulung mulai memanggil ibunya: “Ibu batu ini makin tinggi.” Namun sayangnya Inaq Lembain sedang sibuk bekerja. Dijawabnya, “Anakku tunggulah sebentar, Ibu baru saja menumbuk.”

Begitulah yang terjadi secara berulang-ulang. Batu ceper itu makin lama makin meninggi hingga melebihi pohon kelapa. Kedua anak itu kemudian berteriak sejadi-jadinya. Namun, Inaq Lembain tetap sibuk menumbuk dan menampi beras. Suara anak-anak itu makin lama makin sayup. Akhirnya suara itu sudah tidak terdengar lagi.

Batu Goloq itu makin lama makin tinggi. Hingga membawa kedua anak itu mencapai awan. Mereka menangis sejadi-jadinya. Baru saat itu Inaq Lembain tersadar, bahwa kedua anaknya sudah tidak ada. Mereka dibawa naik oleh Batu Goloq.

Inaq Lembain menangis tersedu-sedu. Ia kemudian berdoa agar dapat mengambil anaknya. Syahdan doa itu terjawab. Ia diberi kekuatan gaib. dengan sabuknya ia akan dapat memenggal Batu Goloq itu. Ajaib, dengan menebaskan sabuknya batu itu terpenggal menjadi tiga bagian. Bagian pertama jatuh di suatu tempat yang kemudian diberi nama Desa Gembong olrh karena menyebabkan tanah di sana bergetar. Bagian ke dua jatuh di tempat yang diberi nama Dasan Batu oleh karena ada orang yang menyaksikan jatuhnya penggalan batu ini. Dan potongan terakhir jatuh di suatu tempat yang menimbulkan suara gemuruh. Sehingga tempat itu diberi nama Montong Teker.

Sedangkan kedua anak itu tidak jatuh ke bumi. Mereka telah berubah menjadi dua ekor burung. Anak sulung berubah menjadi burung Kekuwo dan adiknya berubah menjadi burung Kelik. Oleh karena keduanya berasal dari manusia maka kedua burung itu tidak mampu mengerami telurnya.



Sumber: www.seasite.niu.edu

Biografi Lengkap Okto Maniani

Selebriti Profil kali ini akan menyajikan biodata atau biografi dari salah satu pemain Timnas Garuda Indonesia yang masih muda namun sangat berbakat, dia adalah Oktovianus Maniani. Oktovianus Maniani atau yang akrab disapa dengan panggilan "Okto" ini adalah bocah kulit hitam yang sempat membela timnas garuda pada piala AFF Suzuki Cup 2010 lalu dimana kita menjadi tuan rumahnya dan berhasil menjadi Runner Up, berikut profil lengkapnya bintang sepak bola Okto Maniani.




Biodata dan Profil Lengkap Pemain Sepakbola Indonesia - Okto Maniani

Okto yang bernama lengkap Oktovianus Maniani pemuda asal tanah papua yang mempunyai skill dan dribel serta speed yang cepat ini merupakan pemain bintang pujaan fans Sriwijaya FC musim ini, Sriwijaya FC yang telah kehilangan sosok Zah Rahan kini telah mendapat penggantinya, ya dia adalah “Okto Maniani” yang di harapkan mampu menjadi pengganti Zah rahan, okto di harapkan menjadi motor serangan untuk membangun gol gol Sriwijaya FC. Okto sebenarnya telah lama berkecimpung di ISL, okto sempat mendapat sorotan pada waktu membela PSMS beberapa tahun yang lalu saat bermain Di AFC Cup.

Namun PSMS trdegradasi dan membuat nama okto kurang begitu di kenal lagi,Okto juga sempat menjadi pemain Persitara Jakarta Utara namun nasib persitara sama seperti PSMS yang harus terdegradasi ke divisi utama, Bakat okto akhirnya tercium oleh Sriwijaya FC musim ini, Okto pun Semakin bersinar setelah bermain di Sriwijaya FC, setelah berhasil membawa Sriwijaya Menjuarai Interisland Cup dan Community Shield 2010. Okto adalah sosok yang menjadi pahlawan dalam dua pertandingan tersebut. Berkat andilnya lah Sriwijaya dapat merebut dua gelar juara diawal musim ini. Karna penampilanya cantik nya bersama Sriwijaya FC di ajang comunitty shield dan interisland cup itu juga yang membuat Pelatih timnas terpikat membawa okto untuk memperkuat Timnas Senior Indonesia. Okto juga sempat di turunkan saat Timnas menghadapi Uruguay bulan lalu,

Penampilanya di timnas pada waktu itu cukup memuaskan. Okto pemuda berumur 20 tahun ini sebenarnya merupakan salah satu pemain berbakat yang dimiliki indonesia, okto mempunyai speed cepat dan dribel yang cukup baik. Namun mungkin karna masih muda okto masih mempunyai beberapa kekurangan , yaitu terkadang terlalu terburu buru menyelesaikan peluang yang membuat peluang menjadi terbuang percuma. Tapi mudah mudahan seiring dengan bertambah dewasanya okto dan didikan serta latihan disiplin dari Sriwijaya Fc dapat membuat memoles okto menjadi sosok pemain yang lebih baik lagi dan lebih sabar dalam menyelesaikan peluang.


Profil

Nama : Oktovianus Maniani
Panggilan : Okto
Tanggal lahir : 10 Oktober 1990

Umur : 20 thn
Tempat lahir : Papua,
Tinggi : 159 cm
Berat : 50 kg
Nama Isteri : Meriam Mimi Worombay
Nama Anak : Benny Maniani
Posisi : Winger
No : 28


Karier klub :
- Persipura U-15 (1997-1999),

- Bed Stars (1999-2002)

- Perseru (2002), Persipura U-18 (2002-2003),

- Persipura U-23 (2003-2004)

- Porseni (2005),

- Asmat (2007)

- PON Kaltim (2008),

- PSMS Medan (2008-2009),

- Pro Duta (2009),

- Persitara Jakarta Utara (2010) dan

- Sriwijaya FC (2010/2011).


Karir Timnas :

- Timnas Indonesia U-17,

- Timnas Indonesia U-18

- Timnas Indonesia U-23.

- Timnas Indonesia senior 2010

Simak juga profil dari bintang sepakbola yang tak kalah berbakat dari Okto di Titus Bonai Profil Lengkap.

Biodata Lengkap Sarah Azhari

Siapa yang tak kenal artis berbody seksi Sarah azhari, apalagi dia juga sering tampil di dunia entertain dengan kostum serba minim, sehingga bisa menarik perhatian para lelaki. Biodata Artis Terlengkap kini akan menyajikan biografi lengkap, serta perjalanan karir sang artis seksi Sarah Azhari. Berikut profil lengkap sang artis dengan motonya "Sex Itu Indah", hanya di Profil Selebriti.




Profil dan Biografi Lengkap Artis Seksi - Sarah Azhari

-BIODATA-
Nama Lengkap : Sarah Azhari
Nama Panggilan : Sarah Azhari
TTL : Jakarta, 16 Juni 1977
Nama Anak : Albany Ray
Zodiak : Gemini
Bintang Film Favorit : Brad Pitt, Jodie Foster, Johnny Deep
Pengarang Favorit : Kahlil Gibran, Stephen King
Penyanyi Favorit : Enya & Rem

-FILM-

* Daun di Atas Bantal
* Asmara
* Maafkan Daku Bila Mencintaimu
* Lost In Singapore


-ALBUM-

* Peluk Aku Cium Aku (1999)

Demikianlah sekilas mengenai artis seksi dan cantik sarah azzhari, mau artis seksi lainnya, yang tentunya lebih canti dan imut, simak saja di Nikita Willy Profil Lengkap.

Baim Dengan Grup Band Baru

Baim Dengan Grup Band Baru

Suami dari putri Indonesia th 2004 Artika Sari Devi, 'Baim' akan membuat proyek pribadi bersama musisi dari Semarang. Proyek itu tak lain adalah bahwa Baim akan membikin Band Baru.

Menurut Baim yang juga mantan vokalis 'Ada Band', musisi musisi itu sangat punya potensi meramaikan dunia musik, dan Baim berusaha untuk membuat mereka masuk ke industri pop, yang kemudian Baim ikut masuk. Di grup band barunya ini, rencananya posisi Baim tidak menyanyi atau bermain gitar yang sebelumnya pernah ditekuni, tapi baim sebagai penggebuk drum.

Baim beserta band barunya ini juga telah menyiapkan materi baru yang saat ini telah di mastering dan siap untuk diproses, dan Baim berharap dalam bulan-bulan depan albumnya sudah ada.

tag : Baim, Putri Indonesia 2004, Artika Sari Devi Putri Indonesia 2004, Baim suami Artika Sari Devi

Legenda Jaka Tarub - Legenda Rakyat

Ki Jaka Tarub, yang setelah tua bergelar Ki Ageng Tarub, adalah tokoh legendaris yang dianggap sebagai leluhur raja-raja Kesultanan Mataram, dari pihak putrinya, yaitu yang bernama Retno Nawangsih.
Asal-Usul

Nama Jaka Tarub terdapat dalam Babad Tanah Jawi, yaitu kumpulan naskah yang berisi sejarah Kesultanan Mataram. Tidak diketahui siapa nama asli Jaka Tarub, ataupun nama asli kedua orang tuanya.

Dikisahkan ada seorang pemuda, sebut saja Jaka Kudus, kabur dari rumah karena bertengkar dengan ayahnya (KI Ageng Kudus). Di tengah jalan Jaka Kudus memerkosa putri Ki Ageng Kembanglampir sampai hamil. Gadis itu akhirnya meninggal saat melahirkan.

Bayi laki-laki yang ditinggal mati ibunya itu, ditemukan seorang pemburu bernama Ki Ageng Selandaka. Si bayi digendong sambil mengejar burung sampai ke desa Tarub. Karena merasa terganggu, Ki Ageng Selandaka akhirnya meninggalkan bayi tersebut di jalanan.

Si bayi ditemukan seorang janda, sebut saja Nyai Tarub, dan dijadikan anak angkat. Oleh penduduk sekitar ia dipanggil dengan nama Jaka Tarub.

Pernikahan Jaka Tarub

Jaka Tarub tumbuh menjadi seorang pemuda yang gemar berburu. Suatu hari ia melanggar larangan ibu angkatnya supaya tidak berburu sampai kawasan Gunung Keramat. Di gunung itu terdapat sebuah telaga tempat tujuh bidadari mandi.

Jaka Tarub mencuri selendang salah satu bidadari. Ketika acara mandi selesai, enam dari tujuh bidadari tersebut kembali ke kahyangan. Sisanya yang satu orang bingung mencari selendangnya, karena tanpa itu ia tidak mampu terbang.

Jaka Tarub muncul pura-pura datang menolong. Bidadari yang bernama Dewi Nawangwulan itu bersedia ikut pulang ke rumahnya. Keduanya akhirnya menikah dan mendapatkan seorang putri bernama Retno Nawangsih.

Selama hidup berumah tangga, Nawangwulan selalu memakai kesaktiannya. Sebutir beras bisa dimasaknya menjadi sebakul nasi. Suatu hari Jaka Tarub melanggar larangan Nawangwulan supaya tidak membuka tutup penanak nasi. Akibatnya kesaktian Nawangwulan hilang. Sejak itu ia menanak nasi seperti umumnya wanita biasa.

Maka, persediaan beras menjadi cepat habis. Ketika beras tinggal sedikit, Nawangwulan menemukan selendang pusakanya tersembunyi di dalam lumbung. Nawangwulan pun marah mengetahui kalau suaminya yang telah mencuri benda tersebut.

Jaka Tarub memohon istrinya untuk tidak kembali ke kahyangan. Namun tekad Nawangwulan sudah bulat. Hanya demi bayi Nawangsih ia rela turun ke bumi untuk menyusui saja.

Pernikahan Nawangsih

Jaka Tarub kemudian menjadi pemuka desa bergelar Ki Ageng Tarub, dan bersahabat dengan Brawijaya raja Majapahit. Pada suatu hari Brawijaya mengirimkan keris pusaka Kyai Mahesa Nular supaya dirawat oleh Ki Ageng Tarub.

Utusan Brawijaya yang menyampaikan keris tersebut bernama Ki Buyut Masahar dan Bondan Kejawan, anak angkatnya. Ki Ageng Tarub mengetahui kalau Bondan Kejawan sebenarnya putra kandung Brawijaya yang tidak diakui. Maka, pemuda itu pun diminta agar tinggal bersama di desa Tarub.

Sejak saat itu Bondan Kejawan menjadi anak angkat Ki Ageng Tarub, dan diganti namanya menjadi Lembu Peteng. Ketika Nawangsih tumbuh dewasa, keduanya pun dinikahkan.

Setelah Jaka Tarub meninggal dunia, Lembu Peteng alias Bondan Kejawan menggantikannya sebagai Ki Ageng Tarub yang baru. Nawangsih sendiri melahirkan seorang putra, yang setelah dewasa bernama Ki Getas Pandawa.

Ki Ageng Getas Pandawa kemudian memiliki putra bergelar Ki Ageng Sela, yang merupakan kakek buyut Panembahan Senapati, pendiri Kesultanan Mataram.

Analisis Kisah Jaka Tarub

Babad Tanah Jawi adalah naskah sejarah Kesultanan Mataram. Pemberitaan tentang Panembahan Senapati dan para penggantinya memang mendekati fakta sejarah. Akan tetapi kisah-kisah sebelum Panembahan Senapati cenderung bersifat khayal, terutama seputar Kerajaan Majapahit.

Sesungguhnya, Kesultanan Mataram didirikan oleh keluarga petani, bukan keluarga bangsawan. Oleh karena itu, demi mendapat legitimasi dan pengakuan dari rakyat Jawa, diciptakanlah tokoh-tokoh mitos yang serba istimewa sebagai leluhur raja-raja Mataram.

Dalam hal ini, tokoh Nawangsih yang dinikahi Bondan Kejawan disebut sebagai wanita istimewa. Nawangsih merupakan anak campuran antara manusia dan bidadari. Kisah ini mengingatkan pada tokoh Ken Arok dalam Pararaton. Pihak Majapahit juga ingin menunjukkan bahwa leluhur mereka, yaitu Ken Arok adalah manusia istimewa setengah dewa.

Cerita Rakyat - MANIK ANGKERAN ASAL MULA SELAT BALI

Pada jaman dulu di kerajaan Daha hiduplah seorang Brahmana yang benama Sidi Mantra yang sangat terkenal kesaktiannya. Sanghyang Widya atau Batara Guru menghadiahinya harta benda dan seorang istri yang cantik. Sesudah bertahun-tahun kawin, mereka mendapat seorang anak yang mereka namai Manik Angkeran.

Meskipun Manik Angkeran seorang pemuda yang gagah dan pandai namun dia mempunyai sifat yang kurang baik, yaitu suka berjudi. Dia sering kalah sehingga dia terpaksa mempertaruhkan harta kekayaan orang tuanya, malahan berhutang pada orang lain. Karena tidak dapat membayar hutang, Manik Angkeran meminta bantuan ayahnya untuk berbuat sesuatu. Sidi Mantra berpuasa dan berdoa untuk memohon pertolongan dewa-dewa. Tiba-tiba dia mendengar suara, "Hai, Sidi Mantra, di kawah Gunung Agung ada harta karun yang dijaga seekor naga yang bernarna Naga Besukih. Pergilah ke sana dan mintalah supaya dia mau mernberi sedikit hartanya."

Sidi Mantra pergi ke Gunung Agung dengan mengatasi segala rintangan. Sesampainya di tepi kawah Gunung Agung, dia duduk bersila. Sambil membunyikan genta dia membaca mantra dan memanggil nama Naga Besukih. Tidak lama kernudian sang Naga keluar. Setelah mendengar maksud kedatangan Sidi Mantra, Naga Besukih menggeliat dan dari sisiknya keluar emas dan intan. Setelah mengucapkan terima kasih, Sidi Mantra mohon diri. Semua harta benda yang didapatnya diberikan kepada Manik Angkeran dengan harapan dia tidak akan berjudi lagi. Tentu saja tidak lama kemudian, harta itu habis untuk taruhan. Manik Angkeran sekali lagi minta bantuan ayahnya. Tentu saja Sidi Mantra menolak untuk membantu anakya.

Manik Angkeran mendengar dari temannya bahwa harta itu didapat dari Gunung Agung. Manik Angkeran tahu untuk sampai ke sana dia harus membaca mantra tetapi dia tidak pernah belajar mengenai doa dan mantra. Jadi, dia hanya membawa genta yang dicuri dari ayahnya waktu ayahnya tidur.

Setelah sampai di kawah Gunung Agung, Manik Angkeran membunyikan gentanya. Bukan main takutnya ia waktu ia melihat Naga Besukih. Setelah Naga mendengar maksud kedatangan Manik Angkeran, dia berkata, "Akan kuberikan harta yang kau minta, tetapi kamu harus berjanji untuk mengubah kelakuanmu. Jangan berjudi lagi. Ingatlah akan hukum karma."

Manik Angkeran terpesona melihat emas, intan, dan permata di hadapannya. Tiba-tiba ada niat jahat yang timbul dalam hatinya. Karena ingin mendapat harta lebih banyak, dengan secepat kilat dipotongnya ekor Naga Besukih ketika Naga beputar kembali ke sarangnya. Manik Angkeran segera melarikan diri dan tidak terkejar oleh Naga. Tetapi karena kesaktian Naga itu, Manik Angkeran terbakar menjadi abu sewaktu jejaknya dijilat sang Naga.

Mendengar kernatian anaknya, kesedihan hati Sidi Mantra tidak terkatakan. Segera dia mengunjungi Naga Besukih dan memohon supaya anaknya dihidupkan kembali. Naga menyanggupinya asal ekornya dapat kembali seperti sediakala. Dengan kesaktiannya, Sidi Mantra dapat memulihkan ekor Naga. Setelah Manik Angkeran dihidupkan, dia minta maaf dan berjanji akan menjadi orang baik. Sidi Mantra tahu bahwa anaknya sudah bertobat tetapi dia juga mengerti bahwa mereka tidak lagi dapat hidup bersama.

"Kamu harus mulai hidup baru tetapi tidak di sini," katanya. Dalam sekejap mata dia lenyap. Di tempat dia berdiri timbul sebuah sumber air yang makin lama makin besar sehingga menjadi laut. Dengan tongkatnya, Sidi Mantra membuat garis yang mernisahkan dia dengan anaknya. Sekarang tempat itu menjadi selat Bali yang memisahkan pulau Jawa dengan pulau Bali.

Donna Agnesia Mengharapkan Anak Perempuan

Donna Agnesia Mengharapkan Anak Perempuan

Donna Agnesia istri dari Darius Sinathrya saat ini kehamilannya sudah memasuki usia 7bulan. Donna berharap untuk anak ketiganya ini berjenis kelamin perempuan, karena sebelumnya ia telah dikaruniai dua orang anak laki-laki.

Pasangan yang selalu tampak harmonis dan mesra ini, tidak akan menolak apabila diberi rejeki anak laki-laki lagi. Untuk saat ini Donna tengah mempersiapkan segala keperluan menuju proses bersalin, dan memulai untuk membeli perlengkapan untuk calon sang bayi. Dan Donna pun juga sudah mulai cuti dari segala aktivitasnya.

tag : Donna Agnesia, Darius Sinathrya, Anak Ketiga Donna Agnesia, Pasangan harmonis Donna Agnesia-Darius Sinathrya, Donna Agnesia Akan Melahirkan, Keinginan Donna Agnesia Mempunyai Anak Perempuan.

Personil Padi 'Yoyo' Tertangkap Menggunakan Narkoba

Personil Padi 'Yoyo' Tertangkap Menggunakan Narkoba

Mantan suami penyanyi Rossa, Surendro Prasetyo alias Yoyo 'Padi' ditangkap di Apartemen Sudirman Park tower B, Jakarta Selatan sekitar pukul 02.00 WIB, karena tertangkap menggunakan narkoba jenis shabu-shabu.

Khabarnya saat ini, Yoyo ditahan di Gedung Badan Narkotika Nasional (BNN) Cawang, Jakarta Timur. Banyak pihak yang menyesalkan fenomena banyaknya artis yang menggunakan narkoba.

tag : Yoyo 'Padi', Rossa, Yoyo Padi Memakai Narkoba, Yoyo Padi Memakai Shab-Shabu, Mantan Suami Rossa, Mantan Istri Yoyo 'Padi'.

Duet Pasha Ungu Dan Calon Istrinya Adelia, Dengan Lagu 'Penghujung Cintaku'

Duet Pasha Ungu Dan Calon Istrinya Adelia, Dengan Lagu 'Penghujung Cintaku'

Sudah tersiar khabar bahwa Pasha Ungu akan melangsungkan pernikahan keduanya dengan gadis asal Bandung, Adelia pada tanggal 27 Maret 2011. Vokalis Ungu tersebut mengajak Adelia untuk berduet bersama dirinya menyanyikan lagu yang berjudul 'Penghujung Cintaku'.

Lagu tersebut, khabarnya akan dijadikan sebagai souvenir pernikahan mereka. Awal mulanya Adelia memang merasa canggung untuk menyanyikan lagu tersebut, karena ini adalah hal pertama bagi dirinya yang terlibat langsung untuk menyanyi dan pembuatan video klip untuk lagu tersebut. Tapi demi Pasha maka Adelia berusaha untuk bisa semaksimal mungkin.

Dan kemungkinan lagu tersebut tidak hanya dijadikan souvenir pernikahan, tapi juga akan dikomersilkan.

tag : Pasha Ungu, Calon Isteri Pasha, Adelia, Souvenir Pernikahan Pasha Ungu, Lirik Lagu Penghujung Cintaku - Pasha Ungu feat Adelia

DJ Riri Diduga Menjadi Salah Satu Tersangka Pengeroyokan Terhadap Pacar Alice Norin

DJ Riri Diduga Menjadi Salah Satu Tersangka Pengeroyokan Terhadap Pacar Alice Norin

Alice Norin mantan istri DJ Riri saat ini tengah perpacaran dengan Alvin Yudhapatria. Alvin Yudhapatria alias DJ Alvin saat ini tengah mengalami kesakitan akibat pengeroyokan yang dilakukan sekelompok orang yang salah satunya adalah mantan suami Alice Norin yaitu DJ Riri di sebuah klab malam di Bandung. Diduga pemicu keributan tersebut karena Alvin cemburu pada mantan suami Alice tersebut.

Menurut DJ Riri, Alvin menuduh dirinya menjalin kontak lagi dengan sang mantan istri dan mengakibatkan kecemburuan pada kekasih Alice, padahal selama ini Riri mengaku bahwa dia sudah tidak pernah kontak lagi dengan Alice, karena sekarang Riri sudah mempunyai istri dan anak.

Akibat dari pengeroyokan tersebut kekasih artis Alice Norin yakni DJ Alvin melaporkan kasusnya ke Polrestabes Bandung.

tag : DJ Riri, Alice Norin, DJ Alvin, Mantan isteri DJ Riri, Klab Malam di Bandung, Kekasih Baru Alice Norin

Petualangan Guliver

Dahulu kala di negara Inggris ada seorang dokter muda bernama Guliver. Ia senang berlayar ke negara yang sangat jauh. Hingga pada suatu saat, ketika ia berlayar, datang angin topan yang sangat dahsyat. Semua orang yang naik kapal tersebut terlempar ke laut. Guliver terus berenang di antara ombak yang bergulung-gulung. Akhirnya ia terdampar di sebuah pantai. Ketika ia membuka matanya, tubuhnya telah diikat dengan tali kecil dan banyak prajurit-prajurit kecil yang membawa tombak mengelilinginya. "Jangan bergerak! Lihatlah keadaanmu!" "Hai laki-laki raksasa, siapakah kau sebenarnya ?". "Namaku Guliver, kapal yang aku naiki tenggelam dan aku terdampar disini." "Baiklah, kau akan kami bawa ke Istana." Kemudian prajurit-prajurit kecil mengangkat dan menaikkan Guliver ke atas kendaraan raksasa yang ditarik kuda-kuda kecil.

Setelah tiba di Istana dan tali-tali yang mengikatnya dilepaskan, Guliver menceritakan kejadian yang menimpa diri dan kapalnya kepada raja. "Baiklah, kau boleh tinggal disini asal kau berkelakuan baik dan sopan", kata sang Raja. Setelah itu raja menyuruh pelayannya untuk menyiapkan hidangan untuk Guliver. "Sebagai rasa hormat saya, saya ingin memberikan hadiah kepada Baginda," kata Guliver sambil mengeluarkan sebuah pistol dan mencoba menembakkannya. Door!! Orang-orang di kota tersebut terkejut dan berlarian mendengar suara pistol Guliver. "Hm.. meriam yang hebat,"kata Raja.

Keesokan harinya, Guliver berjalan berkeliling kota setelah diijinkan oleh Raja. Guliver merasa sedang berjalan diantara gedung-gedung yang bagaikan mainan. Guliver semakin akrab dengan penduduk-penduduk di lingkungan Istana. Guliver memberikan kenang-kenangan berupa sebuah jam kepada mereka. Suatu hari, Raja datang dengan putrinya untuk berunding. Raja merasa bingung karena raja negeri tetangga ingin menikah dengan putrinya. Tetapi putrinya tidak menginginkannya. Namun, jika permintaan tersebut ditolak, raja negeri seberang mengancam akan datang menyerang. "Baiklah, aku akan berusaha menolong, Tuanku." Guliver minta disediakan tali-tali yang diberi kail pada ujungnya. Ketika ia pergi ke pelabuhan, kapal-kapal musuh sudah berjejer di tengah laut. Guliver pergi ke arah kapal itu. Tiba-tiba ia diserang dengan panah-panah kecil yang tidak terasa dibadan Guliver. Ia hanya menutup matanya dengan tangan agar panah-panah itu tidak mengenai matanya. Guliver menarik kapal-kapal musuh ke pelabuhan. "Hidup Guliver!", "Hebat! Guliver sangat kuat." Akhirnya raja negeri tetangga memohon maaf dan berjanji tidak akan berperang lagi dan akan menjalin persahabatan.

Esok harinya, Guliver menemukan perahu yang sudah rusak dan hanyut terombang-ambing ombak. "Kalau kondisi perahu ini baik, aku mungkin bisa bertemu dengan kapal laut yang akan pulang ke Inggris. Penduduk negeri itu membantu Guliver memperbaiki perahu. Berkat usaha dan kerjasama yang baik, dalam sekejap perahu itu sudah bagus kembali. "Terima kasih banyak atas bantuan kalian semua." Tibalah hari kepulangan Guliver. Ia dibekali makanan dan juga sapi-sapi yang dinaikkan ke perahu. "Baginda, saya telah merepotkan selama tinggal disini dalam waktu yang lama, maafkan saya jika saya banyak kesalahan." "Hati-hatilah Guliver dan selamat jalan." Setelah diantar Raja dan segenap penduduk negeri, perahu Guliver berangkat menuju lautan. "Beberapa hari kemudian, dari arah depan perahu, Guliver melihat kapal laut besar. Ia segera melambaikan tangannya dan ia pun ditolong oleh kapal itu. Kebetulan sekali, ternyata kapal itu akan pulang ke Inggris. "Syukurlah akhirnya aku bisa pulang ke Inggris," ucap Guliver dalam hati. Orang-orang dikapal merasa kagum dan aneh dengan cerita Guliver dan melihat sapi kecil yang dibawa olehnya.

Mulan Jameela Melahirkan di Rumah Sakit Pondok Indah ?

Mulan Jameela Melahirkan di Rumah Sakit Pondok Indah ?

Gosip terbaru mengenai Mulan Jameela kembali beredar.
Setelah lama digosipkan hamil, kini Mulan digosipkan telah melahirkan anak ketiga di Rumah Sakit Pondok Indah.
Belum ada keterangan resmi baik dari Mulan maupun dari keluarga mengenai berita Mulan melahirkan.
Gosip sebelumnya yang beredar adalah pentolan Republik Cinta, Ahmad Dani adalah ayah dari Mulan.

tag: Rumah Sakit Pondok Indah, Mulan Jameela Melahirkan, Mulan Jameela Hamil, Berita Mulan Jameela Melahirkan, Gosip Mulan Jameela Melahirkan

Foto-Foto Bugil Eva Mendes Hilang!


Satu lagi kasus 'pencurian' foto bugil selebriti muncul. Dan korbannya kali ini adalah aktris Latin cantik, Eva Mendes. Menurut fotografer yang mengambil fotonya, ada 6 foto bugil Eva yang hilang.

Eva Mendes @ aceshowbiz.com
Satu lagi kasus 'pencurian' foto bugil selebriti muncul. Dan korbannya kali ini adalah aktris Latin cantik, Eva Mendes. Menurut fotografer yang mengambil fotonya, ada 6 foto bugil Eva yang hilang.
Lyndon Chubbuck, fotografer Eva, mengklaim bahwa foto-foto yang hilang ini diperkiran dicuri ketika dipindahkan dari printer untuk dipamerkan pada sebuah pameran seni yang akan diadakan akhir minggu ini. Foto-foto Eva sendiri rencananya akan ambil bagian dalam pameran yang diadakan di Los Angeles ini.
Sang fotografer sendiri berencana akan segera melaporkan kehilangan ini kepada pihak yang berwajib. Sayangnya hal ini semata-mata hanya ditujukan untuk kepentingan asuransi, karena Lyndon sendiri tak yakin polisi akan menyelesaikan kasusnya.
"Para polisi tak akan benar-benar melakukan pemburuan gila-gilaan hanya untuk foto-foto Eva-ku," ujar Lyndon. Walau hilang, foto-foto Mendes ini akan tetap bisa dipamerkan, karena sang fotografer berencana mencetak ulang semuanya. (ace/mae)

Siksaan 90 Menit oleh Jupe-Depe




Arwah Goyang Jupe Depe
Kata-kata kasar dan umpatan bertebaran sepanjang film.
Julia Perez dan Dewi Perssik adalah dua penari Jaipong yang bersaing untuk menjadi primadona klub. Untuk menjadi primadona, Jupe dan Depe harus memakai baju seksi yang menampakkan belahan dada dan kain tipis menerawang. Persaingan terjadi di atas panggung sebuah klab malam saat keduanya menarikan tarian erotis.

Memasuki bioskop, kami disambut poster film Arwah Goyang dengan plester hitam besar pada tulisan Karawang. Judul film yang semula Arwah Goyang Karawang diganti menjadi Arwah Goyang Jupe Depe.

Sepertinya setengah durasi diisi dengan tarian Jupe dan Depe. Jupe menari seperti kesurupan diiringi suara auman harimau. Sepertinya Pada puncak kesurupannya, Jupe tiba-tiba punya taring seperti drakula. Sampai film berakhir, maksud adegan ini tetap menjadi misteri.

Efek hantu dirancang sebagai alat untuk mengagetkan penonton. Kemunculan hantu selalu diawali dengan auman harimau dan musik latar yang menegangkan. Jreng! Hantu muncul selama satu detik dalam wujud ala topeng di film Scream yang memenuhi layar.

Pola film ini adalah tarian erotis-kemunculan hantu-perkelahian Jupe Depe-tarian erotis-kemunculan hantu dan seterusnya. Hantu itu membunuhi orang yang terkait dengan Jupe, juga membunuh beberapa orang secara acak. Pada akhirnya terungkap bahwa hantu itu adalah saudara kembar Jupe yang dendam karena suaminya direbut dan dia dibunuh. Anehnya, hantu itu juga membunuh suaminya sendiri, entah karena alasan apa.

Jalan cerita yang sederhana dibuat dengan tidak konsisten. Tak perlu bertanya tentang pembangunan karakter, karena semua karakter bergerak sesuai keinginan sutradara. Beberapa adegan sebenarnya tidak perlu ada, seperti adegan Jupe mandi kembang tengah malam.

Jangan lupa adegan legendaris perkelahian nyata Depe Jupe. Kedua perempuan ini berkelahi dengan mengadu dada. Tak lupa, tulisan "adegan nyata" ditempelkan di sudut kanan bawah agar penonton tidak melewatkan adegan yang sempat ramai diberitakan infotaintment itu.

Pembuat film merasa perlu menanamkan moral dari film ini, bahwa penari jaipong tak seharusnya menari striptease. Moral ini ditunjukkan saat hantu yang menyamar menjadi Jupe menolak menari jaipong striptease. "Saya merasa telah menyalahgunakan kesenian," kata dia, dua kali.

Penonton hari itu cukup banyak, sebagian besar adalah anak-anak muda usia belasan. Mereka datang berdua dan berombongan. Penonton yang datang berombongan memilih tempat duduk tepat di tengah, tempat terbaik untuk menikmati film. Mereka yang menonton berdua kebanyakan memilih duduk di pojok yang sepi.

Film dibuat dengan format digital, setelah itu barulah dipindahkan dalam format seluloid. Trik ini biasa dilakukan untuk menekan ongkos produksi, karena merekam langsung dengan format seluloid butuh biaya jauh lebih mahal. Hasilnya adalah film yang murah dengan gambar kualitas rendah.

Kualitas gambar sangat rendah dan kadang berbayang. Pengaturan cahaya sangat buruk sehingga saya seringkali harus menutup mata karena tak tahan dengan lampu sorot yang menyilaukan.

Kata-kata kasar dan umpatan bertebaran sepanjang film. Kami menghitung ada 19 kata "lonte" diteriakkan sepanjang film, ditambah satu yang tertulis di kaca dengan darah.

Tidak jelas di mana setting film ini. Lokasi syuting menunjukkan bangunan-bangunan di sebuah kota kecil. Tapi saat adegan berganti, tiba-tiba layar menyorot ke jalan dengan gedung bertingkat yang jelas-jelas Jakarta.

Keluar dari bioskop dengan sangat lega karena film akhirnya selesai, saya melihat poster film selanjutnya sudah tersedia. Dedemit Gunung KidulCewek Saweran dan Pocong Ngesot dengan slogan "ketika pocong tak lagi loncat". Tiba-tiba saya mengerti kenapa para penikmati film sangat khawatir ketika muncul isu bahwa film asing tak lagi bisa dinikmati di bioskop.

Dia penyebab pajak film meningkat?


Sempat beredar kabar tidak mengenakkan di mana Hanung Bramantyo ditenggarai adalah orang di balik isu kenaikan pajak film asing, di mana pria ini dituduh adalah orang yang mengusulkan rencana itu. Namun demikian hal ini dibantah mentah-mentah oleh Hanung. Selama ini fokus sutradara ini hanyalah kebaikan film nasional.

Hanung Bramantyo
Sempat beredar kabar tidak mengenakkan di mana Hanung Bramantyo ditenggarai adalah orang di balik isu kenaikan pajak film asing, di mana pria ini dituduh adalah orang yang mengusulkan rencana itu. Namun demikian hal ini dibantah mentah-mentah oleh Hanung. Selama ini fokus sutradara ini hanyalah kebaikan film nasional.
"Karena yang berhak memboikot kan bukan pemerintah, tapi distributor, saya concernnya justru di film nasional, bayangkan kalo saya mau membuat film tapi pajaknya lebih tinggi dibandingkan film impor. tentu saya akan berpikir alangkah lebih baik ini ditinjau ulang," ungkap Hanung ini ditemui di Cokelat Item Gandaria City, Kebayoran Lama, Rabu (23/02).
Hanung pun menjelaskan bahwa selama ini ia tidak meminta kenaikan pajak bagi film Hollywood. Sebelumnya Hanung hanya meminta peninjauan ulang di mana pajak film nasional terlalu tinggi dibanding film impor.
Jadi bukan karena mas Hanung isu kenaikan pajak film oleh Dirjen Pajak? "Nah itu yang terjadi, saya tidak sama sekali meminta menaikkan pajak import, tapi untuk meninjau ulang, dengan tujuan untuk mensupport film nasional," tandasnya. (kpl/adt/sjw)

Nikita Willy Profil Lengkap

Seorang Artis cantik yang usianya masih muda kini sedang populer di tanah air, yaitu Nikita Willy. Nikita Willy kini telah banyak membintangi film, sinetron, ftv serta menjadi bintang iklan. Selebriti Profil kali ini akan membahas mengenai profil lengkap dan perjalanan karir Nikita Willy, sang artis belia dan cantil, mari kita simak saja biodata lengkapnya dibawah ini.




Biodata dan Profil Lengkap Artis Cantik Indonesia - Nikita Willy

Nama Lengkap : Nikita Willy
Nama Panggilan : Nikita Willy
TTL : Jakarta, 29 Juni 1994
Zodiak : Cancer

-SINETRON-

* Bulan Bintang
* Roman Picisan
* Ratu Malu dan Jendral Kancil
* Si Cecep
* Habibi dan Habibah
* Pacar Pilihan
* Pengantin Kecilku
* FTV Mak Comblang Jatuh Cinta
* Cookies

-FILM-

* Bestfriend (2008)
* MBA (married by accident) (2008)

-IKLAN-

* Milton
* Citra Body Lotion
* Pigeon
* Choki-Choki
* Detergent Total
* Holland Bakery
* Bank BNI
* Bank BII
* Wafer coklat Roma

Demikianlah sekilas mengenai Profil Lengkap Nikita Willy, Simak juga Biografi Lengkap Syahrini.

Profil Lengkap Pamela Anderson

Profil Artis Seksi - Jika anda salah seorang yang gemar menonton Film hollywood, mungkin anda mengenal artis hollywood yang seksi satu ini, yaitu Pamela Anderson. Pamela anderson merupakan salah satu artis Luar Negri yang berani tampil menantang atau hot dengan berakting panas atau menggunakan pakaian sangat minim di film-film yang dibintanginya. Ingin melihat langsung foto-foto pamela anderson beserta profil lengkapnya ? Cekidot aja dibawah gan.




Biodata dan Biografi Lengkap Artis Hollywood Hot - Pamela Anderson

Nama Panggilan : Pamela Anderson
Nama Lengkap : Pamela Denise Anderson
Jenis Kelamin : Perempuan
Tempat, Tanggal Lahir : Ladysmith, British Columbia, Canada, 01 Juli 1967


Biografi :

Pamela Anderson memiliki nama lahir Pamela Denise Anderson, lahir di Ladysmith, British Columbia, Canada, 1 Juli 1967. Bintang yang melakukan operasi payudara ini, dikenal sebagai icon bintang seksi dan seringkali tampil telanjang di sejumlah tempat.

Pemeran Casey Jean Parker dalam serial hit BAYWATCH itu juga dikenal sebagai aktifis PETA, yaitu sebuah organisasi pecinta binatang yang kerap melakukan protes penggunaan bahan bulu binatang untuk bahan pakaian. Dalam protesnya mereka, termasuk Pamela, kerap bertelanjang di depan umum.

Perempuan yang juga pernah menjadi produser film ini, tinggal bersama dua anak laki-lakinya dari perkawinannya dengan aktor Tommy Lee yang bercerai pada 1998.

Mulai 2002, Pamela selanjutnya menjalani hubungan pisah-sambung dengan penyanyi Kid Rock hingga akhirnya menikah pada 29 Juli 2006, namun pernikahan mereka tak berusia lama dan berakhir perceraian pada 27 November 2006.

Itulah sekilas biodata atau profil dari Pamela Anderson, simak juga profil artis bokep cantik dan seksi di Profil Lengkap Maria Ozawa.

Cerita rakyat Putra Mahkota Amat Mude - Legenda Rakyat

Amat Mude adalah seorang putra mahkota dari Kerajaan Alas, Nanggroe Aceh Darussalam, Indonesia. Sebagai pewaris tahta kerajaan, ia berhak menjadi Raja Negeri Alas. Namun karena ia masih kecil dan belum sanggup mengemban tugas sebagai raja, maka untuk sementara waktu tampuk kekuasaan dipegang oleh pakcik (paman)-nya. Pada suatu hari, sang Pakcik membuang Amat Mude dan ibunya ke sebuah hutan, karena tidak ingin kedudukannya sebagai Raja Negeri Alas digantikan oleh Amat Mude. Bagaimana nasib permaisuri dan Putra Mahkota Kerajaan Alas selanjutnya? Ikuti kisahnya dalam cerita Putra Mahkota Amat Mude berikut ini!

Alkisah, di Negeri Alas, Nanggroe Aceh Darussalam, ada sebuah kerajaan yang diperintah oleh seorang raja yang arif dan bijaksana. Seluruh rakyatnya selalu patuh dan setia kepadanya. Negeri Alas pun senantiasa aman dan damai. Namun satu hal yang membuat sang Raja selalu bersedih, karena belum dikaruniai seorang anak. Sang Raja ingin sekali seperti adiknya yang sudah memiliki seorang anak.

Pada suatu hari, sang Raja duduk termenung seorang diri di serambi istana. Tanpa disadarinya, tiba-tiba permaisurinya telah duduk di sampingnya.

“Apa yang sedang Kanda pikirkan?” tanya permaisuri pelan.

“Dindaku tercinta! Kita sudah tua, tapi sampai saat ini kita belum mempunyai seorang putra yang kelak akan mewarisi tahta kerajaan ini,” ungkap sang Raja.

“Dinda mengerti perasaan Kanda. Dinda juga sangat merindukan seorang buah hati belaian jiwa. Kita telah mendatangkan tabib dari berbagai negeri dan mencoba segala macam obat, namun belum juga membuahkan hasil. Kita harus bersabar dan banyak berdoa kepada Tuhan Yang Mahakuasa,” kata permaisuri menenangkan hati suaminya.

Alangkah sejuknya hati sang Raja mendengar kata-kata permaisurinya. Ia sangat beruntung mempunyai seorang permaisuri yang penuh pengertian dan perhatian kepadanya.

“Terima kasih, Dinda! Kanda sangat bahagia mempunyai permaisuri seperti Dinda yang pandai menenangkan hati Kanda,” ucap sang Raja memuji permaisurinya.

Sejak itu, sang Raja dan permaisuri semakin giat berdoa dengan harapan keinginan mereka dapat terkabulkan. Pada suatu malam, sang Raja yang didampingi permaisurinya berdoa dengan penuh khusyuk.

“Ya Tuhan! Karuniakanlah kepada kami seorang putra yang kelak akan meneruskan tahta kerajaan ini. Hamba rela tidak merasakan sebagai seorang ayah, asalkan kami dikaruniai seorang putra,” pinta sang Raja.

Sebulan kemudian, permaisuri pun mengandung. Alangkah senang hati sang Raja mengetahui hal itu. Kabar tentang kehamilan permaisuri pun tersebar ke seluruh penjuru negeri. Rakyat negeri itu sangat gembira, karena raja mereka tidak lama lagi akan memiliki keturunan yang kelak akan mewarisi tahtanya.

Waktu terus berjalan. Usia kandungan permaisuri sudah genap sembilan bulan. Pada suatu sore, permaisuri pun melahirkan seorang anak laki-laki yang sehat dan tampan. Permaisuri tampak tersenyum bahagia sambil menimang-nimang putranya. Begitupula sang Raja senantiasa bersyukur telah memperoleh keturunan anak laki-laki yang selama ini ia idam-idamkan.

“Terima kasih Tuhan! Engkau telah mengabulkan doa kami,” sang Raja berucap syukur.

Seminggu kemudian, sang Raja pun mengadakan pesta dan upacara turun mani, yakni upacara pemberian nama. Pesta dan upacara tersebut diadakan selama tujuh hari tujuh malam. Tamu yang diundang bukan hanya rakyat negeri Alas, melainkan juga seluruh binatang dan makhluk halus yang ada di laut maupun di darat. Seluruh tamu undangan tampak gembira dan bersuka ria. Dalam upacara turun mani tersebut ditetapkan nama putra Raja, yakni Amat Mude.

Beberapa bulan setelah upacara dilaksanakan, sang Raja pun mulai sakit-sakitan. Seluruh badannya terasa lemah dan letih.

“Dinda! Mungkin ini pertanda waktuku sudah dekat. Dinda tentu masih ingat doa Kanda dulu sebelum kita mempunyai anak,” ungkap sang Raja.

Mendengar ungkapan sang Raja, hati permaisuri menjadi sedih. Meskipun menyadari hal itu, permaisuri tetap berharap agar sang Raja dapat sembuh dan dipanjangkan umurnya. Semua tabib diundang ke istana untuk mengobati penyakit sang Raja. Namun, tak seorang pun yang berhasil menyembuhkannya. Bahkan penyakit sang Raja semakin hari bertambah parah. Akhirnya, raja yang arif dan bijaksana itu pun wafat. Seluruh keluarga istana dan rakyat Negeri Alas berkabung.

Oleh karena Amat Mude sebagai pewaris tunggal Kerajaan Negeri Alas masih kecil dan belum sanggup melakukan tugas-tugas kerajaan, maka diangkatlah Pakcik Amat Mude yang bernama Raja Muda menjadi raja sementara Negeri Alas. Sebagai seorang raja, apapun perintahnya pasti dipatuhi. Hal itulah yang membuatnya enggan digantikan kedudukannya sebagai raja oleh Amat Mude. Berbagai tipu muslihat pun ia lakukan. Mulanya, sang Raja memindahkan Amat Mude dan ibunya ke ruang belakang yang semula tinggal di ruang tengah. Alasannya, Amat Mude yang masih kecil sering menangis, sehingga mengganggu setiap acara penting di istana.

Tipu muslihat Raja Muda semakin hari semakin menjadi-jadi. Pada suatu hari, ia mengumpulkan beberapa orang pengawalnya di ruang sidang istana.

“Wahai, Pengawal! Besok pagi-pagi sekali, buang permaisuri dan anak ingusan itu ke tengah hutan!” titah Raja Muda.

“Apa maksud Baginda?” tanya seorang pengawal heran.

“Sudahlah! Tidak usah banyak tanya. Aku kira kalian sudah tahu semua maksudku,” jawab Raja Muda.

“Ampun, Baginda! Hamba benar-benar tidak tahu maksud Baginda hendak membuang permaisuri dan putra mahkota ke tengah hutan,” kata seorang pengawal yang lain.

“Ketahuilah! Aku tidak ingin suatu hari kelak Amat Mude akan merebut kekuasaan ini dari tanganku,” ungkap Raja Muda.

“Tapi, Baginda. Bukankah Putra Mahkota Amat Mude pewaris tahta kerajaan ini,” ungkap pengawal yang lain.

“Hei, kalian tidak usah banyak bicara. Laksanakan saja perintahku! Jika tidak, kalian akan menanggung akibatnya!” bentak Raja Muda.

Mendengar ancaman itu, tak seorang pun pengawal yang berani lagi angkat bicara, karena jika berani membantah dan menolak perintah tersebut, mereka akan mendapat hukuman berat.

Keesokan harinya, berangkatlah para pengawal tersebut mengantar permaisuri dan Amat Mude ke tengah hutan. Keduanya pun ditinggalkan di tengah hutan dengan bekal seadanya. Untuk melindungi diri dari panasnya matahari dan dinginnya udara malam, ibu dan anak itu pun membuat sebuah gubuk kecil di bawah sebuah pohon rindang. Untuk bertahan hidup, mereka memanfaatkan hasil-hasil hutan yang banyak tersedia di sekitar mereka.

Waktu terus berjalan. Tak terasa Amat Mude telah berumur 8 tahun. Ia tumbuh menjadi anak yang cerdas dan tampan. Pada suatu hari, ketika sedang bermain-main, Amat Mude menemukan cucuk sanggul ibunya. Diambilnya cucuk sanggul itu dan dibuatnya mata pancing.

Keesokan harinya, Amat Mude pergi memancing di sebuah sungai yang di dalamnya terdapat banyak ikan. Dalam waktu sekejap, ia telah memperoleh lima ekor ikan yang hampir sama besarnya dan segera membawanya pulang. Alangkah gembiranya hati ibunya.

“Waaah, kamu pandai sekali memancing, Putraku!” ucap ibunya memuji.

“Iya, Ibu! Sungai itu banyak sekali ikannya,” kata Amat Mude.

Lima ekor ikan besar tersebut tentu tidak bisa mereka habiskan. Maka timbul pikiran permaisuri untuk menjualnya sebagian ke sebuah desa yang terletak tidak jauh dari tempat tinggal mereka. Dengan mengajak Amat Mude, permaisuri pun pergi ke desa itu. Ketika akan menawarkan ikan itu kepada penduduk, tiba-tiba ia bertemu dengan saudagar kaya dan pemurah. Ia adalah bekas sahabat suaminya dulu.

“Ampun, Tuan Putri! Kenapa Tuan Putri dan Putra Mahkota berada di tempat ini?” tanya saudagar itu heran.

Permaisuri pun menceritakan semua kejadian yang telah menimpanya sampai ia dan putranya berada di desa itu. Mengetahui keadaan permaisuri dan putranya yang sangat memprihatinkan tersebut, saudagar itu pun mengajak mereka mampir ke rumahnya dan membeli semua ikan jualan mereka.

Sesampainya di rumah, saudagar itu menyuruh istrinya agar segera memasak ikan tersebut untuk menjamu permaisuri dan Amat Mude. Ketika sedang memotong ikan tersebut, sang Istri menemukan suatu keanehan. Ia kesulitan memotong perut ikan tersebut dengan pisaunya.

“Hei, benda apa di dalam perut ikan ini? Kenapa keras sekali?” tanya istri saudagar itu dalam hati dengan penuh keheranan.

Setelah berkali-kali istri saudagar itu menggesek-gesekkan pisaunya, akhirnya perut ikan itu pun terbelah. Alangkah terkejutnya ia ketika melihat telur ikan berwarna kuning emas, tapi keras. Ia pun segera memanggil suaminya untuk memeriksa benda tersebut. Setelah diamati dengan seksama, ternyata butiran-butiran yang berwarna kuning tersebut adalah emas murni.

“Dik! Usai memasak dan menjamu tamu kehormatan kita, segeralah kamu jual emas itu!” pinta saudagar itu kepada istrinya.

“Untuk apa Bang?” tanya sang Istri heran.

“Uang hasil penjualan emas itu akan digunakan untuk membangun rumah yang bagus sebagai tempat kediaman permaisuri dan putranya. Abang ingin membalas budi baik sang Raja yang dulu semasa hidupnya telah banyak membantu kita,” ujar saudagar itu kepada istrinya.

“Baik, Bang!” jawab sang Istri.

Kemudian saudagar itu menyampaikan berita gembira tersebut kepada permaisuri dan putranya bahwa mereka akan dibuatkan sebuah rumah yang bagus. Mendengar kabar itu, permaisuri sangat terharu. Ia benar-benar tidak menyangka jika mantan sahabat suaminya itu sangat baik kepada mereka.

“Terima kasih atas semua perhatiannya kepada kami,” ucap permaisuri.

“Ampun, Tuan Putri! Bantuan kami ini tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan bantuan Baginda Raja semasa hidupnya kepada kami,” kata saudagar itu sambil memberi hormat kepada permaisuri dan Amat Mude.

Menjelang sore hari, permaisuri dan Amat Mude pun mohon diri untuk kembali ke gubuknya. Saudagar itu pun memberikan pakaian yang bagus-bagus dan membekali mereka makanan yang lezat-lezat.

Beberapa lama kemudian, rumah permaisuri pun selesai dibangun. Kini permaisuri dan Amat Mude menempati rumah bagus dan bersih. Untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari mereka, Amat Mude pergi ke sungai setiap hari untuk memancing. Ikan-ikan yang diperolehnya untuk dimakan sehari-hari dan selebihnya dijual ke penduduk sekitar. Di antara ikan-ikan yang diperolehnya ada yang bertelur emas. Telur emas tersebut sedikit demi sedikit mereka simpan, sehingga lama-kelamaan mereka pun menjadi kaya raya dan terkenal sampai ke seluruh penjuru negeri.

Berita tentang kekayaan permaisuri dan putranya itu pun sampai ke telinga Pakcik Amat Mude. Mendengar kabar itu, ia pun berniat untuk mencelakakan Amat Mude, karena tidak ingin melepaskan kekuasaannya.

Pada suatu hari, Raja Muda yang serakah itu memanggil Amat Mude untuk menghadap ke istana. Ketika Amat Mude sampai di istana, alangkah terkejutnya Raja Muda saat melihat seorang pemuda gagah dan tampan memberi hormat di hadapannya. Dalam hatinya berkata, “pemuda ini benar-benar menjadi ancaman bagi kedudukanku sebagai raja”. Maka ia pun memerintahkan Amat Mude untuk pergi memetik buah kelapa gading di sebuah pulau yang terletak di tengah laut. Buah kelapa gading itu diperlukan untuk mengobati penyakit istri Raja Muda. Konon, lautan yang dilalui menuju ke pulau itu dihuni oleh binatang-binatang buas. Siapa pun yang melewati lautan itu, maka akan celaka.

“Hei, Amat Mude! Jika kamu tidak berhasil mendapatkan buah kelapa gading itu, maka kamu akan dihukum mati,” ancam Raja Muda.

Oleh karena berniat ingin menolong istri Raja Muda, Amat Mude pun segera melaksanakan perintah itu. Setelah berhari-hari berjalan, sampailah Amat Mude di sebuah pantai. Ia pun mulai kebingungan mencari cara untuk mencapai pulau itu. Pada saat ia sedang duduk termenung berpikir, tiba-tiba muncul di hadapannya seekor ikan besar bernama Silenggang Raye yang didampingi oleh Raja Buaya dan seekor Naga Besar. Amat Mude pun menjadi ketakutan.

“Hei, Anak Muda! Kamu siapa dan hendak ke mana?” tanya Ikan Silenggang Raye.

“Sa... saya Amat Mude,” jawab Amat Mude dengan gugup, lalu menceritakan asal-asul dan maksud perjalanannya.

Mendengar cerita Amat Mude tersebut, Ikan Silenggang Raye, Raja Buaya dan Naga itu langsung memberi hormat kepadanya. Amat Mude pun terheran-heran melihat sikap ketiga binatang raksasa itu.

“Kenapa kalian hormat kepadaku?” tanya Amat Mude heran.

“Ampun, Tuan! Almarhum Ayahandamu adalah raja yang baik. Dulu, kami semua diundang pada pesta pemberian nama Tuan!” jawab Raja Buaya.

“Benar, Tuan! Tuan tidak perlu takut. Kami akan mengantar Tuan ke pulau itu,” sambung Naga besar itu.

“Terima kasih, Sobat!” ucap Amat Mude.

Akhirnya, Amat Mude pun diantar oleh ketiga binatang raksasa tersebut menuju ke pulau yang dimaksud. Tidak berapa lama, sampailah mereka di pulau itu. Sebelum Amat Mude naik ke darat, si Naga besar memberikan sebuah cincin ajaib kepada Amat Mude. Dengan memakai cincin ajaib itu, maka semua permintaan akan dikabulkan.

Setelah itu, Amat Mude pun segera mencari pohon kelapa gading. Tidak berapa lama mencari, ia pun menemukannya. Rupanya, pohon kelapa gading itu sangat tinggi dan hanya memiliki sebutir buah kelapa. Setelah menyampaikan niatnya kepada cincin ajaib yang melingkar di jari tangannya, Amat Mude pun dapat memanjat dengan mudah dan cepat sampai ke atas pohon. Ketika ia sedang memetik buah kelapa gading itu, tiba-tiba terdengar suara seorang perempuan yang sangat lembut menegurnya, “Siapapun yang berhasil memetik buah kelapa gading itu, maka dia akan menjadi suamiku.”

“Siapakah Engkau ini?” tanya Amat Mude.

“Aku adalah Putri Niwer Gading,” jawabnya.

Ketika Amat Mude baru saja turun dari atas pohon sambil menenteng sebutir kelapa gading, tiba-tiba seorang putri cantik jelita berdiri di belakangnya. Alangkah takjubnya ketika ia melihat kecantikan Putri Niwer Gading. Akhirnya, Amat Mude pun mengajak sang Putri pulang ke rumah untuk menikah. Pesta perkawinan mereka pun dirayakan dengan ramai di kediaman Amat Mude.

Usai pesta, Amat Mude ditemani istri dan ibunya segera menyerahkan buah kelapa gading yang diperolehnya kepada Pakciknya. Maka selamatlah ia dari ancaman hukuman mati. Bahkan, berkat ketabahan dan kebaikan hatinya, Raja Muda tiba-tiba menjadi sadar akan kecurangan dan perbuatan jahatnya. Ia juga menyadari bahwa Amat Mude-lah yang berhak menduduki tahta kerajaan Negeri Alas. Akhirnya, atas permintaan Raja Muda, Amat Mude pun dinobatkan menjadi Raja Negeri Alas.

* * *

Demikian cerita Putra Mahkota Amat Mude dari daerah Nanggroe Aceh Darussalam. Cerita di atas termasuk kategori dongeng yang mengandung pesan-pesan moral yang dapat dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah keutamaan sifat tabah dan giat berusaha. Sifat ini tercermin pada sikap permaisuri dan Amat Mude yang senantiasa bersikap tabah menghadapi penderitaan dan selalu giat berusaha. Akhirnya mereka menjadi kaya dan hidup bahagia. Dikatakan dalam tunjuk ajar Melayu:

wahai ananda cahaya mata,
rajin dan tekun dalam bekerja
penat dan letih usah dikira
supaya kelak hidupmu sejahtera

Pelajaran lain yang dapat dipetik dari cerita di atas adalah bahwa jika perbuatan jahat seseorang dibalas dengan kebaikan, maka suatu saat orang yang berbuat jahat tersebut akan menyadari perbuatan jahatnya dan akan berbuat baik. Hal ini tergambar pada sikap dan perilaku Raja Muda yang selalu berniat jahat kepada Amat Mude, namun Amat Mude senantiasa membalas niat jahatnya tersebut dengan kebaikan. Akhirnya, Raja Muda pun menyadari perbuatannya dan menobatkan Amat Mude menjadi Raja Negeri Alas. (Samsuni /sas/112/11-08)

Sumber:•Isi cerita diadaptasi dari L.K. Ara. 1995. Cerita Rakyat dari Aceh. Jakarta: Grasindo.
•Anonim. “Aceh”, http://id.wikipedia.org/wiki/Aceh, diakses tanggal 26 November 2008.
•Tenas Effendy. 2006. Tunjuk Ajar Melayu. Yogyakarta: Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu bekerja sama dengan Penerbit AdiCita Karya Nusa.

Ussy Sulistyawati Menumbuhkan Minat Baca Pada Anak Semata Wayangnya

Ussy Sulistyawati Menumbuhkan Minat Baca Pada Anak Semata Wayangnya

Penyanyi dan pemain sinetron, Ussy Sulistyawati selalu meletakkan buku di mana saja. Baik itu di rumah maupun di mobil selalu ada buku. Tentunya itu buku buku yang diperuntukan untuk anaknya. Cara tersebut merupakan tips Ussy untuk menumbuhkan minat baca bagi anaknya, Syafa Al Zahra.

Hasilnya saat ini Ara, panggilan anak Ussy begitu rajin dan gemar membaca. Kekasih Andika Pratama itu sungguh sangat memperhatikan pendidikan yang terbagus untuk anaknya.

tag : Ussy Sulistyawati, Andika Pratama, Minat Baca pada Anak

Vicky Shu, Penyanyi Pendatang Baru Tak Masalah Dicap Penyanyi Seksi

Vicky Shu, Penyanyi Pendatang Baru Tak Masalah Dicap Penyanyi Seksi

Vicky Shu tidak menjadikan masalah dengan cap penyanyi seksi pada dirinya. Karena dia tidak merasa menonjolkan keseksian dalam setiap penampilannya. Vicky menganggap bahwa dirinya hanya ingin tampil sebagai penyanyi perempuan yang energik dan atraktif.

Gadis kelahiran Cilacap, 8 Juli 1987 itu merasa bahwa dirinya tomboi banget juga tidak, cewek seksi banget juga tidak. Vicky Shu sempat bekerja sama dengan Mulan Jameela. Dan untuk saat ini album terbarunya berjudul 'Mari Bercinta 2'

tag : Vicky Shu, Mulan Jameela, Lirik Lagu Mari Bercinta 2, Vicky Shu Penyanyi Energik Dan Atraktif

Cameron Diaz : 'Saya Suka Film Porno'

Cameron Diaz : 'Saya Suka Film Porno'

Mantan kekasih aktor Justin Timberlake yaitu aktris Cameron Diaz mengaku suka menonton film porno. Biasanya, Cameron menonton film-film syur tersebut di dalam kamar hotel.

Cameron suka dengan pelayanan hotel yang bisa menjaga rahasianya, staff hotel tidak pernah menulis judul film porno yang telah ditontonnya di dalam struk tagihannya.

Aktris berusia 38 tahun itu, sering bepergian naik pesawat untuk menemui kekasihnya dan bercinta. Cameron sangat blak-blakan soal kehidupan seksnya. Untuk saat ini ia mengaku bahwa sedang berpacaran dengan seorang pemain baseball, Alex Rodriguez.

tag : Cameron Diaz, Justin Timberlake, Hotel Tempat Menginap Cameron Diaz, Pemain Baseball Alex Rodriguez, Judul Film Porno Yang Ditonton Cameron Diaz

Penyanyi Rossa Jatuh Dari Panggung

Penyanyi Rossa Jatuh Dari Panggung

Pelantun lagu 'Tegar' Rossa, terjatuh dari panggung saat akan turun sehabis menyanyi di acara ulang tahun tvOne Kamis, 24 Februari 2011 pada malam hari di Jakarta Convention Center, Senayan. Tapi saat ini kondisi Rossa baik baik saja, karena akibat jatuh itu dia tidak mengalami cidera yang parah.

tag : Rossa, Lagu Tegar, Ulang Tahun tvOne, Jakarta Convention Center (JCC)

Nikita Willy Secepatnya Akan Meluncuran Album Keduanya

Nikita Willy Secepatnya Akan Meluncuran Album Keduanya

Bintang sinetron 'Putri Yang Tertukar' Nikita Willy berencana akan membuat album baru keduanya. Saat ini Nikita baru mengumpulkan musisi untuk memberikan lagu untuknya.

Cewek kelahiran 29 Juni 1994 ini sebelumnya telah merilis lagu yang berjudul 'Ku Tetap Menanti' yang ternyata laku keras di pasaran, dan ini membuat Nikita ketagihan untuk merilis album keduanya.

Nikita yang berdarah Minang itu untuk saat ini sedang mengumpulkan para musisi untuk menciptakan lagu untuknya, sehingga album keduanya akan dapat segera dirilis.

tag : Nikita Willy, Sinetron Putri Yang Tertukar, Lirik Lagu Ku Tetap Menanti, Gadis Minang, Album Kedua Nikita Willy

Pernikahan Pasha Ungu Dengan Adelia Bernuansa Ungu

Pernikahan Pasha Ungu Dengan Adelia Bernuansa Ungu

Pernikahan Pasha Ungu dengan Adelia Wilhemina tinggal sebulan lagi. Mereka rencananya akan melangsungkan pernikahan pada tanggal 27 Maret 2011, dan pernikahan kedua bagi Pasha itu akan bernuansa ungu.

Konsep pernikahan Pasha dan Adelia akan disesuaikan dengan keinginan Pasha, karena Pasha ingin kesan yang glamour, berkelas dan elegan.

Untuk acara resepsi, warna detailnya warna ungu, dalam hal ini Pasha vokalis band ungu tersebut ingin menampilkan yang agung dan berkelas tapi lebih too much, dan warna ungu itu melambangkan keagungan.

Untuk Akadnya, walaupun konsepnya modern tapi tetap berkesan Islami. Karena Pasha adalah seorang yang taat beragama dengan baik.

tag : Pasha Ungu, Adelia Wilhemina, Grup Band Ungu, Pernikahan Kedua Pasha Ungu, Okki Agustina Mantan isteri Pasha.

Penyanyi Shanti, Telah Melahirkan Seorang Bayi Laki - Laki

Penyanyi Shanti, Telah Melahirkan Seorang Bayi Laki - Laki

Shanti, pelantun lagu Hanya Memuji ini telah BBM kepada sahabatnya Edrick Chandra bahwa dia telah melahirkan seorang bayi laki-laki di Hongkong.

Suami dari Sebastian Paredes yang menikah pada 24 Juli 2010 di Kedutaan Besar Equador Jakarta, mengaku bahwa sangat bahagia atas kelahiran putra pertamanya itu.

Sedangkan sahabatnya, Edrick Chandra yang sudah dikhabari berencana akan menjenguk ke Hongkong baareng bersama teman temannya tapi kapan belum ada kepastian, karena harus disesuaikan dengan jadwal kerja Edrick dan juga teman-temannya.

tag : Shanti, Bayi Laki-Laki, Pelantun Lagu Jatuh Cinta, Pelantun Lagu Persembahan Dari Hati,Pelantun Lagu Seperti Langit, Hongkong, Sebastian Paredes, Edrick Chandra, Kedutaan Besar Equador Jakarta.

Mantan Suami Cut Keke, Gathan Dilaporkan Melakukan Penipuan

Mantan Suami Cut Keke, Gathan Dilaporkan Melakukan Penipuan

Gathan, yang saat ini adalah suami artis Dina Lorenza, tersangkut dengan tindakan penipuan, akibatnya dia dilaporkan ke Polda Metro Jaya.

Penipuan yang dilakukan oleh Ghatan Saleh Hilabi adalah dalam bisnis jual beli senjata yang dijalaninya. Berawal mula dari seorang pengusaha yang bernama Abdul Hakim yang terlibat jual beli senjata pada tahun 2008. Senjata jenis handgun tersebut dijual oleh Gathan kepada Abdul Hakim dengan harga Rp 40 juta. Tapi menurut Abdul Hakim sampai saat ini dia belum menerima surat-surat resmi senjata tersebut.

Karena surat resmi belum didapat dan tak kunjung diserahkan, maka Abdul Hakim lebih memilih untuk mengembalikan senjata kepada Gathan dan meminta uangnya kembali. Tapi karena uang tidak dikembalikan, dan Abdul Hakim merasa bahwa permintaannya tidak ditanggapi, maka pada akhirnya Ghatan dilaporkan ke kepolisian pada tanggal 15 Februari 2011. Akibat perbuatannya itu, Ghatan dikenakan pasal 374 tentang penggelapan dan pasal 378 tentang penipuan.

tag : Gathan, Dina Lorenza, Cut Keke, Senjata Handgun, Kasus Penipuan, Pengusaha, Abdul Hakim.

Pengakuan Olla Ramlan Yang Sebenarnya Tidak Suka Dengan Film Horor Yang Berbau Sex

Pengakuan Olla Ramlan Yang Sebenarnya Tidak Suka Dengan Film Horor Yang Berbau Sex

Salah satu Presenter Dahsyat Olla Ramlan berterus terang bahwa dia tidak suka dengan film horor yang berbau sex dan hanya mengumbar kemolekan tubuh bintangnya saja.

Olla Ramlan menyayangkan bahwa masih banyaknya film horor yang muncul di Indonesia, yang jarang menyajikan sisi positif tapi hanya mengumbar kevulgaran atau kemolekan tubuh para bintangnya. Tapi Olla tidak bisa berkata apapun karena untuk film yang berbau horor-sex di pasaran masih memungkinkan dan masyarakat Indonesiapun masih banyak yang suka sehingga masih banyak juga penggemarnya.

Presenter Dahsyat tersebut mengatakan bahwa ia ingin film yang sifatnya mendidik, film yang berpendidikan. Dan bukan hanya film yang hanya menonjolkan kesexian bintangnya.

tag : Olla Ramlan, Presenter Dahsyat, Film Horor, Film Sexi, Film Pendidikan

Biografi Lengkap Maria Ozawa Miyabi

Ringkasan ini tidak tersedia. Harap klik di sini untuk melihat postingan.

Legenda Gunung Hapu - Legenda Rakyat

Tidak berapa jauh dari kota Rantau, ibu kota Kabupaten Tapin Propinsi Kalimantan Selatan terdapat dua desa bernama Tambarangan dan Lawahan. Menurut cerita orang tua-tua, dahulu kala di perbatasan kedua desa itu hiduplah seorang janda miskin bersama putranya. Nama janda itu Nini Kudampai, sedangkan nama putranya Angui.

Mereka tidak mempunyai keluarga dekat sehingga tidak ada yang membantu meringankan beban anak beranak itu. Walaupun demikian, Nini Kudampai tidak pernah mengeluh. Ia bekerja sekuat tenaga agar kehidupannya dengan anaknya terpenuhi.

Saat itu, Angui masih kecil sehingga ia masih senang bermain, belum ada kesadaran untuk menolong ibunya bekerja. Angui tidak mempunyai teman sebaya sebagai teman bermain. Sebagai gantinya, ia ditemani tiga ekor hewan kesayangannya, yaitu ayam jantan putih, babi putih, dan seekor anjing yang juga putih bulunya. Ke mana pun ia pergi, ketiga ekor hewan kesayangan itu selalu menyertainya. Mereka tampak sangat akrab.

Pada suatu hari, ketika Angui sedang bermain di halaman rumah, melintaslah seorang saudagar Keling. Saudagar itu amat tertarik kepada Angui setelah menatap Angui yang sedang bermain. Ia berdiri tidak begitu jauh dari tempat Angui bermain. Angui terus diamatinya. Dari hasil pengamatan itu, ia mendapatkan sesuatu yang menonjol pada penampilan Angui. Air muka Angui selalu jernih dan cerah. Ubun-ubunnya kelihatan berlembah. Dahinya lebar dan lurus. Jari-jarinya panjang dan runcing ke ujung. Di ujung-ujung jari itu terdapat kuku laki yang bagus bentuknya. Satu hal yang memikat adalah adanya tahi lalat yang dimiliki Angui. Tahi lalat seperti itu dinamakan kumbang bernaung.

Saudagar Keling mendapat firasat bahwa tanda-tanda fisik yang dimiliki Angui menunjukkan nasib balk atau keberuntungannya. Barang siapa memelihara anak itu akan bernasib mujur.

“Aku harus mendapatkan anak itu,” katanya dalam hati. Tanpa menyia-nyiakan waktu, saudagar itu segera menemui Nini Kudampai, sang ibu. Dengan keramahan dan kefasihan lidahnya berbicara selain janji-janji yang disampaikan, ia dapat menaklukkan hati Nini Kudampai. Nini Kudampai tidak keberatan jika Angui diasuh dan dipelihara saudagar itu. Angui pun amat tertarik untuk mengikuti saudagar itu pulang ke negerinya.

“Anak lbu tidak akan hilang,” kata saudagar itu meyakinkan. “Percayalah Bu, suatu saat kelak ia pasti kembali menemui ibunya, bukan sebagai Angui yang sekarang ini, tetapi sebagai orang ternama.”

Walaupun Nini Kudampai telah merelakan kepergian anaknya, ia tidak dapat menyembunyikan rasa harunya ketika akan berpisah. Kesedihan dan keharuan kian bertambah ketika Angui meminta agar ketiga hewan teman bermainnya selama ini dipelihara sebaik-baiknya oleh ibunya.

“Bu, tolong Ibu jaga babi putih, anjing putih, dan ayam putihku. Jangan Ibu sia-siakan!” kata Angui sambil mencium tangan ibunya dengan linangan air mata.

Saudagar Keling pulang ke negerinya dan tiba dengan selamat bersama Angui. Angui diasuh dan dipeliharanya, tak ubahnya memelihara anak kandung. Angui hidup bermanja-manja karena kehendaknya selalu dikabulkan orang tua asuhnya. Kemanjaan itu berakibat buruk kepadanya. Ia lupa diri dan menjadi anak nakal, pemalas, serta pemboros.

Saudagar Keling sering tercenung seorang diri.

“Firasatku ternyata salah,” katanya dalam hati, “rupanya keadaan lahir belum tentu mencerminkan sifat dan watak seseorang.”

Saudagar Keling merasa tidak mampu lagi menjadi orang tua asuh Angui. Kehadiran Angui dalam keluarga itu hanya menyusahkannya saja. Tidak ada jalan lain yang dapat ditempuh selain mengusir Angui. Saudagar Keling itu tidak mau memeliharanya lagi.

Angui amat menyesali kelakuannya selama ini. Apa dayanya karena sesal kemudian tiada guna. Ia hidup luntang-lantung tiada arah. Kesempatan baik telah disia-siakannya.

Syukurlah, lambat laun Angui mampu mengatasi keputusasaannya.

“Aku harus menjadi manusia yang berhasil,” katanya penuh tekad.

Ia menanggalkan sikap malasnya dan mau bekerja membanting tulang. Ia tidak merasa malu melakukan pekerjaan apa pun, asal pekerjaan itu halal.

Beberapa tahun kemudian, berkat kerja keras dan kejujurannya dalam bekerja, is menjadi seorang saudagar kaya. Kekayaannya tidak kalah dibanding kekayaan saudagar Keling yang pernah menjadi orang tua asuhnya. Ketenarannya melebihi saudagar Keling itu.

Akhirnya, kekayaan Angui melebihi kekayaan siapa pun di negeri Keling itu. Namanya makin terkenal setelah is berhasil menyunting putri raja Keling menjadi istrinya. Sejak menjadi menantu raja, Angui mendapat nama baru, yakni Bambang Padmaraga.

Meskipun sudah kaya, Angui alias Bambang Padmaraga sering terkenang kampung halamannya. Ia amat rindu kepada ibunya, Nini Kudampai. Ia juga teringat pada babi putih, anjing putih, dan ayam putih, ketiga teman bermain yang disayanginya. Selain itu, ia ingin memperkenalkan istrinya kepada ibunya dan menunjukkan keberhasilannya di perantauan. Ia ingin membahagiakan ibunya yang bertahun-tahun ditinggalkannya tanpa berita.

Pada suatu hari, Angui mempersiapkan sebuah kapal yang lengkap dengan anak buahnya. Tidak lupa pula bekal untuk perjalanan jauh dan cendera mata, Inang pengasuh bagi istrinya turut serta dalam pelayaran ke negerinya. Ia dan istrinya menempati sebuah bilik khusus di dalam kapal yang ditata begitu apik seperti dalam sebuah istana.

Berita kembalinya Angui dan istrinya, putri raja Keling, dengan naik kapal segera tersiar ke seluruh penjuru. Nini Kudampai pun mendengar dengan penuh rasa syukur dan sukacita. Apalagi kapal putranya itu konon merapat dan bersandar tidak berapa jauh dari kediamannya.

Legenda Gunung Batu HapuNini Kudampai segera berangkat ke pelabuhan dengan menggiring ketiga hewan piaraan teman bermain Angui, yaitu babi putih, anjing putih, dan ayam putih. Ia berharap agar Angui segera mengenalinya dengan melihat ketiga hewan itu.

Nini Kudampai pun berseru melihat Angui berdiri berdampingan dengan istrinya di atas kapal, “Anakku!”

Sebenarnya, Angui mengenali ibunya dan ketiga hewan piaraannya. Akan tetapi, ia malu mengakuinya di hadapan istrinya karena penampilan ibunya sangat kumal. Jauh berbeda dengan ia dan istrinya. Ia memalingkan muka dan memberi perintah kepada anak buahnya, “Usir perempuan jembel itu!”

Hancur Iuluh hati Nini Kudampai diusir dan dipermalukan putra kandung yang dilahirkan dan dibesarkannya. Angui mendurhakainya sebagai ibu kandung. Ibu yang malang itu segera pulang ke rumah. Tiba di rumah, is memohon kepada Yang Mahakuasa agar Angui menerima kutukan.

Belum pecah riak di bibir, begitu selesai Nini kudampai menyampaikan permohonan kepada Tuhan, topan pun mengganas. Petir dan halilintar menggelegar membelah bumi. Kilat sabung-menyabung dan langit mendadak gelap gulita. Hujan deras bagai dituang dari langit. Gelombang menggulung kapal bersama Angui dan istri serta anak buahnya. Kapal dan segenap isinya itu terdarnpar di antara Tambarangan dan Lawahan. Akhirnya, kapal dan isinya berubah menjadi batu.

Itulah sekarang yang dikenal sebagai Gunung Batu Hapu, yang telah dibenahi pemerintah menjadi objek pariwisata. Setiap saat, terutama hari libur, tempat itu banyak dikunjungi orang.

Cerita Rakyat Nusantara - Goa Nagabumi

Pada zaman dahulu ada sebuah kerajaan yang sangat besar dan kuat. Kerajaan itu bernama Mataram. Wilayah kekuasaan kerajaan Mataram meliputi seluruh tanah Jawa, bahkan pengaruhnya meluas sampai ke berbagai negeri di seberang lautan. Raja yang bertahta di Kerajaan Mataram itu bergelar Kanjeng Panembahan Senopati. Di bawah pemerintahannya, Kerajaan Mataram dengan pesat berkembang menjadi sebuah kerajaan yang besar.

Sejak sebelum menjadi raja, Kanjeng Panembahan Senopati adalah seorang prajurit yang tangguh dan perkasa. Sikapnya yang satria memperkuat kedudukannya sebagai senopati yang sangat dicintai oleh para bawahannya, dan sangat disegani, baik oleh kawan maupun lawan.

Kanjeng Panembahan Senopati terkenal memiliki kesaktian yang luar biasa dan sangat pintar dalam menyusun siasat perang. Itulah sebabnya, maka banyak raja dari negeri lain menyatakan takluk di bawah kekuasaan Kerajaan Mataram. Kesaktian Kanjeng Panembahan Senopati tidak hanya membuat kerajaan-kerajaan manusia menjadi takut, tetapi juga membuat gentar kerajaan-kerajaan makhluk halus yang ada di Pulau Jawa.


Salah satu dari sekian banyak kerajaan makhluk halus itu ada yang terletak di sekitar Segara Kidul. Kerajaan itu diperintah oleh seorang ratu (raja perempuan) yang bergelar Kanjeng Ratu Kidul. Oleh karena letaknya yang dekat dengan pusat kerajaan Mataram, maka untuk menghindari agar jangan sampai kerajaannya hancur lebur bila bertentangan dengan Kanjeng Panembahan Senopati, maka Kanjeng Ratu Kidul berusaha menggabungkan kerajaannya dengan Kerajaan Mataram.

Suatu saat, ketika Kanjeng Panembahan Senopati sedang mengasingkan diri di pantai selatan, Kanjeng Ratu Kidul menemuinya dengan menyamar menjadi manusia biasa, dalam wujud seorang puteri yang sangat cantik. Melihat kecantikan puteri jelita yang datang menghampiri itu, Kanjeng Panembahan Senopati terpikat hatinya. Singkat cerita, Kanjeng Ratu Kidul lalu diperisteri oleh Kanjeng Panembahan Senopati. Akibat dari perkawinannya dengan Kanjeng Ratu Kidul itu, maka Kerajaan Mataram wilayahnya menjadi sangat luas. Dan, bukan hanya manusia saja, melainkan juga seluruh mahkluk halus di wilayah Pulau Jawa dan sekitarnya menjadi takluk di bawah kekuasaan Kanjeng Panembahan Senopati.

Dari perkawinannya dengan Kanjeng Ratu Kidul, Kanjeng Panembahan Senopati memiliki seorang putera yang dinamakannya Raden Ronggo. Oleh karena ia adalah anak dari dua orang yang sangat sakti, maka Raden Ronggo pun setelah besar, menjadi seorang pemuda yang tampan, dan terkenal sangat sakti. Tak ada seorang pun yang berani membantah kata-kata Raden Ronggo karena kesaktiannya dan juga karena dia adalah putera Kanjeng Panembahan Senopati, raja Mataram.

Makin lama Raden Ronggo menjadi makin sombong, bahkan mulai bertindak sewenang-wenang pada penduduk Mataram. Setiap kemauannya harus tersampaikan. Apabila ada orang yang berusaha membantah atau menghalangi niatnya, dilawannya dengan kekuatan atau kesaktiannya, juga dengan wewenangnya sebagai putera raja. Tidak segan-segan Raden Ronggo menindas, menyiksa, bahkan membunuh siapa saja yang berani menentang atau merintangi maksudnya. Rakyat Mataram pun menjadi resah.

Berita mengenai sikap semena-mena anaknya terhadap rakyat Mataram itu, membuat Kanjeng Panembahan Senopati prihatin. Beliau menyadari kedudukannya sebagai raja, haruslah menjadi pengayom rakyat dan penjamin kesejahteraan hidup rakyat seluruh negerinya. Sangat sedih hati Kanjeng Panembahan Senopati, mengetahui kelakuan puteranya yang ternyata tercela di mata rakyatnya. Seharusnya puteranya bersikap melindungi rakyatnya, tetapi nyatanya malah bertindak sewenang-wenang terhadap rakyat.

Kanjeng Panembahan Senopati adalah seorang raja yang adil dan bijaksana. Tidak kepalang tanggung baginda memberikan hadiah kepada rakyatnya yang berjasa kepada negara. Dan, tidak segan-segan pula beliau menjatuhkan hukuman kepada siapa saja yang melanggar undang-undang.

Namun kali ini ia merasa terpojok. Ternyata puteranya sendiri telah bertindak sebagai warga negara yang melanggar undang-undang. Tidak boleh tidak, ia harus menjatuhkan hukuman yang setimpal kepada puteranya.

Kanjeng Panembahan Senopati menyadari bahwa puteranya sangat sakti. Tak seorang pun dari rakyat dan hambanya mampu mengimbangi kesaktian puteranya itu. Maka dari itu, Kanjeng Panembahan Senopati menentukan sikap untuk tidak akan menyerahkan puteranya kepada pengadilan, sebab tak ada seorang pun dari rakyatnya yang berani bertindak atas diri Raden Ronggo, meskipun berdasarkan putusan pengadilan.

Untuk melaksanakan hukuman atas diri puteranya, Kanjeng Panembahan Senopati lalu memanggil Kanjeng Ratu Kidul, yang bertahta di dasar Segara Kidul. Kepada Kanjeng Ratu Kidul, Kanjeng Panembahan Senopati bersabda: “Puteramu, si Ronggo, ternyata mencemarkan kewibaan keluarga raja, dan tentu saja mencemarkan kewibawaanku sebagai raja. Kalau dia tidak segera disingkirkan, aku khawatir rakyatku makin cemas. Maka dari itu, ambillah dia. Bawalah pulang ke keratonmu.”

“Baiklah kakangmas”, jawab Kanjeng Ratu Kidul.

“Terserah bagaimana caramu menyingkirkan dia dari lingkungan kerajaan Mataram”, sabda baginda.

Setelah mendapat perintah dari Kanjeng Panembahan Senopati, maka Kanjeng Ratu Kidul pun lalu mencari akal untuk mengambil puteranya dari daratan Mataram. Untuk itu, Kanjeng Ratu Kidul mengutus seekor naga yang bertempat tinggal di dasar laut pantai selatan menjemput Raden Ronggo. Namun, naga itu diperintahkan terlebih dahulu untuk memporak-porandakan wilayah perkampungan penduduk yang ada di tepi pantai agar Raden Ronggo terpancing dan berusaha membunuh si naga.

Setelah naga itu naik ke darat, kemudian ia langsung mengganas di wilayah perkampungan penduduk. Naga itu mengganggu ketenteraman penduduk. Ternak-ternak penduduk menjadi mangsa si naga. Orang-orang yang tinggal di sekitar pantai berusaha untuk membunuhnya. Namun hal itu ternyata sia-sia, sebab naga itu sangat sakti. Tak ada seorang pun yang mampu membunuhnya. Makin lama rakyat menjadi makin tintrim (resah, cemas, gelisah, takut). Ulah si naga semakin mengganas. Jumlah ternak yang musnah akibat menjadi mangsa naga itu, makin hari makin bertambah. Penduduk khawatir, jangan-jangan naga itu akhirnya akan memangsa mereka bila jumlah ternak sudah makin menipis.

Warga sekitar pantai kemudian bermusyawarah mencari untuk cara agar si naga dapat segera dimusnahkan. Dalam musyawarah itu, salah seorang diantaranya berkata: “Kalau Raden Ronggo mau bertindak, tentu mampu membunuh naga itu.”

“Ya, ia adalah orang sakti”, sambung yang lain.

“Kalau dia mau, naga itu tentu dapat dibunuhnya,” kata yang lainnya lagi.

“Kalau begitu, sebaiknya kita menghadap padanya”, yang lain mengusulkan.

“Setuju”, lainnya lagi menguatkan. “Kita perlu menghadap Kanjeng Panembahan Senopati, memohon kesediaannya untuk menitahkan Raden Ronggo turun tangan membunuh naga itu.”

Begitulah, Raden Ronggo yang semula dibenci oleh rakyat karena sikapnya yang menindas rakyat dan senantiasa menyiksa rakyat, akhirnya diangkat sebagai pahlawan. Kepada Raden Ronggo, segenap rakyat menumpukan seluruh harapan, untuk membebaskan mereka dari ancaman bencana yang mungkin ditimbulkan oleh naga itu.

Setelah Kanjeng Panembahan Senopati mendengarkan permintaan rakyatnya, yang menggantungkan harapannya kepada Raden Ronggo untuk menolong mereka, maka baginda pun lalu memanggil Raden Ronggo untuk menghadap.

“Ronggo, anakku”, kata baginda kepada puteranya setelah Raden Ronggo duduk bersimpuh di hadapannya. “Kau tahu rakyat kita sekarang dalam keadaan cemas karena adanya naga yang mengganggu ketenteraman.”

“Ya, ayahanda”, jawab Raden Ronggo seraya menyembah dengan hormat.

“Dan kau pun tahu, bahwa tak seorang pun dari rakyat kita yang berani menghadapi naga itu,” kata baginda lagi.

“Ya, ayahanda.”

“Sekarang, bagaimanakah sikapmu?”

“Maksud ayahanda?”

“Apakah engkau sampai hati hanya berdiam diri saja, membiarkan rakyat cemas mengkhawatirkan keselamatan hidupnya?”

Raden Ronggo termenung, kepalanya makin merunduk mendengar sabda baginda yang bernada sedih itu.

Selanjutnya bagianda raja berkata lagi: “Kau harus bertindak, anakku.”

“Jadi maksud ayahanda, hamba harus membunuh naga itu?” sembah Raden Ronggo.

“Ya,” kata baginda dengan tegas. “Kau harus turun tangan. Rakyat tahu, bahwa kau memiliki kemampuan luar biasa. Dan rakyat yakin, bahwa hanya kaulah yang mampu membunuh naga itu.”

Raden Ronggo merenung sejenak, lalu sembahnya: “Kalau ayahanda memerintahkan, hamba pun akan melaksanakannya.”

“Bagus!” kata baginda. “Kalau kau mau bertindak membunuh naga itu, berarti tidak sia-sialah harapan rakyat yang ditumpukan ke pundakmu.”

“Atas perintah baginda, hamba akan bertindak”, sembah Raden Ronggo.

“Bagus”, kata baginda. “Demi keselamatan jiwa rakyat dan ketenteraman negara, aku memerintahkan kau membunuh naga itu.”

Setelah memohon restu dari baginda raja untuk menunaikan tugas berat itu, Raden Ronggo lalu mundur dari hadapan ayahandanya dan berangkat menghadapi naga yang mencemaskan hati rakyat itu.

Setelah mengetahui bahwa Raden Ronggo bersedia turun tangan akan membunuh naga itu, maka segenap rakyat lalu bersorak-sorak: “Hidup Raden Ronggo, hidup Raden Ronggo.”

Begitu keluar dari istana, dengan tenangnya Raden Ronggo berjalan, dan orang banyak berduyun-duyun berjalan di belakangnya. Kepada Raden Ronggo, orang banyak itu menunjukkan lokasi naga itu berada, yaitu di suatu goa dekat pemukiman mereka. Sesampai di depan pintu goa, orang banyak yang mengiringi perjalanan Raden Ronggo itu pun berhenti, sedang Raden Ronggo meneruskan masuk ke dalam goa.

Tidak lama setelah Raden Ronggo masuk ke dalam goa, terdengarlah suara dahsyat dari dalam goa. Terjadilah pertempuran hebat antara Raden Ronggo dengan naga yang ganas itu. Kedua-duanya memiliki kesaktian yang luar biasa. Suara gelegar bagai guruh dan guntur yang menyambar-nyambar terdengar dari dalam goa itu. Tiap gelegar suara diiringi oleh goncangan bumi bagai gempa.

Pada akhirnya suara menggelegar dan goncangan bumi bagai gempa itu pun berhenti. Itu menandakan bahwa pertempuran telah berakhir. Dan, ternyata baik Raden Ronggo maupun sang naga, kedua-duanya mati. Selesainya pertempuran dahsyat yang diakhiri dengan kematian kedua belah pihak itu, alam menyambutnya dengan curahan hujan yang sangat lebat. Segenap rakyat berterima kasih terhadap jasa Raden Ronggo, yang telah mengorbankan dirinya demi kelangsungan hidup rakyat.

Goa tempat berlangsungnya pertempuran antara Raden Ronggo dengan naga yang ganas itu, sampai sekarang masih ada dan dikenal dengan nama Goa Nagabumi.

Sumber:

Suwondo, Bambang. 1981. Cerita Rakyat Daerah Istimewa Yogyakarta. Yogyakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

http://uun-halimah.blogspot.com/search/label/cerita%20rakyat