Curah Hujan Tinggi Sulitkan Petani

Tingginya curah hujan pada saat panen padi musim tanam rendeng (penghujan) perlu diansitipasi para petani sejak dini. Hal itu agar gabah yang dihasilkan petani pada saat musim panen rendeng kualitasnya tidak menurun, karena kualitas gabah yang buruk akan menurunkan harga jual gabah.

Kasub Dolog Sub Divre Indramayu, Drs. Sudarsono mengemukakan, curah hujan yang tinggi pada saat musim panen padi, sangat menyulitkan para petani dalam mengolah padi pasca panen. Untuk mengantisipasi hal itu, Dolog Sub Divre Indramayu jauh-jauh hari sudah menyiapkan UPGB (Unit Pengolah Gabah dan Beras) yang sudah dilengkapi Lantai Jemur pada sejumlah gudag Dolog.

Sudarsono mengatakan, UPGB itu sangat diperlukan untuk mengolah gabah dari kualitas GKP (Gabah Kering Pungut) menjadi GKB (Gabah Kering Giling).

Kapasitas UPGB yang tersedia di sejumlah gudang Dolog, menurut Sudarsono cukup besar. Sehingga mampu mengolah gabah petani sesuai persyaratan sebelum masuk ke gudang Dolog. (poskota)

Warga Dianjurkan Tanam Cabe di Pekarangan Rumah

Harga cabe yang tinggi mencapai Rp80 ribu per Kg belakangan ini, seharusnya memang menguntungkan petani. Namun, kenyatannya harga cabe yang tinggi sepanjang sejarah itu tidak menguntungkan petani.

Kadis Pertanian dan Peternakan Kab.Indramayu, Ir. Toto Kusmarwanto, Senin (10/1) mengatakan, selama tahun 2010, curah hujan terlalu tinggi sehinga tingkat kelembaban udara sangat tinggi. Kondisi tersebut, menurut Toto, sangat menguntungkan OPT (Organisme Penggangu Tanaman), jamur dan bakteri. Dampaknya banyak tanaman cabe petani yang mati dan membuat petani cabe merugi.

Menurut Toto, mengingat tingginya intensitas serangan OPT, jamur dan bakteri terhadap tanaman cabe, banyak petani cabe di daerah sentra produksi seperti Kroya, Haurgeulis, Gantar, Cikedung, Sliyeg dan Terisi, terpaksa memetik cabe saat masih hijau alias panen sebelum waktunya.

Sementara menyinggung tingginya harga cabe di pasaran, Dinas Pertanian dan Peternakan Kab. Indramayu mengajak masyarakat menanam cabe di setiap pekarangan rumah. Hal itu dilakukan agar masyarakat tak mengandalkan cabe dari kebun petani. (poskota)

ICMI Minta Masyarakat Berfikir Jernih

Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kabupaten Indramayu meminta agar masyarakat berfikir jernih terhadap kasus yang menimpa mantan Bupati Indramayu DR. H. Irianto MS. Syafiuddin karena hal ini merupakan upaya pembunuhan karakter. Hal itu disampaikan K.H. Sufyan Tsauri, S.Ag. MA. Salah seorang pengurus ICMI Kabupaten Indramayu.

Menurut Sufyan, saat ini masyarakat terlalu mudah percaya terhadap apa yang menjadi berita. Bahkan ada bagian masyarakat yang menerima mentah-mentah berita tersebut tanpa mengeceknya terlebih dahulu, bahkan kemudian berita itu disebarkan. Padahal sebagai umat selayaknya masyarakat Indramayu apabila menerima berita harus dilakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum diterimanya.

Sofyan menambahkan, apa yang menimpa terhadap mantan Bupati Indramayu adalah karena terjadinya politisasi hukum oleh segelintir orang. Padahal jika hukum dipermainkan, maka Allah akan melaknat orang-orang yang dengan sengaja mempermainkannya.

ICMI meyakini bahwa mantan bupati tersebut tidak melakukan tindakan korupsi seperti apa yang dituduhkan selama ini. dirinya Yance bersumpah dengan mengatakan Demi Allah bahwa ia tidak melakukan korupsi, dan Yance juga berani bersumpah dengan seribu Al Quran.

ICMI berharap, dengan melihat kondisi yang demikian diharapkan kepada mantan Bupati Indramayu untuk tetap sabar dan tabah serta berjiwa lapang. Kemudian ICMI juga tetap memberikan dukungan sepenuhnya kepada jalannya roda pemerintahan di Indramayu yang dipimpin oleh pasangan Hj. Anna Sophanah dan Drs. H. Supendi. M.Si. serta yang terpenting masyarakat dapat berfikir dengan jernih dan tidak terprovokasi oleh tindakan segelintir orang. (humasindramayu)

Cuaca Buruk, Hutang Lilit Para Nelayan Indramayu

Nasib nelayan di Indramayu kini tak menentu. Cuaca buruk yang menyebabkan mereka harus meminggirkan perahunya ke pantai selama waktu yang lama membuat hutang mereka terus bertumpuk.

Tukijan, seorang nelayan asal Desa Karangsong, Kecamatan Indramayu mengatakan gelombang tinggi di laut membuat nelayan kapal kecil seperti mereka tak berani melaut. Tukijan mengisahkan, suatu hari dia pernah nekat melaut. Tapi di tengah lautan tiba-tiba saja ada gelombang tinggi dan angin kencang. Akibatnya, mereka pun balik kanan kembali ke darat dan akhirnya kerugian yang dia dapatkan.

Kerugian itu diakibatkan karena sebelum melaut mereka memerlukan modal untuk membeli solar dan lainnya sebesar Rp 500 ribu. Uang itu didapat dari hasil berhutang ke juragan kapal.

Ketua Serikat Nelayan Tradisional Kabupaten Indramayu Kajidin mengakui dalam kondisi seperti ini, nelayan tradisional lah yang paling terpukul. Karena perekonomian mereka sangat tergantung dengan pendapatan mencari ikan setiap harinya. Pendapatan itu pun biasanya dalam sehari habis, sehingga mereka harus setiap hari untuk melaut. Karena tidak bisa melaut, biasanya nelayan tradisional akan berhutang ke pemilik warung atau ke juragan-juragan kapal.

Sementara itu untuk membantu mengurangi beban ekonomi nelayan tradisional akibat cuaca buruk, Koperasi Perikanan Laut (KPL) Mina Sumitra di Desa Karangsong, Kecamatan Indramayu, membagikan paket total 60 ton beras kepada 4 ribu KK nelayan. Beras tersebut berasal dari dana paceklik yang diambil dari retribusi nelayan sebesar 0,2 persen. (tempointeraktif)

Kelinci Lop Kerdil

Kelinci miniatur (kerdil) lop penampilannya sekilas seperti mirip dengan kelinci Holland lop. Mini lop memiliki berbagai varietas warna-warni. Sifatnya tenang, santai dan memiliki kepintaran yang lumayan untuk dilatih meskipun tidak terlalu aktif namun cocok sebagai hewan peliharaan. Jenis kelinci kecil ini memiliki berat ideal hanya 1,5-1,6 kilogram dimana badannya mirip kelinci ND (netherland dwarf), meskipun tubuhnya kecil namun kelihatan lebar berotot dan larinya lincah.

Saving the Pygmy Rabbit


The pygmy rabbit (Brachylagus idahoensis) is the smallest rabbit in North America and is able to fit in the palm of a hand. It is patchily distributed in the sagebrush-dominated areas of the Great Basin, which includes portions of Oregon, California, Nevada, Utah, Idaho, Montana, and Wyoming. An isolated subspecies of pygmy rabbit found in Washington State is near extinction.
Pygmy Rabbit 1 Saving the Pygmy Rabbit
Relatively little is known about this species, and scientists are still trying to figure out how best to estimate their population size. However, one thing we do know is that pygmy rabbits are closely associated with tall, dense stands of big sagebrush growing on deep, loose soil. Its dependence on sagebrush is the main reason for its decline.
Pygmy Rabbit 6 Saving the Pygmy Rabbit
Unlike all but one other North American rabbit, the pygmy rabbit digs its own burrows in deep, loose soil. Its burrow systems are typically constructed under clumps of big sagebrush and pygmy rabbits usually stay within a 100 foot radius of the burrow. Not only do they rely on sagebrush for shelter and protection from predators, but they depend on sagebrush for food. About 98 percent of their winter diet is composed of sagebrush and a good portion of their spring and summer diet is as well. They sometimes climb into tops of sagebrush to feed.
Pygmy Rabbit 4 Saving the Pygmy Rabbit
The pygmy rabbit is distinguishable from other rabbits by its small size, short ears, gray color, and small hind legs. Unlike the cottontail rabbit, it lacks white fur on the underside of their tail. It also has white ear margins, a characteristic that distinguishes it from a cottontail. Pygmy rabbits are active throughout the year in day or night, mainly at dusk and dawn.
Pygmy Rabbit 3 Saving the Pygmy Rabbit
Pygmy rabbits are preyed upon by weasels, coyotes, badgers, bobcats, birds of prey, owls, foxes, and sometimes humans (pygmy rabbits are sometimes difficult for hunters to distinguish from other rabbit species). Mortality is high for juveniles (one study found that 50 percent did not survive the first five weeks) and adults alike, and populations may experience an annual mortality rate up to 88 percent. Like other rabbits, pygmy rabbits mainly try to stay hidden and are cryptically colored to avoid predation. Although capable of short bursts of speed, pygmy rabbits are vulnerable to predators if caught in the open. They do not generally leap like other rabbits, but move by scampering close to the ground. This behavior helps them to avoid predators as they move rapidly through dense cover.
Pygmy Rabbit 5 Saving the Pygmy Rabbit
Because so much sagebrush habitat has been degraded or destroyed over the past 150 years due to agriculture and other human development, wildfires, and invasion of noxious weeds, many fear that pygmy rabbit numbers have declined drastically. However, it is difficult to know with certainty what their current status is because until recently wildlife agencies put little or no resources towards monitoring pygmy rabbit populations. In September, 2010, the U.S. Fish and Wildlife service determined that there is not enough evidence to warrant listing pygmy rabbit as threatened or endangered under the Endangered Species Act. Let’s hope that this decision spurs land users and wildlife agencies to take actions now to conserve quality sagebrush habitat and monitor pygmy rabbit populations so that this species will never have a need to be listed.

Ide Bisnis | Bisnis Busana Muslim Berkat Sinetron Religi

Berawal dari munculnya sinetron religi di televisi yang didukung dengan artis-artis top dalam balutan busana muslimah membuat bisnis busana muslimah semakin menjanjikan.

Tren busana muslimah baru pun membentuk pasar sendiri di masyarakat. Hal tersebut disampaikan Dirjen Industri kecil dan menengah (IKM) Deperin Fauzi Azis saat membuka pameran produk busana muslim yang digelar di Plasa Departemen Perindustrian Jalan Gatot Subroto, Jakarta.

"Industri busana muslim, dewasa ini berkembang menjadi industri garmen yang menjanjikan. Dengan makin maraknya tayangan di televisi yang menunjukan sentuhan religius ternyata mampu membentuk pasar tersendiri dan memunculkan tren budaya baru bagi busana muslim," katanya.

Pameran ini dimulai tanggal 10-13 Juni 2008. Pameran ditujukan untuk mengakomodir para perajin UMKM busana muslim yang diikuti oleh 52 perajin dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Surabaya yang merupakan binaan Himpunan Masyarakat Perajin Indonesia (HIMPI).

Ini merupakan terobosan penting dalam rangka peningkatan ekonomi nasional dan peluang ini harus dimanfaatkan.

"Perkembangan industri busana muslim mulai marak di kota besar di pulau Jawa sejak tahun 90-an, namun boomingnya baru dirasakan mulai tahun 1995. Saat ini dengan desain yang menarik busana ini telah menyebar ke gedung perkantoran, hotel mewah, serta sekolah-sekolah," ungkapnya.

Hal ini berarti busana muslim telah menjadi produk fashion yang memiliki peluang pasar yang menjanjikan di pasar domestik dan ekspor.

Walaupun busana muslim sedang populer, namun ada kendala dengan masih banyaknya bisnis yang dikelola oleh perusahaan perseorangan sehingga penerapan manajemen belum handal, keterampilan SDM belum memadai dan keterbatasan modal dan promosi.

Selain itu pakaian ini sebagian besar hanya digunakan menjelang hari raya dan hari besar Islam lainnya.

Menurutnya kondisi bisnis garmen di Indonesia 2 tahun belakangan ini masih belum menggembirakan, disebabkan naiknya komponen biaya produksi seperti BBM, listrik, upah buruh, dan bahan baku. Ditambah lagi masuknya produk Cina, Thailand dan belakangan Vietnam dan Kamboja sehingga persaingan semakin ketat.



Sumber : detik.com

Ide Bisnis | Bisnis Franchise Chic's Musik

Mungkin bagi sebagian orang masih terdengar aneh mendengar ada sekolah musik yang dijadikan waralaba. Wajar saja, waralaba musik ini memang pertama kalinya di Indonesia.

Bisnis waralaba memang sedang marak di negeri merah putih ini. Mulai dari waralaba berupa makanan sampai sekolah pun kini dijadikan peluang usaha waralaba.

Nah, kini tambah satu lagi pemain waralaba di sektor yang terbilang baru yaitu sekolah musik. Namanya adalah Chic's Musik.

Mungkin bagi para penggemar musik, nama Chic's Musik sudah tidak asing lagi. Berawal dari tahun 1989, ketika Jemmy sang pemilik usaha memulai usaha toko alat musik, berlanjut hingga pada tahun 1997 ia berpikir melebarkan usahanya ke bidang pendidikan musik. Sejak saat itulah mulai muncul yang namanya Lembaga Pendidikan Musik Chic's, atau lebih akrab dikenal Chic's Musik.

"Setelah lebih dari 10 tahun, kami kini berpikir untuk menjadikan Chic's Musik sebagai usaha waralaba. Tujuannya, selain untuk mengembangkan usaha, juga untuk membagi pengalaman usaha ini dengan sebuah keunikan dan bisnis yang berbeda," ujar Jemmy.

Modal yang harus disiapkan untuk membuka waralaba ini sebesar Rp 350 juta, tidak termasuk ruangan usaha. Modal tersebut terdiri dari franchise fee Rp 60 juta, biaya pelatihan Rp 15 juta, peralatan musik Rp 110 juta, peralatan sarana kantor Rp 45 juta, modal kerja awal selama 3 bulan Rp 30 juta dan biaya renovasi Rp 90 juta.

"Dana tersebut untuk masa kerjasama selama 5 tahun. Royalty fee yang dikenakan sebesar 10% dari pendapatan kursus siswa," ujar Jemmy.

Modal tersebut juga sudah termasuk biaya 3 tenaga karyawan selama 6 bulan pertama. Dengan membuka waralaba ini, pemodal juga diizinkan menambah showroom penjualan alat-alat musik, tentunya dengan tambahan modal.

"Asumsi pengembalian investasi selama 24 bulan," ungkap Jemmy.

Dengan menjadi franchisee Chic's Musik, pemodal akan memperoleh merk dagang, sistem manajemen administrasi, kurikulum pelajaran, sistem pendidikan, training karyawan, buku pelajaran, konsultasi tata ruang dan peredam ruangan serta seluruh pendapatan uang pendaftaran.

"Instrumen alat musik kurikulum kami terdiri dari Gitar Elektrik dan Klasik, Bass, Drum, Perkusi, Alat Gesek (Biola, Cello, dsb), Vokal, Keyboard/Piano dan Kelompok Cinta Musik," papar Jemmy.

Tertarik menjadi franchisee Chic's Musik?

Jemmy S
Jl Pemuda No 65
Rawamangun, Jakarta Timur
Phone (+6221) 4893333, +62811988000
Fax (+6221) 4891333



Sumber : detik.com

Ide Bisnis | Meraup Laba di Bisnis Kurir


Kenaikan bahan bakar minyak (BBM) seperti durian runtuh bagi bisnis delivery terutama untuk penjualan langsung (direct sale). BBM naik membuat masyarakat lebih memilih jasa pengiriman langsung untuk pembelian barangnya.

Perubahan gaya hidup seseorang untuk membeli melalui pesan antar ini karena tidak mau terbebani kenaikan BBM dengan menekan mobilitas menjadi pendorong utama kenaikan bisnis ini.

Demikian dikatakan oleh Direktur Pesan Delivery Group, Beno Pranata dalam acara konferensi pers di ajang International Motor Show (IIMS), di JCC, Jakarta. Beno mengaku melayani pengiriman untuk semua jenis barang.

"Kita sudah memulai sejak 5 tahun lalu untuk konsep direct sale, sejak berdiri pertumbuhan naik terus, memang produk yang kita antar adalah segmen menengah ke atas," katanya.

Dikatakannya bisnisnya sangat terdongkrak oleh beberapa perusahaan yang telah mencoba menerapkan jasa penjualan langsung seperti restoran, perusahaan obat termasuk apotik, buku, CD musik. Bahkan untuk restoran, ia mengaku telah bermitra dengan kurang lebih 200 restauran.

"Harga yang diberikan sama saja kepada konsumen yang membeli secara konvensional walaupun kita antar, karena kita menerapkan sharing kepada perusahaan si pemilik produk," ucapnya.

Ia mengatakan dalam setiap hari, perusahaannya mampu melayani ratusan transaksi di wilayah Jabotabek dengan nilai transaksi hingga puluhan juta rupiah per hari atau setara dengan 200 lebih transaksi per hari.

Beno yakin, dengan perubahan gaya hidup perkotaan, ketika kepraktisan menjadi pilihan banyak orang maka bisnis ini semakin punya prospek. "Orang tidak akan mau bersusah-susah untuk membeli satu produk, tetapi haru bermacet-macetan di jalan raya," katanya.

Hingga kini Pesan Delivery Group memiliki kendaraan operasional motor sebanyak 60 unit dan 2 unit mobil

"Omset kami per tahun Rp 8 miliar sampai Rp 12 miliar. Dengan BBM naik kira-kira kenaikan bisa capai 20%, apalagi 6 bulan ke depan, orang akan semakin berhemat," jelasnya.

Ia mengaku pertumbuhan omsetnya rata-rata per tahun 40% hingga 50%. Bahkan saking optimistisnya dengan bisnis, diakuinya hingga kini belum banyak kompetitornya. "Konsep ini ditiru oleh Mc'Donald," ujarnya.

Namun sebagai bisnis yang berupaya mencari solusi atas keengganan orang untuk keluar rumah, tentunya bisnis semacam ini dihadapi dengan upaya menekan penggunaan BBM seperti masalah kemacetan.




Sumber : detik.com

Ide Bisnis | Bisnis Usaha Mainan Anak

Banyak orang pusing memikirkan cara memutar uangnya melalui bisnis. Terkadang peluang bisnis yang sudah nampak di depan mata sering terabaikan, seperti tempat mainan anak ini.

Nah, Anda bisa memulai dari hal yang remeh-temeh disekitar anda. Sebut saja macam-macam jenis mainan yang sering dipakai oleh anak-anak, yang biasanya ditelantarkan begitu saja dan sering tidak rapih setelah anak-anak usai bermain. Banyak ibu-ibu harus mengerutkan dahi untuk merapihkan mainan-mainan yang berserakan.

Hal seperti ini rupanya ditangkap oleh James Arthur, sebagai sebuah peluang usaha yang menarik dan menggiurkan. Melalui bendera Really Me, sejak setahun lalu ia mengembangkan bisnis pembuatan pernak-pernik asesoris anak-anak dan ibu rumah tangga. Fokus usahanya memang terbilang unik dan spesifik.

"Bisnis saya ini lebih banyak pernak-pernik dekorasi rumah untuk melengkapi beberapa kebutuhan mainan anak seperti tempat mainan, sampai huruf-hiruf bantu," ungkapnya kepada detikFinance.

Ia mengaku inspirasi bisnisnya berawal dari obrolan-obrolan ringan dengan rekannya yang sering bertandang ke luar negeri. Dari obrolan-obrolan tersebut ternyata kalangan anak-anak di luar negeri sudah terbiasa dengan wadah-wadah mainan, dimana anak-anak sudah sangat teredukasi dalam hal tanggung jawab merapihkan mainannya.

Dari situlah ia mencoba membuat tempat-tempat mainan (boks) yang dihias dan dilukis sedemikian rupa secara manual. Hasil karyanya mulai membuahkan hasil dan dihargai banyak orang khususnya kalangan ibu-ibu rumah tangga yang sudah memiliki anak.

Produk-produk yang ia buat sedikit banyak ia adopsi dari produk sejenis di luar negeri, selebihnya ia kembangkan sendiri.

"Orang tua disini bukannya nggak mau tahu soal hal ini, tetapi mereka nggak tahu dalam mengarahkan anak untuk mendidik menempatkan barang pada tempat karena barang seperti ini jarang ditemukan di pasaran," katanya.

Selama ini, James melihat edukasi terhadap anak terhadap tanggung jawab pada mainannya di Indonesia kurang popular, tak heran banyak mainan ditaruh sembarang tempat, dan berantakan karena selama ini tidak ada wadah khusus buat mainan anak.

"Ini loh, bahwa tempat mainan itu ada khusus buat anak, kita mau mengedukasi, banyak anak-anak. Tangga anak pun ada jadi selama ini mereka untuk meraih ketempat tinggi memakai bangku, kita buat kan tangga khusus anak," paparnya.

Menurutnya produk buatannya dirancang khusus bagi anak-anak termasuk dalam hal disain, bentuk dan keamanan. Sehingga anak-anak bisa menempatkan mainannya dengan rapih dan aman tanpa harus terkena risiko terjepit.

"Saya yakin bisnis semacam ini bagus ke depannya, karena belum banyak pemainnya, pasar untuk anak sangat luas, jadi saya fokus di bidang ini," tambahnya.

Hingga kini, produknya banyak direspons positif oleh banyak kalangan khususnya menengah atas. Beberapa produk yang telah dibuatnya seperti tangga khusus anak dengan lukisan dan hiasan lucu, boks mainan, tempat kaos kaki anak, tempat baju selimut anak, meja khusus menempatkan mainan anak yang semuanya didesain menarik dan lucu-lucu.

"Banyak respons orang-orang itu melihatnya aneh dan lucu kalau melihat produk buatan saya," katanya sambil tertawa.

Harga produk-produk buatannya relatif beragam, seperti produk yang termurah seharga Rp 40.000 untuk gantungan huruf hiasan dari keramik. sedang untuk produk termahal seharga Rp 1,35 juta produk kotak mainan berbentuk mobil ambulance.

Ia mengaku hampir setiap bulan omsetnya terus bertambah, sejalan berbagai pesanan yang datang. Setidaknya omset rata 25 juta per bulan bisa raih.

"Yang membedakannya produk saya, pada finishing, semua manual pakai lukisan tangan, nilai art-nya saya utamakan walaupun aspek fungsi penting," katanya.

Produk buatannya selama ini dijual lewat perorangan mulai dari kolega, teman dan lain-lain dan ia juga membuka stand di kawasan Kemang, selain itu ia aktif mengikuti berbagai pameran.

"Ke depannya, kebutuhan tantangan saya akan mencipatakan produk yang lebih murah, yang lebih menengah bawah," ucapnya.

Untuk menggenjot pasarnya lebih luas lagi, ia juga aktif menerapkan kerjasama dengan lembaga pendidikan pra sekolah dan taman kanak-kanak diberbagai tempat.

Jemes sangat yakin, produk yang ia buat sangat berbeda dengan produk-produk sejenis yang ada di pasar, bahkan seperti produk tangga dan boks anak belum dijual secara umum di pasaran, kalau pun memang ada umumnya terbuat dari plastik tanpa hiasan lukisan tangan.

Untuk modal, menurutnya, bisnis semacam ini tidaklah besar dengan bermodal bahan baku papan kayu lapis, alat cat,dan peralatan pendukung lainnya, Anda bisa memulai usaha ini.

"Yang penting produk yang kita buat ada sentuhan art-nya, sehingga beda dengan yang lainnya," katanya.

Tertarik bisnis tempat mainan anak, hubungi:
James Arthur
(Really Me)
Jl. Tebet Barat Dalam IX C/10
Jakarta Selatan 12810
Telp 021-83794054



Sumber : detik.com

Ide Bisnis | Peluang Usaha Sablon

Musim kampanye pemilihan umum (pemilu) makin memanas. Berbagai poster, spanduk, dan pernak pernik seperti pin, kaos dan gelas berlogo lambang partai pun bertebaran.

Jika Anda cermat, kondisi ini bisa jadi peluang bisnis yang menggirukan. Betapa tidak, ribuan pernak pernik yang tersebar tentu menambah order bagi para pengusaha cetak ataupun sablon per nak pernik. Saat permintaan membludak hingga tak sanggup lagi ditampung pengusaha yang ada, inilah saatnya para pemain baru masuk meramaikan industri cetak dan sablon.

Tidak perlu berpikir alat cetak dan sablon yang harganya puluhan bahkan ratusa juta rupiah. Anda bisa memulai bisnis ini cukup dengan Rp 2 jutaan saja. Tidak percaya?

Coba saja peluang bisnis yang ditawarkan Wonder Print & Cut. Berbagai produk yang bisa mendukung usaha cetak dan sablon Anda ditawarkan dengan harga mulai Rp 2 juta-6,4 juta saja.

Berikut beberapa paket usaha dan sablon yang ditawarkan Wonder Print & Cut dalam Franchise & License Expo Indonesia 2008 di Jakarta Convention Center beberapa waktu lalu.

Paket ID Card instant seharga Rp 2.180.000
Terdiri dari mesin laminating ID card, alat pelubang kartu (slot puncher), 1 pack PVC instant double side, dan 1 set printer IP 1880 + E2iS.

Paket Inkjet Sablon Mug seharga Rp 2.840.000
Terdiri dari mesin press mug, 1 pack sublimation transfer paper, 1 set printer Epson C90 + E2iS.

Paket Inkjet Sablon Piring seharga Rp 3.240.000
Terdiri dari mesin press piring, 1 pack sublimation transfer paper, 1 set printer Epson C90 + E2iS.

Paket Inkjet Sablon T-Shirt seharga Rp 3.940.000
Terdiri dari mesin press T-Shirt (plain), 1 pack sublimation transfer paper, 1 set printer Epson C90 + E2iS.

Paket Inkjet Sablon 3 in 1 seharga Rp 5.440.000
Terdiri dari mesin press Three in One (Plain, Mug & Plate), 1 pack sublimation transfer paper, 1 set printer Epson C90 + E2iS.

Paket Inkjet Sablon 4 in 1 seharga Rp 6.440.000
Terdiri dari mesin press Four in One (Plain, Cap Heat, Mug & Plate), 1 pack sublimation transfer paper, 1 set printer Epson C90 + E2iS.

Jika Anda bukan ahli cetak dan sablon, tak perlu khawatir, karena setiap paket yang Anda ambil sudah termasuk biaya pelatihan (traing). Karena bukan penganut sistem waralaba murni, tidak ada franchise fee ataupun royalti fee. Selain itu, semua alat-alat pun akan menjadi milik Anda.

Jadi tunggu apa lagi, sebelum Anda kehabisan momen emas, segera manfaatkan peluang bisnis ini. Jika Anda tertarik, bisa menghubungi Wonder Print & Cut di Istana Pasar Baru, Jl Pintu Air Raya 58-64 Jakarta. Atau bisa mengontak (021) 3800271 atau 08881023204 dan 08883564944.




Sumber : detik.com