Daun Cerah Membuat Taman Rumah Tak Monoton Lagi

Pola dan warna ternyata bisa dihadirkan dalam taman minimalis. Keberadaannya justru bisa dijadikan sebagai focal point.

Pohon tunggal yang tumbuh di atas hamparan rumput atau ground cover merupakan ciri umum pada taman minimalis. Varian dari taman formal biasa­nya tak banyak dihiasi oleh tumbuhan dengan dedaunan berwarna. Tujuannya agar taman bersih dan simpel. Tak jarang kondisi taman seperti itu justru mudah membuat pemilik jadi bosan. Tapi kesan monoton di atas sirna saat Anda memasuki taman minimalis milik Rezi di Kelapa Gading, Jakarta Timur bikinan Suwardi Hagani.

Taman minimalis kaya warna tersebut terbagi menjadi 3 bagian. Bagian utama menghampar di samping ruang keluarga seluas 80 m². Kemolekan taman itu bisa dinikmati sambil bersantai dengan anggota keluarga, karena berbatasan langsung dengan ruang keluarga.

Taman utama ini memiliki ukuran paling luas bila dibandingkan dengan ukuran dua bagian taman lain. Untuk menyamarkan kesan monoton yang muncul lantaran adanya dinding pembatas rumah, Hagani menanam berbagai tanaman berdaun semarak di sepanjang bagian bawah tembok itu. Diantaranya Agave, Caladium , Sansevieria , dan Lili paris . Pohon Tabebuya tumbuh di tengah tanaman berdaun semarak itu. Pohon berbunga kuning ini sekaligus berperan sebagai focal point .

Hagani juga membubuhi taman tersebut dengan 2 buah Plumeria . Pohon berdia­meter batang 45 – 50 cm itu di tanam di dua sudut taman. Di bagian bawah Plumeria itu diimbuhkan tanaman berdaun warna-warni:Aglaonema dan Anthurium . Sebagai penutup tanah dipilih rumput gajah mini.

Di sisi lain dari ruang keluarga dan kamar biliar Anda bisa menyaksikan taman minimalis dengan gaya yang sedikit berbeda dengan taman utama. Taman ini menghampar seluas 50m². Untuk melunakkan kesan keras yang muncul dari hamparan batu split, Hagani menanam beberapa pohon Ficus berderet membelah kolam palsu berair batu split tersebut.

Taman bagian yang ketiga terletak di lantai dua. Luasnya tak lebih dari 15 m. Berposisi tepat di atas ruang biliar. Bisa juga dikategorikan sebagai roof garden . Taman ini berbatasan langsung dengan kamar tidur. Taman ini dihuni oleh beberapa buah tanaman alokasia berukuran besar. Di bagian bawah tajuk alokasi tersebut tumbuh gerombolan kenikir. Bila disaksikan dari atas, bidang kaca tersebut menyerupai sebuah genangan air. “Dari bawah berfungsi sebagai teras. Tapi kalau dari atas bisa berfungsi sekaligus sebagai pengganti kolam. Atau kolam artifisial,” ungkap Hagani.


http://www.ideaonline.co.id/iDEA/Taman-dan-tanaman/Inspirasi-taman/Daun-Cerah-Membuat-Taman-Rumah-Tak-Monoton-Lagi

Mengenal Sesiput Laut lebih dalam: Nudibranch, predator kecil yang tangguh.

Chromodoris annae, Pemuteran, Bali, 10 november 2010Foto: Robert Panko - www.nudipixel.net
Kelompok hewan sesiput laut, umum dianggap sebagai 'kupu-kupu laut' dan juga objek faforit fotografer bawah air. Namun dibalik keanggunan mereka juga terdapat keganasan dan daya racun sebagai mekanisme pertahanan mereka yang sempurna. Mereka termasuk predator yang efektif, dimana untuk setiap lawan atau

Rumah Tempat Produksi Petasan Di Lobener Indramayu Meledak

Sebuah rumah yang menjadi tempat pembuatan petasan di Desa Lobener, Kecamatan Jatibarang, Indramayu, Jawa Barat, Minggu (16/1) meledak. Ledakan yang terdengar hingga radius 500 meter.

Rumah sekaligus gudang petasan milik Haji Warson meledak akibat aktivitas pekerja yang tengah melakukan pengisian bubuk petasan kedalam selongsong kertas.

Kejadian bermula saat sejumlah pekerja melakukan aktivitas pengisian di sekitar teras rumah. Namun tiba-tiba mendadak muncul percikan api yang langsung menyambar bubuk petasan dan menimbulkan ledakan di sekitar lokasi. Akibatnya para pekerja berlarian untuk menyelamatkan diri. Dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Petugas kepolisian dibantu aparat keamaan dari Kodim 0616 Indramayu, langsung mengamankan lokasi. Sejumlah barang bukti berupa serbuk petasan dan sisa aktivitas pembuatan produksi petasan diamankan.

Untuk mengetahui penyebab ledakan, polisi masih meminta keterangan sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian. (metrotv)

Strategi Penyediaan RTH di Kawasan Perkotaan

Kawasan perkotaan seringkali disebut sebagai pusat peradaban manusia yang berkembang sebagai konsentrasi penduduk dengan berbagai kegiatannya. Tidak mengherankan segala bentuk pencapaian budaya manusia, termasuk teknologi, mudah ditemukan di sini.

Perkembangan kawasan perkotaan yang pesat, sejalan dengan perkembangan kegiatan penduduknya, secara ironis telah menyebabkan kondisi yang justru tidak mencerminkan pencapaian budaya yang tinggi. Permasalahan klasik perkotaan seperti kemiskinan, kekumuhan, kesemrawutan, individualisme, kriminalitas, dan berbagai permasalahan lainnya justru lebih menggambarkan tingkat peradaban yang rendah.

Bila kita amati proses perkembangan perkotaan di Indonesia, tingkat perkembangan fisik dan ekonomi selalu dibarengi dengan peningkatan kompleksitas permasalahan perkotaan. Sangat sulit menemukan sebuah perkotaan yang tumbuh dan berkembang sekaligus mencegah, apalagi menyelesaikan, permasalahannya.


Salah satu permasalahan yang saat ini dihadapi oleh hampir seluruh kawasan perkotaan di Indonesia adalah semakin berkurangnya ruang publik, terutama ruang terbuka hijau (RTH) publik. Perkotaan metropolitan dan besar pada umumnya memiliki ruang terbuka hijau dengan luas di bawah 10% dari luas kawasan perkotaannya. Kondisi tersebut jauh di bawah ketentuan UU No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (UUPR) yang mewajibkan pengelola perkotaan untuk menyediakan RTH publik dengan luas minimal 20% dari luas kawasan perkotaan.


Tabel: Proporsi RTH Beberapa Kota di Indonesia
Rendahnya proporsi luas RTH publik di kawasan perkotaan disebabkan oleh tingginya permintaan lahan untuk kegiatan perkotaan, sementara banyak pihak beranggapan RTH memiliki nilai ekonomi yang rendah sehingga termarjinalkan.

Dengan berlakunya UUPR, banyak pengelola perkotaan (baca: pemerintah daerah) yang merasakan kesulitan untuk memenuhi ketentuan penyediaan RTH publik seluas 20% dari luas kawasan perkotaan. Kesulitan pengelola perkotaan dapat dipahami mengingat kondisi berikut:

a)    pola perkembangan kawasan perkotaan di Indonesia pada umumnya masih bersifat ekstensif (sprawling), menyebabkan permintaan lahan menjadi sangat tinggi;
b)    lahan di kawasan perkotaan telah dikuasai oleh masyarakat;
c)    tidak adanya “bank” lahan yang dapat membantu pemenuhan kebutuhan lahan untuk kepentingan publik;
d)    keterbatasan anggaran pemerintah daerah untuk mengakuisisi lahan-lahan yang telah dikuasai masyarakat.

Sebagai contoh, saat ini proporsi luas RTH publik di DKI Jakarta adalah 9,97% atau masih kurang 10,03% dari ketentuan UUPR. Dengan luas wilayah kurang lebih 65.000 (enampuluh lima ribu) hektar, Pemerintah DKI Jakarta masih harus mengadakan lahan seluas 6.520 hektar atau 650.200.000 meter persegi. Bila diasumsikan rata-rata harga lahan di wilayah DKI Jakarta adalah Rp.2.000.000,00 (dua juta rupiah) per meter persegi, diperlukan anggaran tidak kurang dari 130 trilyun rupiah untuk mengakuisisi lahan masyarakat!! Nilai tersebut lebih dari 6,5 kali APBD DKI Jakarta Tahun 2009 (Rp.19,37 trilyun). Sebuah angka yang sangat fantastis.

Untuk menutup defisit RTH-nya, DKI Jakarta mengalokasikan anggaran dengan kisaran Rp.800 milyar hingga Rp.1 trilyun per tahun. Sebagian besar dari angka tersebut dialokasikan untuk pemeliharaan RTH yang ada, sehingga hanya sebagian kecil saja yang dialokasikan untuk akuisisi lahan dan pengembangan RTH baru. Bisa dibayangkan, diperlukan waktu yang sangat lama untuk memenuhi ketentuan UUPR sebagaimana disampaikan di atas.

Kesulitan yang dihadapi kota-kota besar kini juga mulai dirasakan oleh kota-kota yang lebih kecil. Namun perilaku pengelola perkotaan dan masyarakat yang tidak menghargai nilai RTH juga masih terlihat. Banyak kota kecil yang semakin hari semakin gersang karena pepohonannya ditebang untuk pelebaran jalan tanpa ada pengganti. Banyak taman dan lapangan terbuka yang dikonversi menjadi mall, hotel, perkantoran, atau ruko. Sekilas, terkesan ada pandangan bahwa warna hijau hanya cocok untuk kawasan perdesaan, sementara perkotaan tidak perlu hijau.

Bila pemerintah daerah dan masyarakat tidak segera merubah pandangannya, munculnya permasalahan seperti yang dihadapi DKI Jakarta hanya masalah waktu. Untuk itu kota-kota kecil harus menjaga keberadaan ruang terbuka hijau yang ada dan sudah harus mulai mencadangkan lahan untuk mengembangkan ruang terbuka hijau. Selagi harga lahan masih relatif terjangkau, sebelum lahan-lahan dikuasai pelaku ekonomi yang hanya berhitung keuntungan finansial.

Penyediaan lahan untuk pengembangan RTH publik sesungguhnya dapat diupayakan dengan menerapkan pola-pola kerja sama dengan dunia usaha sebagai berikut:

1. Penyediaan RTH publik sebagai syarat perizinan pemanfaatan ruang

Tingginya permintaan lahan untuk kegiatan perkotaan di satu sisi merupakan hambatan bagi penyediaan lahan untuk RTH. Di sisin lain, kondisi ini dapat diubah menjadi peluang dengan mewajibkan penyediaan RTH publik bagi permohonan izin pemanfaatan ruang dengan nilai investasi tertentu. Dengan pola ini, lokasi RTH berada di luar lokasi pemanfaatan ruang investor namun tetap disesuaikan dengan penetapan lokasi dalam rencana tata ruang. Sedangkan luas dan desainnya disesuaikan dengan anggaran yang disediakan pihak swasta.

2. Penyediaan RTH publik sebagai bagian dari desain kawasan

Maraknya pembangunan super block untuk hunian, perkantoran, atau pusat bisnis di kota-kota besar seperti Jakarta, Medan, dan Surabaya merupakan peluang tersendiri bagi penyediaan RTH publik. Sesuai prosedur yang umum berlaku, desain kawasan yang akan dibangun memerlukan persetujuan dari pemerintah daerah. Hal ini memungkinkan pemerintah daerah untuk menetapkan syarat minimal RTH yang harus disediakan pihak pengembang, disertai catatan bahwa RTH tersebut harus dapat diakses publik dan kepemilikannya diserahkan kepada pemerintah daerah. Terdapat kemungkinan pihak pengembang akan merasa keberatan sehubungan dengan syarat kepemilikan, namun hal ini dapat diantisipasi dengan kewajiban penyediaan RTH publik di lokasi lain sebagaimana diuraikan sebelumnya.

3. Penyediaan RTH publik sebagai perwujudan Corporate

Social Responsibility (CSR) Keberadaan perusahaan-perusahaan dengan modal besar di kawasan perkotaan juga dapat dijadikan peluang dalam penyediaan RTH publik. Sebagaimana diketahui, perusahaan besar umumnya mengalokasikan anggaran untuk membiayai kegiatan-kegiatan dalam kerangka CSR. Untuk memanfaatkan anggaran CSR, pemerintah daerah perlu memberikan panduan dan fasilitasi untuk mengarahkan perusahaan-perusahaan tersebut agar membiayai penyediaan lahan dan pemeliharaan RTH publik. Sebagai bentuk apresiasi, pemerintah daerah dapat mengumumkan penyediaan dan pemeliharaan RTH publik oleh pihak swasta. Pemberian nama taman/ RTH sesuai dengan nama perusahaan yang memberikan andil juga patut dipertimbangkan.

Penerapan pola-pola kerja sama tersebut di atas tentu memerlukan payung hukum, sehingga pemerintah daerah perlu menerbitkan peraturan daerah atau peraturan kepala daerah. Dalam menyusun dan menetapkan peraturan tersebut perlu kehati-hatian dengan mempertimbangkan pengaruhnya terhadap daya saing kawasan perkotaan dalam menarik investasi swasta.

UPAYA SEMENTARA
Sebagaimana disampaikan sebelumnya, besarnya defisit RTH publik, terbatasnya ketersediaan lahan, dan terbatasnya anggaran pemerintah daerah merupakan kombinasi yang menyulitkan pemenuhan proporsi RTH publik dalam waktu singkat. Untuk itu diperlukan inovasi untuk memenuhi fungsi sosial dan fungsi ekologis RTH publik. Tentu sebelumnya perlu dilakukan perhitungan untuk mengetahui fungsi sosial dan ekologis RTH bila ketentuan penyediaan 20% dari luas kawasan perkotaan dapat dipenuhi. Selanjutnya juga perlu dihitung fungsi sosial dan fungsi ekologis yang sudah dipenuhi oleh RTH yang ada. Dengan demikian inovasi atau terobosan yang dikembangkan adalah untuk memenuhi defisit pemenuhan fungsi tersebut.

Upaya pemenuhan defisit fungsi hidrologis, misalnya, dapat diupayakan dengan menyediakan sumur resapan atau biopori untuk mengurangi limpasan air hujan. Sementara pemenuhan defisit fungsi klimatologis dapat dipenuhi dengan mendorong pengembangan roof garden pada bangunan-bangunan publik dan komersial. Yang relatif sulit adalah menutup defisit fungsi sosial RTH publik sebagai ruang aktivitas dan interaksi warga perkotaan. Hal ini dapat diupayakan dengan membuka akses terhadap lahan-lahan publik seperti halaman perkantoran pemerintah untuk dimanfaatkan sebagai ruang aktivitas publik.

Upaya di atas adalah upaya sementara sambil terus mengupayakan pemenuhan RTH publik hingga mencapai proporsi 20% dari luas kawasan perkotaan sebagaimana diamanatkan dalam UUPR



Sumber:
Agus Sutanto,ST Msc, Buletin Tata Ruang, Juli-Agustus 2009 (Edisi: Pengembangan Ekonomi Perdesaan)


IKAN PATIN

Ikan patin adalah salah satu jenis ikan sungai atau air tawar. Ikan jenis ini memiliki bentuk yang unik. Badannya panjang sedikit memipih, berwana putih perak dengan punggung berwarna kebiru-biruan, tidak bersisik, mulutnya kecil, memiliki sungut berjumlah 2-4 pasang yang berfungsi sebagai alat peraba. Ikan patin termasuk ikan yang hidup di dasar sungai dan lebih banyak mencari makan pada malam hari.

Ikan patin banyak dijumpai di Provinsi Riau, Indonesia. Menurut masyarakat setempat, dulunya ikan ini hanya ada di daerah aliran Sungai Indragiri, Sungai Siak, Sungai Kampar, dan Sungai Rokan. Ikan patin yang asli adalah berasal dari sungai dan memiliki aroma khas. Selain itu, ikan patin yang dari sungai biasanya memiliki ukuran lebih panjang dan lebih berat. Pada era tahun 1970-an hingga 1980-an, masyarakat Riau masih sering menjumpai ikan patin yang panjangnya sampai satu meter lebih.

Peluang Bisnis Ikan Patin

Bisnis budidaya ikan konsumsi memang sangat menjanjikan. Bukan hanya budidaya ikan gurameh, nila, bawal, dan lele saja yang saat ini dijadikan sebagai peluang bisnis. Budidaya ikan patin juga banyak dijalankan oleh masyarakat, karena prospek bisnisnya cukup besar.

Saat ini ikan patin menjadi salah satu komoditas unggulan dibidang perikanan. Ikan air tawar yang memiliki warna putih keabu-abuan ini, memiliki cita rasa yang khas dan mengandung protein cukup tinggi. Disamping itu kadar kolesterol yang ada dalam ikan patin sangatlah rendah, sehingga ikan ini banyak dipilih masyarakat untuk dikonsumsi karena aman bagi kesehatan.

Konsumen

Ikan patin disukai banyak orang, dagingnya yang lembut dan rasanya yang khas digemari masyarakat luas. Biasanya ikan patin untuk dikonsumsi segar maupun diproduksi menjadi ikan filet.


Info bisnis

Budidaya ikan patin banyak dipilih para pelaku bisnis, karena masa pemeliharaannya lebih cepat dibandingkan dengan budidaya ikan lainnya. Sehingga biaya produksinya juga tidak terlalu tinggi.

Kebutuhan pakan yang dibutuhkan untuk budidaya patin juga terbilang cukup mudah. Untuk burayak patin bisa diberi pakan artemia, sedangkan untuk ikan yang lebih besar bisa diberi pakan cacing sutera.

Sementara untuk meningkatkan gizi indukan ikan patin, bisa ditambahkan pakan berupa daging keong yang dicampur dengan vitamin E dan minyak jagung. Keong juga sering digunakan sebagai pakan alternatif, terutama di bulan paceklik pakan. Namun disamping untuk mengurangi biaya produksi, campuran tersebut juga berfungsi merangsang induk untuk bertelur.

Proses budidaya ikan patin juga dapat dilakukan dengan reproduksi buatan, yaitu dengan mencampur telur dari patin betina dan sperma indukan jantan. Untuk lebih jelasnya, berikut kami berikan informasi mengenai proses reproduksi buatan budidaya ikan patin :

1. Sebelum memijahkan patin, sebaiknya Anda mengetahui masa subur ikan. Tanda – tanda betina yg subur perutnya membesar bila diraba empuk dan lembut, anusnya juga berwarna merah, dan jika ditekan akan mengeluarkan butiran telur berwarna putih. Sedangkan untuk pejantan siap kawin yaitu jika berat badannya mencapai 1,5 – 2 kg, alat kelaminnya bengkak berwarna merah tua, dan jika diurut maka keluar sperma berwarna putih.

2. Langkah selanjutnya diawali dengan mengeluarkan telur dan sperma ikan dengan cara mengurut perut ikan

3. Kemudian telur dan sperma pejantan dicampur, dan diaduk hingga merata

4. Campuran telur dan sperma itu kemudian disebar dalam akuarium inkubasi, yang dilengkapi dengan heater suhu air yang dijaga stabil pada kisaran 27,5 sampai 28 ° C

5. Setelah 15 hari kemudian, telur akan menetas. Biasanya persentase yang menetas antara 90% hingga 100%. Pada usia 1 – 2 minggu terjadi periode kanibalisme, dan persentase bibit yang bertahan hidup berkisar antara 70% sampai 75%.

Kelebihan bisnis

Perawatan budidaya ikan patin terbilang lebih mudah dibandingkan budidaya lele, bahkan pakan ikan patin dapat memanfaatkan limbah rumah tangga yang tidak mengandung minyak. Disamping itu kemampuan ikan patin untuk berproduksi juga cukup tinggi, seekor induk yang subur dapat bertelur 200.000 butir telur setiap 6 bulan sekali.

Ikan patin local juga memiliki kelebihan tersendiri dibandingkan ikan patin import dari Vietnam. Biasanya ikan patin local kandungan airnya lebih rendah yaitu sekitar 10%, sedangkan patin Vietnam mengandung air hingga 40%. Sehingga bila diolah, bobot ikan patin Vietnam mengalami penyusutan yang cukup drastis.

Kekurangan bisnis

Dalam menjalankan bisnis budidaya ikan patin, yang sering menjadi kendala adalah munculnya jamur dan bakteri yang menyebabkan turunnya kualitas ikan. Biasanya untuk mencegahnya para petani patin menjaga sanitasi air, dan mengurangi pemberian pakan yang terlalu banyak.

Selain itu suhu yang terlalu dingin juga berpengaruh buruk bagi perkembangan telur patin, oleh karena itu para petani memasang heater atau menyimpan akuarium inkubasi di dalam ruangan agar terhindar dari suhu ekstrim. Sedangkan bagi ikan patin yang sudah cukup besar, kendalanya adalah persediaan pakan cacing sutera yang masih kurang. Pasokan cacing sutera tidak rutin karena belum bisa dikembangbiakan, sehingga tergantung hasil penangkapan dari alam. Untuk mengatasinya, petani ikan patin mengganti pakan dengan limbah peternakan berupa usus ayam.

Pemasaran

Strategi pemasaran yang bisa dilakukan para pembudidaya ikan patin, yaitu dengan membedakan target pasar. Pemasaran ini dilakukan dengan menjual ikan patin berdasarkan umurnya. Misalnya untuk keperluan pemasok benih, ikan patin bisa dijual ketika berusia 20 hingga 50 hari. Untuk kebutuhan konsumsi, ikan patin dijual saat berusia 7 bulan. Sedangkan untuk permintaan indukan, ikan patin biasa dijual setelah berusia 2 tahun. Dengan membedakan target pasar masing – masing, menjadikan strategi pemasaran ini cukup efektif, karena dapat menjangkau tiga jenis konsumen sekaligus.

Promosi selanjutnya dapat dilakukan dengan pemasaran melalui mulut ke mulut, dengan promosi tersebut informasi mengenai keberadaan usaha Anda dapat tersebar luas. Menjalin kerjasama dengan pedagang ikan segar di pasar, serta pelaku bisnis makanan seafood juga bisa dilakukan untuk membantu pemasaran ikan patin usia konsumsi.

Kunci sukses

Bagi para pemula sebaiknya memilih usaha penjualan ikan patin untuk kebutuhan benih. Sebab, resiko kegagalan lebih kecil, dan biaya produksi bisa lebih ditekan. Selain itu perputaran labanya juga lebih cepat jika dibandingkan dengan budidaya ikan patin konsumsi maupun indukan.

IKAN ARWANA

Ikan arwana atau Arwana Asia (Scleropages formosus) adalah salah satu ikan paling favorit di dunia. Dengan ketahanan fisik yang kuat, harga yang mahal dan pecinta yang tersebar dimana-mana, menjadikan arwana menjadi ikan legenda.

Arwana termasuk famili ikan karuhun, yaitu Osteoglasidae atau famili ikan bony-tongue (lidah bertulang), karena bagian dasar mulutnya berupa tulang yang berfungsi sebagai gigi.

Arwana memiki berbagai julukan, seperti: Ikan Naga (Dragon Fish), Barramundi, Saratoga, PlaTapad, Kelesa, Siluk, Kayangan, Peyang, Tangkelese, Aruwana, atau Arowana, tergantung dari tempatnya.

Ikan arwana juga tidak luput dari komoditi bisnis. Banyak pecinta arwana yang berinvestasi dengan cara membeli arwana ketika masih kecil dan menjualnya ketika sudah besar dengan keuntungan hingga 10X lipat hanya dalam waktu 1 tahun.

Apalagi pada dasarnya Arwana adalah ikan yang kuat. Ia tidak memiliki masalah jika tidak diberi makan selama 1 minggu. Bahkan mungkin ikan ini bisa kuat puasa hingga 2 minggu.

Berikut tips pemeliharaan ikan arwana :

1. Jika anda membeli arwana dimana tempat pembelian jauh dari tokonya, maka jangan langsung memasukkan arwana langsung pada akuarium. Taruh arwana bersama plastiknya (plastik jangan dibuka dulu) pada aquarium anda. Ini untuk mengadaptasikan arwana setelah perjalanan jauh.

2. Ketika membuka bungkus plastik ikan arwana, jangan memaksanya keluar dari plastik. Tapi biarkan ia keluar dengan sendirinya dari plastik. Baru jika ikan sudah keluar, anda dapat mengambil plastik tersebut. Hal ini agar arwana bisa beradaptasi dengan sendirinya dengan lingkungan barunya.

3. Jangan memberi batu atau karang dalam aquarium. Sebab, karang dapat membuat sisik ikan arwana menjadi luka tergores. Sedangkan batu dapat membuat arwana kesulitan ketika anda memberi makan ikan kecil. Ikan kecil dapat lari dan bersembunyi dibawah batu-batu tersebut.

4. Beri variasi makanan.

Menu utama ikan arwana dalam akuarium adalah kelabang. Tapi, jangan terus- menerus diberi kelabang, sebaiknya divariasi déngan makanan lain. contohnya: udang, kecoa, katak, lipan, kadal, maupun jangkrik. Jangkrik untuk memberikan gizi pada arwana.

Jika arwana masih kecil, maka ambil kaki jangkrik supaya tidak melukai. Kelabang dapat memberikan kecerahan warna merah. Dan udang juga direkomendasikan karena memberikan protein bagi arwana.

5. Perhatikan peralatan akuarium

Berhasil tidaknya akuarium menjadi tempat yang nyaman bagi ikan arwana, sungguh dipengaruhi oleh kelengkapan sarana pendukungnya. Jika anda terlanjur mencintai arwana dalam akuarium, cukuplah rajin melakukan perawatan. Sehingga, penampilan arwana dalam akuarium tampak sehat, segar, dan menyenangkan.

6. Pengontrolan dan pergantian air

Setiap hari diwajibkan mengontrol suhu dan ph air. Adapun suhu air ideal bagi ikan arwana sekitar 25-27 derajat celcius. Jika suhu air dingin, segera nyalakan heater hingga suhu air sesuai kebutuhan. Sedangkan ph yang dikehendaki sekitar 6-8,5.

Andaikata ph terlalu rendah, maka tambahkan kapur ke dalam akuarium. Selain itu, sanitasi air perlu diperhatikan pula, silakan mengobati air akuarium déngan malachite green, déngan frekuensi 3 minggu sekali. Air akuarium juga perlu diganti, dengan cara :

- Pergantian air secara reguler setiap 2 hari sekali dengan volume 10% dari seluruh volume air akuarium,

- Total pergantian air dilakukan setiap 3 bulan sekali. jika anda menggunakan air pam, sebaiknya dibiarkan 24 jam terlebih dahulu agar kandungan khlor mengendap, dan setelah itu bisa dimasukkan ke dalam akuarium.

Macan Dahan (Neofelis nebulosa)




Macan Dahan (Neofelis nebulosa) adalah sejenis kucing berukuran sedang, dengan panjang tubuh mencapai 95cm. Spesies ini pada umumnya memiliki bulu berwarna kelabu kecoklatan dengan gambaran seperti awan dan bintik hitam di tubuhnya. Bintik hitam dikepalanya berukuran lebih kecil dan terdapat totol putih di belakang kuping. Macan dahan mempunyai kaki pendek dengan telapak kaki besar serta ekor panjang dengan garis dan bintik hitam. Macan dahan betina serupa.

Daerah sebaran macan dahan adalah Asia Tenggara, di hutan dataran rendah dan pegunungan di Republik Rakyat Cina, Indocina, Semenanjung Melayu, India, Pulau Kalimantan dan Sumatra. Spesies ini telah punah di alam bebas di Republik Cina.

Macan dahan adalah hewan nokturnal yang aktif berburu di malam hari. Hewan ini banyak menghabiskan waktunya di atas pohon dan dapat bergerak dengan lincah di antara pepohonan.Mangsa macan dahan terdiri dari aneka satwa liar berbagai ukuran seperti kera, ular, mamalia kecil, burung, rusa dan bekantan. Macan fahan menggunakan lidahnya untuk membersihkan bulu-bulu sebelum memakan mangsanya.


Macan Dahan (Neofelis nebulosa) termasuk satwa liar yang dilindungi undang-undang, sebagaimana tertuang dalam Lampiran PP No. 7 Tahun 1999, dan ada kententuan dalam Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 bahwa:
  1. Barangsiapa dengan Sengaja menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup; (Pasal 21 ayat (2) huruf a), diancam dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah). (Pasal 40 ayat (2));
  2. Barang Siapa Dengan Sengaja menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan mati (Pasal 21 ayat (2) huruf b), diancam dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah). (Pasal 40 ayat (2));
  3. Dengan Sengaja memperniagakan, menyimpan atau memiliki kulit, tubuh, atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi atau barang-barang yang dibuat dari bagian-bagian tersebut atau mengeluarkannya dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia; (Pasal 21 ayat (2) huruf d), diancam dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah). (Pasal 40 ayat (2));

Clouded leopard (Neofelis nebulosa)
Clouded leopard (Neofelis nebulosa) is a kind of cat-sized, with body length reaches 95cm. This species generally has a brownish-gray fur with images such as clouds and black spots on his body. Dikepalanya black spots are smaller and have white spots behind the ears. Clouded leopard has short legs with large feet and long tail with black stripes and spots. Similar female clouded leopard.
Regional distribution of clouded leopard is Southeast Asia, the lowland forests and mountains in the People's Republic of China, Indochina, Malay Peninsula, India, Borneo and Sumatra islands. This species has been extinct in the wild in the Republic of China's.
Clouded leopards are nocturnal animals that actively hunt at night. These animals spend much time in trees and to move swiftly among pepohonan.Mangsa clouded leopard consists of various wild animals of various sizes such as monkeys, snakes, small mammals, birds, deer and bekantan. Tiger fahan use his tongue to clean the feathers before eating their prey.

Tentang katak bertanduk dari Amazon yang rakus



Hal pertama yang menonjol dari katak amazon bertanduk ini adalah ukurannya. Amfibi gemuk ini dapat tumbuh hingga 8 inci (20 cm) panjang dan akan mencakup cawan teh. Mereka ditemukan di rawa-rawa air tawar dan kolam sepanjang Basin Amazon, dari Kolombia ke Brasil.

Mereka disebut bertanduk karena matanya runcing.

Katak amazon bertanduk ini mencapai kegemukannya tergantung pada apa yang mereka makan, semakin banyak mereka makan, semakin besar lah tubuh mereka.

Dalam menangkap mangsanya, mereka bersembunyi di dalam lumpur sehingga yang tampak cuman sebagian kepala dan matanya saja dan ketika mangsa yang ukurannya tidak sebesar tubuhnya lewat , mereka muncul dari lumpur dan menelan seluruh mangsanya, mengunci di rahang mereka dengan gigi yang tajam.

http://img340.imageshack.us/img340/4166/amazonhornedfrog.jpg
Seperti inilah cara mereka menangkap mangsa



Katak amazon bertanduk ini sangat rakus , sehingga sering ditemukan dalam keadaan mati ketika mulut mereka masih mencoba menelan mangsa mereka yang besar.

http://img641.imageshack.us/img641/2659/hornedfrog.jpg
Ketika katak amazon bertanduk jantan menelan mangsanya


Katak amazon bertanduk yang berjenis kelamin betina lebih besar ukurannya, namun warnanya tidak secerah yang dimiliki oleh jantan. Jantan biasanya berwarna hijau gelap.

http://img18.imageshack.us/img18/3222/317714563319486ecdcc.jpg
Katak amazon bertanduk betina yang kurus


sumber : National Geographic
sumber foto : Google

Kucing eMas (Catopuma temmincki)




Kucing Emas (Catopuma temmincki) berukuran lebih besar dari kucing rumah, akan tetapi lebih kecil dibandingkan dengan macan dahan dan harimau sumatera. Tubuhnya berwana kuning kecoklatan dengan belang putih dan hitam melintang pada bagian pipi, juga warna putih diantara kedua mata dengan banyak garis berwarna hitam memanjang pada muka. Terdapat bintik-bintik berwarna coklat pada bagian belakang kuping. Ekornya panjang dengan bagian pangkal berwarna coklat gelap dan terdapat warna putih jelas pada ujungnya, mungkin ini berfungsi sebagai suatu isyarat/tanda bagi kucing lain pada saat mereka tengah berjalan pada malam hari.

Mempunyai panjang badan sekitar 760-815 mm dan panjang ekor 430-490 mm serta berat 12- 15 kg. warna kuning keemasan dengan bagian bawah yang lebih terang. Biasanya hidup teresterial akan tetapi mempunyai kemampuan memanjat jika terpaksa. Makanan biasanya mamalia kecil (kancil, napu), burung, kadal dan hewan kecil lainnya. Masa gestasi sekitar 95 hari dengan jumlah anak sekitar 1-2 ekor; dan berat anak 250 g. melahirkan biasanya di gua kayu atau batu. Pada kondisi yang normal, berat tubuh tersebut akan mengalami kenaikan dua kali lipat yakni 500 gram pada umur 3 minggu, dan akan naik menjadi tiga kali lipat pada umur 6 minggu. Jantan dewasa turut berperan aktif dalam membesarkan anak – anak kucing dan juga memiliki sikap yang toleran terhadap mereka. Musim kawin tidak terbatas atau dapat terjadi kapan saja. Usia hidup kucing emas yang ada di alam liar bekum diketahui, tetapi kucing emas yang terdapat pada penangkaran dapat mencapai umur 18 tahun.

Meskipun bersifat soliter, Kucing emas juga sering terlihat hidup berkelompok sampai 4 ekor per kelompok. Mereka juga sering berburu secara berpasangan.



Golden cat (Catopuma temmincki)
Golden Cats (Catopuma temmincki) larger than a house cat, but smaller than the clouded leopard and Sumatran tigers. Tawny colored body with white and black stripes across on the cheek, also the white color of the two eyes with plenty of black line extends to the front. There were brown spots on the back ear. Tail is long with dark brown base section and there is a clear white color on the ends, these may serve as a cue / sign to other cats when they were walking at night.
Having a body length of about 760-815 mm and 430-490 mm tail length and weight of 12-15 kg. golden yellow color to the bottom of the lighter. Usually terrestrial life but have the ability to climb if forced. Food is usually mammals small (deer, Napu), birds, lizards and other small animals. Gestation about 95 days by the number of children around 1-2 tail, and weighs 250 g. child delivery usually in wood or stone cave. At normal conditions, body weight will be increased two-fold namely 500 grams at age 3 weeks, and will increase to three times the age of 6 weeks. Adult males become actively involved in raising children - and also the kittens have a tolerant attitude towards them. The mating season is not limited or can happen anytime. Golden age of live cats in the wild bekum known, but there is a golden cat in captivity to reach the age of 18 years.
Although the nature solitary, golden cat is also often seen live in groups up to 4 chickens per group. They often hunt in pairs.

Macan Tutul (Phantera pardus)


 

 

Macan tutul (Phantera pardus) memiliki variasi pada morfologinya. Pada umumnya, warna mantel bervariasi, mulai dari kuning pucat hingga warna emas gelap dengan pola bintik-bintik hitam. Kepala, kaki bagian bawah dan bagian perut berbintik hitam pekat. Warna mantel dan polanya berasosiasi dengan tipe habitat mereka

Anak macan lahir dengan jumlah 2-3 ekor, namun tingkat kematian bayi macan juga tinggi dan induk betina jarang terlihat bersama dengan lebih dari 1-2 anak macan. Betina yang sedang hamil akan menemukan gua, celah diantara batu besar, rongga pohon, atau diantara semak belukar, sebagai tempat untuk melahirkan dan untuk membuat sarang. Anak macan akan membuka matanya dalam waktu 10 hari setelah dilahirkan.

Bulu dari anak Macan Tutul cenderung lebih panjang dan lebih tebal dari pada bulu Macan Tutul dewasa. Warna bulunya abu-abu dan mempunyai pola bintik-bintik di bulunya yang sedikit. Selama 3 bulan, anak Macan Tutul akan mengikuti induknya untuk berburu. Setelah Macan Tutul yang berumur 1 tahun, maka dia telah dapat berburu untuk dirinya sendiri, tetapi induknya akan melindunginya selama 18-24 bulan (Nowak, 1997, Guggisberg, 1975).

Macan Tutul betina cenderung untuk memelihara anak macan, tetapi berdasarkan laporan terbaru diketahui bahwa macan tutul jantan juga ikut membantu mengasuh induk betina (pasangannya) dan anak macan, contohnya dengan membawakan hasil buruan sebagai makanan untuk mereka (Guggisberg, 1975).

Perilaku

Perilaku macan tutul terkenal dengan kemampuannya untuk tidak terdeteksi. Mereka dapat hidup diantara manusia. Mereka ahli dalam memanjat, berenang tetapi tidak seperti harimau, macan tidak akan berbaring di air. Mereka merupakan hewan nokturnal tetapi dapat dilihat pada siang hari. Macan ini hidup soliter, saling menghindar satu sama lain.

Tetapi mereka kadang terlhat bersama sebanyak 3 sampai 4 ekor. Mereka memiliki pendengaran dan penglihatan yang kuat. Ketika melakukan ancaman, macan memanjangkan badannya dan menundukan kepalanya (sama seperti pada kucing domestik). Pada siang hari mereka biasanya berbaring di atas batu, atau di atas pohon. Macan tutul dapat dilihat kapan saja di siang hari. Mereka sebenarnya merupakan hewan nokturnal, tetapi macan tutul yang hidup di daerah konservasi mereka lebih diurnal, walaupun sering terlihat berburu di siang hari. Macan tutul baik dalam memanjat, menurunkan kepalanya terlebih dahulu.

Macan tutul lebih banyak berburu di atas tanah, dan merupakan pemburu yang handal dengan rata-rata daerah perburuan seluas 275 m. mereka menerkam mangsanya terlebih dahulu sebelum memakannya. Leopard akan menyeret mangsanya, dan mengangkatnya ke atas dahan meskipun seringkali mangsanya berukuran lebih besar daripada tubuhnya contohnya antelope.

Dua pertiga waktunya dihabiskan untuk beristirahat, sebagian besar waktunya dihabiskan di atas pohon, di atas batu besar atau di dalam sarang burung pemakan bangkai. Macan tutul hidup soliter, persebarannya bergantung pada ketersediaan sumber makanan. Mereka melakukan penandaan teritori dengan mengeluarkan urine dan membuat cakaran pada pohon. Mereka lebih dapat beradaptasi daripada singa dan harimau dan dapat tinggal dalam daerah yang padat. Macan tutul hidup di hutan-hutan yang masih alami dan padang rumput. Keberadaan macan tutul sangat dipengaruhi jumlah makanan dan kondisi alam untuk kamuflase dalam berburu atau melindungi diri.

Secara global, macan tutul tersebar di banyak daerah yang meliputi wilayah Asia dan Afrika. Besarnya sebaran macan tutul ini menimbulkan variasi genetis dan morfologis pada tiap subspesiesnya.

Di Indonesia, macan tutul hanya terdapat di pulau Jawa. Saat ini di Jawa Barat, macan tutul masih dapat dijumpai di kawasan:

1. Gunung Salak

2. Taman Nasional Gunung Halimun

3. Taman Nasional Gunung Gede Pangranggo

4. Hutan Sancang

5. Gunung Patuha Ciwidey

6. Cagar Alam Gunung Simpang Cianjur

7. Cagar Alam Gunung Tilu Cianjur

 

Habitat dan Persebaran

Diantara anggota famili felidae yang lain, leopard merupakan spesies yang paling mudah beradaptasi dan hampir dapat ditemukan pada seluruh habitat. Asia merupakan wilayah dengan spektrum lingkungan yang luas, dan leopard berada hampir berada di setiap tempat.

Di Indonesia, leopard hanya ditemukan di daerah jawa. Leopard tidak ditemukan di Sumatera karena adanya kehadiran harimau dan keenam spesiae lain dari famili felidae. Leopard juga tidak ditemukan di pulau Kalimantan karena ketidaktersediaan mangsa utama mereka.




Leopard (Phantera pardus),
Leopards (Phantera pardus) has a variation on the morphology. In general, coat color varies from pale yellow to dark gold color with black spots pattern. Head, lower legs and abdomen black spots. Coat colors and patterns associated with their habitat types.
Children born with the number of tiger tail 2-3, but infant mortality rate is also high tiger and female parent are rarely seen together with a more than 1-2 kids tiger. Females who are pregnant to find the cave, the gap among boulders, hollow tree, or among the bushes, as the place to give birth and to make the nest. Children Tigers will open the eyes within 10 days after birth.
Leopard fur of children tend to be longer and thicker than in the adult leopard fur. Fur color is gray and has a pattern of spots in the fur a bit. Over the past 3 months, children will follow their parent Leopard hunting. After Leopard 1 year old, then he has to hunt for himself, but the parent would protect it for 18-24 months (Nowak, 1997 Guggisberg, 1975).
Leopard female children tend to maintain the tiger, but according to recent reports note that the male leopard also help to nurture female parent (spouse) and child tiger, for example by bringing the prey as food for them (Guggisberg, 1975.)

Behavior
Behavior leopard is known for his ability to go undetected. They can live among humans. They are experts in climbing, swimming but not like tigers, leopards will not lay in water. They are nocturnal animals but can be seen in the daytime. Tigers are solitary, avoiding one another mutually.
But they sometimes terlhat together much as 3 to 4 tail. They have a strong hearing and eyesight. When making a threat, leopards elongate his body and lowered his head (same as in the domestic cat). By day they usually lie on a rock, or in trees. Leopards can be seen at any time during the day. They are actually a nocturnal animal, but leopards that live in more diurnal their conservation areas, although often seen hunting in daylight. Leopards both in climbing, lowering his head first.
More leopard hunting on the ground, and is a skilled hunter with an average width of 275 m. hunting area they pounce on their prey before eating it. Leopard will drag its prey, and lifted it onto the branch, although often prey larger than its body for example antelope.
Two-thirds of his time was spent to rest, most of his time spent in trees, on a large rock or in a nest of vultures. Leopards live solitary, spreading depends on the availability of food resources. They are doing the marking out territory with urine and make scratches on the tree. They are more adaptable than lions and tigers and can live in areas with high concentrations. Leopards living in forests and grasslands are still naturally. The presence of leopard greatly influenced the amount of food and natural conditions for camouflage in hunting or to protect itself.
Globally, the leopard is spread in many regions including Asia and Africa. The size distribution of these leopards cause genetic and morphological variation in each subspesiesnya.
In Indonesia, the leopard found only in Java. Currently in West Java, leopards still can be found in the region:
1. Mount Salak
2. Mist Mountain National Park
3. National Park of Mount Gede Pangranggo
4. Forest Sancang
5. Patuha Ciwidey
6. Cianjur Mount Simpang Nature Reserve
7. Cianjur Tilu Mountain Nature Reserve

Habitat and Distribution
Among the other members of the family Felidae, leopard is the most adaptable species and can be found in almost all habitats. Asia is a region with a broad spectrum of environments, and the leopard is almost at every place.
In Indonesia, the leopard is found only in the areas of Java. Leopard was not found in Sumatra due to the presence of tigers and other spesiae sixth of the family Felidae. Leopard is also not found on the island of Borneo because of the unavailability of their main prey.