KERABAT KELINCI

Pika
Pikas (dulu dieja pica) adalah sepupu dari kelinci. Hewan ini hidup di daerah beriklim dingin. Pika yang terkadang disebut dengan kelinci batu adalah hewan kecil pengerat yang rupanya mirip dengan kelinci. Badannya pendek dengan panjang tubuh hanya 15 cm. Pika tidak berekor. Telinganya pendek, dan berat tubuhnya sekitar 140gram. Hewan ini lebih banyak berjingkat, daripada melompat. Selain itu, pika juga pandai bersiul sehingga disebut sebagai “terwelu pesiul”.

Terwelu
Terwelu atau tegalan adalah binatang menyusui berukuran kecil. Binatang menyusui ini termasuk ke dalam keluarga Leporidae. Terwelu bisa lari pada kecepatan 70 kilometer/jam. Panjangnya 50- 70 cm, dengan berat tubuh 4-5 kg. Kepalanya kecil, kumisnya panjang, dan jika daun telinganya ditarik ke depan, panjangnya bisa melampaui ujung hidungnya. Warna bulunya kelabu, coklat, dan di bagian bawah perutnya berwarna putih. Terwelu gemar makan rumput, daun, dan tunas tanaman. Ia kerap berjingkat, mengangkat telinganya, dan mencium-cium udara. Indranya sangat tajam.

Perbedaan Terwelu dengan Kelinci
Secara umum, kelinci terbagi menjadi dua jenis. Pertama, kelinci bebas. Kedua, kelinci peliharaan. Yang termasuk dalam kategori kelinci bebas adalah terwelu (Lepus curpaeums) dan kelinci liar (Oryctolagus cuniculus). Perbedaan kelinci dan terwelu:
  • Kelinci biasanya memiliki lubang sebagai sarangnya, dimana mereka membesarkan anak-anaknya. Anak-anak kelinci biasanya terlahir tak berdaya, belum mampu melihat dan tak berbulu.
  • Terwelu tidak bersarang di dalam lubang, melainkan hanya di atas hamparan rumput. Anak-anak terwelu lebih cepat mandiri, sejak lahir mereka telah memiliki bulu dan matanya pun terbuka. Ukuran terwelu biasanya lebih besar daripada kelinci, telinganya juga lebih panjang, serta memiliki bercak-bercak hitam pada bulunya. Kelinci telah lama dipelihara oleh manusia, sedangkan terwelu secara relatif masih hidup di alam bebas.
Kelinci
Kelinci adalah hewan mamalia dari famili Leporidae, yang dapat ditemukan di banyak bagian bumi. Dulunya, hewan ini adalah hewan liar yang hidup di Afrika hingga ke daratan Eropa. Pada perkembangannya, tahun 1912, kelinci diklasifikasikan dalam ordo Lagomorpha. Ordo ini dibedakan menjadi dua famili, yakni Ochtonidae (jenis pika yang pandai bersiul) dan Leporidae (termasuk di dalamnya jenis kelinci dan terwelu).

Kelinci Paskah

Kelinci Paskah adalah makhluk fiktif yang digambarkan sebagai seekor kelinci antropomorfis. Menurut legenda, kelinci Paskah membawa keranjang yang penuh berisi telur, permen, dan mainan yang bewarna-warni ke rumah anak-anak pada malam Paskah. Kelinci Paskah itu akan menaruh keranjang tersebut di suatu tempat atau menyembunyikannya di dalam rumah anak itu agar supaya sang anak keesokan paginya mencarinya. Kelinci Paskah memiliki kemiripan-kemiripan dengan Sinterklas yang membawa hadiah untuk anak-anak yang tidak nakal pada malam Natal. Sumber legenda tersebut bervariasi, namun kelinci tersebut sudah dikenal sejak 1600; beberapa sumber menyebutkan legenda tersebut berasal dari mitos kesuburan, sementara yang lain menghubungkannya dengan peranan kelinci di dalam ikonografi Kristen.

1. Asal muasal

Asal muasal Kelinci Paskah sebagai simbol Paskah dapat dilacak dari kawasan Alsace dan barat daya Jerman, tempat kelinci tersebut disebut untuk pertama kalinya pada tahun 1600-an. Kelinci Paskah yang berbentuk makanan pertama kali dibuat di Jerman pada awal 1800-an dan terbuat dari bahan kue dan gula.

Kelinci Paskah kemudian diperkenalkan ke Amerika oleh para imigran Jerman yang mendarat di Pennsylvania Jerman pada tahun 1700-an. Kedatangan Osterhase — atau terwelu Paskah dalam bahasa Jerman — pada malam Paskah merupakan salah satu "kegembiraan anak-anak yang terbesar", hampir sama dengan kedatangan Christkindl — Sinterklas yang dikenal oleh orang-orang Austria dan Bavaria — pada malam Natal.

Menurut tradisi, anak-anak membuat sarang kelinci yang bewarna-warni di pojok tersembunyi di rumah mereka. Lalu jika anak-anak tersebut tidak nakal, Osterhase akan bertelur telur bewarna-warni di sarang tersebut. Saat tradisi tersebut mulai menyebar, sarang tersebut diproduksi menjadi keranjang Paskah, dan menempatkan sarang di tempat tersembunyi berubah menjadi tradisi menyembunyikan keranjang/telur Paskah.

2. Kelinci dan terwelu

Karena kelinci dan terwelu melahirkan anak yang banyak pada permulaan musim semi, maka kelinci menjadi simbol kesuburan pada musim semi.

Dalam bahasa Inggris terdapat perkataan "gila seperti terwelu Maret" (Mad as a March hare) untuk menyebut orang yang tindakannya liar dan tidak dapat ditebak bak "terwelu Maret". Peribahasa ini merujuk pada terwelu jantan yang berkelahi memperebutkan terwelu betina pada awal musim semi (sekitar bulan Maret). Karena sang betina awal-awalnya akan melawan sang jantan yang mencoba mengawininya, maka gerak-gerik mereka seperti layaknya tarian gila yang jauh dari kebiasaan mereka yang biasanya pendiam. "Kegilaan" tersebut termasuk: bertinju dengan terwelu lain (baik antar jantan maupun betina-jantan), melompat secara vertikal seakan-akan tanpa alasan apa-apa, dan secara umum menunjukkan tingkah laku yang abnormal.
Kelinci dan terwelu merupakan binatang yang cepat berkembang biak. Betinanya dapat mengandung kandungan kedua sewaktu masih mengandung kandungan yang pertama. Fenomena ini disebut dengan istilah "superfetasi". Mereka dapat berkembang biak sejak muda dan betinanya dapat melahirkan beberapa kali dalam setahun, sehingga ada perkataan "beranak seperti kelinci". Tidak mengherankan kelinci dan terwelu menjadi simbol kesuburan.

3. Hubungan telur Paskah dan kelinci Paskah

Dalam tradisi gereja, umat Katolik tidak diperkenankan memakan telur selama puasa masa pra-Paskah, sehingga telur menjadi salah satu menu utama hidangan Paskah. Kaum Protestan Jerman yang tidak mau mengikuti tradisi berpuasa tersebut masih tetap memakan telur pada perayaan Paskah.

Tradisi mewarnai telur telah berlangsung lama. Banyak orang Kristen Ortodoks yang mewarnai merah telur Paskah mereka, yang melambangkan darah Kristus dan hidup baru yang terkait dengan musim semi. Warna telur hijau melambangkan tunas-tunas yang baru yang muncul pada permulaan musim semi.

Telur sejak dulu merupakan simbol kesuburan. Ide tentang kelinci yang bertelur diduga datang dari Amerika Serikat pada abad ke-18. Kaum imigran Jerman di Pennsylvania Jerman memakai istilah Terwelu Paskah seperti yang digunakan nenek moyang mereka di Eropa, bukan Kelinci Paskah. Legenda di kalangan mereka, antara lain yang diceritakan oleh Jakob Grimm pada tahun 1855, menceritakan tentang Osterhas yang bertelur di sarang bewarna-warni yang disediakan oleh anak-anak yang tidak nakal.

Legenda Jerman tentang kelinci atau terwelu yang bertelur diperkirakan berasal dari cerita rakyat tentang telur terwelu yang nampaknya merupakan kesalahkaprahan. Terwelu mengasuh anak-anak mereka di atas tanah, tidak di dalam lubang seperti kelinci. Terwelu menggunakan semacam sangkar yang mirip dengan sangkar burung Lawpings. Pada musim semi, penduduk melihat telur burung di sangkar burung yang dikira adalah telur terwelu.

Perbedaan terwelu dengan kelinci

Secara umum, kelinci terbagi menjadi dua jenis. Pertama, kelinci bebas. Kedua, kelinci peliharaan. Yang termasuk dalam kategori kelinci bebas adalah terwelu (Lepus curpaeums) dan kelinci liar (Oryctolagus cuniculus). Perbedaan kelinci dan terwelu:

Kelinci biasanya memiliki lubang sebagai sarangnya, dimana mereka membesarkan anak-anaknya. Anak-anak kelinci biasanya terlahir tak berdaya, belum mampu melihat dan tak berbulu.

Terwelu tidak bersarang di dalam lubang, melainkan hanya di atas hamparan rumput. Anak-anak terwelu lebih cepat mandiri, sejak lahir mereka telah memiliki bulu dan matanya pun terbuka. Ukuran terwelu biasanya lebih besar daripada kelinci, telinganya juga lebih panjang, serta memiliki bercak-bercak hitam pada bulunya. Kelinci telah lama dipelihara oleh manusia, sedangkan terwelu secara relatif masih hidup di alam bebas.

Waryan, Korban Banjir Di Indramayu Hingga Kini Belum Ditemukan

Waryan (60) warga Desa Margamulya, Kecamatan Bongas, Kabupaten Indramayu hanyut terbawa arus banjir, Selasa (18/1) pagi.

Saat kejadian, Waryan tengah buang air besar di kali. Namun karena ruas kali deras dan airnya meluap, Waryan langsung tersapu banjir.

Komarudin, warga Desa Bugel mengatakan, hingga kini, jasad Waryan belum ditemukan. Meski sudah malam, tim Tagana dibantu warga setempat terus mencari korban.

Polres Indramayu Bantu Pengamanan Korban Banjir
Sementara itu, untuk mencegah adanya pihak yang mencari keuntungan dari kejadian bencana banjir yang menimpa warga empat kecamatan, Polres Indramayu menyiagakan personel di Polsek dan menurunkan satu pleton samapta.

Kapolres Indramayu, Rudi Setiawan Selasa (18/1) siang di lokasi banjir mengatakan, selain pengamanan, petugas pun turut membantu evakuasi korban banjir.

Seperti yang diinformasikan sebelumnya, banjir di Indramayu menerjang empat kecamatan, yakni Bongas, Patrol, Kandanghaur dan Sukra.  Akibat bencana banjir tersebut, ribuan rumah terendam, puluhan rumah ambrol dan ratusan hektare sawah terendam. (tribunjabar)

Ribuan Nelayan Indramayu Terancam Kelaparan

Ribuan nelayan kecil di Indramyau, Jawa Barat, termasuk buruh nelayan alias ABK (Anak Buah Kapal) memasuki cuaca ekstrem atau cuaca tidak menentu ini termasuk kelompok masyarakat yang kurang beruntung.

Selama memasuki cuaca ekstrem, mulai Desember 2010 – Januari 2011, sebagian dari nelayan kecil dan buruh nelayan itu praktis menganggur, sehingga kehilangan pendapatan. Ujung-ujungnya, mereka terancam kelaparan lantaran tak mampu lagi membeli bahan pangan.

Nelayan menyebut saat ini sedang memasuki masa paceklik. Masa, dimana nelayan mengalami kesulitan mendapatkan hasil tangkapan laut.

Sarkim (43) nelayan di Blok Glayem Kecamatan Juntinyuat, Indramayu, mengatakan, cuaca ekstrem berlangsung setiap tahun. Datangnya cuaca ekstrem itu ditandai oleh tingginya curah hujan. Kencangnya tiupan angin dari arah barat atau disebut angin barat serta tingginya gelombang laut.

Kondisi itu semakin diperparah lagi dengan menjauhnya habitat laut yang menjadi sasaran tangkap para nelayan di laut seperti ikan, udang maupun cumi-cumi. Sehingga jika ada beberapa nelayan yang memaksakan diri melaut, maka hasilnya sangat minim.

Wasman, 42 nelayan kecil di Desa Eretan Kulon mengemukakan, untuk berangkat mencari hasil tangkapan laut, dibutuhkan biaya untuk perbekalan, solar dan sebagainya mencapai Rp200 ribu. Sementara hasil tangkapan laut, dibawah jumlah itu. Sehingga hal itu sangat merugikan nelayan.

Untuk bertahan hidup, sebagian nelayan mengandalkan hutang. Baik dari juragan alias pemilik kapal, bakul ikan maupun rentenir dan koperasi. Jika hutang-hutang itu habis dimakan, para nelayan kecil termasuk buruh nelayan terpaksa beralih profesi. Ada yang bekerja serabutan, penarik becak maupun jadi pemulung barang bekas di Jakarta.

Nasib kelabu ini hampir merata dialami nelayan kecil dan buruh nelayan di Indramayu. Sayangnya, menurut nelayan, sekalipun kondisi mereka sulit hingga saat ini mereka luput dari perhatian pemerintah.

Selama musim paceklik berlangsung, para keluarga nelayan yang sedang ditimpa sengsara ini hanya menerima pembagian sembako dari KUD Misaya Mina Eretan Wetan. Pengurus koperasi itu memang setiap tahun menyisihkan anggaran berupa dana paceklik yang dikeluarkan pada saat nelayan anggota KUD itu mengalami kesulitan pendapatan saat memasuki masa peceklik.

Sementara itu, di sejumlah muara sungai selasa (18/1) terjadi penumpukan kapal-kapal dan perahu nelayan. Ribuan kapal dan perahu terpaksa diparkir di sejumlah muara sungai. Para nelayan, buruh nelayan termasuk nahkoda kapal tidak berangkat ke laut dengan alasan yang sama cuaca sedang tidak menguntungkan. (poskota)

Cileugeng Indah Indramayu Resmi Dinyatakan Ditutup

Terhitung mulai Senin 17 Januari 2011, tempat lokalisasi prostitusi di Cileugeng Indah (CI) wilayah Kecamatan Gantar ditutup.

Kapolsek Gantar Iptu Acep Hasbullah didampingi Camat H Cusomo SH, CN dan Ketua MUI Abdul Rasyid, SAg pada acara silaturahmi dengan para pengelola lokalisasi CI di aula kantor Kecamatan Gantar, Senin (17/1) menegaskan, penutupan itu didasarkan kepada perintah Kapolres dan Bupati Indramayu.

Karena itu, Acep mengharapkan di tempat tersebut tidak ada lagi warung remang-remang dan aktivitas prositusi guna menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat yang lebih kondusif. Bagi mereka yang masih melakukan pelanggaran, maka aparat keamanan akan memberlakukan aturan-aturan sebagaimana tertuang pada KUHP Pasal 526 dan 295 serta pasal-pasal pada peratur an daerah.

Adapun mengenai penyelesaian dampak dari penutupan ini, sepenuhnya diserahkan kepada kebijakan Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Indramayu.

Camat H Cusomo mengemukakan, agar praktik prostitusi di tempat itu tidak terjadi lagi, perlu pemahaman dan kesadaran dari semua pihak baik pengelola, PSK, petugas, maupun masyarakat pada umumnya.

Cusomo menegaskan, perbuatan maksiat sangat berbahaya bagi kehidupan dan kesehatan manusia, karena itu ia mengharapkan kepada pengelola dan pekerjanya mulai meninggalkan pekerjaan amoral itu serta segera alih profesi.

Sementara Ketua MUI Gantar Abdul Rasyid, SAg menyatakan rasa syukur atas penutupan tempat lokalisasi itu karena hal itu telah lama didambakan oleh masyarakat Gantar.

Abdul Rasyid mengharapkan para pengelola, mucikari, dan PSK menyadari dengan sepenuh hati bahwa prostitusi itu dilarang oleh agama, dilecehkan masyarakat, berpengaruh negatif terhadap lingkungan, serta mendapat azab dari Allah Swt. Karena itu Abdul Rasyid meminta praktik prostitusi di CI tidak tumbuh kembali di waktu mendatang.

Sesepuh CI Kodir menyatakan, siap akan menaati penutupan itu. Dirinya selaku pengelola akan siap menepatinya asalkan ada keadilan dalam arti penutupan lokalisasi prostitusi tidak hanya diberlakukan di CI Kecamatan Gantar saja tetapi juga di tempat-tempat dan kecamatan lainnya.

Silaturahmi ditandai penandatanganan kesepakatan bersama para pengelola yang isinya akan mematuhi setiap peraturan yang berlaku, sanggup tidak membuka aktifitas warem, tidak akan menyediakan sarana yang mendukung peredaran miras, serta menjaga kamtib di wilayah Kecamatan Gantar.

Naskah kesepakatan ditandatangani 13 pengelola dengan diketahui Muspika, Ketua MUI, dan Kepala Desa Mekarjaya. (pelita)

Warga Di Kawasan Hutan Indramayu Gunakan Listrik Tenaga Surya

Letaknya yang sangat terpencil, persis di tengah kawasan hutan KPH Perhutani Indramayu, tak menjadi kendala bagi warga Blok Kemantren Desa Cikamurang Kecamatan Trisi Indramayu untuk memperoleh penerangan listrik.

Teknologi pembangkit listrik tenaga surya menjadi pilihan belasan kepala keluarga di wilayah ini, selagi belum adanya listrik PLN. Letaknya yang hampir mencapai 6 Km dari Desa Cikamurang menyebabkan jaringan listrik sulit diperoleh.

Menurut Ny Sutinih (37) warga setempat, sudah puluhan tahun warga berharap adanya jaringan listrik PLN, namun hingga saat ini belum terealisasi juga.

Bagi warga, listrik alternatif ini menjadi pilihan, meski tergolong mahal serta biaya pemeliharaan yang cukup tinggi, namun listrik tenaga surya menjadi satu-satunya pilihan. Namun warga mengeluhkan jika cuaca terus mendung dan tidak ada matahari energi listrik tidak akan kuat hingga semalam.

Warga Blok Kemantren yang sebagian besar adalah petani penggarap kawasan hutan memang tergolong masyarakat dengan penghasilan pas-pasan. Bangunan yang semi permanen dengan bilik bambu terkesan termarginalkan dan terisolir, rumah bambu dengan lantai tanah luput dari program pembangunan desa.

Belasan anak usia sekolah pun terpaksa harus berjalan berkilometer melintasi kawasan hutan jati untuk bisa bersekolah. Maklum di kawasan tersebut belum ada Sekolah Dasar (SD). Srie (9) siswi kelas 3 SDN Cikamurang mengatakan, jika mau sekolah ia harus berangkat jalan kaki sejak pukul 06.00 pagi, agar tidak ketinggalan masuk kelas.

Kondisi ketertinggalan kawasan Indramayu barat, seperti tidak terpeliharanya sejumlah fasilitas umum, menguak isu terkait dengan keinginan kuatnya sebagian warga untuk memisahkan diri dari Kabupaten Indramayu dan mendirikan kabupaten baru kawasan Indramayu barat. Hal itu menjadi sebuah harapan terciptanya pertumbuhkan ekonomi dan pembangunan wilayah Indramayu barat lebih baik. (pelita)

Bupati Indramayu Minta Warga Bersabar

Bupati Indramayu, Anna Sophanah meminta warga yang menjadi korban banjir untuk bersabar dan terus bersemangat, karena banjir yang melanda empat kecamatan di Indramayu merupakan sebuah cobaan dari Tuhan.

Di hadapan warga saat mengunjungi posko pengungsian korban banjir di halaman Masjid Jami Darussalam, Desa Bugel, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, Bupati berharap warga bersabar dengan kejadian banjir tersebut, karena musibah banjir yang terjadi merupakan cobaan dari Tuhan.

Pada kesempatan itu, Bupati Anna juga memberikan bantuan ke warga korban banjir, berupa uang dan sembako. (tribunjabar)

Benediasis ( penyakit ikan )

Benediasis

Penyebab: Benedinia sp. dan Neo Benedinia sp.

Bio —Ekologi Patogen:
• Pemakan darah "blood feeder", menginfeksi ikan air laut, terutama kakap, dan kerapu.
• Parasit tergolong pada Capsalid monogenea, yaitu sejenis cacing trematoda.
• Kasus serius umumnya terjadi pada budidaya ikan di karamba jaring apung (KJA).
• Apabila pada mata dapat menyebabkan kebutaan, dan luka yang diakibatkannya merupakan pintu masuk bagi bakteri penginfeksi sekunder.
• Kematian akibat infeksi berat bisa mencapai 30%.


Gejala klinis :
• Luka serta pendarahan pada tempat gigitan, dan secara visual parasit ini tampak menempel pada tubuh ikan terutama pada sisik atau pada sirip (nampak setelah ikan yang terinfeksi direndam dalam air tawar untuk beberapa menit)
• Pada infeksi berat parasit tersebut bisa menginfeksi mata, sehingga mata ikan akan kelihatan memutih.


Diagnosa :
• Secara visual terlihat adanya parasit yang menempel pada tubuh ikan, kalau ikan ditempatkan dalam air tawar

Pengendalian :
• Merontokkan parasit dalam wadah terbatas dengan menggunakan air tawar selama 2-5 menit.
• Perendaman dalam larutan hydrogen peroxide (H2O2) pada dosis 150 ppm selama 10-30 menit.
• Setelah parasit rontok, ikan dipindahkan ke wadah lain untuk mencegah adanya infeksi sekunder oleh bakteri pada bekas gigitan parasit.

sumber : Kementerian Kelautan dan Perikanan, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, Direktorat Kesehatan Ikan dan Lingkungan, 2010

DAMPAK PENCEMAR LOGAM BERAT Pb, Hg dan Cd TERHADAP KESEHATAN

DAMPAK PENCEMAR LOGAM BERAT Pb, Hg dan Cd TERHADAP KESEHATAN.

1.Dampak Terhadap Manusia Akibat Tercemar oleh Logam Berat
Timbal (Pb).
Menurut ketentuan WHO, kadar Pb dalam darah manusia yang tidak terpapar oleh Pb adalah sekitar 10-25 ug/100 ml. Pada penelitian yang dilakukan di industri proses daur ulang aki bekas, Suwandi (1995) menemukan bahwa kadar Pb udara di daerah terpapar pada malam hari besarnya sepuluh kali lipat kadar Pb di daerah tidak terpapar pada malan hari (0,0299 mg/m3 vs 0,0028 mg/m3), sedangkan rerata kadar Pb Blood ( Pb-B ) di daerah terpapar 170,44 ug/100 ml dan di daerah tidak terpapar sebesar 45,43 ug/100 ml. Juga ditemukan bahwa semakin tinggi kadar Pb-B, semakin rendah kadar Hb nya.
Pada penelitian mengenai kadar Pb di udara ambien dan hubungan antara kadar Pb-B dengan IQ anak sekolah, Susanto (1997) menemukan bahwa kadar Pb udara ambien di daerah penelitian sebesar 0,00103 mg/m3, masih dibawah nilai baku mutu yang besarnya 0,060 mg/m3. Didapatkan pula bahwa kadar Pb-B anak SD di kawasan tertib lalu-lintas (sekitar 39,73 ug/100 ml) lebih tinggi dari kadar Pb-B di luar kawasan tertib lalu lintas (16,30 ug/100 ml). Tidak di temukan pula perbedaan yang bermakna antara IQ anak sekolah SD di kawasan tertib lalu lintas dan di luar kawasan tertib lalu lintas. Mukono dkk. yang pada tahun 1991 meneliti status kesehatan dan kadar Pb-B karyawan SPBU (Setasiun Pompa Bensin Umum) di Jawa Timur, menemukan bahwa pemeriksaan darah lengkap pada karyawan SPBU dengan penjualan bensin kurang dari 8 ribu liter lebih baik dari karyawan SPBU yang menjual bensin lebih dari 10 ribu liter per hari. Didapatkan pula bahwa rerata kadar Pb-B karyawan SPBU sebesar 77,59 ug/100 ml.
Paparan bahan tercemar Pb dapat menyebabkan gangguan pada organ sebagai berikut :

Gangguan pada sistem syaraf.
Susunan syaraf merupakan jaringan yang sangat peka terhadap bahan pencemar Pb. Gangguan neurologi (susunan syaraf) akibat tercemar oleh Pb dapat berupa encephalopathy, ataxia, stupor dan coma. Pada anak-anak dapat menimbulkan kejang tubuh dan neuropathy perifer.

Gangguan pada sistem urogenetal .
Bahan pencemar Pb dapat menyebabkan tidak berfungsinya tubulus renal, nephropati irreversible, sclerosis vaskuler, sel tubulus atropi, fibrosis dan sclerosis glumerolus. Akibatnya dapat menimbulkan aminoaciduria dan glukosuria, dan jika paparannya terus berlanjut dapat terjadi nefritis kronis.
.
Gangguan pada sistem reproduksi
Sistem reproduksi dapat pula terganggu fungsinya akibat terpapar oleh logam berat Pb. Gangguan terhadap sistem reproduksi dapat berupa keguguran, kesakitan dan kematian janin. Logam berat Pb mempunyai efek racun terhadap gamet dan dapat menyebabkan cacat kromosom. Anak-anak sangat peka terhadap paparan Pb di udara. Paparan Pb dengan kadar yang rendah yang berlangsung cukup lama dapat menurunkan IQ .

Gangguan pada sistem hemopoitik.
Unsur hemopoitik yang peka terhadap paparan Pb adalah hemoglobin yang menyebabkan terjadinya anemia. Efek paparan Pb tersebut menyebabkan terjadinya terjadinya penurunan sintesis globin walaupun tak tampak adanya penurunan kadar zat besi dalam serum. Anemia ringan yang terjadi disertai dengan sedikit peningkatan kadar ALA (Amino Levulinic Acid) urine. Pada anak – anak juga terjadi peningkatan ALA dalam darah. Efek dominan dari keracunan Pb pada sistem hemopoitik adalah peningkatan ekskresi ALA dan CP (Coproporphyrine). Dapat dikatakan bahwa gejala anemia merupakan gejala dini dari keracunan Pb pada manusia. Anemia tidak terjadi pada karyawan industri dengan kadar Pb-B (kadar Pb dalam darah) dibawah 110 ug/100 ml.

Gangguan pada sistem syaraf.
Anak –anak lebih peka terhadap paparan Pb, utamanya organ otak lebih sensitif pada anak-anak dibandingkan pada orang dewasa. Paparan menahun dengan Pb dapat menyebabkan lead encephalopathy. Gambaran klinis yang timbul adalah rasa malas, gampang tersinggung, sakit kepala, tremor, halusinasi, gampang lupa, sukar konsentrasi dan menurunnya kecerdasan.
Pada anak dengan kadar Pb darah (Pb-B) sebesar 40-80 ug/100 ml dapat timbul gejala gangguan hematologis, namun belum tampak adanya gejala lead encephalopathy. Gejala yang timbul pada lead encephalopathy antara lain adalah rasa cangung, mudah tersinggung, dan penurunan pembentukan konsep. Apabila pada masa bayi sudah mulai terpapar oleh Pb, maka pengaruhnya pada profil psikologis dan penampilan pendidikannya akan tampak pada umur sekitar 5-15 tahun. Akan timbul gejala tidak spesifik berupa hiperaktifitas atau gangguan psikologis jika terpapar Pb pada anak berusi 21 bulan sampai 18 tahun.
Untuk melihat hubungan antara kadar Pb-B dengan IQ (Intelegance Quation) telah dilakukan penelitian pada anak berusia 3 sampai 15 tahun dengan kondisi sosial ekonomi dan etnis yang sama. Pada sampel dengan kadar Pb-B sebesar 40-60 ug/ml ternyata mempunyai IQ lebih rendah apabila dibandingkan dengan sampel yang kadar Pb-B kurang dari 40 ug/ml. Pada dewasa muda yang berumur sekitar 17 tahun tidak tampak adanya hubungan antara Pb-B dan IQ.
Gambaran klinis akibat keracunan Pb terhadap gangguan syaraf perifer dapat berupa semutan dan kulit terasa tebal. Keracunan kronis Pb akan meningkatkan kematian yang disebabkan oleh kelainan cerebro vasculer. Efek keracunan timbal (Pb) terhadap saluran pencernaan berupa abdominal colic. Efek negatif terhadap liver adalah meningkatnya enzym SGOT (Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase).
Masyarakat dapat terpapar oleh Pb melalui pencemaran udara, air dan tanah serta dapat pula masuk kedalam tubuh melalui makanan/minuman, obat-obatan, rokok dan terpapar oleh cat. Paparan kronis oleh Pb dapat menyebabkan tertimbunnya Pb dalam organ atau jaringan dan cairan tubuh. Dalam keadaan ini dapat terdeteksi adanya Pb dalam urine, feces, keringat ,rambut dan kuku.
Logam berat Pb yang terdeteksi dalam darah merupakan indikator penting akibat paparan dan seberapa jauh akibat/efek yang ditimbulkan. Paparan oleh Pb yang cukup tinggi di industri dapat memberikan gangguan cerebrovaskular seperti perdarahan otak, trombosis, dan arterio sclerosis.. Karyawan industri dengan masa kerja 20 tahun dan terpapar timbal dengan kadar yang cukup tinggi menunjukkan kadar timbal dalam urine sebanyak 100 - 250 ug/liter. Pada pria yang bekerja selama 15 tahun pada pabrik aki dan pengecoran Pb yang kadar Pb udaranya melebihi 0,15 ug/m3 dapat timbul hipertensi.
Implikasi klinik akibat tercemar oleh Pb dapat ditunjukan oleh hubungan antara dosis-efek dan dosis-respon. Hubungan antara dosis-efek ditunjukkan oleh besarnya dosis dengan intensitas yang spesifik pada seseorang. Sebagai contoh adalah bagaimana hubungan antara Pb-B (kadar Pb di dalam darah) dengan persentasi inhibisi dari ALAD (Amino Levulinic Acid Dehydratase) dalam darah. Sedangkan hubungan dosis-respon ditunjukkan oleh hubungan antara dosis paparan dengan proporsi populasi penduduk yang terkena efek paparan.

2. Dampak Terhadap Manusia Akibat Tercemar oleh Logam Berat
Merkuri (Hg).
Studi epidemiologi menunjukkan bahwa keracunan metil dan etil merkuri sebagian besar di sebabkan oleh konsumsi ikan yang di peroleh dari daerah tercemar atau makanan yang berbahan baku tumbuhan yang disemprot dengan pestisida jenis fungisida alkil merkuri. Pada tahun 1968 Katsuna melaporkan adanya epidemi keracunan Hg di Teluk Minamata, dan pada tahun 1967 terjadi pencemaran Hg di sungai Agano di Nigata. Pada saat terjadi epidemi, kadar Hg pada ikan di Teluk Minamata sebesar 11 ug/kg berat basah dan di sungai Agano sebesar 10 ug/kg berat basah.
Kejadian di Irak pada tahun 1971-1972 terjadi keracunan alkil merkuri akibat mengkonsumsi gandum yang disemprot dengan alkil merkuri yang menyebabkan 500 orang meninggal dunia dan 6000 orang masuk rumah sakit.
Penelitian Eto (1999), menyimpulkan bahwa efek keracunan Hg tergantung dari kepekaan individu dan faktor genetik. Individu yang peka terhadap keracunan Hg adalah anak dalam kandungan (prenatal), bayi, anak-anak, dan orang tua.
Gejala yang timbul akibat keracunan Hg dapat merupakan gangguan psikologik berupa rasa cemas dan kadang timbul sifat agresi.
Berdasarkan temuan Diner dan Brenner (1998) serta Frackelton dan Christensen (1998) dikatakan bahwa diagnose klinis keracunan Hg tidaklah mudah dan sering dikaburkan dengan diagnose kelainan psikiatrik dan autisme. Kesukaran diagnose tersebut disebabkan oleh karena panjangnya periode laten dari mulai terpapar sampai timbulnya gejala dan tidak jelasnya bentuk gejala yang timbul, yang mirip dengan kelainan psikiatrik.

Diagnose keracunan Hg dengan pemeriksaan urine, darah, kuku dan rambut
Keracunan Hg yang sering disebut sebagai mercurialism banyak ditemukan di negara maju, misalnya Mad Hatter’s Disease yang merupakan suatu outbreak keracunan Hg yang diderita oleh karyawan di Alice Wonderland, Minamata Disease yang merupakan suatu outbreak keracunan Hg pada penduduk makan ikan yang terkontaminasi oleh Hg
di Minamata Jepang, dan kejadian ini dikenal sebagai Minamata Disease. Penyakit lain yang disebabkan oleh keracunan Hg adalah Pink Disease yang terjadi di Guatemala dan Rusia yang merupakan outbreak keracunan Hg akibat mengkonsumsi padi-padian yang terkontaminasi oleh Hg.
Kadar Hg di udara ambien daerah yang tidak tercemar oleh Hg berkisar antara 20-50 ng/m3. Dengan kadar Hg udara ambien sebesar 50 ng/m3, dalam waktu tiga hari banyaknya Hg yang terhisap oleh paru sebesar 1 µg/hari. Gejala klinis yang timbul, tergantung pada banyaknya Hg yang masuk ke dalam tubuh, mulai dari gejala yang paling ringan yaitu parestesia sampai gejala yang lebih berat yaitu ataxia, dysarthria bahkan dapat menyebabkan kematian. Paparan oleh Hg (biasanya berupa metil merkuri) pada saat prenatal akan nampak setelah bayi lahir yang dapat berupa cerebral palsy maupun retardasi mental. Keracunan ini dapat terjadi jika pada ibu hamil yang mengkonsumsi daging binatang yang diberi pakan padi-padian yang disemprot fungisida yang mengandung metil merkuri.
Keracunan Hg yang akut dapat menyebabkan terjadinya kerusakan saluran pencernaan, gangguan kardiovasculer, kegagalan ginjal akut maupun shock. Pada pemeriksaan laboratorium tampak terjadinya denaturasi protein enzim yang tidak aktif dan kerusakan membran sel.
Metil maupun etil merkuri merupakan racun yang dapat mengganggu susunan syaraf pusat (serebrum dan serebellum) maupun syaraf perifer. Kelainan syaraf perifer dapat berupa parastesia, hilangnya rasa pada anggota gerak dan sekitar mulut serta dapat pula terjadi menyempitnya lapangan pandang dan berkurangnya pendengaran. Keracunan merkuri dapat pula berpengaruh terhadap fungsi ginjal yaitu terjadinya proteinuria. Pada karyawan yang terpapar kronis oleh fenil dan alkil merkuri dapat timbul dermatitis. Selain mempunyai efek pada susunan syaraf, Hg juga dapat menyebabkan kelainan psikiatri berupa insomnia, nervus, kepala pusing, gampang lupa, tremor dan depresi.
Pada dasarnya besarnya risiko akibat terpapar oleh Hg, tergantung dari sumber Hg di lingkungan, tingkat paparan, teknik pengambilan sampel, analisis sampel dan hubungan dosis-respon.

3. Dampak Terhadap Manusia Akibat Tercemar oleh Logam Berat
Cadmium (Cd).
Oksida dari kadmium adalah logam yang toksisitasnya tinggi. Sebagian besar kontaminasi oleh kadmium pada manusia melalui makanan dan rokok. Waktu paruh kadmium kira-kira 10-30 tahun. Akumulasi pada ginjal dan hati 10-100 kali konsentrasi pada jaringan yang lain.
Logam cadmium dalam tubuh manusia terutama akan dieleminasi melalui urine. Hanya sedikit kadmium yang diabsorbsi yaitu sekitar 5-10%. Absorbsi dipengaruhi factor diet sep erti intake protein, calcium, vitamin D dan trace logam seperti seng (Zn). Proporsi yang besar adalah absorbsi malalui pernafasan yaitu antara 10-40% tergantung keadaan fisik wilayah Uap kadmium sangat toksis dengan lethal dose melalui pernafasan diperkirakan 10 menit terpapar sampai dengan 190 mg/m3 atau sekitar 8 mg/m3 selama 240 menit akan dapat menimbulkan kematian. Gejala umum keracunan Cd adalah sakit di dada, nafas sesak (pendek), batuk-batuk dan lemah.
Paparan akut oleh kadmium (Cd) akan menyebabkan gejala nausea (mual), muntah, diare, kram, otot, anemia, dermatitis, pertumbuhan lambat, kerusakan ginjal dan hati, gangguan kardiovaskuler, empisema dan degenerasi testicular (Ragan & Mast 1990).
Dosis mematikan (lethal dose) secara akut diperkirakan sekitar 500 mg/kg untuk dewasa dan efek dosis akan nampak jika terabsorbsi 0,043 mg/kg per hari (Ware, 1989)

Gejala akut akibat keracunan Cd (cadmium).
Gejala akut :
o Sesak dada, kerongkongan kering dan dada terasa sesak (constriction of chest ), nafas pendek, nafas terengah-engah , distress dan bisa berkembang ke arah penyakit radang paru-paru. diserta sakit kepala dan menggigil kemungkinan .dapat diikuti kematian.
Gejala kronis:
o Nafas pendek, kemampuan mencium bau menurun., berat badan menurun dan gigi terasa ngilu serta berwarna kuning keemasan.
Selain menyerang pernafasan dan gigi, keracunan yang bersifat kronis menyerang juga saluran pencernaan, ginjal, hati dan tulang.

LAKIP DIPPEKADE Tahun 2010

Kata Pengantar

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang talah melimpahkan rahmat dan hidayahNya, sehingga tugas-tugas pemerintahan dan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Pakpak Bharat Tahun 2010 dapat kami selesaikan. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat disusun sesuai instruksi Presiden No. 7 Tahun 1999 dan Surat Keputusan Lembaha Administrasi Negera No. 239/IX/6/8/2003 tentang Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.

Penyusunan laporan ini merupakan upaya kami untuk menginformasikan pertanggungjawaban kinerja yang telah dilakukan bersama potensi organisasi selama tahun 2010, sebagai konsistensi kami terhadap komitmen untuk menciptakan transparansi yang merupakan pilar terwujudnya tata pemerintahan yang baik.

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) ini memuat informasi tentang penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan kebijakan program dan kegiatan, serta pencapaian sasaran dalam mewujudkan tujuan, misi dan visi terciptanya pengelolaan keuangan daerah Kabupaten Pakpak Bharat yang tertib dan akuntabel, sesuai yang ditetapkan dalam Rencana Kerja Tahun 2010.

Hasil pencapaian kinerja penyelenggaraan pemerintah Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Pakpak Bharat tidak terlepas dari kerjasama segenap stakeholders, baik dalam perumusan kebijakan, maupun dalam implementasi dan pengawasannya.

Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan, bantuan serta pertisipasi dalam penyusunan LAKIP Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Pakpak Bharat Tahun 2010.

Sekilas Mengenal Penyakit Pada Tulang

Penyakit pada tulang jarang disadari oleh seseorang. Namun biasanya seseorang akan menyadari setelah kondisi tulang yang tidak memungkinkan lagi untuk diobati. Oleh karena itu untuk mengurangi potensi terjadinya seseorang mengalami banyak keluhan pada tulangnya, maka dibutuhkan sebuah informasi yang sangat lengkap dan memadai dari petugas kesehatan. Sebab tulang yang sehat akan mendukung segala aktivitas yang di lakukan seseorang dan akan meningkatkan kinerjanya.

A. Tulang
Sebelum mengetahui lebih jauh tentang berbagai penyakit tulang, sebaiknya kita harus terlebih dahulu mengetahui struktur tulang yang ada pada manusia. Tulang adalah penyangga tubuh dan terdiri atas kolagen, suatu protein yang besisi kalsum fosfat dan mineral yang dapat memberikan sebuah kekuatan yang berguna untuk menyangga keseluruh organ tubuh. Kombinasi antara kolagen dan kalsium menjadikan tulang kuat dan fleksibel untuk menahan tekanan akibat aktivitas manusia. Lebih dari 99 persen kalsium tubuh terletak pada tulang dan gigi. Dan satu persen sisanya terdapat pada darah.

Ada dua tipe tulang yaitu :
  1. Cortical. Padat dan kuat. Merupakan bagian paling luar pada tulang.
  2. Trabecular. Bagian dalam pada tulang membentuk struktur tulang secara keseluruhan dan berongga.

Selama manusia hidup, tulang akan terus mengalami perbaikan dan perkembangan. Proses yang terjadi pada tulang yaitu formation dan resorption. Selama resorption, sel tulang lama akan mengalami kerusakan dan digantikan oleh sel-sel khusus yang disebut osteoclasts. Pada proses bone formation, jaringan tulang baru akan menggantikan sel-sel tulang lama. Sel yang melakukan proses ini adalah osteoblasts. Osteoblas dan osteoclasts selama melakukan proses perbaikan pada tulang membutuhkan berbagai banyak vitanan dan hormon, yaitu :
  • calcitonin.
  • parathyroid.
  • vitamin C.
  • hormon testosteron (pada lelaki).
  • hormon estrogen (pada perempuan)
B. Berikut beberapa penyakit tulang yang sering dialami :
  1. Osteoporosis: Yaitu sebuah penyakit yang dapat menyebabkan tingkatan kepadatan pada tulang menurun. Osteoporosis akan terus menggerogoti kekuatan yang ada pada tulang trabecular yang dapat menyebabkan berkurangnya kekuatan tulang secara drastis, dan juga tulang cortical menipis dan secara keseluruhan tulang akan mudah patah. Penyakit osteoporosis akan mengintai orang yang berusia lanjut dan pada wanita yang telah memasuki masa menopause.
  2. Osteomalacia: Penyakit yang satu ini dapat mengakibatkan sebuah tulang menjadi sangat lunglai yang diakibatkan karena kekurangan vitamin D atau kesalahan metabolisme di dalam tubuh. Sama juga dengan penyakit osteoporosis, osteomalacia yang juga berpotensi menjadikan tulang mudah patah.
  3. Rickets: Rickets sering dialami oleh anak-anak yang sedang tumbuh. Formasi tulang pada penderita rickets abnormal, yaitu terjadi penumpukan kalsium di dalam tulang karena terlalu banyak mengonsumsi susu berkalsium atau akibat radiasi sinar matahari.
  4. Osteomyelitis: Infeksi ini menyerang tulang dan diakibatkan oleh bacterimia, atau sepsis, yang menyebar dan mengurangi kekuatan tulang.
 C. Pencegahan dan Perawatan Penyakit Tulang. 
  1. Berolahraga teratur akan mengurangi risiko terkena penyakit tulang. Dengan banyak bergerak, komposisi tulang akan padat dan dapat dihindari keropos atau patah tulang.
  2. Asupan makanan harus yang bergizi dan berserat tinggi. Usahan untuk mengonsumsi susu berkalsium tinggi.
  3. Jika Anda merasa ada keluhan di seputar tulang atau persendian, segera berkonsultasi ke dokter.
  4. Melakukan diet seimbang dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan kalsium dan vitamin D.
  5. Dianjurkan untuk tidak merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol.
  6. Melakukan tes kekuatan tulang secara rutin.
Sumber: Dari berbagai sumber

    Pembekalan Tehnis dan pelatihan kewirausahaan

    Rembang-Pemkab Rembang melalui Badan kepegawaian daerah (BKD) bekerjasama dengan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) hari selasa mengelar pembekalan tehnis dan pelatihan kewirausahaan bagi Pegawai negeri sipil (PNS) yang memasuki purna tugas.


    Kegiatan yang berlangsung dipendopo kabupaten menurut keterangan ketua panitia penyelenggara sekaligus kepala BKD Abdullah Zawawi diikuti sejumlah 91 PNS yang akan memasuki purna tugas bulan Pebruari hingga Juli 2011. Pembekalan menghadirkan nara sumber dan pengajar dari tim psikolog BKD, Pejabat Taspen Propinsi jawa tengah dan praktisi kewirausahaan.


    Abdullah Zawawi mengatakan, pembekalan ini digelar untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan bagi para peserta PNS yang memasuki purna tugas agar siap mental dan fisik serta tetap produktif.


    Sementara Bupati Rembang H. Moch salim saat membuka pelatihan berharap para PNS yang memasuki purna tugas bisa diberdayakan dan tidak menjadi masyarakat yang malas. Sehingga dengan aktif otomatis ikut berpartisipasi dalam rangka membangun kabupaten Rembang meskipun kecil artinya.


    Bupati menambahkan, masa purna tugas merupakan tahapan kehidupan yang tidak mengenakkan dan jangan dinilai hal yang menakutkan. Yang paling menakutkan kelak apabila kita nantinya dijemput oleh ajal.

    PENETAPAN PERDA BEA PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN BANGUNAN PAJAK AIR TANAH MENJADI PERDA

    Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan akhirnya melakukan penetapan 2 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kab.HSS tentang Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan dan Pajak Air Tanah menjadi Peraturan Daerah (Perda) dalam Rapat Paripurna Tingkat II DPRD Kab.HSS yang digelar, Senin (13/12) di gedung DPRD Kab.HSS.

    Rapat kali ini merupakan akhir dari Rancangan Peraturan Daerah tentang Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan dan Pajak Air Tanah menjadi Perda yang didahului dengan laporan hasil Rapat Gabungan Komisi DPRD Kab.HSS dengan pihak Eksekutif pada tanggal 13 Desember 2010.Dalam kesempatan tersebut, rapat paripurna dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Kab.HSS H.A.Kusasi,SE,S.AP,M.M dan dihadiri oleh Wakil Bupati HSS H. Ardiansyah,S.Hut, Unsur Muspida, beserta anggota DPRD Kab.HSS dan para Pimpinan SKPD.

    Dalam sambutan tertulis Bupati HSS yang dibacakan oleh Wakil Bupati HSS H. Ardiansyah,S.Hut menyatakan bahwa Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) adalah pajak yang dikenakan atas perolehan hak atas tanah dan bangunan. BPHTB merupakan penyempurnaan atas bea balik nama harta tetap atas tanah dan bangunan, dan bukan merupakan pajak jenis baru. BPHTB digolongkan sebagai pajak tidak langsung dan merupakan pajak pemerintah pusat dan pajak negara. Dalam pembagian hasil menurut Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2000 pasal 23, 20% untuk Pemerintah Pusat dan 80% untuk Pemerintah Daerah/ Kabupaten/ Kota.

    Kemudian, dikatakan bahwa 2 Raperda ini yakni Raperda tentang Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan serta Raperda Tentang Pajak Air Tanah merupakan amanat UU nomor 28 tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah sekaligus kebijakan nasional yang harus dilaksanakan. Dengan diberlakukannya pada tahun 2011 mendatang, maka sesuai dengan manfaat pajak yakni selain sebagai sumber utama penerimaan daerah, dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah, pajak yang telah diperdakan ini juga semata-mata untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat HSS.

    Diakhir acara, dilaksanakan penandatanganan berita acara Penetapan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan Pajak Air Tanah menjadi Peraturan Daerah (Perda). Penandatanganan berita acara tersebut dilakukan oleh Wakil Bupati HSS, dengan Wakil Ketua DPRD daan disaksikan anggota DPRD Kabupaten HSS, Unsur Muspida dan Pimpinan SKPD. (siska_hms)

    3 Makanan Pengganti Nasi

    INGAT, bila si kecil memang sudah tidak mau melumat nasi, atau memakan makanan yang berbahan dasar nasi seperti lontong ataupun bubur. Janganlah memaksanya lagi!
    INGAT, bila si kecil memang sudah tidak mau melumat nasi, atau memakan makanan yang berbahan dasar nasi seperti lontong ataupun bubur. Janganlah memaksanya lagi!

    Buang jauh-jauh amarah dan ketakutan yang tiada berujung. Karena tidak memakan nasi, bukan berarti buah hati kita akan kurus dan sakit karena kekurangan asupan gizi. Karena kita bisa memberi makanan pengganti yang bernilai gizi sama. Sebut saja sagu, kentang, jagung, singkong, roti, mie, havermout, atau makaroni.

    Sagu

    Sagu adalah butiran atau tepung yang diperoleh dari teras batang pohon sagu atau rumbia (Metroxylon sago Rottb). Makanan pokok masyarakat Maluku dan Papua ini biasa dimakan dalam bentuk papeda (semacam bubur). Sagu sendiri juga dijual sebagai tepung curah maupun yang dipadatkan dan dikemas dengan daun pisang. Saat ini banyak juga loh Moms, mie yang diolah dari sagu.

    Seratus gram sagu kering setara dengan 355 kalori. Di mana di dalamnya rata-rata terkandung 94 gram karbohidrat, 0.2 gram protein, 0.5 gram serat, 10 mg kalsium, 1.2mg besi, dan lemak, karoten, tiamin, dan asam askorbat dalam jumlah sangat kecil.

    Kentang

    Kentang merupakan lima kelompok besar makanan pokok dunia selain gandum, jagung, beras, dan terigu. Bagian utama kentang yang menjadi bahan makanan adalah umbi, yang merupakan sumber karbohidrat, dengan vitamin dan mineral cukup tinggi.

    Kandungan gizi dalam 100 gr kentang antara lain: protein 2 gr, lemak 0,3 gr, karbohidrat 19,10 gr, kalsium 11 mg, fosfor 56 mg, serat 0,3 gr, besi 0,3 mg, vitamin B1 0.09 mg, vitamin B2 0,03 mg, vitamin C 16,00 mg, dan niacin 1,40 mg.

    Jagung

    Makanan pokok alternantif warga Madura, Nusa Tenggara bahkan juga warga Amerika Serikat ini juga kaya akan gizi. Tak heran bonggol berambut merah ini juga diminati anak-anak. Kandungan gizi dalam tiap biji jagung adalah: energi 150 kal, protein 1,6 g, lemak 0,6 g, kalsium 11 mg, dan karbohidrat 11,40 g.

    Ternak Bebek Di Indramayu Meningkat

    Perkembangan ternak bebek secara tradisional di daerah bagian barat Indramayu, Jawa Barat, terus mengalami peningkatan karena didukung faktor alam, disamping produksi telur asin organik berhasil dipasarkan ke Jakarta dan sekitarnya..

    Kepala Dinas Pertanian dan Perternakan Kabupaten Indramayu Toto Kusmanto mengatakan, peternak bebek yang ada di Eretan dan Indramayu Barat rata-rata satu peternak memelihara kurang lebih seribu bebek, bahkan peternak yang berhasil diatas tiga ribu bebek.

    Menurut Toto, Peternakan bebek tradisonal di Kabupaten Indramayu masih memiliki peluang cukup lebar, karena persediaan pakan dari alam dan limbah olahan lahan sangat membantu meningkatkan hasil telur bebek organik, disamping harga telur bebek "angon" mampu bertahan, sehingga kesejahteraan mereka terus naik.

    Sementara peternak bebek tradisional yang berada di Desa Soge Kecamatan Bongas Kabupaten Indramayu menambahkan nasi "aking" sebagai makanan bebek.

    salah seorang penjual nasi"aking" di Indramayu, H. Badori, mengatakan, nasi "aking" biasanya dijadikan pakan tambahan peternak tradisional,selain harga terjangkau bebek dengan pakan tersebut mampu menghasilkan telur bebek organik.

    Menurut Bandori, harga nasi "aking" saat ini dijual sekitar Rp2.700 per kilogram. Dalam satu hari ia mampu menjual hingga dua ton jika persediaan melimpah. Nasi aking tersebut didatangkan dari berbagai daerah seperti Cirebon, Sumedang, Karawang,"ujarnya.

    Badori mengatakan, permintaan pakan ternak tambahan berupa nasi "aking" setiap tahun terus meningkat, sejalan dengan perkembangan peternak bebek tradisional yang semakin maju dibandingkan tahun sebelumnya. (ant)

    Bantuan APE bagi Pos PAUD.

    Rembang-Tim penggerak PKK kabupaten Rembang hari selasa menyerahkan bantuan alat Permainan edukatif (APE) Dalam, kepada 4 Pos pendidikan Anak Usia Dini (Paud).


    Secara simbolis bantuan diserahkan oleh ketua tim pengerak PKK kabupaten Rembang Ny Hj Umy jazilah salim di Aula PKK disaksikan Wakil ketua Ny Hj Hasiroh Hafidz, Ny Hj.Erna Hamzah Fatoni dan ketua Pokja 2 Ny Hj Suswati Waluyo.


    NY Umy jazilah Salim dalam pesannya mengatakan, bantuan alat peraga edukatif ini diharapkan bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya, dan bermanfaat kegunaannya bagi pos PAUD.


    4 pos PAUD penerima bantuan adalah PP Marsudi siwi desa Magersari kecamatan Rembang dan PP Melati Desa Sumurtawang kecamatan Kragan masing-masing menerima bantuan 1 unit balok 502 PCs.


    Sedangkan PP Pangudi Luhur Desa Tegaldowo kecamatan Gunem menerima satu unit balok 400 PCs dan PP Kartika desa Meteseh kecamatan Kaliori menerima satu unit mandi bola.

    temu kunci

    Temu kunci (Boesenbergia pandurata) jarang digunakan sebagai bumbu dapur, karenanya bumbu ini tidak sepopuler kencur, kunyit atau jahe. Namun kehadiran temu ini memberikan sentuhan khas pada sayur bening. Tanpa temu kunci, sayur bening seperti sayur bayam akan terasa kurang mantap.

    Temu kunci diperoleh dari umbi tanaman terna yang berbatang semu. Daun dan batangnya sepintas mirip daun kunyit. Temu ini tumbuh subur di tanah yang banyak mengandung humus dan sedikit ternaungi. Jika sudah berumpun banyak, umbi bisa dipanen dan anakan bisa dibiakan menjadi tanaman baru. Aroma temu kunci sangat khas dan hampir mirip dengan kencur. Biasanya digunakan sebagai bumbu sayur bening, pepes maupun campuran bumbu urapan ala Jawa.
    Sumber Teks & Foto: Budi Sutomo

    5 TPI Akan Direvitalisasi

    Rembang- Dari 14 unit Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di kabupaten Rembang, baru 9 TPI di 6 kecamatan yaitu Kaliori, Rembang, Lasem, Sluke, Kragan, dan Sarang yang aktif operasional. Sedangkan 5 unit TPI lain belum beroperasi secara maksimal.


    Menurut keterangan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Suparman, untuk mendongkrak pendapatan Asli daerah ke 5 TPI akan direvitalisasi. salah satu yang direvitalisasi di tahun 2011 yakni TPI Binangun yang selama ini mangkrak. Pihaknya telah menyiapkan konsep baru, menjadi lokasi terintegrasi berupa docking kapal wisata bahari dan kuliner.


    Lebih lanjut Suparman menyampaikan, ditahun yang sama Pemkab Rembang juga akan menata TPI Tasikagung Rembang. Dari luas kawasan 6 hektar akan ditambah menjadi 10 hektar dengan tambahan sarana-prasarana pasar ikan.


    Dengan revitalisasi 5 TPI dan penataan kawasan TPI Tasikagung Rembang, ditargetkan produksi perikanan tahun 2011 meningkat menjadi 39 ribu ton dengan nilai produksi Rp 194 milyar dibandingkan capaian tahun sebelumnya. Tahun 2010 produksi perikanan berkisar 38 ribu ton dengan nilai raman sekira Rp 189,6 milyar.

    Ronda Malam Jaga Perahu

    Rembang-Ombak besar dan angin kencang yang melanda kawasan pesisir Kabupaten Rembang beberapa hari terakhir membuat kondisi laut tidak kondusif untuk berlayar. Pada malam hari saat puncak datangnya ombak besar dan badai angin menjadikan nelayan memiliki tugas ekstra.


    Seperti halnya nelayan warga Desa Gegunung Kulon Kecamatan Rembang, kini memiliki rutinitas baru yakni melakukan ronda malam. Bukan menjaga kampung dari ancaman pencuri, melainkan mengawasi perahu milik mereka dari ganasnya terjangan ombak dan angin.


    Mashuri salah satu warga Desa Gegunung Kulon menyebutkan, 3 hari yang lalu sebanyak enam perahu rusak dan tenggelam akibat saling berbenturan. Penyebabnya terkena hempasan ombak besar mencapai ketinggian 3 hingga 4 meter disertai badai angin malam hari yang melandana perairan desa setempat.


    Oleh karena itu pihak desa menyikapinya dengan mengadakan musyawarah yang hasilnya disetujui bersama, bila setiap malam dilakukan ronda malam secara bergilir. Pada Ronda malam ini dibentuk group beranggotakan 10 orang, bertugas mengawasi perahu dan berusaha mencegah terjadinya benturan manakala ombak besar datang.


    Terpisah, Suheri warga dukuh Jarakan desa Sukoharjo kecamatan Rembang menyebutkan, tiga hari yang lalu dua perahu warga setempat rusak parah karena saling berbenturan sehingga tidak bisa digunakan lagi. Atas kesadaran bersama, setiap malam beberapa orang ditugasi menjaga perahu dan dilakukan bergiliran.


    Selama sepekan terakhir perairan Rembang sering dilanda ombak besar dan angin kencang, membuat nelayan tidak berani melaut dan menambatkan perahu di pinggir pantai. Namun karena terlalu banyaknya jumlah perahu, jarak tambatan sangat berdekatan sehingga rawan rudak akibat saling berbenturan jika dihempas ombak besar.

    Desa Penunggak Raskin Terancam Tak Terima Penyaluran

    Rembang-Kepala Bagian Administrasi Perekonomian Setda Rembang Munthoha menyatakan, dari penyaluran beras untuk rakyat miskin (Raskin) tahun 2010 di Kabupaten Rembang, 2 kecamatan masih menunggak pelunasan raskin, Yakni kecamatan Sumber di 4 desa dan kecamatan Sulang di 3 desa, dengan total tunggakan sejumlah Rp 51 juta. Apabila di bulan Januari ini tidak dibayar, maka desa-desa bermasalah tidak akan menerima alokasi distribusi raskin.


    Diterangkan Munthoha, satker raskin kabupaten sendiri telah menjadwalkan pembagian mulai tanggal 20 hingga 28 Januari. Dari jadwal distribusi, setiap hari menuntaskan pembagian beras untuk warga mskin di dua kecamatan, minus desa yang masih menunggak pelunasan uang tebus tahun 2010.


    Lebih lanjut Kepala Bagian Administrasi Perekonomian Munthoha menyebutkan, jumlah rumah tangga sasaran (RTS) penerima raskin di Kabupaten Rembang, sama seperti tahun kemarin, sebanyak 70.374 RTS. Hanya saja pagu rraskin yang diterima berubah, naik dua kilogram. Tahun lalu per RTS per bulan menerima 13 kilogram raskin, tahun ini memperoleh 15 kilogram per bulan. Dengan harga tebus Tidak berubah, tetap sebesar Rp 1.600 per kilo gram.


    Pembagian raskin tahun 2011 di Kabupaten Rembang dijadwalkan didistribusikan lewat pertengahan bulan karena menunggu regulasi yang mengaturnya. Setelah menerima surat Gubernur Jawa tengah nomor 551/23857 tanggal 23 Desember 2010 tentang pagu alokasi beras untuk warga miskin (raskin) Jateng tahun 2011 dan keputusan Bupati Rembang nomor 6 tahun 2011 tentang penetapan alokasi raskin untuk kecamatan, desa dan kelurahan, baru satker raskin kabupaten melakukan persiapan dan membuat jadwal penyalurannya.