Biologi dan Metode Kultur Plankton sebagai Pakan Alami Larva Hewan Air
Alibaba dan 40 Penyamun (Persia)
Suatu hari, ketika Alibaba pulang dari mengumpulkan kayu bakar, ia melihat segerombol penyamun yang berkuda. Alibaba segera bersembunyi karena takut jika ia terlihat, ia akan dibunuh. Dari tempat persembunyiannya, Alibaba memperhatikan para penyamun yang sedang sibuk menurunkan harta rampokannya dari kuda mereka. Kepala penyamun tiba-tiba berteriak, "Alakazam ! Buka…..". Pintu gua yang ada di depan mereka terbuka perlahan-lahan. Setelah itu mereka segera memasukkan seluruh harta rampokan mereka. "Alakazam ! tutup… " teriak kepala penyamun, pintu gua pun tertutup.
Setelah para penyamun pergi, Alibaba memberanikan diri keluar dari tempat sembunyinya. Ia mendekati pintu gua tersebut dan meniru teriakan kepala penyamun tadi. "Alakazam! Buka….." pintu gua yang terbuat dari batu itu terbuka. "Wah… Hebat!" teriak Alibaba sambil terpana sebentar karena melihat harta yang bertumpuk-tumpuk seperti gunung. "Gunungan harta ini akan Aku ambil sedikit, semoga aku tak miskin lagi, dan aku akan membantu tetanggaku yang kesusahan". Setelah mengarungkan harta dan emas tersebut, Alibaba segera pulang setelah sebelumnya menutup pintu gua. Istri Alibaba sangat terkejut melihat barang yang dibawa Alibaba. Alibaba kemudian bercerita pada istrinya apa yang baru saja dialaminya. "Uang ini sangat banyak… bagaimana jika kita bagikan kepada orang-orang yang kesusahan.." ujar istri Alibaba. Karena terlalu banyak, uang emas tersebut tidak dapat dihitung Alibaba dan istrinya. Akhirnya mereka sepakat untuk meminjam kendi sebagai timbangan uang emas kepada saudaranya, Kasim. Istri Alibaba segera pergi meminjam kendi kepada istri Kasim. Istri Kasim, seorang yang pencuriga, sehingga ketika ia memberikan kendinya, ia mengoleskan minyak yang sangat lengket di dasar kendi.
Keesokannnya, setelah kendi dikembalikan, ternyata di dasar kendi ada sesuatu yang berkilau. Istri Kasim segera memanggil suaminya dan memberitahu suaminya bahwa di dasar kendi ada uang emas yang melekat. Kasim segera pergi ke rumah Alibaba untuk menanyakan hal tersebut. Setelah semuanya diceritakan Alibaba, Kasim segera kembali kerumahnya untuk mempersiapkan kuda-kudanya. Ia pergi ke gua harta dengan membawa 20 ekor keledai. Setibanya di depan gua, ia berteriak "Alakazam ! Buka…", pintu batu gua bergerak terbuka. Kasim segera masuk dan langsung mengarungkan emas dan harta yang ada didalam gua sebanyak-banyaknya. Ketika ia hendak keluar, Kasim lupa mantra untuk membuka pintu, ia berteriak apa saja dan mulai ketakutan. Tiba-tiba pintu gua bergerak, Kasim merasa lega. Tapi ketika ia mau keluar, para penyamun sudah berada di luar, mereka sama-sama terkejut. "Hei maling! Tangkap dia, bunuh!" teriak kepala penyamun. "Tolong… saya jangan dibunuh", mohon Kasim.
Istri Kasim yang menunggu dirumah mulai kuatir karena sudah seharian Kasim tidak kunjung pulang. Akhirnya ia meminta bantuan Alibaba untuk menyusul saudaranya tersebut. Alibaba segera pergi ke gua harta. Disana ia sangat terkejut karena mendapati tubuh kakaknya sudah terpotong. Setibanya dirumah, istri Kasim menangis sejadi-jadinya. Untuk membantu kakak iparnya itu Alibaba memberikan sekantung uang emas kepadanya. Istri Kasim segera berhenti menangis dan tersenyum, ia sudah lupa akan nasib suaminya yang
Dilain tempat, di gua harta, para penyamun terkejut, karena mayat Kasim sudah tidak ada lagi. "Tak salah lagi, pasti ada orang lain yang tahu tentang rahasia gua ini, ayo kita cari dan bunuh dia!" kata sang kepala penyamun. Merekapun mulai berkeliling pelosok
Malam harinya, Alibaba didatangi seorang penyamun yang menyamar menjadi seorang pedagang minyak yang kemalaman dan memohon untuk menginap sehari dirumahnya. Alibaba yang baik hati mempersilakan tamunya masuk dan memperlakukannya dengan baik. Ia tidak mengenali wajah si kepala penyamun. Morijana, tetangga Alibaba yang sedang berada diluar rumah, melihat dan mengenali wajah penyamun tersebut. Ia berpikir keras bagaimana cara untuk memberitahu Alibaba. Akhirnya ia mempunyai ide, dengan menyamar sebagai seorang penari. Ia pergi kerumah Alibaba untuk menari. Ketika Alibaba, istri dan tamunya sedang menonton tarian, Morijana dengan cepat melemparkan pedang kecil yang sengaja diselipkannya dibajunya ke dada tamu Alibaba.
Alibaba dan istrinya sangat terkejut, sebelum Alibaba bertanya, Morijana membuka samarannya dan segera menceritakan semua yang telah dilihat dan didengarnya. "Morijana, engkau telah menyelamatkan nyawa kami, terima kasih". Setelah semuanya berlalu, Alibaba membagikan uang peninggalan para penyamun kepada orang-orang miskin dan yang sangat memerlukannya.
Aladin dan Lampu Ajaib (Persia)

Dalam lubang gua itu terdapat tangga sampai ke dasarnya. "Ayo turun! Ambilkan aku lampu antik di dasar gua itu", seru si penyihir. "Tidak, aku takut turun ke
Aladin merapatkan kedua tangannya dan mengusap jari-jarinya. Tiba-tiba, sekelilingnya menjadi merah dan asap membumbung. Bersamaan dengan itu muncul seorang raksasa. Aladin sangat ketakutan. "Maafkan saya, karena telah mengagetkan Tuan", saya adalah peri cincin kata raksasa itu. "Oh, kalau begitu bawalah aku pulang kerumah." "Baik Tuan, naiklah kepunggungku, kita akan segera pergi dari sini", ujar peri cincin. Dalam waktu singkat, Aladin sudah sampai di depan rumahnya. "Kalau tuan memerlukan saya panggillah dengan menggosok cincin Tuan."
Aladin menceritakan semua hal yang di alaminya kepada ibunya. "Mengapa penyihir itu menginginkan lampu kotor ini ya ?", kata Ibu sambil menggosok membersihkan lampu itu. "Syut !" Tiba-tiba asap membumbung dan muncul seorang raksasa peri lampu. "Sebutkanlah perintah Nyonya", kata si peri lampu. Aladin yang sudah pernah mengalami hal seperti ini memberi perintah,"kami lapar, tolong siapkan makanan untuk kami". Dalam waktu singkat peri Lampu membawa makanan yang lezat-lezat kemudian menyuguhkannya. "Jika ada yang diinginkan lagi, panggil saja saya dengan menggosok lampu itu", kata si peri lampu.
Demikian hari, bulan, tahunpun berganti, Aladin hidup bahagia dengan ibunya. Aladin sekarang sudah menjadi seorang pemuda. Suatu hari lewat seorang Putri Raja di depan rumahnya. Ia sangat terpesona dan merasa jatuh cinta kepada Putri Cantik itu. Aladin lalu menceritakan keinginannya kepada ibunya untuk memperistri putri raja. "Tenang Aladin, Ibu akan mengusahakannya". Ibu pergi ke istana raja dengan membawa permata-permata kepunyaan Aladin. "Baginda, ini adalah hadiah untuk Baginda dari anak laki-lakiku." Raja amat senang. "Wah..., anakmu pasti seorang pangeran yang tampan, besok aku akan datang ke Istana kalian dengan membawa serta putriku".
Setelah tiba di rumah Ibu segera menggosok lampu dan meminta peri lampu untuk membawakan sebuah istana. Aladin dan ibunya menunggu di atas bukit. Tak lama kemudian peri lampu datang dengan Istana megah di punggungnya. "Tuan, ini Istananya". Esok hari sang Raja dan putrinya datang berkunjung ke Istana Aladin yang sangat megah. "Maukah engkau menjadikan anakku sebagai istrimu ?", Tanya sang Raja. Aladin sangat gembira mendengarnya. Lalu mereka berdua melaksanakan pesta pernikahan.
Nun jauh disana, si penyihir ternyata melihat semua kejadian itu melalui bola kristalnya. Ia lalu pergi ke tempat Aladin dan pura-pura menjadi seorang penjual lampu di depan Istana Aladin. Ia berteriak-teriak, "tukarkan lampu lama anda dengan lampu baru !". Sang permaisuri yang melihat lampu ajaib Aladin yang usang segera keluar dan menukarkannya dengan lampu baru. Segera si penyihir menggosok lampu itu dan memerintahkan peri lampu memboyong istana beserta isinya dan istri Aladin ke rumahnya.
Ketika Aladin pulang dari berkeliling, ia sangat terkejut. Lalu memanggil peri cincin dan bertanya kepadanya apa yang telah terjadi. "Kalau begitu tolong kembalikan lagi semuanya kepadaku", seru Aladin. "Maaf Tuan, tenaga saya tidaklah sebesar peri lampu," ujar peri cincin. "Baik kalau begitu aku yang akan mengambilnya. Tolong Antarkan kau kesana", seru Aladin. Sesampainya di Istana, Aladin menyelinap masuk mencari kamar tempat sang Putri dikurung. "Penyihir itu sedang tidur karena kebanyakan minum bir", ujar sang Putri. "Baik, jangan kuatir aku akan mengambil kembali lampu ajaib itu, kita nanti akan menang", jawab Aladin.
Aladin mengendap mendekati penyihir yang sedang tidur. Ternyata lampu ajaib menyembul dari kantungnya. Aladin kemudian mengambilnya dan segera menggosoknya. "Singkirkan penjahat ini", seru Aladin kepada peri lampu. Penyihir terbangun, lalu menyerang Aladin. Tetapi peri lampu langsung membanting penyihir itu hingga tewas. "Terima kasih peri lampu, bawalah kami dan Istana ini kembali ke
Angka Gadai di Pegadaian meningkat
Rembang-Cuaca buruk yang terjadi belakangan ini, membuat para nelayan menganggur, Untuk bertahan hidup dalam musim paceklik tahun ini para nelayan salah satunya memanfaatkan pegadaian untuk menggadaikan barang-barang berharga.
Tercatat tahun ini angka gadai di pegadaian Rembang mengalami peningkatan 10 persen dibanding dengan hari biasa. Hingga pertengahan bulan januari ini pegadaian cabang Rembang telah menyalurkan kredit kepada masyarakat mencapai 9 Milyar rupiah.
Asisten manager operasional Pegadaian cabang Rembang Kusworo mengatakan, dari sekian banyak barang elektronik yang digadaikan, saat ini gadai emas sangat diminati masyarakat mencapai 80 persen, karena dari segi keuntungannya lebih banyak dibandingkan gadai barang-barang elektronik. Pasalnya masyarakat sudah mulai pintar dengan program investasi emas karena besar keuntungannya.
Lebih lanjut Kusworo mengatakan, Peningkatan gadai masyarakat sebesar 10 persen ini tidak sebesar beberapa tahun lalu, karena sekarang ini sudah banyak bermunculan koperasi yang memberikan kemudahan kepada para nasabah.
Kusworo menambahkan, Pegadaian juga memiliki program kreasi, yakni kredit angsuran melalui sistem fiduasi kepada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dengan persyaratan mudah dan bunga 1 persen. Program ini sangat diminati oleh para nasabah karena bunganya sangat ringan.
Sementara dari target pendapatan mengalami pengingkatan 40 persen, Sebelumnya tahun 2010 target pendapatan pegadaian mencapai 127 Milyar rupiah naik menjadi 177 Milyar rupiah ditahun 2011.
Mekanisme Toksisitas Logam Seng (Zn)
A. Latar Belakang
Logam berat yang mencemari lingkungan, sebagian besar disebarkan melalui jalur air.Proses ini akan lebih cepat bila memasuki tubuh manusia melalui rantai makanan. Apabila suatu logam terakumulasi pada jaringan hewan dan tumbuhan yang kemudian dikonsumsi manusia tentunya manusia sebagai rantai makanan tertinggi pada piramida makanan, maka dalam tubuhnya akan terakumulasi logam berat tersebut. Peristiwa ini biasanya dinamakan pembesaran biologi (biology magnification). Sangatlah sukar untuk membersihkan lingkungan yang tercemar oleh logam berat tersebut. Oleh karena itu untuk mengontrol pencemaran lingkungan akibat logam berat, perlu dibatasi kandungan maksimum logam berat dalam suatu limbah yang diperbolehkan dibuang di badan air (Anonim, 2010).
Pencemaran logam pada dasarnya tidak berdiri sendiri, namun dapat terbawa oleh air, tanah dan udara. Apabila semua komponen tersebut telah tercemar oleh senyawa anorganik, maka di dalamnya kemungkinan dapat mengandung berbagai logam berat seperti Cr, Zn, Pb, Cd, Fe dan sebagainya. Seng (Zn) mempunyai dampak negatif bagi kesehatan terutama jika kadarnya sudah melebihi ambang batas. Walaupun pada konsentrasi rendah, efek ion logam berat dapat berpengaruh langsung hingga terakumulasi pada rantai makanan. Seperti halnya sumber-sumber polusi lingkungan lainnya, logam berat tersebut dapat ditransfer dalam jangkuan yang sangat jauh di lingkungan(Anonim, 2010).
Hampir 70% keberadaan Zn di dunia dihasilkan dari penambangan dan 30% dari daur ulang Zn. Kebutuhan Zn 9,6 metrikton akan menghasilkan produk 8,1 metrikton Zn dan limbah sisa proses sebesar 1,5 metrik ton yang siap untuk didaur ulang. Pemanfaatan produk zn 8,1 metrik ton akan menghasilkan limbah bekas sebesar 1,4 metrik ton Zn sehingga total Zn daur ulang sebesar 3,3 metrik ton dan kekurangan 6,6 metrik ton Zn dipenuhi dari penambangan. Deposit bijih Zn tersebar secara luas di permukaan bumi. Bijih Zn di tambang lebih oleh 50 negara, antara lain Cina, Australia, Eropa, dan Kanada yang merupakan negara terbesar penambang bijih Zn. Dalam bijih Zn biasanya terkandung unsur lain, yaitu kuprum (Cu), emas (Au), dan perak (Ag) (Widowati et al, 2008).
Melihat hasil tersebut penggunaan Zn harus dibatasi karena dapat menimbulkan efek toksisitas bagi lingkungan dan manusia.
B. Rumusan Masalah
Bagaimana mekanisme toksik pencemaran logam berat Zn di lingkungan dan manusia?
C. Tujuan
Berdasarkan latar belakang di atas, maka makalah ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana mekanisme pencemaran logam berat Zn di lingkungan dan manusia.
D. Manfaat
Melalui makalah ini diharapkan dapat menambah pengetahuan pembaca tentang logam berat Zn , sehingga dapat meminimalisir penyakit yang diakibatkan oleh logam berat Zn.
A. Logam Berat
Pada umumnya semua logam berat tersebar di seluruh permukaanbumi, tanah, air, maupun udara. Beberapa diantaranya berperan penting dalamkehidupan makhluk hidup dan disebut sebagai hara mikro esensial. Secarabiologis beberapa logam dibutuhkan oleh makhuk hidup pada konsentrasi tertentudan dapat berakibat fatal apabila tidak dipenuhi. Oleh karena itu logam-logamtersebut dinamakan logam-logam atau mineral-mineral esensial tubuh, tetapi jikalogam-logam esensial masuk dalam tubuh dalam jumlah berlebihan, akan berubahfungsi menjadi racun bagi tubuh. Dapat dikatakan bahwa semua logam berat dapatmenjadi racun yang akan meracuni tubuh makhluk hidup (Palar, 1994 dalam Al-Harisi, 2008).
Logam berat masuk ke dalam jaringan tubuh makhluk hidup melaluibeberapa jalan, yaitu saluran pernapasan, pencernaan, dan penetrasi melalui kulit.Absorpsii logam melalui saluran pernapasan cukup besar, baik pada biota air yangmasuk melalui sistem pernafasan, maupun biota darat yang masuk melalui debu diudara ke saluran pernapasan (Darmono, 2001 dalam Al-Harisi 2008).Menurut Sugeng Murtopo (1989 dalam Al-Harisi, 2008), logam berat berdasarkan sifatracunnya yang berdampak terhadap kesehatan manusia dapat dikelompokkanmenjadi empat golongan yaitu:
• Sangat beracun, yaitu dapat mengakibatkan kematian atau gangguankesehatan dalam waktu singkat. Logam-logam tersebut antara lain: Pb,Hg, Cd, As, Sb, Ti, Be, dan Cu.
• Moderat, yaitu mengakibatkan gangguan kesehatan baik yang dapat pulihmaupun yang tidak dapat pulih dalam waktu yang relatif lama. Logam-logamtersebut antara lain: Ba, Be, Cu, Au, Li, Mn, Se, Te, Va, Co, danRb.
• Kurang beracun, dalam jumlah besar dapat menimbulkan gangguankesehatan. Logam-logam tersebut antara lain: Bi, Co, Fe, Ca, Mg, Ni, K,Zn, dan Ag.
• Tidak beracun, yaitu tidak menimbulkan gangguan kesehatan seperti: Aldan Na.
B. Seng (Zn)
1. Pengertian Seng (Zn)
Seng dengan nama kimia Zink dilambangkan dengan Zn. Sebagaisalah satu unsur logam berat Zn mempunyai nomor atom 30 dan memiliki beratatom 65,39. logam ini cukup mudah ditempa dan liat pada 110-150oC. Zn meleburpada 410oC dan mendidih pada 906oC (Palar, 1994 dalam Al-Harisi, 2008). Zn dalam pemanasan tinggiakan menimbulkan endapan seperti pasir.Zn diperlukan tubuh untuk proses metabolisme, tetapi dalam kadartinggi dapat bersifat menjadi racun(Slamet, 1994 dalam Al-Harisi, 2008).
Seng (Zn) adalah komponen alam yangterdapat di kerak bumi. Zn adalah logam yang memilki karakteristik cukup reaktif, berwarna putih-kebiruan, pudar bila terkena uap udara, dan terbakar bila terkena udara dengan api hijau terang. Zn dapat bereaksi dengan asam, basa dan senyawa non logam.Seng (Zn) dialam tidak berada dalam keadaan bebas, tetapi dalam bentuk terikat dengan unsur lain berupa mineral.Mineral yang mengandung Zn di alam bebas antara lain kalamin, franklinite, smitkosonit, willenit, dan zinkit(Widowati et al, 2008).
2. Sumber makanan
Zn terdapat pada berbagai jenis bahan makanan, khususnya makanan sumber protein. Zn kadar tinggi ditemukan pada berbagai jenis makanan. Oister mengandung Zn lebih besar dibandingkan makanan lainnya, seperti daging sapi, ayam, buncis, kacang-kacangan, ikan laut jenis tertentu, biji-bijian, sereal difortifikasi dengan susu, biji waluh dan biji matahari, telur, kerang, dan sayuran(Widowati et al, 2008).
Menurut Widowati et al (2008), kandungan Zn paling tinggi terdapat dalam kerang yakni sekitar 75 mg/100 g, disamping ubur-ubur, daging sapi, dan daging merah lainnya. Sementara pada putih telur terkandung 0,02 mg/ 100 g dan pada daging ayam 1 mg/ 100 g. Sereal whole grain mengandung Zn cukup tinggi, tetapi hampir 80% kadar Zn menghilang pada saat proses penggilingan.
4. Pengunaan Seng (Zn)
a. Senyawa inijuga digunakan dalam pelapisan baja dan besi untuk mencegah proseskarat
b. Untuk industri baterai
c. Bahan alloy seperti kuningan, nikel-perak, logam mesin tik, dan penyepuhan listrik
d. Pembuatan uang sen Amerika sejak tahun 1982
e. Pelapisan cat khususnya dalm industriautomobil
f. Zn-oksida untuk pembuatan pigmen putih cat air atau cat, sebagai aktifator pada industri karet; melapisi kulit guna mencegah dehidrasi kulit, melindungi kulit dari sengatan sinar matahari, sebagai bahan diaper pada bayi guna mencegah kulit luka/kemerahan, industry karet dan untuk opaque sunscreen
g. Bahan dinding-lantai logam untuk bahan insektisida dapur
h. Zn-klorida untuk deodorant dan pengawet kayu
i. Zn-sulfida untuk industry pigmen dan lampu pendar, luminous dial, X-ray dan layar TV serta lampu fluorescence
j. Zn-metil (Zn(CH₃)₂) untuk pembuatan berbagai senyawa organic; Zn-Stearat digunakan sebagai aditif penghalus plastik
k. Sebagai anode bahan bakarzinc-air-battery
l. Zn-hidroksi-karbonat dan silikat untuk pembuatan lotion pencegah kulit luka/alergi/kemerahan
m. Sebagai bahan suplemen vitamin atau mineral yang memiliki aktivitas antioksidan guna mencegah penuaan dini serta mempercepat proses penyembuhan
n. Zn-glukonat glisin dan Zn-asetat yang digunakan sebagai pelega tenggorokan (throat lozenges) saat musim dingin(Widowati et al, 2008).
5. Absorpsi, Distribusi dan Ekskresi
Menurut Widowati et al (2008), sekitar 10-40 % Zn yang terdapat pada makanan akan diabsorpsii tubuh. Dari makanan nabati, Zn yang teabsorpsii hanya 10-20%, sedangkan dari hewani dapat mencapai 30%.
Absorpsi Zn dari makanan berprotein hewani lebih besar dibandingkan dengan protein nabati. Asam fitat yang ditemukan pada biji-bijian, roti, sereal, legume, dan makanan lain bisa menurunkan absorpsi Zn. Bahan pangan serat, asam fitat yang terdapat dalam dedak/ sekam, sereal penuh, biji-bijian, dan kacang-kacangan bisa menghambat absorpsiiZn. Asam fitat tidak larutdan tidak mampu mengompleks Zn sehinga tidak bisa diabsorpsii. Proses pemasakan mampu mengurangi pengaruh asam fitat dan serat kasar sehingga bisa meningkatkan absorpsi. Defisiensi Zn bisa dialami oleh orang yang banyak mengonsumsi roti tanpa fermentasi, seperti di wilayah iran dan negara-negara timur tengah. Toksisitas Cd mampu menhambat absorpsi Zn karena absorpsii Cd dan Zn saling berkompetisi. Dengan demikiankonsumsi dosis besar Zn mampu mencegah absorpsi Cd. Berbagai jenis bahan kimia yang ditambahkan, seperti fospat atau EDTA, pada proses pengolahan bahan pangan dapat mengurangi absorpsi Zn. Dari sekitar 4-14 mg/ hari jumlah seng (Zn) yang dianjurkan untuk dikonsumsi, hanya sekitar 10-40% saja yang bisa diserap. Oleh karena adanya zat mineral lain yang tinggi dalam tubuh, seperti Zat besi (Fe) dan tembaga (Cu) serta adanya kandungan asam fitat pada bayam, kangkung dan sayuran lain, penyerapan Zn dimukosa usus bisa terhambat. Namun, jika zat-zat tersebut difermentasikan, absorpsi Zn dapat meningkat(Widowati et al, 2008).
Suplemen Fe 38-65 mg/ hari bisa mengurangi absorpsii Zn sehingga diperlukan suplemen Zn bagi wanita hamil dan menyusui sebesar > 60 mg/ hari.Konsumsi Ca dalam dosis tinggi bisa mengganggu absorpsi Zn pada hewan uji. Konsumsi Ca pada wanita menopause adalah sebesar 890 mg/ hari. Ca berbentuk susu atau Ca-fosfat (total konsumsi Ca 1360 mg/ hari) dapat mengurangi absorpsi Zn dan keseimbangan Zn. Konsumsi Zn pada remaja wanita adalah sebesar 1000 mg/ hari dalam bentuk Ca-sitrat malat (total Ca 1667 mg/ hari) serta tidak berpengaruh terhadap absorpsi dan keseimbangan Zn dalam tubuh. Konsumsi kombinasi ca dan asam fitat mampu mengurangi absorpsi Zn(Widowati et al, 2008).
Mekanismeabsorpsi Zn untuk mengatur homeostasis dipengaruhi oleh prostaglandin E2 dan F2 yang akan dikelat oleh asam pikolinat dan derifat triptofan. Sementara itu, defisiensi piridoksin atau triptofan akan menkan absorpsi Zn.Dalam sel mukosa Zn mensintesis metalotionin ketika metalotionin jenuh akan menekan Zn absorpsii. Di dalam darah, kurang lebih 2/3 Zn diikat albumimdan sebagian besar sisanya dikompleks oμleh β2-makroglobin(Widowati et al, 2008).
Zn masuk kealat pencernaan sebagai komponen metalotionin yang disekresikan oleh kelenjar saliva, mukosa intestinal, pancreas, dan hati.Kurang lebih 2 gram Zn difilter dan disaring oleh ginjal setiap hari.Kurang lebih 300-600 μg/ hari disekresikan pada orang dewasa.Reabsorpsi tubulus renalis terganggu oleh obat, seperti obat diuretic, thiazide dan dipengaruhi oleh makanan berprotein. Terdapat korelasi positif antara kadar Zn dalam makanan dan eksresi Zn lewat urin. Zn diekskresikan melalui feses, urin, rambut, kulit, keringat semen, dan menstruasi(Widowati et al, 2008).
Konsentrasi Zn di jaringan bervariasi. Hati pada awalnya mampu menyimpan 40% dan akan menurun menjadi 25% dalam lima hari. Kadar Zn dalam hati dipengaruhi oleh factor hiumoral termasuk hormone adrenokortikotropik, hormone paratiroid, dan endotoksin.Zn diikat oleh metalotionin(Widowati et al, 2008).
6. Efek defisiensi Zn
Menurut Widowati et al (2008),defisiensi Zn banyak menyerang orang yang mengkonsumsi makanan rendah Zn atau tingkat konsumsi Zn rendah atau kehilangan Zn dari tubuh dalam jumlah besar atau saat kebutuhan tubuh atas Zn meningkat. Orang yang berisiko tinggi mengalami defisiensi Zn adalah:
1. Bayi dan anak-anak dalam usia pertumbuhan atau remaja.
2. Inu hamil dan menyusui, khususnya yang berusia belasan tahun
3. Pasien yang mengonsumsi makanan lewat intravena
4. Individu yang mengalami malnutrisi dan anoreksia
5. Individu yang menderita diare persisten
6. Individu yang mengalami sindrom malabsorpsi, celiac disease dan short bowel syndrome
7. Pecandu alkohol
8. Penderita anemia bulan sabit
9. Usia lanjut lebih dari 65 tahun
10. Penderita gangguan hati, ginjal, dan diabetes melitus.
Kekurangan seng pertama dilaporkan pada tahun 1960-an, yaitu pada anak dan remaja laki-laki di Mesir, Iran, dan Turki dengan karakteristik tubuh pendek, dan keterlambatan pematangan seksual.Diduga penyebabnya makanan penduduk sedikit mengandung daging, ayam dan ikan yang merupakan sumber utama seng dan tinggi konsumsi serat dan fitat. Mengingat banyaknya enzim yang mengandung seng, maka pada keadaan defisiensi seng reaksi biokimia dimana enzim - seng berperan akan terganggu. Defisiensi seng dapat terjadi pada golongan rentan, yaitu anak-anak, ibu hamil dan menyusui serta orang tua. Manifestasi klinis defisiensi seng pada manusia, dapat terlihat sebagai berikut :
1. Kecepatan pertumbuhan menurun,
2. Nafsu makan dan masukan makanan menurun,
3. Lesiepitel lain seperti glositis, kebotakan,
4. Gangguan sistem kekebalan tubuh,
5. Perlambatan pematangan seksual dan impotensi
6. Fotopobia dan penurunan adaptasi dalam gelap,
7. Hambatan penyembuhan luka, dekubitus, lukabakar,
8. Perubahan tingkah laku,
9. Gangguan perkembangan fetus (Anonim, 2010).
7. Penanggulangan Defisiensi Zn
Untuk mengurangi defisiensi Zn, dilakukan fortifikasi Zn menggunakan bahan yang aman berdasarkan US Food and Drug Administration, yaitu Zn-sulfat, Zn-klorida, Zn-glokonat, Zn-oksida, dan Zn-stearat. Terapi Zn mampu secara sempurna menyembuhkan gejala defisiensi Zn. Pemberian suplemen Zn sebesar 5,7 mg/hari dapat meningkatkan pertumbuhan bagi penderita defisiensi Zn. Terapi menggunakan metal chelating seperti penisillamine yang biasa digunakan untuk keracunan Cu dan DTPA (diethylenetriamine pentacetate) yang biasa digunakan untuk penderita keracunan Fe mampumengurangi defisiensi Zn(Widowati et al, 2008).
8. Efek Toksik Zn
Kelebihan seng ( Zn ) hingga dua sampai tiga kali AKG menurunkan absorbsi tembaga. Kelebihan sampai sepuluh kali AKG mempengaruhi metabolisme kolesterol, mengubah nilai lipoprotein, dan tampaknya dapat mempercepat timbulnya aterosklerosis. Dosis konsumsi seng ( Zn ) sebanyak 2 gram atau lebih dapat menyebabkan muntah, diare, demam, kelelahan yang sangat, anemia, dan gangguan reproduksi. Suplemen seng ( Zn ) bisa menyebabkan keracunan, begitupun makanan yang asam dan disimpan dalam kaleng yang dilapisi seng ( Zn ) (Almatsier, 2001 dalam Anonim, 2010 ).
Logam Zn sebenarnya tidak toksik, tetapi dalam keadaan sebagai ion, Zn bebas memiliki toksisitas tinggi .zinc shakes atau zinc chills disebabkan oleh inhalasi Zn-oksida selama proses galvanisasi atau penyambungan bahan yang mengandung Zn. Meskipun Zn merupakan unsure esensial bagi tubuh, tetapi dalam dosis tinggi Zn dapat berbahaya dan bersifat toksik. Absopsi Zn berlebih mampu menekan absorpsi Co dan Fe.Paparan Zn dosis besar sangat jarang terjadi. Zn tidak diakumulasi sesuai bertambahnya waktu paparan karena Zn dalam tubuh akan diatur oleh mekanisme homeostatik, sedangkan kelebihan Zn akan diabsorpsi dan disimpan dalam hati(Widowati et al, 2008).
Zn yang berlebih dan dicampurkan dalm makanan dapat menyebabkan hidrosefalus pada hewan uji tikus dan juga akan memengaruhi metabolisme dalm perkembangan mesoderm untuk rangka.
Konsumsi Zn berlebih m,ampu mengakibatkan defisiensi mineral lain. Toksisitas Zn bisa berifat akut dan kronis. Intake Zn 150-450 mg/ hari mengakibatkan penurunan kadar Cu, pengubahan fungsi Fe, pengurangan imunitas tubuh, serta pengurangan kadar high density lipoprotein (HDL) kolesterol. Satu kasus yang dilaporkan karena seseorang mengonsumsi 4 g Zn-glukonat (570 mg unsure Zn) yang setelah 30 menit berakibat mual dan muntah.Pemberian dosis tunggal sebesar225-50 mg Zn bisa mengakibatkan muntah, sedangkan pemberian suplemen dengan dosis 50-150 mg/ hari mengakibatkan sakit pada alat pencernaan. Konsumsi Zn berlebih dalam jangka waktu lam bisa mengakibatkan defisiensi Cu. Total asupan Zn sebesar 60 mg/ hari (50 mg suplemen Zn dan 10 mg Zn dari makanan) dapat nmengakibatkan defisiensi Cu. Konsumsi Zn lebih dari 50 mg/ hari selama beberapa minggu bisa menggangu ketersediaan biologi Cu, sedangkan konsumsi Zn yang tinggi bisa mempengaruhi sintesis ikatan Cu protein atau metalotionin dalam usus. Konsumsi Zn berlebih akan menggangu metabolisme mineral lain, khususnya Fe dan Cu(Widowati et al, 2008).
Ion Zn bebas dalam larutan bersifat sangat toksik bagi tanaman, hewan invertebrate, dan ikan. Penggunaan intranasal atau nasal spray Zn bagi penderita sakit tenggorokan bisa mengakibatkan kehilangan indra penciuman (anosnia). Inhalasi debu Zn-oksida bisa mengakibatkan metal iume fever(Widowati et al, 2008).
Toksisitas akut Zn terjadi sebagai akibat dari tindakan mengonsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi Zn dari wadah/ panic yang dilapisi Zn. Gejala toksisitas akut bisa berupa sakit lambung, diare, mual, dan muntah. Pemberian bersama suplemen Zn dan jenis antibiotik tertentu, yaitutetracyclines dan quinolones bisa mengurangi absorpsi antibiotic sehinnga daya sembuh berkurang(Widowati et al, 2008).
9. Sumber Pencemaran seng (Zn) di Lingkungan
Sumber utama pemasukan logam ke dalam lingkungan berasal daripenggunaan pupuk kimia yang mengandung logam Cu dan Zn, buangan limbahrumah tangga yang mengandung logam Zn seperti korosi pipa-pipa air dan produk-produk konsumer (misalnya, formula detergen) yang tidak diperhatikansarana pembuangannya (Connel dan Miller, 1991 dalam Al-Harisi 2008).
Selain itu pemasukan logam ke dalam lingkungan berasal daribuangan limbah rumah tangga yang mengandung logam Zn seperti korosi pipa-pipaair dan produk-produk konsumen (misalnya, formula detergen) yang tidakdiperhatikan sarana pembuangannya (Connel dan Miller, 1991 dalam Al-Harisi, 2008).
10. Pencegahan dan Penaggulangan Pencemaran Zn
Menyadari ancaman yang begitu besar dari pencemaran logam berat, maka berbagai metode alternatif telah banyak digunakan seperti dengan cara mengurangi konsentrasi logam berat yang akan dibuang ke perairan, tetapi dalam jangka waktu yang lama, perlakuan tersebut dapat merusak lingkungan akibat dari akumulasi logam berat yang tidak sebanding dengan masa “recovery (perbaikan)” dari lingkungan itu sendiri. Teknik yang lebih baik dari teknik di atas adalah penetralan logam berat yang aktif menjadi senyawa yang kurang aktif dengan menambahkan senyawa-senyawa tertentu, kemudian dilepas ke lingkungan perairan, namun pembuangan logam berat non-aktif juga menjadi masalah karena dapat dengan mudah mengalami degradasi oleh lingkungan menjadi senyawa yang dapat mencemari lingkungan. Cara lain adalah reverse osmosis, elektrodialisis, ultrafiltrasi dan resin penukar ion(Anonim, 2010).
Reverse osmosis adalah proses pemisahan logam berat oleh membran semipermeabel dengan menggunakan perbedaan tekanan luar dengan tekanan osmotik dari limbah, kerugian sistem ini adalah biaya yang mahal sehingga sulit terjangkau oleh industri di Indonesia. Teknik elektrodialisis menggunakan membran ion selektif permeabel berdasarkan perbedaan potensial antara 2 elektroda yang menyebabkan perpindahan kation dan anion, juga menimbulkan kerugian yakni terbentuknya senyawa logam-hidroksi yang menutupi membran, sedangkan melalui ultrafiltrasi yaitu penyaringan dengan tekanan tinggi melalui membran berpori, juga merugikan karena menimbulkan banyak sludge (lumpur). Resin penukar ion berprinsip pada gaya elektrostatik di mana ion yang terdapat pada resin ditukar oleh ion logam dari limbah, kerugian metode ini adalah biaya yang besar dan menimbulkan ion yang ter-remove sebagian(Anonim, 2010).
Istilah bioabsorpsi tidak dapat dilepaskan dari istilah bioremoval karena bioabsorpsi merupakan bagian dari bioremoval.Bioremoval dapat diartikan sebagai terkonsentrasi dan terakumulasinya bahan penyebab polusi atau polutan dalam suatu perairan oleh material biologi, yang mana material biologi tersebut dapat me-recovery polutan sehingga dapat dibuang dan ramah terhadap lingkungan.Sedangkan berdasarkan kemampuannya untuk membentuk ikatan antara logam berat dengan mikroorganisme maka bioabsorpsi merupakan kemampuan material biologi untuk mengakumulasikan logam berat melalui media metabolisme atau jalur psiko-kimia. Proses bioabsorpsi ini dapat terjadi karena adanya material biologi yang disebut biosorben dan adanya larutan yang mengandung logam berat (dengan afinitas yang tinggi) sehingga mudah terikat pada biosorben(Anonim, 2010).
Beberapa jenis mikroorganisme yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bioabsorpsi terutama adalah dari golongan alga yakni alga dari divisi Phaeophyta, Rhodophyta dan Chlorophyta (Anonim, 2010).
Gugus amina dan hidroksil yang dimiliki kitosa memiliki kemampuan menyerap logam berat yang terdapat dalam limbah cair industri. Jenis limbah yang dihasilkan dalam industri yang dapat diabsorbsi adalah arsenik (As), kadmium (Cd), krom (Cr), timbal (Pb), tembaga (Cu), dan seng (Zn) dengan metode penukar ion. Tanaman sebagai hiperakumulator seng (Zn) adalah Thlaspi caerulescens.Daunnya mampu mengakumulasi Zn sebesar 39.600 ppm(Widowati et al, 2008).
Pohon bakau mampu mengakumulasi tembaga (Cu), besi (Fe), dan seng (Zn).Kemampuan vegetasi mangrove dalam mengakumulasi logam berat bisa dijadikan alternatif perlindungan (Widowati et al, 2008).
A. Simpulan
• Seng dengan nama kimia Zink dilambangkan dengan Zn. Sebagaisalah satu unsur logam berat Zn mempunyai nomor atom 30 dan memiliki beratatom 65,39. logam ini cukup mudah ditempa dan liat pada 110-150oC. Zn meleburpada 410oC dan mendidih pada 906oC.
• Bahan makanan yang mengandung Zn antara lain adalah daging sapi, ayam, buncis, kacang-kacangan, ikan laut jenis tertentu, biji-bijian, sereal difortifikasi dengan susu, biji waluh dan biji matahari, telur, kerang, dan sayuran.
• Kegunaan Zn antara lain melapisi besi atau baja, bahan tyabung baterai, pelapisan cat industri automobil, pigmen putih cat air atau cat, sebagai aktifator pada industri karet, melapisi kulit guna mencegah dehidrasi kulit, melindungi kulit dari sengatan sinar matahari, untuk bahan diaper pada bayi dengan bahan insektisida dapur, deodoran dan pengawetah kayu, lampu pendar, untuk pembuatan berbagai senyawa organik, aditif penghalus plastik, bahan bakar, suplemen vitamin, serta mineral yang memiliki aktifitas antioksidan.
• Mekanisme absorpsi Zn untuk mengatur homeostasis dipengaruhi oleh prostaglandin E2 dan F2 yang akan dikelat oleh asam pikolinat dan derifat triptofan.Dalam sel mukosa Zn mensintesis metalotionin ketika metalotionin jenuh akan menekan Zn absorpsii. Di dalam darah, kurang lebih 2/3 Zn diikat albumimdan sebagian besar sisanya dikompleks oμleh β2-makroglobin. Zn masuk kealat pencernaan sebagai komponen metalotionin yang disekresikan oleh kelenjar saliva, mukosa intestinal, pancreas, dan hati.
• Gejala defisiensi Zn berupa terhambatnya pertumbuhan, rambut rontok, diare, kelambatan kematangan seksual, impoten, lesi mata, lesi kulit, dan kehilangan nafsu makan serta gangguan perkembangan mental pada anak/bayi, kehilangan berat badan, proses penyembuhan luka yang memerlukan waktu lama, menurunnya daya imunitas tubuh, meningkatnya infeksi, gangguan kehamilan, gangguan sistem syaraf, gangguan daya tahan tubuh, dan masalah kulit. Untuk mengurangi defisiensi Zn, dilakukan fortifikasi Zn menggunakan bahan yang aman berdasarkan US Food and Drug Administration. Pemberian suplemen Zn dan terapi menggunakan metal chelating dapat mengurangi penderita defisiensi Zn.
• Kelebihan seng ( Zn ) hingga dua sampai tiga kali AKG menurunkan absorbsi tembaga. Kelebihan sampai sepuluh kali AKG mempengaruhi metabolisme kolesterol, mengubah nilai lipoprotein, dan tampaknya dapat mempercepat timbulnya aterosklerosis.
• Penanggulangn pencemaran Zn yaitu dengan cara cara mengurangi konsentrasi logam berat yang akan dibuang ke perairan, penetralan logam berat, reverse osmosis, elektrodialisis, ultrafiltrasi, resin penukar ion, bioabsorpsi, dan penanaman tanaman bakau.
B. Saran
Konsumsilah Zn dengan porsi yang cukup sehingga tidak mengalami defisiensi dan kelebihan Zn, karena dapat berefek negatif bagi kesehatan.Selain itu batasi penggunaan Zn dalam industri agar tidak mencemari lingkungan dan menimbulkan efek toksik bagi tubuh. Lakukan juga cara pencegahan dan penanggulangannya.
Al-Harisi. 2008. Penetapan Kadar Zn dan Fe di dalam Tahu yangDibungkus Plastik dan Daun yang Dijual diPasar Kartasura dengan Menggunakan MetodePengaktifan Neutron.http://www.google.com/. Diakses tanggal 18 September 2010.
Anonim, 2010.Menanggulangi Pencemaran Logam Berat. http://www.ychi.org-ychi.org. Diakses tanggal18 September 2010.
Anonim. 2010. Seng(Zn).http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/19341/4/Chapter%20II.pdf. diakses tanggal 19 September 2010.
Anonim. 2010. Cara penangulangan Logam. http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/biokimia/bioremoval_metode_alternatif_untuk_menanggulangi_pencemaran_logam_berat/. Diakses tanggal September 2010.
Widowati, Wahyuet al. 2008. Efek Toksik Logam: Pencegahan dan Penanggulangan Pencemaran. Penerbit Andi. Yogyakarta.
Pencari Rencek Ditemukan Tewas
Gunem-Dasar bin Cholil usia 34 tahun, warga RT 01-RW 02 desa Tegaldowo kecamatan Gunem, Selasa sore sekira pukul 5, ditemukan tewas dengan beberapa luka. Mayat korban tergeletak di bawah salah satu pohon di petak 19 c1 BKPH Kebon KPH Mantingan masuk kawasan desa Kadiwono kecamatan Bulu.
Kepolres Rembang AKBP Kukuh Kalis Susilo melalui Kasatreskrim AKP Sugirman saat dikonfirmasi membenarkan adanya temuan mayat korban. Pihaknya telah melakukan olah TKP seusai menerima laporan, sekaligus memintai keterangan beberapa saksi.
Menurut Kasatreskrim AKP Sugirman, saksi-saksi yang dimintai keterangan diantaranya Supardi, Mulyono, Nunung dan Sardi. Semuanya karyawan KPH Mantingan yang bertugas di BKPH Kebon selaku pelapor temuan mayat korban.
Dari olah TKP, korban dalam kondisi tergeletak di bawah pohon setinggi 4 meter, disekitarnya terlihat patahan ranting. Dari hasil visum dokter Puskesmas Bulu, korban mengalami patah leher dan keluar darah dari mulut. Tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan di tubuh korban.
Diduga korban terjatuh dari pohon saat berusaha memotong dahan. Karena di dekat mayatnya ditemukan potongan ranting yang mungkin patah saat diinjaknya sewaktu memanjat. Usai divisum, mayat Dasar kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Penunggak Raskin Terancam Tak menerima Penyaluran
Rembang-Kepala Bagian Administrasi Perekonomian Setda Rembang Munthoha menyatakan, dari penyaluran beras untuk rakyat miskin (Raskin) tahun 2010 di Kabupaten Rembang, 2 kecamatan masih menunggak pelunasan raskin, Yakni kecamatan Sumber di 4 desa dan kecamatan Sulang di 3 desa, dengan total tunggakan sejumlah Rp 51 juta. Apabila di bulan Januari ini tidak dibayar, maka desa-desa bermasalah tidak akan menerima alokasi distribusi raskin.
Diterangkan Munthoha, satker raskin kabupaten sendiri telah menjadwalkan pembagian mulai tanggal 20 hingga 28 Januari. Dari jadwal distribusi, setiap hari menuntaskan pembagian beras untuk warga miskin di dua kecamatan, minus desa yang masih menunggak pelunasan uang tebus tahun 2010.
Lebih lanjut Kepala Bagian Administrasi Perekonomian Munthoha menyebutkan, jumlah rumah tangga sasaran (RTS) penerima raskin di Kabupaten Rembang, sama seperti tahun kemarin, sebanyak 70.374 RTS. Hanya saja pagu rraskin yang diterima berubah, naik dua kilogram. Tahun lalu per RTS per bulan menerima 13 kilogram raskin, tahun ini memperoleh 15 kilogram per bulan. Dengan harga tebus tetap sebesar Rp 1.600 per kilo gram.
Pembagian raskin tahun 2011 di Kabupaten Rembang dijadwalkan didistribusikan lewat pertengahan bulan karena menunggu regulasi yang mengaturnya. Setelah diterima surat Gubernur Jawa tengah nomor 551/23857 tanggal 23 Desember 2010 tentang pagu alokasi beras untuk warga miskin (raskin) Jateng tahun 2011 dan keputusan Bupati Rembang nomor 6 tahun 2011 tentang penetapan alokasi raskin untuk kecamatan, desa dan kelurahan, baru satker raskin kabupaten melakukan persiapan dan membuat jadwal penyalurannya.
Bantuan Makanan tambahan ibu hamil
Kaliori-Sebanyak 28 orang ibu hamil resiko tinggi (bumil resti) kekurangan energi kronis (KEK) di wilayah kecamatan Kaliori, mendapat bantuan program makanan tambahan ibu hamil (PMT bumil) dari kementerian kesehatan republik
Kepala UPT. Puskesmas Kaliori melalui petugas gizi-Yoediyana Henggar Kristanti mengatakan, Bantuan PMT ibu hamil diperuntukkan untuk menekan angka kematian ibu (AKI), Angka kematian Bayi (AKB).
Henggar yang juga bidan desa Tambakagung mengharapkan, bantuan program makanan tambahan ini nantinya mengurangi gizi buruk dan anemia bagi ibu-ibu hamil , sehingga dapat melahirkan anak dengan sehat.
Berkomitmen memakmurkan warganya
Bulu-Demi menjaga kondusifitas dilingkungan desa, Kepala Desa Sumber Mulyo Kecamatan Bulu Suriyono telah berkomitmen agar semua perencanaan dan hasil pembangunan yang ada di desa dapat betul betul bermanfaat untuk kemakmuran warganya. Sejumlah program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat telah dilaksanakan
Contoh kecil upaya yang dilakukan misalnya memberikan penerangan jalan dan pagar di sekitar makam. Sebelumnya penerangan jalan di sekitar makam belum ada , dan banyak warga yang merasa ketakutan bila melalui jalan makam tersebut.
Sementara masalah air di desanya menurut Suriyono saat ini warganya sudah tidak perlu risau lagi untuk mendapatkan air bersih. Berkat adanya bantuan Program Peningkatan Infrastruktur Pedesaan ( PPIP ) yang direalisaikan tahun 2009 lalu telah memberikan manfaat bagi warga. Sejumlah bak penampung di semua pedukuhan saat ini sudah ada. Untuk titik sumber air dipusatkan di dukuh Juwani mengingat dukuh tersebut warganya cukup banyak.
Sementara untuk masalah pelayanan kesehatan, pihak desa pada tahun 2008 lalu telah membangun 3 gedung posyandu. Gedung ini dibangun di 3 titik yakni di Rt 03 Rw 01, lalu Rt 03 Rw 02 dan Rt 01 Rw 03. Sedangkan dananya berasal dari Program Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan ( PNPM MD ) tahun 2008 sebesar Rp 86 juta.
Dia menceritakan, desa Sumber Mulyo memiliki 5 pedukuhan meliputi dukuh Nganguk, Ngaglek, Juwani, Geduk Wetan dan Geduk Kulon. Dan 3 diantaranya yakni dukuh Nganguk, Ngaglek dan Juwani saat ini sudah memiliki talud jalan yang dibangun pada tahun 2007/2008 dan 2010.
Untuk tahun 2011 ini pihak desa telah membangun pagar dan pintu masuk balai desa sepanjang 52 meter, tinggi 150 cm. Sedangkan dana yang dipergunakan dari hasil lelang bondo deso sebesar Rp30 juta.
Anggota DPRD Bintek
Rembang-Dari bulan Januari hingga Februari mendatang, anggota DPRD Rembang bergiliran mengikuti bimbingan tekhnis (bintek). Mereka tergabung dalam Badan Anggaran (Banggar), Badan Kehormatan, Badan Legislatif (Baleg) dan komisi-komisi
Sekertaris Dewan (Sekwan) Rembang Drs Mualif menjelaskan, sesuai jadwal hari Senin tanggal 17 januari Banggar mengikuti bintek di
Mualif menjelaskan, bintek anggota dewan dilaksanakan secara bergiliran dimaksudkan agar Gedung Dewan tidak kosong. Pasalnya jika bintek dilaksanakan bersamaan, praktis tidak akan ada anggota yang akan menerima aspirasi masyarakat bila datang sewaktu-waktu.
Menurut Sekwan Rembang Mualif, bintek dilakukan bertepatan dengan masa reses, sehingga tidak mengganggu kinerja utama dewan. Adapun anggota dewan yang belum berangkat masih bisa melakukan tugasnya sebagai wakil rakyat, menggelar sidak ke sejumlah tempat di Kabupaten Rembang untuk memantau pelaksanaan APBD.
Paparan Toksik Terhadap Sistem Saraf (makalah toksikologi industri)
Sistem saraf dibagi menjadi dua bagian, yaitu sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Sistem Saraf Pusat (SSP) terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang yang fungsi utamanya adalah menafsirkan informasi sensorik yang masuk dan mengeluarkan minstruksi berdasarkan pengalaman terdahulu.sistem saraf tepi terdiri atas struktur-struktur sistem saraf selain SSP yang membawa impuls menuju dan dari otak sumsum tulang belakang. Saraf berfungsi sebagai jalur komunikasi.yaitu menghubungkan semua bagian tubuh dengan membawa impuls dari reseptor sensorik ke SSP dan mengaluarkan perintah dari SSP ke kelenjar atau otot yang tepat (Frank, 1995).
Fungsi SSP adalah mengolah informasi sensorik yang masuk sedemikian rupa sehingga menghasilkan respon motorik yang tepat.Setelah informasi sensorik penting dipilih, informasi tersebut disambungkan ke bagian yang tepat dari sistem saraf pusat untuk menimbulkan respon yang diinginkan (Effendy, 2009). Dengan demikian, jika tangan seseorang menyentuh kompor yang panas, maka respon yang ingin dimunculkan adalah mengangkat tangan tersebut (Akhyar, 2008).
Unit fungsional sistem saraf adalah neuron. Neuron merupakan sel yang terspesialisasikan yang mengatur atau mengirimkan pesan (impuls saraf) dari satu bagian ke bagian tubuh lain. Neuron memiliki serabut yang menjulur keluar badan sel yang disebut akson (Margawati,1985). Pesan dibawa di sepanjang akson menuju terminal prasinaptik, yang akan melepas zat kimia yang disebut neurotransmiter. Zat tersebut akan menyebrangi celah sinaptik untuk menimbulkan respons di dalam badan (soma) neuron atau serabut otot di sebelahnya. Kebanyakan akson diselubungi dengan materi berlemak yang disebut mielin.Mielin melindungi dan menyelubungi serabut dan mempercepat laju transmisi impuls saraf. Proses ini berlanjut dari satu neuron ke neuron sebelahnya atau ke sel-sel otot, sampai berhasil mengantarkan pesan dari satu area ke area lain (Frank, 1995).
Sistem saraf mengurangi pemaparan mereka terhadap zat kimia melalui barier otak untuk mengimbangi ketidakmampuannya dalam mengganti sel-sel yang rusak.Walaupun sistem saraf, seperti halnya bagian tubuh lainnya, membutuhkan suplay darah untuk bertahan.Otak, sumsum tulang belakang, dan saraf tepi dibungkus rapat oleh suatu lapisan sel terspesialisasi yang memungkinkan masuknya nutrien yang dibutuhkan, tetapi juga membatasi masuknya toksikan.Walaupun sudah dilengkapi dengan barier darah-otak, beberapa toksikan masih dapat merusak sistem saraf (Akhyar, 2008).
Otak, sumsum tulang belakang, dan saraf tepi dibungkus rapat oleh suatu lapisan sel terspesialisasi yang memungkinkan masuknya nutrien yang dibutuhkan, tetapi juga membatasi masuknya nutrien yang dibutuhkan toksikan.Walaupun sudah dilengkapi dengan barier darah-otak, beberapa toksikan masih dapat merusak sistem saraf (Margawati,1985).
B. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, perumusan masalah dalam makalah ini adalah bagaimana paparan merkuri terhadap manusia dapat mempengaruhi sistem saraf.
A. Neurotoksisitas
Neurotoksisitas adalah kapasitas agen kimia, biologis, atau agen fisik yang dapat menimbulkan efek merugikan bagi sistem saraf. Beberapa senyawa yang spesifik bagi neuron (nurotoksikan) atau bagi beberapa bagian neuron dapat mengakibatkan cedera atau kematian neuron (nekrosis), dan neuron yang hilang itu tidak dapat diganti. Banyaknya fungsi yang hilang akibat kerusakan sistem saraf bergantung pada jumlah neuron yang rusak dan lokasi menetapnya. Beberapa neuron mungkin agak rusak tetapi kerusakannya tidak permanen, dan dapat kembali menjalankan fungsi normalnya (Frank, 1995). Kerusakan permanen dapat menyebabkan hilangnya sensasi dan kelumpuhan. Hal itu juga dapat menimbulkan efek seperti disorientasi karena sistem saraf mengendalikan banyak fungsi dalam tubuh, maka hampir semua fungsi seperti wicara, penglihatan, ingatan, kekuatan otot, dan koordinasi dapat dihambat oleh neurotoksikan (Akhyar, 2008). Beberapa zat kimia yang dapat merusak saraf antara lain :
1. Metyl Mercury (CH3Hg)
2. Karbon Disulfida (CS2)
3. Carbon Monoksida (CO)
4. Sianida
5. Kanamisin
6. Methanol
7. Mangan (Darmono, 1995).
B. Toksisitas Metil Merkuri terhadap Sistem Saraf
Biotransformasi
Unsur Hg yang diabsorbsi dengan cepat dioksidasi menjadi ion Hg2+, yang mempunyai afinitas terhadap gugus sulfidril(-SH), serta berikatan dengan substrat-substrat yang kaya gugus tersebut. Hg dapat melewati barier darah otak dan plasenta. Metil merkuri mempunyai afinitas yang kuat terhadap otak. Sekitar 90% Hg darah terdapat dalam eritrosiy. Metabolisme senyawa metil merkuri serupa dengan metabolisme logam Hg atau senyawa anorganiknya. Senyawa fenil dan metoksietil merkuri dengan cepat diubah menjadi Hg anorganik, sementara metil merkuri di metabolisme sangat lambat.
Eksresi
Unsur Hg dan senyawa anorganiknya dieliminasi lebih banyak melalui kemih daripada feses, senyawa Hg organik terutama di ekskresi dalam feses(sampai 90%). Waktu paruh biologis Hg anorganik mendekati 6 minggu. Paparan senyawa organik (metil merkuri) hendaknya diukur kadar senyawa-senyawa tersebut dalam eritrosit dan plasma (WHO, 1993).
Berdasarkan daya hantar panas dan listriknya merkuri (Hg) termasuk dalam golongan logam, dan berdasarkan densitasnya termasuk golongan logam berat. Merkuri memiliki sifat-sifat kimia yang stabil terutama di lingkungan sedimen, mudah menguap dan mudah mengemisi atau melepaskan uap. Merkuri beracun walaupun pada suhu ruang, pada fase padat berwarna abu-abu dan pada fase cair berwarna putih perak. Merkuri mempunyai sifat yang sangat beracun. U.S.Food and Administration(FDA) menentukan pembakuan kadar merkuri pada jaringan dalam air yaitu sebesar 0,005 ppm (Akhyar, 2008).
Metil-merkuri di dalam air dan sedimen dimakan oleh bakteri, binatang kecil dan tumbuhan kecil yang dikenal sebagai plankton, Ikan besar kemudian memakan ikan kecil tersebut, dan terjadilah akumulasi metil-merkuri di dalam jaringan. Ikan yang lebih tua dan besar mempunyai potensi yang lebih besar untuk terjadinya akumulasi kadar merkuri yang tinggi di dalam tubuhnya. Demikian pula yang terjadi pada manusia, yang mengkonsumsi ikan-ikan tersebut (Darmono, 1995).
Merkuri masuk ke dalam tubuh biasanya dalam bentuk senyawa organik, yaitu Metyl Merkuri, melalui inhalasi maupun melalui saluran pencernaan. Menurut Fahy(1987) dalam Margawati (1985), Toksisitas merkuri tergantung pada bentuk kimianya yaitu, murni(elemen) anorganik dan organik. Bentuk murni merkuri mudah menguap dan beracun bila terhisap tetapi tidak beracun jika termakan, merkuri bentuk murni sering mencemari udara dan erat hubungannya dengan bahan kimia di laboratorium. Bentuk garam merkuri diabsorbsi seluruhnya dalam paru-paru dan mudah sekali didistribusikan ke otak melalui darah yang dapat menyebabkan gangguan pada sistem saraf pusat(Akhyar, 2008).
Mekanisme patofisiologi
Perubahan-perubahan metabolik pada jaringan saraf baik yang disebabkan oleh kerja langsung zat kimia yang tidak dikehendaki atau gangguan suplai oksigen merupakan faktor-faktor utama yang bertanggung jawab atas timbulnya neuropati. Sejumlah agen industri yang secara kimiawi tidak berhubungan, dapat bekerja dengan cara mengganggu enzim-enzim glikolitik dengan gugus sulfidril, yaitu gliseroldehid-3-fosfat dehidrogenase dan fosofofruktokinase (WHO, 1993).
Bentuk toksik merkuri anorganik hanya dalam jumlah kecil yang dapat didistribuskan ke otak. Gejala yang menonjol pada keracunan merkuri anorganik adalah adanya rasa sakit pada saluran pencernaan dan ginjal. Bentuk merkuri organik yang paling toksik dan berbahaya adalah bentuk alkil merkuri yaitu etil dan metil merkuri. Kedua bentuk senyawa telah banyak digunakan dalam bidang pertanian untuk mencegah tumbuhnya jamur, alkil merkuri ini biasanya diserap secara sempurna pada dinding saluran pencernaan dan terikat dalam sel darah merah. Bentuk ini kemudian didistribusikan ke dalam sistem saraf pusat yang menyebabkan kerusakan saraf permanen. Gejala akan timbul bebrapa hari atau minggu setelah memakan bahan toksik tersebut, gejala yang terlihat berupa gangguan saraf yaitu ataksia, hiperestese(peka), konvulsi, kebutaan dan kematian (Margawati,1985).
Toksisitas yang disebabkan oleh merkuri organik, misalnya metil merkuri, merupakan peristiwa keracunan tragis yang terjadi di Jepang dan Irak. Penduduk pantai Minamata di Jepang, yang makanan kesehariannya trutama ikan dari panatai itu, terpapar metilmerkuri dalam dosis yang sangat besar akibat limbah merkuri berkadar tingi dibuang ke laut.Tetapi, korban yang cedera akibat paparan metilmerkuri justru lebih banyak di Irak. Lebih dari 400orang meninggal sementara 6000 lainnya dirawat akibat mengkonsumsi biji-bijian (gandum yang dilapisi merkuri terjadi di London. Pada abad 19, merkuri digunakan di industri topi sebagai zat pencegah pertumbuhan jamur pada topi.Paparan berulang terhadap merkuri menyebabkan pekerjapabrik mengalami tremor dan kerusakan otak sehingga mendapat sebutan “as mad as a hatter”.Pemaparan berulang merkuri pada orang dewasa pada awalnya mengakibatkan hilangnya koordinasi, kemudian tremor, masalah pendengaran, kelemahan otot, dan bahkan ganguan mental (Darmono, 1995).
Endotelium dalam otak tidak dapat ditembus oleh zat berberat molekul menengah karena sususnan sel ini sangat rapat. Akan tetapi zat-zat yang sangat larut dalam lipid dan fraksi non ion sangat mudah melintasi barier darah otak. Merkuri dapat merusak sel endotel dan merusak permeabilitasnya (Frank, 1995).
Metil merkuri bersifat lipofilik dan berat molekul kecil sehingga dengan mudah dapat melewati barier darah otak dan dapat merusak otak (dalam ganglia radiks dorsal serta neuron SSP) (Effendy, 2009). Efek neurotoksik dibedakan berdasar tempat kerjanya. Metil Merkuri merupakan suatu senyawa yang berefek neurotoksik pada neuron/ badan sel (neuronopati). Metil merkuri pada awalnya menyebabkan hilangnya ribosom setempat, kemudian disintegrasi dan hilangnya zat-zat Nissl terutama di sel-sel kecil. Proses ini diikuti oleh perubahan inti dan sekitarnya. Selanjutnya, proses ini mengakibatkan hilangnya seluruh neuron terutama aksonnya (Jacobs dkk, 1977 dalam Darmono, 1995) .
Manifestasi klinis awal intoksikasi mercuri didapatkan gangguan tidur, perubahan mood (perasaan) yang dikenal sebagai "erethism", kesemutan mulai dari daerah sekitar mulut hingga jari dan tangan, pengurangan pendengaran atau penglihatan dan pengurangan daya ingat. Pada intoksikasi berat penderita menunjukkan gejala klinis tremor, gangguan koordinasi, gangguan keseimbangan, jalan sempoyongan (Ataxia ) yang menyebabkan orang takut berjalan. Hal ini diakibatkan terjadi kerusakan pada jaringan otak kecil (serebellum). Pemaparan dalam waktu singkat pada kadar merkuri yang tinggi dapat mengakibatkan kerusakan paru-paru, muntah-muntah, peningkatan tekanan darah atau denyut jantung, kerusakan kulit, dan iritasi mata (Frank, 1995).
Kadar yang berbahaya dalam darah adalah melebihi 200 nmol/ L, dalam urine melebihi 500 nmol/L, umumnya inorganik mercuri ini merupakan limbah dari perusahaan/pabrik produksi misalnya: kertas, kloralkali yang terbuang kesungai/danau/ laut yang bereaksi dengan methylat menjadi organicmercuri (metil merkuri). Pernah dilaporkan tahun 1971 di Irak, didapatkan 10.000 penderita keracunan metil merkuri yang berasal dari fungisida, dengan tanda klinis: parestesi (kesemutan), gangguan kordinasi, gangguan keseimbangan, gangguan lapang pandang, kesemutan dimulai sekitar mulut dan keseluruh anggota gerak (Darmono, 1995).
Keracunan pada ibu hamil dapat menyebabkan terjadinya mental retardasi pada bayi atau kebodohan, kekakuan (spastik). (MARSH et al, 1987 dalam Darmono, 1995). Konsentrasi mercuri pada rambut bila lebih dari 1 nmol/g menunjukkan intoksikasi mercuri. Beberapa penelitian oleh Cavanagh dan Chen 1971, pada tikus yang keracunan metil merkuri didapatkan degenerasi serabut saraf sensorik perifer. Oleh Aschner et al, 1986, menemukan gangguan transportasi axonal pada saraf tepi. Oleh Hunter dan Russell 1954, menemukan degenerasi selektif sel granula serebellum (Effendy, 2009). Degenerasi pada kortek calcarine yang menyebabkan gangguan lapang pandang. Mengingat dampak buruknya bila manusia terkontaminasi merkuri, serta mencegah korban berjatuhan lebih banyak lagi seperti pada warga Teluk Buyat, dan demi pengamanan lingkungan, pemerintah sebaiknya segeralah berupaya mencegah pencemaran, dengan peraturan dan pemberian sangsi yang tegas pada pihak yang telah mencemari lingkungan. Pengujian rutin juga dapat dilakukan untuk mengawasi keadaan di lapangan (Margawati,1985).
Perubahan Patologi akibat pajanan merkuri dapat diketahui dari pemeriksaan secara mikroskopik pascamati perubahan menonjol terlihat pada otak yaitu pada otak yaitu dalam serebelum dan daerah korteks. Perubahan mikroskopik dalam serebelum, terlihat adanya atrofi pada sel (Darmono, 1995).
Merkuri masuk ke dalam tubuh biasanya dalam bentuk senyawa organik, yaitu Metyl Merkuri, melalui inhalasi maupun melalui saluran pencernaan. Metil merkuri bersifat lipofilik dan berat molekul kecil sehingga dengan mudah dapat melewati barier darah otak dan dapat merusak otak (dalam ganglia radiks dorsal serta neuron SSP). Metil merkuri pada awalnya menyebabkan hilangnya ribosom setempat, kemudian disintegrasi dan hilangnya zat-zat Nissl terutama di sel-sel kecil. Proses ini diikuti oleh perubahan inti dan sekitarnya. Selanjutnya, proses ini mengakibatkan hilangnya seluruh neuron terutama aksonnya.
Akhyar.2008.http://yayanakhyar.files.wordpress.com/2008/11/investigasi-kematian-dengan-toksikologi-forensik-files-of-drsmed.pdf.Diakses tanggal 19 September 2010.
Darmono.1995. Logam dalam Sistem Biologi Makhluk Hidup.UI Press, Jakarta
Effendy.2009.http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/3604/1/farmasi-effendy.pdf. Diakses tanggal 18 September 2010.
Frank C.Lu.1995.Toksikologi Dasar.Asas, organ sasaran, dan Penilaian Risiko.UI Press, Jakarta.
http://etd.eprints.ums.ac.id/2328/1/K100040201.pdf
http://www.pom.go.id/public/siker/desc/produk/RacunKarMon.pdf
Margawati.1985.CerminDuniaKedokteran.http://www.kalbe.co.id/files/cdk/files/03_ObatyangMenyebabkanKetulian.pdf/03_ObatyangMenyebabkanKetulian.html.Diakses tanggal 18 September 2010.
WHO. 1993. Deteksi Dini Penyakit Akibat Kerja. EGC. Jakarta.
Paparan Zat Toksik terhadap Sistem Pencernaan (Makalah Toksikologi Industri)
Toksikologi dapat didefinisikan sebagai kajian tentang hakikat dan mekanisme efek berbahaya (efek toksik) berbagai bahan kimia terhadap makhluk hidup dan sistem biologik lainnya. Ia dapat juga membahas penilaian kuantitatif tentang berat dan kekerapan efek tersebut sehubungan dengan terpejannya (exposed) makhluk tadi. Apabila zat kimia dikatakan berracun (toksik), maka kebanyakan diartikan sebagai zat yang berpotensial memberikan efek berbahaya terhadap mekanisme biologi tertentu pada suatu organisme. Sifat toksik dari suatu senyawa ditentukan oleh: dosis, konsentrasi racun di reseptor “tempat kerja”, sifat zat tersebut, kondisi bioorganisme atau sistem bioorganisme, paparan terhadap organisme dan bentuk efek yang ditimbulkan. Sehingga apabila menggunakan istilahtoksik atautoksisitas, maka perlu untuk mengidentifikasi mekanisme biologi di mana efek berbahaya itu timbul. Sedangkan toksisitas merupakan sifat relatif dari suatu zat kimia, dalam kemampuannya menimbulkan efek berbahaya atau penyimpangan mekanisme biologi pada suatu organisme (Wirasuta, 2006).
Pada umumnya, logam terdapat di alam dalam bentuk batuan, bijih tambang, tanah, air, dan udara. Macam-macam logam beracun yang dapat menyebabkan kerusakan-kerusakan pada organ tubuh manusia diantaranya zat-zat atau logam berat yang terdapat dalam pestisida (Wikipedia, 2010) .
Di Indonesia, pestisida yang paling dominan banyak digunakan sejak tahun 1950an sampai akhir tahun 1960an adalah pestisida dari golongan hidrokarbon berklor seperti DDT, endrin, aldrin, dieldrin, heptaklor dan gamma BHC. Penggunaan pestisida-pestisida fosfat organik seperti paration, OMPA, TEPP pada masa lampau tidak perlu dikhawatirkan, karena walaupun bahan-bahan ini sangat beracun (racun akut), akan tetapi pestisida-pestisida tersebut sangat mudah terurai dan tidak mempunyai efek residu yang menahun. Pada tanah-tanah pertanian yang menggunakan bahan organik yang tinggi, residu pestisida akan sangat tinggi karena jenis tanah tersebut di atas menyerap senyawa golongan hidrokarbon berklor sehingga persistensinya lebih mantap. Kandungan bahan organik yang tinggi dalam tanah akan menghambat proses penguapan pestisida. Kelembaban tanah, kelembaban udara, suhu tanah dan porositas tanah merupakan salah satu faktor yang juga menentukan proses penguapan pestisida. Penguapan pestisida terjadi bersama-sama dengan proses penguapan air. Residu pestisida yang larut terangkut bersama-sama butiran air keluar dari tanah dengan jalan penguapan, akan tetapi masih mungkin jatuh kembali ke tanah bersama debu atau air hujan. Pestisida dapat menguap karena suhu yang tinggi dan kembali lagi ke tanah melalui air hujan atau pengendapan debu (Saenong, 2005).
Zat-zat kimia yang bersifat toksik masuk ke dalam tubuh dapat melalui beberapa cara, salah satunya adalah melalui sistem pencernaan. Sistem pencernaan (digestive system) adalah sistem organ dalam hewan multisel yang menerima makanan, mencernanya menjadi energi dan nutrien, serta mengeluarkan sisa proses tersebut. Sistem pencernaan antara satu hewan dengan yang lainnya bisa sangat jauh berbeda. Pada dasarnya sistem pencernaan makanan dalam tubuh manusia terjadi di sepanjang saluran pencernaan (gastrointestinal tract) dan dibagi menjadi 3 bagian, yaitu proses penghancuran makanan yang terjadi dalam mulut hingga lambung.Selanjutnya adalah proses penyerapan sari - sari makanan yang terjadi di dalam usus. Kemudian proses pengeluaran sisa - sisa makanan melalui anus (Wikipedia, 2010).
Kasus Pencemaran Pestisida Terhadap Kesehatan Manusia
Pestisida tidak saja beracun terhadap organisme sasaran tetapi juga terhadap organisme lainnya seperti manusia dan hewan peliharaan. Pestisida dapat masuk atau meracuni tubuh melalui beberapa cara yaitu tertelan (mulut), terhirup (hidung/saluran pernafasan), terkena kulit atau mata. Gejala keracunan yang langsung terlihat akibat terkena pestisida/racun merupakan keracunan akut sedangkan bila gejala baru terlihat setelah berulangkali atau dalam jangka panjang terkena racun merupakan keracunan kronik.
Tanpa kita sadari terdapat berbagai jenis pestisida yang tersimpan dirumah. Pestisida ini bukan saja digunakan di dalam rumah tetapi juga digunakan di halaman rumah dan kebun untuk melindungi tanaman dari gulma dan hewan perusak lainnya. Anak-anak merupakan korban utama pada kasus keracunan ini karena rasa keingin tahuannya yang tinggi dan tingkah lakunya yaitu senang sekali memasukan apa saja yang ditemui ke dalam mulutnya.
Ada 4 proses yang dialami bahan beracun di dalam organisme, yaitu absorbsi, distribusi, metabolisme dan sekresi. Setiap bahan toksik melewati ke empat proses tersebut. Yang diawali dengan masuknya bahan toksik kemudian didistribusikan atau disebarkan bersama dengan peredaran darah. Setelah melakukan proses distribusi maka akan diserap atau di absorpsi bersama zat-zat makanan yang diperlukan oleh tubuh dan mengalami proses metabolism dalam tubuh manusia, setelah proses metabolism maka tubuh akan mengeluarkan zat sisa metabolism tubuh yang disebut dengan proses sekresi. Untuk mengetahui efek negatif bahan toksikan tersebut di dalam tubuh, perlu diketahui perihal zat toksik dan sistem biologis manusia serta interaksi antara keduanya. Zat toksik akan dibawa oleh darah dan didistribusikan ke seluruh tubuh dan kemudian mengganggu organ tubuh antara lain: keracunan neurotaksik, zat toksik akan dibawa menuju otak, atau zat toksik akan ditimbun dan diproses pada jaringan lemak, otot, tulang, syaraf, liver, pankreas, usus dan kemudian setelah melalui proses- sisanya akan disekresikan ke luar tubuh.
Secara umum telah banyak sekali bukti-bukti yang ditemukan pengaruh samping senyawa kimia pestisida terhadap kesehatan manusia. Beberapa jenis penyakit yang telah diteliti dapat diakibatkan oleh pengaruh samping penggunaan senyawa pestisida antara lain leukemia, myaloma ganda, lymphomas, sarcomas jaringan lunak, kanker prostae, kanker kulit, kanker perut, melanoma, penyakit otak, penyakit hati, kanker paru, tumor syaraf dan neoplasma indung telur. Selain dari pada itu, beberapa senyawa pestisida telah terbukti dapat menjadi faktor "carsinogenic agent" baik pada hewan dan manusia, yakni tercatat ada 47 jenis bahan aktif pestisida ditemukan terbukti sebagai carsinogenic agent pada hewan, dan 12 jenis lagi terbuti sebagai carsinogenic agent pada manusia. Senyawa-senyawa petisida yang telah terbukti menyebabkan penyakit pada manusia antara lain aminotriazole, chloramben, chlorobenzilate, chlorothalenil, ethylene dibromide, pentachlorophenol, formaldehyde, MCPA, ethylen thiourea, dan sebagainya.
Secara umum, proses peracunan senyawa pestisida dapat diamati berdasarkan golongan pestisida yang dipakai di lapangan. Fenomena ini sering ditemukan pada para pekerja yang terkait langsung dengan pestisida seperti pekerja pada lokasi kepabrikan maupun perkerja yang langsung menggunakan senyawa pestisida tersebut terhadap organisme target. Pada golongan pestisida yang mempunyai bahan aktif dari klor organik seperti endrin, aldrin, endosulfan, dieldrin, lindane(gamma BHC) dan DDT, gejala keracunan yang dapat ditimbulkan dapat berupa mual, sakit kepala dan tak dapat berkosentrasi. Pada dosis tinggi dapat terjadi kejang-kejang, muntah dan dapat terjadi hambatan pernafasan. Hal ini disebabkan kerena senyawa klor organik mempengaruhi susunan syaraf pusat terutama otak.
Pada senyawa fosfat organik, gejala yang timbul dapat berupa sakit kepala, pusing, lemah, pupil mengecil, gangguan penglihatan, sesak nafas, mual, muntal, kejang pada perut, diare, sesak dada dan detak jantung menurun. Senyawa ini menghambat aktivitas enzim kolonestrasi dalam tubuh penderita. Pada karbamat, gejala keracunannya hampir tak terlihat jelas, proses kerjanya juga menghambat enzim kolinestrase dalam tubuh, tetapi reaksinya reversible dan lebih banyak bekerja pada jaringan bukan dalam plasma darah. Yang masuk kategori senyawa itu adalah aldikarb, carbofuran, metomil, propoksur dan karbaril.
Pengaruh yang ditimbulkan oleh limbah pestisida terhadap mahluk hidup, khususnya manusia terdiri atas 2 kategori yaitu: efek akut dan efek kronis. Efek akut dapat menimbulkan akibat berupa kerusakan susunan syaraf, kerusakan sistem pencernaan, kerusakan sistem kardio vasculer, kerusakan sistem pernafasan, kerusakan pada kulit, dan kematian. Sementara itu, efek kronis dapat menimbulkan efek karsinogenik (pendorong terjadinya kanker), efek mutagenik (pendorong mutasi sel tubuh), efek teratogenik (pendorong terjadinya cacat bawaan), dan kerusakan sistem reproduksi. Bagian organ tubuh yang terkena pengaruh adalah:Ginjal (umumnya disebabkan zat toksik Cadmium); – Tulang (umumnya disebabkan zat toksik Benzene); – Otak (umumnya disebabkan zat toksik Methyl Mercury); – Liver (umumnya disebabkan zat toksik Carbon –Tetrachlorida) Paru-paru (umumnya disebabkan zat toksik Paraquat); – Mata (umumnya disebabkan zat toksik Khloroquin).
Golongan pestisida dan cara bekerjanya dalam menimbulkan kerusakan organ manusia:
• Klor organik meliputi endrin, aldrin, endosulfan(thiodan), dieldrin, lindane(gamma BHC), DDT. Cara bekerjanya dengan cara mempengaruhi susunan saraf pusat terutama otak. Gejala keracunan yang timbul antara lain Mual, sakit kepala, tak dapat berkonsentrasi. Pada dosis tinggi dapat terjadi kejang-kejang muntah dan dapat terjadi hambatan pernafasan.
• Fosfat organik: mevinfos (fosdrin), paration, gution, monokrotofos (azodrin), dikrotofos, fosfamidon, diklorvos (DDVP), etion, efntion, diazinon. Cara bekerjanya yaitu dengan menghambat aktivitas enzim kholinnestrase. Gejala yang ditimbulkan adalah Sakit kepala, pusing-pusing, lemah, pupil mengecil, gangguan penglihatan dan sesak nafas, mual, muntah, kejang pada perut dan diare, sesak pada dada dan detak jantung menurun.
• Karbamat : aldikarb(temik), carbofuran (furadan), metomil (lannate), propoksur (baygon), karbaril (sevin). Cara bekerjanya yaitu dengan Menghambat aktivitas enzim kholinestarse, tetapi reaksinya reversible dan lebih banyak bekerja pada jaringan, bukan dalam darah/plasma. Tanda-tanda keracunan umumnya dapat terlihat dalam waktu yang lama.
• Dipiridil : paraquat, diquat dan morfamquat. Cara bekerjanya dengan cara membentuk ikatan dan merusak jaringan ephitel dari kulit, kuku, saluran pernapasan dan saluran pencernaan, sedangkan larutan yang pekat dapat menyebabkan peradangan. Gejala yang timbul sangat lambat seperti perut, mual, muntah dan diare karena ada iritasi pada saluran pencernaan. 48-72 jam baru gejala kerusakan seperti ginjal seperti albunuria, proteinura, hematuria, dan peningkatan kreatinin lever, 72 jam-14 hari terlihat tanda-tanda kerusakan pada paru-paru.
• Antikoagulan : tipe kumarin (warfarin), tipe 1,3 indantion: difasinon, difenadion (Ramik). Cara bekerjanya yaitu pestisida diserap oleh pencernaan makanan, penyerapan dapat terjadi sejak saat tertelan sampai 2-3 hari. Gejala yang timbul antara lain hematuria (kencing darah), hidung berdarah, sakit pada rongga perut, kurang darah dan kerusakan ginjal.
• Arsen : arsen trioksid, kalium arsenat, asam arsenat dan arsin(gas). Cara kerjanya dengan Menghambat pembentukan zat yang berguna untuk koagulasi/pembekuan darah antara lain protrombin. Keracunan arsen pada umumnya melalui mulut walaupun bisa juga diserap melalui kulit dan saluran pernafasan. Gejala yang timbul dapat berupa keracunan akut: nyeri pada perut, muntah dan diare. Pada keracunan sub akut akan timbul gejala seperti sakit kepala, pusing dan banyak keluar ludah.
Berbagai zat kimia atau logam berat yang terkandung dalam pestisida yang dapat menyebabkan kerusakan-kerusakan atau gangguan kesehatan pada sistem organ pencernaan manusia diantaranya sebagai berikut:
Alumunium (Al)
Aluminium yang terkandung dalam cairan logam di tempat kerja menyebabkan kanker. Target organ aluminium adalah sistem saraf pusat, ginjal, dan sistem pencernaan.
Barium (Ba)
Beberapa senyawa barium mudah larut dalam air dan ditemukan di danau atau sungai. Dampak yang ditimbulkan senyawa barium yang berbeda tergantung pada kelarutan senyawa barium. Senyawa barium dapat menimbulkan efek yang berbeda tergantung pada kelarutan senyawa barium tersebut, diantaranya iritasi perut, kerusakan hati.
Berillium (Be)
Daur ulang logam yang mengandung berilium sangat berbahaya, karena mereka menghirup udara tempat kerja yang terkontaminasi dengan berilium.Berilium diserap perlahan-lahan dari paru-paru ke dalam darah, dan kemudian diangkut ke sistem rangka, hati dan ginjal.
Kadmium (Cd)
Keracunan logam kadmium terdiri dari 15-50% penyerapan melalui sistem pernafasan dan 2-7% melalui sistem pencernaan. Target organ adalah hati, plasenta, ginjal, paru-paru, otak, dan tulang.
Merkuri (Hg)
Metil Merkuri (MeHg) merupakan bentuk penting yang menimbulkan keracunan pada manusia. Keracunan makanan yang terkontaminasi pestisida yang mengandung merkuri dapat menyebabkan kerusakan liver.
A. Pencemaran Pestisida Terhadap Kerusakan Mulut
Senyawa-senyawa yang telah diketahui dapat menyebabkan kerusakan dan penyakit pada mulut antara lain merkuri, timbal, Arsen (arsen trioksid, kalium arsenat, asam arsenat dan arsin/gas), Be-klorida, timbal (Pb), tembaga, selenium (Se).
Barbagai jenis logam masuk ke dalam saluran pencernaan melalui makanan yang terkontaminasi oleh logam-logam tersebut. Cara kerja logam-logam itu dapat menimbulkan kerusakan pada mulut yang menyebabkan efek banyak mengeluarkan ludah yaitu dengan menghambat pembentukan zat yang berguna untuk koagulasi/pembekuan darah antara lain protrombin.
Bila melalui mulut, pada umumnya efek yang timbul adalah iritasi saluran makanan, nyeri, mual, muntah dan diare. Selain itu mengakibatkan penurunan pembentukan sel darah merah dan putih, gangguan fungsi jantung, kerusakan pembuluh darah, luka di hati dan ginjal (Wikipedia, 2010).
Gejala keracunan akut mulai timbul 30 menit setelah meminum racun. Berat ringannya gejala yang timbul tergantung pada dosisnya. Efek adstringen menimbulkan rasa haus dan rasa logam disertai rasa terbakar pada mulut serta karies gigi. Gejala lain yang sering muncul ialah mual, muntah dengan muntahan yang berwarna putih seperti susu karena Pb Chlorida dan rasa sakit perut yang hebat. Lidah berlapis dan nafas mengeluarkan bau yang menyengat. Pada gusi terdapat garis biru yang merupakan hasil dekomposisi protein karena bereaksi dengan gas Hidrogen Sulfida.
Agar kerusakan mulut tidak terjadi dapat dilakukan penanggulangan dengan cara memberikan BAL (British Anti-Lewisite), senyawa yang mengandung 2,3-merkapto propanol (H2SC-CSH-CH2OH), atau Ca-EDTA (kalsium etilendiamin tertra asetat), dan NAP (N-asetil-d, -penicilamin). Memastikan makanan yang dikonsumsi bebas dari logam yang bersifat toksik yang dapat diketahui dari rasa yang ditimbulkan dari makanan tersebut, menghindari penggunaan peralatan-peralatan dapur atau tempat makanan/ minuman yang mengandung logam berat, mencegah anak menelan/menjilat mainan yang berbahan mengandung logam berat, menyediakan fasilitas ruang makan yang terbebas dari logam-logam berat yang bersifat toksik, dan tempat penyimpanan makanan atau minuman tertutup sehingga tidak ada kontak dengan debu yang mengandung logam berat yang bersifat toksik.
B. Pencemaran Pestisida Terhadap Kerusakan Kerongkongan
Senyawa yang dapat menyebabkan kerusakan dan penyakit pada kerongkongan antara lain arsen, berilium (Be-oksida, Be-fluorida, Be-sulfat), timbal (Pb), merkuri. Gejala-gejala yang ditimbulkan karena adanya kontaminasi logam-logam tersebut antara lain sakit di kerongkongan, sukar menelan, menyertai rasa nyeri lambung, dan muntah-muntah(Qiqi, 2008).
Logam berat bersifat toksik dapat menyerang kerongkongan jika logam tersebut tertelan oleh manusia melalui makanan dan minuman yang dikonsumsi manusia telah terkontaminasi oleh logam tersebut. Saluran kerongkongan hanya sebagai tempat lewatnya bahan toksik bukan sebagai organ sehingga bahan toksik hanya melewati saluran kerongkongan yang selanjutnya masuk ke system pencernaan selanjutnya. Efek yang timbul di kerongkongan hanya bersifat local sehingga efeknya hanya sementara.
Pencegahannya dapat dilakukan dengan cara menghindari sumber bahan pangan yang memiliki risiko mengandung logam berat, mencuci dan mengolah bahan pangan yang akan dikonsumsi dengan baik dan benar, membersihkan rumah, segala perabot, makanan, dan mainan anak secara rutin dari debu dan berbagai jenis kotoran yang memungkinkan mengandung logam berat yang bersifat toksik (Widowati, 2008).
C. Pencemaran Pestisida Terhadap Kerusakan Lambung
Senyawa-senyawa yang terkandung dalam pestisida yang dapat menyebabkan kerusakan atau penyakit yang menyerang lambung sebagai sasaran antara lain metanil yellow, kromium, arsen, timbal, paradichlorobenzene, nikel, tembaga, asbestos, akrilonitrile.
- Metanil Yellow
Organ tubuh manusia yang menjadi sasaran bahan toksik ini adalah lambung. Apabila tertelan, senyawa ini akan masuk ke lambung dan dapat menyebabkan mual, muntah, sakit perut, diare, panas, rasa tidak enak dan tekanan darah rendah.
- Kromium
Mencerna makanan yang mengandung Cr (VI) tinggi dapat menyebabkan gangguan pencernaan berupa sakit lambung, muntah dan pendarahan, luka pada lambung, konvulsi, kanker alat pencernaan, bahkan dapat menyebabkan kematian. Berbagai usaha untuk menghindari risiko terpapar logam ini antara lain dengan cara menghindari makanan yang kotor dan tidak higienis, mencuci tangan sebelum makan, mengurangi konsumsi suplemen Cr secara berlebihan.
- Arsen
Arsen masuk ke dalam tubuh manusia umumnya melalui makanan dan minuman. Arsen yang tertelan secara cepat akan diserap lambung dan usus halus kemudian masuk ke peredaran darah.
- Paradichlorobenzene
Apabila keracunan masuk melalui mulut dapat menyebabkan iritasi saluran pencernaan dan mengakibatkan mual, muntah dan diare (POM, 2007)
D. Pencemaran Pestisida Terhadap Kerusakan Hati
Berbagai senyawa toksik yang terkandung dalam pestisida yang telah terbukti dapat menyebabkan kerusakan pada hati antara lain rhodamin B, kadmium, arsen, merkuri, nikel, tembaga, timah hitam, fosfor, antimon, thalium, krom, brom, hidrazin, eter, alkohol, dinitro benzena, besi (Fe).
- Rhodamin B
Rhodamin B berbentuk serbuk kristal merah keunguan dan dalam larutan akan berwarna merah terang berpendarang. Zat itu sangat berbahaya jika terhirup, mengenai kulit, mengenai mata dan tertelan. Dampak yang terjadi dapat berupa iritasi pada saluran pernapasan, iritasi pada kulit, iritasi pada mata, iritasi saluran pencernaan dan bahaya kanker hati. Apabila tertelan dapat menimbulkan iritasi pada saluran pencernaan dan air seni akan berwarna merah atau merah muda. Penyebarannya dapat menyebabkan gangguan fungsi hati dan kanker hati.
- Kadmium (Cd)
Kadmium yang digunakan untuk melapisi barang-barang dari logam dapat larut dalam makanan yang bersifat asam, sehingga jika ikut termakan dalam jumlah banyak makanan tersebut bisa menimbulkan keracunan (Nikah, 2005).
Kadmium banyak terdapat di dalam pestisida yang biasa digunakan sebagai pupuk tanaman padi oleh para petani. Pestisida yang terkandung dalam Beras yang dimakan oleh masyarakat kebanyakan berasal dari tanaman padi yang selama bertahun-tahun mendapat air yang tercemar Cd. Endapan Cd yang terakumulasi di dalam padi kemudian mengalami biomagnification (pembesaran biologi) dan mengumpul dalam hati (Kenari, 2010). Pencegahannya dilakukan dengan cara antara lain tidak memakai wadah/tempat yang berlapis Cd yang digunakan untuk tempat makanan dan minuman, menghindari kontaminasi perairan dan hasil pertanian yang tercemar Cd, tidak mengkonsumsi daging yang diberi obat anthelminthes yang mengandung Cd, mengkonsumsi makanan yang mengandung Zn tinggi antara lain biji-bijian yang ditumbuk halus, makanan dari golongan leguminosae, dan kacang-kacangan. Mekanisme absorpsi kadmium (Cd) dalam saluran pencernaan meliputi dua tahap, yaitu:
1. Penyerapan Cd dari lumen usus melewati membran brush border ke dalam sel mukosa.
2. Transpor Cd ke dalam aliran darah dan deposisi dalam jaringan, terutama dideposit di hati dan ginjal. Seperti halnya Zn, Cd memiliki afinitas yang tinggi pada testis sehingga konsentrasi pada jaringan testis juga lebih tinggi dibandingkan dengan jaringan lainnya.
Orang yang terkontaminasi Cd dalam tubuhnya menunjukkan gejala kreatinin pada wanita dan β-2 mikroglobulin, protein pengikat kretinol, aminociduria (proline), terjadi perubahan pada hepar dimana pita-pita sel yang membentuk lobus tidak beraturan dan jaringan ikat mulai nampak serta semakin banyaknya sel karioreksis. Nekrosis hepatosit yang ditandai adanya inti sel yang mengalami piknosisi, karioreksis atau kariolisis, perlemakan, pembengkakkan sel, pengerutan sel.
- Arsen
Senyawa arsen jika tertelan oleh seseorang akan masuk ke dalam rongga hati dan merusak hati. Kompensasi dari pemaparan arsen terhadap manusia adalah kanker, terutama kanker paru-paru, hati dan hepatitis (Qiqi, 2008).
E. Pencemaran Pestisida Terhadap Kerusakan Usus
Banyak senyawa kimia yang bersifat toksik yang menyerang usus, baik usus halus maupun usus besar sebagai salah satu organ yang dilalui dalam sistem pencernaan. Senyawa-senyawa tersebut dapat menyebabkan kerusakan pada usus, sebagai contoh adalah arsen, merkuri, nikel, tembaga, asbestos, akrilonitrile.
- Arsen
Senyawa ini masuk ke dalam tubuh melalui mulut lalu kerongkongan, lambung, hati kemudian ke usus. Daya racun yang dimiliki akan bekerja sebagai penghalang kerja enzim, sehingga proses metabolisme tubuh terputus (Kalbe farma, 2008).
- Merkuri
Merkuri menyebabkan kerusakan yang parah pada berbagai organ di antaranya hati dan usus besar. Keracunan akut oleh Hg menunjukkan gejala skit pada bagian perut, mual dan muntah yang disertai darah, dan shock. Apabila tidak segera diobati, akan berlanjut dengan tejadinya kematian.
Adanya kandungan logam-logam berat yang bersifat toksik di dalam tubuh maka akan terjadi penyerapan atau absorpsi di usus halus dan usus besar. Logam-logam tersebut masuk ke usus dan diekskresikan melalui feses. Absorpsi logam dilakukan oleh gastrointestinal. Transportasi logam oleh serum yang berikatan dengan albumin.
Efek-efek yang ditimbulkan karena keracunan akut logam-logam tersebut antara lain kolik abdomen, muntah, gastroenteritis diikuti diare, feses dan muntahan yang berwarna hijau kebiruan.
Usaha untuk menghindari bahaya logam-logam berat tersebut antara lain dengan menghindari sumber bahan pangan yang memiliki risiko mengandung logam berat, mencuci dan mengolah bahan pangan yang akan dikonsumsi dengan baik dan benar, membersihkan rumah, segala perabot, makanan, dan mainan anak secara rutin dari debu dan berbagai jenis kotoran yang memungkinkan mengandung logam berat yang bersifat toksik.
F. Pencemaran Pestisida Terhadap Kerusakan Pankreas
Senyawa kimia beracun yang melalui saluran pencernaan dan dapat menyebabkan kerusakan pada pankreas antara lain kromium, metanol, seng, kobalt, merkuri klorit, kadmium, cresol, besi (Fe).
- Kromium
Dalam bentuk makanan, kromium diserap 10-25 %. Efek toksik kromium dapat merusak dan mengiritasi hidung, paru-paru, lambung, pankreas dan usus. Dampak jangka panjang yang tinggi dari kromium menyebabkan kerusakan pada paru-paru dan pankreas. Mengonsumsi makanan berbahan kromium dalam jumlah yang sangat besar, menyebabkan gangguan perut, bisul, kejang, ginjal, kerusakan hati, dan bahkan kematian.
Cara kerja kromium dalam pankreas adalah mampu melipatgandakan daya kerja insulin melalui sistem kerja Glukose Tolerance Factor (GTF). Jika saluran pencernaan terkontaminasi oleh kromium dalam jumlah besar maka dapat menyebabkan kelenjar pankreas memproduksi insulin dalam jumlah yang besar pula. Hal ini dapat menghambat pemakaian glukosa oleh sel dan dapat terjadi pemecahan glikogen yang disimpan di dalam hati dan otot secara berlebihan (Setyo, 2006).
Upaya yang dapat dilakukan untuk menghindari kerusakan pankreas antara laian dengan melakukan test laboratorium yang ditandai dengan lekositosis, amilase meningkat, lipase meningkat, kalsium menurun, gula darah meningkat.
G. Pencemaran Pestisida Terhadap Kerusakan Anus
Senyawa kimia yang tserkandung dalam pestisida yang dapat menyebabkan kerusakan anus antara lain timbal sulfida, arsen, merkuri, nikel.
- Timbal Sulfida (Pb Sulfida)
Jika seseorang menelan makanan yang terkontaminasi oleh Timbal Sulfida maka akan menyebabkan tinja penderita berwarna hitam karena mengandung Pb Sulfida, dapat disertai diare atau konstipasi, menyebabkan kolik dan kosnstipasi.
Secara umum gejala keracunan timbal terlihat pada system pencernaan berupa muntah–muntah, nyeri kolik abdomen, rasa logam dan garis biru pada gusi, konstipasi kronis.
- Arsen
Arsen dapat menyebabkan kerusakan pada anus jika tertelan oleh manusia. Senyawa arsen dalam dosis besar membentuk vesikula di bawah mukosa gastrointestinal. Vesikula tadi akhirnya pecah, fragmen epitel terlepas, lalu plasma tercurah ke dalam lumen, yang kemudian akan membeku.
Jaringan yang rusak dan aksi cathartic dari meningkatnya cairan dalam lumen menyebabkan naiknya peristaltik dan keluarnya tinja yang karakteristiknya seperti air beras. Protiforens epitel yang normal ditekan, yang menyebabkan kerusakan lebih lanjut. Sesudah itu feses menjadi berdarah, muntah sering kali terjadi, dan muntahan mungkin mengandung darah.
Upaya yang dilakukan untuk mencegah dan menghindari efek toksik dari logam-logam tersebut antara lain dengan melakukan test medis, pemantauan kadar logam berat di udara dan dalam makanan/ minuman secara berkesinambungan, menghindari penggunaan peralatan-peralatan dapur atau tempat makanan/ minuman yang mengandung logam-logam tersebut, serta mengurangi kontak dengan logam berat dengan menggunakan peralatan standar keamanan dan keselamatan kerja.
Kesimpulan
1. Toksikologi dapat didefinisikan sebagai kajian tentang hakikat dan mekanisme efek berbahaya (efek toksik) berbagai bahan kimia terhadap makhluk hidup dan sistem biologik lainnya.
2. Macam-macam logam beracun yang dapat menyebabkan kerusakan-kerusakan pada organ tubuh manusia diantaranya zat-zat atau logam berat yang terdapat dalam pestisida.
3. Kasus Pencemaran Pestisida Terhadap Kesehatan Manusia antara lain pencemaran pestisida terhadap kerusakan mulut, kerongkongan, lambung, hati, usus, pankreas, dan anus.
4. Berbagai macam senyawa yang terkandung dalam pestisida yang bersifat toksik dan menjadikan organ-organ pada sistem pencernaan seperti mulut, kerongkongan, lambung, hati, pankreas, dan anus sebagai sasaran sehingga menyebabkan kerusakan pada organ-organ tersebut antara lain Alumunium (Al), Barium (Ba), Berillium (Be), Merkuri (Hg), Kadmium (Cd), Kromium (Cr), Arsen (Ar,) Metanil Yellow, Paradichlorobenzene, Rhodamin B, Pb Sulfida
5. Efek-efek yang ditimbulkan oleh senyawa-senyawa tersebut antara lain mual, muntah, sukar menelan, rasa tidak enak pada lambung, diare, sakit perut, kanker hati, mengeluarkan banyak ludah, nyeri abdomen, dan sebagainya.
Kalbe Farma. 2008. Hubungan Kandungan Logam dan Pencernaan. http://www.ahlinyalambung.com/. Diakses tanggal 18 September 2010
Kenari. 2010. Dampak Limbah B3. http://www.kenarimgz.com/category/liputan/lingkungan. diakses tanggal 18 September 2010.
Nikah. 2005. Keracunan Makanan. http://jilbab.or.id/archives/315-keracunan-makanan/. Diakses tanggal 18 September 2010.
POM, 2007. Bahaya Keracunan Pestisida Di Rumah Tangga. http://www.pom.go.id/public/siker/desc/produk/RacunPesRT.pdf. diakses tanggal 19 September 2010.
Qiqi. 2008. Kerusakan Akibat Arsen. http://www.ligagame.com/forum/index.php?topic=71261.0;wap2. Diakses tanggal 19 September 2010.
Saenong. 2005. Kerusakan Lingkungan dan Gangguan Kesehatan Sebagai Dampak Penggunaan Pestisida Pertanian. http://www.litbang.deptan.go.id%2find%2f2005%2FSP%2Fkerusakan.doc&rct=j&q=pengaruh%20pestisida%20terhadap%20saluran%20pencernaan&ei=ZHOUTNeTDM7Rcbyx5KMF&usg=AFQCNFmfYEqykdzcDTjBfVzdyB2qCEelg&cad=rja. Diakses tanggal 18 September 2010.
Setyo. 2006. Efek Konsentrasi Kromium (Cr+3) dan Salinitas Berbeda Terhadap Efisiensi Pemanfaatan Pakan Untuk Pertumbuhan Ikan Nila (Oreochromis Niloticus). http://eprints.undip.ac.id/15374/1/Bambang_Pramono_Setyo.pdf. Diakses tanggal 19 September 2010.
Widowati, Wahyu. 2008. Efek Toksik Logam. Yogyakarta: Andi Yogyakarta.
Wikipedia. 2010. Toksisitas Logam. http://id.wikipedia.org/wiki/Toksisitas_logam. diakses tanggal 18 September 2010.
Wirasuta. 2006. Toksikologi Logam Berat. http://kyoshiro67.files.wordpress.com/2010/04/toksikologi-logam-berat.ppt. Diakses tanggal 19 September 2010.

