HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN BUAH NAGA


Tanaman Buah Naga sebenarnya termasuk tanaman yang tahan banting dan relatif mudah perawatannya. Tetapi tentunya dalam budidaya selalu ada gangguan hama dan penyakit yang menyerang yang bisa mengakibatkan hasil produksi yang tidak maksimal dan bisa mengalami kerugian. Oleh karena itu harus diperhatikan apabila anda menjumpai gangguan hama dan penyakit yang menyerang tanaman buah naga.

Adapun gangguan hama yang menyerang tanaman buah naga yaitu :

Hama Tungau (Tetranychus sp.) akan menyerang kulit batang atau cabang yang merusak jaringan klorofil yang berfungsi untuk asimilasi dari hijau menjadi cokelat. Penanggulangannya dengan menyemprotkan Omite dengan dosis 1-2 gr/ltr air yang dilakukan 2-3 kali seminggu.

Tanaman buah naga yang diserang hama kutu putih (mealybug) pada permukaan batang atau cabang akan berselaput kehitaman dan terlihat kotor. Hama ini bisa dikendalikan dengan menyemprotkan Kanon dengan dosis 1-2 cc/ltr air seminggu sekali pada cabang yang diserang. Biasanya dua kali penyemprotan hama kutu putih sudah hilang.

Hama kutu sisik (Pseudococus sp.) umumnya berada pada bagian cabang yang tidak terkena matahari langsung dan cabang yang diserang hama ini akan terlihat kusam. Hama ini juga bisa diatasi dengan penyemprotan Kanon dengan dosis sama dengan pengendalian hama kutu putih pada sela-sela tanaman yang ternaungi atau tidak terkena sinar matahari.

Hama kutu batok (Aspidiotus sp.) menyerang tanaman dengan mengisap cairan pada batang atau cabang yang menyebabkan cabang berubah menjadi berwarna kuning. Pengendaliannya juga bisa menggunakan cara yang sama dengan pengendalian hama kutu putih dan kutu sisik.

Hama bekicot sangat merugikan tanaman buah naga karena merusak batang atau cabang dengan menggerogotinya dan dapat mengakibatkan cabang busuk. Hama ini disebabkan karena kebersihan kebun yang kurang terjaga.

Pada umumnya semut akan muncul pada saat tanaman buah naga mulai berbunga. Semut mulai mengerubungi bunga yang baru kuncup dan akan mengakibatkan kulit buah nantinya akan berbintik-bintik berwarna coklat yang tentunya harga buah akan menurun dengan kualitas seperti itu. Pengendaliannya dengan menyemprotkan Gusadrin dengan dosis 2 cc/ltr air.

Gangguan burung pada buah naga umumnya jarang terjadi dan tidak perlu dikuatirkan. Biasanya menyerang buah yang telah masak pada bagian atas.

Penyakit yang menyerang tanaman buah naga terhitung tidak banyak jenis dan penyebabnya. Meskipun demikian, jika tanaman terserang harus segera diatasi agar tidak menyebar ke tanaman yang lain. Berikut ini penyakit buah naga dan penyebabnya serta tindakan pengobatannya :

Penyakit ini umumnya menyerang pada awal penanaman buah naga, tanaman buah naga sering mengalami pembusukan pada pangkal batang, berwarna kecokelatan dan terdapat bulu putih. Pembusukan tersebut disebabkan oleh kelembaban tanah yang berlebihan sehingga muncul jamur yang menyebabkan kebusukan yaitu Sclerotium rolfsii Sacc. Penyakit ini sering terjadi pada bibit setek yang belum tumbuh akar dalam bentuk potongan.

Pengobatan tanaman buah naga yang terserang penyakit ini dengan penyemprotan Benlate dengan dosis 2 g/ltr air atau menggunakan Ridomil 2 g/ltr air sebulan sekali. Bila muncul gejala kekuningan pada pangkal batang maka segera dilakukan penyemprotan pada seluruh batang dan diutamakan pada pangkal batang yang terserang.

Untuk pencegahan penyakit ini bisa dilakukan pengairan yang disertai dengan penyemprotan fungisida dan Atonik didaerah pangkal batang pada tanaman yang berumur 30 hari pada awal penanaman.

Gejala tanaman buah naga yang terserang penyakit ini adalah tanaman tampak layu, kusam, terdapat lendir putih kekuningan pada tanaman yang mengalami pembusukan. Penyakit ini disebabkan oleh Pseudomonas sp. Pengobatannya dengan mencabut tanaman yang sakit, kemudian pada lubang tanam diberi Basamid dengan dosis 0,5-1 g dalam bentuk serbuk kemudian pada lubang tanam tersebut ditanam bibit baru.

Penyakit yang disebabkan oleh Fusarium oxysporium Schl. Gejalanya antara lain cabang tanaman berkerut, layu, dan busuk berwarna coklat. Penanggulangannya dengan menyemprotkan Benlate dengan dosis 2g/liter air dalam seminggu 1-2 kali penyemprotan pada bagian batang dan cabang.

Ratusan Ulama Indramayu Gelar Istighosah

INDRAMAYU - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu menggelar istighosah dan doa bersama yang berlangsung ruang dalam Pendopo Indramayu, Kamis malam (20/1) sekitar pukul 21.00.

Acara istighosah dipimpin Ketua Forum Komunikasi Imam Masjid (Forkim) Kabupaten Indramayu, KH Syakur Yasin MA didampingi Ketua MUI K Ahmad Jamali, dan sejumlah ulama se-Kabupaten Indramayu.

Tampak hadir Bupati Indramayu H. Anna Shopanah didampingi Wakil Bupati Drs H Supendi MSi, mantan Bupati Dr H Irianto MS Syafiuddin, Ketua DPRD Drs H A Rozak Muslim MSi, Kapolres AKBP Rudi Setiawan SIK MH beserta unsur muspida lainnya dan ratusan ulama ikut hadir.

KH Syakur Yasin mengajak kepada seluruh masyarakat Indramayu untuk tetap berdoa agar daerah Indramayu selalu mendapat keberkahan. Menurut Syakur Yasin, keberkahan di suatu daerah akan bisa terwujud, jika semua elemen mau bersatu padu, baik umaroh maupun ulama. Apalagi, saat ini kondisi Indramayu terus digoncang aksi demo pasca penetapan mantan Bupati Dr H Yance sebagai tersangka dalam dugaan kasus pembebesan tanah yang digunakan untuk pembangunan Proyek PLTU.

Untuk itu, KH Syakur Yasin mengajak masyarakat dituntut menahaan diri dari segala bentuk yang sengaja membuat situasi yang kurang kondusif. Pihaknya juga mengajak kepada masyarakatat agar menenangkan hati, serta menghindari emosi yang bakal menimbulkan kericuhan di tengah masyarakat Indramayu.

Sementara itu Bupati Anna Shopanah mengungkapkan, istighosah tersebut sengaja digelar sebagai bentuk rasa syukur kepada Allh SWT yang telah memberikan keselamatan, serta sekaligus berdoa agar Indramayu tetap kondusif. (humasindramayu)

Makanan Terbaik Untuk Anak Kucing

Pilih makanan yang berkualitas tinggi untuk anak kucing. Makanan anak kucing lebih padat kalori dibandingkan dengan makanan bagi kucing dewasa, dan akan membuat anak kucing anda tumbuh dengan sehat. Untuk memastikan bahwa si kecil memakan makanan yang berkualitas tinggi, periksa apakah produk tersebut disetujui oleh lembaga pemerintah yang khusus mengawasi makanan hewan peliharaan.
Banyak anak kucing dapat diberikan makanan “pilihan bebas”, yang berarti biarkan mangkuk berisi makanan kering setiap saat, keciali untuk anak kucing yang rakus. Jika anak kucing anda terlihat berlebihan, ubah jadwal pemberian makanan dan berikan jumlah makanan yang dianjurkan pada penjelasan produk.
Pastikan anda tetap menyediakan air yang bersih dan segar setiap saat. Beberapa anak kucing dan kucing dewasa lebih menyukai minuman dari keran, dan beberapa produk menawarkan keran yang didesain khusus untuk kucing, yang dapat memenuhi keinginan mereka. Anak kucing dan kucing dewasa yang kurang minum cukup air dapat mengalami gangguan seluran kemih

BUDIDAYA BUAH NAGA DI KEBUN


Pembudidayaan buah naga untuk usaha produksi dilakukan dikebun. Untuk menghasilkan produksi yang maksimal tentu saja harus dengan persiapan yang matang, perawatan yang baik dan penanggulangan gangguan penyakit yang tepat. Berikut ini kegiatan pembudidayaan diulas secara lengkap :

Pengolahan Tanah
Pengolahan tanah adalah faktor penting yang harus diperhatikan agar tanaman buah naga bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Perakaran buah naga memerlukan tanah yang gembur karena perakarannya merayap dipermukaan tanah, apabila tanah terlalu keras atau liat, akar tidak bisa tumbuh baik pada tanah.

Sebelum digemburkan sebaiknya tanah dibersihkan dari gulma dan rerumputan untuk menghindari penyakit. Setelah itu tanah digemburkan dengan mencangkul sedalam satu cangkulan dengan dibolak-balik. Setelah itu dibuat lubang-lubang tanam sesuai dengan cara tanamnya apakah menggunakan system panjatan tunggal atau sistem kelompok

Pada sistem panjatan tunggal pengolahan tanah hanya dilakukan disekitar lubang tanam saja, berbeda dengan sistem kelompok pengolahan tanah dilakukan pada seluruh alur barisan tempat penanaman.

Media tanam untuk panjatan tunggal menggunakan campuran tanah galian diberi pasir sekitar 5 kg, bubuk bata merah 5 kg, pupuk kandang kering 10 kg dan dolomit 300 g kemudian dicampur sampai merata.

Pada model sistem tanam berkelompok untuk setiap alur sepanjang 4 m media tanamnya yaitu pasir 8 kg, pupuk kandang 20 kg dan bisa ditambahkan bubuk bata merah sebanyak 10 kg apabila tanah terlalu porous. Jika tidak menggunakan bubuk bata merah , jumlah pupuk kandang ditambahkan 10 kg lagi jadi total 30 kg. Ditambah dolomit yang mengandung magnesium sebanyak 600g. Bahan-bahan tersebut dicampur merata pada tanah galian.

Setelah penyiapan media tanam selesai kemudian disiram dan biarkan terkena matahari sampai kering. Pengeringan ini bertujuan agar tanah terbebas dari racun dan penguapan lain.

Sistem Pengairan
Untuk sistem pengairan pada lahan disesuaikan dengan kondisi lahan, system cara tanamnya, dan pengadaan sumber air yang ada disekitar lahan. Bisa menggunakan cara pengairan tradisional yaitu system leb yaitu menggunakan parit sedalam 20 cm yang dibuat disekitar barisan tanaman. Atau juga bisa menggunakan system pengairan pipa yang dibuat sedemikian rupa untuk mengalirkan air pada seluruh tanaman.

Penanaman Pada Lahan
Penanaman bibit lahan tanam yang harus diperhatikan adalah kedalaman yang terlalu dalam malah akan menghambat pertumbuhannya. Kedalaman penanaman adalah 20% dari panjang bibit. Misal bibit yang mau ditanam berukuran panjang 50-80 cm maka kedalamannya sekitar 10-15 cm. Sebelum ditanam sebaiknya bibit setek diolesi Ridomil sebanyak 40 g yang dicampur dengan 1 liter air untuk mencegah kebusukan pada pangkal batang setek.

MODEL PANJATAN TANAMAN BUAH NAGA


Buah naga termasuk tanaman merambat sehingga membutuhkan penopang/panjatan untuk menopang tanaman. Tiang panjatan harus kuat dan mampu bertahan selama beberapa tahun karena usia tanaman buah naga yang panjang.

Tiang panjatan dalam penanaman buah naga ada dua macam bentuk/model, yaitu bentuk tunggal dan bentuk kelompok/pagar. Berikut ini penjelasannya :


Tiang panjatan bentuk tunggal bisa menggunakan beton dan panjatan hidup/batang tanaman yang hidup. Kedua jenis panjatan ini digunakan untuk menopang sebanyak empat tanaman yang berproduksi dengan produktivitas rata-rata 3 kg per tanaman.

Panjatan yang umum digunakan adalah panjatan tiang beton segi empat berukuran 10 cm x 10 cm dengan tinggi 2 – 2,5 m, bentuk lain dibuat bulat ataupun segitiga. Penggunaan tiang beton lebih baik karena kuat dan tahan lama menahan beratnya tanaman. Kelemahan dari penggunaan tiang dari beton adalah percabangan tanaman dibagian dalam menjadi tidak produktif karena batang buah naga berbentuk segitiga dan bagian yang menempel/ternaungi tidak menghasilkan bunga dan buah.

Panjatan tiang beton ini ditancapkan ditanah dengan cara dicor dengan kedalaman sekitar 30 – 50 cm agar tiang berdiri kokoh dan kuat menyangga tanaman. Pada ujung tiang bagian atas diberi besi melingkar berdiameter sekitar 50 – 60 cm berbentuk seperti stir mobil. Besi lingkaran ini berfungsi sebagai tempat menopang cabang dan anak cabang/tunas. Apabila besi beton dirasa terlalu mahal, bisa menggunakan ban sepeda motor atu bisa juga para-para dari kayu yang dibentuk menyilang.

Alternatif lain selain menggunakan tiang beton, bisa menggunakan tiang panjatan hidup. Artinya, tiang panjatan berupa tanaman hidup yang memiliki perakaran cukup dalam minimal 30 cm dan tanaman tersebut harus tahan pemangkasan berat karena buah naga harus terkena sinar matahari langsung agar bisa berproduksi dengan maksimal. Karena itulah harus sering dilakukan pemangkasan daun apabila sudah menutupi batang dan cabang buah naga. Tiang panjatan hidup harus memiliki tinggi minimal 2 meter dan memiliki diameter minimal 10 cm karena kalau diameter lebih kecil dikhawatirkan tidak kuat menopang tanaman buah naga yang berat. Penggunaan tiang jenis ini lebih hemat biaya daripada tiang beton meskipun tidak sekuat dan tahan lama seperti tiang dari beton.

Tiang Panjatan Bentuk Kelompok (Double Rowing)
Model tiang panjatan ini mirip dengan tiang untuk menjemur pakaian. Dua buah tiang dihubungkan dengan kawat tebal penyangga batang tanaman buah naga dengan jarak antar tiang 4 meter. Tiang terbuat dari semen cor berukuran minimal 10 x 10 cm tinggi 2-2,5 meter termasuk bagian yang terpendam didalam tanah 30 – 50 cm. Pada tiang cor ini diberi pengait sebagai tempat ikatan kawat yang menghubungkan dua tiang yang berfungsi sebagai pengikat batang pokok tanaman buah naga.Jarak antar kawat pengikat batang 50 cm dan 100 cm dari permukaan tanah.Tiang sebaiknya diberi penguat agar tidak miring nantinya ketika menopang beratnya sulur buah naga. Pada ujung tiang dipasang besi beton berukuran 8 inci melintang sepanjang 50 – 60 cm.

Sistem panjatan double rowing ini dengan panjang 4 meter dapat menampung 20 – 26 tanaman buah naga, dibagi sama pada sisi kiri dan kanan. Misal 20 tanaman maka penataannya 10 di sisi kiri dan 10 di sisi kanan. Jarak tanam antar baris 30 cm dan antar tanaman dalam baris juga 30 cm. Dengan penataan seperti itu akan membuat jumlah cahaya diterima dan jumlah sulur yang bertumpuk bisa merata dan seimbang.Sulur yang menghadap cahaya lebih mudah berbuah dan menghasilkan buah 80% kelas A.

VALIDASI DATA STATISTIK PERIKANAN BUDIDAYA DIMAJUKAN WAKTUNYA

VALIDASI DATA STATISTIK PERIKANAN BUDIDAYA DIMAJUKAN WAKTUNYA

Dalam rangka percepatan publikasi data statistik perikanan budidaya, kegiatan validasi data yang dikirim oleh dinas propinsi akan dipercepat waktunya mendahului kegiatan forum koordinasi statistik perikanan budidaya. Validasi data statistik perikanan budidaya pada tahun-tahun sebelumnya diselenggarakan pada kuartal III tahun yang bersangkutan menyebabkan publikasi data statistik perikanan budidaya menjadi terlambat dan kurang up to date. Dengan didahulukannya kegiatan validasi diharapkan publikasi data statistik akan lebih cepat dan dapat segera dimanfaatkan oleh stakeholder.



Validasi data statistik perikanan budidaya yang akan dilakukan meliputi volume dan nilai produksi perjenis budidaya, Rumah Tangga Perikanan Budidaya (RTP) perjenis budidaya, dan luas lahan perjenis budidaya.



Statistik produksi benih mulai dipublikasikan tahun 2009 dan akan dilakukan validasinya bersamaan dengan pelaksanaan validasi data produksi pembesaran. Validasi yang dilakukan terhadap statistik produksi benih terbatas pada volume dan nilai produksi saja.



Begitu pula dengan statistik perikanan budidaya ikan hias yang akan dilakukan validasinya pada saat yang sama. Publikasi statistik perikanan budidaya ikan hias ini, sejalan dengan program perikanan budidaya untuk mengembangkan kawasan-kawasan komoditas potensial seperti ikan hias.



Untuk keperluan tersebut, diminta kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi seluruh Indonesia dapat menyiapkan data-data yang akan divalidasi pada acara tersebut

sumber : http://www.perikanan-budidaya.kkp.go.id

KEKURANGAN UNSUR HARA BUAH NAGA


Tanaman buah naga yang kekurangan unsur Nitrogen (N) gejalanya adalah pertumbuhan batang dan cabang kecil dan ramping, pertumbuhannya lambat dan panjang cabang atau batang tidak seimbang dengan ukuran diameternya. Warna kulit menjadi pucat hijau kekuningan dan semakin lama terlihat kusam dan mongering. Antisipasinya dengan memberikan pupuk dengan unsure nitrogen yang cukup.

Gejala buah naga yang kekurangan unsur ini adalah batang atau cabang akan berwarna merah keunguan dan semakin lama berubah menjadi cokelat kekuningan. Bentuk buah menjadi tidak normal yaitu berukuran kecil, jelek dan cepat tua.

Untuk mengatasi gangguan tersebut dengan pemupukan dengan unsur Fosfor (P) yang mudah diserap tanaman. Diberikan melalui akar dan daun dengan penyemprotan lebih rutin.

Jika tanaman buah naga terlihat lemah atau lembek seperti mengandung banyak air, berwarna hijau terang dan mudah melengkung atau bengkok itu tandanya tanaman tersebut kekurangan unsur Kalium (K). Untuk mengatasinya tanaman diberi pupuk yang mengandung kalium misalnya KCl atau ZK.

Tanaman buah naga yang kekurangan unsur Kalsium (Ca) adalah batang atau cabang berwarna hijau tidak merata dan pada cabang atau batang muda terlihat cepat mengering. Antisipasinya tanaman diberikan pupuk daun yang mengandung unsur Kalsium tinggi.

Gejala tanaman buah naga yang kekurangan unsur Magnesium (Mg) adalah berwarna hijau pucat dan mengering, biasanya terdapat bintik-bintik putih dan bergeripis. Untuk mengatasinya bisa diberikan dolomit melalui akar pada media tanam atau memberikan pupuk daun dengan kandungan Magnesium tinggi.

Kekurangan unsur Mangan (Mn) akan menyebabkan tanaman terhambat pertumbuhan cabang atau batangnya, meskipun masih bisa tumbuh tetapi akan menjadi kerdil dan terhenti pertumbuhannya. Untuk mengatasinya diberikan pupuk mikro yang mengandung unsur Mn

Tanaman buah naga yang kekurangan unsur Besi (Fe) akan menyebabkan cabang atau batang rapuh dan mudah patah, berwarna hijau muda pada tepi cabang dan untuk mengatasinya dengan pemberian pupuk mikro yang mengandung unsure Fe.

Kekurangan unsur Tembaga (Cu) biasanya terjadi pada tanaman yang sudah berbuah, Tandanya antara lain buah menjadi kecil dan kulitnya mengeras dan harus segera diatasi dengan pemberian pupuk yang mengandung unsur Cu.

Gejala kekurangan unsur Seng (Zn) adalah cabang menjadi pendek dan beruas pendek, tampak bintik-bintik yang akhirnya berlubang.

Kekurangan unsur Boron akan menyebabkan buah kerdil dan bentuknya tidak normal. Selain itu batang atau cabang akan berwarna coklat kehitaman.

Batang atau cabang buah naga muda terlihat menguning dan semakin cokelat kemudian mengering itu tandanya kekurangan unsure ini dan harus segera diberikan pupuk dengan menyemprotan yang mengandung unsur molybdenum.


Fakta Seputar Penyakit Herpes Kelamin

Herpes genital atau herpes kelamin adalah salah satu penyakit menular seksual (PMS) yang ditakuti oleh banyak orang karena tidak bisa disembuhkan. Dengan berhubungan seks yang sehat adalah cara mencegah penularannya, sayangnya masih ada beberapa mitos yang beredar seputar herpes genital.

Herpes genital adalah infeksi atau peradangan (gelembung lecet) pada kulit terutama di bagian kelamin (vagina, penis, termasuk di pintu dubur serta pantat dan pangkal paha) yang disebabkan virus herpes simplex (VHS).Gejala awal mulai timbul pada hari ke 4-7 setelah terinfeksi. Penderita merasa gatal, kesemutan dan sakit. Lalu muncul bercak kemerahan kecil, diikuti sekumpulan lepuhan kecil terasa nyeri. Lepuhan ini pecah dan bergabung membentuk luka melingkar.

Luka yang terbentuk biasanya menimbulkan nyeri dan membentuk keropeng (luka yang mengering). Selain itu, penderita mengalami kesulitan berkemih dan ketika berjalan akan timbul nyeri. Luka baru akan membaik dalam waktu 10 hari tetapi bisa meninggalkan jaringan parut.

Gejala lain berupa kelenjar getah bening selangkangan biasanya agak membesar. Gejala awal ini sifatnya lebih nyeri, lebih lama dan lebih meluas dibandingkan gejala berikutnya dan mungkin disertai dengan demam dan tidak enak badan.

Belum ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit herpes genital, sehingga pencegahan adalah cara yang terbaik. Namun, masih banyak mitos tentang penularan herpes genital yang beredar di masyarakat.
Dilansir Medindia, berikut 3 mitos dan fakta seputar herpes genital yang banyak beredar di masyarakat:

1. Mitos: Herpes genital bisa menular dari kursi toilet duduk
Fakta: Tidak ada bukti kasus penularan herpes genital dari kursi toilet. Virus herpes tidak dapat bertahan lama di luar tubuh manusia atau di permukaan benda seperti kursi toilet dan virus mengering saat terkena udara.
Hal ini juga diamini Dr Samuel L Simon SpKK, spesialis kulit dan kelamin dari Omni International Hospital, Jakarta, dalam konsultasi kesehatan detikHealth.
“Penyakit menular yang ditularkan melalui hubungan seks tidak bisa ditularkan dari jalan-jalan ke mall atau toilet umum. Kalau betul begitu, pasti nggak akan ada orang yang mau jalan-jalan ke mall atau menggunakan toilet duduk umum,” ujar dokter yang juga berpraktek Siloam Semanggi Specialist clinic.

2. Mitos: Orang yang sudah terinfeksi herpes genital tidak bisa berhubungan seks lagi
Fakta: Orang yang sudah terbukti terinfeksi herpes genital masih dapat terus melakukan hubungan seksual, tetapi dengan satu syarat yaitu menggunakan kondom. Yang terpenting, hindari kontak langsung dengan luka herpes, baik secara oral maupun genital. Namun dalam kasus tertentu herpes genital bisa tidak menimbulkan gejala.

3. Mitos: Herpes di mulut berbeda dengan herpes genital
Fakta: Herpes di mulut (cold sore) merupakan salah satu bentuk herpes, yang juga sama dengan herpes kelamin. Kedua herpes tersebut disebabkan oleh virus herpes simplex (VHS).

Orang dapat terinfeksi herpes genital jika melakukan hubungan seks oral dengan orang yang sudah terinfeksi herpes oral atau di mulut. Infeksi dapat menyebar ke bagian tubuh lain jika herpes melepuh atau mengalami kontak langsung seperti tersentuh.

Sumber: Dari berbagai sumber

Buah wortel tidak hanya bagus untuk mata

Wortel tidak hanya mampu menjaga kesehatan mata, menurut hasil studi para ilmuwan, wortel juga mampu membuat seseorang tampak lebih menarik. Wortel mengandung betacaroten, tanda banyaknya betacaroten dalam wortel adalah warnanya yang semakin terang. Semakin orange warnanya, maka kandungan betakarotennya semakin banyak. Dalam 100 gram wortel terdapat 12 ribu SI vitamin A, 1,1 gram protein, 10 gr karbohidrat, 3,1 gram lemak, 4 mg vitamin C, dan 0,5 mg vit E.

Wortel selain sebagai sumber makanan yang berfungsi sebagai detoksifikasi untuk mengatur ketidak seimbangan dalam tubuh dan mengeluarkan racun dalam tubuh. Wortel dikenal sebagai sumber vitamin A yang berfungsi untuk penglihatan. Kekurangan vitamin A dapat menyebabkan katarak dan kebutaan. Wortel yang kaya akan antioksidan dapat menangkal radikal bebas yang dapat menyebabkan kanker, selain itu juga dapat menurunkan kanker prostat pada pria. Namun, segala sesuatu akan lebih baik jika tidak dikonsumsi secara berlebihan. Selain itu, wortel juga dapat mengurangi risiko stroke, hipertensi, mengatasi cacingan, batuk, mengatasi rabun senja, mata minus, nyeri haid dan sembelit. Selain itu, wortel juga bisa digunakan untuk menghaluskan wajah, caranya dengan memarut wortel dan peras airnya lalu tempelkan di wajah.

Kesimpulan itu didapat seletah para ilmuwan menelusuri manfaat lain dari rajin memakan buah dan sayur, khususnya wortel. Dari studi itu, didapat fakta bahwa baik perempuan maupun pria yang memiliki kulit bersih dan cerah serta berwarna kuning langsat dianggap lebih menarik. Warna kulit seksi merona semacam itu didapat dari pigmen bernama karotenoid.

Asisten peneliti Ian Stephen mengatakan hanya setelah dua bulan rajin mengonsumsi wortel, hasil pada kulit bisa langsung terlihat.Hasil studi ini tentunya akan membantu mendorong para kaum muda untuk mau memakan sayur tersebut. "Daripada mengatakan bahwa kamu akan terserang penyakit jantung 40 tahun lagi bila tak rajin makan sayur, lebih baik memberikan mereka janji faktual seperti ini," kata Stephen. "Lebih baik kita mengatakan kamu akan terlihat lebih cantik dan menarik jika rajin makan sayur seperti wortel," tambahnya.

Dalam meneliti hal ini, ilmuwandari Universitas St Andrews dan Bristol universities melibatkan 40 partisipan guna mengukur tingkat seseorang dapat dikatakan menarik.

Sumber: Dari berbagai sumber

Ikan Tropis Dapat Hidup Didarat (Rivulus marmoratus)



PENELITIAN ilmuwan AS mengungkapkan, ikan tropis yang hidup di rawa-rawa ternyata bisa bertahan hidup berbulan-bulan tanpa air. Salah satu jenis ikan tersebut adalah mangrove rivulus (Rivulus marmoratus) yang hidup di rawa-rawa berbakau sepanjang Benua Amerika.
Begitu musim paceklik tiba dan air menyusut, tak jarang ikan yang hanya dapat tumbuh hingga ukuran 7,5 centimeter ini terjebak di rongga batang pohon yang dibuat serangga, tempurung kelapa, bahkan kaleng bekas. Mereka hidup bergerombol dalam lubang tanah dan bernapas menggunakan kulitnya daripada insangnya.
Berbeda dengan sebagian besar ikan yang bernapas dengan insang, mangrove rivulus bernapas dengan kulit. Ketika habitat mulai mengering, mereka bersembunyi dalam lubang-lubang tanah, bahkan tempurung kelapa atau kaleng minuman. Dalam persembunyian, ikan-ikan tersebut bernapas dengan kulit dan mampu hidup berbulan-bulan tanpa air. Setelah hujan tiba dan air kembali menggenangi habitat, mereka keluar dari persembunyian dan hidup layaknya ikan biasa.
Scott Taylor, seorang peneliti dari Program Tanah Lingkungan Terancam Daerah Brevard di Florida, AS, tanpa sengaja mengetahuinya saat melakukan penelitian di Belize, Amerika Tengah. Jenis ikan tropis tersebut sebenarnya juga dapat ditemukan di Brasil maupun AS.
“Kami membongkar sebuah batang pohon dan ikan tersebut muncul tiba-tiba,” ujar Taylor. Kemudian hasil pengujian yang dilakukannya di laboratorium memperlihatkan ikan tersebut bertahan hingga lebih dari 66 hari tanpa air dan makanan. Yang mengejutkan, sistem metabolisme tubuhnya tetap berfungsi normal.
Sejumlah jenis ikan diketahui memiliki kemampuan bertahan hidup tanpa air dan makanan namun belum ada yang selama ini. Coba lihat, ikan lele yang dapat merangkak di darat sampai berjam-jam. Ikan paru-paru di Australia, Afrika, dan Amerika Selatan juga dapat hidup tanpa air namun hanya pada periode dormansi (puasa di musim panas).
Kemampuan ikan ini mungkin memberi petunjuk bagaimana hewan air mulai berkembang di darat. Patricia Wright, seorang biolog dari Universitas Guelph, Kanada, mengatakan habitat ikan tersebut mirip dengan kondisi lingkungan jutaan tahun lalu saat hewan mulai melakukan migrasi dari air ke darat.
Tidak hanya tahan tanpa air, ikan mangrove rivulus juga memiliki kondisi seksual yang ganjil. Setiap ikan memiliki testis dan ovarium alias partenogenesis sehingga dapat melakukan kawin mandiri dengan membuahi sel telurnya sendiri di dalam tubuh. “Ia mungkin ikan paling mantap, tidak hanya memiliki seks yang ganjil tapi juga tidak memiliki kehidupan standar seperti ikan lainnya,” ujar Taylor.



Tropical fish can live on land
RESEARCH U.S. scientists revealed, tropical fish that live in the swamp was able to survive for months without water. One type of fish is the mangrove rivulus (Rivulus marmoratus) living in the marshes along the Americas berbakau.
Once a bad season arrives and water to shrink, not rare fish that can only grow to the size of 7.5 centimeters was trapped in the cavity of a tree trunk made of insects, coconut shell, and even tin cans. They live huddled in a hole the ground and breathe using his skin rather than gills.
Unlike most fish that breathe with gills, mangrove rivulus breathe with the skin. Ketika habitat had dried up, they hide in holes in the ground, even a coconut shell or canned drinks. In hiding, the fish are breathing with the skin and can live for months without water. After the rains came and water re-flooded habitats, they come out of hiding and live like ordinary fish.
Scott Taylor, a researcher at the Soil Environment Programme Regional Threatened Brevard in Florida, USA, accidentally know it when doing research in Belize, Central America. Tropical fish species are in fact also be found in Brazil and the U.S..
"We are dismantling a tree trunk and the fish come out of nowhere," said Taylor. Then the test results done in the laboratory showed the fish to survive until more than 66 days without food and water.
Surprisingly, the metabolism is still functioning normally.
Numerous species of fish known for their ability to survive without water and food but no one so far. Let's see, catfish that can crawl on land for hours. Lung fish in Australia, Africa and South America can live without water but only in periods of dormancy (fasting in the summer).
The ability of these fish may give clues how aquatic animals began to develop on land. Patricia Wright, a biologist from the University of Guelph, Canada, said the fish habitat is similar to the environmental conditions of millions of years ago when the animals begin to migrate from water to land.
Not only withstand without water, mangrove fish rivulus also has a bizarre sexual condition. Each fish had testicular and ovarian parthenogenesis alias so that it can conduct independent mating fertilize their own eggs in the body. "He may fish at least steady, not only has the odd sex but also do not have a standard life like other fish," said Taylor.

TAKSONOMI DAN PENYEBARAN SERANGGA PENGGEREK KAYU


Taksonomi dari Serangga-serangga Perusak Kayu
Kingdom binatang terbagi ke dalam beberapa filum yang selanjutnya dibagi lagi ke dalam kelas-kelas, yang salah satunya adalah kelas insekta. Sekitar 70 – 80 % dari semua binatang yang ada berasal dari kelas ini, yang jumlahnya lebih dari sejuta spesies. Insekta dibagi-bagi lagi kedalam tiga puluh atau lebih ordo. Walaupun para ahli lainnya juga memasukkan beberapa ordo tambahan yaitu Hemiptera (kutu-kutuan) dan Diptera (lalat).
Walaupun demikian, secara garis besarnya biasanya dibuat berdasarkan hasil atau pengaruh yang diakibatkan dari penyerangannya pada kayu yang meliputi bentuk-bentuk seperti honey comb, bubuk kayu dan saluran-saluran. Bentuk penyerangan ini bersama dengan gambar penyerangan lainnya telah digunakan sebagai dasar kunci determinasi untuk identifikasi dari serangga penggerek kayu.

Statistik Hama di Bumi

Untuk mendapatkan data statistik tentang hama di bumi dalam hal ini dipakai kunci determinasi yang dibuat oleh Cymorek. Dalam hal ini juga kunci determinasi tersebut digunakan sebagai acuan untuk mengidentifikasi hama serangga kayu di 17 negara.

1. Kumbang Kayu Kering
Dari data yang diperoleh kumbang-kumbang yang paling sering merusak kayu kering adalah Anobium functatum, Hylotrupes bajulus, Lyctus sp., khususnya L. brunneus dan L. africarnus dan Xestobium rufovillosum yang merupakan anggota dari famili Anobiidae, Cerambydae dan Lyctidae.
Untuk jenis Anobium functatum dan Xestobium rufovillosum memperlihatkan tersebar luas di zona temperate dimana Anobidae lainnya lebih terbatas penyebarannya. Di Eropa bagian utara, Anobium pertinax menyebabkan masalah yang signifikan yaitu di Prancis, Ialia, Spanyol dan Portugal. Sedangkan di Jepang, Nicobium hirtum mempunyai penyebaran yang luas. Lyctus brunneus menyebar di Amerika Utara dan sekarang memperlihatkan penyebarannya di bagian lain di muka bumi ini. Minthea rugicollis memperlihatkan penyebaran yang sangat luas dan menyerang umumnya kayu daun lebar. Hylotrupes bajulus penyebarannya tidak luas, hanya terbatas pada daerah tenggara Inggris.
Di negara-negara tropis, jumlah spesies Bostrychid cukup banyak, termasuk Bostrycus capucinus (India, Spanyol), Dinoderus minitus (Australia, India, Jepang), Heterobostrychus (Afrika) dan H. aequalis (India). Sinoxylon anale merupakan hama kayu kering di India, walaupun dari hasil survey juga menyerang kayu segar.
Tabel 1 berikut adalah kumbang-kumbang perusak kayu yang umum dan tipe material yang secara khas diserang, kayu segar dan kayu kering, kayu keras dan kayu lunak.



2. Serangga Perusak Kayu Segar
Kerusakan pada kayu segar diakibatkan oleh anggota serangga terutama famili Cerabribydae, Platypodidae, Scolytidae dan hanya sedikit dari spesies Bostrychidae, Curculionidae, dan Lymexylonidae. Platypodidae dan Lymexylonidae biasa dikenal sebagai ambrosia.
Di Eropa dan Canada, kumbang Xyloterus lineatus (=Trypodendron lineatum) menyebabkan kerusakan yang tinggi pada kayu daun jarum. Spesies Xyloterus yang lain lebih sedikit merusak yaitu X. domesticus dan X. signathus. Di Scandinavia, spesies dari Ips (I. acuminatus dan I. typorapus) menyebabkan kerusakan pada kayu spruce. Di Brazil, kumbang Xylebros ferrugineus merupakan hama terbesar.
Di Eropa, Platypus cylindris menyebabkan kerusakan pada kayu daun lebar. Selain itu anggota genus yang lain (P. australis, Australia ; P. hintci, Nigeria) menyerang kayu di daerah yang bertemperatur panas.
Famili Lymexyloridae, Hylecolus dermestoides diketahui menyerang kayu daun lebar dan kayu daun jarum, menyebar di Eropa dan Siberia, meskipun di Inggris lebih banyak menyerang kayu daun jarum. Penyerangan serupa juga terjadi di Eropa dari jenis Lymexylon navale. Sedangkan pada kayu oak di Afrika Barat, yang menyerangnya adalah Atractocetus brevicornis dan A. crassicormis.

3. Rayap Penyerang Kayu Bangunan dan Kayu-kayu yang Terekspose
Penyebaran rayap secara umum terbatas pada 450 Lintang Utara sampai 450 Lintang Selatan, meskipun bermacam-macam spesies Porstermes dapat hidup pada temperatur lebih dingin (harris, 1971) dan dapat hidup di luar garis lintang di atas.
Harris juga mengatakan genera yang ditemui pada survey yang mereka lakukan adalah Mastotermes (Mastotermitidae), Cryptotermes, Kalotermes (Kalotermitidae), Heterotermes, Reticulitermes, Coptotermes (Rhinotermitidae), Microcerotermes, Nasutitermes dan Odontotermes (Termitidae).
Mastotermes darwiniensis hanya hidup terbatas pada daerah tropis Australia. Coptotermes terdapat di Asia Tenggara dan Australia. Genus Kalotermes nampaknya paling signifikan speseisnya sebagai penyebab kerusakan di daerah dari Barat Laut Eropa sampai Turki dan Israel.
Spesies Coptotermes banyak ditemukan di negara-negara Asia dan Australia sampai Hawai, Cina, Selandia Baru, Afrika Barat, Afrika Timur, beberapa negara-negara bagian Utara di Amerika Selatan dan di Barat India dan Bahana.
Termitidae merupakan famili rayap terbesar berdasarkan besarnya yang ditimbulkan dari spesiesnya, ditemukan 4 genera yaitu Microcerotermes, Macrotermes, Odontotermes dan Nasutitermes. Khusus untuk Microcerotermes diversus dapat ditemukan di Afrika Barat, Afrika Timur, dan Afrika Tengah serta Sudan. Nadsutitermes dapat ditemukan di Malaysia, daerah Tropis Australia, daerah tropis Amerika dan Srilangka.

4. Serangga Perusak yang Lain
Dari beberapa hasil survey diperoleh bahwa anggota-anggota Hymenoptera menimbulkan masalah tidak begitu besar pada kayu daripada Coleoptera dan Isoptera. Kerusakan terjadi karena aktivitas semut-semut kayu (Camponotus spp., Formicidae) dan tawon-tawon kayu (Sirex Spp. Dan Urocerus gigas ; Sincidae). Camponotus terdapat di Eropa, Canada, Asia dan Inggris, menyerang kayu daun jarum dimana lebih menyukai kayu awal karena lunak meskipun kadar air minimum kayu tersebut cocok bagi jamur perusak kayu.
Tawon-tawon kayu merupakan hama kayu daun jarum dan menyebar hampir di seluruh permukaan bumi.


Taxonomy and borers WOOD INSECT DISTRIBUTION
Taxonomy of Insects Destroyer Wood
Animal kingdom is divided into several phyla that further subdivided into classes, one of which is the class of insects. Approximately 70-80% of all the animals come from this class, numbering more than a million species. Insects were divided again into thirty or more orders. Although other experts also include several additional orders of Hemiptera (lice-alliance) and Diptera (flies).
However, by and large is usually made based on the results or effects resulting from the attack on the timber that includes forms such as honey comb, wood powder and channels. The form of this attack along with images of other attacks have been used as the basis of determination key for the identification of wood borer insects.

Statistics on Earth Pests
To obtain statistical data about the pests on earth in this case used the key determination made by Cymorek. In this case also the key determinant is used as a reference for identifying insect pests of wood in 17 countries.

1.Dry Wood Beetles
From the data obtained beetles are most often destructive dry wood is Anobium functatum, Hylotrupes bajulus, Lyctus sp., Especially L. brunneus and L. africarnus and Xestobium rufovillosum who are members of the family Anobiidae, Cerambydae and Lyctidae.
For this type of Anobium functatum and Xestobium rufovillosum show widespread in temperate zones where other Anobidae more limited distribution. In northern Europe, Anobium pertinax cause a significant problem that is in France, Ialia, Spain and Portugal. While in Japan, Nicobium hirtum has a wide distribution. Lyctus brunneus spread in North America and is now showing its spread in other parts of the world. Minthea rugicollis shows a very wide spread and attack the wood generally wide leaves.
Hylotrupes bajulus not spread widely, only limited to the area southeast of England.
In tropical countries, the number of species Bostrychid quite a lot, including Bostrycus capucinus (India, Spain), Dinoderus minitus (Australia, India, Japan), Heterobostrychus (Africa) and H.
aequalis (India). Sinoxylon anale is a pest of dry wood in India, although the survey results also attack the fresh wood.
Table 1 below is a wood destroying beetles are common and typical type of material which is attacked, fresh wood and dry wood, hardwood and softwood.

2. Fresh Wood Insect Destroyer
Damage to fresh wood caused by insects, especially family members Cerabribydae, Platypodidae, Scolytidae and few of the species Bostrychidae, Curculionidae, and Lymexylonidae. Lymexylonidae Platypodidae and commonly known as Ambrosia.
In Europe and Canada, the beetle Xyloterus lineatus (= Trypodendron lineatum) causes damage high on wooden needles. Xyloterus other species that are less damaging X. domesticus and X. signathus. In Scandinavia, the species of ips (I. acuminatus and I. typorapus) causes damage to the spruce wood. In Brazil, Xylebros ferrugineus beetles is the biggest pest.
In Europe, Platypus cylindris cause damage to the timber wide leaves. In addition, other members of the genus (P. australis, Australia; P. hintci, Nigeria) attacked the timber in hot temperature areas.
Family Lymexyloridae, Hylecolus dermestoides wide leaves are known to attack wood and wood needles, spread in Europe and Siberia, although in England more attacking wood needles. A similar attack occurred in Europe from the type Lymexylon navale. While the oak in West Africa, who attacked him is Atractocetus brevicornis and A. crassicormis.

3. Attackers Termites Wood Building and exposed timbers
The spread of termites in general is limited at 450 north latitude to 450 south latitude, although the various species Porstermes can live at colder temperatures (harris, 1971) and can live outside in the upper latitudes.
Harris also said genera found in surveys that they do is Mastotermes (Mastotermitidae), Cryptotermes, Kalotermes (Kalotermitidae), Heterotermes, Reticulitermes, Coptotermes (Rhinotermitidae), Microcerotermes, Nasutitermes and Odontotermes (Termitidae).
Mastotermes darwiniensis live only limited to tropical regions of Australia. Coptotermes found in Southeast Asia and Australia. Genus Kalotermes speseisnya seems most significant as a cause of damage in the area of North West Europe through Turkey and Israel.
Coptotermes species are found in countries of Asia and Australia to Hawaii, China, New Zealand, West Africa, East Africa, some countries of northern South America and in Western India and Bahana.
Is the largest termite Termitidae family based on the amount generated from the species, found 4 genera namely Microcerotermes, Macrotermes, Odontotermes and Nasutitermes. Especially for Microcerotermes diversus can be found in West Africa, East Africa, and Central Africa and Sudan. Nadsutitermes can be found in Malaysia, Tropical Australia, tropical America and Sri Lanka.

4. Other Insect Destroyer
From the survey results showed that some members of the Hymenoptera cause problems not so great on wood than Coleoptera and Isoptera. Damage occurs because the activity of wood ants (Camponotus spp., Formicidae) and wood wasps (Sirex Spp. And Urocerus gigas; Sincidae). Camponotus found in Europe, Canada, Asia and Britain, attacking timber in which the needle leaves early prefers wood because despite soft minimum moisture content of wood is suitable for wood destroying fungi.
Wood wasps are pests needle leaf wood and spread almost all over the surface of the earth.

Populasi Serangga Tropis Terancam



Jakarta, Kompas - Kenaikan suhu bumi sebagai dampak perubahan iklim mengancam populasi serangga di kawasan tropis. Perkiraan ilmuwan, menghangatnya suhu bumi pada tahun 2100—naik 5,4 derajat Celsius dari suhu tahun 1990—berisiko buruk bagi banyak spesies serangga.
Kelompok peneliti yang dipimpin Joshua Tewksbury dari Universitas Washington menyebutkan, serangga-serangga tropis lebih sensitif terhadap perubahan suhu dibandingkan dengan serangga yang hidup di kawasan garis lintang lebih tinggi.
Hasil penelitian itu dipublikasikan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences edisi Selasa (6/5). Para peneliti Amerika Serikat menganalisis dampak perubahan suhu bumi tahun 1950-2000 terhadap 38 spesies serangga.
”Beberapa spesies serangga dari kawasan tropis dalam data kami sebagian besar rentan terhadap perubahan suhu. Kondisi iklim di tempat mereka berkembang saat ini mendekati ideal dan kenaikan suhu sedikit saja akan serta-merta menyulitkan mereka,” kata Tewksbury, asisten profesor biologi dari Universitas Washington.
Dampak ikutan berkurangnya spesies serangga diyakini memengaruhi penyerbukan tanaman dan ketersediaan pangan.
Peneliti serangga dari Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Djunijanti Peggie, menyebutkan, serangga tergolong rentan terhadap perubahan suhu. Secara fisik, sebagian besar serangga bertubuh lunak tanpa pelindung kulit yang keras.
 ”Ukuran tubuh atau biomassa kecil menggambarkan kerentanan mereka. Dengan kecenderungan berdarah dingin, serangga-serangga itu sedikit banyak rentan terhadap perubahan suhu sekitar,” kata peraih gelar PhD dari Universitas Cornell, AS, itu.
Menurut peneliti spesialis kupu-kupu itu, iklim tropis seperti di Indonesia saat ini ideal bagi perkembangan berbagai jenis serangga. Berbeda dari serangga di kawasan subtropis, serangga di kawasan tropis berkembang sepanjang tahun karena tipisnya perbedaan suhu antara musim panas dan musim hujan.
”Di kawasan subtropis, sebagian waktu dihabiskan serangga dengan kondisi dorman atau setengah tidur,” katanya. Jumlah jenis kupu-kupu di Indonesia sebanyak 1.600-an menunjukkan kekayaan serangga kawasan tropis.
Tanpa perlindungan
Menurut Tewksbury, ciri khas serangga yang tergolong satwa berdarah dingin adalah sulit bagi mereka untuk menjaga kondisi tubuhnya tetap stabil, misalnya dengan mekanisme berganti bulu atau membentuk mantel pada kulitnya.
”Serangga-serangga itu seperti tidak punya pilihan,” kata Tewksbury.
Menurut perkiraan, mengadaptasi kenaikan suhu bumi, sejumlah jenis serangga akan bermigrasi dan berevolusi dengan iklim yang lebih hangat. Akan tetapi, sebagian yang lain diperkirakan akan mati.
Selain berdampak pada jenis serangga, kenaikan suhu global mengancam lebih dari 20 persen populasi flora dan fauna. Tahun 2100, kenaikan permukaan laut diperkirakan hampir 1 meter, sedangkan jumlah penduduk dunia tahun 2050 sekitar 7,9 miliar jiwa atau estimasi tertingginya 10,9 miliar jiwa (Kompas, 22/4/2006). (AP/BBC/GSA)



Tropical Insect Population Threatened
Jakarta, Kompas - The increase in temperature of the earth as the impact of climate change threaten the population of insects in the tropics. Estimates of scientists, warming the earth's temperature by 2100, rising 5.4 degrees Celsius from the temperature of the 1990's a bad risk for many species of insects.
A group of researchers led by Joshua Tewksbury of the University of Washington says, tropical insects are more sensitive to temperature change compared to insects that live in the area of higher latitudes.
The results were published in the Proceedings of the National Academy of Sciences on Tuesday (6 / 5). U.S. Researchers analyzed the effect of changes in global temperature of 1950-2000 for 38 species of insects.
"Some species of insects from the tropics in our data most susceptible to temperature changes. Climatic conditions in which they developed at this time close to the ideal and the temperature rise just a little will necessarily complicate them, "said Tewksbury, assistant professor of biology at the University of Washington.
Impact of follow-up reduced insect species are believed to affect crop pollination and food availability.
Researchers from the Center for Research Insect Biology Indonesian Institute of Sciences (LIPI), Djunijanti Peggie, said the insects are vulnerable to changes in temperature. Physically, the majority of soft-bodied insects without protective hard skin.
 "The size of the body or small biomass illustrate their vulnerability. With cold-blooded trend, the insects were slightly more susceptible to changes in ambient temperature, "said winning his PhD from Cornell University, USA, that.
According to research specialist butterflies, tropical climate like in Indonesia is ideal for the development of various types of insects. Differ from insects in temperate regions, insects in the tropics to grow throughout the year due to thin the difference in temperature between summer and rainy season.
"In temperate regions, most of the time spent with the dormant insects or half asleep," he said. The number of butterfly species in Indonesia's 1,600 shows wealth tropical insects.

Without protection
According to Tewksbury, typical of insects that are categorized as cold-blooded animals is difficult for them to maintain body condition remained stable, for example by changing the mechanism of forming a coat of fur or skin.
"These insects like no choice," said Tewksbury.
According to estimates, adapting the earth's temperature rise, a number of insect species will migrate and evolve with the warmer climate. However, some others are expected to die.
In addition to impacts on insect species, threatening the global temperature rise more than 20 percent of the population of flora and fauna. 2100, sea level rise is expected to nearly 1 meter, while total world population in 2050 about 7.9 billion people or the highest estimate of 10.9 billion people (Kompas, 22/4/2006). (AP / BBC / GSA)