Cara Memandikan Anjing
Batuk Bukanlah Suatu Penyakit
Batuk dapat di bedakan menjadi dua jenis yaitu batuk akut dan batuk kronis, keduanya di kelompokkan berdasarkan waktu, yaitu:
- Batuk akut yaitu batuk yang di alami setidaknya kurang dari 14 hari, dan dalam satu episode. Bila batuk sudah lebih dari 14 hari atau terjadi dalam 3 episode selama 3 bulan berturut-turut, disebut batuk kronis atau batuk kronis berulang.
- Batuk kronis berulang yang sering menyerang anak-anak adalah karena asma, tuberkolosis (TB) dan pertusis (batuk rejan/batuk 100 hari). Pertusis yaitu batuk kronis yang dikarenakan oleh suatu kuman yakni Bordetella Pertussis. Pertussis dapat dicegah dengan Imunitas DPT.
- Umumnya disebabkan oleh infeksi di saluran pernapasan bagian atas yang merupakan gejala influenza.
- Infeksi saluran pernafasan (ISPA).
- Alergi.
- Tersedak akibat minum susu.
- Menghirup asap rokok dari orang sekitar.
- Benda asing yang masuk kesaluran penafasan.
- Asma atau Tuberculosis.
- Batuk Psikogenik. Batuk ini biasanya di akibatkan karena emosi psikologis.
Penanganan batuk harus di sesuaikan dengan penyebabnya, apakah karena alergi, infeksi visrus atau kelainan fisiologis lain. untuk pertolongan pertama, pemberian obat bebas boleh-boleh saja.
Beberapa zat yang biasanya terdapat dalam obat batuk di antaranya adalah antitusif untuk menekan batuk dan dekongestan (melegakan saluran pernafasan), pengencer lendir atau kombinasi. Dekongestan berfungsi untuk melebarkan saluran pernafasan atas dengan jalan mengurangi oedema (pembengkakan saluran pernafasan di hidung).
Salah satu jenis obat batuk yang sudah populer sejak dulu adalah obat batuk hitam (OBH). Untuk batuk ringan, OBH atau obat batuk putih generik bisa di gunakan, sementara beberapa obat batuk yang di jual bebas sebenarnya tidak di anjurkan untuk anak-anak, khususnya obat batuk yang sudah di tambah dengan berbagai inovasi.
Beberapa obat batuk yang dapat di beli tanpa resep dokter diantaranya yang mengandung:
- Guaifenesin (Cohistan Expectorant, Probat, Bisolvon Extra, Actifed Expectorant dll). Yang harus di ingat adalah jika memimum obat-obatan yang banyak mengandung Guaifenesin adalah di harus minum banyak air.
- Dekongestan seperti Pseudoephedrine ( Disudrin, Actifed Expectorant, Clarinase, Actifed, Triaminic, Rhinos SR dll). Obat-obatan yang banyak mengandung Pseudoephedrine dapat di gunakan untuk menghentikan pilek encer (meler) dan postnasal drip.
Kanker Prostat
Kanker Prostat adalah suatu tumor ganas yang tumbuh di dalam Kelenjar Prostat. Kelenjar Prostat terdapat di bawah kandung kemih pria. Fungsi utama prostat adalah memproduksi cairan yang melindungi dan menyalurkan sperma. Prostat seringkali membesar secara bertahap setelah usia 50 tahun. Pada usia 70 tahun, 80% pria memiliki prostat yang membesar. Banyak pria lansia yang mengalami masalah buang air kecil karena pembesaran prostat (non-kanker). Pada beberapa pria, pembesaran ini diikuti oleh tumbuhnya kanker. Kanker Prostat terjadi ketika sel-sel prostat tumbuh lebih cepat daripada kondisi normal sehingga membentuk benjolan atau tumor yang memiliki keganasan. Kanker ini paling umum pada pria, terutama mereka yang berusia di atas 65 tahun.Penyebab Kanker Prostat:
- Usia yang semakin menua.
- Riwayat keluarga dan faktor keturunan.
- Suku bangsa. ( Pria Asia memiliki risiko lebih rendah dibandingkan pria kulit hitam atau kulit putih.)
- Paparan logam cadmium.
- Air seni yang tidak lancar.
- Penundaan. ( Air seni yang tidak segera keluar disaat anda akan kencing, jadi harus menunggu beberapa saat sebelum anda kencing. )
- Tetesan. ( Sedikit air seni mungkin menetes dan menodai celana dalam Anda tidak lama setelah Anda selesai kencing di toilet. )
- Frekuensi atau Intensitas kencing anda lebih sering dari pada biasanya.
- Urgensi atau anda sering merasakan kebelet kencing dengan tiba-tiba.
- Setiap kali setelah kencing anda masih merasa bahwa kencing anda masih belum tuntas.
- Gejala lain seperti sakit atau air seni berdarah hanya terjadi pada kanker prostat stadium lanjut.
- Memperbaiki keadaan kesehatan umum, Jaga agar berat badan Anda berada pada berat ideal untuk tinggi Anda. Jika Anda menderita obesitas maka temui ahli gizi untuk mengatur diet yang seimbang. Kombinasikan juga dengan kegiatan olahraga.
- Minum banyak air. Air sangatlah esensial untuk kesehatan karena membantu mengurangi racun-racun dari dalam tubuh. Konsumsi air yang ideal setiap hari adalah 6 sampai 8 gelas sehari. Kopi dan teh tidak termasuk dalam konsumsi air.
- Kurangi minum alkohol.
- Makan makanan yang banyak mengandung likopen, contohnya tomat dan buah bit.
- Makan makanan yang mengandung asam lemak omega-3 seperti kacang kedelai dan produknya seperti tofu, atau susu kacang kedelai, salmon, tuna dan sarden.
- Makan makanan yang mengandung beta karoten seperti wortel.
- Kurangi konsumsi daging-dagingan dan lemak.
- Pastikan Anda mendapat cukup asupan selenium dan vitamin E.
- Terakhir, kurangi stres dan depresi. Carilah kesibukan atau olahraga demi membantu menenangkan pikiran.
Tips Membangun Kolam Impian
Baca Juga:
Ikan Olympus Phonix
Kembalinya Si Suara Merdu, Rossa Purnama
Tops Lasido sang pemilik lagu mengungkapkan dirinya yakin dan optimis lagu "Penabur Cinta" ini akan beruntung dengan dinyanyikan Rosa , karena suara yang khas dan merdu. Tops Lasido berharap lagunya bisa diminati masyarakat luas karena lagu ini lebih bagus dari lagu- lagu sebelumnya yang ia ciptakan juga, seperti : Keangkuhan, Dingin, Harta Dan Rurga, dll.
Penasaran dengan lagu dangdut terbaru Rossa Purnama - Penabur Cinta, silahkan anda download disini
Foto hewan hewan yang mampu menyamarkan diri pada lingkungan ( Kamuflase )

Kamuflase yaitu proses penyamaran suatu organisme untuk menyamarkan diri pada lingkungannya. Pada saat kamuflase hewan sangat sulit dicari karena warna mereka sangat mirip pada lingkungannya.
Banyak orang menyamakan arti kamuflase dan mimikri , padahal salah. Sebenarnya mimikri itu bentuk atau warna hewan yang menyerupai makhluk hidup lain.
Proses kamuflase dilakukan hewan pada saat ia terancam dari musuhnya atau memang dari asalnya mereka telah berkamuflase.
Dalam peperangan di masa lampau kamuflase tidak banyak digunakan. Pasukan-pasukan di abad ke-19 cenderung mengenakan warna-warna yang cerah dan berani, serta rancangan-rancangan yang mencolok. Semua ini dimaksudkan untuk membuat lawan kecil hati, meruntuhkan mental dan nyali, menarik rekrut, memperkuat ikatan dalam kesatuan atau mempermudah identifikasi satuan dalam kabut perang.
Berikut foto foto hewan pada saat berkamuflase :

Seekor ngengat pada pohon birch

Belalang

Tokek

Seekor Flounder
Gurita Biru

Update terakhir tanggal 22 Januari 2011
sumber : wikipedia, dailymail, google
Tak Mau Ketinggalan Zaman, Iis Dahlia Gaet Tompi
Pelantun lagu-lagu Melayu lawas ini mengakui karier bermusiknya tak lagi secemerlang dulu lantaran sudah banyak pedangdut muda yang lebih segar dan bisa mengikuti selera pasar.
Iis Dahlia Mimpikan Konser Tunggal Dangdut
Sementara itu, penampilan Titi DJ dalam 'Swara Sang Dewi' benar-benar memukau Iis Dahlia. Pedangdut senior tanah air itu mengaku merasa sangat puas dengan apa yang disajikan dalam konser yang digelar di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Jumat (21/1), tersebut.
Dan hal itu memotivasinya untuk bisa menggelar konser yang sama, konser tunggal dangdut suatu hari nanti.
Tak hanya konser Titi, Iis juga telah berencana untuk menonton konser penyanyi belia bertaraf internasional, Justin Bieber. (poskota-kapanlagi)
Agrobisnis Pertanian Buah Naga
Disadari atau tidak, peluangagrobisnis pertanian selalu terbuka lebar. Mengingat kebutuhan akan produk pertanian akan selau meningkat setiap tahunnya seiring dengan meningkatnya populasi dan kebutuhan penduduk. Jadi, peluang bisnis di sektor ini cukup menjanjikan dan tidak bisa dipandang sebelah mata.
Salah satu peluang agrobisnis pertanian yang cukup menjanjikan adalah agrobisnis buah naga. Buaheksotik ini mulai dilirik oleh pelaku usaha karena harga jualnya yang tinggi, perawatannya yang gampang dan peluang pasar yang masih terbuka lebar.
Cukup banyak peluang agrobisnis pertanian buah naga yang cukup potensial. Diantaranya yaitu; bisnis buah segar, bisnis bibit, pasar ekspor, agrowisata dan bisnis produk olahan.
Bisnis Buah Segar
Bisnis buah naga segar cukup menjanjikan. Permintaan pasar lokal selalu ada setiap harinya, meskipun tidak terlalu besar. Biasanya permintaan akan meningkat menjelang perayaan imlek.
Buah naga oleh masyarakat keturunan (etnis tionghoa) biasanya digunakan sebagai buah persembahan kepada para dewa pada perayaan imlek. Sehingga menjelang perayaan imlek permintaan akan buah naga cendrung meningkat hingga 30 s/d 40% dari biasanya.
Harga buah naga segar juga terhitung cukup mahal, berkisar antara Rp. 24.000,- hingga Rp. 30.000,- per kilogram. Satu kilogram buah nagabiasanya berisi 2-3 buah naga.
Bisnis Bibit
Budidaya buah naga masih tergolong baru di Indonesia. Namun demikian, minat pekebun untuk mengembangkan komoditas ini cukup tinggi. Bahkan mulai meluas ke seluruh wilayah Indonesia. Sayangnya, banyak diantara mereka yang terkendala oleh persediaan bibit.
Ini menunjukkan bahwa peluang agrobisnis pertanian bibit buah naga juga memiliki prospek yang cukup menjanjikan. Tren permintaannya cendrung meningkat setiap tahun. Bibit buah naga juga tidak terbilang murah. Biasanya bibit dihargai per cm ruas batang. Harganya rata-rata Rp. 2.000 s/d Rp. 6.000,- per cm.
Pasar Ekspor
Selain peluang pasar dalam negeri, peluang pasar ekspor juga terbentang luas bagi para pekebun buah naga. Berdasarkan data di internet produksi buah naga taiwan baru mampu memenuhi 30% dari kebutuhan pasar Asia. Ini peluang pasar yang cukup besar untuk dipenuhi. Di samping itu, pasar Eropa dan Amerika juga masih terbuka lebar.
Agrowisata
Tanaman buah naga memiliki perawakan yang cukup unik khas tanaman padang pasir. Tanaman kaktus raksasa ini sangat menarik jika terlihat dalam satu hamparan. Buah yang muncul pada ruas batang dengan warna mencolok, menambah keindahan pada barisan tanaman tersebut.
Selain itu, tanaman ini masih asing di telinga dan mata sebagian orang indonesia. Sehingga sering menimbulkan rasa penasaran dan ingin tahu dari sebagian mereka. Tidak dipungkiri bahwa minat sebagian orang Indonesia masih tergolong besar untuk melakukan studi wisata ke perkebunan buah naga. Sehingga hamparan perkebunan buah naga sangat berpotensi untuk dikembangkan menjadi kawasan agrowisata.
Bisnis Produk Olahan
Peluang agrobisnis buah naga tidak hanya terbatas pada bibit dan buah segar. Masih banyak peluang usaha yang ditawarkan oleh komoditi ini. Diantaranya yang masih jarang dilirik adalah usaha produk olahan dengan bahan dasar buah naga segar. Produk olahan tersebut misalnya sirup, jus buah naga, dan produk lain yang mngkin bisa diciptakan dari buah naga segar.
Nah menarik sekali bukan? Anda tertarik mengembangkan agrobisnis buah naga?
KEUNTUNGAN DARI TANAMAN ROSELA
Berikut ini adalah artikel tentang laba dari tanaman perkebunan rosela, saya mengumpulkannya dan membuat menjadi suatu kliping hasil dari penelusurah oleh mbah google. Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda yang sedang membutuhkan informasi tentang rosela ini. –
Artikel Rosela 1 -
Judul: Rosela Laba di Balik Kesegarannya
Sumber: Trubus
Selama empat tahun Bambang Irwanto bersusah-payah memperbanyak benih rosela asal Sudan. Jerih payah itu kini berbalas manis. Setiap bulan ia berhasil menjual rata-rata 750 kg rosela kering. Dengan harga jual Rp500.000 per kg, setidaknya Rp225-juta mengalir ke rekeningnya setiap bulan. Bambang menjualnya dalam bentuk kemasan berisi 40 g. Harga jual per kemasan di tingkat konsumen Rp20.000 atau Rp500.000 per kg. Ia memasarkan dengan sistem keagenan. Para agen memperoleh diskon 40% dari harga jual. Setelah dikurangi potongan harga agen dan biaya produksi lain, Bambang meraup untung 15% atau Rp75.000 per kg. Dengan jumlah penjualan rata-rata 750 kg rosela kering per bulan, laba bersih yang dikutip Bambang Rp56-juta per bulan.
Meraih pendapatan sebesar itu tak sedikit pun terlintas dalam benak Bambang pada 4 tahun silam. Maklum, ketika itu ia hanya mengenal carcade-sebutan rosela di Timur Tengah-sebagai pelengkap pengobatan. Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai herbalis itu mengenal rosela dari salah seorang kolega di Sudan. Benih asal Sudan itu diperbanyak di lahan 1.000 m2 miliknya di Gunungkidul, Yogyakarta. Laba tinggi Kian bertambahnya pengguna rosela membawa secercah harapan bagi Bambang. Di benaknya lantas terbersit untuk berbisnis rosela. Pada 2005, ia getol mengajak pekebun yang bersedia menanam rosela yang kelak menjadi pemasok.
Dari sekian banyak yang ditemui, Bambang hanya berhasil menghimpun beberapa pekebun karena belum paham budidaya intensif. Padahal berkebun rosela menjanjikan keuntungan menggiurkan. Dari sehektar lahan, pekebun memanen 2-2,5 ton segar. Setelah dikeringkan, diperoleh 200-250 kg. Dengan harga beli di tingkat pekebun Rp175.000- Rp200.000 per kg, pekebun meraup omzet Rp35-juta-Rp50-juta per 6 bulan atau Rp5,8-juta-Rp8,3-juta per bulan. Sedangkan biaya penanaman hanya Rp5-juta/ha/musim tanam atau Rp833.000 per bulan. Artinya, pekebun bisa meraup laba bersih Rp5-juta-Rp7,5-juta per bulan. Keuntungan setinggi itu tentu saja menggiurkan. Akhirnya, hingga 2006, 50 orang pekebun bergabung menjadi plasma dengan areal tanam 100 ha.
Manisnya berbisnis rosela tak hanya dirasakan Bambang. Kus Yulianto, di Yogyakarta, turut mencecap laba dari rosela. Ia memproduksi rosela kering yang diolah menjadi rosela celup. Namun, yang dibudidayakan adalah cranberry. Meski bernama latin sama-Hibiscus sabdarifa-sosok kelopak cranberry berbeda. Bentuk kelopak menyerupai kotak, tidak menguncup seperti rosela yang kerap dibudidayakan di Indonesia. Benih cranberry diperoleh ketika mengunjungi pameran Floriade di Rotterdam, Belanda. Setiap bulan, Kus Yulianto setidaknya menjual 5.000 dus cranberry isi 20 g. Harga per kotak Rp30.000. Total omzet yang diraup mencapai Rp150-juta per bulan. Setelah dikurangi biaya produksi, Kus memperoleh laba bersih Rp50-juta per bulan. Untuk memenuhi kebutuhan produksi, Kus menanam cranberry di lahan 6-7 ha. Lokasi kebun tersebar di Purwodadi dan Trenggalek, Jawa Timur. Menjanjikan Prospek bisnis rosela cukup menjanjikan, kata Bambang. Itu terlihat dari permintaan yang terus melonjak. Bahkan ia terpaksa menepis permintaan seorang pengusaha asal Jakarta yang meminta pasokan 15 ton rosela kering per tahun. Permintaan itu membuat Bambang kewalahan. Kapasitas produksi saya baru 5 ton rosela kering per tahun, katanya. Pada 2007, Bambang berencana menambah kapasitas produksi hingga 15 ton/tahun.
Permintaan rosela celup meningkat dari bulan ke bulan, kata Kus Yulianto. Jumlah permintaan ketika pertama kali memproduksi hanya 500 dus. Bulan berikutnya meningkat menjadi 1.000 dus, 2.000 dus, dan 3.000 dus. Sekarang dibatasi 5.000 dus per bulan, kata pria kelahiran Kediri 40 tahun silam itu. Kus juga terpaksa menolak permintaan dari Jakarta yang meminta 5.000 dus per bulan. Permintaan lain: Bob Sadino (10.000 dus per minggu) dan Yunani (1 kontainer per bulan), juga ditolak. Peluang itulah yang mendorong Kus untuk memperluas penanaman. Awal 2006 ia menambah lahan 10 ha. Medio 2006, bertambah lagi 40 ha. Lokasi kebun meluas ke berbagai daerah seperti Tulungagung, Kediri, Jember, dan Banyuwangi. Harga beli ke pekebun pun melonjak tajam. Pada 2005, harga rosela kering yang semula Rp20.000 per kg, kini Rp100.000. Permintaan impor salah seorang kolega di Arab Saudi juga mendorong KH Abdussalam Masduqie, di Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, untuk menggeluti rosela. Rekan saya minta dikirim 1 kontainer rosela celup per bulan, kata Abdussalam. Pada November 2005, mantan anggota DPRD Jawa Timur itu pun mulai memproduksi rosela celup. Untuk memenuhi pasokan bahan baku, ia menanam rosela di kebun miliknya di Bangil dan Nongkojajar. Anggota famili Malvaceae itu ditumpangsarikan dengan mangga dan apel. Hasil panen kemudian diolah dan dikemas mirip teh celup. Karena baru memulai, ia tidak mengolahnya sendiri tetapi bekerjasama dengan produsen teh celup di Bangil. Rosela celup dikemas dalam dus berisi 25 kantong. Masing-masing kantong berisi 2 g atau setara 50 g per dus. Setiap bulan Abdussalam menjual 800 dus. Dengan harga jual Rp12.500 per dus, omzetnya Rp10-juta per bulan. Dari jumlah itu, laba bersihnya Rp1.500 per dus atau Rp1,2-juta per bulan. Pendapatan saya masih kecil. Jadi hanya untuk sampingan saja, ujarnya. Meski begitu, Abdussalam berencana akan membuat pabrik pengolahan sendiri dan juga memperluas areal tanam rosela. Kendala Berniaga rosela tak selamanya menyegarkan. Keliru dalam pengolahan kerap menjadi batu sandungan. Itu dirasakan betul oleh Kus Yulianto. Pada 2004 ia sempat berhenti menjual rosela dalam bentuk kemasan. Banyak yang komplain. Pengolahan kami belum sempurna, kata Cuk Himawan, rekan kerja Kus Yulianto. Oleh sebab itu, ia bekerjasama dengan Unit Pelaksana Teknis Balai Pengembangan Proses dan Teknologi Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonsesia (UPT BPPTK LIPI), Yogyakarta, untuk memperbaiki teknik pengolahan dan budidaya. Membuka jejaring pasar rosela pun tak semudah membalikkan tangan. Pengetahuan masyarakat yang masih awam tentang rosela membuat pemasaran tersendat. Hendri Sutrisno, ditributor salah satu merek rosela di Jakarta, mesti tekun mengikuti pameran-pameran untuk menciptakan pasar. Pasokan rosela yang terbatas membuat Ir Eri Pramono, produsen rosela di Surabaya, Jawa Timur, lebih memilih impor ketimbang membina plasma. Sulit mengajak pekebun agar menanam rosela karena masih asing. Kecuali bila diiming-imingi keuntungan tinggi, katanya. Oleh sebab itu, Eri mengimpor rosela dari Timur-Tengah. Beragam kerikil tajam itu tak menyurutkan langkah para produsen. Saya yakin, dengan memberi penjelasan kepada konsumen tentang manfaat rosela, peluang pasar akan tetap terbuka, kata Bambang. -
- Artikel Rosela 2 -
- Judul: Dari Ladang hingga Secangkir Rosela
- Sumber: Trubus
Inilah ritual Abdussalam Masduqie menjelang petang. Sambil duduk santai di serambi depan rumah, ia membuka stoples berisi kelopak rosela kering. Tiga kelopak rosela yang dipetik di halaman dimasukkan ke dalam gelas. Ia menyeduhnya dengan air hangat dan menambahkan 2 sendok teh gula. Setelah dingin, teh rosela-sebutan air seduhan rosela-itu ia teguk hingga tandas. Rasa penat setelah seharian beraktivitas pun lepas sudah.
Kebiasaan itu ia lakukan sejak 2002. Kegemarannya menikmati teh rosela bermula ketika mengunjungi sebuah kedai di Hongkong. Di sana ia memesan segelas teh rosela. Saya suka dengan rasa kecut dan aromanya yang segar, katanya. Itulah sebabnya ketika kembali ke tanahair ia menanam rosela di halaman rumah. Bibit rosela diperoleh dari seorang pedagang tanaman hias yang lewat di depan rumahnya di Kersikan, Bangil, Pasuruan, Jawa Timur. Ketika itu si pedagang menjajakan 2 pot kerabat kembang sepatu itu. Ia pun memborong keduanya.
Dari setiap tanaman, Abdussalam memanen 50-100 kelopak rosela. Ia mencuci kelopak hasil panen itu dengan air bersih, lalu membelah dan mengeluarkan bijinya. Kelopak itu kemudian dijemur 3 hari hingga benar-benar kering. Rosela pun siap diseduh dan dinikmati. Begitulah cara Abdussalam mengolah rosela.
Mulanya Abdussalam tak melirik bisnis rosela. Saya hanya mengkonsumsi sendiri, katanya. Namun, lama-kelamaan pesanan mengalir dari rekan-rekannya. Mereka menyukai teh rosela setelah saya suguhi ketika bertamu, kata aktivis sebuah organisasi di Bangil itu.
Sejak itulah Abdussalam menanam rosela di lahan 0,5 ha di dekat rumahnya di Bangil. Benih rosela diperoleh dari biji yang ia kumpulkan. Dengan jarak 1 m x 1 m, total populasi 5.000 tanaman. Bila setiap tanaman menghasilkan 2-3 kg per 6 bulan atau 300-500 g per bulan, total hasil panen mencapai 1,5-2,5 ton per 6 bulan atau 250-400 kg per bulan.
Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku, Abdussalam memesan 100 kg rosela kering dari seorang pemasok di Jawa Tengah. Sayang, maksud hati meraup untung, Abdussalam malah merugi. Dari 100 kg rosela kering yang dipesan, hanya 25 kg yang lolos sortir untuk bahan baku rosela celup. Padahal, harga beli rosela kering itu mencapai Rp100.000 per kg. Artinya, mantan anggota DPRD Kabupaten Pasuruan itu rugi hingga Rp7,5-juta.
Rosela kering dari pemasok itu dikeringkan dengan oven. Namun, kualitasnya tak sesuai harapan. Warna kelopak kecokelatan. Ketika diseduh, air seduhannya pun berwarna sama. Bahkan, rasa kecut yang menjadi khas teh rosela hilang. Sedangkan rosela hasil pengeringan dengan sinar matahari tetap berwarna merah. Begitu juga bila diseduh air panas, warna air seduhan tetap merah dan kecutnya tetap terasa. Sejak itulah Abdussalam enggan mengeringkan rosela dengan oven meski musim hujan sekalipun.
Menurut Ir Eri Pramono, manager pemasaran PT Demaco Indotama, produsen rosela celup di Surabaya, pengeringan dengan oven tak selamanya menghasilkan teh rosela berkualitas jelek. Agar tidak gosong, pengeringan dilakukan bertahap, katanya. Hal senada dilontarkan Kus Yulianto, produsen rosela celup di Sleman, Yogyakarta.
Menurut Dr Astu Unadi MEng, perekayasa Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian, pengeringan dengan oven sah-sah saja dilakukan. Namun, karena rosela mengandung vitamin C, pemanasan tidak boleh lebih dari 100oC agar tidak hilang.
- Artikel 3
- Judul : Cara Mengolah Rosela siap Makan
PENGURUS WANITA ISLAM KAB. HSS DILANTIK
Pelantikan Pengurus Daerah Wanita Islam Kabupaten Hulu Sungai Selatan periode 2011-2014 berlangsung di Pendopo Wakil Bupati HSS, Jum’at (21/1). Pelantikan tersebut di saksikan oleh Wakil Bupati HSS H.Ardiansyah,S.Hut, Ketua Gabungan Organisasi Wanita HSS beserta jajarannya, Ketua Organisasi Wanita se Kab HSS.
Acara diawali dengan pembacaan surat keputusan oleh Sekretaris Pengurus Wilayah Wanita Islam Propinsi Kalsel Hj.Saidah Nafisah. Kemudian dilakukan pelantikan langsung oleh Ketua Umum Wilayah Wanita Islam Propinsi Kalsel Hj.Masriah.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati HSS H.Ardiansyah,S.Hut menyatakan bahwa organisasi wanita sangat berperan dalam mendampingi bapak-bapak karena wanita sangat penting dalam menunjang semangat dan dukungan tugas suami sehingga bisa menjalankan tugas dengan baik dalam upaya membina keluarga.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati berharap kepada Pengurus Daerah Wanita Islam agar dapat melaksanakan amanah sebagaimana kata-kata pelantikan. Dan dengan bertambahnya satu organisasi Wanita Islam akan menambah khasanah baru dalam perkembangan organisasi di HSS. Kemudian Wakil Bupati mengajak agar sama-sama meluruskan niat bahwa organisasi adalah ladang untuk memberikan sumbang sih.
Ketua Umum Wilayah Wanita Islam Propinsi Kalsel Hj.Masriah mengutarakan pelantikam tersebut bertujuan untuk membentuk organisasi muslimah yang beriman dan bertaqwa, memahami dan melaksanakan ajaran islam di dalam kehidupan. Wanita Islam juga ikut mensejahterakan masyarakat Indonesia baik dari segi materi dan juga mendukung peran pemerintah dalam memperbaiki nasib bangsa serta ikut menciptakan Wanita Indonesia yang bermoral, beradab dan terampil. Ketua Umum Wilayah Wanita Islam Propinsi Kalsel mengatakan bahwa Wanita Islam juga mengadakan dakwah keliling dan juga mempunyai Taman Kanak-Kanak. Dikatakannya di lingkup Banjarmasin sudah ada 5 Taman Kanak-Kanak dan nantinya akan bermunculan Taman Kanak-Kanak di Daerah. (siska_hms)
Pengembangan Budidaya Ikan Kerapu di Pulau Belitung
Uji Antibakteri Kitosan dari Kulit Udang Windu (Penaeus monodon) dengan Metode Difusi Cakram Kertas
Muatan positif kitosan diperkirakan dapat berinteraksi dengan permukaan sel bakteri yang bermuatan negatif, sehingga dapat mengganggu pertumbuhan bakteri. Bakteri merupakan mikroorganisme yang dekat dengan kehidupan manusia. Sifat patogen pada beberapa bakteri dapat menyebabkan penyakit pada manusia. Pengujian kemampuan antibakteri kitosan terhadap bakteri patogen Bacillus substilis, Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus, dilakukan dengan mengukur luas zona hambat dan dilanjutkan dengan menentukan KHM (konsentrasi hambat minimum).
Pembuatan kitosan dari kulit udang windu (Penaeus monodon) dilakukan melalui proses demineralisasi menggunakan HCl 1N, deproteinasi menggunakan NaOH 3,5%, depigmentasi menggunakan H2O2 3% dan deasetilasi menggunakan NaOH 50%. Penentuan DD dilakukan dengan analisis FTIR. Dalam pengujian antibakteri ini, kitosan dilarutkan dalam asam asetat, kemudian dilakukan uji antibakteri dengan metode difusi cakram kertas. Zona bening yang terbentuk disekitar cakram diukur diameternya.
Berdasarkan penelitian, kitosan yang dihasilkan mempunyai derajat deasetilasi (DD) sebesar 60,74%. Pengujian antibakteri kitosan memberikan zona hambat (daerah bening), yang menunjukkan bahwa kitosan mempunyai kemampuan sebagai antibakteri. Konsentrasi hambatan minimum (KHM) kitosan terhadap bakteri uji adalah 0,125% dengan luas zona hambat untuk Bacillus substilis, Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus secara berturut-turut adalah 1,5386cm2; 0,1962cm2; 1,6504cm2 dan 1,1876cm2. Perbandingan rata-rata luas zona hambat larutan kitosan 1% terhadap antibiotik tetrasiklin 0,01% pada bakteri Bacillus substilis, Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus berturut-turut adalah 1,6 kali; 0,4 kali; 0,5 kali dan 1,9 kali. Jadi, urutan keefektifan larutan kitosan 1% dalam menghambat pertumbuhan bakteri jika dibandingkan dengan antibiotik tetrasiklin 0,01% secara berturut-turut adalah Staphylococcus aureus, Bacillus substilis, Pseudomonas aeruginosa dan Escherichia coli.





