Teknologi Ozon Alternatif Pengawetan Makanan yang Aman


 sumber : http://www.lipi.go.id/www.cgi?berita&1174722813&

Di pos tanggal : 26-03-2007



Teknologi ozon sebagai pengawet makanan yang aman akan segera diperkenalkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ke masyarakat. Teknologi ini merupakan alternatif untuk menggantikan penggunaan pengawet makanan berbahaya yang selama ini masih banyak digunakan.

"Teknologi ini dapat menggantikan pemakaian formalin yang membahayakan kesehatan namun sampai sekarang masih banyak dipakai masyarakat untuk mengawetkan makanan," kata Peneliti LIPI dari Pusat Penelitian Kalibrasi, Instrumentasi, dan Metrologi Dr. Anto Tri Sugiharto, dalam siaran pers LIPI, Kamis (15/3).

Dalam aplikasinya, lanjut Dr. Anto, ozon merupakan zat aktif yang jika bereaksi dapat membunuh bakteri. Teknologi ozon yang dikembangkannya menggunakan metode pengolahan sterilisasi dengan menggunakan air berozon. Teknologi ozon mulai dikembangkan Dr. Anto pada 2005 dan telah diujicobakan untuk mengawetkan tomat pascapanen di Balai Penelitian Sayuran Departemen Pertanian di Lembang, Bandung pada 2006.

"Deptan punya masalah dengan sayuran pascapanen yang masih banyak mengandung peptisida dan cepat busuk karena mengandung bakteri," katanya. Dengan menggunakan teknologi ini, tomat dicuci dan disemprot sehingga bakterinya terbunuh dan pestisidanya luruh. Hasil tomatnya bersih dan bisa awet sampai kira-kira tiga minggu.

Menurut dia, teknologi ozon tidak menimbulkan efek negatif seperti formalin karena langsung dapat berubah menjadi oksigen. Dengan demikian, tidak ada zat yang tertinggal di makanan sehingga tidak memiliki efek samping dan aman.

Batan: Nuklir dan Radiasi untuk Kehidupan

Diambil dari: Kompas.com (23 Februari 2009)

JAKARTA, SENIN — Kepala Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi Badan Tenaga Atom Nasional (Batan) Dr Zainal Abidin, Dipl Geo, mengajak masyarakat untuk tidak selalu berpikiran negatif mengenai teknologi nuklir. Hal tersebut disampaikannya saat konferensi pers di sela-sela acara workshop Biofertilizer for Sustainable Agriculture yang dihadiri oleh perwakilan 9 negara anggota Forum Nuclear Cooperation in Asia (FNCA), Jakarta, Senin (23/02).
Menurutnya teknologi nuklir dan radiasi bisa menjadi sangat bermanfaat jika digunakan untuk kehidupan manusia. Sebagai contohnya, ia mengatakan bahwa Batan pada saat ini telah berhasil mengembangkan pemanfaatan teknologi nuklir dan radiasi di bidang pangan dan kesehatan.
"Untuk di bidang pangan di antaranya kita telah berhasil mengembangkan biofertilizer dan pengawetan pangan dengan memanfaatkan radiasi," ujar Zainal. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa pada intinya teknologi radiasi tersebut digunakan untuk membunuh bakteri-bakteri yang tidak berguna.
"Untuk mengembangkan biofertilizer kita gunakan radiasi untuk memilih mikroba unggul yang diperlukan. Sementara itu, kita gunakan radiasi untuk mematikan bakteri-bakteri pembusuk seperti salmonela," ucap Zainal. Ia berpendapat bahwa penggunaan teknologi radiasi lebih efektif dan aman untuk lingkungan dibandingkan dengan produk kimiawi.
"Sifat dari radiasisasi ini tidak menempel di makanan, radiasi ini hanya lewat seperti sinar untuk membunuh bakteri," jelasnya.
Ia mengatakan bahwa pihaknya telah berhasil melakukan percobaan pengawetan makanan siap saji ikan pepes dan rendang selama satu tahun. Dari hasil penelitian, ternyata ikan pepes dan rendang yang setelah satu tahun disimpan masih layak dikonsumsi.
"Kita bahkan pernah mengirimkan produk rendang ini waktu terjadi tsunami di Aceh," ujar Zainal.
Sementara itu, di bidang medis, menurutnya, teknologi radiasi ini sudah banyak digunakan untuk membuat pembalut luka kulit dan bakar dan juga untuk pembalut bedah plastik. Teknologi radiasi juga telah dimanfaatkan dalam membuat tulang steril untuk implantasi tulang.
Penulis: C3-09

Yuk, Cicipi Telur 1000 Tahun Buatan Lokal

Diambil dari: Detik.com (Selasa, 9 Juni 2009)
Oleh: Devita Sari

Jakarta - Telur Phitan alias telur 1000 tahun asal negeri China ini sering digunakan sebagai pelengkap hidangan bubur atau salad. Warnanya yang hitam transparan sungguh unik dengan bau dan tekstur khas kenyal seperti jelly. Buat penggemar telur ini, kini ada phitan buatan lokal yang bisa dinikmati dengan harga yang lebih terjangkau. Mau?

Asal telur phitan inii diperkirakan dari negeri Cina. Telur ini memang unik tidak seperti telur biasa pada umumnya. Warnanya yang hitam transparan dengan tekstur seperti jelly tersebut memiliki masa kadaluarsa yang lumayan lama yaitu sekitar 3 tahun. Sehingga di China, Taiwan, maupun Hong Kong telur phitan sering disebut sebagai 1000 years egg (telur 1000 tahun).

Telur phitan sendiri sebenarnya berasal dari telur bebek. Telur ini kemudian mengalami proses pengawetan yaitu dengan berbagai macam campuran rempah sekitar kurang lebih 100 hari. Proses pengawetan yang cukup lama membuat telur matang secara alami dan dapat langsung dikonsumsi. Dalam masa proses pengawetan yang lama tersebut warna telur berubah menjadi hitam, putih telurnya menjadi bening dan teksturnya kenyal seperti jelly. Rasanya kenyal-kenyal lembut dan enak!

Biasanya telur phitan banyak digunakan sebagai pelengkap berbagai hidangan seperti bubur, campuran salad, dan berbagai hidangan chinesse food. Bahkan bagi masyarakat China telur ini diyakini bisa membuat badan sehat dan bebas dari berbagai macam penyakit.

Kini di Mabar, Medan telur phitan ternyata sudah bisa dihasilkan sendiri nyaris seperti telur phitan dari negeri asalnya. Telur ini dijual dalam kemasan berisi 10 butir telur dalam keadaan siap dikonsumsi.

Sebutir telur phitan dihargai Rp 20.000,00. Hmm... harga yang cukup pantas rasanya mengingat proses pembuatannya yang cukup rumit dan lama. Nah, buat penyuka telur phitan rasanya bolelah mencoba telur phitan made in Medan ini!
( dev / Odi )

Pembungkus yang Mengawetkan

Pembungkus sekaligus berfungsi mengawetkan makanan olahan dari Institut Pertanian Bogor ini menginovasi sistem pengawetan konvensional. Bahan pengawet kimia ataupun nonkimia tak perlu lagi dilarutkan ke dalam makanan hingga bisa terakumulasi ke tubuh kita. 
Inovasi ini muncul karena konsumen makin menghendaki makanan sehat tanpa zat aditif,” kata Endang Warsiki, dosen dan periset pada Departemen Teknologi Industri Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB), Kamis (29/7).
Selama tiga tahun terakhir ini, Endang mengembangkan riset itu bersama Titi Candra Sunarti (Departemen Teknologi Industri Pertanian IPB) dan Rizal Damanik (Departemen Gizi Masyarakat IPB). Inovasi pembungkus yang sekaligus mengawetkan itu disebut sebagai Kemasan AM (Antimikroba).
”Kemasan AM pada prinsipnya menghambat pertumbuhan mikroba pada lapisan makanan paling luar,” kata Endang.
Pengamanan makanan pada lapisan luar dengan Kemasan AM punya alasan tersendiri. Endang membuktikannya dengan membelah butir bakso basi dan mengandung mikroba (kapang atau bakteri) yang bisa mengakibatkan sakit pencernaan. Bakso basi itu ternyata hanya pada lapisan permukaan. Di bagian dalam masih sempurna.

Agen antimikroba
Fungsi mengawetkan pada Kemasan AM tidak terlepas dari kinerja agen antimikroba. Endang mengambil zat aktif agen antimikroba dari bahan-bahan alami yang mudah didapat, antara lain kunyit, daun sirih, dan bawang putih. Ketiganya agen antimikroba yang telah teruji.
”Kunyit terbukti bisa membuat makanan olahan tahan lama. Kita biasa menemui masakan padang yang bisa tahan lama itu karena banyak mengandung kunyit,” kata Endang.
Selebihnya, daun sirih kerap dipakai untuk berkumur, membunuh kuman atau mikroba di dalam mulut. Bawang putih juga memiliki zat aktif yang menghambat pertumbuhan mikroba.
Agen-agen antimikroba itulah yang kemudian dilekatkan pada bahan pembungkus Kemasan AM. Kemasan AM menggunakan bahan pembungkus dari bubuk kitosan.
Kitosan merupakan bahan tepung yang dimurnikan dari cangkang udang atau rajungan dengan metode tersendiri. Kitosan inilah yang kemudian dibuat menjadi lembaran seperti lembaran plastik.
Cara membuat lembaran kitosan itu sederhana. Larutkan kitosan ke dalam air. Campurkan ke dalamnya asam asetat atau asam cuka kandungan 1 persen. Penghomogenan atau metode pencampuradukan larutan kitosan dengan asam asetat dilakukan selama 10 menit.
Setelah tercampur dengan baik, atau homogen, segera dipanaskan. Tidak dibutuhkan api besar untuk memanaskannya karena suhu yang diinginkan hanya 50 derajat celsius selama 60 menit atau satu jam.
Setelah pemanasan, campurkan larutan gliserol 0,5 persen. Gliserol memiliki bahan dasar minyak sawit sehingga aman dikonsumsi. Pada akhirnya, semua bahan yang digunakan memang aman untuk dikonsumsi.
Larutan kitosan, asam asetat, dan gliserol akhirnya sudah menjadi larutan film. Film itu lapisan tipis seperti plastik.
Dinginkan larutan tersebut selama 24 jam. Setelah itu, larutan kental siap dituangkan ke atas permukaan rata, misalnya kaca. Tujuannya untuk membentuk lembaran yang akan digunakan sebagai pembungkus makanan.
Setelah larutan dituangkan di atas permukaan kaca, segera keringkan. Pengeringannya lebih baik menggunakan oven dengan pengaturan suhu 40 derajat celsius selama beberapa menit hingga terlihat menjadi lembaran yang kering dan kuat. Jadilah Kemasan AM.

Zona bening
Lembaran yang kemudian disebut Kemasan AM ini diuji dan menghasilkan zona bening. Caranya, sepotong Kemasan AM diletakkan di atas cawan petri yang sudah ditebari inokulum bakteri. Selama 48 jam dibiarkan. Kemudian terjadilah penyingkiran jasad renik tersebut.
”Zona bening dimaksudkan sebagai area Kemasan AM dan sekelilingnya yang bening atau tidak terdapat bakteri,” ujar Endang.
Uji coba memperoleh zona bening sekaligus menunjukkan Kemasan AM efektif menghalau atau menghambat mikroba. Jika produk makanan kemudian dibungkus dengan Kemasan AM, mikroba pun tak bisa menembus kemasan ini.
Bakso ikan kemudian digunakan untuk uji coba pengemasan dengan cara lain. Caranya larutan berisi kitosan, asam asetat, gliserol, dan agen antimikroba (kunyit, daun sirih, atau bawang putih), tidak perlu dijadikan sebagai lembaran. Larutan tersebut cukup sebagai cairan kental yang akan berfungsi melapisi bakso ikan.
”Bakso ikan tinggal dicelupkan ke dalam larutan selama lima menit,” kata Endang.
Hasilnya kemudian dibandingkan dengan bakso ikan biasa. Menurut Endang, pada suhu refrigerator atau pendingin sampai 5 derajat celsius, bakso ikan biasa tidak bisa bertahan lebih dari 21 hari, sedangkan bakso ikan yang dilapisi larutan antimikroba itu bisa bertahan dan masih enak dikonsumsi lebih dari 21 hari.
”Jika diuji coba pada suhu ruang atau sekitar 27 derajat celsius, bakso ikan biasa hanya tahan sampai 1,5 hari, sedangkan bakso ikan dilapisi dengan larutan antimikroba dua kali lipat lebih tahan lama,” kata Endang.
Endang beserta rekan-rekannya belum berencana mematenkan metode pengawetan dengan Kemasan AM ini. Industri yang ingin mengaplikasikannya, menurut Endang, harus mengejar nilai keekonomisannya.
”Kalau menggunakan kitosan, masih belum bisa ekonomis. Jatuhnya akan mahal,” kata Endang.
Salah satu cara mencapai nilai keekonomisan dengan cara melekatkan larutan antimikroba ke dalam produk kemasan konvensional, seperti plastik atau kertas. Makanan olahan yang ingin dibungkus tidak perlu lagi ditambah zat pengawet.
Konsumen pun lebih tenang mengonsumsinya. Tidak ada lagi risiko mengakumulasikan bahan pengawet di dalam tubuh kita.

Sumber: Nawa Tunggal, Kompas.com (30 Juli 2010)

Kenapa Harus Pakai Zat Aditif dan Pengawet?

Jakarta, Hampir semua produk industri masa kini tidak ada yang bebas dari zat aditif (tambahan) dan zat pengawet. Keduanya telah digunakan dalam industri makanan, obat dan kosmetik selama ratusan tahun. Kenapa zat-zat ini harus dipakai?
            Badan Kesehatan Dunia (WHO), Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), Badan Pengawas Makanan dan Obat AS atau Food and Drug Administration (FDA) dan Komisi Pangan Eropa atau European Commission's Scientific Committee on Food telah menjadi rujukan dunia bagaimana menggunakan zat aditif dan pengawet dalam industri.
            Seperti dilansir dari FDA, Selasa (12/10/2010) zat aditif didefinisikan sebagai zat yang digunakan secara wajar untuk mempengaruhi karakteristik setiap makanan yang dilakukan baik langsung maupun tak langsung. Tujuannya kebanyakan untuk menambah rasa.
            Zat aditif biasanya ditambahkan pada makanan. Bisa secara langsung pada makanannya atau tidak langsung seperti dalam proses pengolahan, pengemasan atau penyimpanan. Sedangkan zat pengawet adalah salah satu zat aditif yang tentu saja dipakai untuk membuat suatu produk tidak cepat rusak karena gangguan jamur, bakteri atau mikroba lainnya.
            Zat aditif dan pengawet saat ini awalnya bersumber dari alam. Garam misalnya telah digunakan sebagai pengawet selama berabad-abad. Garam menurunkan aktivitas air dalam daging dan makanan lain serta menghambat pertumbuhan bakteri. Yang menjadi fokus dalam pengawetan adalah produk tetap kering dan tidak lembab karena kelebihan air dalam produk dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri, dan jamur.
            Selain garam yang sering digunakan sebagai pengawet adalah asam seperti cuka yang bisa menurunkan pH makanan ke tingkat yang menghambat pertumbuhan bakteri. Beberapa tumbuhan dan rempah-rempah seperti kari, kayu manis dan cabai juga mengandung antioksidan dan dapat memberikan efek bakterisida. Tapi karena kebutuhannya yang semakin massal zat-zat dari alam itu akhirnya disentesis melalui proses kimiawi.
            Alasan kenapa zat aditif dan pengawet selalu digunakan dalam banyak produk adalah karena untuk menjaga konsistensi dan kualitas produk, meningkatkan atau mempertahankan nilai gizi, mempertahankan kegunaan, mengontrol pH, meningkatkan rasa atau memberikan warna.
            Zat aditif dan pengawet yang digunakan industri saat ini dikelompokkan ke dalam:
1. Kelompok Antimikroba (Antimicrobial agents)

            Tujuannya mencegah pembusukan makanan oleh jamur atau mikroorganisme. Jangkauannya tidak hanya cuka dan garam, tetapi juga senyawa seperti asam kalsium propionat dan sorbat. Produk ini digunakan untuk makanan yang dipanggang, salad, keju, margarin, dan makanan acar.
2. Antioksidan (Antioxidants)
            Tujuannya mencegah tengik pada makanan yang mengandung lemak dan mencegah kerusakan makanan yang disebabkan oleh oksigen. Contoh antioksidan adalah vitamin C, vitamin E, BHA, BHT (butil hydroxytolene) dan gallate propil.
3. Warna tiruan

            Tujuannya  untuk membuat makanan lebih menarik dan menyediakan makanan tertentu dengan warna untuk rasa tertentu misalnya, merah untuk buah ceri, hijau untuk zat kapur.
4. Rasa buatan
            Paling banyak digunakan untuk zat aditif karena fungsinya untuk membuat rasa makanan lebih baik dan enak serta memberikan rasa tertentu. Contohnya adalah garam, gula dan vanili, yang digunakan untuk melengkapi rasa makanan tertentu.
            Sedangkan bahan sintetik untuk rasa seperti benzaldehida digunakan untuk ceri atau rasa almond, monosodium glutamat (MSG) untuk meningkatkan rasa dari senyawa lain dalam makanan.
5. Zat pemutih makanan
            Contohnya adalah peroksida yang digunakan untuk memutihkan makanan seperti tepung terigu dan keju.
7. Kelompok Chelating
            Digunakan untuk mencegah perubahan warna, perubahan rasa dan rasa tengik yang mungkin terjadi selama pengolahan makanan. Contohnya adalah asam sitrat, asam malat dan asam tartrat.
8. Gizi tambahan
            Termasuk vitamin dan mineral yang ditambahkan pada makanan dalam proses fortifikasi. Sebagai contoh, susu diperkaya dengan vitamin D dan beras diperkaya dengan thiamin, riboflavin dan niacin.

9. Kelompok Thickening and stabilizing
            Berfungsi untuk mengubah tekstur makanan. Contohnya lesitin emulsifier yang mencampur minyak dan cuka dalam salad, serta carrageen yang digunakan sebagai pengental dalam es krim dan jeli rendah kalori.


Sebaiknya Anda juga mengetahui beberapa bahan pengawet kimia yang sering digunakan untuk makanan adalah:

  1. Sodium benzoat, pengawet ini berfungsi mencegah pertumbuhan jamur dan bakteri dalam makanan. Biasanya terdapat dalam buah atau bumbu di dalam makanan yang berbentuk bubuk putih seperti garam tapi tidak memiliki bau.

  2. Sodium nitrit, pengawet ini berfungsi mencegah produksi bakteri dalam jenis daging tertentu sehingga daging terlihat lebih merah atau pink dan tidak cepat berubah warna menjadi coklat. Pengawet ini berbentuk serbuk berwarna kekuningan.

  3. Kalium (pottasium) sorbate, pengawet ini berfungsi menahan produksi ragi dan jamur dalam makanan. Biasa digunakan dalam pembuatan roti, kue, pie, keju, mayonnaise atau bisa juga di dalam minuman.

  4. Natrium sorbate, pengawet ini berfungsi menghentikan produksi bakteri, kapang dan jamur serta membantu menghilangkan rasa dan bau tidak enak dalam makanan. Biasa digunakan dalam minuman anggur, keju dan saus.

  5. Sulfur (belerang) dioksida, pengawet ini berbentuk bubuk yang bila dilarutkan dalam air dapat menghentikan proses pemasakan buah, mengubah susunan kimiawi yang dapat mengubah rasa dari buah. Biasanya ditemukan dalam anggur, cuka dan beberapa jenis jus buah seperti jus jeruk atau jus apel.



            Beberapa bahan pengawet lainnya juga ada yang ditambahkan di dalam makanan seperti asam benzoat, asam propionat, asam sorbat, etil p-hidroksi benzoat, kalium benzoat, kalium bisulfit, kalsium benzoit, kalsium sorbat, metil p-hidroksi benzoit, natrium bisulfit, natrium meta bisulfit, natrium nitrat, natrium nitrit, natrium propionat, natrium sulfit, propil p-hidroksi benzoit, kalium, nisin, kalium nitrat, kalium nitrit dan kalium propionat.
            Bahan pengawet ini umumnya aman selama tidak dikonsumsi melebihi ambang batasnya. Jika penggunaannya melebihi ambang batas, maka bisa menimbulkan efek samping yang dapat merusak makanan tersebut atau berbahaya jika dikonsumsi oleh manusia.
            Batas maksimum yang dapat ditolerir oleh tubuh disebut dengan ADI (Acceptable Daily Intake) yaitu jumlah bahan tambahan makanan yang dapat dikonsumsi setiap hari dan bisa dicerna sehingga tidak menimbulkan risiko kesehatan.
(ver/ir)
Sumber: Vera Farah Bararah, Detik.com (Selasa, 12 Oktober 2010)



Menjaga Kembang Taman dari Hujan / Keeping the Flower Garden of the Rain


Menjaga Kembang Taman dari Hujan

ilustrasi
ilustrasi
MUSIM hujan ternyata bisa menyebabkan tanaman mati. So, jangan biarkan hujan merusak tanaman di taman rumah Anda.

Penghujan merupakan musim yang patut diwaspadai bagi tanaman indoor maupun outdoor. Mengapa? Sebab musim hujan bisa membikin tanaman bisa cepat mati. Hal ini disebabkan kondisi lembab yang ditimbulkan musim hujan tersebut.


Yang jelas kelembaban mikro di sekitar tanaman makin meninggi. Akibatnya tanaman rentan ditumbuhi jamur dan bakteri. Bagaimana cara merawat tanaman ini selama musim penghujan?
Selama musim hujan, tanaman harus sering dipangkasi. Pemangkasan daun ini berfungsi untuk mengurangi kelembaban maikro di dalam tanaman. Seperti apa daun yang perlu dipangkas? Daun yang wajib dipangkas adalah yang jadi penyebab kelembaban berlebih di sekitar batang tanaman.


Kebanyakan jenis tabulampot yang berdaun lebat wajib mengalami proses pemangkasan. Daun yang dipangkas adalah daun muda atau susu yang tumbuh mengarah ke dalam batang tanaman. Orang Jawa lazim menyebutnya dengan istilah tunas wiwilan. Karena jadi penyebab kelembaban tinggi pada tanaman, tunas ini sebaiknya dipotong saja. Tunas ini pun dalam tanaman jarang kebagian sinar matahari. Sehingga proses berganti dengan cepat. Apalagi kalau hujannya tidak rutin.


Nah, fungsi Dolomit adalah menyetabilkan pH tanah sehingga akar tanaman tetap mudah menyerap hara.


Pemberian Dolomit ini cukup mudah. Untuk tanaman yang berada di dalam pot berdiameter 40 s/d 50 cm, pemberian Dolomit cukup 5 sendok makan dengan cara ditebar di sekitar permukaan tanah. Paling cocok ditebar saat awal-awal musim hujan. Dengan Dolomit, daun tanaman terhindar dari pembusukan. Pembusukan daun ditandai dengan warna menguning lalu coklat kering.
Media ini memiliki kelebihan mampu menahan air dan pH-nya tidak gampang turun.
Saat hujan itu, media perlu dikurangi sedikit saja. Contoh kasus pada pot anggrek. Bila mengunakan media arang, maka jumlah arangnya harus dikurangi saat penghujan. Bila akar anggrek belum membelit arang, sebaiknya diambil arang tersebut.



Hal ini untuk menghindari pembusukan pada akar dan batang anggrek. Baru saat musim kemarau, arang bisa ditambahi lagi. Inilah perbedaan perawatan musim hujan antara tanaman indoor yang bermedia bukan tanah.

Tip ketiga adalah memberikan pupuk NPK. Pupuk ini cukup mudah pemakaiannya. Caranya dipendam di dalam media tanam sejauh 15 cm dari batang tanaman. Saat terkena air hujan, pupuk ini akan larut dengan sendirinya di dalam tanah. Jika pemberian dilakukan saat kemarou, maka pupuk ini horus dilarutkon dolam air dulu, lalu disiramkan di sekitar akar.

Tip keempat adalah penyemprolan fungisida. Penyemprotan fungisida ini bisa dicampur dengan insektisida.

Untuk menghindarkan penyemprolan yang sia-sia, lihat kondisi cuaca terlebih dahulu. Bila hari ini hujan dan besok tidak, mako besok paling baik menyemprotkan kedua bahan tadi. Atau bila pagi hari ini cerah, maka bahan tersebut bisa disemprotkan. Obat ini akan mengering dan melapisi tanaman dalam waktu 2-3 jam setelah semprot.

Penyemprotan paling bagus dilakukan seminggu 2 kali. Efektif penyemprotan dilakukan pagi dan sore. Pagi antara pukul 06.00 s/d 08.00. Karena saat pagi hari stomata terbuka lebar dan serangga lagi aktif menyerang sehingga tepat pada sasaran. Usahakan menggunakan spray kecil dan semprot pada permukaan daun bagian bawah karena merupakan tempat sarang hama.

Tip kelima adalah melakukan penggemburan dan penyiangan pada tanah. Tanaman outdoor yang memakai media tanah harus digemburkan. Hal ini berfungsi untuk memperbaiki sifat fisik tanah terutama memperbaiki porositasnya.

Tip keenam adalah menempatkan pot tersebut lebih tinggi dari tanah. Fungsinya agar terhindar dari genangan air. Beberapa kota atau lahan di rumah Anda, pastinya akan terkena banjir atau tergenang air sebagian. Pot yang tergenang akan membuat tanah selalu lembab, hal ini fatal untuk akar karena bisa membusuk. Cara paling mudah adalah menempatkan pot pada pilar atau rak.

sumber: agrobis dan zonaberita.com
 

Keeping the Flower Garden of the Rain 

SEASON rain could actually cause plants to die. So, do not let the rain ruin the plants in your garden.
Rainy season is that warrant concern for indoor and outdoor plants.Why? 
For the rainy season can make the plant can die quickly.This is due to damp conditions caused by the rainy season.

What is clear micro humidity around the plants increasingly rising.As a result, susceptible plants overgrown with fungi and bacteria.How do I treat this plant during the rainy season?
During the rainy season, plants must often dipangkasi. 
Trimming leaves serves to reduce the humidity in the plant maikro. What kind of leaves that need to be trimmed? Leaves that must be trimmed is a cause of excess moisture around the stems of plants.

Most species of leafy tabulampot must undergo a process of pruning. 
Leaves are trimmed or milk is the young leaves that grow in the stems leading to plant. People have called common Java wiwilan shoots. Because of high humidity cause in plants, these shoots should be cut only. These shoots in plants rarely gets any sun. So the process of change quickly. Especially if the rain is not routine.

Well, the function is to stabilize the soil pH Dolomite so easy to keep plant roots to absorb nutrients.
Giving Dolomite is quite easy. 
For plants that are in pots with diameter of 40 to 50 cm, providing enough Dolomite 5 tablespoons with how spread around the surface of the soil. Best suited stocked at the beginning of the rainy season. With Dolomite, the leaves of plants protected from decay. Decaying leaves marked with yellow and brown color of dry.

This media has advantages capable of holding water and the pH was not easy to go down.
When it rains, the media needs to be reduced slightly. 
Examples of cases in potted orchids. When using charcoal media, then the number of ashes are to be reduced when rainy. When the roots have not twisted orchid charcoal, the charcoal should be taken.

This is to prevent decay on the roots and stems of orchids. 
New during the dry season, could add more charcoal. This is the rainy season treatment difference between indoor plants are not the land of media.

The third tip is to deliver fertilizer NPK. 
Fertilizer is quite easy to use. The trick buried in the planting medium as far as 15 cm from the stem of the plant. When exposed to rain, this fertilizer will dissolve by itself in the soil. If the administration do when kemarou, the fertilizer is Horus dilarutkon dolam water first, then poured around the roots.
The fourth tip is penyemprolan fungicide. 
Spraying fungicides can be mixed with insecticide.

To avoid a futile penyemprolan, see the weather conditions first.When the rain today and tomorrow, tomorrow mako best material was the second spraying. 
Or when the morning is sunny, then these materials can be sprayed. This medicine will dry out and coat the plants within 2-3 hours after spray.
Spraying is best carried out 2 times a week. 
Effective spraying carried out in the morning and afternoon. Morning between 06.00 until 08.00. Because in the morning stomata wide open and active insect attack again, so right on target. Try using a small spray and spray on the leaf surface of the bottom because it is a place of dwelling insect pests.

The fifth tip is to do penggemburan and weeding the soil. 
Outdoor plants that use soil media should digemburkan. This serves to improve soil physical properties, especially improving the porosity.

The sixth tip is to place the pots was higher than the ground. 
Its function is to avoid the puddles. Some city or area in your home, will certainly be flooded or partially flooded. The stagnant pot will make the soil is always moist, this is because it can be fatal to root rot. The easiest way is to put the pot on the pillar or shelf. 

source: agrobis and zonaberita.com


Lerniasis (penyakit Ikan)

Lerniasis

Penyebab : Lemaeae cyprinaceae dan L. arcuata
Bio — Ekologi :
• Parasit ini dikenal sebagai cacing jangkar (anchor worm).
• Menempel ke tubuh ikan dengan "jangkar" yang menusuk dan berkembang di bawah kulit.
• Badan parasit dilengkapi dengan dua buah kantung telur akan terlihat menggantung di luar tubuh ikan.
• Hampir semua jenis ikan air tawar rentan terhadap infeksi parasit ini, terutama yang berukuran benih.
• Pada tingkat infeksi yang tinggi dapat mengakibatkan kasus kematian yang serius.

Gejala Klinis :
• Terlihat menyerupai panah yang menusuk tubuh ikan. Terkadang pada tubuh parasit ditumbuhi lumut sehingga ikan yang terinfeksi terlihat seperti membawa bendera hijau
• Terjadi luka atau pendarahan pada lokasi tempat penempelannya. Pada benih ikan dalamnya tusukan bisa mencapai organ dalam sehingga dapat mengakibatkan kematian
Diagnosa :
• Secara visual terlihat adanya parasit yang menempel pada tubuh ikan
Pengendalian :
• Pengendapan dan penyaringan air masuk.
• Pemusnahan ikan yang terinfeksi dan pengeringan dasar kolam yang diikuti dengan pengapuran.
• Perendaman dengan :
✓ Larutan formalin pada 250 ppm selama 15 menit.
✓ Larutan Abate pada dosis 1 ppm (akuarium) dan 1,5 ppm (kolam)
✓ Larutan Dichlorvos 0,2 mg/L selama 24 jam atau lebih, setiap minggu selama 4 minggu berturut-turut

sumber : Kementerian Kelautan dan Perikanan, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, Direktorat Kesehatan Ikan dan Lingkungan, 2010

Ikan Olympus Phonix dan Cara Pemeliharaannya

Olympus Phonix merupakan hasil persilangan antara spesien ikan, yaitu Paratheraps synspillum dengan Olympus. Ikan Olympus sendiri merupakan hasil persilangan antar spesies, yaitu antara Amphilopus citrinellum dengan Parachromis managuense.
Olympus Phonix memiliki warna yang sangat mengagumkan, ikan ini juga banyak memiliki kelebihan dibandingkan ikan hibrida lain. Karena coraknya yang sangat bervariasi, sehingga tampil menawan, relative tahan terhadap penyakit dan juga lebih mudah dalam perawatannya. Dengan kelebihan tersebut, ikan ini akan cepat mendapat perhatian dan menarik minat hobiis ikan hias air tawar untuk memeliharaannya.

Untuk pemeliharaan Olympus Phonix tidaklah sulit. Yang dibutuhkan adalah kasih sayang dan kesabaran, karena ikan Olympus Phonix perlu mendapatkan sentuhan pemeliharaan. Jika kita memeliharanya di akuarium, sebaiknya disesuaikan dengan jumlah ikan. Ukuran ideal akuarium yang dibutuhkan antara lain 60x30x40 cm, 80x40x45 cm, 100x40x50 cm, 150x50x50 cm, atau 200x50x50 cm.

Air untuk pemeliharaan di akuarium, bisa diambil dari sumur PDAM. Untuk menjaga kualitas air akuarium, air terlebih dahulu harus diendapkan dalam bak penampungan selama minimal 24 jam dan diberi aerator. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kandungan O2  dan memecah CO2, untuk mengurangi kandungan kaporit dalam air, kita bisa menggunakan natrium trisulfat.

Pakan ikan Olympus Phonix sebaiknya diberikan dua kali setip hari, dan pakan harus mengandung zat yang dibutuhkan oleh ikan Olympus Phonix, diantaranya adalah protein, karbohidrat, vitamin dan mineral. Untuk ikan Olympus Phonix dan ikan jenis lainnya, dikenal dua jenis pakan, yaitu pakan alami dan pakan buatan. Untuk pakan alami, kita bisa memberikan jentik-jentik nyamuk, udang, cacing sutra, dan ikan kecil, sedangkan pakan buatan banyak diperoleh dipasaran penjual ikan hias. Pemberian pakan harus diselang-seling, agar perkembangan ikan Olympus Phonix menjadi lebih baik. Kebutuhan pakan disesuaikan dengan besar kecilnya postur ikan Olympus Phonix. Untuk ikan berwarna merah, bisa diberikan pakan tambahan yang mengandung zat warna, sedangkan untuk ikan yang berwarna pelangi, berikan pakan tambahan yang mengandung spirulina (ganggang hijau). 


Baca Juga:
Tips Membangun Kolam Impian

Daftar Makan dan Minuman Yang Bikin Gemuk

Banyak orang yang beranggapan dengan mengkonsumsi junk food dapat menyebabkan kegemukan. Tahukah anda, makanan yang sering di santap pun dapat menyebabkan kegemukan. Bagi anda yang sedang menjalani diet, mulai sekarang perhatikan makan yang anda konsumsi agat diet anda tidak sia-sia.

Berikut beberapa daftar makanan menyehatkan yang dapat membuat melar lingkar pinggang anda.
  • Makanan cepat saji. Nactos, hamburger dan kentang goreng mengandung lemak dan kalori yang sangat tinggi sementara kandungan nutrisi yang menyehatkan nyaris tidak ada.
  • Pure kentang. 1/2 mangkuk pure kentang yang di olah dengan krim dan mentega sudah mengandung 200 kalori.
  • Keripik kentang. Makanan kecil yang satu ini adalah salah satu yang paling berpeluang bikin gemuk karena kandungan garam yang tinggi. Belum lagi kandungan lemak dan gula sehingga total kalorinya menjadi lebih tinggi. Disamping itu keripik kentang banyak mengandung bahan pengawet, perasa dan pemanis buatan yang jelas merugikan kesehatan
  • Es krim. Meski kenikmatannya sangat mengundang namun es krim merupakan sajian yang lemak, gula dan kalori yang sangat tinggi.
  • Permen. Kandungan lemak yang ada pada permen sangatlah tinggi bahkan mengandung lemak jahat.
  • Daging olahan. Hot dog, sosis dan daging olahan sejenis kendati sangat praktis namun mengandung yang tidak baik. Kadar lemak yang tinggi sama sama banyak kadar garam yang di kandungnya.
  • Sushi. Sayuran dan rumput laut memang tercatat sebagai makanan rendah kalori, namun campuran krim atau mayones, seafood membuat satu roll sushi memiliki kadar sekitar 500-600 kalori. Kecap yang kita makan bersama sushi pun dapat membuat bobot bertambah, karenakandungan sodiumnya membuatanda ingin terus makan dan minum.
  • Salad. Tidak ada yang lebih baik dari pada sayuran yang tidak di campur bumbu apapun. Penambahan keju, kacang saus salad membuat salad semakin kaya akan kalori bahkan lebih tinggi dari pasta.
  • Burger sayur. sudah pasti tidak memakai daging, namun tanpa daging pun anda bisa mengkonsumsi 1000 kalori dari setiap satu burger sayur karena keju, roti yang besar, saus dan mayones yang membuatnya memiliki kadar kalori yang tinggi.
  • Buah yang di keringkan. Hal ini di karenakan buah-buahan yang di keringkan telah mengalami proses pengeringan yang menjadikannya lebih padat, contohnya anggur segar memiliki 60 kalori per gelas, sedangkan kismis memiliki 460 kalori. Perlu anda ketahui, tak sedikit juga buah kering  yang menggunakan gula tambahan sehingga kalori yang di kandung semakin tinggi.
  • Granola. Menu sarapan sehat yang terdiri dari kacang dan gandum ini ternyata memiloki kalori sebesar 500 kkal mangkok. Karena menggunakan minyak yang membuatnya renyah dan membuat makanan ini tinggi kalori.
  • Rengginang. Jika menikmati renyahnya rengginang pasti anda akan susah berhenti. Rengginang sebenarnya rendah lemak dan kalori, namun kandungan serat dan proteinnya sangat rendah.
  • Roti. Terutama yang terbuat dari tepung yang sudah mangalami proses penghalusan karena kandungan lemak dan karbohidratnya jadi semakin tinggi. Cobalah ganti roti anda dengan roti gandung yang mengandung lebih banyak serat.
  • Mayones. Didalamnyamengandung ikatan lemak yang tinggi, Jadi kurangi porsi mayones dalam menu anda jika anda menginginkannya.
  • Kopi instan. Dalam satu cangkir kopi instan mengandung lebih dari 39 lemak
  • Kopi susu. Biasanya anda akan mencampurkan susu pada kopi hitam. Namun ternyata hal ini adalah cara yang salah untuk mendapatkan kalsium. Jika meminum 2-3 cangkir kopi susu per hari maka anda akan mendapatkan 200 kalori atau sama seperti menjapatkan kalori dari potongan besat butter yang berlamak tinggi
  • Whole milk. Adalah kandungan kalsium yang baik bagi tubuh, namun susu jenis ini mengandung lemak yang sangat tinggi yang akan menambah timbunan lemak tubuh. Jadi jika ingin mengambil manfaat kalsiumnya maka ganti dengan mengkonsumsi susu yang bebas lemak atau minimal yang sudah di kurangi kandungan lemaknya.
  • Minuman bersoda. Meski mendatangkan kesegaran sesaat, minuman ini sama sekali tidak memilliki nilai-nilai nutrisi kecuali kaya akan kandungan gula, sodium dan kalori.
  • Teh dalam kemasan. Banyak teh kemasan memakai gula atau madu sebagai pemanis. Dalam satu botol teh memiliki hampir 200 kalori sama dengan satu botol soda.
  • Jus buah. Tahukah anda bahwa jus buah dapat membuat pinggang anda lebar? Ternyata segelas jus kemasan bercitarasa jeruk atau apel memiliki 55 gram karbohidrat sama dengan satu potong roti. Kebanyakan jus yang beredar di pasaran mengandung 12 sendok gula penuh.
Sumber: Dari berbagai sumber