Bahaya Rokok

Rokok adalah benda beracun yang memberi efek santai dan memberikan sugesti pada penikmatnya akan merasa lebih jantan. Di sisi lain manfaat rokok yang kecil itu terkandung banyak bahaya yang sangat besar bagi orang-orang yang merokok aktif maupun orang di sekitar perokok yang bukan perokok aktif. Tentang bahaya rokok pada umumnya saya rasa sudah banyak yang tahu, apalagi bagi orang yang tiap hari menghisap rokok, karena dalam setiap satu bungkus rokok sudah di tuliskan bahaya dan resiko orang merokok seperti ini. MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN. Tapi anehnya meski pada bungkus atau kemasan rokok sudah tercantum tulisan tentang bahaya rokok yang sangat menakutkan, tetap saja banyak yang merokok.

Rokok merupakan produk adiktif yang berbahaya karena di dalam satu batang rokok terdapat 4000 bahan kimia berbahaya yang 69 di antaranya mengandung zat karsinogenik yang dapat menyebabkan kanker. Zat-zat berbahaya yang terkandung didalam rokok antara lain: tar, karbon monoksida, sianida, arsen, mormalin, nitrosamine dll. Efek merokok terhadap kesehatan itu sendiri sudah sangat membahayakan, yang diakibatkan kandungan berbagai bentuk bahan kimia berbahaya yang ada di dalam rokok maka dengan merokok sama saja memasukkan bahan-bahan berbahaya tersebut kedalam tubuh. Penyakit-penyakit yang di ketahui dapat disebabkan oleh rokok antara lain: kanker tenggorokan, kanker paru-paru, kanker lambung, penyakit pneumonia, jantung koroner, gangguan pada reproduksi dll.

Hasil survei dari Deputi Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Perempuan menyebutkan, di usia tujuh tahun 13,62  persen anak-anak Indonesia sudah merokok. Dengan jumlah perokok aktif, berdasarkan hasil survei Departemen Kesehatan, ada sekitar 141,44 juta jiwa, artinya terdapat sekitar 1,92 juta anak usia tujuh hingga 18 tahun yang menjadi perokok. Kategori anak yang digunakan Kementerian PP adalah anak atau remaja berusia kurang dari 18 tahun. Survei juga menemukan, 20,84 persen perokok pada usia 7-12 tahun adalah laki-laki dan 4,17 persen adalah anak perempuan. Pada usia 13-15 tahun, 12,5 persen adalah laki-laki dan 8,33 persen adalah perempuan. Sementara, pada usia 16-18 tahun, 47,92 persen adalah laki-laki dan 6,25 persen perempuan. Untuk mengurangi jumlah perokok di Indonesia, salah satu intervensi yang dapat dilakukan adalah penyebaran pesan melalui saluran komunikasi massa, dalam hal ini Iklan Layanan Masyarakat di televisi. Kegiatan ini harus dilakukan karena untuk mengimbangi penayangan iklan rokok yang semakin massiv, dengan melakukan penayangan iklan rokok di waktu yang efektif, diharapkan kepada semua lapisan masyarakat dapat melihat, terutama para anak muda.

Salah satu penyebab kenapa perokok baru terus bertambah adalah karena gencarnya iklan rokok yang beredar di masyarakat, di tambah dengan adanya anggapan atau persepsi yang di bentuk oleh sebuah iklan rokok sehingga memperlihatkan seakan-akan orang merokok adalah orang yang sukses dan tangguh yang dapat melalui segala macam rintangan. Pada ramaja masalah kesehatan dalam waktu jangka pendek termasuk penyakit yang timbul akibat menghisap rokok adalah kecanduan nikotin, gangguan pernafasan serta semakin meningkatnya resiko untuk penggunaan bahan berahaya lain tidak terkecuali obat-obatan terlarang. Sedangkan dalam masalah waktu jangka panjang adalah kenyataan bahwa sekali orang telah menjadi perokok aktif maka biasanya akan terus menjadi perokok aktif sepanjang hidupnya.

Beberapa gangguan kesehatan yang bisa timbul karena menghisap rokok diantaranya sebagai berikut:
  • Merokok mengurangi atau menghambat pertumbuhan paru-paru.
  • Perokok mempunyai fungsi paru-paru yang lebih rendah di banding dengan mereka yang bukan perokok.
  • Penyakit kanker paru-paru akan lebih mudah muncul apabila di usia dini sudah merokok. Untuk penyakit lain kerena merokok maka resiko yang di terima juga akan semakin bertambah apabila terus menerus menghisap rokok.
  • Performa dan daya tahan tubuh akan mudah menurun tidak terkecuali bagi remaja yang rajin berolahraga.
  • Rata-rata perokok yang menghisap rokok setiap satu bungkusnya maka akan berkurang pula masa hidupnya kurang lebih tujuh tahun di banding orang yang tidak merokok.
  • Remaja yang menjadi perokok aktif kemungkinan 3x lebih banyak mengkonsumsi alkohol di banding remaja yang perokok pasif, 8x lebih banyak untuk menghisap ganja serta 22x lebih banyak untuk menggunakan kokain. 
Dapat di tarik sebuah kesimpulan bahwa menghisap rokok adalah sebuah kebiasaan buruk dan bodoh yang biasa dilakukan oleh manusia karena menghamburkan uang, mengabaikan kesehatan, mengurangi persepsi positif, pahala, kehidupan sosial dan masih banyak lagi. Jika anda bukan perokok maka anda patut untuk bersyukur karena anda sudah terhindar dari asap rokok karena anda termasuk orang yang pandai. Ketika ada seseorang yang menawarkan sebuah rokok untuk anda maka tolaklah dengan baik. Jangan dengarkan mereka yang menganggap anda lebih rendah dari mereka jika tidak ikutan merokok. karena dalam hati dan pikiran mereka yang waras mereka ingin berhenti merokok.

Sumber: Dari berbagai sumber

Bisnis Modal Relatif Rendah

Bisnis modal relatif rendah bisa anda temui di berbagai bidang, baik itu bidang pembuatan produk, pemasaran, iklan, pengantaran barang dan lain-lain.


Jika anda membayangkan suatu usaha sukses jangan anda langsung membayangkan modal yang diperlukan untuk menjalankanya adalah modal besar yang harus anda pinjam dari bank atau anda harus pinjam kesana kemari. Apabila anda sedikit berfikir kreatif dan jeli dengan peluang yang ada di sekitar kita maka anda akan mendapatkan ide peluang bisnis dengan modal yang minimal bahkan ada beberapa bisnis yang tanpa modal alias hanya membutuhkan sedikit kepintaran dan kemauan saja.

Sebagai contoh pada hari sabtu dan minggu (khususnya di kota besar) anda melihat orang mengadakan acara resepsi pernikahan, baik itu teman atau saudara bahkan orang yang anda tidak kenal sekalipun anda bisa tawarkan pembuatan kartu undangan. Dengan memakai jasa percetakan maka anda mendapatkan keuntungan yang lumayan dari sana, anda tinggal gencar promosi sedangkan masalah teknis cetak mencetak serahkan ke percetakan saja. Kemudian pengembangannya adalah dengan membeli alat sablon kertas atau alat cetak undangan sehingga keuntungan makin besar. Dengan terus mengekplorasi kemampuan maka bisnis yang anda impikan akan segera terwujud.

Bisnis Sampingan Ibu Rumah Tangga

Bisnis sampingan ibu rumah tangga sangat layak dibuat guna memberdayakan kaum ibu untuk membantu ekonomi keluarganya.


Usaha sukses yang bisa dijalankan oleh para ibu rumah tangga sangat bervariasi jenis dan cara menjalankannya. Ibu rumah tangga bisa memulai bisnis dengan misalnya membuat kue yang bisa dijual ke sekolah, membuat boneka-boneka lucu dari bahan limbah, membuat penyedia rias pengantin, membuat kursus bahasa inggris atau kursus komputer di rumahnya dan masih banyak lagi ide-ide bisnis yang bisa dijalankan oleh para ibu.

Mengenai permodalan sebaiknya dimulai dari usaha yang membutuhkan modal start up nya yang rendah, dengan bertambahnya waktu dan pengembangan usaha maka modal bisa ditingkatkan. Karena sekala bisnis ibu-ibu ini adalah skala rumahan maka untuk pengelolaan usahanya pun tidak perlu memakai cara yang rumit, pekerjanyapun bisa diambil dari anggota keluarga sendiri atau dari tetangga sehingga memudahkan pengontrolan dan koordinasi.

LAPORAN PRAKTIKUM PEMERIKSAAN KOAGULASI

LAPORAN PRAKTIKUM PEMERIKSAAN KOAGULASI


I. Judul Praktikum
PEMERIKSAAN KOAGULASI

II. Tanggal Praktikum
Rabu, 4 Juni 2008

III. Tujuan
Tujuan Instruksional Umum Praktikum :
Mampu melakukan pemeriksaan Koagulasi.
Tujuan Instruksional Khusus Praktikum :
A. Mampu melakukan pemeriksaan Rumple Leed.
B. Mampu menghitung waktu pendarahan.
C. Mampu menghitung waktu pembekuan.

IV. Dasar Teori
Pemeriksaan koagulasi mencakup pemeriksaan fungsi pembekuan darah, (apakah faktor-faktor pembekuan darah cukup), atau sudah sesuai dengan pengobatan yang diberikan oleh dokter. Pemeriksaan ini penting untuk memonitor bila ada pendarahan atau untuk memonitor pengobatan dengan obat-obatan pengencer darah.
Skrining koagulasi dilakukan untuk mengetahui adanya kelainan pendarahan yang terjadi dalam tubuh manusia. Adanya kelainan perdarahan ditandai dengan kecenderungan untuk mudah mengalami perdarahan, yang bisa terjadi akibat kelainan pada pembuluh darah maupun kelainan pada darah. Kelainan yang terjadi bisa ditemukan pada faktor pembekuan darah dan trombosit. Dalam keadaan normal, darah terdapat di dalam pembuluh darah (arteri, kapiler dan vena). Jika terjadi perdarahan, darah keluar dari pembuluh darah tersebut, baik ke dalam maupun ke luar tubuh. Sehingga tubuh mencegah atau mengendalikan perdarahan melalui beberapa cara (homeostatis).
Homeostatis adalah cara tubuh untuk mengentikan perdarahan pada pembuluh darah yang mengalami cedera. Hal ini melibatkan 3 proses utama:
1. konstriksi (pengkerutan) pembuluh darah
2. aktivitas trombosit (partikel berbentuk seperti sel yang tidak teratur, yang terdapat di dalam darah dan ikut serta dalam proses pembekuan)
3. aktivitas faktor-faktor pembekuan darah (protein yang terlarut dalam plasma).
Kelainan pada proses ini bisa menyebabkan perdarahan atau pembekuan yang berlebihan, dan keduanya bisa berakibat fatal.
Salah satu komponen elemen darah adalah trombosit atau keeping-keping darah yang memiliki peran dalam proses penjendalan (koagulasi) darah. Proses koagulasi darah dimaksudkan agar apabila terjadi kerusakan pembuluh darah, maka tidak terjadi kehilangan darah yang sebanyak-banyaknya.
Pada kondisi tertentu seperti: hemofilia dapat terjadi kelainan atau gangguan koagulasi darah sehingga darah sukar menjendal dan akibatnya tubuh dapat kehilangan darah. Untuk itu, pemeriksaan koagulasi sangat diperlukan.
Pemeriksaan atau Skrining Koagulasi antara lain :
1. Pemeriksaan Rumple Leed
2. Jumlah Trombosit
3. Waktu Pendarahan
4. Waktu Pembekuan
5. Retraksi Bekuan & Konsistensi Bekuan
6. Lysis bekuan
7. PPT
8. APPT

Pemeriksaan Rumple Leed bertujuan untuk mendeteksi kelainan system vaskuler dan trombosit. Metode yang biasa digunakan adalah DUKE atau metode IVY, dan metode yang digunakan pada praktikum kali ini adalah metode DUKE. Sedangkan tujuan pemeriksaan waktu pendarahan adalah untuk menilai factor-faktor hemostasis yang letaknya ekstravaskuler, tetapi keadaan dinding vaskuler dan trombosit juga berpengaruh. Praktikum terakhir yaitu pemeriksaan waktu pembekuan, akan diperoleh hasil yang dijadikan ukuran aktivitas factor-faktor koagulasi.
V. Alat dan Bahan :
 Alat dan bahan yang digunakan pada Pemeriksaan Rumple Leed adalah:
1.Tensimeter
2.Stetoskop
 Alat yang digunakan pada Pemeriksaan Waktu Pendarahan (Metode DUKE) adalah:
1. Lancet
2. Kapas alcohol
3. Gelas obyek
4. Kertas saring
5. Stopwatch, penggaris
 Alat yang digunakan pada Pemeriksaan Waktu Pembekuan
(Metode Lee and White) adalah:
1. Tabung Reaksi
2. Alat pengambilan darah vena
3. Stopwatch
4. Rak Tabung
5. Inkubator (kalau ada)

VI. Cara pemeriksaan :
A. Pemeriksaan Rumple Leed
Prinsip pemeriksaan :
Melakukan bendungan terhadap vena pada tekanan tertentu, bila didding kapiler kurang kuat akan rusak/ pecah oleh bendungan dan terjadi pendarahan dibawah kulit.
Cara pemeriksaan:
1. Ukur tekanan systole dan diastole, ambil rata-ratanya.
2. Lakukan bendungan pada lengan atas pada tekanan rata-rata tersebut, mksimal 100 mmHg dan pertahankan selama 10 menit.
3. Baca hasilnya pada volar lengan bawah kira-kira 4cm dibawah lipat siku dengan penampang 5cm.

B. Pemeriksaan Pemeriksaan Waktu Pendarahan (Metode DUKE).
Prinsip pemeriksaan:
Mengukur/ menghitung waktu yang digunakan saat keluarnya darah dari luka yang dibuat dengan standart tertentu sampai berhentinya pendarahan lewat luka tersebut.
Cara Pemeriksaan :
1.Cuping telinga, tempat pemeriksaan dipijit-pijit atau digosok supaya hiperemis.
2. Bersihkan cuping telinga tersebut, biarkan kering.
3.Tusuk daerah tersebut (no.2) dengan lancet sedalam 2-3 mm dan biarkan darah keluar dengan bebas, saat darah keluar jalankan stopwatch.
4. Isap darah yang keluar dengan kertas saring tiap setengah menit sampai darah berhenti mengalir (jangan sampai kertas saring menyentuh luka), hentikan stopwatch saat darah tidak dapat dihisap lagi, dan catat waktunya.

C. Pemeriksaan Pemeriksaan Waktu Pembekuan (Metode Lee and White)
Cara Pemeriksaan :
1. 3 tabung reaksi yang bebas dari kotoran diletakkan pada rak tabung.
2. Darah vena sebanyak 5ml diambil secara legeartis, saat darah mulai keluar jalankan stopwatch (catat waktunya).
3. Sampel darah dimasukkan perlahan pada 2 tabung pertama dengan posisi miring masing-masing 1,5ml, sisanya masukkan dalam tabung ke-3 sebagai control.
4. Diamkan 2-3 menit, kemudian setiap 0,5 menit tabung 1 digoyang (catat waktunya hingga terjadi bekuan). Bila sudah timbul bekuan pada tabung I, lakukan hal yang sama terhadap tabung ke-2 (goyangkan dan catat waktu hingga terjadi bekuan).
5. Amati tabung ke-3, apakah sudah timbul bekuan. Bila belum tampak bekuannya, lakukan hal yang sama seperti tabung yang lain.

VII. Hasil percobaan :

A. Pemeriksaan Rumple Leed
Tekanan systole : 90 mmHg
Tekanan diastole : 60 mmHg
Tekanan Rata-rata : 75 mmHg
Hasil : ditemukan 1 petechiae
B. Pemerikasaan Waktu Pendarahan
Waktu : 1,5 menit
C. Pemerikasaan Waktu Pembekuan
Tabung 1 membeku : 9 menit
Tabung 2 mambeku : 10,5 menit
Waktu Pembekuan : (9 + 10,5) : 2 = 9,75 menit

VIII. Pembahasan :
Proses Koagulasi diawali dengan pembentukan trombosiplastin, substansia yang cepat bertindak terhadap mekanisme pembekuan darah, misalnya jari tangan, luka kena pisau. Selama darah mengalir dari pembuluh yang tersayat, permukaan dimana platelet cenderung untuk berkumpul dan dihancurkan dengan meninggalkan substansi yang dikenal sebagai faktor platelet atau pembeku darah. Dengan adanya ion kalium dan substansi tambahan faktor platelet bereaksi dengan faktor anti hemofilik membentuk tromboplastin. Sel-sel jaringan tetangganya yang luka kena pisau juga akan melepaskan substansi tromboplastin.
Fase ke dua dari pembekuan darah melibatkan perubahan protrombin menjadi trombin. Protrombin ialah salah satu protein plasma biasa, dibentuk di dalam hati membentuk vitamin K, kekurangan vitamin K ini dapat mengakibatkan pendarahan, suatu kecenderungan tidak cukup membentuk protrombin. Protrombin dibentuk di dalam fase untuk membantu memulai merubah protrombin. Tetapi dengan adanya ion kalsium dan faktor penghambat tertentu cukup untuk memperlengkap reaksi tersebut.
Fase ketiga proses pembekuan darah melibatkan aksi trombin di dalam merubah Fibrinogen yang dapat larut menjadi fibrin yang tidak dapat larut. Fibrinogen adalah plasma lain yang dihasilkan oleh hati dan ditemukan di dalam sirkulasi plasma. Mula-mula fibrin keluar sebagai jaringan-jaringan dari benang yang cepat menjadi padat, membentuk bekuan eritrosit. Eritrosit terperangkap di dalam perangkap fibrin, tetapi sel-sel darah ini tidak tahu apa yang dilakukannya dengan pembekuan itu. Selama bekuan menyusut, tampak cairan berwarna kuning bening keluar, cairan ini disebut serum, sama dengan plasma kecuali tanpa fibrinogen dan unsur pembeku lainnya yang telah digunakan di dalam proses pembekuan darah.
Pemeriksaan Koagulasi yang dilakukan pada praktikum kali ini meliputi :

A. Pemeriksaan Rumple Leed
Salah satu pemeriksaan yang paling mudah dan cepat, serta bisa dilakukan oleh semua tenaga medis yaitu dengan pemeriksaan rumple leed (torniqute). Pemeriksaan dilakukan dengan menahan tekanan manset atau tensi sebesar setengah dari jumlah tekanan sistol dan tekanan diastol. Sistole adalah bunyi yang pertama terdengar, diastole adalah bunyi yang menghilang diantara bunyi yang berdetak cepat, atau dapat pula dikatakan bunyi yang terakhir didengar. Kemudian
tekanan manset tersebut dipertahankan selama sepuluh menit.
Pemeriksaan dinyatakan positif bila ditemukan perdarahan atau petechiae sebanyak 10 buah dalam waktu 10 menit. Pemerikssan dinyatakan negatif bila dalam waktu 10 menit tidak timbul petechiae pada area pembacaan, atau timbul petechiae kurang dari 10 buah. Pemeriksaan dinyatakan normal bila dalam waktu 10 menit tidak timbul petechiae, atau timbul petechiae kurang dari 5 buah.
Hasil pemeriksaan kelompok kami yaitu ditemukannya 1 buah petechiae, yang berarti normal / negatif. Kesalahan sering terjadi saat pemeriksaan, kesalahan tersebut antara lain saat membuat daerah pengamatan. lingkaran ini harus dibuat, diukur dengan benar, sekian jari dari fossa cubiti, dengan diameter penampang sebesar 5 cm menggunakan penggaris. Selain itu, bila dalam waktu kurang dari 10 menit sudah tampak lebih dari 10 buah petechiae, maka percobaan dihentikan. Bila setelah 10 menit tidak timbul peteciae, percobaan dihentikan dan tunggu selama 5 menit. Bila tak ada perubahan penilaiaannya negatif. Sebelum percobaan dihentikan apakah ada bekas gigitan nyamuk pada daerah pembacaan, yang mungkin menyebabkan hasil menjadi positif palsu.
Bila hasil pemeriksaan dinyatakan positif, orang yang diperiksa kemungkinan terjadi gangguan vaskuler maupun trombolik. Adanya gangguan ini dapat menimbulkan penyakit atau keluhan tertentu, antara lain penyakit arteri koroner yang berat, gumpalan kecil dari trombosit bisa menyumbat arteri yang sebelumnya telah menyempit dan memutuskan aliran darah ke jantung, sehingga terjadi serangan jantung. Keluhan lain yaitu, mudahnya timbul memar pada kulit. Seseorang bisa mudah memar karena kapiler yang rapuh di dalam kulit.
setiap pembuluh darah kecil ini robek maka sejumlah kecil darah akan merembes dan menimbulkan bintik-bintik merah di kulit (peteki) atau cemar ungu kebiruan (purpura).

B. Pemeriksaan waktu pendarahan
Waktu pendarahan yang didapat oleh kelompok kami adalah 1,6 menit. Ini dinyatakan nornal, karena hasil intrepetasi menunjukkan waktu pendarahan normal antara 1-3 menit.
Pembuluh darah merupakan penghalang pertama dalam kehilangan darah. jika sebuah pembuluh darah mengalami cedera, maka pembuluh darah akan mengkerut sehingga aliran darah keluar menjadi lebih lambat dan proses pembekuan bisa dimulai. Pada saat yang sama, kumpulan darah diluar pembuluh darah (hematom) akan menekan pembuluh darah dan membantu mencegah perdarahan lebih lanjut.

Setelah pembuluh darah robek, serangkaian reaksi akan mengaktifkan trombosit sehingga trombosit akan melekat di daerah yang mengalami cedera. perekat yang menahan trombosit pada pembuluh darah ini adalah faktor von willebrand, yaitu suatu protein plasma yang dihasilkan oleh sel-sel di dalam pembuluh darah. Kolagen dan protein lainnya (terutama trombin), akan muncul di daerah yang terluka dan mempercepat perlekatan trombosit. Trombosit yang tertimbun di daerah yang terluka ini membentuk suatu jaring yang menyumbat luka; bentuknya berubah dari bulat menjadi berduri dan melepaskan protein serta zat kimia lainnya yang akan menjerat lebih banyak lagi trombosit dan proteinpembekuan.
Selanjutnya, trombin merubah fibrinogen (suatu faktor pembekuan darah yang terlarut) menjadi serat-serat fibrin panjang yang tidak larut, yang terbentang dari gumpalan trombosit dan membentuk suatu jaring yang menjerat lebih banyak lagi trombosit dan sel darah. Serat fibrin ini akan memperbesar ukuran bekuan dan membantu menahannya agar pembuluh darah tetap tersumbat.
rangkaian reaksi ini melibatkan setidaknya 10 faktor pembekuan darah.
Suatu kelainan pada setiap bagian proses hemostatik bisa menyebabkan gangguan. Pembuluh darah yang rapuh akan lebih mudah mengalami cedera atau tidak dapat mengkerut. Pembekuan tidak akan berlangsung secara normal jika jumlah trombosit terlalu sedikit, trombosit tidak berfungsi secara normal atau terdapat kelainan pada faktor pembekuan. Jika terjadi kelainan pembekuan, maka cedera yang ringan pun bisa menyebabkan kehilangan darah yang banyak.
Sebagian besar faktor pembekuan dibuat di dalam hati, sehingga kerusakan hati yang berat bisa menyebabkan kekurangan faktor tersebut di dalam darah. Vitamin K (banyak terdapat pada sayuran berdaun hijau) sangat penting dalam pembuatan bentuk aktif dari beberapa faktor pembekuan. Karena itu kekurangan zat gizi atau obat-obatan yang mempengaruhi fungsi normal vitamin k (misalnya warfarin) bisa menyebabkanperdarahan.
Kelainan perdarahan juga bisa terjadi jika pembekuan yang berlebihan telah menghabiskan sejumlah besar faktor pembekuan dan trombosit atau jika suatu reaksi autoimun menghalangi aktivitas faktor pembekuan.

Reaksi yang menyebabkan terbentukan suatu gumpalan fibrin diimbangi oleh reaksi lainnya yang menghentikan proses pembekuan dan melarutkan bekuan setelah keadaan pembuluh darah membaik. Tanpa sistem pengendalian ini, cedera pembuluh darah yang ringan bisa memicu pembekuan di seluruh tubuh.
Jika pembekuan tidak dikendalikan, maka pembuluh darah kecil di daerah tertentu bisa tersumbat. penyumbatan pembuluh darah otak bisa menyebabkan stroke; penyumbatan pembuluh darah jantung bisa menyebabkan serangan jantung dan bekuan-bekuan kecil dari tungkai, pinggul atau perut bisa ikut dalam aliran darah dan menuju ke paru-paru serta menyumbat pembuluh darah yang besar di paru-paru (embolipulmoner).

C. Pemeriksaan waktu pembekuan
Waktu pembekuan adalah waktu yang diperlukan darah untuk membeku, hasilnya dapat dijadikan ukuran aktivitas faktor-faktor koagulasi. Hasil pemeriksaan kelompok kami adalah 9,75 menit Ini dinyatakan nornal, karena hasil intrepetasi menunjukkan waktu pendarahan normal antara 9-15 menit. Kelainan mungkin terjadi, bila didapat waktu pembekuan yang memanjang (diatas 15 menit). Kelainan ini merupakan kelainan beberapa faktor koagulasi (koagulopati) inhibitor dalam darah misalnya heparin. Bekuan darah terganggu atau tidak terjadi, disebabkan oleh :
1. Trombositopenia : konsentrasi trombosit yang rendah di dalam darah
2. Penyakit von Willebrand : trombosit tidak melekat pada lubang di dinding pembuluh darah
3. Penyakit trombosit herediter : trombosit tidak melekat satu sama lain untuk membentuk suatu sumbatan
4. Hemofilia : tidak ada faktor pembekuan VII atau IX
5. DIC (disseminated intravascular coagulation) : kekurangan faktor pembekuan karena pembekuan yang berlebihan.


Koagulasi intravaskular diseminata atau lebih populer dengan istilah aslinya, Disseminated Intravascular Coagulation (DIC) merupakan diagnosis kompleks yang melibatkan komponen pembekuan darah akibat penyakit lain yang mendahuluinya. Keadaan ini menyebabkan perdarahan secara menyeluruh dengan koagulopati konsumtif yang parah.

Sistem koagulasi dan fibrolitik dalam tubuh :

Faktor Koagulasi darah dalam tubuh :

VIII.KESIMPULAN

1. Skrining koagulasi dilakukan untuk mengetahui adanya kelainan pendarahan yang terjadi dalam tubuh manusia. Adanya kelainan perdarahan ditandai dengan kecenderungan untuk mudah mengalami perdarahan, yang bisa terjadi akibat kelainan pada pembuluh darah maupun kelainan pada darah. Kelainan yang terjadi bisa ditemukan pada faktor pembekuan darah dan trombosit.

2. Pemeriksaan koagulasi dilakukan dengan beberapa cara, antara lain : pemeriksaan Rumple Leed, Pemeriksaan waktu pendarahan,dan Pemeriksaan waktu pembekuan.

3. Pemeriksaan Rumple Ledd yang dilakukan kelompok kami dinyatakan normal atau negatif, karena dalam waktu 10 menit timbul 1 petechiae. Sesuai hasil Intrepetasi bahwa bila tidak timbul atau timbul kurang dari 5 buah petechiae, maka pemeriksaan dinyatakan negatif.

4. Waktu pendarahan yang didapat oleh kelompok kami adalah 1,6 menit. Ini dinyatakan nornal, karena hasil intrepetasi menunjukkan waktu pendarahan normal antara 1-3 menit.

5. Hasil pemeriksaan kelompok kami adalah 9,75 menit Ini dinyatakan nornal, karena hasil intrepetasi menunjukkan waktu pendarahan normal antara 9-15 menit. Kelainan mungkin terjadi, bila didapat waktu pembekuan yang memanjang (diatas 15 menit).






DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2007. Ancaman Serius Koagulasi Intravaskular Diseminata .http://www.majalah-farmacia.com. Diakses pada tanggal 8 Juni 2008 pukul 10.03
Anonim. 2008. Kelainan Perdarahan . www.medicastore.com. Diakses pada tanggal 8 Juni 2008 pukul 10.40
Anonim. 2006. Labolatorium. gadingpluit-hospital.com. Diakses pada tanggal 8 Juni 2008 pukul 10.31
Dr. Nurcahyo, Heru. 2003. Petunjuk Praktikum Fisiologi Hewan Dasar. Yogyakarta: Jurdik Biologi FMIPA UNY.
Khairul Osman. 2007. Gangguan Pendarahan. Jakarta: Essential Hematology
Soewolo, M. Pd., dkk. 1999. Fisiologi Manusia. Malang: FMIPA UNM.
Soedjono, Basuki M.Pd. 1988. Anatomi dan Fisioplogi Manusia. Jakarta: Depdikbud.
Syamsiar Nangsari, Nyayu. 1988. Pengantar Fisiologi Manusia. Jakarta: Depdikbud PPLPTK Jakarta.

Bisnis Sampingan Pegawai Negeri

Bisnis sampingan pegawai negeri bisa dibuat dengan mudah jika anda mengerjakan usaha sampingan tersebut dengan keseriusan, keuletan, sesuai dengan minat dan masih ada korelasi dengan lingkungan anda bekerja.


Mengenai ide bisnis anda bisa mengambilnya dari majalah, internet, koran atau kehidupan disekitar kita. Yang harus diperhatikan adalah kesesuaian bisnis dengan posisi dan lingkungan pekerjaan anda, supaya anda bisa menikmati perjalanan bisnis dan tidak terlalu menjadi beban yang berat karena antara bisnis dan pekerjaan masih ada hubungan atau korelasinya.

Misalnya jika anda adalah seorang pegawai di direktorat perikanan anda bisa berbisnis dalam pembibitan atau pembesaran ikan, sehingga bisa dikerjakan langsung karena ilmu dan pengalaman mengelola ikan sudah anda dapatkan di pekerjaan. Dengan modal yang disesuaikan dengan kemampuan, anda dapat memulai bisnis dari kecil dan mengembangkannya menjadi usaha sukses. Sehingga pendapatan dari bisnis anda bisa jauh lebih besar dari gaji perbulan. Menyenangkan bukan? punya gaji double seperti itu. Selamat berbisnis!

Aji Darmawan, Ogah Pensiun Memilih Berbisnis



Aji Darmawan, Ogah Pensiun Memilih Berbisnis PDF Cetak E-mail



Rabu, 26 Januari 2011 13:45
Berusia 60 tahun tak lantas membuat Aji Darmawan pemilik Saung Sunda memilih untuk pensiun. Meski usianya senja, Aji justru giat-giatnya berbisnis kuliner. Aneka masakan Sunda yang menjadi masakan favoritnya menjadi inspirasi untuk merintis usaha di Jalan Depok, Semarang, Jawa Tengah, sekitar empat tahun lalu.

rm_sunda”Berbisnis itu menyehatkan. Kalau saya pensiun tidak ada aktivitas sama sekali bisa-bisa malah sakit,” ungkapnya.

Pria yang memiliki dua cucu ini, awalnya menyukai masakan Sunda. Bersama menantunya yang asli Jawa Barat, Aji mencoba membuka usaha restoran makanan khas Sunda. Menu khas Sunda seperti ayam goreng gepuk, ikan bakar, iga bakar, nasi oncom, ayam goreng lombok ijo, tutug oncom, dan karedok menjadi masakan andalannya.

Menurut Aji, masakan Sunda adalah salah satu masakan menyehatkan, dan sesuai dengan cita rasa masyarakat Indonesia. “Membuka resto merupakan impian saya sejak dulu. Tadinya saya cukup bingung resto macam apa yang mesti saya buat. Dengan patokan agar semua orang suka, maka pilihan jatuh pada resto khas Sunda ini,” ujarnya.

Dalam mengelola restoran tersebut, pria kelahiran Semarang 23 September 1950 ini dibantu oleh menantunya. Aji sendiri turun langsung untuk mengontrol manajemen restoran. Menurut pria yang hobi olahraga ini, aneka masakan yang disajikan di restonya hampir semuanya spesial, baik dari menu masakan ikan, jerohan, lalapan sampai sambalnya. Demikian juga minuman yang ditawarkan dengan harga tidak memberatkan kantong kita.

Pria yang juga pebisnis di bidang tekstil ini mengaku, semua usahanya dia jalankan dengan penuh ketekunan. Aji lebih mengutamakan kualitas dan pelayanan dari masakan Saung Sunda miliknya itu. Ia tak memerlukan teori muluk-muluk dalam menjalankan bisnis. ”Terpenting masakan enak, pembeli menjadi senang, dan puas. Itu saja,” katanya.

Menjalankan bisnis kuliner bukan pertama kali dilakukan Aji. Bersamaan dengan bisnis Saung Sunda ini, Aji juga menekuni usaha di bidang perdagangan. Hampir semua usaha dia jalankan seperti tekstil, bahan bangunan, dan masih banyak lagi.

Berbuah hasil, usaha milik Aji kini semakin berkembang. Restoran Saung Sunda miliknya kini memiliki dua cabang di Semarang, yakni di Jalan Depok, dan Gelora Foodcourt Ruko Mataram Plaza.

”Prospek restoran Sunda di Semarang cukup bagus. Tak sedikit mereka yang menyukai masakan ini. Ke depannya, saya akan membuka cabang lagi di Semarang. Mengenai lokasi masih akan kami cari yang letaknya cukup strategis,” terangnya. (*/SM)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/kuliner/6244-aji-darmawan-ogah-pensiun-memilih-berbisnis.html

Ternyata Ada 2 Spesies Macan Dahan Sunda



Macan tutul Sunda yang tertangkap kamera otomatis yang dipasang lembaga Konservasi Karnivora di Hutan Lindung Tangkulap, Sabah, Malaysia.

KOMPAS.com - Kucing besar yang sering disebut macan dahan (Clouded leopard) ternyata memiliki dua sub-spesies. Para peneliti baru menyadari adanya spesies yang berbeda dari macan dahan yang hidup di Asia, tahun 2007 lalu.
Kini, analisis genetika sudah meyakinkan bahwa kucing itu punya dua ciri berbeda, antara yang hidup di Sumatera dan yang habitatnya di Kalimantan.
Macan dahan tergolong kucing besar yang sukar dipahami, termasuk singa, harimau, jaguar, macan salju dan macan pada umumnya. Mereka hidup menyebar di Asia Tenggara, hingga China dan India, dan memiliki pola bulu seperti awan yang lebih lebar dibanding macan tutul.
Hingga 2006, semua macan dahan disangka tergolong dalam satu spesies saja. Namun, studi genetika menyingkapkan bahwa sebetulnya ada dua spesies macan tutul yang berbeda.
Lazimnya diketahui, macan dahan hidup di Asia daratan dan digolongkan dalam spesies Neofelis nebulosa. Namun kini para ilmuan memastikan, ada spesies macan dahan lain yang hidup di Pulau Kalimantan dan Sumatera.
Macan itu terkenal sebagai macan dahan Sunda (Neofelis diardi), meski sebelumnya dan secara keliru disebut sebagai macan dahan Borneo. Kedua spesies itu diduga terpisah lebih dari satu juta tahun silam.
Sejak 2008, spesies baru itu pun terdaftar di  International Union for the Conservation of Nature.
Pada 2010, sebuah tim ilmuan yang bekerja di Dermakot Forest Reserve, Malaysia mengumumkan jejak kaki pertama kucing besar itu dari alam liar. Dipimpin Mr Andreas Wilting dari Leibniz Institute for Zoo and Wildlife Research di Berlin, Jerman, para peneliti mendapatkan foto macan dahan Sunda sedang berjalan di jalanan.
Kini, Mr Wilting dan koleganya menerbitkan penelitian baru yang menyingkap lebih jauh tentang kucing misterius itu.
Mereka mengambil sampel dari 15 macan dahan Sunda yang hidup di Borneo, dan 16 ekor yang hidup di Sumatera, untuk melakukan studi molekular dan genetika demi menyingkap asal-usulnya.
Para peneliti juga meneliti tengkorak 28 macan dahan Sunda dan bulu dari 20 spesimen yang tersimpan di museum, termasuk bulu kucing yang difoto dari Sumatera dan Kalimantan.
"Meskipun kami curiga bahwa macan tutul Sunda di Borneo dan Sumatera terpisah secara geografis sejak Zaman Es terakhir, namun belum diketahui apakah keterpisahan yang lama itu menyebabkan mereka terbagi menjadi sub-spesies yang berbeda," kata Wilting.
Namun, analisis timnya menyatakan, kucing besar itu terbagi menjadi dua, sub-spesies Borneo yang disebut Neofelis diardi borneensis dan sub-spesies Sumatera yang disebut Neofelis diardi diardi.
Hasil analisis itu diterbitkan di jurnal Molecular Phylogenetics and Evolution. Macan dahan dari dua pulau itu berbeda secara morfologis, memiliki bentuk unik di tengkorak dan gigi. Belum jelas penyebab macan dahan Sunda berevolusi dalam dua sub spesies itu.
"Sejauh ini, kami hanya dapat berspekulasi tentang peristiwa tertentu dalam evolusi macan tututl itu," kata anggota tim penelitian, Joerns Fickel, juga dari Leibniz Institute for Zoo and Wildlife Research.
Namun para peniliti menduga, erupsi vulkanik di Sumatera sekitar 75.000 tahun silam yang mempengaruhi perbedaan keduanya kini. Satu kelompok hidup di China dan seluruh benua Asia, kelompok lainnya di Kalimantan, menjadi macan dahan Sunda.



Apparently There are 2 species of Clouded Tiger Sunda
Leopards caught Sunda automatic camera mounted at the Carnivore Conservation agencies Tangkulap Protected Forest, Sabah, Malaysia.

KOMPAS.com - big cats are often called the clouded leopard (Clouded Leopard) actually has two sub-species. The researchers realized the existence of different species of clouded leopard that lives in Asia, in 2007.
Now, genetic analysis has been assured that the cat had two distinct characteristics, among which live in the habitat in Sumatra and Kalimantan.
Clouded leopard belonging elusive big cats, including lions, tigers, jaguars, snow leopards and tigers in general. They live to spread in Southeast Asia, to China and India, and has feathers like a cloud pattern that is wider than the leopard.
Until 2006, all suspected of belonging clouded leopard in a single species. However, genetic studies revealed that actually there are two different species of leopards.
Typically known, clouded leopards living in mainland Asia and classified in the species Neofelis nebulosa. But now scientists are sure, there are other species of clouded leopard which lives on the island of Borneo and Sumatra.
Tiger is known as the Sunda clouded leopard (Neofelis diardi), although previously and erroneously referred to as the clouded leopard of Borneo. Both species were thought to separate more than one million years ago.
Since 2008, a new species that was listed in the International Union for the Conservation of Nature.
In 2010, a team of scientists working in Dermakot Forest Reserve, Malaysia announced the first footprints of the big cats of the wild. Led by Mr Andreas Wilting of the Leibniz Institute for Zoo and Wildlife Research in Berlin, Germany, researchers get a photo of the Sunda clouded leopard was walking on the street.
Now, Mr. Wilting and colleagues published a new study that reveals more about the mysterious cat.
They took samples from 15 clouded leopard that lives in Borneo Sundanese, and 16 goats which live in Sumatra, to perform molecular and genetic studies to reveal its origin.
The researchers also examined the skulls of 28 clouded leopards Sunda and feathers from 20 specimens stored in museums, including cat fur is photographed from Sumatra and Kalimantan.
"Although we suspect that the Sunda leopard on Borneo and Sumatra are geographically separated since the last Ice Age, but not yet known whether the long separation that causes them to split into different sub-species," said Wilting.
However, analysis of his team said the big cat were divided into two sub-species of Borneo, called Neofelis diardi borneensis and Sumatran sub-species called Neofelis diardi diardi.
The analysis result was published in the journal Molecular Phylogenetics and Evolution. Clouded leopard of two morphologically distinct island, has a unique shape in the skull and teeth. Not yet clear cause clouded leopard Sunda evolved into two sub-species.
"So far, we can only speculate about the specific event in the evolution of tiger tututl it," said research team member, Joerns Fickel, also from the Leibniz Institute for Zoo and Wildlife Research.
But the researchers suspect, volcanic eruption in Sumatra around 75,000 years ago that affects both the difference now. One group lived in China and throughout Asia, other groups in Kalimantan, became clouded leopard Sunda.

Anggrek / Orchid







Anggrek
Suku anggrek-anggrekan atau Orchidaceae merupakan satu suku tumbuhan berbunga dengan anggota jenis terbanyak. Jenis-jenisnya tersebar luas dari daerah tropika basah hingga wilayah sirkumpolar, meskipun sebagian besar anggotanya ditemukan di daerah tropika. Kebanyakan anggota suku ini hidup sebagai epifit, terutama yang
berasal dari daerah tropika. Anggrek di daerah beriklim sedang biasanya hidup di tanah dan membentuk umbi sebagai cara beradaptasi terhadap musim dingin. Organ-organnya yang cenderung tebal dan "berdaging" (sukulen) membuatnya tahan menghadapi tekanan ketersediaan air. Anggrek epifit dapat hidup dari embun dan udara lembab.
Sumber : Wikipedia


Orchid
Interest-anggrekan or Orchidaceae orchid is a member of the tribeof flowering plants with most species. Your options are widespreadfrom tropical wet regions to circumpolar region, although most members are found in tropical regions. Most members of this tribelive as epiphytes, especially those from tropical regions. Orchids in temperate climates usually live in soil and form a tuber as a way ofadapting to winter. Organs that tend to thick and "fleshy"(succulent) makes it stand the pressure of water availability.Epiphytic orchids can live from moisture and humid air.
Source: Wikipedia


Dinas pertanian kembangkan ketela pohon

Rembang-Untuk menunjang sektor pertanian terutama dibidang polowijo, Pemkab Rembang melalui Dinas pertanian dan kehutanan tahun 2011 ini akan mengembangkan ketela pohon. Tanaman ini layak dikembangkan karena dari segi produksi dan perawatannya mudah, sehingga diharapkan penghasilan para petani akan semakin bertambah. Demikian dikatakan kepala Dinas pertanian dan kehutanan Sutomo melalui Sekertaris Suratmin.


Suratmin mengatakan sekitar 4000-an hektar lahan yang tersebar di 14 kecamatan telah dikembangkan ditanami ketela pohon. Akan ditingkatkan pada 18 kelompok tani yang tersebar di beberapa kecamatan yakni Rembang, kaliori, Lasem, pamotan, dan Pancur dengan sasaran 150 hektar. Sebelumnya para petani telah diberi Pembinaan untuk pemanfaatan lahan yang kurang produktif, supaya dikembangkan untuk menanam ketela pohon, karena prospek kedepannya lebih bagus untuk mendukung industri tepung.


Menurut Suratmin dari ribuan lahan yang ditanami ketela pohon, dalam kurun waktu 4 sampai 5 tahun kedepan diperkirakan akan mencapai 10.000 hektar, sehingga akan semakin menambah penghasilan para petani.


Suratmin menambahkan disektor petanian khususnya komoditi utama padi, produksi padi diakhir tahun 2010 mengalami kenaikan, dari luas Panen 37.433 hektar tahun 2010, tercatat produktifitas padi perhektar bisa menghasilkan 54 kwintal padi yakni 54,4% dari tahun sebelumnya 54,1%. Sementara jagung dari luas panen 37.727 Hektar, produksi per hektar 47,37 Kwintal,

Harga Beli Gabah turun, Petani Pilih Menjual Ke Luar Daerah

Rembang-Harga beli gabah hasil panen musim tanam (MT) pertama 2010 - 2011 di tingkat lokal saat ini cenderung turun. Hal ini dipicu banyak petani melakukan panen lebih awal karena takut tanaman padi rusak akibat hujan dan sebagian lagi disebabkan serangan hama, walaupun kondisi gabah belum seluruhnya menguning.


Kaslam warga desa Sumbergayam kecamatan Kragan yang baru saja panen seminggu lalu mengatakan, meski gabah hasil panen sekira 90% dari kondisi normal, namun tidak selayaknya dibeli dengan harga murah. Oleh karena itu, salah satu upaya untuk mempertahankan harga gabah, terpaksa menjualnya kepada pedagang di luar daerah.


Menurut Kaslam, biasanya pedagang dari Jakarta dan Jawa barat bersedia membeli dengan harga yang lebih tinggi karena wilayahnya belum panen. Gabah basah per kilogram dibeli seharga Rp 2.700, sementara pedagang lokal hanya menawar Rp 2.500 per kilogram.


Kaslam menambahkan, kecenderungan seperti itu tidak dapat dielakkan setiap tahunnya. Walaupun sebenarnya, saat ini sudah ada program untuk menyiasati hal itu, yakni dengan program resi gudang. Mekanismenya sebagian besar hasil panen akan dijual saat harga di pasaran membaik, tetapi karena petani segera butuh uang, maka memilih menjual ke luar daerah.


Sementara itu Yudiono anggota asosiasi kontraktor beras mitra Bulog menuturkan, saat ini para kontraktor pengadaan beras rekanan Bulog belum mulai melakukan penyerapan, karena belum ada ketentuan harga yang jelas. Hingga akhir Januari ini belum juga diumumkan Harga Pokok Pembelian (HPP) baru, baik untuk gabah kering panen, gabah kering giling dan beras.

Yudiono memprediksi penyerapan paling tinggi terjadi pada Februarti hingga Mei pada saat panen raya. Apabila pada saat para kontraktor akan melakukan pembelian belum juga terbit HPP baru, maka akan mengacu pada ketentuan lama.

Ditambahkan Yudiono, pada HPP tahun 2010 yang tertuang dalam Instruksi Presiden No 7/2009 per tanggal 29 Desember Tahun 2010, dicantumkan untuk harga pembelian gabah kering panen (GKP) di petani Rp 2.640 per kilogram, GKP di penggilingan Rp 2.685 per kilogram. Gabah Kering Giling (GKG) di penggilingan dinaikkan menjadi Rp 3.300, GKG di gudang Bulog Rp 3.345 per kilogram dan HPP beras di gudang Bulog Rp 5.060 per kilogram.

Sosialisasi Pengolahan Ketela Pohon

Rembang-Semua jenis ketela sebenarnya aman dikonsumsi manusia, termasuk ketela Markonah (ubi gajah) yang biasa diolah menjadi tiwul. Asal cara membuatnya benar maka akan terhindar dari resiko keracunan. Demikian penjelasan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Rembang Sutedjo dalam kegiatan sosialisasi pengolahan ketela Markonah yang berlangsung hari Selasa, di Aula Dinas Kesehatan.


Dihadapan puluhan petugas promosi kesehatan dari 14 Puskesmas di Kabupaten Rembang Sutedjo menerangkan, warga yang akan mengkonsumsi ketela atau tiwul, harus memahami cara pengolahan yang benar, mulai dari proses pencucian, pengeringan hingga direbus. Agar tidak ada kandungan zat berbahaya yang berdampak pada jatuhnya korban jiwa, seperti peristiwa di Jepara yang menewaskan tujuh orang anggota satu sekeluarga, setelah menyantap thiwul berbahan ketela Markonah


Lebih lanjut Sutedjo menyampaikan, menjadi tugas dari tenaga promosi kesehatan untuk memberikan sosialisasi lanjutan kepada warga setempat dimana mereka bertugas untuk meyakinkan bahwa tak perlu cemas mengkonsumsi ketela Markonah, asalkan sesuai dengan ketentuan cara pengolahan yang benar. Karena Pasa dasarnya semua jenis ketela layak dan aman dikonsumsi asalkan harus dicuci dan dikeringkan secara maksimal.


Kepala DKK Rembang Sutedjo menambahkan, karena saat ini kondisi di Kabupaten Rembang curah hujan cukup tinggi, sangat rawan untuk mengkonsumsi tiwul karena pengeringkan tidak optimal. Dampaknya justru bisa memunculkan bakteri yang berpotensi menyebabkan orang yang menkonsumsi menjadi keracunan. Oleh karena itu petugas promosi kesehatan agar menginformasikan hal tersebut kepada warga, terutama mereka yang tinggal di pinggiran hutan dan kerap makan ketela pohon.

Pelatihan Budidaya Belut

Kaliori-Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Rembang Bangkit Foundation, bekerjasama dengan pemkab Rembang hari rabu menggelar pelatihan kewirausahaan masyarakat pesisir berupa budidaya belut, di balai desa Banyudono, kecamatan Kaliori. Pelatihan budidaya belut diikuti oleh karang taruna dan kelompok nelayan desa Banyudono. Kegiatan dibuka oleh kepala Dinas kelautan dan Perikanan Ir suparman.


Pembina LSM Rembang Bangkit Foundation-Mohamad Nahdlotul Ulum mengatakan, dipilihnya desa Banyudono sebagai tempat pelatihan budidaya belut salah satunya sebagai upaya mengantisipasi nelayan menghadapi situasi cuaca ekstrim di laut.


Mohamad Nahdlotul Ulum menambahkan, dari pelatihan ini para peserta mendapatkan materi membangun jiwa enterpreneurship, peluang dan tantangannya, hubungan berwiraswasta dengan lapangan pekerjaan, membangun networking di dalam dunia usaha, cara budidaya belut yang baik, dan manjemen sederhana dalam usaha budidaya belut. Dengan menghadirkan narasumber dari dinas perindustrian, perdagangan, koperasi dan usaha mikro kecil dan menengah, Dinas sosial, tenaga kerja dan transmigrasi, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Dinas pertanian dan kehutanan dan LSM Rembang BangkitFoundation.


Sementara itu kepala desa Banyudono-Bambang Puji Raharjo mengucapkan rasa terima kasih kepada LSM Rembang Bangkit Foundation yang telah memberikan pelatihan budidaya belut kepada warga desa setempat. Sehingga dapat mengangkat ekonomi masyarakat, karena budidaya belut sangat mudah dan ramah lingkungan dibanding budidaya lele.


Bantuan DAK untuk infrastruktur

Sulang-Kepala Desa Sulang Kecamatan Sulang Sukijan mengatakan, bahwa tahun ini desanya akan menerima dana alokasi khusus ( DAK ) sebesar 175 juta rupiah. Sesuai hasil musyawarah desa, dana tersebut akan digunakan untuk peningkatan infrastruktur di desa.


Dikatakan oleh Sukijan, guna menunjang kegiatan ekonomi di desa dan mengoptimalkan kegiatan roda pemerintahan di desa, jalan menjadi faktor pendukung untuk melancarkan arus transportasi. Khususnya pembangunan makadam jalan dan embung di Rw 03. Menurutnya, makadam jalan dimaksudkan untuk membantu memperlancar arus tarnsportasi. Sedangkan embung sebagai tadah hujan yang fungsinya untuk mencukupi kebutuhan air para petani.


Ditambahkannya, sejumlah jalan sebelumnya sudah berhasil diperbaiki oleh pihak desa yakni jalan usaha tani di Rw 07 sepanjang 2 km. Jalan tersebut selain dimakadam juga sudah diaspal, dari dana alokasi khusus ( DAK ) tahun 2010 sebesar Rp 175 juta.


Terapkan program perangi sampah

Kragan-Tindak Lanjut dari adanya sosialisasi yang di lakukan pihak Kantor Kecamatan Kragan tentang adanya wacana pengembangan kota pantai unggulan Atau sea frontcity yang di gagas Pemerintah Kabupaten Rembang, mendapat Respon pasitif dari warga desa Karang harjo, dengan mencanangkan program perang terhadap sampah di laut.


Kepala Desa Karang Harjo Mardikan mengatakan, latar belakang ide ini di karenakan keprihatinan pihak desa terhadap sampah yang banyak di buang sembarangan di tepi pantai maupun di sekitar lingkungan desa. Hal ini disebabkan kurang pedulinya warga membuang sampah ditempatnya.


Untuk itu pihak desa karang harjo melalui kucuran dana PNPMMD tahun 2010 sebesar 26 jutaan, membeli perlengkapan sarana pendukung kebersihan lingkungan khususnya sampah, yakni 1 unit motor tossa untuk pengangkut sampah, 2 unit gerobak sampah, dan 1 unit bak sampah. Sementara pengadaan 60 bak sampah di tempatkan di 6 RT dengan di dukung pekerja pengangkut sampah sebanyak 5 0rang,


Penanggung Jawab Operasional Kecamatan (PJOK) Kecamatan Kragan Ismoyo menjelaskan, tidak semudah membalikan telapak tangan dalam menjalankan program perang terhadap sampah, akan tetapi karya nyata yang sudah di lakukan pihak desa, di 13 RT patut mendapatkan apresiasi.


Program tersebut diharapkan dapat memberikan kesadaran warga dengan membuang sampah pada tempatnya. Semua demi kepantingan bersama untuk menciptakan lingkungan sekitar pantai dan lingkungan sekitar desa bersih dan terkesan tidak kumuh, khususnya dalam rangka mendukung program sea front city yang di gagas pemkab Rembang.

Indramayu Siapkan lahan Abadi

INDRAMAYU - Produksi pangan di Jabar, saat ini, mulai terancam akibat adanya alih fungsi lahan untuk berbagai kepentingan maupun dampak bencana lain. Akibatnya, pertumbuhan produksi pertanian, khususnya padi, diprediksi hanya sebesar empat persen di 2011 ini.

Guna mengantisipasi kekurangan pangan itu, Kabupaten Indramayu sebagai salah satu penyumbang pangan nasional, menyiapkan 100 ribu hektare lahan pertanian abadi.

Bupati Indramayu, Hj Anna Shopanah mengatakan, penyiapan payung hukum tentang lahan pertanian abadi itu sudah dilakukan sejak setahun lalu dan saat ini tinggal melengkapi untuk menjadi sebuah peraturan daerah (perda). Hal ini pun sejalan dengan keinginan pmerintah pusat yang meminta daerah untuk menyediakan lahan pertanian abadi.

Sebelumnya, Kepala Badan Ketahanan Pangan Daerah (BKPD) Provinsi Jawa Barat, Ir Lucky Rulyawan mengatakan, pihaknya tidak dapat memprediksi ketersediaan pangan pokok akibat cuaca yang tidak menentu ini. Menurut Lucky, ketersediaan pangan pokok di Bulog Jabar hanya mencukupi sampai 3,5 bulan ke depan.

Lucky menjelaskan, jika pada 2011 ini, ketersediaan pangan di Jabar jumlahnya bisa sama seperti di tahun 2010, maka hal itu sudah termasuk baik. Apalagi, bila hal itu dikaitkan dengan konsumsi pangan beras di Jabar, masih termasuk tinggi yaitu mencapai 105 kg per kapita per tahun.

Bupati Anna menegaskan, ketahanan pangan, khususnya di Indramayu, yang sudah terjaga selama ini, jangan sampai terganggu akibat adanya alih fungsi lahan dan bencana. Untuk itu, keberadaan lahan pertanian abadi untuk mengcover kebutuhan pangan masyarakat Indramayu maupun nasional, menjadi perioritas yang harus segera diwujudkan.

Di Kabupaten Indramayu, saat ini, terdapat 118 ribu hektare lahan pesawahan baik yang berstatus irigasi maupun tadah hujan. Dari luas lahan itu, sebagian besar (70 persen) merupakan lahan sawah irigasi yang pengairannya dipasok dari Bendung Rentang Kabupaten Majalengka dan Bendung Jatiluhur Kabupaten Purwakarta. Sedangkan sisanya, merupakan lahan tadah hujan yang kebanyakan berada di daerah pesisir pantai (layanan irigasi 3).

Menurut Anna, dengan luas lahan itu, maka produksi gabah yang bisa dihasilkan mencapai sekitar 1,4 juta ton gabah kering panen. Untuk itu, pihaknya akan berupaya seoptimal mungkin untuk mempertahankan produksi padi yang dihasilkan petani Indramayu.

Anna mengakui, pemerintah kerap tidak bisa berbuat sesuatu ketika lahan pertanian milik warga itu beralih fungsi. Pasalnya, tidak ada kewenangan pemerintah untuk melarang jual beli lahan milik warga itu kepada pihak lainnya.

Untuk itu, Pemkab Indramayu hanya akan memperbolehkan lahan 'tidur' yang kurang produktif untuk kegiatan pembangunan perumahan, industri maupun lainnya. Karena itu, pihaknya juga akan memikirkan tentang pemberian insentif kepada petani misalnya keringanan pajak bumi dan bangunan, sarana produksi untuk pengusahaan lahan yang bersangkutan, dan bantuan permodalan.

Dengan demikian, lahan pertanian abadi akan tetap terjaga dan penyediaan pangan masyarakat juga akan tetap terpenuhi. (humasindramayu)

Terdakwa Pembunuhan Di Indramayu Dikeroyok Keluarga Korban

INDRAMAYU - Dua terdakwa kasus pembunuhan, Munadi (19 tahun) warga Blok Karanggebang Desa Bangkaloa Kec.Widasari Kab.Indramayu dan Ato Sunarto (19 tahun) warga Desa Wanasari Kec. Bangodua Kab.Indramayu, dikeroyok sejumlah orang usai sidang di Pengadilan Negeri (PN) Indramayu, Rabu (26/1) sekitar pukul 13.00 WIB.

Belakangan diketahui, pengeroyok adalah keluarga Winata (70 tahun), korban yang dibunuh Munadi dan Ato pada Oktober 2010 lalu, warga Desa Wanasari Kec.Bangodua Kab.Indramayu.

Keluarga korban mengamuk hanya beberapa saat setelah sidang kasus pembunuhan itu selesai digelar. Begitu keluar ruang sidang, sejumlah orang dari keluarga korban langsung menyerang kedua terdakwa yang saat itu hanya dikawal beberapa polisi.

Karena banyaknya keluarga korban menyerang, petugas tidak dapat berbuat banyak. Kedua terdakwa lalu menjadi bulan-bulanan keluarga korban yang mengamuk. Beberapa pukulan, membuat kedua terdakwa mengalami memar dibagian wajah.

Beruntung, amuk keluarga korban dapat dihentikan setelah datang sejumlah petugas kepolisian yang saat itu sebenarnya sedang mengamankan aksi unjuk rasa di PN. Petugas segera mengevakuasi kedua terdakwa ke dalam sel PN. Salah seorang keluarga korban, Iwan (37 tahun), mengatakan ia dan kerabatnya tak bisa menahan emosi karena pembunuhan yang dilakukan kedua terdakwa terbilang sangat sadis.

Sidang kasus pembunuhan itu sendiri mengagendakan mendengarkan keterangan saksi dari kedua terdakwa. Sidang dipimpin hakim ketua Haryanta, S.H., dan dua hakim anggota masing-masing Heru Kuntodewo, S.H., dan Budiman Sitorus, S.H. Jaksa Penuntut Umum (JPU), Agus JP, mengatakan, usai agenda mendengarkan keterangan kesaksian kedua terdakwa, pekan depan sidang akan kembali digelar dengan agenda pembacaan tuntutan.

Kasus pembunuhan yang menimpa Winata terjadi di rumahnya di Desa Wanasari Kec.Bangodua Kab.Indramayu pada 28 Oktober 2010 lalu. Winata ditemukan membusuk dalam sumur di belakang rumahnya dengan kaki terikat pemberat. Tidak itu saja, tubuh korban juga dikubur pasir dan ditutup karung berisi kelapa.

Sementara uang sebesar Rp.20 juta hasil sewa sawah dan dua buah sepeda motor milik korban diketahui raib. Setelah dilakukan penyelidikan, selang dua hari, petugas kepolisian Resor Indramayu berhasil meringkus pelakunya yakni Munadi dan Ato Sunarto. (PR)

Indramayu Gelar PPIP Lewat Empat Dinas Terkait

INDRAMAYU - Kabupaten Indramayu akan menggelar program pembangunan infrastruktur pedesaan (PPIP) melalui empat instansi teknis terkait, yang menjadi leading sector pembangunan di pedesaan. Keempatnya ialah Dinas Pekerjaan Umum (PU), Bina Marga, Dinas PU Cipta karya, serta Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Indramayu, Jawa Barat (Jabar).

Kepala Dinas PU Cipta Karya H Susanto mengemukakan, dalam rangka untuk membangun infrastruktur pedesaan serta mendukung peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) di Indramayu, maka usulan musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) segera disikapi dinas terkait.

Hal itu dibuktikan dengan menjadikan usulan tersebut sebagai skala prioritas di masing-masing dinas. Kegiatan pembangunan itu sendiri, menurut Susanto, meliputi pembangunan jalan lingkungan, jalan setapak, irigasi, senderan, embung termasuk penerangan jalan umum di desa.

Susanto menjelaskan, penentu dari pekerjaan itu masing-masing dari panitia di empat dinas. Pada intinya pemerintah bersama masyarakat menjalin komunikasi untuk membangun desa dengan baik. Dengan demikian, keduanya melaksanakan program pembangunan yang sinergis. Hal ini sebagai bentuk sebuah kepercayaan bersama antara pemerintah daerah dan masyarakat untuk mencapai kesejahteraan.

Terkait dengan program itu, Dinas Kebersihan dan Pertamanan akan melakukan program infrastruktur penerangan jalan umum di 31 desa yang tersebar di 13 kecamatan. Saat ini sudah ada 12.219 titik se-Kabupaten Indramayu yang diharapkan per desa mencapai 50 titik nanti. (suarakarya)