Apa pentingnya makan sayur dan buah?

Makan buah-buahan dan sayuran adalah salah satu rekomendasi untuk diet sehat, tapi masih banyak orang yang tidak suka makan buah atau sayur. Mengapa makan buah dan sayur itu penting bagi tubuh?

The National Cancer Institute merekomendasikan setiap orang setidaknya makan lima porsi buah dan sayur setiap harinya.

Ada banyak alasan mengapa buah dan sayur sangat penting bagi tubuh. Seperti dilansir dari HSPH dan FamilyEducation, berikut beberapa alasan mengapa buah dan sayur penting :

Setiap Orang Butuh Banyak Konsumsi Buah dan Sayur
Banyak penelitian telah membuktikan bahwa buah dan sayur sangat penting untuk mendapatkan kesehatan yang baik. Bahkan, buah-buahan dan sayuran harus menjadi dasar dari diet yang sehat. Setiap orang, berapapun usianya, perlu melipatgandakan jumlah asupan buah dan sayur setiap harinya.

Buah dan Sayur Melindungi Kesehatan
Buah-buahan dan sayuran dikemas dengan vitamin, mineral, dan serat yang penting bagi tubuh.

Makan buah dan sayur setiap hari dapat memberi keuntungan :

  1. Mengurangi risiko penyakit jantung
  2. Mengurangi risiko tekanan darah tinggi
  3. Mengurangi risiko diabetes tipe II
  4. Mengurangi risiko kanker
  5. Melancarkan sistem pencernaan
  6. Sistem penglihatan yang sehat
  7. Fungsi memori yang sehat
  8. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
  9. Tulang dan gigi yang sehat

Buah dan Sayur Melawan Berbagai Jenis Penyakit
Buah dan sayur mengandung fitokimia yaitu senyawa kimia seperti beta-karoten yang terjadi secara alami pada tanaman, dan sangat penting untuk melawan berbagai jenis penyakit.

Fitokimia biasanya terkait dengan warna. Warna hijau, kuning-oranye, merah, biru-ungu, dan putih mengandung kombinasi mereka sendiri.

Berikut arti warna buah dan sayur bagi kesehatan tubuh :

  • Warna hijau, mengandung berbagai fitokimia seperti lutein dan indoles, yang berfungsi sebagai antioksidan dan meningkatkan kekebalan tubuh.
  • Warna kuning-oranye, mengandung berbagai jumlah antioksidan seperti vitamin C serta karotenoid dan bioflavonoid.
  • Warna merah, mengandung vitamin A yang baik untuk kesehatan mata. Khasiat kandungan lain seperti lycopene dan anthocyanins sedang dipelajari.
  • Warna biru-ungu, mengandung berbagai jumlah fitokimia yang mempromosikan kesehatan seperti anthocyanin dan fenolat, antioksidan yang melawan penuaan dini.
  • Warna putih dan coklat, mengandung berbagai jumlah fitokimia yang berfungsi untuk kebugaran tubuh.

Buah dan Sayur Untuk Mengatur Berat Badan
Buah dan sayur yang rendah kalori dan tinggi serat dapat membantu mengendalikan berat badan. Dengan makan banyak buah dan sayur, serta makanan rendah kalori, Anda akan mudah mengontrol berat badan Anda.

Buah dan Sayur Sumber Energi
Orang yang sibuk memerlukan makanan bergizi, berenergi dan mudah didapatkan, seperti buah-buahan dan sayuran segar. Buah-buahan dan sayuran adalah sumber energi alami dan memberikan tubuh banyak nutrisi yang dibutuhkan untuk tetap hidup.

Ubur - Ubur Terbesar Di Dunia

Ubur-ubur Nomura adalah ubur-ubur Jepang dan tercatat yang terbesar di dunia. Hal ini dalam ukuran yang sama kelas sebagai ubur-ubur Lionmane, cnidarian terbesar di dunia. Diameter ubur-ubur ini sedikit lebih besar daripada ketinggian rata-rata pria dewasa. Ukurannya adalah 2 meter (6 kaki 7 inci) dan beratnya mencapai 220 kg (sekitar 450 pon), Nomura's hidup terutama di perairan antara Cina dan Jepang, terutama di tengah Laut Kuning dan Laut Cina Timur. Ubur-ubur Nomura's telah melanda dan menyerang lautan Jepang dari 2005 sampai sekarang. Serangan yang tak sengaja dilakukan oleh makhluk semacam ini telah memotong industri perikanan daerah yang terkena bencana di Jepang serta mengganggu keseimbangan rantai makanan di laut. Setiap ubur-ubur bisa berat lebih dari 200 kg, dan perairan sekitar Jepang, telah dibanjiri dengan makhluk tahun ini. Para ahli percaya, cuaca dan kondisi air di laut cina sangat ideal untuk pertumbuhan ubur-ubur dalam beberapa bulan terakhir.










Kali terakhir Jepang mendapat kerusakan sangat besar akibat ubur-ubur ini adalah pada musim panas 2005, ratusan jala rusak, membuat ikan tidak termakan akibat gigitan beracun, dan bahkan menyebabkan cedera pada nelayan.Pukat nelayan Jepang ditenggelamkan oleh ubur-ubur raksasa, bahkan perahu nelayan berukuran 10 GT (gross ton) juga telah ditenggelamkan oleh ubur-ubur raksasa dari timur Jepang ini. Relatif sedikit yang diketahui tentang Nomura's, seperti mengapa beberapa tahun lalu melihat ribuan makhluk ini mengambang di laut Tsushima, tapi tahun lalu nyaris tidak ada penampakan. Pada tahun 2007 ada 15.500 laporan kerusakan perlengkapan memancing, dari makhluk ini. Para ahli percaya bahwa faktor utama semakin banyak kemunculan ubur-ubur di perairan Jepang mungkin karena menurunnya predator, termasuk kura-kura laut dan jenis ikan tertentu.

COFFEE AND TEA PREVENT DIABETES / KOPI DAN TEH CEGAH DIABETES

COFFEE AND TEA PREVENT DIABETES

Many ways you can do to prevent diabetes, ranging from changing your diet, exercise to drugs. But researchers say the results of the latest analysis, just drink coffee or tea can reduce diabetes.
Researchers analyzed the results of 18 studies involving hundreds to thousands of participants. Studies in 2005 states a person is more likely to drink coffee, possibly subject to diabetes-third lower than in those who rarely drank coffee.

Dr. Rachel Huxley of The University of Sydney, Australia conducted a survey of data on coffee and tea studies from 1996 to 2009 in patients with type 2 diabetes. Type 2 diabetes is linked to obesity and diabetes affects 8 percent of the American population.

As quoted by Reuters, the conclusions of the analysis are every cup of coffee drunk person can reduce the risk of diabetes up to seven percent. Of the six existing studies, it is known that eating three to four cups of coffee a day may reduce the risk of diabetes by 36 percent.

Meanwhile, seven other studies show that drinking tea as much as three to four cups a day may also reduce diabetes by 18 percent.Researchers suspect that caffeine not only help the process of reducing the risk of diabetes.

Other Ingredients in these two types of beverages such as magnesium, lignin (estrogen-like substances in plants) and chlorogenic acid which is an antioxidant can slow release of sugar into the blood after eating the food.

Clinical Pecobaan needs to be done to ensure that both types of these beverages can indeed be a preventive medicine for diabetes. If that were proven, medical personnel may give advice on not just people with diabetes to exercise and eat less excessive, but also lots of coffee or tea.

But remember, drinking tea or coffee is best with a little sugar, not like most ordinary people of Indonesia who gave too much sugar.
Source: Tribun Timur, January 2010

KOPI DAN TEH CEGAH DIABETES
Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit diabetes, mulai dari mengubah pola makan, olahraga hingga obat-obatan. Namun hasil analisis terbaru peneliti menyebutkan, cukup minum kopi atau teh saja bisa menggurangi  diabetes.

Peneliti menganalisis hasil 18 studi yang melibatkan ratusan hingga ribuan orang partisipan. Studi tahun 2005 menyebutkan seseorang yang lebih sering minum kopi, kemungkinan kena diabetesnya sepertiga lebih rendah dari pada mereka yang jarang minum kopi.

Dr. Rachel Huxley dari The University of Sydney, Australia melakukan survey data tentang studi kopi dan teh sejak tahun 1996 hingga 2009 pada penderita diabetes tipe 2. Diabetes tipe 2 adalah diabetes yang dikaitkan obesitas dan mempengaruhi 8 persen populasi Amerika.

Seperti dikutip dari Reuters, kesimpulan dari analisis tersebut adalah setiap cangkir kopi yang diminum seseorang bisa mengurangi resiko diabetes hingga tujuh persen. Dari enam studi yang ada, diketahui bahwa mengonsumsi tiga hingga empat cangkir kopi sehari bisa menurunkan resiko diabetes sampai 36 persen.

Sementara itu tujuh studi lainnya menunjukkan bahwa minum teh sebanyak tiga hingga empat cangkir  sehari bisa juga mengurangi diabetes hingga 18 persen. Peneliti menduga bukan hanya kafein yang membantu proses pengurangan resiko diabetes.

Kandungan lainnya dalam dua jenis minuman ini seperti magnesium, lignin (bahan mirip estrogen dalam tumbuhan) dan asam chlorogenic yang merupakan antioksidan bisa memperlambat pelepasan gula ke dalam darah setelah mengonsumsi makanan.

Pecobaan klinis perlu dilakukan untuk memastikan kedua jenis minuman ini memang bisa jadi obat pencegah diabetes. Jika memang benar terbukti, tenaga medis mungkin akan memberi saran pada penderita diabetes untuk tidak sekedar olahraga dan mengurangi makan berlebih, tapi juga banyak-banyak minum kopi atau teh.

Tapi ingat, minum teh atau kopi ini sebaiknya dengan kadar gula sedikit, bukan seperti kebanyakan orang Indonesia yang biasa memberikan gula terlalu banyak.
Sumber : Tribun Timur, Januari 2010

Resiko Perut Buncit

Memiliki perut buncit atau lingkar perut yang berlebihan bukan hanya kurang baik dari segi penampilan fisik namun juga dari segi kesehatan. Perut buncit biasanya lebih gampang kelihatan pada pria dibanding wanita karena secara biologis pria punya kecenderungan menumpuk kelebihan lemak di bagian perut dibanding wanita, meskipun perut buncit juga tidak jarang ditemukan pada wanita. Lemak di perut lebih bahaya dibandingkan lemak di bagian tubuh yang lain. Perut buncit yang juga biasa disebut sebagai obesitas sentral atau obesitas viseral, meski tidak ada keluhan, diyakini telah terjadi gangguan metabolisme yang dikenal dengan sindrom metabolik. Lemak yang menyebabkan kebuncitan pada perut sebenarnya terdiri dari dua macam. yaitu:
  1. Lemak subkutan (subcutaneous fat) yaitu lemak yang disimpan oleh tubuh di bawah kulit.
  2. Visceral (visceral fat) yaitu lemak yang disimpan oleh tubuh di rongga perut mengelilingi organ-organ dalam perut yang biasa disebut lemak visceral (visceral fat).
Kabar buruk buat Anda yang berperut buncit. Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan mereka yang berperut buncit dan memiliki lemak berlebihan di sekeliling pinggang berhadapan dengan risiko dua kali lipat untuk mati pada usia muda. Penelitian yang melibatkan 350 ribu orang di seluruh Eropa dan disiarkan Jurnal Kesehatan New England edisi terbaru itu menyatakan, kelebihan lemak di bagian perut mengganggu kesehatan walaupun jika seseorang itu tidak dikategorikan gemuk dan memiliki berat badan normal. Lemak di bagian perut bukan saja menyimpan tenaga, tetapi merangsang pengeluaran sejenis hormon yang disebut cytokines yang menyumbang pada serangan penyakit kronis.

Pada umumnya perut buncit beresiko pada organ-organ didalam perut dan terkait langsung dengan system metabolisme tubuh. Beberapa gejala timbulnya gangguan pada organ tubuh antara lain:
  1. Gangguan pembuluh darah yang dapat menjadi penyebab penyakit jantung koroner atau pun stroke (penyakit pembuluh darah otak).
  2. Gangguan sendi seperti spondilosis tulang belakang atau osteoartritis sendi lutut/pangkal paha.
  3. Gangguan metabolisme seperti sindrom metabolik dgn resistensi insulin (keadaan pradiabetes), DMT2, kadar trigliserid yang tinggi dan penyakit kolesterol atau dislipidemia.
  4. Sleep apnea (berhenti napas dengan gejala napas seperti tercekik saat tidur). Pria dgn PB sering harus tidur dalam posisi duduk untuk mencegah sleep apnea.
  5. Timbulnya beberapa jenis kanker.
Sebagian besar perut menggelembung alias buncit disebabkan oleh faktor dasar yaitu diet dan gaya hidup. Berikut ini beberapa cara untuk menghilangkan perut buncit baik pada pria maupun wanita, seperti:
  1. Minum air mineral. Air akan mencairkan konsentrasi sodium dalam tubuh sehingga meningkatkan jumlah air yang keluar dari sistem. Minum lebih banyak air juga menjamin fungsi empedu efektif untuk mengeluarkan produk sampah. Jangan merubah konsumsi air saat diet karena banyak bahan yang sulit dicerna dan dapat menyebabkan perut menggelembung.
  2. Makan teratur dan perlahan. Hindari makan cepat, karena ketika Anda menelan terlalu cepat, setidaknya udara tertahan dalam usus dan membentuk gas yang dapat memicu penggelembungan perut. Selalu duduk saat makan dan kunyah makan secara perlahan-lahan. Makanan yang tidak terkunyah menjadi bagian-bagian kecil tidak dapat dicerna dengan sempurna yang kemudian menghasilkan banyak gas yang menimbulkan penggelembungan.
  3. Kurangi konsumsi garam. Terlalu banyak garam dalam diet menambah ektra sodium terhadap cairan tubuh yang memperlambat mekanisme sehingga mendorong air keluar dari sel. Akibatnya perut terasa penuh dan menggelembung.
  4. Konsumsi serat yang tepat. Serat adalah elemen penting dalam diet, tetapi untuk mengimbangi penyimpanan air yang menyebabkan penggelembungan, makanlah serat dalam buah-buahan seperti apel dan pear yang memiliki banyak kandungan air.
  5. Awasi obat yang di konsumsi. Perut yang mengembang adalah efek samping dari konsumsi obat. Aspirin kadang-kadang menyebabkan masalah perut yang memicu sembelit dan penggelembungan, termasuk pil kontrasepsi.
  6. Hindari sembelit. Perut yang mengembang adalah efek samping dari konsumsi obat. Aspirin kadang-kadang menyebabkan masalah perut yang memicu sembelit dan penggelembungan, termasuk pil kontrasepsi.
  7. Olah raga. Olahraga akan membantu menggerakkan cairan dalam perut yang dapat menyebabkan perut besar dengan mendorongnya keluar dari jaringan dan masuk aliran darah dimana akan dilkeluarkan sebagai keringat atau dibawa ke empedu untuk dikeluarkan sebagai urine.
Nah mulai sekarang anda bisa mengetahui apakah perut anda buncit atau tidak, dan apakah kebuncitan tersebut sudah terimplikasi berbahaya dengan memakai berbagi patokan di atas. Saya menyarankan memakai lingkar perut saja karena gampang dan patokannya mudah di ingat. Sudah saatnya menjaga agar perut kita ramping demi kesehatan metabolisme tubuh dan untuk menjauhi berbagai penyakit degeneratif yang tak bisa disembuhkan.

Sumber: Dari berbagai sumber

Peranan Cacing Tanah terhadap Perubahan Sifat Biologi Tanah:


Cacing tanah atau Earthworm merupakan makroorganisme tanah yang hidup dalam tanah dengan sumber makanan dari bahan organik yang ada dalam tanah. Cacing tanah membantu dalam perombakan bahan organik yang ada dalam tanah menjadi berbagai senyawa dan ion yang sebagian besar berupa hara yang lebih mudah tersedia bagi tanaman. Selain itu, senyawa dan ion tersebut juga dapat dimanfaatkan oleh berbagai organisme tanah lainnya, baik bermanfaat bagi makroorganisme tanah lainnya, maupun mesoorganisme tanah dan mikroorganisme tanah, sehingga merangsang pertumbuhan dan perkembangan aktivitas biologis dalam sistem tanah tersebut.
Cacing tanah menghasilkan kotoran cacing yang disebut sebagai "Kotcing". Kotcing (kotoran cacing) mengandung ion fosfat dengan kadar yang tinggi. Ion Fosfat merupakan salah satu ion essensial baik untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman, maupun untuk pembelahan sel dan pembesaran serta perkembangan sel dari berbagai organisme tanah.
Beberapa perbaikan sifat biologi tanah dari peranan Cacing tanah:
(1) Cacing tanah bermanfaat dalam meningkatkan aktivitas organisme tanah,
(2) Cacing tanah bermanfaat dalam menigkatkan keragaman organisme tanah.
(3) Cacing tanah bermanfaat meningkatkan populasi organisme tanah.


Earthworm Role of Change Nature of Soil Biology:
Earthworm Earthworms are makroorganisme land or living in a land with food sources of organic matter present in soil. Earthworms help in the renovation of existing organic matter in the soil into the various compounds and ions, mainly the nutrients more easily available to plants. In addition, the compounds and ions can also be utilized by a variety of other soil organisms, both beneficial for makroorganisme other land, or mesoorganisme soil and soil microorganisms, thus stimulating growth and development of biological activity in soil systems.
Earthworms produce worm manure called as "Kotcing". Kotcing (worm feces) containing phosphate ions with a high level. Ion Phosphate is one of the essential ions for both plant growth and development, as well as for cell division and cell enlargement and the development of various soil organisms.
Some biological properties of soil improvement of the role of earthworms:
(1) Earthworms beneficial in increasing the activity of soil organisms,
(2) Earthworms beneficial in improving the diversity of soil organisms.
(3) Earthworms increase the population of beneficial soil organisms.

Ikan Juga Bisa Alami Insomnia


Tahukah Anda bahwa ternyata ikan juga bisa mengalami insomnia (susah tidur). Mereka mungkin tidak memiliki kelopak mata. Tetapi ikan-ikan tetap tidur, bahkan sebagian dari mereka mengalami insomnia, lapor para ilmuwan. Ilmuwan asal California mempelajari gangguan tidur pada manusia dan mendapati bahwa sebagian ikan Zebra, ikan peliharaan, memiliki gen mutan yang dapat menganggu sistem tidur mereka yang sama seperti insomnia pada manusia. Menurut peneliti di Sekolah Kedokteran Universitas Stanford, ikan zebra dengan gen mutan tidur kurang 30 persen dari ikan tanpa mutasi. Saat mereka akhirnya tertidur, mereka tidur hanya setengah dari waktu ikan normal.
Reseptor penghasil hypocretin ikan mutan ini kurang bekerja, neuropeptide yang dihasilkan ikan normal oleh neuron, area otak yang mengatur rasa lapar, seks dan prilaku dasar lain. Ikan Zebra yang dikenal dengan Zebra Danio, menjadi subjek penelitian populer karena mereka mudah dikembangbiakan daripada tikus dan mereka memiliki tulang punggung yang mewakili sistem saraf manusia dibandingkan lalat buah. Penelitian yang dipimpin Emmanuel Mignot mengatakan, mereka akan mencari ikan yang memiliki mutasi yang menyebabkan kelebihan tidur atau tidak bisa tidur dalam harapan menemukan jika molekul pengatur tidur dan jaringan otak berkembang melalui evolusi.“Banyak orang mempertanyakan, “Kenapa kita tidur? dan “Apa gunanya kita tidur?” ujar Mignot. “Saya rasa penting bagi kita mengetahui bagaimana otak kita berproduksi dan mengatur tidur. Ini nantinya akan memberikan petunjuk penting pada bagaimana dan mengapa tidur dipilih sebagai evolusi alami dan sangat universal. Studi ini dipublikasikan di edisi Selasa Perpustakaan Publik Sains-Biologi.

kabarindonesia.com,19/10/2007



Fish Can Natural Insomnia
Did you know that fish also experience insomnia (difficulty sleeping). They might not have eyelids. But the fish still asleep, even some of them have insomnia, according to scientists. California scientists studying sleep disorders in humans and found that the most Zebra fish, pet fish, have a mutant gene that can disrupt their sleep system similar to insomnia in humans. According to researchers at the Stanford University School of Medicine, with a zebra fish mutant gene slept 30 percent less than fish without the mutation. When they finally fall asleep, they slept only half of the normal fish.
Hypocretin receptor-producing mutant fish is less work, normal fish neuropeptide produced by neurons, the brain areas that regulate hunger, sex and other basic behaviors. Zebra fish known as the Zebra Danio, become popular research subjects because they are easily bred than mice and they have a backbone that represents the human nervous system than fruit flies. The study, led by Emmanuel Mignot, said they would look for fish that have a mutation that causes the excess sleep or not sleep in the hope of discovering if sleep regulatory molecules and brain networks developed through evolution. "Many people have questioned," Why do we sleep? and "What's the point we sleep?" said Mignot. "I think it's important for us to know how our brain produces and regulates sleep. This will provide important clues on how and why sleep is selected as a natural evolution and is very universal. The study is published in the Tuesday edition of the Public Library of Science-Biology.

kabarindonesia.com, 19/10/2007

Otak Ikan Cere Sama Pintar dengan Manusia



Mosquitofish, atau ikan Gupi, atau ikan Cere (nationalgeographic.com)

VIVAnews – Di Indonesia, Mosquitofish sering disebut dengan ikan Gupi, ikan Seribu, atau ikan Cere. Ikan air tawar ini memakan larva nyamuk dan sangat sosial dalam hidupnya. Saat mereka sedang sendirian, prioritas pertama yang ada di pikirannya adalah menemukan ikan Cere lain.
Dari penelitian terakhir, dalam sebuah eksperimen di lab ternyata ikan itu bisa ‘menghitung’ dan membedakan kuantitas numerik. Tidak hanya jumlah yang kecil misalnya 4 dan 8, tetapi ikan itu juga bisa membedakan antara kuantitas besar seperti 100 dan 200.
“Anda tentu tidak berharap bisa menemukan hal yang menarik semacam ini saat berurusan dengan hewan seperti ikan,” kata Christian Agrillo, ketua tim peneliti dari University of Padova, Italia, seperti dikutip dari NationalGeographic, 9 Januari 2010. “Ini sangat luar biasa,” ucapnya.
Namun, kata Agrillo, kemampuan numerik ini juga berkurang saat rasio antara kedua angka diubah. Efek ini juga terjadi di antara manusia yang disurvey.
Pada eksperimen, seekor ikan ditempatkan pada penampungan. Ia diminta memilih satu di antara dua pintu yang diberi gambar geometrik. Misalnya, pintu A diberi empat gambar geometri, sementara pintu B diberi delapan gambar. Pintu-pintu ini nantinya mengarah ke tempat di mana kelompok ikan-ikan Cere lain berada.
Pada uji awal, ikan tidak tahu harus pergi ke mana dan mereka memilih secara acak. Akan tetapi, sejalan dengan waktu, ikan itu mulai memilih pintu yang tepat. Peneliti kemudian menggunakan lebih banyak gambar di pintu.
“Cukup menarik, sebagian ikan yang diteliti tampak terkejut saat angkanya diubah menjadi ratusan. Mereka berenang ke dalam pintu lalu melihat pada gambar itu seperti layaknya sedang mencoba memahami sesuatu,” kata Agrillo. “Namun, setelah beberapa saat, mereka mulai berhasil menjawab tantangan itu,” ucapnya.
Saat peneliti mengubah jumlah gambar di pintu, diketahui bahwa saat gambar di kedua pintu memiliki jumlah yang makin serupa, tingkat keberhasilan ikan itu dalam menemukan jalan ke kelompok yang tepat semakin menurun.
Sebagai contoh, saat rasio gambar adalah 1 banding 2 (misalnya 8 banding 16) atau 2 banding 3 (8 banding 12), ikan lebih mampu memilih pintu yang tepat. Akan tetapi, ketika rasio diubah menjadi 3 banding 4 (misalnya 9 banding 12), mereka tidak menunjukkan bahwa mereka bisa membedakan perbedaan di antara kedua jumlah itu.
Peneliti kemudian melakukan uji coba yang sama pada manusia. Sebanyak 25 orang mahasiswa diminta melakukan tes yang serupa dengan ujian yang diberikan pada ikan.
Pada percobaan, mahasiswa diminta menentukan perbedaan antara jumlah yang besar dalam waktu dua detik agar tidak cukup waktu untuk menghitung jumlah gambar-gambar geometrik yang ada di pintu.
Meski secara umum manusia lebih akurat dibanding ikan Cere, ternyata kemampuan untuk menilai perbedaan jumlah menurun saat rasio perbandingan angkanya diubah dari 2 banding 3 menjadi 3 banding 4.
Menurut Agrillo dan timnya, hasil ini menambah bukti bahwa manusia, ikan, dan vertebrata lain memiliki kemampuan yang sama dalam memproses angka meskipun manusia memiliki kemampuan yang jauh lebih baik.



Brain Smart Fish with cere Same Man
Mosquitofish, or Gupi fish, or fish cere (nationalgeographic.com)

VIVAnews - In Indonesia, Mosquitofish often called fish Gupi, Thousand fish, or fish cere. This freshwater fish eat mosquito larvae and very social in his life. When they are alone, the first priority had in mind was to find another cere fish.
From recent research, in an experiment in the lab turned out that fish can 'count' and distinguish numerical quantity. Not only small amounts such as 4 and 8, but the fish can also distinguish between a large quantity such as 100 and 200.
"You would not expect to find such interesting things when dealing with animals such as fish," said Christian Agrillo, chairman of the team of researchers from the University of Padova, Italy, as quoted by NationalGeographic, January 9, 2010. "It's very unusual," he said.
However, said Agrillo, numerical ability is also reduced when the ratio between these two numbers changed. This effect also occurs among men surveyed.
In the experiment, a fish placed in shelters. He was asked to choose between two doors which are geometric images. For example, given a four-door A picture geometry, while the gate B were given eight pictures. These doors will lead to a place where groups of fish other cere located.
In early tests, the fish do not know where to go and they chose at random. However, over time, fish began to choose the right door.
Researchers then use more pictures in the door.
"Interestingly enough, most of the studied fish seemed surprised when the figure turned into hundreds. They swam to the door and look at the picture it was like trying to understand something, "said Agrillo. "However, after a while, they began to successfully answer the challenge," he said.
When researchers alter the number of images in the door, it is known that when the image on the second door has a growing number of similar, the success rate of the fish in finding their way to the right group decreases.
For example, when the image ratio is 1 in 2 (such as 8 vs. 16) or 2 vs. 3 (8 vs. 12), the fish better able to choose the right door. However, when the ratio was changed to 3 to 4 (eg 9 versus 12), they do not show that they can distinguish the difference between that amount.
Researchers then tested the same in humans. Another 25 students asked to perform similar tests with the test given to the fish.
In the experiment, students were asked to determine the difference between large quantities within two seconds so as not enough time to count the number of geometric drawings on the door.
Although in general humans are more accurate than cere fish, it turns out the ability to assess differences in the number decreases when the ratio of the number changed from 2 to 3 to 3 to 4.
According Agrillo and his team, these results add to evidence that humans, fish and other vertebrates have the same ability to process numbers, although humans have much better capabilities.