Ternak Ayam Pelung

Ternak ayam pelung bisa dijadikan usaha sampingan untuk anda, bahkan mungkin kalau anda lebih serius lagi mengelolanya akan menjadi usaha mandiri anda.


Ayam pelung ini mempunyai daya tarik sendiri yaitu pada suara yang indah dan panjang bahkan sampai kepala ayam menempel ketanah. Dengan pembibitan yang betul disertai perawatan ayam yang intensif maka akan dihasilkan ayam pelung dengan kualitas suara yang bagus.

Ayam pelung merupakan ayam lokal yang berkembang di Kabupaten Cianjur dan Sukabumi (Jawa Barat). Ayam pelung memiliki sosok tubuh besar dan tegap, temboloknya tampak menonjol. Kakinya panjang, kuat, dan pahanya berdaging tebal. Ayam pelung jantan memiliki Jengger berbentuk wilah yang besar, tegak, bergerigi nyata dan berwarna merah cerah. Ayam pelung betina mempunyai jengger, tetapi jengger terseebut tidak berkembang dengan baik. Ayam pelung jantan dewasa mempunyai bobot badan berkisar antara 3,5 Kg – 5,5 Kg, sedangkan yang betina 2,5 Kg – 3,5 Kg.

Untuk perawatan sebenarnya tidak terlalu sulit, anda tinggal memberikan kandang yang bersih, memandikan ayam, menjemurnya dan memeberikan makan yang bervitamin seimbang. Peminat ayam pelung ini bukan hanya dari kalangan bawah tapi juga kalangan ekonomi menengah keatas. Satu ekor ayam pelung yang bersuara bagus bisa bernilai jutaan rupiah loh.. Biasanya diadakan kontes ayam pelung untuk menguji kehebatan suara mereka. Pemenang kontes akan mendapatkan penghargaan dan nilai jual yang tinggi.

Kini ayam pelung sudah banyak dikembangbiakkan di daerah pedesaan di Cianjur. Untuk mendapatkan bibit ayam ini bisa datang ke Kecamatan Warungkondang, Pacet, Cugenang, Cianjur dan Cempaka. Sedangkan untuk mendapatkan ayam pelung yang sudah menghasilkan suara bagus, Anda harus merogoh kocek lumayan besar, karena harganya bisa mencapai 10-20 juta per ekor. Sedangkan untuk ayam betinanya yang masih berproduksi bernilai 500 ribu sampai 800 ribu. Harga yang tidak murah bila dibandingkan dengan ayam biasa. Tapi bagi yang hobi dan mencintai keunikan, harga ayam pelung ini sudah sebanding dengan kelebihannya.

Ternak Ayam Kampung

Ternak ayam kampung adalah peluang usaha yang bisa dibuat dengan modal yang rendah. Anda bisa memulai dari hanya beberapa ekor ayam kampung saja dan beberapa kandang.


Perawatannya pun mudah, karena ayam jenis ini tahan terhadap perubahan cuaca dan penyakit. Untuk pencegahan anda bisa memberikan vaksin. Untuk pembibitan biasanya dilakukan dengan tradisional yaitu dengan dierami oleh induk ayam, tapi bisa juga kita gunakan mesin penetas telur untuk menghasilkan anak ayam dalam jumlah besar.

Ayam kampung ini bisa menjadi peluang usaha sukses bagi anda dalam menjual daging ayam kampung ataupun telur ayam kampung. Daging maupun telur ayam kampung mempunyai nilai jual yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan ayam negri. Daging ayam kampung banyak kita temukan di pedagang kaki lima untuk dijajakan sebagai makanan yang ramai dikunjungi masyarakat setiap harinya. Untuk telur ayam kampung biasanya digunakan untuk jamu tradisional yang dipercaya akan meningkatkan stamina tubuh.

Apa itu HAM?

Secara sederhana, Hak Asasi Manusia (HAM) adalah hak yang dimiliki oleh setiap umat manusia sejak terlahir di dunia. Hak tersebut menyatu dalam diri seseorang tanpa mengenal bangsa, warna kulit, agama, afiliasi politik dan lain-lainnya1. Semua orang terlahir dengan hak yang sama sama tanpa pengecualian.

Menurut Deklarasi Umum Hak Asasi Manusia (DUHAM)2, semua orang dilahirkan merdeka dan mempunyai martabat dan hak-hak yang sama. Sementara, Undang-Undang No. 39/1999 tentang HAM menyatakan bahwa hak asasi manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikatnya dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum, Pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia.

Hak Asasi Manusia memiliki beberapa prinsip, yaitu:

  1. Universal
  2. Saling terkait
  3. Tidak terpisahkan
  4. Kesetaraan dan non-diskriminasi
  5. Hak Serta Kewajiban Negara
  6. Tidak dapat diambil oleh siapapun

Saat ini, HAM telah menjadi standar norma internasional untuk melindungi setiap manusia dari setiap tindakan; baik secara politik, hukum dan sosial yang melanggar hak seseorang. Acuan utama dalam HAM adalah Deklarasi Hak Asasi Manusia. Dalam deklarasi tersebut, terdapat 10 hak dasar dari setiap manusia yang wajib dijamin oleh setiap negara, yaitu:

  1. Hak Untuk Hidup: hak untuk hidup dan meningkatkan taraf hidup, hidup tentram, aman dan damai dan lingkungan hidup
  2. Hak Berkeluarga dan Melanjutkan Keturunan: Hak untuk membentuk suatu keluarga melalui perkawinan yang sah
  3. Hak Mengembangkan kebutuhan dasar: hak untuk pemenuhan diri, hak pengembangan pribadi, hak atas manfaat iptek, dan hak atas komunikasi
  4. Hak memperoleh keadilan: hak perlindungan hukum, hak keadilan dalam proses hukum, dan hak atas hukum yang adil
  5. Hak atas kebebasan dari perbudakan: hak untuk bebas dari perbudakan pribadi, hak atas keutuhan pribadi, kebebasan memeluk agama dan keyakinan politik, kebebasan untuk berserikat dan berkumpul, kebebasan untuk menyampaikan pendapat, kebebasan untuk menyampaikan pendapat, dan status kewarganegaraan
  6. Hak atas rasa aman: hak mencari suaka dan perlindungan diri pribadi
  7. Hak atas kesejahteraan: hak milik, hak atas pekerjaan, hak untuk bertempat tinggal layak, jaminan sosial, dan perlindungan bagi kelompok rentan
  8. Turut serta dalam pemerintahan: hak pilih dalam pemilihan umum dan hak untuk berpendapat
  9. Hak perempuan: hak pengembangan pribadi dan persamaan dalam hukum dan hak perlindungan reproduksi
  10. Hak anak: hak hidup untuk anak, status warga negara, hak anak yang rentan, hak pengembangan pribadi dan perlindungan hukum, dan hak jaminan sosial anak.

Di Indonesia, Hak Asasi Manusia dimasukkan dalam konstitusi negara melalui Undang-Undang Dasar 1945 amandemen ke-2, Bab XA pasal 28A. Kemudian dikuatkan juga oleh Undang-Undang No. 39/1999 tentang HAM; Hak asasi manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikatnya dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-nya yang wajib di hormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum, Pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia.

Awasi Gejala Penyakit Parkinson

Penyakit Parkinson adalah suatu penyakit degeneratif pada sistem saraf (neurodegenerative) yang bersifat progressive, ditandai dengan ketidakteraturan pergerakan (movement disorder), tremor pada saat istirahat, kesulitan pada saat memulai pergerakan, dan kekakuan otot. Penyakit parkinson pertama kali diuraikan dalam sebuah monograf oleh James Parkinson seorang dokter di London, Inggris, pada tahun 1817. Di dalam tulisannya, James Parkinson mengatakan bahwa penyakit (yang akhirnya dinamakan sesuai dengan namanya) tersebut memiliki karakteristik yang khas yakni tremor, kekakuan dan gangguan dalam cara berjalan (gait difficulty).

Penyakit Parkinson bisa menyerang laki-laki dan perempuan. Rata-rata usia mulai terkena penyakit Parkinson adalah 61 tahun, tetapi bisa lebih awal pada usia 40 tahun atau bahkan sebelumnya. Penyebab pasti penyakit parkinson masih belum diketahui, meskipun penelitian mengarah pada kombinasi faktor genetik dan lingkungan. Jauh di dalam otak ada sebuah daerah yang disebut ganglia basalis. Jika otak memerintahkan suatu aktivitas (misalnya mengangkat lengan), maka sel-sel saraf di dalam ganglia basalis akan membantu menghaluskan gerakan tersebut dan mengatur perubahan sikap tubuh. Ganglia basalis mengolah sinyal dan mengantarkan pesan ke talamus, yang akan menyampaikan informasi yang telah diolah kembali ke korteks otak besar. Pada beberapa kasus, Parkinson merupakan komplikasi yang sangat lanjut dari ensefalitis karena virus (suatu infeksi yang menyebabkan peradangan otak). Kasus lainnya terjadi jika penyakit degeneratif lainnya, obat-obatan atau racun mempengaruhi atau menghalangi kerja dopamin di dalam otak. Misalnya obat anti psikosa yang digunakan untuk mengobati paranoia berat dan skizofrenia menghambat kerja dopamin pada sel saraf.

Pada banyak penderita, pada mulanya Parkinson muncul sebagai tremor (gemetar) tangan ketika sedang beristirahat, tremor akan berkurang jika tangan digerakkan secara sengaja dan menghilang selama tidur. Stres emosional atau kelelahan bisa memperberat tremor. Pada awalnya tremor terjadi pada satu tangan, akhirnya akan mengenai tangan lainnya, lengan dan tungkai. Tremor juga akan mengenai rahang, lidah, kening dan kelopak mata. Penderita mengalami kesulitan dalam memulai suatu pergerakan dan terjadi kekakuan otot. Jika lengan bawah ditekuk ke belakang atau diluruskan oleh orang lain, maka gerakannya terasa kaku. Kekakuan dan imobilitas bisa menyebabkan sakit otot dan kelelahan. Kekakuan dan kesulitan dalam memulai suatu pergerakan bisa menyebabkan berbagai kesulitan. Otot-otot kecil di tangan seringkali mengalami gangguan, sehingga pekerjaan sehari -hari (misalnya mengancingkan baju dan mengikat tali sepatu) semakin sulit dilakukan.

Akan tetapi ada beberapa faktor risiko (multifaktorial) yang telah dikenalpasti dan mungkin menjadi penyebab penyakit parkinson, yakni:
  1. Usia. Umumnya dijumpai pada usia lanjut dan jarang timbul pada usia di bawah 30 tahun.
  2. Ras. Di mana orang kulit putih lebih sering mendapat penyakit parkinson daripada orang Asia dan Afrika.
  3. Genetik. Factor genetik amat penting dengan penemuan pelbagai kecacatan pada gen tertentu yang terdapat pada penderita penyakit parkinson, khususnya penderita Parkinson pada usia muda.
  4. Toksin. Seperti 1-methyl-4-phenyl-1,2,3,6-trihidroxypyridine (MPTP), CO, Mn, Mg, CS2, methanol, etanol dan sianida, penggunaan herbisida dan pestisida, serta jangkitan.
  5. Cedera kranio serebral. Meski peranannya masih belum jelas.
  6. Tekanan esional. Emosional juga di percaya menjadi faktor resiko penyakit parkinson.
Penyakit parkinson dapat di diagnosa dengan melihat cir-ciri sebagai berikut:
  1. Menggeletar. Pada jari, tangan, kaki atau muka.
  2. Kaku. Pada anggota badan seperti tangan, kaki atau bagian tubuh
  3. Gerak badan yang lambat.
  4. Ketidakseimbangan. Pada tubuh dan koordinasi tubuh yang dapat mengakibatkan jatuh.
Penyakit Parkinson bisa diobati dengan berbagai obat, seperti levodopa, bromokriptin, pergolid, selegilin, antikolinergik (benztropin atau triheksifenidil), antihistamin, anti depresi, propanolol dan amantadin. Tidak satupun dari obat-obat tersebut yang menyembuhkan penyakit atau menghentikan perkembangannya, tetapi obat-obat tersebut menyebabkan penderita lebih mudah melakukan suatu gerakan dan memperpanjang harapan hidup penderita.

Sumber: Dari berbagai sumber

Biologi dan Keanekaragaman Hayati


Dalam ilmu biologi keanekaragaman hayati adalah variasi organisme hidup, termasuk di antaranya spesies hewan dan tumbuhan beserta gen yang terkandung di dalamnya, serta ekosistem yang ditempati organisme hidup tersebut. Keanekaragaman hayati dapat diukur dari beberapa tingkatan, yaitu
  • Genetik, yaitu variasi di antara individu pada spesies yang sama.
  • Spesies, yaitu variasi spesies pada area tertentu.
  • Ekosistem, yaitu kesatuan tumbuhan dan hewan bersama dengan lingkungan fisik yang berinteraksi dalam sebuah ekosistem.
Ada Berapa Spesies?
Jumlah total spesies di seluruh dunia sangat banyak sehingga sulit diprediksikan angka tepatnya. Hal ini dikarenakan masih ada wilayah-wilayah terpencil yang belum tersentuh pendataan, misalnya hutan hujan di daerah pedalaman. Keanekaragaman hayati tertinggi terdapat pada hutan hujan tropis.
Spesies di seluruh dunia diperkirakan ada 2 juta hingga 100 juta spesies. Baru 1,7 juta spesies yang diketahui namanya, di antaranya:
  • 950.000 spesies serangga
  • 270.000 spesies tumbuhan
  • 19.000 spesies ikan
  • 10.500 spesies reptil dan amfibi
  • 9.000 spesies burung
  • 4.000 spesies mamalia
spesies lainnya adalah moluska, cacing, laba-laba, jamur, alga dan mikroorganisme.
Spesies baru diteliti setiap tahun. Jumlah spesies dalam ekosistem skala kecil hanya bisa diperkirakan. Misalnya ekosistem bawah tanah dan ekosistem di palung laut.
Berkurangnya Keanekaragaman Hayati
Kematian dan kepunahan adalah bagian dari kehidupan. Namun dewasa ini penyebab berkurangnya keanekaragaman hayati adalah karena ulah manusia. Berkurangnya jumlah spesies di ekosistem tropis seperti hujan hujan tropis adalah karena penebangan hutan untuk bahan baku dan bahan bakar, pembukaan lahan untuk industri dan pemukiman, serta pengambilan sumber daya alam dalam jumlah besar-besaran.
Jika hal tersebut terus berlangsung, diperkirakan seperempat dari jumlah spesies di bumi akan menuju kepunahan dalam jangka waktu 30 tahun ke depan. Atau tiga per empat spesies di bumi akan punah dalam kurun waktu 100 tahun.
Pentingnya Menjaga Keanekaragaman Hayati
Kita perlu melestarikan keanekearagaman hayati karena sebagai makhluk hidup, kita juga bergantung kepada makhluk hidup dan makhluk tak hidup lainnya. Misalnya: 
  • Udara yang kita hirup berasal dari produk fotosintesis tumbuhan hijau.
  • Serangga, cacing, bakteri dan organisme kecil lainnya menguraikan sampah serta tumbuhan dan hewan mati sehingga menjadi zat-zat yang dapat menyuburkan tanah.
  • Lebih dari 90% kalori yang dikonsumsi manusia berasal dari berbagai spesies tumbuhan.
  • Hampir 30% obat-obatan bersumber dan dikembangkan dari tumbuhan dan hewan.
Apa yang Dapat Kita Lakukan?
Kita dapat turut membantu menjaga keanekaragaman hayati dengan cara:
  • Menghentikan ilegal logging.
  • Menghentikan perburuan liar, misalnya gajah untuk diambil gadingnya, badak untuk diambil culanya, macan untuk diambil kulitnya, dan lain sebagainya.
  • Tidak membuang sampah dan limbah sembarangan.
  • Membantu keseimbangan ekosistem dengan cara mengurangi pencemaran.
  • Aktif dalam kegiatan konservasi.
http://www.anneahira.com/biologi-keanekaragaman-hayati.htm



Bakteri Termofilik Si Penggemar Panas


Bakteri merupakan organisme uniseluler bersel tunggal. Jumlah bakteri sangat banyak dibanding jumlah makhluk hidup lain. Bakteri menghuni berbagai habitat di permukaan bumi, mulai setetes air selokan, usus manusia, hingga tempat ekstrem seperti kawah gunung berapi. Salah satu jenis bakteri yang menyukai kondisi ekstrem adalah bakteri termofilik.

Habitat Bakteri Termofilik
Bakteri termofilik menyukai kondisi panas. Mereka hidup dan berkembang biak dalam suhu ekstrem, yaitu antara 45°C hingga 80°C. Bahkan, ada bakteri termofilik yang bereproduksi pada suhu 121°C. Bakteri ini diberi nama Strain 121. Suhu 121°C lebih panas daripada suhu air mendidih. Tidak banyak tempat di muka bumi yang mampu menyediakan habitat ekstrem bagi bakteri termofilik.
Beberapa di antaranya adalah di sumber air panas, kawah gunung berapi, dan di celah hidrotermal kedalaman laut. Celah tersebut adalah rekahan permukaan bumi di bawah laut tempat magma merembes dan memanaskan air. Bakteri termofilik pertama kali ditemukan pada 1960 oleh Thomas Brock. Bakteri ini ditemukan di sumber air panas di Yellowstone.

Pertahanan Diri di Suhu Ekstrem
Dalam suhu yang sedemikian ekstrem, DNA bakteri lain tentu sudah meleleh. Bagaimana bakteri termofilik mampu mempertahankan suhu tubuh ketika lingkungan sekitarnya mendidih? Enzim, protein, dan DNA, bakteri ini stabil dan bekerja optimal pada suhu ekstrem. Bakteri termofilik memiliki beberapa cara untuk menjaga DNA mereka utuh. Kimiawi sel mereka mampu mencegah denaturasi protein
Stabilitas mereka juga diperoleh karena formasi dan jumlah ikatan protein yang lebih banyak. Kandungan garam, seperti potassium dan magnesium yang tinggi, mencegah penurunan ikatan fosfodiester. Beberapa DNA bakteri termofilik berupa lilitan. DNA untai ganda memiliki lilitan yang lebih banyak sehingga lebih tahan panas.

Toleransi
Menurut para ilmuwan, tidak ada mikroorganisme yang mampu bertahan hidup pada suhu lebih dari 150°C. Namun, hal tersebut belum pernah dibuktikan keberadaannya. Bakteri termofilik ekstrem (hyperthermofil) membutuhkan suhu 80°C hingga 105°C untuk berkembang. Banyak bakteri termofilik yang membutuhkan elemen belerang untuk tumbuh dan berkembang.
Beberapa di antaranya merupakan bakteri anaerob yang menggunakan belerang sebagai akseptor elektron dalam proses respirasi selular. Ada juga bakteri termofilik litotrof yang mengoksidasi belerang menjadi asam sulfat sebagai sumber energi. Bakteri termofilik litotrof mampu beradaptasi dengan pH yang sangat rendah. Oleh karena itu, bakteri ini juga termasuk golongan acidofil.
Bakteri termofilik litotrof menghuni habitat bersuhu tinggi yang kaya belerang. Biasanya, mereka terdapat di kawah gunung berapi, sumber air panas, geyser, dan fumarol. Beberapa bakteri termofilik litotrof berwarna karena memiliki pigmen fotosintesis. Contoh bakteri termofilik adalah Thermus aquaticus dan Thermococcus litoralis.

SEMINAR DAMPAK DAN ANTISIPASI PERUBAHAN IKLIM PADA USAHA PERKEBUNAN 2011

PT.Riset Perkebunan Nusantara (RPN) akan menyelenggarakan seminar SEMINAR DAMPAK DAN ANTISIPASI PERUBAHAN IKLIM PADA USAHA PERKEBUNAN 2011 di Jakarta tanggal 23 Februari 2011, bertempat di Hotel Sultan – Golden Ballroom, Lobby Level Main Tower j.Gatot Subroto, Jakarta. Seminar akan menyajikan berbagai makalah hasil-hasil penelitian maupun pengalaman praktis dari bisnis perkebunan di Indonesia pada saat iklim sedang mengalami perubahan.Sejumlah besar makalah merupakan aspek praktis yang kelak dapat diterapkan sehingga dimensi kerugian akibat perubahan iklim global tidak menimpa bisnis perkebunan. Untuk menghadirinya, dapat mengontak Widany (085215098712) atau Alin(0818967580), maupun langsung ke PT.Riset Perkebunan Nusantara (RPN) dengan nomor telefon 0251-8333383 fax.0251-8315985 atau email : iklimkebun2011@rpn.cp.id.

Mengenal Ikan New Ching Hwa Kamalau

Ikan Lau Han dari “Negeri Ching Hwa, kian hari kian eksotis dan menjadi bahan perbincangan yang tiada habisnya dikalangan bobiis ikan Lau Han.Ching Hwa baru muncul, menambah marak jenis ikan dengan ciri khas kepala nonong dan mutiara berwarna yang menempel pada tubuh ikan mahal tersebut. Ikan New Ching Hwa Kamalau merupakan tren yang sangat dicari-cari dan digandrungi oleh hobiis ikan. Nama kamalau sendiri berasal dari daerah Ipoh, sebuah daerah yang banyak dihuni oleh suku Canton, yang terletak di selatan Negara Malaysia. Kamalau sendiri berarti Kera Emas. Bahkan ikan dengan arti kera  itu, ikan New Ching Hwa Kamalau juga jarang ditemukan.

Kalau diperhatikan secara mendetil, ikan New Ching Hwa Kamalau memang mempunyai kelebihan jika dibandingkan dengan Ching Hwa jenis lainnya. Pada bagian tubuh ikan New Ching Hwa Kamalau, sangat banyak mutiara dengan ukuran besar. Tapi, meski mutiara tersebut tidak tertata dengan rapi, seperti pada ikan Ching Hwa pada umumnya, justru menambah nilai eksotis ikan New Ching Hwa Kamalau, karena mutiara yang tidak beraturan tersebut berwarna kuning keemasan, sehingga sangat indah dan menyolok.

Pilihan warna ikan New Ching Hwa Kamalau hanya dua sampai tiga macam saja. Kebanyakan ikan New Ching Hwa Kamalau berwarna ungu. Namun, ikan New Ching Hwa Kamalau dua warna, yaitu kuning dan merah, lebih disukai oleh para penghobi.
Karakteristik ikan New Ching Hwa Kamalau yang perlu menjadi perhatian hobiis ikan adalah sebagai berikut:
  1. Bentuk kepala: pada bagian kepala atau wajah ikan tetap pada New Ching Hwa, yang rata-rata bentuk ikan wajah ikan tersebut Baby Face.
  2. Mata: dibagian mata ikan New Ching Hwa Kamalau rata dengan muka ikan tersebut sehingga dipandang enak sekali.
  3. Sirip atas dan bawah: untuk sirip bagian atas dan bawah memanjang ke belakang dan menyatu dengan ekor ikan.
  4. Nonong: rata-rata, bentuk nonong yang ada jenis ikan New Ching Hwa Kamalau ini tidak begitu menonjol.
  5. Warna: jika seekor ikan New Ching Hwa Kamalau berwarna ungu, biasanya seluruh tubuh ikan tersebut juga berwarna ungu. Tetapi, ada juga ikan New Ching Hwa Kamalau yang bewarna ungu pada bagian kepala dan bagian tubuh saja. Sedangkan ikan New Ching Hwa Kamalau yang mempunyai warna kuning dan merah, biasanya warna kuning lebih dominan, yaitu sebesar kurang lebih 70 %, dan bagian merahnya kurang lebih 30%.
  6. Marking: pada jenis ikan New Ching Hwa Kamalau, marking-nya tidak begitu menonjol bahkan bisa dibilang hilang, karena marking tidak begitu jelas dan ukurannya kecil sekali, hanya berbentuk bintik-bintik, dan paling banyak tiga.
  7. Ekor: New Ching Hwa Kamalau tidak meninggalkan cirri ekor Ching Hwa, yaitu melebar seperti kipas, yang menyatu dengan sirip ikan bagian atas dan bawah.

Tanaman Sayuran Jamur Tiram

Jamur Tiram
(Oyster mushroom(Ingg.), Pleurotus osteratus (Latin))
Famili: Agaricaceae

Deskripsi:

  • Jamur tiram merupakan salah satu jenis jamur kayu karena banyak tumbuh pada kayu yang sudah lapuk baik pada serbuk kayu maupun pada kayu gelondongan. Disebut jamur tiram atau karena bentuk tudungnya agak membulat, lonjong dan melengkung seperti cangkang tiram, dengan batang atau tangkai tanaman ini tidak tepat pada tengah tudung tetapi agak ke pinggir.

Suhu:

  • Suhu terbaik untuk pertumbuhan miselium jamur ini adalah 22 – 28 °C dengan kelembaban 60 – 80 %. Sedangkan suhu terbaik untuk pembentukan badan buah jamur adalah 16 – 22 °C dengan kelembaban 80 – 90 %.

Budidaya:

  • Jamur ini tumbuh pada media yang mengandung kadar air 50 – 90 % dengan pH 6 – 7.

  • Persiapan Media:

    • Pengayakan
      Ukuran ayakan yang digunakan lebih kurang sama dengan ukuran ayakan pasir.

    • Perendaman
      Serbuk kayu kering yang telah diayak direndam dalam air selama 6 – 12 jam disesuaikan dengan jenis kayu. Setelah selesai serbuk kayu ditiriskan.

    • Pengukusan
      Pengukusan serbuk kayu dilakukan pada suhu 80 – 90 °C selama 4 – 6 jam.

    • Pencampuran
      Seluruh bahan tambahan yang telah ditimbang sesuai dengan formulasi yang dipilih, dicampur dengan serbuk kayu yang telah dikukus. Air ditambahkan secukupnya hingga kadar air 50 – 65 %.

    • Pengomposan
      Pengomposan dilakukan dengan membumbun campuran serbuk kayu kemudian menutupnya secara rapat dengan menggunakan plastik selama 1 – 2 hari. Proses pengompossan yang baik ditandai dengan kenaikan suhu menjadi sekitar 50 °C. Kadar air campuran atau kompos harus diatur pada kondisi 50 - 65 % dengan pH 6 – 7.
      (Proses perendaman, pengukusan dan pengomposan dapat tidak dilakukan bila serbuk gergaji yang dipakai berasal dari kayu lunak dan seragam).

    • Pembungkusan
      Kompos dibungkus plastik polipropilen yang berukuran 20 x 30 cm. Media diisikan secara manual sambil dilakukan pemadatan di dalam kantong plastik. Selanjutnya ujung kantong plastik dipasang cicin bambu atau potongan paralon sedemikian sehingga menyerupai botol dan ditutup dengan sisa-sisa kapas.

    • Sterilisasi
      Sterilisasi dilakukan pada suhu 80 – 90 °C selama 6 – 8 jam dengan cara pengukusan dididalam drum strerilisasi. Setelah dikukus media didinginkan hingga mencapai suhu 35 – 40 derajat celsius.

    • Formulasi

    • FormulasiSerbuk kayu (kg) Tapioka (kg) Bekatul (kg) Kapur (kg)Gips (kg)TSP (Kg)
      I100-1551-
      II100-52.50.50.5
      III100-102.50.50.5
      IV100510510.5
  • Untuk pertumbuhan misellium:

    • Inokulasi (menanamkan bibit jamur)
      Inokulasi dilakukan dengan memasukan bibit sebanyak lebih kurang 1 sdt kedalam media steril melalui lubang ring yang telah dibuka penutup kapasnya. Setelah selesai inokulasi, penutup kapas dipasang kembali.

    • Inkubasi
      Inkubasi dilakukan dengan cara menyimpan media yang telah terisi bibit pada suhu 22 – 28 °C Inkubasi dilakukan hingga seluruh media penuh ditumbuhi miselium jamur tiram yang berwarna putih. Gejala ini berlangsung sekitar 1 bulan setelah inokulasi.

  • Untuk pembentukan tubuh buah:
    Media jamur yang dipenuhi miselium siap untuk ditumbuhkan membentuk tubuh buah. Pembentukan tubuh buah ini dilakukan dengan membuka plastik pembungkus media sehingga miselium cukup untuk mendapatkan oksigen. Satu sampai dua minggu setelah plastik dibuka biasanya akan terbentuk tubuh buah. Tubuh buah yang telah berumur 2 – 3 hari siap untuk dipanen. Kondisi lingkungan yang diperlukan untuk pembentukan tubuh buah jamur tiram adalah suhu 16 – 22 oC dengan kelembaban 80 – 90 %.

Panen:

  • Pemanenan dilakukan dengan cara mencabut seluruh rumpun jamur (1 kg media tumbuh dapat menghasilkan kurang lebih 7 ons jamur tiram). Pada pertumbuhan yang baik, ukuran diameter jamur yang besar pada saat dipanen adalah 5 – 10 cm. Pemanenan dilakukan pada pagi hari untuk mempertahankan kesegarannya dan mempermudah pemasarannya.

Anemia

Anemia adalah keadaan saat jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin (protein pembawa oksigen) dalam sel darah merah berada di bawah normal. Sel darah merah mengandung hemoglobin yang memungkinkan mereka mengangkut oksigen dari paru-paru, dan mengantarkannya ke seluruh bagian tubuh. Anemia menyebabkan berkurangnya jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin dalam sel darah merah, sehingga darah tidak dapat mengangkut oksigen dalam jumlah sesuai yang diperlukan tubuh.

Sel darah merah merupakan komponen darah yang terbanyak dalam satu mililiter darah. Setiap orang memiliki jutaan bahkan miliaran sel darah merah dalam tubuhnya. Penghitungan sel darah merah digunakan untuk menentukan apakah kadar sel darah merah rendah (anemia) atau tinggi (polisitemia). Anemia dapat terjadi bila tubuh kita tidak membuat sel darah merah secukupnya. Anemia juga disebabkan kehilangan atau kerusakan pada sel tersebut. Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan anemia, antara lain:
  • Kekurangan zat besi, vitamin B12 atau asam folat. Kekurangan asam folat dapat menyebabkan jenis anemia yang disebut megaloblastik, dengan sel darah merah yang besar berwarna muda.
  • Kerusakan pada sumsum tulang atau ginjal.
  • Kehilangan darah akibat perdarahan dalam atau siklus haid perempuan.
  • Meningkatnya penghancuran sel darah merah.
Gejala-gejala yang disebabkan oleh pasokan oksigen yang tidak mencukupi kebutuhan ini, bervariasi. Anemia bisa menyebabkan kelelahan, kelemahan, kurang tenaga dan kepala terasa melayang. Jika anemia bertambah berat, bisa menyebabkan stroke atau serangan jantung. Pola hidup yang tidak teratur juga dapat menyebabkan anemia, sehingga acap kali menghiraukan asupan makanan yang di perlukan serta kurangnya istirahat. Terlambat makan dan kurang tidur bisa menurunkan kebugaran tubuh sehingga hemoglobin berada pada batas normal. Apalagi makanan yang di konsumsi tidak memenuhi syarat gizi yang cukup. Beberapa pola hidup sehat yang dapat menjaga tingkat hemoglobin tetap pada batas normal, seperti:
  • Makan makanan utama secara teratur. 
  • Jagalah berat badan tetap seimbang.
  • Biasakan makan pagi sebelum beraktivitas.
  • Jangan lupa lemgkapi menu makanan dengan sayur-sayuran dan buah-buahan.
  • Makan makanan yang banyak mengandung zat besi dan bahan makan hewani.
  • Minum air putih yang cukup, sekurang-kurangnya dua hingga delapan gelas perhari.
  • Olah raga.
  • Tidur atau istirahat yang cukup.
 Sumber: Dari berbagai sumber

Nama Latin Sayuran

SayuranNama latin adalah cara penamaan yang dipakai universal untuk membedakan suatu spesies dengan spesies lainnya, karena satu spesies yang sama bisa memiliki banyak nama untuk daerah yang berbeda, bahkan dalam daerah yang sama orang yang berbeda bisa memberi nama yang berbeda untuk satu spesies yang sama. Berikut nama latin untuk beberapa tanaman sayuran:
Adas Florence = Foeniculum vulgare
Bawang merah = Allium ascalonicum
Bawang prei = Allium ampeloparsum var. Porrum
Bawang putih = Allium sativum
Bayam Tahun = Amaranthus hybridus
Beligo = Benincasa hispida
Belinjo = Gnetum gnemon
Beluntas = Pluchea indica
Bit = Beta vulgaris
Brokoli = Brassica oleracea var. Italica
Buncis = Phaseolus vulgaris
Cabai Rawit = Capsicum frutescens L.
Canola = Brassica napus
Celeriac = Apium graveolens var. Rapaceum
Daun bawang = Allium schoenoprasum
Daun Gedi = Abelmoschus manihot
Gambas = Luffa acutangula
Genjer = Limnocharis flava
Jamur Shiitake = Lentinula edodes
Kacang Biduk = Dolichos lablab
Kacang Gude= Cajanus cajan
Kacang Panjang = Vigna sinensis
Kailan keriting = Brassica oleracea var. Acephala
Kangkung Air = Ipomoea aquatica
Kangkung Darat = Ipomoea reptana
Kara Benguk = Mucuna pruriens var. utilis
Katuk = Sauropus androgynus
Kecipir = Psophocarpus tetragonolobus
Kembang kol = Brassica oleracea var. Botrytis
Kluwih = Artocarpus camansi
Kolrabi = Brassica oleracea var. Gongylodes
Kremah = Alternanthera sessilis
Kubis = Brassica oleracea var. Capitata
Kubis Brussel = Brassica oleracea var. Gemmifera
Kubis Savoy = Brassica oleracea var. Sabauda
Labu Siam = Sechium edule
Lobak = Brassica rapa var. Rapa
Lobak = Raphanus sativus var. hortensis
Lobak merah = Raphanus sativus
Mangkokan = Nothopanax scutellarium
Nangka = Artocarpus heterophyllus
Pare = Momordica charantia
Parsley = Petroselinum crispum var. crispum
Petai = Parkia speciosa
Petai Cina = Leucaena leucocephala
Peterseli = Petroselinum crispum var. Crispum
Ranti = Solanum nigrum
Sawi Daging = Brassica juncea
Sawi Hijau = Brassica rapa var. parachinensis
Selada = Lactuca sativa
Selada air = Rorippa nasturtium-aquaticum
Seledri = Apium graveolens var. Dulce
Terong = Solanum melongena
Terong Pipit = Solanum torvum
Terubuk = Saccharum edule
Terung Belanda = Cyphomandra betacea
Timun = Cucumis sativus
Tomat = Solanum lycopersicum
Turi = Sesbania grandiflora
Ubi = Pastinaca sativa
Wortel = Daucus carota

Silakan download artkel ini:
Nama Latin Sayuran.txt

Budidaya Ikan Lele Yang Murah Meriah

Pekarangan rumah luas dan Anda suka budidaya ikan? Ada baiknya Anda melirik budidaya lele ini.

Pekarangan rumah luas dan Anda suka budidaya ikan? Ada baiknya Anda melirik budidaya lele ini. Budidaya lele ini ternyata tak melulu jorok karena sudah bisa dikembangkan sistem budidaya yang lebih murah, bersih dan menjanjikan dengan suplemen organik sehingga bisa maksimal hasilnya.

Bisnis budidaya ikan lele ini pun tampaknya akan selalu menguntungkan. Hal ini karena semakin meningkatnya kesadaran masyarakat akan ikan sebagai sumber protein yang tinggi dengan harga yang terjangkau. Ikan menjadi alternatif mengingat harga daging yang makin hari makin mahal.

Ikan lele sendiri memiliki nilai gizi yang mumpuni disamping dagingnya yang gurih. Lele mengandung protein yang tinggi dan zat penguat tulang (kalsium) yang baik untuk makanan anak balita. Selain itu lele juga mengandung mineral lain yang penting pula untuk kesehatan tubuh.

Dengan fakta-fakta itu, maka pada akhirnya ikan lele dapat dijadikan peluang usaha yang menarik. Mengingat selama ini budidaya ikan lele selalu terkesan jorok, kini budidaya ikan air tawar tersebut sudah berkembang menjadi lebih murah, bersih, dan menjanjikan.

"Sekarang untuk budidaya ikan lele, kita sudah ada suplemen organik yang dapat membantu budidaya lele lebih maksimal. Karena suplemen organik ini memiliki fungsi sebagai penjaga kualitas air, menignkatkan percepatan pembesaran bibit lele jika dicampur dengan pakannya, dan mengurangi tingkat mortalitas dari bibit lele," jelas Deden A.S, sebagai salah seorang pembudidaya lele.

Deden, yang memulai budidaya lele ini sejak tahun 2006, diawali hanya iseng-iseng di pekarangan rumahnya dengan membuat kolam dari terpal sebesar 3x3x1 meter yang diisi air setinggi 7O cm. Dengan pola budidaya intensif, kolam tersebut dapat menampung jumlah tanam bibit ikan lele sebanyak kurang lebih 1800-2000 yang masing-masing bibit tersebut berukuran 10-12 cm.

"Setelah membuat kolam dan menaruh bibit lele tadi, kemudian memberi pakan dan suplemen organik dengan waktu teratur, selama 45 hari saya bisa memanen lele tersebut dengan jumlah berat sebesar 200 Kg - 250 Kg untuk jumlah maksimalnya," ujar Deden.

Bagi anda yang tertarik mencoba membudidayakan ikan lele ini, Deden memberi asumsi perhitungan yang sederhana. Dimulai dengan membuat kolam dari terpal dengan ukuran 3x3x1 meter yang tentunya memerlukan biaya yang tidak begitu mahal ketimbang membuat kolam dari semen atau kolam gali.

"Masalah perhitungan harga pembuatan kolam dari terpal, tentu semua orang akan tahu berapa biaya yang dibutuhkan. Karena terpal sendiri permeternya murah," jelas Deden.

Kemudian, Deden memberikan asumsi biaya pembelian bibit lele dengan harga Rp 300 per ekor. Jika untuk kolam 3x3x1 meter dapat menampung bibit kurang lebih 2000 ekor, maka kita hanya perlu mengeluarkan kocek sebesar Rp 600.000 (Rp 300 x 2000 ekor).

Mengingat lama pembesaran membutuhkan waktu selama 45 hari, maka kebutuhan pakan yang dibutuhkan adalah sejumlah 90 Kg (2 Kg perhari). Nantinya, Biaya yang dibutuhkan adalah sebesar Rp 660.000, dengan harga pakannya perkarung adalah Rp 220.000 seberat 30 Kg.

Adapun, pembelian kebutuhan suplemen organik adalah Rp 180.000 untuk 4 botol selama 45 hari pembesaran bibit. Empat botol tersebut akan difungsikan untuk pemaksimalan kualitas air dan bibit lele.

Pada akhirnya, total biaya yang dibutuhkan adalah kurang lebih Rp 1440000.

Berikut adalah ringkasan dari modal yang dibutuhkan perkolamnya adalah:



Harga Bibit Lele : Rp 300 x 2000 ekor = Rp 600.000
Harga Pakan : Rp 220.000 x 3 karung = Rp 660.000
Harga Suplemen Organik: Rp 45000 x 4 botol = Rp 180.000
Total Biaya Produksi: Rp 1.440.000

Melalui asumsi modal tersebut dari Deden, maka keuntungan yang bisa didapat dari satu buah kolam dengan target panen 2.000 bibit adalah 200 Kg - 250 Kg.

Deden menjelaskan, bahwa harga eceran yang bisa diraih adalah senilai Rp 15.000 perkilonya. Sedangkan untuk harga yang dijual ke pasar, dapat diraih sebesar Rp 12000 perkilonya.

Sehingga, lanjut deden, jika diambil dari asumsi harga terendahnya, maka keuntungan yang bisa diambil adalah Rp 960.000 untuk satu kolam. Jumlah tersebut diambil dari penjualan lele sebanyak 200 Kg x Rp 12.000 yang berjumlah Rp 2400.000 dikurangi biaya produksi yang berjumlah Rp 1.440.000.

"Jika panen yang kita hasilkan maksimal, kita dapat mencapai berat sejumlah 250 Kg. Keuntungan yang bisa diambil dari selisih total penjualan dan biaya produksi adalah sebesar Rp 1.560.000 perkolamnya," tegas Deden.

Dari penjualan lele tadi saja, jelas Deden, itu sudah merupakan peluang usaha yang menarik di samping aktivitas kesibukan sehari-hari. Karena biaya yang dibutuhkan tidak membutuhkan nilai investasi yang tinggi.

"Dari sisi waktu tidak begitu lama, malah simple dan sederhana. Yang penting disiplin saja dalam jadwal pemberian pakan dan suplemen organiknya,"kata Deden.

Berbicara mengenai peluang yang lebih luas lagi. Hasil dari lele tersebut, dapat dijadikan berbagai macam peluang usaha lainnya yang lebih menarik tentunya.

Selain yang sudah kita ketahui, lele dapat dijadikan menu makanan pecel lele. Namun di sisi lain, hasil dari olahan daging ikan lele dapat dijadikan berbagai macam hasil. Misalnya, daging lele dapat dijadikan nugget lele, abon lele, lele asap, bakso lele, dan bahkan dapat dijadikan filet lele. Mengingat kebutuhan filet lele untuk ekspor sangat tinggi.

"Atau mungkin kita dapat mengembangkan dari hasil ikan lele tersebut menjadi olahan-olahan penganan menurut ide dan kreativitas kita yang memiliki nilai jual tinggi," ucap Deden.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai budidaya intensif ikan lele, anda dapat menghubungi Departemen Perikanan, atau para pelaku usaha ikan lele seperti Deden A.S ini.

Sumber: (qom/qom/dtk)

Adjie Massaid Meninggal Dunia Karena Serangan Jantung


Adjie Massaid Meninggal Dunia Karena Serangan Jantung

Adjie Massaid, politisi, artis dan manajer sepak bola timnas U-23, meninggal dunia kemarin Sabtu 4 Februari 2011 sekitar pukul 23.00 WIB.
Menurut kabar, suami dari Angelina Sondakh tersebut meningal karena akibat serangan jantung.
Saat ini jenazah Politisi Demokrat tersebut sedang dibawa ke gedung DPR sebelum dimakamkan di TPU Jeruk Purut.
Selamat jalan kawan….

Toko Batik Online Batik S128 Solo, mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya Adjie Massaid.

tag: Adjie Massaid Meninggal Dunia, Penyebab Meninggalnya Adjie Massaid, Pemakaman Adjie Massaid

Sapi Bermulut Srigala

Seekor anak sapi aneh menggegerkan warga Dusun Katuje Desa Beraji Kecamatan Gapura Kabupaten Sumenep, Madura. Anak sapi jantan itu lahir dengan bagian mulut mirip mulut serigala.



Lidah anak sapi tersebut menjulur keluar dan rahang bawah jauh lebih pendek. Bahkan, secara terus menerus menganga, layaknya serigala yang mencari mangsa. Moh Hartono/detikSurabaya.



Kondisinya anak sapi tersebut terlihat sehat meski sulit makan atau minum. Moh Hartono/detikSurabaya


Agar bertahan hidup, pemilik sapi, Misnoto (50) rela memberikan susu dengan cara menyuguhkan pakai botol kecil. Setiap hari, tidak kurang dari tiga liter air dicampur susu instan. Sehingga kondisinya kelihatan tetap sehat.

Ibu Hamil Sehat dengan Rumput Laut

Ibu Hamil Sehat dengan Rumput Laut


KOMPAS.com — Agar kelahiran dan bayi yang terlahir nantinya sehat, calon ibu wajib mengonsumsi makanan pendukung kesehatan di masa kehamilan, seperti rumput laut.

Bila bicara tentang rumput laut, yang dimaksudkan adalah dari jenis alga coklat dan alga merah. Alga coklat hidup di perairan yang dingin, sedangkan alga merah di daerah tropis. Selama ini rumput laut lebih banyak dikenal untuk bahan pembuat agar-agar atau puding. Komposisi gizi rumput laut yang sangat lengkap sangat cocok untuk ibu hamil dan menyusui.

Ahli teknologi pangan dari IPB, Prof Dr Made Astawan dalam buku Kandungan Gizi Aneka Bahan Makanan mengatakan bahwa komposisi gizi rumput laut sangat bervariasi tergantung spesies, tempat tumbuh, dan musim.

Kandungan utama rumput laut segar adalah air yang mencapai 80-90 persen, sedangkan kadar protein dan lemaknya sangat kecil. Meski kadar lemaknya rendah, susunan asam lemaknya sangat penting bagi kesehatan.

Lemak rumput laut kaya akan omega-3 dan omega-6. Kedua asam lemak ini merupakan lemak yang penting bagi tubuh, terutama sebagai pembentuk membran jaringan otak, saraf, retina mata, plasma darah, dan organ reproduksi.

Kandungan kalori dalam rumput laut sangat rendah. Dari total kandungan karbohidratnya, kurang dari seperempatnya yang dapat diserap tubuh. Karena itu, baik rumput laut maupun agar-agar sangat baik untuk mereka yang ingin mengurangi berat badan.

Rumput laut juga diketahui sangat kaya unsur yodium. Kandungan yodium rumput laut sekitar 2.400-155.000 kali lebih banyak dibanding kandungan yodium sayuran yang tumbuh di daratan.

Kekurangan yodium akan menimbulkan berbagai masalah kesehatan, terutama timbulnya gondok (pembesaran kelenjar tiroid). Kekurangan yodium selama kehamilan bisa berakibat pada cacat janin, yaitu anak menjadi bisu dan tuli, otak kurang berkembang, kerdil, pertumbuhan terhambat, dan keterbelakangan mental.

Untuk mencegah masalah akibat kekurangan yodium, konsumsi yodium yang dianjurkan adalah 150 mikrogram untuk orang dewasa, 175 mikrogram untuk wanita hamil, dan 200 mikrogram untuk wanita menyusui.


Sumber : http://kesehatan.kompas.com/read/2009/08/15/09323623/ibu.hamil.sehat.dengan.rumput.laut

Ibu Hamil Sehat dengan Rumput Laut

Ibu Hamil Sehat dengan Rumput Laut


KOMPAS.com — Agar kelahiran dan bayi yang terlahir nantinya sehat, calon ibu wajib mengonsumsi makanan pendukung kesehatan di masa kehamilan, seperti rumput laut.

Bila bicara tentang rumput laut, yang dimaksudkan adalah dari jenis alga coklat dan alga merah. Alga coklat hidup di perairan yang dingin, sedangkan alga merah di daerah tropis. Selama ini rumput laut lebih banyak dikenal untuk bahan pembuat agar-agar atau puding. Komposisi gizi rumput laut yang sangat lengkap sangat cocok untuk ibu hamil dan menyusui.

Ahli teknologi pangan dari IPB, Prof Dr Made Astawan dalam buku Kandungan Gizi Aneka Bahan Makanan mengatakan bahwa komposisi gizi rumput laut sangat bervariasi tergantung spesies, tempat tumbuh, dan musim.

Kandungan utama rumput laut segar adalah air yang mencapai 80-90 persen, sedangkan kadar protein dan lemaknya sangat kecil. Meski kadar lemaknya rendah, susunan asam lemaknya sangat penting bagi kesehatan.

Lemak rumput laut kaya akan omega-3 dan omega-6. Kedua asam lemak ini merupakan lemak yang penting bagi tubuh, terutama sebagai pembentuk membran jaringan otak, saraf, retina mata, plasma darah, dan organ reproduksi.

Kandungan kalori dalam rumput laut sangat rendah. Dari total kandungan karbohidratnya, kurang dari seperempatnya yang dapat diserap tubuh. Karena itu, baik rumput laut maupun agar-agar sangat baik untuk mereka yang ingin mengurangi berat badan.

Rumput laut juga diketahui sangat kaya unsur yodium. Kandungan yodium rumput laut sekitar 2.400-155.000 kali lebih banyak dibanding kandungan yodium sayuran yang tumbuh di daratan.

Kekurangan yodium akan menimbulkan berbagai masalah kesehatan, terutama timbulnya gondok (pembesaran kelenjar tiroid). Kekurangan yodium selama kehamilan bisa berakibat pada cacat janin, yaitu anak menjadi bisu dan tuli, otak kurang berkembang, kerdil, pertumbuhan terhambat, dan keterbelakangan mental.

Untuk mencegah masalah akibat kekurangan yodium, konsumsi yodium yang dianjurkan adalah 150 mikrogram untuk orang dewasa, 175 mikrogram untuk wanita hamil, dan 200 mikrogram untuk wanita menyusui.


Sumber : http://kesehatan.kompas.com/read/2009/08/15/09323623/ibu.hamil.sehat.dengan.rumput.laut

Nikmatnya Sup Kelelawar

Ada yang udah pernah nyoba gimana rasanya sup kelelawar goa? sebenarnya gak usah jauh2 ke negara2 asia timur, karena di indonesia sendiri sudah banyak yang menyediakan makanan aneh ini, konon selain untuk kesehatan, sup kelelawar punya bnyak manfaat buat vitalitas pria. Beberapa kota yang menyediakan makanan ini diantaranya berasal dari tempat kelahiran saya di sulawesi.. nah anda mau coba? :)









Perbanyakan Kelapa Kopyor Secara Alami

Perbanyakan Kelapa Kopyor Secara Alami

Ismail Maskromo dan Hengky Novarianto
BALAI PENELITIAN TANAMAN KELAPA DAN PALMA LAIN

Sumber: http://balitka.litbang.deptan.go.id/

Kelapa kopyor seperti halnya kelapa makapuno di filipina adalah mutan kelapa yang ditemukan di antara populasi kelapa normal. Dari hasil penelitian biokimia, dilaporkan terjadi defisiensi enzim α-D Galaktosidase pada endosperm buah makapuno, sehingga pembentukan endosperm tidak normal dan tidak mampu mendukung perkecambahan embrio (Mujer et al., 1984). Gen letal pada buah kelapa kopyor menyebabkan daging buah mudah terlepas dari tempurung dan hubungan jaringan endosperm dengan embrio putus, sehingga buah kelapa ini tidak mampu berkecambah (Santos, 1999). Sebagai hasil mutasi alami, jumlah tanaman kelapa berbuah kopyor sangat sedikit dibandingkan dengan tanaman kelapa berbuah normal. Menurut Falconer (1985), peluang terjadinya mutasi alamiah secara umum sangat rendah yaitu sebesar 10-5 sampai 10-6 per generasi. Hal ini berarti bahwa hanya 1 (satu) di antara 100.000 sampai 1.000.000 peluang terjadinya mutasi alami di alam. Selain itu, organisme hasil mutasi cenderung letal, sehingga perkembangbiakannya terhambat dan akhirnya punah.

Berdasarkan hal tersebut, kelapa mutan ini semestinya tidak berkembang, tetapi ternyata kelapa ini cukup banyak ditemukan di beberapa sentra produksi kelapa di Indonesia. Satu populasi kelapa berbuah kopyor dilaporkan di Kecamatan Kalianda Lampung Selatan (Mahmud, 2000). Hasil eksplorasi Akuba et al. (2002) di Jawa Timur diperoleh sejumlah populasi kelapa berbuah kopyor di Kabupaten Sumenep. Kelapa jenis ini juga ditemukan di beberapa daerah seperti di Tanggerang (Asmah, 1999), Pati, Jawa Tengah (Purwanto, 2003), dan di Ciomas Bogor (Maskromo, 2005) . Tanaman kelapa kopyor yang ditemukan di berbagai daerah tersebut umumnya tipe Dalam, kecuali di Kabupaten Pati, Jawa Tengah adalah tipe Genjah. Perbedaan utama kedua tipe kelapa ini yaitu, kelapa tipe Dalam umunya menyerbuk silang, sedangkan kelapa tipe Genjah umumnya menyerbuk sendiri.

Tanaman kelapa kopyor yang dikembangkan petani saat ini berasal dari perbanyakan buah kelapa normal yang memiliki gen kopyor dari tanaman penghasil buah kopyor tersebut. Cara perbanyakan dengan menggunakan buah normal tersebut dinamakan perbanyakan kelapa kopyor secara alami (Maskromo dan Novarianto, 2007). Selain itu, dari buah kopyor yang daging buahnya tidak normal, embrionya normal dan dapat ditumbuhkan pada media tumbuh buatan dalam lingkungan aseptik. Cara perbanyakannya dinamakan perbanyakan dengan teknik in vitro (Mashud et al., 2004).

a. Dasar genetik perbanyakan kelapa kopyor secara alami

Secara morfologi, fenotipe pohon kelapa berbuah kopyor sulit dibedakan dari kelapa normal di sekitarnya. Berdasarkan pengamatan morfologi belum ditemukan penciri lain yang spesifik, selain karakter endosperm yang berbeda dengan kelapa normal (Gambar 1). Kepastian tanaman kelapa berbuah kopyor diketahui setelah buahnya dipanen.

Gambar 1. Perbandingan daging buah kelapa normal (A) dengan buah kelapa kopyor (B)

Pohon kelapa berbuah kopyor yang terdapat di lapang atau yang sekarang dikembangkan petani diduga memiliki genotipe heterozigot atau secara genetis dilambangkan dengan Kk. Buah kelapa normal dari pohon tersebut, jika ditanam berpeluang tumbuh menjadi tanaman kelapa kopyor, dengan persentasi menghasilkan buah kopyor sekitar 1 – 10%, tergantung pada genotipe tepung sari yang menyerbuki bunga betina. Berdasarkan hukum Mendel pertama, peluang untuk menyatunya sel telur k dengan sel sperma k dari tepung sari akan membentuk gen homozigot resesif (kk) dan bergenotipe kopyor, dapat mencapai 25% dari total buah. Tetapi karena sifat kelapa Dalam yang 95% menyerbuk silang, dan kelapa kopyor alami tersebar secara individual, mengakibatkan peluang menyatunya sel telur k dan sel sperma k ini sangat kecil. Buah yang kopyor memiliki gen homozigot resesif (kk) sehingga tidak mampu tumbuh menjadi tanaman baru (Toruan dan Ginting 1998).

Pola pewarisan sifat kopyor ditentukan oleh peluang terjadinya pertemuan gen kopyor dalam proses penyerbukan dan pembuahan (Tabel 1). Penyerbukan adalah proses jatuhnya atau menempelnya serbuk sari dari bunga jantan pada putik (pistil) bunga betina tanaman, sedangkan pembuahan adalah proses penyatuan sperma dari serbuk sari dengan sel telur dan inti polar pada putik bunga. Pada tanaman kelapa kopyor alami, proses pembuahan terjadi antara dua inti sperma yang membawa gen kopyor (k) dan gen normal (K) haploid, dengan dua sel telur yang juga membawa gen kopyor (k) dan gen normal (K) haploid, serta dua inti polar yang membawa gen kopyor kk dan gen normal KK (diploid). Masing-masing inti sperma mempunyai tugas berbeda dalam pembuahan. Salah satu inti sperma akan menyatu dengan sel telur untuk membentuk embrio, sedangkan inti sperma lainnya akan menyatu dengan inti polar untuk membentuk endosperm. Dengan pola seperti di atas, pada tandan buah pohon kelapa kopyor akan terdapat tiga tipe buah berdasarkan genotipenya. Tipe pertama, yaitu buah bergenotipe KK yang embrionya tidak memiliki sifat kopyor dan endospermnya normal dengan genotipe KKK. Tipe kedua, yaitu bergenotipe Kk yang embrionya memiliki sifat kopyor heterozigot, tapi endospermnya normal dengan genotipe kKK atau Kkk. Tipe ketiga embrio bergenotipe kk dengan endosperm tidak normal atau kopyor dengan genotipe kkk. Embrio kelapa pada ketiga tipe tersebut normal dan memiliki kemampuan tumbuh seperti pada buah kelapa normal, namun pada tipe ketiga karena endospermnya tidak normal (kopyor) maka embrionya harus diselamatkan melalui kultur embrio (teknik in vitro).

Dalam satu tandan, buah kopyor bergenotip kk dengan endosperm bergenotipe kkk mudah dibedakan dari buah normal, karena daging buah yang tidak normal dapat diketahui dengan mengetuk (menotok) atau mengguncang buahnya. Pada saat diguncang buah kopyor akan berbunyi seperti kaleng berisi pasir yang diguncang (bunyi gemericik). Daging buah telah hancur dan kadang-kadang embrionya juga telah terlepas dari tempatnya (germpore). Namun demikian, untuk buah dengan embrio bergenotipe KK dan Kk, dengan endosperm normal tidak dapat dibedakan, sehingga untuk perbanyakan semua buah dipilih berdasarkan keriteria benih secara umum, kemudian dideder dan ditanam sampai berbuah dan diketahui kemampuannya menghasilkan buah kopyor. Saat ini, belum ada kriteria seleksi benih, kecambah maupun bibit untuk membedakan kedua benih dengan tipe genotipe berbeda tersebut. Diperlukan penelitian yang panjang untuk mencari ciri pembeda menggunakan penanda DNA yang terpaut dengan sifat morfologi yang dapat dijadikan dasar seleksi.

b. Seleksi Pohon Induk

Adanya keunikan yang dimiliki kelapa kopyor menyebabkan perbedaan pola perbanyakannya dengan kelapa normal. Kondisi daging buah kopyor yang tidak normal, tidak mendukung pertumbuhan embrio menjadi kecambah dan tidak dapat menjadi bibit secara alami.

Buah dengan endosperm normal yang terdapat pada tandan yang sama dengan buah kopyor dapat dijadikan benih. Perbanyakan kelapa kopyor menggunakan buah normal dari pohon berbuah kopyor ini disebut perbanyakan kelapa kopyor secara alami atau konvensional. Dalam perkembangannya buah normal lebih lambat matangnya dibanding buah kopyor, sehingga pemanenan dilakukan terlebih dahulu terhadap buah kopyor. Jika dipanen bersamaan maka buah normal belum matang fisiologis.

Buah yang akan digunakan sebagai benih merupakan hasil seleksi. Seleksi benih untuk perbanyakan secara alami kelapa kopyor dimulai dari pemilihan pohon induk. Penentuan pohon induk kelapa kopyor dilakukan berdasarkan riwayat tanaman yang telah diamati kemampuannya menghasilkan buah kopyor. Untuk dijadikan sebagai sumber benih, tanaman harus diketahui menghasilkan buah kopyor secara terus menerus pada setiap tandannya. Pohon yang tidak stabil menghasilkan buah kopyor kurang baik dijadikan sebagai sumber benih. Selain itu, diamati juga persentase buah kopyor yang dihasilkan pada setiap tandan. Semakin tinggi persentase buah kopyor yang dihasilkan setiap tandan pohon kopyor, akan semakin baik dijadikan sebagai sumber benih. Pohon yang dijadikan sebagai pohon induk dibei tanda label seng pada batangnya (Gambar 2).

Gambar 2. Pohon Induk Kelapa (PIK) Kopyor

Tinggi rendahnya persentase buah kopyor yang dihasilkan setiap pohon kopyor berbeda untuk kelapa kopyor tipe Genjah dan kopyor tipe Dalam. Hal ini berhubungan dengan pola penyerbukan bunga masing-masing tipe. Kopyor tipe Dalam dengan pola penyerbukan silang memiliki prosentase buah kopyor lebih rendah dibandingkan dengan kopyor tipe Genjah. Pola penyerbukan kelapa disebabkan oleh berbeda atau bersamaannya waktu kematangan bunga betina dan bunga jantan dalam satu tandan yang sama. Pada kelapa Dalam, bunga jantan lebih dahulu matang, dan sebagian besar sudah rontok kemudian diikuti masa reseptif bunga betina, sehingga peluang untuk mendapatkan serbuk sari dari tandan bunga pohon lain di sekitarnya sangat besar. Hal ini menyebabkan peluang terjadinya penyerbukan silang lebih besar. Pada kelapa Genjah, waktu kematangan bunga betina dan bunga jantan dalam satu tandan terjadi secara bersamaan, sehingga peluang menyerbuk sendiri sangat besar. Dengan perbedaan pola tersebut, kelapa Dalam memiliki peluang terjadi penyerbukan silang sebesar 95%, sedangkan pada kelapa Genjah memiliki peluang terjadinya penyerbukan sendiri sebesar 95%.

c. Seleksi buah yang akan dijadikan benih dan bibit Kelapa Kopyor

Penanganan benih/bibit yang baik, akan menentukan keberhasilan pertumbuhan dan produksi tanaman kelapa kopyor yang dikembangkan secara alami. Setelah diperoleh pohon induk kelapa kopyor sebagai sumber benih, dilakukan pemanenan buah untuk memperoleh benih (Gambar 3). Seleksi buah untuk benih didasarkan pada kriteria umur buah, dan kondisi fisik buah. Buah yang baik untuk benih adalah yang telah matang fisiologis, yaitu umur 11 bulan untuk kelapa kopyor tipe Genjah, dan 11- 12 bulan untuk kelapa kopyor tipe Dalam. Selain itu, secara fisik tidak keriput dan tidak ada serangan hama dan penyakit, serta memiliki air buah sebanyak 95%, yang berbunyi nyaring jika diguncang (Gambar 4). Benih yang telah dipanen bisa langsung dideder, atau dapat disimpan beberapa hari di tempat yang ternaungi sebelum dideder. Sabut pada tempat keluar kecambah (germpore) disayat, sehingga mudah menyerap air saat disiram. Panjang sayatan kira-kira 10 cm, lebar 7 cm, tebal 1 cm.

Pendederan benih kelapa kopyor alami dapat dilakukan seperti pendederan kelapa biasa/normal (Gambar 5). Benih dideder di pesemaian dengan bagian yang disayat di bagian atas pada posisi satu arah dan bagian yang disayat diarahkan ke sebelah Timur. Di pendederan, benih dideder dalam barisan dengan jarak benih dalam baris 5 cm dan antar baris cukup 15 cm. Seleksi kecambah didasarkan pada kecepatan dan keseragaman tumbuh benih (perkecambahan), bebas serangan hama dan penyakit. Kecambah yang baik adalah yang tumbuh hingga 4 bulan setelah benih dideder. Kecambah yang akan dipindah ke polibag adalah yang panjang tunasnya 3 – 5 cm (Anonim, 2006).

Benih yang telah berkecambah dapat dipertahankan terus di lokasi pendederan hingga umur 4 – 6 bulan ( sampai siap tanam), atau dapat juga dipindah di polibag. Jarak antar benih di pembibitan adalah 60 cm x 60 cm x 60 cm sistim segitiga.

Bibit siap tanam adalah bibit berumur 4 – 6 bulan setelah pedederaan (Gambar 6). Kriteria bibit yang baik adalah pangkal batangnya yang kekar dan bebas serangan hama dan penyakit. Bibit yang tumbuh kerdil tidak digunakan sebagai bahan tanaman. Tindakan pengendalian hama dan penyakit selama pendederan hingga pembibitan harus dilakukan untuk mendapatkan bibit yang baik dan bermutu. Hama penting seperti Oryctes rhinoceros, Plesispa reichei, dan Brontispa longissima, serta penyakit bercak daun mulai dari tahap pembibitan hingga tanaman dewasa dapat menjadi ancaman dalam bubidaya tanaman kelapa kopyor ini. Penanganan bibit selanjutnya sama dengan yang biasa dilakukan pada teknik budidaya kelapa biasa. Berikut ini uraian tentang kriteria dan standar mutu benih, kecambah, dan bibit kelapa kopyor.

Gambar 3. Seleksi buah untuk benih

Gambar 4. Seleksi benih kelapa kopyor alami.

Gambar 5. Pendederan benih kelapa kopyor alami.

Gambar 6. Bibit kelapa kopyor alami siap tanam.

Standar Mutu Benih, Kecambah, dan Bibit Kelapa Kopyor

I. Standar Mutu Benih Kelapa Kopyor

Kelapa Kopyor tipe Dalam

Mutu genetik :

a. Asal usul benih : Benih dipanen dari tanaman kelapa umur miminal 10 tahun dan telah diamati menghasilkan buah kelapa kopyor 5-10% (1-2 butir pertandan). Tanaman kelapa tersebut harus berada dalam populasi kelapa yang umumnya berbuah kopyor

b. Umur buah saat panen : 11 -12 bulan

c. Warna buah: 3/4 bagian coklat keabu-abuan

d. Keadaan air buah : 95% buah jika diguncang berbunyi nyaring

e. Berat buah : ≥ 1000 gram

f. Daya kecambah : 80% berkecambah 3 bulan setelah semai.

g. Lama penyimpanan : Maksimum 4 minggu, pada suhu kamar dengan sirkulasi baik.

Mutu fisik

a. Penampilan kulit buat : tidak keriput

b. Serangan hama dan penyakit : tidak ada

Kelapa Kopyor Tipe Genjah

Mutu genetik

a. Asal usul benih : Benih dipanen dari tanaman kelapa berumur minimal 10 tahun dan telah diamati menghasilkan buah kelapa kopyor 20- 50% pertandannya.

b. Umur buah saat panen: 11 bulan

c. Warna buah: 3/4 bagian coklat keabu-abuan

d. Keadaan air buah : 95% buah jika diguncang berbunyi nyaring

e. Berat buah : ≥ 500 gram

f. Daya kecambah : 80% berkecambah 3 bulan setelah semai

g. Lama penyimpanan : Maksimum 4 minggu, pada suhu kamar dengan sirkulasi baik

Mutu Fisik

a. Penampilan kulit buat : tidak keriput

b Serangan hama dan penyakit : tidak ada

II. Standar Mutu Kecambah Kelapa Kopyor

Kelapa kopyor tipe Dalam

a. Asal usul kecambah : Kecambah dari benih yang dipanen dari tanaman kelapa umur miminal 10 tahun dan telah diamati menghasilkan buah kelapa kopyor 5-10% (1-2 butir per tandan) dan memenuhi syarat mutu genetik dan fisik. Tanaman kelapa tersebut harus berada dalam populasi kelapa yang umumnya berbuah kopyor .

b. Panjang tunas : 3 – 5 cm

c. Umur berkecambah : <>

d. Serangan hama dan penyakit : tidak ada

Kelapa kopyor tipe Genjah

a. Asal usul kecambah : Kecambah dari benih yang dipanen dari tanaman kelapa yang telah diamati menghasilkan buah kelapa kopyor 20-50% per tandan dan memenuhi syarat mutu genetik dan fisik

b. Panjang tunas : 3 – 5 cm

c. Umur berkecambah : <>

d. Serangan hama dan penyakit : tidak ada

III. Standar Mutu Bibit Kelapa Kopyor

Kelapa kopyor tipe Dalam

a. Asal usul bibit : Bibit dari benih yang dipanen dari tanaman kelapa umur miminal 10 tahun dan telah diamati menghasilkan buah kelapa kopyor 5-10% (1-2 butir per tandan) dan memenuhi syarat mutu genetik dan fisik. Tanaman kelapa tersebut harus berada dalam populasi kelapa yang umumnya berbuah kopyor .

b. Umur bibit : 4 – 6 bulan setelah semai

c. Penampilan bibit: kekar

d. Serangan hama dan penyakit : tidak ada

Kelapa kopyor tipe Genjah

a. Asal usul bibit : Bibit berasal dari benih yang dipanen dari tanaman kelapa yang telah diamati menghasilkan buah kelapa kopyor 20-50% per tandan dan memenuhi syarat genetik dan fisik.

b. Umur bibit : 4 – 6 bulan setelah semai

c. Penampilan bibit : kekar

d. Serangan hama dan penyakit : tidak ada

Catatan : Benih, kecambah, ataupun bibit yang berasal dari buah pohon kelapa kopyor tipe Genjah akan memiliki peluang menghasilkan tanaman yang berbuah kopyor lebih tinggi dibandingkan dengan buah dari pohon kelapa kopyor tipe Dalam. Hal ini berkaitan dengan pola pembungaan kelapa Dalam yang menyerbuk silang, sedangkan pada kelapa tipe Genjah yang menyerbuk sendiri.

Keberhasilan mendapatkan tanaman kelapa kopyor dari perbanyakan secara alami ini sangat ditentukan oleh sumber benih dari pohon induk kelapa kopyor yang digunakan. Kelapa kopyor tipe Genjah memiliki peluang lebih besar mendapatkan turunan tanaman kelapa yang nantinya berbuah kopyor dibandingkan kopyor tipe Dalam. Hal ini berhubungan dengan pola penyerbukan masing-masing tipe kelapa tersebut.

Pada penanaman di lapang, untuk meningkatkan peluang terjadinya penyerbukan antar pohon kelapa kopyor, maka sangat dianjurkan untuk menanam kelapa kopyor dalam suatu populasi yang terpisah dari tanaman kelapa normal di sekitarnya. Semakin banyak tanaman kelapa kopyor dalam satu areal akan semakin meningkatkan perluang terbentuknya buah kopyor, karena terjadinya penyerbukan antar pohon kopyor. Jarak yang disarankan untuk isolasi populasi tanaman kopyor dari kelapa normal di sekitarnya adalah 400 m. Jika ada tanaman penyangga seperti tanaman bambu yang mampu menghindari kontaminasi dari sebuk sari tanaman kelapa lain, maka jarak tersebut bisa lebih dekat lagi (Maskromo dan Novarianto, 2006).

PENUTUP

Tanaman kelapa kopyor memiliki teknik perbanyakan yang berbeda dengan tanaman kelapa normal, karena sifat spesifik daging buahnya. Ketidaknormalan daging buahnya secara genetik diwariskan, sehingga dapat diperbanyak baik secara alami (konvensional) dan melalui teknik in vitro (non konvensional). Perbanyakan secara alami dapat menggunakan buah normal dari tandan buah yang diketahui menghasilkan buah kelapa kopyor. Seleksi buah untuk benih dan bibit kelapa kopyor alami, sangat menentukan keberhasilan pertumbuhan dan kemampuan tanaman tersebut menghasilkan kelapa kopyor.

DAFTAR PUSTAKA

Akuba H.R., N. Mashud, dan Miftahorrachman, 2002, Identifikasi plasma nutfah kelapa potensial di Jawa Timur. Laporan Hasil Penelitian Balitka Manado. Belum dipublikasikan.

Anonim. 2006. Petunjuk teknis budidaya tanaman kelapa Dalam (Cocos nucifera, Linn). Badan penelitian dan Pengembangan Pertanian. Pusat Penelitian Pengembangan Perkebunan. Balai Penelitian Tanaman Kelapa dan Palma Lain.

Asmah N. 1999. Analisis protein spesifik sebagai penanda sifat kopyor pada kelapa. Skripsi. Jurusan Kimia FPMIPA. IPB. Bogor.

Falconer DS. 1985. Intoduction to quantitative genetics. Longman. London and New York

Mahmud Z. 2000. Petunjuk teknis budidaya kelapa kopyor. Departemen Kehutanan dan Perkebunan. Dirjen Perkebunan. Jakarta

Mashud N, Lumentut N, dan Masing V. 2004. Perbanyakan kelapa kenari dan kopyor melalui kultur embrio. Monograf Agronomi Kelapa. Badan Litbang Pertanian. Balai Penelitian Tanaman Kelapa dan Palma Lain Manado. Hal 16 – 23.

Maskromo I, 2005. Kemiripan genetik populasi kelapa berbuah kopyor berdasarkan karakter morfologi dan penanda DNA SSRs (Simple Sequence Repeats) [tesis]. Bogor: Sekolah Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor.

Maskromo I dan H. Novarianto. 2007. Potensi genetik kelapa kopyor Genjah. Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian.29 (1).

Mujer MV, DA. Ramirez, and M EMT. Mendoza. 1984. Coconut α-D-Galactosidase isoenzim: Isolation purification and characterization. Phytochemistry. 23 (6) 1251 – 1254.

Novarianto, H dan Miftahorrachman. 2000. Koleksi dan konservasi jenis-jenis kelapa unik. Makalah poster dalam Simposium Pengelolalan Plasma nutfah dan Pemuliaan Bandung 22-23 September. Perhimpunan Ilmu Pemuliaan Indonesia.

Purwanto Djoko. 2003. Analisis permintaan kelapa kopyor di Kabupaten Pati, Propinsi Jawa Tengah. Tesis Program Studi Magister Manajemen Agribisnis Program Pascasarjana Universitas Pembangunan Nasional Veteran, Yogyakarta. Tidak dipublikasikan.

Santos G.A. 1999. Potensial use of clonal propagation in coconut improvement program. In Oropeza C, Verdiel JL, Ashburner GR, Cardena R, and Samantha JM. Editors. Current Advances in Coconut Biotechnology. Curret Plant Science and Biotechnology in Agriculture Kluwer Academic Publisher London. Hlm 419 – 430.

Samonthe L.J, EMT. Mendoza, LL. Ilag, ND. De La Cruz and DA. Ramirez. 1989. Galactomannan degrading enzym in maturing normal and makapuno and germinating normal coconut endosperm. Phytochemistry. 28 (9) 2269-2273

Toruan N.M, G. Ginting. 1998. Analisis Random Amplified Polymorphic DNA (RAPD) pada tanaman kelapa kopyor. Prosiding Konperensi Nasional Kelapa IV, Bandar Lampung 21- 23 April 1998. Puslitbangtri. Badan Litbang Kehutanan dan Perkebunan.