Ribuan Ruang Kelas SD Di Indramayu Rusak

INDRAMAYU – Tingginya curah hujan yang terjadi saat ini membuat kerusakan ruang kelas di sejumlah sekolah dasar (SD) di Kabupaten Indramayu, semakin mengkhawatirkan. Namun, minimnya anggaran menjadi kendala dalam kegiatan rehab di sekolah-sekolah tersebut.

Berdasarkan data di Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, tercatat ada sekitar 1.900 ruang kelas yang tersebar di 880 bangunan SD yang saat ini mengalami kerusakan. Sedangkan tingkat kerusakan tersebut bervariasi pada masing-masing sekolah. Namun, kerusakan bangunan yang banyak terjadi yakni ambrolnya tembok dan lantai serta bagian atap yang sudah lapuk.

Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, Mas'ud, menjelaskan, kerusakan ruang kelas sebagian besar terjadi karena usia bangunan sudah tua. Pasalnya, usia bangunan SD di Kabupaten Indramayu rata-rata telah berumur lebih dari 30 tahun.

Mas'ud mengungkapkan, kerusakan bangunan ruang kelas dapat mengancam keselamatan siswa dan guru. Ditambah, tingginya curah hujan membuat bangunan yang rusak parah bisa ambruk sewaktu-waktu.

Namun, untuk merehab bangunan sekolah yang rusak, Mas'ud mengaku terkendala minimnya anggaran. Apalagi, dana alokasi khusus (DAK) 2010 lalu tidak boleh digunakan untuk merehab bangunan sekolah yang rusak.

Selain kerusakan bangunan, menurut Mas'ud, kondisi mebeler berupa meja dan kursi siswa saat ini juga masih kurang memadai. Dari seluruh SD, tercatat ada 40 persen atau 352 unit SD yang tidak memiliki mebeler yang baik. Akibatnya, kegiatan belajar mengajar kerap terganggu karena pihak sekolah harus memberlakukan sistem shift belajar pada siswa. (republika)

Peranan Cacing Tanah terhadap Perbaikan Sifat Kimia Tanah:



Cacing tanah dapat memperbaiki sifat kimia tanah baik secara langsung (direct effect) maupun tidak langsung (indirect effect).

Pengaruh Langsung:
Cacing tanah dapat membantu dalam sirkulasi unsur hara dalam tanah. Mobilitas cacing tanah dalam sistem tanah berlangsung baik secara horizontal maupun vertikal. Mobilitas secara vertikal menyebabkan terjadi sirkulasi unsur hara dari sisitem tanah bagian lebih dalam ke sistem tanah bagian atas dan terjadi juga sebaliknya. Sirkulasi unsur hara tersebut sangat menguntungkan bagi memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman. Tanah dengan populasi cacing tanah yang lebih banyak mempengaruhi terhadap peningkatan ketersediaan P bagi tanaman. Selain itu juga terjadi peningkatan pH tanah.
Cacing tanah dapat membantu dalam proses dekomposisi bahan organik yang ada dalam tanah. Proses dekomposisi tersebut akan dibebaskan berbagai unsur hara yang menjadi lebih tersedia bagi tanaman.

Pengaruh Tidak Langsung:
Pengaruh tidak langsung dari cacing tanah terhadap perbaikan sifat kimia tanah, dikelompokkan dalam dua kategori, yaitu:
(1) Pengaruh tidak langsung Intern sistem tanah.
(2) Pengaruh tidak langsung melalui proses tambahan diluar sistem tanah.

Pengaruh tidak langsung Intern sistem tanah merupakan perbaikan kimia tanah karena integrasi dari berbagai perbaikan fisiko-kimia tanah, kimia-biologi tanah, dan fisik-kimia-biologi tanah. Pengaruh Integrasi dalam intern sistem tanah mempercepat proses perbaikan sifat tanah.
Pengaruh tidak langsung melalui proses tambahan diluar sistem tanah merupakan pengaruh dari penggunaan dari proses pemanfaatan cacing tanah dalam merombak bahan organik menjadi pupuk organik yang dapat memperbaiki sifat kimia tanah. Proses ini dikenal sebagai "Vermikomposting". "Vermikomposting" merupakan proses pembuatan pupuk kompos plus dengan memanfaatkan aktivitas cacing tanah. Pupuk kompos yang dihasilkan dari proses ini disebut pupuk "Vermikompos".
Earthworm Role of Improved Soil Chemical Properties:
Earthworms to improve soil chemical properties, either directly (direct effect) or indirectly (indirect effect).

Direct Effect:
Earthworms can help in the circulation of nutrients in the soil. Mobility of earthworms in the soil system took place both horizontally and vertically. Mobility vertically causing the circulation of nutrients from the soil sisitem deeper into the system of topsoil and there is also vice versa. Circulation of nutrients is very beneficial to meet crop nutrient needs. Soil with earthworm population more influence on the increased availability of P for plants. There has also been increasing soil pH.
Earthworms can help in the process of decomposition of organic material present in the soil. The process of decomposition will release various nutrients become more available to plants.

Indirect Effect:
Indirect influence of earthworms to improve soil chemical properties, are grouped into two categories, namely:
(1) Effect of Internal indirect land system.
(2) an indirect effect through additional processes outside the system ground.
Internal indirect effect is an improvement system of soil chemical properties due to the integration of various physico-chemical soil improvement, soil chemistry, biology, and physical-chemical-biological soil. Effect of internal integration within the soil system to accelerate the process of improving soil properties.
Indirect effect through an additional process beyond the land system is the influence of the use of earthworms in the process revolutionized the use of organic materials into organic fertilizer to improve soil chemical properties. This process is known as "Vermikomposting". "Vermikomposting" is the process of making compost plus fertilizer by utilizing earthworms activity. Compost produced from this process is called manure "Vermikompos".

Ikan Sidat Indonesia Diincar Jepang

Sidat Kita

Sidat Kita
Benar jika dikatakan bahwa kekayaan kelautan dan perikanan Indonesia termasuk yang terbesar di dunia. Buktinya terlihat dari salah satu spesies ikan kegemaran warga Jepang, yaitu ikan sidat atau unagi, yang banyak hidup di perairan Indonesia.

Benih ikan sidat yang bisa hidup di air tawar dan asin itu ternyata menjadi incaran pengusaha perikanan Jepang karena harganya yang terbilang wah dan bisa mengucurkan yen ke kantong. Ambil contoh, ikan sidat jenis marmorata. Untuk membeli satu kilogramnya saja, Anda harus menyediakan uang setidaknya Rp 300.000.

Namun, ada juga 5 jenis ikan sidat lainnya yang salah satunya dijual seharga Rp 150.000 per kg, yakni jenis bicolor. Benihnya banyak ditemukan di perairan Palabuhan Ratu, Jawa Barat. Sampai saat ini, manusia belum bisa melakukan pemijahan terhadap benih ikan sidat tersebut. Pasalnya, ikan ini mensyaratkan pemijahan dilakukan di perairan laut dalam setelah benur lahir dan menjadi benih. Biasanya anakan sidat akan berenang ke muara sungai.

Di muara sungai itulah ikan itu besar sampai kemudian datang masa pemijahan lagi. "Jepang yang memiliki teknologi tinggi pun sampai sekarang belum bisa melakukan pemijahan tersebut," papar Made Suita, Kepala Balai Pelayanan Usaha (BLU) Tambak Pandu, Karawang, Minggu (14/3/2010).

Alhasil, untuk pembudidayaan ikan sidat tersebut, benih harus didatangkan dari alam. Beberapa daerah yang sudah memiliki sebaran tersebut adalah perairan Poso, Manado, selatan Jawa terutama perairan Palabuhan Ratu, dan perairan di barat Sumatera.

Namun, tidak semua daerah itu benihnya bisa dimanfaatkan karena banyak nelayan yang belum mengerti cara untuk menangkapnya. Made menyebutkan, nelayan yang sudah memiliki kemampuan untuk menangkap benih sidat itu baru nelayan yang ada di Palabuhan Ratu. Wilayah ini memiliki palung dan muara sungai yang mengalir ke laut.

Nurdin selaku Kepala Bagian Budidaya di BLU Pandu Karawang bilang, kini sudah ada yang mengomersialkan keberadaan benih itu, terutama nelayan yang ada di Palabuhan Ratu. Mereka sudah mengetahui potensi pasar benih ikan sidat, yang satu kilogramnya atau sekitar 5.000 benih dijual seharga Rp 150.000 per kg. Pembelinya pun kebanyakan datang dari Taiwan, Korea, China, Vietnam, dan tentunya Jepang.

Namun sebagian masyarakat Indonesia belum mengerti keberadaan bibit ikan sidat tersebut. Di Poso dan Manadi, misalnya, benih ikan sidat tersebut bahkan dijadikan ikan yang digoreng dengan rempeyek. Menurut Nurdin, ketika warga tidak mengetahuinya, ikan sidat itu menjadi ikan biasa seperti teri.

Pembeli benih ikan sidat dari berbagai negara kini sudah banyak mengincarnya. Sementara itu, pembeli benih domestik hanya memanfaatkannya untuk kebutuhan budidaya yang ada di Karawang, Cirebon, dan Indramayu. Yang menyulitkan bagi pembudidaya di dalam negeri adalah mereka tidak memiliki akses langsung ke pasar ekspor. Adapun di pasar dalam negeri, mereka tidak bisa berharap banyak karena konsumen domestik tidak menyukai ikan sidat dan juga karena harganya yang mahal.

"Untuk membudidayakannya juga ada persyaratan jika ingin ekspor ke Jepang sehingga pembudidaya ikan sidat sulit untuk ekspor ke sana," kata Nurdin.

Salah satu cara untuk bisa menembus pasar Jepang adalah dengan menjalin kerja sama terhadap perusahaan Jepang yang sebelumnya sudah berbisnis ikan sidat.

Nurdin bilang, ikan sidat cukup mahal karena proses perawatannya yang membutuhkan waktu lebih panjang, yakni 3-4 bulan. Adapun pakan utamanya adalah pelet dengan protein tinggi yang dijual seharga Rp 9.000 per kg. Selain itu, ikan juga butuh pakan tambahan berupa keong mas yang sudah dipotong-potong.

Dalam perawatannya pun, suplai oksigen harus dijaga karena ikan sidat membutuhkan air dengan tingkat larutan oksigen tinggi. Adapun tingkat kehidupan rata-rata ikan sidat tersebut mencapai 75 persen dari bibit yang ditebar. "Jika ingin detailnya, maka silakan datang ke BLU Tambak Pandu Karawang. Kami akan berikan informasi detailnya," undang Nurdin.

Saat ini di BLU Pandu Karawang terdapat mitra kerja sama dari Jepang, yakni Asama Industry Co Ltd. Mitra ini bekerja sama dengan PT Suri Tani Pemuka yang melakukan kerja sama untuk memproduksi ikan sidat di BLU Pandu Karawang. Ikan sidat yang sudah diproduksi tersebut bisa diekspor langsung ke Jepang karena sudah ada yang menampung. Sayang, Made tidak mau menyebutkan angka ekspor dari perusahaan mitranya tersebut.

Saat ini yang dibutuhkan oleh pembudidaya ikan sidat adalah membuka kerja sama dengan pemasok ikan sidat yang ada di pasar dunia. Menurut Made, pasar yang sangat menarik dan belum banyak disentuh adalah pasar ikan sidat untuk kebutuhan non-Jepang. "Yang mengonsumsi itu tidak hanya Jepang. Taiwan, Korea, dan China juga sangat menyukai ikan ini," ungkap Made.

Butuh proteksi ekspor benih

Masalah yang dihadapi oleh pembudidaya ikan sidat ini adalah masalah daya saing yang ketat dengan negara produsen lainnya. Negara yang sudah mengembangkan budidaya ikan sidat ini adalah Vietnam dan Korea, demikian juga dengan Jepang sendiri. Anehnya, kata Made, budidaya di dua negara tersebut mendapatkan benih ikan sidat dari Indonesia.

Padahal, kata Made, Kementerian Kelautan dan Perikanan sudah memproteksi ekspor benih ikan sidat dengan alasan guna melindungi spesies dan untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri. "Namun, pembudidaya ikan sidat di Jepang itu sendiri ternyata adalah orang Indonesia," ungkap Made.

Termasuk yang ada di Korea dan juga Vietnam, benih ikan sidat itu diindikasi berasal dari Indonesia. Made mengindikasi bahwa banyak benih ikan sidat dari Indonesia berseliweran keluar negeri dan dibudidayakan di luar negeri. "Kontainer saja yang besar bisa diselundupkan, apalagi benih yang kecil ini," ujar Made.

Jika penyelundupan benih itu bisa diatasi, maka produksi ikan sidat dari budidaya di dalam negeri bisa sangat diandalkan sebagai nilai tambah bagi pembudidaya di dalam negeri, termasuk menambah devisa negara
(Sumber: Kompas.com)
By. Sidat Kita

Cara Penangkaran Burung Cucak Ijo

Menagkar Burung Cucak Ijo ternyata tidaklah mudah. Faktor kesulitannya cukup banyak. Salah satu yang sering dialami penangkar Burung Cucak Ijo yang gagal, adalah suasana kandang. Berbeda dengan burung kicau lain, suasana kandang Burung Cucak Ijo harus benar-benar terlindung dari gangguan suara bising, maupun suara binatang.
Burung Cucak Ijo memiliki naluri yang sangat peka. Ia tidak boleh dibuat kaget oleh suara apapun. Apalagi jika sedang mengerami telur. Ia akan marah dan memecahkan telur yang dieraminya.
Langkah awal untuk menangkar Burung Cucak Ijo, adalah mencari pejantan dan betina yang unggul. Ciri jantan unggul, adalah berparuh besar, mata lebar, cukup umur, fisik sehat dengan tanda selalu berkicau, dan postur tegap. Jika didekatkan lawan jenis, pejantan akan cepat berahi, dengan cirri-ciri bulu di bagian kepala berkembang dan berkicau untuk menarik perhatian betina. Sedangkan betina unggul, cirinya cukup umur, tubuh bagian bawah lebar, dan selalu menjulurkan lidahnya, sambil mengeluarkan suara ciitt..citt…setiap kali ditunjukkan lawan jenisnya. Kepalanya akan menunduk dan mengkibas-kibaskan ekornya jika sedang birahi.
Proses penjodohannya, sama dengan burung ocehan lainnya. Diawali dengan masa perkenalan di mana pejantan dilepas di sangkar besar, sedang betina ditempatkan di sangkar soliter (sangkar gantung). Pasangan ini bisa dikatakan cocok, jika pejantan selalu memburu betina dan mendapat respon dari pasangannya. Masa perkawianan sampai menghasilkan telur, membutuhkan waktu sekitar 14 hari. Telur tidak lebih dari 3 butir. Telur berwarna krem, dan berbintik-bintik hitam. Semakin sedikit telur yang dihasilkan, semakin bagus kualitasnya.
Pada saat mengerami, Burung Cucak Ijo selalu berada disarangnya, sedang pejantan bertugas menjaga dan mencari makan. Dalam situasi seperti ini, perawatan harus hati-hati, setiap kali memberikan makan atau minum di dalam sarang, jangan sampai membuat burung terkejut dan panik. Masa mengerami merupakan saat yang sangat penting, dalam proses berhasil dan tidaknya menangkar Burung Cucak Ijo. Jika telur berhasil menetas, maka tugas perawat adalah menjaga kondisi kandang dari gangguan semut, dan menyediakan porsi makanan yang lebih untuk pertumbuhan piyik. Setelah telur menetas, bukan berarti sudah aman. Sebab piyik masih dalam kondisi kritis, sampai berumur sekitar dua minggu.
Saat piyik sudah berumur sekitar satu bulan, perawat bisa memisahkan dari induknya agar keamanan dan pola makannya lebih terjaga. Selanjutnya, pasangan cucak ijo ini bisa cepat memproduksi telur lagi.
Untuk merawat piyik, siapkan sangkar soiter dengan ukuran cukup besar, dan beri alas untuk penghangat tubuh piyik. Makanan yang diberikan, sebaiknya adalah kroto yang dilembutkan dengan poor. Untuk meloloh (menyuapi) piyik. Sebaiknya dilakukan setip saat dengan porsi secukupnya. Selamat mencoba.


Baca Juga:
Mengenal Burung Cucak Ijo
Mengenal Keluarga Jalak
Pemeliharaan dan Perawatan Burung Prenjak
Persiapan Burung Prenjak Untuk Lomba
Burung Gould Amadin

Ternak Bebek Petelur

Ternak bebek petelur bisa dilakukan di pedesaan yang memiliki cukup air dan pelataran untuk bermain.


Karena dengan adanya aliran air dan tempat bermain yang cukup maka bebek akan terhindar dari stress dan akan menghasilkan telur yang berkualitas. Bebek mempunyai siklus waktu bertelur yaitu dalam beberapa periode bebek ini mengalami turun bulu yang menyebabkan produksi telur berhenti. Dan bebek yang sudah terlalu tua pun tidak lagi menghasilkan telur.

Oleh karena itu kita harus memperhatikan siklus bertelurnya dan mempersiapkan bibit - bibit baru untuk menggantikan bebek yang telah tua agar produksi telur tetap stabil. Untuk bebek yang telah tua dan tidak berproduksi lagi maka anda bisa menjualnya ke pasar atau langsung ke tukang pecel bebek untuk dijadikan bebek pedaging. kalau anda serius mengelolanya maka ternak bebek ini akan mendatangkan penghasilan yang lumayan ke kantong anda.

Mengenal Tanaman Kehutanan Eukaliptus (Eucalyptus sp.)


Marga (genus) eukaliptus terdiri dari sekitar 500 jenis pohon danperdu. Namun jenis-jenis yang sudah umum dikenal antara lain E. alba(ampupu), E. deglupta (leda), E. grandis (hooded gum), E. platyphylla (hue), E. saligna (sidney blue) dan E. umbellata (forest red gum).

Ketinggian tempat yang sesuai untuk eukaliptus berbeda-beda. Umumnya Eucalyptus sp. tumbuh baik pada tanah jenis aluvial kecuali E. saligna yang memerlukan jenis tanah podsol, kelembaban tinggi dan tergenang air. Jenis E. Deplupta (leda) tumbuh baik pada tanah alluvial subur, bertopografi datar dan rendah serta waktu hujantanahnya tergenang kemudian mengering.

Tanaman ini bertajuk tidak rapat, tingginya bervariasi menurut jenisnya. Jenis ampupu tingginya dapat mencapai 35 m dengan diameter 120 cm. Jenis hue tingginya dapat mencapai 25 m dengan diameter 125 cm. Eukaliptus mempunyai musim berbunga yang berbeda-beda satu dengan yang lainnya. Biji eukaliptus tergolong sangat halus, kecil dan lembut. Berikut ini dapat dilihat musim berbunga untuk masing-masing jenis eukaliptus.

Tabel 1. Musim Berbunga Jenis-jenis Eukaliptus

Jenis/spesies

Nama Daerah/umum

Bulan berbunga

E. deglupta

E. platyphylla

E. alba

E. saligna

E. grandis

E. umbellata

Leda

Hue

Ampupu

Sidney blue

Hooded gum

Forest red gum

April-Juli

Juli-November

Oktober

September-Desember

Januari-Agustus

Agustus-Oktober

Morning Has Broken



Morning has broken, like the first morning
Blackbird has spoken, like the first bird
Praise for the singing, praise for the morning
Praise for the springing fresh from the word


Sweet the rain's new fall, sunlit from heaven
Like the first dewfall, on the first grass
Praise for the sweetness of the wet garden
Sprung in completeness where his feet pass


Mine is the sunlight, mine is the morning
Born of the one light, Eden saw play
Praise with elation, praise every morning
God's recreation of the new day


Tupai ini terobsesi dengan patung anjing




Patung anjing yang berada di pinggiran Rusia ini telah membuang waktu sang tupai.

Bagaimana tidak ? Tupai ini kebingungan karena anjing itu tidak bergerak.

Foto ini diambil oleh seorang fotografer di taman rumahnya di luar Moskow.





Pemilik rumah berkata " Tupai itu terpesona pada patung anjing tersebut, ia memanjat dan berusaha mencari tahu apa benda tersebut "

Dia menambahkan "Pada satu titik tupai menatap langsung ke wajah patung itu seolah-olah sedang menunggu reaksi ".




Si tupai berhasil memeriksa seluruh patung anjing tersebut dengan mulut berisi kacang. Dia kecapekan melakukan pemeriksaan tersebut dan membutuhkan istirahat.

Tupai merah umumnya terdapat di seluruh Eurasia tetapi jumlah perusahaan telah menurun sangat karena pengenalan tupai abu-abu timur dari Amerika Utara.

Mereka memiliki harapan hidup 3 tahun jika hidup di alam bebas jika mereka bertahan musim dingin pertama mereka.


sumber : dailymail

Mahasiswi Indramayu Kumpulkan Uang Ribuan di Jalan

INDRAMAYU – Mahasiswi yang tergabung dalam Keputrian Mahasiswa Islam Indonesia (HMI) Indramayu, melakukan aksi turun ke jalan mengumpulkan uang seribu rupiah.

Koordinator Aksi, Cici, mengemukakan, pengumpulan uang Rp.1.000 itu dilakukan sebagai bentuk simpatik dari mahasiswi terhadap nasib TKI/TKW di Arab Saudi yang telantar karena tersandung berbagai persoalan.

Penggalangan uang Rp.1.000 dilakukan di sejumlah titik keramaian. Setelah uang donasi itu terkumpul, menurut Cici, rencananya dibelikan tiket untuk membantu memulangkan TKI/TKW yang telantar di Arab Saudi.

Aksi pengumpulan uang Rp1.000 di luar dugaan, mendapat sambutan masyarakat. Hal itu mengingat Kab. Indramayu, selama ini, tercatat sebagai daerah pengirim TKI/TKW yang jumlahnya cukup signifikan di Jabar.

Mahasiswi menyebut tema aksi itu ”Seribu Rupiah Untuk TKW Indonesia”. Pengumpulan uang dilakukan selama sepekan. Dan setelah donasi itu terkumpul akan dibelikan tiket untuk para TKW di Arab Saudi yang belum dipulangkan pemerintah.

TKI/TKW asal Indramayu yang saat ini bekerja di luar negeri jumlahnya mencapai sekitar 7 ribu-an. Masalahnya, tidak semua TKI/TKW itu berangkat secara resmi dan terdaftar di Dinsosnakertrans Kab. Indramayu. Karena banyak TKI/TKW yang ke luar negeri melalui PJTKI yang tidak terdaftar di Dinsosnakertrans Kab. Indramayu. (poskota)

Gudang Obat Palsu Di Indramayu Digerebek

INDRAMAYU - Satu rumah yang dijadikan gudang penyimpanan obat-obatan pertanian di Blok Kalianyar, Desa Sukahaji, Kec. Patrol, Kab. Indramayu, digerebek petugas Satreskrim Polsek Patrol Kab. Indramayu, Jumat (4/2).

Ratusan botol obat pertanian dalam berbagai merek yang diduga palsu, berikut pemilik rumah, KM, diamankan ke polsek untuk penyelidikan lebih lanjut.

Kapolres Indramayu Ajun Komisaris Besar Rudi Setiawan melalui Kapolsek Patrol Komisaris Djunaedi menjelaskan, beberapa merek terkenal yang diduga dipalsukan, di antaranya Dupont Prevathon 50 SC kemasan 250 miligram, Cu-racron 500 Ec kemasan 500 miligram, dan Roundup Mon-stanto 486 SL kemasan 200 miligram.

Djunaedi mengatakan, dari hasil pemeriksaan terungkap bahwa obat-obatan itu diproduksi pabrik di Kab. Garut. Namun, untuk menghindari jangkauan petugas, tersangka bertransaksi di Kab. Brebes, Jawa Tengah. Dari Brebes, obat-obatan pertanian palsu tersebut dipasok ke sejumlah wilayah di Jawa Barat, termasuk Indramayu.

Menurut Djunaedi, terbongkarnya aktivitas pemasok obat pertanian palsu itu didasari laporan dari para petani kepada polisi.

Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan Kab. Indramayu Sofwan Hidayat mengatakan, terbongkarnya sindikat pemalsu obat-obat pertanian diharapkan akan meredakan kekhawatiran para petani. Pihaknya juga mengimbau petani agar berhati-hati dan teliti saat membeli obat-obatan. (PR)

JURNAL : Penggunaan Bioenkapsulasi Spirulina sp. dalam Artemia sp. sebagai Pakan pada Pemeliharaan Pascalarva Udang Putih (Litopenaeus vannamei Boone.)

ABSTRAK : Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh bioenkapsulasi Spirulina sp. dalam Artemia sp. terhadap kesintasan dan pertumbuhan pascalarva (PL) udang putih dan memperoleh konsentrasi optimum Spirulina sp. yang diperlukan dalam proses bioenkapsulasi tersebut.

Tahapan penelitian yang dilakukan: (1) produksi biomasa Spirulina sp. dalam medium Schlösser, (2) penentuan metode penetasan kista Artemia sp. yang terbaik (nondekapsulasi, dekapsulasi dengan klorin, serta dekapsulasi dengan klorin dan basa), (3) bioenkapsulasi Spirulina sp. dan produk komersial ke dalam Artemia sp. dengan konsentrasi 100, 200, 300, 400, 500 ppm, dan (4) pengujian pengaruh produk bioenkapsulasi Artemia sp. pada kesintasan dan pertumbuhan PL udang putih yang dipelihara selama 10 hari.
teks lengkap >>

Ternak Lele Sangkuriang

Ternak lele sangkuriang merupakan solusi bagi anda yang sudah pernah atau sedang beternak jenis lele dumbo.


Lele sangkuriang ini memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan lele dumbo diantaranya masa panen yang lebih pendek yaitu sekitar 40 hari, tahan terhadap penyakit dan warna kulit lebih terang sehingga lebih menarik dimata konsumen. Lele sangkuriang ini hasil dari perkawinan anak lele ke ibunya sehingga disebut sangkuriang yang menikahi ibunya sendiri. Hasil dari perkawinan ini menghasilkan lele unggul yaitu jenis sangkuriang.

Untuk pembesaran anda bisa menggunakan kolam dari tanah, tembok atau kolam terpal. Tapi banyak para ahli peternakan menyarankan untuk ternak lele di kolam terpal. Selain harganya yang murah, bahan terpal ini tahan terhadap kebocoran, menghindari hama air pemakan lele yang masih kecil, dan mudah untuk dipindah-pindahkan. Jadi kolam terpal ini cocok untuk daerah yang sulit air. Setelah masa 40 hari lele sangkuriang siap untuk di jual di pasar tradisional, para pedagang pecel lele atau langsung ke pembeli.

Ternak Ayam Bangkok

Ternak ayam bangkok sangat menyenangkan, selain anda bisa menyalurkan hobbi sekaligus peluang untuk bisa meraih untung yang besar.


Ayam bangkok adalah salah satu ayam unggul yang mempunyai postur tubuh yang tegap dan berisi. Karena postur tubuhnya yang prima maka ayam bangkok ini sering digunakan untuk arena adu ayam. Untuk peternakan dalam sekala rumahan anda bisa memulainya dengan membeli indukan ayam yaitu sepasang jantan dan betina yang masih muda tapi sudah siap telur.

Untuk kandang maka untuk menghasilkan ayam bangkok yang berkualitas maka kandang diusahakan selalu bersih dan cukup ventilasi sehingga udara segar bisa masuk kedalam kandang. Pakan yang digunakan harus seimbang nutrisinya dan minuman bisa dicxampure dengan obat vaksin untuk meningkatkan kekebalan tubuh ayam.

Harga jual ayam ini cukup tinggi, anda bisa menjualnya setelah menjadi jagoan ataupun menjual waktu masih berumur satu atau dua bulan. Saya rasa hasil dari penjualan ayam bangkok lumayan untuk menjadi usaha sampingan yang kedepannya anda bisa lebih tingkatkan menjadi usaha sukses.