Kura-Kura dan Kelinci

Zaman dahulu Kelinci dan Kura-kura tak bersahabat. Setiap kali bertemu, Kelinci selalu mengejek Kura-kura yang jalannya lambat. Padahal, dengan teman lain, Kura-kura selalu hidup rukun. ”Hai Kura-kura, jalanmu lambat !”, begitu kata Kelinci mengejek Kura-kura.

Suatu hari Kelinci menantang Kura-kura mengadakan lomba lari. ”Akan kuperlihatkan kepada semua binatang bahwa aku bisa lari sepuluh kali lebih cepat dari padamu”, kata Kelinci kepada Kura-kura. ”Hentikanlah bualanmu itu, Kelinci !. Kita buktikan dengan perbuatan, bukan dengan perkataan”, jawab Kura-kura.

            Kedua hewan itu pun sepakat berlomba lari. Singa, Si Raja Hutan, akan menjadi wasit karena dapat mengaum dengan keras dan dapat didengar oleh penghuni hutan yang lain di seluruh pelosok. Ketika Singa mengaum, tanda dimulainya pertandingan, dengan sigap Kelinci berlari kencang seperti angin, woossshh. Sebaliknya Kura-kura melangkahkan kakinya dengan lambat. Banyak teman yang memberi semangat kepada Kelinci, namun tak sedikit pula yang memberi semangat Kura-kura. Kura-kura tetap dengan langkahnya yang lambat, melihat Kelinci telah berada jauh di depan. Sesekali Kelinci melihat ke belakang untuk memastikan bahwa Kura-kura tidak dapat menyusulnya dan berada jauh di belakang. Pikir Kelinci, ”Pasti kemenangan ada padaku. Aku lelah sekali. Sebaiknya aku tidur sebentar. Sampai aku bangun pun, Kura-kura tidak dapat menyusulku”. Akhirnya Kelinci tertidur dengan pulas di bawah pohon rindang di tengah hutan. Kura-kura yang terus berjalan dengan tekun dan bersemangat, akhirnya sampai di tempat Kelinci yang sedang tertidur. Dengan tenang, Kura-kura melewati Kelinci yang tengah tidur terlelap.

            Tiba-tiba Kelinci tersentak dari tidurnya, karena ia mendengar suara Singa mengaum dari jauh dengan kerasnya sebanyak tiga kali, tanda perlombaan usai. Kelinci lari sekencang-kencangnya. Tetapi malang baginya karena Kura-kura telah berahsil mencapai garis finish terlebih dahulu. Bahkan, Kura-kura telah mendapat sambutan hangat dari penghuni hutan yang lain. Akhirnya, Kelinci harus mengakui kekalahannya dalam lomba lari tersebut. Ia memberi ucapan selamat kepada Kura-kura dan berjanji tidak akan sombong lagi.

           Apa yang dapat kita pelajari dari cerita di atas ? Setiap anak yang memiliki kemampuan yang tinggi, jika tidak disertai ketekunan dan semangat tinggi, tidak akan memetik sukses belajar. Dengan semua kesulitan yang dihadapi dan kita berhasil mengatasinya, kita menjadi seperti Kura-kura, yang berhasil menjadi pemenang melalui jalan panjang dengan kerendahan hati, ketekunan dan penuh semangat, dan berujung kemenangan.

Superman Kecil

          Sehabis belajar Septian duduk-duduk di beranda rumah ditemani nenek, berdua mereka asyik ngobrol dan bercanda bersuka ria. Sementara papa di ruang kerja entah menyelesaikan pekerjaan kantor. Sedangkan mama asyik di dapur bersih – bersih segala peralatan dapur yang kotor.

Sungguh asyik benar mereka berdua entah apa yang dibicarakan. Kadang – kadang nenek tertawa perpingkal – pingkal melihat ulah Septian. Kadang pula giliran Septian yang tertawa melihat kelucuan neneknya itu.

“ Nek, aku kemarin melihat Harry Potter bisa terbang naik sapu. Itu sapunya beli di mana .Nek ? “ pinta Septian merengak minta dibelian sapu yang bisa terbang.
“ Yan, sapu seperti itu tidak di jual di toko, itu hanya ada di film saja, sebenarnya nggak ada sapu bisa terbang, cucuku ! “ jawab Nenek dengan lembut sambil mengusap rambut Septian. 
“ Tapi temen – temen rencananya mau ngajak bapak dan ibunya mau beli sapu itu, Nek ? “
Septian masih belum puas dengan jawabanya Nenek tadi. Makanya dia terus mendesak agar Neneknya mau mengantar membeli sapu itu.
“ Ya, sudah, besok kamu tanya teman kamu, belinya di mana. Kalau tahu tempatnya biar Nenek nanti belikan ”
” Harus sekarang, Nek !. Yayan pengin segera naik sapu itu . Yayan pengin terbang kaya Superman”
” Yayan sayang, in i kan sudah malam, lagian sebentar lagi mau hujan. Tuh lihat langitnya sudah gelap, kamu nanti kehujanan bisa masuk angin ”
” Nggak apa – apa Nek, yang penting Yayan bisa terbang dengan sapu itu sekarang ” 
” Lho kalau sekarang terbang, kamu akan tersesat nggak bisa pulang. Malam hari begini langitnya sangat gelap , lagian sapunya kan nggak ada lampunya. Kamu bisa nabrak pohon. Sudahlah sekarang tidur ditemani nenek, ya sayangku !. Besok nenek tak nyari, dimana yang jual sapu itu ”
” Besok ya Nek, bener lho. Aku pengen jadi Superman. Horeee. . akulah Superman ”. Septian melonjak-lonjak gembira, karena dia yakin betul besok dia akan bisa terbang mengelilingi rumah dan sekolahnya.
          Mereka berduapun kini sudah berada di atas tempat tidur. Septian sudah gosok gigi dan cuci kaki dan tangan. Sementara Neneknyapun sudah tidur disebelahnya.
” Nek, bener lho besok aku dibelikan sapu Superman ya ! , nanti Nenek tak boncengin, pegangan yang kuat ya Nek !, biar nggak jatuh ” rayu Septian kepada Neneknya,
” Jangan kuatir Yan, besok pasti Nenek bonceng. Sekarang tidur dulu. Besok kamu harus bangun pagi biar tidak terlambat sekolah ” jawab Nenek. Septianpun tidak mendengarkan jawaban Neneknya itu, karena dia sudah memejamkan matanya dan tertidur pulas.
Tidak beberapa lama kemudian
” Yan, yayan sayangku, ini sapunya Nenek sudah belikan. Terbanglah ke angkasa sesukamu seperti Gatotkaca atau Superman.
” Oh, , ,Sungguh Nek ?, Aku bisa terbang ?. Aku nggak percaya ?. Lantas bagaimana cara mengendalikannya, Nek ? ”.
” Sapu ajaib ini akan menuruti kata hatimu. Sehingga untuk mengendarainya tidak sulit.
” Bawa sini Nek, aku sudah nggak sabar ”
” Hati – hati cucuku, jangan buru-buru. Meskipun sapu ajaib ini akan menuruti perintah hatimu, namun kalau tidak tenang hatimu sapu ini bisa menjatuhkanmu dan pesan Nenek sapu ini jangan digunakan untuk hal- hal yang jahat cucuku ”
” Baik Nek akan aku ingat terus pesan Nenek ”
Tanpa menunda waktu lagi, Septian segera menaiki sapu itu, yang dijepit diantara kedua kakinya sambil berteriak ” terbang ”.
Maka melesatlah sapu itu ke atas secepat kilat. Padahal Septian tidak siaga sebelumnya, sehingga terpelantinglah dia dan jatuh terjerambab.
” Septian !. kamu nggak apa – apa sayangku ? ” teriak Nenek, sambil membangunkan Septian yang baru saja jatuh bergulingan.
” Aku nggak apa – apa Nek ! ”
” Itulah kan tadi Nenek bilang jangan buru – buru mengendarai sapu ajaib ini. Gunakan pikiranmu dengan tenang maka sapu ini akan menjadi sahabatmu pergi kemana saja . Sekali lagi Nenek pesan jangan digunakan untuk tujuan jahat”
” Baik Nek akan kucoba lagi ”. Tutur Septian dan terbanglah dia kini dengan sapu ajaib yang naik ke atas dengan perlahan. Sehingga kini, baik Nenek atau rumahnyapun sudah nggak kelihatan lagi. Yang terlihat hanyalah permadani berwarna hijau dan gumpalan awan.
Sesekali Septian terbang rendah dan melesat ke kanan - kiri menghindari pepohonan, kadang pula melesat naik ke atas menembus awan. Kadang pula dia turun sambil beristirahat melepas lelah.
Saat melepas lelah itu terlihatlah pohon durian yang persis ada di depannya, dan di perhatikan semua buah-buahnya yang sudah masak. Dia sempat menelan ludah melihat buah durian yang sudah merekah dan berbau sangat menusuk hidungnya.
 
         Tanpa pikir panjang Septian mengambil sapu ajaibnya dan dengan perlahan dia terbang mendekati buah yang sudah masak, Alangkah nikmatnya buah durian ini . aku bisa merasakan dari baunya yang harum. Oh alangkah nikmatnya. Aku bisa menghabiskan satu buah sendirian.
 
         Tangan kanannya segera menarik buah itu dari tangkainya sedangkan tangan kirinya tetap memegangi sapu ajaib itu. Setelah ditarik sekuat tenaga, buah durian akhirnya lepas dari tangkainya dan meluncurlah ke bawah.
 
        Namun tanpa diduga Septian sebelumnya, sapu ajaib itupun turut meluncur bersamaan dengan buah durian tadi. Maka Septianpun menjadi kaget bukan kepalang dan tangannya berusaha memegang apa saja agar dia tidak jatuh ke bawah.
” Toloooong, toloooong. .. .tolong aku Nek ! ” teriak Septian.
Teriakan Septian tadi terdengar cukup keras, hingga mambangunakan Nenek, bahkan Papa dan mama nya pun juga ikut terbangun. Mereka segera menuju ke kamar Septian untuk mengetahui kejadia apa yang melanda putra kesayangannya.

       Akhirnya Septianpun cerita kepada kedua orang tuanya tentang mimpinya itu. Sehingga akhirnya Papa dan Mama nya pun merasa lega karena Septian tidak mengalami satu kejadian apapun, ternyata semua itu hanya mimpi saja.
” Makanya Septian,, kalau minta sesuatu sama Nenek, Papamu atau Mamamu jangan yang macam – macam. Sapu terbangkan hanya ada di flm Harry Potter. Ya sudah sekarang tidur lagi besok kamu sekolah ” tutur papanya.
Septianpun tidak menjawabnya, dia segera memejamkan matanya dan kinipun terlelap tidur.

       Yang jelas mulai esok hari dia tidak akan manja lagi terhadap Papa dan Mama serta Nenek.

Dongeng Anak - Pulau Kakak Beradik

Karena dianggap sudah cukup umur, Mina dan Lina dipanggil ibu mereka untuk membicarakan rencana perkawinan kakak-beradik itu.



“Kalian sudah cukup dewasa. Sudah waktunya kalian membangun rumah tangga,” kata sang ibu.



“Kami mau dikawinkan dengan satu syarat,” kata Mina dan Lina.



“Apa syaratnya?”



“Karena kami kakak-beradik, suami kami juga harus kakak-beradik.”



Sang ibu tahu, itu adalah cara mereka menolak perkawinan. Menurut Mina dan Lina, perkawinan membuat orang kehilangan segala sesuatu yang mereka cintai: orang tua, teman, sanak-saudara, bahkan kampung halaman.



Demikianlah, karena tak ada laki-laki kakak-beradik yang menyunting Mina dan Lina, mereka tak kunjung menikah. Waktu pun terus berlalu. Ibu Mina dan Lina meninggal karena usia yang semakin tua. Sepeninggal ibunya, gadis kakak-beradik itu tinggal bersama dengan paman mereka.



Pada suatu hari, sekelompok bajak laut menculik Lina. Pemimpin bajak laut itu ingin memperistri Lina. Lina menolak dan meronta sekuat tenaga.



Penculikan itu diketahui oleh Mina. Karena tak ingin terpisah dari adiknya, Mina bertekad menyusul Lina. Dengan perahu yang lebih kecil, Mina mengejar perahu penculik Lina. Teriakan orang sekampung tak dihiraukannya. Mina terus mengejar sampai tubuhnya tak kelihatan lagi.



Tiba-tiba mendung datang. Tak lama kemudian hujan pun turun. Halilintar menggelegar, petir menyambar-nyambar. Orang-orang berlarian ke rumah masing-masing. Ombak bergulung-gulung. Menelan perahu penculik Lina, menelan Lina, menelan Mina, menelan semuanya.



Ketika keadaan kembali normal, orang-orang dikejutkan oleh dua pulau yang tiba-tiba muncul di kejauhan. Mereka yakin, pulau itu adalah penjelmaan Mina dan Lina. Kedua pulau itu diberi nama Pulau Sekijang Bendera dan Sekijang Pelepah, tetapi kebanyakan orang menyebutnya Pulau Kakak-Beradik.


(Dari ASEAN Folk Literature, diceritakan kembali oleh Prih Suharto, prih_suharto @yahoo. com)

Dongeng anak - Istana Bunga

Dahulu kala, hiduplah raja dan ratu yang kejam. Keduanya suka berfoya-foya dan menindas rakyat miskin. Raja dan Ratu ini mempunyai putra dan putri yang baik hati. Sifat mereka sangat berbeda dengan kedua orangtua mereka itu. Pangeran Aji Lesmana dan Puteri Rauna selalu menolong rakyat yang kesusahan. Keduanya suka menolong rakyatnya yang memerlukan bantuan.

Suatu hari, Pangeran Aji Lesmana marah pada ayah bundanya, "Ayah dan Ibu jahat. Mengapa menyusahkan orang miskin?!"
Raja dan Ratu sangat marah mendengar perkataan putra mereka itu.
"Jangan mengatur orangtua! Karena kau telah berbuat salah, aku akan menghukummu. Pergilah dari istana ini!" usir Raja.
Pangeran Aji Lesmana tidak terkejut. Justru Puteri Rauna yang tersentak, lalu menangis memohon kepada ayah bundamya, "Jangan, usir Kakak! Jika Kakak harus pergi, saya pun pergi!"



Raja dan Ratu sedang naik pitam. Mereka membiarkan Puteri Rauna pergi mengikuti kakaknya. Mereka mengembara. Menyamar menjadi orang biasa. Mengubah nama menjadi Kusmantoro dan Kusmantari. Mereka pun mencari guru untuk mendapat ilmu. Mereka ingin menggunakan ilmu itu untuk menyadarkan kedua orangtua mereka.

Keduanya sampai di sebuah gubug. Rumah itu dihuni oleh seorang kakek yang sudah sangat tua. Kakek sakti itu dulu pernah menjadi guru kakek mereka. Mereka mencoba mengetuk pintu.
"Silakan masuk, Anak Muda," sambut kakek renta yang sudah tahu kalau mereka adalah cucu-cucu bekas muridnya. Namun kakek itu sengaja pura-pura tak tahu. Kusmantoro mengutarakan maksudnya, "Kami, kakak beradik yatim piatu. Kami ingin berguru pada Panembahan."

Kakek sakti bernama Panembahan Manraba itu tersenyum mendengar kebohongan Kusmantoro. Namun karena kebijakannya, Panembahan Manraba menerima keduanya menjadi muridnya.
Panembahan Manraba menurunkan ilmu-ilmu kerohanian dan kanuragan pada Kusmantoro dan Kusmantari. Keduanya ternyata cukup berbakat. Dengan cepat mereka menguasai ilmu-ilmu yang diajarkan. Berbulan-bulan mereka digembleng guru bijaksana dan sakti itu.



Suatu malam Panembahan memanggil mereka berdua. "Anakku, Kusmantoro dan Kusmantari. Untuk sementara sudah cukup kalian berguru di sini. Ilmu-ilmu lainnya akan kuberikan setelah kalian melaksanakan satu amalan."
"Amalan apa itu, Panembahan?" tanya Kusmantari.
"Besok pagi-pagi sekali, petiklah dua kuntum melati di samping kanan gubug ini. Lalu berangkatlah menuju istana di sebelah Barat desa ini. Berikan dua kuntum bunga melati itu kepada Pangeran Aji Lesmana dan Puteri Rauna. Mereka ingin menyadarkan Raja dan Ratu, kedua orang tua mereka."



Kusmantoro dan Kusmantari terkejut. Namun keterkejutan mereka disimpan rapat-rapat. Mereka tak ingin penyamaran mereka terbuka.
"Dua kuntum melati itu berkhasiat menyadarkan Raja dan Ratu dari perbuatan buruk mereka. Namun syaratnya, dua kuntum melati itu hanya berkhasiat jika disertai kejujuran hati," pesan Panembahan Manraba.



Ketika menjelang tidur malam, Kusmantoro dan Kusmantari resah. Keduanya memikirkan pesan Panembahan. Apakah mereka harus berterus terang kalau mereka adalah Pangeran Aji Lesmana dan Puteri Rauna? Jika tidak berterus terang, berarti mereka berbohong, tidak jujur. Padahal kuntum melati hanya berkhasiat bila disertai dengan kejujuran.



Akhirnya, pagi-pagi sekali mereka menghadap Panembahan.
"Kami berdua mohon maaf, Panembahan. Kami bersalah karena tidak jujur kepada Panembahan selama ini."
Saya mengerti, Anak-anakku. Saya sudah tahu kalian berdua adalah Pangeran Aji Lesmana dan Puteri Rauna. Pulanglah. Ayah Bundamu menunggu di istana."



Setelah mohon pamit dan doa restu, Pangeran Aji Lesmana dan Puteri Rauna berangkat menuju ke istana. Setibanya di istana, ternyata Ayah Bunda mereka sedang sakit. Mereka segera memeluk kedua orang tua mereka yang berbaring lemah itu.

Puteri Rauna lalu meracik dua kuntum melati pemberian Panembahan. Kemudian diberikan pada ayah ibu mereka. Ajaib! Seketika sembuhlah Raja dan Ratu. Sifat mereka pun berubah. Pangeran dan Puteri Rauna sangat bahagia. Mereka meminta bibit melati ajaib itu pada Panembahan. Dan menanamnya di taman mereka. Sehingga istana mereka dikenal dengan nama Istana Bunga. Istana yang dipenuhi kelembutan hati dan kebahagiaan.


OLEH Maulana Febriyansyah
kiriman: RINA YUNI EKAWATI

Dongeng Anak - Cinderela

Di sebuah rumah, hiduplah seorang anak yang sangat cantik dan baik hati. Dia diberi nama Cinderela oleh kedua kakak tirinya. Kakak tiri Cindera itu sangat tidak suka dengan Cinderela. Tiap hari Cinderela selalu mendapatkan perlakuan yang kasar dari kedua kakak dan ibu trinya. Dia selalu disuruh mengerjakan semua pekerjaan rumah dan selalu dibentak-bentak.

Hingga pada suatu hari, datanglah pegawai kerajaan ke rumah mereka. Pegawai kerajaan teresebut ternyata membawa undangan pesta dari sang raja. Kedua kakak dan ibu tiri Cinderala bersorak kegirangan. “Horeeee….. besok kita akan pergi ke Istana. Aku akan berdandan secantik mungkin, agar pangeran suka denganku”, teriak kedua kakak Cinderela. Mendengar teriakan kakak-kakaknya tersebut, lalu Cinderela meminta ijin pada ibu tirinya untuk ikut dalam pesta tersebut. Cinderela sangat sedih, karena ibu tiri dan kakak-kakak tirinya tidak mengijinkan dia ikut dalam acara itu. “Kamu mau pakai baju apa Cinderela? Apa kamu mau ke pesta dengan baju kumalmu itu?”, teriak kakaknya.

Akhirnya waktu pelaksanaan pesta sudah tiba, semuanya sudah berdandan dengan cantik dan sudah siap berangkat. Cinderela hanya bias memandangi kakak dan ibu tirinya. Dia sangat sedih sekali,karena tidak dapat ikut dalam pesta itu. Dia hanya bisa menangis di dalam kamar dan membayangkan meriahnya pesta tersebut. “Andaikan aku bisa ikut dalam pesta itu, pasti aku akan senang sekali”, gumam Cindera. Tidak berapa lama setelah Cinderela berkata, tiba-tiba ada suara dari belakangnya. “Janganlah engkau menangis Cinderela”. Mendengar suara itu, lalu Cinderela berbalik. Ternyata dia melihat ada seorang peri yang sedang tersenyum padanya. “Kamu pasti bisa dating ke pesta itu Cinderela”, kata peri itu. “Bagaimana caranya? Aku tidak punya baju pesta dan saudara-saudaraku juga sudah berangkat.”, tanya Cinderela pada peri itu.

“Tenanglah Cinderela, bawalah empat ekor tikus dan dua ekor kadal kepadaku", kata peri itu. Setelah semuanya dikumpulkan Cinderela, peri membawa tikus dan kadal tersebut ke kebun labu di halaman belakang. "Sim salabim!" sambil menebar sihirnya, terjadilah suatu keajaiban. Tikus-tikus berubah menjadi empat ekor kuda, serta kadal-kadal berubah menjadi dua orang sais. Cinderela pun disulap menjadi Putri yang sangat cantik, dengan memakai gaun yang sangat indah dan sepatu kaca.

"Cinderela, pengaruh sihir ini akan lenyap setelah lonceng pukul dua belas malam, jadi lamu harus pulang sebelum pukul dua belas”,kata peri itu. "Ya ibu peri. Terimakasih", jawab Cinderela. Setelah semuanya sudah siap, kereta kuda emas segera berangkat membawa Cinderela menuju istana. Setelah tiba di istana, ia langsung masuk ke aula istana. Begitu masuk, pandangan semua yang hadir tertuju pada Cinderela. Mereka sangat kagum dengan kecantikan Cinderela. "Cantik sekali putri itu! Putri dari negara mana ya ?" Tanya mereka.

Akhirnya sang Pangeran datang menghampiri Cinderela. "Putri yang cantik, maukah Anda menari dengan saya ?" katanya. "Ya…," kata Cinderela sambil mengulurkan tangannya sambil tersenyum. Mereka menari berdua dalam irama yang pelan. Ibu dan kedua kakak Cinderela yang berada di situ tidak menyangka kalau putrid yang cantik itu adalah Cinderela. Pangeran terus berdansa dengan Cinderela. "Orang seperti andalah yang saya idamkan selama ini," kata sang Pangeran.

Karena terlalu senag dan menikmati pesta itu, Cinderela lupa akan waktu. Jam mulai berdentang 12 kali. "Maaf Pangeran saya harus segera pulang..,". Cinderela menarik tangannya dari genggaman pangeran dan segera berlari ke luar Istana. Di tengah jalan, Cinderela terjatuh dan sepatunya terlepas sebelah, tapi Cinderela tidak memperdulikannya, ia terus berlari. Pangeran mengejar Cinderela, tetapi ia kehilangan jejak Cinderela. Di tengah anak tangga, ada sebuah sepatu kaca kepunyaan Cinderela. Pangeran mengambil sepatu itu. "Aku akan mencarimu," katanya bertekad dalam hati. Meskipun Cinderela kembali menjadi gadis yang penuh berpakaian tidak bagus lagi, ia amat bahagia karena bisa pergi pesta.

Esok harinya, para pengawal yang dikirim Pangeran datang ke rumah-rumah yang ada anak gadisnya di seluruh pelosok negeri untuk mencocokkan sepatu kaca dengan kaki mereka, tetapi tidak ada yang cocok. Sampai akhirnya para pengawal tiba di rumah Cinderela. "Kami mencari gadis yang kakinya cocok dengan sepatu kaca ini," kata para pengawal. Kedua kakak Cinderela mencoba sepatu tersebut, tapi kaki mereka terlalu besar. Mereka tetap memaksa kakinya dimasukkan ke sepatu kaca sampai lecet. Pada saat itu, pengawal melihat Cinderela. "Hai kamu, cobalah sepatu ini," katanya. Ibu tiri Cinderela menjadi marah," tidak akan cocok dengan anak ini!". Kemudian Cinderela menjulurkan kakinya. Ternyata sepatu tersebut sangat cocok. "Ah! Andalah Putri itu," seru pengawal gembira. "Iya akulah wanita yang dicari pangeran”,kata Cinderela. “Selamat Cinderela!” Mendengar kata itu, Cinderela lalu menoleh kebelakang, dan dilihatnya ibu peri sudah berada di belakangnya. "Mulai sekarang hiduplah berbahagia dengan Pangeran di istana. Sim salabim!.," katanya peri tersebut.

Begitu peri membaca mantranya, Cinderela berubah menjadi seorang Putri yang memakai gaun yang sangat bagus. "Pengaruh sihir ini tidak akan hilang sampai kapanpun Cinderela”, kata sang peri. Cinderela kemudian dibawa oleh pengawal istana untuk bertemu dengan sang pangeran. Sesampainya di Istana, Pangeran sangat senang sekali,dan menyambut kedatangan Cinderela. Akhirnya Cinderela menikah dengan Pangeran dan hidup berbahagia di dalam Istana.



Dongeng "Cinderela" ini diceritakan kembali oleh kak Ghulam Pramudiana

Profil Lengkap Magdalena

Siapa tak kenal dengan seorang Artis cantik dan seksi Magdalena ? Dialah salah satu artis yang mendapat gelar Wanita Paling seksi di Indonesia setelah Luna Maya versi FHM. Selain seksi, Magdalena atau yang akrab disapa dengan sebutan "Lena" juga memiliki wajah yang cantik dengan bibir mungil merahnya dan matanya yang indah yang membuat para pria jadi tertarik. Berikut biodata artis seksi magdalena, dilengkapi dengan foto sang artis seksi Magdalena.




Biodata dan Biografi Lengkap Magdalena

Magdalena wanita dengan bibir dan mata yang indah ini pernah terpilih sebagai wanita paling seksi di indonesia versi FHM setelah menggeser bintang sinetron dan model Luna Maya.
Pemilihan tersebut disampaikan oleh majalah dewasa FHM indonesia edisi Agustus 2008. pemilik nama lengkap Lena Soderberg ini juga pernah membintangi beberapa sitkom yaitu diantaranya sitkom yang ditayangkan di trans 7 berjudul "full colour". Lena yang mengawali karirnya sebagai Presenter ini juga mengaku bahwa dia sangat senang sekali dengan bibir dan matanya karena dianggap merupakan bagian tubuhnya yang paling seksi. Magdalena semasa remaja nya sangatlah senang berolahraga terutama basket dan tari modern, karena nya semasa SMP lena pernah masuk tim basket sekolahnya mungkin karena kebiasaan nya senang berolah raga sejak kecil ini membuat dirinya nampak segar dan bugar, dan pasti tetap seksi (heheheh)

-BIODATA-
Nama Lengkap : Lena Soderberg
TTL : Jakarta, 17 mei 1984
Pendidikan Terakhir : Universitas Tarumanegara, Fakultas Manajemen
Tinggi Badan : 160 cm
Berat Badan : 50 kg
Zodiak : Taurus
Agama : Kristen

-KARIR-

* Presenter Idol Hi-5 (RCTI)
* Presenter kuis Roncar
* Presenter Ada Gosip (SCTV)
* Presenter Happy Show (Global TV)
* Presenter Euro-Phoria (khusus di RCTI, TPI & Global)


-SITKOM-

* Full colour (TRANS 7)
* Klinik 24 jam (GLOBAL TV)


-FILM-

* Medley

Itulah sekilas mengenai biodata Artis cantik nan seksi magdalena, simak juga artis seksi lainnya di Biografi Lengkap Julia Perez

Biodata Lengkap Sule

Pelawak Indonesia sangat populer di tanah air, yaitu sule tidak bisa diragukan lagi kepiawaiannya dalam melucu atau melawak. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya penggemar sule serta bertambahnya job melawak untuk jebolan API (Audisi Pelawak TPi) itu. Selebriti Profil kini akan membahas lebih dalam, siapa itu sule dan bagaimana karirnya di dunia entertainment Indonesia.





Biografi dan Profil Lengkap Pelawak Indonesia - Sule


Entis Sutisna atau sering dipanggil dengan sule merupakan artis indonesia yang berprofesi sebagai komedian indonesia. Lewat kemenangannya di ajang pencari bakat komedian di TPI, melalui Grup lawak SOS lah akhirnya karir Sule Melambung. Sule pun berperan di berbagai acara komedian, seperti OVJ dan Awass ada sule.

Nama Lengkap : Entis Sutisna
Nama Panggilan : Sule
TTL : -
Profesi : komedian
Pendidikan Terakhir : SMKI, STSI Bandung
Hobi : Melawak, Menyanyi
Kemampuan : Menguasai berbagai alat musik tradisional
Acara Komedi :

* Opera Van Java
* Awas Ada Sulee
* Big Show
* Pas Mantap

Demikianlah sekilas mengenai sang pelawak handal sule, simak juga profil artis indonesia lainnya dalam Profil Lengkap Bamabang Pamungkas.

Daniel Radclife Profil Lengkap

Harry Potter, merupakan sebuah film yang identik dengan animasi sihirya, dan tentunya jika kita menonton film ini, kita akan melihat siapa aktor pemeran utama dalam film yang populer ini, ya dialah seorang pria yang bernama lengkap Daniel Jacob Radclife atau yang akrab dengan sebutan Daniel Radclife. Sejak kecil hingga dewasa, ia tetap melakoni aktor pemeran utama sebagai Harry Potter di film sihir itu. Mari kita simak saja profil lengkap artis Daniel Radclife untuk mengetahui siapa sebenarnya pemeran harry potter itu.




Biodata dan Biografi Lengkap Daniel Radclife

Daniel Jacob Radcliffe atau lebih dikenal dengan nama Daniel Radcliffe adalah artis kelahiran fullham, inggris, 23 juli 1989. Daniel adalah artis pasangan dari alan Radcliffe dan Marcia Gersham. Nama daniel radcliffe dikennal oleh dunia ketika dirinya menjadi peran utama dari film terlaris Harry potter. Saat itu, ia masih menginjak usia 11 tahun ketika ia memerankan peran harry potter. Saat ini daniel telah membintangi 5 film harry potter diantaranya Harry Potter and the Sorcerer's Stone, Harry Potter and the Chamber of Secret, Harry Potter and the prisoner of Azkaban, Harry Potter and the Goblet of Fire, dan Harry Potter and the Order of the Phoenix. Hingga film harry potter seri terakhir yang akan diperankannya yaitu Harry Potter and the Deathly Hallows.

Daniel pun seperti menjadi milyader muda saat itu, bagaimana tidak, dari perannya dalam film harry potter tersebut daniel pernah menjadi remaja terkaya di inggris, dan ia pun bisa membeli sebuah rumah yang harganya hingga milyaran rupiah.

Karirnya dimulai ketika dirinya menjadi bintang dalam serial TV DAVID COPPERFIELD di tahun 1999, kemudian ia pun berperan sebagai Mark Pendel dalam film THE TAILOR OF PANAMA. Dari sinilah karir daniel pun melonjak, sehingga ia pun dilirik oleh Chris Colombus yang akhirnya membuat pemilik nama lengkap Daniel jacob Radcliffe ini menjadi Peran Utama sebagai Harry Potter dalam film perdananya berjudul HARRY POTTER AND THE SORCERER’S STONE. Setelah ini namanya pun dikenal sebagai remaja yang populer tidak hanya di inggris saja tetapi di seluruh dunia. Daniel pun membintangi ke lima seri dalam film harry potter ini diantaranyaHarry Potter and the Sorcerer's Stone, Harry Potter and the Chamber of Secret, Harry Potter and the prisoner of Azkaban, Harry Potter and the Goblet of Fire, dan Harry Potter and the Order of the Phoenix. Hingga film harry potter seri terakhir yang akan diperankannya yaitu Harry Potter and the Deathly Hallows

BIODATA DANIEL RADCLIFFE
Nama Lengkap : Daniel Jacob Raddiffe
Nama Panggilan : Daniel Raddiffe
TTL : Fullham, London, Inggris, Uk, 23 Juli 1989
Tinggi Badan : 5' 6"
Nama Ayah : Alan George Radcliffe
Nama Ibu : Marcia Gresham Radcliffe
Kewarganegaraan : Inggris
Warna Rambut : Coklat Tua
Warna Mata : Biru
Pendidikan Terakhir : Sussex house school london, city of london school

FILM DANIEL RADCLIFFE

* The Tailor Of Panama (2001)
* Harry potter and the philosopher’s stone (2001)
* Harry potter and the chamber of secrets (2002)
* Harry potter and the prisoner of azkaban (2004)
* Harry potter and the goblet of fire (2005)
* Harry potter and the order of the phoenix (2007)
* December boys (2007)
* Harry potter and the half – blood prince (2009)
* Harry potter and the deathly hallows : Part 1 (2010)
* Harry potter and the deathly hallows : Part 2 (2010)
* The journey is the destination (2011)
* The woman in black (2011)
* All quiet on the western front (2012)


PROGRAM TV DANIEL RADCLIFFE

* 1999: David Copperfield
* 2005: Foley and McColl
* 2006: Extras
* 2007: My Boy Jack
* 2010: The Simpsons as Edmund, in a Treehouse of Horror segment


PRESTASI DAN PENGHARGAAN DANIEL RADCLIFFE
Sebagai Nominasi

2010

* Best Male Performance (MTV Movie Awards)
* Global Superstar (MTV Movie Awards)

2009

* Outstanding Actor in a Play (Drama Desk Awards)
* Distinguished Performance Award (Drama League Awards)

2008

* Best Kiss (with Katie Leung; MTV Movie Awards)
* Best Performance by a Young Actor (Saturn Awards)
* Best Actor (Empire Award)

2006

* Best Young Actor (Broadcast Film Critics Association Awards)
* Actor of the Year (AOL Moviefone Moviegoer Awards)
* Best Performance by a Young Actor (Saturn Awards)
* Best Hero (MTV Movie Awards)
* Best On-Screen Team (with Emma Watson and Rupert Grint; MTV Movie Awards)

2005

* Best Performance by a Young Actor (Saturn Awards)
* Best Young Actor (Broadcast Film Critics Association Awards)

2003

* Best Performance by a Young Actor (Saturn Awards)
* Best Acting Ensemble (Phoenix Film Critics Society Awards)
* Most Unforgettable Scene (for the scene "Harry battles the Basilisk" in Harry Potter and the Chamber of Secrets; American Moviegoer Awards)

2001

* Best Performance by a Young Actor (Saturn Awards)
* Best Young Performer (Broadcast Film Critics Association Awards)
* Breakthrough Male Performance (MTV Movie Awards)
* Best Newcomer (Phoenix Film Critics Society Awards)
* Best Debut (with Emma Watson and Rupert Grint; Sony Ericsson Empire Awards)
* Outstanding Actor (American Moviegoer Awards)
* Best Performance in a Feature Film: Leading Young Actor (Young Artist Awards)
* Best Ensemble in a Feature Film (with Emma Watson and Rupert Grint; Young Artist Awards)


Sebagai Pemenang
2009

* Favorite Leading Actor in a Broadway Play (Broadway.com Audience Award)
* Favorite Breakthrough Performance (Broadway.com Audience Award)

2008

* Dewynters London Newcomer of the Year (Whatsonstage.com Theatregoers’ Choice Awards, UK)

2007

* Best Male Performance (National Movie Awards, UK)

2006

* Best Actor (Cine Awards, Belgium)
* Best Male Film Star (Gold): Otto Awards, 2006
* Best Actor/Movie (SyFy Portal's SyFy Genre Awards)

2005

* Best Young Actor (SyFy Portal's SyFy Genre Awards)

2004

* Top 10 Child Stars (RTL Television, Germany)
* Best Breakthrough Male Actor (Star Channel Star Awards, Japan)
* Best Junior Achiever (for viewers' favorite under-16 guest on the show Relly Awards)
* Young Talent of the Year (ITV Celebrity Awards)
* Best Movie Actor (K-Zone Kids Awards, Philippines)
* Best Film Star/Actor (Dutch Kids Choice Awards)

2003

* Best Young Actor (SyFy Portal's SyFy Genre Awards)
* Best Actor (Roadshow Cinema Grand Prix Awards, Japan)

2002

* Person of the Year (Time For Kids)
* Targa d'Oro ("Gold Plate", David di Donatello Awards)
* Outstanding New Talent (Sir James Carreras Award for the Variety Club Showbusiness Awards)

2001

* Male Youth Discovery of the Year (Hollywood Women's Press Club)

Daniel Radclife sukses memerankan karakter dari seorang harry potter, hal itu dibuktikan memboyong berbagai penghargaan dari berbagai ajang. Simak juga profil dari aktor film Harry Potter lainnya di Biodata Lengkap Robert Pattinson (As Cedric Diggory In Harry Potter and The Goblet Of Fire).

Pacar Baru Rahma Azhari

Pacar Baru Rahma Azhari

Issue kedekatan Rahma Azhari dengan pelatih tim nasional sepak bola Philipina Simon McMenemy terlihat saat memposting fotonya bersama Simon di akun Twitternya.

Tapi tanpa menghiraukan statusnya saat ini, Rahma mengatakan bahwa pacarnya yang benar bernama Raisha Camila dia adalah buah hatinya sendiri. Dan pernyataan ini juga diiyakan oleh kedua kakaknya Ayu dan Sarah.

tag : Rahma Azhari, Sarah Azhari, Ayu Azhari, Simon McMenemy

Penampilan Sexi Five V Berbuntut Pelecehan Sexual

Penampilan Sexi Five V Berbuntut Pelecehan Sexual

Janda satu anak Five V mendapatkan pelecehan sexual di tengah tengah keramaian, pada waktu itu bokongnya dicolek oleh seseorang. Ternyata yang mencolek itu adalah pemain figuran pada waktu syuting.

Spontan mantan istri siri Henry Yosodiningrat itu sontak langsung syok dan berteriak teriak, tapi berhubung keadaan saat itu baru ramai maka tidak ada yang melihat dia. Dan setelah selesai syuting baru deh dia menangis.

Setelah kejadian tersebut Five V tidak berniat untuk mengadukan kepada pihak berwajib. Dia hanya memendam dan mengingat orang yang telah mencoleknya tersebut.

tag : Five V, Henry Yosodiningrat, Sex

Legenda Sangkuriang - Kumpulan Legenda rakyat

Sangkuriang adalah legenda yang berasal dari Tatar Sunda. Legenda tersebut berkisah tentang penciptaan danau Bandung, Gunung Tangkuban Parahu, Gunung Burangrang dan Gunung Bukit Tunggul.

Dari legenda tersebut, kita dapat menentukan sudah berapa lama orang Sunda hidup di dataran tinggi Bandung. Dari legenda tersebut yang didukung dengan fakta geologi, diperkirakan bahwa orang Sunda telah hidup di dataran ini sejak beribu tahun sebelum Masehi.

Legenda Sangkuriang awalnya merupakan tradisi lisan. Rujukan tertulis mengenai legenda ini ada pada naskah Bujangga Manik yang ditulis pada daun palem yang berasal dari akhir abad ke-15 atau awal abad ke-16 Masehi. Dalam naskha tersebut ditulis bahwa Pangeran Jaya Pakuan alias Pangeran Bujangga Manik atau Ameng Layaran mengunjungi tempat-tempat suci agama Hindu di pulau Jawa dan pulau Bali pada akhir abad ke-15.

Setelah melakukan perjalanan panjang, Bujangga Manik tiba di tempat yang sekarang menjadi kota Bandung. Dia menjadi saksi mata yang pertama kali menuliskan nama tempat ini beserta legendanya. Laporannya adalah sebagai berikut:

Leumpang aing ka baratkeun (Aku berjalan ke arah barat)
datang ka Bukit Patenggeng (kemudian datang ke Gunung Patenggeng)
Sakakala Sang Kuriang (tempat legenda Sang Kuriang)
Masa dek nyitu Ci tarum (Waktu akan membendung Citarum)
Burung tembey kasiangan (tapi gagal karena kesiangan)

Ringkasan Cerita

Berdasarkan legenda tersebut, diceritakan bahwa Raja Sungging Perbangkara pergi berburu. Di tengah hutan Sang Raja membuang air seni yang tertampung dalam daun caring (keladi hutan). Seekor babi hutan betina bernama Wayungyang yang tengah bertapa ingin menjadi manusia meminum air seni tadi. Wayungyang hamil dan melahirkan seorang bayi cantik. Bayi cantik itu dibawa ke keraton oleh ayahnya dan diberi nama Dayang Sumbi alias Rarasati. Banyak para raja yang meminangnya, tetapi seorang pun tidak ada yang diterima. Akhirnya para raja saling berperang di antara sesamanya. Dayang Sumbi pun atas permitaannya sendiri mengasingkan diri di sebuah bukit ditemani seekor anjing jantan yaitu Si Tumang. Ketika sedang asyik bertenun, toropong (torak) yang tengah digunakan bertenun kain terjatuh ke bawah. Dayang Sumbi karena merasa malas, terlontar ucapan tanpa dipikir dulu, dia berjanji siapa pun yang mengambilkan torak yang terjatuh bila berjenis kelamin laki-laki, akan dijadikan suaminya. Si Tumang mengambilkan torak dan diberikan kepada Dayang Sumbi. Dayang Sumbi akhirnya melahirkan bayi laki-laki diberi nama Sangkuriang.

Ketika Sangkuriang berburu di dalam hutan disuruhnya si Tumang untuk mengejar babi betina Wayungyang. Karena si Tumang tidak menurut, lalu dibunuhnya. Hati si Tumang oleh Sangkuriang diberikan kepada Dayang Sumbi, lalu dimasak dan dimakannya. Setelah Dayang Sumbi mengetahui bahwa yang dimakannya adalah hati si Tumang, kemarahannya pun memuncak serta merta KEPALA Sangkuriang dipukul dengan senduk yang terbuat dari tempurung kelapa sehingga luka.

Sangkuriang pergi mengembara mengelilingi dunia. Setelah sekian lama berjalan ke arah TIMUR akhirnya sampailah di arah BARAT lagi dan tanpa sadar telah tiba kembali di tempat Dayang Sumbi, tempat ibunya berada. Sangkuriang tidak mengenal bahwa putri cantik yang ditemukannya adalah Dayang Sumbi – ibunya. Terjalinlah kisah kasih di antara kedua insan itu. Tanpa sengaja Dayang Sumbi mengetahui bahwa Sangkuriang adalah puteranya, dengan tanda luka di kepalanya. Walau demikian Sangkuriang tetap memaksa untuk menikahinya. Dayang Sumbi meminta agar Sangkuriang membuatkan perahu dan telaga (danau) dalam waktu semalam dengan membendung sungai Citarum. Sangkuriang menyanggupinya.

Maka dibuatlah perahu dari sebuah pohon yang tumbuh di arah timur, tunggul/pokok pohon itu berubah menjadi gunung ukit Tanggul. Rantingnya ditumpukkan di sebelah barat dan mejadi Gunung Burangrang. Dengan bantuan para guriang, bendungan pun hampir selesai dikerjakan. Tetapi Dayang Sumbi bermohon kepada Sang Hyang Tunggal agar maksud Sangkuriang tidak terwujud. Dayang Sumbi menebarkan irisan boeh rarang (kain putih hasil tenunannya), ketika itu pula fajar pun merekah di ufuk timur. Sangkuriang menjadi gusar, dipuncak kemarahannya, bendungan yang berada di Sanghyang Tikoro dijebolnya, sumbat aliran sungai Citarum dilemparkannya ke arah timur dan menjelma menjadi Gunung Manglayang. Air Talaga Bandung pun menjadi surut kembali. Perahu yang dikerjakan dengan bersusah payah ditendangnya ke arah utara dan berubah wujud menjadi Gunung Tangkuban Perahu.

Sangkuriang terus mengejar Dayang Sumbi yang mendadak menghilang di Gunung Putri dan berubah menjadi setangkai unga jaksi. Adapun Sangkuriang setelah sampai di sebuah tempat yang disebut dengan Ujung berung akhirnya menghilang ke alam gaib (ngahiyang).

Kesesuaian dengan fakta geologi

Legenda Sangkuriang sesuai dengan fakta geologi terciptanya danau Bandung dan Gunung Tangkuban Parahu.[1]

Penelitian geologis mutakhir menunjukkan bahwa sisa-sisa danau purba sudah berumur 125 ribu tahun. Danau tersebut mengering 16000 tahun yang lalu.

Telah terjadi dua letusan Gunung Sunda purba dengan tipe letusan Plinian masing-masing 105000 dan 55000-50000 tahun yang lalu. Letusan plinian kedua telah meruntuhkan kaldera Gunung Sunda purba sehingga menciptakan Gunung Tangkuban Parahu, Gunung Burangrang (disebut juga Gunung Sunda), dan Gunung Bukit Tunggul.

Adalah sangat mungkin bahwa orang Sunda purba telah menempati dataran tinggi Bandung dan menyaksikan letusan Plinian kedua yang menyapu pemukiman sebelah barat sungai Citarum (utara dan barat laut Bandung) selama periode letusan pada 55000-50000 tahun yang lalu saat Gunung Tangkuban Parahu tercipta dari sisa-sisa Gunung Sunda purba. Masa ini adalah masanya homo sapiens; mereka telah teridentifikasi hidup di Australia selatan pada 62000 tahun yang lalu, semasa dengan Manusia Jawa (Wajak) sekitar 50000 tahun yang lalu.

Sangkuriang dan Falsafah Sunda

Menurut abah Surya atau abah Hidayat Suryalaga, mantan Rektor Itenas Bandung, legenda atau sasakala Sangkuriang dimaksudkan sebagai cahaya pencerahan (Sungging Perbangkara) bagi siapa pun manusianya (tumbuhan cariang) yang masih bimbang akan keberadaan dirinya dan berkeinginan menemukan jatidiri kemanusiannya (Wayungyang). Hasil yang diperoleh dari pencariannya ini akan melahirkan kata hati (nurani) sebagai kebenaran sejati (Dayang Sumbi, Rarasati). Tetapi bila tidak disertai dengan kehati-hatian dan kesadaran penuh/eling (teropong), maka dirinya akan dikuasai dan digagahi oleh rasa kebimbangan yang terus menerus (digagahi si Tumang) yang akan melahirkan ego-ego yang egoistis, yaitu jiwa yang belum tercerahkan (Sangkuriang). Ketika Sang Nurani termakan lagi oleh kewaswasan (Dayang Sumbi memakan hati si Tumang) maka hilanglah kesadaran yang hakiki. Rasa menyesal yang dialami Sang Nurani dilampiaskan dengan dipukulnya kesombongan rasio Sang Ego (kepala Sangkuriang dipukul). Kesombongannya pula yang mempengaruhi “Sang Ego Rasio” untuk menjauhi dan meninggalkan Sang Nurani. Ternyata keangkuhan Sang Ego Rasio yang berlelah-lelah mencari ilmu (kecerdasan intelektual) selama pengembaraannya di dunia (menuju ke arah Timur). Pada ahirnya kembali ke barat yang secara sadar maupun tidak sadar selalu dicari dan dirindukannya yaitu Sang Nurani (Pertemuan Sangkuriang dengan Dayang Sumbi).

Walau demikian ternyata penyatuan antara Sang Ego Rasio (Sangkuriang) dengan Sang Nurani yang tercerahkan (Dayang Sumbi), tidak semudah yang diperkirakan. Berbekal ilmu pengetahuan yang telah dikuasainya Sang Ego Rasio (Sangkuriang) harus mampu membuat suatu kehidupan sosial yang dilandasi kasih sayang, interdependency – silih asih-asah dan silih asuh yang humanis harmonis, yaitu satu telaga kehidupan sosial (membuat Talaga Bandung) yang dihuni berbagai kumpulan manusia dengan bermacam ragam perangainya (Citarum). Sementara itu keutuhan jatidirinya pun harus dibentuk pula oleh Sang Ego Rasio sendiri (pembuatan perahu). Keberadaan Sang Ego Rasio itu pun tidak terlepas dari sejarah dirinya, ada pokok yang menjadi asal muasalnya (Bukit Tunggul, pohon sajaratun) sejak dari awal keberada-annya (timur, tempat awal terbit kehidupan). Sang Ego Rasio pun harus pula menunjukkan keberadaan dirinya (tutunggul, penada diri) dan pada akhirnya dia pun akan mempunyai keturunan yang terwujud dalam masyarakat yang akan datangd dan suatu waktu semuanya berakhir ditelan masa menjadi setumpuk tulang-belulang (gunung Burangrang).

Betapa mengenaskan, bila ternyata harapan untuk bersatunya Sang Ego Rasio dengan Sang Nurani yang tercerahkan (hampir terjadi perkawinan Sangkuriang dengan Dayang Sumbi), gagal karena keburu hadir sang titik akhir, akhir hayat dikandung badan (boeh rarang atau kain kafan). Akhirnya suratan takdir yang menimpa Sang Ego Rasio hanyalah rasa menyesal yang teramat sangat dan marah kepada “dirinya”. Maka ditendangnya keegoisan rasio dirinya, jadilah seonggok manusia transendental tertelungkup meratapi kemalangan yang menimpa dirinya (Gunung Tangkubanparahu).

Walau demikian lantaran sang Ego Rasio masih merasa penasaran, dikejarnya terus Sang Nurani yang tercerahkan dambaan dirinya (Dayang Sumbi) dengan harapan dapat luluh bersatu antara Sang Ego Rasio dengan Sang Nurani. Tetapi ternyata Sang Nurani yang tercerahkan hanya menampakkan diri menjadi saksi atas perilaku yang pernah terjadi dan dialami Sang Ego Rasio (bunga Jaksi).

Akhir kisah yaitu ketika datangnya kesadaran berakhirnya kepongahan rasionya (Ujungberung). Dengan kesadarannya pula, dicabut dan dilemparkannya sumbat dominasi keangkuhan rasio (gunung Manglayang). Maka kini terbukalah saluran proses berkomunikasi yang santun dengan siapa pun (Sanghyang Tikoro atau tenggorokan; B.Sunda: Hade ku omong goreng ku omong). Dan dengan cermat dijaga benar makanan yang masuk ke dalam mulutnya agar selalu yang halal bersih dan bermanfaat. (Sanghyang Tikoro = kerongkongan, genggerong).

Catatan Kaki

1. ^ Koesoemadinata, R. The Origin and Pre-history of the Sundanese. Institute of Technology Bandung.

Rujukan

1. Koesoemadinata, R. P., “Asal Usul dan Prasejarah Ki Sunda”, Sub theme” “Bidang Kajian Sejarah, Arkeologi dan filologi”, in Ajip Rosidi et.al (editor: Edi S.Ekadjati and A.Chaedar Alwasilah)
2. Hidayat Suryalaga, Kajian Hermeneutika terhadap Legenda dan Mitos Gunung Tangkubanparahu dengan segala aspeknya, Hidayat Suryalaga, Orasi Ilmiah ketika Hari Wisuda Mahasiswa ITENAS, Bandung, 28 Mei 2005.

Sumber : Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Cerita Rakyat - Buaya Perompak

Cerita dari Lampung

Buaya Perompak adalah seekor buaya jadi-jadian yang dulu pernah menghuni Sungai Tulang Bawang, Provinsi Lampung, Indonesia. Buaya jadi-jadian ini terkenal sangat ganas. Konon, sudah banyak manusia yang menjadi korban keganasan buaya itu. Pada suatu hari, seorang gadis rupawan yang bernama Aminah tiba-tiba hilang saat sedang mencuci di tepi Sungai Tulang Bawang. Benarkah Buaya itu yang menculik Aminah? Lalu bagaimana dengan nasib Aminah selanjutnya? Ikuti kisahnya dalam cerita Buaya Perompak berikut ini!

Alkisah, Sungai Tulang Bawang sangat terkenal dengan keganasan buayanya. Setiap nelayan yang melewati sungai itu harus selalu berhati-hati. Begitupula penduduk yang sering mandi dan mencuci di tepi sungai itu. Menurut cerita, sudah banyak manusia yang hilang begitu saja tanpa meninggalkan jejak sama sekali.

Pada suatu hari, kejadian yang mengerikan itu terulang kembali. Seorang gadis cantik yang bernama Aminah tiba-tiba hilang saat sedang mencuci di tepi sungai itu. Anehnya, walaupun warga sudah berhari-hari mencarinya dengan menyusuri tepi sungai, tapi tidak juga menemukannya. Gadis itu hilang tanpa meninggalkan jejak sedikit pun. Sepertinya ia sirna bagaikan ditelan bumi. Warga pun berhenti melakukan pencarian, karena menganggap bahwa Aminah telah mati dimakan buaya.

Sementara itu, di sebuah tempat di dasar sungai tampak seorang gadis tergolek lemas. Ia adalah si Aminah. Ia baru saja tersadar dari pingsannya.

“Ayah, Ibu, aku ada di mana? gumam Aminah setengah sadar memanggil kedua orangtuanya.

Dengan sekuat tenaga, Aminah bangkit dari tidurnya. Betapa terkejutnya ia ketika menyadari bahwa dirinya berada dalam sebuah gua. Yang lebih mengejutkannya lagi, ketika ia melihat dinding-dinding gua itu dipenuhi oleh harta benda yang tak ternilai harganya. Ada permata, emas, intan, maupun pakaian indah-indah yang memancarkan sinar berkilauan diterpa cahaya obor yang menempel di dinding-dinding gua.

“Wah, sungguh banyak perhiasan di tempat ini. Tapi, milik siapa ya?” tanya Aminah dalam hati.

Baru saja Aminah mengungkapkan rasa kagumnya, tiba-tiba terdengar sebuah suara lelaki menggema.

“Hai, Gadis rupawan! Tidak usah takut. Benda-benda ini adalah milikku.”

Alangkah terkejutnya Aminah, tak jauh dari tempatnya duduk terlihat samar-samar seekor buaya besar merangkak di sudut gua.

“Anda siapa? Wujud anda buaya, tapi kenapa bisa berbicara seperti manusia?” tanya Aminah dengan perasaan takut.

“Tenang, Gadis cantik! Wujudku memang buaya, tapi sebenarnya aku adalah manusia seperti kamu. Wujudku dapat berubah menjadi manusia ketika purnama tiba.,” kata Buaya itu.

“Kenapa wujudmu berubah menjadi buaya?” tanya Aminah ingin tahu.

“Dulu, aku terkena kutukan karena perbuatanku yang sangat jahat. Namaku dulu adalah Somad, perampok ulung di Sungai Tulang Bawang. Aku selalu merampas harta benda setiap saudagar yang berlayar di sungai ini. Semua hasil rampokanku kusimpan dalam gua ini,” jelas Buaya itu.

“Lalu, bagaimana jika Anda lapar? Dari mana Anda memperoleh makanan?” tanya Aminah.

“Kalau aku butuh makanan, harta itu aku jual sedikit di pasar desa di tepi Sungai Tulang Bawang saat bulan purnama tiba. Tidak seorang penduduk pun yang tahu bahwa aku adalah buaya jadi-jadian. Mereka juga tidak tahu kalau aku telah membangun terowongan di balik gua ini. Terowongan itu menghubungkan gua ini dengan desa tersebut,” ungkap Buaya itu.

Tanpa disadarinya, Buaya Perompak itu telah membuka rahasia gua tempat kediamannya. Hal itu tidak disia-siakan oleh Aminah. Secara seksama, ia telah menyimak dan selalu akan mengingat semua keterangan yang berharga itu, agar suatu saat kelak ia bisa melarikan diri dari gua itu.

“Hai, Gadis Cantik! Siapa namamu?” tanya Buaya itu.

“Namaku Aminah. Aku tinggal di sebuah dusun di tepi Sungai Tulang Bawang,” jawab Aminah.

“Wahai, Buaya! Bolehkah aku bertanya kepadamu?” tanya Aminah

“Ada apa gerangan, Aminah? Katakanlah!” jawab Buaya itu.

“Mengapa Anda menculikku dan tidak memakanku sekalian?” tanya Aminah heran.

“Ketahuilah, Aminah! Aku membawamu ke tempat ini dan tidak memangsamu, karena aku suka kepadamu. Kamu adalah gadis cantik nan rupawan dan lemah lembut. Maukah Engkau tinggal bersamaku di dalam gua ini?” tanya Buaya itu.

Mendengar pertanyaan buaya itu, Aminah jadi gugup. Sejenak, ia terdiam dan termenung.

“Ma… maaf, Buaya! Aku tidak bisa tinggal bersamamu. Orangtuaku pasti akan mencariku,” jawab Aminah menolak.

Agar Aminah mau tinggal bersamanya, buaya itu berjanji akan memberinya hadiah perhiasan.

“Jika Engkau bersedia tinggal bersamaku, aku akan memberikan semua harta benda yang ada di dalam gua ini. Akan tetapi, jika kamu menolak, maka aku akan memangsamu,” ancam Buaya itu.

Aminah terkejut mendengar ancaman Buaya itu. Namun, hal itu tidak membuatnya putus asa. Sejenak ia berpikir mencari jalan agar dirinya bisa selamat dari terkaman Buaya itu.

“Baiklah, Buaya! Aku bersedia untuk tinggal bersamamu di sini,” jawab Aminah setuju.

Rupanya, Aminah menerima permintaan Buaya itu agar terhindar dari acamana Buaya itu, di samping sambil menunggu waktu yang tepat agar bisa melarikan diri dari gua itu.

Akhirnya, Aminah pun tinggal bersama Buaya Perompak itu di dalam gua. Setiap hari Buaya itu memberinya perhiasan yang indah dan mewah. Tubuhnya yang molek ditutupi oleh pakaian yang terbuat dari kain sutra. Tangan dan lehernya dipenuhi oleh perhiasan emas yang berpermata intan.

Pada suatu hari, Buaya Perompak itu sedikit lengah. Ia tertidur pulas dan meninggalkan pintu gua dalam keadaan terbuka. Melihat keadaan itu, Aminah pun tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan.

“Wah, ini kesempatan baik untuk keluar dari sini,” kata Aminah dalam hati.

Untungnya Aminah sempat merekam dalam pikirannya tentang cerita Buaya itu bahwa ada sebuah terowongan yang menghubungkan gua itu dengan sebuah desa di tepi Sungai Tulang Bawang. Dengan sangat hati-hati, Aminah pun keluar sambil berjingkat-jingkat. Ia sudah tidak sempat berpikir untuk membawa harta benda milik sang Buaya, kecuali pakaian dan perhiasan yang masih melekat di tubuhnya.

Setelah beberapa saat mencari, Aminah pun menemukan sebuah terowongan yang sempit di balik gua itu dan segera menelusurinya. Tidak lama kemudian, tak jauh dari depannya terlihat sinar matahari memancar masuk ke dalam terowongan. Hal itu menandakan bahwa sebentar lagi ia akan sampai di mulut terowongan. Dengan perasaan was-was, ia terus menelusuri terowongan itu dan sesekali menoleh ke belakang, karena khawatir Buaya Perompak itu terbangun dan membututinya. Ketika ia sampai di mulut terowongan, terlihatlah di depannya sebuah hutan lebat. Alangkah senangnya hati Aminah, karena selamat dari ancaman Buaya Perompak itu.

“Terima kasih Tuhan, aku telah selamat dari ancaman Buaya Perompak itu,” Aminah berucap syukur.

Setelah itu, Aminah segera menyusuri hutan yang lebat itu. Setelah beberapa jauh berjalan, ia bertemu dengan seorang penduduk desa yang sedang mencari rotan.

“Hai, Anak Gadis! Kamu siapa? Kenapa berada di tengah hutan ini seorang diri?” tanya penduduk desa itu.

“Aku Aminah, Tuan!” jawab Aminah.

Setelah itu, Aminah pun menceritakan semua peristiwa yang dialaminya hingga ia berada di hutan itu. Oleh karena merasa iba, penduduk desa itu pun mengantar Aminah pulang ke kampung halamannya. Sesampai di rumahnya, Aminah pun memberikan penduduk desa itu hadiah sebagian perhiasan yang melekat di tubuhnya sebagai ucapan terima kasih.

Akhirnya, Aminah pun selamat kembali ke kampung halamannya. Seluruh penduduk di kampungnya menyambutnya dengan gembira. Ia pun menceritakan semua kejadian yang telah menimpanya kepada kedua orangtuanya dan seluruh warga di kampungnya. Sejak itu, warga pun semakin berhati-hati untuk mandi dan mencuci di tepi Sungai Tulang Bawang.

Demikian cerita Buaya Perompak dari darah Tulang Bawang, Lampung, Indonesia. Cerita di atas termasuk kategori dongeng yang mengandung pesan-pesan moral yang dapat dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Setidaknya ada dua pesan moral yang dapat dipetik dari cerita di atas yaitu, keutamaan sifat tidak mudah putus asa dan keburukan sifat suka merampas hak milik orang lain.

Pertama, keutamaan sifat tidak mudah putus asa. Sifat ini ditunjukkan oleh sikap dan perilaku Aminah yang tidak mudah putus asa menghadapi ancaman Buaya Perompak. Dengan kecerdikannya, ia pun berhasil mengelabui Buaya Perompak itu dan berhasil menyelamatkan diri. Dari hal ini dapat dipetik sebuah pelajaran bahwa sifat tidak mudah putus asa dapat melahirkan pikiran-pikiran yang jernih.

Kedua, keburukan sifat suka merampas hak milik orang lain. Sifat ini ditunjukkan oleh sikap dan perilaku Somad (perompak) yang senantiasa merampas harta benda setiap penduduk yang melewati Sungai Tulang Bawang. Akibat perbuatan jahatnya tersebut, ia pun terkena kutukan menjadi seekor buaya. Dalam kehidupan orang Melayu, merampas hak milik orang lain merupakan perbuatan keji dan sangat dipantangkan. Dikatakan dalam tunjuk ajar Melayu:
siapa merampas hak milik orang,
azabnya keras bukan kepalang

siapa mengambil hak milik orang,
Tuhan murka orang pun perang

sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=944647&page=6