Legenda Banta Berensyah

Banta Berensyah adalah seorang anak laki-laki yatim dan miskin. Ia sangat rajin bekerja dan selalu bersabar dalam menghadapi berbagai hinaan dari pamannya yang bernama Jakub. Berkat kerja keras dan kesabarannya menerima hinaan tersebut, ia berhasil menikah dengan seorang putri raja yang cantik jelita dan dinobatkan menjadi raja. Bagaimana kisahnya? Ikuti cerita Banta Berensyah berikut ini!

Alkisah, di sebuah dusun terpencil di daerah Nanggro Aceh Darussalam, hiduplah seorang janda bersama seorang anak laki-lakinya yang bernama Banta Berensyah. Banta Berensyah seorang anak yang rajin dan mahir bermain suling. Kedua ibu dan anak itu tinggal di sebuah gubuk bambu yang beratapkan ilalang dan beralaskan dedaunan kering dengan kondisi hampir roboh. Kala hujan turun, air dengan leluasa masuk ke dalamnya. Bangunan gubuk itu benar-benar tidak layak huni lagi. Namun apa hendak dibuat, jangankan biaya untuk memperbaiki gubuk itu, untuk makan sehari-hari pun mereka kesulitan.

Untuk bertahan hidup, ibu dan anak itu menampi sekam di sebuah kincir padi milik saudaranya yang bernama Jakub. Jakub adalah saudagar kaya di dusun itu. Namun, ia terkenal sangat kikir, loba, dan tamak. Segala perbuatannya selalu diperhitungkan untuk mendapatkan keuntungan sendiri. Terkadang ia hanya mengupahi ibu Banta Berensyah dengan segenggam atau dua genggam beras. Beras itu hanya cukup dimakan sehari oleh janda itu bersama anaknya.

Pada suatu hari, janda itu berangkat sendirian ke tempat kincir padi tanpa ditemani Banta Berensyah, karena sedang sakit. Betapa kecewanya ia saat tiba di tempat itu. Tak seorang pun yang menumbuk padi. Dengan begitu, tentu ia tidak dapat menampi sekam dan memperoleh upah beras. Dengan perasaan kecewa dan sedih, perempuan paruh baya itu kembali ke gubuknya. Setibanya di gubuk, ia langsung menghampiri anak semata wayangnya yang sedang terbaring lemas. Wajah anak itu tampak pucat dan tubuhnya menggigil, karena sejak pagi perutnya belum terisi sedikit pun makanan.

“Ibu...! Banta lapar,” rengek Banta Berensyah.

Janda itu hanya terdiam sambil menatap lembut anaknya. Sebenarnya, hati kecilnya teriris-iris mendengar rengekan putranya itu. Namun, ia tidak bisa berbuat apa-apa, karena tidak ada sama sekali makanan yang tersisa. Hanya ada segelas air putih yang berada di samping anaknya. Dengan perlahan, ia meraih gelas itu dan mengulurkannya ke mulut Banta Berensyah. Seteguk demi seteguk Banta Berensyah meminum air dari gelas itu sebagai pengganti makanan untuk menghilangkan rasa laparnya. Setelah meminum air itu, Banta merasa tubuhnya sedikit mendapat tambahan tenaga. Dengan penuh kasih sayang, ia menatap wajah ibunya. Lalu, perlahan-lahan ia bangkit dari tidurnya seraya mengusap air mata bening yang keluar dari kelopak mata ibunya.

“Kenapa ibu menangis?” tanya Banta dengan suara pelan.

Mulut perempuan paruh baya itu belum bisa berucap apa-apa. Dengan mata berkaca-kaca, ia hanya menghela nafas panjang. Banta pun menatap lebih dalam ke arah mata ibunya. Sebenarnya, ia mengerti alasan kenapa ibunya menangis.

“Bu! Banta tahu mengapa Ibu meneteskan air mata. Ibu menangis karena sedih tidak memperoleh upah hari ini,” ungkap Banta.

“Sudahlah, Bu! Banta tahu, Ibu sudah berusaha keras mencari nafkah agar kita bisa makan. Barangkali nasib baik belum berpihak kepada kita,” bujuknya.

Mendengar ucapan Banta Berensyah, perempuan paruh baya itu tersentak. Ia tidak pernah mengira sebelumnya jika anak semata wayangnya, yang selama ini dianggapnya masih kecil itu, ternyata pikirannya sudah cukup dewasa. Dengan perasaan bahagia, ia merangkul tubuh putranya sambil meneteskan air mata. Perasaan bahagia itu seolah-olah telah menghapus segala kepedihan dan kelelahan batin yang selama ini membebani hidupnya.

“Banta, Anakku! Ibu bangga sekali mempunyai anak sepertimu. Ibu sangat sayang kepadamu, Anakku,” ucap Ibu Banta dengan perasaan haru.

Kasih sayang dan perhatian ibunya itu benar-benar memberi semangat baru kepada Banta Berensyah. Tubuhnya yang lemas, tiba-tiba kembali bertenaga. Ia kemudian menatap wajah ibunya yang tampak pucat. Ia sadar bahwa saat ini ibunya pasti sedang lapar. Oleh karena itu, ia meminta izin kepada ibunya hendak pergi ke rumah pamannya, Jakub, untuk meminta beras. Namun, ibunya mencegahnya, karena ia telah memahami perangai saudaranya yang kikir itu.

“Jangan, Anakku! Bukankah kamu tahu sendiri kalau pamanmu itu sangat perhitungan. Ia tentu tidak akan memberimu beras sebelum kamu bekerja,” ujar Ibu Banta.

“Banta mengerti, Bu! Tapi, apa salahnya jika kita mencobanya dulu. Barangkali paman akan merasa iba melihat keadaan kita,” kata Banta Berensyah.

Berkali-kali ibunya mencegahnya, namun Banta Berensyah tetap bersikeras ingin pergi ke rumah pamannya. Akhirnya, perempuan yang telah melahirkannya itu pun memberi izin. Maka berangkatlah Banta Berensyah ke rumah pamannya. Saat ia masuk ke pekarangan rumah, tiba-tiba terdengar suara keras membentaknya. Suara itu tak lain adalah suara pamannya.

“Hai, anak orang miskin! Jangan mengemis di sini!” hardik saudagar kaya itu.

“Paman, kasihanilah kami! Berikanlah kami segenggam beras, kami lapar!” iba Banta Berensyah.

“Ah, persetan dengan keadaanmu itu. Kalian lapar atau mati sekalian pun, aku tidak perduli!” saudagar itu kembali menghardiknya dengan kata-kata yang lebih kasar lagi.

Betapa kecewa dan sakitnya hati Banta Berensyah. Bukannya beras yang diperoleh dari pamannya, melainkan cacian dan makian. Ia pun pulang ke rumahnya dengan perasaan sedih dan kesal. Tak terasa, air matanya menetes membasahi kedua pipinya.

Dalam perjalanan pulang, Banta Berensyah mendengar kabar dari seorang warga bahwa raja di sebuah negeri yang letaknya tidak berapa jauh dari dusunnya akan mengadakan sayembara. Raja negeri itu mempunyai seorang putri yang cantik jelita nan rupawan. Ia bagaikan bidadari yang menghimpun semua pesona lahir dan batin. Kulitnya sangat halus, putih, dan bersih. Saking putihnya, kulit putri itu seolah-olah tembus pandang. Jika ia menelan makanan, seolah-olah makanan itu tampak lewat ditenggorokannya. Itulah sebabnya ia diberi nama Putri Terus Mata. Setiap pemuda yang melihat kecantikannya pasti akan tergelitik hasratnya untuk mempersuntingnya. Sudah banyak pangeran yang datang meminangnya, namun belum satu pun pinangan yang diterima. Putri Terus Mata akan menerima lamaran bagi siapa saja yang sanggup mencarikannya pakaian yang terbuat dari emas dan suasa.

Mendengar kabar itu, Banta Berensyah timbul keinginannya untuk mengandu untung. Ia berharap dengan menikah dengan sang Putri, hidupnya akan menjadi lebih baik. Siapa tahu ia bernasib baik, pikirnya. Ia pun bergegas pulang ke gubuknya untuk menemui ibunya. Setibanya di gubuk, ia langsung duduk di dekat ibunya. Sambil mendekatkan wajahnya yang sedikit pucat karena lapar, Banta Berensyah menyampaikan perihal hasratnya mengikuti sayembara tersebut kepada ibunya. Ia berusaha membujuk ibunya agar keinginannya dikabulkan.
“Bu! Banta sangat sayang dan ingin terus hidup di samping ibu. Ibu telah berusaha memberikan yang terbaik untuk Banta. Kini Banta hampir beranjak dewasa. Saatnya Banta harus bekerja keras memberikan yang terbaik untuk Ibu. Jika Ibu merestui niat tulus ini, izinkanlah Banta merantau untuk mengubah nasib hidup kita!” pinta Banta Berensyah.

Perempuan paruh baya itu tak mampu lagi menyembunyikan kekagumannya kepada anak semata wayangnya itu. Ia pun memeluk erat Banta dengan penuh kasih sayang.

“Banta, Anakku! Kamu adalah anak yang berbakti kepada orangtua. Jika itu sudah menjadi tekadmu, Ibu mengizinkanmu walaupun dengan berat hati harus berpisah denganmu,” kata perempuan paruh baya itu.

“Tapi, bagaimana kamu bisa merantau ke negeri lain, Anakku? Apa bekalmu di perjalanan nanti? Jangankan untuk ongkos kapal dan bekal, untuk makan sehari-hari pun kita tidak punya,” tambahnya.

“Ibu tidak perlu memikirkan masalah itu. Cukup doa dan restu Ibu menyertai Banta,” kata Banta Berensyah.

Setelah mendapat restu dari ibunya, Banta Berensyah pun pergi ke sebuah tempat yang sepi untuk memohon petunjuk kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Setelah semalam suntuk berdoa dengan penuh khusyuk, akhirnya ia pun mendapat petunjuk agar membawa sehelai daun talas dan suling miliknya ke perantauan. Daun talas itu akan ia gunakan untuk mengarungi laut luas menuju ke tempat yang akan ditujunya. Sedangkan suling itu akan ia gunakan untuk menghibur para tukang tenun untuk membayar biaya kain emas dan suasa yang dia perlukan.

Keesokan harinya, usai berpamitan kepada ibunya, Banta Berensyah pun pergi ke rumah pamannya, Jakub. Ia bermaksud meminta tumpangan di kapal pamannya yang akan berlayar ke negeri lain. Setibanya di sana, ia kembali dibentak oleh pamannya.

“Ada apa lagi kamu kemari, hai anak malas!” seru sang Paman.

“Paman! Bolehkah Ananda ikut berlayar sampai ke tengah laut?” pinta Banta Berensyah.

Jakub tersentak mendengar permintaan aneh dari Banta Berensyah. Ia berpikir bahwa kemanakannya itu akan bunuh diri di tengah laut. Dengan senang hati, ia pun mengizinkannya. Ia merasa hidupnya akan aman jika anak itu telah mati, karena tidak akan lagi datang meminta-minta kepadanya. Akhirnya, Banta Berensyah pun ikut berlayar bersama pamannya. Begitu kapal yang mereka tumpangi tiba di tengah-tengah samudra, Banta meminta kepada pamannya agar menurunkannya dari kapal.

“Paman! Perjalanan Nanda bersama Paman cukup sampai di sini. Tolong turunkan Nanda dari kapal ini!” pinta Banta Betensyah.

Saudagar kaya itu pun segera memerintahkan anak buahnya untuk menurunkan Banta ke laut. Namun sebelum diturunkan, Banta mengeluarkan lipatan daun talas yang diselempitkan di balik pakaiannya. Kemudian ia membuka lipatan daun talas itu seraya duduk bersila di atasnya. Melihat kelakuan Banta itu, Jakub menertawainya.

“Ha... ha... ha...! Dasar anak bodoh!” hardik saudagar kaya itu.

“Pengawal! Turunkan anak ini dari kapal! Biarkan saja dia mati dimakan ikan besar!” serunya.

Namun, betapa terkejutnya saudagar kaya itu dan para anak buahnya setelah menurunkan Banta Berensyah ke laut. Ternyata, sehelai daun talas itu mampu menahan tubuh Banta Berensyah di atas air. Dengan bantuan angin, daun talas itu membawa Banta menuju ke arah barat, sedangkan pamannya berlayar menuju ke arah utara.

Setelah berhari-hari terombang-ambing di atas daun talas dihempas gelombang samudra, Banta Berensyah tiba di sebuah pulau. Saat pertama kali menginjakkan kaki di pulau itu, ia terkagum-kagum menyaksikan pemandangan yang sangat indah dan memesona. Hampir di setiap halaman rumah penduduk terbentang kain tenunan dengan berbagai motif dan warna sedang dijemur. Rupanya, hampir seluruh penduduk di pulau itu adalah tukang tenun.

Banta pun mampir ke salah satu rumah penduduk untuk menanyakan kain emas dan suasa yang sedang dicarinya. Namun, penghuni rumah itu tidak memiliki jenis kain tersebut. Ia pun pindah ke rumah tukang tenun di sebelahnya, dan ternyata si pemilik rumah itu juga tidak memilikinya. Berhari-hari ia berkeliling kampung dan memasuki rumah penduduk satu persatu, namun kain yang dicarinya belum juga ia temukan. Tinggal satu rumah lagi yang belum ia masuki, yaitu rumah kepala kampung yang juga tukang tenun.

“Tok... Tok... Tok.. ! Permisi, Tuan!” seru Banta Berensyah setelah mengetuk pintu rumah kepala kampung itu.

Beberapa saat kemudian, seorang laki-laki paruh baya membuka pintu dan mempersilahkannya masuk ke dalam rumah.

“Ada yang bisa kubantu, Anak Muda?” tanya kampung itu bertanya.

Setelah memperkenalkan diri dan menceritakan asal-usulnya, Banta pun menyampaikan maksud kedatangannya.

“Maaf, Tuan! Kedatangan saya kemari ingin mencari kain tenun yang terbuat dari emas dan suasa. Jika Tuan memilikinya, bolehkah saya membelinya?” pinta Banta Berensyah.

Kepala kampung itu tersentak kaget mendengar permintaan Banta, apalagi setelah melihat penampilan Banta yang sangat sederhana itu.

“Hai, Banta! Dengan apa kamu bisa membayar kain emas dan suasa itu? Apakah kamu mempunyai uang yang cukup untuk membayarnya?”

“Maaf, Tuan! Saya memang tidak mampu membayarnya dengan uang. Tapi, jika Tuan berkenan, bolehkah saya membayarnya dengan lagu?” pinta Banta Berensyah seraya mengeluarkan sulingnya.

Melihat keteguhan hati Banta Berensyah hendak memiliki kain tenun tersebut, kepala kampung itu kembali bertanya kepadanya.

“Banta! Kalau boleh saya tahu, kenapa kamu sangat menginginkan kain itu?”

Banta pun menceritakan alasannya sehingga ia harus berjuang untuk mendapatkan kain tersebut. Karena iba mendengar cerita Banta, akhirnya kepala kampung itu memenuhi permintaannya. Dengan keahliannya, Banta pun memainkan sulingnya dengan lagu-lagu yang merdu. Kepala kampung itu benar-benar terbuai menikmati senandung lagu yang dibawakan Banta. Setelah puas menikmatinya, ia pun memberikan kain emas dan suasa miliknya kepada Banta.

“Kamu sangat mahir bermain suling, Banta! Kamu pantas mendapatkan kain emas dan suasa ini,” ujar kepala kampung itu.

“Terima kasih, Tuan! Banta sangat berhutang budi kepada Tuan. Banta akan selalu mengingat semua kebaikan hati Tuan,” kata Banta.

Setelah mendapatkan kain emas dan suasa tersebut, Banta pun meninggalkan pulau itu. Ia berlayar mengarungi lautan luas menuju ke kampung halamannya dengan menggunakan daun talas saktinya. Hati anak muda itu sangat gembira. Ia tidak sabar lagi ingin menyampaikan berita gembira itu kepada ibunya dan segera mempersembahkan kain emas dan suasa itu kepada Putri Terus Mata.

Namun, nasib malang menimpa Banta. Ketika sampai di tengah laut, ia bertemu dan ikut dengan kapal Jakub yang baru saja pulang berlayar dari negeri lain. Saat ia berada di atas kapal itu, kain emas dan suasa yang diperolehnya dengan susah payah dirampas oleh Jakub. Setelah kainnya dirampas, ia dibuang ke laut. Dengan perasaan bangga, Jakub membawa pulang kain tersebut untuk mempersunting Putri Terus Mata.

Sementara itu, Banta yang hanyut terbawa arus gelombang laut terdampar di sebuah pantai dan ditemukan oleh sepasang suami-istri yang sedang mencari kerang. Sepasang suami-istri itu pun membawanya pulang dan mengangkatnya sebagai anak. Setelah beberapa lama tinggal bersama kedua orang tua angkatnya tersebut, Banta pun memohon diri untuk kembali ke kampung halamannya menemui ibunya dengan menggunakan daun talas saktinya. Setiba di gubuknya, ia pun disambut oleh ibunya dengan perasaan suka-cita. Kemudian, Banta pun menceritakan semua kejadian yang telah dialaminya.

“Maafkan Banta, Bu! Sebenarnya Banta telah berhasil mendapatkan kain emas dan suasa itu, tetapi Paman Jakub merampasnya,” Banta bercerita kepada ibunya dengan perasaan kecewa.

“Sudahlah, Anakku! Ibu mengerti perasaanmu. Barangkali belum nasibmu mempersunting putri raja,” ujar Ibunya.

“Tapi, Bu! Banta harus mendapatkan kembali kain emas dan suasa itu dari Paman. Kain itu milik Banta,” kata Banta dengan tekad keras.

“Semuanya sudah terlambat, Anakku!” sahut ibunya.

“Apa maksud Ibu berkata begitu?” tanya Banta penasaran.

“Ketahuilah, Anakku! Pamanmu memang sungguh beruntung. Saat ini, pesta perkawinannya dengan putri raja sedang dilangsungkan di istana,” ungkap ibunya.

Tanpa berpikir panjang, Banta segera berpamitan kepada ibunya lalu bergegas menuju ke tempat pesta itu dilaksanakan. Namun, setibanya di kerumunan pesta yang berlangsung meriah itu, Banta tidak dapat berbuat apa-apa. Ia tidak mempunyai bukti untuk menunjukkan kepada raja dan sang Putri bahwa kain emas dan suasa yang dipersembahkan Jakub itu adalah miliknya. Sejenak, ia menengadahkan kedua tangannya berdoa meminta pertolongan kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Begitu ia selesai berdoa, tiba-tiba datanglah seekor burung elang terbang berputar-putar di atas keramaian pesta sambil berbunyi.

“Klik.. klik... klik... kain emas dan suasa itu milik Banta Berensyah...!!! Klik... klik.. klik... kain emas dan suasa itu milik Banta Berensyah...!!!” demikian bunyi elang itu berulang-ulang.

Mendengar bunyi elang itu, seisi istana menjadi gempar. Suasana pesta yang meriah itu seketika menjadi hening. Bunyi elang itu pun semakin jelas terdengar. Akhirnya, Raja dan Putri Terus Mata menyadari bahwa Jakub adalah orang serakah yang telah merampas milik orang lain. Sementara itu Jakub yang sedang di pelaminan mulai gelisah dan wajahnya pucat. Karena tidak tahan lagi menahan rasa malu dan takut mendapat hukuman dari Raja, Jakub melarikan diri melalui jendela. Namun, saat akan meloncat, kakinya tersandung di jendela sehingga ia pun jatuh tersungkur ke tanah hingga tewas seketika.

Setelah peristiwa itu, Banta Berensyah pun dinikahkan dengan Putri Terus Mata. Pesta pernikahan mereka dilangsungkan selama tujuh hari tujuh malam dengan sangat meriah. Tidak berapa lama setelah mereka menikah, Raja yang merasa dirinya sudah tua menyerahkan jabatannya kepada Banta Berensyah. Banta Berensyah pun mengajak ibunya untuk tinggal bersamanya di istana. Akhirnya, mereka pun hidup berbahagia bersama seluruh keluarga istana.

* * *

Demikian cerita dongeng Banta Berensyah dari daerah Nanggroe Aceh Darussalam, Indonesia. Sedikitnya ada dua pelajaran penting yang dapat dipetik dari kisah di atas. Pertama, orang yang senantiasa berusaha dan bekerja keras, pada akhirnya akan memperoleh keberhasilan. Sebagaimana ditunjukkan oleh perilaku Banta Berensyah, berkat kerja keras dan kesabarannya, ia berhasil mempersunting putri raja dan menjadi seorang raja. Dikatakan dalam tunjuk ajar Melayu:

wahai ananda cahaya mata,
rajin dan tekun dalam bekerja
penat dan letih usah dikira
supaya kelak hidupmu sejahtera
Pelajaran kedua yang dapat dipetik dari cerita di atas adalah bahwa orang kaya yang kikir dan serakah seperti Jakub, pada akhirnya akan mendapat balasan yang setimpal. Ia tewas akibat keserakahannya. Dikatakan dalam tunjuk ajar Melayu:

apa tanda orang tamak,
karena harta marwah tercampak
(Samsuni/sas/150/06-09)

Sumber:
•Isi cerita diadaptasi dari L. K. Ara. 1999. “Banta Berensyah,” dalam Cerita Rakyat dari Aceh. Jakarta: Grasindo.
•-Anonim. “Nanggroe Aceh Darussalam, http://id.wikipedia.org/wiki/Nanggroe_Aceh_Darussalam, diaskes pada tanggal 23 Juni 2000.
•Effendy, Tenas. 2006. Tunjuk Ajar Melayu. Yogyakarta: Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu bekerja sama dengan Penerbit AdiCita Karya Nusa.
•Effendy, Tenas. 1994/1995. “Ejekan” terhadap Orang MelRata Penuh
ayu Riau dan Pantangan Orang Melayu Riau. Pekanbaru: Bappeda Tingkat I Riau.

Di Balik Bencana Nuklir Jepang Pasca Gempa-Tsunami Sendai (1)

“The Good News Guys”

Oleh Yoichi Shimatsu
Mantan Editor Japan Times Weekly

SETELAH pertemuan tingkat tinggi yang diadakan oleh Perdana Menteri, lembaga-lembaga berwenang Jepang tidak lagi merilis laporan independen tanpa persetujuan terlebih dahulu dari pejabat tingkat atas. Sensor terus dilakukan menyusul penerapan Pasal 15 UU Darurat. Pembungkaman resmi terhadap berita-berita buruk adalah cara yang sopan untuk meyakinkan publik. Menurut Menteri Sekretaris Kabinet, Yukio Edano, panas reaktor sedang diturunkan dan tingkat radiasi turun. Kontainer reaktor Unit 1 tidak retak meskipun ledakan telah menghancurkan bangunannya. Ledakan tidak terjadi dari reaktor.

Jadi apa yang menyebabkan ledakan yang menghancurkan atap dan dinding dari beton bertulang? Tidak ada penjelasan.

Ya, tidak ada yang perlu dikhawatirkan jika warga hanya tinggal di dalam rumah, matikan pendingin udara mereka dan jangan bernapas dalam-dalam. Semua orang kembalilah tidur!

Kebocoran radiasi di PLTN Fukushima No.1 kini resmi ditetapkan telah mencapai skala “4” pada skala 7 internasional.

Cukup untuk Berita Baik

WALIKOTA Tsuruga, tempat reaktor Monju penghasil plutonium yang pernah bermasalah di Prefektur Fukui, tidak menerima begitu saja penjelasan Tokyo yang lemah mengenai ledakan di PLTN No. 1 Fukushima dan menuntut Badan Keselamatan Industri Nuklir untuk melakukan investigasi menyeluruh sesegera mungkin.

Sebuah tim dokter spesialis dari Institut Kesehatan Radiologi Nasional, yang diterbangkan dengan helikopter dari Chiba ke pusat kejadian, sekitar 5 km dari PLTN No.1, menemukan penyakit radiasi pada tiga penduduk dari 90 warga yang dijadikan sampel. Dalam semalam jumlah “hibakusha” (istilah Jepang untuk menyebut korban radiasi nuklir) sipil melonjak menjadi 19 orang, tetapi dalam jumlah lain disebutkan 160 orang. Zona evakuasi telah melebar jauh dari 10 km hingga 20 km.

Reaktor ketiga, yakni Unit 6, telah kehilangan sistem pendinginannya dan mengalami pemanasan berlebih (overheating) bersama dengan Reaktor 1 dan 2.

PLTN No. 2 Fukushima, lebih jauh ke selatan, masih dikelilingi oleh dinding keheningan meski pada saat yang sama evakuasi dilaporkan terus dilakukan.

Tim Pemadam Kebakaran memompakan air laut ke dalam tiga reaktor PLTN No. 1 Fukushima yang mengalami overheating. Pasokan air tawar yang wajib hilang, mungkin akibat sapuan gelombang tsunami. Seorang pakar nuklir Amerika telah menyebut tindakan keputusasaan ini setara dengan “Hail Mary Pass” ... (istilah American Football yang berkaitan dengan lemparan panjang sia-sia yang dilakukan menjelang pertandingan berakhir).

Jadi, Perdana Menteri Naoto Kan harus berharap bahwa komunitas kecil dari Kristen Jepang untuk berdoa. Karena sekarang, Jepang dan sebagian besar dunia menjalani hidup dengan berdoa.

Para Pemain, bukan Pendoa

AMERIKA SERIKAT: Gedung Putih mengirimkan sebuah tim untuk berkonsultasi dengan sekutu ramahnya dari pemerintahan Naoto Kan. Alih-alih mengirim ahli dari Departemen Energi, Badan Keselamatan Nuklir, dan Departemen Kesehatan, Presiden Obama malah mengirimkan perwakilan dari USAID, yang merupakan samaran bagi CIA.

Kehadiran para paranoid gagap ini justu semakin memastikan kecurigaan adanya upaya menutup-nutupi di tingkat atas. Mengapa CIA khawatir akan bencana ini?

Ada beberapa pertimbangan keamanan, seperti “musuh-musuh” regional Pyongyang, Beijing, dan Moskow yang mungkin mengambil keuntungan dari krisis ini. Namun sebaliknya, China dan Rusia malah menawarkan bantuan sipil.

Kedua, untuk mengoordinasikan kampanye publik pro-Amerika yang disinkronisasikan dengan upaya bantuan AS dari USS Ronald Reagan berbahan bakar nuklir. Banyak orang Jepang mungkin sebenarnya khawatir dengan keberadaan kapal itu di lepas pantai. Ini mengingatkan mereka akan kampanye pemboman dalam sebuah perang besar, dan helikopter-helikopter AS yang bergemuruh di udara seolah Sendai adalah Da Nang Vietnam pada 1968.

Seluruh latihan “bantuan” ini berbau pekerjaan yang bertujuan untuk menjaga eksistensi pangkalan militer AS di Okinawa dan diam-diam di sebuah lapangan tembak Pasukan Bela Diri Jepang di kaki Gunung Fuji.

Ketiga, untuk memastikan keamanan Misawa Air Force Base di Prefektur Aomori yang dilanda gempa. Misawa merupakan pusat peperangan elektronik dan spionase berteknologi tinggi AS di Asia Timur dengan armada P-3 Orion (pesawat anti kapal selam dan pengintai) serta antena mata-mata ECHELON.

China: Berbeda dengan motif tersembunyi Washington, China dalam sebuah langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya telah mengirimkan sebuah tim darurat ke Jepang. Tanpa diketahui dunia, China memiliki keahlian terkemuka di dunia dalam hal mengatasi kebocoran nuklir dan memblokir kebocoran radiasi di tambang uranium dan pabrik nuklir militer mereka. Pada 2003 diketahui di Pusat Penelitian Geologi di wilayah pegunungan yang kaya uranium, Altai, Xinjiang, seorang ilmuwan mengungkapkan secara “off the record” bahwa China mengembangkan campuran mineral yang dapat menghalangi radiasi “lebih dari 90 persen, nyaris secara total” . Ketika ditanya mengapa lembaganya tidak mengomersialkan formula mereka, ia menjawab: “Kami tidak pernah memikirkan hal itu.”

Rusia: Moskow juga menawarkan bantuan tanpa syarat, meskipun tengah terjadi konflik teritorial berkelanjutan dengan Jepang di empat pulau sebelah utara. Angkatan Udara Rusia, dari pangkalan di Kamchatka dan Kuriles, dapat memainkan peran kunci dalam menyemai awan untuk mencegah partikel radioaktif melayang di udara ke Amerika Serikat.

Amerika harus belajar bagaimana bertindak sebagai pemain tim di sebuah komunitas internasional, apalagi sekarang kehidupan anak-anak mereka sendiri akan dipertaruhkan jika terjadi kehancuran total di Fukushima.

Profil Lengkap Britney Spears

Selebriti Profil - Berikut adalah sekilas sekilas tentang Profil Britney Spears. Penyanyi Cantik dan seksi yang memiliki nama lengkap Britney Jean Spears ini lahir di McComb, Mississippi pada 2 Desember 1981. Britney Spears salah seorang wanita yang sukses meninggalkan catatan gemilang di dunia hiburan internasional. Salah satu dari Profil Britney yang akan kami bahas adalah mengenai Awal karirnya dimulai dengan menjadi salah satu telent dalam The New Mickey Mouse Club pada 1992, untuk lebih lengkapnya, simak Profil Britney Spears dibawah ini.




Biodata dan Biografi Lengkap Artis Seksi Hollywood - Britney Spears

Britney remaja mulai bersinar di tahun 1997 ketika usianya menginjak 16 tahun dengan debut album pertamanya yang diber label Baby One More Time yang mengawali kebangkitan musik pop remaja waktu itu. Mulailah ketenarannya sebagai seorang artis remaja di Amerika yang penuh kontroversi ini.

Album Musik

Album pertama Britney Spears ini sukses besar merajai lagu-lagu pop di dunia. Album yang terjual sebanyak 9 juta kopi, ini mengantarnya masuk ke dalam MTV sebagai 100 Greatest Pop Songs Of All Time. Masih banyak lagi yang diraihnya dengan suksesnya pada album pertamanya ini.

Ia pun mendapatkan banyak penghargaan dari penjualan albumnya, lagu yang dinyanyikannya, serta penampilannya dalam menyanyikan lagu tersebut dalam ajang-ajang musik bergengsi di dunia. Kesuksesannya ini dilanjutkan dengan album ke duanya Oops! I Did It Again yang dirilis tahun 2000.

Album kedua Britney Spears ini berhasil mendongkrak penjualan hingga terjual 20 juta kopi di seluruh belahan dunia. Album ini juga yang membawanya tur keliling dunia untuk yang pertama kalinya. Di tahun 2000 ini ia juga meraih penghargaan bergengsi, yaitu dari Grammy Awards dan Billboard Music Awards.

Tahun 2001 dan 2003, Britney mengeluarkan album yang bertajuk Britney dan In The Zone. Seperti album-album sebelumnya, Britney meraih sukses seiring dengan penghargaan-penghargaan yang didapatkannya kembali. Tahun 2004 dan 2005, Britney pun mengumpulkan lagu-lagu Hits-nya dalam dua album the best-nya Prerogative dan The Remixes.

Terpuruk

Putri dari Lynn dan Jamie Spears ini mengalami depresi berat setelah cerai dengan Kevin Federline tahun 2006. Banyak hal yang terjadi dalam keterpurukannya ini. Salah satunya adalah kehilangan hak asuh atas anak-anaknya, yaitu Sean Preston Federline dan Jayden James Federline.

Beberapa kali keluar masuk rehabilitasi untuk mengatasi kecanduannya terhadap obat-obatan, dan rehabilitasi lainnya. Tidak hanya itu, Britney pun akhirnya didepak oleh agensi yang selama ini memanajeri Britney pada September 2007.

Untunglah sang Ayah tidak berdiam diri. Ia pun membantunya dalam menghadapi semua persoalan yang dihadapi putrinya ini. Tahun 2008, Britney Spears bangkit kembali dengan mengeluarkan album dengan tajuk Circus dengan hits andalannya Womenizer yang disambut baik oleh para penggemarnya di seluruh dunia. Kehidupan asmaranya pun mulai bangkit kembali seiring dengan kepulihannya dari depresi yang dialaminya.

Itulah sekilas Profil Britney Spears yang kami sajikan hari ini, dan info mengenai album britney spears ditahun 2008 sekaligus menutup ulasan Profil Britney Spears. perjalanan karir Britney spears yang sangat panjang membuat ia, menghargai karirnya, dan untuk perjalanan karir artis hollywood lainnya simak di Biodata Lengkap Avril Lavigne.

'Putri Aryanti Haryowibowo' Cicit Soeharto, Tertangkap Karena Narkoba

'Putri Aryanti Haryowibowo' Cicit Soeharto, Tertangkap Karena Narkoba

Khabarnya, Putri Aryanti Haryowibowo, cicit mantan Presiden Soeharto, tertangkap karena terkait dengan narkoba. Barang bukti berupa 0,8 gram serbuk sabu, dari tangan bandar yang ditangkap kemudian, diperoleh 28 gram serbuk sabu.

Penangkapan yang dilakukan oleh Direktorat Narkoba Kepolisian Daerah Metro Jaya terhadap cicit mantan Presiden Soeharto, Putri Ari Sigit, dilakukan pada Jumat dini hari 18 Maret 2011. Putri yang merupakan anak dari Ari Sigit ini diduga memiliki narkoba jenis shabu dan ekstasi.

Tag : Putri Ari Sigit 'Putri Aryanti Haryowibowo' Tertangkap karena Narkoba, Putri Aryanti Haryowibowo Adalah Cicit Soeharto Terkait Narkoba, Putri Ari Sigit Memiliki Shabu Dan Ekstasi.

Raul Lemos Intimate Lips Kiss Krisdayanti After a final offer Qabul Done

Raul Lemos Intimate Lips Kiss Krisdayanti After a final offer Qabul Done

Entrepreneur Raul Lemos finally officially became husband and singer Krisdayanti. After conducting final offer submission qabul smoothly and dowry in the form of cash set of prayers, Raul Lemos kissed his wife 3 times. Raul said consent qabul smoothly in the ceremony held at the Grand Mosque Nurul Iman Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Sunday (03/20/2011).

The event ceremony at the mosque looked solemn, and some make a bit nervous Raul and Krisdayanti. But once consent qobul finished, they feel relieved and happy, because in the end they became a couple.

Tag : Ijab Qobul Krisdayanti dan Raul Lemos Khidmat, Ciuman hangat Raul kepada KD,Krisdayanti Syah Menjadi Istri Raul,Aurel Ingin KD secepatnya punya momongan lagi, Anang Tidak Hadir Dalam Pernikahan Krisdayanti

Clothing Designer Poppy Dharsono Acknowledging That She Very Loving Moerdiono

Clothing Designer Poppy Dharsono Acknowledging That She Very Loving Moerdiono

Poppy Dharsono known for his fashion designs, deeply loved former State Secretary Moerdiono. Poppy also khabarnya already admitted that he and the former Secretary of State granted consent has been doing since October 14, 1998.

Poppy loved Moerdiono, because in his eyes Moerdiono is the figure of a perfectionist, one can not talk, kind, helpful and generous. That is why Poppy is very admired figure of a Moerdiono. And Poppy admits to having many properties in common with Moerdiono. Therefore, he felt suited him. Also Moerdiono is political friend, true friend, and very good at pouring their thoughts

Tag : Gosip Poppy Dharsono Mencintai Mantan Mensesneg Moerdiono,Pernikahan Antara Poppy Dharsono Dan Moerdiono,Sosok Moerdiono Yang Sangat Dicintai Poppy Dharsono.