PENERIMAAN ORANG TUA DAN PERKEMBANGAN MENTAL ANAK


Orang tua menerima dan mencintai anak apa adanya, tanpa syarat”

Terbentuknya ikatan batin merupakan dasar perkembangan anak. Ikatan batin yang erat antara ibu dan anak, yang harus terbentuk segera setelah lahir, akan membuat anak tenteram dan bahagia menjadi dirinya.

Penerimaan total menjadi modal utama proses pembelajaran. Anak akan memiliki rasa aman dan menjadi antusias untuk mempelajari apapun yang mereka lihat, dengar dan rasakan. Tunjukkan pada anak bahwa apa yang anda lakukan untuknya adalah berdasarkan kasih yang tulus, bukan sekedar kewajiban. Anak sangat peka untuk membedakan keduanya.

Penelitian menunjukkan, tidak terbentuknya ikatan batin sejak bayi, misalnya pada keadaan kelahiran anak yang tak diharapkan (gagal KB, bayi tanpa ayah, dll) dapat berdampak negatif yang berkepanjangan dan sulit disembuhkan.

Sebagai orang tua, kitapun perlu memupuk kasih sayang terhadap anak supaya pada saat-saat sulitpun-, misalnya ketika anak mulai belajar mandiri dan terdapat periode membangkang, -kita tetap konsisten memberi kasih sayang pada anak-anak.

PERMAINAN PERTANYAAN 20


Permainan Pertanyaan 20 mungkin adalah permainan tebak-tebakan yang paling jujur, yang dapat dimainkan oleh sesedikit atau sebanyak orang yang anda mau. Hanya dengan dua aturan sederhana, anda dapat bersenang-senang selama berjam-jam di rumah atau di perjalanan.

Tingkat kesulitan: Mudah

Yang anda butuhkan: Dua pemain atau lebih

Bermain 20 pertanyaan
1.    Tentukan  seorang pemain yang harus menjawab pertanyaan pemain-pemain lain. Pemain ini harus memikirkan sesuatu yang ada di alam semesta.  Ia hanya boleh menjawab pertanyaan pemain-pemain lain dengan Ya atau .

2.    Mulai permainan dengan pertanyaan yang bisa dijawab dengan Ya atau Tidak. Pertanyan yang terbaik ditanyakan pertama-tama misalnya “Apakah ini benda?” ini atau “Apakah benda ini unik?”
 
3.    Tanyakan sampai dengan 20 pertanyaan untuk mencoba menemukan apa yang dipikirkan penjawab. Pertanyaan klasik dalam Pertanyaan 20 ini adalah apakah obyeknya hewan, tanaman atau benda lain tetapi harap diingat bahwa benda-benda yang terbuat dari plastik atau benda buatan manusia lainnya tidak termasuk di dalamnya.

4.    Tanyakan pertanyaan seperti “Apakah benda ini hidup atau mati?” bila anda menduga obyek adalah makhluk hidup. Anda mungkin juga ingin menanyakan apakah benda itu manusia atau bukan, bila manusia apakah pria atau wanita. Pertanyaan yang bagus lainnya misalnya apakah manusia tersebut terkenal atau apakah ia adalah orang yang anda kenal.

5.    Jawablah pertanyaan yang meragukan yang tidak  dapat dijawab dengan “ya” atau “tidak” dengan mengatakan, “ Saya tidak dapat menjawab pertanyaan ini.” Anda juga dapat mengatakan “Saya tidak tahu.” bila anda tidak dapat menjawab pertanyaan.

6.    Menangkan permainan bila anda dapat menebak apa yang dipikirkan pemain pertama sebelum ke20 pertanyaan habis. Pemain penjawab menang bila pemain-pemain lain tidak dapat menebak apa yang ia pikirkan.

7.    Bermainlah dengan kelompok kecil untuk hasil terbaik. Ke20 pertanyaan akan terbagi rata di antara para pemain. Bila kelompok kecil semua pemain akan mendapat giliran bertanya.

8.    Mainkan ronde berikutnya dengan memberi kesempatan si pemenang memikirkan obyek berikutnya untuk ditebak pemain-pemain lain. Anda juga dapat mengundi atau memilih pemain yang menjawab pertanyaan.

NEUROPLASTISITAS DAN PERKEMBANGAN OTAK PADA ANAK-ANAK

Mengapa 5 tahun pertama kehidupan anak merupakan masa terpenting? 90% dari otak seorang anak berkembang pada 5 tahun pertama hidupnya. Otak bayi menyiapkan panggung bagi perkembangan intelegensi, kestabilan emosional, dan kepribadian anak. 

Riset juga menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua dengan anak pada tahun-tahun awal ini berhubungan langsung dengan perkembangan kosa kata,  kematangan emosional, kesiapan membaca dan pada gilirannya pencapaian akademik.

Segera setelah lahir, milyaran sel otak mulai membentuk KONEKSI satu sama lain untuk membentuk jalur-jalur saraf di dalam sistem saraf. Masing-masing neuron mampu membentuk sebanyak 15.000 koneksi baru. Pada otak yang sehat dan kuat, koneksi-koneksi ini menjadi jaringan ataupun sirkuit yang menentukan pengalaman dan kapabilitas anak.

Otak bayi pada saat dilahirkan memiliki 100 milyar neuron. Bila otak tidak dirangsang sejak lahir, neuron-neuron ini akan layu dan mati, menghambat kemampuan anak untuk belajar dan berkembang sebagaimana mestinya. Otak bayi berumur 6 bulan sedikitnya 25% ukuran otak orang dewasa. Pada
usia 3 tahun, otak anak kira-kira seukuran dengan otak orang dewasa.

Pada tahun-tahun awal inilah pertumbuhan dan perkembangan neural otak paling plastis. Ini berarti bahwa otak paling mudah berkembang dan dibentuk pada tahun-tahun awal ini.

Fondasi apa yang ingin anda letakkan di awal kehidupan anak?

KECERDASAN MAJEMUK

Penelitian mutakhir mengenai seluk beluk OTAK makin membukakan mata kita mengenai kecerdasan otak manusia. Bahwa ternyata, kecerdasan manusia tidak dapat disimpulkan hanya dengan penilaian IQ saja. Menurut para ahli, nilai tes IQ hanya menggambarkan kualitas 2 jenis kecerdasan saja, yaitu: kecerdasan bahasa dan kecerdasan matematika.

Belakangan ini makin banyak penelitian yang mengusulkan bahwa tinggi rendahnya nilai tes IQ tidak bisa dipakai untuk meramalkan sukses seseorang ketika dewasa. Tes IQ bukan mengukur kualitas yang dibutuhkan untuk sukses dalam pekerjaan, seperti kemauan keras, percaya diri, motivasi maupun kecerdasan sosial.

Tes tersebut juga tak mampu mengukur kemampuan sesorang untuk menentukan prioritas, manajemen waktu dan efisiensi. Misalnya, kreatifitas dan intuisi yang merupakan hal utama dalam ilmu pengetahuan dan seni tidak bisa dinilai dari hasil tes IQ.

Sebagai contoh, kreatifitas seringkali melibatkan kemampuan untuk melihat beberapa pemecahan dalam suatu masalah. Sementara IQ mengharuskan pilihan tunggal untuk pemecahan suatu masalah.

Menurut teori mutakhir, yaitu teori kecerdasan majemuk yang diajukan Howard Gardner, terbukti bahwa ternyata terdapat lebih banyak kecerdasan lainnya, selain IQ yang selama ini dikenal. Hingga saat ini beberapa pakar pendidikan telah berhasil menemukan minimal 9 Jenis Kecerdasan. Inilah yang kemudian dikenal dengan Kecerdasan Majemuk atau Multiple Intelligences.

Apabila dipelajari dengan seksama, model kecerdasan Gardner tersebut akan sangat membantu dalam memetakan berbagai macam kecerdasan yang dimiliki setiap anak. Masingmasing jenis kecerdasan tersebut perlu dikembangkan seoptimal mungkin.

Caranya ? Ciptakanlah lingkungan yang menyenangkan dan bantulah anak menggunakan panca indra-nya untuk menumbuhkan semua kecerdasan itu. Jika anda telah mengusahakannya dengan optimal, maka bersiaplah untuk menerima hasil yang luar biasa yaitu:

Pertama, seluruh jenis kecerdasan anak akan tumbuh mencapai tingkat yang tinggi,

Kedua, bakat anak akan mudah teridentifikasi atau dikenali.

Dengan meraih kedua hal di atas, niscaya anak bertumbuh menjadi manusia seutuhnya, manusia dewasa yang mencapai potensi terbaiknya. Perlu diketahui bahwa setiap jenis kecerdasan bisa bertumbuh bersamaan hingga level yang sangat tinggi pada setiap anak, dan bahkan, dengan metode yang tepat anak bisa sampai ke pencapaian tingkat prestasi yang luar biasa.

Kecerdasan majemuk yang tinggi tersebut, jika dibarengi dengan bakat yang dirawat dengan optimal, maka akan membawa anak ke prestasi sekelas world champion namun tetap dapat menikmati hidupnya secara utuh.

Adapun 9 bentuk kecerdasan yang hingga saat ini dikenali, yang dimiliki setiap anak antara lain:
1.Kecerdasan Linguistik
2. Kecerdasan Matematis-Logis
3. Kecerdasan Visual-Spasial
4. Kecerdasan Kinestetik-Jasmani
5. Kecerdasan Musikal
6. Kecerdasan Interpersonal
7. Kecerdasan Intrapersonal
8. Kecerdasan Naturalis
9. Kecerdasan Eksistensial

Adanya 9 kecerdasan ini menuntut orang tua dan para pengajar untuk menyesuaikan cara pendidikan anak sesuai dengan kecerdasan dominan anak. Saran saya, biarlah anak memilih aktifitas yang dia sukai, karena dengan berlandaskan rasa suka (fun) maka ia akan menyerap pelajaran dengan lebih optimal. Rasa suka itu timbul karena aktivitas tersebut sesuai dengan kecerdesan dominannya.

TENTANG PLASTISITAS OTAK 2

Anda tentunya masih ingat bahwa otak memiliki kemampuan yang menakjubkan untuk mengatur dirinya kembali dengan membentuk koneksi-koneksi baru antara sel-sel  otak (neuron).

Faktor apa yang penting pada plastisitas otak?

Selain faktor genetik, lingkungan di mana seseorang tinggal, juga perilaku/tindakan-tindakan orang itu memegang peranan pada plastisitas otak.

Neuroplastisitas otak terjadi:

1-    Pada awal kehidupan: ketika otak yang immatur menata dirinya sendiri
2-    Pada kasus cedera otak: mengganti fungsi-fungsi yang hilang atau memaksimalkan fungsi  yang masih ada.
3-    Pada usia dewasa: kapanpun seseorang mempelajari atau mengingat sesuatu yang baru.