Ananda Deg-degan Azan di Telinga Kana Mahatma

Ananda Mikola baru saja menyandang status baru sebagai ayah. Suami Marcella Zalianty ini pun berbagi cerita tentang pengalamannya menyambut kelahiran sang buah hati yang berhasil mengubah kebiasaannya selama ini, yaitu melakukan azan dan komat.
"Ya deg-degan walau lihat darah karena dia kan darah daging saya. Saya azanin juga pertama kali, juga mengomati. Padahal kalau salat saya paling enggak mau disuruh komat. Ha-ha-ha," kata Ananda Nanda ditemui di Rumah Sakit Sahid Sahirman, Jakarta Pusat, Minggu (19/6/2011).

Ia masih tidak menyangka atas status barunya menjadi ayah. Perasaannya seperti mimpi memiliki bayi laki-laki yang lahir dengan bobot 3,5 kilogram dan tinggi 50 cm.

"Kayak mimpi. Tiba-tiba ada Nanda kecil. Saya senang karena lahirnya hari Minggu, yang sama dengan saya. Saya ingin sekali anak saya bintangnya Gemini dan kebetulan sekali bintangnya Gemini," ujarnya.

Memiliki anak pertama laki-laki bernama Kana Mahatma S memang sesuai dambaan Ananda Mikola.

"Ya, dong. Kalau anak laki, bapaknya baik. Ha-ha-ha," tutupnya, tertawa.

Marcella Langsung Beri Kana Mahatma ASI

Marcella Zalianty bahagia dan tidak mau lepas dengan anak pertamanya Kana Mahatma S. Terbukti, si buah hati dari pernikahannya dengan Ananda Mikola ini langsung diberikan ASI.

Rasa bahagia yang dialami Marcella juga terlihat pada Ananda Mikola. Bahkan, Ananda sempat panik menunggu kelahiran anak pertamanya. Ibunda Marcella, Tety Liz menggambarkan suasana tegang saat menunggu Marcella melahirkan lebih dari sidang.

"Lihat Nanda (panggilan Ananda Mikola) panik ikut panik juga. Saya liat Nanda deg-degan. Jantung mau copot lebih kayak disidang, dia kelihatan bahagia enggak mau lepas," tutur Tety Liz dihubungi wartawan via telepon, Minggu (19/6/2011).

Bayi laki-laki Marcella berbobot 3,5 kilogram dan panjang 50 cm ini lahir di Rumah Sakit Sahid Sahirman, Jakarta Pusat secara proses induksi. Marcella pun langsung memberikan ASI sejak pertama.

"Bayinya disusuin ibunya," tutup Tety lagi.

Marcella Zalianty Lahirkan Bayi Laki-Laki

Pasangan Marcella Zalianty dan Ananda Mikola tengah diliputi rasa bahagia atas kelahiran anak pertama mereka. Bayi laki-laki berbobot 3,5 kilogram ini lahir lebih cepat dari perkiraan dokter.

"Sebenernya belum waktunya, cuma ‘gragas’ jadi sekarang. Bayinya cowok, panjang 40 cm dan beratnya 3,5 kilogram," tutur Tety Liz, ibunda Marcella Zalianty yang dihubungi waratwan via telepon, Minggu (19/6/2011).

Tety merasa sangat bahagia atas kelahiran cucunya. "Saya pengen nangis bahagia, saya di ruang bersalin," terangnya.

Marcella melahirkan di Rumah Sakit Sahid Sahirman, Jakarta Pusat. Umur kandungan Marcella sendiri masih 7 bulan. Karena kondisi kesehatan Marcella yang tidak memungkinkan untuk melakukan persalinan secara normal, maka ia melahirkan secara induksi.

Do Superman and Batman Not Want You to Know If Green Lantern Is God-Awful?

How far would a movie studio go to distract you from a confounding trailer? From a bad review?



Would it sign Russell Crowe in order to make noise for one of its highest-profile franchises?

Would it enlist Liam Neeson to do the same for another of its A-list projects?

Before Conspiracy Corner weighs in, let's tell you how we spent the last few days.

On Wednesday, we hunkered down in front of the latest GL trailer. We told ourselves we would remember how excited our kid self would be if a visitor from the future told us Hollywood would spend $300 million to make and promote a superhero movie, and forget we never thought of Hal Jordan as more than the beefcake Justice Leaguer with the great hair.

Above all, we promised, we would not become confused or overwhelmed by the trailer's dedication to Green Lantern's obscure (to us) space-alien mythology.

We would pay attention! We would decide, once and for all, if the movie was worthy of our hard-earned thousands!

Then news of Man of Steel's Crowe coup blew in, and we got so excited we never got back to the pinkish-purple dude with the strong forehead.

On Thursday, we hunkered down in front of Rotten Tomatoes. We told ourselves we'd read all the advance Green Lantern reviews, without prejudice, and without jumping to conclusions, even if the film's Tomatometer was colder than Mr. Popper's Penguins'.

We would decide, once and for all…

Well, you know the rest. And you know what happened next, too.

Yes, HitFix reported Neeson was reprising his Batman Begins character for The Dark Knight Rises, and we got so excited we never got to back to why exactly Rolling Stone thinks GL is "a new primer on how not to make a comicbook movie."

So, back to the original question: Does Conspiracy Corner think the studio behind Green Lantern, which is the same studio behind Man of Steel and Dark Knight Rises, would create chaos in order to prevent fanboys and girls from reaching an informed opinion on Ryan Reynolds' hair before the close of box-office business on Sunday?

We have no idea.

We've been so distracted lately.

RELATED: Everything we have on Dark Knight Rises and Man of Steel

Lady Gaga's "Edge of Glory" Video Debuts to Controversy

Lady Gaga is notorious for her eccentric music videos which always include extensive plots, extravagant costumes, and out of this world choreography.

She's this generation's Michael Jackson. Fans were on the edge of their seats, highly anticipating what incredible extravaganza Gaga had in for her little monsters with her Edge of Glory video. But after its premiere last night, fans were left dumbfounded and confused.

No story, no costume changes, no back-up dancers? Surely there must be some mistake. And what's up with the old man with the saxophone?


Being a huge Gaga fan myself, I take great pleasure in watching all her kooky, crazy, creative aspects to her music videos. The wig, the skantily clad outfit - all this I can get on board with. What I refuse to accept is the total lack of choreography! She's merely leaning "on the edge" (yes we get the double meaning) of a windowsill or crawling on the streets of New York City. How is that going to be helpful the next time I go dancing at a club? There was nothing eye-catching about the video which leaves you somewhat, dare I say, bored. I will admit, however, that since there wasn't much to look at, I focused on the lyrics more, which were amazing.

Some, on the other hand, are not so forgiving. Gaga's little monsters pulled out their claws and let loose on Twitter, blaming the result on Joseph Kahn, the director of the video. Kahn tweeted in response, "I did NOT direct Lady Gaga's Edge of Glory video. Lady Gaga did -- I don't co-direct. One canvas, one paintbrush. Respect the art. Very simple rule with me." Does this imply trouble on set? An insider claimed that Kahn had a completely different idea for the video which included a hospital scene, the Brooklyn Bridge, and a big underwater mermaid scene, but Gaga changed her mind and that was that.

One has to wonder what was going through Gaga's head while creating this video. Why didn't she listen to the director? I understand the importance of creative vision, but this is what you're paying the guy for. Gaga fans were expecting Gaga and they got Ga-bage. No plot, no spectacles, just Gaga dancing around while singing the lyrics (the lyrics are beautiful). Don't get me wrong, I love this song, but it's certainly not up to the standards that Gaga has set us up for so I can understand why some fans are in an uproar. Next thing you know she'll be wearing clothes without any meat or muppets on them. What is the world coming to?! She's certainly left them on the edge -- of anger. Don't worry Gaga, your little monsters still love you!

Source: NY Post

Ardina Rasti Sudah Bicara Momongan Sama Pacar

Meski belum menikah, Ardina Rasti dan kekasihnya, Eza Gionino, sudah membicarakan soal momongan mereka nanti.

"Kita sudah ngomongin masa depan. Aku lebih mikirin ke anak. Kalau kita bikin hubungan lebih jauh lagi, aku mikirin ke anak. Hal itu sepertinya sudah kita omongin. Tapi untuk kapan nikahnya, terserah," ujar Eza saat ditemui di Studio Hanggar, Pancoran, Jakarta, belum lama ini.

Kisah cinta Rasti dengan mantan vokalis Element, Lucky Wija, kandas di saat mereka sudah membicarakan pernikahan. Bersama Eza, Rasti juga tak main-main dalam menjalin hubungan.

"Kalau kita sih tunggu momen. Di mana-mana pasti ketemu pasangan. Harapannya yang terbaik, serius dan enggak main-main. Apalagi hidup kita cari kebahagiaan. Dan itu bisa dicari dari pasangan," tutur Rasti.

Keseriusan Eza dan Rasti memang dibuktikan dengan kedekatan kedua keluarga mereka. Bahkan, Eza mengaku belum pernah mengenalkan semua mantan pacar kepada keluarganya, kecuali Rasti.

"Selama ini aku belum pernah kenalin pacar ke keluarga besar. Ini untuk pertama kali. Apapun itu yang pasti harapanku besar sekali sama dia. Kalau aku berharap secepatnya (menikah). Tapi masih banyak banget yang mesti diurus," papar Eza.

"Artis Bawa Tas Bermerek dan Mobil Sport, Buat Aku Gak Penting!"

Kesan artis glamor nampaknya sangat jauh dari citra Cinta Laura. Dara cantik berdarah Jerman- Indonesia ini mengaku tak pernah luput untuk beramal.

"Cara aku manage uang, semua yang aku dapat dari entertain, aku tabung. Banyak yang aku tabung itu ke yayasan mami. Buat ngebangun sekolah rusak," ujar Cinta ditemui di gedung Smesco, Minggu (19/6/2011).

Pelantun Oh Baby ini juga paling anti menghamburkan uangnya untuk membeli barang-barang bermerek. Menghamburkan uang berpuluh juta untuk sebuah tas bermerek buatnya hal yang sangat mubajir.

"Semua uang aku buat sosial aku nggak pernah beli berlian, tas bermerek. Satu tas 60 juta itu nggak penting buatku. Itu bisa buat beasiswa beberapa anak setahun. Gak masuk diakal banget," terangnya.

Cinta yang bersama sang ibunda Herdiana, membangun 11 sekolah sejak tahun 2003 ini menambahkan tak apa menikmati hasil kerja asal bisa membahagiakan orang lain juga.

"Kalo artis-artis bawa tas bermerek dan mobil sport, buat aku nggak penting! Enggak harus kayak gitu buat nunjukkin kita sukses. Yang penting kita happy dan bisa bikin orang happy," tukasnya.

Syuting, Marsha Timothy Kecebur Got

Marsha Timothy punya pengalaman yang tak terlupakan saat kembali menjalani syuting sinetron Cari Bini. Kekasih Fachri Albar itu melakoni adegan hingga tercebur ke selokan.

"Tercebur benaran, sampai lima kali take, lumayan. Yang ribet adegan nangkapnya," ujar Marsha saat ditemui di Senayan City, Jakarta, belum lama ini.

Di sinetron terbarunya itu, Marsha berperan sebagai gadis Betawi tomboi. Suasana syuting yang lucu membuat mantan kekasih Mario Lawalata ini tetap merasa nyaman harus syuting sampai tengah malam.

"Yang bikin lucu karena situasinya. Senangnya, chemistrinya bukan hanya sama Vino, tapi pemain lainnya. Kenyamanan itu yang bisa menyatu jadinya," jelasnya.

Banyak perbedaan dirasakan Marsha saat kembali menjalani syuting sinetron striping. Untuk menjaga kondisi fisiknya, Marsha selalu membawa vitamin agar tetap fit.

"Cuma memang dulu, masa itu belum ada striping. Harus pintar-pintar jaga fisik. Suara saya sempat hilang. Untung sehari, paling minum vitamin," pungkasnya.

Alasan Opie Kumis 'Bego' Menghafal Skenario

Komedian Opie Kumis mengaku suka 'bego' menghafal skenario jika penyakit asam lambungnya kambuh.

Pemilik nama asli Muchtar Lutfi ini pada awalnya suka menyepelekan penyakitnya. Lambat laun sakit asam lambungnya punya efek ke otak.

"Kalau sudah capek nih, neken sampai ke atas rasanya. Satu tahun gue anggap angin. Biasanya kalau gue nggak kena sakit gini, baca skenario 4 sampai 5 baris udah hafal. Tapi kalau udah kena asam lambung nggak bisa ngapal jadi bego," terang Opie ditemui di Kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Minggu (19/6/2011).

Setelah terdeteksi bahwa ia menderita penyakit lambung. Ia pun melakukan terapi herbal kepada Ratu Herbal, Jeng Ana dan segera pensiun dari kopi, rokok dan mie instant.

"Sebenarnya punya keluhan lambung hampir satu tahun sebelum ketemu Jeng Ana. Gue perokok berat dari umur 19 tahun. ngopi waktu itu gila, bisa sampai 7-10 gelas, ketemu orang lagi ngopi. Sekarang kopi total berhenti, mie nggak makan juga, pola makan udah berubah. Sama jeng ana nggak sampai satu bulan, gue rajin minum kapsul sama yang digodok belum sampai habis udah kosong lega kayaknya," pungkas Opie.

Citra 'Idol' Pernah Dipacari Bule

Citra 'Idol'mengaku lebih suka berpacaran dengan bule. Bahkan, saat masih sekolah di Yogyakarta, Citra pernah merasakan berpacaran dengan pria bule.

"Aku suka bule karena suka saja. Mereka kelihatan lebih romantis. Aku jadi bisa belajar bahasa Inggris. Dulu pernah pacaran sama bule waktu di Yogya. Dulu aku sering nyanyi terus ketemu sama dia," ungkap Citra saat berbincang dengan okezone di Gedung High End, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, belum lama ini.

Meski begitu, pelantun Everybody Knew ini tak mau menolak jika akhirnya ada pria Indonesia yang mampu merebut hatinya. Yang terpenting baginya adalah pria itu harus seiman.

"Mungkin aku dinilai sensual sama bule karena warna kulit aku. Tapi aku sih sama siapa saja, yang penting seiman. Kalau sekarang aku belum punya pacar," akunya.

Kesibukan bernyanyi memang membuat waktu Citra tersedot untuk karier. Belum lagi, penyanyi berkulit hitam manis ini harus menjalani home schooling bersama Kak Seto.

"Sebenarnya sih mau saja pacaran. Tapi aku masih sibuk banget. Sekarang juga masih home schooling di Kak Seto," urainya.

Joe Janji Setia dengan Brotherhood hingga di Kursi Roda

Kecintaan Juhana Sutisna atau Joe P Project sangat besar terhadap organisasi motor gede Brotherhood. Saking cintanya, dia bertekad akan tetap bersama Brotherhood hingga duduk di kursi roda.

"Berorganisasi di Brotherhood sampai seterusnya, ya sampai duduk di kursi roda," kata Joe P Project kepada okezone di sela perayaan HUT Brotherhood yang ke-23 di Bandung, Minggu (19/6/2011).

Joe kini duduk sebagai dewan penasihat El Presidente Bikers Brotherhood Budi Dalton dan masuk di organisasi moge tersebut sejak 1995. Dia termasuk pendiri Brotherhood. "Sekarang makin banyak anggotanya secara nasional," tambah Joe.

Dalam kesempatan itu, Joe membawa dua koleksi mogenya, Harley Davidson Softail 1995 dan Marlboro Man 1992. Joe mengaku memiliki beberapa moge, yaitu Harley Davidson 1994 dan 2003, Norton 1957, serta DWK 1951. Setiap event Brotherhood, secara bergantian moge-moge tersebut dia bawa.

Meski aktif berorganisasi, Joe tetap aktif di dunia akting. Yang teranyar adalah main di sinetron “Get Marrid The Series” sebagai lurah Jufri, serta main di sinetron “Mati Muda Demi Cinta” dan “1.000 Langkah”.

"Alhamdulillah masih banyak orderan main film juga," celetuknya.

Film terbarunya, kata Jo, dia main dalam sekuel “Bukan Cinta Biasa II” bersama El Presidente Budi Dalton, dan baru menyelesaikan syuting “Tarik Jabrik III”, dan film “Mencari Jodoh”.

"Ya sibuk banget. Saking sibuknya, keluarga justru agak terbengkalai," keluh pria beranak satu ini.

Dia mengaku, main film atau sinetron lebih sibuk dibandingkan dengan organisasi moge. Baginya, organisasi bersifat tentatif atau tergantung momen, misalnya perayaan HUT atau event bulanan.

Mengingat kesibukannya di dunia akting itulah, Joe tidak berani memaksakan anak semata wayangnya, Edgetare (14), yang kini duduk di bangku SMP untuk masuk ke dunia hiburan.

"Saya bebaskan saja untuk jalan anak saya mah. Tapi sekarang, dia sudah bisa naik motor dan suka musik," tutupnya.

Citra 'Idol' Tak Nyaman dengan Pergaulan Jakarta

Hampir setahun lebih Citra tinggal di Jakarta bersama ibunya. Jebolan Indonesian Idol itu merasa lebih suka pergaulan di tempat asalnya di Yogyakarta daripada pergaulan di Jakarta.

"Aku lebih nyaman sama pergaulan di Yogya. Kalau melihat teman aku di sana yang enggak aku dapat di sini. Di Yogya mau jajan juga murah. Beda banget deh sama di sini," tutur Citra saat berbincang dengan okezone di Gedung High End, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, belum lama ini.

Melihat hal itu, tak jarang ibunda Citra bersikap protektif. Apalagi, pelantun Everybody Knew itu kadang sering berpergian sendiri.

"Mama lumayan protektif. Namanya ibu-ibu. Itu yang dia takutkan karena aku sendiri. Banyak kekhawatiran karena kalau aku keluar dibilang harus dandan. Pokoknya cerewet. Aku kasih pengertian kalau ini memang pekerjaannya," urainya.

Salah satu hal yang paling dilarang ibunda Citra adalah masalah asmara. Namun, Citra sendiri memang masih sedang memikirkan karier terlebih dulu ketimbang pacaran.

"Kalau larangan Lebih ke pacaran. Karena sempat ada kabar aku pacaran sama siapa. Dia paling takut aku pacaran. Takutnya kenapa-kenapa. Dia hati-hati banget. Kalau bisa seiman, tapi karier dulu. Tapi akunya sih mau saja pacaran karena aku normal," pungkasnya.

Cerita Yunani kuno Apollo dan Daphne

Cerita Yunani kuno Apollo dan Daphne - Inilah nukilan pertama dari buku The Myth of Mithology, Apollo dan Daphne, kisah cinta yang menyedihkan karena ulah Si Jahat Cupid.

Daphne adalah cinta pertama Apollo. Apollo jatuh cinta bukan tidak disengaja, tetapi sengaja dibuat secara kejam oleh Cupid, Putra Venus. Apollo melihat seorang anak yang bermain dengan busur dan panah; dan karena Apollo masih mabuk kepayang atas kemenangannya atas Python, dia berkata kepadanya, “Apa yang kau lakukan dengan senjata perang, saucy boy? Berikan kepada mereka yang pantas. Lihatlah aku yang telah mengalahkan ular raksasa yang badannya telah meracuni banyak dataran!”

cupid1Putra Venus mendengar kata-kata Apollo dan membalas, “Apollo, panahmu sanggup menhancurkan semua yang ada di bumi, tetapi panahku dapat menghancurkan dirimu.” Sambil bicara dia berdiri di atas batu Parnassus, dan diambilnya dua anak panah yang berbeda, panah pertama terbuat dari emas dengan ujung yang tajam yang dapat membuat seseorang jatuh cinta dan yang satu lagi ujungnya berbentuk panah tumpul yang terbuat dari timah yang dapat membuat orang membenci orang yang mencintainya.

Panah dengan panah timah dipanahkan ke Daphne, putri dari dewa sungai Peneus, dan dengan panah emas untuk Apollo, tepat di hatinya.

Daphne bermuka cantik, banyak laki-laki yang datang melamar tetapi dia mencampakkan semua harapan mereka. Ayah Daphne sering berkata bahwa Daphne berhutang kepadanya seorang menantu dan cucu. Tetapi Daphne membenci pernikahan dan memandangnya sebagai kejahatan. Daphne meminta ayahnya untuk mengabulkan permintaannya supaya seumur hidupnya dia tidak menikah. Ayahanya memberi ijin tetapi berkata, “Wajahmu yang cantik akan menginkarinya.”

apollo_dApollo sangat mencintainya dan tergila-gila. Apollo melihat rambut Daphne tergerai tidak teratur di bahu putihnya, dan berkata, “Jika yang tidak teratur saja begitu menggoda, apalagi yang telah ditata?” Dia melihat matanya seperti bintang; dia melihat bibirnya, dan tidak puas dengan hanya melihat mereka. Apollo terkagum-kagum dengan tangan dan lengan yang telajang sampai bahu, dan membanyangkan apa yang tersembunyi dibalik sutra pasti lebih indah.

Apollo lari mendekat; Daphne lari menjauh selembut angin semilir ketika melihat bayangan Apollo. “Tunggu,” kata Apollo, “putri dari Peneus; Aku bukan seorang penjahat. Jangan takut daku seperti domba takut serigala, atau merpati kepada elang. Demi cinta aku mengejar kau. Kau membuatku menderita, takut kau jatuh dan menyakiti dirimu, dan aku lah yang harus disalahkan. Berlarilah lebih lambat dan aku akan mengikutimu dengan lambat. Aku bukan badut, bukan juga petani kasar. Jupiter ayahku, dan aku adalah tuan dari Delphos dan Tenedos, dan mengetahui semua hal, masa kini dan masa depan. Aku adalah dewa nyanyian dan lyre. Panahku selalu mengenai sasaran; tetapi, alas! panah yang lebih dashyat dari panahku menghujam ke hatiku! Aku adalah dewa obat-obatan, dan mengetahu semua tanaman penyembuh. Alas! Aku menderita penyakit yang tidak ada obat yang dapat menyembuhkan!”

Daphne terus belari menghindar. Bahkan ketika berlari dalam ketakutan, Daphne tetap memikat Apollo. Angin meniup selendang bajunya, dan membuat rambutnya tergerai ke belakang.

waterhouse_apollo_and_daphne3Pengejaran semakin sengit dan Daphne mulai merasakan tenaganya mulai meninggalkan tubuhnya sedangkan Apollo semakin mendekat. Dia merasakan hembusan nafas Apollo di rambutnya. Akhirnya dia benar-benar tenggelam dalam lautan keletihan, dengan sisa tenaga dan waktu dia memanggil ayahnya, dewa sungai: “Tolonglah aku, Peneus! Buka tanah ini dan tutupi aku, atau ganti bentuk tubuh dan mukaku yang telah membuatku jatuh dalam keadaan yang membahayakan diriku saat ini!” Dengan sangat ketakutan dia berbicara, seketika juga kekakuan mulai merambat ke seluruh bagian tubuhnya; dadanya mulai tertutup oleh kulit kayu yang lunak; rambutnya menjadi dedaunan; lengannya menjadi cabang-cabang; kakinya terbenam ke bumi dan menjadi akar; mukanya menjadi bagian batang pohon yang paling atas, menghilangkan semua yang dimiliki olehnya kecuali kecantikannya. Apollo terkejut. Dia mententuh batang pohon, dan merasakan daging yang masih bergetar di bawah kulit pohon yang masih baru. Dia memeluk cabang-cabangnya dan mendaratkan banyak ciuman ke batang wood. “Karena kau tidak dapat menjadi istriku,” katanya, “kau tetap akan menjadi pohonku. Aku akan mengenakan kau sebagai mahkotaku; Aku akan menjadikan kamu sebagai harpaku dan tempat anak panahku; dan ketika para penakluk Roman membawa kemenangan ke Capitol, kau akan dirangkai menjadi rangkaian bunga sebagai mahkota mereka. Dan seperti keabadianku, kau akan selalu hijau, dan daun-daunmu tidak akan gugur.” Daphne berubah menjadi pohon Laurel (Salam), membungkukkan kepalanya sebagai ucapan terimakasih kepada Apollo.