Cerita Humor

Cerita Humor - Banyak sekali ide yang tercipta untuk bisa membuat orang lain tertawa, sebab bagaimana tidak, dengan kesibukan yang selalu padat dapat membuat anda stres, dan hanya dengan tertawa atau tersenyum maka anda bisa membuat diri anda menjadi seger alias anda bisa me refres diri anda sendiri.

Nah langsug saja akan kami berkan cerita Humor di bawah ini :

Hitam segalanya

Alkisah di negara Afrika sana, manusia yang paling hitam adalah yang paling hebat! Hitam dalam arti hitam segala-galanya, itulah Negro Sejati! Ada 3 orang anak kecil yang sedang membandingkan kehitaman Bapaknya.
Anak yang ke 1 : ” Babe gue kemarin sedang ngupas Apel, eh..tangannya
terluka, DARAH nya HITAM!!!!…
Anak yang ke 2 : “Papi ku kemarin sedang benerin Parabola,eh..terjatuh
sampai patah tulang, TULANG nya HITAM !!!”
Anak yang ke 3, nggak mau kalah hebat : “Hm.. itu belum seberapa,tadi
malam waktu kami sedang nonton TV diruang keluarga, tiba-tiba Bokap
gua KENTUT, …..e-eh,…tiba tiba seluruh ruangan jadi GELAP !!!!!!”

=============================================================================

Indonesia tetep canggih

Dalam rapat perkembangan teknologi abad-21, ada utusan dari indonesia, jepang dan amerika. Amerika melihatkan kemajuan teknologinya.
Saat ada telpon masuk, Amerika tidak lagi menggunakan hp, tapi memegang kancing bajunya dan berbicara.
Orang Indonesia heran “Wuih gila loe yach, bisa kayak gitu”
Orang jepang langsung nyeletuk, “Wach punyaku lebih gila lagi nich….”dan kemudian dengan jari jempol dan kelinking orang jepang itu menelpon rekannya, ck..ck…’ memang gila nich…,”kata orang indonesia itu dengan rasa kagumnya. akhirnya orang indonesia ini bingung, apa yang akan ditunjukkan kepada kedua rekannya itu. tiba-tiba orang indonesia ini menggetarkan badannya dan matanya merem melek. orang amrik dan jepang bingung, lantas bertanya,” hi..hi… kamu sedang ngapain…..”
“Hus diam !!! fax sedang masuk nich….!!!” kata orang indonesia

=============================================================================

Kamu mengaku saja

Seorang guru Sejarah memberikan pertanyaan kepada murid-muridnya,
“Anak-anak, siapa yang menulis Pancasila dan UUD 1945?”
Murid-murid semua diam seribu bahasa. Karena hingga menjelang usai jam pelajaran belum satu murid pun menjawab, sang guru marah dan akhirnya menghukum seluruh muridnya berjemur di lapangan upacara hingga sore hari. Salah seorang murid tersebut, sebut saja Anto, tiba di rumah dengan menangis tersedu-sedu. Ayahnya yang keheranan bertanya,
“To, kenapa kamu? Berkelahi?”
Anto menjawab, “Bukan Pak, tapi kami dihukum jemur oleh pak Guru.” Ayahnya bertanya lagi, “Kenapa sampai dihukum?”
Anto menjawab, “Kami tidak menjawab siapa yang menulis Pancasila dan UUD 1945, pak” Tiba-tiba muka sang Ayah merah padam dan menampar anaknya itu sembari menghardik,
“Kenapa tidak mengaku saja kamu yang menulisnya!!!”

=============================================================================

Murid SD Dengan Gurunya

Anto yang duduk dibangku SD ditanya Bu Fanny, Gurunya

Bu Fanny : Anto, ada 5 bebek yang lagi mencari makan disawah. Kalo ditembak pemburu,

kena satu yang tinggal berapa ?

Setelah berpikir sejenak, si Anto menjawab “Ga ada sisanya bu ”

Bu Fanny bertanya “kenapa ga ada sisanya ?”

Si Anto menjawab” yang lain terbang semua karena kaget”

Bu Fanny tersenyum bijak dan berkata “yah, sebetulnya bukan itu jawabannya. tapi saya suka cara

berpikir kamu ”

Bagaimana menurut kamu mengenai cerita humor diatas? semoga bermanfaat untuk anda semua, dimana kami akan memberikan berita dan informasi terbaru lainnya seperti Cerita rakyat, nantikan edisi terbaru dari kami Oke,,

Mengajarkan Pengendalian Diri Kepada Anak-anak (Bagian 2) - Jika Anak Menginginkan Sesuatu yang Tidak Dapat Ia Miliki



Anak-anak mudah marah atau kesal bila keinginan atau kebutuhannya tidak segera dipenuhi. Hampir tiap hari anak-anak menemui banyak hal, mainan, dan aktivitas yang menarik. Sering kali anak-anak tidak dapat menghadapi rasa frustrasi ketika mendapat jawaban, “Tidak,” atau “Nanti,” dari orang tua. Mereka juga tidak mengerti bahwa seorang anak boleh atau tidak boleh melakukan sesuatu karena kepercayaan agama atau latar belakang budaya keluarga. Agar mendapatkan pengalaman yang positif di rumah, sekolah dan masyarakat, anak-anak memerlukan kemampuan untuk dengan cara yang tepat menghadapi perasaan mereka sehubungan dengan menginginkan sesuatu yang tidak dapat mereka miliki. Kemampuan ini akan meningkatkan pengendalian diri mereka dan toleransi terhadap orang lain.

Ajarkan anak-anak untuk menggunakan langkah-langkah berikut ini:
1. Mengatakan, “Aku menginginkan ______ tetapi bukan sekarang.”
2. Memikirkan pilihan-pilihan:
·         Memintanya lagi kepada orang tua nanti atau besok
·         Melakukan hal lain
·         Meminta untuk meminjam (bila mungkin)
·         Meminta untuk berbagi
·         Meminta untuk melakukan tugas-tugas agar mendapatkan uang untuk membeli benda yang diinginkan
·         Menunggu giliran
·         Menerima bahwa ia tidak diijinkan memilikinya dan mengatakan, “Aku sebenarnya menginginkannya, tetapi tidak apa-apa.”
3.  Melaksanakan pilihan yang terbaik



Aktivitas Sandiwara Boneka
Aktivitas ini membantu anak-anak kecil belajar mengenali sesuatu yang mereka inginkan tetapi tidak dapat mereka miliki. Mereka akan membicarakan perasaan mereka sehubungan dengan tidak dapat memiliki apa yang mereka inginkan. Dan anak-anak akan melihat kembali pilihan-pilihan untuk menghadapi perasaan menginginkan sesuatu yang bukan milik mereka.

Bahan yang dibutuhkan: Kertas, crayon atau spidol, boneka.

Petunjuk:
1. Mintalah anak menulis atau menggambar benda yang ia ingin miliki atau  
    aktivitas yang dapat ia lakukan
2. Bicarakan dengan anak apa yang ia inginkan dan mengapa ia 
    menginginkannya
3. Katakan kepadanya tentang apa yang dulu  sebenarnya dapat anda lakukan     dan mengapa anda ingin melakukannya. 
4. Gunakan boneka untuk memainkan peran yang berbeda-beda untuk 
    memainkan situasi pura-pura seperti di bawah ini:
·         Teman anda memiliki boneka tokoh action baru (misalnya Pokemon, Digimon dan lain-lain) yang sudah lama anda inginkan.
·         Anda ingin bermain dengan teman anda tetapi ia harus pergi dengan keluarganya seharian.
·         Teman sekelas anda, seorang anak perempuan yang harus memakai kursi roda, memiliki game yang anda ingin mainkan di komputernya.
·         Kakak anda mendapat raket yang bagus di hari ulang tahunnya, seperti raket yang anda inginkan

Ide untuk dibahas selama sandiwara boneka: Gunakan pertanyaan-pertanyan berikut ini untuk membantu anak anda memikirkan pilihan dan tingkah laku yang tepat dalam sandiwara di atas
  • Bagaimana perasaan anda dulu ketika melihat anak lain memiliki benda yang kamu inginkan?
  • Bagaimana perasaan anda dulu bila seseorang mengambil mainan atau barang milikmu tanpa ijin?
  • Apa yang dapat kita lakukan bila kita menginginkan barang orang lain? Apa pilihan  kita? 
  • Apa yang dapat kita lakukan bila orang lain melakukan sesuatu yang ingin kita lakukan? Apa pilihan kita?
Dengan menjelaskan bahwa dulu anda juga sering mengalami apa yang ia alami sekarang, mengapa anda tidak dapat memiliki sesuatu yang sangat anda inginkan, anda akan membantu anak menghadapi perasaan kecewa dan frustrasi karena tidak dapat memiliki benda yang ia inginkan.

Anda juga dapat menjelaskan mengapa ia tidak boleh membeli mainan atau mengikuti aktivitas tertentu. Anda dapat menjelaskan misalnya, "Kamu belum boleh membeli sepeda itu, sepeda kamu kan masih baru juga, Tetapi mama akan membelikanmu sepeda baru bila kamu naik kelas nanti." Atau. "Kamu jangan mengikuti Taekwondo sekarang. Kamu boleh mengikutinya nanti bila sudah lebih besar." Atau, "Kamu boleh membeli makanan yang lain, tetapi bukan coklat. Kamu kan tahu kamu alergi coklat, jadi kamu tahu mengapa mama melarang kamu makan coklat."



Sumber:

Behavior Problems, Teaching Young Children Self Control Skills, The National Association of School Psychologists, http://www.nasponline.org/resources/handouts/behavior%20template.pdf