George Washington (1722-1799)



George Washington adalah presiden pertama Amerika Serikat. Ia menjadi presiden selama dua kali masa jabatan.

George Washington lahir pada tanggal 22 Pebruari 1732 di Westmoreland County, Virginia. Ayahnya meninggal ketika George berusia sebelas tahun. George hanya sedikit mendapat pendidikan formal namun ia belajar menjadi tukang kayu yang hebat. Ia juga menjadi surveyor, yaitu orang yang menentukan batas tanah sesuai dengan akte tanah itu dan pembuat peta.

George banyak mendapat bimbingan dari kakak tirinya, Lawrence. Lawrence menjadi pengganti ayah sekaligus tokoh panutan bagi George.

Tinggi badan George lebih dari 180 cm, yang sangat jarang pada orang-orang di masa itu.     

George kemudian bergabung dengan militer Virginia. Ia dan enam orang lain melakukan perjalanan ke utara sejauh 500 mil ke tepi danau Erie untuk menyampaikan pesan kepada tentara Perancis untuk menghentikan usahanya merebut tanah yang dikuasai tentara Inggris. Perebutan tanah ini berkembang menjadi pertempuran dimana Geoge dan 160 orang tentara kalah dari tentara Perancis. Ini merupakan awal perang Perancis dan Indian. Tentara Inggris dan Kolonial berperang melawan tentara Perancis dan beberapa suku Indian.

Setelah melalui beberapa pertempuran, George menjadi kolonel dan memimpin tentara Virginia. Tentara Inggris akhirnya memenangkan perang Perancis dan Indian.

Pada tahun 1758, George terpilih menjadi wakil rakyat di badan pemerintahan lokal Virginia.

Untuk dapat membayar biaya perang Perancis dan Indian, pemerintah Inggris membebankan pajak yang tinggi  kepada warga kolonial. Hal ini membuat mereka marah. Mereka membuat revolusi di Boston, mereka membuang teh yang mahal ke pelabuhan Boston.

Pada tahun 1775 George dipilih menjadi panglima tertinggi tentara kolonial. Pada tanggal 4 Juli 1776 para kolonis menyatakan kemerdekaan mereka dari Inggris. Jenderal Washington memimpin tentara yang kurang latihan dan kurang persenjataan dan kalah jumlah dibandingkan tentara Inggris.

Berkat rencana George Washington yang cemerlang dan bantuan tentara Perancis, akhirnya tentara Inggris berhasil dikalahkan.

Pada 1787, George dipilih menjadi Presiden. Ia dipilih lagi pada tahun 1792. Ketika dipilih untuk ketiga kalinya ia menolak.

George Washington meninggal pada tanggal 14 Desember 1799 di rumahnya Mt.Vernon di Fairfax County, Virginia. Setelah ia meninggal, ibukota negara dipindahkan dari Philadelphia ke perbatasan antara Virginia dan Maryland di dekat kediaman George Washington. Tempat itu dinamakan Washington, District of Columbia untuk menghormatinya.

Cerita Lucu Terbaru

Cerita Lucu - Untuk anda semua yang memang ingin sekali merefresing pikiran anda dan menurunkan tensi anda dengan obat mujarab yaitu tertawa, yah baca saja cerita lucu dari kami, dimana kami menyajikan banyak sekali cerita lucu yang memang sangat lucu dan gokil untuk anda.

Langsung saja akan kemi berikan Cerita lucunya di bawah ini untuk anda semua di bawah ini :

Siapa Itu Thomas Alfa Edison?

Bu guru: “Andi..! coba kamu jawab, siapa itu Thomas Alfa Edison..?”
Andi: “Tidak tau bu guru…”.
Bu guru: “Kalo James Watt, siapa dia..?”
Andi: “Ndak tau juga bu guru..”
Bu guru: “Andi! Bagaimana sih kamu ini? ditanya ini itu pasti jawab tidak tau… Tidak pernah belajar ya?”
Andi: “Belajar kok bu guru… Lah coba Andi tanya, bu guru tau ndak siapa Arifin Widodo..?”
Bu guru: “Tidak tau…”
Andi: “Kalau Bambang Setiono Ibu tau?”
Bu guru: “Tidak tau… Emang siapa mereka itu..?”
Andi: “Yaa itulah Bu…, kita khan pasti punya kenalan sendiri-sendiri..”

-----------------------------------------------------------------------------

Ngapain Mainin HP Malem-malem Gini

Pada suatu malam Jum’at Kliwon, seorang penjaga kuburan melihat ada seorang wanita sedang mainin HP di atas salah satu kuburan. Penjaga kuburanpun menegur:
“Mbak ngapain malam-malam gini mainin hape di atas kuburan?”
Si cewek menjawab “Iya pak, abis dibawah sinyalnya lemah…”

-----------------------------------------------------------------------------

Pintu Yang Selalu Terbuka

Pada Minggu sore yang cerah, dua orang pemuda RT melakukan kunjungan dari pintu ke pintu untuk pengumpulan dana bantuan kemanusiaan. Ketika mereka mengetuk satu pintu, dan melihat bahwa wanita yang membuka pintu tidak senang melihat mereka.
Wanita itu mengatakan kepada mereka dengan tegas bahwa ia tidak ingin membantu apa-apa, dan sebelum mereka bisa berkata apa-apa lagi, dia membanting pintu di depan mereka. Yang mengejutkan, pintu tidak menutup, bahkan kembali terbuka. Wanita itu mencoba lagi, benar-benar mendorong pintu itu, dan membanting lagi dengan hasil yang sama, pintu kembali terbuka.
Wanita itu yakin bahwa orang-orang muda itu mengganjal pintu dengan kaki mereka, dan kali ini ia mengumpulkan tenaga yang sangat besar untuk membanting pintu itu dengan sangat kuat. Saat itu, salah satu dari mereka berkata dengan tenang,
“Bu, sebelum Anda melakukannya lagi, Anda harus memindahkan kucing Anda terlebih dahulu.”

Nah bagaimana menurut anda mengenai cerita lucu diatas? sangatlucu bukan, berikan komentar anda pada kolom yang sudah tersedia, maka dari itu langsung saja akan kami berikan artikel kami yang lainnya seperti Cerita Yunani Kuno.

Mengajarkan Pengendalian Diri Kepada Anak-anak (Bagian 4) – Kemampuan Mengendalikan Kemarahan



Merasa marah adalah reaksi alami terhadap beberapa pengalaman yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Mengajarkan anak-anak bagaimana menangani emosi ini secara efektif pada usia dini akan meningkatkan kemampuan individu mereka untuk mengatasinya dan dapat meningkatkan toleransi mereka. Pada saat ini dimana kekerasan di sekolah dan masyarakat meningkat, mengajarkan anak-anak untuk secara efektif menangani kemarahan dan memilih tindakan sosial untuk memecahkan masalah adalah tugas penting untuk guru dan orang tua.

Mengajarkan anak-anak langkah-langkah pemecahan masalah:
  1. MENGENALI rasa marah (muka merah, tangan terkepal, kemungkinan anak menangis)
  2. MENGHITUNG sampai 10.
  3. MEMIKIRKAN kemungkinan tindakan yang dilakukan: 

  • Menghindar untuk saat ini.
  • Rileks dan menarik napas panjang beberapa kali.
  • Memberitahukan orang tersebut mengapa anda marah

    4. Melakukan pilihan yang terbaik.  

Aktivitas membedakan tindakan yang baik dan buruk
Anak-anak kecil dapat belajar memahami bagaimana mengenali pilihan mereka ketika menghadapi situasi yang memancing kemarahan dan mereka akan mempelajari kemampuan independen untuk mengambil keputusan sosial.Aktivitas ini membutuhkan kertas seukuran poster dan crayon atau spidol.
Petunjuk:
  1. Katakan kepada anak anda bahwa ia harus mendengarkan baik-baik karena ia harus memutuskan apa yang harus ia lakukan
  2. Buat dua kolom di kertas berjudul “Baik” dan “Buruk”
  3. Bacakan skenario pertama pada daftar di bawah dan mintalah anak memikirkan beberapa tindakan yang pernah ia lihat atau lakukan pada situasi yang serupa. 
  4. Kemudian mintalah ia memutuskan apakah tindakan itu baik atau buruk. (Mungkin anda perlu membimbing anak dengan bertanya, misalnya “Bagaimana wajah orang itu? Bagaimana sikap tubuhnya? Menurutmu bagaimana perasaan orang itu? Apa yang terjadi?

Akhirnya, beri tanda “X” besar pada kolom “Buruk” dan tulislah jawaban baik pada selembar kertas poster lain yang dapat digantung di suatu tempat (Kamar anak, ruang belajar, dll.) sebagai pengingat. Doronglah anak menggambar ilustrasi pada poster tersebut.
Contoh situasi:
  • Anak tetangga mengatakan sesuatu yang tidak kamu sukai tentang dirimu.
  • Temanmu merusakkan mainan baru yang kamu dapat ketika berulang tahun.
  • Mama tidak mengijinkan kamu pergi nonton film bersama temanmu dan keluarganya.

Bukan hanya anak marah, orang tua juga marah. Tunjukkan kepada anak-anak cara positif menghadapi kemarahan.
Kenali perasaan marah anda sendiri. Anak-anak dengan cepat merasakan bahwa anda marah. Mengatakan, “Mama marah. Mama kesal. Aku benar-benar marah,” mengajarkan anak untuk membicarakan perasaan marah mereka sendiri.
Jelaskan mengapa anda merasa marah. Anak-anak sering mengira merekalah penyebab kemarahan anda. Pernyataan seperti “Papa benar-benar marah karena mobil tidak dapat dihidupkan,”membantu anak memahami mengapa anda marah.
Hadapi rasa marah dengan positif. Anda dapat mengatakan kepada anak-anak, ”Mama benar-benar marah karena pot bunga itu pecah. Mama mau menenangkan diri sebentar di teras, kemudian kita akan membicarakan apa yang terjadi.”


Sumber:

Behavior Problems, Teaching Young Children Self Control Skills, The National Association of School Psychologists, http://www.nasponline.org/resources/handouts/behavior%20template.pdf