Preview: Cagliari vs Inter, Incar Kemenangan Kedua


Inter Milan mengejar kemenangan kedua di bawah kendali pelatih baru, Andrea Stramaccioni kala melawat ke kandang Cagliari, Sabtu (07/4) malam nanti.

Laga kandang kali ini akan terasa berbeda bagi Cagliari. Pasalnya mereka tidak bisa menjamu Inter Milan di Stadio Sant'Elia yang sedang menjalani renovasi. Di laga nanti, pelatih Massimo Ficcadenti tidak bisa menurunkan Daniele Dessena yang harus absen hingga akhir musim, begitu juga dengan Rui Sampaio yang belum bisa bermain karena cedera. Tetapi Davide Astori sudah siap kembali diturunkan setelah pulih dari cedera.

Beralih ke tim tamu, pelatih Andrea Stramaccioni masih belum bisa menurunkan playmaker andal Wesley Sneijder di lini tengah serta Maicon di lini belakang akibat cedera. Luc Castaignos juga bakal absen karena cedera paha.

Kiper veteran milik Inter, Luca Castellazzi bakal tampil menggantikan kiper utama Julio Cesar yang mendapat kartu merah saat melawan Genoa di pertandingan terakhir. Di laga nanti, Inter juga belum bisa diperkuat Lucio yang mendapat sanksi larangan bertanding.

DATA DAN FAKTA PERTANDINGAN :
  • Cagliari menuai 4 kemenangan di 5 laga terakhir yang digelar di kandang. Cagliari juga berhasil mencatatkan dua clean sheets di 3 pertandingan kandang terakhir.
  • Cagliari gagal mencetak gol di 14 laga dari 30 laga Serie A yang sudah mereka lakoni musim ini.
  • Inter menuai hasil buruk di 5 pertandingan tandang terakhir mereka dengan menelan 4 kekalahan. Nerazzurri juga sudah kebobolan sebanyak 10 kali di 5 laga terakhir.
  • Inter tercatat kalah tipis dengan selisih satu gol sebanyak 8 kali di musim ini.

PERKIRAAN SUSUNAN PEMAIN:
Cagliari (4-3-1-2) :
Agazzi; Pisano, Astori, Canini, Agostini; Ekdal, Conti, Nainggolan; Cossu; Thiago Ribeiro, Pinilla.

Inter Milan (4-3-3) : Castellazzi; Nagatomo, Ranocchia, Samuel, Zanetti; Poli, Cambiasso, Stankovic; Zarate, Milito, Forlan.
GABUNG Halaman Facebook saya Super Berita ,dengan mengklik Tombol SUKA dibawah ini
   
FOLLOW TWITTER saya Super Berita ,dengan mengklik dibawah ini
http://darmawanku.files.wordpress.com/2009/07/twitter-logo.png?w=121&h=35

Sabella Jelaskan Perbedaan Messi di Barca dan Timnas


Performa Lionel Messi di level timnas masih dinilai mengecewakan bagi banyak orang, meski berjaya di level klub dalam kurun waktu 3 tahun terakhir.

Pelatih timnas Argentina, Alejandro Sabella mencoba menjelaskan alasan Messi bisa lebih sukses bermain untuk Barcelona dibandingkan saat berkostum timnas.

"Di Spanyol wasit lebih ketat dengan pelanggaran fisik. Hal ini kontras dengan di Amerika Selatan yang lebih longgar. Jika Anda bermain di Spanyol, maka akan banyak kartu kuning dan merah dalam satu laga. Karena itu maka Messi tampil lebih baik di Spanyol daripada bermain untuk timnas," ucap Sabella mencoba menjelaskan.

"Namun bagian terbaiknya adalah, Messi seorang Argentina, dan dia adalah duta negara kami. Dia membantu kami di lapangan dan juga membuat kami terlihat bagus dengan sosoknya yang layak dijadikan panutan."

Nama Messi memang sering dibandingkan dengan nama legenda Argentina, Diego Maradona. Namun menurut mantan bek Bayern Munich, Andreas Brehme, Messi adalah pemain yang lebih baik dibandingkan dengan Maradona.

"Menurut saya Messi lebih baik dari Maradona. Dia usia 23 tahun dia sudah memenangkan semuanya. Dia cerdas dan lebih banyak menggunakan otaknya. Dan itu adalah sesuatu hal yang kurang dari Maradona," ucap Brehme kepada El Pais.

Messi akan kembali beraksi bersama Barcelona saat akan bertandang ke markas Real Zaragoza, Minggu (08/4) dini hari nanti.

GABUNG Halaman Facebook saya Super Berita ,dengan mengklik Tombol SUKA dibawah ini
   
FOLLOW TWITTER saya Super Berita ,dengan mengklik dibawah ini
http://darmawanku.files.wordpress.com/2009/07/twitter-logo.png?w=121&h=35

Mancini: Saya Terancam Dipecat



Jika hal ini terjadi maka, Roberto Mancini menjadi pelatih dengan posisi klub dan raihan angka tertinggi yang diberhentikan dari pekerjaannya.


Dengan tujuh pertandingan tersisa, Manchester City kini tertinggal lima angka dari Manchester United di papan klasemen. Padahal Man.City menjadi satu-satunya klub yang tak terkalahkan di kandang musim ini, selain itu The Citizens juga mencatatkan rekor kemenangan beruntun dalam 20 partai – rekor baru Premier League.

Sayangnya kondisi yang sebaliknya terjadi di laga tandang The Citizens. Pasukan besutan Mancini ini justru sudah kalah empat kali dan ditahan imbang dalam empat laga.

Hasilnya kendati sempat menguasai klasemen hingga lebih dari separuh musim, The Citizens akhirnya harus merelakan posisi pemuncak Premier League dikuasai The Red Devils.

“Saya harap mereka mengerti, apa yang telah terjadi selama dua setengah tahun disini. Tapi saya mengenal dunia sepak bola dengan amat baik. Saya meninggalkan Inter setelah memenangkan tujuh trofi dan masih memiliki empat tahun kontrak. Dalam sepak bola, apapun bisa terjadi sewaktu-waktu,” papar Mancini.

Kendatipun terancam, posisi The Citizens serta raihan angka yang diraih musim ini menunjukkan kemajuan tim. Jika pada akhirnya Man.City memecat Mancini perlu dipertimbangkan stabilitas tim dalam jangka panjang. Terbukti Man.Utd dan Arsenal – dua tim yang paling lama memertahankan pelatih menjadi tim yang paling banyak memetik gelar juara.

GABUNG Halaman Facebook saya Super Berita ,dengan mengklik Tombol SUKA dibawah ini
   

FOLLOW TWITTER saya Super Berita ,dengan mengklik dibawah ini
http://darmawanku.files.wordpress.com/2009/07/twitter-logo.png?w=121&h=35

Silva Enggan Bicarakan Kontrak

 

David Silva menegaskan dirinya mengaku bahagia bergabung dengan Manchester City, ia pun mengungkapkan bahwa akan sangat menyenangkan jika dapat bersama City beberapa tahun lagi.
Namun, pemain berusia 26 tahun ini belum mau terburu-buru berbicara soal perpanjangan kontrak kendati dirinya menjadi tokoh penting City dalam persaingan di Premier League sejak tiba dari Valencia pada Juli 2010 lalu.

“Saya tahu City ingin bicara kepada agen saya di akhir musim untuk kontrak baru, tapi saya masih santai dan tidak ingin terburu-buru,” kata Silva seperti disitat Goal, Sabtu (7/4/2012).

“Kontrak saya masih menyisakan dua tahun lagi dan saya merasa senang berada di sini. Saya mengalami banyak perkembangan sebagai pemain sejak meninggalkan Valencia dan saya berjuang untuk memenangkan berbagai gelar. Itu tujuan terbesar saya saat meninggalkan La Liga,” imbuhnya.

Silva mengungkapkan perubahan performanya tak lepas dari tangan dingin sang pelatih Roberto Mancini. Namun, ia tak memungkiri jika ia sulit untuk menjaga konsistensinya mempertahankan penampilannya selama musim.

“Saya tidak memberikan performa sebaik ketika saya berada di awal musim, tapi menurut saya itu normal. Ini sangat sulit untuk tetap berada di tingkat yang sama untuk waktu yang begitu lama, tetapi saya selalu siap untuk membantu tim dalam setiap pertandingan,” tutupnya.

GABUNG Halaman Facebook saya Super Berita ,dengan mengklik Tombol SUKA dibawah ini
   
FOLLOW TWITTER saya Super Berita ,dengan mengklik dibawah ini
http://darmawanku.files.wordpress.com/2009/07/twitter-logo.png?w=121&h=35