Aksi Selebriti, Pria bernama lengkap Dhani Ahmad Prasetyo ini terlahir di Surabaya 26 Mei 1972. Dhani, sapaan akrabnya, merupakan mantan suami dari Maia Estianti yang juga seorang musisi. Dari pernikahan nya, mereka memiliki tiga orang anak laki-laki yang diberi nama, Al-Ghazali, Al-Jalaluddin Rumi dan Abdul Qodir Jaelani. Nama-nama tersebut diambil dari nama-nama tokoh sufi yang menjadi idola Dhani.
Bakat musik Dhani mulai bergejolak saat duduk di bangku SMPN 6 Surabaya. Dhani bersama 3 orang sahabatnya Andra Junaidi, Erwin Prasetya, dan Wawan Juniarso, kemudian mendirikan grup band DEWA pada tahun 1986. Dhani bertindak pada vokal dan keyboard. Saking tergilanya pada musik, tak jarang Dhani bolos sekolah untuk sekedar berkumpul bersama teman-temannya di DEWA untuk sekedar memainkan alat musik di rumah Wawan di kawasan komplek Universitas Airlangga. Dhani semula yang menteng di jalur rock, kemudian mencoba jalur musik jazz yang kemudian diikuti perubahan nama Dewa menjadi Downbeat. Bersama Downbeat, Dhani sempat menjuarai Festival Jazz Remaja se-Jawa Timur, juara I Festival band SLTA '90 atau juara II Djarum Super Fiesta Musik. Namun akhirnya Dhani kembali ke jalur rock dan mengibarkan bendera DEWA 19 dengan tambahan Ari Lasso.
Karena tidak ada studio yang memadai di Surabaya, pada tahun 1991 Ahmad Dhani hijrah ke Jakarta untuk mencari perusahaan rekaman yang akan melabeli Dewa 19. Dengan modal seadanya, Dhani menginjak rimba ibukota, gentayangan dari satu perusahaan rekaman ke perusahaan rekaman lain menggunakan bus kota. Setelah sempat ditolak sejumlah label, akhirnya dhani dilirik oleh Jan Djuhana dari Team Records. Usaha Dhani tidak sia-sia, album perdana Dewa 19 (1992) sukses besar dengan melejitnya sejumlah hits seperti ”Kangen” dan ”Kita Tidak Sedang Bercinta Lagi”. Album ini tercatat sebagai album terlaris 1993 dan Dewa dianugerahi sebagai pendatang baru terbaik. Sukses Dewa 19 berlanjut di album-album berikutnya. Hingga saat ini tak kurang dari sebelas album yang telah dirilis Dhani bersama Dewa, yaitu Dewa 19 (1992), Format Masa Depan (1994), Terbaik Terbaik (1995), Pandawa Lima (1997), The Best Of Dewa 19 (1999), Bintang Lima (2000), Cintailah Cinta (2002), Atas Nama Cinta I & II (2004), Laskar Cinta (2004), Republik Cinta (2006), dan Kerajaan Cinta (2007). Meski telah beberapa kali mengalami pergantian personel, sampai saat ini Dewa 19 masih tetap eksis di blantika musik Indonesia.
Selain aktif di Dewa 19, Dhani juga sibuk dengan kegiatan lain. Pada tahun 1999, ia sempat melahirkan Ahmad Band, yang sempat dikenal dengan tembang ”Bidadari di Kesunyian” dan ”Aku Cinta Kau Dan Dia”. Selain itu Dhani juga menjadi memproduseri artis lain selain Dewa 19. Sejak kesuksesan Dhani melambungkan nama Reza Artamevia di tahun 1997, ia mulai sering memproduseri artis lain, dan melahirkan bakat-bakat baru dalam dunia musik.
Dhani juga kolaborasi dengan gitaris DEWA 19, Andra Ramadan, dan merelease album yang hanya berisi 4 lagu. "Kuldesak" adalah single andalan album itu.
Bermula dari perekaman album solonya di Australia, Dhani bertemu dengan 3 anggota band Hospital The Musical, yaitu Clancy Alexander Tucker, Zachary Haidee-Keene, Michael Bennett di Studio 301, Sydney - Australia. Dari pertemuan itu munculah ide untuk berkolaborasi dalam sebuah grup musik. Dhani yang memiliki niat untuk go international menerima ajakan tersebut dan terbentuklah The Rock yang mana Hospital The Musical tidak bubar dan Dhani juga tidak meninggalkan Dewa 19. Pada Agustus 2007, lahirlah album pertama The Rock dengan tajuk Master Mister Ahmad Dhani I yang mencetak single ”Munajat Cinta”.
Hospital The Musical pernah mengikuti tour Marlboro Kretek di Indonesia, pada bulan Agustus-September 2007. Saat itu mereka menggunakan nama Fire Shark, bersama vokalis Mark Williams
Di Tahun Ini Dhani betemu personil 5 anggota yaitu Cameria Happy Pramita (Gitar,Backing Vocal),Ices (Bass) ,Tharaz Bistara (Gitar),Ikmal Tobing (Drummer) dan Terakhir Wahyu Sudiro (Gitar) pada LAUNCHING ALBUM TRIAD The Rock Cafe Jakarta 19 Feb 2010 sudah merilis album dengan hits single nya "Makhluk Tuhan Paling Sexy" milik penyanyi Mulan Jameela hits single kedua berjudul "Mustapha" milik Grup Band Barat Queen dan terakhir 2010 hits ketiga berjudul "Selir Hati"
Salah satu musik kegemaran Si Jenggot (panggilan akrab Dhani) adalah musik Jazz. Dia berkerja sama dengan Tim Oram, musisi Jazz di Sydney. Bersama Tim dia berkolaborasi dengan musisi-musisi jazz di Australia. Terdapat 4 lagu Jazz di album The Rock, dan April 2009, dia merilis album 100% Jazz dengan judul The Best Is Yet To Come.
Dhani menikah dengan Maia Estianty di tahun 1994, setelah sekian lama menjalin cinta sejak Dhani masih di SMA Negeri 2 Surabaya. Dari pernikahan mereka, keduanya memiliki 3 anak. Dhani menamai anak-anaknya sesuai tokoh sufi yang dikaguminya, yakni Ahmad Al Gazali, El Jalaluddin Rumi, dan Ahmad Abdul Qodir Jaelani. Sejak akhir 2006, Dhani dan istrinya terlibat skandal 'tuduh menuduh' yang berujung pada gugatan cerai yang diajukan oleh Maia Estianty. Rumah tangga mereka resmi berakhir pada 23 September 2008 melalui keputusan hakim di Pengadilan Agama Jakarta Selatan.
Buku
Manunggaling Dewa
Majrifat Cinta Ahmad Dhani (Ajaran-ajaran Syekh Siti Jenar Dalam Syair-Syair Dhani)
Diskografi
Dewa 19
Dewa 19 (1992)
Format Masa Depan (1994)
Terbaik Terbaik (1995)
Pandawa Lima (1997)
The Best Of Dewa 19 (1999)
Bintang Lima (2000)
Cintailah Cinta (2002)
Atas Nama Cinta I (2004) - Live Album
Atas Nama Cinta II (2004) - Live Album
Laskar Cinta (2004)
Republik Cinta (2006)
Kerajaan Cinta (2007)
Ahmad Band
Ideologi, Sikap, Otak (1998)
The Rock
Master Mister Ahmad Dhani I (2007)
Muhammad Dhani & The Swinger
The Best Is Yet To Come (2009)
T.R.I.A.D
T.R.I.A.D (2010)
Album Lain
The Best Of Republik Cinta Artists Vol. 1 (2008)
D'Plong: Sensasi Rock'n'Dut (2009)
Penampilan Lain
"Cinta Mati", duet dengan Agnes Monica pada album ...And the story goes... (2003)
"Jika Surga dan Neraka Tak Pernah Ada", duet dengan Chrisye pada album Chrisye Duet By Request (2007)
Sumber: Indonesiaselebriti.com
Chris Hemsworth dan Josh Hutcherson Berperang Bersama di Trailer 'Red Dawn'
Aksi Selebriti, Chris Hemsworth kembali membuktikan dirinya sebagai pria tangguh di trailer perdana "Red Dawn". Di trailer tersebut, pemeran Thor di "The Avengers" ini harus berperang melawan tentara asing yang menginvasi Amerika Serikat. Namun ia tak sendiri, sekelompok remaja ikut membantunya, termasuk Josh Hutcherson.
Diceritakan Jed Eckert (Chris Hemsworth), merupakan anggota Angkatan Laut AS yang tengah berlibur mengunjungi keluarganya. Tiba-tiba di suatu malam seluruh listrik di AS mati secara mendadak. Keesokan harinya, langit AS telah dipenuhi pesawat tempur asing milik Korea Utara yang membombardir para penduduknya. Singkat cerita, Jed akhirnya melarikan diri bersama adiknya, Matt (Josh Peck), ke hutan.
Di sana mereka bergabung bersama remaja lainnya, termasuk Robert (Josh Hutcherson). Mereka akhirnya mengetahui bahwa Korea Utara memiliki senjata rahasia sehingga mampu menginvasi AS. Mampukah remaja-remaja ini bertempur bersama untuk menyelamatkan negaranya?
Bintang-bintang yang ikut memeriahkan film remake dari tahun 1984 ini antara lain Adrianne Palicki, Isabel Lucas, Edwin Hodge dan Connor Cruise. Film itu diarahkan oleh sutradara Dan Bradley dengan naskah tulisan Jeremy Passmore dan Carl Ellsworth. Rencananya, "Red Dawn" akan dirilis November mendatang.
Sumber: wowkeren.com
Diceritakan Jed Eckert (Chris Hemsworth), merupakan anggota Angkatan Laut AS yang tengah berlibur mengunjungi keluarganya. Tiba-tiba di suatu malam seluruh listrik di AS mati secara mendadak. Keesokan harinya, langit AS telah dipenuhi pesawat tempur asing milik Korea Utara yang membombardir para penduduknya. Singkat cerita, Jed akhirnya melarikan diri bersama adiknya, Matt (Josh Peck), ke hutan.
Di sana mereka bergabung bersama remaja lainnya, termasuk Robert (Josh Hutcherson). Mereka akhirnya mengetahui bahwa Korea Utara memiliki senjata rahasia sehingga mampu menginvasi AS. Mampukah remaja-remaja ini bertempur bersama untuk menyelamatkan negaranya?
Bintang-bintang yang ikut memeriahkan film remake dari tahun 1984 ini antara lain Adrianne Palicki, Isabel Lucas, Edwin Hodge dan Connor Cruise. Film itu diarahkan oleh sutradara Dan Bradley dengan naskah tulisan Jeremy Passmore dan Carl Ellsworth. Rencananya, "Red Dawn" akan dirilis November mendatang.
Panwaslu DKI Jakarta: Rhoma Irama tak terbukti bersalah
Aksi Selebriti, Setelah ceramahnya yang diduga berbau isu SARA yang menuai banyak kontroversi di Masjid Al Isra, Grogol, Jakarta Barat, 29 Juli lalu, Rhoma Irama akhirnya bisa menarik lapas lega setelah pada hari Minggu sore (12/8) Panwaslu DKI Jakarta memutuskan kasus ceramah itu tidak terbukti memenuhi unsur pelanggaran Pemilu DKI Jakarta 2012 dan Kepolisian tidak perlu memproses hukum lebih lanjut kasus tersebut.
Kita harapkan ke depannya semua pihak agar dapat lebih menahan diri, cerdas untuk bertingkah laku dan bijaksana dalam mengeluarkan statement apapun dengan memperhatikan situasi dan kondisi di sekitaran agar tidak ada fitnah yang dapat memperkeruh keadaan. Niat baik tidak akan selalu mendapatkan hasil yang baik jika dalam berbicara dan bertindak tidak memperhitungkan situasi dan kondisi yang sedang berkembang. Kecuali memang hasil yang "seperti" itu yang diharapkan.(djf)
Kita harapkan ke depannya semua pihak agar dapat lebih menahan diri, cerdas untuk bertingkah laku dan bijaksana dalam mengeluarkan statement apapun dengan memperhatikan situasi dan kondisi di sekitaran agar tidak ada fitnah yang dapat memperkeruh keadaan. Niat baik tidak akan selalu mendapatkan hasil yang baik jika dalam berbicara dan bertindak tidak memperhitungkan situasi dan kondisi yang sedang berkembang. Kecuali memang hasil yang "seperti" itu yang diharapkan.(djf)
Teguran buat Ustadz Solmed & Ustadz Taufiqurrahman
Aksi Selebriti, Beberapa tahun belakangan ini banyak sekali siaran televisi yang menampilkan ustadz-ustadz muda yang entah berasal dari mana dan tiba-tiba muncul di televisi mengisi acara-acara dakwah islam. Banyak di antara ustadz-ustadz itu yang memang pantas disebut ustadz karena memang "dalam" pemahaman keagamaannya tetapi tidak sedikit pula yang terkesan "cetek" karena terlihat asal comot dalam pemilihan kata dan kalimatnya.
Pada tanggal 6 Agustus lalu, Ketua DPD Front Pembela Islam (FPI) DKI Habib Salim Bin Umar Al Attos atau Habib Selon mengecam sejumlah ustadz yang tampil di televisi tidak ada niat untuk syiar Islam, tetapi demi motivasi uang dan popularitas. Dai yang asal tampil dan hanya menonjolkan guyonan justru akan merusak Islam.
Lebih lanjut seperti berita yang dikutip dari fimadani.com, Habib Selon menyatakan ada beberapa ustadz yang tampil cukup bagus di televisi. Hanya saja, justru yang diminati ustadz yang tidak memiliki isi Ke-Islaman dalam menyampaikan dakwah. “Mereka hanya bergaya saja, tidak ada isi yang disampaikan. Bahkan kadang-kadang perilakunya itu tidak mencerminkan ustadz,” kata Habib Selon.
Secara khusus Habib Selon mengkritik penampilan Ustadz Soleh Mahmoed atau Ustadz Solmed yang sempat mendapat teguran Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). “Solmed itu artis atau ustadz? Solmed jangan mencoreng nama ustadz atau Islam!” tegas Habib Selon.
Pada tayangan live Inbox 20 Juli 2012, Solmed melemparkan banyolan yang merendahkan komedian Narji Cagur. “Jadi, kalau iblis diciptakan untuk menggoda manusia, begitulah takdir Narji diciptakan untuk dicaci-maki manusia.” ucap Solmed.
Sementara Taufiqurrahman pada acara Inbox 24 Juli 2012 mengeluarkan banyolan pantun yang tidak sepantasnya. Taufiqurrahman mengatakan, ” Ada panci dari Cibelati, sesame banci jangan saling menyakiti.”
Selingan dengan membanyol dalam syiar agama tidak dilarang tetapi juga tidak boleh berlebihan. Rasulullah pun juga bercanda. Seperti yang dipaparkan oleh Ustadz Abu Ihsan al-Atsari pada artikelnya yang berjudul "Bercanda dalam pandangan Islam" di situs almanhaj.or.id bahwa Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu menceritakan, para sahabat bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Wahai, Rasulullah! Apakah engkau juga bersenda gurau bersama kami?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: Betul, hanya saja aku selalu berkata benar.
Pada tanggal 6 Agustus lalu, Ketua DPD Front Pembela Islam (FPI) DKI Habib Salim Bin Umar Al Attos atau Habib Selon mengecam sejumlah ustadz yang tampil di televisi tidak ada niat untuk syiar Islam, tetapi demi motivasi uang dan popularitas. Dai yang asal tampil dan hanya menonjolkan guyonan justru akan merusak Islam.
Lebih lanjut seperti berita yang dikutip dari fimadani.com, Habib Selon menyatakan ada beberapa ustadz yang tampil cukup bagus di televisi. Hanya saja, justru yang diminati ustadz yang tidak memiliki isi Ke-Islaman dalam menyampaikan dakwah. “Mereka hanya bergaya saja, tidak ada isi yang disampaikan. Bahkan kadang-kadang perilakunya itu tidak mencerminkan ustadz,” kata Habib Selon.
Secara khusus Habib Selon mengkritik penampilan Ustadz Soleh Mahmoed atau Ustadz Solmed yang sempat mendapat teguran Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). “Solmed itu artis atau ustadz? Solmed jangan mencoreng nama ustadz atau Islam!” tegas Habib Selon.
Pada tayangan live Inbox 20 Juli 2012, Solmed melemparkan banyolan yang merendahkan komedian Narji Cagur. “Jadi, kalau iblis diciptakan untuk menggoda manusia, begitulah takdir Narji diciptakan untuk dicaci-maki manusia.” ucap Solmed.
Sementara Taufiqurrahman pada acara Inbox 24 Juli 2012 mengeluarkan banyolan pantun yang tidak sepantasnya. Taufiqurrahman mengatakan, ” Ada panci dari Cibelati, sesame banci jangan saling menyakiti.”
Selingan dengan membanyol dalam syiar agama tidak dilarang tetapi juga tidak boleh berlebihan. Rasulullah pun juga bercanda. Seperti yang dipaparkan oleh Ustadz Abu Ihsan al-Atsari pada artikelnya yang berjudul "Bercanda dalam pandangan Islam" di situs almanhaj.or.id bahwa Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu menceritakan, para sahabat bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Wahai, Rasulullah! Apakah engkau juga bersenda gurau bersama kami?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: Betul, hanya saja aku selalu berkata benar.
KH. Hasyim Muzadi: Komnas HAM Kadang Humanis, Westenis, & Semau Gue
Aksi Selebriti, Menyikapi permasalahan internasional seperti Muslim Rohingya, hendaknya kita membiasakan diri untuk melihatnya secara komprehensif. Terkadang, media massa memberitakannya sepotong-potong menurut versi, misi dan “gizi” media itu sendiri. Akibatnya umat menyikapi berita tersebut juga secara sepotong-sepotong. Itu tidak baik.
Demikian dikatakan Sekjen ICIS (International Conference of Islamic Scholars) KH. Hasyim Muzadi dalam Dialog Interaktif bertajuk “Rohingya Terlunta: Wajah Kaum Minoritas yang Tertindas” yang digelar di kantor ICIS, Jl. Dempo No. 5A, Matraman Dalam, Pegangsaan, Menteng, Jakarta, Sabtu (4/8) lalu.
KH. Hasyim mempertanyakan kelamin Komnas HAM di Indonesia. Adakalanya humanis, kadang westernis, nasionalis, kadang semau gue. “Pengalaman ICIS di lapangan, Komnas HAM Indonesia terlalu westenis.”
Sebagai contoh, di Papua, giliran pemberontak yang tewas ditembak aparat, langsung dikatakan melanggar HAM. Tapi giliran polisi yang tertembak, tidak dikatakan sebagai pelanggaran HAM terberat. Itulah sebabnya, kata Kiai, harus Ada ketegasan dari Komnas HAM ASEAN untuk menjelaskan apa yang terjadi di Myanmar, terutama yang menimpa Muslim Rohingya.
“Ada tarik menarik kepentingan disini, ada unsur agama, dan ada unsur etnisnya. Sementara kita tahu, Pemerintah Myanmar tidak mengakui status kewarganegaraan etnis Rohingya. Ini perlu kejelasan,” ujarnya.
Tragedi kemanusiaan sudah bercampur antara konflik etnis dan agama. Penindasan itu harus dilawan dengan cara yang disahkan. “Hari ini PBB dan ASEAN tidak menyentuh agamanya, hanya kekerasan militernya saja. Untuk itu Kementrian Luar negeri, PBB dan ASEAN harus memberi perlindungan bagi muslim Rohingya. Caranya, dengan memberi pengakuan status kewarganegaraan mereka. Bangladesh juga harus membuka akses bagi badan internasional untuk memberi bantuan bagi pengungsi Rohingya di perbatasan, bukan hanya ekonomi, tapi juga politik.”
ICIS memandang HAM baik di tingkat dunia maupun regional, nasib minoritas kaum muslimin yang ada di belahan dunia, kerap dirundung oleh kesengsaraan. Boleh jadi, kata KH. Hasyim, hal itu disebabkan oleh beberapa factor, diantaranya: kesalahan umat Islam itu sendiri, yang ingin mendirikan negara muslim.
Kedua, terdapat doktrin-doktrin yang terkesan dipaksakan, seperti Muslim di Mindanau yang ingin merdeka. Akibatnya, yang menjadi korban adalah umat Islam sebagai kaum minoritas.
Ketiga, ketika suasana terdesak, umat Islam cenderung bergerak reaktif, bukan konsepsional untuk meluruskan yang bengkok, sehingga bentrokan bisa dihindarkan.
Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), dalam hal ini UNHCR menilai etnis yang paling merana dan tertindas serta terlunta-lunta di muka bumi adalah Muslim Rohingya. Kondisi ini mendorong kita untuk mendesak Pemerintah Indonesia dan anggota ASEAN lain untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh Muslim Rohingya di Myanmar, dan di sejumlah tempat pengungsian. (Rep/Red: Farid Zakaria)
Sumber: fimadani.com/VOA Islam
Demikian dikatakan Sekjen ICIS (International Conference of Islamic Scholars) KH. Hasyim Muzadi dalam Dialog Interaktif bertajuk “Rohingya Terlunta: Wajah Kaum Minoritas yang Tertindas” yang digelar di kantor ICIS, Jl. Dempo No. 5A, Matraman Dalam, Pegangsaan, Menteng, Jakarta, Sabtu (4/8) lalu.
KH. Hasyim mempertanyakan kelamin Komnas HAM di Indonesia. Adakalanya humanis, kadang westernis, nasionalis, kadang semau gue. “Pengalaman ICIS di lapangan, Komnas HAM Indonesia terlalu westenis.”
Sebagai contoh, di Papua, giliran pemberontak yang tewas ditembak aparat, langsung dikatakan melanggar HAM. Tapi giliran polisi yang tertembak, tidak dikatakan sebagai pelanggaran HAM terberat. Itulah sebabnya, kata Kiai, harus Ada ketegasan dari Komnas HAM ASEAN untuk menjelaskan apa yang terjadi di Myanmar, terutama yang menimpa Muslim Rohingya.
“Ada tarik menarik kepentingan disini, ada unsur agama, dan ada unsur etnisnya. Sementara kita tahu, Pemerintah Myanmar tidak mengakui status kewarganegaraan etnis Rohingya. Ini perlu kejelasan,” ujarnya.
Tragedi kemanusiaan sudah bercampur antara konflik etnis dan agama. Penindasan itu harus dilawan dengan cara yang disahkan. “Hari ini PBB dan ASEAN tidak menyentuh agamanya, hanya kekerasan militernya saja. Untuk itu Kementrian Luar negeri, PBB dan ASEAN harus memberi perlindungan bagi muslim Rohingya. Caranya, dengan memberi pengakuan status kewarganegaraan mereka. Bangladesh juga harus membuka akses bagi badan internasional untuk memberi bantuan bagi pengungsi Rohingya di perbatasan, bukan hanya ekonomi, tapi juga politik.”
ICIS memandang HAM baik di tingkat dunia maupun regional, nasib minoritas kaum muslimin yang ada di belahan dunia, kerap dirundung oleh kesengsaraan. Boleh jadi, kata KH. Hasyim, hal itu disebabkan oleh beberapa factor, diantaranya: kesalahan umat Islam itu sendiri, yang ingin mendirikan negara muslim.
Kedua, terdapat doktrin-doktrin yang terkesan dipaksakan, seperti Muslim di Mindanau yang ingin merdeka. Akibatnya, yang menjadi korban adalah umat Islam sebagai kaum minoritas.
Ketiga, ketika suasana terdesak, umat Islam cenderung bergerak reaktif, bukan konsepsional untuk meluruskan yang bengkok, sehingga bentrokan bisa dihindarkan.
Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), dalam hal ini UNHCR menilai etnis yang paling merana dan tertindas serta terlunta-lunta di muka bumi adalah Muslim Rohingya. Kondisi ini mendorong kita untuk mendesak Pemerintah Indonesia dan anggota ASEAN lain untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh Muslim Rohingya di Myanmar, dan di sejumlah tempat pengungsian. (Rep/Red: Farid Zakaria)
Sumber: fimadani.com/VOA Islam
Hanung Bramantyo Main di Film Perahu Kertas
Aksi Selebriti, Selain menjadi sutradara dalam film terbaru 'Perahu Kertas', Hanung Bramantyo juga akan bermain di depan layar. Suami artis Zaskia Adya Mecca itu akan memainkan karakter pria setengah wanita alias banci.
Menurut Hanung peran tersebut merupakan pilihan dari istrinya, yang tak lain dipercaya sebagai penata casting dalam film tersebut.
"Tanya istri saya saja, kenapa saya dapat peran itu," ungkapnya ditemui di Epicentrum Kuningan, Jakarta, Rabu (8/8).
Bukan pertama kali Hanung tampil dalam film arahannya sendiri. Sebelumnya ia juga ikut bermain dalam beberapa film, diantaranya Jomblo, Lentera Merah dan masih banyak lagi.
Perannya dalam film terbarunya, di aku pria berusia umur 36 tahun ini karena sudah bosan menjadi sutradara dan ingin beralih menjadi pemain.
"Saya sebentar lagi pensiun jadi sutradara dan mau jadi aktor saja," candanya diikuti dengan tawa.
Sumber: indonesiaselebriti.com
Menurut Hanung peran tersebut merupakan pilihan dari istrinya, yang tak lain dipercaya sebagai penata casting dalam film tersebut.
"Tanya istri saya saja, kenapa saya dapat peran itu," ungkapnya ditemui di Epicentrum Kuningan, Jakarta, Rabu (8/8).
Bukan pertama kali Hanung tampil dalam film arahannya sendiri. Sebelumnya ia juga ikut bermain dalam beberapa film, diantaranya Jomblo, Lentera Merah dan masih banyak lagi.
Perannya dalam film terbarunya, di aku pria berusia umur 36 tahun ini karena sudah bosan menjadi sutradara dan ingin beralih menjadi pemain.
"Saya sebentar lagi pensiun jadi sutradara dan mau jadi aktor saja," candanya diikuti dengan tawa.
Sumber: indonesiaselebriti.com
Ina-Geoportal lebih canggih dari Google Map
Ina-Geoportal, suatu portal informasi geospasial nusantara yang dibangun Badan Informasi Geospasial (BIG) dan bisa dibuka di http://tanahair.indonesia.go.id dirancang lebih canggih dari google map, kata Kepala BIG Dr Asep Karsidi.
"Google map itu berdasarkan foto satelit jpeg, kalau Ina-geoportal itu peta interaktif, untuk sharing, drag and drop dan lain-lain seperti GIS Application," kata Asep pada Talkshow "Ina-Geoportal: Satu Peta, Satu Solusi" dalam memperingati Hakteknas ke-17 di Gedung Sabuga ITB Bandung, Sabtu.
Karena itu, dia meminta semua pihak membuat peta tematik berdasarkan peta dasar yang telah disediakan BIG (dulu Bakosurtanal), yang selain gratis, mudah diakses, juga bisa dipertanggungjawabkan, bukan mengambil dari pihak selain BIG atau dari google.
"UU Nomor 4/2011 tentang Informasi Geospasial memberi wewenang kepada BIG sebagai lembaga satu-satunya yang membuat peta dasar. Itu karena BIG membuat peta berdasarkan sistem jaring kontrol geodesi, menggunakan layer kontur atau tiga dimensi," katanya.
Ia juga menegaskan UU Nomor 4/2011 melindungi Indonesia dari kemungkinan penyalahgunaan data geospasial yang merugikan bangsa. Karena itu, meskipun data spasial nusantara bersifat open namun tetap dibatasi dengan kode pengaman untuk sejumlah data tertentu.
"Saya juga sudah didatangi google yang menanyakan UU baru itu, kuncinya Indonesia punya UU sebagai otorisasi informasi geospasial kita. Data yang dibangun google tentang Indonesia harus ada izin dari pemerintah Indonesia," katanya.
Selama tidak melanggar UU, menurut dia, silakan saja membuat data geospasial karena peta yang dibuat google positif dan bermanfaat bagi masyarakat. Pihaknya juga mempersilakan kalau google mau menggunakan data spasial Ina-Geoportal.
"Tapi jangan masyarakat internasional dapat info tentang kita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan ketika ada pihak ketiga menggunakan peta google atau ada pihak menyalahgunakan peta google," katanya.
Akhir 2012, ujar Asep, pihaknya akan selesai memperbaharui peta dasar nusantara dengan ketelitian 1:250.000, yang akan terus dilanjutkan dengan 1:50.000, 1:25.000, hingga 1:1.000 sesuai amanat UU dimana halaman rumah akan jelas terlihat, namun ini merupakan tugas berat.
Sementara itu, Kepala Pusat Sistem Jaringan dan Sistem Data Spasial BIG Dodi sukmayadi dalam talkshow itu mempraktikan secara live pengoperasian Ina-Geoportal dimana sejumlah instansi seperti Kementerian PU, Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal dan lain-lain sudah mengawali untuk menjadi simpul Ina-Geoportal BIG.
Ia berharap semua kementerian, lembaga dan pemerintah daerah bersedia mengintegrasikan datanya dan "sharing" dalam menyajikannya ke dalam Ina-Geoportal dengan syarat memiliki Pusat Data, Meta Data dan Unit Kliring yang memvalidasi data.
Sumber : Antara
Google Earth Bantu Temukan Piramida Mesir yang Hilang
Hampir tiga kali ukuran piramida besar.
Survei yang dilakukan oleh pencitraan satelit Google Earth telah mengungkapkan dua kompleks yang diduga sebagai Piramida Mesir yang telah hilang.
Survei yang dilakukan oleh pencitraan satelit Google Earth telah mengungkapkan dua kompleks yang diduga sebagai Piramida Mesir yang telah hilang.
![]() |
| Inilah piramida di Mesir yang terekam oleh satelit Google Earth. (sumber: Newsdiscovery) |
Peneliti arkeologi satelit Angela Micol dari Maiden, NC mengatakan, bahwa kompleks piramida di Mesir yang hilang itu terletak sekitar 90 mil. Berisi Kelompok gundukan yang tidak biasa dengan fitur dan orientasi yang menarik.
Salah satu situs yang terletak di Mesir Hulu, hanya 12 mil dari kota Abu Sidhum sepanjang Sungai Nil, memiliki empat gundukan masing-masing dengan dataran tinggi, lebih besar berbentuk segitiga.
Dua gundukan besar di situs ini adalah sekitar 250 meter dengan dua gundukan kecil sekitar 100 meter dengan lebar.
Kompleks situs ini diatur dalam formasi yang sangat jelas dengan gundukan besar memanjang dan lebar sekitar 620 meter - hampir tiga kali ukuran piramida besar.
"Setelah pemeriksaan lebih dekat dari formasi, gundukan ini tampaknya memiliki atas sangat datar dan bentuk segitiga simetris yang telah banyak terkikis oleh waktu," jelas Micol.
Secara misterius, ketika diperbesar pada bagian atas formasi segitiganya, ada dua bentuk melingkar dengan lebar 20 kaki muncul hampir di tengah-tengah segitiga.
Sementara, sekitar 90 km sebelah utara dekat oasis Fayoum, kompleks piramida kedua mungkin berisi empat sisi, gundukan terpotong, sekitar 150 meter lebarnya.
"Ini memiliki pusat persegi yang berbeda yang sangat biasa bagi gundukan ukuran ini dan hampir tampak seperti piramida bila dilihat dari atas," tulis Micol.
Terletak hanya 1,5 km sebelah selatan timur kota kuno Dimai, situs ini juga memiliki tiga gundukan kecil dalam formasi sangat jelas, "mirip dengan alignment diagonal dari piramida Giza Plateau," kata Micol.
"Warna gundukan gelap dan mirip dengan komposisi bahan dinding Dimai, yang terbuat dari bata merah dan batu," tulis para peneliti.
Meski demikian penelitian langsung di lapangan masih diperlukan untuk memverifikasi piramida tersebut.
Sumber : Berita Satu
Satelit A2 Buatan Indonesia Segera Diorbitkan
Indonesia siap mengorbitkan satelit hasil karya anak bangsa. Rencananya satelit dengan nama A2 ini akan diluncurkan ke orbit pada Juni 2013 di India.
![]() |
| Sekretaris Menristek Mulyanto bersama Kepala Lapan, Bambang Setiawan Tejakusuma, berdiri membelakangi satelit A2 yang akan diluncurkan tahun 2013 dari India. |
Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Bambang S Tedja mengatakan, pengerjaannya sudah selesai dan tinggal menunggu peluncurannya saja. ”Sudah dites juga,tinggal diluncurkan. Sebelum peluncuran kami simpan sambil terus dijaga fungsionali tasnya, ”katanya seusai penutupan Ritech Expo 2012 di Auditorum Sasana Budaya Ganesa, Jalan Tamansari, Kota Bandung,kemarin.
Menurut dia, serangkaian proses uji coba telah dilakukan pada satelit A2 ini, antara lain uji solar cell,uji center of grafity, uji air bearing seluruh fungsi kontrol, dan uji transportasi. Satelit ini juga diuji oleh tim ahli dari Berlin, Jerman yang menjadi tempat pembuatan satelit pendahulu A2, yaitu A1 yang saat ini masih beroperasi. Soal pemilihan India menjadi tempat peluncuran satelit Indonesia,menurut dia, Indonesia memiliki kerja sama dengan India.
Menurut dia, serangkaian proses uji coba telah dilakukan pada satelit A2 ini, antara lain uji solar cell,uji center of grafity, uji air bearing seluruh fungsi kontrol, dan uji transportasi. Satelit ini juga diuji oleh tim ahli dari Berlin, Jerman yang menjadi tempat pembuatan satelit pendahulu A2, yaitu A1 yang saat ini masih beroperasi. Soal pemilihan India menjadi tempat peluncuran satelit Indonesia,menurut dia, Indonesia memiliki kerja sama dengan India.
Tapi, tidak menutup kemungkinan pada tahap selanjutnya Indonesia akan bekerja sama dengan China. Meski satelit yang akan di orbitkan ini diklaim sebagai produk Indonesia yang pertama dengan waktu pembuatan dua tahun ini,tapi tidak semua bahannya menggunakan bahan lokal karena keterbatasan material yang ada di Indonesia. Sehingga hanya struktur satelit saja yang berasal dari dalam negeri. Satelit A2 akan digunakan untuk memantau permukaan bumi, termasuk mengetahui kapal apa saja yang ada dipermukaan laut.
Selain itu, satelit juga akan dimanfaatkan untuk membantu penanganan bencana, salah satunya untuk koordinasi bidang komunikasi pada radio-radio amatir. Untuk pusat datanya, stasiun pengendali satelit berada di Rumpin,Bogor. ”Selanjutnya kami akan terus melakukan pengembangan dan menciptakan satelit A3,A4, bahkan satelit yang lebih besar,”ucapnya.
Selain siap mengorbitkan satelit A2,pada penutupan Ritech Expo 2012 juga dilakukan penandatanganan selesainya roket RHAN 122 dan pesawat tanpa awak buatan dalam negeri. Deputi Menristek Bidang Jaringan Iptek Amin Soebandrio mengatakan, Indonesia tidak kalah dengan negara lain soal teknologi. ”Untuk kita harus terus dorong peneliti Indonesia agar mau mengembangkan potensi Indonesia.Misalnya tanaman obat sehingga bisa menjadi produk nasional,” jelasnya. (Sindo)
Satelit A2 LAPAN Akan Memantau Lalulintas Laut Indonesia
Indonesia adalah negara kepulauan dan maritim terbesar di dunia. Luas laut teritorinya sekitar 5,8 milion km2 yang adalah 75% dari luas wilayahnya. Karena lokasinya diantara 2 samudra dan 2 benua, International Maritime Organization (IMO) meminta agar Indonesia memberi jalur untuk melintak pelayaran internasional di wilayahnya, yakni yang disebut Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI). ALKI 1 adalah dari selat Malaka hingga selat Sunda, ALKI 2 dari selat Sulawesi hingga selat Lombok. Pada ALKI 1 saja ratusan kapal melintas setiap harinya. Teknologi pemantauan lalu-lintas kapal yang saat ini ada mengandalkan sensor yang berada di pantai dan kapal patroli, dimana cakupan dari sensor ini sekitar 30 nm (56 km) karena terbatas jarak horizon bumi.
![]() |
| Satelit LAPAN-A2 |
Sehingga kemampuan pihak otoritas laut untuk mencakup seluruh perairan Indonesia masih sangat terbatas, yang membuat banyaknya terjadi pelanggaran hukum di laut dan rendahnya tingkat keamanan/keselamatan moda transportasi laut di Indonesia. Salah satu sensor yang digunakan untuk memantu kapal adalah Automatic Identification System (AIS). AIS adalah sistem pementauan kapal laut yang berbasis komunikasi digital VHF dan GPS. Berdasarkan aturan IMO, sistem ini harus dipasang pada kapal dengan bobot minimal 300 ton. Secara prinsip, semakin tinggi sensor tersebut ditempatkan akan semakin luas cakupannya. Sehingga merupakan sangat potensial untuk ditempatkan di satelit.
Satelit LAPAN-A2 didesain untuk tiga misi yaitu pengamatan Bumi, pemantauan kapal dan komunikasi radio amatir. Dengan berat sekitar 75 kg, satelit LAPAN A2 diantarnya membawa muatan Automatic Identification System (AIS) receiver dan Automatic Packet Reporting System (APRS). Selain itu untuk misi pengamatan Bumi akan menggunakan kamera digital 4 megapixe, yang akan dipasang pada lensa dengan panjang fokus l000 mm. Satelit dengan berat 78 kg ini direncanakan untuk diluncurkan pada pertengahan tahun 2013, ke orbit inklinasi rendah dengan ketinggian 650 km. Pada orbit tersebut LAPAN-A2 akan melintasi wilayah Indonesia secara diagonal sebanyak 14 kali sehari dengan lama waktu melintas sekitar 20 menit. Pada orbit tersebut AIS LAPAN-A2 akan mempunyai radius deteksi lebih dari 100 km dan mempunyai kemampuan untuk menerima sinyal dari maximum 2000 kapal dalam satu daerah cakupan.
![]() |
| Lintasan Satelit LAPAN-A2 & lokasi stasiun bumi LAPAN |
Sebagai bagian dari persiapan satelit, dilakukan pengujian fungsi terhadap subsistem AIS LAPAN-A2. Pengujian yang ditampilkan dilakukan secara menyeluruh, yakni melibatkan komponen satelit yang sesungguhnya dalam rantai penuh dari penerimaan data kapal hingga transmisinya ke stasiun bumi LAPAN-A2. Pengujian dilakukan di daerah Jakarta Utara, agar penerima AIS menerima data AIS yang dikirimkan oleh kapal-kapal yang berada disekitar pelabuhan Tanjung Priok. Pengujian ini dilakukan untuk melihat kemampuan penerimaan, pengiriman, dan perekaman data AIS yang dilakukan menggunakan sistem muatan AIS satelit LAPAN-A2.
![]() |
| Set-up uji fungsi AIS |
Dari salah satu pengujian yang dilakukan didapat data dari sekitar 78.000 AIS kapal, pada perekaman selama 12 jam. Data tersebut disajikan dalam bentuk seri waktu (time series) pada peta daerah pelabuhan Tanjung Priok Video sehingga berwujud animasi (dengan waktu dipercepat), seperti sdisajikan dibawah ini. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem muatan AIS LAPAN-A2 bekerja dengan baik. Selanjutnya Tim Integrasi dan Test LAPAN-A2 menunggu kesempatan untuk bisa dilakukannya test muatan AIS ini dengan pesawat terbang (dan melintasi daerah yang lalu-lintas lautnya padat). Pengujian secara statis seperti yang dilakukan disini mempunyai keterbatasan jarak horizon yang pendek serta ganguan multipath. Sehingga kemampuan penuh LAPAN-A2 untuk menerima sinyal yang banyak alam sekaligus belum teruji. Jika ada pembaca yang bisa membantu mengenai hal ini agar menghubungi anggota Tim Integrasi dan Test LAPAN-A2, Heru di rtriharjanto@yahoo.com.
Sumber : Lapan











