Profil Lengkap Afgan Syahreza

Seperti yang kita ketahui bahwa penyanyi muda Afgan sangatlah populer di tanah air, apalagi dengan suaranya yang khas dan wajahnya yang tampan. Pria yang bernama lengkap Afgan Syahreza, atau yang akrab disapa Afgan itu, memulai karirnya di dunia Entertain sejak tahun 2007 lalu. Biodata Artis kini menyajikan profil lengkap dari Seorang penyanyi Afgan Syahrezza pada opsi dibawah ini.


Biodata dan Bografi Lengkap Artis Indonesia - Afgan Syahreza

Afgan penyanyi yang sudah tidak asing lagi di kancah hiburan tanah air, lahir di Jakarta, 27 Mei 1989 merupakan penyanyi muda indonesia. Putra pasangan dari Lola Purnama dan Loyd Yahya ini mengeluarkan album perdananya yang bertajuk “Confenssion No.1” di bulan januari 2008. Dengan mengandalkan lagu “terima kasih cinta” di album perdananya membuat pemilik nama lengkap Afgan Syah Reza ini melambung di dunia tarik suara.


Karir afgan di dunia tarik suara sudah terlihat sejak kecil, dilahirkan di keluarga penikmat musik membuat seorang afgan mulai melirik dan menyukai dunia tarik suara. Karir nya di dunia tarik suara diawali ketika ia bersama teman-temannya membuat album cd koleksi sendiri yang direkamnya di WannaB Instant Recording Studio. Tak disangka ternyata mereka dipantau oleh produser WannaB yang langsung menawari afgan untuk rekaman. Ragu – ragu dengan hal itu akhirnya afgan pun menerimanya dan memulai rekamannya di tahun 2008. Tidak disangka album perdananya “Confession No.1” dengan hitsnya “Terima Kasih Cinta” diminati oleh masyarakat. Sukses di album pertaanya, afgan pun mulai menjajal dunia film dengan soundtracknya ia sendiri berjudul “Bukan CInta Biasa” yang sama dengan judul filmnya. Pemain utamanya merupakan artis pendatang baru “Olivia Jensen”. Dari bermainnya film ini afgan pun sempat digossipkan menjalin kasih dengan lawan mainnya tersebut, selain itu afgan juga sering di gossipkan berpacaran dengan beberapa artis muda kita diantaranya Thalita latief, eva latjuba, dan arumi. Hihi banyak juga penggemarnya afgan, tinggal comot aja tuh ^^

-BIODATA-
Nama Lengkap: Afgan Syah Reza
Nama Panggilan: Afgan
TT:: Jakarta, 27 Mei 1989
Nama Ayah: Loyd Yahya
Nama Ibu: Lola Purnama
Anak ke: 3 dari 4 bersaudara
Zodiak: Gemini
Hobby: Berenang, fitness
Pakaian Favorit: Jins, t'shirt
Makanan Favorit: Mie instan, masakan Italia
Jenis Musik Favorit: R&B, jazz
Pendidikan Terakhir : SMA 34 Jakarta, Perguruan Tinggi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia

-ALBUM-

* Confession No.1 (2008)
* PRESTASI/PENGHARGAAN:
* Most Favourite Male MTV Indonesia Award 2008
* Artist Of The Year MTV Indonesia Award 2008

Itulah sekilas mengenai profil dari Afgan Syahreza, yang merupakan sah satu penyanyi populer di tanah Air, jika anda juga penggemar Richie Five Minutes, simak juga Biodata dan Foto Richie FM Lengkap.

Bioadata Lengkap Emma Watson

Profil Artis - Film Harry Potter merupakan salah astu film yang banyak peminatnya, bukan hanya di Luar Negri, di Indonesiapun banyak yang berminat untuk menonton Harry Potter bahkan dari edisi pertama hingga usai. Nah, kali ini Selebriti Profil akan mengulas sekilas mengenai salah satu pemeran utama dari Film Harry Potter yaitu Artis cantik nan seksi Emma Watson. Berikut biodata emma watson dilengkapi denga perjalanan karirnya di dunia perfilman.




Profil dan Biografi Lengkap Artis Hollywood - Emma Watson


Emma Charlotte Duerre Watson atau lebih dikenal dengan nama emma watson merupakan artis kelahiran Paris, Perancis, 15 April 1990 yang berprofesi sebagai aktris inggris yang sering dikenal di dunia ketika dirinya bermain sebagai Hermione Granger dalam filmnya “Harry Potter”. Emma watson merupakan putri pasangan dari Chris dan Jacqueline Wason yang saat ini sudah bercerai. Emma watson merupakan seorang aktris yang membintangi sekuel dari film ternama harry potter yang diperankannya dari season pertama hingga season terakhir masa tayang harry potter the series ini.

Aktingnya di layar kaca diawali ketika dirinya membintangi film yang berjudul Knowing Me, Knowing Yule. Setelah itu, emma watson pun menjadi bintang ketika dia bermain di film harry potter and Sorcerer’s Stone pada tahun 2001. Saat itu usianya baru menginjak umur 9 tahun bersama rekannya Daniel Radcliffe and Rupert Grint. Setelah perannya di film tersebut, emma watson pun menjadi peran utama untuk melanjutkan film harry potter selanjutnya.

BIODATA EMMA WATSON
Nama Lengkap : Emma Charlotte Duerre Watson
Nama Panggilan : Emma Watson
TTL : Paris, Perancis, 15 April 1990
Nama Ayah : Chris Wason
Nama Ibu : Jacqueline Luesby Watson
Nama Saudara : Alex Watson, Toby, Nina, Lucy
Warna Rambut : Pirang
Warna Mata : Coklat
Pendidikan Terakhir : The Dragon School Oxford, England, Headington School in Headington, Oxford, England
Tinggi Badan : 5' 4"

FILM EMMA WATSON :

* Harry Potter and the Philosopher's Ston (2001)
* Hary Potter and the Chaber of Secrets (2002)
* Harry Potter and the Prisoner of Azkaban (2004)
* Harry Potter and the Goblet of Fire (2005)
* Harry Potter and the Order of the Phoenix (2007)
* Ballet Shoes (2007)
* The Tale of Despereaux (2008)
* Harry Potter and the Half-Blood Prince (2009)
* Harry Potter and the Deathly Hallows (2010 / 2011)


PRESTASI DAN PENGHARGAAN EMMA WATSON :

* Best Performance in a Feature Film – Leading Young Actress (2002)
* Saturn Award (2002)
* Empire Award (2002)
* Outstanding Supporting Actress (2002)
* Best Ensemble in Feature Film (2002)
* Best Female Film Star (Silver) (2003)
* Best Female Film Star (Silver) (2004)
* Child Performance of the Year (2004)
* Best Young Actress (2004)
* Best Female Film Star (Gold) (2004)
* Best Young Actress (2005)
* Best Female Film Star (Bronze) (2006)
* Best On-Screen Team (2006)
* Best Female Performance (2007)
* Best Movie Actress (2007)
* Best Actress (2008)
* Best Female Performance (2008)
* Best Female Film Star (Gold) (2008)
* Best Actress (2008)
* Best UK TV Actress (2008)
* Best Fantasy Actress (2009)
* Performance of the Year (2010)
* Best Female Performance (2010)
* Actress Fantasy (2010)

Demikianlah sekilas mengenai Artis cantik muda Emma Watson yang berperan sebagai Hermione Granger, simak juga pemeran utama film harry Potter lainnya di Profil Lengkap Daniel Radclife ( As Harry Potter ).

Asal Usul Danau Lipan - Kumpualn Legenda Rakyat

Di kecamatan Muara Kaman kurang lebih 120 km di hulu Tenggarong ibukota Kabupaten Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur ada sebuah daerah yang terkenal dengan nama Danau Lipan. Meskipun bernama Danau, daerah tersebut bukanlah danau seperti Danau Jempang dan Semayang. Daerah itu merupakan padang luas yang ditumbuhi semak dan perdu.

Dahulu kala kota Muara Kaman dan sekitarnya merupakan lautan. Tepi lautnya ketika itu ialah di Berubus, kampung Muara Kaman Ulu yang lebih dikenal dengan nama Benua Lawas. Pada masa itu ada sebuah kerajaan yang bandarnya sangat ramai dikunjungi karena terletak di tepi laut.

Terkenallah pada masa itu di kerajaan tersebut seorang putri yang cantik jelita. Sang putri bernama Putri Aji Bedarah Putih. Ia diberi nama demikian tak lain karena bila sang putri ini makan sirih dan menelan air sepahnya maka tampaklah air sirih yang merah itu mengalir melalui kerongkongannya.

Kejelitaan dan keanehan Putri Aji Bedarah Putih ini terdengar pula oleh seorang Raja Cina yang segera berangkat dengan Jung besar beserta bala tentaranya dan berlabuh di laut depan istana Aji Bedarah Putih. Raja Cina pun segera naik ke darat untuk melamar Putri jelita.

Sebelum Raja Cina menyampaikan pinangannya, oleh Sang Putri terlebih dahulu raja itu dijamu dengan santapan bersama. Tapi malang bagi Raja Cina, ia tidak mengetahui bahwa ia tengah diuji oleh Putri yang tidak saja cantik jelita tetapi juga pandai dan bijaksana. Tengah makan dalam jamuan itu, puteri merasa jijik melihat kejorokan bersantap dari si tamu. Raja Cina itu ternyata makan dengan cara menyesap, tidak mempergunakan tangan melainkan langsung dengan mulut seperti anjing.

Betapa jijiknya Putri Aji Bedarah Putih dan ia pun merasa tersinggung, seolah-olah Raja Cina itu tidak menghormati dirinya disamping jelas tidak dapat menyesuaikan diri. Ketika selesai santap dan lamaran Raja Cina diajukan, serta merta Sang Putri menolak dengan penuh murka sambil berkata, “Betapa hinanya seorang putri berjodoh dengan manusia yang cara makannya saja menyesap seperti anjing.”

Penghinaan yang luar biasa itu tentu saja membangkitkan kemarahan luar biasa pula pada Raja Cina itu. Sudah lamarannya ditolak mentah-mentah, hinaan pula yang diterima. Karena sangat malu dan murkanya, tak ada jalan lain selain ditebus dengan segala kekerasaan untuk menundukkan Putri Aji Bedarah Putih. Ia pun segera menuju ke jungnya untuk kembali dengan segenap bala tentara yang kuat guna menghancurkan kerajaan dan menawan Putri.

Perang dahsyat pun terjadilah antara bala tentara Cina yang datang bagai gelombang pasang dari laut melawan bala tentara Aji Bedarah Putih.

Ternyata tentara Aji Bedarah Putih tidak dapat menangkis serbuan bala tentara Cina yang mengamuk dengan garangnya. Putri yang menyaksikan jalannya pertempuran yang tak seimbang itu merasa sedih bercampur geram. Ia telah membayangkan bahwa peperangan itu akan dimenangkan oleh tentara Cina. Karena itu timbullah kemurkaannya.

Putri pun segera makan sirih seraya berucap, “Kalau benar aku ini titisan raja sakti, maka jadilah sepah-sepahku ini lipan-lipan yang dapat memusnahkan Raja Cina beserta seluruh bala tentaranya.” Selesai berkata demikian, disemburkannyalah sepah dari mulutnya ke arah peperangan yang tengah berkecamuk itu. Dengan sekejap mata sepah sirih putri tadi berubah menjadi beribu-ribu ekor lipan yang besar-besar, lalu dengan bengisnya menyerang bala tentara Cina yang sedang mengamuk.

Bala tentara Cina yang berperang dengan gagah perkasa itu satu demi satu dibinasakan. Tentara yang mengetahui serangan lipan yang tak terlawan itu, segera lari lintang-pukang ke jungnya. Demikian pula sang Raja. Mereka bermaksud akan segera meninggalkan Muara Kaman dengan lipannya yang dahsyat itu, tetapi ternyata mereka tidak diberi kesempatan oleh lipan-lipan itu untuk meninggalkan Muara Kaman hidup-hidup. Karena lipan-lipan itu telah diucap untuk membinasakan Raja dan bala tentara Cina, maka dengan bergelombang mereka menyerbu terus sampai ke Jung Cina. Raja dan segenap bala tentara Cina tak dapat berkisar ke mana pun lagi dan akhirnya mereka musnah semuanya. Jung mereka ditenggelamkan juga.

Sementara itu Aji Bedarah Putih segera hilang dengan gaib, entah kemana dan bersamaan dengan gaibnya putri, maka gaib pulalah Sumur Air Berani, sebagai kekuatan tenaga sakti kerajaan itu. Tempat Jung Raja Cina yang tenggelam dan lautnya yang kemudian mendangkal menjadi suatu daratan dengan padang luas itulah yang kemudian disebut hingga sekarang dengan nama Danau Lipan.

(Disadur dari Masdari Ahmad, Kumpulan Cerita Rakyat Kutai, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta 1979)

Legenda Rakyat Cindua Mato - Kumpulan Cerita Rakyat

Pada zaman dahulu kala hiduplah seorang ratu bernama Bundo Kanduang, yang konon diciptakan bersamaan dengan alam semesta ini (samo tajadi jo alamko). Dia adalah timpalan Raja Rum, Raja Tiongkok dan Raja dari Laut. Suatu hari Bundo Kanduang menyuruh Kembang Bendahari, seorang dayangnya yang setia, untuk membangunkan putranya Dang Tuanku, yang sedang tidur di anjungan istana. Kembang Bendahari menolak, karena Dang Tuanku adalah Raja Alam, orang yang sakti. Bundo Kanduang lalu membangunkan sendiri Dang Tuanku, dan berkata bahwa Bendahara sedang mengadakan gelanggang di nagarinya Sungai Tarab, untuk memilih suami buat putrinya. Karena gelanggang tersebut akan dikunjungi banyak pangeran, marah dan sutan, dan putra-putra orang-orang terpandang, Dang Tuanku dan Cindua Mato seharusnya ikut serta di dalamnya. Bundo Kanduang memerintahkan Dang Tuanku untuk menanyakan apakah Bendahara akan menerima Cindua Mato sebagai suami dari putrinya, Puti Lenggo Geni. Setelah menerima pengajaran tentang adat Minangkabau dari Bundo Kanduang, Dang Tuanku, Cindua Mato dan para pengiringnya berangkat ke Sungai Tarab.

Di Sungai Tarab mereka disambut oleh Bendahara. Dang Tuanku bertanya apakah Bendahara bersedia menerima Cindua Mato yang “bodoh dan miskin” sebagai menantunya. Sebenarnya Cindua Mato adalah calon menantu ideal, dan karena itu lamaran tersebut diterima. Dang Tuanku kemudian berbincang-bincang dengan Bendahara, yang merupakan ahli adat di dalam Basa Ampek Balai, membahas adat Minangkabau dan apakah telah terjadi perubahan dari adat nenek moyang. Menurut Bendahara prinsip-prinsip yang diwariskan dari perumus adat Datuk Ketemanggungan dan Datuk Perpatih Nan Sebatang tetap tak berubah.

Sementara itu Cindua Mato mendengar pergunjingan di pasar bahwa Puti Bungsu, tunangan Dang Tuanku, akan dinikahkan dengan Imbang Jayo, Raja Sungai Ngiang, sebuah negeri di rantau timur Minangkabau. Menurut kabar itu, di sana tersebar berita bahwa Dang Tuanku diasingkan karena menderita penyakit. Puti Bungsu adalah putri Rajo Mudo, saudara Bundo Kanduang, yang memerintah sebagai wakil Pagaruyung di Ranah Sikalawi, tetangga Sungai Ngiang. Ketika menemukan bahwa cerita ini disebarkan oleh kaki tangan Imbang Jayo, Cindua Mato bergegas mendesak Dang Tuanku untuk meminta permisi pada Bendahara dan kembali ke Pagaruyung. Gunjingan seperti itu adalah hinaan kepada Raja Alam.

Di Pagaruyung Cindua Mato menceritakan Dang Tuanku dan Bundo Kanduang apa yang didengarnya di pasar. Bundo Kanduang naik pitam, namun sebelum bertindak dia mesti berunding dulu dengan Basa Ampek Balai. Dalam rapat-rapat berikutnya para menteri tersebut berusaha menengahi Bundo Kanduang pada satu pihak, yang tak dapat menerima hinaan dari saudaranya, dan Dang Tuanku beserta Cindua Mato pada pihak lain, yang menganjurkan kesabaran. Pertemuan tersebut berakhir dengan kesepakatan bahwa Cindua Mato akan berangkat sebagai utusan Bundo Kanduang dan Dang Tuanku ke Sikalawi, dengan membawa Sibinuang, seekor kerbau sakti, sebagai mas kimpoi untuk Puti Bungsu.

Dengan menunggang kuda sakti, Si Gumarang, dan ditemani kerbau sakti, Si Binuang, Cindua Mato berjalan menuju Ranah Sikalawi. Di perbatasan sebelah timur, di dekat Bukit Tambun Tulang, dia menemukan tengkorak-tengkorak berserakan. Setelah membacakan jampi-jampi, dan berkat tuah Dang Tuanku, tengkorak-tengkorak tersebut mampu menceritakan kisah mereka. Mereka sebelumnya adalah para pedagang yang bepergian melalui bukit Tambun Tulang dan dibunuh para penyamun. Mereka mendesak Cindua Mato untuk berbalik dan kembali, namun Cindua Mato menolak. Tak lama sesudahnya para penyamun menyerang, namun dengan bantuan Si Binuang, ia berhasil mengalahkan mereka. Para penyamun tersebut mengaku bahwa Imbang Jayo, raja Sungai Ngiang, mempekerjakan mereka tak hanya buat memperkaya dirinya, tetapi juga untuk memutus hubungan antara Pagaruyung dan Rantau Timur, dan dengan demikian melempangkan rencananya untuk mengawini Puti Bungsu.

Kedatangan Cindua Mato menggembirakan keluarga Rajo Mudo, yang berduka mendengar kabar penyakit Dang Tuanku. Kehadiran Cindua Mato dianggap sebagai pertanda restu Bundo Kanduang atas perkimpoian yang hendak dilangsungkan.

Dengan berpura-pura kesurupan Cindua Mato berhasil bertemu empat mata dengan Puti Bungsu tanpa memancing kecurigaan keluarga Rajo Mudo. Mereka percaya hanya Puti Bungsu saja yang mampu menenangkannya. Cindua Mato bertutur pada Puti Bungsu bahwa Dang Tuanku mengirimnya untuk membawanya ke Pagaruyung, karena ia sudah ditakdirkan untuk menikah dengan Dang Tuanku. Dalam pesta perkimpoian yang berlangsung, saat Imbang Jayo tengah berperan sebagai pengantin pria, Cindua Mato melakukan hal-hal ajaib yang menarik perhatian lain dan menculik Puti Bungsu. Cindua Mato membawanya ke Padang Ganting, tempat Tuan Kadi, anggota Basa Ampek Balai yang mengurus soal-soal keagamaan bersemayam.

Dengan menculik Puti Bungsu Cindua Mato telah melanggar hukum dan melampaui wewenangnya sebagai utusan Pagaruyung. Tuan Kadi lalu memanggil anggota Basa Ampek Balai lainnya untuk membahas pelanggaran yang dilakukan Cindua Mato. Namun pada pertemuan yang diadakan Cindua Mato menolak menjelaskan perbuatannya.

Basa Ampek Balai lalu menceritakan kejadian ini pada Bundo Kanduang, yang murka pada kelakuan Cindua Mato. Namun ia masih tetap menolak menjawab. Keempat menteri ini lalu memutuskan berunding dengan Raja Nan Duo Selo, Raja Adat dan Raja Ibadat. Keduanya, mengetahui latar belakang kejadian tersebut, sambil tersenyum menyuruh keempat menteri tersebut menyerahkan keputusan kepada Dang Tuanku, Raja Alam.

Pada pertemuan berikutnya perdebatan terjadi antara Bundo Kanduang, yang berteguh mempertahankan adat raja-raja, dan Dang Tuanku, yang menganjurkan memeriksa alasan di balik tindakan Cindua Mato. Imbang Jayo telah menghina Dang Tuanku dengan berusaha mengawini tunangannya, dan menceritakan fitnah. Sekarang giliran Imbang Jayo buat dihina. Imbang Jayo juga mempekerjakan penyamun untuk memperkaya dirinya dan memutus hubungan antara Minangkabau dan rantau timurnya. Cindua Mato tak layak dihukum karena dia hanya alat untuk utang malu dibayar malu.

Cindua Mato dilepaskan dari hukuman, dan rapat itu kemudian membahas perkimpoian antara Cindua Mato dan Puti Lenggo Geni, dan juga antara Dang Tuanku dan Puti Bungsu. Setelah masa persiapan, perkimpoian kerajaan tersebut dilangsungkan di Pagaruyung, dilanjutkan dengan pesta yang dihadiri oleh banyak pangeran dan raja dari segenap penjuru Pulau Perca.

Sementara itu, Imbang Jayo yang merasa dipermalukan oleh Cindua Mato bersiap-siap menyerang Pagaruyung. Dengan senjata pusakanya, Cermin Terus (camin taruih), dia menghancurkan sebagian negeri Pagaruyung. Cermin itu akhirnya dipecahkan oleh panah sakti Cindua Mato. Ketika Imbang Jayo sibuk memperkuat pasukannya Bundo Kanduang dan Dang Tuanku meminta Cindua Mato mengungsi ke Inderapura, negeri di rantau Barat, dan dengan demikian tidak ada alasan lagi buat Imbang Jayo memerangi Pagaruyung.

Geram karena gagal membalas dendam, Imbang Jayo lalu protes pada Rajo Nan Duo Selo. Pada pertemuan yang dipimpin oleh kedua raja tersebut, dan dihadiri oleh keempat menteri, Imbang Jayo mendakwa bahwa seorang anggota keluarga kerajaan telah mempermalukan dirinya, sebuah pelanggaran yang tak termaafkan. Namun raja-raja tersebut bertanya: siapa yang memulai penghinaan tersebut, apa bukti dakwaan Imbang Jayo? Tuduhan terhadap anggota kerajaan tanpa bukti cukup bukan soal main-main. Kedua raja akhirnya memutuskan Imbang Jayo dihukum mati.

Begitu mengetahui anaknya disuruh bunuh oleh Rajo Duo Selo, ayah Imbang Jayo, Tiang Bungkuak, bersiap-siap membalas dendam. Cindua Mato kembali dari Inderapura, dan Dang Tuanku memerintahkannya melawan Tiang Bungkuak. Namun bila Cindua Mato gagal membunuhnya, dia harus bersedia menjadi hamba Tiang Bungkuak, agar Istana Pagaruyung terlepas dari ancaman.

Pada suatu malam, saat menunggu serangan Tiang Bungkuak, Dang Tuanku bermimpi bertemu seorang malaikat dari langit yang berkata dia, Bundo Kanduang dan Puti Bungsu sudah waktunya meninggalkan dunia yang penuh dosa ini. Pagi harinya Dang Tuanku mengisahkan mimpinya pada Bundo Kanduang dan Basa Ampek Balai. Mengetahui waktu mereka sudah dekat, mereka mengangkat Cindua Mato sebagai Raja Muda.

Cindua Mato menunggu Tiang Bungkuak di luar Pagaruyung, namun dalam duel yang berlangsung dia tak mampu membunuh Tiang Bungkuak. Cindua Mato lalu menyerah pada kesatria tua itu, dan mengikutinya ke Sungai Ngiang sebagai budak. Pada saat yang sama sebuah kapal terlihat melayang di udara membawa Dang Tuanku dan anggota keluarga kerajaan lainnya ke langit.

Suatu hari, ketika Tiang Bungkuak sedang tidur siang, Cindua Mato membaca jampi-jampi dan berhasil mengungkap rahasia kekebalan Tiang Bungkuak dari mulutnya sendiri. Ternyata Tiang Bungkuak hanya dapat dibunuh menggunakan keris bungkuk (karih bungkuak) yang disembunyikan di bawah tiang utama rumahnya. Cindua Mato mencuri keris itu lalu memancing Tiang Bungkuak agar berkelahi dengannya. Dalam duel tersebut Cindua Mato berhasil membunuh Tiang Bungkuak dengan keris curiannya.

Setelah kematian Tiang Bungkuak para bangsawan Sungai Ngiang mengangkat Cindua Mato menjadi raja. Kemudian dia juga diangkat sebagai raja Sikalawi, setelah Rajo Mudo turun tahta. Cindua Mato menikahi adik Puti Bungsu, Puti Reno Bulan. Dari hasil pernikahannya ini Cindua Mato memperoleh anak perempuan dan laki-laki yang diberi nama Sutan Lembang Alam.

Setelah beberapa lama menghabiskan waktu di Rantau Timur, Cindua Mato kembali ke Pagaruyung, untuk memerintah sebagai Raja Minangkabau. Dari perkimpoiannya dengan Puti Lenggo Geni ia mendapatkan anak bernama Sutan Lenggang Alam.

sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=944647&page=5

Pernikahan Krisdayanti Raul Lemos Akan Digelar Di Jakarta Bukan Di Dili Timorleste Pada Maret Mendatang

Pernikahan Krisdayanti Raul Lemos Akan Digelar Di Jakarta Bukan Di Dili Timorleste Pada Maret Mendatang


Pernikahan Krisdayanti dan Raul Lemos dikabarkan akan digelar para bulan Maret mendatang, tetapi Yanti, panggilan Krisdayanti, masih merahasiakan tanggalnya.
Ada sepekulasi yang menyebutkan bahwa pernikahan Yanti dan Raul akan digelar tepat pada hari ulang tahun ke-36 yaitu pada tanggal 24 Maret, tetapi Yanti belum mengkonfirmasi berita tersebut.
Yang pasti, bahwa pernikahan Krisdayanti dan Raul Lemosa akan digelar di Jakarta bukan di Dili Timorleste seperti yang diberitakan sebelumnya.
Mantan istri Anang Hermansyah ini mengakui membatalkan niatnya untuk melangsungkan pernikahannya di Dili lantaran dia ingin pernikahannya nanti dihadiri oleh keluarga dan teman-teman terdekatnya.

tag: Pernikahan Krisdayanti - Raul Lemos, Acara Pernikahan Krisdayanti Raul, Anang Pernikahan Krisdayanti Raul, Foto-Foto Pernikahan Krisdayanti Raul Lemos, Foto-Foto Pre-Wedding Krisdayanti Raul Lemos

Film Hollywood, Mandarin, Bollywood, Pajak Impor Indonesia

Film Hollywood, Mandarin, Bollywood, Pajak Impor Indonesia

Berita mengejutkan datang dari Film Hollywood, Film Mandarin, Film Bolloywood dan film-film impor lainnya, yang akan stop tayang di Indonesia.
Alasannya mereka untuk stop tayang adalah untuk memprotes kebijakan atas tingginya pajak impor film di Indonesia.
Mereka menilai tingginya pajak impor film di Indonesia adalah tidak lazim karena hanya berlaku di Indonesia saja dan tentu saja hal itu sangat memberatkan mereka.
Tetapi disisi lain sebenarnya momen ini bisa dimanfaatkan bagi para sineas Indonesia untuk memproduksi film-film berkualitas dan mengisi kekosongan bioskop-bioskop yang selama ini di dominasi oleh film-film Hollywood dan film-film impor lainnya.
Akan tetapi selama ini kuwalitas film-film Nasional masih jauh bahkan kebanyakan hanya film-film yang mengarah kepada penojolan simbul sex dan hantu-hantu yang tidak seram.
Di tunggu film-film Nasional yang berkwalitas…!

tag: Film Hollywood, Film Nasional, Berita Film Hollywood Tidak Beredar Di Indonesia, Berita, Film, Film Mandarin Indonesia distop, Film Bollywood Indonesia distop, Kontroversi Film Hollywood Pajak Impor