@SurgaBerita - Parung Liberty merupakan salah satu kebanggan dan andalan bagi negara paman sam atau Amerika . Gimana yah dampak Global Warming bagi Patung Liberty, Eiits Tahan Dulu "Its Just For Fun" Langsung aja Check it out :
Akibat Dari Global Warming Patung Liberty Berubah Total
@SurgaBerita - Parung Liberty merupakan salah satu kebanggan dan andalan bagi negara paman sam atau Amerika . Gimana yah dampak Global Warming bagi Patung Liberty, Eiits Tahan Dulu "Its Just For Fun" Langsung aja Check it out :
Ayam Mirip George Washington Dijual Rp74,2 Juta
Nugget yang dibeli sekitar 3 tahun yang lalu harganya langsung melambung tinggi karena keunikannya ini. Ribka Speight pun melelang nugget tersebut di eBay dan meraih keuntungan besar dari lelang itu. Dia tidak mengungkapkan siapa pemilik baru nugget itu tersebut.
Awalnya, nugget tersebut tidak dimakan oleh anaknya dan hampir saja dia membuangnya. Setelah menyadari bahwa ada sesuatu yang unik pada nugget tersebut karena bentuknya yang mirip dengan mantan Presiden George Washington, dia langsung menyimpannya di lemari es.
"Sekitar 3 tahun yang lalu, saya dan anak-anak bermain di McDonald dan menikmati menu santap nugget khusus di hari selasa dengan harga hanya 99 sen," ucap Speight seperti dikutip dari The Telegraph, Rabu (7/3/2012).
"Usai makan, sambil membersihkan meja, saya mengambil satu nugget yang tersisa dan mulai tertawa melihatnya. Bentuknya menyerupai Presiden George Washington. Akhirnya, saya memutuskan untuk membawanya pulang dan menunjukkan kepada suami saya," imbuhnya.
Melihat keunikan nugget itu, Speight langsung berpikir untuk mengadakan pelelangan di eBay. Dirinya mengaku ingin membantu anak-anak dari Pusat Ibadah Keluarga di Sioux City, Iowa.
Pusat itu dikatakanan Speight sedang mendirikan Kamp Gereja pada musin panas. Uang yang didapat dari penggalangan dana, seratus persen akan diserahkan untuk acara tersebut.
sumber :http://international.okezone.com/read/2012/03/07/214/588691/ayam-mirip-george-washington-dijual-rp74-2-juta
Beginilah Gaya CR7 Saat Syuting Iklan Sekalian Menghibur Anak Kecil
Ketika tidak disibukkan dengan kegiatannya bersama klub, Cristiano Ronaldo terlihat sedang berakting sebagai penasehat keuangan.
Pemain berbandrol £80 juta ini sedang terlibat syuting pembuatan iklan baru sebuah bank Portugal di Madrid, Rabu (7/3).
Bagaimana kita tahu? Dia mencetak 38 gol di seluruh kompetisi pada musim ini, dan terpaut sepuluh gol dari torehan 40 di liga pada tahun lalu yang membawanya meraih Sepatu Emas Eropa.
Tentu saja bukan Ronaldo namanya jika dia tidak melakukan sesuatu di luar kebiasaan (lihat saat dia mencetak gol menggunakan tumitnya ketika melawan Rayo Vallecano), dan ikon Marid ini memilih memperlihatkan skill-nya untuk memukau warga dengan masih memakai sepatu dan setelan lengkap.
Gonzalo Higuain Nantikan Juventus Mei
Higuain menjadi salah satu pemain yang masuk bursa transfer karena persaingan posisi penyerang di Madrid yang tidak menguntungkan striker asal Argentina itu. Jose Mourinho lebih suka memainkan Karim Benzema sebagai penyerang utama tim, sedangkan Higuain menjadi pilihan pelapis.
"Wajar saja menyenangkan begitu mengetahui ada minat dari klub seperti Juventus, salah satu klub paling bergengsi di dunia."
"Namun, masih terlalu dini membahas segala sesuatu. Mei nanti kami akan membahas situasi dan kami akan siap membicarakannya dengan Juventus."
Inilah Laut paling Jernih di Bumi, Laut Wedel
Laut Weddel
Nih Gan Anjing Laut Yang Hidup Di Laut Weddel...
nih gan pict lagi
8 Trik Agar Gaji Tak Selalu Habis
- Trik Agar Gaji Tak Selalu Habis
Investasikan gaji Anda dengan mengikuti asuransi, bermain reksadana atau mendepositokan uang yang bisa ditarik sesuai persetujuan. Dengan cara ini sama saja seperti Anda menabung disiplin.
Nah sekarang udah tau kan cara mengelola gaji, coba dipraktekkan ya dan semoga berhasil!
5 Band Indonesia yang Diam-diam Go International
@SurgaBerita - Istilah “go international” kerap keluar dari bibir banyak penyanyi dan musisi tanah air. Namun tidak banyak yang benar-benar mewujudkannya. Dalam rangka Hari Musik Nasional yang jatuh tepat hari ini, tanggal 9 Maret, berikut adalah beberapa grup tanah air yang sudah menorehkan namanya di kancah musik mancanegara.
Mereka memang tidak sering menghiasi layar televisi nasional dan musik mereka juga tidak didengar oleh jutaan rakyat Indonesia namun mereka diam tapi pasti telah mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional.
Selamat hari musik nasional!
1. Mocca

Dari awal pemunculannya, grup musik asal Bandung ini sudah menarik publik musik internasional, khususnya Asia Tenggara. Mocca mengawali perjalanan musical mancanegara mereka di Singapura pada tahun 2005. Saat itu album debut mereka dirilis album oleh label asal Singapura, Fruits Records. Setelah itu album Mocca juga dirilis oleh label Malaysia, Jepang dan Korea. Di Jepang dan Korea inilah, Mocca mendapat basis penggemar yang besar. Tercatat sudah lima lagu mereka yang menjadi jingle iklan di Korea dan juga tampil dalam serial televisi di sana.
2. Bottlesmoker
3. White Shoes and the Couples Company
Unit musik jebolan Institut Kesenian Jakarta ini menjadi bukti nyata bahwa musik dengan bahasa Indonesia juga dapat berbicara di pentas internasional. Tidak tanggung-tanggung, negara yang telah mereka tembus adalah Amerika Serikat yang dikenal memiliki pasar musik yang sangat ketat. Album perdana mereka dirilis oleh label asal Chicago, Minty Fresh yang sebelumnya sukses dengan band The Cardigans. Di tahun 2008, White Shoes and the Couples Company dua kali menyambangi Amerika Serikat. Pertama untuk CMJ Music Marathon dan SXSW Music Festival. Di tahun 2012, mereka mengadakan tur Eropa yang pertama dengan bermain di dua negara, Perancis dan Belanda.
4. The S.I.G.I.T
Kuartet rock asal Bandung, The S.I.G.I.T (The Super Insurgent Group Of Interperence Talent) namanya juga kian kencang di kancah musik mancanegara. Setelah sempat dibahas dalam salah satu kolom pada tabloid musik NME di tahun 2005, album debut The S.I.G.I.T yang di Indonesia dirilis oleh FFCuts (sub divisi dari FFWD Records) juga dirilis oleh label Australia, Cavemen. Di bulan Juni 2007, The S.I.G.I.T tur sebulan penuh di beberapa kota di Australia. Setelah itu, tepatnya di tahun 2009, mereka kembali bermain di pentas luar negeri kali ini di Amerika Serikat dan juga Hongkong. Kini Anda dapat vote The S.I.G.I.T atau band-band lokal lainnya untuk mewakili Indonesia pada festival musik Rock and Roots yang akan berlangsung di Singapura akhir Maret 2012 ini.
5. Gugun and The Blues Shelter
Trio asal Jakarta, Gugun and The Blues Shelter telah membawa musik Blues Indonesia ke kancah internasional. Gugun membuktikan bahwa musik blues tidak hanya milik musisi Afrika Amerika. Sejauh ini Gugun and The Blues Shelter telah bermain di Malaysia, Singapura, Shanghai dan Inggris. Pada panggung mereka di Inggris, Gugun and The Blues Shelter bermain bersama nama-nama besar seperti Bon Jovi, Rod Stewart dan The Killers. Album kelima mereka yang bertajuk Solid Ground dirilis oleh Grooveyard Records yang berbasis di New York, Amerika Serikat.
Terungkap, Jelang Karam Kapten Kapal Titanic Mabuk?
Namun, apa pemicunya, sampai kini belum diketahui. Sejumlah spekulasi yang beredar menyebut, kapal berlayar terlalu cepat, faktor kelalaian manusia, supermoon, hingga hal yang mistis: kutukan mumi.
Dugaan baru kini muncul, menuding kaptel kapal, Edward Smith, sebagai pihak yang bertanggung jawab. Ia diduga mabuk di bar sesaat sebelum Titanic kandas.
Adalah dalam secarik surat yang ditulis Emily Richards, seorang penumpang yang jadi korban selamat yang menguak dugaan itu. Lembaran kertas itu dikirimkan kepada ibu mertuanya.
"Kapal menabrak gunung es pada Minggu malam pukul 11. Kapten sedang minum-minum di bar dan menyuruh orang lain untuk mengendalikan kapal. Ini kesalahannya," tulis Richards, seperti dimuat Daily Mail.
Surat itu, bersama surat kedua yang ditulis Richards setibanya di rumahnya di New York, ikut menjadi sorotan menyambut 100 tahun tragedi Titanic pada 1912. Richards saat itu berada di atas Titanic bersama dua putranya William dan Sibley, adiknya George dan Nellie, serta ibunya Elizabeth.
Saat Titanic menabrak gunung es sekitar pukul 22.20 pada 14 April 2012, rombongan Richards berhasil diselamatkan menggunakan sekoci. George menjadi satu-satunya korban tewas karena tetap berada di kapal.
Menurut Andrew Aldridge, si pelelang, kondisi kejiwaan Richards diperkirakan sedang guncang saat menulis surat karena orang yang dicintainya turut tewas dalam musibah.
Namun, ia tidak memungkiri bahwa klaim Richards yang cukup kontroversial memberi wawasan baru tentang aktivitas yang terjadi di detik-detik terakhir Titanic. Apalagi, klaimnya bertentangan dengan citra Smith yang selama ini dielu-elukan sebagai pahlawan karena memilih ikut tenggelam bersama kapalnya.
Menurut Una Reilly, seorang pakar Titanic, ini adalah pertama kalinya muncul klaim bahwa Kapten Smith mabuk di malam terjadinya musibah. Dia heran karena Richards tidak menyebutkan klaim ini dalam wawancara atau penyidikan.
"Anda tidak dapat memungkiri fakta bahwa Richards ada di sana. Namun, saya rasa keterangannya bahwa Kapten Smith minum-minum tidak dapat diverifikasi," ujarnya. "Bahkan ada patung Smith didirikan di kampung halamannya di Lichfield, Staffordshire. Jika memang ada karakternya yang jelek, saya rasa hal itu tidak akan terjadi. Lagipula, saya tidak dapat membayangkan dia akan minum-minum dengan penumpang." (art)
Facebook Rilis 'Interest List' Seperti Twitter
Interest List
Fitur ini berfungsi seperti fitur 'List' di Twitter, yakni agar pengguna bisa mencari teman atau page/halaman yang sesuai dengan minatnya. Topik Interest Lists antara lain teknologi, seni, hiburan, musik dan olahraga.
Fitur ini juga mirip dengan Circle di Google+ yang memungkinkan pengguna mengikuti (follow) orang atau semua halaman tertentu secara khusus. Dilansir Digital Trends, Jumat (9/3/2012), pengguna Facebook bisa membuat daftar mereka sendiri dan pengguna Facebook lainnya bisa mengikutinya dengan melakukan subscribe.
Manfaat lainnya, fitur ini juga membuat sebagian besar pengguna Facebook tak perlu subscribe banyak Facebook Pages untuk melihat semua update konten mereka.
Dengan Interest List, saat melihat Facebook feed, update dari Facebook Page yang difollow akan dikelompokkan dalam subscription yang telah dikelompokkan sesuai topik, tak lagi 'menyampah' di Facebook feed dengan semua update postingan.
Para pengiklan akan diuntungkan dengan kemampuan ini karena mereka bisa berpromosi di dalam List. Namun pengguna Facebook mungkin akan terganggu dengan banyaknya update dari sebuah page yang akan membanjiri Facebook feed.
Itu sebabnya, pengguna Facebook harus berhati-hati menentukan banyaknya page yang diikuti agar setiap updatenya tidak mengganggu.
10 Fakta Menarik iPad 'Tanpa Nama'
iPad terbaru (apple)
1. iPad terbaru dipasarkan mulai 16 Maret
iPad terbaru rencananya dipasarkan mulai 16 Maret 2012 di sejumlah negara yaitu Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Prancis, Jerman, Swiss dan Jepang.
2. Harga iPad terbaru mulai USD 499
iPad terbaru memiliki tiga pilihan berdasarkan besar memori internal yaitu 16, 32 dan 64GB. Harganya di Amerika Serikat adalah USD499 (16GB), USD 599 (32GB) dan USD699(64GB). Sedangkan untuk versi Wi Fi+4G berturut turut adalah USD629, USD729, serta USD829.
3. Prosesor iPad anyar adalah Apple A5X
Prosesor tablet PC ini adalah Apple A5X yang berbasis chip ARM. Prosesor ini masih dual core akan tetapi memiliki grafis quad core. Apple mengklaim kekuatan grafis di iPad terbaru lebih bagus daripada tablet berbasis Nvidia Tegra 3.
4. iPad baru memakai layar Retina Display
Sesuai prediksi sebelumnya, layar Retina Display akhirnya dipakai di iPad setelah sebelumnya hanya ada di smartphone iPhone 4 dan 4S. Dengan resolusi 2048 x 1536 pixel, tampilan diklaim sangat jernih.
5. Kamera iPad baru beresolusi 5 megapixel
Kamera 5MP di iPad ini disebut sebagai iSight. Pengguna dapat merekam video full HD1080p. Berbagai fasilitas kamera pun tersedia seperti auto face detection, auto focus lock dan image stabilisation untuk video.
6. Dapat didikte untuk menulis catatan
Fasilitas dikte kini ada di iOS 5.1 yang dipakai di iPad generasi terbaru. Pengguna bisa menulis cukup dengan mendikte dengan sebelumnya menekan mikrofon di keyboard. Dan iPad akan mengkonversi kata menjadi huruf. Fasilitas ini bisa dipakai menulis pesan, pencarian online dan sebagainya.
7. Berbagai aplikasi baru
Aplikasi baru diumumkan untuk iPad anyar ini, seperti misalnya iPhoto. Tool ini kelihatan cukup bagus untuk mengedit foto. Sedangkan iMovie kini dapat memakai video 1080p. Ada juga versi baru Garage Band.
8. Konektivitas 4G LTE
Konektivitas 4G LTE (Long Term Evolution) yang kecepatannya bisa mencapai 73Mbps hanya tersedia untuk Amerika Utara saja. Terdapat juga konektivitas 21Mbps HSPA+, DC-HSDPA 42Mbps. User juga bisa memakai iPad baru sebagai Personal Hotspot.
9. Baterai bertahan 10 jam
Sama seperti iPad sebelumnya, baterai di iPad baru diklaim dapat bertahan 10 jam atau 9 jam jika tersambung dalam konektivitas LTE.
10. Ketebalan iPad baru 9,4 mm
iPad baru punya ketebalan 9,4mm dan berat 652 gram. Untuk versi WiFi+4G sedikit lebih berat, yaitu 662 gram.
Tembus Keamanan Google Chrome, Hacker Gondol Rp 550 Juta
Chrome (ist)
Sergey Glazunov, hacker asal Rusia ini menemukan celah keamanan remote code execution di browser Chrome. Dia mendemonstrasikan bagaimana memanfaatkan celah itu untuk lolos dari Chrome sandbox, sebuah sistem untuk memblokir hacker yang ingin mengontrol perangkat pengguna.
Sesudah lolos, dia pun berhasil menjalankan kode yang tidak terotorisasi di sistem komputer Windows 7. Kebolehannya itu dipertunjukkan pada kontes Google Pwnium yang diadakan Google di Kanada.
Pada kontes tersebut, Google menyediakan hadiah uang tunai pada para hacker yang berhasil menembus sistem keamanannya. Total hadiah yang disediakan mencapai USD 1 juta.
"Ekspoitasi yang dilakukannya impresif. Hal itu memerlukan pemahaman mendalam tentang bagaimana Chrome bekerja. Sungguh sangat sulit dan itu sebabnya kami membayarnya USD 60 ribu," tukas Justin Schuh, teknisi Google Chrome.
Google pun langsung menambal celah keamanan yang ditemukan Sergey sehingga browser Google Chrome pun menjadi lebih aman digunakan. Demikian seperti dilansir Telegraph, Jumat (9/3/2012).
Asal mula garam Sepang (kalteng)
Alkisah pada zaman dahulu kala, di Desa Sepang (sekarang Kecamatan Sepang), Kalimantan Tengah, hiduplah seorang janda yang bernama Emas. Ia hidup bersama dengan putrinya yang bernama Tumbai. Tumbai adalah gadis yang cantik nan rupawan. Ia juga baik hati dan sangat ramah kepada setiap orang. Setiap pemuda yang melihatnya berkeinginan untuk menjadi pendamping hidupnya. Oleh karena itu, banyak pemuda yang datang untuk meminangnya. Namun, Tumbai selalu menolak setiap pinangan yang datang kepadanya. Ibunya sangat gelisah melihat sikap Tumbai. Meskipun ibunya sudah berusaha membujuk Tumbai agar menerima salah satu pinangan, Tumbai tetap saja menolak.
Tumbai sangat mengerti kerisauan ibunya. Akan tetapi, apa yang pernah ia ucapkan tidak mungkin ditariknya kembali. Tumbai sudah bertekad keras mengajukan syarat kepada setiap pemuda yang meminangnya. Syarat itu sangat berat dan terasa mustahil untuk diwujudkan, yaitu mengubah sumber air tawar Sepang menjadi asin seperti air laut. Ibunya tidak habis pikir, bagaimana mungkin hal itu diwujudkan? Oleh karena itu, ia meminta kepada Tumbai agar syarat itu dihilangkan. “Anakku, sebaiknya kamu pikirkan lagi syarat-syaratmu itu,” kata ibunya. “Mana ada yang bisa memenuhi permintaanmu itu?” tambah ibunya mendesak. “Tidak, Ibu. Saya sudah memikirkannya siang dan malam. Begitulah petunjuk yang saya peroleh melalui mimpi. Pasti ada yang dapat memenuhi permintaan saya. Siapapun pemuda itu, dialah yang akan menjadi suami saya,” tegas Tumbai kepada ibunya.
Melihat keteguhan hati anaknya, ibu Tumbai tidak pernah menyinggung hal itu lagi. Akan tetapi hatinya tetap menyimpan kecemasan yang luar biasa. Ia khawatir anaknya tidak memperoleh jodoh, karena tidak ada pemuda yang sanggup memenuhi persyaratannya. Meskipun demikian, ibunya tidak pernah putus asa. Setiap malam ia selalu berdoa kepada Tuhan agar keinginan anaknya itu segera terkabul. “Ya Tuhan! Kabulkanlah keinginan putriku, semoga ada pemuda yang mampu memenuhi persyaratannya!” doa ibu Tumbai.
Rupanya doa ibu Tumbai dikabulkan oleh Tuhan. Pada suatu hari, datanglah seorang pemuda tampan dari daerah hilir Sungai Barito menemui Tumbai dan ibunya. Kedatangannya disambut dengan baik oleh Tumbai dan ibunya. Pemuda tampan itu kemudian mengutarakan maksud kedatangannya yaitu untuk meminang Tumbai. “Maaf, Ibu. Saya datang ke sini bermaksud untuk meminang putri ibu,” kata pemuda itu. “Wahai Tuan yang budiman, anakku tidak meminta maskawin yang mahal, tetapi ia hanya mengajukan syarat yang harus dipenuhi sebagai maskawinnya. Apakah Tuan sudah pernah mendengarnya?” tanya ibu Tumbai. “Sudah, Ibu. Bukankah putri Ibu menginginkan sumber air Sepang yang tawar itu menjadi air asin seperti air laut?” tanya pemuda itu dengan ramah. “Betul Tuan! Memang itulah yang diinginkan oleh putri saya. Apakah Tuan bersedia memenuhi syarat itu?” tanya ibu Tumbai. Pertanyaan itu membuat pemuda itu merasa tertantang. Ia pun segera menyanggupi persyaratan Tumbai. “Baiklah! Saya akan mencobanya, Ibu. Mohon doa restu Ibu agar saya dapat memenuhi permintaan putri Ibu,” kata pemuda tampan itu dengan rendah hati.
Ibu Tumbai pun mengizinkan pemuda yang terlihat baik itu untuk mencoba memenuhi persyaratan yang diajukan anaknya. “Semoga dia dapat memenuhi permintaan anakku,” kata ibu Tumbai dalam hati saat mengantar pemuda tampan itu keluar dari rumahnya. Orang-orang yang ada di kampung itu menganggapnya sebagai orang gila. Menurut mereka, mustahil ia mampu mengubah sumber air tawar di sungai menjadi sumber air asin seperti air laut. Pemuda tampan itu tidak peduli terhadap omongan orang-orang tersebut. Dengan kesaktian yang dimilikinya, ia bertekad untuk memenuhi persyaratan gadis cantik itu.
Pemuda tampan itu pun berdoa kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Ia duduk bersila di atas lempengan batu di sekitar sumber air tawar Sepang itu. Setelah ia berhari-hari berdoa, atas kekuasaan Tuhan, sumber air tawar di Sepang tiba-tiba berubah menjadi sumber air asin, seperti air laut. Semua orang yang tadinya meragukan kemampuan pemuda itu datang untuk membuktikannya. Setelah mereka mencicipi air tawar di Sepang itu, ternyata memang rasanya telah berubah menjadi asin. Kini, mereka mengakui kehebatan pemuda tampan itu yang mampu mengubah sumber air tawar di Sepang menjadi sumber air asin, seperti air laut.
Dengan demikian, terpenuhilah syarat yang telah diajukan Tumbai. Pinangan pemuda tampan itu pun diterima. Sesuai janji Tumbai, pemuda itu dibebaskan dari pembayaran maskawin. Ibu Tumbai sangat senang sekali. Kerisauannya terhadap anaknya tidak mendapat jodoh, telah hilang. Ia sangat bangga terhadap calon menantunya yang tampan itu. Kemudian, ibu Tumbai pun mulai sibuk mempersiapkan segala sesuatunya untuk menggelar pesta pernikahan anaknya. Tidak ketinggalan pula, para tetangga Tumbai ikut sibuk membantunya.
Akhirnya, Tumbai dan suaminya hidup bahagia dan sejahtera. Mereka hidup dengan mengusahakan sumber air asin menjadi garam. Mereka menjadi kaya-raya. Penduduk di sekitarnya juga melakukan usaha yang sama, sehingga mereka pun turut menjadi kaya-raya. Seluruh penduduk Sepang menjadi makmur dan berkecukupan.
Hingga kini, masyarakat Kahayan Hulu menganggap cerita di atas benar-benar pernah terjadi, karena air di Sungai Kahayan itu sebagian memang ada yang terasa asin.
http://www.ziddu.com/download/18823505/asalmulagaramsepang.doc.html
Legenda Ikan Patin (kalteng)

Pada suatu hari, seorang pemuda tampan dan kaya yang bernama Awangku Usop lewat di depan rumah Dayang Kumunah. Pemuda itu melihatnya sedang menjemur pakaian. Saat itu pula, Awangku Usop langsung jatuh hati kepada Dayang Kumunah dan berniat memperistrinya. Beberapa hari kemudian, Awangku Usop datang ke rumah Dayang Kumunah untuk meminangnya. Dayang Kumunah bersedia menerima pinangan Awang Usop, asalkan ia juga bersedia memenuhi syaratnya. Syarat apa yang akan diajukan Dayang Kumunah kepada Awang Usop? Mampukah Awang Usop memenuhi syarat itu? Ingin tahu kisah selengkapnya? Ikuti kisahnya dalam cerita Legenda Ikan Patin berikut ini.
Alkisah, pada zaman dahulu kala, di Tanah Melayu hiduplah seorang nelayan tua yang bernama Awang Gading. Ia tinggal seorang diri di tepi sebuah sungai yang luas dan jernih. Walaupun hidup seorang diri, Awang Gading selalu merasa bahagia. Ia mensyukuri setiap nikmat yang diberikan Tuhan kepadanya. Pekerajaan sehari-harinya adalah menangkap ikan di sungai dan mencari kayu di hutan.
Suatu sore, sepulang dari hutan, Awang Gading pergi mengail di sungai. “Ah, semoga hari ini aku mendapat ikan besar,” gumam Awang Gading. Usai melemparkan kailnya ke dalam air, ia berdendang sambil menunggu kailnya. Berapa saat kemudian, umpannya pun di makan ikan. Dengan hati-hati disentakkannya kail itu. Apa yang terjadi? Ternyata ikannya terlepas. Lalu dipasangnya lagi umpan pada mata kailnya. Berkali-kali umpannya di makan ikan, namun saat kailnya ditarik, ikannya terlepas lagi.
“Air pasang telan ke insang
Air surut telan ke perut
Renggutlah…!
Biar putus jangan rabut,”
terdengar dendang Awang Gading sambil melempar pancingnya kembali.
Hari sudah mulai gelap. Namun, tak seekor ikan pun yang diperolehnya. “Rupanya, aku belum beruntung hari ini,” gumam Awang Gading. Usai bergumam, Awang Gading pun bergegas pulang. Namun, baru saja melangkah, tiba-tiba ia mendegar tangisan bayi. Dengan perasaan takut, Awang Gading mencari asal suara itu. Tak lama mencari, ia pun menemukan bayi perempuan yang mungil tergolek di atas batu. Tampaknya bayi itu baru saja dilahirkan oleh ibunya. Anak siapa gerangan? Kasihan, ditinggal seorang diri di tepi sungai,” Ucap Awang Gading dalam hati. Oleh karena merasa iba, dibawanya bayi itu pulang ke gubuknya.
Malam itu juga Awang Gading membawa bayi ke rumah tetua kampung. “Awang, berbahagialah, karena kamu dipercaya raja penghuni sungai untuk memelihara anaknya. Rawatlah ia dengan baik,” Tetua Kampung berpesan. “Terima kasih, Tetua! Saya akan merawat bayi ini dengan baik. Semoga kelak menjadi anak yang cerdas dan berbudi pekerti yang baik,” jawab Awang Gading mengharap.
Keesokan harinya, Awang Gading mengadakan selamatan atas hadirnya bayi di tengah kehidupannya. Ia mengundang seluruh tetangganya. Awang Gading memberi nama bayi itu Dayang Kumunah. Usai acara tersebut, Awang Gading menimang-nimang sang bayi sambil mendendang, “Dayang sayang, anakku seorang…Cepatlah besar menjadi gadis dambaan.”
Kehadiran Dayang Kumunah dalam kehidupannya, membuat Awang Gading semakin giat bekerja. Ia sangat sayang dan perhatian terhadap Dayang. Awang Gading juga membekali Dayang Kumunah berbagai ilmu pengetuhan dan pelajaran budi pekerti. Setiap hari ia juga mengajak Dayang pergi mengail atau mencari kayu di hutan untuk mengenal kehidupan alam lebih dekat.
Waktu terus berjalan. Dayang Kumunah tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik dan berbudi pekerti luhur. Ia juga sangat rajin membantu ayahnya. Namun sayang, Dayang Kumunah tidak pernah tertawa.
Suatu hari, seorang pemuda tampan dan kaya lewat di depan rumah Dayang. Pemuda itu bernama Awangku Usop. Saat melihat Dayang Kumunah sedang menjemur pakaian, Awangku Usop langsung jatuh hati kepadanya dan berniat untuk segera meminangnya.
Beberapa hari kemudian, Awangku Usop meminang Dayang Kumunah pada Awang Gading.
“Maaf, Tuan! Nama saya Awangku Usop. Saya dari desa sebelah,” kata Usop memperkenalkan diri.
“Ada apa gerangan, Ananda Awangku Usop?” tanya Awang Gading.
“Saya ke mari hendak meminang putri Tuan” pinang Awangku Usop.
Awang Gading tidak langsung memberikan jawaban. Keputusannya ada pada Dayang Kumunah. Lalu ia meminta pendapat Dayang Kumunah. “Anakku, Dayang! Bagaimana pendapatmu tentang pinangan Awangku Usop?” tanya Awang Gading pada Dayang yang sedang duduk di sampingya. Dayang Kumunah langsung menanggapi pinangan pemuda itu. “Kanda Usop, sebenarnya kita berasal dari dua dunia yang berbeda. Saya berasal dari sungai dan mempunyai kebiasaan yang berlainan dengan manusia. Saya bersedia menjadi istri kanda Usop, tetapi dengan syarat, jangan pernah meminta saya untuk tertawa,” pinta Dayang Kumunah. Awangku Usop menyanggupi syarat itu. “Baiklah! Saya berjanji untuk memenuhi syarat itu,” kata Awangku Usop.
Seminggu kemudian, mereka pun menikah. Pesta pernikahan mereka berlangsung meriah. Semua kerabat dan tetangga kedua mempelai diundang. Para undangan turut gembira menyaksikan kedua pasangan yang serasi tersebut. Dayang Kumunah gadis yang sangat cantik dan Awangku Usop seorang pemuda yang sangat tampan. Mereka pun hidup berbahagia, saling mencintai dan saling menyayangi.
Namun, kebahagiaan mereka tidak berlangsung lama. Beberapa minggu setelah mereka menikah, Awang Gading meninggal dunia karena sakit. Dayang Kumunah sangat sedih kehilangan ayah yang telah mendidik dan membesarkannya, meskipun bukan ayah kandungnya sendiri. Hingga berbulan-bulan lamanya, hati Dayang Kumunah diselimuti perasaan sedih. Untungnya, kesedihan itu segera terobati dengan kelahiran anak-anaknya yang berjumlah lima orang. Kehadiran mereka telah menghapus ingatan Dayang Kumunah kepada “ayahnya”. Ia pun kembali bahagia hidup bersama suami dan kelima anaknya.
Namun, Awang Usop merasa kebahagiaan mereka kurang lengkap sebelum melihat Dayang Kumunah tertawa. Memang, sejak pertama kali bertemu hingga kini, Awang Usop belum pernah melihat istrinya tertawa.
Suatu sore, Dayang Kumunah berkumpul bersama keluarganya di teras rumah. Saat itu, si Bungsu mulai dapat berjalan dengan tertatih-tatih. Semua anggota keluarga tertawa bahagia melihatnya, kecuali Dayang Kumunah. Awang Usop meminta istrinya ikut tertawa. Dayang Kumunah menolaknya, namun suaminya terus mendesak. Akhirnya ia pun menuruti keinginan suaminya. Saat tertawa itulah, tiba-tiba tampak insang ikan di mulutnya. Menyadari hal itu, Dayang Kumunah segera berlari ke arah sungai. Awangku Usop beserta anak-anaknya heran dan mengikutinya.
Sesampainya di tepi sungai, perlahan-lahan tubuh Dayang Kumunah menjelma menjadi ikan dan segera melompat ke dalam air. Awang Usop pun baru menyadari kekhilafannya. “Maafkan aku, istriku! Aku sangat menyesal telah melanggar janjiku sendiri, karena memintamu untuk tertawa. Kembalilah ke rumah, istriku!” bujuk Awangku Usop.
Namun, semua sudah terlambat. Dayang Kumunah telah terjun ke sungai. Ia telah menjadi ikan dengan bentuk badan cantik dan kulit mengilat tanpa sisik. Mukanya menyerupai raut wajah manusia. Ekornya seolah-olah sepasang kaki manusia yang bersilang. Orang-orang menyebutnya ikan patin.
Sebelum menyelam ke dalam air, Dayang Kumunah berpesan kepada suaminya, “Kanda, peliharalah anak-anak kita dengan baik.”
Awangku Usop dan anak-anaknya sangat bersedih melihat Dayang Kumunah yang sangat mereka cintai itu telah menjadi ikan. Mereka pun berjanji tidak akan makan ikan patin, karena dianggap sebagai keluarga mereka. Itulah sebabnya sebagian orang Melayu tidak makan ikan patin.
* * *
Cerita rakyat di atas termasuk ke dalam cerita teladan yang mengandung nilai-nilai moral. Nilai-nilai tersebut di antaranya kewajiban mendidik anak, berbudi pekerti luhur, dan pantangan melanggar janji. Sifat kewajiban mendidik anak tercermin pada sifat Awang Gading yang telah mendidik dan membekali berbagai ilmu pengetahuan dan budi pekerti pada Dayang Kumunah. Sifat berbudi pekerti luhur tercermin pada sifat Dayang Kumunah. Meskipun cantik, ia tetap tidak sombong. Sementara itu pantangan yang dilanggar oleh Awangku Usop adalah melanggar janji. Ia telah mengingkari janjinya untuk tidak meminta Dayang Kumunah tertawa.
Mendidik anak dengan baik dan budi pekerti luhur patut untuk dijadikan sebagai suri teladan dalam kehidupan sehari-hari. Bagi orang Melayu, mendidik anak adalah kewajiban orang tua, karena telah menjadi perintah ajaran agama dan adat lembaga. Mendidik dan memelihara anak tidak boleh diabaikan, karena kewajiban orang tua dalam mendidik anak tidak hanya dipertanggungjawabkan di dunia, tetapi juga di akhirat kelak. Oleh karena itu, sifat ini sangat diutamakan dalam kehidupan orang-orang Melayu. Banyak petuah amanah yang berkaitan dengan mendidik anak yang diwariskan dalam budaya Melayu, salah satu di antaranya adalah seperti berikut:
anak dididik sejak kecil
anak diajar sejak terpancar
anak dibela selamanya
Sementara sifat suka mengingkari janji sangat dipantangkan dalam kehidupan orang-orang Melayu, karena sifat ini termasuk salah satu ciri orang munafik. Petuah amanah tentang sifat munafik juga banyak diwariskan dalam budaya Melayu, di antaranya seperti berikut:
apa tanda orang munafik,
lidah bercabang, akal berbalik
http://www.ziddu.com/download/18823475/legendaikanpatin.doc.html
Palui (kalteng)

Alkisah, di sebuah kampung di daerah
Kalimantan Tengah, hiduplah sepasang
suami-istri bersama empat orang anaknya
yang masih berumur belasan tahun. Untuk
memenuhi kebutuhan keluarganya, sang
Suami mencari ikan di sungai. Dalam
mencari ikan, Sang Ayah biasanya dibantu
oleh anak sulungnya yang bernama Palui.
Pada suatu hari, sang Ayah sakit, sehingga untuk mencari ikan Palui harus
berangkat sendiri ke sungai. Sesampainya di sungai, Palui segera memasang
jaringnya. Setelah itu, ia duduk di tepi sungai sambil menunggu ikan-ikan
terperangkap jaringnya. Setelah beberapa lama menunggu, ia turun ke sungai
untuk memeriksa jaringnya. Usai diperiksa, ternyata jaringnya masih tetap
kosong. Palui memasang kembali jaringnya dan kemudian duduk di tepi sungai
sambil bersiul-siul. Kali ini, ia membiarkan jaringnya terpasang agak lama
dengan harapan bisa memperoleh ikan yang banyak. Namun, Palui benar-
benar sial hari itu, di jaringnya tak seekor ikan pun yang terperangka.
“Aneh, kenapa tak seekor ikan pun yang terperangkap? Jangan-jangan jaring
ini robek,” pikirnya.
Setelah diteliti secara seksama, tak satu pun lubang yang ia temukan. Oleh
karena kesal dan kecewa, akhirnya Palui memutuskan untuk berhenti
memancing dan ingin beristirahat sejenak di bawah sebuah pohon beringin
yang berada di tepi sungai. Tengah asyik menikmati sejuknya hawa dingin di
bawah pohon itu, tiba-tiba ia dikejutkan oleh sebuah benda kecil berwarna
merah menimpa dirinya. Ketika menengadahkan wajahnya ke atas pohon, ia
melihat buah beringin yang sangat lebat. Ada yang berwarna kuning dan ada
pula yang merah. Saat akan mengalihkan pandangannya, tiba-tiba ranting-
ranting pohon itu bergerak-gerak.
“Hai, ada apa di balik ranting itu?” gumamnya.
Setelah diamati dengan seksama, ia melihat beraneka ragam burung seperti
baliang, tingang, punai dan murai sedang makan buah beringin. Melihat
kawanan burung itu, rasa sedih dan kecewanya sedikit terobati dan berniat
untuk menangkapnya. Pohon beringin itu cukup tinggi. Namun hal itu tidak
membuat Palui mengurungkan niatnya untuk menangkap burung-burung
tersebut. Ketika akan naik ke atas pohon, tiba-tiba ada sesuatu yang
mengganjal di pikirannya.
“Ah, tidak mungkin aku bisa menangkap kawanan burung itu dengan tangan
kosong. Tapi, dengan apa aku bisa menangkap mereka?” tanya Palui dalam
hati bingung.
Setelah berpikir sejenak, Palui langsung teringat pada jaring ikannya.
“Ahah, kalau begitu, jaring ini akan kugunakan sebagai perangkap untuk
menangkap kawanan burung itu,” gumamnya.
Dengan penuh semangat, Palui pun segera memanjat pohon itu sambil
membawa jaring ikannya. Melihat kedatangan Palui, kawanan burung yang
sedang berpesta makan itu merasa terusik dan langsung beterbangan
meninggalkan pohon. Sementara Palui terus saja naik tinggi ke atas pohon
dan segera memasang jaringnya mengintari ranting-ranting yang berbuah
lebat. Ia mengingkatkan tali jaringnya pada batang bohon beringin dengan
kuat. Setelah yakin benar bahwa jaring yang telah dipasangnya sudah kuat,
ia pun segera turun dari pohon dan segera menuju ke jukungnya yang sedang
ditambatkan di tepi sungai. Palui bermaksud pulang ke rumahnya dan
membiarkan jaringnya di atas pohon itu. Ia mengayuh jukungnya sambil
bersiul-siul membayangkan burung-burung itu terperangkap di dalam
jaringnya.
Setelah dua hari, ia pergi memeriksa jaring perangkapnya. Dengan penuh
harapan, ia mengayuh perahunya dengan cepat ke arah tepi sungai tempat
pohon beringin itu berada. Sesampainya di bawah pohon beringin, ia pun
menambatkan jukungnya pada sebuah batang kayu dan segera melompat ke
darat. Dari bawah pohon beringin itu, ia melihat jaring perangkapnya sedang
bergerak-gerak. Setelah diamati, ternyata banyak sekali burung yang
terperangkap di dalam jaringnya. Tanpa menunggu lama, ia pun langsung naik
ke atas pohon. Sesampainya di atas, ia berdecak kagum melihat beraneka
burung yang bulunya berwarna-warni, berukuran besar mapun kecil
menggelepar-gelepar di dalam jaringnya.
“Waaah, indah sekali warna bulu burung-burung ini,” ucapnya.
Usai mengungkapkan rasa kagumnya, tiba-tiba Palui dihinggapi rasa bingung.
“Mau diapakan burung sebanyak ini?” gumam Palui.
Pada mulanya, Palui berniat untuk membunuh kawanan burung itu. Tapi
karena sayang pada burung-burung tersebut, akhirnya ia mengurungkan
niatnya. Setelah itu, ia kembali berpikir bahwa seandainya burung-burung itu
dibawa pulang, ia akan kesulitan membawanya. Akhirnya, ia memutuskan
untuk memeliharanya. Ia kemudian memotong-motong tali panjang yang
dibawanya dari rumah, lalu mengikat kaki burung-burung tersebut satu per
satu dan mengikatkannya pada pinggangnya. Setelah sekeliling pinggangnya
penuh, ia mengikatkannya pada anggota badannya yang lain.
Sementara mengikat burung yang lain, beberapa burung yang sudah terikat
mulai mengepak-ngepakkan sayapnya hendak terbang. Ketika sedang
mengikat burung yang terakhir, tiba-tiba Palui merasa tubuhnya menjadi
ringan. Makin lama makin ringan. Tubuhnya kian mengambang dan terus
meninggi. Ia baru sadar bahwa dirinya diterbangkan burung ketika tubuhnya
sedang melayang-layang di udara. Kawanan burung tersebut terbang menuju
ke arah kampung tempat tinggal Palui.
Betapa senang dan gembiranya hati Palui. Ia tertawa bangga diterbangkan
oleh kawanan burung tersebut.
“Kalian baik sekali, burung! Aku tidak perlu lagi mengeluarkan tenaga untuk
mengayuh jukungku pulang ke rumah,” kata Palui kepada burung-burung itu.
Semakin lama, Palu bersama kawanan burung itu terbang semakin tinggi.
Palui sangat gembira bisa melihat pemandangan baru. Ia bisa melihat danau
dan sungai yang terbentang dan berliku-liku.
Tidak jauh dari depannya, Palui melihat kampung tempat tinggalnya.
“Hai, itu kampungku!” seru Palui.
Saat berada di atas perkampungan, Palui kembali berteriak, “Itu rumahku!”
Dalam hati, Palui berkata bahwa pasti ayah, ibu, dan adik-adiknya akan
senang melihat dirinya terbang bersama burung-burung itu. Ketika kawanan
burung itu terbang mendekat ke atas rumahnya, Palui melihat adik-adiknya
sedang bermain-main di halaman rumah.
“Adik! Aku Terbang!” teriak Palui menarik perhatian adik-adiknya.
Melihat kakaknya terbang bersama kawanan burung itu, salah seorang
adiknya berteriak, “Kak Palui! Aku ikut terbang!”
“Tidak usah adikku! Kakak sudah mau turun!” teriak Palui.
Palui kemudian menyuruh kawanan burung itu agar menurunkannya di
halaman rumah. Namun kawanan burung itu tetap membawanya terbang
berputar-putar di atas rumah-rumah penduduk. Palui pun mulai panik dan
takut kalau-kalau kawanan burung itu membawanya terbang ke mana-mana.
“Tolong... Tolong...! Tolong aku, Ibu!” teriak Palui ketakutan.
Ibunya yang mendengar terikannya itu segera keluar dari rumah. Alangkah
terkejutnya saat ia melihat Palui diterbangkan burung dan berteriak meminta
tolong.
“Ibu... Tolong aku!” Palui kembali berteriak.
“Palui! Lepaskan ikatan burung itu satu-satu!” teriak Ibunya.
Palui pun menuruti saran ibunya. Ia segera melepaskan ikatan burung itu dari
pinggangnya satu per satu. Setelah melepaskan ikatan beberapa ekor burung,
ia pun mulai terbang merendah. Melihat hal itu, hati Pulai mulai lega.
Kemudian ia melepaskan lagi ikatan beberapa ekor burung yang terikat pada
anggota badannya. Akhirnya, Palui beserta beberapa burung yang masih
tersisa jatuh di halaman rumahnya. Meskipun dirinya selamat, tapi jantung
Palui masih berdetak kencang karena panik. Adik-adiknya pun segera
menghampirinya.
“Hore... Hore... Kak Palui selamat!” teriak adik-adiknya dengan riang
gembira.
Tak berapa lama, ibunya pun datang dan mendekatinya.
“Palui... Palui...! Kamu ini aneh-aneh saja kelakuanmu. Untuk apa burung-
burung itu kamu ikatkan di tubuhmu. Untungnya kamu tidak dibawa pergi
jauh oleh burung-burung itu. Makanya, kalau mau bertindak dipikir dulu
akibatnya!” ujar ibunya.
Palui hanya diam sambil menunduk, karena merasa ia memang bersalah dan
telah bertindak ceroboh.
“Maafkan Palui, Bu! Palui sangat menyesal dan berjanji untuk tidak
mengulanginya lagi,’ kata Palui.
Setelah itu, Palui minta minum karena merasa haus sekali setelah dilanda
kepanikan. Usai minum, Palui meminta izin kepada ibunya untuk memanggang
beberapa ekor burung hasil tangkapannya yang masih tersisa. Kemudian, ia
segera menyembelih dan membersihkan burung-burung itu, sedangkan ketiga
adiknya sibuk menyiapkan perapian. Setelah bersih dan perapian siap, Palui
dibantu adiknya segera memanggang burung-burung itu. Beberapa saat
kemudian, terciumlah aroma sedap yang membangkitkan selera makan.
Burung panggang pun siap untuk disantap. Palui bersama adik-adiknya segera
menggelar lampit. Keluarga Palui duduk melingkar. Mereka sudah tidak sabar
lagi ingin menikmati lezatnya burung panggang. Sang Ibu pun segera
menghidangkan burung pangang itu bersama sambal terong asam dan nasi
hangat. Mereka makan dengan lahap sekali. Meski demikian, tidak serta
merta lauk lezat itu langsung habis. Burung panggang itu masih banyak yang
tersisa, sehingga selama tiga hari Palui bersama keluarganya masih makan
lauk yang sama, yakni burung panggang.
http://www.ziddu.com/download/18823417/palui.doc.html
Dohong dan Tingang Dohong dan Tingang (kalteng)



Alkisah, pada zaman dahulu kala, di daerah Kalimantan Tengah ada sebuah kerajaan yang bernama Kerajaan Kalang. Raja yang memerintah kerajaan tersebut mempunyai seorang putri yang cantik jelita bernama Putri Intan. Selain cantik, Putri Intan adalah seorang gadis yang berperangai baik, santun dalam berbicara, sopan dalam bergaul, dan hormat kepada yang tua. Tak heran, jika seluruh rakyat negeri itu sayang dan hormat kepadanya, kecuali seorang dayang istana. Setiap kali Putri Intan mendapat pujian dari rakyatnya, dayang yang satu ini selalu menunjukkan sikap tidak senang dan iri hati kepada sang Putri.
“Awas kau Putri! Suatu saat nanti aku akan menyingkirkanmu dari istana ini!” ucap dayang itu geram.
“Tapi, bagaimana caranya?” gumamnya bingung.
Setelah sekian lama berpikir, dayang itu pun menemukan sebuah cara untuk menyingkirkan Putri Intan dari istana.
“Hmmm... aku tahu caranya. Aku akan menyebarkan fitnah dengan menceritakan kepada semua orang bahwa Putri Intan selalu memperlakukanku secara semena-semana. Aku juga akan melaporkan kepada Raja bahwa ia selalu memeras rakyat,” pikirnya.
Keesokan harinya, dayang itu melaksanakan tipu muslihatnya. Dalam waktu tidak terlalu lama, fitnah tersebut telah menyebar hingga ke seluruh penjuru negeri. Seluruh rakyat pun terhasut oleh cerita yang dibuat-buat oleh dayang tersebut, sehingga mereka berubah sikap terhadap Putri Intan. Setelah berhasil menghasut seluruh rakyat negeri, dayang itu pun mencoba untuk menghasut sang Raja.
“Ampun, Baginda Raja! Perilaku putri Baginda benar-benar sudah keterlaluan. Ia telah membuat aib bagi keluarga istana. Sebagai seorang putri Raja, tidak sepantasnya ia berperilaku demikian. Untuk menjaga martabat kerajaan ini, sebaiknya Putri Intan dikeluarkan dari istana,” hasut dayang itu.
Tipu muslihat dan hasutan dayang itu berhasil memengaruhi Raja, sehingga ia pun menjadi benci kepada putrinya sendiri. Putri Intan pun mulai bingung melihat sikap orang-orang di sekitarnya, termasuk ayahandanya, yang tiba-tiba membencinya. Suatu hari, Putri Intan bertanya kepada ibundanya.
“Bunda! Apa salah Ananda hingga orang-orang membenci Ananda?”
“Putriku, barangkali ada ucapan atau perilaku Nanda yang kurang baik terhadap orang lain yang tidak Nanda sadari. Mulai sekarang, Nanda harus lebih berhati-hati dalam berucap dan bertindak,” ujar permaisuri.
Putri Intan semakin bingung, karena ia merasa bahwa selama ini tidak pernah menghina apalagi menganiaya orang lain. Oleh karena penasaran ingin mengetahui penyebabnya, ia pun bertanya kepada dayang-dayang dan inang pengasuhnya. Namun, tak satu pun di antara mereka yang mengetahuinya.
Sementara itu, si dayang yang iri hati tersebut terus menghasut sang Raja, sehingga kebencian sang Raja semakin menjadi-jadi. Berkali-kali sang Putri menghadap untuk menanyakan kesalahannya, namun sang Raja tidak menghiraukannya. Ia lebih percaya pada ucapan dayangnya tersebut. Akhirnya, suatu ketika sang Raja pun mengusir putrinya dari istana.
“Dasar, anak tidak tahu diri! Kamu tidak pantas menjadi putri kerajaan ini. Pergi dari istana ini!” usir sang Raja.
Dengan perasaan sedih dan deraian air mata, Putri Intan pergi meninggalkan istana. Ia berjalan terhuyung-huyung sambil berdoa kepada Tuhan.
“Ya Tuhan Yang Maha Adil tunjukkanlah keadilan-Mu kepada hamba! Siapakah yang menyebarkan fitnah ini?” ucap Putri Intan.
Sejak itu, Putri Intan menjadi rakyat biasa. Ia tinggal di pinggir hutan seorang diri karena semua warga telah membencinya. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, ia mencari buah-buahan dan berburu binatang di hutan sekitarnya. Ia menjalani hidupnya dengan pasrah dan tidak dendam kepada orang yang telah memfitnahnya. Namun, ia yakin bahwa cepat atau lambat keadilan pasti akan datang.
Suatu hari, Putri Intan sedang berburu binatang di hutan itu. Sudah setengah hari ia berburu namun belum juga mendapatkan binatang buruan. Ia pun memutuskan untuk berburu hingga ke tengah-tengah hutan. Setelah beberapa jauh berjalan, sampailah ia di tengah hutan yang sangat lebat. Di sekelilingnya terdapat banyak pohon besar yang daunnya sangat rindang. Suasana tempat itu agak gelap karena sinar matahari terlindung oleh lebatnya dedaunan. Saat mengamati keadaan di sekitarnya, tiba-tiba Putri Intan dikejutkan oleh suara tawa yang sangat menyeramkan.
“Hi... hi... hi... hi....!!!”
Mendengar suara itu, jantung Putri Intan tiba-tiba berdebar kencang. Ia pun mundur beberapa langkah sambil mengelus-elus dadanya karena ketakutan. Beberapa saat kemudian, tiba-tiba seorang nenek berdiri tidak jauh di depannya sedang memegang sebuah tongkat. Wajah nenek itu sangat mengerikan dan rambutnya panjang acak-acakan. Rupanya nenek itu baru saja menyelesaikan pertapaannya.
“Hai, gadis cantik! Kamu siapa dan kenapa berada di tengah hutan ini?” tanya nenek sihir itu.
“Aku Putri Intan. Aku diusir oleh ayahandaku dari istana,” jawab Putri Intan.
“Wah... kebetulan sekali aku bertemu dengan gadis yang terbuang. Aku ingin mencoba ilmu yang baru kuperoleh dari pertapaanku. Aku akan menyihirmu menjadi seeokor binatang,” kata nenek itu.
“Ampun, Nek! Jangan sihir aku!” pinta Putri Intan mengiba.
Berkali-kali Putri Intan mengiba, namun nenek sihir itu tidak menghiraukannya. Nenek itu kemudian membaca mantra sambil mengacung-acungkan tongkatnya. Tak pelak lagi, Putri Intan pun terkena sihir nenek itu dan serta merta berubah menjadi seekor burung tingang.
“Sihir di tubuhmu akan hilang jika kamu bertemu dengan pemuda yang akan membawamu kembali ke istana,” kata nenek itu.
Usai menyihir Putri Intan, nenek itu tiba-tiba menghilang entah ke mana, dan burung tingang jelmaan Putri Intan terbang ke sana kemari sambil berkicau merdu. Sejak itu, burung tingang hidup di tengah hutan tersebut. Ia terbang dari satu pohon ke pohon lainnya mencari makanan.
Pada suatu hari, burung tingang itu hinggap di sebuah pohon yang berbuah lebat. Betapa terkejutnya ia ketika akan meninggalkan pohon itu, kakinya terikat oleh perangkap sehingga tidak dapat bergerak. Berkali-kali ia meronta-ronta sambil mengepak-ngepakkan sayapnya hendak melepaskan diri, namun usahanya tetap gagal. Akhirnya, ia pun pasrah sambil berharap ada orang yang akan menolongnya.
Tak berapa lama kemudian, burung tingang mendengar langkah seseorang yang mendekat. Ia pun cepat-cepat berkicau merdu sambil meronta-ronta untuk menarik perhatian orang yang lewat itu. Beberapa saat kemudian, muncullah seorang pemuda tampan bernama Dohong. Ia bermaksud memeriksa perangkap yang dipasangnya kemarin. Rupanya, perangkap yang menjerat kaki burung tingang itu adalah miliknya.
Pemuda itu sangat gembira saat melihat seekor burung tingang meronta-ronta terkena perangkapnya. Tanpa berpikir panjang, ia pun segera naik ke atas pohon untuk mengambil burung tangkapannya. Setelah memasang kembali perangkapnya, pemuda itu mengamati burung itu secara seksama.
“Wah, cantik sekali burung ini! Bulunya indah dan halus, matanya bening berbinar, kicauannya pun sangat merdu. Selama hidupku, baru kali ini aku memperoleh burung secantik ini,” ucap Dohong dengan kagum.
Dengan perasaan senang, Dohong segera membawa pulang burung itu untuk dipelihara. Setibanya di pondok, ia pun memasukkannya ke dalam sebuah sangkar yang terbuat dari rotan. Setiap hari ia merawat burung tingang itu dengan sangat teliti.
Keesokan harinya, Dohong kembali ke tengah hutan untuk memeriksa perangkapnya. Namun, sial nasib Dohong hari itu, karena tak seekor pun burung yang diperolehnya. Ketika hari menjelang siang, ia pun memutuskan untuk kembali ke pondoknya, karena tidak kuat lagi menahan rasa lapar.
Betapa terkejutnya ketika Dohong sampai di pondoknya. Ia melihat makanan lezat telah tersaji dan siap untuk disantap. Makanan tersebut benar-benar membangkitkan seleranya, apalagi perutnya dalam keadaan lapar, sehingga Dohong tidak memikirkan lagi siapa orang yang telah menyiapkan makanan tersebut. Ia pun segera menyantap makanan tersebut dengan lahapnya.
Keesokan harinya, sepulang dari hutan, Dohong kembali mendapati makanan lezat telah tersaji di pondoknya. Kejadian aneh tersebut terulang hingga tiga hari berturut-turut. Dohong pun mulai penasaran ingin mengetahui siapa sebenarnya yang melakukan semua itu.
Pada hari berikutnya, pemuda tampan itu berpura-pura hendak memeriksa perangkapnya. Sebelum hari menjelang siang, ia masuk ke pondoknya dengan langkah hati-hati. Alangkah terkejutnya ketika ia melihat asap tebal keluar dari sangkar burungnya. Dalam sekejap, tiba-tiba seorang gadis cantik keluar dari asap itu. Ia sangat terpana melihat kencantikan gadis itu, dan kemudian menghampirinya.
“Hai, gadis cantik! Kamu siapa dan dari mana asalmu?” tanya Dohong.
“Ampun, Tuan! Aku adalah Putri Intan dari Kerajaan Kalang. Keberadaanku di sini karena nasib buruk telah menimpaku. Ayahandaku mengusirku dari istana. Setelah itu, seorang nenek menyihirku menjadi burung tingang saat aku berada di tengah hutan,” jelas Putri Intan.
“Maaf, Tuan Putri! Mengapa Tuan Putri diusir dari istana?” tanya Dohong ingin tahu.
Putri Intan pun menceritakan semua peristiwa yang dialaminya sampai ia berada di pondok pemuda itu. Setelah itu, ia meminta kepada Dohong agar mengantarnya kembali ke istana. Jika Dohong memenuhi permintaannya, maka sihir nenek itu akan hilang dengan sendirinya.
“Baiklah, Tuan Putri! Saya bersedia mengantar Tuan Putri ke istana,” kata Dohong.
Keesokan harinya, keduanya pun berangkat ke istana. Selama dalam perjalanan, Putri Intan pun tidak pernah lagi berubah wujud menjadi burung tingang. Pengaruh sihir nenek itu benar-benar telah hilang.
Sesampainya di istana, Dohong pun menceritakan semua yang dialami Putri Intan kepada Raja Kalang dan permaisuri. Akhirnya, Raja Kalang pun mengerti bahwa putrinya difitnah oleh seorang dayang istana. Seketika itu pula, ia mengumpulkan seluruh dayang-dayangnya. Setelah menanyai mereka satu persatu, akhirnya ia menemukan dayang yang telah memfitnah putrinya. Raja Kalang sangat menyesal karena lebih percaya pada kata-kata dayang itu daripada kata-kata putrinya.
“Maafkan Ayah, Putriku! Ayah telah membuatmu menderita, karena mengusirmu dari istana,” ucap Raja Kalang.
Setelah itu, Raja Kalang pun menghukum dayang itu dengan memasukkannya ke dalam penjara. Kemudian ia menikahkan Dohong dengan putrinya dan menobatkannya menjadi pewaris tahta Kerajaan Kalang. Dohong dan Putri Intan pun hidup berbahagia.
http://www.ziddu.com/download/18823383/dongongdantingang.doc.html