Aksi Selebriti, Perselingkuhan telah membuat hubungan Robert Pattinson dan Kristen Stewart berantakan. Namun kini, muncul foto-foto mesra pasangan itu. Apakah mereka bersama kembali?
Tentu saja tidak. Foto-foto itu tak lain adalah still terbaru TWILIGHT yang diambil sebelum berita perselingkuhan Kristen terkuak. Kini, foto-foto itu resmi dirilis dalam rangka promosi film TWILIGHT.
Dalam still tersebut, pasangan tersebut tampak dilanda cinta yang sangat dalam. Salah satu foto menggambarkan keduanya sedang berpose di taman bunga yang indah.
Foto lain juga menggambarkan keduanya saling berpelukan dan berpegangan tangan. Selain itu, ada beberapa gambar yang menunjukkan kebersamaan mereka dengan sang buah hati.
Tak ayal, foto-foto ini benar-benar membuat Twihard miris. Kemesraan yang tampak saat itu benar-benar bertolak belakang dengan apa yang terjadi sekarang.
Robsten berpisah sejak Kristen ketahuan berselingkuh dengan sutradara SNOW WHITE AND THE HUNTSMAN, Rupert Sanders. Pasangan itu telah sama-sama meninggalkan rumah yang mereka tinggali bersama. (dym/ris)
Sumber: kapanlagi.com
Happy Birthday Indonesia Jadi Trending Topic Dunia
Happy Birthday Indonesia menjadi salah satu trending topic di Twitter pada pagi hari ini, Jumat, 17 Agustus 2012. Berbagai ucapan selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-67 meramaikan linimasa sejak Jumat, 17 Agustus 2012 pagi.
Akun @pieceOfMyLife dalam kicauannya misalnya menulis, “244.775.796 people, 13.487 islands, more than 700 languages, 6 religions, 3 different timezones in 1 country. Happy Birthday, Indonesia.”
Sedangkan penyanyi muda berbakat Raisa Andriana melalui akun @raisa6690 menulis, “Happy birthday Indonesia. Ini persembahan aku untuk Indonesia. Please see my link http://youtube/FtNt45g9KZM #padamunegeri.”
Akun @listenMyMind menulis, “Happy Birthday Indonesia! Semoga para pemuda masa kini makin maju dan bisa membanggakan bangsa. #proud.”
Berdasarkan data Semiocast.com dan AworldofTweet.com pada Februari 2012 jumlah pengguna Twitter di Indonesia sebesar 19,5 juta orang. Angka ini menempati posisi kelima di dunia setelah Amerika Serikat (107 akun), Brazil (33 juta akun), Jepang (29 juta akun) dan Inggris (24 juta akun).
Menurut data yang sama, saat berkicau, Indonesia merupakan negara yang menulis kicauan ketiga terbanyak di dunia yaitu sebanyak 12 persen dari total jumlah tweet di seluruh dunia. Jadi jangan heran, Indonesia menjadi salah satu negara yang rutin menyumbang trending topic dunia.
Sumber : Tempo
BJ Habibie Jadi Pembina Upacara HUT RI Ke-67 Dunia Maya
Mantan Presiden Republik Indonesia ke-3, Bacharuddin Jusuf Habibie ternyata menjadi pembina upacara Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-67, Jumat 17 Agustus 2012.
Eits, jangan kaget dulu. Upacara ini bukan di Istana Negara. Tentu saja upacara ini juga tidak dilakukan di bawah terik matahari seperti layaknya upacara sesungguhnya.
BJ Habibie melalui akun @habibiecenter, ternyata menjadi pembina upacara dalam upacara digital HUT Kemerdekaan yang diselenggarakan oleh laman www.id-optimis.org dan ditayangkan melalui kicauan akun @id_optimis. (Baca: Ikut Upacara Bendera di Dunia Maya)
Selain BJ Habibie, yang bertindak sebagai pembina upacara adalah arsitek Ridwan Kamil lewat @ridwankamil, sutradara Ifa Isfansyah lewat akun @isfansyah dan sosialpreneur, Saptuari Sugiharto melalui akun @saptuari.
Tentu ada alasan tertentu, mengapa tokoh-tokoh ini menjadi pembina upacara. Mengenai BJ Habibie, akun @id_optimis menulis, “Bapak BJ Habibie adalah Presiden RI ke-3 yang mengajak generasi muda untuk bangkit dari eforia reformasi dan merebut kembali jam kerja yang hilang.”
Ridwan Kamil, kata @id_optimis, adalah arsitek yang peduli problem perkotaan dan mengajak warga untuk memerdekakan lingkungan sekitar.
Terpilihnya sutradara Ifa Isfansyah, akun @id_optimis mengungkapkan alasannya, ”Pembina Isfansyah adalah sutradara berbakat Indonesia yang mengajak kita merenungi peran lokalitas di zaman sekarang.”
Lalu, sosialpreneur Saptuari Sugiharto disebut sebagai sosok yang membuat gerakan Sedekah Rombongan, yang mengajak anak muda bekerja, peduli, dan ikhlas berbagi.
Upacara bendera digital ini berlangsung selayaknya upacara biasa. Ada pengibaran bendera merah, aba-aba untuk memberi hormat kepada sang saka merah putih, dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipimpin oleh dirigen @ShafiqPontoh dari Bandung. Ada juga amanat pembina upacara serta pembacaan teks Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.
Saat detik-detik proklamasi, akun @id_optimis juga mengajak para pengikutnya mengheningkan cipta di linimasa selama lima menit untuk mengenang perjuangan pahlawan bangsa.
Sejak Kamis kemarin 16 Agustus 2012, para pekicau telah meramaikan linimasa dengan tagar #17an dan #upacara. Akun @id_optimis pun membuat template kicauan yang bisa disalin tempel. Saat upacara bendera, akun ini juga menyediakan template yang dapat digunakan untuk berkicau di Twitter.
Sumber : Tempo
Katie Holmes Kemasi Barang-barangnya
Aksi Selebriti, Los Angeles, Selepas perceraiannya dengan Tom Cruise, artis Hollywood Katie Holmes mengemasi barang di kediaman tempat tinggalnya bersama Cruise. Katie berencana akan pindah ke New York.
Seperti dikutip Dailymail, sebuah truk pengangkut barang terlihat parkir di luar perumahan Bel Air Mansion, tempat tinggalnya bersama Tom untuk mengangkut barang Katie.
Barang tersebut kemudian di bawa ke suatu gudang penyimpanan barang rahasia.
Ini merupakan tanda kalau artis serial Dawson Creek ini benar-benar ingin melanjutkan hidup setelah bercerai dengan Cruise.
Katie dan anaknya Suri (6) pindah ke sebuah apartemen mewah di kawasan Sevent Avenue di Chelsea New York.
Apartemen ini dilengkapi beberapa sarana seperti tempat fitnes, jasa parkir valet, tempat jajanan, penjaga pintu dan tempat bermain anak-anak.
Banyak selebriti Hollywood lainnya yang tinggal di apartemen ini di antaranya desainer Marc Jacob dan mantan personel Nsync Lance Bass.
Sumber: kompas.com
Seperti dikutip Dailymail, sebuah truk pengangkut barang terlihat parkir di luar perumahan Bel Air Mansion, tempat tinggalnya bersama Tom untuk mengangkut barang Katie.
Barang tersebut kemudian di bawa ke suatu gudang penyimpanan barang rahasia.
Ini merupakan tanda kalau artis serial Dawson Creek ini benar-benar ingin melanjutkan hidup setelah bercerai dengan Cruise.
Katie dan anaknya Suri (6) pindah ke sebuah apartemen mewah di kawasan Sevent Avenue di Chelsea New York.
Apartemen ini dilengkapi beberapa sarana seperti tempat fitnes, jasa parkir valet, tempat jajanan, penjaga pintu dan tempat bermain anak-anak.
Banyak selebriti Hollywood lainnya yang tinggal di apartemen ini di antaranya desainer Marc Jacob dan mantan personel Nsync Lance Bass.
Sumber: kompas.com
Fakta Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Tahun 1945
Menjelang Kemerdekaan
- Pada tanggal 6 Agustus 1945 sebuah bom atom dijatuhkan di atas kota Hiroshima Jepang oleh Amerika Serikat yang mulai menurunkan moral semangat tentara Jepang di seluruh dunia. Sehari kemudian Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia BPUPKI, atau “Dokuritsu Junbi Cosakai”, berganti nama menjadi PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau disebut juga Dokuritsu Junbi Inkai dalam bahasa Jepang, untuk lebih menegaskan keinginan dan tujuan mencapai kemerdekaan Indonesia. Pada tanggal 9 Agustus 1945, bom atom kedua dijatuhkan di atas Nagasaki sehingga menyebabkan Jepang menyerah kepada Amerika Serikat dan sekutunya. Momen ini pun dimanfaatkan oleh Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaannya.
- Soekarno, Hatta selaku pimpinan PPKI dan Radjiman Wedyodiningrat sebagai mantan ketua BPUPKI diterbangkan ke Dalat, 250 km di sebelah timur laut Saigon, Vietnam untuk bertemu Marsekal Terauchi. Mereka dikabarkan bahwa pasukan Jepang sedang di ambang kekalahan dan akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia. Sementara itu di Indonesia, pada tanggal 14 Agustus 1945, Sutan Syahrir telah mendengar berita lewat radio bahwa Jepang telah menyerah kepada Sekutu. Para pejuang bawah tanah bersiap-siap memproklamasikan kemerdekaan RI, dan menolak bentuk kemerdekaan yang diberikan sebagai hadiah Jepang.
- Pada tanggal 12 Agustus 1945, Jepang melalui Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam, mengatakan kepada Soekarno, Hatta dan Radjiman bahwa pemerintah Jepang akan segera memberikan kemerdekaan kepada Indonesia dan proklamasi kemerdekaan dapat dilaksanakan dalam beberapa hari, tergantung cara kerja PPKI. Meskipun demikian Jepang menginginkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 24 Agustus.
- Dua hari kemudian, saat Soekarno, Hatta dan Radjiman kembali ke tanah air dari Dalat, Sutan Syahrir mendesak agar Soekarno segera memproklamasikan kemerdekaan karena menganggap hasil pertemuan di Dalat sebagai tipu muslihat Jepang, karena Jepang setiap saat sudah harus menyerah kepada Sekutu dan demi menghindari perpecahan dalam kubu nasionalis, antara yang anti dan pro Jepang. Hatta menceritakan kepada Syahrir tentang hasil pertemuan di Dalat. Soekarno belum yakin bahwa Jepang memang telah menyerah, dan proklamasi kemerdekaan RI saat itu dapat menimbulkan pertumpahan darah yang besar, dan dapat berakibat sangat fatal jika para pejuang Indonesia belum siap. Soekarno mengingatkan Hatta bahwa Syahrir tidak berhak memproklamasikan kemerdekaan karena itu adalah hak Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Sementara itu Syahrir menganggap PPKI adalah badan buatan Jepang dan proklamasi kemerdekaan oleh PPKI hanya merupakan ‘hadiah’ dari Jepang (sic).
- Pada tanggal 14 Agustus 1945 Jepang menyerah kepada Sekutu. Tentara dan Angkatan Laut Jepang masih berkuasa di Indonesia karena Jepang telah berjanji akan mengembalikan kekuasaan di Indonesia ke tangan Sekutu. Sutan Sjahrir, Wikana, Darwis, dan Chaerul Saleh mendengar kabar ini melalui radio BBC. Setelah mendengar desas-desus Jepang bakal bertekuk lutut, golongan muda mendesak golongan tua untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Namun golongan tua tidak ingin terburu-buru. Mereka tidak menginginkan terjadinya pertumpahan darah pada saat proklamasi. Konsultasi pun dilakukan dalam bentuk rapat PPKI. Golongan muda tidak menyetujui rapat itu, mengingat PPKI adalah sebuah badan yang dibentuk oleh Jepang. Mereka menginginkan kemerdekaan atas usaha bangsa kita sendiri, bukan pemberian Jepang.
- Soekarno dan Hatta mendatangi penguasa militer Jepang (Gunsei) untuk memperoleh konfirmasi di kantornya di Koningsplein (Medan Merdeka). Tapi kantor tersebut kosong.
- Soekarno dan Hatta bersama Soebardjo kemudian ke kantor Bukanfu, Laksamana Muda Maeda, di Jalan Medan Merdeka Utara (Rumah Maeda di Jl Imam Bonjol 1). Maeda menyambut kedatangan mereka dengan ucapan selamat atas keberhasilan mereka di Dalat. Sambil menjawab ia belum menerima konfirmasi serta masih menunggu instruksi dari Tokyo. Sepulang dari Maeda, Soekarno dan Hatta segera mempersiapkan pertemuan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada pukul 10 pagi 16 Agustus keesokan harinya di kantor Jalan Pejambon No 2 guna membicarakan segala sesuatu yang berhubungan dengan persiapan Proklamasi Kemerdekaan.
- Sehari kemudian, gejolak tekanan yang menghendaki pengambilalihan kekuasaan oleh Indonesia makin memuncak dilancarkan para pemuda dari beberapa golongan. Rapat PPKI pada 16 Agustus pukul 10 pagi tidak dilaksanakan karena Soekarno dan Hatta tidak muncul. Peserta rapat tidak tahu telah terjadi peristiwa Rengasdengklok.
- Para pemuda pejuang, termasuk Chaerul Saleh, Sukarni, dan Wikana –yang konon kabarnya terbakar gelora heroismenya setelah berdiskusi dengan Ibrahim gelar Datuk Tan Malaka –yang tergabung dalam gerakan bawah tanah kehilangan kesabaran, dan pada dini hari tanggal 16 Agustus 1945. Bersama Shodanco Singgih, salah seorang anggota PETA, dan pemuda lain, mereka membawa Soekarno (bersama Fatmawati dan Guntur yang baru berusia 9 bulan) dan Hatta, ke Rengasdengklok, yang kemudian terkenal sebagai peristiwa Rengasdengklok. Tujuannya adalah agar Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta tidak terpengaruh oleh Jepang. Di sini, mereka kembali meyakinkan Soekarno bahwa Jepang telah menyerah dan para pejuang telah siap untuk melawan Jepang, apa pun risikonya. Di Jakarta, golongan muda, Wikana, dan golongan tua, yaitu Mr. Ahmad Soebardjo melakukan perundingan. Mr. Ahmad Soebardjo menyetujui untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia di Jakarta. maka diutuslah Yusuf Kunto untuk mengantar Ahmad Soebardjo ke Rengasdengklok. Mereka menjemput Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta kembali ke Jakarta. Mr. Ahmad Soebardjo berhasil meyakinkan para pemuda untuk tidak terburu – buru memproklamasikan kemerdekaan. Setelah tiba di Jakarta, mereka pulang kerumah masing-masing. Mengingat bahwa hotel Des Indes (sekarang kompleks pertokoan di Harmoni) tidak dapat digunakan untuk pertemuan setelah pukul 10 malam, maka tawaran Laksamana Muda Maeda untuk menggunakan rumahnya (sekarang gedung museum perumusan teks proklamasi) sebagai tempat rapat PPKI diterima oleh para tokoh Indonesia.
Perjuangan Menjelang Kemerdekaan
- Malam harinya, Soekarno dan Hatta kembali ke Jakarta. Mayor Jenderal Moichiro Yamamoto, Kepala Staf Tentara ke XVI (Angkatan Darat) yang menjadi Kepala pemerintahan militer Jepang (Gunseikan) di Hindia Belanda tidak mau menerima Sukarno-Hatta yang diantar oleh Maeda Tadashi dan memerintahkan agar Mayor Jenderal Otoshi Nishimura, Kepala Departemen Urusan Umum pemerintahan militer Jepang, untuk menerima kedatangan rombongan tersebut. Nishimura mengemukakan bahwa sejak siang hari tanggal 16 Agustus 1945 telah diterima perintah dari Tokio bahwa Jepang harus menjaga status quo, tidak dapat memberi ijin untuk mempersiapkan proklamasi Kemerdekaan Indonesia sebagaimana telah dijanjikan oleh Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam. Soekarno dan Hatta menyesali keputusan itu dan menyindir Nishimura apakah itu sikap seorang perwira yang bersemangat Bushido, ingkar janji agar dikasihani oleh Sekutu. Akhirnya Sukarno-Hatta meminta agar Nishimura jangan menghalangi kerja PPKI, mungkin dengan cara pura-pura tidak tau. Melihat perdebatan yang panas itu Maeda dengan diam-diam meninggalkan ruangan karena diperingatkan oleh Nishimura agar Maeda mematuhi perintah Tokio dan dia mengetahui sebagai perwira penghubung Angkatan Laut (Kaigun) di daerah Angkatan Darat (Rikugun) dia tidak punya wewenang memutuskan.
- Setelah dari rumah Nishimura, Sukarno-Hatta menuju rumah Laksamana Maeda (kini Jalan Imam Bonjol No.1) diiringi oleh Myoshi guna melakukan rapat untuk menyiapkan teks Proklamasi. Setelah menyapa Sukarno-Hatta yang ditinggalkan berdebat dengan Nishimura, Maeda mengundurkan diri menuju kamar tidurnya. Penyusunan teks Proklamasi dilakukan oleh Soekarno, M. Hatta, Achmad Soebardjo dan disaksikan oleh Soekarni, B.M. Diah, Sudiro (Mbah) dan Sayuti Melik. Myoshi yang setengah mabuk duduk di kursi belakang mendengarkan penyusunan teks tersebut tetapi kemudian ada kalimat dari Shigetada Nishijima seolah-olah dia ikut mencampuri penyusunan teks proklamasi dan menyarankan agar pemindahan kekuasaan itu hanya berarti kekuasaan administratif. Tentang hal ini Bung Karno menegaskan bahwa pemindahan kekuasaan itu berarti “transfer of power”. Bung Hatta, Subardjo, B.M Diah, Sukarni, Sudiro dan Sajuti Malik tidak ada yang membenarkan klaim Nishijima tetapi di beberapa kalangan klaim Nishijima masih didengungkan.
- Setelah konsep selesai disepakati, Sajuti menyalin dan mengetik naskah tersebut menggunakan mesin ketik yang diambil dari kantor perwakilan AL Jerman, milik Mayor (Laut) Dr. Hermann Kandeler. Pada awalnya pembacaan proklamasi akan dilakukan di Lapangan Ikada, namun berhubung alasan keamanan dipindahkan ke kediaman Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur 56 (sekarang Jl. Proklamasi no. 1).
Fakta Detik-detik Proklamasi
- Perundingan antara golongan muda dan golongan tua dalam penyusunan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia berlangsung pukul 02.00 – 04.00 dini hari. Teks proklamasi ditulis di ruang makan di laksamana Tadashi Maeda jln Imam Bonjol No 1. Para penyusun teks proklamasi itu adalah Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan Mr. Ahmad Soebarjo. Konsep teks proklamasi ditulis oleh Ir. Soekarno sendiri. Di ruang depan, hadir B.M Diah Sayuti Melik, Sukarni dan Soediro. Sukarni mengusulkan agar yang menandatangani teks proklamasi itu adalah Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta atas nama bangsa Indonesia. Teks Proklamasi Indonesia itu diketik oleh Sayuti melik. Pagi harinya, 17 Agustus 1945, di kediaman Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur 56 telah hadir antara lain Soewirjo, Wilopo, Gafar Pringgodigdo, Tabrani dan Trimurti.
- Acara dimulai pada pukul 10:00 dengan pembacaan proklamasi oleh Soekarno dan disambung pidato singkat tanpa teks. Kemudian bendera Merah Putih, yang telah dijahit oleh bu Fatmawati, dikibarkan, disusul dengan sambutan oleh Soewirjo, wakil walikota Jakarta saat itu dan Moewardi, pimpinan Barisan Pelopor.
- Pada awalnya Trimurti diminta untuk menaikkan bendera namun ia menolak dengan alasan pengerekan bendera sebaiknya dilakukan oleh seorang prajurit. Oleh sebab itu ditunjuklah Latief Hendraningrat, seorang prajurit PETA, dibantu oleh Soehoed untuk tugas tersebut. Seorang pemudi muncul dari belakang membawa nampan berisi bendera Merah Putih (Sang Saka Merah Putih), yang dijahit oleh Fatmawati beberapa hari sebelumnya. Setelah bendera berkibar, hadirin menyanyikan lagu Indonesia Raya.. Sampai saat ini, bendera pusaka tersebut masih disimpan di Museum Tugu Monumen Nasional.
- Setelah upacara selesai berlangsung, kurang lebih 100 orang anggota Barisan Pelopor yang dipimpin S.Brata datang terburu-buru karena mereka tidak mengetahui perubahan tempat mendadak dari Ikada ke Pegangsaan. Mereka menuntut Soekarno mengulang pembacaan Proklamasi, namun ditolak. Akhirnya Hatta memberikan amanat singkat kepada mereka.
- Hari Jumat di bulan Ramadhan, pukul 05.00 pagi, fajar 17 Agustus 1945 memancar di ufuk timur. Embun pagi masih menggelantung di tepian daun. Para pemimpin bangsa dan para tokoh pemuda keluar dari rumah Laksamana Maeda, dengan diliputi kebanggaan setelah merumuskan teks Proklamasi hingga dinihari. Mereka, telah sepakat untuk memproklamasikan kemerdekaan bangsa Indonesia hari itu di rumah Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta, pada pukul 10.00 pagi. Bung Hatta sempat berpesan kepada para pemuda yang bekerja pada pers dan kantor-kantor berita, untuk memperbanyak naskah proklamasi dan menyebarkannya ke seluruh dunia ( Hatta, 1970:53 ).
- Menjelang pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan, suasana di Jalan Pegangsaan Timur 56 cukup sibuk. Wakil Walikota, Soewirjo, memerintahkan kepada Mr. Wilopo untuk mempersiapkan peralatan yang diperlukan seperti mikrofon dan beberapa pengeras suara. Sedangkan Sudiro memerintahkan kepada S. Suhud untuk mempersiapkan satu tiang bendera. Karena situasi yang tegang, Suhud tidak ingat bahwa di depan rumah Soekarno itu, masih ada dua tiang bendera dari besi yang tidak digunakan. Malahan ia mencari sebatang bambu yang berada di belakang rumah. Bambu itu dibersihkan dan diberi tali. Lalu ditanam beberapa langkah saja dari teras rumah. Bendera yang dijahit dengan tangan oleh Nyonya Fatmawati Soekarno sudah disiapkan. Bentuk dan ukuran bendera itu tidak standar, karena kainnya berukuran tidak sempurna. Memang, kain itu awalnya tidak disiapkan untuk bendera.
- Sementara itu, rakyat yang telah mengetahui akan dilaksanakan Proklamasi Kemerdekaan telah berkumpul. Rumah Soekarno telah dipadati oleh sejumlah massa pemuda dan rakyat yang berbaris teratur. Beberapa orang tampak gelisah, khawatir akan adanya pengacauan dari pihak Jepang. Matahari semakin tinggi, Proklamasi belum juga dimulai. Waktu itu Soekarno terserang sakit, malamnya panas dingin terus menerus dan baru tidur setelah selesai merumuskan teks Proklamasi. Para undangan telah banyak berdatangan, rakyat yang telah menunggu sejak pagi, mulai tidak sabar lagi. Mereka yang diliputi suasana tegang berkeinginan keras agar Proklamasi segera dilakukan. Para pemuda yang tidak sabar, mulai mendesak Bung Karno untuk segera membacakan teks Proklamasi. Namun, Bung Karno tidak mau membacakan teks Proklamasi tanpa kehadiran Mohammad Hatta. Lima menit sebelum acara dimulai, Mohammad Hatta datang dengan pakaian putih-putih dan langsung menuju kamar Soekarno. Sambil menyambut kedatangan Mohammad Hatta, Bung Karno bangkit dari tempat tidurnya, lalu berpakaian. Ia juga mengenakan stelan putih-putih. Kemudian keduanya menuju tempat upacara.
- Marwati Djoened Poesponegoro ( 1984:92-94 ) melukiskan upacara pembacaan teks Proklamasi itu. Upacara itu berlangsung sederhana saja. Tanpa protokol. Latief Hendraningrat, salah seorang anggota PETA, segera memberi aba-aba kepada seluruh barisan pemuda yang telah menunggu sejak pagi untuk berdiri. Serentak semua berdiri tegak dengan sikap sempurna. Latief kemudian mempersilahkan Soekarno dan Mohammad Hatta maju beberapa langkah mendekati mikrofon. Dengan suara mantap dan jelas, Soekarno mengucapkan pidato pendahuluan singkat sebelum membacakan teks proklamasi.
- “Saudara-saudara sekalian ! saya telah minta saudara hadir di sini, untuk menyaksikan suatu peristiwa maha penting dalam sejarah kita. Berpuluh-puluh tahun kita bangsa Indonesia telah berjuang untuk kemerdekaan tanah air kita. Bahkan telah beratus-ratus tahun. Gelombangnya aksi kita untuk mencapai kemerdekaan kita itu ada naiknya ada turunnya. Tetapi jiwa kita tetap menuju ke arah cita-cita. Juga di dalam jaman Jepang, usaha kita untuk mencapai kemerdekaan nasional tidak berhenti. Di dalam jaman Jepang ini tampaknya saja kita menyandarkan diri kepada mereka. Tetapi pada hakekatnya, tetap kita menyusun tenaga kita sendiri. Tetap kita percaya pada kekuatan sendiri. Sekarang tibalah saatnya kita benar-benar mengambil nasib bangsa dan nasib tanah air kita di dalam tangan kita sendiri. Hanya bangsa yang berani mengambil nasib dalam tangan sendiri, akan dapat berdiri dengan kuatnya. Maka kami, tadi malam telah mengadakan musyawarah dengan pemuka-pemuka rakyat Indonesia dari seluruh Indonesia , permusyawaratan itu seia-sekata berpendapat, bahwa sekaranglah datang saatnya untuk menyatakan kemerdekaan kita.
- Saudara-saudara! Dengan ini kami menyatakan kebulatan tekad itu. Dengarkanlah Proklamasi kami: PROKLAMASI; Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan Kemerdekaan Indonesia . Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain, diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Jakarta , 17 Agustus 1945. Atas nama bangsa Indonesia Soekarno/Hatta.
- Demikianlah saudara-saudara! Kita sekarang telah merdeka. Tidak ada satu ikatan lagi yang mengikat tanah air kita dan bangsa kita! Mulai saat ini kita menyusun Negara kita! Negara Merdeka. Negara Republik Indonesia merdeka, kekal, dan abadi. Insya Allah, Tuhan memberkati kemerdekaan kita itu“. ( Koesnodiprojo, 1951 ).
- Acara, dilanjutkan dengan pengibaran bendera Merah Putih. Soekarno dan Hatta maju beberapa langkah menuruni anak tangga terakhir dari serambi muka, lebih kurang dua meter di depan tiang. Ketika S. K. Trimurti diminta maju untuk mengibarkan bendera, dia menolak: ” lebih baik seorang prajurit ,” katanya. Tanpa ada yang menyuruh, Latief Hendraningrat yang berseragam PETA berwarna hijau dekil maju ke dekat tiang bendera. S. Suhud mengambil bendera dari atas baki yang telah disediakan dan mengikatnya pada tali dibantu oleh Latief Hendraningrat.
- Bendera dinaikkan perlahan-lahan. Tanpa ada yang memimpin, para hadirin dengan spontan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Bendera dikerek dengan lambat sekali, untuk menyesuaikan dengan irama lagu Indonesia Raya yang cukup panjang. Seusai pengibaran bendera, dilanjutkan dengan pidato sambutan dari Walikota Soewirjo dan dr. Muwardi.
- Bendera Pusaka Sang Merah Putih adalah bendera resmi pertama bagi RI. Tetapi dari apakah bendera sakral itu dibuat? Warna putihnya dari kain sprei tempat tidur dan warna merahnya dari kain tukang soto!
- Setelah upacara pembacaan Proklamasi Kemerdekaan, Lasmidjah Hardi ( 1984:77 ) mengemukakan bahwa ada sepasukan barisan pelopor yang berjumlah kurang lebih 100 orang di bawah pimpinan S. Brata, memasuki halaman rumah Soekarno. Mereka datang terlambat. Dengan suara lantang penuh kecewa S. Brata meminta agar Bung Karno membacakan Proklamasi sekali lagi. Mendengar teriakan itu Bung Karno tidak sampai hati, ia keluar dari kamarnya. Di depan corong mikrofon ia menjelaskan bahwa Proklamasi hanya diucapkan satu kali dan berlaku untuk selama-lamanya. Mendengar keterangan itu Brata belum merasa puas, ia meminta agar Bung Karno memberi amanat singkat. Kali ini permintaannya dipenuhi. Selesai upacara itu rakyat masih belum mau beranjak, beberapa anggota Barisan Pelopor masih duduk-duduk bergerombol di depan kamar Bung Karno.
- Tidak lama setelah Bung Hatta pulang, menurut Lasmidjah Hardi (1984:79) datang tiga orang pembesar Jepang. Mereka diperintahkan menunggu di ruang belakang, tanpa diberi kursi. Sudiro sudah dapat menerka, untuk apa mereka datang. Para anggota Barisan Pelopor mulai mengepungnya. Bung Karno sudah memakai piyama ketika Sudiro masuk, sehingga terpaksa berpakaian lagi. Kemudian terjadi dialog antara utusan Jepang dengan Bung Karno: ” Kami diutus oleh Gunseikan Kakka, datang kemari untuk melarang Soekarno mengucapkan Proklamasi .” ” Proklamasi sudah saya ucapkan,” jawab Bung Karno dengan tenang. ” Sudahkah ?” tanya utusan Jepang itu keheranan. ” Ya, sudah !” jawab Bung Karno. Di sekeliling utusan Jepang itu, mata para pemuda melotot dan tangan mereka sudah diletakkan di atas golok masing-masing. Melihat kondisi seperti itu, orang-orang Jepang itu pun segera pamit. Sementara itu, Latief Hendraningrat tercenung memikirkan kelalaiannya. Karena dicekam suasana tegang, ia lupa menelpon Soetarto dari PFN untuk mendokumentasikan peristiwa itu. Untung ada Frans Mendur dari IPPHOS yang plat filmnya tinggal tiga lembar ( saat itu belum ada rol film ). Sehingga dari seluruh peristiwa bersejarah itu, dokumentasinya hanya ada 3 ( tiga ) ; yakni sewaktu Bung Karno membacakan teks Proklamasi, pada saat pengibaran bendera, dan sebagian foto hadirin yang menyaksikan peristiwa yang sangat bersejarah
- Pada tanggal 18 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) mengambil keputusan, mengesahkan dan menetapkan Undang-Undang Dasar (UUD) sebagai dasar negara Republik Indonesia, yang selanjutnya dikenal sebagai UUD 45. Dengan demikian terbentuklah Pemerintahan Negara Kesatuan Indonesia yang berbentuk Republik (NKRI) dengan kedaulatan di tangan rakyat yang dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang akan dibentuk kemudian.
- Setelah itu Soekarno dan M.Hatta terpilih atas usul dari Oto Iskandardinata dan persetujuan dari PPKI sebagai presiden dan wakil presiden Republik Indonesia yang pertama. Presiden dan wakil presiden akan dibantu oleh sebuah Komite Nasional.
- Banyak orang -ya paling tidak saya- berpikir bahwa suara Bung Karno membacakan proklamasi itu mengudara juga di radio pada hari yang sama saat Indonesia merdeka. Ternyata bukan begitu ceritanya. Jumat, 17 Agustus 1945, sekitar jam 17:30 WIB. Saat itu Pak Jusuf sedang berada di kantornya, Hoso Kyoku (Radio Militer Jepang di Jakarta). Tiba-tiba muncullah Syahruddin, seorang pewarta dari kantor berita Jepang Domei dengan tergesa-gesa. (Catatan: Pak Jusuf sempat meralat kebenaran berita bahwa yang datang itu adalah sejarawan Des Alwi). Syahruddin yang masuk ke kantor Hoso Kyoku dengan melompati pagar itu menyerahkan selembar kertas dari Adam Malik yang isinya “Harap berita terlampir disiarkan”. Berita yang dimaksud adalah Naskah Proklamasi yang telah dibacakan Bung Karno jam 10 pagi. Masalahnya, semua studio radio Hoso Kyoku sudah di jaga ketat sejak beberapa hari sebelumnya, tepatnya sehari setelah Hiroshima dan Nagasaki di bom oleh Amerika. Jusuf kemudian berunding dengan rekan-rekannya, diantaranya Bachtiar Lubis (kakak dari Sastrawan dan tokoh pers Indonesia Mochtar Lubis) dan Joe Saragih, seorang teknisi radio. Beruntung, studio siaran luar negeri tidak dijaga. Saat itu juga dengan bantuan Joe, kabel di studio siaran dalam negeri di lepas dan disambungkan ke studio siaran luar negeri. Tepat pukul 19:00 WIB selama kurang lebh 15 menit Jusuf pun membacakan kabar tentang proklamasi di udara, sementara di studio siaran dalam negeri tetap berlangsung siaran seperti biasa untuk mengecoh perhatian tentang Jepang. Belakangan tentara Jepang mengetahui akal bulus Jusuf dan kawan-kawannya. Mereka pun sempat disiksa. Beruntung mereka selamat. Malam itu pun radio Hoso Kyoku resmi dinyatakan bubar, tetapi dunia saat itu juga sudah mengetahui kabar tentang proklamasi langsung dari mulut Jusuf Ronodipuro. Sayang rekaman suara ini tidak diketahui lagi keberadaannya, atau jangan-jangan sudah tidak ada mengingat malam itu juga radio tersebut ditutup oleh Jepang.
- Momentum perayaan Hari Kemerdekaan pada tahun ini ternyata istimewa. Itu karena detik-detik proklamasi pada tahun 1945 juga bertepatan dengan bulan Ramadan.
- Pada 17 Agustus 1945 pukul 08.00, ternyata Bung Karno masih tidur nyenyak di kamarnya, di Jalan Pegangsaan Timur 56, Cikini. Dia terkena gejala malaria tertiana. Suhu badannya tinggi dan sangat lelah setelah begadang bersama para sahabatnya menyusun konsep naskah proklamasi di rumah Laksamana Maeda. Pating greges, keluh Bung Karno setelah dibangunkan de Soeharto, dokter kesayangannya. Kemudian darahnya dialiri chinineurethan intramusculair dan menenggak pil brom chinine. Lalu ia tidur lagi. Pukul 09.00, Bung Karno terbangun. Berpakaian rapi putih-putih dan menemui sahabatnya, Bung Hatta. Tepat pukul 10.00, keduanya memproklamasikan kemerdekaan Indonesia dari serambi rumah. “Demikianlah Saudara-saudara! Kita sekalian telah merdeka!”, ujar Bung Karno di hadapan segelintir patriot-patriot sejati. Mereka lalu menyanyikan lagu kebangsaan sambil mengibarkan bendera pusaka Merah Putih. Setelah upacara yang singkat itu, Bung Karno kembali ke kamar tidurnya. masih meriang.
- Upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ternyata berlangsung tanpa protokol, tak ada korps musik, tak ada konduktor dan tak ada pancaragam. Tiang bendera pun dibuat dari batang bambu secara kasar, serta ditanam hanya beberapa menit menjelang upacara. Tetapi itulah, kenyataan yang yang terjadi pada sebuah upacara sakral yang dinanti-nantikan selama lebih dari tiga ratus tahun!
sumber
Ini dia Wajah Mumi Ratusan Tahun di Wamena, Papua
Wim Motok Mabel. Itulah sebutan mumi yang disakralkan oleh warga Distrik Kerulu, Lembah Baliem. Mumi berusia 278 tahun ini diawetkan dengan cara tradisional. Mumi ini jadi magnet terkuat bagi wisatawan di Papua.
Saat warga Distrik Kerulu mengeluarkan Wim Motok Mabel dari dalam honai, mumi itu tampak begitu ringkih. Tubuhnya berjongkok memeluk lututnya. Kepalanya menengadah, tulangnya berwarna hitam kecoklatan. Dua lubang mata seakan menatap kosong ke angkasa. Mulutnya menganga, kedua tangannya memegang lutut yang telah keropos dimakan usia.
Hari itu, Jumat (10/8/2012), adalah pertama kalinya saya melihat mumi yang diawetkan secara tradisional. Wim Motok Mabel adalah satu dari dua mumi yang paling terkenal di Lembah Baliem, Papua. Perjalanannya ke Distrik Kurulu memakan waktu 30 menit dari Kota Wamena.
Dalam bahasa lokal, Wim berarti perang. Motok berarti panglima, dan Mabel adalah nama aslinya. Ini adalah mumi seorang panglima perang yang disegani di seluruh lembah. Di leher mumi itu terdapat kalung dari gabungan tali. Untuk memastikan usianya, Anda bisa menghitung jumlah tali yang terikat di leher sang mumi.
Warga yang tinggal di honai (rumah adat Papua) bersama sang mumi adalah keturunan ke-7. Ia menjelaskan, sang mumi diawetkan dengan cara diasap sambil dibalur lemak babi.
"Waktu itu dia (sang mumi-red) tahu, kalau diawetkan akan membawa kebahagiaan dan kesuksesan hidup keturunannya. Juga selalu menang dalam perang," tambahnya.
Mumi diasap selama 200 hari di dalam honai khusus, jauh dari area pemukiman. Sebelum dipindahkan ke rumah keturunannya, seluruh warga desa melangsungkan upacara khusus yang disebut Ap Ako. Pemeliharaan mumi dengan kembali diasap masih dilakukan hingga saat ini.
Masyarakat Distrik Kerulu tahu betul bagaimana memanfaatkan mumi tersebut. Sambil dijaga dengan baik, peninggalan leluhur itu juga menjadi sumber ekonomi. Hal itu juga berdampak bagi saya dan rombongan yang datang hari itu. Untuk foto sepuasnya, kami dipatok biaya Rp 300.000.
Warga setempat, yang masih menggunakan koteka dan rok berbahan jerami, juga menjual kerajinan kepada wisatawan. Harganya sedikit lebih mahal dibandingkan tempat lain. Anda boleh menolaknya, atau justru membeli untuk kesejahteraan masyarakat setempat.
![]() |
Wim Motok Mabel, mumi berusia 278 tahun di Wamena |
Hari itu, Jumat (10/8/2012), adalah pertama kalinya saya melihat mumi yang diawetkan secara tradisional. Wim Motok Mabel adalah satu dari dua mumi yang paling terkenal di Lembah Baliem, Papua. Perjalanannya ke Distrik Kurulu memakan waktu 30 menit dari Kota Wamena.
![]() |
Dalam bahasa lokal, Wim berarti perang. Motok berarti panglima, dan Mabel adalah nama aslinya. Ini adalah mumi seorang panglima perang yang disegani di seluruh lembah. Di leher mumi itu terdapat kalung dari gabungan tali. Untuk memastikan usianya, Anda bisa menghitung jumlah tali yang terikat di leher sang mumi.
Warga yang tinggal di honai (rumah adat Papua) bersama sang mumi adalah keturunan ke-7. Ia menjelaskan, sang mumi diawetkan dengan cara diasap sambil dibalur lemak babi.
![]() |
Panglima Perang bernama Mabel |
Mumi diasap selama 200 hari di dalam honai khusus, jauh dari area pemukiman. Sebelum dipindahkan ke rumah keturunannya, seluruh warga desa melangsungkan upacara khusus yang disebut Ap Ako. Pemeliharaan mumi dengan kembali diasap masih dilakukan hingga saat ini.
![]() |
Mumi saat baru dikeluarkan dari dalam honai |
Warga setempat, yang masih menggunakan koteka dan rok berbahan jerami, juga menjual kerajinan kepada wisatawan. Harganya sedikit lebih mahal dibandingkan tempat lain. Anda boleh menolaknya, atau justru membeli untuk kesejahteraan masyarakat setempat.
Sumber : Detik
10 Kuburan Massal Paling Mengerikan Yang Pernah Ditemukan
Setiap kita dan di setiap agama mengajarkan kita untuk menghormati manusia bahkan yang sudah meninggal. Acara pemakaman / penguburan bahkan menjadi suatu yang sangat skaral dan momentum...
Namun sejarah mencatat.. banyak kejadian yang memilukan dan tak selayaknya terjadi, dimana mayat - mayat tergeletak serampangan bahkan ditumpuk - tumpuk seperti daging busuk..Mayat - mayat yang ditemukan kadangkala berderet seperti bangkai ikan sarden tanpa pemakaman yang layak..
Meskipun kadang sejarah menemukan dan mencatat tiap individual yang terbaring ini menjadi bagian yang besar dari sejarah. Namun saya berharap kejadian ini tidak akan terulang lagi di masa depan ..
dan berikut ini adalah 10 kuburan masal yang paling diingat untuk kepedihan dan sisa-sisa bayangan kematian yang menghantui bagi yang hidup..
Namun sejarah mencatat.. banyak kejadian yang memilukan dan tak selayaknya terjadi, dimana mayat - mayat tergeletak serampangan bahkan ditumpuk - tumpuk seperti daging busuk..Mayat - mayat yang ditemukan kadangkala berderet seperti bangkai ikan sarden tanpa pemakaman yang layak..
Meskipun kadang sejarah menemukan dan mencatat tiap individual yang terbaring ini menjadi bagian yang besar dari sejarah. Namun saya berharap kejadian ini tidak akan terulang lagi di masa depan ..
dan berikut ini adalah 10 kuburan masal yang paling diingat untuk kepedihan dan sisa-sisa bayangan kematian yang menghantui bagi yang hidup..
10. Pembantaian Maguindanao
3 tahun yang lalu, pembunuhan massal dalam sejarah jurnalistik yang paling brutal terjadi, di mana sedikitnya 34 wartawan sengaja dibunuh sebagai korban dari terorisme politik.
Ada ketegangan di Maguindanao (sebuah provinsi di sebuah pulau di Filipina) saat pemilu sedang berlangsung, dua anggota ysng saling mencalonkan dari partai yang sama berjuang untuk kantor yang sama.
Wakil Walikota Esmael "Toto" Mangudadatu, yang mengajukan sertifikat tentang pencalonan, menerima ancaman bahwa saingannya (pendukung keluarga Ampatuan Andal, Sr ) akan memotong dia menjadi bagian kecil sesudahnya.
Ada ketegangan di Maguindanao (sebuah provinsi di sebuah pulau di Filipina) saat pemilu sedang berlangsung, dua anggota ysng saling mencalonkan dari partai yang sama berjuang untuk kantor yang sama.
Wakil Walikota Esmael "Toto" Mangudadatu, yang mengajukan sertifikat tentang pencalonan, menerima ancaman bahwa saingannya (pendukung keluarga Ampatuan Andal, Sr ) akan memotong dia menjadi bagian kecil sesudahnya.
Dia Berpikir dengan adanya 37 wartawan untuk meliput akan mencegah hal-hal seperti itu terjadi, lalu dia mengundang 37 dari mereka untuk menemaninya.
Sayangnya, mereka tidak gentar, saat rombongan Walikota Esmael "Toto" Mangudadatu dihentikan oleh 100 orang bersenjata yang kemudian membantai mereka semua atau sebagian kelompok Mangudadatu dalam paling keji cara (misalnya yang perempuan, dari beberapa wartawan, diperkosa dan ditembak di alat kelaminnya) .
Korban-koraban ini siap untuk dimakamkan di kuburan massal yang sudah digali dua hari sebelumnya (bersama dengan kendaraan mereka), sampai mereka tertangkap tangan oleh helikopter. Sebanyak dari 58 orang tewas,disamping korban wartawan, ada juga istri Mangudadatu , dua saudara perempuannya, serta beberapa pengacara dan para pembantunya.
Sayangnya, mereka tidak gentar, saat rombongan Walikota Esmael "Toto" Mangudadatu dihentikan oleh 100 orang bersenjata yang kemudian membantai mereka semua atau sebagian kelompok Mangudadatu dalam paling keji cara (misalnya yang perempuan, dari beberapa wartawan, diperkosa dan ditembak di alat kelaminnya) .
Korban-koraban ini siap untuk dimakamkan di kuburan massal yang sudah digali dua hari sebelumnya (bersama dengan kendaraan mereka), sampai mereka tertangkap tangan oleh helikopter. Sebanyak dari 58 orang tewas,disamping korban wartawan, ada juga istri Mangudadatu , dua saudara perempuannya, serta beberapa pengacara dan para pembantunya.
9. Stadion Duraiappa

Ini stadion olahraga hanya salah satu saksi dari korban perang sipil Sri Lanka yang bertanggung jawab untuk lebih dari 65.000 kematian. Stadion ini dulunya rusak secara struktural dan ditinggalkan selama konflik, lalu direnovasi tahun 1999 yang seharusnya menjadi lebih nyaman.
Sampai beberapa pekerja yang menggali pondasi Boney. Apa yang ditemukan adalah, sisa-sisa kerangka yang dipadatkan dari 25 mayat, dua di antaranya adalah anak-anak.
Meskipun ada beberapa misteri tentang keadaan di sekitar kuburan massal ini - dan metode forensik tampaknya tidak tepat digunakan dalam mengungkap dan bisa saja menghancurkan bukti yang diperlukan - 12.000 warga sipil dikatakan telah hilang sejak awal konflik, banyak warga masih mencari anggota keluarga mereka yang hilang, berharap ditemukan di kuburan masal ini.
8. Pulau Kepiting
![]() |
| Monumen di Crab Island |
Pulau yang terletak di bagian utara New York Danau Champlain digunakan sebagai rumah sakit selama Perang tahun 1814 dari Plattsburgh untuk pasukan Amerika dan Inggris.
Menjadi pulau terdekat dengan tanah di mana konflik yang sebenarnya terjadi, orang mati - beberapa di antaranya terdampar di pantai - yang diletakkan berderet dalam situs kuburan massal di selatan rumah sakit.
Semua mayat kecuali prajurit tingkat atas, mayat mereka ditumpuk - tumpuk dalam kuburan masal tanpa nama.
Tahun 1908 kuburan dengan mayat2 yang memiliki nama dan identitas yang berbeda, diperingati dengan dibuatkan obelisk granit yang ditugaskan oleh Kongres.
7. Pembantaian Vukovar
Menjadi pulau terdekat dengan tanah di mana konflik yang sebenarnya terjadi, orang mati - beberapa di antaranya terdampar di pantai - yang diletakkan berderet dalam situs kuburan massal di selatan rumah sakit.
Semua mayat kecuali prajurit tingkat atas, mayat mereka ditumpuk - tumpuk dalam kuburan masal tanpa nama.
Tahun 1908 kuburan dengan mayat2 yang memiliki nama dan identitas yang berbeda, diperingati dengan dibuatkan obelisk granit yang ditugaskan oleh Kongres.
7. Pembantaian Vukovar
Pembantaian Vukovar adalah salah satu bukti lagi untuk eksistensi kejahatan manusia. Berlangsung pada tahun 1991 di luar kota Vukovar, yang berliku turun dari pertempuran, 264 orang kebanyakan warga Kroasia korban sebagian besar warga sipil dan pasien rumah sakit dikirim ke kamp penjara militan Serbia.
Sebagian besar dibunuh dengan penembakan, sementara beberapa dipukuli sampai mati-, mayat-mayat itu kasar dibuang di parit yang digali dan ditimbun dengan bulldozer kembali.
7 orang yang dianggap bertanggung jawab sejak dituduh melakukan kejahatan perang mengerikan oleh Pengadilan Kriminal Internasional untuk negara eks-Yugoslavia (pemimpin militer Yugoslavia Veselin Šljivančanin dan Mile Mrkšić telah dihukum, sementara beberapa orang lainnya meninggal sebelum persidangan dan / atau bunuh diri).
Sebagian besar dibunuh dengan penembakan, sementara beberapa dipukuli sampai mati-, mayat-mayat itu kasar dibuang di parit yang digali dan ditimbun dengan bulldozer kembali.
7 orang yang dianggap bertanggung jawab sejak dituduh melakukan kejahatan perang mengerikan oleh Pengadilan Kriminal Internasional untuk negara eks-Yugoslavia (pemimpin militer Yugoslavia Veselin Šljivančanin dan Mile Mrkšić telah dihukum, sementara beberapa orang lainnya meninggal sebelum persidangan dan / atau bunuh diri).
6. Pulau Hart
Pulau ini digunakan sebagai kamp Tawanan Perang selama Perang Sipil pada tahun 1865, dan Konfederasi yang meninggal di sana dimakamkan di pulau itu, bersama dengan tentara Uni yang tersisa yang akhirnya direlokasi.
Tapi hal-hal mengerikan sebenarnya adalah yang mengikuti perang, setelah New York City membeli pulau tersebut pada tahun 1869, mereka memutuskan untuk membongkar kuburan massal tersebut.
sebuah artikel dari New York Times tahun 1874 berjudul "Tempat dimana orang-orang tidak dikenal dikuburkan" menggambarkan prosedur bagaimana penanganan mayat-mayat di tempat itu.
Mayat-mayat tidak dikenal dan sisa-sisa tubuh dari orang dewasa dan anak-anak dibuang di parit besar dan difoto. "Foto-foto dan plot diberi nomor yang sesuai sehingga kerabat potensial dapat, setelah mengidentifikasi tubuh, memberikan penguburan yang layak.
Tapi sering kali mayat-mayat ini tak berwajah yang diperkirakan tidak punya teman (beberapa telah meninggal karena bunuh diri), sedangkan kerabat lainnya terlalu miskin untuk membeli pemakaman yang layak.
Tapi hal-hal mengerikan sebenarnya adalah yang mengikuti perang, setelah New York City membeli pulau tersebut pada tahun 1869, mereka memutuskan untuk membongkar kuburan massal tersebut.
sebuah artikel dari New York Times tahun 1874 berjudul "Tempat dimana orang-orang tidak dikenal dikuburkan" menggambarkan prosedur bagaimana penanganan mayat-mayat di tempat itu.
Mayat-mayat tidak dikenal dan sisa-sisa tubuh dari orang dewasa dan anak-anak dibuang di parit besar dan difoto. "Foto-foto dan plot diberi nomor yang sesuai sehingga kerabat potensial dapat, setelah mengidentifikasi tubuh, memberikan penguburan yang layak.
Tapi sering kali mayat-mayat ini tak berwajah yang diperkirakan tidak punya teman (beberapa telah meninggal karena bunuh diri), sedangkan kerabat lainnya terlalu miskin untuk membeli pemakaman yang layak.
5. Black Death di Inggris Raya
Ketika wabah pes (alias "Black Death") melanda Eropa di abad ke-14, metode penguburan tradisional hampir tidak ada karena sepertiga dari populasi orang di Eropa mati.Prosesi Tradisional disisihkan untuk kelompok kaya, dan mayat lain hanya ditumpuk-tumpuk seperti ringsokan
Praktek semacam ini menjadi prosedur standar di saat wabah, seperti ketika wabah menyerang lagi di Inggris dalam bentuk Wabah Besar tahun 1665 (kali ini menewaskan 100.000 orang, sekitar 20% penduduk London).
Praktek semacam ini menjadi prosedur standar di saat wabah, seperti ketika wabah menyerang lagi di Inggris dalam bentuk Wabah Besar tahun 1665 (kali ini menewaskan 100.000 orang, sekitar 20% penduduk London).
4. Iraknya Saddam
Irak sejak 1980-an telah menjadi pemakaman masal di mana korban genosida (kebanyakan dari suku Kurdi, seperti pada 1983), pembantaian, dan eksekusi dilakukan untuk meleyapkan penghalang kekuasaan.
Ada sekitar 250 kuburan masal dilaporkan telah ditemukan 40 diantaranya telah dikonfirmasi, dan satu juta warga Irak yang hilang - seratus ribu diduga berada di salah satu plot kolektif ini.
Beberapa kekejaman paling terkenal Irak termasuk mengumpulkan dari 8.000 orang suku Kurdi pada tahun 1983 dan pelaksanaannya di tengah gurun terpencil,dengan senjata serangan antara tahun 1986 dan 1988 di mana Angkatan Udara Irak menjatuhkan bom kimia di desa-desa Kurdi, menewaskan 5.000 orang secara langsung (dengan lebih banyak menderita jangka panjang karena menjadi cacat), dan Kampanye Anfal 1988 yang mengakibatkan 182.000 orang suku Kurdi hilang, dari kalangan anak-anak dan wanita diduga dikuburkan di kuburan masal.
Ada sekitar 250 kuburan masal dilaporkan telah ditemukan 40 diantaranya telah dikonfirmasi, dan satu juta warga Irak yang hilang - seratus ribu diduga berada di salah satu plot kolektif ini.
Beberapa kekejaman paling terkenal Irak termasuk mengumpulkan dari 8.000 orang suku Kurdi pada tahun 1983 dan pelaksanaannya di tengah gurun terpencil,dengan senjata serangan antara tahun 1986 dan 1988 di mana Angkatan Udara Irak menjatuhkan bom kimia di desa-desa Kurdi, menewaskan 5.000 orang secara langsung (dengan lebih banyak menderita jangka panjang karena menjadi cacat), dan Kampanye Anfal 1988 yang mengakibatkan 182.000 orang suku Kurdi hilang, dari kalangan anak-anak dan wanita diduga dikuburkan di kuburan masal.
3. Chechnya
Kuburan masal di Chechnya banyak bermunculan sejak awal Perang Chechnya pada tahun 1994.
Pada 2008, situs 57 situs pemakaman massal telah ditemukan, yang mungkin berisi ribuan mayat, 5.000 di antaranya adalah warga sipil yang menghilang di tengah-tengah Perang Chechnya Kedua pada tahun 1999. Kuburan massal terbesar dari semua adalah di Grozny dan berisi 800 mayat (dari Perang Chechnya Pertama).
Saat beberapa negara mencoba untuk membantu mengidentifikasi berbagai mayat untuk keluarga yang ditinggalkan , Rusia memiliki kebijakan " Dilarang Menggali!".
Pada 2008, situs 57 situs pemakaman massal telah ditemukan, yang mungkin berisi ribuan mayat, 5.000 di antaranya adalah warga sipil yang menghilang di tengah-tengah Perang Chechnya Kedua pada tahun 1999. Kuburan massal terbesar dari semua adalah di Grozny dan berisi 800 mayat (dari Perang Chechnya Pertama).
Saat beberapa negara mencoba untuk membantu mengidentifikasi berbagai mayat untuk keluarga yang ditinggalkan , Rusia memiliki kebijakan " Dilarang Menggali!".
2. Uni Sovietnya Stalin
Amidst a totalitarian Soviet Union, and under the crushing hammer of Joseph Stalin, great numbers of Soviet citizens as well as foreigners were executed outright by the famous “secret police” – most popularly via a bullet to the base of the skull – in numbers that reached 700,000 (all dumped in mass graves) by the time of the Great Purge of 1937-1938, whereby all of Stalin's political opponents were effectively silenced.
Di tengah-tengah totaliter Uni Soviet, dan di bawah palu yang menghancurkan , sejumlah besar warga Soviet serta asing dieksekusi langsung oleh "polisi rahasia" yang terkenal - yang paling populer melalui peluru ke dasar tengkorak - dalam jumlah yang mencapai 700.000 (semua dibuang di kuburan massal) pada saat Pembersihan Besar 1937-1938, dimana semua lawan politik Stalin secara efektif dibungkam dan dilenyapkan.
Ini adalah cara utama untuk menempatkan rasa takut Stalin ke dalam hati orang-orang Soviet - ketakutan yang dapat cukup mudah dibentuk menjadi semacam perasaan putus asa sehingga menjadi kesetiaan oleh mereka yang tidak ingin mengalami nasib seperti penghuni kuburan masal.
Kuburan-kuburan yang tersebar di bekas Uni Soviet akan diingat sepanjang waktu, dengan jumlah mayat mengerikan yang ditemukandi:
Di tengah-tengah totaliter Uni Soviet, dan di bawah palu yang menghancurkan , sejumlah besar warga Soviet serta asing dieksekusi langsung oleh "polisi rahasia" yang terkenal - yang paling populer melalui peluru ke dasar tengkorak - dalam jumlah yang mencapai 700.000 (semua dibuang di kuburan massal) pada saat Pembersihan Besar 1937-1938, dimana semua lawan politik Stalin secara efektif dibungkam dan dilenyapkan.
Ini adalah cara utama untuk menempatkan rasa takut Stalin ke dalam hati orang-orang Soviet - ketakutan yang dapat cukup mudah dibentuk menjadi semacam perasaan putus asa sehingga menjadi kesetiaan oleh mereka yang tidak ingin mengalami nasib seperti penghuni kuburan masal.
Kuburan-kuburan yang tersebar di bekas Uni Soviet akan diingat sepanjang waktu, dengan jumlah mayat mengerikan yang ditemukandi:
- Bykivnia, 120,000-250,000 mayat
- Kurapaty, 30.000 - 200.000 mayat
- Butovo, lebih dari 20.000 mayat
- Sandarmokh, lebih dari 9.000 mayat.
1. Ladang Pembantaian Kamboja
Pol Pot adalah salah satu nama yang pantas disejajarkan dalam daftar yang mencakup orang-orang seperti Adolf Hitler dan Joseph Stalin, sebagai pelaku genosida dengan jumlah korban yang mencengangkan.
Dia mempunyai 20.000 kuburan massal di bawah kepemimpinannya, yang berisi minimal 1,38 juta mayat..
Penghuni kuburan massal Pol Pot adalah: siapa pun yang terkait dengan (atau dicurigai), mantan pejabat pemerintah, intelektual / profesional, dan berbagai etnis / agama kelompok yang dipilih oleh rezimnya.
Rezim Khmer Merah hanya berlangsung dari akhir Perang Saudara Kamboja (1975) sampai 1979, tapi pada saat itu rezim ini telah melakukan banyak kerusakan dan kebinasaan mengerikan di Kamboja
Dia mempunyai 20.000 kuburan massal di bawah kepemimpinannya, yang berisi minimal 1,38 juta mayat..
Penghuni kuburan massal Pol Pot adalah: siapa pun yang terkait dengan (atau dicurigai), mantan pejabat pemerintah, intelektual / profesional, dan berbagai etnis / agama kelompok yang dipilih oleh rezimnya.
Rezim Khmer Merah hanya berlangsung dari akhir Perang Saudara Kamboja (1975) sampai 1979, tapi pada saat itu rezim ini telah melakukan banyak kerusakan dan kebinasaan mengerikan di Kamboja
Wajah Imam Mahdi di Bulan
Apakah benar ini wajah imam mahdi yang akan datang membawa perdamaian di akhir zaman "wallahualam"
Pengertian Mati suri dan Penjelasanya

Apa yang sebenarnya terjadi pada saat mati suri? Atau hanya ada perubahan-perubahan kimia dalam otak dan organ indera sebelum kematian?
Rata-rata mati suri memiliki ciri-ciri umum tertentu, tapi ada juga yang memiliki pola berbeda. Seperti dikutip dari Howstuffworks, Jumat, ada beberapa ciri umum ketika seseorang mati suri, yaitu:
1. Perasaan ketenangan, perasaan ini kemungkinan meliputi kedamaian, penerimaan kematian, emosional dan kenyamaan fisik.
.2. Intensitas murni cahaya terang yang tidak menyakitkan, intensitas cahaya ini terkadang memenuhi ruangan tapi ada juga seseorang hanya melihat cahaya yang berasal dari surga atau Tuhan.
3. Pengalaman keluar dari tubuh (out-of-body experience/OBE), orang merasa telah meninggalkan tubuhnya dan bisa melihat dokter yang bekerja padanya.
4. Memasuki alam atau dimensi lain, hal ini biasanya tergantung dari keyakinan dan pengalamannya.
5. Berjalan di terowongan, banyak orang yang mati suri menemukan dirinya berada di terowongan dengan cahaya di ujung dan bertemu dengan makhluk roh lainnya.
6. Dapat komunikasi dengan roh, sebelum mati suri berakhir banyak orang yang melaporkan dapat berkomunikasi dengan roh lain dan diperintahkan untuk kembali ke tubuhnya.
Teori yang menjelaskan tentang mati suri dibagi menjadi dua kategori dasar yaitu penjelasan ilmiah (medis, fisiologis dan psikologis) serta penjelasan supernatural (spiritual dan agama).
Secara supernatural seseorang yang mati suri sebenarnya mengalami dan mengingat hal-hal yang terjadi dengan kesadaran tapi tanpa disertai tubuhnya.
Ketika seseorang mendekati kematian, maka jiwanya meninggalkan tubuh dan mulai merasakan hal-hal yang biasanya tidak bisa dirasakan. Jiwa berjalan melalui perbatasan antara hidup di dunia dan hidup di akhirat, biasanya diwakili oleh terowongan dengan cahaya di ujung.
Secara ilmiah proses mati suri sangat kompleks, subjektif dan emosional. Mekanisme di balik beberapa pengalaman ini adalah cara otak memproses informasi sensorik.
Apa yang seseorang lihat di sekelilingnya hanyalah jumlah dari semua informasi sensorik yang diterima otak pada saat tertentu. Jika seseorang membayangkan sesuatu saat inderanya tidak berfungsi dengan baik, maka otak akan menerima informasi yang salah.
Hal ini kemungkinan disebabkan oleh obat-obatan atau beberapa bentuk trauma yang menyebabkan otak orang tersebut menutup. Beberapa ahli berteori bahwa gangguan saraf atau kelebihan beban informasi yang dikirim ke korteks visual otak, menciptakan gambaran cahaya terang yang berangsur-angsur menjadi lebih besar. Otak dapat menafsirkan hal ini sebagai bergerak di terowongan gelap.
Selama mengalami mati suri, tubuh rawan mengalami kerusakan karena otak menafsirkan informasi yang salah. Kombinasi antara efek trauma dan kekurangan oksigen di dalam otak memunculkan pengalaman melayang ke angkasa dan menatap tubuh Anda sendiri. Sensasi damai yang dirasakan dipicu oleh meningkatnya kadar endorfin yang diproduksi oleh otak selama trauma.
Salah input sensoris yang diterima, ditambah dengan kekurangan oksigen dan endrofin akan menciptakan sebuah pengalaman surealisme meskipun realistis. Selain itu neurotransmitter di otak yang menutup akan menciptakan ilusi yang indah bagi semua orang yang dekat dengan kematian.
SUMBER


















