KELOMPOK TANI BARAKAT DESA AMPARAYA LAKUKAN PENGENDALIAN TIKUS

Kelompok Tani Barakat Desa Amparaya Kecamatan Simpur mengadakan gerakan pengendalian tikus dengan cara tiran yang diproduksi oleh Sulawesi, Rabu (19/1). Gerakan ini dilakukan guna mengendalikan populasi hama tikus yang menyerang tanaman petani seperti padi, khususnya di wilayah Hulu Sungai Selatan.

Gerakan pengendalian tikus ini merupakan kegiatan dari Dinas Pertanian HSS yang bekerja sama dengan Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Kalimantan Selatan dan Kelompok Tani Barakat Desa Amparaya Kecamatan Simpur.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD HSS Ja’far,S.Hut. Dalam sambutannya menyatakan bahwa gerakan pengendalian hama tikus merupakan salah satu bagian dari kegiatan yang harus dilakukan dalam peningkatan pendapatan para petani. Ketua DPRD HSS berharap apabila ada gapoktan yang bagus, petani yang berhasil dan gotong royongnya yang bagus agar nantinya bisa dibuat laboratorium sebagai contoh yang baik bagi yang lain. Dan juga kepada bidang pertanian, Ketua DPRD HSS berharap agar lebih banyak melihat ke lapangan bagaimana kondisi yang ada di masyarakat.

Ahyar Kurdi sebagai Ketua Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida Propinsi Kalsel menyatakan bahwa hama tikus adalah hama utama yang dapat merugikan hasil produksi pertanian di Kalsel dan juga merupakan ancaman bagi para petani. Beliau mengutarakan BPTPH hampir setiap tahunnya kurang lebih 1.000 titik pengendalian tikus. Ahyar Kurdi mengatakan bahwa pengendalian tikus paling efektif pada saat sebelum tanam.

Rachmadi Anasal,SP selaku Kabid Bina Perlindungan Tanaman pada Dinas Pertanian HSS mengatakan bahwa tikus merupakan salah satu pengganggu tanaman atau tumbuhan, oleh karena itu perlu dikendalikan dengan sebaik-baiknya dan dilakukan secara bersama-sama guna mendukung program pemerintah dalam peningkatan beras nasional. Rachmadi Anasal mengutarakan HSS selain mendapatkan bantuan benih juga mendapatkan bantuan berupa obat hama tikus berupa tiran sebanyak 1.000 box. Selain itu juga ada kegiatan penunjang lain dari pemerintah baik dari pusat, propinsi maupun kabupaten yakni Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT). Selama tahun 2011 ada 16 kegiatan sekolah lapang yakni SLPHT untuk tanaman padi ada 9 kegiatan yang dananya dari APBD I ada 8 kegiatan dan I dari dana APBN, SLPHT untuk tanaman hortikultura sebanyak 5 kegiatan dan sekolah lapang iklim ada 2 kegiatan.

Kemudian dijelaskannya secara teknis cara penggunaan alat dalam hal pengendalian hama tikus oleh Fadilah seperti caranya menggunakan tiran, obat tikus vitrokum dan racun Rackus 80 PL. (siska_hms)

◄ Newer Post Older Post ►