18 Kapal Manfaatkan Jasa PT DPL

Sejak Juli 2010 lalu, sudah ada 18 kapal besar yang memanfaatkan jasa perbaikan milik PT Dok Pantai Lamongan (DPL) di Desa Kemantren/Paciran.Sampai saat ini PT DPL belum beroperasi secara penuh, namun dok perbaikannya sudah bisa difungsikan.


“Termasuk dua kapal yang sekerang sedang diperbaiki, sampai saat
ini sudah ada 18 kapal yang memenafaatkan jasa perbaikan di PT DPL, “ ujar
Dirut PT DPL Johanes Titus saat menerima kunjungan Bupati Fadeli kemarin di
Kantor PT DPL. “Sekarang masih tahap uji coba, setelah nanti secara
administrasi, maupun teknis produksi ssudah sempurna, kami akan segera
beroperasi secara penuh, “ imbuh dia.

Fadeli dalam kunjungannya itu didampingi Wakil Bupati Amar
Saifudin bersama sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)
terkait. Kunjungan itu dimaksudkan untuk melihat perkembangan investasi di
wilayah pantura Lamongan yang semakin pesat. Saat di PT DPL yang merupakan
bengkel bagi perbaikan kapal yang mengalami kerusakan, ada dua kapal yang
sedang diperbaiki. Yakni dengan nama lambung Bali Gianyar dan Global.

Masih menurut Johanes Titus, perkembangan industri maritim,
dalam hal ini industri pelayaran sangat cepat. Namun jumlah galangan kapal
untuk perbaikan sangat terbatas, sehingga seringkali kapal harus mengantri
untuk melakukan perbaikan. “Selama ini kapasitas kapal dan galangan yang ada
sangat tidak sebanding. Padahalk seperti kapal penumpang tiap tahunnya harus
mengantongi ijin layak laut. Pasar saat ini sangat prospektif, baik untuk
kapal baru maupun untuk yang melakukan perbaikan, “ urai dia.

Karena kedalaman laut tidak memadai untuk menggunakan dok kolam
atau *graving dok*, PTD DPL membangun *sleep way *dok tarik dengan
menggunakan sistem *air bag*. Yakni semacam balon yang dipompa dengan
panjang mencapai 20 meter yang digunakan sebagai bantalan untuk menarik
kapal ke daratan tempat perbaikan. PT DPL saat ini sedang membangun unit *sleep
way* yang kedua di lokasi yang sama.

Disebutkan pula olehnya, Jawa Timur dan Lamongan berpeluang
untuk menjadi kawasan khusus bagi industri maritim. Hal itu terutam karena
di Jatimlah pusatnya SDm kemaritiman. Yakni di ITS serta adanya laboratorium
Hidrodinamika terbesar di ITS, demikian pula design centre perkapalan juga
ada di Jatim.

Karena semuan proses perbaikan dilakukan di darat mulai dari proses
pengelasan dan pengecatan, limbah yang dihasilkan PT DPL merupakan limbah
yang dapat didaur ulang. Limbah yang dihasilkan seperti besi, potongan plat
dan minyak semuanya dapat didaur ulang.
◄ Newer Post Older Post ►